| Silaturrahiim |
|
Dari 'AbdurrahmAn bin 'Awf,[1]) ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, Allah Azza wa Jalla berfirman, "Aku adalah Allah. Aku adalah Ar‑Rahman. Aku ciptakan rahim (sifat belas kasih) dan Aku berikan padanya nama dari nama‑Ku. Barangsiapa menyambungkannya, Aku sambungkan padanya. Dan barangsiapa memutuskannya, Aku putuskan darinya.[2]) Dari Abu Hurairah[3]) bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Rahim merupakan ranting dari Ar‑Rahman. Allah Azza wa Jalla berfirman tentangnya, 'Barangsiapa yang menyambungkannya, maka Aku sambungkan padanya. Dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Aku putuskan darinya.[4]) Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, 'Allah menciptakan makhluk hingga ketika selesai tegaklah rahim. Maka rahim itu mengambil pinggang Ar‑Rahman. Lalu Dia bertanya, "Ada apa?" Rahim menjawab, Inilah maqam yang berlindung dari pemutusan.' Allah berkata, "Benar, tidakkah engkau ridha kalau Aku sambungkan orang yang menyambungkanmu dan memutuskan orang yang memutuskanmu?" Rahim menjawab, "Tentu." Dia berkata, "Maka itu adalah bagimu[5]) dan bagi kaum Muslim." Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra,[6]) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, 'Rahim tergantung di 'Arsy. Ia berkata, "Barangsiapa yang menyambungkanku, maka Allah menyambungkannya. Dan barangsiapa yang memutuskanku, maka Allah memutuskannya[7]. Allah‑lah yang memberi pertolongan. Penyingkapan Rahasia dan Penjelasan Maknanya Ketahuilah bahwa walaupun hadis‑hadis ini khusus berkenaan dengan rahim, tetapi di dalam setiap hadis tersebut terdapat rahasia‑rahasia yang tidak terdapat pada hadis lain. Semua hadis itu mengandung rahasia‑rahasia agung, ilmu-ilmu yang tinggi, dan masalah‑masalah universal. Mengetahuinya adalah penting. Yang pertama adalah mengetahui hakikat rahim. Mengetahui keberadaannya sebagai bagian dari Ar‑Rahman. Mengetahui nama ar‑Rahman. Mengetahui mengapa rahim tergantung di 'Arsy. Mengetahui keberhubungannya. Mengetahui keterputusannya. Mengetahui pinggang Ar‑Rahman. Mengetahui pegangannya pada pinggang ar‑Rahman. Mengetahui tegaknya. Mengetahui maqamnya yang ditunjukkan dengan ucapannya, inilah maqam yang berlindung dari pemutusan.' Mengetahui perlindungannya. Mengetahui jawaban al‑Haqq kepadanya terhadap sesuatu yang ia minta dari‑Nya Subhanahu wa Ta'ala. Mengetahui seruannya karena keberadaannya tergantung pada 'Arsy. Mengetahui hukum‑hukumnya. Semua ini adalah rahasia-rahasia yang tidak tercantum sedikit pun di dalam semua buku. Belum pernah sampai kabar kepadaku bahwa seseorang berusaha menjelaskan hadis‑hadis seperti ini yang mengandung penegasan rahasia‑rahasia llahi dan hadis-hadis Nabi yang menjelaskan tentang hakikat eksistensi dari ahli ilmu lahir atau ahli ilmu ‑ batin di antara orang-orang yang mengaku memperoleh mukasyafah yang tinggi, ‑ ilmu-ilmu laduni, dan warisan Nabi. Saya akan menjelaskannya, insya Allah, dengan pembahasan yang komprehensif, tidak secara garis besar, dan tidak pula terperinci, untuk mengungkapkan nikmat dari Allah dan sebagai rasa syukur kepada‑Nya atas nikmat yang telah dikaruniakan kepadaku. Dia telah menampakkannya kepadaku, memberiku dapat bersama dengan makhluk‑Nya yang paling sempurna dalam menampakkan rahasia‑rahasia ini, dan menampakkan ilmu-ilmu yang tersembunyi ini dari yang lain. Maka dengan pertolongan Allah, saya katakan: Rahim merupakan nama bagi hakikat alami. Alami adalah hakikat yang menggabungkan antara panas, dingin, basah, dan kering. Artinya, masing‑masing dari empat hal itu tidak bertentangan. Masing‑masing dari empat hal itu bukan dari semua sisi rahim, melainkan dari beberapa sisinya. Adapun rahim itu tergantung pada 'Arsy dalam hal bahwa semua jisim maujud, menurut para muhaqqiq, adalah bersifat alami. 'Arsy adalah yang pertama. Berkenaan dengan ini, datang pengabaran‑pengabaran syariat tentang masalah surga dan lainnya. Semua penyingkapan (mukasyafah) orang-orang yang sempurna menyaksikan kebenaran hal itu. Adapun rahim sebagai bagian dari Ar‑Rahman adalah karena rahmat merupakan wujud itu sendiri. Yaitu, yang meliputi setiap sesuatu. Padahal tidak ada sesuatu yang meliputi setiap sesuatu kecuali wujud. Wujud meliputi setiap sesuatu hingga yang namanya ketiadaan (`adam). Dalam segi bahwa hal itu ada di dalam pikiran dan adanya ketetapan bahwa ketiadaan adalah lawan dari wujud yang dapat dipastikan, maka itu suatu jenis dari keberadaan dan tertentukan dalam pikiran sebagaimana terpikirnya wujud yang dapat dipastikan. Hanya saja, ada perbedaan di antara dua ketetapan ini. Ketetapan wujud memiliki kepastian di dalam dirinya tanpa melihat ketetapannya di dalam pikiran setiap yang berpikir, sedangkan ketetapan ketiadaan (`adam) tidak memiliki kepastian dalam dirinya, selain dalam pemikiran orang‑orang yang berpikir. Kemudian ketahuilah, bahwa karena rahmat merupakan suatu nama bagi wujud maka Ar‑Rahman merupakan nama bagi al‑Haqq karena keberadaan‑Nya sebagai wujud itu sendiri. Rahim sebagai dahan dari Ar‑Rahman adalah karena segala maujud terbagi ke dalam aspek lahir dan aspek batin. Jisim‑jisim merupakan bentuk lahir dari wujud. Sementara roh dan makna adalah pandangan batin dari wujud. Adapun 'Arsy adalah maqam keterbagian. Maka pahamilah. Rahim mengambil pinggang Ar‑Rahman adalah karena Ar‑Rahman yang merupakan manifestasi wujud Rabbani mencakup alam arwah, makna, dan jisim. Alam arwah muncul di dalam wujud dan menempati tempat di atas alam jisim. Dari satu sisi, ia memiliki derajat kausalitas (sababiyyah) dalam kaitannya dengan rahim. Ia memiliki ketinggian. Ia berada di atas, paruh pertama bentuk hadirat Ilahiyyah. Karena itu, rahim tergantung pada 'Arsy, karena 'Arsy merupakan yang pertama dari alam jisim dan yang meliputi seluruh bentuk lahir. Dengannya dibedakan antara yang lahir dan yang batin. Sementara pinggang yang menjadi tempat ikatan kain sarung merupakan permulaan paruh kedua yang rendah dan ditutup kain sarung, yaitu alam tabiat, tempat penutupan al‑Haqq dalam penampakkan yang dikhususkan dengan tabiat, yaitu aurat. Karena itu, para malaikat yang diperintahkan bersujud kepada Adam tidak mengetahuinya. Maka mereka lari dari penciptaan alami Adam. Mereka mencacinya. Mereka memuji dirinya sendiri (az-benarkah?). Berlindungnya rahim dari pemutusan adalah karena ia merasakan pembedaan yang mengancamnya dari alam arwah dan hadirat nafas Rahmani yang merupakan makam kedekatan rabbani yang sempurna. Maka ia merasa sakit karena menjadi jauh setelah sebelumnya dekat. Ia takut pertolongan Tuhan akan terputus disebabkan keterpisahan yang dirasakannya. Maka al‑Haqq mengingatkan dalam jawaban‑Nya terhadap doanya untuk melanjutkan bentangan dan mengekalkan hubungan dalam hal kesertaan dan cakupan zat Ihali. Dengan demikian ia menjadi senang, tenang, dan bersuka hati dengan jawaban Al‑Haqq kepadanya atas apa yang dimintanya. Maka teruslah ia mendoakan kebaikan bagi orang yang menghubungkannya dan mendoakan kejelekan bagi orang yang memutuskannya. Menghubungkannya adalah dengan mengetahui kedudukannya dan mengagungkan kekuatannya. Karena, kalau tiada campuran yang dihasilkan dari tonggak‑tonggaknya, maka tidak akan muncul roh manusia dan tidak akan mampu ia menggabungkan antara ilmu universal dan ilmu parsial. Bahkan, alam roh insani membinasakan keuniversalan sebagaimana al‑Haqq mengabarkan hal itu dengan firmanNya, 'Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesualu apa pun. "(QS. an‑Nahl: 78) Maka dengan penciptaan alami dan apa yang dititipkan al-Haqq di dalamnya berupa kekhususan, kekuatan, dan alat-alat, datang untuk manusia gabungan antara kekhususan, hukum‑hukum, serta kesempurnaan rohani dan tabiat. Dengan gabungan ini dia memohon untuk beroleh martabat pemisahan (barzakhiyyah) yang mencakup hukum-hukum wajib al~wujud (Allah) dan imkan (makhluk). Maka sempurnalah baginya persamaan dan benarlah baginya penghadapan. Maka Dia muncul dalam bentuk hadirat Ilahiyyah dan yang benar‑benar mengetahui segala yang lahir dan yang batin. Ini adalah sebagian dari karakteristik hubungannya yang dapat disebutkan. Adapun pemutusannya dikabarkan oleh al‑Haqq. Allah memutuskan orang yang memutuskan rahim. Yaitu orang yang meremehkan rahim dan tidak mengetahui kedudukannya serta merendahkan haknya. Barangsiapa yang merendahkan dan meremehkan haknya, maka dia telah merendahkan hak Allah dan tidak mengetahui apa yang disimpan al‑Haqq di dalamnya berupa kekhususan nama‑nama di mana rahim disandarkan dan diikatkan pada al‑Haqq. Sehingga, jika tidak karena kedudukannya yang tinggi di sisi al‑Haqq, maka al‑Haqq tidak akan mengabarkannya ketika memberikan jawaban dengan firman‑Nya, "Barangsiapa yang menghubungkanmu, niscaya Aku menghubungkannya. Dan barangiapa yang memutuskanmu niscaya Aku memutuskannya. " Di antara penghinaan dan pemutusan adalah celaan para hakim mutaakhir terhadapnya. Mereka menyifatinya dengan kegelapan dan kotor. Mereka berusaha untuk bebas dari hukum-hukumnya dan terbebas dari sifat‑sifatnva. Kalau saja mereka mengetahui bahwa itu dilarang dan bahwa setiap kesempurnaan didapat oleh manusia setelah berpisah dengan penciptaan alami, maka itu termasuk hasil dan buah dari persahabatan roh terhadap percampuran alami. Setelah perpisahan itu, manusia hanya beralih dari bentuk bentuk jasmani (fisik) ke alam‑alam yang merupakan manifestasi kelembutannya. Di dalam alam‑alam tersebut semua orang yang berbahagia dapat melihat al‑Haqq sebagaimana dijanjikan di dalam syariat. Dan dikabarkan bahwa hal itu merupakan nikmat Allah yang paling besar bagi penghuni surga. Hakikat bergantungnya kesaksian al‑Haqq padanya adalah bagaimana hal itu boleh direndahkan. Hal khusus dari ahli Allah adalah seperti orang‑orang yang sempurna dan orang‑orang yang mendekati mereka. Jika mereka memperoleh kesaksian al‑Haqq dan mengetahui‑Nya secara benar, maka mereka diberi kemudahan dengan bantuan penciptaan alami ini hingga termanifestasi zat yang abadi dan tidak ada hijab sesudahnya. Tidak ada lagi yang kekal bagi orang‑orang sempurna selain‑Nya. Karena itu orang~orang yang sempurna sepakat bahwa barangsiapa yang tidak memperoleh hal itu di dalam penciptaan alami ini, maka dia belum memperoleh pemisahan. Hal itu ditunjukkan dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam "Apabila anak Adam mati, terputuslah amalannya,' dan sabdanya, "Bagi sekelompok penghuni surga, Tuhan tidak tertutup dan tidak terhijab mereka.9)" Adapun tegak dan permohonannya adalah penghadapan dirinya dengan sifat pengharapan kepada al‑Haqq. Al-Haqq menamai penghadapan‑Nya kepada makhluk dengan bentangan yang tegak. Dia berfirman, "Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya. (QS. ar‑Ra'd: 33) Maka ketahuilah hal itu dan kajilah apa yang telah saya jelaskan kepadamu di dalam penjelasan hadis ini yang mencakup ilmu‑ilmu yang tinggi dan rahasia‑rahasia yang tersembunyi. Engkau beruntung, insya Allah.
1. "Abdurrahman bin 'Awf adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang mendapat kabar gembira (dijamin masuk surga). Banyak hadis yang diriwayatkan darinya oleh Ibn Abbas, Ibn 'Urnar, dan Anas bin Malik Dia wafat pada tahun 32 H. Lihat Siyar Adman‑Nubald', jilid 1, hal. 69‑92. 2. Diriwayatkan oleh Ibn Hanbal, 1/191 dan 194. 3. Abu Hurairah adalah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang menyertai beliau selama empat tahun. Dia wafat pada tahun 57 H. Disandarkan padanya 5374 hadis. Lihat Siyar Adm an‑Nubald', 11/578‑632. 4. Diriwayatkan oleh al‑Bukhari di dalam bab at‑Adab, hal. 13; atTtirmudzi di dalam, bab al‑Birr, hal. 16.1 dan Ibn Hanbal, 1/190, 321 dan 11/295. 5. Diriwayatkan oleh al‑Bukhari di dalam bab Tafsir Syirah, hal. 47 dan at‑Tawhid, hal. 35; Muslim di dalam bab al‑Birr, hal. 16; dan Ibn Hanbal, 11/ 330, 383, dan 406. 6. 'Aisyah binti ash‑Shiddiq. Dia adalah Umm al‑Muminin. Dia wafat pada tahun 57 H. Lihat Siyar Adm an‑Nubald', 11 / 135‑20 1. 7. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam bab al‑Birr, hal. 17 dan 1bn Hanbal, 11/163 dan 190. 8. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam bab al‑Washiyyah, hal. 14; Aba Dawud di dalam bab al‑', hal. 13; dan an‑Nasa'i di dalam bab al, hal. 8. 9. Saya tidak menemukannya di dalam rujukan.
Set as favorite
Bookmark
Hits: 199 Comments (0)
![]() Write comment
|



