Perang Bio-Urat Syaraf
(Bio-Psychological Warfare)
Oleh: Jan van Helsing
Secret Societies and Their Power in The 20th Century: Chapter 24
Hampir setiap orang sudah mendengar perang urat-syaraf. Dalam perang, misalnya Anda, meracuni sumber air minum musuh dan menyebarkan virus atau bakteri. Hal itu tidaklah baru, tetapi apakah Anda pernah memikirkan dimana zat perang urat-syaraf ini diuji-coba?
Saya akan kutip beberapa contoh:
Pada tahun 1950 kapal Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan uji-coba menyerang dan bertahan dari kemungkinan serangan senjata biologi. Wilayah San Francisco (AS) selama enam hari dikabuti dengan bakteri Serrata. Hampir semua penduduk yang berjumlah 800.000 orang merasakannya. Dewasa ini diketahui bahwa bakteri Serrata penyebab penyakit sejenispneumonia yang mematikan.
Pihak militer lebih lanjut mengungkapkan bahwa antara tahun 1949 dan 1969 sebanyak 239 percobaan sudah dilakukan di udara terbuka, 80 kali diantaranya dengan kuman, dengan empat kali serangan dikota-kota Amerika setiap tahunnya, dan itu dilakukan selama dua puluh tahun. Menurut laporan-laporan CIA, selama periode yang sama, secara bebas mereka membom kota-kota dengan bakteri dan kuman. Nampaknya baru dihentikan tahun1969.
[H: No, they did NOT stop.] Orang Amerika tidak hanya di bom dengan bakterim tetapi juga dengan sesuatu yang lebih efektif. Sebagaimana diumumkan oleh NBC pada tanggal 16 Juli tahun 1981, bagian Baratlaut Amerika Serikat dalam beberapa tahun menjadi sasaran frekuensi gelombang pendek oleh Uni Sovyet. Gelombang-gelombang radio ini disesuaikan ke frekuensi gelombang listrik.
Gelombang itu dikenal sebagai gelombang ELF (extremly Low frequency) yang ditemukan dalam awal abad ini oleh Nikola Tesla. Tahun 1884, Ia bekerja dengan Edison, namun kemudian berpisah karena perbedaan pendapat mengenai produksi energi listrik dan Tesla memutuskan untuk bekerja dengan saingan Edison, yaitu Westinghouse.
Tahun 1892, stasiun listrik pertama untuk arus bolak-balik dirancang oleh Tesla dan dibangun oleh Westinghouse, dan dioperasikan di Air Terjun Niagara. Tidak lama setelah itu, Tesla melontarkan “scientific super-space”, yang sampai hari ini tidak ada seorang ilmuwan pun yang sanggup mengikutinya.
Hanya bankir J.P. Morgan (J.P. Morgan and Co. perwakilan N.M. Rothschild and Co. di Amerika Serikat) yang membiayai Westinghouse, nampaknya memahami apa yang terjadi. Tesla telah memulai menyadap medan energi yang mengelilingi bumi dan memenuhi udara, yaitu ether, dan menarik keluar energinya – untuk umum. Pada sat yang sama Ia memggunakan medan energi ether untuk beberapa jenis komunikasi dan transportasi energi.
Sumber-sumber energi seperti batu bara, minyak dan air akan tidak terpakai, juga listrik. Kapal dan mobil, pabrik pesawat terbang dan perumahan dapat mengambil energi yang dibutuhkan langsung dari medan energi ether. Akhir tahun 1898, di daerah percobaan Colorado Springs yang dibiayai oleh J.P. Morgan. Tesla sudah hampir menyelsaikan teknis pengambilan energi dari ether. Dewasa ini teknologi ini dikenal sebagai konversi ‘gravitasi energi’ atau ‘taychon energy’. Morgan memahami dengan jelas apa arti kemajuan percobaan Tesla ini.
Kontrol atas listrik, minyak, batu bara dll, tidak akan terjamin lagi. Oleh karena itu Morgan memerintahkan Tesla untuk menghentikan pekerjaannya dan pusat percobaan Colorado Springs dihancurkan. Tetapi Tesla tidak menyerah. Sampai menjelang kematiannya tanggal 7 Januari 1943, dia menghasilkan sejumlah penemuan yang mengejutkan, beberapa diantaranya penemuan revolusioner dan beberapa diantaranya maksudnya hanya bisa dikira-kira. Penemuan Tesla dalam waktu singkat dapat merubah kehidupan di dunia menjadi nyaman, tapi – sebagaimana Anda maklumi – hal ini tidak dikehendaki oleh para penipu – Illuminati.
Diantara yang dikembangkan adalah mesin-mesin yang dapat mengambil energi dari ether (sekarang: medan taychon) kemudian diubah di dalam “solid state converter” (1931) menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong motor listrik khusus. Alat ini dipasang di sebuah mobil limosin mewah yang kemudian berfungsi sama seperti mesin dengan bahan bakar bensin. Mobil diuji coba selama seminggu dengan kecepatan 130km/jam – tidak perlu bahan bakar alias nol liter. (Alat ini berukuran sebesar kotak anggur memproduksi energi yang cukup untuk seluruh peralatan rumah)
Tesla selanjutnya berhasil memulai membuat gempa buatan dengan induksi getaran di dalam medan taychon dan kemudian ditransfer ke seluruh materi. Ia pernah melakukan percobaan dengan gempa buatannya atas seluruh kota New York. Disamping memiliki paten untuk remote control kendaraan (1898) dia juga mengembangkan transmisi energi tanpa kabel.
Komentar penerjemah dari bahasa Jerman: (Yang menarik adalah arus yang keluar dari dalam alat yang disebutkan di atas yang besarnya tidak lebih dari sebesar kepalan tangan, untuk menahan gempa. Bila Anda menginterupsi peningkatan frekuensi di permukaann tanah yang akan terjadi gempa, hasilnya Anda akan dapat mencegah kerusakan besar.)
Bersambung
 |