larger smaller reset

Paham Sesat Tasawuf

tarian-darwis1

A Nizami 

1. Kata Tasawuf sekali pun tidak pernah disebut di dalam Al Qur’an dan Hadits yang sahih. Bukankah jika Tasawuf itu begitu penting dalam Islam tentu Allah dan Rasulnya akan memerintahkan manusia untuk belajarTasawuf? Tidak mungkin Nabi yang bersifat Balligh”(menyampaikan) menyembunyikan perintah Allah bukan?  Sebaliknya Nabi berkata bahwa setiap hal yang baru/diada-adakan (di bidang agama) adalah bid’ah dan
sesat:

“Sesungguhnya perkataan yang paling baik adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru dan setiap bid’ah adalah tersesat” ( H.R Muslim ).

Allah mengatakan agama Islam sudah sempurna. Jadi tak perlu lagi ditambah bid’ah seperti Tasawuf:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS Al-Maa-idah 5:3]

2. Tasawuf tidak jelas artinya. Ada yang menyebut dari shuffah, bulu domba, shof terdepan, bahkan dari kata Yunani: Theo Sophos. Bagaimana mungkin orang mempelajari sesuatu yang tidak jelas sebagai ajaran dari Islam yang penting?

3. Jika sumber agama Islam adalah Al Qur’an dan Hadits yang sahih (yang dloif/maudlu ditolak):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [QS An Nisaa 4:59]

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR Ibnu ‘Abdilbarri)

Maka sumber Tasawuf bisa dari mana saja. Istilah Abdurrahman Abdul Khaliq yang mereka jadikan sumbernya adalah bisikan yang dida`wahkan datang kepda para wali dan kasyf (terbukanya takbir hingga mereka tahu yang ghaib) yang mereka da`wahkan, dan tempat-tempat tidur (mimpi-mimpi), perjumpaan dengan orang-orang mati yang dulu-dulu, dan (mengaku berjumpa) dengan Nabi Khidir a.s, bahkan dengan melihat Lauh Mahfudh, dan mengambil (berita) dari jin yang mereka namakan para badan halus (Rohaniyyin). Banyak sekali ajaran Tasawuf yang memakai cerita-cerita yang tidak jelas sahih/dlaifnya serta dari mimpi-mimpi orang yang mereka anggap wali. Belajar Tasawuf bisa membuat kita lupa dari mempelajari Al Qur’an dan Hadits yang justru merupakan sumber ajaran Islam yang asli.

4. Adapun sumber pengambilan syari`ah bagi ahli Islam adalah Al Kitab (Al Qur`an), As-Sunnah (Al Hadits), Ijma` (kesepakatan para ulama terdahulu mengenai awal Islam), dan Qiyas (perbandingan, yaitu pengambilan hukum dengan membandingkan kepada hukum yang sudah ada ketegasannya dari Nash/text Al Qur`an atau Al Hadits, dengan syarat kasusnya sama, misalnya beras bisa untuk zakat fitrah karena diqiyaskan dengan gandum yang udah ada nash haditsnya). Sedangkan bagi orang-orang tasawuf, perbuatan syariat mereka didirikan diatas mimpi-mimpi (tidur), khidhir, jin, orang-orang mati, syaikh-syaikh, semua mereka itu dijadikan pembuat syariat. Oleh karena itu, jalan-jalan dan cara-cara pembuatan syariat tasawuf itu bermacam-macam. Sampai-sampai mereka mengatakan jalan-jalan menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala itu sebanyak bilangan nafas makhluk-makhluk. Maka tiap-tiap syaikh memiliki tarekat dan manhaj/jalan untuk pendidikan dan dzikir khusus. Jika dalam Islam sumber dzikir dan do’a berasal dari Al-Qur’an dan Hadits, maka dalam Tasawuf berdasarkan ajaran para syekhnya (yang mungkin berasal dari mimpi mereka)

5. Islam itu adalah agama yang Muhaddad/jelas (ditegaskan batasan ketentuan) aqidahnya, ibadahnya, dan syari`atnya. Dalam Islam dijelaskan apa itu rukun Iman, rukun Islam, cara shalat, puasa, dzikir, doa berdasarkan Al Qur’an dan Hadits yang sahih. Selama ada sumber Al-Qur’an dan Hadits diterima, jika tidak ada ditolak.

6. Sedangkan tasawuf itu agama yang tidak ada batasannya, tidak ada pengertian (yang ditentukan secara pasti) dalam aqidah ataupun syari`at-syari`atnya. Sumber yang berasal dari mimpi orang yang dianggap wali sudah cukup bagi mereka untuk diamalkan sehingga amalan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dzikir, doa, shalat Tahajjud, dsb justru terlupakan.  Karena ketidak-jelasan sumber dan syari’ah Tasawuf, maka orang-orang kafir memakai Tasawuf terutama untuk menghilangkan ajaran jihad dari ummat Islam. Contohnya ada di www.libforall.org di mana para pendeta bekerjasama dengan para sufi berusaha menghilangkan jihad dari ummat Islam lewat Tasawuf.

7. Paham Tasawuf seperti Wihdatul Wujud (bersatunya manusia dengan Allah) itu menyesatkan. Al Hallaj mengaku sebagai Allah. Ana al Haq (Akulah Allah) begitu katanya. Demikian pula tokoh sufi lain seperti Syekh Siti Jenar yang mengaku sebagai Allah. Terakhir Ahmad Dhani, Dewa, dalam lagunya Satu”berkata Aku ini adalah diriMu (Allah).” Mungkin orang sufi berpendapat itu karena teramat dekatnya mereka dengan Allah sehingga sampai mengaku sebagai Allah. Padahal Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang merupakan manusia sempurna dan paling dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah sekalipun mengaku sebagai Allah. Bukankah Nabi dan ummat Islam selalu berkata “Iyyaka na’budu” (kepadaMu kami menyembah)? Itulah salah satu arogansi sufi. Mengaku Tuhan seperti Fir’aun. Al Hallaj dan Syekh Siti Jenar
difatwa sesat dan dihukum mati oleh para ulama.

8. Sufi Abu Yazid al-Bustami (meninggal diBistam, Iran,261 H/874 M.) Dia adalah pendiri tarekat Naqsyabandiyah. Mengaku berguru pada Imam Ja’far padahal dia baru lahir 40 tahun setelah Imam Ja’far meninggal dunia. Pada suatu waktu dalam pengembaraannya, setelah shalat Subuh Yazid Al-Bustami berkata kepada orang-orang yang mengikutinya, ”Innii ana Allah laa ilaaha illaa ana fa`budnii (Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tiada Tuhan melainkan aku, maka sembahlah aku). ” Mendengar kata-kata itu, orang-orang yang menyertainya mengatakan bahwa al-Bustami telah gila.  Menurut pandangan para sufi, ketika mengucapkan kata-kata itu, al-Bustami sedang berada dalam keadaan ittihad, suatu maqam (tingkatan) tertinggi dalam paham tasawuf.

9. Al-Bustami juga pernah mengucapkan kata-kata, ”Subhani, subhani, ma a`dhama sya`ni (mahasuci aku, mahasuci aku, alangkah maha agungnya aku).” Nah jika Nabi  mengajarkan dzikir “Subhanallahu  (Maha Suci Allah), maka syekh Tasawuf mengajarkan dzikir” Subhani” (Maha Suci aku). Ini jelas kesombongan yang besar yang dibenci Allah:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan  janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [QS Luqman 31:18]

Al-Bustami juga berkata, ”Laisa fi al-jubbah illa Allah (tidak ada didalam jubah ini kecuali Allah).”

10. Paham Tasawuf, kasyf (tersingkapnya hijab, hingga seorang sufi bisa mengetahui hal ghaib), juga bertentangan dengan ayat Al Qur’an. Padahal Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri tidak mengetahui yang ghaib, bahkan jelas-jelas menegaskan bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak tahu apa yang diperbuat Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri esok (lihat dalam Bab Aqidah). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah ! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara yang ghaib dilangit dan di bumi kecuali Allah .” (QS An-Naml 27:65)

Ada sebagian delegasi yang datang ke Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, mereka menganggap bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam termasuk orang yang mengaku bisa melihat yang ghaib, maka mereka menyembunyikan sesuatu didalam (genggaman) tangan mereka untuk beliau. Dan mereka berkata kepada beliau,” Kabarkanlah kepada kami, apa dia (yang ada dalam gemgaman kami ini) ? Lalu beliau menjawab kepada mereka dalam keadaan berteriak, “Aku bukan seorang dukun.

“Sesungguhnya dukun dan perdukunan serta dukun-dukun itu didalam neraka.” (Diriwayatkan Abu Daud: 286 ).

11. Diantaranya sufi ada yang menganggap bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak sampai pada derajat dan keadaan mereka (orang-orang sufi). Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (dianggap) jahil (bodoh) terhadap ilmu tokoh-tokoh tasawuf seperti perkataan Busthami,” Kami telah masuk lautan, sedang para nabi berdiri ditepinya.” Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, pengarang kitab Ila At-Tashawwuf ya`Ibadallaah menisbatkan perkataan tersebut kepada At-Tijani (pendiri tarekat At-Tijaniyah).

12. Diantara orang-orang sufi ada yang mempercayai bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu adalah kubah alam, dan dia itulah dan dia itulah Allah yang bersemayam diatas arsy; sedangkan langit-langit, bumi, arsy, kursi, dan semua alam itu dijadikan dari nurnya (Nur Muhammad), dialah awal kejadian, yaitu yang bersemayam diatas Arsy Allah Subhanahu wa Ta'ala. Inilah aqidah Ibnu Arabi dan orang-orang yang datang setelahnya/pengikutnya. Para sufi ini mengangkat derajad Nabi sedemikian tinggi sehingga seolah-olah sama kedudukannya dengan Yesus (Anak Allah) dengan Tuhan Bapak menurut kepercayaan agama Kristen. Padahal Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku” (QS Al Kahfi 18:110).

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِن طِينٍ

(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat. (QS Shaad 38:71)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

”Barang siapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pemurah (Al Qur`an), kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), dan syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS Az-Zukhruf 43:36)

Pengajaran Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah pengajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya, yakni AlQur`an.  Barang siapa tidak beriman kepada Al Qur`an, tidak membenarkan beritanya, dan tidak meyakini kewajiban perintahnya, berarti dia telah berpaling dari Al Qur`an, kemudian syetan datang menjadi teman setia baginya.

13. Sufi juga mengecam orang yang menyembah Allah karena menginginkan surga dan takut neraka. Menurut mereka hanya boleh menyembah Allah karena cinta kepada Allah. Oleh karena itu seorang sufi, Rabiatul ‘Adawiyah berkata, “Ya Allah jika aku menyembahMu karena ingin surga, maka tutup pintu surga bagiku. Jika aku menyembahMu karena takut neraka, maka buka pintu neraka untukku” Itu adalah sifat sombong dan riya. Dalam Islam kita diajarkan untuk mencintai Allah dan Rasulnya di atas yang lain termasuk diri kita sendiri. Meski demikian kita juga diperintahkan untuk  berharap akan surga dan takut api neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواقُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُعَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْوَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS  At Tahrim 66:6]

Do’a yang terbaik justru bertentangan dengan para sufi tersebut: Dan di antara mereka ada orang yang bendoa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [QS Al-Baqarah 2:201]

14. Banyak orang berusaha mengkoreksi kesesatan Tasawuf termasuk Imam Al Ghazali dalam bukunya Ihya’‘Uluumuddiin. Toh Imam Al Ghazali terperosok juga karena menggunakan contoh di luar Al Qur’an dan Hadits. Misalkan dalam rangka hidup sederhana memberi contoh sufi yang kelewat zuhud sehingga memakai baju bulu yang kotor dan berkutu. Padahal Nabi mengatakan kebersihan sebagian dari iman. Begitu pula kisah orang yang hanya beribadah saja sehingga tidak mampu memberi nafkah keluarganya. Untuk makan dia berkeliling ke rumah temannya. Yang punya 7 teman maka dalam 7 hari kembali lagi ke teman pertama yang dia tumpangi. Ada pula yang sebulan baru ketemu dengan teman pertama yang dia tumpangi dan ada pula yang setahun. Padahal Nabi memberi sunnah untuk berusaha dan tidak menyusahkan orang. Tangan di atas (memberi) lebih baik dari tangan di bawah. Begitu kata Nabi. Buya Hamka yang menulis buku Tasawuf modern juga menggambarkan wali Sufi begitu sakti hingga bisa mengangkat kapal yang tenggelam di laut dari jauh! Padahal Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saja ketika perang Uhud sampai berdarah mulutnya. Ini timbul kesan orang belajar Tasawuf untuk dapat kesaktian/karamah.

15. Sesungguhnya dalam Al Qur’an dan Hadits kita menemukan pedoman bagaimana berakhlaq yang bagus, sederhana tidak boros, menjauhi ghibah atau buruk sangka, amar ma’ruf nahi munkar, jihad, cara beribadah/mendekatkan diri kepada Allah, dan sebagainya. Dalam Tasawuf meski ada namun sering berlebihan. Sebagai contoh dulu Tasawuf mengajarkan hidup sederhana sehingga mereka hidup seperti gembel/pengemis. Sekarang Tasawuf modern diajarkan dihotel-hotel yang mewah yang jauh dari contoh hidup sederhana yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

16. Perkataan Imam Ahmad tentang keharusan menjauhi orang-orang tertentu yang berada dalam lingkaran tasawuf, banyak dikutip orang.  Diantaranya ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa tentang perkataan Al-Harits Al Muhasibi (tokoh sufi, meninggal 857 M.). Lalu Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku nasihatkan kepadamu, janganlah duduk bersama mereka.” (duduk dalam majlis Al-Harits Al-Muhasibi) Ibnul Jauzi, Talbis Iblis.

17. Imam Syafi`i berkata, “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum Dhuhur ia menjadi orang yang dungu.” Imam Syafi`i juga pernah berkata. ”Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya

18. Ada yang menulis Imam Maliki mendukung Tasawuf, tapi itu tidak benar. Selain zaman Imam Maliki Tasawuf belum dikenal juga Imam Maliki tidak pernah menulis satu buku pun tentang Tasawuf atau mengajarkannya. Padahal beliau adalah salah satu dari Imam Madzhab yang punya banyak murid dan pengikut.

media-dakwah.

ASAL MUASAL TASAWUF

tasawuf2
Suhana Hana

Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran pertama bagi Tasawuf  dan Sufi. Yang mana (di masa tabi’in) sebagian dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara’ terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan Sufi, sebagai nisbat kepada Shuuf.

Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Ssalam, karena nisbat kepadanya dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah Ta’ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi, bukan pula nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah Shafawi dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab), walaupun secara lafazh bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.

Para ulama Bashrah yang mendapati masa kemunculan mereka, tidaklah tinggal diam. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh – Al Ashbahani rahimahullah dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin rahimahullah bahwasanya telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba, maka beliau pun berkata: Sesungguhnya ada orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba dengan alasan untuk meneladani Al Masih bin Maryam ! Maka sesungguhnya petunjuk Nabi kita lebih kita cintai (dari/dibanding petunjuk Al-Masih), beliau Shallallahu alaihi wassalam biasa mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun dan yang selainnya. (Diringkas dari Majmu  Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Juz 11, hal. 6,16 ).

Siapakah Peletak/Pendiri Tasawuf ?

Ibnu Ajibah seorang Sufi Fathimi, mengklaim bahwasanya peletak Tasawuf adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri. Yang mana beliau –menurut Ibnu Ajibah – mendapatkannya dari Allah Ta’ala melalui wahyu dan ilham. Kemudian Ibnu Ajibah berbicara panjang lebar tentang permasalahan tersebut dengan disertai bumbu-bumbu keanehan dan kedustaan. Ia berkata: Jibril pertama kali turun kepada Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan membawa ilmu syariat, dan ketika ilmu itu telah mantap, maka turunlah ia untuk kedua kalinya dengan membawa ilmu hakikat. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun mengajarkan ilmu hakikat ini pada orang-orang khususnya saja. Dan yang pertama kali menyampaikan Tasawuf adalah Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, kemudian Al Hasan Al Bashri rahimahullah menimba darinya. (Iqazhul Himam Fi Syarhil Hikam, hal.5 dinukil dari At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyah, hal. 8).

Asy Syaikh Muhammad Aman Al Jami rahimahullah berkata:  Perkataan Ibnu Ajibah ini merupakan tuduhan keji lagi lancang terhadap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ia menuduh dengan kedustaan bahwa beliau menyembunyikan kebenaran.  Dan tidaklah seseorang menuduh Nabi dengan tuduhan tersebut, kecuali seorang zindiq yang keluar dari Islam dan berusaha untuk memalingkan manusia dari Islam jika ia mampu, karena Allah Ta’ala telah perintahkan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk menyampaikan kebenaran tersebut dalam firman-Nya: (artinya):

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ

“Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu oleh Rabbmu, dan jika engkau tidak melakukannya, maka (pada hakikatnya) engkau tidak menyampaikan risalah-Nya.” (QS Al-Maidah 5:67)

Beliau juga berkata: Adapun pengkhC sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail Amir bin Watsilah Radiyallahu anhu ia berkata: Suatu saat aku pernah berada di sisi Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, maka datanglah seorang laki-laki serayususan Ahlul Bait dengan sesuatu dari ilmu dan agama, maka ini merupakan pemikiran yang diwarisi oleh orang-orang Sufi dari pemimpin-pemimpin mereka (Syi’ah). Dan benar-benar Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu sendiri yang membantahnya* berkata: Apa yang pernah dirahasiakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepadamu? Maka Ali pun marah lalu mengatakan: Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam belum pernah merahasiakan sesuatu kepadaku yang tidak disampaikan kepada manusia ! Hanya saja beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah memberitahukan kepadaku tentang empat perkara. Abu Thufail Radiyallahu anhu berkata: Apa empat perkara itu wahai Amirul Mukminin ? Beliau menjawab: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: (Artinya)

“Allah melaknat seorang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku kejahatan, dan Allah melaknat seorang yang mengubah tanda batas tanah.” (At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 7-8).

Hakikat Tasawuf

Bila kita telah mengetahui bahwasanya Tasawuf ini bukanlah ajaran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan bukan pula ilmu warisan dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, maka dari manakah ajaran Tasawuf ini?

Asy Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata:  Tatkala kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah.  Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan juga dalam sejarah para shahabatnya yang mulia, serta makhluk-makhluk pilihan Allah Ta’ala di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma, Hindu, ibadah Yahudi dan zuhud Buddha. (At Tashawwuf Al Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28). [1]

Asy Syaikh Abdurrahman Al Wakil rahimahullah berkata:  Sesungguhnya Tasawuf merupakan tipu daya syaithan yang paling tercela lagi hina, untuk menggiring hamba-hamba Allah Ta’ala di dalam memerangi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sesungguhnya ia (Tasawuf) merupakan topeng bagi Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan ia sebagai topeng bagi setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang benar ini. Periksalah ajarannya ! niscaya engkau akan mendapati padanya ajaran Brahma (Hindu), Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah, Aplatoniyyah, Ghanushiyyah, Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah. (Mtrong>

1. Al Hallaj seorang dedengkot sufi, berkata :  Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum. (Dinukil dari Firaq Mua’shirah, karya Dr. Ghalib bin Ali Iwaji, juz 2 hal.600).  Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :

Beberapa Bukti Kesesatan Ajaran Tasawuf

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Asy Syuura 26:11)

قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَانِي

“Berkatalah Musa : Wahai Rabbku nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu. Allah berfirman: Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku.” (yakni di dunia-pen)  ... (QS Al-Araaf 7:143).

2. Ibnu Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata: Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah! (Fushushul Hikam).[3] Betapa kufurnya kata-kata ini …, tidakkah orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini?!

3. Ibnu Arabi juga berkata : Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya, dan Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya. (Al Futuhat Al Makkiyyah).[4]

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat 51:56).

إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah  Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (QS Maryam 19: 93).

4. Jalaluddin Ar Rumi, seorang tokoh sufi yang kondang berkata : Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti, bagiku tempat ibadah sama … masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala. [5]

Padahal Allah Ta’ala berfirman :

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imran 3:85)

5. Pembagian ilmu menjadi Syari’at dan Hakikat, yang mana bila seseorang telah sampai pada tingkatan hakikat berarti ia telah mencapai martabat keyakinan yang tinggi kepada Allah Ta’ala, oleh karena itu gugurlah baginya segala kewajiban dan larangan dalam agama ini.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : Tidak diragukan lagi oleh ahlul ilmi dan iman bahwasanya perkataan tersebut termasuk sebesar-besar kekafiran dan yang paling berat. Ia lebih jahat dari perkataan Yahudi dan Nashrani, karena Yahudi dan Nashrani beriman dengan sebagian dari isi Al Kitab dan kafir dengan sebagiannya, sedangkan mereka adalah orang-orang kafir yang sesungguhnya (karena mereka berkeyakinan dengan sampainya kepada martabat hakikat, tidak lagi terkait dengan kewajiban dan larangan dalam agama ini, pen). (Majmu’ Fatawa, juz 11 hal. 401).

6. Dzikirnya orang-orang awam adalah La Illaha Illallah, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus / Allah, / Huu, dan / Aah saja.

Padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :

”Sebaik-baik dzikir adalah La Illaha Illallah.” (H.R.Tirmidzi, dari shahabat Jabir bin Abdullah Radiyallahu anhu,  dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami, no. 1104).[6]

Syaikhul Islam rahimahullah berkata : Dan barangsiapa yang beranggapan bahwa La Illaha Illallah dzikirnya orang awam, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah/Huu, maka ia seorang yang sesat dan menyesatkan. (Risalah Al Ubudiyah, hal. 117-118, dinukil dari Haqiqatut Tashawwuf, hal. 13)

7. Keyakinan bahwa orang-orang Sufi mempunyai ilmu Kasyaf (dapat menyingkap hal-hal yang tersembunyi) dan ilmu ghaib. Allah Ta’ala dustakan mereka dalam firman-Nya:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.” (QS An-Naml 27:65)

8. Keyakinan bahwa Allah Ta’ala menciptakan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dari nuur/cahaya-Nya, dan Allah Ta’ala ciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.  Padahal Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku …” (QS Al Kahfi 18:110).

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِن طِينٍ

“(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat.”  (QS Shaad 38:71)

Wallahu Alam bish Shawab

Hadits-hadits palsu atau lemah yang tersebar di kalangan umat

Hadits Abu Umamah

“Pakailah pakaian yang terbuat dari bulu domba, niscaya akan kalian rasakan manisnya keimanan di hati kalian.” (HR Al Baihaqi dlm Syuabul Iman).

Keterangan : Hadits ini palsu karena di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Muhammad bin Yunus Al Kadimy. Dia seorang pemalsu hadits, Al Imam Ibnu Hibban berkata : Dia telah memalsukan kira-kira lebih dari dua ribu hadits. (Lihat Silsilah Al Ahadits Adh Dhoifah Wal Maudhu’ah, no:90)

Footnote :

[1][2] Dinukil dari kitab Haqiqatut Tashawwuf karya Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, hal.7
[3][4][5] Dinukil dari kitab Ash Shufiyyah Fii Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 24-25.
[6] Lihat kitab Fiqhul Ad Iyati Wal Adzkar, karya Asy Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, hal.173.

 (Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 46/III/I2/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli “Hakekat Tasawuf dan Sufi”. Penulis Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc. Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)

 Sumber: http://abihumaid.wordpress.com/2008/

Comments (21)add comment

hendra thea said:

...
asssalamualaikum..
Semoga Allah Taala membukakan pintu hidayah buat kita semua....
Hemat saya Klo memang tidak tau tentang Ilmu Tasyawuf sebaiknya jangan dulu membuat stetmen sesat tapi sebaiknya tanyanyakan dulu kepada ahlinya yg mengerti dengan Tasyawuf orang yg berilmu bukannya semakin sombong tetapi semakin merendah dan mencari tahu kepada ahlinya ...
Jangan merasa Pintar karna Ilmu Allah itu tidak hanya sebatas logika dan akal pikiran tetapi harus di imani dengan keyakinan ...
Ilmu Allah dalam sedalam lautan tidak dapat di selami dengan akal....
jadi jangan tinggi hati.....klo tidak tau...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
 
January 30, 2012
Votes: +0

topan said:

...
klu ngaji di pesantren duluan jangan pesantren kilat ...
 
January 27, 2012
Votes: +0

topan said:

coment
klu belajar di pesantren betulan jangan pesantren kilat ....
 
January 27, 2012
Votes: +1

J.a.R said:

...
hadoh...sapa ne yang buawt artikel ngaco..tasawuf itu inti dari islam....
yah beginilah kalo orang masih belajar wudhu tapi uda bicara ttg Tuhan...

anda sekalian ibadah cuma takut neraka,,ngarep surga,,,y pantesan kalo masih berpikir tentang sapa yang salah sapa yg benar,,,setiap individu punya jalan menuju tuhannya...(mungkin bagi yg syariat menuju surga, takut neraka)...
yg beda ialah segala persepsi dan tujuan...ibadah tujuannya macam2...mulai dari takut dimarahi ortu/takut di hujat lingkungan/asal perintah dr Tuhan saja/memang ksadaran sendiri untuk selamat dunia akhirat/takut neraka/ngarep surga/rasa syukur/ "SESUATU YANG LEBIH DARI ITU"...tanyakan lah pada hati anda sendiri...

persepsi juga menuai perbedaan tentang ketuhanan ada yang mengangap ketuhanan itu dilangit yang tinggi, ada pula yg menganggpap sesuatu yang transendental atau bahkan menganggap "SESUATU YANG PALING DEKAT"...tergantung pikiran dan hati anda untuk meyakininya....

mungkin comment saya menuai kntroversi secara syariat...tapi saya memandang hal ini secara Hakikat

 
January 25, 2012
Votes: +1

fuad al-luthfi said:

tasawuf boleh aja
tasawuf syiah seperti syeh siti jenar(al halaj)
itu yg bertentangan.
inti tasawuf seperti kenikmatan ihsan.hubungan alloh dg hamba.bukan kta sama dg alloh.dg ada batasan,yaitu syariat,hakikat,tarekat,marifat.itu menunujukkan hamba. jika tidak berusaha mendapatkan itu,dan hanya menggunakan nafsu saja.itulah yang sesat.harus diluruskan,jika makin parah harus dihukum. ingat.tasawuf adalah bimbingan ruhani,intinya adalah kedekatan dg tuhan,bukan menyamakan dg tuhan.
 
January 22, 2012
Votes: +0

hasanudin said:

komentar moderat
smilies/smiley.gifsmilies/wink.gifsmilies/cheesy.gifsmilies/grin.gifsmilies/kiss.gif ha...ha.....ha.....gitu aja kok repot......lakum diinukum waliyadiin.......ngeten enggeh....ojo rumongso bener....ndelo'on asmaul husna Dia Allah Al Haq....IKILOH NEK AKU GONG LIWANGLIWUNG.....
 
December 08, 2011
Votes: +1

azazelmustdie said:

Goblok!!!
Jembus Wedhut!!
 
December 05, 2011
Votes: +0

Ali Hamidi said:

......
Bismillahirrahmaanirrahiim

Untuk Budi Tsamaniyah : Maaf... Hanya ISLAM lah Agama yang masuk Akal... itu yang membedakan dengan Agama2 Lain.

Allah Maha Besar... alam semesta aja Dia yang ciptakan...

Untuk saudara2 ku yang lain dan termasuk penulis...
Maaf juga...
Janganlah kita sampai saling menyalahkan... tetapi marilah sama2 menghormati pendapat sesama Saudara, dan kembalikanlah/serahkanlah semuanya kepada Allah, bukankah Muslim itu selalu berserah diri kepada Allah.
dan mintalah selalu kepada Allah petunjuk dan Hidayah-NYA.
Semoga kita semua selalu dalam Ridho dan Kasih sayang Allah Amiiin
 
November 20, 2011
Votes: +1

ibnu hajar said:

...
penulis hanya baca klo pingin tau isi rumah orang lain maka, masuk dan mengineplah barang satu hari, begitu pun anda klo ingin tau aliran2 taswuf masuklah dulu langsung dialog dengan para mursidnay, memang belakangan ini banyak yang menyalagunakan tasawuf tp tidak bisa anda cap tasawufnya, bertobatlah
 
November 19, 2011
Votes: +0

rispria said:

rispria
assalamu'alaikum wr wb

bukankah islam itu sudah sempurna,.....cukuplah al'quran dan al'hadits (yang shahih tentunya) yang menjadi tuntunan kita (ingat! tidak ada jalan selain itu, kalau ada tentu allah SWT sudah menyiapkan agama cadangannya). Bukan yang konon-konon dan katanya-katanya. Marilah kita periksa dan koreksi kembali apa-apa yang telah kita kerjakan dengan hati yang jernih, Tidak masalah kita mengikuti paham sebagian atau salah satu hamba Allah (yaitu para imam, para wali atau para guru....sebab kitapun bisa menjadi salah satu dari mereka) asalkan tidak bertentangan dengan 2 diatas. Panutan dan ajaran yang wajib kita ikuti sudah jelas yaitu Nabi Muhammad SAW, ini yang harus jadi rujukan utamanya (itu karena kita tidak bisa menjadi seperti beliau).

Kita harusnya memahami, yang lain hanyalah sekedar referensi atas keilmuanya yang menghantarkan kita untuk lebih memahami agama ini, sehingga kita selalu berada dalam hidayah'Nya. Allah membekali kita dengan akal dan pikiran (untuk terus belajar dan belajar) yang dengannya kita bisa membedakan mana yang hak dan mana yang bathil (ingat! selain Al'quran dan Al'hadits tidak bisa dijadikan sandaran), sehingga kita tidak terjerumus dalam kehinaan, dan kitapun tidak dibenarkan absolut fanatik terhadap salah satu paham yang mengklaim paling benar,paling zuhud dll. Ingat! dalam islam hanya ada satu golongan yang benar,..... yaitu golongan yang memegang teguh kitabullah dan sunnah Rasulullah. Jangan "NEKO-NEKO", jangan "TELAN HABIS" riwayat selain nabi yang masih "KATANYA atau KONON" (yang tidak ada keterangannya dalam al'quran dan hadits), Agama ini sangat sederhana dan sangat sempurna,tdk perlu ditambah atau dikurangi.

Kita seharusnya berhati-hati dalam menjadikan panutan lain selain Rasulullah SAW, banyak diantara kita yang mengerjakan sesuatu, seperti menceritakan kehebatan seseorang atau memuji muji seseorang seperti riwayat-riwayat selain nabi SAW, dan bahkan kita mengerjakan amalan-amalan yang bersandar pada keterangan mereka, seolah-olah ada yang lebih utama dari Nabi SAW.
Sekali lagi marilah kita terus belajar,belajar dan belajar dan membuka hati kita selebar-lebarnya tanpa perlu mencerca dan mencaci...... Jadikan setiap forum diskusi untuk menambah wawasan kita tentang kebenaran yang hakiki, sehingga hidup kita diridhoi oleh SANG ILAHI,....wassalam.
 
November 19, 2011
Votes: +1

abdillah Syukur said:

menanggapi
Bismillahirrahmannirrahim.

Membaca artikel ini saya justru tersenyum dan merasa iba kepada penulis. semoga Alloh memberikan petunjuk kepada kita semua, Amien.

Banyak fitnah yang tertulis di artikel ini, mungkin beliau menulis tentang tassawuf berdasarkan pengalaman dari membaca buku dan text saja.

salah satu fitnah itu :
"Sumber yang berasal dari mimpi orang yang dianggap wali sudah cukup bagi mereka untuk diamalkan sehingga amalan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dzikir, doa, shalat Tahajjud, dsb justru terlupakan"

Anda tahu dari mana amalan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dzikir, doa, shalat Tahajjud, dsb justru terlupakan oleh kaum tassawuf. Boleh jadi amalan orang - orang tassawuf lebih baik dari pada anda. Anda jika ingin menilai orang - orang tassawuf coba deh ikuti dia 1x24 jam lihatlah amalan - amalan sunnah mereka, Tentu anda akan segera bertobat telah berkata fitnah.

Saya ingat pesan guru saya:

"Kamu melihat orang lain buruk, tapi belum tentu kamu lebih baik dari orang yang kamu sangka buruk tersebut"


Hati - hatilah dengan setiap kata terucap, jika tidak hati - hati bisa celaka, boleh jadi niat anda baik tetapi jika perkataan kita tidak bersumber dari hati yang bersih tentu yang keluar bisa jadi hasil dari hawa nafsu.

semoga kita bisa saling menghargai, biarlah Alloh yang Hak menghakimi kita bukan manusia yang menghakimi manusia lainya, Kita sendiri penuh dosa buat apa untungnya mencari - cari kesalahan orang lain yang belum tentu salah dimata Alloh
Wallohuallam bissowab,
 
September 27, 2011
Votes: +3

kiwi said:

...
ga sadar yaa....kalo gak ada wali2 ..islam gak akan menyebar di indonesia...belajar tuh mata kepala...mata akal..dan mata bathin...
 
July 30, 2011
Votes: +1

kangarul said:

Sunatullah: Islam akan terpecah...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu,

Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, 1 golongan (langsung) masuk syurga sisanya (mampir dulu) ke neraka.

Dari Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Umat sebelummu dari ahli kitab terpecah menjadi 72 millah (aliran). Dan agama ini (Islam) terpecah menjadi 73. 72 diantaranya di neraka dan satu di surga. Yaitu Al-Jamaah. (HR. Abu Daud)

Yuk kita cari golongan yang satu itu (firqatun najiyah/golongan yang selamat)!!!
 
July 29, 2011
Votes: +1

kangarul said:

Sunatullah: Islam akan terpecah...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu,

Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, 1 golongan (langsung) masuk syurga sisanya (mampir dulu) ke neraka.

Dari Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Umat sebelummu dari ahli kitab terpecah menjadi 72 millah (aliran). Dan agama ini (Islam) terpecah menjadi 73. 72 diantaranya di neraka dan satu di surga. Yaitu Al-Jamaah. (HR. Abu Daud)

Yuk kita cari golongan yang satu itu (firqatun najiyah/golongan yang selamat)!!!
 
July 29, 2011
Votes: +0

Budi Tsamaniyah Junudallah said:

ISLAM ITU TIDAK MASUK AKAL....Tetapi disitulah Ketinggian Ilmu Islam.. ALLAHu AKBAR
Perbedaan dalam syari'at adalah berkah tetapi perbedaan dalam tauhid adalah bencana, tasawwuf adalah salah satuilmu islam yang membahas tentang qalbi atau hati jadi tidak bisa dibahas dengan tauhid ataupun ilmu fiqh...belajarlah lebih mendalam..carilah guru yang benar Al-Kahfi ayat 16...islam tidak bisa dibahas dengan akal karena islam datangnya juga tidak masuk akal..contohnya isra' mi'raj nabi dan nabi muhammad membelah bulan dan lain sebagainya juga nabi ibrahim yang disuruh memotong anaknya...itu semua kan tidak masuk akal...betul kan...itulah Islam ..dan disitulah letak ketinggiannya...INGAT ALLAH ITU MAHA TINGGI jadi ilmu yang dipelajari ahrus tingiii
 
July 29, 2011
Votes: +1

saya said:

ribet
riiibuuuuttt aja nih...ada yang bilang...nabi tuh g pernah mencontohkan jalan di air, terbang & hal2 ajaib lainya sebagai karamah para waliyullah tapi apa g tau nya...rasul g jalan di air bahkan terbang ke sidratul muntaha...bahkan dalam 1 hari...rasul pernah mengeluarkan susu dari jari2nya, rasul pernah memberitahukan pada para sahabat tentang masa depan, rasul mengetahui bahwa ananda beliau siti fatimahlah yang pertama kali akan menyusul kelak setelah rasul wafat...dan banyak lainnya...jadi kalau Allah berkata KUN...FAYAKUN...ya g ada yang mustahil...semua keajaiban dari para wali adalah karamah & berarti semua seijin ALLAH...
buat sadaraku di salafi....kata siapa mereka para waliyullah karena sudah mencapai tingkat yang tertinggi dalam kedekatan dengan Allah maka tidak perlu syariat lagi ??? itu bagi orang2 yang sesat...buktinya Syekh Abd Qadir Jaelani membantah saat dibujuk syaitan untuk tidak perlu lagi melakukan shalat saat beliau mencapai tingkat tertinggi sebagai wali Qtub...yah namanya oknum tetap ada....mau di tasawuf kek di salafi kek dll....jadi uruslah iman kalian masing2...jangan mencerca...merasa paling benar...dll...iman malik "siapa yang berfiqih tanpa tasawuf adalah fasik & siapa yang bertasawuf tanpa fiqih adalah zindiq" jadi tasawuf & fiqih/syariat itu harus bersamaan...g ada tuh tasawuf & syariat jalan sendiri2...ngawur....smilies/wink.gif
 
June 15, 2011
Votes: +5

wongsasak said:

...
assalamu'alaikum

“Tak kenal maka tak sayang“, mungkin pepatah ini pantas ditujukan kepada para penentang tasawuf. Mereka menentang dengan gigih tasawuf karena belum mengenal, mengetahui, memahami bagaimana ajaran tasawuf sesungguhnya. Namun begitu mereka mengetahui maksudnya mereka pasti akan mengikuti dan mengamalkannya. Demikianlah yang terjadi pada para penentang tasawuf, seperti al-Izz ibn Abd Salam. Konon dahulu ia pernah mengatakan ketika ia masih mengingkari komunitas sufi, “Apakah ada jalan lain yang kita punyai selain al-Qur’an dan al-Hadits.” Namun Tuhan menuliskan takdir lain baginya. Ketika berkecamuk peperangan melawan orang-orang eropa di wilayah Manshurah dekat teluk Dimyat, para ulama berkumpul. Saat itu Syaikh Izz al-Din bin Abdul al-Salam, Syaikh Makin al-Din al-Asmar, Syaikh Taqi al-Din bin Daqiq al-Id dan kawan-kawannya membuat satu majelis. Di majelis itu terjadi diskusi yang cukup menarik mengenai kitab al-Risalah al-Qusyairiyah karya al-Qusyairi. masing-masing memberikan komentarnya tentang materi yang terdapat di kitab itu. ketika sedang seru-serunya acara diskusi berlangsung, datanglah syaikh Abu al-Hasan al-Syadzily.

Melihat kedatangan al-Syadzily, mereka memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan itu untuk bertanya kepada al-Syadzily. Salah satu dari mereka berkata, “Kami ingin mendengar dari anda mengenai maksud yang dikandung dari beberapa bagian dalam kitab ini.” al-Syadzily kaget mendengar permintaan itu. Merasa tidak pantas menjawab, al-Syadzily berkata, “Anda semua adalah orang-orang yang mendapat julukan Syaikh al-Islam dan para pembesar ulama zaman ini. Anda semua telah memberikan semua komentar anda, sungguh sudah tidak ada lagi bagi orang seperti ruang untuk mengomentarinya.”

Mereka tetap mendesak al-Syadzily untuk memenuhi permintaan mereka itu. Mereka berkata, “Tidak begitu, justru kami tetap ingin mendengar komentar anda. Silakan berikan komentar anda.” Didesak begitu, al-Syadzily dengan memuji kepada Allah swt, memulai komentarnya. Di sela-sela al-Syadzily memberikan komentarnya, tiba-tiba syaikh Izz al-Din bin Abdul al-Salam menjerit dari dalam kemah dan kemudian keluar memanggil-manggil dengan suara yang keras, “Kemarilah! Kemarilah! Dengarkan semua apa yang dikatakan al-Syadzily. Ini adalah suatu perkataan yang begitu dekat dengan Allah.“

“Semoga Allah swt menjadikan anda dan kami sebagai golongan orang-orang yang membenarkan wali Allah swt, dan meyakini karamah-karamah atas anugerah dan karunia-Nya.” Demikianlah doa Ibn Arabi dalam korespondensinya dengan Fakhr al-Din al-Razy, penulis tafsir Mafatih al-Ghayb.smilies/smiley.gif
 
May 07, 2011
Votes: +3

Rita said:

...
Tulisannya bagus tapi isinya tidak lengkap. Tolong dilengkapi dengan sufi yang lain seperti Syaikh Muhammad Baqir ra, Syaikh Ja'far Shodiq ra., Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani QS., dan para sufi di jawa seperti Syaikh Ahmad Khotib Syambas Ibnu Abdul Ghofar ra., Syaikh Nawawi Al-Bantani, dan wali songo yang telah mengislamkan penduduk Jawa termasuk kita.
 
November 11, 2010
Votes: +1

lilis said:

...
shufi bermain dengan syariat, merasa paling dekat dengan Alloh
 
September 14, 2010
Votes: +0

saya1 said:

September 13, 2010
Votes: +0

saya->admin said:

-
wah cuplikan dari Yayasan As Salafy ngaco nih semua pihak disalahkan dia yang paling bener, kalau gak ngerti tasawuf : 1.000 tahun kejayaan khilafah islam, selalu para khalifahnya didampingi para sufi yakni para penjaga syariah, salafy itu seperti neo syafii yang sangat teks book dan selalu menyalahkan pihak lain.
 
August 23, 2010
Votes: +0

Write comment

busy