larger smaller reset

Ikhwanul Muslimin - Kaki-tangan Illuminati

(Muslim Brotherhood- Illuminati Tools)

 by Former Intelligence Officer

IM

Ikhwanul Muslimin: Ini adalah identitas sebenarnya dari para pemimpin baru di Tunisia, Libya, Mesir dan segera di Suriah.

Identitas sesungguhnya dari para pemimpin Iran. Mereka hanya berlagak sebagai Muslim yang taat. Mereka adalah penjahat yang diberi otoritas.

Latest - Egyptians refer to MB Gov't. as "US Backed Junta"

hostage-to-khomeiniDalam bukunya "Hostage to Khomeini," Robert Dreyfuss pada tahun 1980 melukiskan Ikhwanul Muslimin dengan cukup akurat,  seperti yang telah saya saksikan, adalah merupakan pengetahuan umum pada tingkat tinggi pemerintahan, kalangan diplomatik dan Intelijen:

"Ikhwanul Muslimin yang sebenarnya bukanlah para Syekh yang fanatik dengan pengikutnya yang sama-sama fanatik, bahkan juga bukan para Mullah tertinggi dan Ayatullah yang memimpin seluruh gerakan orang gila tersebut; Khomeini, Qaddafi, Jenderal Zia adalah para boneka unggulan bentukan Illuminati.

Ikhwanul Muslimin sebenarnya adalah mereka yang tangannya tidak pernah dikotori dengan urusan pembunuhan dan pembakaran. Mereka adalah para bankir rahasia dan pemodal yang berdiri di belakang layar, anggota  keluarga Arab, Turki, atau Persia kuno yang silsilahnya menempatkan mereka pada posisi elit oligarkis ..... dan Ikhwanul Muslimin adalah uang.

Bersama-sama, rupanya Ikhwan mengontrol beberapa puluh miliar dolar dalam aset cair, dan mengendalikan miliaran lebih dalam operasi bisnis sehari-hari yang meliputi segala hal dari perdagangan minyak dan perbankan, obat bius,  penjualan senjata secara ilegal, dan penyelundupan emas dan berlian ........rekayasa kegiatan teroris, mereka adalah mitra dalam sebuah kerajaan keuangan yang kuat yang memanjang di seluruh dunia dari rekening bank bernomor Swiss, Dubai, Kuwait dan Hong Kong.

 Kisah sesungguhnya dari Ikhwanul Muslimin lebih fantastis daripada imajinasi belaka dari seorang penulis novel spionase yang bisa ditulisnya. Ikhwanul Muslimin berfungsi sebagai sebuah konspirasi, para anggotanya saling bertukar kode sandi ucapan dan rahasia, meskipun secara formal tidak ada daftar keanggotaannya; anggotanya tersusun dalam sel hirarkis atau perintah.

Zia-ul-Haq1Ayatullah-Khomeini1Kolonel-Muamar-Qaddafi

 Ikhwanul Muslimin tidak mengenal batas-batas nasional, melainkan mencakup seluruh Dunia Islam. Beberapa anggotanya adalah pejabat pemerintah, diplomat, dan anggota militer; yang lainnya adalah gangster jalanan dan fanatik. Sementara para pemimpin Ikhwanul Muslimin berada di rumah mewah di-kamar berkarpet pada lembaga keuangan terkenal, pada tingkat yang lebih rendah Ikhwanul Muslim adalah tentara paramiliter dari preman dan pembunuh. Pada tingkat tertinggi Ikhwanul Muslimin bukan Muslim.

 Juga bukan Kristen, Yahudi, atau bagian dari Agama apapun. Dalam dewan terdalam adalah orang-orang yang mengubah agama mereka dengan mudah seperti orang  mengganti bajunya. Secara kolektif Ikhwanul Muslimin bukan milik Islam, tetapi milik pemuja setan Pra-Islam yang barbar penyembah ibu-dewi yang merupakan keyakinan pagan di Arabia kuno. [yakni Masonik/Kabbalis paganisme.]

 Sejumlah penjaja mitologi mungkin ingin kita mempercayainya bahwa Ikhwanul Muslimin dan Ayatollah Khomeini merupakan ekspresi sah yang berakar pada "fenomena sosiologis," bukan itu argumennya. Juga Ikhwanul Muslimin tidak mewakili kecuali sebagian kecil orang beriman di dunia Muslim ....

 Bagi orang Amerika, seharusnya tidaklah mengejutkan ketika Inggris mensponsori Ikhwanul Muslimin. Kebijakan Kerajaan Inggris adalah untuk mempertahankan koloni London dalam keadaan keterbelakangan. Di Timur Tengah, Inggris selalu mencari para pemimpin suku dan ulama yang korup untuk memimpin gerakan yang tujuannya selalu tampak bertepatan dengan tujuan imperial Inggris "(hal. 100-101).

 (Ini adalah apa yang mereka lakukan terhadap umat manusia pada umumnya.  "Pemimpin"  kami  adalah Freemason, seperti MB -. Makow)

 Disponsori Illuminati

illuminati-behind--the-curtainDengan serangkaian "kelalaian" yang luar biasa, Ikhwanul Muslimin tidak tampil di Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, NATO atau dalam daftar terorisme PBB, mengingat sejarah dan bahwa tidak ada anggaran dasar mengenai pembatasan untuk pembunuhan dan pemboman yang produktif dan didokumentasikan dengan baik .

Mengenai hal ini tidak dapat dibayangkan bahwa badan resmi yang menyusun daftar terorisme bisa tidak menyadari mengenai sejarah Ikhwanul Muslimin atas tindakan perusakan dan pembunuhan yang dilakukannya, disamping itu, Amerika Serikat dan Inggris benar-benar menggunakannya (melalui pusat-pusat pengungsi Al Kifah) untuk menghimpun sebuah kekuatan dalam rangka membantu mengusir Sovyet dari Afghanistan.

Kesimpulannya tidak bisa dihindari - Ikhwanul Muslimin adalah pedang bermata banyak untuk dimanfaatkan dan satu atau beberapa faksi kadang-kadang masih berguna untuk sejumlah lembaga Intelijen Barat sebagai senjata yang mematikan dan penyangkalan - sepenuhnya para demonstran  dibayar hingga kepada pembunuhan kepala negara. Pada suatu waktu, sebuah faksi Ikhwanul Muslimin adalah juru bayar Israel di Libanon. Pada saat lain, mereka mewakili Israel di Iran.

Kesempatan Mesir untuk mengangkat pemimpin  baru non-boneka yang tidak memihak untuk memimpin, perbandingannya adalah sekitar sepuluh banding satu (10:1.)  Begitu mereka memiliki "demokrasi", siapapaun yang terpilih, kemudian dapat disingkirkan oleh demonstran yang dibayar (rent-a-mob) dan diganti dengan presiden atau perdana menteri yang selalu lebih banyak tunduk atau mengalah.

Tanyakan kepada siapa pun di IAEA tentang korupsi dan nepotisme yang dilakukan oleh  El Baradei.  Tanyalah kepada setiap anggota agen Intelijen IAEA yang secara diam-diam menggantikan anggota tim Inspeksi IAEA PBB dalam perjalanan ke Irak selama pengamatan El Baradei.

Dalam serikat sekerja Timur Tengah yang baru dibentuk (sebagai bagian dari New World Order yang sedang dibangun oleh kejahatan yang terintegrasi), sangat diperlukan untuk dapat menyingkirkan pemimpin yang tidak dikehendaki melalui pemilihan (rent-a-mob-ballot-box), bukan membunuh satu demi satu.

Sekarang kehancuran di Mesir dalam proses perwujudan, namun idenya paling banyak diikuti orang (terutama dari kalangan universitas yang secara gegabah meneriakan tentang "kebebasan" untuk media berita Barat - mereka tidak bisa berpikir, hanya menjadi pak turut dan penyangkal) mereka terlalu malas dan bodoh untuk menyadarinya, karena mereka terobsesi dengan makan, uang, TV, dan ego, sementara bangsa mereka, kebebasan dan masa depan anak-anak yang dicuri di depan hidung mereka tanpa mereka menyadarinya.  Kandidat Gulag. (Gulag adalah sistem kerja paksa kamp-kamp di Uni Soviet atau dipenjara sebagai tahanan politik - http://dictionary.reference.com/browse/gulag?s=t)

Only God can save this stuffed up world now, but as they say in Arabic: "Ya khaber bi flus, bukra belash" (lit. The news of today costs money, but tomorrow it's free).

Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan dunia yang sedang mengalami kebuntuan  ini, tapi seperti yang mereka katakan dalam bahasa Arab: "Ya khaber bi flus, bukra belash" (secara harfiah berarti: Berita hari ini perlu biaya, tapi besok gratis).

-------

STOP VOTING NOW.   It is the only way to bring the gangster class of 21st century politicians to crisis. Revolution is not possible - it is over - they won and satanically-inspired criminality has triumphed.

Diterjemahkan oleh : akhirzaman.info

Terkait: Hilary Clinton linked to Muslim Brotherhood

Sumber: Henry Makow Ph.D

Share/Save/Bookmark
Dibaca :9095 kali  

Komentar-Komentar  

 
bakso malang mantap
0 #35 Pusing!!!! Semakin banyak Fitnahbakso malang mantap 2014-03-28 10:25
tadinya saya tertarik dengan alamat website ini "Akhir Zaman" wow keren, ternyata hanya banyak membuat fitnah.

Ingat pembalasan. Jika tidak didapatkan di dunia, maka akan didapatkan di akherat kelak, khususnya bagi penyebar fitnah.
Quote
 
 
unset
0 #34 Adminnya pake gaya Peter Beekunset 2013-11-17 18:35
Nih Admin pake gaya Peter Beek -___-!
Quote
 
 
topan
+1 #33 itopan 2013-10-21 22:05
ini tulisan fitnah..
Quote
 
 
jhony
0 #32 Asstagfirullahjhony 2013-08-24 11:12
diperlukan pemahaman sesungguhnya dalam menulis artikel, islam tidah mengajarkan bid'ah, fitnah justru dosa besar...yang anda tulis harusnya bagaimana umat islam bisa bersatu, damai dunia, maju umat islam...bukan semua di jelekin begini.....tuli san anda bukan memperbaiki persatuan umat islam tapi justru memecahbelah umat...istiqfar ...
Quote
 
 
abu nawas
+1 #31 faktaabu nawas 2013-08-14 23:35
Quoting Buddy:
Intinya demokrasi adalah sistem kufur..atau yg lebih ekstrim bahwa demokrasi adalah sebuah "agama". tanpa perlu penjelasan secara detail..kita yg hdp diindonesia inipun telah merasakan sebuah sistem,sebuah pemahaman,sebuah ajaran, sebuah induk dr kekufuran dan memiliki cabang pokok dr KAPITALISME, dan itulah yg namanya "DEMOKRASI".
tentunya tnp ada mksd menuduh, kita tau bhw ikhwanul muslimin termasuk bagian dr demokrasi di belahan dunia ini.

dan ujung atau akhir dr sebuah "demokrasi" adalah bagian dr gerakan global illuminati atau lebih tepatnya "STRATEGI YAHUDI UTK DUNIA".

dan bkn mksdnya membela tulisan diatas, jika qt bicara "demokrasi" tentunya..demokrasi (pemilu) ala mesir skalipun adalah bagian dr strategi yahudi (baca: DEMOKRASI).

Wallahu a'lam bish shawab..


sudah terbukti skrg
Quote
 
 
aisya_aisyah
+1 #30 ttttttttaisya_aisyah 2013-07-01 15:19
saya sudah baca semua isi website ini, terlepas dari agama lain yang dibahasnya, islam pun hampir keseluruhan dibuat seperti agama yg keji menurut si penulis website ini. dari segala sisi semuanya salah dan semuanya jelek menurut dia, yg benar cuman dia sendiri. ini siapa sih ??? salafi yaaa ? ada juga tuh sodara saya yg kejeblos ikut2an si salafi malah hancur berantakan hidupnya, rumah tangganya, dan udah kayak orang gila kena doktrin kalian... saya cuman bisa bilang : La'natullah Alaih buat yang bikin website ini beserta para antek-anteknya. ...
Quote
 
 
bamba
-1 #29 ini ditulis yahudibamba 2013-05-18 16:06
Artikel ini yakin ditulis yahudi atau minimal agen yahudi. Realitasnya ikhwanul muslimin sgt anti zionis. Saya anggota IM
Quote
 
 
5h4nd1
-1 #28 fitnah...5h4nd1 2013-04-11 16:10
sungguh sangat disayangkan, bahan atau referensinya hanya sepihak, tidak melihat fakta dan sejarah, seandainya sang penulis objektif, tentu akan lain judulnya "ikhwanulmuslim in/IM sebagai bentuk gerakan melawan Illuminati", sebagai jalan alternatif pergerakan perlawanan yang buntu dan tidak bisa dijawab oleh kebanyakan umat islam
Quote
 
 
fade
0 #27 Ikhwanul Muslimin - Kaki-tangan Illuminatifade 2013-04-11 11:24
Nguawur pool nganggo banget.
ga jelas
Quote
 
 
Bryan noe
0 #26 BerfikirlahBryan noe 2013-04-04 12:38
Tulisan Tulisan di situs2 ini bertentangan satu sama lain dengan situs lainya bahkan di situs ini sendiri

jangan memberatkan orang dalam beragama dong

fikir apa yang kalian hasilkan dari semua ini

kalian membuat bingung orang awam tentang agama jadi siapa yang benar padahal Islam telah sempurna

Sesungguhnya segala amal itu
ditinjau dari niatnya, dan setiap
orang akan diganjar sesuai dengan
apa yang ia niatkan
Quote
 
 
Husein Obama Jr.
+2 #25 Kesesatan HT jangan dilupakanHusein Obama Jr. 2013-02-19 17:57
Membongkar Kesesatan Hizbut Tahrir
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله وكفى وسلام على عباده الذين اصطفى وبعد

يقول الله تعالى : “بل نقذف بالحق على الباطل فيدمغه ” الآية
Sebagai pengamalan terhadap ayat ini kami akan menyebutkan penjelasan ringkas dan memadai bagi kaum muslimin tentang suatu kelompok yang telah merubah agama dan menyebarkan kebatilan-kebat ilan yang dikenal dengan kelompok Hizbuttahrir, yang didirikan oleh seorang bernama Taqiyuddin an-Nabhani. Ia mengaku ahli ijtihad, ia berbicara tentang agama dengan kebodohan, mendustakan al Qur’an, hadits dan ijma’ baik dalam masalah pokok-pokok agama (Ushuluddin) maupun dalam masalah furu’.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari kesesatan-keses atannya yang dibantah oleh orang yang memiliki hati yang jernih.

Allah ta’ala berfirman :

إنّا كلّ شىء خلقناه بقدر
Maknanya : “Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan segala sesuatu dengan Qadar”.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“إنّ الله صانع كل صانع وصنعته” رواه الحاكم والبيهقيّ
Maknanya: “Allah pencipta setiap pelaku perbuatan dan perbuatannya” (H.R. al Hakim dan al Bayhaqi)
Al Imam Abu Hanifah dalam al Fiqh al Akbar berkata: “Tidak sesuatupun di dunia maupun di akhirat terjadi kecuali dengan kehendak, pengetahuan, penciptaan dan ketentuan-Nya”. Tentang perbuatan hamba, beliau berkata: “Dan dia itu seluruhnya (segala perbuatan manusia) dengan kehendak, pengetahuan, penciptaan dan ketentuan-Nya”. Inilah aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Sedangkan Hizbuttahrir menyalahi aqidah ini. Mereka menjadikan Allah tunduk dan terkalahkan dengan terjadinya sesuatu di luar kehendak-Nya. Hal ini seperti yang dikatakan oleh pimpinan mereka; Taqiyyuddin an-Nabhani dalam bukunya berjudul asy-Syakhshiyya h al Islamiyyah, juz I, bagian pertama, hlm 71-72, sebagai berikut: “Segala perbuatan manusia tidak terkait dengan Qadla Allah, karena perbuatan tersebut ia lakukan atas inisiatif manusia itu sendiri dan dari ikhtiarnya. Maka semua perbuatan yang mengandung unsur kesengajaan dan kehendak manusia tidak masuk dalam qadla‘”.
Dalam buku yang sama ia berkata[1]: “Jadi menggantungkan adanya pahala sebagai balasan bagi kebaikan dan siksaan sebagai balasan dari kesesatan, menunjukkan bahwa kebenaran dan kesesatan adalah perbuatan murni manusia itu sendiri, bukan berasal dari Allah“. Pendapat serupa juga ia ungkapkan dalam kitabnya berjudul Nizham al Islam[2].
2.Ahl al Haqq sepakat bahwa para nabi pasti memiliki sifat jujur, amanah dan kecerdasan yang sangat. Dari sini diketahui bahwa Allah ta’ala tidak akan memilih seseorang untuk predikat ini kecuali orang yang tidak pernah jatuh dalam perbuatan hina (Radzalah), khianat, kebodohan, kebohongan dan kebebalan. Karena itu orang yang pernah terjatuh dalam hal-hal yang tercela tersebut tidak layak untuk menjadi nabi meskipun tidak lagi mengulanginya. Para nabi juga terpelihara dari kekufuran, dosa-dosa besar juga dosa-dosa kecil yang mengandung unsur kehinaan, baik sebelum mereka menjadi nabi maupun sesudahnya. Sedangkan dosa-dosa kecil yang tidak mengandung unsur kehinaan bisa saja seorang nabi. Inilah pendapat kebanyakan para ulama seperti dinyatakan oleh beberapa ulama dan ini yang ditegaskan oleh al Imam Abu al Hasan al Asy’ari –semoga Allah merahmatinya–. Sementara Hizbuttahrir menyalahi kesepakatan ini, mereka membolehkan seorang pencuri, penggali kubur (pencuri kafan mayit), seorang homo seks atau pelaku kehinaan-kehina an lainnya yang biasa dilakukan oleh manusia untuk menjadi nabi.
Inilah di antara kesesatan Hizbuttahrir, seperti yang dikatakan pemimpin mereka, Taqiyyuddin an-Nabhani dalam bukunya asy-Syakhshiyya h al Islamiyyah[3]: “…hanya saja kemaksuman para nabi dan rasul adalah setelah mereka memiliki predikat kenabian dan kerasulan dengan turunnya wahyu kepada mereka. Adapun sebelum kenabian dan kerasulan boleh jadi mereka berbuat dosa seperti umumnya manusia. Karena keterpeliharaan dari dosa (‘Ishmah) berkaitan dengan kenabian dan kerasulan saja“.
3.Rasulullah menekankan dalam beberapa haditsnya tentang pentingnya taat kepada seorang khalifah. Dalam salah satu haditsya Rasulullah bersabda:
“من كره من أميره شيئا فليصبر عليه فإنه ليس أحد من الناس خرج من السلطان فمات عليه إلا مات ميتة جاهليّة ” رواه البخاري ومسلم عن ابن عبّاس
Maknanya: “Barang siapa membenci sesuatu dari amirnya hendak lah ia bersabar atasnya, karena tidak seorangpun membangkang terhadap seorang sultan kemudian ia mati dalam keadaan seperti itu kecuali matinya adalah mati Jahiliyyah” (H.R. Muslim)
Beliau juga bersabda:
“وأن لا ننازع الأمر أهله إلا أن تروا كفرا بواحا” رواه البخاري ومسلم
Maknanya: “(kita diperintahkan juga agar) tidak memberontak terhadap para penguasa kecuali jika kalian telah melihatnya melakukan kekufuran yang jelas” (H.R. al Bukhari dan Muslim)
Ulama Ahlussunnah juga telah menetapkan bahwa seorang khalifah tidak dapat dilengserkan dengan sebab ia berbuat maksiat, hanya saja ia tidak ditaati dalam kemaksiatan tersebut. Karena fitnah yang akan muncul akibat pelengserannya lebih besar dan berbahaya dari perbuatan maksiat yang dilakukannya. An-Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim, Juz XII, h. 229: “Ahlussunnah sepakat bahwa seorang sultan tidak dilengserkan karena perbuatan fasik yang dilakukan olehnya”. Sedangkan Hizbuttahrir menyalahi ketetapan tersebut, mereka menjadikan seorang khalifah sebagai mainan bagaikan bola yang ada di tangan para pemain bola. Di antara pernyataan mereka dalam masalah ini, mereka mengatakan bahwa “Majlis asy-Syura memiliki hak untuk melengserkan seorang khalifah dengan suatu sebab atau tanpa sebab“. Statement ini disebarluaskan dalam selebaran yang mereka terbitkan dan dibagi-bagikan di kota Damaskus sekitar lebih dari 20 tahun yang lalu. Selebaran tersebut ditulis oleh sebagian pengikut Taqiyyuddin an-Nabhani. Mereka juga menyatakan dalam buku mereka yang berjudul Dustur Hizbuttahrir, h. 66 dan asy-Syakhshiyya h al Islamiyyah, Juz II bagian ketiga halaman 107-108 tentang hal-hal/perkara yang dapat merubah status seorang khalifah sehingga menjadi bukan khalifah dan seketika itu wajib dilengserkan : “Perbuatan fasiq yang jelas (kefasikannya)” . An-Nabhani berkata dalam bukunya yang berjudul Nizham al Islam, hlm 79, sebagai berikut : “Dan jika seorang khalifah menyalahi syara’ atau tidak mampu melaksanakan urusan-urusan negara maka wajib dilengserkan seketika“.
4. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“من خلع يدا من طاعة لقي الله يوم القيامة لا حجة له ومن مات وليس في عنقه بيعة مات ميته جاهليّة” رواه مسلم من حديث عبد الله بن عمر
Maknanya: “Barang siapa mencabut baiatnya untuk mentaati khalifah yang ada di hari kiamat ia tidak memiliki alasan yang diterima, dan barang siapa meninggal dalam keadaan demikian maka matinya adalah mati jahiliyah” (H.R. Muslim)
Maksud hadits ini bahwa orang yang membangkang terhadap khalifah yang sah dan tetap dalam keadaan seperti ini sampai mati maka matinya adalah mati jahiliyyah, yakni mati seperti matinya para penyembah berhala dari sisi besarnya maksiat tersebut bukan artinya mati dalam keadaan kafir dengan dalil riwayat yang lain dalam Shahih Muslim: “فمات عليه” ; yakni mati dalam keadaan membangkang terhadap seorang khalifah yang sah. Hizbuttahrir telah menyelewengkan hadits ini dan mereka telah mencampakan hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim yang sanadnya lebih kuat dari hadits pertama:

فالزموا جماعة المسلمين وإمامهم”، قال حذيفة :”فإن لم تكن لهم جماعة ولا إمام” قال رسول الله :
“فاعتزل تلك الفرق كلّها”
Maknanya: “Hiduplah kalian menetap di dalam jama’ah umat Islam dan imam (khalifah) mereka“. Hudzaifah berkata : “Bagaimana jika mereka tidak memiliki jama’ah dan imam (khalifah) ?”, Rasulullah bersabda : “Maka tinggalkanlah semua kelompok yang ada (yakni jangan ikut berperang di satu pihak melawan pihak yang lain seperti perang yang dulu terjadi antara Maroko dan Mauritania) !”. Rasulullah tidak mengatakan: “jika demikian halnya, maka kalian mati jahiliyyah”. Inilah salah satu kebathilan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya orang yang mati dengan tanpa membaiat seorang khalifah maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah” (lihat buku mereka yang berjudul asy-Syakhshiyya h al Islamiyyah, Juz II bagian III hlm. 13 dan 29). Mereka juga menyebutkan dalam buku mereka yang berjudul al Khilafah h. 4 sebagai berikut: “Maka Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam mewajibkan atas tiap muslim untuk melakukan baiat dan mensifati orang yang mati tanpa melakukan baiat bahwa ia mati dalam keadaan mati jahiliyah“. Mereka juga menyebutkan dalam buku mereka yang berjudul al Khilafah hlm. 9 sebagai berikut : “Jadi semua kaum muslim berdosa besar karena tidak mendirikan khilafah bagi kaum muslimin dan apabila mereka sepakat atas hal ini maka dosa tersebut berlaku bagi masing-masing individu umat Islam di seluruh penjuru dunia“. Disebutkan juga pada bagian lain dari buku al Khilafah hlm. 3 dan buku asy-Syakhshiyya h al Islamiyyah, Juz III hlm. 15 sebagai berikut : ”Dan tempo yang diberikan bagi kaum muslimin dalam menegakkan khilafah adalah dua malam, maka tidak halal bagi seseorang tidur dalam dua malam tersebut tanpa melakukan baiat“. Mereka juga berkata dalam buku mereka berjudul ad-Daulah al Islamiyyah hlm. 179: “Dan apabila kaum muslimin tidak memiliki khalifah di masa tiga hari, mereka berdosa semua sehingga mereka menegakkan khalifah“. Mereka juga berkata dalam buku yang lain Mudzakkirah Hizbittahrir ila al Muslimin fi Lubnan, h. 4: “Dan kaum muslimin di Lebanon seperti halnya di seluruh negara Islam, semuanya berdosa kepada Allah, apabila mereka tidak mengembalikan Islam kepada kehidupan dan mengangkat seorang khalifah yang dapat mengurus urusan mereka“.
Dengan demikian jelaslah kesalahan pernyataan Hizbuttahrir bahwa “orang yang mati di masa ini dan tidak membaiat seorang khalifah maka matinya mati jahiliyyah”. Pernyataan Hizbuttahrir ini mencakup orang yang mati sekarang dan sebelum ini sejak terhentinya khilafah sekitar seratus tahun yang lalu. Ini adalah penisbatan bahwa umat sepakat dalam kesesatan dan ini adalah kezhaliman yang sangat besar dan penyelewengan terhadap hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Ibnu Umar tadi. Jadi menurut pernyataan Hizbuttahrir tersebut setiap orang yang mati mulai terhentinya khilafah hingga sekarang maka matinya adalah mati jahiliyyah, berarti mereka telah menjadikan kaum muslimin yang mati sejak waktu tersebut hingga sekarang sebagai mati jahiliyyah seperti matinya para penyembah berhala, ini jelas kedustaan yang sangat keji. Dan dengan demikian jelaslah kesalahan pernyataan Hizbuttahrir “لا شريعة إلا بدولة الخلافة” : “Tidak ada syari’at kecuali jika ada khilafah”, juga pernyataan sebagian Hizbuttahrir : “لا إسلام بلا خلافة” ; “Tidak ada Islam jika tidak ada khilafah”. Sedangkan Ahlussunnah menyatakan kesimpulan hukum berkaitan dengan masalah khilafah bahwa menegakkan khilafah hukumnya wajib, maka barang siapa tidak melakukannya padahal ia mampu maka ia telah berbuat maksiat kepada Allah. Adapun rakyat sekarang ini jelas tidak mampu untuk mengangkat seorang khalifah sedangkan Allah ta’ala berfirman :
)لا يكلّف الله نفسا إلاّ وسعها(
Anehnya Hizbuttahrir yang sejak empat puluh tahun lalu selalu menyatakan kepada khalayak akan menegakkan khilafah ini hingga sekarang ternyata mereka tidak mampu menegakkannya, mereka tidak mampu melakukan hal itu sebagaimana yang lain. Adapun pentingnya masalah khilafah itu adalah hal yang diketahui oleh semua dan karya-karya para ulama dalam bidang aqidah dan fiqh penuh dengan penjelasan mengenai hal itu. Tapi yang sangat penting untuk diketahui bahwa khilafah bukanlah termasuk rukun Islam maupun rukun Iman, lalu bagaimana Hizbuttahrir berani mengatakan :
“لا إسلام بلا خلافة” atau mengatakan : “لا إسلام بلا خلافة” , ini adalah hal yang tidak benar dan tidak boleh dikatakan.
5. Nabi Shalallahu alayhi wassallam bersabda:
“والرجل زناها الخطا” رواه البخاري ومسلم وغيرهما
Maknanya: “Zina kaki adalah melangkah (untuk berbuat haram seperti zina)“ (H.R. al Bukhari dan Muslim dan lainnya). Al Imam an-Nawawi menuturkan dalam Syarh shahih Muslim bahwa berjalan untuk berzina adalah haram. Sedangkan Hizbuttahrir telah mendustakan Rasulullah Shalallahu alayhi wassallam dan menghalalkan yang haram . Mereka mengatakan ”tidaklah haram berjalan dengan tujuan untuk berzina dengan perempuan atau berbuat mesum dengan anak-anak (Liwath), yang tergolong maksiat hanyalah melakukan perbuatan zina dan Liwathnya saja“ . Selebaran tentang hal ini mereka bagi–bagikan di Tripoli-Syam tahun 1969. Dan hingga kini kebanyakan penduduk Tripoli masih menyebutkan hal ini, karena pernyataan tersebut menyebabkan kegoncangan, kerancuan dan bantahan dari penduduk Tripoli.
6. Islam menganjurkan ‘iffah (bersih dari segala perbuatan hina dan maksiat) dan kesucian diri, akhlak yang mulia, mengharamkan jabatan tangan antara laki-laki dengan perempuan ajnabi dan menyentuhnya . Nabi bersabda :
“واليد زناها البطش” رواه البخاري ومسلم وغيـرهما
Maknanya: “Zina tangan adalah menyentuh” (H.R al Bukhari, Muslim dan lainnya). Dan dalam riwayat Ahmad : “واليد زناها اللمس“ serta dalam riwayat Ibnu Hibban : “واليد زناؤها اللمس“ . Sementara Hizbuttahrir mengajak kepada perbuatan-perbu atan hina, mendustakan Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam dan menghalalkan yang haram, di antaranya perkataan mereka tentang kebolehan ciuman laki-laki terhadap perempuan yang ajnabi ketika saat perpisahan atau datang dari suatu perjalanan. Demikian juga menyentuh, berjalan untuk berbuat maksiat dan semacamnya.
Mereka menyebutkan hal itu dalam selebaran mereka dalam bentuk soal jawab, 24 Rabiul Awwal 1390 H, sebagai berikut :
S : Bagaimana hukum ciuman dengan syahwat beserta dalilnya?
J : Dapat dipahami dari kumpulan jawaban yang lalu bahwa ciuman dengan syahwat adalah perkara yang mubah dan tidak haram….karena itu kita berterusterang kepada masyarakat bahwa mencium dilihat dari segi ciuman saja bukanlah perkara yang haram, karena ciuman tersebut mubah sebab ia masuk dalam keumuman dalil-dalil yang membolehkan perbuatan manusia yang biasa, maka perbuatan berjalan, menyentuh, mencium dengan menghisap, menggerakkan hidung, mencium, mengecup dua bibir dan yang semacamnya tergolong dalam perbuatan yang masuk dalam keumuman dalil…..makanya status hukum gambar (seperti gambar wanita telanjang) yang biasa tidaklah haram tetapi tergolong hal yang mubah tetapi negara kadang melarang beredarnya gambar seperti itu. Ciuman laki-laki kepada perempuan di jalanan baik dengan syahwat maupun tidak negara bisa saja melarangnya di dalam pergaulan umum. Karena negara bisa saja melarang dalam pergaulan dan kehidupan umum beberapa hal yang sebenarnya mubah. …. di antara para lelaki ada yang menyentuh baju perempuan dengan syahwat, sebagian ada yang melihat sandal perempuan dengan syahwat atau mendengar suara perempuan dari radio dengan syahwat lalu nafsunya bergojolak sehingga zakarnya bergerak dengan sebab mendengar suaranya secara langsung atau dari nyanyian atau dari suara–suara iklan atau dengan sampainya surat darinya ……maka perbuatan-perbu atan ini seluruhnya disertai dengan syahwat dan semuanya berkaitan dengan perempuan. Kesemuanya itu boleh, kerena masuk dalam keumuman dalil yang membolehkannya …….“. Demikian ajaran yang diikuti oleh Hizbuttahrir, Na’udzu billah min dzalika.
Mereka juga menyebutkan dalam selebaran yang lain (Tanya Jawab tertanggal 8 Muharram 1390 H) sebagai berikut :
“Barang siapa mencium orang yang tiba dari perjalanan, laki-laki atau perempuan atau berjabatan tangan dengan laki-laki atau perempuan dan dia melakukan itu bukan untuk berzina atau Liwath maka ciuman tersebut tidaklah haram, karenanya baik ciuman maupun jabatan tangan tersebut boleh“. Mereka juga mengatakan boleh bagi laki-laki menjabat tangan perempuan ajnabi dengan dalih bahwa Rasulullah –kata mereka- berjabatan tangan dengan perempuan dengan dalil hadits Ummi ‘Athiyyah ketika melakukan bai’at yang diriwayatkan al Bukhari, ia berkata :

فقبضت امرأة منا يدها
Maknanya: “Salah seorang di antara kita (perempuan-pere mpuan) menggenggam tangannya” .
Mereka mengatakan : ini berarti bahwa yang lain tidak menggenggam tangannya. Sementara Ahlul Haqq, Ahlussunnah menyatakan bahwa dalam hadits ini tidak ada penyebutan bahwa perempuan yang lain menjabat tangan Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam, jadi yang dikatakan oleh Hizbuttahrir adalah salah paham dan kebohongan terhadap Rasulullah. Jadi hadits ini bukanlah nash yang menjelaskan hukum bersentuhnya kulit dengan kulit, sebaliknya hadits ini menegaskan bahwa para wanita saat membaiat mereka memberi isyarat tanpa ada sentuh-menyentu h di situ sebagaimana diriwayatkan oleh al Bukhari dalam shahih-nya di bab yang sama dengan hadits Ummi ‘Athiyyah. Hadits ini bersumber dari ‘Aisyah –semoga Allah meridlainya- ia mengatakan :
“كان النبـيّ يبايع النساء بالكلام”
Maknanya: “Nabi membaiat para wanita dengan berbicara” (H.R. al Bukhari)
‘Aisyah juga mengatakan:
“لا والله ما مسّت يده يد امرأة قطّ في المبايعة ، ما يبايعهن إلاّ بقوله قد بايعتك على ذلك”
Maknanya: “Tidak, demi Allah tidak pernah sekalipun tangan Nabi menyentuh tangan seorang perempuan ketika baiat, beliau tidak membaiat para wanita kecuali hanya dengan mengatakan : aku telah menerima baiat kalian atas hal-hal tersebut” (H.R. al Bukhari)
Lalu mereka berkata : “Cara melakukan bai’at adalah dengan berjabatan tangan atau melalui tulisan. Tidak ada bedanya antara kaum laki-laki dengan perempuan; Karena kaum wanita boleh berjabat tangan dengan khalifah ketika baiat sebagaimana orang laki-laki berjabatan tangan dengannya“.
(baca : buku al Khilafah, hlm. 22-23 dan buku mereka yang berjudul asy-Syakhshiyya h al Islamiyyah, Juz II, bagian 3, hlm. 22-23 dan Juz III, hlm. 107-108). Mereka berkata dalam selebaran lain (tertanggal 21 Jumadil Ula 1400 H / 7 April 1980) dengan judul : “Hukum Islam tentang jabatan tangan laki-laki dengan perempuan yang ajnabi“, setelah berbicara panjang lebar dikatakan sebagai berikut : “Apabila kita memperdalam penelitian tentang hadits-hadits yang dipahami oleh sebagian ahli fiqh sebagai hadits yang mengharamkan berjabatan tangan, maka akan kita temukan bahwa hadits-hadits tersebut tidak mengandung unsur pengharaman atau pelarangan“. Kemudian mereka mengakhiri tulisan dalam selebaran tersebut dengan mengatakan :
“Yang telah dikemukakan tentang kebolehan berjabat tangan (dengan lawan jenis) adalah sama halnya dengan mencium”
Pimpinan mereka juga berkata dalam buku berjudul an-Nizham al Ijtima’i fi al Islam, hlm. 57 sebagai berikut : “Sedangkan mengenai berjabat tangan, maka dibolehkan bagi laki-laki berjabatan tangan dengan perempuan dan perempuan berjabatan tangan dengan laki-laki dengan tanpa penghalang di antara keduanya“. Dan ini menyalahi kesepakatan para ahli fiqh. Ibnu Hibban meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“إنّي لا أصافح النساء”
Maknanya: “Aku tidak akan pernah menjabat tangan para wanita” (H.R. Ibnu Hibban)
Ibnu Manzhur dalam Lisan al ‘Arab mengatakan: “Baaya’ahu ‘alayhi mubaya’ah (membaiatnya): artinya berjanji kepadanya. Dalam hadits dinyatakan:
ألا تبايعونـي على الإسلام ;
tidakkah kalian berjanji kepadaku untuk berpegang teguh dengan Islam. Jadi baiat adalah perjanjian”. Jadi tidaklah disyaratkan untuk disebut baiat secara bahasa maupun istilah syara’ bahwa pasti bersentuhan antara kulit dengan kulit, tetap disebut baiat meskipun tanpa ada persentuhan antara kulit dengan kulit. Ketika para sahabat membaiat Nabi pada Bai’at ar-Ridlwan dengan berjabat tangan hanyalah untuk bertujuan ta’kid (menguatkan). Baiat kadang juga dilakukan dengan tulisan.
8. Di antara dalil Ahlussunnah tentang keharaman menyentuh perempuan ajnabiyyah tanpa ha-il (penghalang) adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam :
َ”لأنْ يُطْعَنَ أحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَمَسَّ امْرَأةً لاَ تَحِلُّ لَهُ” (رَوَاهُ الطّبَرَانـي فِي المُعْجَم الكَبِيْرِ مِنْ حَدِيْثِ مِعْقَلٍ بْنِ يَسَارٍ وَحَسّنَهُ الحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ وَنُورُ الدّيْن الهَيْثَمِي وَالمُنْذِري وَغَيْرُهُمْ)
Maknanya : “Bila (kepala) salah seorang dari kalian ditusuk dengan potongan besi maka hal itu benar-benar lebih baik baginya daripada memegang perempuan yang tidak halal baginya”. (H.R. ath-Thabarani dalam al Mu’jam al Kabir dari hadits Ma’qil bin Yasar dan hadits ini hasan menurut Ibnu Hajar, Nuruddin al Haytsami, al Mundziri dan lainnya)
Pengertian al Mass dalam hadits ini adalah menyentuh dengan tangan dan semacamnya sebagaimana dipahami oleh perawi hadits ini, Ma’qil bin Yasar seperti dinukil oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al Mushannaf.
Sedangkan Hizbuttahrir menganggap hadits ath-Thabarani tersebut yang mengharamkan berjabatan tangan dengan perempuan ajnabiyyah termasuk khabar Ahad dan tidak bisa dipakai untuk menentukan suatu hukum.
Ini adalah bukti kebodohan mereka. Bantahan terhadap mereka adalah pernyataan para ulama ushul fiqh yang menegaskan bahwa hadits ahad adalah hujjah dalam segala masalah keagamaan seperti dinyatakan oleh al Imam al ushuli al mutabahhir Abu Ishaq asy-Syirazi. Beliau menyatakan dalam bukunya at-Tabshirah : “(Masalah) Wajib beramal dengan khabar ahad dalam pandangan syara’ “. Bahkan an-Nawawi dalam syarh shahih Muslim menukil kehujjahan khabar ahad ini dari mayoritas kaum muslimin dari kalangan sahabat, tabi’in dan generasi-genera si setelah mereka dari kalangan ahli hadits, ahli fiqh dan ahli ushul fiqh. Kemudian ia membantah golongan Qadariyyah Mu’tazilah yang tidak mewajibkan beramal dengan khabar ahad. Lalu an-Nawawi mengatakan : “Dan Syara’ telah mewajibkan beramal dengan khabar ahad”.
Dengan demikian menjadi jelas bahwa Hizbuttahrir sejalan dengan Mu’tazilah dan menyalahi Ahlussunnah. Yang aneh, Hizbuttahrir telah berpendapat demikian, tetapi dalam karangan-karang an mereka berdalil dengan hadits-hadits ahad yang sebagiannya adalah dla’if. Mereka juga mengutip cerita-cerita dan atsar dari buku-buku yang tidak bisa dijadikan rujukan dalam bidang hadits, tafsir. Bahkan mereka telah berdusta atas Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dalam majalah mereka Al Wa’ie, edisi 98, Tahun IX Muharram 1416 H mereka mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
الساكت عن الحقّ شيطان أخرس
“Orang yang diam dan tidak menjelaskan kebenaran adalah setan yang bisu”.
Kita katakan kepada mereka : Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam telah bersabda :
إنّ كذبا عليّ ليس ككذب على أحد
Maknanya : “Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah seperti berdusta atas siapapun”.
Pernyataan di atas adalah perkataan Abu ‘Ali ad-Daqqaq, seorang sufi besar seperti diriwayatkan oleh al Imam al Qusyairi dalam ar-Risalah dan bukan perkataan Rasulullah. Ini juga merupakan bukti akan kebodohan mereka bahkan dalam menukil hadits sekalipun. Maka hendaklah kaum muslimin berhati-hati dan tidak tertipu oleh karangan-karang an mereka.

9 . Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda dalam sebuah Hadits yang mutawatir :
ورب حامل فقه إلى من هو أًفقه منه”“
Maknanya : “Seringkali terjadi orang yang menyampaikan hadits kepada orang yang lebih memahaminya darinya“
Hadits ini menjelaskan bahwa manusia terbagi dalam dua tingkatan :
Pertama : orang yang tidak mampu beristinbath (menggali hukum dari teks-teks al Qur’an dan hadits) dan berijtihad dan yang kedua : mereka yang mampu berijtihad. Karenanya kita melihat ummat Islam, ada di antara mereka yang mujtahid (ahli ijtihad) seperti Imam asy-Syafi’i dan yang lain mengikuti (taqlid) salah seorang imam mujtahid.
Sedangkan Hizbuttahrir, mereka menyalahi hadits dan membuka pintu fatwa dengan tanpa ilmu dan tidak mengetahui syarat-syarat ijtihad. Pernyataan-pern yataan Hizbuttahrir semacam ini banyak terdapat dalam buku-buku mereka. Mereka mendakwakan bahwa seseorang apabila sudah mampu beristinbath maka ia sudah menjadi Mujtahid, karena itulah ijtihad atau istinbath mungkin saja dilakukan oleh semua orang dan mudah diusahakan dan dicapai oleh siapa saja, apalagi pada masa kini telah tersedia di hadapan semua orang banyak buku tentang bahasa Arab dan buku-buku tentang syari’at Islam. Yang disebutkan ini adalah redaksi pernyataan mereka (lihat kitab at-Tafkir, h. 149). Pernyataan ini membuka pintu untuk berfatwa tanpa didasari oleh ilmu dan ajakan kepada kekacauan dalam urusan agama. Sedangkan yang disebut mujtahid adalah orang yang memenuhi syarat-syarat ijtihad dan diakui oleh para ulama lain bahwa ia telah memenuhi syarat-syarat tersebut. Sementara pimpinan Hizbuttahrir, Taqiyyuddin an-Nabhani tidak pernah diakui oleh seorangpun di antara para ulama yang memiliki kredibilitas bahwa ia telah memenuhi syarat-syarat ijtihad tersebut atau bahkan hanya mendekati sekalipun. Jika demikian mana mungkin Taqiyyuddin menjadi seorang mujtahid ?!. Seseorang baru disebut mujtahid jika ia memiliki perbendaharaan yang cukup tentang ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum, mengetahui teks yang ‘Amm dan Khashsh, Muthlaq dan Muqayyad, Mujmal dan Mubayyan, Nasikh dan Mansukh, mengetahui bahwa suatu hadits termasuk yang Mutawatir atau Ahad, Mursal atau Muttashil, ‘Adalah para perawi hadits atau jarh, mengetahui pendapat-pendap at para ulama mujtahid dari kalangan sahabat dan generasi-genera si setelahnya sehingga mengetahui ijma’ dan yang bukan, mengetahui qiyas yang Jaliyy, Khafiyy, Shahih dan Fasid, mengetahui bahasa Arab yang merupakan bahasa al Qur’an dengan baik, mengetahui prinsip-prinsip aqidah. Juga disyaratkan seseorang untuk dihitung sebagai mujtahid bahwa dia adalah seorang yang adil, cerdas dan hafal ayat-ayat dan hadits-hadits hukum.
10. Para Ulama Islam menjelaskan dalam banyak kitab tentang definisi Dar al Islam dan Dar al Kufr. Mayoritas Ulama mengatakan bahwa daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh kaum muslimin kemudian keadaannya berubah sehingga orang-orang kafir menguasainya, maka negeri tersebut tetap disebut negeri Islam (Dar al Islam ). Adapun menurut Abu Hanifah bahwa daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh kaum muslimin kemudian orang-orang kafir menguasainya, maka negeri itu berubah jadi Dar Kufr dengan tiga syarat.
Adapun Hizbuttahrir menyalahi seluruh Ulama, mereka menyebutkan dalam salah satu buku mereka Kitab Hizbuttahrir, hlm. 17 pernyataan sebagai berikut : “Daerah-daerah yang kita tempati sekarang ini adalah Dar Kufr sebab hukum-hukum yang berlaku adalah hukum-hukum kekufuran. Kondisi ini menyerupai kota Mekkah, tempat diutusnya Rasulullah“.
Pada bagian yang lain kitab Hizbuttahrir, hlm. 32: “Dan di negeri-negeri kaum muslimin sekarang tidak ada satu negeri atau pemerintahan yang mempraktekkan hukum-hukum Islam dalam hal hukum dan urusan-urusan kehidupan, karena itulah semuanya terhitung Dar Kufr meskipun penduduknya adalah kaum muslimin“.
Lihatlah wahai pembaca, bagaimana berani mereka menyelewengkan ajaran agama ini dan menjadikan semua negara yang dihuni oleh kaum muslimin sebagai Dar Kufr termasuk Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah kaum muslim terbesar di dunia.
Referensi
[1] Ibid, Juz I, Bag. Pertama, hlm. 74
[2] Kitab bernama Nizham al Islam, hlm. 22
[3] Kitab bernama as-Sakhshiyyah al-Islamiyyah, Juz I, Bag. Pertama, hlm 120
[4] Catatan pages Aqidah Ahlussunnah
Quote
 
 
ffhjn
+2 #24 artsampahffhjn 2012-12-14 21:08
Aneh. Ada pemimpin negara yg sehari2 nya shalat lebih dr 51 rakaat dan meninggalnya di rumah sederhana dan yg mengantar saat pemakamannya jutaan orang serta meninggalkan pesan jihad thd yahudi, israel dan amrik ditulis sbg anggota illuminati..... artikel sampah...
Quote
 
 
muslim
+1 #23 muslim 2012-10-25 18:31
wahai temen2 seiman... jangan saling menghujat dan membenarkan pendapat pribadi.. cobalah menghargai pendapat orang lain.. baca saja dan jangan2 pendapat orang lain adalah benar..
Quote
 
 
muslimah
+2 #22 muslimah 2012-09-26 14:05
Saya bukan fanatik IM ataupun gerakan yang mengadopsi IM. Tapi lebih mudah utk tertarik dan menganggap logis tulisan2 Hasan Al Bana daripada baca ini =="
Quote
 
 
Anti Hoax
+1 #21 Anti Hoax 2012-09-25 19:33
Berita Hoaxxxxxx!!!

Sebagai info Henry Makow sdh dikeluarkan dari website terkenal www.rense.com krn tulisannya cenderung tak ilmiah dan cenderung pendapat pribadi.
Quote
 
 
Anti Hoax
+1 #20 Anti Hoax 2012-09-25 19:31
Berita Hoaxxxxxx!!!
Quote
 
 
sambg
+1 #19 sambg 2012-09-24 23:52
kejiiii.....
Quote
 
 
herbas
+1 #18 herbas 2012-09-24 16:55
web ini pendukung muslim atau penusuk dari belakang? kok pandangan terhadap IM seperti ini.
Quote
 
 
Hamzah
+1 #17 Hamzah 2012-09-11 16:41
wah.. pinteran banget nih org yg bikin artikelnya..
klo kita liat ini tulisan yang bukan membahas Ikhwanul Muslimin. Tapi membahas hal lain. tapi hal lain itu di ganti dengan tulisan ikhwanul Muslimin..
setiap tulisannya tidak tepat utk menggambarkan ikhwanul muslimin.. tapi tepat untuk menggambarkan hal yang lainnya.
Quote
 
 
Anita
0 #16 Anita 2012-08-17 04:45
Hmm, apakah kaum yang mengaku baik memposisikan diri dengan menjelek2an golongan lain? inalillah.. kaya gini nih yang memecah belah umat..


maaf ini siapa adminnya? kok kontaknya gak jelas? kalau memang merasa benar dan yang lain yg perlu diluruskan, silahkan perjelas identitas..
Quote
 
 
Taufan
0 #15 Taufan 2012-08-13 17:16
Penulis sama sekali tidak tahu sejarah Ikhwanul Muslimin. 100% isi tulisan ini adalah kebohongan.
Quote
 
 
hamba allaah
0 #14 hamba allaah 2012-08-10 04:36
eh bener ga sih nih?
membunuh sesama muslim aja berdosa apalagi memfitnah sesama muslim?!
FITNAH LEBIH KEJAM DARIPADA PEMBUNUHAN!!
Quote
 
 
juned
0 #13 juned 2012-08-08 12:50
artikel ini yang nulisnya lebih baik disebut setan dari pada manusia. karena isinya kebanyakan hanya prasangka buruk terhadap sesama muslim dan lebih banyak mendatangkan mudharat dari pada faedah.

tulisan di atas adalah hasil dari 90% fitnah dan 10% munafik..
Quote
 
 
rozy
0 #12 rozy 2012-08-06 22:32
asbun loe alias asal bunyi....
jangan jangan ne web sponsored by fremasonry
Quote
 
 
aak
0 #11 aak 2012-08-06 20:24
dajjal adalah sebuah agama baru yang belum pernah ada pada masa rosulullah. dajjal merupakan kehidupan sekuler yang berpaham pada buatan manusia meliputi demokrasi, kapitalisme, kominisme, dan isme isme yang lain.
Quote
 
 
Moslem
0 #10 Moslem 2012-08-05 17:28
Artikel ini sangat memprovokasi.Ya ng nulis ini mungkin setan ya....? sumbernya darimana tuh? yang nulis ini terlalu tolol..! ngaca dong !
Quote
 
 
hardiel
0 #9 hardiel 2012-08-02 15:44
siapa dituduh siapa menuduh... belajar lagi woii.. !! fitnah..:D
Quote
 
 
Buddy
+1 #8 Buddy 2012-08-02 03:33
Intinya demokrasi adalah sistem kufur..atau yg lebih ekstrim bahwa demokrasi adalah sebuah "agama". tanpa perlu penjelasan secara detail..kita yg hdp diindonesia inipun telah merasakan sebuah sistem,sebuah pemahaman,sebua h ajaran, sebuah induk dr kekufuran dan memiliki cabang pokok dr KAPITALISME, dan itulah yg namanya "DEMOKRASI".
tentunya tnp ada mksd menuduh, kita tau bhw ikhwanul muslimin termasuk bagian dr demokrasi di belahan dunia ini.

dan ujung atau akhir dr sebuah "demokrasi" adalah bagian dr gerakan global illuminati atau lebih tepatnya "STRATEGI YAHUDI UTK DUNIA".

dan bkn mksdnya membela tulisan diatas, jika qt bicara "demokrasi" tentunya..demok rasi (pemilu) ala mesir skalipun adalah bagian dr strategi yahudi (baca: DEMOKRASI).

Wallahu a'lam bish shawab..
Quote
 
 
cecep
0 #7 cecep 2012-08-01 07:24
Wah parah ini. Ngaco banget deh...Sumber nya darimana.
@moslempaladin : Belajar lagi bung, kalau mau bahas demokrasi gabung saja ke group Al-Islam di facebook. Kamu bisa komentar lagi setelah baca2 postingan disana.
Quote
 
 
Bornion Men
0 #6 Bornion Men 2012-07-31 10:47
asalamualaikum. saya sememangnnya tertarik dengan artikel ini. sangat menarik malah mengejutkan. namun kesasihannya masih lagi dalam keraguan. kerana daripada pembacaan dan pentalahaan sebelum ini sangat antagonis dengan kenyataan yang diketengahkan. malah sumber pemerolehannya juga terlalu dangkal hingga amat mudah untuk tidak meyakininya. terima kasih
Quote
 
 
toni
0 #5 toni 2012-07-31 01:02
hati2 dalam menyebarkan berita kwatir anda malah terjerumus ke dalam fitnah... "fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan"...

jika berita yang anda sampaikan benar... lantas bagaimana anda menjelaskan hosni mubarok yang sangat membenci ihkwanul muslimin dan banyak memenjarakan tokoh2 nya sedangkan mubarok adalah antek2 amerika dan zionis israel yang tak laen bagian dari illuminati...?

bagaimana anda menjelaskan Hamas yang merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin yang anda katakan bagian dari Illuminati malah berperang tanpa kompromi dengan Israel yang memang ngak bisa lagi di ajak kompromi karena sudah melewati batas2 perjanjian...?
Quote
 
 
anonim
0 #4 anonim 2012-07-30 16:52
apa pendapat penulis artikel tentang presiden mesir Muhammad Mursi?
benarkah seperti tulisan di atas
Quote
 
 
muhammad
0 #3 muhammad 2012-07-29 21:22
saya tidak menyangka ada fitnah yang sangat kejam terhadap ikhwanul muslimin, mestinya sebelum nulis NGACA dulu kalau kamu toh orang tolol
Quote
 
 
moslempaladin
0 #2 moslempaladin 2012-07-29 06:40
@rafdi; bagaimanapun juga demokrasi adalah sistem kufur. sangat berbahaya terjun ke dalamnya. jika mampu menghindari fitnah, ngapain terjun ke dalam fitnah?
Quote
 
 
Rafdi
0 #1 Rafdi 2012-07-28 16:09
Henry Makow sepertinya terlalu berlebihan menuduh IM kaki tangan Illuminati. Tuduhan seperti ini muthlak tak akurat. Ini semacam fitnah. Ini biasa dan lumrah di zaman yg penuh fitnah. Apa yang ditulis di Hostage to Khomeini belum tentu benar. Orang yang percaya pada tuduhan keji Henry Makow hanyalah mereka yang dengki dan sejenisnya... semoga mata, hati, dan pikiran kita terbuka untuk kebenaran...
Quote
 

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan