larger smaller reset
Imam Mahdi


Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Kesembilan

Versi kemahdian dua aliran diatas, membawa corak kemahdian yang berbeda. Mahdiisme Syi'ah lebih bersifat politis dan mengarah pada tindakan balas dendam terhadap lawan-lawan politiknya. Oleh karena itu, pengikut paham Mahdi di Iran, tampaknya merasa kurang senang terhadap kepemimpinan Islam di tangan bangsa Arab, karena bangsa Iran merasa pernah diperlakukan sebagai masyarakat kelas dua pada masa dinasti Umayyah.

 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Kedelapan

Rupanya paham Mahdi ini tidak hanya menjadi milik golongan Syi'ah saja, tetapi di kalangan Sunni pun dikenal paham tersebut. Di masa Dinasti Umayyah, terutama di masa-masa kemundurannya, muncul pula paham seperti itu, namun tokohnya bukanlah al-Mahdi, tetapi Sufyani. Demikian pula halnya di kalangan dinasti 'Abbasiyyah. Mereka menunggu-nunggu munculnya al-Mahdi lain dari keturunan 'Abbas. Timbulnya harapan seperti itu, ...

 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Ketujuh

...saat terbentuknya paham Syi'ah, tampak lebih banyak ditentukan oleh masalah politik. Kekalahan yang bertubi-tubi, banyak imam-imam mereka yang menjadi korban kekerasan politik dinasti Umayyah, dan gerakan-gerakan perlawanan mereka dapat ditumpas. Dalam kondisi yang demikian itulah golongan ini menjadi antipati terhadap Bani Umayyah yang pada hakikatnya mereka dipandang sebagai golongan Sunni.

 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Keenam

Dalam masalah ini kaum Syi'ah sepakat, bahwa al-Mahdi itu harus lahir dari keturunan 'Ali ibn Abi Talib. Namun mereka berbeda pendapat, apakah ia harus dan keturunan Hasan dan Husain (dan garis Rasulullah) atau tidak? Tampaknya masing-masing golongan telah mengangkat tokoh-tokohnya sendiri sebagai al-Mahdi, seperti Syi'ah Kaisaniyyah. Barangkali cukup menarik, perbedaan antara Mahdiisme Isma'iliyyah dengan Mahdiisme Isna 'Asyariyyah, ...

 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Kelima

Menurut paham Ahmadiyah, 'Isa dan al-Mahdi adalah satu pribadi, bukan sebagaimana yang dipahami orang pada umumnya. Oleh karena itu, mereka hanya mengambil salah satu dari beberapa hadis-hadis Mahdiyyah yang sesuai dengan keyakinan aliran ini, dan mereka - para pengikut paham Ahmadiyah - memandang hadis Mahdiyyah yang mereka pegangi sebagai otentik seperti hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: "Tiada seorang pun ...."
 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Keempat

Peristiwa pembai'atan Abu Bakr pada tahun 12 H (634 M), tanpa sepengetahuan 'Ali, tampaknya melahirkan berbagai pendapat yang kontroversial tentang siapa diantara tokoh-tokoh sahabat itu yang lebih berhak menduduki jabatan khalifah. Selain itu, juga merupakan awal terbentuknya pemikiran golongan ketiga yakni Bani Hasyim, disamping golongan Muhajirin dan Ansar.Oleh karenanya tidak mengherankan jika saat itu ada orang yang ingin membai'at '...

LAST_UPDATED2
 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Kedua

Pemakaian istilah al-Mahdi yang dimaksud dalam kajian ini, bermula dari sekte Syi'ah Kaisaniyyah yang banyak terpengaruh dan menyerap pikiran Ibn Saba'.1) Kata al-Mahdi adalah ism maf'ul dari [kata-kata Arab] seperti: [kata-kata Arab]. Kata ini bisa berarti, Allah telah memberitahukan, menunjukkan atau menjelaskan jalan kepadanya. Dengan demikian, orang yang telah mendapat petunjuk itu disebut al-Mahdi.

 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Ketiga

Secara tekstual, keimaman Syi'ah adalah didasarkan pada hadis Gadir Khum, yang diyakini sebagai mutawatir. Di Gadir Khum inilah menurut aliran ini, Nabi bersama-sama sahabatnya beristirahat sepulang mereka dari menunaikan ibadah haji dana di tempat ini, Nabi di depan mereka, menunjuk 'Ali ibn Abi Talib sebagai penggantinya. Salah satu di antara riwayatnya ialah apa yang diriwayatkan oleh at-Tabrani dalam al-Kabir:

 

Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif - Bagian Pertama

Paham Mahdi yangberkembang di Indonesia lebih mirip dengan paham Mahdi Syi'ah daripada paham Mahdi Ahmadiyah. Masalah Mahditidak disinggung sama sekali baik dalam al-Quran maupun dalam Sahih Bukhari maupun Sahih Muslim, sebagaimana dikenal dalam sejarah.Kepercayaan seperti ini tidak dikenal oleh ummat Muslim sebelumnya. Semula lahir sebagai penggerak gerakan keagamaan yang bersifat politis, berkembang ...