larger smaller reset

Kelompok Hizbut Tahrir dan Khilafah, Sorotan Ilmiah Tentang Selubung Sesat Suatu Gerakan

ht

Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc.

Kelompok sempalan ini didirikan di kota Al-Quds pada tahun 1372 H oleh seorang alumnus Universitas Al-Azhar Kairo yang berakidah Maturidiyyah1 dalam masalah asma` dan sifat Allah dan berpandangan Mu’tazilah dalam sekian permasalahan agama. Dia adalah Taqiyuddin An-Nabhani warga Palestina yang dilahirkan di Ijzim Qadha Haifa pada tahun 1909. Markas tertua mereka berada di Yordania, Syiria dan Lebanon {Lihat Mengenal HT hal. 22 Al-Mausu’ah Al-Muyassarah hal. 135 dan Membongkar Selubung Hizbut Tahrir hal. 2 Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Dimasyqi}.  Bila demikian akidah dan pandangan keagamaan pendirinya lalu bagaimana keadaan HT itu sendiri?!

Apa Itu Hizbut Tahrir?

Hizbut Tahrir telah memproklamirkan diri sebagai kelompok politik bukan kelompok yang berdasarkan kerohanian semata bukan lembaga ilmiah bukan lembaga pendidikan dan bukan pula lembaga sosial. Atas dasar itulah maka seluruh aktivitas yang dilakukan HT bersifat politik baik dalam mendidik dan membina umat dalam aspek pergolakan pemikiran dan dalam perjuangan politik. {Mengenal HT hal. 16}

Adapun aktivitas dakwah kepada tauhid dan akhlak mulia sangatlah mereka abaikan. Bahkan dengan terang-terangan mereka nyatakan: “Demikian pula dakwah kepada akhlak mulia tidak dapat menghasilkan kebangkitan … dakwah kepada akhlak mulia bukan dakwah menyelesaikan problematika utama kaum muslimin yaitu menegakkan sistem khilafah.” {Strategi Dakwah HT hal. 40-41}.

Padahal dakwah kepada tauhid dan akhlak mulia merupakan misi utama para nabi dan rasul. Allah Azza wa Jalla menegaskan:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ  

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat: ‘Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah segala sesembahan selain-Nya’.”

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga menegaskan:

بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكاَرِمَ اْلأَخْلاَقِ 

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang bagus.”

{HR. Al-Bukhari dalam Al- Adabul Mufrad Ahmad dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash- Shahihah no. 45}

Tujuan dan Latar Belakang

Mewujudkan kembali Daulah Khilafah Islamiyyah di muka bumi merupakan tujuan utama yang melatarbelakangi berdirinya HT dan segala aktivitasnya. Yang dimaksud khilafah adalah kepemimpinan umat dalam suatu Daulah Islam yang universal di muka bumi ini dengan dipimpin seorang pemimpin tunggal yang dibai’at oleh umat.

Para pembaca tahukah anda apa yang melandasi HT untuk mewujudkan Daulah Khilafah Islamiyyah di muka bumi? Landasannya adalah bahwa semua negeri kaum muslimin dewasa ini – tanpa kecuali – termasuk kategori Darul Kufur sekalipun penduduknya kaum muslimin. Karena dalam kamus HT yang dimaksud Darul Islam adalah daerah yang di dalamnya diterapkan sistem hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam urusan pemerintahan dan keamanannya berada di tangan kaum muslimin sekalipun mayoritas penduduknya bukan muslim. Sedangkan Darul Kufur adalah daerah yang di dalamnya diterapkan sistem hukum kufur dalam seluruh aspek kehidupan atau keamanannya bukan di tangan kaum muslimin sekalipun seluruh penduduknya adalah muslim.

Padahal tolok ukur suatu negeri adalah keadaan penduduknya bukan sistem hukum yang diterapkan dan bukan pula sistem keamanan yang mendominasi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Keberadaan suatu bumi sebagai Darul Kufur Darul Iman atau Darul Fasiqin bukanlah sifat yang kontinu bagi negeri tersebut namun hal itu sesuai dengan keadaan penduduknya. Setiap negeri yang penduduknya adalah orang-orang mukmin lagi bertakwa maka ketika itu ia sebagai negeri wali-wali Allah.  Setiap negeri yang penduduknya orang-orang kafir maka ketika itu ia sebagai Darul Kufur dan tiap negeri yang penduduknya orang-orang fasiq maka ketika itu ia sebagai Darul Fusuq. Jika penduduknya tidak seperti yang kami sebuntukan dan berganti dengan selain mereka maka ia disesuaikan dengan keadaan penduduknya tersebut.”

Para pembaca mengapa – menurut HT– harus satu khilafah? Jawabannya adalah karena seluruh sistem pemerintahan yang ada dewasa ini tidak sah dan bukan sistem Islam. Baik itu sistem kerajaan republik presidentil ataupun republik parlementer {dipimpin perdana menteri}. Sehingga merupakan suatu kewajiban menjadikan Daulah Islam hanya satu negara bukan negara serikat yang terdiri dari banyak negara bagian. {Lihat Mengenal HT hal. 49-55}

Ahlus Sunnah Wal Jamaah berkeyakinan bahwa pada asalnya Daulah Islam hanya satu negara dan satu khalifah. Namun jika tidak memungkinkan maka tidak mengapa berbilangnya kekuasaan dan pimpinan. “Al-’Allamah Ibnul Azraq Al-Maliki Qadhi Al-Quds berkata: “ Sesungguhnya persyaratan bahwa kaum muslimin harus dipimpin oleh seorang pemimpin semata bukanlah suatu keharusan bila memang tidak memungkinkan.” “Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Para imam dari tiap madzhab bersepakat bahwa seseorang yang berhasil menguasai sebuah negeri atau beberapa negeri maka posisinya seperti imam dalam segala hal. Kalaulah tidak demikian maka dunia ini tidak akan tegak karena kaum muslimin sejak kurun waktu yang lama sebelum Al-Imam Ahmad sampai hari ini tidak berada di bawah kepemimpinan seorang pemimpin semata.” “Al-Imam Asy-Syaukani berkata: “Adapun setelah tersebarnya Islam dan semakin luas wilayahnya serta perbatasan-perbatasannya berjauhan maka dimaklumilah bahwa kekuasaan di masing-masing daerah itu di bawah seorang imam atau penguasa yang menguasainya demikian pula halnya daerah yang lain. Perintah dan larangan sebagian penguasapun tidak berlaku pada daerah kekuasaan penguasa yang lainnya. Oleh karenanya tidak mengapa berbilangnya pimpinan dan penguasa bagi kaum muslimin {di daerah kekuasaan masing-masing -pen}. Dan wajib bagi penduduk negeri yang terlaksana padanya perintah dan larangan pimpinan tersebut untuk menaatinya.” Demikian pula yang dijelaskan Al-Imam Ash-Shan’ani sebagaimana dalam Subulus Salam cet. Darul Hadits.

Kapan HT Didirikan?

Kelompok sempalan ini didirikan di kota Al-Quds pada tahun 1372 H oleh seorang alumnus Universitas Al-Azhar Kairo yang berakidah Maturidiyyah1 dalam masalah asma` dan sifat Allah dan berpandangan Mu’tazilah dalam sekian permasalahan agama. Dia adalah Taqiyuddin An-Nabhani warga Palestina yang dilahirkan di Ijzim Qadha Haifa pada tahun 1909. Markas tertua mereka berada di Yordania Syiria dan Lebanon {Lihat Mengenal HT hal. 22 Al-Mausu’ah Al-Muyassarah hal. 135 dan Membongkar Selubung Hizbut Tahrir hal. 2 Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Dimasyqi}.

Bila demikian akidah dan pandangan keagamaan pendirinya lalu bagaimana keadaan HT itu sendiri?! Wallahul musta’an.

Landasan Berpikir Hizbut Tahrir

Landasan berpikir HT adalah Al Qur‘an dan As Sunnah namun dengan pemahaman kelompok sesat Mu’tazilah bukan dengan pemahaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  dan para shahabatnya.

Mengedepankan akal dalam memahami agama dan menolak hadits ahad dalam masalah akidah merupakan ciri khas keagamaan mereka. Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila ahli hadits zaman ini Asy-Syaikh Al-Albani ra menjuluki mereka dengan Al-Mu’tazilah Al-Judud {Mu’tazilah Gaya Baru}.Padahal jauh-jauh hari shahabat ‘Ali bin Abi Thalib ra telah berkata: “Kalaulah agama ini tolok ukurnya adalah akal niscaya bagian bawah khuf lbh pantas untuk diusap daripada bagian atasnya.”2 Demikian pula menolak hadits ahad dalam masalah akidah berarti telah menolak sekian banyak akidah Islam yang telah ditetapkan oleh ulama kaum muslimin. Di antaranya adalah: Keistimewaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam atas para nabi, syafaat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  untuk umat manusia dan untuk para pelaku dosa besar dari umatnya di hari kiamat, adanya siksa kubur, adanya jembatan telaga dan timbangan amal di hari kiamat, munculnya Dajjal, munculnya Al-Imam Mahdi, turunnya Nabi ‘Isa as di akhir zaman dan lain sebagainya. Adapun dalam masalah fiqih akal dan rasiolah yang menjadi landasan. Maka dari itu HT mempunyai sekian banyak fatwa nyeleneh. Di antaranya adalah: boleh mencium wanita non-muslim, boleh melihat gambar porno, boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, boleh bagi wanita menjadi anggota dewan syura, mereka boleh mengeluarkan jizyah untuk negeri kafir dan lain sebagainya.

Langkah Operasional untuk Meraih Khilafah

Bagi HT khilafah adalah segala-galanya. Untuk meraih khilafah tersebut HT menetapkan tiga langkah operasional berikut ini:

1. Mendirikan Partai Politik

Dengan merujuk Surat Ali ‘Imran ayat 104 HT berkeyakinan wajibnya mendirikan partai politik.  Untuk mendirikannya maka harus ditempuh tahapan pembinaan dan pengkaderan {Marhalah At- Tatsqif} . Pada tahapan ini perhatian HT tidaklah dipusatkan kepada pembinaan tauhid dan akhlak mulia. Akan tetapi mereka memusatkannya kepada pembinaan kerangka Hizb memperbanyak pendukung dan pengikut serta membina para pengikutnya dalam halaqah-halaqah dengan tsaqafah Hizb secara intensif hingga akhirnya berhasil membentuk partai.

Adapun pendalilan mereka dengan Surat Ali ‘Imran ayat 104 tentang wajibnya mendirikan partai politik maka merupakan pendalilan yang jauh dari kebenaran. Adakah di antara para shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, para tabi’in para tabi’ut tabi’in dan para imam setelah mereka yang berpendapat demikian?! Kalaulah itu benar pasti mereka telah mengatakannya dan saling berlomba untuk mendirikan parpol! Namun kenyataannya mereka tidak seperti itu. Apakah HT lebih mengerti tentang ayat tersebut dari mereka?!Cukup menunjukkan batilnya pendalilan ini adalah bahwa parpol terbangun di atas asas demokrasi yang amat bertolak belakang dengan Islam. Bagaimana ayat ini dipakai untuk melegitimasi sesuatu yang bertolak belakang dengan makna yang dikandung ayat? Wallahu a’lam.2.

Berinteraksi dengan Umat

Berinteraksi dengan umat merupakan tahapan yang harus ditempuh setelah berdirinya partai politik dan berhasil dalam tahapan pembinaan dan pengkaderan. Pada tahapan ini sasaran interaksinya ada empat:-

Pertama: Pengikut Hizb dengan mengadakan pembinaan intensif agar mampu mengemban dakwah mengarungi medan kehidupan dengan pergolakan pemikiran dan perjuangan politik . Pembinaan intensif di sini tidak lain adalah doktrin ‘ashabiyyah dan loyalitas terhadap HT.-

Kedua: Masyarakat dengan mengadakan pembinaan kolektif/umum yang disampaikan kepada umat Islam secara umum berupa ide-ide dan hukum-hukum Islam yang diadopsi oleh Hizb. Dan menyerang sekuat-kuatnya seluruh bentuk interaksi antar anggota masyarakat tak luput pula interaksi antara masyarakat dengan penguasanya.

Taqiyuddin An-Nabhani berkata: “Oleh karena itu menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antar sesama anggota masyarakat dalam rangka mempengaruhi masyarakat ti Terjun ke Masyarakat hal. 7}

Betapa ironisnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memerintahkan kita agar menjadi masyarakat yang bersaudara dan taat kepada penguasa, sementara HT justru sebaliknya. Mereka memecah belah umat dan memporakporandakan kekuatannya. Lebih parah lagi bila hal itu dijadikan tolok ukur keberhasilan suatu gerakan sebagaimana yang dinyatakan pendiri mereka: “Keberhasilan gerakan diukur dengan kemampuannya untuk membangkitkan rasa ketidakpuasan rakyat dan kemampuannya untuk mendorong mereka menampakkan kemarahannya itu tiap kali mereka melihat penguasa atau rezim yang ada menyinggung ideologi atau mempermainkan ideologi itu sesuai dengan kepentingan dan hawa nafsu penguasa.” {Pembentukan Partai Politik Islam hal. 35-36}-

Ketiga: Negara-negara kafir imperialis yang menguasai dan mendominasi negeri-negeri Islam dengan berjuang menghadapi segala bentuk makar mereka.  Demikianlah yang mereka munculkan. Namun kenyataannya di dalam upaya penggulingan para penguasa kaum muslimin tak segan-segan mereka meminta bantuan kepada orang-orang kafir dan meminta perlindungan dari negara-negara kafir. {Lihat Membongkar Selubung Hizbut Tahrir hal. 5}-

Keempat: Para penguasa di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri Islam lainnya dengan menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antara penguasa dengan rakyatnya dan harus digoyang dengan kekuatan penuh dengan cara diserang sekuat-kuatnya dengan penuh keberanian. Menentang mereka mengungkapkan pengkhianatan dan persekongkolan mereka terhadap umat melancarkan kritik kontrol dan koreksi terhadap mereka serta berusaha menggantinya apabila hak-hak umat dilanggar atau tidak menjalankan kewajibannya terhadap umat yaitu bila melalaikan salah satu urusan umat atau mereka menyalahi hukum-hukum islam.

Para pembaca inilah hakikat manhaj Khawarij yang diperingatkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Tidakkah diketahui bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  menjuluki mereka dengan “Sejahat-jahat makhluk” dan “Anjing- anjing penduduk neraka”!  Semakin parah lagi di saat mereka tambah berkomentar: “Bahkan inilah bagian terpenting dalam aktivitas amar ma’ruf nahi munkar.” Tidakkah mereka merenungkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: “Akan ada sepeninggalku para penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/jalanku. Dan akan ada di antara para penguasa tersebut orang-orang yang berhati setan dalam bentuk manusia.” Hudzaifah berkata: “Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?” Rasulullah bersabda : “Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut! Walaupun dicambuk punggungmu dan dirampas hartamu maka dengarkanlah dan taatilah .” ?!Demikian pula tidakkah mereka renungkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : “Barangsiapa ingin menasehati penguasa tentang suatu perkara maka janganlah secara terang-terangan. Sampaikanlah kepadanya secara pribadi jika ia menerima nasehat tersebut maka itulah yang diharapkan.  Namun jika tidak menerimanya maka berarti ia telah menunaikan kewajibannya .” {HR. Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim dari shahabat ‘Iyadh bin Ghunmin, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah hadits no. 1096}?!

Namun sangat disayangkan HT tetap menunjukkan sikap kepala batunya sebagaimana yang mereka nyatakan: “Sikap HT dalam menentang para penguasa adalah menyampaikan pendapatnya secara terang-terangan menyerang dan menentang. Tidak dengan cara nifaq menjilat bermanis muka dengan mereka simpang siur ataupun berbelok-belok dan tidak pula dengan cara mengutamakan jalan yang lebih selamat. Hizb juga berjuang secara politik tanpa melihat lagi hasil yang akan dicapai dan tidak terpengaruh oleh kondisi yang ada.” Mereka gembar-gemborkan slogan “Jihad yang paling utama adalah mengucapkan kata-kata haq di hadapan penguasa yang zalim.” Namun sayang sekali mereka tidak bisa memahaminya dengan baik. Buktinya mereka mencerca para penguasa di mimbar-mimbar dan tulisan-tulisan.

Padahal kandungan kata-kata tersebut adalah menyampaikan nasehat “di hadapan” sang penguasa bukan di mimbar-mimbar dan lain sebagainya. Tidakkah mereka mengamalkan wasiat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan shahabat ‘Iyadh bin Ghunmin di atas?! Dan jangan terkecoh dengan ucapan mereka “Meskipun demikian Hizb telah membatasi aktivitasnya dalam aspek politik tanpa menempuh cara-cara kekerasan dalam menentang para penguasa maupun orang-orang yang menghalangi dakwahnya.” . Karena mereka pun akan menempuh cara tersebut pada tahapannya .3.

Pengambilalihan Kekuasaan

Tahapan ini merupakan puncak dan tujuan akhir dari segala aktivitas HT. Dengan tegasnya Taqiyuddin An-Nabhani menyatakan: “Hanya saja tiap orang maupun syabab Hizb harus mengetahui bahwasanya Hizb bertujuan untuk mengambil alih kekuasaan secara praktis dari tangan seluruh kelompok yang berkuasa bukan dari tangan para penguasa yang ada sekarang saja. Hizb bertujuan untuk mengambil kekuasaan yang ada dalam negara dengan menyerang seluruh bentuk interaksi penguasa dengan umat kemudian dijadikannya kekuasaan tadi sebagai Daulah Islamiyyah.”

Dalam tahapan ini ada dua cara yang harus ditempuh:1} Apabila negara itu termasuk kategori Darul Islam, di mana sistem hukum Islam ditegakkan tetapi penguasanya menerapkan hukum-hukum kufur maka caranya adalah melawan penguasa tersebut dengan mengangkat senjata.2}  Apabila negara itu termasuk kategori Darul Kufur di mana sistem hukum Islam tidak diterapkan maka caranya adalah dengan Thalabun Nushrah kepada mereka yang memiliki kemampuan. Subhanallah! Lagi-lagi prinsip Khawarij si “Sejahat-jahat makhluk” dan “Anjing-anjing penduduk neraka” yang mereka tempuh. Wahai HT ambillah pelajaran dari perkataan Al-Imam Ibnul Qayyim  berikut ini: “Bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mensyariatkan kepada umatnya kewajiban mengingkari kemungkaran agar terwujud melalui pengingkaran tersebut suatu kebaikan yang dicintai Allah Azza wa Jalla  dan Rasul-Nya. Jika ingkarul mungkar mengakibatkan terjadinya kemungkaran yang lebih besar darinya dan lebih dibenci oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya maka tidak boleh dilakukan walaupun Allah Azza wa Jalla membenci kemungkaran tersebut dan pelakunya. Hal ini seperti pengingkaran terhadap para raja dan penguasa dengan cara memberontak sungguh yang demikian itu adalah sumber segala kejahatan dan fitnah hingga akhir masa…

Dan barangsiapa merenungkan apa yang terjadi pada Islam dalam berbagai fitnah yang besar maupun yang kecil niscaya akan melihat bahwa penyebabnya adalah mengabaikan prinsip ini dan tidak sabar atas kemungkaran sehingga berusaha untuk menghilangkannya namun akhirnya justru muncul kemungkaran yang lebih besar darinya.” Mungkin HT berdalih bahwa semua penguasa itu kafir karena menerapkan hukum selain hukum Allah. Kita katakan bahwa tidaklah semua yang berhukum dengan selain hukum Allah itu kafir.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz : “Barangsiapa berhukum dengan selain hukum Allah maka tidak keluar dari empat keadaan:

1. Seseorang yang mengatakan: “Aku berhukum dengan hukum ini karena ia lebih utama dari syariat Islam” maka dia kafir dengan kekafiran yang besar.

2. Seseorang yang mengatakan: “Aku berhukum dengan hukum ini karena ia sama/sederajat dengan syariat Islam sehingga boleh berhukum dengannya dan boleh juga berhukum dengan syariat Islam” maka dia kafir dengan kekafiran yang besar.

3. Seseorang yang mengatakan: “Aku berhukum dengan hukum ini dan berhukum dengan syariat Islam lebih utama akan tetapi boleh-boleh saja untuk berhukum dengan selain hukum Allah” maka ia kafir dengan kekafiran yang besar.

4. Seseorang yang mengatakan: “ Aku berhukum dengan hukum ini” namun dia dalam keadaan yakin bahwa berhukum dengan selain hukum Allah tidak diperbolehkan. Dia juga mengatakan bahwasanya berhukum dengan syariat Islam lebih utama dan tidak boleh berhukum dengan selainnya tetapi dia seorang yang bermudah-mudahan atau dia kerjakan karena perintah dari atasannya maka dia kafir dengan kekafiran yang kecil yang tidak mengeluarkannya dari keislaman dan teranggap sebagai dosa besar. {At-Tahdzir Minattasarru’ Fittakfir Muhammad Al-’Uraini hal. 21-22}

Demikian pula kalaulah sang penguasa itu terbukti melakukan kekufuran maka yang harus ditempuh terlebih dahulu adalah penegakan hujjah dan nasehat kepadanya bukan pemberontakan.  Adapun dalih mereka dengan hadits Auf bin Malik ra:قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللهُ! أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ؟ فَقَالَ: لا، مَا أَقَامُوا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ. Lalu dikatakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah! Bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang ?” Beliau bersabda: “Jangan selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian!” bahwa “mendirikan shalat di tengah-tengah kalian” adalah kinayah dari menegakkan hukum-hukum Islam secara keseluruhan sehingga – menurut HT– walaupun seorang penguasa mendirikan shalat namun dinilai belum menegakkan hukum-hukum Islam secara keseluruhan maka dianggap kafir dan boleh untuk digulingkan! Ini adalah pemahaman sesat dan menyesatkan. Para pembaca tahukah anda dari mana ta‘wil semacam itu? Masih ingatkah dengan landasan berpikir mereka? Ya ta`wil itu tidak lain dari akal mereka semata… Bukan dari bimbingan para ulama. Wallahul musta’an.

Akhir kata demikianlah gambaran ringkas tentang HT dan selubung sesatnya tentang khilafah.

Semoga menjadi titian jalan untuk meraih petunjuk Ilahi. Amin.

1 Menolak sifat-sifat Allah k dengan ta`wil kecuali beberapa sifat saja.

2 Lanjutan riwayat tersebut: “Dan sungguh aku telah melihat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengusap pungggung khufnya.”

Terkait:

" Awas Hati-hati Hizbut Tahrir"
  • Menyingkap Aqidah HIZBUT TAHRIR
  • Comments (17)add comment

    saif malang said:

    waspada
    sungguh fitnah yang sangat jahat.
    lebih kejam dari pembunuhan...
    jadi semakin yakin kalau wahabbi itu memang buatan inggris, dengan semakin banyaknya fitnah-fitnah yang mereka sebarkan tanpa TABAYYUN. dan fitnah tersebut ditujukan kepada saudaranya sendiri...
    copy-paste... akhirnya jatuh dosa....
     
    October 09, 2011
    Votes: +0

    syamsbahrisunsea said:

    HT atau apa ?
    Hmm saya juga merasa ada inkonsistesi penulis, mohon alasannya akhi! di satu sisi antum sangat membenci "KBS" yang suka berfatwa sesat, tapi di artikel ini, anda dengan fulgar menganggap HT sesat, seingat aku redaksi yang antum pake pada artikel ini pernah sy baca di majalah Assunnah (majalahnya "KBS")
     
    June 10, 2011
    Votes: +0

    razif_1924 said:

    ARTIKEL NGAWUR
    FITNAH YANG UDAH BASI, YANG NULIS ARTIKEL GAK PERNAH BUKA WEBSITE HT YA?


    ARTIKEl NGAWUR
     
    November 26, 2010
    Votes: +0

    Admin said:

    HT
    bajuqueen,

    informasi bermanfaat yang datang dari manapun, sepanjang bisa dipertanggungjawabkan akan dimuat di situs ini.
     
    November 25, 2010
    Votes: +0

    bajuqueen said:

    ...
    HT? kayaknya dari luar mereka baik2 aja, apa iya?

    trus ad postingan disini soal dialog lintas agama ambil sumbernya dari hizbut tahrir gimana tuh?
     
    November 25, 2010
    Votes: +0

    R said:

    hmm

    It just organization anyway...
     
    November 24, 2010
    Votes: +0

    Netral said:

    Mr-x
    Membaca website-website seperti ini harus fokus ke fakta dan bukan fokus pada sudut pandang dan kesimpulan satu penulis. Anda harus melakukan banyak perbandingan dan tidak boleh menyempitkan diri memandang dari satu sisi. Jika demikian anda pasti menjadi bingung dan cenderung subjektif.

    Untuk mengambil kesimpulan selain mendalami qur'an-hadist. anda harus jeli dan teliti memandang fakta & realitas.
     
    November 22, 2010
    Votes: +0

    lilis said:

    ...
    @ mr. X
    yang bener diambil, yang sesat ditinggalin. kan cuma afiliasi islam aja.. gak saklek dengan firqoh2..
     
    November 22, 2010
    Votes: +0

    lilis said:

    ...
    setuju dengan sebelum saya.
    ditambah dengan selalu memohon pada Alloh agar diberikan petunjuk,
    mana yang benar dan salah. tidak harus menggabungkan diri pada kelompok tertentu yang nantinya justru keblinger dengan 'kebaikan' kelompok, dan menghilangkan keikhlasan.
     
    November 22, 2010
    Votes: +0

    Hamba said:

    ALLAH YANG BENAR
    Menurut ane yang awam nih, untuk mengaplikasikan ajaran agama yang benar itu selain dari Al Qur'an, Hadits, pelajaran/pemaparan dari Ulama ialah; akal pikiran dan hati nurani. Kalau kita menomor 1 kan akal pikiran( logika )Isra Mi'raj itu tak mungkin dilakukan Muhammad SAW.( s/d skrg kendaraan yg hasil logika manusia baru sampai Bulan doang !) bayangkan 14 abad yang lalu. Nah kalau kita menomor 1 kan hati nurani mungkin kita akan over protektif, teramat sayang pada anak atau orang yg kita kasihi. ( hal ini bisa berakibat si anak jadi manja berkelebihan, tak kreatif ) Semoga Ummat Islam tidak jadi lemah lantaran berbeda pendapat ..amien.
     
    November 22, 2010
    Votes: +0

    mr. x said:

    MEMBINGUNGKAN....
    Satu hal yang bisa saya lihat dari website ini adalah kebanyakan artikelnya hanyalah berupa copy paste dari website2 lain....Its ok, tidak masalah. Hanya saja yang bikin saya jadi bingung adalah inkonsistensi dari admin. Pada satu content, admin memposting artikel tentang ketidaksetujuan dengan faham Wahabi, tapi ternyata malah pada artikel yang diposting ini, admin mempostingkan artikel yang dibuat oleh orang-orang wahabi (salafi) yang demikian mudahnya menuduh kelompok lain selain kelompok mereka sebagai kelompok yang sesat......Tidak mudah bagi seorang muslim menuduh seorang atau kelompok muslim yang lain sebagai sebuah kelompok sesat karena kalau tuduhan itu tidak benar, bisa-bisa tuduhan itu berbalik kepada si penuduh....
     
    November 22, 2010
    Votes: +1

    stoner said:

    Artikel KBS
    ...kalo dah baca artikel ttg KBS (Khawarij Berbaju Salafi) di thread-nya lsg, ketauan deh kalo ternyata penulisnya (nickname: asoybanget)adalah pentolannya HT,,, yaa stdknya sepaham lah dengan para pengikut HT...
     
    September 29, 2010
    Votes: +0

    lilis said:

    ...
    tapi LDII aman je di jaman pak harto..
     
    September 29, 2010
    Votes: +0

    MILITER said:

    ...
    WES MBALEK AE JAMAN PAK HARTO, ORANG2 AGAMAWAN BAIK ISLAM,KRISTEN,KATOLIK,DSB YANG MEMBUAT GERAKAN-GERAKAN PERKUMPULAN EKSLUSIF DAN MENENTANG PANCASILA DAN SISTEM NEGARA MASUK KATEGORI MAKAR YANG BERHAK UNTUK DITANGKAP.
     
    September 29, 2010
    Votes: +0

    agambatee said:

    IRI dan Dengki sifat ?
    ga ada yang baru infonya , lagu lama ,fitnh lama yang di poles untuk menghambat perkembangan HT..sebetulnya bukan HT nya tapi umat akan melihat siapa yang benar2 ingin melanjutkan kehidupan islam....semoga yang buat ini tobat dan berjuang menegakan syariah...bukan malah nyebarkan fitnah...
     
    August 21, 2010
    Votes: +0

    maldini said:

    FITNAHH...
    BOLEH SAYA BERTEMU DENGAN ORANG YANG MEMBUAT STEATMENT MENGENAI HT...
    INI FITNAH
    Maka dari itu HT mempunyai sekian banyak fatwa nyeleneh. Di antaranya adalah: boleh mencium wanita non-muslim, boleh melihat gambar porno, boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, boleh bagi wanita menjadi anggota dewan syura, mereka boleh mengeluarkan jizyah untuk negeri kafir dan lain sebagainya.

    HATU2 MAS KALO BUAT STATEMENT...
     
    August 20, 2010
    Votes: +1

    muslimpaladin said:

    July 26, 2010
    Votes: +0

    Write comment

    busy