larger smaller reset

Paham Sesat Tasawuf

tarian-darwis1

A Nizami 

1. Kata Tasawuf sekali pun tidak pernah disebut di dalam Al Qur’an dan Hadits yang sahih. Bukankah jika Tasawuf itu begitu penting dalam Islam tentu Allah dan Rasulnya akan memerintahkan manusia untuk belajarTasawuf? Tidak mungkin Nabi yang bersifat Balligh”(menyampaikan) menyembunyikan perintah Allah bukan?  Sebaliknya Nabi berkata bahwa setiap hal yang baru/diada-adakan (di bidang agama) adalah bid’ah dan
sesat:

“Sesungguhnya perkataan yang paling baik adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru dan setiap bid’ah adalah tersesat” ( H.R Muslim ).

Allah mengatakan agama Islam sudah sempurna. Jadi tak perlu lagi ditambah bid’ah seperti Tasawuf:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS Al-Maa-idah 5:3]

2. Tasawuf tidak jelas artinya. Ada yang menyebut dari shuffah, bulu domba, shof terdepan, bahkan dari kata Yunani: Theo Sophos. Bagaimana mungkin orang mempelajari sesuatu yang tidak jelas sebagai ajaran dari Islam yang penting?

3. Jika sumber agama Islam adalah Al Qur’an dan Hadits yang sahih (yang dloif/maudlu ditolak):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [QS An Nisaa 4:59]

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR Ibnu ‘Abdilbarri)

Maka sumber Tasawuf bisa dari mana saja. Istilah Abdurrahman Abdul Khaliq yang mereka jadikan sumbernya adalah bisikan yang dida`wahkan datang kepda para wali dan kasyf (terbukanya takbir hingga mereka tahu yang ghaib) yang mereka da`wahkan, dan tempat-tempat tidur (mimpi-mimpi), perjumpaan dengan orang-orang mati yang dulu-dulu, dan (mengaku berjumpa) dengan Nabi Khidir a.s, bahkan dengan melihat Lauh Mahfudh, dan mengambil (berita) dari jin yang mereka namakan para badan halus (Rohaniyyin). Banyak sekali ajaran Tasawuf yang memakai cerita-cerita yang tidak jelas sahih/dlaifnya serta dari mimpi-mimpi orang yang mereka anggap wali. Belajar Tasawuf bisa membuat kita lupa dari mempelajari Al Qur’an dan Hadits yang justru merupakan sumber ajaran Islam yang asli.

4. Adapun sumber pengambilan syari`ah bagi ahli Islam adalah Al Kitab (Al Qur`an), As-Sunnah (Al Hadits), Ijma` (kesepakatan para ulama terdahulu mengenai awal Islam), dan Qiyas (perbandingan, yaitu pengambilan hukum dengan membandingkan kepada hukum yang sudah ada ketegasannya dari Nash/text Al Qur`an atau Al Hadits, dengan syarat kasusnya sama, misalnya beras bisa untuk zakat fitrah karena diqiyaskan dengan gandum yang udah ada nash haditsnya). Sedangkan bagi orang-orang tasawuf, perbuatan syariat mereka didirikan diatas mimpi-mimpi (tidur), khidhir, jin, orang-orang mati, syaikh-syaikh, semua mereka itu dijadikan pembuat syariat. Oleh karena itu, jalan-jalan dan cara-cara pembuatan syariat tasawuf itu bermacam-macam. Sampai-sampai mereka mengatakan jalan-jalan menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala itu sebanyak bilangan nafas makhluk-makhluk. Maka tiap-tiap syaikh memiliki tarekat dan manhaj/jalan untuk pendidikan dan dzikir khusus. Jika dalam Islam sumber dzikir dan do’a berasal dari Al-Qur’an dan Hadits, maka dalam Tasawuf berdasarkan ajaran para syekhnya (yang mungkin berasal dari mimpi mereka)

5. Islam itu adalah agama yang Muhaddad/jelas (ditegaskan batasan ketentuan) aqidahnya, ibadahnya, dan syari`atnya. Dalam Islam dijelaskan apa itu rukun Iman, rukun Islam, cara shalat, puasa, dzikir, doa berdasarkan Al Qur’an dan Hadits yang sahih. Selama ada sumber Al-Qur’an dan Hadits diterima, jika tidak ada ditolak.

6. Sedangkan tasawuf itu agama yang tidak ada batasannya, tidak ada pengertian (yang ditentukan secara pasti) dalam aqidah ataupun syari`at-syari`atnya. Sumber yang berasal dari mimpi orang yang dianggap wali sudah cukup bagi mereka untuk diamalkan sehingga amalan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dzikir, doa, shalat Tahajjud, dsb justru terlupakan.  Karena ketidak-jelasan sumber dan syari’ah Tasawuf, maka orang-orang kafir memakai Tasawuf terutama untuk menghilangkan ajaran jihad dari ummat Islam. Contohnya ada di www.libforall.org di mana para pendeta bekerjasama dengan para sufi berusaha menghilangkan jihad dari ummat Islam lewat Tasawuf.

7. Paham Tasawuf seperti Wihdatul Wujud (bersatunya manusia dengan Allah) itu menyesatkan. Al Hallaj mengaku sebagai Allah. Ana al Haq (Akulah Allah) begitu katanya. Demikian pula tokoh sufi lain seperti Syekh Siti Jenar yang mengaku sebagai Allah. Terakhir Ahmad Dhani, Dewa, dalam lagunya Satu”berkata Aku ini adalah diriMu (Allah).” Mungkin orang sufi berpendapat itu karena teramat dekatnya mereka dengan Allah sehingga sampai mengaku sebagai Allah. Padahal Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang merupakan manusia sempurna dan paling dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah sekalipun mengaku sebagai Allah. Bukankah Nabi dan ummat Islam selalu berkata “Iyyaka na’budu” (kepadaMu kami menyembah)? Itulah salah satu arogansi sufi. Mengaku Tuhan seperti Fir’aun. Al Hallaj dan Syekh Siti Jenar
difatwa sesat dan dihukum mati oleh para ulama.

8. Sufi Abu Yazid al-Bustami (meninggal diBistam, Iran,261 H/874 M.) Dia adalah pendiri tarekat Naqsyabandiyah. Mengaku berguru pada Imam Ja’far padahal dia baru lahir 40 tahun setelah Imam Ja’far meninggal dunia. Pada suatu waktu dalam pengembaraannya, setelah shalat Subuh Yazid Al-Bustami berkata kepada orang-orang yang mengikutinya, ”Innii ana Allah laa ilaaha illaa ana fa`budnii (Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tiada Tuhan melainkan aku, maka sembahlah aku). ” Mendengar kata-kata itu, orang-orang yang menyertainya mengatakan bahwa al-Bustami telah gila.  Menurut pandangan para sufi, ketika mengucapkan kata-kata itu, al-Bustami sedang berada dalam keadaan ittihad, suatu maqam (tingkatan) tertinggi dalam paham tasawuf.

9. Al-Bustami juga pernah mengucapkan kata-kata, ”Subhani, subhani, ma a`dhama sya`ni (mahasuci aku, mahasuci aku, alangkah maha agungnya aku).” Nah jika Nabi  mengajarkan dzikir “Subhanallahu  (Maha Suci Allah), maka syekh Tasawuf mengajarkan dzikir” Subhani” (Maha Suci aku). Ini jelas kesombongan yang besar yang dibenci Allah:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan  janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [QS Luqman 31:18]

Al-Bustami juga berkata, ”Laisa fi al-jubbah illa Allah (tidak ada didalam jubah ini kecuali Allah).”

10. Paham Tasawuf, kasyf (tersingkapnya hijab, hingga seorang sufi bisa mengetahui hal ghaib), juga bertentangan dengan ayat Al Qur’an. Padahal Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri tidak mengetahui yang ghaib, bahkan jelas-jelas menegaskan bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak tahu apa yang diperbuat Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri esok (lihat dalam Bab Aqidah). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah ! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara yang ghaib dilangit dan di bumi kecuali Allah .” (QS An-Naml 27:65)

Ada sebagian delegasi yang datang ke Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, mereka menganggap bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam termasuk orang yang mengaku bisa melihat yang ghaib, maka mereka menyembunyikan sesuatu didalam (genggaman) tangan mereka untuk beliau. Dan mereka berkata kepada beliau,” Kabarkanlah kepada kami, apa dia (yang ada dalam gemgaman kami ini) ? Lalu beliau menjawab kepada mereka dalam keadaan berteriak, “Aku bukan seorang dukun.

“Sesungguhnya dukun dan perdukunan serta dukun-dukun itu didalam neraka.” (Diriwayatkan Abu Daud: 286 ).

11. Diantaranya sufi ada yang menganggap bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak sampai pada derajat dan keadaan mereka (orang-orang sufi). Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (dianggap) jahil (bodoh) terhadap ilmu tokoh-tokoh tasawuf seperti perkataan Busthami,” Kami telah masuk lautan, sedang para nabi berdiri ditepinya.” Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, pengarang kitab Ila At-Tashawwuf ya`Ibadallaah menisbatkan perkataan tersebut kepada At-Tijani (pendiri tarekat At-Tijaniyah).

12. Diantara orang-orang sufi ada yang mempercayai bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu adalah kubah alam, dan dia itulah dan dia itulah Allah yang bersemayam diatas arsy; sedangkan langit-langit, bumi, arsy, kursi, dan semua alam itu dijadikan dari nurnya (Nur Muhammad), dialah awal kejadian, yaitu yang bersemayam diatas Arsy Allah Subhanahu wa Ta'ala. Inilah aqidah Ibnu Arabi dan orang-orang yang datang setelahnya/pengikutnya. Para sufi ini mengangkat derajad Nabi sedemikian tinggi sehingga seolah-olah sama kedudukannya dengan Yesus (Anak Allah) dengan Tuhan Bapak menurut kepercayaan agama Kristen. Padahal Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku” (QS Al Kahfi 18:110).

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِن طِينٍ

(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat. (QS Shaad 38:71)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

”Barang siapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pemurah (Al Qur`an), kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), dan syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS Az-Zukhruf 43:36)

Pengajaran Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah pengajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya, yakni AlQur`an.  Barang siapa tidak beriman kepada Al Qur`an, tidak membenarkan beritanya, dan tidak meyakini kewajiban perintahnya, berarti dia telah berpaling dari Al Qur`an, kemudian syetan datang menjadi teman setia baginya.

13. Sufi juga mengecam orang yang menyembah Allah karena menginginkan surga dan takut neraka. Menurut mereka hanya boleh menyembah Allah karena cinta kepada Allah. Oleh karena itu seorang sufi, Rabiatul ‘Adawiyah berkata, “Ya Allah jika aku menyembahMu karena ingin surga, maka tutup pintu surga bagiku. Jika aku menyembahMu karena takut neraka, maka buka pintu neraka untukku” Itu adalah sifat sombong dan riya. Dalam Islam kita diajarkan untuk mencintai Allah dan Rasulnya di atas yang lain termasuk diri kita sendiri. Meski demikian kita juga diperintahkan untuk  berharap akan surga dan takut api neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواقُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُعَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْوَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS  At Tahrim 66:6]

Do’a yang terbaik justru bertentangan dengan para sufi tersebut: Dan di antara mereka ada orang yang bendoa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [QS Al-Baqarah 2:201]

14. Banyak orang berusaha mengkoreksi kesesatan Tasawuf termasuk Imam Al Ghazali dalam bukunya Ihya’‘Uluumuddiin. Toh Imam Al Ghazali terperosok juga karena menggunakan contoh di luar Al Qur’an dan Hadits. Misalkan dalam rangka hidup sederhana memberi contoh sufi yang kelewat zuhud sehingga memakai baju bulu yang kotor dan berkutu. Padahal Nabi mengatakan kebersihan sebagian dari iman. Begitu pula kisah orang yang hanya beribadah saja sehingga tidak mampu memberi nafkah keluarganya. Untuk makan dia berkeliling ke rumah temannya. Yang punya 7 teman maka dalam 7 hari kembali lagi ke teman pertama yang dia tumpangi. Ada pula yang sebulan baru ketemu dengan teman pertama yang dia tumpangi dan ada pula yang setahun. Padahal Nabi memberi sunnah untuk berusaha dan tidak menyusahkan orang. Tangan di atas (memberi) lebih baik dari tangan di bawah. Begitu kata Nabi. Buya Hamka yang menulis buku Tasawuf modern juga menggambarkan wali Sufi begitu sakti hingga bisa mengangkat kapal yang tenggelam di laut dari jauh! Padahal Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saja ketika perang Uhud sampai berdarah mulutnya. Ini timbul kesan orang belajar Tasawuf untuk dapat kesaktian/karamah.

15. Sesungguhnya dalam Al Qur’an dan Hadits kita menemukan pedoman bagaimana berakhlaq yang bagus, sederhana tidak boros, menjauhi ghibah atau buruk sangka, amar ma’ruf nahi munkar, jihad, cara beribadah/mendekatkan diri kepada Allah, dan sebagainya. Dalam Tasawuf meski ada namun sering berlebihan. Sebagai contoh dulu Tasawuf mengajarkan hidup sederhana sehingga mereka hidup seperti gembel/pengemis. Sekarang Tasawuf modern diajarkan dihotel-hotel yang mewah yang jauh dari contoh hidup sederhana yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

16. Perkataan Imam Ahmad tentang keharusan menjauhi orang-orang tertentu yang berada dalam lingkaran tasawuf, banyak dikutip orang.  Diantaranya ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa tentang perkataan Al-Harits Al Muhasibi (tokoh sufi, meninggal 857 M.). Lalu Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku nasihatkan kepadamu, janganlah duduk bersama mereka.” (duduk dalam majlis Al-Harits Al-Muhasibi) Ibnul Jauzi, Talbis Iblis.

17. Imam Syafi`i berkata, “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum Dhuhur ia menjadi orang yang dungu.” Imam Syafi`i juga pernah berkata. ”Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya

18. Ada yang menulis Imam Maliki mendukung Tasawuf, tapi itu tidak benar. Selain zaman Imam Maliki Tasawuf belum dikenal juga Imam Maliki tidak pernah menulis satu buku pun tentang Tasawuf atau mengajarkannya. Padahal beliau adalah salah satu dari Imam Madzhab yang punya banyak murid dan pengikut.

media-dakwah.

ASAL MUASAL TASAWUF

tasawuf2
Suhana Hana

Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran pertama bagi Tasawuf  dan Sufi. Yang mana (di masa tabi’in) sebagian dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara’ terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan Sufi, sebagai nisbat kepada Shuuf.

Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Ssalam, karena nisbat kepadanya dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah Ta’ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi, bukan pula nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah Shafawi dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab), walaupun secara lafazh bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.

Para ulama Bashrah yang mendapati masa kemunculan mereka, tidaklah tinggal diam. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh – Al Ashbahani rahimahullah dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin rahimahullah bahwasanya telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba, maka beliau pun berkata: Sesungguhnya ada orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba dengan alasan untuk meneladani Al Masih bin Maryam ! Maka sesungguhnya petunjuk Nabi kita lebih kita cintai (dari/dibanding petunjuk Al-Masih), beliau Shallallahu alaihi wassalam biasa mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun dan yang selainnya. (Diringkas dari Majmu  Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Juz 11, hal. 6,16 ).

Siapakah Peletak/Pendiri Tasawuf ?

Ibnu Ajibah seorang Sufi Fathimi, mengklaim bahwasanya peletak Tasawuf adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri. Yang mana beliau –menurut Ibnu Ajibah – mendapatkannya dari Allah Ta’ala melalui wahyu dan ilham. Kemudian Ibnu Ajibah berbicara panjang lebar tentang permasalahan tersebut dengan disertai bumbu-bumbu keanehan dan kedustaan. Ia berkata: Jibril pertama kali turun kepada Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan membawa ilmu syariat, dan ketika ilmu itu telah mantap, maka turunlah ia untuk kedua kalinya dengan membawa ilmu hakikat. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun mengajarkan ilmu hakikat ini pada orang-orang khususnya saja. Dan yang pertama kali menyampaikan Tasawuf adalah Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, kemudian Al Hasan Al Bashri rahimahullah menimba darinya. (Iqazhul Himam Fi Syarhil Hikam, hal.5 dinukil dari At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyah, hal. 8).

Asy Syaikh Muhammad Aman Al Jami rahimahullah berkata:  Perkataan Ibnu Ajibah ini merupakan tuduhan keji lagi lancang terhadap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ia menuduh dengan kedustaan bahwa beliau menyembunyikan kebenaran.  Dan tidaklah seseorang menuduh Nabi dengan tuduhan tersebut, kecuali seorang zindiq yang keluar dari Islam dan berusaha untuk memalingkan manusia dari Islam jika ia mampu, karena Allah Ta’ala telah perintahkan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk menyampaikan kebenaran tersebut dalam firman-Nya: (artinya):

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ

“Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu oleh Rabbmu, dan jika engkau tidak melakukannya, maka (pada hakikatnya) engkau tidak menyampaikan risalah-Nya.” (QS Al-Maidah 5:67)

Beliau juga berkata: Adapun pengkhC sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail Amir bin Watsilah Radiyallahu anhu ia berkata: Suatu saat aku pernah berada di sisi Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, maka datanglah seorang laki-laki serayususan Ahlul Bait dengan sesuatu dari ilmu dan agama, maka ini merupakan pemikiran yang diwarisi oleh orang-orang Sufi dari pemimpin-pemimpin mereka (Syi’ah). Dan benar-benar Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu sendiri yang membantahnya* berkata: Apa yang pernah dirahasiakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepadamu? Maka Ali pun marah lalu mengatakan: Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam belum pernah merahasiakan sesuatu kepadaku yang tidak disampaikan kepada manusia ! Hanya saja beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah memberitahukan kepadaku tentang empat perkara. Abu Thufail Radiyallahu anhu berkata: Apa empat perkara itu wahai Amirul Mukminin ? Beliau menjawab: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: (Artinya)

“Allah melaknat seorang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku kejahatan, dan Allah melaknat seorang yang mengubah tanda batas tanah.” (At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 7-8).

Hakikat Tasawuf

Bila kita telah mengetahui bahwasanya Tasawuf ini bukanlah ajaran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan bukan pula ilmu warisan dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, maka dari manakah ajaran Tasawuf ini?

Asy Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata:  Tatkala kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah.  Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan juga dalam sejarah para shahabatnya yang mulia, serta makhluk-makhluk pilihan Allah Ta’ala di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma, Hindu, ibadah Yahudi dan zuhud Buddha. (At Tashawwuf Al Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28). [1]

Asy Syaikh Abdurrahman Al Wakil rahimahullah berkata:  Sesungguhnya Tasawuf merupakan tipu daya syaithan yang paling tercela lagi hina, untuk menggiring hamba-hamba Allah Ta’ala di dalam memerangi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sesungguhnya ia (Tasawuf) merupakan topeng bagi Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan ia sebagai topeng bagi setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang benar ini. Periksalah ajarannya ! niscaya engkau akan mendapati padanya ajaran Brahma (Hindu), Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah, Aplatoniyyah, Ghanushiyyah, Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah. (Mtrong>

1. Al Hallaj seorang dedengkot sufi, berkata :  Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum. (Dinukil dari Firaq Mua’shirah, karya Dr. Ghalib bin Ali Iwaji, juz 2 hal.600).  Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :

Beberapa Bukti Kesesatan Ajaran Tasawuf

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Asy Syuura 26:11)

قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَانِي

“Berkatalah Musa : Wahai Rabbku nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu. Allah berfirman: Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku.” (yakni di dunia-pen)  ... (QS Al-Araaf 7:143).

2. Ibnu Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata: Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah! (Fushushul Hikam).[3] Betapa kufurnya kata-kata ini …, tidakkah orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini?!

3. Ibnu Arabi juga berkata : Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya, dan Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya. (Al Futuhat Al Makkiyyah).[4]

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat 51:56).

إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah  Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (QS Maryam 19: 93).

4. Jalaluddin Ar Rumi, seorang tokoh sufi yang kondang berkata : Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti, bagiku tempat ibadah sama … masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala. [5]

Padahal Allah Ta’ala berfirman :

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imran 3:85)

5. Pembagian ilmu menjadi Syari’at dan Hakikat, yang mana bila seseorang telah sampai pada tingkatan hakikat berarti ia telah mencapai martabat keyakinan yang tinggi kepada Allah Ta’ala, oleh karena itu gugurlah baginya segala kewajiban dan larangan dalam agama ini.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : Tidak diragukan lagi oleh ahlul ilmi dan iman bahwasanya perkataan tersebut termasuk sebesar-besar kekafiran dan yang paling berat. Ia lebih jahat dari perkataan Yahudi dan Nashrani, karena Yahudi dan Nashrani beriman dengan sebagian dari isi Al Kitab dan kafir dengan sebagiannya, sedangkan mereka adalah orang-orang kafir yang sesungguhnya (karena mereka berkeyakinan dengan sampainya kepada martabat hakikat, tidak lagi terkait dengan kewajiban dan larangan dalam agama ini, pen). (Majmu’ Fatawa, juz 11 hal. 401).

6. Dzikirnya orang-orang awam adalah La Illaha Illallah, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus / Allah, / Huu, dan / Aah saja.

Padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :

”Sebaik-baik dzikir adalah La Illaha Illallah.” (H.R.Tirmidzi, dari shahabat Jabir bin Abdullah Radiyallahu anhu,  dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami, no. 1104).[6]

Syaikhul Islam rahimahullah berkata : Dan barangsiapa yang beranggapan bahwa La Illaha Illallah dzikirnya orang awam, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah/Huu, maka ia seorang yang sesat dan menyesatkan. (Risalah Al Ubudiyah, hal. 117-118, dinukil dari Haqiqatut Tashawwuf, hal. 13)

7. Keyakinan bahwa orang-orang Sufi mempunyai ilmu Kasyaf (dapat menyingkap hal-hal yang tersembunyi) dan ilmu ghaib. Allah Ta’ala dustakan mereka dalam firman-Nya:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.” (QS An-Naml 27:65)

8. Keyakinan bahwa Allah Ta’ala menciptakan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dari nuur/cahaya-Nya, dan Allah Ta’ala ciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.  Padahal Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku …” (QS Al Kahfi 18:110).

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِن طِينٍ

“(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat.”  (QS Shaad 38:71)

Wallahu Alam bish Shawab

Hadits-hadits palsu atau lemah yang tersebar di kalangan umat

Hadits Abu Umamah

“Pakailah pakaian yang terbuat dari bulu domba, niscaya akan kalian rasakan manisnya keimanan di hati kalian.” (HR Al Baihaqi dlm Syuabul Iman).

Keterangan : Hadits ini palsu karena di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Muhammad bin Yunus Al Kadimy. Dia seorang pemalsu hadits, Al Imam Ibnu Hibban berkata : Dia telah memalsukan kira-kira lebih dari dua ribu hadits. (Lihat Silsilah Al Ahadits Adh Dhoifah Wal Maudhu’ah, no:90)

Footnote :

[1][2] Dinukil dari kitab Haqiqatut Tashawwuf karya Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, hal.7
[3][4][5] Dinukil dari kitab Ash Shufiyyah Fii Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 24-25.
[6] Lihat kitab Fiqhul Ad Iyati Wal Adzkar, karya Asy Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, hal.173.

 (Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 46/III/I2/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli “Hakekat Tasawuf dan Sufi”. Penulis Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc. Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)

 Sumber: http://abihumaid.wordpress.com/2008/

Share/Save/Bookmark
Dibaca :51648 kali  

Komentar-Komentar  

Quote
 
+1
nyuwun pangapunten duh Gusti kangge umat panjenengan inkang kebliger "orang yg seneng dzikir dianggap Kafif" hadddeeeggghhh. ...
Quote
 
+1
Menurut hikmat kami tasawuf/sufi itu tidak sesat, karena ajaran yang dijalankan oleh para pelaku adalah :

* TIDAK MELAKUKAN SEGALA BENTUK KEJAHATAN
* SENANTIASA MEMPERBANYAK KEBAJIKAN
* MENSUCIKAN HATI DAN PIKIRAN (BATHIN)

Kalau mereka bertujuan menjadi orang baik dengan jalan berbuat baik,.. coba anda koreksi dimana letak kesesatannya,..?!

Coba anda pikir, salahkah jika seseorang ingin menuju kesucian dengan jalan berbuat baik,.. saya yakin anda sendiri ingin menjadi orang baik khan,..?! Coba kami ingin tahu siapa diantara anda-anda semua ini yang ingin menjadi orang tidak baik alias Jahat, kami kira diantara anda-anda pasti tidak ada yang berkeinginan menjadi orang jahat…
pesan kami :

…”berbuat baiklah untuk menjadi orang baik,..”

[Wong Agung]
Quote
 
+1
kalau kita masih menyalahkan suatu ajaran..kita harus belajar lagi..
Quote
 
0
1. UUT selama menjadi ujungnya taat atau UUK ujung-ujungnya konstruktif/mem bangun terhadap cita-cita anda AMINkan....
2. kalau tidak UUT atau tidak UUK ngak usah diaminkan , ngak usah diperdebatkan, toh perdebatan tidak UUT/UUK juga
3. Pabila perlu untuk diperdebatkan karena berpotensi menyesatkan publish. SAH-SAH aja anda untuk menyampaikannya sbg sebuah klarisifikasi argumen yang bisa membuktikan jawaban yang lebih konstruktif yang pada akhirnya UUT/UUK lagi...tapi jika sebaliknya tidak berdampak UUT/UUK perdebatan semakin menkrucut HENTIKAN!
4. Saran saya pabila mau memperdebatkan sesuatu demi sebuah kebaikan jangan pernah melakukan tanpa NIAT SERIUS MENUNTASKANNYA ! layaknya seorang ibu kpd anaknya, Guru kepada muridnya, Rasul kepada Umatnya dan pelatih kepada yang dilatihnya.
5. Saran saya yang mendasar kalau seandainya belum siap menuntaskannya berlakulah sbg profesional bukan profesionalisme (COACH)yakni lakukan UUT/UUK untuk diri kita sndiri dulu apakah kita sudah berubah mendekati dan tuntas/tunai terhadap Tujuan cita2 yang kita harapkan... yang pada akhirnya disanalah disebut profesonalisme maka kita bertindak sebagai seorang coah/pelatih
6.Pada akhirnya anda bukan saja faham apa yang diperdebatkan tapi apa hikmah yang bisa mempengaruhi seseoang memiliki pandangan seperti itu, anda tidak perlu memperdebatkan apalagi mencaci.. anda tidak perlu juga mengajari.. kalau anda siap menuntaskannya jadilah SOLUSI (lihat esensi /hakikat permasalahnnya) , jadilah PENYEMANGAT untuk terus mengayomi sesuai proses TERAPI sesuai Maqom syariatnya sampai perubahan itu terjadi dan dapatkan kebenarannya.
7 TERAKHIR.... jika mengutip apa itu "kebenarannya.. .." ITU adalah sesuatu yang membuat siapapun yang memiliki cita cita (baiknya) semakin dekat..semakin kuat, cepat dan mudah untuk diraihnya. SATU HAL YANG MR X AKAN SAYA SAMPAIKAN BAHWA TULISAN INI BUKAN WILAYAH YANG MEMBUAT ANDA BISA BERUBAH MENUJU KEBENARANNYA KARENA PERUBAHAN ITU BUTUH PENGAYOMAN/COAC HING DARI SEORANG PROFESINALISME. SALAM SAYA ,jadilah solusi faham esensi/hakekat dari segala sesuatu,sadari terapi maqom anda saat ini dan miliki Spirit/semangat untuk terus berada dalam hikmah keseimbangannya ....lakukan secara proposonal/seim bang... proposonal...pr oposonal....cuk up...cukup...cu kup (hakikat syukur). AMIN... tolong aminkan kalau ini konstruktif untuk anda semua.. AMIN
Quote
 
0
Setelah membaca tulisan diatas, saya menjadi bengong dan bingung. Saya merasa MENJADI BEGITU KECIL, karena saudara2 saya sdh bisa mengkaji dan menilai suatu kebenaran, sementara saya hanya bisa membaca tanpa mengerti makna bacaan yg menjadi topik perdebatan.
Disini saya tidak PRO atau KONTRA, bahkan kalaupun harus menilai, jatuhnya saya sendirilah yg SESAT, karena :
(1) Sejak kecil hingga umur kepala 5, Islam saya masih saja Islam KTP ;
(2) Syariat yg mestinya harus saya kerjakan, 99% bolong (kosong).
(3) Pengamalan hidup yg bernilai ibadah (vertikal maupun horizontal) juga sama 99% bolong.
(4) Setiap saat masih selalu ditemani dosa.
(5) Pemyakit hati (iri, dengki, munafik, riya', kikir, cemburu, sombong, buruk sangka, bohong, dsb) masih menghijab dan begitu kuat menguasai diri saya.
Barangkali itulah tanda2 ke-SESAT-an diri saya, semoga Allah Swt menjaga orang2 di sekitar saya agar tdk ikut sesat saya.
Quote
 
+1
walah to mas2 belum faham betul2 tasawuf kok udah nyesat-nyesatin tasawuf
Quote
 
+1
Sebelum adanya perintah sholat nabi SAW terlebih dulu mengajarkan Tauhid knp tasawuf dianggap asing dan sesat, krn disitu ada pemahaman rahasia ttg asal kejadian dan pemahan diri tmsk cara kita beribadah agar lebih khusuk lg. Krn dg pemahaman maka kita dpt merasa (sirr) dan ajaran Nabi itu ada yg Rahasia dan ada yg diperkenankan untk umatnya seperti kita sedangkan yg rahasia tsb hanya org pilihan dan yg dpt menampung penyampaian rahasia td seperti diriwayatkan Saidina Ali "apabila pemahan ini aku samapikan niscaya kalian akan menghalalkan darahku" dan perlu di ingat apabila pemahaman rahasia ini disampaikan kepd seluruh manusia niscaya tdk akan ada gedung,pesawat, mobil dll krn orng sdh dpt merasa akan rasa td "hanya shere aja"
Quote
 
+1
Banyak Jalan menuju mekah. Yg penting jangan nyasar aja saudaraku.
Dgn tidak menduakan Allah Swt aq rasa itu bukan dosa yg besar. Ketahuilah segelala sesuatu, baik buruk datangnya dari allah. Dan Iman seseorang itu jelas ada tingkatannya.
Quote
 
+1
kita gug usah repot repot debat masalah tasawuf bener apa gug cukup allah saja yang tahu .
mari kita fikirkan masalah umat sekarang tang semakin hari tamabah rusak moralnya ,,,,,,,,,,,, mari kita dakwah bil akhlak klo cuma dakwah dengan mulut anak kecil toh juga bisa klo hanya mengeluarkan dalil dalil tapi plaksanaan nya gug ada ,,,,,,, kita semua tahukan firman allah yang akan memasukkan ke neraka sebab hanya bisa berbicara saja
Quote
 
+1
INGATLAH, TIAP-TIAP AJARAN YANG BENAR, SELALU SAJA ADA SEBAGIAN OKNUMNYA YANG SESAT. ADA SEBAGIAN ORANG YANG BERPRILAKU ANEH DAN SESAT YANG BERSEMBUNYI DI BALIK NAMA TASAUF, YANG MEMBUAT ORANG ORANG TASAUF YANG SEBENARNYA MENJADI TERCORENG.DITAM BAH PENDAPAT DAN PERKATAAN ORANG-ORANG YANG TIDAK MENGERTI MEMBUAT KEADAAN SEMAKIN PARAH. Anak baru kemarin sore membaca cerita dan dan mendengar dari sana sini, langsung membuat kesimpulan tetang tasauf, saya sangat prihatin. Tasauf adalah tingkat lanjut dari fiqih, tidak layak seseorang bertasauf jika dia belum mempelajari dan mentaati fiqih. Ini sama halnya dengan seorang yang mengatakan bahwa dia mampu melukis abstrak, sementara dia tidak mampu melukis realistik. tidak bisa di katakan seorang pelukis abstrak dengan karya abstrak jika pelukis belum memahami tentang teknik melukis, pengetahuan bahan, sketsa dll. Jika anda menemui seorang yang mengatakan dia adalah sorang sufi padahal dia tidak memahami fiqih dan tidak melaksankanya dia bukanlah seorang sufi.
Bagi orang yang merasa sudah mempelajari tasauf yang hanyadi dapat dari membaca atau hanya mendengar dari sumber-sumber yang tidak meyakinkan atau tanpa tau cara memperaktikkany a dalam kehidupan sosial dan batiniah nya, lantas berani berkomentar dan mengambil kesimpulan, maka kesimpulan dan komentarnya masih sangat di ragukan, karna dia bukanlah Praktisi. Mirip seperti orang kafir yang mempelajari Islam dari buku-buku dan bertanya kesana-kemari tanpa mengenal hakikat Islam, lantas dia membuat tulisan dan kesimpulan tentang Islam, tentunya ulasannya hanyalah kulit luar belaka, bagaimana pula mampu mengambil kesimpulan tetang hakikat yang lebih dalam dengan benar, jika dia hanya sorang kafir yang bukan praktisi Islam/fiqih apa lagi memahami tasauf. Orang yang mempelajari tasauf yang benar dari buku-buku atau sumber-sumber terpercaya, belum tentu dia dapat mempraktikkanya dengan benar apa lagi mengambil kesimpulan.

Singkat kata, salah satu ajaran tasauf yang paling terkenal adalah zikir sepanjang waktu, di manapun kita berada dan yang praktinya paling mendasar adalah zikir HATI. Bagai manakan pengertian zikir sepanjang waktu ( mengingat Allah sepanjang waktu, pagi dan petang) bagai mana praktinya zikir hati ? bagai mana praktiknya mengingat Allah ?

Sahabat, Mari kita coba sejauh mana kita memahami tasauf ?
Sebagai langkah awal namun terpenting, mari kit coba mengucapkan jikir "Subhannallah" di dalam hati dengan tenang sebanyak 10 kali. kemudian rasakan ! benarkah kita telah berzikir dengan hati ? rasakan ! ternyata tidak, kita hanya berzikir sebatas di tenggorokan saja, hanya saja suaranya tidak terdengar orang lain.
Itukah yang kita katakan zikir hati ? lalu bagaimana mungkin kita bisa mengingat Allah sepanjang waktu ?
Bagai mana caranya selain dengan mengontrol prilaku sesuai Al quran dan hadits ?.
Mengingat adalah aktifitas otak, bukan aktifitas mulut atau hati. Jika kita mengingat sesorang, yang pertama tentulah kita harus mengenalnya, baik secara sepintas maupun akrab.
Sebagai Ilustrasi, jika kita mengingat seseorang misalnya, kita tidak perlu membayangkan seperti apa orang itu
dan tidak juga perlu menyebut namanya namun, kita dapat mengingat orang tersebut. Tentunya jika kita mengenalnya baik kenal sepintas maupun akrab. Begitulah kira-kira pengertiannya.

Di lain hal,mohon di fahami, Jangan sampai ada seorang yang pake sorban atau berjubah dan berjengot dll, lantas dia berprilaku aneh dan mengaku sorang tasauf, kemudin kita menghakimi bahwa orang itu adalah seorang sufi tanpa tau siapa sebenarnya orang itu. apakah dia seorang sufi yang benar atau kah dia seorang yang sesat. Seorang tasauf yang benarpun hanyalah manusia biasa yang tidak terpelihara dari dosa, terkadang ada diantara mereka yang keliru, atau terkadang mereka benar namun kita tidak memahami hakikatnya. Mari kita ambil apa yang benar darinya dan kita tinggalkan yang tidak cocok bagi kita sambil mempelajari dengan hati yang tidak penuh sakwa sangka buruk tentang apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan. Salah satu contoh dari mempelajari tentang hakikat sesuatu dapat kita pelajari dari sejarah perjalan Khidis AS dan Musa AS. semoga kita dapat mengambil manfaat darinya.

Tasauf adalah salah satu metode/jalan yang benar, jika ada yang tidak benar itu adalah perilaku pribadi oknum dan tidak bisa di sama ratakan. Hal ini sama saja ada seorang yang mengaku Nahdiyin padahal dia berprilaku buruk, lantas kita menyalahkan NU. Atau ada seorang pengurus Muhammadiyah yang berprilaku buruk, lantas kita katakan Muhammadiyah yang bid,ah, ini keliru.

Sohib Yth, saya tidak dapat berpanjang lebar menulis di sini karna untuk memahami tasauf para pembaca sekalian lebih baik ber bincang langsung. Dan yang terpenting dari semua itu adalah, untuk memahami tasauf kita wajib telebih dahulu menjalankan fiqih, mengetahui dan mempraktikkan zikir hati agar kita bisa masuk ketahap pemahaman tasauf. sebaik-baik zikir adalah " Lailahaillah " artinya " tiadas Tuhan selain Allah " jika anda di tanya siapa tuhanmu ? tentunya jawabya adalah "Allah" itulah sebab adanya zikir itu. itu ada hubunganya dengan zikir hati dan proses mengingat Allah sepanjang waktu. jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini, itu semata-mata adalah kelemahan saya. saya mohon maaf. saya ingin tetap menjaga silaturrahim dengan semua kalangan baik yang sependapat maupun yang berbeda pendapt. Wss Wr Wb.
Quote
 
0
sungguh admin kurang ILMU dalam menganggapi suatu masalah apalagi sampai mengatakan SESAT para pengamal ajaran tasawuf,
mungkin admin perlu belajar banyak tentang ke islaman baik itu syariat maupun hakikat.
tidakkah anda sadar bahwa yang anda kemungkakan hanya sebuah pendapat seorang ulama yang mengaku syaikh islam tapi semua ulama mebantah apa yang diucapkannya ?
berapa banyak kitab yang telah anda jadikan sandaran untuk menyesatkan tasawuf ?
tidakkah anda sadar orang yang menjadikan anda islam adalah orang2 tasawuf ?
karena orang2 seperti andalah yang harus di luruskan dari kesesatan yang anda alami dan hanya orang2 wahabi yang mengatakan tasawuf itu sesat.
semoga sebelum ajal anda datang anda bisa mengucapkan kalimah syahadat dan menyadari kekhilafan anda.
Quote
 
+1
melihat banyaknya tulisan diatas yang meynudutkan sufi tidak heran kalau dizaman ini masjid di penuhi orang yang beribadah ( katanya ), tapi hasilnya adalah: korupsi,mengkaf irkan orang yg tidak sefaham,menghuj at, dan banyak lagi sifat buruk yang sangat aneh untuk seorang hamba yang mengaku Muslim.
kenapa???
1.akal/ logika menjadi tuhan
2.menyembah Nama semata mata ( Allah hanyalah Nama )
3.Terjemahan alquran ( peralihan bahasa dari Arab ke Indonesia ) di jadikan pedoman. Ingat!! peralihan bahasa bukan bukan arti dan ma'na
Quote
 
0
Alalamualaikum,

salam sejahtera utuk kita semua, dan semoga Allah SWT memberkahi kita dunia dan Akherat. dari beberapa post' diatas akhirnya, dari dalil yg digunakan serta sanggahan dan sebaliknya yg sependapat dengan oernyataan yg di maksut semuanya merujukan mencari titik kelemahan dalam suatu sebab terjadinya serta mencari kebenaran di dalam mengamalkan satu amalan-amalan dunia yg akan di tujukan keakherat kelak,... tpi saya bingung loch.. utk kedua pihak yg berbeda sudut padang dan pemaham tetang ibadah yg di perdebatkan,.. biasanya kalo memang seorang individu tersebut sudah masuk dalam suatu tarekat atau tasauf mereka akan terfokus utk selalu menjalankan akdah dan ibadah nya utk pendekatan diri kepada Allah SWT, enggk bakalan sempat ngenet apalagi baca postingan blog.. kalo enggk salah tv pun enggk di tonton jika sudah mengandung unsur yg tidak baik.. dan kebalikannya juga bagi yg tdk sependapat dengan ajaran-ajaran tarikat atau yg keluar dari tarekat dengan pemahaman-pemah aan yg lebih berbeda lagi bisanya cenderung akan banyak melakukan sholat taubat dan beribadah lebih khusyu lagi kepada Allah SWT karena menganggap dirinya sesat sebelumnya,... jadi pd dasarnya keduanya akan melakukan tingkat ibadah yg lebih khusyu lagi dan jelas lebih kuat dengan pandangannya mengenai pemahaman yg di dapatnya dan akan mencari kembali kebenaran yg hakiki lebih medalam karena penah salah sebelumnya, kemungkinan besar dalam proses itu pun enggk akan sempat ngepost juga d grub, kebanyak akan belajar kembali ke ulama' yg sepaham dengan individu tersebut... hahaaaa...
Quote
 
0
Sudahlah jangan terlalu banyak berdebat nanti semua jadi tersesat karena semuanya merasa benar,
Quote
 
+1
muhammad Sainudin Noor
muhammadsainudinnoor.blogspot.com
BUKTI KEBENARAN TASAWUF

Proses pencarian dan pencapaian dalam tasawwuf, seperti didefinisikan oleh Abu Bakar al Kattani itu, secara aplikatif telah dilalui oleh Imam Al Muhasiby dan imam Al Ghazali. Dalam kitabnya Al Munqiz Min-a ‘dl-Dlalal Imam Al Ghazali menulis:
“Semenjak mudaku, sebelum aku menginjak usia dua puluh hingga saat ini, ketika aku telah menginjak usia lima puluh tahun, aku selalu mengarungi lautan yang dalam ini. Dengan segala keberanian, menelusuri seluruh segi, dan mempelajari akidah semua firqah, kemudian berusaha membuka rahasia mazhab semuah firqah itu. Agar aku dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, serta antara yang mengikuti sunnah dengan yang membuat bid’ah. Aku tidak memasuki kebatinan kecuali untuk mengetahui kebatinannya, tidak kaum zhahiri (literalis) kecuali agar aku mengetahui hasil kezhahirihannya , juga tidak filsafat kecuali aku hendak mengetahui hakikat filsafatnya, dan tidak kaum mutakallimin kecuali untuk mengetahui hasil akhir kalam dan debat mereka, tidak juga kaum sufi kecuali aku ingin mengetahui rahasia kesufiannya, dan tidak kaum ahli ibadah kecuali aku ingin mengetahui hasil dari ibadahnya, juga tidak kaum zindiq yang tidak mengikuti syari’at kecuali untuk menyelidiki mengapa mereka demikian berani berbuat seperti itu” (1).
Setelah mengkaji sedemikian rupa seluruh firqah dan kecenderungan pemikiran tersebut, akhirnya Al Ghazali berkesimpulan: “Kemudian aku mengetahui dengan yakin, kaum sufi adalah mereka yang benar-benar menuju kepada Allah Swt. Perjalanan hidup mereka adalah yang paling baik. Metode mereka adalah yang paling lurus. Dan akhlak mereka adalah akhlak yang paling bersih. Bahkan, jika digabungkan intelektualitas kaum intelek, kebijaksanaan para bijak-bestari serta pengetahuan ahli tentang rahasia-rahasia syari’ah untuk merubah sedikit saja perjalanan hidup dan akhlak mereka, serta kemudian mengajukkan gantinya yang lebih baik, niscaya mereka tidak akan mampu” (2), (3).
Dengan pembelaan Al Ghazali itu, terutama usahanya menyatukan antara tasawwuf dengan fiqih, dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin”, maka tasawwuf mendapatkan penerimaan yang demikian luas. Untuk kasus Indonesia, misalnya, mayoritas para kiyai yang mempunyai pondok besar dan mempunyai pengetahuan fiqih yang luas, juga menguasai tasawwuf. Walaupun pada sebagian orang hanya untuk dirinya sendiri. Tasawwuf kemudian menjadi salah satu rahasia kekuatan Islam. Baik dalam menyebarkan ajaran Islam secara damai, tanpa menimbulkan disharmoni di tengah masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Wali Songo di Indonesia (4). Juga dalam mempertahankan ajaran Islam itu.
Dalam buku From Samarkand to Stornoway : Living Islam, Akbar S. Ahmad melukiskan, betapa dengan kekuatan tasawwuf itu, Islam mampu bertahan di negara-negara yang dianeksasi oleh Rusia yang komunis itu. Di bawah tekanan yang demikian hebat, antara lain orang yang ketahuan membaca Al Quran maupun melakukan shalat langsung masuk penjara, namun, dengan semangat dan ajaran tasawwuf, Islam mampu bertahan dalam tahun-tahun yang penuh penderitaan itu. Maka ketika negara-negara di Asia Tengah itu menemukan kemerdekaannya, wajah Islam segera menyembul kepermukaan. Seperti cendawan di musim hujan (5).
Dalam perjuangan mempertahankan Islam dengan kekuatan senjata, secara jelas peran itu terlihat pada tokoh-tokoh puncak kaum sufi. Mereka terlibat dalam banyak peperangan dan ikut serta di tengah kecamuk peperangan itu. Seperti Syaqiq al Balkhi, Hatim Al Asham, Abu Hasan Asy-Syazili yang turut serta dalam peperangan melawan tentara salib di Manshurah, walaupun matanya saat itu telah buta, juga Abdul Qadir al Jazairi serta Imam Muhammad Madli Abul Azaim, yang disebut terakhir turut berjuang untuk mengembalikan khilafah Islamiyyah paska dihapusnya kekhilafahan di Turki (6).
Dan bagi dunia modern sekarang ini, seperti diakui oleh Martin Van Bruninessen(7) dalam wawancaranya dengan majalah Amanah, kans tasawwuf untuk mengajukan dirinya kepada masyarakat modern amat besar. Bahkan ia dengan tegas mengatakan, tasawwuf akan mampu menembus dan menundukkan Barat. Dalam wawancara dengan majalah Tempo, Seyyed Hossein Nasr mengatakan, tasawwuf adalah inti kekuatan Islam. Ia adalah jantungnya Islam. Tasawwuflah yang dengan menjanjikkan dapat memberikan alternatif kepada masyarakat modern di Barat. Dan Rene Guenon, seorang sarjana Prancis yang kemudian mengganti namanya menjadi Syeikh Abdul Wahid Yahya, telah menggunakan kekuatan tasawwuf itu untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. Hingga gereja harus mengeluarkan keputusannya untuk melarang masyarakat membaca buku-bukunya. Tentu saja itu dilakukan gereja karena melihat pengaruh yang begitu besar dari buku-bukunya itu (8).
Tokoh, dunia telah mengenalnya dan menikmati buku-bukunya, dan itu telah menggetarkan hati banyak orang Barat yang sedang mencari kebenaran. Pada tahun 1977, misalnya, di Oxford telah didirikan sebuah organisasi pengagum pemikiran Ibnu Arabi, The Muhyiddin Ibnu Arabi Society. Sejak 1982 organisasi ini telah menerbitkan sebuah jurnal, yang diberi nama Journal of the Muhyiddin Ibn ‘Arabi Society. Organisasi ini secara berkala mengadakan Pertemuan Umum Tahunan dan Simposium Tahunan di tempat-tempat berbeda (9).
Kini Anda telah hadir di dunia ini. Anda juga telah mengenal wajah tasawwuf dalam arti yang sebenar-benarny a. Tujuan kehadiran Anda di dunia adalah menjalani titian rintangan, cobaan, dan karunia dan bahagia yang ada menuju tahapan demi tahapan ke sisi haribaan-Nya. Hanya Dia-lah yang kita tuju. Hanya kepada-Nya-lah hidup kita berserah. Hanya Dia-lah sumber cinta segala cinta kita.
Selamat mempelajari Tasawwuf!
Semoga kita semua selalu dlm hidayah dan ridlo Allah sbgmn para tokoh sufi dunia seperti Syekh Imam Ghozali dan Syekh Imam Abu Qosim al-Junaidi….Aaa miin Allaahumma Aamiin
Catatan:
1. Lihat:Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali, Al Munqiz Min ‘dl-Dlalal, dalam majmu’at rasail Imam Al Ghazali,Darul Kutub al Ilmiyyah, Beirut, cet. I, 1409 H/1988 M, hal. 24-25.
2. Sama dg no.1. hal. 62
3. Untuk contoh kontemporer proses seperti ini, juga dapat dibaca pada, Syekh Fauzi Muhammad Abu Zaid, Muhammad Ali Salamah Sirah wa Sarirah, Darul Iman wal Hayat, pengantar.
4. Lihat: Abdul Hayyie al Kattani, Ummat Islam Indonesia Sejarah Politik dan Peranannya 600-an –1945, MA Attaqwa, 1411 H/1991 M, hal 12-14
5. Lihat; Akbar S. Ahmad, From Samarkand to Stornoway: Living Islam, BBC Books Limited London, 1993, edisi Bahasa Indonesia, hal. 265-267.
6. Lihat: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid, Imam Al Azaim Al Mujaddid ash-Shufi, Darul Iman wal Hayat, Cairo, 1412 H/1992M, hal. 49-52.
7. Seorang peneliti Belanda, telah melakukan penelitian tentang tarikat Naqshabandi ke Asia tengah dan Indonesia. Salah bukunya tentang tasawwuf di Indonesia telah diterbitkan. Dan, setelah mempelajari Islam, terutama tasawwuf, ia dengan yakin mengucapkan syahadat.
8. Lihat: Al Madrasah Syaziliyyah, hal. 281 dst.
9. Lihat: Kautsar Azhari Noer, Ibn Al Arabi Wahdat al Wujud dalam Perdebatan, Paramadina, cet. I, 1995, hal. xiv
HAKIKAT DAN SEJARAH TASAWUF
Seringkali tasawuf dituduh sebagai ajaran sesat. Tasawuf dipersepsikan sebagai ajaran yang lahir dari rahim non Islam. Ia adalah ritual keagamaan yang diambil dari tradisi Kristen, Hindu dan Brahmana. Bahkan gerakan sufi, diidentikan dengan kemalasan bekerja dan berfikir. Betulkah?
Untuk menilai apakah satu ajaran tidak Islami dan dianggap sebagai terkena infiltrasi budaya asing tidak cukup hanya karena ada kesamaan istilah atau ditemukannya beberapa kemiripan dalam laku ritual dengan tradisi agama lain atau karena ajaran itu muncul belakangan, paska Nabi dan para shahabat. Perlu analisis yang lebih sabar, mendalam, dan objektif. Tidak bisa hanya dinilai dari kulitnya saja, tapi harus masuk ke substansi materi dan motif awalnya.
Tasawuf pada mulanya dimaksudkan sebagai tarbiyah akhlak-ruhani: mengamalkan akhlak mulia, dan meninggalkan setiap perilaku tercela. Atau sederhananya, ilmu untuk membersihkan jiwa dan menghaluskan budi pekerti. Demikian Imam Junaid, Syeikh Zakaria al-Anshari mendefiniskan.
Asal kata sufi sendiri ulama berbeda pendapat. Tapi perdebatan asal-usul kata itu tak terlalu penting. Adapun penolakan sebagian orang atas tasawuf karena menganggap kata sufi tidak ada dalam al-Qur’an, dan tidak dikenal pada zaman Nabi, Shahabat dan tabi’in tidak otomatis menjadikan tasawuf sebagai ajaran terlarang! Artinya, kalau mau jujur sebetulnya banyak sekali istilah-istilah (seperti nahwu, fikih, dan ushul fikih) yang lahir setelah periode Shahabat, tapi ulama kita tidak alergi, bahkan menggunakannya dengan penuh kesadaran.
Sejarah Tasawuf
Kenapa gerakan tasawuf baru muncul paska era Sahabat dan Tabi’in? Kenapa tidak muncul pada masa Nabi? Jawabnya, saat itu kondisinya tidak membutuhkan tasawuf. Perilaku umat masih sangat stabil. Sisi akal, jasmani dan ruhani yang menjadi garapan Islam masih dijalankan secara seimbang. Cara pandang hidupnya jauh dari budaya pragmatisme, materialisme dan hedonisme.
Tasawuf sebagai nomenklatur sebuah perlawanan terhadap budaya materialisme belum ada, bahkan tidak dibutuhkan. Karena Nabi, para Shahabat dan para Tabi’in pada hakikatnya sudah sufi: sebuah perilaku yang tidak pernah mengagungkan kehidupan dunia, tapi juga tidak meremehkannya. Selalu ingat pada Allah Swt sebagai sang Khaliq
Ketika kekuasaan Islam makin meluas. Ketika kehidupan ekonomi dan sosial makin mapan, mulailah orang-orang lalai pada sisi ruhani. Budaya hedonisme pun menjadi fenomena umum. Saat itulah timbul gerakan tasawuf (sekitar abad 2 Hijriah). Gerakan yang bertujuan untuk mengingatkan tentang hakikat hidup. Konon, menurut pengarang Kasf adh-Dhunun, orang yang pertama kali dijuluki as-shufi adalah Abu Hasyim as-Shufi (w. 150 H)
Urgensitas Tasawuf
Imam Ghazali dalam an-Nusrah an-Nabawiahnya mengatakan bahwa mendalami dunia tasawuf itu penting sekali. Karena, selain Nabi, tidak ada satupun manusia yang bisa lepas dari penyakit hati seperti riya, dengki, hasud dll. Dan, dalam pandangannya, tasawuf lah yang bisa mengobati penyakit hati itu. Karena, tasawuf konsentrasi pada tiga hal dimana ketiga-tiganya sangat dianjurkan oleh al-Qur’an al-karim. Pertama, selalu melakukan kontrol diri, muraqabah dan muhasabah. Kedua, selalu berdzikir dan mengingat Allah Swt. Ketiga, menanamkan sifat zuhud, cinta damai, jujur,sabar, syukur, tawakal, dermawan dan ikhlas.
Melihat konsenstrasi bahasan tasawuf di atas, jelas sekali bahwa tasawuf bagian dari Islam.
Tasawuf dan Tuduhan-Tuduhan Miring
Demi objektifitas, menilai apakah tasawuf melenceng dari ajaran Islam apa tidak, kita harus melewati beberapa kriteria di bawah ini. Dengan kriteria ini secara otomatis kita bisa mengukur hakikat tasawuf.
Pertama sekali, penilaian harus melampaui tataran kulit, dan langsung masuk pada substansi materi dan tujuannya.
Lantas apa substansi materi tasawuf? Seperti dijelaskan di atas tujuan tasawuf adalah dalam rangka membersihkan hati, mengamalkan hal-hal yang baik, dan meninggalkan hal-hal yang jelek. Seorang sufi dituntut selalu ikhlas, ridha, tawakal, dan zuhud – tanpa sama sekali mengatakan bahwa kehidupan dunia tidak penting.
Kedua, Menilai secara objektif, jauh dari sifat tendensius dan menggenalisir masalah.
Sikap ini sangat penting. Karena pembacaan terhadap sebuah kasus yang sudah didahului oleh kesimpulan paten akan menghalangi objektifitas, dan memburamkan kebenaran sejati.
Ketiga, memahami istilah atau terminologi yang biasa digunakan para sufi, sehingga kita tidak terjebak kepada ketergesa-gesaa n dalam memvonis sebuah masalah.
Misalnya dalam dunia sufi dikenal istilah zuhud. Kemudian orang sering salah mengartikan bahwa zuhud adalah benci segala hal duniawi. Zuhud identik dengan malas kerja, dst. Padahal kalau kita teliti dengan sedikit kesabaran tentang apa itu arti zuhud yang dimaksud para sufi, maka kita akan menemukan bahwa zuhud yang dimaksud tidak seperti persepsi di atas. Abu Thalib al-Maki, seorang tokoh sufi, misalnya, punya pandangan bahwa bekerja dan memiliki harta sama sekali tidak mengurangi arti zuhud dan tawakal.
Keempat, dalam vonis hukum, kita perlu membedakan antara hukum sufi yang mengucapkan kata-kata dalam keadan ecstasy/jadzab dan dalam keadaan sadar.
Konsep ini penting sekali, supaya kita tidak terjebak pada sikap ekstrim seperti memvonis kafir, musyrik, fasik, dll.
Kenyataan di atas sama sekali tidak berarti mau mengatakan bahwa sejarah sufi, putih bersih. Ada masa-masa dimana ada oknum kaum yg mengaku sufi melenceng dari hakikat ajaran Islam, terutama setelah berkembangnya tasawuf falsafi.
Beberapa penyimpangan kaum yg mengaku sufi falsafi:
-Menyepelekan kehidupan duniawi
-Terjebak pada pola pandang jabariah
-Mengaku-ngaku bahwa Allah Swt telah membebaskannya dari hukum taklif, seperti shalat, puasa, dll. Dan semua hal bagi dirinya halal.
Kesimpulan
Setelah mengetahui hakikat ajaran tasawuf di atas jelaslah bahwa ajaran tasawuf, adalah bagian dari kekayaan khazanah Islam. Ia bukanlah aliran sesat. Bahwa ada penyimpang oknum yg mengaku sufi itu tidak berarti tasawuf secara keseluruhan jelek dan sesat. Kita jangan sekali-kali terjebak pada generalisir masalah. Karena sejatinya, tokoh-tokoh sufi berpendapat ajaran tasawuf harus bersendikan al-Qur’an dan Hadis. Diluar itu ditolak!
Tasawuf, seperti dinyatakan Syeikh Yusuf al-Qaradhawi, adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Karena misi tasawuf memperbaiki akhlak. Dan akhlak jelas sekali bagian dari Islam. Karena Nabi Muhammad Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Quote
 
0
BUKTI KEBENARAN TASAWUF

Proses pencarian dan pencapaian dalam tasawwuf, seperti didefinisikan oleh Abu Bakar al Kattani itu, secara aplikatif telah dilalui oleh Imam Al Muhasiby dan imam Al Ghazali. Dalam kitabnya Al Munqiz Min-a ‘dl-Dlalal Imam Al Ghazali menulis:
“Semenjak mudaku, sebelum aku menginjak usia dua puluh hingga saat ini, ketika aku telah menginjak usia lima puluh tahun, aku selalu mengarungi lautan yang dalam ini. Dengan segala keberanian, menelusuri seluruh segi, dan mempelajari akidah semua firqah, kemudian berusaha membuka rahasia mazhab semuah firqah itu. Agar aku dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, serta antara yang mengikuti sunnah dengan yang membuat bid’ah. Aku tidak memasuki kebatinan kecuali untuk mengetahui kebatinannya, tidak kaum zhahiri (literalis) kecuali agar aku mengetahui hasil kezhahirihannya , juga tidak filsafat kecuali aku hendak mengetahui hakikat filsafatnya, dan tidak kaum mutakallimin kecuali untuk mengetahui hasil akhir kalam dan debat mereka, tidak juga kaum sufi kecuali aku ingin mengetahui rahasia kesufiannya, dan tidak kaum ahli ibadah kecuali aku ingin mengetahui hasil dari ibadahnya, juga tidak kaum zindiq yang tidak mengikuti syari’at kecuali untuk menyelidiki mengapa mereka demikian berani berbuat seperti itu” (1).
Setelah mengkaji sedemikian rupa seluruh firqah dan kecenderungan pemikiran tersebut, akhirnya Al Ghazali berkesimpulan: “Kemudian aku mengetahui dengan yakin, kaum sufi adalah mereka yang benar-benar menuju kepada Allah Swt. Perjalanan hidup mereka adalah yang paling baik. Metode mereka adalah yang paling lurus. Dan akhlak mereka adalah akhlak yang paling bersih. Bahkan, jika digabungkan intelektualitas kaum intelek, kebijaksanaan para bijak-bestari serta pengetahuan ahli tentang rahasia-rahasia syari’ah untuk merubah sedikit saja perjalanan hidup dan akhlak mereka, serta kemudian mengajukkan gantinya yang lebih baik, niscaya mereka tidak akan mampu” (2), (3).
Dengan pembelaan Al Ghazali itu, terutama usahanya menyatukan antara tasawwuf dengan fiqih, dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin”, maka tasawwuf mendapatkan penerimaan yang demikian luas. Untuk kasus Indonesia, misalnya, mayoritas para kiyai yang mempunyai pondok besar dan mempunyai pengetahuan fiqih yang luas, juga menguasai tasawwuf. Walaupun pada sebagian orang hanya untuk dirinya sendiri. Tasawwuf kemudian menjadi salah satu rahasia kekuatan Islam. Baik dalam menyebarkan ajaran Islam secara damai, tanpa menimbulkan disharmoni di tengah masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Wali Songo di Indonesia (4). Juga dalam mempertahankan ajaran Islam itu.
Dalam buku From Samarkand to Stornoway : Living Islam, Akbar S. Ahmad melukiskan, betapa dengan kekuatan tasawwuf itu, Islam mampu bertahan di negara-negara yang dianeksasi oleh Rusia yang komunis itu. Di bawah tekanan yang demikian hebat, antara lain orang yang ketahuan membaca Al Quran maupun melakukan shalat langsung masuk penjara, namun, dengan semangat dan ajaran tasawwuf, Islam mampu bertahan dalam tahun-tahun yang penuh penderitaan itu. Maka ketika negara-negara di Asia Tengah itu menemukan kemerdekaannya, wajah Islam segera menyembul kepermukaan. Seperti cendawan di musim hujan (5).
Dalam perjuangan mempertahankan Islam dengan kekuatan senjata, secara jelas peran itu terlihat pada tokoh-tokoh puncak kaum sufi. Mereka terlibat dalam banyak peperangan dan ikut serta di tengah kecamuk peperangan itu. Seperti Syaqiq al Balkhi, Hatim Al Asham, Abu Hasan Asy-Syazili yang turut serta dalam peperangan melawan tentara salib di Manshurah, walaupun matanya saat itu telah buta, juga Abdul Qadir al Jazairi serta Imam Muhammad Madli Abul Azaim, yang disebut terakhir turut berjuang untuk mengembalikan khilafah Islamiyyah paska dihapusnya kekhilafahan di Turki (6).
Dan bagi dunia modern sekarang ini, seperti diakui oleh Martin Van Bruninessen(7) dalam wawancaranya dengan majalah Amanah, kans tasawwuf untuk mengajukan dirinya kepada masyarakat modern amat besar. Bahkan ia dengan tegas mengatakan, tasawwuf akan mampu menembus dan menundukkan Barat. Dalam wawancara dengan majalah Tempo, Seyyed Hossein Nasr mengatakan, tasawwuf adalah inti kekuatan Islam. Ia adalah jantungnya Islam. Tasawwuflah yang dengan menjanjikkan dapat memberikan alternatif kepada masyarakat modern di Barat. Dan Rene Guenon, seorang sarjana Prancis yang kemudian mengganti namanya menjadi Syeikh Abdul Wahid Yahya, telah menggunakan kekuatan tasawwuf itu untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. Hingga gereja harus mengeluarkan keputusannya untuk melarang masyarakat membaca buku-bukunya. Tentu saja itu dilakukan gereja karena melihat pengaruh yang begitu besar dari buku-bukunya itu (8).
Tokoh, dunia telah mengenalnya dan menikmati buku-bukunya, dan itu telah menggetarkan hati banyak orang Barat yang sedang mencari kebenaran. Pada tahun 1977, misalnya, di Oxford telah didirikan sebuah organisasi pengagum pemikiran Ibnu Arabi, The Muhyiddin Ibnu Arabi Society. Sejak 1982 organisasi ini telah menerbitkan sebuah jurnal, yang diberi nama Journal of the Muhyiddin Ibn ‘Arabi Society. Organisasi ini secara berkala mengadakan Pertemuan Umum Tahunan dan Simposium Tahunan di tempat-tempat berbeda (9).
Kini Anda telah hadir di dunia ini. Anda juga telah mengenal wajah tasawwuf dalam arti yang sebenar-benarny a. Tujuan kehadiran Anda di dunia adalah menjalani titian rintangan, cobaan, dan karunia dan bahagia yang ada menuju tahapan demi tahapan ke sisi haribaan-Nya. Hanya Dia-lah yang kita tuju. Hanya kepada-Nya-lah hidup kita berserah. Hanya Dia-lah sumber cinta segala cinta kita.
Selamat mempelajari Tasawwuf!
Semoga kita semua selalu dlm hidayah dan ridlo Allah sbgmn para tokoh sufi dunia seperti Syekh Imam Ghozali dan Syekh Imam Abu Qosim al-Junaidi….Aaa miin Allaahumma Aamiin
Catatan:
1. Lihat:Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali, Al Munqiz Min ‘dl-Dlalal, dalam majmu’at rasail Imam Al Ghazali,Darul Kutub al Ilmiyyah, Beirut, cet. I, 1409 H/1988 M, hal. 24-25.
2. Sama dg no.1. hal. 62
3. Untuk contoh kontemporer proses seperti ini, juga dapat dibaca pada, Syekh Fauzi Muhammad Abu Zaid, Muhammad Ali Salamah Sirah wa Sarirah, Darul Iman wal Hayat, pengantar.
4. Lihat: Abdul Hayyie al Kattani, Ummat Islam Indonesia Sejarah Politik dan Peranannya 600-an –1945, MA Attaqwa, 1411 H/1991 M, hal 12-14
5. Lihat; Akbar S. Ahmad, From Samarkand to Stornoway: Living Islam, BBC Books Limited London, 1993, edisi Bahasa Indonesia, hal. 265-267.
6. Lihat: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid, Imam Al Azaim Al Mujaddid ash-Shufi, Darul Iman wal Hayat, Cairo, 1412 H/1992M, hal. 49-52.
7. Seorang peneliti Belanda, telah melakukan penelitian tentang tarikat Naqshabandi ke Asia tengah dan Indonesia. Salah bukunya tentang tasawwuf di Indonesia telah diterbitkan. Dan, setelah mempelajari Islam, terutama tasawwuf, ia dengan yakin mengucapkan syahadat.
8. Lihat: Al Madrasah Syaziliyyah, hal. 281 dst.
9. Lihat: Kautsar Azhari Noer, Ibn Al Arabi Wahdat al Wujud dalam Perdebatan, Paramadina, cet. I, 1995, hal. xiv
HAKIKAT DAN SEJARAH TASAWUF
Seringkali tasawuf dituduh sebagai ajaran sesat. Tasawuf dipersepsikan sebagai ajaran yang lahir dari rahim non Islam. Ia adalah ritual keagamaan yang diambil dari tradisi Kristen, Hindu dan Brahmana. Bahkan gerakan sufi, diidentikan dengan kemalasan bekerja dan berfikir. Betulkah?
Untuk menilai apakah satu ajaran tidak Islami dan dianggap sebagai terkena infiltrasi budaya asing tidak cukup hanya karena ada kesamaan istilah atau ditemukannya beberapa kemiripan dalam laku ritual dengan tradisi agama lain atau karena ajaran itu muncul belakangan, paska Nabi dan para shahabat. Perlu analisis yang lebih sabar, mendalam, dan objektif. Tidak bisa hanya dinilai dari kulitnya saja, tapi harus masuk ke substansi materi dan motif awalnya.
Tasawuf pada mulanya dimaksudkan sebagai tarbiyah akhlak-ruhani: mengamalkan akhlak mulia, dan meninggalkan setiap perilaku tercela. Atau sederhananya, ilmu untuk membersihkan jiwa dan menghaluskan budi pekerti. Demikian Imam Junaid, Syeikh Zakaria al-Anshari mendefiniskan.
Asal kata sufi sendiri ulama berbeda pendapat. Tapi perdebatan asal-usul kata itu tak terlalu penting. Adapun penolakan sebagian orang atas tasawuf karena menganggap kata sufi tidak ada dalam al-Qur’an, dan tidak dikenal pada zaman Nabi, Shahabat dan tabi’in tidak otomatis menjadikan tasawuf sebagai ajaran terlarang! Artinya, kalau mau jujur sebetulnya banyak sekali istilah-istilah (seperti nahwu, fikih, dan ushul fikih) yang lahir setelah periode Shahabat, tapi ulama kita tidak alergi, bahkan menggunakannya dengan penuh kesadaran.
Sejarah Tasawuf
Kenapa gerakan tasawuf baru muncul paska era Sahabat dan Tabi’in? Kenapa tidak muncul pada masa Nabi? Jawabnya, saat itu kondisinya tidak membutuhkan tasawuf. Perilaku umat masih sangat stabil. Sisi akal, jasmani dan ruhani yang menjadi garapan Islam masih dijalankan secara seimbang. Cara pandang hidupnya jauh dari budaya pragmatisme, materialisme dan hedonisme.
Tasawuf sebagai nomenklatur sebuah perlawanan terhadap budaya materialisme belum ada, bahkan tidak dibutuhkan. Karena Nabi, para Shahabat dan para Tabi’in pada hakikatnya sudah sufi: sebuah perilaku yang tidak pernah mengagungkan kehidupan dunia, tapi juga tidak meremehkannya. Selalu ingat pada Allah Swt sebagai sang Khaliq
Ketika kekuasaan Islam makin meluas. Ketika kehidupan ekonomi dan sosial makin mapan, mulailah orang-orang lalai pada sisi ruhani. Budaya hedonisme pun menjadi fenomena umum. Saat itulah timbul gerakan tasawuf (sekitar abad 2 Hijriah). Gerakan yang bertujuan untuk mengingatkan tentang hakikat hidup. Konon, menurut pengarang Kasf adh-Dhunun, orang yang pertama kali dijuluki as-shufi adalah Abu Hasyim as-Shufi (w. 150 H)
Urgensitas Tasawuf
Imam Ghazali dalam an-Nusrah an-Nabawiahnya mengatakan bahwa mendalami dunia tasawuf itu penting sekali. Karena, selain Nabi, tidak ada satupun manusia yang bisa lepas dari penyakit hati seperti riya, dengki, hasud dll. Dan, dalam pandangannya, tasawuf lah yang bisa mengobati penyakit hati itu. Karena, tasawuf konsentrasi pada tiga hal dimana ketiga-tiganya sangat dianjurkan oleh al-Qur’an al-karim. Pertama, selalu melakukan kontrol diri, muraqabah dan muhasabah. Kedua, selalu berdzikir dan mengingat Allah Swt. Ketiga, menanamkan sifat zuhud, cinta damai, jujur,sabar, syukur, tawakal, dermawan dan ikhlas.
Melihat konsenstrasi bahasan tasawuf di atas, jelas sekali bahwa tasawuf bagian dari Islam.
Tasawuf dan Tuduhan-Tuduhan Miring
Demi objektifitas, menilai apakah tasawuf melenceng dari ajaran Islam apa tidak, kita harus melewati beberapa kriteria di bawah ini. Dengan kriteria ini secara otomatis kita bisa mengukur hakikat tasawuf.
Pertama sekali, penilaian harus melampaui tataran kulit, dan langsung masuk pada substansi materi dan tujuannya.
Lantas apa substansi materi tasawuf? Seperti dijelaskan di atas tujuan tasawuf adalah dalam rangka membersihkan hati, mengamalkan hal-hal yang baik, dan meninggalkan hal-hal yang jelek. Seorang sufi dituntut selalu ikhlas, ridha, tawakal, dan zuhud – tanpa sama sekali mengatakan bahwa kehidupan dunia tidak penting.
Kedua, Menilai secara objektif, jauh dari sifat tendensius dan menggenalisir masalah.
Sikap ini sangat penting. Karena pembacaan terhadap sebuah kasus yang sudah didahului oleh kesimpulan paten akan menghalangi objektifitas, dan memburamkan kebenaran sejati.
Ketiga, memahami istilah atau terminologi yang biasa digunakan para sufi, sehingga kita tidak terjebak kepada ketergesa-gesaa n dalam memvonis sebuah masalah.
Misalnya dalam dunia sufi dikenal istilah zuhud. Kemudian orang sering salah mengartikan bahwa zuhud adalah benci segala hal duniawi. Zuhud identik dengan malas kerja, dst. Padahal kalau kita teliti dengan sedikit kesabaran tentang apa itu arti zuhud yang dimaksud para sufi, maka kita akan menemukan bahwa zuhud yang dimaksud tidak seperti persepsi di atas. Abu Thalib al-Maki, seorang tokoh sufi, misalnya, punya pandangan bahwa bekerja dan memiliki harta sama sekali tidak mengurangi arti zuhud dan tawakal.
Keempat, dalam vonis hukum, kita perlu membedakan antara hukum sufi yang mengucapkan kata-kata dalam keadan ecstasy/jadzab dan dalam keadaan sadar.
Konsep ini penting sekali, supaya kita tidak terjebak pada sikap ekstrim seperti memvonis kafir, musyrik, fasik, dll.
Kenyataan di atas sama sekali tidak berarti mau mengatakan bahwa sejarah sufi, putih bersih. Ada masa-masa dimana ada oknum kaum yg mengaku sufi melenceng dari hakikat ajaran Islam, terutama setelah berkembangnya tasawuf falsafi.
Beberapa penyimpangan kaum yg mengaku sufi falsafi:
-Menyepelekan kehidupan duniawi
-Terjebak pada pola pandang jabariah
-Mengaku-ngaku bahwa Allah Swt telah membebaskannya dari hukum taklif, seperti shalat, puasa, dll. Dan semua hal bagi dirinya halal.
Kesimpulan
Setelah mengetahui hakikat ajaran tasawuf di atas jelaslah bahwa ajaran tasawuf, adalah bagian dari kekayaan khazanah Islam. Ia bukanlah aliran sesat. Bahwa ada penyimpang oknum yg mengaku sufi itu tidak berarti tasawuf secara keseluruhan jelek dan sesat. Kita jangan sekali-kali terjebak pada generalisir masalah. Karena sejatinya, tokoh-tokoh sufi berpendapat ajaran tasawuf harus bersendikan al-Qur’an dan Hadis. Diluar itu ditolak!
Tasawuf, seperti dinyatakan Syeikh Yusuf al-Qaradhawi, adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Karena misi tasawuf memperbaiki akhlak. Dan akhlak jelas sekali bagian dari Islam. Karena Nabi Muhammad Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Quote
 
+2
kalau anda tidak mengenal Allah SWT kemana anda akan mengalamatkan amal anda. ???
Quote
 
+1
Kita kembalikan sumber hukumnya dalam alqur'an, dimana kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.
Quote
 
0
"dari dulu, beginilah sifat sebagian manusia, yang tidak sefaham kafir, yang tidak sefaham, sesat..
Quote
 
+1
Jazakallah Khairan Katsiro, penulis, saya jadi tambah wawasan. Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam menyampaikan kabar tentang akhir zaman, bahwa Islam itu akan asing bagi pemeluknya sendiri. maka itu telah terjadi sekarang. Menjalankan Islam dengan i'tiba Rasul dan para sahabatnya itu seperti menggenggam bara api. Kebencian ada disekitar kita. Maka, benar apa yg dikabarkan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, harus dipegang erat2 spt menggigit dengan gigi geraham. Smg Allah menuntun kita untuk selalu taat padaNya dan RasulNya. Smg kita mati dalam keadaan berserah diri tanpa sedikitpun unsur kesyirikan. Amin Ya Rabbal Alamin.
Quote
 
+1
Kebenaran hanya milik Allah.....
Quote
 
0
من قل علمه كثر اعتراضه
Quote
 
0
subhalallah ...

saya pengin ngerti dan bs mendalami tasawuf .. saya harus belajar kemana .. bukunya yang bener apa.. mohon dibantu..
matur nuwuun..
bila ada yg berkenan email ke :
Quote
 
0
"pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu Agama-mu"
toh yang saya pelajari ini elmu !! agama tanmpa elmu sama dengan kosong, ibadah ko kaya beli kucing dalam karung, jadilah orang-orang yang berfikir . thx.
Quote
 
0
oh ya,untuk anda orang-orang salafi,ini kan bicara tentang AGAMA ISLAM nih,sebenarnya AGAMA ITU APA? DAN MENGAPA DI SEBUT ISLAM? tolong jawab ya......tapi jangan menurut anda, menurut ALLAH SWT!
saya tunggu jawabannya wahai orang-orang salafi.....
Quote
 
-2
sebenarnya yng mengatakan sesatnya tasawuf tu adalah orng yg tak sadar diri,jelas-jela s terancam masuk neraka ,masih berani ngatain orang sesat,apakah ajaran salafi tu dah pasti dapat membawa kita masuk surga?,coba jawab wahai orag salafi,kalau sudah apa dalilnya,kalau belum kan masih dlm ancaman masuk neraka,ingat syari'at tanpa hakikat batal,bagaikan mayat yang berjalan(tubuh tanpa ruh)belum lagi tanpa qalbu,yg di plajari dlm tasawuf,jadi maklum juga,kan yang tak mau blajar bersihkan hati (bertasawuf),bi cara pun asal jadi,sekedar mengingatkan kata rasullullsh,"di dlm dirimu ada segumpal daging,apabila baik daging tsb maka baik seluruh tubuh,dan apabila daging tersebut rusak maka rusaklah seluruh tubuh,daging tesebut adalah qalbu(hati),ing atlah wahai orang SALAFI,kata SESAT MENURUT anda ngak LAKU bagi kami,karna yang sesat bagi kami MENURUT KATA ALLAH ,coba anda buka AL QUR'AN,SURAT AL-A'RAF AYAT 179,fahami..oke i
Quote
 
0
kalau mau menegak kan faham kita ,kan ngak harus merusak paham org lain,katanya islam itu rahmatan lil 'alamin,jadi mengapa harus menjelek-jelekk an tasawuf,apa anda sudah masuk ke tasawuf dan mengatahui langsung kesesatan yg anda tulis di atas?.jadi ..........belaj ar dulu tentang agama islam dengan baik dan benar,saran saya 'JADILAH ORG ISLAM YANG SLALU BERFIKIR ,JANGAN JADI ORANG ISLAM YG SLALU MENGHUJAT
Quote
 
-1
Quoting Renata Zaskya A.:
Quoting al faqir:
SEBENARNYA TASAWUF ITU TIDAK BISA HANYA MEMBACABUKU-BUKUNYA SAJA,TETAPI HARUS DIPERDALAM DENGAN MEMASUKI TASAWUF ITU SENDIRI...BARU DEH ENTE KOMENTAR! FAHAM???

KALIAN PIKIR YANG MELAWAN PENJAJAH BELANDA DULU ITU SIAPA? MEREKA ITULAH PARA ULAMA TASAWUF !

COBA DEH ENTE ENTE BACA : http://www.republika.co.id/search/tASAWUF

SEMOGA KALIAN SEMUA MENDAPATKAN HIDAYAH! AMIIN

--------------------


yah maklum MAs orang yang menuduh itu kan buta mata buta hati, gak pernah tau apa yang di tuduhkan secara substansi, dan INGAT bahwa seorang muslim yang melaklukan penghujtaan dan penghakiman dengan fitnah adalah perbuatan keji dan munkar, bukankah itu sesungghnya orang orang yang sesat .!. wallahu 'alam


Semoga kelak mereka di beri hidayah,Amiin :)
Quote
 
+1
HAKIKAT TASAWUF

Oleh: Syekh Yusuf Al-Qardhawi


Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian ruhaniyah, ubudiyah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu.

Agama-agama di dunia ini banyak sekali yang menganut berbagai macam tasawuf, di antaranya ada sebagian orang India yang amat fakir. Mereka condong menyiksa diri sendiri demi membersihkan jiwa dan meningkatkan amal ibadatnya.

Dalam agama Kristen terdapat aliran tasawuf khususnya bagi para pendeta. Di Yunani muncul aliran Ruwagiyin. Di Persia ada aliran yang bernama Mani'; dan di negeri-negeri lainnya banyak aliran ekstrim di bidang rohaniah.

Kemudian Islam datang dengan membawa perimbangan yang paling baik di antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah serta penggunaan akal.

Maka, insan itu sebagaimana digambarkan oleh agama, yaitu terdiri dari tiga unsur: roh, akal dan jasad. Masing-masing dari tiga unsur itu diberi hak sesuai dengan kebutuhannya.

Ketika Nabi SAW melihat salah satu sahabatnya berlebih-lebiha n dalam salah satu sisi, sahabat itu segera ditegur. Sebagaimana yang terjadi pada Abdullah bin Amr bin Ash. Ia berpuasa terus menerus tidak pernah berbuka, sepanjang malam beribadah, tidak pernah tidur, serta meninggalkan istri dan kewajibannya. Lalu Nabi SAW menegurnya dengan sabdanya, "Wahai Abdullah, sesungguhnya bagi dirimu ada hak (untuk tidur), bagi istri dan keluargamu ada hak (untuk bergaul), dan bagi jasadmu ada hak. Maka, masing-masing ada haknya."

Ketika sebagian dari para sahabat Nabi SAW bertanya kepada istri-istri Rasulullah mengenai ibadah beliau yang luar biasa. Mereka (para istri Rasulullah) menjawab, "Kami amat jauh daripada Nabi SAW yang dosanya telah diampuni oleh Allah SWT, baik dosa yang telah lampau maupun dosa yang belum dilakukannya."

Kemudian salah seorang di antara mereka berkata, "Aku akan beribadah sepanjang malam." Sedang yang lainnya berujar, "Aku tidak akan menikah." Kemudian hal itu sampai terdengar oleh Rasulullah, lalu mereka dipanggil dan Rasulullah berbicara di hadapan mereka. Sabda beliau, "Sesungguhnya aku ini lebih mengetahui daripada kamu akan makrifat Allah dan aku lebih takut kepada-Nya daripada kamu; tetapi aku bangun, tidur, berpuasa, berbuka, menikah, dan sebagainya; semua itu adalah sunnah Barangsiapa yang tidak senang dengan sunnahku ini, maka ia tidak termasuk golonganku."

Karenanya, Islam melarang melakukan hal-hal yang berlebih-lebiha n dan mengharuskan mengisi tiap-tiap waktu luang dengan hal-hal yang membawa manfaat, serta menghayati setiap bagian dalam hidup ini.

Munculnya sufi-sufi di saat kaum Muslimin umumnya terpengaruh pada dunia yang datang kepada mereka, dan terbawa pada pola pikir yang mendasarkan semua masalah dengan pertimbangan logika. Hal itu terjadi setelah masuknya negara-negara lain di bawah kekuasaan mereka.

Berkembangnya ekonomi dan bertambahnya pendapatan masyarakat, mengakibatkan mereka terseret jauh dari apa yang dikehendaki oleh Islam yang sebenarnya (jauh dari tuntutan Islam).

Iman dan ilmu agama menjadi falsafah dan ilmu kalam (perdebatan); dan banyak dari ulama-ulama fiqih yang tidak lagi memperhatikan hakikat dari segi ibadat rohani. Mereka hanya memperhatikan dari segi lahirnya saja.

Sekarang ini, muncul golongan sufi yang dapat mengisi kekosongan pada jiwa masyarakat dengan akhlak dan sifat-sifat yang luhur serta ikhlas. Hakikat dari Islam dan iman, semuanya hampir menjadi perhatian dan kegiatan dari kaum sufi.

Mereka para tokoh sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya.

Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang makrifat, akhlak dan pengalaman-peng alaman di alam rohani, semua itu tidak dapat diingkari.

Tetapi, banyak pula di antara orang-orang sufi itu terlampau mendalami tasawuf hingga ada yang menyimpang dari jalan yang lurus dan mempraktekkan teori di luar Islam, ini yang dinamakan Sathahat orang-orang sufi; atau perasaan yang
halus dijadikan sumber hukum mereka.

Pandangan mereka dalam masalah pendidikan, di antaranya ialah seorang murid di hadapan gurunya harus tunduk patuh ibarat mayat di tengah-tengah orang yang memandikannya.

Banyak dari golongan Ahlus Sunnah dan ulama salaf yang menjalankan tasawuf, sebagaimana diajarkan oleh Al-Qur'an: dan banyak pula yang berusaha meluruskan dan mempertimbangka nnya dengan timbangan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antaranya ialah Imam Ibnul Qayyim yang menulis sebuah buku yang berjudul Madaarijus Saalikin ilaa Manaazilus Saairiin, yang artinya "Tangga bagi Perjalanan Menuju ke Tempat Tujuan."

Dalam buku tersebut diterangkan mengenai ilmu tasawuf, terutama di bidang akhlak, sebagaimana buku kecil karangan Syaikhul Islam Ismail Al-Harawi Al-Hanbali, yang menafsirkan dari Surat Al-Fatihah, "Iyyaaka na'budu waiyyaaka nastaiin."

Kitab tersebut adalah kitab yang paling baik bagi pembaca yang ingin mengetahui masalah tasawuf secara mendalam.

Sesungguhnya, tiap-tiap manusia boleh memakai pandangannya dan boleh tidak memakainya, kecuali ketetapan dan hukum-hukum dari kitab Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Kita dapat mengambil dari ilmu para sufi pada bagian yang murni dan jelas, misalnya ketaatan kepada Allah swt, cinta kepada sesama makhluk, makrifat akan kekurangan yang ada pada diri sendiri, mengetahui tipu muslihat dari setan dan pencegahannya, serta perhatian mereka dalam meningkatkan jiwa ke tingkat yang murni.

Di samping itu, menjauhi hal-hal yang menyimpang dan terlampau berlebih-lebiha n, sebagaimana diterangkan oleh tokoh sufi yang terkenal, yaitu Imam Al-Ghazali. Melalui ulama ini, dapat kami ketahui tentang banyak hal, terutama ilmu akhlak, penyakit jiwa dan pengobatannya.
Quote
 
0
Repot-repot amat...,
Diluar dari ajaran Al-Qur'an dan Hadits itu jgn di ikutin deh.., Syaitan akan masuk menyamar dengan dalih kebaikan.
Yang jelas-jelas ajalah...
Kalo akal atau pengembangan agama dari manusia sendiri mau diikuti, itu bahaya saudara...!!!
Quote
 
+1
terimaksasih atas ilmu, saran, masukan dan pendapat sodara-sodara semua,.semoga sodara-sodara semua diberi umur panjang,kemudah an dalam segala hal,kesehatan,k emurnian hati ..
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-3
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-2
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-2
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-2
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-2
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan keilmuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-2
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan kelimuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
-1
Yang namanya engga tau pasti ngga sayang dan yang namanya engga sayang pasti banyak prasangka yang didasari nafsu, islam agama yang indah perbedaan dalam islam bukan di perdebatkan tapi untuk dicari titik temunya, dan kalau anda ngga suka dan ngga sefaham dengan faham tasawuf tanya orang yang mengrti tasawuf ingat malu bertanya sesat dijalan..!! dan kalau anda menyalahkan ajaran tasawuf lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang mengajarkan ilmu tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilany,Syekh Abi Yazid Albusthomi,Jala ludin Rumi,dan waliyulloh lainnya yg mengajarkan faham tasawuf?lalu apa mereka semua sesat..? ingat para wali itu tidak pernah sembarangan dalam mengajakan faham kepada orang,nereka pasti sudah mencari referensi ilmunya dan itu jauh sebelum anda ada, jadi kalau menurut anda tasawuf itu sesat berarti anda juga menyalahkan para penyebar bidang keilmuan tasawuf itu,dan ingat mereka semua para wali yang tingkat keimanan dan kesholehan nya luar biasa,jadi tolonglah bijaksana sedikit dalam menyikapi sesuatu,jangan pake emosi dan jangan gampang menyalahkan bidan kelimuan yang di pelajarai banyak orang, itu sama aja ente menyulut perpecahan dengan sesama muslim...lalu kalau sudah begitu apa bedanya anda dengan musuh islam diluar sana,yang jelas anda ini orang islam yang ngga punya rasa takut agama nya ditertawakan kafir2 diluar sana...pikirkan jangan cuma dengan pintar berdalil...! dalil itu dipakai untuk memperebatkan sesuatu yang bersifat ingin menang sendiri, pakai dalil tu untuk memperbaiki diri anda dulu baru anda paka untuk mendakwahkan orang lain
Quote
 
+1
KESAKSIAN PARA ULAMA FIQIH TENTANG TASAWUF

Sesungguhnya tasawuf adalah Islam, dan Islam adalah tasawuf. Untuk mencapai kesempurnaan ibadah dan keyakinan dalam Islam, seseorang hendaknya mempelajari ilmu tasawuf melalui thariqah-thariq ah yang mu’tabar dari segi silsilah dan ajarannya. Para ulama besar kaum muslimin sama sekali tidak menentang tasawuf, tercatat banyak dari mereka yang menggabungkan diri sebagai pengikut dan murid tasawuf, para ulama tersebut berkhidmat dibawah bimbingan seorang syaikh thariqah yang arif, bahkan walaupun ulama itu lebih luas wawasannya tentang pengetahuan Islam, namun mereka tetap menghormati para syaikh yang mulia, hal ini dikarenakan keilmuan yang diperoleh dari jalur pendidikan formal adalah ilmu lahiriah, sedangkan untuk memperoleh ilmu batiniyah dalam membentuk qalbun salim dan kesempurnaan ahlak, seseorang harus menyerahkan dirinya untuk berkhidmat dibawah bimbingan seorang syaikh tasawuf yang sejati.

Empat orang imam mazhab Sunni, semuanya mempunyai seorang syaikh thariqah. Melalui syaikh itulah mereka mempelajari Islam dalam sisi esoterisnya yang indah dan agung. Mereka semua menyadari bahwa ilmu syariat harus didukung oleh ilmu tasawuf sehingga akan tercapailah pengetahuan sejati mengenai hakikat ibadah yang sebenarnya.

Imam Abu Hanifah (Nu’man bin Tsabit – Ulama besar pendiri mazhab Hanafi) adalah murid dari Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah yaitu Imam Jafar as Shadiq ra . Berkaitan dengan hal ini, Jalaluddin as Suyuthi didalam kitab Durr al Mantsur, meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, Nu’man telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.

Imam Maliki (Malik bin Anas – Ulama besar pendiri mazhab Maliki) yang juga murid Imam Jafar as Shadiq ra, mengungkapkan pernyataannya yang mendukung terhadap ilmu tasawuf sebagai berikut, “Barangsiapa mempelajari/men gamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih kebenaran.”
(‘Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, vol. 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).




Imam Syafi’i (Muhammad bin Idris, 150-205 H ; Ulama besar pendiri mazhab Syafi’i) berkata, “Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu:
1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara
2. Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati
3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.”
(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, vol. 1, hal. 341)

Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H ; Ulama besar pendiri mazhab Hanbali) berkata, “Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” (Ghiza al Albab, vol. 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)

Syaikh Fakhruddin ar Razi (544-606 H ; Ulama besar dan ahli hadits) berkata, “Jalan para sufi adalah mencari ilmu untuk memutuskan hati mereka dari kehidupan dunia dan menjaga diri agar selalu sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat Allah pada seluruh tindakan dan perilaku .” (I’tiqad al Furaq al Musliman, hal. 72, 73)

Ibn Khaldun (733-808 H ; Ulama besar dan filosof Islam) berkata, “Jalan sufi adalah jalan salaf, yakni jalannya para ulama terdahulu di antara para sahabat Rasulullah Saww, tabi’in, dan tabi’it-tabi’in . Asasnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan serta kesenangan dunia.” (Muqadimah ibn Khaldun, hal. 328).


Imam Jalaluddin as Suyuti (Ulama besar ahli tafsir Qur’an dan hadits) didalam kitab Ta’yad al haqiqat al ‘Aliyyah, hal. 57 berkata, “Tasawuf yang dianut oleh ahlinya adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Ilmu ini menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi Saww dan meninggalkan bid’ah.”

Ibnu Taimiyyah (661-728 H), salah seorang ulama yang dikenal keras menentang tasawuf pada akhirnya beliau mengakui bahwa tasawuf adalah jalan kebenaran, sehingga beliaupun mengambil bai’at dan menjadi pengikut thariqah Qadiriyyah. Berikut ini perkataan Ibnu Taimiyyah didalam kitab Majmu al Fatawa Ibn Taimiyyah, terbitan Dar ar Rahmat, Kairo, Vol. 11, hal. 497, dalam bab.

Tasawuf : “Kalian harus mengetahui bahwa para syaikh yang terbimbing harus diambil dan diikuti sebagai petunjuk dan teladan dalam agama, karena mereka mengikuti jejak Para Nabi dan Rasul. Thariqah para syaikh itu adalah untuk menyeru manusia kepada kehadiran dalam Hadhirat Allah dan ketaatan kepada Nabi.” Kemudian dalam kitab yang sama hal. 499, beliau berkata, “Para syaikh harus kita ikuti sebagai pembimbing, mereka adalah teladan kita dan kita harus mengikuti mereka. Karena ketika kita berhaji, kita memerlukan petunjuk (dalal) untuk mencapai Ka’ bah, para syaikh ini adalah petunjuk kita (dalal) menuju Allah dan Nabi kita.” Di antara para syaikh sufi yang beliau sebutkan didalam kitabnya adalah, Syaikh Ibrahim ibn Adham ra, guru kami Syaikh Ma’ruf al Karkhi ra, Syaikh Hasan al Basri ra, Sayyidah Rabi’ah al Adawiyyah ra, guru kami Syaikh Abul Qasim Junaid ibn Muhammad al Baghdadi ra, guru kami Syaikh Abdul Qadir al Jailani, Syaikh Ahmad ar Rifa’i ra, dll.

Didalam kitab “Syarh al Aqidah al Asfahaniyyah” hal. 128. Ibnu Taimiyyah berkata, “Kita (saat ini) tidak mempunyai seorang Imam yang setara dengan Malik, al Auza’i, at Tsauri, Abu Hanifah, as Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Fudhail bin Iyyadh, Ma’ruf al Karkhi, dan orang-orang yang sama dengan mereka.” Kemudian sejalan dengan gurunya, Ibnu Qayyim al Jauziyyah didalam kitab “Ar Ruh” telah mengakui dan mengambil hadits dan riwayat-riwayat dari para pemuka sufi.

Dr. Yusuf Qardhawi, guru besar Universitas al Azhar, yang merupakan salah seorang ulama Islam terkemuka abad ini didalam kumpulan fatwanya mengatakan, “Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian ruhaniah, ubudiyyah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu.” Beliau juga berkata, “Mereka para tokoh sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur,an dan As-Sunnah.

Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang marifat, akhlak dan pengalaman-peng alaman di alam ruhani, semua itu tidak dapat diingkari.

Seperti itulah pengakuan para ulama besar kaum muslimin tentang tasawuf. Mereka semua mengakui kebenarannya dan mengambil berkah ilmu tasawuf dengan belajar serta berkhidmat kepada para syaikh thariqah pada masanya masing-masing. Oleh karena itu tidak ada bantahan terhadap kebenaran ilmu ini, mereka yang menyebut tasawuf sebagai ajaran sesat atau bid’ah adalah orang-orang yang tertutup hatinya terhadap kebenaran, mereka tidak mengikuti jejak-jejak para ulama kaum salaf yang menghormati dan mengikuti ajaran tasawuf Islam.






Ringkasan

Imam Abu Hanifah (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, Nu’man telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.

Imam Maliki mengungkapkan pernyataannya yang mendukung terhadap ilmu tasawuf sebagai berikut, “Barangsiapa mempelajari/men gamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih kebenaran.” (‘Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, vol. 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).

Imam Syafi’i berkata, “Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu:
1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara
2. Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati
3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.”
(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, vol. 1, hal. 341)

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” (Ghiza al Albab, vol. 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)


Syaikh Fakhruddin ar Razi berkata, “Jalan para sufi adalah mencari ilmu untuk memutuskan hati mereka dari kehidupan dunia dan menjaga diri agar selalu sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat Allah pada seluruh tindakan dan perilaku .” (I’tiqad al Furaq al Musliman, hal. 72, 73)

Ibn Khaldun berkata, “Jalan sufi adalah jalan salaf, yakni jalannya para ulama terdahulu di antara para sahabat Rasulullah Saww, tabi’in, dan tabi’it-tabi’in . Asasnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan serta kesenangan dunia.” (Muqadimah ibn Khaldun, hal. 328).


Imam Jalaluddin as Suyuti berkata, “Tasawuf yang dianut oleh ahlinya adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Ilmu ini menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi Saww dan meninggalkan bid’ah.”

Ibnu Taimiyyah
1. didalam kitab ( Majmu al Fatawa Ibn Taimiyyah, terbitan Dar ar Rahmat, Kairo, Vol. 11, hal. 497, ) berkata : “Kalian harus mengetahui bahwa para syaikh yang terbimbing harus diambil dan diikuti sebagai petunjuk dan teladan dalam agama, karena mereka mengikuti jejak Para Nabi dan Rasul. Thariqah para syaikh itu adalah untuk menyeru manusia kepada kehadiran dalam Hadhirat Allah dan ketaatan kepada Nabi.”
2. Kemudian dalam kitab yang sama hal. 499, beliau berkata, “Para syaikh harus kita ikuti sebagai pembimbing, mereka adalah teladan kita dan kita harus mengikuti mereka. Karena ketika kita berhaji, kita memerlukan petunjuk (dalal) untuk mencapai Ka’ bah, para syaikh ini adalah petunjuk kita (dalal) menuju Allah dan Nabi kita.” Di antara para syaikh sufi yang beliau sebutkan didalam kitabnya adalah, Syaikh Ibrahim ibn Adham ra, guru kami Syaikh Ma’ruf al Karkhi ra, Syaikh Hasan al Basri ra, Sayyidah Rabi’ah al Adawiyyah ra, guru kami Syaikh Abul Qasim Junaid ibn Muhammad al Baghdadi ra, guru kami Syaikh Abdul Qadir al Jailani, Syaikh Ahmad ar Rifa’i ra, dll.
3. Didalam kitab “Syarh al Aqidah al Asfahaniyyah” hal. 128. Ibnu Taimiyyah berkata, “Kita (saat ini) tidak mempunyai seorang Imam yang setara dengan Malik, al Auza’i, at Tsauri, Abu Hanifah, as Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Fudhail bin Iyyadh, Ma’ruf al Karkhi, dan orang-orang yang sama dengan mereka.” Kemudian sejalan dengan gurunya, Ibnu Qayyim al Jauziyyah didalam kitab “Ar Ruh” telah mengakui dan mengambil hadits dan riwayat-riwayat dari para pemuka sufi.

Dr. Yusuf Qardhawi, guru besar Universitas al Azhar, Beliau juga berkata, “Mereka para tokoh SUFI sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur,an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang marifat, akhlak dan pengalaman-peng alaman di alam ruhani, semua itu tidak dapat diingkari.
Quote
 
-1
Quoting al faqir:
SEBENARNYA TASAWUF ITU TIDAK BISA HANYA MEMBACABUKU-BUKUNYA SAJA,TETAPI HARUS DIPERDALAM DENGAN MEMASUKI TASAWUF ITU SENDIRI...BARU DEH ENTE KOMENTAR! FAHAM???

KALIAN PIKIR YANG MELAWAN PENJAJAH BELANDA DULU ITU SIAPA? MEREKA ITULAH PARA ULAMA TASAWUF !

COBA DEH ENTE ENTE BACA : http://www.republika.co.id/search/tASAWUF

SEMOGA KALIAN SEMUA MENDAPATKAN HIDAYAH! AMIIN

--------------------


yah maklum MAs orang yang menuduh itu kan buta mata buta hati, gak pernah tau apa yang di tuduhkan secara substansi, dan INGAT bahwa seorang muslim yang melaklukan penghujtaan dan penghakiman dengan fitnah adalah perbuatan keji dan munkar, bukankah itu sesungghnya orang orang yang sesat .!. wallahu 'alam
Quote
 
0
selama faham itu berbeda sah-sah saja mereka saling mengklaim atas keyakinan nya, karena keyakinan itu sulit diperdebatkan untuk mencapai ttik temu. Kaum syariat mereferensi atas Alqur'an dan hadist dengan disiplin dan penuh hati hati melalui fikiran dan keyakinan hatinya. Sedanghkan kaum tasawuf selain referensi Alqur'an dan hadits mereka mendapatkan pemahaman melalui Dzauq ( rahsa sejati) petunjuk Tuhan dalam hatinuraninya, sebagai mana dijelaskan bahwa " Alqur'an adalah ayat-ayat yang nytata di dalam dada orang-orang yang di beri ilmu.". Konsep ini sebagai mana turun nya wahyu Allah ke dalam dada Rasulullah saw. Rasulullah tidak merefer dari kitab-kitab atau agama lain nya.

Yang jelas sesat adalah mereka yang agama nya dijadikan permainan, menjual ayat dengan harga sedikit, pemahaman jahiliyah, fasik munafik, islam KTP, kemorosotan moral, agama sebatas ceremonial belaka, ramai menghias mushaf dan masjid, umat tak dapat kenali ulama kecuali dari pakaaian nya.

Banyak kaum muada usia yang membca Alqur'an tidak melampaui kerongkongan nya, kata-kata nya bagai busur panah membunuhi akal umat, dan menajdikan umat keluar dari rel ke islaman, orang yang demikian layak untuk di bunuh seperti matinya kaum 'Ad, demikian hadist Rasulullah saw.

Kesesatan dan kemorosotan moral marak di mana-mana, pemahaman agama dangkal, para ustad ulama memperkaya diri dengan dakwah bertarif, orang berhaji membludak setiap tahun ulama ustad berjubel, tapi umat semakin bodoh. Ini lebihs esat dari sekedar kelompok taswuf yang amat kecil dibanding mayotritas umat islam yang demikian besar.

Ini kenyataan kerusakan agama bangsa dan negara justru bukan dilakukan oleh kaum tasawuf, tetapi oleh mayoritas umat islam yang menjadikan agama sebagai permainan belaka.

asalam
Quote
 
0
Quoting indra:
Agama bukan untuk di debatkan.. Lakum diinukum waliyadiin...

Bukan debat hanya ada kewajiban klo ada saudara kita yg salah jln wajib dksh tau, soalnya diakherat bakaln dtnyain udh ngingetin sodaranya yg slh ato enggk?
Masalah "lakum dinukum..." itu ayat untuk kafirun bukan untuk sesama islam, dr nama surahnya aja al kafirun. Gmn sih ente??
Quote
 
-1
SEBENARNYA TASAWUF ITU TIDAK BISA HANYA MEMBACABUKU-BUK UNYA SAJA,TETAPI HARUS DIPERDALAM DENGAN MEMASUKI TASAWUF ITU SENDIRI...BARU DEH ENTE KOMENTAR! FAHAM???

KALIAN PIKIR YANG MELAWAN PENJAJAH BELANDA DULU ITU SIAPA? MEREKA ITULAH PARA ULAMA TASAWUF !

COBA DEH ENTE ENTE BACA : www.republika.co.id/search/tASAWUF

SEMOGA KALIAN SEMUA MENDAPATKAN HIDAYAH! AMIIN
Quote
 
-1
SEBENARNYA TASAWUF ITU TIDAK BISA HANYA MEMBACABUKU-BUK UNYA SAJA,TETAPI HARUS DIPERDALAM DENGAN MEMASUKI TASAWUF ITU SENDIRI...BARU DEH ENTE KOMENTAR! FAHAM???

KALIAN PIKIR YANG MELAWAN PENJAJAH BELANDA DULU ITU SIAPA? MEREKA ITULAH PARA ULAMA TASAWUF !

COBA DEH ENTE ENTE BACA : http://www.republika.co.id/search/tASAWUF

SEMOGA KALIAN SEMUA MENDAPATKAN HIDAYAH! AMIIN
Quote
 
+3
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
QS:Al-Baqarah | Ayat: 152
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُ وا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
QS:Al-Baqarah | Ayat: 186
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ
Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.
QS:Ali Imran | Ayat: 108
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
QS:Ali Imran | Ayat: 113
بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ
Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.
QS:Ali Imran | Ayat: 150
هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
(Kedudukan) mereka itu bertingkat-ting kat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
QS:Ali Imran | Ayat: 163
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghu ni surga; mereka kekal di dalamnya.
QS:Al-A'raf | Ayat: 42
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
QS:Al-A'raf | Ayat: 205
أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarny a. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.
QS:Al-Anfaal | Ayat: 4
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.
QS:Al-Anfaal | Ayat: 8
وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
QS:Al-Anfaal | Ayat: 40
قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukann ya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
QS:Yunus | Ayat: 16
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُونَ
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.
QS:Yunus | Ayat: 17
وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
QS:Yunus | Ayat: 82
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbu atan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbu atan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
QS:Huud | Ayat: 114
وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
QS:Huud | Ayat: 115
فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
QS:Huud | Ayat: 116
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
QS:Huud | Ayat: 117
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,
QS:Huud | Ayat: 118
إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
QS:Huud | Ayat: 119
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
QS:Huud | Ayat: 120
وَقُلْ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَامِلُونَ
Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)".
QS:Huud | Ayat: 121
وَانْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ
Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kamipun menunggu (pula)".
QS:Huud | Ayat: 122
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
QS:Huud | Ayat: 123
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُم ْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
QS:Al-Israa' | Ayat: 70
فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
QS:Al-Mu'minuun | Ayat: 7
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.
QS:Al-Mu'minuun | Ayat: 62
Quote
 
+1
Agama bukan untuk di debatkan.. Lakum diinukum waliyadiin...
Quote
 
0
Tak ada seorangpun yang sanggup menunjukkanya dengan tepat....
Meskipun zaman kini sudah memiliki kemajuan teknologi yang pesat.....
Tapi siapa kah yang dapat mengingkari adanya RASA........
Tak ada seorangpun yang mengingkari nya........
pembicaran dalam kitab ,adalah pembicaraan hal yang tersembunyi .....
Pembicaraan sepanjang yang dapat ditulis , dikatakan dan dijabarkan........
namun tetap dalam suatu lingkaran ............
yang dikatakan isyarat dan i'tibar........
Quote
 
0
dimana kita menempatkan "dua kaliamat syahadat dalam diri kita?
dimana kita mendudukan "dua kalaimat tahuid pada diri kita ?
dimana kita menetapkan yang dijanjikan oleh allah "dua kalaimat hidayah pada diri kita ?

apakah kita sudah yakin dan benar untuk menjalankan perintah Allah mari kita renungkan dalam diri kita apakah keislaman kita sudah benar apa masih mencari .....dan masih saling berdebat
mohon tanyakan pada guru kita masing masing dalam tiga perkara yang diatas
Quote
 
+2
Allah berfirman:

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat “ (Al Fatihah:6-7)

Para ulama ahli tafsir baik dari kalangan sahabat maupun yang hidup sesudahnya telah banyak memberikan penjelasan tentang makna shiratal mustaqim. Imam Abu Ja’far bin Juraih rahimahullah berkata, “ Para ahli tafsir telah sepakat seluruhnya bahwa shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas yang tidak ada penyimpangan di dalamnya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azim).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan: “Shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas dan gamblang yang bisa mengantarkan menuju Allah dan surga-Nya, yaitu dengan mengenal kebenaran serta mengamalkannya” (Taisirul Kariimir Rahman).

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan, “ Yang dimaksud dengan shirat (jalan) di sini adalah Islam, Al Qur’an, dan Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Ketiganya dinamakan dengan “jalan” karena mengantarkan kepada Allah Ta’ala. Sedangkan Al mustaqim maknanya jalan yang tidak bengkok, lurus dan jelas yang tidak akan tersesat orang yang melaluinya” (Duruus min Al Qur’an 54).

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa“ (Al An’am:153)

Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

خطَّ لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم يومًا خطًّا فقال: هذا سبيل الله. ثم خط عن يمين ذلك الخطّ وعن شماله خطوطًا فقال: هذه سُبُل، على كل سبيل منها شيطانٌ يدعو إليها. ثم قرأ هذه الآية:(وأن هذا صراطي مستقيمًا فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله)

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam pernah membuat satu garis lurus, kemudian beliau bersabda, “ Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau membuat garis-garis yang banyak di samping kiri dan kanan garis yang lurus tersebut. Setelah itu beliau bersabda , “Ini adalah jalan-jalan (menyimpang). Di setiap jalan tersebut ada syetan yang menyeru kepada jalan (yang menyimpang) tersebut.“ (H.R Ahmad No. 4142).(Lihat Jaami’ul Bayaan fii Ta’wiil Al Qur’an)

Hanya ada SATU Jalan menuju Allah, yaitu jalan yang ditempuh dan dilalui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para Shahabat Nabi Radhiyallahu 'Anhum, merekalah jalan KEBENARAN.

Sedang jalan-jalan yang lain, jalan yang tidak sesuai dengan petunjuk dan tuntunan Rasulullah, adalan jalan KESESATAN.
Quote
 
0
Quoting irwanto:
Masya Alloh gitu aja kok pada bingung ya... begini saja coba kalaw misal anda ingin makan di warung yang katanya enak dan terbukti ramai tapi kamu belum rasakan terlebih dahulu maka sama saja itu dengan tetap tidak tahu rasa yang sesungguhnya, maka kalaw begitu hayati surah Al-Kafirun smg kamu mndapat hidayah dan memahami.

kayaknya sama dengan ingin berzina yang katanya enak dan terbukti ramai
Quote
 
0
Siapa yang mengenal dirinya sendiri maka dia akan mengenal allah swt
Quote
 
-1
HEHEHE...admin, tau apa anda tentang tassawuf...peng etahuan anda hanya di kulit luarnya saja..belum sampai ke inti. cepat sekali menuduh sesat...jangan jangan admin sendiri yang tersesat...peng etahuan yang anda miliki hanya mengislamkan otak anda saja.seandainya kemampuan otak anda hilang apa masih bisa menjamin anda islam. islam itu meliputi jasmani dan ruhani...kecerd asan anda hanya di OTAK, belum tentu ruhani/spiritua l anda cerdas. di dalam hati anda jangan jangan masih menjadi singgasana setan iblis laknatulloh...s ungguh Nabi Muhammad akan tertawa melihat umatnya seperti anda. Sudah hafal kitab apa saja kok berani menyesatkan orang lain, apa sudah hafal Al qur'an,, berapa hadist yang anda hafal???? 10000 pun kayaknya ga mungkin hehe.bertasawuf dan bertarikat itu penting atau tidak tidak perlu dibahas..yang terpenting adalah bagaimana janji janji Alloh dlm al qur'an bisa direalisasikan, yng dzahir maupun bathin..dan yang mengejutkan sampai saat ini ahli ahli tasawuf n tarikat telah gilang gemilang membuktikan..ka lau anda???
Quote
 
-1
tasawuf itu menggiring perasaan dekat sekali dengan Allah dengan mengasingkan diri bergelap-gelapa n. tapi sesungguhnya syaiton yang masuk... orang akan kehilangan akal dan bisa ngaku bangia dari Allah..
Quote
 
-1
Saya cuma ingin berasumsi bahwa penulis artikel ini jelas orang yg memang belum dewasa, mungkin dari segi umur, mungkin juga emosionalnya. Dia hanya sekedar ingin berbagi saja, just share what he knows. Maka dari itu jangan marahi dia. Biarkan satu saat, dalam pengembaraan jiwanya yang selalu rindu akan Dia, dirinya akan menemukan kenikmatan luar biasa menjalani hidup ini hanya untukNya,ikhlas , pasrah dalam rengkuhanNya, tanpa harap pahala dan surga, tanpa takut api neraka. Cinta yang sebenar-benarny a cinta, tanpa tendensi apapun.
Sering para pengkhotbah mengatakan Cintailah Allah melebihi apapun, cintailah Dia dengan sesungguh-sungg uhnya. Andaikan cinta kita pada Allah hanya karena pahala, surga, neraka maka bagaimana seandainya Allah tiada menjanjikan apapun untuk mereka yang mencintaiNYA? Ibarat orang tua kita, andaikan beliau berdua tiada menjanjikan hadiah permen,mobil,ru mah apa kita akan kehilangan cinta kepada beliau berdua?
Apakah tiada lebih indah lagi jika cinta kita padaNYA tumbuh karena kita benar2 sudah merasakan hangat kasihNYA, lembut belaianNYA, semenjak detik pertama nafas kita sampai saat ini? Apakah tiada lebih indah lagi dalam hidup ini jika kita mampu tuk membalas kasihNYA dengan cinta dan pengabdian tanpa syarat,total jiwa raga kita?
Tasawuf memang bukanlah ajaran langsung Kanjeng Nabi Muhammad, tapi mencintai Allah dengan sungguh-sungguh jelas adalah ajaran beliau dan tasawuf hanya salah satu jalan dari jutaan jalan untuk mencintaiNYA.
Quote
 
0
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratla h dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(QS: Ali Imran Ayat: 159) Allah menilai ketaqwaan hambanya bukan dari pandainya baca quran,bukan dari pandainya berdebat,tapi dari kesucian hati seseorang,dan Hanya Allah yang tahu mana hati yang suci dan tidak


Ta = takut terhadap diri yang latif (nurani)
sa = rahasia didalam kalbu (watakallama illah insan illah binnana
tidak bisa diri kalau bukan dengan kalam (firman allah)
oleh karena itu kita harus mengenal diri yang sebenar
benarnya kalau kita faham dengan perkataan allah pada diri
semua apa yang kita punya hanya semata milik allah baik
kekuatan maupun dan yang lainnya. ini yang dikatakan(ta sa )
karena mengenal itu bukan sunah tapi wajib bagi seorang muslim
firman allahوَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya´qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
QS:Al-Baqarah | Ayat: 132
sebelum adanya muhammad pada waktu itu
aku tiada daya upaya hanya engkau yang kuasa
sehingga kita menjadi fanah ( artinya wuf)
jumlah antara ta sa dengan wuf sehingga menjadi tasawuf itulah tanda orang yang beriman selalu berlaku adil dalam perkataan
firman allah
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
QS:Al-A'raf | Ayat: 180
وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.
QS:Al-A'raf | Ayat: 181
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُه ُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsu r (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
QS:Al-A'raf | Ayat: 182
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
tidak ada yang berbuat pada hakekatnya melainkan allah ,tidak ada yang hidup pada hakekatnya melainkan allah,dan tidak ada maujud pada hakekatnya melainkan allah .dengan demikian ,termasuklah kita ini sebagi golongan ahli bertahuid yang benar.... mari kita mengkoreksi diri kita , maka oleh sebab itu marilah kita banyak mensyukuri nikmat allah yang diberikan kepada kita dan memperbaharui dan meningkatkan iman dan taqwa terhadap allah.
Quote
 
+3
Jika ingin Shalat, Shalatlah sesuai dengan Shalat yg diajarkan Rasulullah. Jika ingin berdzikir, berdzikirlah sesuai dengan Dzikir yang biasa dibaca Rasulullah. Jika ingin bershalawat, Shalawatlah sesuai dengan yang biasa diucapkan Rasulullah....

Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam:
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan Agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu'ala ihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu'ala ihi wasallam. ٍSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, "Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu'ala ihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?" Salah seorang dari mereka berkata, "Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya" (tanpa tidur). Kemudian yang lain berkata, "Kalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka". Dan yang lain lagi berkata, "Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya" . Kemudian datanglah Rasulullah Shallallahu'ala ihi Wasallam kepada mereka seraya bertanya: "Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku" (HR. Bukhari no.5063)

Ibnul Majisyun berkata: Aku pernah mendengar Imam Malik berkata, “Barangsiapa yang mengada-adakan di dalam Islam suatu bid'ah yang dia anggap baik (baca: bid'ah hasanah), maka sesungguhnya dia telah menuduh Muhammad Shallallahu 'alaihi Wasallam mengkhianati risalah. Sebab Allah berfirman (yang artinya), “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian.” Apa-apa yang pada hari itu bukan termasuk ajaran agama, maka hari ini hal itu bukan termasuk agama.” (lihat al-Arba'una Haditsan fi Minhaj ad-Da'wah, hal. 69 dan al-I'tisham, [1/64-65])

Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata, “Pokok-pokok as-Sunnah dalam pandangan kami adalah berpegang teguh dengan apa-apa yang diyakini oleh para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, meneladani mereka dan meninggalkan bid'ah-bid'ah. Kami meyakini bahwa semua bid'ah adalah sesat.”
(lihat 'Aqa'id A'immah as-Salaf, hal. 19)
Quote
 
-3
untuk tafsirkan quran apa ilmu anda sudah mumpuni, bagaimana ilmu nahwu shorofnya, jika masih baca terjemahan itulah yg menyuburkan teroris krn salah tafsir
Quote
 
0
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Allah berfirman: “Wahai Adam!” maka ia menjawab: “Labbaik wa sa’daik” kemudian Allah berfirman: “Keluarkanlah dari keturunanmu ahli neraka!” maka Adam bertanya: “Ya Rabb, apakah ahli neraka itu?” Allah berfirman: “Dari setiap 1000 orang, 999 di neraka dan hanya 1 orang yang masuk surga.” Maka ketika itu para sahabat yang mendengar bergemuruh membicarakan hal tersebut. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang menjadi satu orang tersebut?” Maka beliau bersabda: “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya , yaitu Ya’juj dan Ma’juj. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya orang sebelum kalian dari ahli kitab telah berpecah-belah dalam 72 golongan, dan sungguh umat ini akan berpecah-belah menjadi 73 golongan; 72 golongan di dalam neraka, dan satu di syurga; yaitu al-Jama'ah. (HR Abu Dawud)

”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka.” Bertanya para Shahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.”
(HR. Thabrani & At Tirmidzi)

Ingatlah penduduk Syurga sangatlah sedikit (hanya 1 dari 1000 orang), sedang penduduk Neraka adalah mayoritas umat manusia. Hanya orang-orang yang mengikuti Al Quran dan Sunnah sesuai dengan PEMAHAMAN Rasulullah dan para Shahabat Nabi lah serta generasi Tabiin dan Tabiut Tabi'in yang selamat dari Api Neraka.

“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya/Tabi 'in), lalu orang-orang yang setelah mereka (Tabiut Tabi'in).”
(Shahih Al-Bukhari, no. 3650)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam sangat membenci bid'ah dan ajaran yg diada-adakan, berikut beberapa haditsnya:

"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid'ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”
(HR. Muslim no. 867)

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid'ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani)

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at kepada pemimpin walaupun yang pemimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”
(HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: "hadits ini hasan shahih")

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku’. Allah berfirman, ‘Engkau tidak tahu (bid’ah) yang mereka ada-adakan sepeninggalmu’“
(HR. Bukhari no. 6576, 7049)

“(Wahai Rabb), sungguh mereka bagian dari pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sungguh engkau tidak tahu bahwa sepeninggalmu mereka telah mengganti ajaranmu”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku”
(HR. Bukhari no. 7050)

Sufi adalah ajaran sesat dan diada-adakan, yang Rasulullah tidak pernah mengajarkannya. Berikut kutipan Imam 4 Madzhab:

Imam As Syafi`i berkata, “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum Zhuhur ia menjadi orang yang dungu.” Imam Syafi`i juga pernah berkata. ”Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya.

Imam Ahmad bin Hambal tentang keharusan menjauhi orang-orang tertentu yang berada dalam lingkaran tasawuf, banyak dikutip orang. Diantaranya ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa tentang perkataan Al-Harits Al Muhasibi (tokoh sufi, meninggal 857 M.). Lalu Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Aku nasihatkan kepadamu, janganlah duduk bersama mereka.” (duduk dalam majlis Al-Harits Al-Muhasibi)
Quote
 
-3
tasawuf, sufi adalah pelajarah ahlak (qonaah, zuhud, waro dll) d mana sesatnya? imam ghozali 200 H juga sesat gitu? aneh ini
Quote
 
+1
perkataan imam syaf'i bahwa "jika seseorang megikuti agama sufi di pagi hari..maka di siang hari dia menjadi orang yg dungu" masyaallah...na udzubilahimin dzalik. dan banyak orang yg mengikuti Sufi ini menjadi gila,dan dungu.
masyallah...,ya allah..lindungi kami dari agama Sufi yg sesat ini ya rabb,.
Quote
 
0
Begitulah Sufi : Gila
Quote
 
0
tasawuf itu sesat, tidak ada yang mengatakan mereka kafir hingga mereka melakukan perbuatan musyrik
Quote
 
+1
salafy tobat adalah syiah
Quote
 
+2
hampir yg berkomentar disini mendukung paham tasawuf.
justru merekalah yg tidak tau apa2 tentang asal muasal tasawuf yg sebenarnya.
demi menutup kesesatan tasawuf, banyak tokoh2 tasawuf yg menerjemahkan/m engartikan tasawuf sebagai ma'rifat, thariqat, kasyaf & lain2.

banyak dari mereka (para pendukung tasawuf) yg menggunakan dalil sepotong ayat2 Al-Qur'an atau sebagian dalil dari As-Sunnah demi menguatkan mereka padahal tafsiran mereka jauh dari apa yg digariskan oleh para ulama Salafush Shalih.
jika mereka tidak bisa menafsirkan kedua hukum utama Islam itu, maka mereka menggunakan tafsiran para 'ulama tasawuf, ini juga tidak bisa dijadikan dalil yg pasti karna hampir seluruh biografi para 'ulama tasawuf dari zaman generasi Salafush Shalih sampai sekarang MIRIP DENGAN GAYA KEPENDETAAN yg dianggap wali yg suci. perbedaannya hanya letak *pemahaman & tata cara ibadah* ala Sufi yg beraneka ragam yg semuanya bertentangan dgn ajaran Islam yg shahih.

jika mereka sudah tau bahwa para 'ulama mereka tidak bisa dijadikan pegangan, maka merekapun memakai sebagian tafsiran dari para 'ulama Salafush Shalih yg tentunya mendukung paham sesat mereka. itu pun hanya sepotong atau mencari perkataan yg seakan-akan mendukung tasawuf dari para ulama salaf ini padahal jauh dari apa yg mereka pikirkan, karna tafsiran para 'ulama salaf itu sebenarnya sama sekali tidak mendukung tasawuf bahkan banyak dari para ulama ini yg membenci tasawuf. apakah mereka tidak melihat perkataan2 para ulama salaf dahulu yg sangat membenci tasawuf bahkan praktek ibadah ala sufi seperti pengagungan kuburan para wali, membangun ibadah diatas kuburan, membuat semen atau mengecat kuburan, dzkir yg berlebihan, bertawasul dgn orang2 mati dsb.
jika mereka membaca seluruh kitab biografi para 'ulama Salafush Shalih seperti Imam 4 Mazhab, Imam An-Nawawi, Imam Al-Qurthuby, Imam Adz-Dzahabi, Imam At-Thabrani dan para ulama salaf lainnya, maka PASTI MEREKA MENGETAHUI KESESATAN TASAWUF yg terselubung & disembunyikan tokoh2 tasawuf.

setelah ini pasti mereka menuduh saya BERPAHAM WAHABI hanya karna membenci tasawuf, maka ITU HANYA PUJIAN DALAM HUJATAN bagi saya karna;
-jika saya mengajak mereka untuk kembali kepada Al-Qur'an & As-Sunnah yg shahih dgn 'ijma para 'ulama Salafush Shalih yaitu para sahabat, tabi'in & tabi'ut tabi'un, maka sayapun dipanggil wahabi.
-jika saya mengajak mereka untuk menjauhi penyakit TBC (Tahayul, Bid'ah, Churafat) untuk kembali ke pemahaman yg shahih, maka saya pun dipanggil wahabi.
-jika saya menyuruh mereka untuk beribadah kepada Allah ta'ala semata & menjauhi berbagai kesyirikan baik yg besar ataupun kecil, maka saya pun dipanggil wahabi.
-jika saya menyuruh mereka untuk MERATAKAN KUBURAN karna sudah termasuk ijma para ulama Salafush Shalih, maka sayapun dipanggil wahabi.
-jika saya menyuruh mereka untuk tidak bertaqlid buta kepada Imam tertentu & menyuruh mereka untuk mengambil perkataan2 para Imam sesuai dgn nash Al-Qur'an atau As-Sunnah, maka sayapun dipanggil wahabi.
-jika saya menyuruh mereka untuk keluar dari kefanatikkan suatu golongan (hizbiyyah)& menyuruh mereka mengikuti 'ittiba Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam serta para sahabat, maka sayapun dipanngil wahabi.

INGATLAH WAHAI MUSUH DAKWAH TAUHID, jika kalian menuruti hawa nafsu semata demi mendukung kebatilan, maka bertaubatlah dgn taubat nasuha.
INGATLAH PULA wasiat saya ini;
"Orang yang berbuat maksiat pasti mudah untuk disuruh taubat, sedangkan orang yang berbuat bid'ah pasti ia tidak akan mampu untuk bertaubat & susah untuk keluar dari kebid'ahannya".
juga:
"Bid'ah itu lebih disukai Iblis Laknatullah daripada perbuatan maksiat karna jika orang yg berbuat bid'ah pasti susah untuk keluar darinya".
Quote
 
-1
assalamu'alaikum
....kepada admin, saya cuma merasa kasihan saja kepada saudara yang telah menulis artikel ini, mending dihapus saja....
saya menilai saudara lupa akan kecerdasan yang saudara miliki, dari 3 tingkat kecerdasan cuma 2 saja yang berfungsi, "intelektual dan emosional"....
Pengetahuan tentang Spritual kayaknya masih pada kulitnya saja, tolong saudara pelajari lebih lanjut apa itu ilmu tasawuf dan bagaimana proses terjadinya segala sesuatu dari awal hingga akhir, kalau ngga sanggup yah cukup syariatnya saja "kerjakan perintahNya dan jauhi laranganNya ".
Artikel ini cuma akan membuat perpecahan antara kita, lebih baik jangan dibahas.
Keyakinan saudara akan kebenaran Islam itu sudah lebih dari cukup, jangan memvonis orang yang sedang mendalami ilmu tasawuf sebagai paham sesat, saya yakin saudara cuma memancing saja agar artikel ini mendapat perhatian untuk melibatkan komentar dari para ahli tasawuf, tetapi saudara telah salah menempatkannya.
Sekali lagi tolong saudara pahami...
Semoga Allah Swt Meridhoi kita semua...amin..
Quote
 
-2
dalam setiap detik dan jamnya mereka mengingat Allah, kata nabi Muhammad juga orang yang be :o runtung itu orang yang banyak mengingat Allah, bagi penulis cobain dlu lah, jangan langsung bilang sesat saja.. jujur saya gak berani bilang sesat kepada suatu golongan dari islam, karna yang tau sesat tidaknya suatu golongan itu hanya ALLAH SWT, bukan kamu :o
Quote
 
+1
tak tuturi yo ngger kabeh yen tasawuf kuwi mung istilah kanggo perilaku nyedak sacedak cedake marang gusti Allah.opo yo salah wong pengen cedak karo Allah nganggo keyakinane dewe?senajan to ilmune urung duwur tapi yen rasa percoyo marang Allah kuwi bisa nganti tekan jiwa lan ragane lan bisa ikhlas nrima lan ngakoni donya iki ono sing gawe lan kito ora gawe rusake alam donya iki,sejatine yo wis kalebu perilaku tasawuf.kabeh sing ono ing alam donya iki wis diprogram dening Allah.jadikan hatimu sebening dan setenang air maka kamu akan melihat yang tersembunyi .cobalah hanyutkan hatimu dalam lautan dzikir tanpa putus.insya Allah ada hadiah khusus dari Allah .apakah Allah akan membiarkan hambanya yang berusaha mendekat ?pasti tidak,Karena Allah Arrohmanirrohim .Ingat Allah menilai ketaqwaan hambanya bukan dari pandainya baca quran,bukan dari pandainya berdebat,tapi dari kesucian hati seseorang,dan Hanya Allah yang tahu mana hati yang suci dan tidak.kalau anda kaum wahabi bepegang teguh pada tuntunan Quran dan Rosul,mengapa menghakimi para kaum sufi dengan nada kebencian padahal Rosul pun tidak pernah membenci siapapun.
Quote
 
0
sedulur2 sak iman, kita cari persamaan diantara kita. salafi, sufi, sunni, shiah semua istilah tersebut tidak ada didalam qur'an dan hadits.
apakah kalian lupa perpecahan kita hanya akan menguntungkan musuh2 Islam, maka dari itu mari kita kembali kepada qur'an dan hadits. Wallahu alam.
Quote
 
+1
Wah, Rame.

Mas, Mbak, yang komentar 'kalo belum belajar Tasawuf jangan menghukumi sesat', Saya mau nanya, Anda pernah belajar Kristen, Yahudi, Budha, Hindu? walaupun ada yang sudah dan ada yang belum lantas bagaimana pendapat Anda? Saya yakin semua kalau memang Islam pasti mengimani bahwa agama selain Islam adalah salah.
So, cukup dengan itu saja argumen Anda tidak bisa digunakan untuk mengkritisi artikel ini.

Yang kedua, dilihat dari sisi 'orang yang ilmunya tinggi', setuju donk kalau diskusi harus disertai dengan dasar (kalau Anda keberatan disebut dalil) yang jelas? kecuali Anda berbeda dalam menafsirkan diskusi. Lalu, namanya diskusi kan juga sebisa mungkin saling mengisi, bukan mencela.

Saya lihat penulis memberikan pemikirannya selalu disertai dasar yang jelas. Maka sebaliknya, jika anda menilai apa yang ditulis penulis itu salah, tentu Anda harus bisa memberikan dasar alasan tentang kesalahannya. Hal ini akan lebih mudah dilihat siapa yang lebih berilmu oleh para pembaca.

Jika Anda hanya dengan emosi ketika menanggapinya tanpa ada dasar ilmu anda yang jelas, mungkin sebaiknya Anda urungkan. No offense ya, terlihat seperti orang yang berteriak, dan membentak karena ga tau mau ngomong apa lagi.

Jika memang sudah mentok semua dasar sudah dijelaskan dan masih ada yang tidak setuju, mari kita ingat Al Quran surat Al Ghasiyyah ayat 81 dan 82. (Sengaja ga saya tulis, biar yang ga hapal bisa baca di mushaf. Lumayan satu huruf = 10 kebaikan)

[ini postingan dari -Abdulloh2013-0 1-1813:58#71Quo te-].

Membaca artikel dan komentar para muslim/ah di forum ini membuat saya merasa masih sangat balita dalam menjalankan agama. Namun demikian, dari sekian opini yang timbul, komentar -Abdulloh2013-0 1-1813:58#71Quo te- ini merangsang saya untuk bertanya [bukan bermakna memihak/sebalik nya] tentang Sufisme; Tasawwuf dari perspektif Penyampai Islam Pertama -era kita- Muhammad SAW.
Berawal dari niat pribadi memperbaiki kualitas keber-agama-an, untuk lebih proporsional dalam ber-akidah, bimbing saya pada keber-Tuhan-an yang lebih sempurna.
Tq.
Quote
 
-3
JANGAN BURU2 MENYESATKAN ORANG!!!

Hati keras, ibadah tidak khusu’, doa tidak makbul, menganggap orang lain bodoh, sombong, hati tidak mereakan kemanisan dalam beribadah…..cob a pelajari tasauf”

Hadits nabi : “barangsiapa menghukumi perkara agama tanpa ada ilmu, maka ia akan mendapatkan laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya…( HR imam suyuti)

assalamualaikum wr wb
sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas posting saudara.
namun sebagai saudara muslim ada kalanya kita harus salinh mengingatka dalam rangka mencari kebenaran bukan kemenangan
berikut saya sertakan pandangan imam2 besar tentang persolan tasawuf, saudara juga bisa baca Mufti Mesir Jawab Persoalan Tasawuf/Tarekat http://hanputra.blogspot.com/2010/11/mufti-mesir-jawab-persoalan.html

Imam Abu Hanifa (81-150 H./700-767 CE)
Imam Abu Hanifa (r) (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Ja’far as-Sadiq dan mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih
mengetahui jalan yang benar”. Ad-Durr al-Mukhtar, vol 1. p. 43 bahwa Ibn ‘Abideen said, “Abi Ali Dakkak, seorang sufi, dari Abul Qassim an-Nasarabadi, dari ash-Shibli, dari Sariyy as-Saqati dari Ma’ruf al-Karkhi, dari Dawad at-Ta’i, yang mendapatkan ilmu lahir dan batin dari Imam Abu Hanifa (r), yang mendukung jalan Sufi.” Imam berkata sebelum meninggal: lawla sanatan lahalaka Nu’man, “Jika tidak karena dua tahun, Nu’man (saya) telah celaka.” Itulah dua tahun bersama Ja’far as-Sadiq.
Imam Malik (94-179 H./716-795 CE)
Imam Malik (r): “man tassawaffa wa lam yatafaqah faqad tazandaqa wa man tafaqaha wa lam yatsawwaf faqad fasadat, wa man tafaqaha wa tassawafa faqad tahaqqaq. (Barangsiapa mempelajari/men gamalkan tasauf tanpa fikh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fikh tanpa tasauf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasauf dan fikh dia meraih kebenaran).” (dalam buku ‘Ali al-Adawi dari keterangan Imam Abil-Hassan, ulama fikh, vol. 2, p. 195
Imam Shafi’i (150-205 H./767-820 CE)
Imam Shafi’i : ”Saya bersama orang sufi dan aku menerima 3 ilmu:
1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara.
2. Mereka mengajariku bagaimana meperlakukan orang dengan kasih dan hati lembut.
3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf
[Kashf al-Khafa and Muzid al-Albas, Imam 'Ajluni, vol. 1, p. 341.]
Dalam Diwan (puisi) Imam Syafii, nomor 108 :
“Jadilah ahli fiqih dan sufi Jangan menjadi salah satunya Demi Allah Aku menasehatimu”.
Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H./780-855 CE)
Imam Ahmad (r) : “Ya walladee ‘alayka bi-jallassati ha’ula’i as-Sufiyya. Fa innahum zaadu ‘alayna bikathuratil ‘ilmi wal murqaba wal khashiyyata waz-zuhda wa ‘uluwal himmat (Anakku jika kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka tetap mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka orang-orang zuhud dan mereka memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi,” –Tanwir al-Qulub, p. 405, Shaikh Amin al-Kurdi) Imam Ahmad (r) tentang Sufi:”Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” ( Ghiza al-Albab, vol. 1, p. 120)
Imam Haris Al-Muhasibi (d. 243 H./857 CE)
Imam Haris Al-Muhasibi meriwayatkan dari Rasul, “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang akan menjadi kelompok yang selamat” . Dan Allah yang lebih mengetahui bahwa itu adalah Golongan orang tasawuf. Dia menjelaskan dengan mendalam dalam Kitab al-Wasiya p. 27-32.
Imam al-Qushayri (d. 465 H./1072 CE)
Imam al-Qushayri tentang Tasauf: “Allah membuat golongan ini yang terbaik dari wali-wali-Nya dan Dia mengangkat mereka di atas seluruh hamba-hamba-Nya sesudah para Rasul dan Nabi, dan Dia memberi hati mereka rahasia Kehadiran Ilahi-Nya dan Dia memilih mereka diantara umat-Nya yang menerima cahaya-Nya. Mereka adalah sarana kemanusiaan, Mereka menyucikan diri dari segala hubungan dengan dunia dan Dia mengangkat mereka ke kedudukan tertinggi dalam penampakan (kasyf). Dan Dia membuka kepada mereka Kenyataan akan Keesaan-Nya. Dia membuat mereka untuk melihat kehendak-Nya mengendalikan diri mereka. Dia membuat mereka bersinar dalam wujud-Nya dan menampakkan mereka sebagai cahaya dan cahaya-Nya .” [ar-Risalat al-Qushayriyya, p. 2]
Imam Ghazali (450-505 H./1058-1111 CE)
Imam Ghazali, hujjatul-Islam, tentang tasawuf : “Saya tahu dengan benar bahwa para Sufi adalah para pencari jalan Allah, dan bahwa mereka melakukan yang terbaik, dan jalan mereka adalah jalan terbaik, dan akhlak mereka paling suci. Mereka membersihkan hati mereka dari selain Allah dan mereka menjadikan mereka sebagai jalan bagi sungai untuk mengalirnya kehadiran Ilahi [al-Munqidh min ad-dalal, p. 131].
Imam Nawawi (620-676 H./1223-1278 CE)
Dalam suratnya al-Maqasid : “Ciri jalan sufi ada 5 : menjaga kehadiran Allah dalam hati pada waktu ramai dan sendiri mengikuti Sunah Rasul dengan perbuatan dan kata menghindari ketergantungan kepada orang lain bersyukur pada pemberian Allah meski sedikit selalu merujuk masalah kepada Allah swt [Maqasid at-Tawhid, p. 20]
Imam Fakhr ad-Din ar-Razi (544-606 H./1149-1209 CE)
Imam Fakhr ad-Din ar-Razi : “Jalan para sufi adalah mencari ilmu untuk memutuskan diri mereka dari kehidupan dunia dan menjaga diri mereka agar selalu sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat Allah, pada seluruh tindakan dan perilaku” .” [Ictiqadat Furaq al-Musliman, p. 72, 73]
Ibn Khaldun (733-808 H./1332-1406 CE)
Ibn Khaldun : “Jalan sufi adalah jalan salaf, ulama-ulama di antara Sahabat, Tabi’een, and Tabi’ at-Tabi’een. Asalnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan dan kesenangan dunia” [Muqaddimat ibn Khaldan, p. 328]
Tajuddin as-Subki
Mu’eed an-Na’eem, p. 190, dalam tasauf: “Semoga Allah memuji mereka dan memberi salam kepada mereka dan menjadikan kita bersama mereka di dalam sorga. Banyak hal yang telah dikatakan tentang mereka dan terlalu banyak orang-orang bodoh yang mengatakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan mereka. Dan yang benar adalah bahwa mereka meninggalkan dunia dan menyibukkan diri dengan ibadah” Dia berkata: “Mereka dalah manusia-manusia yang dekat dengan Allah yang doa dan shalatnya diterima Allah, dan melalui mereka Allah membantu manusia.
Jalaluddin as-Suyuti
Dalam Ta’yad al-haqiqat al-’Aliyya, p. 57: “tasauf dalam diri mereka adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Dia menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi dan meninggalkan bid’ah”
Ibn Taimiya (661-728 H./1263-1328 CE)
Majmu Fatawa Ibn Taymiyya, Dar ar-Rahmat, Cairo, Vol, 11, page 497, Kitab Tasawwuf: “Kamu harus tahu bahwa syaikh-syaikh terbimbing harus diambil sebagai petunjuk dan contoh dalam agama, karena mereka mengikuti jejak Para Nabi dan Rasul. Tariqat para syaikh itu adalah untuk menyeru manusia ke Kehadiran Allah dan ketaatan kepada Nabi.” Juga dalam hal 499: “Para syaikh dimana kita perlu mengambil sebagai pembimbing adalah teladan kita dan kita harus mengikuti mereka. Karena ketika kita dalam Haji, kita memerlukan petunjuk (dalal) untuk mencapai Ka’ bah, para syaikh ini adalah petunjuk kita (dalal) menuju Allah dan Nabi kita. Di antara para syaikh yang dia sebut adalah: Ibrahim ibn Adham, Macruf al-Karkhi, Hasan al-Basri, Rabia al-Adawiyya, Junaid ibn Muhammad, Shaikh Abdul Qadir Jilani, Shaikh Ahmad ar-Rafa’i, and Shaikh Bayazid al- Bistami. Ibn Taymiyya mengutip Bayazid Bistami pada 510, Volume 10: “…Syaikh besar, Bayazid al-Bistami, dan kisah yang terkenal ketika dia menyaksikan Tuhan dalam kasyf dan dia berkata kepada Dia:” Ya Allah, bagaimana jalan menuju Engkau?”. Dan Allah menjawab: “Tinggalkan dirimu dan datanglah kepada-Ku”. Ibn Taymiah melanjutakan kutipan Bayazid al-Bistami, ” Saya keluar dari diriku seperti seekor ular keluar dari kulitnya”. Implisit dari kutipan ini adalah sebuah indikasi tentang perlunya zuhd (pengingkaran-d iri atau pengingkaran terhadap kehidupan dunia), seperti jalan yang diikuti Bayazid al-Bistami. Kita melihat dari kutipan di atas bahwa Ibn Taymiah menerima banyak Syaikh dengan mengutipnya dan meminta orang untuk mengikuti bimbingannya untuk menunjukkan cara menaati Allah dan Rasul Saw.
terima kasih
Quote
 
+2
islam itu tidak sulit, sebaiknya pelajari saja ALQURAN dan hadits shahih, jangan pelajari paham2 bid'ah yitu diluar yg telah ditetapkan nabi muhammad, akibatnya malah membuatmu pusing, bingung, ujung2nya bisa jadi gila, krn mengaku2 mendapat wahyu, mengaku menjadi nabi, yang paling gilanya malah mengaku menjadi Allah,bertaubat lah.. 8)
Quote
 
+2
islam itu tidak sulit, sebaiknya pelajari saja ALQURAN dan hadits shahih, jangan pelajari paham2 bid'ah yitu diluar yg telah ditetapkan nabi muhammad, akibatnya malah membuatmu pusing, bingung, ujung2nya bisa jadi gila, krn mengaku2 mendapat wahyu, mengaku menjadi nabi, yang paling gilanya malah mengaku menjadi Allah,bertaubat lah..
Quote
 
+1
jadi Islamyang bener yang mana nehhh???


hadeuh
Quote
 
0
salam ustaz.
Saya tidak bermaksud lain dan ingin tahu adakah ayat tadi itu ada didalam al-qur'an ? kalau ada ayat berapa dan sisurah mana ya? dan apakah makna ayat tersebut ? kerna saya dapat ayat tersebut dari seorang pak kiyai di surabaya. Tk
Quote
 
0
Inni anna zat tulhaq halilul mutlaq
Saolan saya : apakah maknanya dan disurat mana terletaknya.
Quote
 
-2
lucu sekali pernyataan orang ini....jidat aja yg ditebelin aampe item...sangat berlebihan menganggap suatu ajaran lain adalah sesat. pantaskah porsi manusia sudah pantas menvonis sesat? lalu bagamaina menghukumi(meng anggap sesat) thd orang yg selalu mengisi kalimah Allah dan mengagungkann-N Ya di sepanjang hidupnya? Apakah Allah hanya melihat orang terbatas dari amalan dhahirnya saja? ini sama saja merendahkan eksistensi Allah sebagai sang Khalik. apakah turunnya wahyu pertama bagi Rasulullah hanya dipahami secara syar'i saja? pdhl Rasulullah pd saat itu tidak mampu membaca dan menulis? tolong pikir yg jernih bung. jangan hanya menyertakan dalil sebagai pemuas nafsumu saja. ingat kekuatan islam ada pada ruh dan keyakinan, orang kafir tahu soal itu. sehingga dengan cara inilah orang kafir dapat melemahkan islam ketika belajar soal ruh kemudian dianggap sesat. kita tahu tidak sedikit orang yahudi dan nasrani belajar dan bahkan hafal Al-qur'an besaerta asbabun nuzul jg tafsirnya. hadits beserta tafsir dan sanadnya. dunia sebagai proses..endingn ya ruh tsb akan kembali pd pemiliknya. semoga penulis diatas segera mendapatkan petunjuk yg haq, yg bukan berasal dari akal manusianya saja.
Quote
 
-2
iki ki malah do ngopo nesu nesu dewe dan merasa paling benar sendiri? tau ndak setan ngetawain kita semua lo cuma karena hal ini..
Quote
 
-3
Walaupun pandai berdalil dengan referensi Quran & Hadist sampai bertele-tele. Menurutku temen2 & para ustad salafy tidak layak disebut berilmu/pinter dalam masalah islam.

Bahkan menurutku temen2 & ustad salafi nich termasuk orang2 yg tersesat dan keblinger. Karena mereka menggunakan/men gutip Qur'an & hadist hanya untuk mendebat dan menyalahkan orang lain apapun alasannya.

Harusnya Quran & Hadist itu kita gunakan untuk mendalil diri kita sendiri agar diri ini semakin islami & menyelamatkan orang lain. Semakin berakhlaq dan menyejukkan bagi sesama

salam aw
Quote
 
-2
lama lama mereka ngaku nabi.. malahan bisa bisa ngaku kalo mereka itu Alloh.. kalo di fikir mereka bener3 terlalu.. apa mereka orang islam yah aduuuhh
Quote
 
0
alaikum slm wrm wbr
Shahabatku Pemulung Kebenaran,
apakah kami bisa silahturahmi pada beliau Bp Cucipto.

Mohon info atu kontak pada beliau...

salam
Quote
 
-3
kalo saya ibaratkan salafi adalah robot sedangkan tasawuf adalah manusia(jangan salah paham),kenapa saya katakan robot..karena robot hanya bisa menerima perintah tanpa bisa berbuat apa2,sedangkan tasawuf adalah manusia yang berpikir menggunakan otak dan hati untuk mencari kebenaran yang hakiki...menuru t hati saya ajaran Islam intinya cuma satu,yaitu bertauhid sedangkan hubungan dg sesama makhluk hanyalah pendukung saja...banyak orang berpandangan tasawuf sesat karena pernyataan beberapa sufi,kalau menanggapinya dg makna zahir pastilah sesat,tetapi kalo memaknainya dg hakekat tentu akan lain maknanya...
Quote
 
-2
mohon maaf sblumnya...coba renungkan,lapan gkan hati,biar hati yang menjawab.http:/ /salafytobat.wo rdpress.com/cat egory/ahlusunna h-membantah-fat wa-sesat-wahaby /..
Quote
 
-2
Masya Alloh gitu aja kok pada bingung ya... begini saja coba kalaw misal anda ingin makan di warung yang katanya enak dan terbukti ramai tapi kamu belum rasakan terlebih dahulu maka sama saja itu dengan tetap tidak tahu rasa yang sesungguhnya, maka kalaw begitu hayati surah Al-Kafirun smg kamu mndapat hidayah dan memahami.
Quote
 
-3
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan dalam ,
“Laulaka laulaka, ya Muhammad, ma khalaqtu aflak”.
(andaikan Aku tidak menciptakan engkau, wahai Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakan jagat raya beserta isinya).

Menghayati Kesatuan dengan ALLAH

Manusia hidup sebagai mahkluk dwitunggal, jasad dan roh. Didalam diri manusia ada unsur Ketuhanan, oleh karena itulah manusia dan Tuhan hakikatnya SATU. Dalam diri manusia ada min ruhi yang SATU dengan Tuhan, tiada berjarak sangat dekat lebih dekat dari apapun juga –karena “SATU”. Dalam keadaan yang demikian Anda akan merasakan Tuhan itu dekat, sebagaimana dikatakan qur’an dalam surat Qaaf: 16, Wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil warid (Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadinya).

Dengan jalan ini, Anda akan dapat membuktikan ADA-NYA Tuhan bukan semata-mata dilandasi secara falsafati akan tetapi lebih didasarkan pada pengalaman empiric perjumpaan dengan Tuhan dalam kehidupan nyata. Diri kita, nafas kita, roh kita, hidup kita adalah bukti-NYA Tuhan. Lebih dari itu adalah juga bukti dekat dan SATU-NYA Tuhan dengan kita. Tubuh, pikiran, hati, jiwa kita adalah aspek-NYA Tuhan, alat-alat-NYA Tuhan. Yang ADA ialah Tuhan dan manusia-NYA Tuhan. Tiada sesuatu selain Tuhan dan aspek-aspek-NYA.

Keluar masuknya nafas pertanda hidup,
Perhatikanlah dengan seksama bahwa: pada hakikatnya keluar-masuknya nafas adalah perbuatan ALLAH, DIA yang melakukanNYA sebagai tAnda adanya hidup-NYA yang bersemayam didalam tubuh manusia. Sebagai tanda adanya Roh-NYA yang terkurung dalam jasad. Oleh karena itu harus disadarkan bahwa selama bernafas harus selalu diikuti dengan ingatan kepada ALLAH. Roh yang ada didalam tubuh menyebabkan otak dapat aktif berkesadaran atau berkecerdasan, ber – IQ, EQ dan SQ.

Otak manusia itu sifatnya netral dan tidak mengerti apa-apa jika tidak ada informasi yang dimasukkan padanya. Namun demikian otak manusia memegang kendali penting dalam kehidupan manusia di dunia dengan tiga ragam kecerdasannya. Untuk mengarahkan kehidupan sesuai dengan Kehendak ALLAH, otak harus diberitahu, harus diberi masukan, harus diedukasi agar In-Line dengan Kehendak ALLAH-seperti yang diteladankan Muhammad s.a.w (prototype manusia sempurna).
Quote
 
-2
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan dalam Hadits Qudsi,
“Laulaka laulaka, ya Muhammad, ma khalaqtu aflak”.
(andaikan Aku tidak menciptakan engkau, wahai Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakan jagat raya beserta isinya).

Menghayati Kesatuan dengan ALLAH

Manusia hidup sebagai mahkluk dwitunggal, jasad dan roh. Didalam diri manusia ada unsur Ketuhanan, oleh karena itulah manusia dan Tuhan hakikatnya SATU. Dalam diri manusia ada min ruhi yang SATU dengan Tuhan, tiada berjarak sangat dekat lebih dekat dari apapun juga –karena “SATU”. Dalam keadaan yang demikian Anda akan merasakan Tuhan itu dekat, sebagaimana dikatakan qur’an dalam surat Qaaf: 16, Wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil warid (Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadinya).

Dengan jalan ini, Anda akan dapat membuktikan ADA-NYA Tuhan bukan semata-mata dilandasi secara falsafati akan tetapi lebih didasarkan pada pengalaman empiric perjumpaan dengan Tuhan dalam kehidupan nyata. Diri kita, nafas kita, roh kita, hidup kita adalah bukti-NYA Tuhan. Lebih dari itu adalah juga bukti dekat dan SATU-NYA Tuhan dengan kita. Tubuh, pikiran, hati, jiwa kita adalah aspek-NYA Tuhan, alat-alat-NYA Tuhan. Yang ADA ialah Tuhan dan manusia-NYA Tuhan. Tiada sesuatu selain Tuhan dan aspek-aspek-NYA.

Keluar masuknya nafas pertanda hidup,
Perhatikanlah dengan seksama bahwa: pada hakikatnya keluar-masuknya nafas adalah perbuatan ALLAH, DIA yang melakukanNYA sebagai tAnda adanya hidup-NYA yang bersemayam didalam tubuh manusia. Sebagai tanda adanya Roh-NYA yang terkurung dalam jasad. Oleh karena itu harus disadarkan bahwa selama bernafas harus selalu diikuti dengan ingatan kepada ALLAH. Roh yang ada didalam tubuh menyebabkan otak dapat aktif berkesadaran atau berkecerdasan, ber – IQ, EQ dan SQ.

Otak manusia itu sifatnya netral dan tidak mengerti apa-apa jika tidak ada informasi yang dimasukkan padanya. Namun demikian otak manusia memegang kendali penting dalam kehidupan manusia di dunia dengan tiga ragam kecerdasannya. Untuk mengarahkan kehidupan sesuai dengan Kehendak ALLAH, otak harus diberitahu, harus diberi masukan, harus diedukasi agar In-Line dengan Kehendak ALLAH-seperti yang diteladankan Muhammad s.a.w (prototype manusia sempurna).
Quote
 
-5
saya tidak suka artikel ini,, semoga Allah merahmati Anda
Quote
 
+3
bagaimana akan mengerjakanya ,
sedangkan rasulullah saja tidak mengajarkanya :zzz
mantap min .
salam kenal yah .
Quote
 
-2
alhamdulillah ya Allah segala puji hanya untukMU.
dulu ketika aku berusia 2 bulan dalam kandungan engkau tiupkan
sebagian ruhMU kepadaku maka Hiduplah aku karenaMU.
matur nuwun Gusti, karena ketika masih dalam kandungan juga engkau
baiat aku agar aku bersaksi bahwa engkau ALLAH adalah Tuhanku,
dan muhammad adalah utusanMU.
lalu akupun lahir sebagaimana kehendakMU.dan bertumbuh karena ijinMU.

Ya Allah ya Rabku. sembah sujud namung kagem PANJENENGAN GUSTI.
jangan sekali kali engkau palingkan wajahku dari selainMu.
sungguh Engkau Maha Hidup.
ketika suatu saat Engkau memanggilku
untuk kembali kepadaMu, pasti akupun kembali ( mati ).karena Ruh tidak mau lagi bersemayam di dalam tubuhku.
lalu ditanamlah tubuh ini dalam tanah. selang beberapa hari....
hancurlah tubuh ini. tubuhku.tubuhku .tubuhku. hanya tubuhku.
ya hancur.tubuhku yang hancur.
lalu kemanakah aku?

Aku masih hidup. Aku tak pernah mati, selamanya hidup dan terus
selamanya hidup.

duh Gusti sesembahanipun sedoyo mahluk.
saya manut nderek nopo dawuh Pajenengan.
Innasholati wanusuki wamahyaya wamamati namung kagem Gusti.
berilah petunjuk dumateng sederek kulo sedoyo. sedoyo mawon
ya Allah. termasuk ingkang ingkar dumateng Panjenengan.
lebih lebih saudara muslim saya, bahwa kami semua adalah saudara.
karena di dalam sini semua sama, ada sebagian Ruhmu disini.
jadikan kami semua saling tersenyum satu sama lain.
karena kami semua adalah anak anakMu.
Islam sejatinya adalah saling menjaga semua komponen di alam ini agar saling mengasihi dan menjaga agar alam ini senantiasa bergerak berputar menuju ke arahNYA.
subhanallah. maha suci Allah yang tidak pernah repot dengan
sebutan sebutan.

salam takzim untuk semua saudaraku.
Quote
 
+1
asalamualaikum....
ilmu hadist ditegakan.ronto k tuh hujah2nya orang tasawuf...
ketahuan boroknya hujah2 mereka..
hidup salafy....
Quote
 
-2
Quoting Bono:
Quoting Zen Muhammad:
nabi dan rasul punya perbedaan..nabi diberi wahyu untuk dirinya sdangkan rasul diberi wahyu untuk umatnya...tidak smua dijelaskan gamblang dlm alquran..contoh, sluruh aktivitas nabi hrus diikuti, nabi bersetubuh apakah ada dlm alquran atau alhadits scara rinci dari awal smpai akhir???pdhal itu penting!!!kmudian taukh apa kbiasaan nabi pada saat dia brjalan, apa yg ada dihatinya???apa dia berdzikir atau bgmana...cara dzikirnya bgamana???ktika di gua hira apa yg dilakukannya, apakh dia critakan scra gamblang..isra miraj apakh dia critakan secara gamblang..shalat adalah miraj org beriman..bgmna bedanya manusia biasa dan nabinya dlm miraj..krn kita hrus ikuti nabi..contoh lain,apakah jibril nganggur stlah wafatnya nabi SAW....?????dan trakhir bgmana keadaan nabi pda saat menyampaikan wahyu..pada saat itu suara nabi yg keluar dan disampaikan kepada umat atau sahabatnya.hadits Qudsi bagamana???. Itu lebih tinggi dibanding Anna Al Haq nya Al Hallaj...
ada namanya rahasia saudara...jgn mknai alquran scara textbook dan lngsung mmprsalahkan yg berlainan dgn keegoisanmu...al quran memiliki kandungan alam semesta dan isinya, yg gaib dan yg dzahir...jdilah manusia yg bijaksana..jgn turuti hawa nafsumu...taukah kamu yg menulis tulisan di atas, APA YG DIPERINTAHKAN TUHAN SEBELUM LAHIRMU..DAN BAGAIMANA CARA KEMBALIMU KEPADANYA..TIDAKKAH KAU PEDULI KESESATAN YG NYATA..KETIKA IBADAHMU DIDUNIA MENJADI SIA2 PDA SAAT SAKRATUL MAUT DAN SETAN YG DATANG MENJEMPUT DENGAN RUPA SEPERTI ORGTUA ATAU ORG YG KAU CINTA KMUDIAN KAU IKUTI...TIDAK TAKUT ITU...


Nabi Muhammad tidak pernah merahasiakan sesuatu amalan kepada Umatnya, beliau sudah membeberkan kepada umatnya apa yang mesti di kerjakan dan mana yang tidak. Al-qur'an pun demikian, telah dirincikan semuanya kepada kita, tidak ada unsur rahasia2an.

emang lu kira Al-qur'an n hadits itu seperti koran yang bisa terdapat rahasia2 yang ditutupi dibaliknya.


Kalo memang al Quran itu sudah tidak ada rahasia2 an lagi,coba jelaskan maksud dari ayat Alquran bahwa:
//Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah MahaMelihat apa yang kamu kerjakan(QS.Al- Hadiid,57:4).// :lol: http://www.syaratilmu.com/2013/02/kontroversial-pandangan-terhadap-ibnu.html
Quote
 
-3
JAMA'AH SALAFY INDONESIA ADALAH PEWARIS TUNGGAL SURGA FIRDAUS, KITA YG BUKAN JAMA'AHNYA JANGAN COBA2 BERDEBAT DAN BERARGUMEN TTG ISLAM.
TERUSLAH KAU MENGKAFIRKAN SELAIN HALAQAHMU SDR-KU, SEMOGA ALLAH YG ADA DI DLM FIKIRANMU MERIDHAIMU....

KAMI SANGAT MEMAHAMI & MEMAKLUMI, KARENA AKU PERNAH MENGALAMI MASA2 SEPERTI KAMU SDR-KU ...

SALAM
Quote
 
-4
saudara penulis tolong anda lihat keterangan yang ada di blog ini,,, mungkin anda nanti bisa mengerti apa itu tasawuf,,,????

http://salafytobat.wordpress.com/2010/03/29/pujian-ulama-terhadap-tasawwuf/

LAMPIRAN: Bait Diwan Imam Syafe’i yang dihilangkan oleh wahabi ****

BAIT YANG HILANG DARI DIWAN IMAM SYAFI’I !

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan
juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.

Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf,
maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa.
Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih,
maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
Quote
 
+1
Quoting deden:
mohon maaf ikut berpendapat
manusia berbicara dengan ilmunya . keilmuan dengan hasil membaca karya orang lain akan menjadikan dirinya hidup dengan khayalan yang pada akhirnya menvonis dan menghakimi, dengan pola ilmu katanya....katanya.... dan seterusnya yang akhirnya jadi plagiator. semoga kita semua di beri petunjuk yang haq untuk menghidupkan hati dan rasa. amieeen


terus lu dapat ilmu islam dari siapa kalo bukan dari orang lain/guru?? lu dari bayi gak diajarin siapa2 terus tau2 lu bisa paham dengan islam melalui improvisasi pribadi???? MANA MUNGKIN
Quote
 
0
Quoting Zen Muhammad:
nabi dan rasul punya perbedaan..nabi diberi wahyu untuk dirinya sdangkan rasul diberi wahyu untuk umatnya...tidak smua dijelaskan gamblang dlm alquran..contoh, sluruh aktivitas nabi hrus diikuti, nabi bersetubuh apakah ada dlm alquran atau alhadits scara rinci dari awal smpai akhir???pdhal itu penting!!!kmudian taukh apa kbiasaan nabi pada saat dia brjalan, apa yg ada dihatinya???apa dia berdzikir atau bgmana...cara dzikirnya bgamana???ktika di gua hira apa yg dilakukannya, apakh dia critakan scra gamblang..isra miraj apakh dia critakan secara gamblang..shalat adalah miraj org beriman..bgmna bedanya manusia biasa dan nabinya dlm miraj..krn kita hrus ikuti nabi..contoh lain,apakah jibril nganggur stlah wafatnya nabi SAW....?????dan trakhir bgmana keadaan nabi pda saat menyampaikan wahyu..pada saat itu suara nabi yg keluar dan disampaikan kepada umat atau sahabatnya.hadits Qudsi bagamana???. Itu lebih tinggi dibanding Anna Al Haq nya Al Hallaj...
ada namanya rahasia saudara...jgn mknai alquran scara textbook dan lngsung mmprsalahkan yg berlainan dgn keegoisanmu...al quran memiliki kandungan alam semesta dan isinya, yg gaib dan yg dzahir...jdilah manusia yg bijaksana..jgn turuti hawa nafsumu...taukah kamu yg menulis tulisan di atas, APA YG DIPERINTAHKAN TUHAN SEBELUM LAHIRMU..DAN BAGAIMANA CARA KEMBALIMU KEPADANYA..TIDAKKAH KAU PEDULI KESESATAN YG NYATA..KETIKA IBADAHMU DIDUNIA MENJADI SIA2 PDA SAAT SAKRATUL MAUT DAN SETAN YG DATANG MENJEMPUT DENGAN RUPA SEPERTI ORGTUA ATAU ORG YG KAU CINTA KMUDIAN KAU IKUTI...TIDAK TAKUT ITU...


Nabi Muhammad tidak pernah merahasiakan sesuatu amalan kepada Umatnya, beliau sudah membeberkan kepada umatnya apa yang mesti di kerjakan dan mana yang tidak. Al-qur'an pun demikian, telah dirincikan semuanya kepada kita, tidak ada unsur rahasia2an.

emang lu kira Al-qur'an n hadits itu seperti koran yang bisa terdapat rahasia2 yang ditutupi dibaliknya.
Quote
 
-1
nabi dan rasul punya perbedaan..nabi diberi wahyu untuk dirinya sdangkan rasul diberi wahyu untuk umatnya...tidak smua dijelaskan gamblang dlm alquran..contoh , sluruh aktivitas nabi hrus diikuti, nabi bersetubuh apakah ada dlm alquran atau alhadits scara rinci dari awal smpai akhir???pdhal itu penting!!!kmudi an taukh apa kbiasaan nabi pada saat dia brjalan, apa yg ada dihatinya???apa dia berdzikir atau bgmana...cara dzikirnya bgamana???ktika di gua hira apa yg dilakukannya, apakh dia critakan scra gamblang..isra miraj apakh dia critakan secara gamblang..shala t adalah miraj org beriman..bgmna bedanya manusia biasa dan nabinya dlm miraj..krn kita hrus ikuti nabi..contoh lain,apakah jibril nganggur stlah wafatnya nabi SAW....?????dan trakhir bgmana keadaan nabi pda saat menyampaikan wahyu..pada saat itu suara nabi yg keluar dan disampaikan kepada umat atau sahabatnya.hadi ts Qudsi bagamana???. Itu lebih tinggi dibanding Anna Al Haq nya Al Hallaj...
ada namanya rahasia saudara...jgn mknai alquran scara textbook dan lngsung mmprsalahkan yg berlainan dgn keegoisanmu...a l quran memiliki kandungan alam semesta dan isinya, yg gaib dan yg dzahir...jdilah manusia yg bijaksana..jgn turuti hawa nafsumu...tauka h kamu yg menulis tulisan di atas, APA YG DIPERINTAHKAN TUHAN SEBELUM LAHIRMU..DAN BAGAIMANA CARA KEMBALIMU KEPADANYA..TIDA KKAH KAU PEDULI KESESATAN YG NYATA..KETIKA IBADAHMU DIDUNIA MENJADI SIA2 PDA SAAT SAKRATUL MAUT DAN SETAN YG DATANG MENJEMPUT DENGAN RUPA SEPERTI ORGTUA ATAU ORG YG KAU CINTA KMUDIAN KAU IKUTI...TIDAK TAKUT ITU...
Quote
 
+2
Assalamualaykum,

Beribadah itu semestinya sesuai dengan ketetapan Allah dan rasulnya yakni Muhammad saw, sesuai dengan yang tertera pada alqur'an dan hadits yang sudah sangat lengkap dan tiada kekurangan (sempurna).
jadi, apabila tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad, untuk apa dikerjakan? walaupun tujuannya baik, namun ternyata ibadahnya ditolak dan malah berdosa?

Menyembah Allah itu harus sesuai dengan petunjuk-Nya dan sunnah Nabi Muhammad yang sudah beliau contohkan kepada kita,

jadi JANGAN PERNAH beranggapan bahwa "selama ibadah itu dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah walaupun melalui cara yang tidak disyariatkan adalah dibenarkan!!" ingat!

masih Kurangkah petunjuk yang sudah diberikan Allah dan rasulnya????? Astaghfirullaha ladzim..
Quote
 
+1
merupakan ulama bermanhaj ahlus sunnah wal jama'ah, beraqidah Salafush Shalih, bermadzhab Imam Hambali. To the point beliau ulama yang bijaksana dan tegas melawan bid'ah, khurofat, tahayul dan bukanlah seorang sufi.
Quote
 
+1
Quoting robby:
[Mohon maaf,jangan suka mengkafirkan seseorang,salah. salah anda yang kafir,tasauf bukanlah ajaran yang sesat,dalam islam ada empat tingkat ibadah,syreat,hakekat,tarekat dan ma'rifat,tasauf mengarah ke ma'rifat,jalan mengenal allah[tiap kita menyebut nama seseorang tentulah kita kenal rupanya]berarti kita tidak sekedar ikut ikutan.
tasauf adalah ilmu= paham =tau.jadi orang tasauf melakukan ibadah tidaklah sekedar habis dimulut dan ikut ikutan.[Allah Ta'alah bukan hanya disebut tapi minta dikenal. Insyaallahtaalla.amiin.

tassaQuoting TUHTAM:
hebat nih orang, orang ahli tasawuf dianggap sesat semua
belajar ilmu dari mana nih...?
kalau enggak salah ini faham WAHABI (tanduk setan dari NEJD)
gak heran sih emang ajarannya takfir.
sama kaya IBLIS ,IBLIS juga ilmunya tinggi.

tassawuf itu memang sesat mang knapa? trus anda ingin berdebat silakan iman safi'i bilang mereka kaum zindiq
Quote
 
-1
[Mohon maaf,jangan suka mengkafirkan seseorang,salah . salah anda yang kafir,tasauf bukanlah ajaran yang sesat,dalam islam ada empat tingkat ibadah,syreat,h akekat,tarekat dan ma'rifat,tasauf mengarah ke ma'rifat,jalan mengenal allah[tiap kita menyebut nama seseorang tentulah kita kenal rupanya]berarti kita tidak sekedar ikut ikutan.
tasauf adalah ilmu= paham =tau.jadi orang tasauf melakukan ibadah tidaklah sekedar habis dimulut dan ikut ikutan.[Allah Ta'alah bukan hanya disebut tapi minta dikenal. Insyaallahtaall a.amiin.
Quote
 
+2
Terlihat jelas para pendukung tasawuf dan penganut "aqidah universal" alias liberal pengemis uang Barat tidak dapat berargumen yg ilmiah di sini, coba kalau tidak setuju di statement spti itu, antum smua kluarkan dalil-dalil rajih dan ilmiah.. dari Al-Qur'an dan hadis, karena ini masalah keislaman. Bagi kaum liberal kampungan itu (karena kabarnya bbrp wartawan mngabarkan kaum liberal dan 'aqidah universal' dbyar 3000 $ tiap aksi culun mrka berkoar2 menyesatkan Islam dg liberalisasi). Skali lagi Mana dalilnya..? Ini bukan masalah wahabi (terlihat jelas dri omongan tak brdasar dikit2 mnuduh sbg wahabi) ini masalah argumen? tunjukkan argumen ilmiahnya.
Quote
 
-3
1 pertanyaan dari saya untuk anda(yg membuat artikel ini)
Jelaskan Kepada saya tentang "Ikhsan"
Quote
 
+1
mohon maaf ikut berpendapat
manusia berbicara dengan ilmunya . keilmuan dengan hasil membaca karya orang lain akan menjadikan dirinya hidup dengan khayalan yang pada akhirnya menvonis dan menghakimi, dengan pola ilmu katanya....kata nya.... dan seterusnya yang akhirnya jadi plagiator. semoga kita semua di beri petunjuk yang haq untuk menghidupkan hati dan rasa. amieeen
Quote
 
+3
buat apa ribut sama yang kayak gini mas tuding ini sesat tuding itu sesat , sedangkan kamu sendiri udah tahu tidak baik berprasangka buruk pada seseoarng , kamu menuding si penulis sesat tapi apakah kamu tahu kalau si penulis memang benar benar ingin membawamu pada kesesatan , Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), Karena sebagian dari prasangka itu dosa.
(Q.S. Al-Hujurat: 12), , gimana kalau penulis yang kamu tuding tujuan nya baik maka kamu udah dosa kalau menuduh dia menyesatkan seseorang sesuai dengan firman allah tsb, lebih baik kalau kamu yakinnya itu baik bagimu ambil untukmu dan baik bagiku ya untuk aku asal tujuan kita hanyalah pada ALLAH SWT, DAn tuntunan melakukan ibadah adalah QURAN DAN HADIS(Jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An-Nisa’ : 59] mam Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata:

“Kemudian Allah memerintahkan orang-orang beriman agar mengembalikan permasalahan yang mereka perselisihkan kepada Allah dan RasulNya, jika mereka benar-benar orang-orang yang beriman. Dan Allah memberitahu mereka, bahwa hal itu lebih utama bagi mereka di dunia ini, dan lebih baik akibatnya di akhirnya. Ini mengandung beberapa perkara.

Pertama : Orang-orang yang beriman terkadang berselisih pada sebagian hukum-hukum.

Perselisihan pada sebagian hukum tidak mengakibatkan mereka keluar dari keimanan (tidak kufur), jika mereka mengembalikan masalah yang mereka perselisihkan kepada Allah dan RasulNya, sebagaimana yang Allah syaratkan. Dan tidak disanksikan lagi, bahwa satu ketetapan hukum yang diterikat dengan satu syarat, maka ketetapan itu akan hilang jika syaratnya tidak ada.

Kedua : Firman Allah “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu”, maksudnya mencakup seluruh masalah yang diperselisihkan oleh orang-orang yang beriman, berupa masalah agama, baik kecil atau yang besar, yang terang dan yang samar.

Ketiga : Manusia telah sepakat bahwa mengembalikan kepada Allah maksudnya mengembalikan kepada kitabNya. (Dan) mengembalikan kepada RasulNya adalah mengembalikan kepada diri Beliau di saat hidupnya dan kepada Sunnahnya setelah wafatnya.

Keempat : Allah menjadikan “mengembalikan apa yang mereka perselisihkan kepada kepada Allah dan RasulNya” termasuk tuntutan dan konsekwensi iman. Sehingga jika itu tidak ada, imanpun hilang. [Diringkas dari I’lamul Muwaqqi’in (2/47-48), Penerbit Darul Hadits, Kairo, Th. 1422 H]

perlu ingat mas tidaklah seorang mukmin itu saling menghunuskan pedang untuk membunuh satu sama lain , enggak akal ada yang menang,,,( dan bacalah baik baik hasil kesepakatan ulama besar di ringkasan yang ketiga kemudian mas sekalian boleh menilai,
Quote
 
0
Koreksi dalam cara penulisan pada komentar sebelumnya

1. Kan'ani seharusnya Kana'ani
2. Idris AS seharusnya 'Idris AS
3. Ilyas AS seharusnya 'Ilyas AS
4. Ilyasa AS seharusnya 'Ilyasa AS

Wallahu a'lam bish-shawabi
Quote
 
0
Quoting aman:
(Barnabas 95: 1-23), (Barnabas 144: 1-16) & (Barnabas 145: 1-39)


Maka si hakim, dan kepala Imam dan Raja bermohon kepada Yesus untuk naik ke sebuah tempat yang tinggi dan berbicara dengan khalayak ramai itu untuk menenangkan mereka. (Barnabas 95: 1-23)

1. Berdasarkan semua itu, maka si hakim, kepala imam dan raja, bermohon kepada Yesus untuk naik ke sebuah tempat yang tinggi dan berbicara dengan khalayak ramai itu untuk menenangkan mereka.
2. Di saat itu, naiklah Yesus di atas sebuah batu dari keduabelas batu yang Yusak telah menyuruh keduabelas cucu untuk mengambilnya dari tengah-tengah Yarden di kala Israil melewat dari sana dan tidak sampai basah kasut-kasut mereka.
3. Lalu dengan suara yang lantang ia berkata: "Hendaknya imam kita ini (juga) naik di tempat yang tinggi, sehingga ia bisa memahami uraianku."
4. Kemudian naiklah imam itu ke situ.
5. Lalu Yesus berkata kepadanya :"Telah disuratkan dalam Perjanjian Allah Yang Maha Hidup dan penetapanNya, bahwa tiada permulaan bagi Tuhan kita dan tiada kesudahan bagiNya."
6. Dijawablah oleh imam itu :"Memang telah tertulis di situ demikian."
7. Maka Yesus berkata : "Bahwasanya di situ tersurat bahwa Tuhan kita telah menciptakan segala sesuatu itu dengan kalimatNya saja."
8. Imam itu menjawab : "Sungguh adalah demikian."
9. Maka Yesus mengatakan : "Bahwasanya di situ tersurat bahwa Allah itu tak dapat terlihat, dan bahwa Dia itu terlindung dari akal manusia, karena Ia tidak berjasad dan tidak tersusun (dari sesuatu) dan tidak berubah-ubah."
10. Maka dijawablah oleh imam itu : "Bahwa itu adalah benar-benar demikian."
11. Maka Yesus mengatakan : "Bahwa di situ tertulis betapa langit segala langit tidak dapat memuat Dia, karena Tuhan kita itu tidak berbatas."
12. Imam itu mengatakan : "Begitulah dikatakan oleh Nabi Sulaiman wahai Yesus."
13. Yesus berkata : "Bahwa di situ telah tersurat bahwa Allah tiada menghajatkan sesuatu apapun karena ia tidak makan, tidak tidur dan tiada dihinggapi oleh sesuatu kekurangan."
14. Imam itu mengatakan : "Sungguh itu benar begitu."
15. Yesus mengatakan : "Bahwa di situ tersurat bahwa Tuhan kita itu di segala ruang, dan tiada Tuhan selain Dia, yang menyakitkan, menyembuhkan dan berbuat segala yang dikehendakiNya.
16. Imam itu berkata : "Begitulah tersurat."
17. Di saat itu Yesus mengangkat keduabelah tangannya seraya mengatakan: "Wahai Allah Tuhan kita, ini adalah keyakinanku, yang akan kubawa ke hari pembalasanMu, sebagai saksi atas semua yang mengimankan selain daripada itu."
18. Kemudian ia berpaling ke khalayak ramai sambil berkata : "Tobatlah kalian, karena kalian telah mengetahui dosamu dari segala yang telah dikatakan oleh imam ini, bahwa benar tersurat di dalam kitab Musa perjanjian Allah buat selama-lamanya."
19. Maka sesungguhnya aku ini adalah seorang manusia yang bisa dilihat, dan segumpal tanah, berjalan di atas bumi dan akan fana seperti seluruh manusia.
20. Dan bahwa ada permulaan bagiku pun juga akan ada kesudahan bagiku, dan bahwa aku tidak dapat menciptakan seekor lalat."
21. Di saat itu khlayak ramai menangis dengan suara keras, kata mereka : "Sungguh kami telah melakukan dosa kepada-Mu wahai Allah Tuhan kami, maka kasihanilah kami."
22. Dan masing-masing dari mereka bermohon kepada Yesus untuk sembahyang buat keamanan negeri kudus itu agar tidak diserahkan oleh Allah dengan kemurkaanNya untuk diinjak-injak oleh segala bangsa."
23. Maka Yesuspun mengangkat kedua tangannya dan bersembahyang untuk negeri kudus itu dan untuk kaum Allah. Sedang semua yang hadir meneriakkan "Hendaklah terjadi demikian, amin."
(Sumber: Injil Barnabas fasal 95)


Bahwa Allah mengutus Nabi-nabi dan para khadamNya ke dunia ini agar bertobatlah orang-orang yang berdosa itu. Bahwa kekasih Allah Enokh yang berjalan bersama Allah dengan sungguh-sungguh. Siapakah orang Parisi yang benar itu. (Barnabas 144: 1-16)

1. Demi Allah yang aku berdiri di hadirat-Nya, bahwa Allah mengutus Nabi-nabi dan para khadamNya ke dunia ini agar bertobatlah orang-orang yang berdosa itu.
2. Tetapi sebenarnya kukatakan kepadamu jika benar-benar kamu ini orang Parisi, maka akan gembiralah kamu dengan pergaulanku dengan orang-orang yang berdosa itu demi keselamatan mereka.
3. Tetapi sebenarnya kukatakan kepadamu jika benar-benar kamu ini orang Parisi, maka akan gembiralah kamu dengan pergaulanku dengan orang-orang yang berdosa itu demi keselamatan mereka.
4. Katakanlah kepadaku, tahukah kamu akan permulaanmu dan mengapa dunia ini menerima orang-orang Parisi?
5. Sungguh dapat kukatakan bahwa kamu tidak mengetahuinya.
6. Maka dengarlah uraianku ini.
7. Bahwasanya kekasih Allah Enokh yang berjalan bersama Allah dengan sungguh-sungguh, tiada memperdulikan dunia ini, telah dipindahkan ke Firdaus.
8. Dan ia akan tinggal di sana hingga hari pembalasan (karena di waktu mendekatnya kesudahan dunia ini, dia akan kembali ke dunia bersama Elia dan seorang lagi).
9. Lalu ketika manusia telah mengetahui akan hal itu, mulailah mereka mencari Allah Pencipta mereka, demi mengharapkan Firdaus.
10. Karena arti hurufi dari perkataan Firdaus itu dalam bahasa Kan'ani adalah "mencari Allah".
11. Karena di sanalah sebenarnya perkataan ini mulai dipakai untuk memperolok-olok orang yang saleh.
12. Disebabkan orang-orang Kana'ani itu sedang asyiknya menyembah berhala-berhala yang merupakan penyembahan kepada tangan-tangan manusia.
13. Dan atas dasar itulah apabila orang-orang Kana'ani itu melihat seorang yang meninggalkan dunia ini dari kalangan kami, demi berkhidmat kepada Allah mereka katakan dengan maksud mengejek ia Firris, yakni "Mencari Allah".
14. Seakan-akan mereka mengatakan (kepadanya), wahai orang gila, engkau tidak mempunyai patung-patung berhala, maka sesungguhnya engkau adalah menyembah angin (belaka), dari itu fikirkanlah hari kemudianmu dan sembah-lah berhala-berhala kita ini".
15. Kemudian Yesus berkata :"sungguh kukatakan kepadamu bahwa semua para kudus Allah dan Nabi-nabiNya adalah orang-orang Parisi, bukan hanya dengan nama saja seperti kamu ini, tetapi dengan perbuatan.
16. Karena mereka dalam segala tindak-tanduknya benar-benar mencari Allah Pencipta mereka dan meninggalkan negeri-negeri dan harta benda mereka demi kecintaan kepada Allah, dan dijualnya semua lalu disedekahkannya kepada kaum fakir demi kecintaan kepada Allah.
(Sumber: Injil Barnabas fasal 144)


Pernah di zaman Elia kekasih Allah serta nabiNya itu, ada duapuluh bukit yang ditempati oleh tujuh belas ribu orang Parisi. Bahwa Elia kekasih Allah telah menulis demi untuk mengabulkan permohonan muridnya Elisa. (Barnabas 145: 1-39)

1. Demi Allah, pernah di zaman Elia kekasih Allah serta nabiNya itu ada duabelas bukit yang ditempati oleh tujuhbelas ribu orang Parisi.
2. Dan tiada terdapat di antara jumlah manusia yang begitu besar itu seorangpun yang tertolak, tetapi mereka semuanya adalah pilihan-pilihan Allah.
3. Adapun di masa kini, juga di Israil ada lebih dari seratus ribu orang Parisi, semoga insya Allah bisa ditemukan di antara tiap seribu orang, seorang yang terpilih."
4. Kemudian menjawablah kaum Parisi dengan kemarahan : "Apakah kami ini semuanya manusia-manusia tertolak dan engkau anggap agama kami juga tertolak?"
5. Yesus menjawab : "Aku tidak menganggap agama kaum Parisi yang asli itu tertolak, bahkan terpuji dan aku bersedia mati karenanya.
6. Akan tetapi marilah kita lihat apakah kamu ini orang-orang Parisi?"
7. Bahwa Elia kekasih Allah itu telah menulis demi untuk mengabulkan permohonan muridnya Elisa, sebuah kitab kecil di mana telah dihimpun di situ kebijaksanaan insani beserta syariat Allah bapak kita."
8. Maka terperanjatlah orang-orang Parisi ketika mendengar nama kitab Elia itu, karena mereka mengetahui dari adat-istiadat mereka bahwa tidak seorangpun yang masih memelihara ajaran-ajaran itu.
9. Dari itu mereka hendak pulang dengan alasan pekerjaan-pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
10. Di saat itu Yesus berkata : Andaikata kamu ini benar-benar orang Parisi, niscaya kamu akan tinggalkan segala pekerjaan dan kamu perhatikan ini, karena seorang Parisi itu hanya mencari Allah semata."
11. Dari itu mereka membatalkan dengan agak ketakutan, untuk mendengarkan Yesus yang menyambung uraiannya, katanya : "Elia hamba Allah. (karena begitulah ia memulai kitab kecil itu) menulis ini untuk semua orang yang ingin berjalan bersama Allah pencipta mereka.
12. Bahwa barangsiapa yang suka belajar banyak ia akan sedikit takut kepada Allah.
13. Karena barangsiapa takut kepada Allah dia akan merasa cukup untuk mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah saja.
14. Bahwa barangsiapa mencari kalimat-kalimat yang indah, maka ia bukanlah mencari Allah yang hanya mencela dosa-dosa kita.
15. Mereka yang ingin mencari Allah, harus menutup rapat pintu-pintu dan jendela rumah mereka.
16. Karena itu tidak menyukai adanya sesuatu yang ia tidak sukai di luar rumahnya.
17. Dari itu jagalah perasaan-perasaan-mu dan jagalah hatimu, karena Allah tidak berada di luar kita di dunia yang ia benci ini.
18. Barangsiapa yang akan mengerjakan amal-amal saleh, ia harus memelihara dirinya, karena tiadalah berguna bagi seorang yang beruntung mendapat semua isi dunia tetapi ia rugi dirinya.
19. Mereka yang mengajar lain orang, harus berkelakuan lebih mulia dari orang lain, karena tidak dapat diambil suatu manfaat dari seorang yang dikenal lebih mudah daripada kita.
20. Maka bagaimanakah seorang yang berdosa itu akan memperbaiki kehidupannya, apabila ia mendengar bahwa yang mengajarinya itu lebih jahat daripadanya.
21. Barangsiapa yang mencari Allah, ia harus melarikan diri dari percakapan dengan manusia.
22. Karena di kala Musa berada sendirian di atas gunung Sinai, ia menemukan Allah dan berbicara denganNya sebagaimana seorang sahabat berbicara dengan sahabatnya.
23. Barangsiapa yang mencari Allah, ia harus ke luar sekali tiap tigapuluh hari ketempat di mana berada manusia di dunia ini.
24. Karena dalam satu hari itu cukup bisa dikerjakan pekerjaan-pekerjaan dua tahun dari tugas khusus seorang yang mencari Allah.
25. Ia berkewajiban apabila berjalan, untuk tidak melihat kecuali kepada kedua kakinya.
26. Ia berkewajiban apabila bercakap-cakap untuk tidak mengatakan kecuali yang perlu-perlu saja.
27. Apabila mereka makan, mereka harus berdiri meninggalkan tempat makan sebelum mereka kenyang.
28. Setiap hari harus mereka fikirkan bahwa mereka tidak akan (hidup) sampai hari berikutnya.
29. Mereka harus menghabiskan waktu mereka sebagaimana seorang manusia (yang menghitung) napasnya.
30. Hendaknya satu baju dari kulit hewan dianggapnya cukup.
31. Segumpal tanah itu harus tidur di atas kulit.
32. Hendaknya tidur dua jam tiap malam itu dianggapnya cukup.
33. Dia harus tidak membenci seseorang, kecuali dirinya sendiri.
34. Di waktu berdiri sembahyang, mereka diharuskan takut sebagaimana mereka berada di muka hari pembalasan yang akan datang itu.
35. Maka kerjakanlah semua itu demi berkhidmat kepada Allah beserta syari'at yang telah dikaruniakan kepadamu oleh Allah dengan perantaraan Musa.
36. Karena dengan jalan inilah kamu akan menemukan Allah.
37. Dan sungguh akan kami rasakan di tiap zaman dan tempat "bahwa kamu berada di dalam Allah dan Allah di dalam kamu."
38. Begitulah isi kitab kecil Elia wahai kaum Parisi.
39. Dari itu, kuulangi lagi apa yang telah kukatakan kepadamu, jika kamu benar-benar orang Parisi, niscaya kamu akan gembira dengan masukku di sini, karena Allah akan merahmati orang-orang yang berdosa."
(Sumber: Injil Barnabas fasal 145)


(Sumber: Injil Barnabas fasal 95, 144, 145)

Keterangan tambahan:
1. Enokh atau disebut Nabi Idris AS
2. Yusak atau disebut Joshua atau Nabi Yusya' AS
3. Elia atau disebut Nabi Ilyas AS
4. Elisa atau disebut Nabi Ilyasa AS
5. Yesus atau disebut Nabi 'Isa As

Wallahu a'lam bish-shawabi


koreksi dalam cara penulisan:
1. Kan'ani seharusnya Kana'ani
2. Idris AS seharusnya 'Idris AS
3. Ilyas AS seharusnya 'Ilyas AS
4. Ilyasa AS seharusnya 'Ilyasa AS

Wallahu a'lam bish-shawabi
Quote
 
-2
Quoting aman:
(Barnabas 95: 1-23), (Barnabas 144: 1-16) & (Barnabas 145: 1-39)


Maka si hakim, dan kepala Imam dan Raja bermohon kepada Yesus untuk naik ke sebuah tempat yang tinggi dan berbicara dengan khalayak ramai itu untuk menenangkan mereka. (Barnabas 95: 1-23)

1. Berdasarkan semua itu, maka si hakim, kepala imam dan raja, bermohon kepada Yesus untuk naik ke sebuah tempat yang tinggi dan berbicara dengan khalayak ramai itu untuk menenangkan mereka.
2. Di saat itu, naiklah Yesus di atas sebuah batu dari keduabelas batu yang Yusak telah menyuruh keduabelas cucu untuk mengambilnya dari tengah-tengah Yarden di kala Israil melewat dari sana dan tidak sampai basah kasut-kasut mereka.
3. Lalu dengan suara yang lantang ia berkata: "Hendaknya imam kita ini (juga) naik di tempat yang tinggi, sehingga ia bisa memahami uraianku."
4. Kemudian naiklah imam itu ke situ.
5. Lalu Yesus berkata kepadanya :"Telah disuratkan dalam Perjanjian Allah Yang Maha Hidup dan penetapanNya, bahwa tiada permulaan bagi Tuhan kita dan tiada kesudahan bagiNya."
6. Dijawablah oleh imam itu :"Memang telah tertulis di situ demikian."
7. Maka Yesus berkata : "Bahwasanya di situ tersurat bahwa Tuhan kita telah menciptakan segala sesuatu itu dengan kalimatNya saja."
8. Imam itu menjawab : "Sungguh adalah demikian."
9. Maka Yesus mengatakan : "Bahwasanya di situ tersurat bahwa Allah itu tak dapat terlihat, dan bahwa Dia itu terlindung dari akal manusia, karena Ia tidak berjasad dan tidak tersusun (dari sesuatu) dan tidak berubah-ubah."
10. Maka dijawablah oleh imam itu : "Bahwa itu adalah benar-benar demikian."
11. Maka Yesus mengatakan : "Bahwa di situ tertulis betapa langit segala langit tidak dapat memuat Dia, karena Tuhan kita itu tidak berbatas."
12. Imam itu mengatakan : "Begitulah dikatakan oleh Nabi Sulaiman wahai Yesus."
13. Yesus berkata : "Bahwa di situ telah tersurat bahwa Allah tiada menghajatkan sesuatu apapun karena ia tidak makan, tidak tidur dan tiada dihinggapi oleh sesuatu kekurangan."
14. Imam itu mengatakan : "Sungguh itu benar begitu."
15. Yesus mengatakan : "Bahwa di situ tersurat bahwa Tuhan kita itu di segala ruang, dan tiada Tuhan selain Dia, yang menyakitkan, menyembuhkan dan berbuat segala yang dikehendakiNya.
16. Imam itu berkata : "Begitulah tersurat."
17. Di saat itu Yesus mengangkat keduabelah tangannya seraya mengatakan: "Wahai Allah Tuhan kita, ini adalah keyakinanku, yang akan kubawa ke hari pembalasanMu, sebagai saksi atas semua yang mengimankan selain daripada itu."
18. Kemudian ia berpaling ke khalayak ramai sambil berkata : "Tobatlah kalian, karena kalian telah mengetahui dosamu dari segala yang telah dikatakan oleh imam ini, bahwa benar tersurat di dalam kitab Musa perjanjian Allah buat selama-lamanya."
19. Maka sesungguhnya aku ini adalah seorang manusia yang bisa dilihat, dan segumpal tanah, berjalan di atas bumi dan akan fana seperti seluruh manusia.
20. Dan bahwa ada permulaan bagiku pun juga akan ada kesudahan bagiku, dan bahwa aku tidak dapat menciptakan seekor lalat."
21. Di saat itu khlayak ramai menangis dengan suara keras, kata mereka : "Sungguh kami telah melakukan dosa kepada-Mu wahai Allah Tuhan kami, maka kasihanilah kami."
22. Dan masing-masing dari mereka bermohon kepada Yesus untuk sembahyang buat keamanan negeri kudus itu agar tidak diserahkan oleh Allah dengan kemurkaanNya untuk diinjak-injak oleh segala bangsa."
23. Maka Yesuspun mengangkat kedua tangannya dan bersembahyang untuk negeri kudus itu dan untuk kaum Allah. Sedang semua yang hadir meneriakkan "Hendaklah terjadi demikian, amin."
(Sumber: Injil Barnabas fasal 95)


Bahwa Allah mengutus Nabi-nabi dan para khadamNya ke dunia ini agar bertobatlah orang-orang yang berdosa itu. Bahwa kekasih Allah Enokh yang berjalan bersama Allah dengan sungguh-sungguh. Siapakah orang Parisi yang benar itu. (Barnabas 144: 1-16)

1. Demi Allah yang aku berdiri di hadirat-Nya, bahwa Allah mengutus Nabi-nabi dan para khadamNya ke dunia ini agar bertobatlah orang-orang yang berdosa itu.
2. Tetapi sebenarnya kukatakan kepadamu jika benar-benar kamu ini orang Parisi, maka akan gembiralah kamu dengan pergaulanku dengan orang-orang yang berdosa itu demi keselamatan mereka.
3. Tetapi sebenarnya kukatakan kepadamu jika benar-benar kamu ini orang Parisi, maka akan gembiralah kamu dengan pergaulanku dengan orang-orang yang berdosa itu demi keselamatan mereka.
4. Katakanlah kepadaku, tahukah kamu akan permulaanmu dan mengapa dunia ini menerima orang-orang Parisi?
5. Sungguh dapat kukatakan bahwa kamu tidak mengetahuinya.
6. Maka dengarlah uraianku ini.
7. Bahwasanya kekasih Allah Enokh yang berjalan bersama Allah dengan sungguh-sungguh, tiada memperdulikan dunia ini, telah dipindahkan ke Firdaus.
8. Dan ia akan tinggal di sana hingga hari pembalasan (karena di waktu mendekatnya kesudahan dunia ini, dia akan kembali ke dunia bersama Elia dan seorang lagi).
9. Lalu ketika manusia telah mengetahui akan hal itu, mulailah mereka mencari Allah Pencipta mereka, demi mengharapkan Firdaus.
10. Karena arti hurufi dari perkataan Firdaus itu dalam bahasa Kan'ani adalah "mencari Allah".
11. Karena di sanalah sebenarnya perkataan ini mulai dipakai untuk memperolok-olok orang yang saleh.
12. Disebabkan orang-orang Kana'ani itu sedang asyiknya menyembah berhala-berhala yang merupakan penyembahan kepada tangan-tangan manusia.
13. Dan atas dasar itulah apabila orang-orang Kana'ani itu melihat seorang yang meninggalkan dunia ini dari kalangan kami, demi berkhidmat kepada Allah mereka katakan dengan maksud mengejek ia Firris, yakni "Mencari Allah".
14. Seakan-akan mereka mengatakan (kepadanya), wahai orang gila, engkau tidak mempunyai patung-patung berhala, maka sesungguhnya engkau adalah menyembah angin (belaka), dari itu fikirkanlah hari kemudianmu dan sembah-lah berhala-berhala kita ini".
15. Kemudian Yesus berkata :"sungguh kukatakan kepadamu bahwa semua para kudus Allah dan Nabi-nabiNya adalah orang-orang Parisi, bukan hanya dengan nama saja seperti kamu ini, tetapi dengan perbuatan.
16. Karena mereka dalam segala tindak-tanduknya benar-benar mencari Allah Pencipta mereka dan meninggalkan negeri-negeri dan harta benda mereka demi kecintaan kepada Allah, dan dijualnya semua lalu disedekahkannya kepada kaum fakir demi kecintaan kepada Allah.
(Sumber: Injil Barnabas fasal 144)


Pernah di zaman Elia kekasih Allah serta nabiNya itu, ada duapuluh bukit yang ditempati oleh tujuh belas ribu orang Parisi. Bahwa Elia kekasih Allah telah menulis demi untuk mengabulkan permohonan muridnya Elisa. (Barnabas 145: 1-39)

1. Demi Allah, pernah di zaman Elia kekasih Allah serta nabiNya itu ada duabelas bukit yang ditempati oleh tujuhbelas ribu orang Parisi.
2. Dan tiada terdapat di antara jumlah manusia yang begitu besar itu seorangpun yang tertolak, tetapi mereka semuanya adalah pilihan-pilihan Allah.
3. Adapun di masa kini, juga di Israil ada lebih dari seratus ribu orang Parisi, semoga insya Allah bisa ditemukan di antara tiap seribu orang, seorang yang terpilih."
4. Kemudian menjawablah kaum Parisi dengan kemarahan : "Apakah kami ini semuanya manusia-manusia tertolak dan engkau anggap agama kami juga tertolak?"
5. Yesus menjawab : "Aku tidak menganggap agama kaum Parisi yang asli itu tertolak, bahkan terpuji dan aku bersedia mati karenanya.
6. Akan tetapi marilah kita lihat apakah kamu ini orang-orang Parisi?"
7. Bahwa Elia kekasih Allah itu telah menulis demi untuk mengabulkan permohonan muridnya Elisa, sebuah kitab kecil di mana telah dihimpun di situ kebijaksanaan insani beserta syariat Allah bapak kita."
8. Maka terperanjatlah orang-orang Parisi ketika mendengar nama kitab Elia itu, karena mereka mengetahui dari adat-istiadat mereka bahwa tidak seorangpun yang masih memelihara ajaran-ajaran itu.
9. Dari itu mereka hendak pulang dengan alasan pekerjaan-pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
10. Di saat itu Yesus berkata : Andaikata kamu ini benar-benar orang Parisi, niscaya kamu akan tinggalkan segala pekerjaan dan kamu perhatikan ini, karena seorang Parisi itu hanya mencari Allah semata."
11. Dari itu mereka membatalkan dengan agak ketakutan, untuk mendengarkan Yesus yang menyambung uraiannya, katanya : "Elia hamba Allah. (karena begitulah ia memulai kitab kecil itu) menulis ini untuk semua orang yang ingin berjalan bersama Allah pencipta mereka.
12. Bahwa barangsiapa yang suka belajar banyak ia akan sedikit takut kepada Allah.
13. Karena barangsiapa takut kepada Allah dia akan merasa cukup untuk mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah saja.
14. Bahwa barangsiapa mencari kalimat-kalimat yang indah, maka ia bukanlah mencari Allah yang hanya mencela dosa-dosa kita.
15. Mereka yang ingin mencari Allah, harus menutup rapat pintu-pintu dan jendela rumah mereka.
16. Karena itu tidak menyukai adanya sesuatu yang ia tidak sukai di luar rumahnya.
17. Dari itu jagalah perasaan-perasaan-mu dan jagalah hatimu, karena Allah tidak berada di luar kita di dunia yang ia benci ini.
18. Barangsiapa yang akan mengerjakan amal-amal saleh, ia harus memelihara dirinya, karena tiadalah berguna bagi seorang yang beruntung mendapat semua isi dunia tetapi ia rugi dirinya.
19. Mereka yang mengajar lain orang, harus berkelakuan lebih mulia dari orang lain, karena tidak dapat diambil suatu manfaat dari seorang yang dikenal lebih mudah daripada kita.
20. Maka bagaimanakah seorang yang berdosa itu akan memperbaiki kehidupannya, apabila ia mendengar bahwa yang mengajarinya itu lebih jahat daripadanya.
21. Barangsiapa yang mencari Allah, ia harus melarikan diri dari percakapan dengan manusia.
22. Karena di kala Musa berada sendirian di atas gunung Sinai, ia menemukan Allah dan berbicara denganNya sebagaimana seorang sahabat berbicara dengan sahabatnya.
23. Barangsiapa yang mencari Allah, ia harus ke luar sekali tiap tigapuluh hari ketempat di mana berada manusia di dunia ini.
24. Karena dalam satu hari itu cukup bisa dikerjakan pekerjaan-pekerjaan dua tahun dari tugas khusus seorang yang mencari Allah.
25. Ia berkewajiban apabila berjalan, untuk tidak melihat kecuali kepada kedua kakinya.
26. Ia berkewajiban apabila bercakap-cakap untuk tidak mengatakan kecuali yang perlu-perlu saja.
27. Apabila mereka makan, mereka harus berdiri meninggalkan tempat makan sebelum mereka kenyang.
28. Setiap hari harus mereka fikirkan bahwa mereka tidak akan (hidup) sampai hari berikutnya.
29. Mereka harus menghabiskan waktu mereka sebagaimana seorang manusia (yang menghitung) napasnya.
30. Hendaknya satu baju dari kulit hewan dianggapnya cukup.
31. Segumpal tanah itu harus tidur di atas kulit.
32. Hendaknya tidur dua jam tiap malam itu dianggapnya cukup.
33. Dia harus tidak membenci seseorang, kecuali dirinya sendiri.
34. Di waktu berdiri sembahyang, mereka diharuskan takut sebagaimana mereka berada di muka hari pembalasan yang akan datang itu.
35. Maka kerjakanlah semua itu demi berkhidmat kepada Allah beserta syari'at yang telah dikaruniakan kepadamu oleh Allah dengan perantaraan Musa.
36. Karena dengan jalan inilah kamu akan menemukan Allah.
37. Dan sungguh akan kami rasakan di tiap zaman dan tempat "bahwa kamu berada di dalam Allah dan Allah di dalam kamu."
38. Begitulah isi kitab kecil Elia wahai kaum Parisi.
39. Dari itu, kuulangi lagi apa yang telah kukatakan kepadamu, jika kamu benar-benar orang Parisi, niscaya kamu akan gembira dengan masukku di sini, karena Allah akan merahmati orang-orang yang berdosa."
(Sumber: Injil Barnabas fasal 145)


(Sumber: Injil Barnabas fasal 95, 144, 145)

Keterangan tambahan:
1. Enokh atau disebut Nabi Idris AS
2. Yusak atau disebut Joshua atau Nabi Yusya' AS
3. Elia atau disebut Nabi Ilyas AS
4. Elisa atau disebut Nabi Ilyasa AS
5. Yesus atau disebut Nabi 'Isa As

Wallahu a'lam bish-shawabi


koreksi, ma'af ada kesalahan dalam penulisan pada isi komentar:
1. Kan'ani pada Barnabas 144: 10 seharusnya Kana'ani
2. Nabi Idris AS pada keterangan tambahan seharusnya Nabi 'Idris AS
3. Nabi Ilyas AS pada keterangan tambahan seharusnya Nabi 'Ilyas AS
4. Nabi Ilyasa AS pada keterngan tambahan seharusnya Nabi 'Ilyasa AS

Wallahu a'lam bish-shawabi
Quote
 
-1
(Barnabas 95: 1-23), (Barnabas 144: 1-16) & (Barnabas 145: 1-39)


Maka si hakim, dan kepala Imam dan Raja bermohon kepada Yesus untuk naik ke sebuah tempat yang tinggi dan berbicara dengan khalayak ramai itu untuk menenangkan mereka. (Barnabas 95: 1-23)

1. Berdasarkan semua itu, maka si hakim, kepala imam dan raja, bermohon kepada Yesus untuk naik ke sebuah tempat yang tinggi dan berbicara dengan khalayak ramai itu untuk menenangkan mereka.
2. Di saat itu, naiklah Yesus di atas sebuah batu dari keduabelas batu yang Yusak telah menyuruh keduabelas cucu untuk mengambilnya dari tengah-tengah Yarden di kala Israil melewat dari sana dan tidak sampai basah kasut-kasut mereka.
3. Lalu dengan suara yang lantang ia berkata: "Hendaknya imam kita ini (juga) naik di tempat yang tinggi, sehingga ia bisa memahami uraianku."
4. Kemudian naiklah imam itu ke situ.
5. Lalu Yesus berkata kepadanya :"Telah disuratkan dalam Perjanjian Allah Yang Maha Hidup dan penetapanNya, bahwa tiada permulaan bagi Tuhan kita dan tiada kesudahan bagiNya."
6. Dijawablah oleh imam itu :"Memang telah tertulis di situ demikian."
7. Maka Yesus berkata : "Bahwasanya di situ tersurat bahwa Tuhan kita telah menciptakan segala sesuatu itu dengan kalimatNya saja."
8. Imam itu menjawab : "Sungguh adalah demikian."
9. Maka Yesus mengatakan : "Bahwasanya di situ tersurat bahwa Allah itu tak dapat terlihat, dan bahwa Dia itu terlindung dari akal manusia, karena Ia tidak berjasad dan tidak tersusun (dari sesuatu) dan tidak berubah-ubah."
10. Maka dijawablah oleh imam itu : "Bahwa itu adalah benar-benar demikian."
11. Maka Yesus mengatakan : "Bahwa di situ tertulis betapa langit segala langit tidak dapat memuat Dia, karena Tuhan kita itu tidak berbatas."
12. Imam itu mengatakan : "Begitulah dikatakan oleh Nabi Sulaiman wahai Yesus."
13. Yesus berkata : "Bahwa di situ telah tersurat bahwa Allah tiada menghajatkan sesuatu apapun karena ia tidak makan, tidak tidur dan tiada dihinggapi oleh sesuatu kekurangan."
14. Imam itu mengatakan : "Sungguh itu benar begitu."
15. Yesus mengatakan : "Bahwa di situ tersurat bahwa Tuhan kita itu di segala ruang, dan tiada Tuhan selain Dia, yang menyakitkan, menyembuhkan dan berbuat segala yang dikehendakiNya.
16. Imam itu berkata : "Begitulah tersurat."
17. Di saat itu Yesus mengangkat keduabelah tangannya seraya mengatakan: "Wahai Allah Tuhan kita, ini adalah keyakinanku, yang akan kubawa ke hari pembalasanMu, sebagai saksi atas semua yang mengimankan selain daripada itu."
18. Kemudian ia berpaling ke khalayak ramai sambil berkata : "Tobatlah kalian, karena kalian telah mengetahui dosamu dari segala yang telah dikatakan oleh imam ini, bahwa benar tersurat di dalam kitab Musa perjanjian Allah buat selama-lamanya."
19. Maka sesungguhnya aku ini adalah seorang manusia yang bisa dilihat, dan segumpal tanah, berjalan di atas bumi dan akan fana seperti seluruh manusia.
20. Dan bahwa ada permulaan bagiku pun juga akan ada kesudahan bagiku, dan bahwa aku tidak dapat menciptakan seekor lalat."
21. Di saat itu khlayak ramai menangis dengan suara keras, kata mereka : "Sungguh kami telah melakukan dosa kepada-Mu wahai Allah Tuhan kami, maka kasihanilah kami."
22. Dan masing-masing dari mereka bermohon kepada Yesus untuk sembahyang buat keamanan negeri kudus itu agar tidak diserahkan oleh Allah dengan kemurkaanNya untuk diinjak-injak oleh segala bangsa."
23. Maka Yesuspun mengangkat kedua tangannya dan bersembahyang untuk negeri kudus itu dan untuk kaum Allah. Sedang semua yang hadir meneriakkan "Hendaklah terjadi demikian, amin."
(Sumber: Injil Barnabas fasal 95)


Bahwa Allah mengutus Nabi-nabi dan para khadamNya ke dunia ini agar bertobatlah orang-orang yang berdosa itu. Bahwa kekasih Allah Enokh yang berjalan bersama Allah dengan sungguh-sungguh . Siapakah orang Parisi yang benar itu. (Barnabas 144: 1-16)

1. Demi Allah yang aku berdiri di hadirat-Nya, bahwa Allah mengutus Nabi-nabi dan para khadamNya ke dunia ini agar bertobatlah orang-orang yang berdosa itu.
2. Tetapi sebenarnya kukatakan kepadamu jika benar-benar kamu ini orang Parisi, maka akan gembiralah kamu dengan pergaulanku dengan orang-orang yang berdosa itu demi keselamatan mereka.
3. Tetapi sebenarnya kukatakan kepadamu jika benar-benar kamu ini orang Parisi, maka akan gembiralah kamu dengan pergaulanku dengan orang-orang yang berdosa itu demi keselamatan mereka.
4. Katakanlah kepadaku, tahukah kamu akan permulaanmu dan mengapa dunia ini menerima orang-orang Parisi?
5. Sungguh dapat kukatakan bahwa kamu tidak mengetahuinya.
6. Maka dengarlah uraianku ini.
7. Bahwasanya kekasih Allah Enokh yang berjalan bersama Allah dengan sungguh-sungguh , tiada memperdulikan dunia ini, telah dipindahkan ke Firdaus.
8. Dan ia akan tinggal di sana hingga hari pembalasan (karena di waktu mendekatnya kesudahan dunia ini, dia akan kembali ke dunia bersama Elia dan seorang lagi).
9. Lalu ketika manusia telah mengetahui akan hal itu, mulailah mereka mencari Allah Pencipta mereka, demi mengharapkan Firdaus.
10. Karena arti hurufi dari perkataan Firdaus itu dalam bahasa Kan'ani adalah "mencari Allah".
11. Karena di sanalah sebenarnya perkataan ini mulai dipakai untuk memperolok-olok orang yang saleh.
12. Disebabkan orang-orang Kana'ani itu sedang asyiknya menyembah berhala-berhala yang merupakan penyembahan kepada tangan-tangan manusia.
13. Dan atas dasar itulah apabila orang-orang Kana'ani itu melihat seorang yang meninggalkan dunia ini dari kalangan kami, demi berkhidmat kepada Allah mereka katakan dengan maksud mengejek ia Firris, yakni "Mencari Allah".
14. Seakan-akan mereka mengatakan (kepadanya), wahai orang gila, engkau tidak mempunyai patung-patung berhala, maka sesungguhnya engkau adalah menyembah angin (belaka), dari itu fikirkanlah hari kemudianmu dan sembah-lah berhala-berhala kita ini".
15. Kemudian Yesus berkata :"sungguh kukatakan kepadamu bahwa semua para kudus Allah dan Nabi-nabiNya adalah orang-orang Parisi, bukan hanya dengan nama saja seperti kamu ini, tetapi dengan perbuatan.
16. Karena mereka dalam segala tindak-tandukny a benar-benar mencari Allah Pencipta mereka dan meninggalkan negeri-negeri dan harta benda mereka demi kecintaan kepada Allah, dan dijualnya semua lalu disedekahkannya kepada kaum fakir demi kecintaan kepada Allah.
(Sumber: Injil Barnabas fasal 144)


Pernah di zaman Elia kekasih Allah serta nabiNya itu, ada duapuluh bukit yang ditempati oleh tujuh belas ribu orang Parisi. Bahwa Elia kekasih Allah telah menulis demi untuk mengabulkan permohonan muridnya Elisa. (Barnabas 145: 1-39)

1. Demi Allah, pernah di zaman Elia kekasih Allah serta nabiNya itu ada duabelas bukit yang ditempati oleh tujuhbelas ribu orang Parisi.
2. Dan tiada terdapat di antara jumlah manusia yang begitu besar itu seorangpun yang tertolak, tetapi mereka semuanya adalah pilihan-pilihan Allah.
3. Adapun di masa kini, juga di Israil ada lebih dari seratus ribu orang Parisi, semoga insya Allah bisa ditemukan di antara tiap seribu orang, seorang yang terpilih."
4. Kemudian menjawablah kaum Parisi dengan kemarahan : "Apakah kami ini semuanya manusia-manusia tertolak dan engkau anggap agama kami juga tertolak?"
5. Yesus menjawab : "Aku tidak menganggap agama kaum Parisi yang asli itu tertolak, bahkan terpuji dan aku bersedia mati karenanya.
6. Akan tetapi marilah kita lihat apakah kamu ini orang-orang Parisi?"
7. Bahwa Elia kekasih Allah itu telah menulis demi untuk mengabulkan permohonan muridnya Elisa, sebuah kitab kecil di mana telah dihimpun di situ kebijaksanaan insani beserta syariat Allah bapak kita."
8. Maka terperanjatlah orang-orang Parisi ketika mendengar nama kitab Elia itu, karena mereka mengetahui dari adat-istiadat mereka bahwa tidak seorangpun yang masih memelihara ajaran-ajaran itu.
9. Dari itu mereka hendak pulang dengan alasan pekerjaan-peker jaan yang harus mereka selesaikan.
10. Di saat itu Yesus berkata : Andaikata kamu ini benar-benar orang Parisi, niscaya kamu akan tinggalkan segala pekerjaan dan kamu perhatikan ini, karena seorang Parisi itu hanya mencari Allah semata."
11. Dari itu mereka membatalkan dengan agak ketakutan, untuk mendengarkan Yesus yang menyambung uraiannya, katanya : "Elia hamba Allah. (karena begitulah ia memulai kitab kecil itu) menulis ini untuk semua orang yang ingin berjalan bersama Allah pencipta mereka.
12. Bahwa barangsiapa yang suka belajar banyak ia akan sedikit takut kepada Allah.
13. Karena barangsiapa takut kepada Allah dia akan merasa cukup untuk mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah saja.
14. Bahwa barangsiapa mencari kalimat-kalimat yang indah, maka ia bukanlah mencari Allah yang hanya mencela dosa-dosa kita.
15. Mereka yang ingin mencari Allah, harus menutup rapat pintu-pintu dan jendela rumah mereka.
16. Karena itu tidak menyukai adanya sesuatu yang ia tidak sukai di luar rumahnya.
17. Dari itu jagalah perasaan-perasa an-mu dan jagalah hatimu, karena Allah tidak berada di luar kita di dunia yang ia benci ini.
18. Barangsiapa yang akan mengerjakan amal-amal saleh, ia harus memelihara dirinya, karena tiadalah berguna bagi seorang yang beruntung mendapat semua isi dunia tetapi ia rugi dirinya.
19. Mereka yang mengajar lain orang, harus berkelakuan lebih mulia dari orang lain, karena tidak dapat diambil suatu manfaat dari seorang yang dikenal lebih mudah daripada kita.
20. Maka bagaimanakah seorang yang berdosa itu akan memperbaiki kehidupannya, apabila ia mendengar bahwa yang mengajarinya itu lebih jahat daripadanya.
21. Barangsiapa yang mencari Allah, ia harus melarikan diri dari percakapan dengan manusia.
22. Karena di kala Musa berada sendirian di atas gunung Sinai, ia menemukan Allah dan berbicara denganNya sebagaimana seorang sahabat berbicara dengan sahabatnya.
23. Barangsiapa yang mencari Allah, ia harus ke luar sekali tiap tigapuluh hari ketempat di mana berada manusia di dunia ini.
24. Karena dalam satu hari itu cukup bisa dikerjakan pekerjaan-peker jaan dua tahun dari tugas khusus seorang yang mencari Allah.
25. Ia berkewajiban apabila berjalan, untuk tidak melihat kecuali kepada kedua kakinya.
26. Ia berkewajiban apabila bercakap-cakap untuk tidak mengatakan kecuali yang perlu-perlu saja.
27. Apabila mereka makan, mereka harus berdiri meninggalkan tempat makan sebelum mereka kenyang.
28. Setiap hari harus mereka fikirkan bahwa mereka tidak akan (hidup) sampai hari berikutnya.
29. Mereka harus menghabiskan waktu mereka sebagaimana seorang manusia (yang menghitung) napasnya.
30. Hendaknya satu baju dari kulit hewan dianggapnya cukup.
31. Segumpal tanah itu harus tidur di atas kulit.
32. Hendaknya tidur dua jam tiap malam itu dianggapnya cukup.
33. Dia harus tidak membenci seseorang, kecuali dirinya sendiri.
34. Di waktu berdiri sembahyang, mereka diharuskan takut sebagaimana mereka berada di muka hari pembalasan yang akan datang itu.
35. Maka kerjakanlah semua itu demi berkhidmat kepada Allah beserta syari'at yang telah dikaruniakan kepadamu oleh Allah dengan perantaraan Musa.
36. Karena dengan jalan inilah kamu akan menemukan Allah.
37. Dan sungguh akan kami rasakan di tiap zaman dan tempat "bahwa kamu berada di dalam Allah dan Allah di dalam kamu."
38. Begitulah isi kitab kecil Elia wahai kaum Parisi.
39. Dari itu, kuulangi lagi apa yang telah kukatakan kepadamu, jika kamu benar-benar orang Parisi, niscaya kamu akan gembira dengan masukku di sini, karena Allah akan merahmati orang-orang yang berdosa."
(Sumber: Injil Barnabas fasal 145)


(Sumber: Injil Barnabas fasal 95, 144, 145)

Keterangan tambahan:
1. Enokh atau disebut Nabi Idris AS
2. Yusak atau disebut Joshua atau Nabi Yusya' AS
3. Elia atau disebut Nabi Ilyas AS
4. Elisa atau disebut Nabi Ilyasa AS
5. Yesus atau disebut Nabi 'Isa As

Wallahu a'lam bish-shawabi
Quote
 
0
Siiip Pemulung kebenaran ,,,, Salafi dan Wahabi tuh terkenal dengan EGOISNYA menganggap dirinya Paling benar,,,, asal tuduh asal vonis sesat/kufur/bid ah/ kafir,,,, tapi tambahan buat tulisan mas purnomo,,, tuh ustad salafi ,,, SI HAKIM KORUP PEMBUKTIAN SESAT DALAM PERADILAN SESAT !!! suruh belajar hukum pembuktian tuh ustad biar nggak asal nulis seperti Provokator !!!
Waspadalah Provokator, berjubah sarjana Agama !!! tapi dangkal cara berfikirnya
Quote
 
0
kalau nama "tasawuf" nggak ada dalam alquran dan alhadits ?? toh nama Gelar si penulis Penulis Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.,,, apa gelar gelar Lc atau Lucu-lucuan dan akal-akalan bagi sang master agama ini juga dijelaskan dalam Alquran dan alhadist, menghakimi diri sendiri baru menghakimi orang lain ???
Quote
 
-3
Assalamualaikum . wr. wb
Maaf Artikel diatas bila ditinjau dalam sudut pandang universal,menga ndung unsur PROVOKATIF, Menulis Judul " Faham Tasawuf Sesat " coba kita logis saja fakta ini menunjukkan sempitnya cara berfikir orang yang menulis, ada unsur kebencian yang sudah semacam tertanam biasa disebut DOKTRIN, tapi tanpa dasar Pembuktian Hukum Obyektif. Saya tidak setuju dengan pratek perdukunan tapi tasawuf bukan dukun, saya juga tidak setuju pernyataan rujukan Kitab (Fushushul Hikam)yang ada dalam tulisan itu, namun pertanyaan yang harus dikejar bagi seorang penyelidik hukum pembuktian ?? benarkah itu Kitab asli dan tulisan seorang Syekh Ibnu arabi, Padahal Realitas kita hidup lebih dari seribu tahun dari massa beliau. Benarkah tulisan ini asli atau dipalsukan ??? kita harus menyelidiki dengan dasar-dasar pembuktian hukum yang obyektif & rasional, sebelum memvonis dan menghakimi suatu pemahaman. Jangan belajar di arab menjadi rujukan dan ditelan semuanya itu itu benar, kita harus kritis dan menilai suatu pembuktian bung. Coba penulis artikel ini belajar dalam keadilan dalam sudut pandang pembuktian. Dalam hukum saja, bukti lebih dari 12 Tahun, bisa disebut Gugur dalam pembuktian,,, pa lagi menghakimi masa ribuan tahun dari kitab yang seolah-olah ditulis seorang sufi trus menjadi dasar memvonis faham yang universal,,, Bisa bisa dalam hukum dikenal ,,,tuh HAKIM Doraemon dengan kantong Ajaibnya !!! he ,,, he,,,
Saya sangat SETUJU rujukan Alquran adalah suatu hal mutlak, tapi memahami alquran juga tidak semudah dengan akal saja tapi butuh nurani, namun hindarkanlah membuat suatu rujukan dari Alquran dari sudut pandang anda yang sempit lalu sebagai dasar menghakimi suatu faham secara universal, Tasawwuf ada yang benar dan juga ada yang sesat itu tergantung dari individu dalam memfilter suatu pemahaman, jadi jangan membuat suatu kesimpulan justru tidak rasional sendiri. Alangkah bijaksana bila artikel diatas judulnya dirubah " SEBAHAGIAN FAHAM YANG "NYELENEH" ITU SESAT " Biar tidak menjadi provokator !!! Saya sangat setuju komentar pemulung kebenaran !!! mending kita ngurus diri sendiri daripada menjadi provokator ,,,, akhirnya timbul permusuhan dan perpecahan,,, yang diinginkan oleh Iblis itu sendiri
Quote
 
-2
huuus,,,, ngintip dulu ah,,,, tuh rujukan tulisannya dari seorang sarjana agama Lc ( asalafy jember ),,,, tolong donk,,, apa ada hadistnya buat gelar-gelar agama itu Lc dan laen-laen? di jaman Nabi ada nggak ya ? pa tuh nggak Bid'ah ? Nunjuk perkara sesat ORANG LAEN, nunjuk namanya sendiri tuh apa loooo brooo ?????
Quote
 
0
Ini dia Sebuah anekdot yang menggambarkan tentang ‘lucunya’ atau mungkin ‘memprihatinkan nya’ proses pemahaman tentang sesuatu yang ‘besar’ oleh kemampuan yang ‘sangat terbatas’. Menjadi lucu, atau sekaligus memprihatinkan, karena ketujuh orang buta itu membangun pemahamannya yang terbatas dengan penuh ‘kesombongan’, tanpa mau mendengarkan pendapat yang lebih holistik.

Si A mengatakan gajah itu makhluk yang mirip ular, karena dia hanya bisa meraba belalainya. Si B mengatakan gajah mirip cambuk, karena hanya bisa meraba ekornya. Si C berpendapat gajah itu mirip kipas, karena hanya bisa meraba telinganya. Si D mengatakan gajah mirip batang pohon, karena hanya bisa meraba kakinya. Si E bersikukuh dengan pendapatnya bahwa gajah itu mirip tembok, karena meraba bagian perutnya. Dan seterusnya, mereka bertengkar mempertahankan pendapat masing-masing dengan ‘SI EGO SI IBLIS’, seakan-akan pendapatnya paling benar.

Padahal pemahaman mereka itu terbentuk oleh keterbatasan mereka dalam mempersepsi gajah. Bukankah lebih bijak, jika ketujuh orang buta itu ‘duduk bareng’ saling sharing pengalaman tanpa melakukan ‘penghakiman dan terlalu dini memvonis’ terhadap pendapat yang lain? Bahwa, gajah adalah makhluk yang memiliki bentuk: ada mirip ularnya, sekaligus ada mirip cambuknya, sekaligus ada mirip pohonnya, ada mirip kipasnya, dan seterusnya.Tent u, hasilnya akan lebih holistik jika semua informasi itu dipadukan secara simultan. Meskipun, tentu masih ada juga diantara orang buta itu yang kebingungan dalam menyimpulkannya
Quote
 
+1
ASSALAMUALAIKUM.WR.WB
SAYA MOHON,,,,SAYA MOHON,,,,, SAYA MOHON,,,, INI DEMI KEBAIKAN UMAT ISLAM ,,, PERSATUAN UMAT ISLAM,,,,, UNTUK MELAWAN IBLIS LAKNATULLAH !!!

Hindarilah MEMPERDEBATKAN suatu PEMAHAMAN dengan " PENGHAKIMAN " BISA BISA inila sifat AKU alias EGO dari sifat Individual/ Golongan.
PASTI TAHU SEMUA ??? APA LAGI PARA YANG MENGAKU USTAD !!! Sifat AKU alias EGO ini adalah SIFAT PALING MENGERIKAN DISEPANJANG SEJARAH PERADABAN MANUSIA !!,,,
Inilah SIFAT IBLIS, EGO adalah Bahan Bakar Utama yang Penyulut Api AMARAH, Ingatkah Kita ?? Kisah IBLIS diusir dari Sorga karena Apa ? karena EGO !!,,,, Ingatkah kita pada kisah anak adam Habil dan Qabil, hanya karena EGO,,,pertumbah an darah pertama di SATU BUMI terjadi,,, Ingatkah kita tentang Raja Fir'aun menentang TUHAN karena apa? karena EGO !!!,,,,, Inilah SIFAT IBLIS ingin selalu ingin membuat perpecahan bagi seluruh anak-anak ADAM. Pernakah kita mengintip sejenak saja diruang batin kita, adakah dia ada bersemayam disana, bila itu masih ada Marilah "Saya dan Anda" BERHATI HATI karena IBLIS akan masuk melalui pintu itu sehingga pada akhirnya Iblis perlahan-lahan akan membentuk MANUSIA yang SUKA MEMBUAT PERPECAHAN DAN KERUSAKAN di MUKA BUMI. Lebih baik kita sering-sering menyempatkan waktu untuk merenungkan diri, dari pada Kita menebarkan kebencian seolah - olah diri paling benar padahal anggapan diri paling benar adalah angka kritis mendekati Sifat EGO atau sang AKU manusia,,, sifat EGO adalah PANTANGAN UTAMA dalam BERSERAH DIRI pada TUHAN, siapapun orangnya ? meskipun dengan dalih-dalih agama dengan Mengatasnamakan "KEBENARAN",,, siapapun ORANGNYA ?? darimanapun AGAMANYA ?? dari GOLONGAN APAPUN JUGA ??,,, Bilamana sifat EGO masih bersemayam didada, Iblis akan MENGINTIP dengan MATANYA yang SATU sambil tertawa-tawa RIANG GEMBIRA meskipun diri Kita tidak menyadarinya, karena apa ? karena diri Kita tidak pernah sejenak saja,,,,ULANGI ,,,sejenak saja MENGINTIP dengan DUA MATA kita pada sebingkai cermin "SEGITIGA BERMATA SATU" yaitu Egonya sendiri ? adakah sifat EGO dalam diri kita ? Siapa yang tahu ? yang tahu ada 3 yaitu Kesatu adalah TUHAN, Kedua adalah IBLIS dan ketiga adalah kesadaran diri sendiri ?
Inilah Sifat kecenderungan manusia untuk menghakimi memainkan peran penting dalam mendorong perpecahan dan permusuhan. Hal ini menjadi "SANGAT PENTING" untuk memahami apa arti menilai orang lain. Setiap kali seseorang berbuat tidak sesuai dengan standar pemikirannya, maka secara otomatis memberi semacam penilaian. " Kita bisa "MENIPU DIRI SENDIRI" kedalam kepercayaan bahwa Kita pada dasarnya berbeda dari orang yang kita Hakimi, namun sebenarnya Kita tidak pernah dapat mengenali pada orang lain apa yang tidak kita miliki dalam diri kita sendiri. KEMARAHAN kita atas perilaku orang lain biasanya mengenai aspek EGO yang belum terselesaikan dari diri Kita sendiri. Jika kita mendengarkan segala SESUATU yang keluar dari mulut ketika berbicara dengan orang lain, MENGHAKIMI orang lain, atau memberi nasihat, kita harus berbalik seolah-olah memberikannya pada diri sendiri.Atau Filosofis dari makna pitutur ( Nasihat ) luhur orang Jawa " OJO SOK RUMONGSO BISO NAMUNG BISOHO NGRUMANGSANI "
Inilah AKAR permasalahan UTAMAMulai Nabi Adam sampai Akhir ZAMAN, SI MATA SATU permasalahan yang SULIT DIPECAHKAN, dengan metode ilmu pengetahuan SECANGGIH dan SEILMIAH apapun juga, kecuali dengan CARA-CARA untuk mengenal siapa diri Kita sendiri ??,,,,Sesuatu HAL yang PALING MENGERIKAN adalah EGO karena itulah "KEMUSRIKKAN" terbesar yang MUNGKIN TIDAK PERNAH Kita sadari sendiri, meskipun Kita MENGKAMPANYEKAN ajaran TAUHID, tapi kita masih belum bisa menaklukkan SATU MATA NAFSU saja, yaitu untuk menyembah SI MATA SATU yaitu EGO diri sendiri ?? Bukankah ? ini adalah Kemusrikan TERBESAR yang MISTERIUS, bagaikan lubang Hitam ( black Hole) yang dibuat oleh Iblis untuk membuat perangkap MISTERIUS, sehingga manusia tidak akan pernah bisa keluar lagi, tidak bisa keluar dari Perpecahan dan permusuhan !!!
SIAPA DIRI KITA ?
PENYEMBAH JIMAT " EGO ( Red: IBLIS )" DALAM DIRI SENDIRI ?
ATAUKAH PENYEMBAH TUHAN RAHMATAN LIL ALAMIN ?
Saya " Pemulung Kebenaran " MENGAKU" berapa puluh banyak saya bertanya kepada Orang yang biasa disebut-sebut Pawang Agama Ahli Sunah dan Alquran,,,,Seti ap saat saya ada kesempatan saya selalu bertanya,,,, Siapa yang perlu saya takuti dalam hidup ? Sang Pawang Agama menasehati saya " TAKUTLAH HANYA PADA ALLAH ",,, tapi Nasehat itu seperti DOGMA saja yang tak menyentuh hati saya, namun suatu ketika Saya tertegun lemas lalu saya menangis seperti ada yang meremas-remas jantung saya, ketika saya bertanya pada SESEORANG MANTAN KRISTEN BPK. SOECIPTO ( 80 Tahun) Alhamdullilah Beliau Masuk Islam sejak tahun 1963,,,, Saya bertanya kepada Beliau ”Mbah siapa yang perlu saya takuti dalam hidup ini ?” Hanya beliau saja orang yang pernah saya temui disepanjang Hidup saya yang memberi pernyataan sederhana namun tidak sesederhana kita memaknai apa dibalik ini semua beliau berkata seolah-olah bukan menasehati diri saya : " SAYA TAKUT HANYA KEPADA ALLOH, JUSTRU ITU SAYA PALING TAKUT PADA DIRI SAYA SENDIRI ! "
TOLONG BILA SAHABAT PAWANG AGAMA AHLI HADIST DAN ALQURAN, TOLONG TUNJUKKAN HADIST DAN AYAT ALQURAN TENTANG SIFAT EGO IBLIS PEMBAWA MUSIBAH TERBESAR DI BUMI INI, TUNJUKKAN !!! LALU TUNJUK DIRI SENDIRI ??? BERANI TIDAK ???
RUQYAH AGUNG ITU RUQYAH SIFAT EGO IBLIS DALAM JIWA KITA
BERANI MERUQYAH DIRI SENDIRI SEBELUM MERUQYAH ORANG LAIN ???
Berapa harga EGO Gorge Bush membuat berkilo-kilo ton Nuklir menghancurkan dan membuat kerusakan dimuka bumi, Berapa harga EGO Bangsa Israel membunuh anak & wanita dipalestina dan membuat pertumpahan darah, berapa nilai Ego perpecahan umat di Timur Tengah hanya karena EGO Kekuasaan mengatasnamakan Kebenaran suatu Golongan ? Berapa nilai Ego perpedaan suku / ras / agama sehingga membuat pertumpahan darah dimuka bumi ini ? Berapa harga EGO kekuasaan di BUMI PERTIWI INDONESIA ini telah banyak menumpahkan darah ? Benarkah iblis sudah menjelma menjadi manusia ? Kita tidak perlu memperdebatkan Iblis itu ada dimana akan muncul dari mana ? Inilah fakta SEJARAH ANAK ADAM yang tidak perlu diperdebatkan lagi,,dikisruhk an lagi,,, tidak perlu ditanyakan kepada Ustad,kyai,pend eta, biksu, profesor bahkan Sarjana Agama manapun juga,,,,, tidak perlu ditanyakan kepada siapapun juga ,,,karena jawabannya,,, tiada lain tiada bukan ,,,, Tanyakan pada DIRIMU sendiri ???
Quote
 
-1
semua keyakinan selain keyakinan orang itu sendiri di anggap salah, jadi orang itu menganggap keyakinannyalah yang paling benar,,, jangankan sampai lintas agama, di intern agama itu sendiri sudah terkotak kotak, lihatlah, semua yang koment di sini, semuanya adalah, simpatisan, ummat, pemeluk,,,, mana pemimpin dari kalian semua ( yang masih hidup ), suruh keluar, suruh ikut koment
Quote
 
-1
semua produk impor, mereka sorak sorak, mereka tertawa di atas penderitaan kita
Quote
 
+3
Wah, Rame.

Mas, Mbak, yang komentar 'kalo belum belajar Tasawuf jangan menghukumi sesat', Saya mau nanya, Anda pernah belajar Kristen, Yahudi, Budha, Hindu? walaupun ada yang sudah dan ada yang belum lantas bagaimana pendapat Anda? Saya yakin semua kalau memang Islam pasti mengimani bahwa agama selain Islam adalah salah.
So, cukup dengan itu saja argumen Anda tidak bisa digunakan untuk mengkritisi artikel ini.

Yang kedua, dilihat dari sisi 'orang yang ilmunya tinggi', setuju donk kalau diskusi harus disertai dengan dasar (kalau Anda keberatan disebut dalil) yang jelas? kecuali Anda berbeda dalam menafsirkan diskusi. Lalu, namanya diskusi kan juga sebisa mungkin saling mengisi, bukan mencela.

Saya lihat penulis memberikan pemikirannya selalu disertai dasar yang jelas. Maka sebaliknya, jika anda menilai apa yang ditulis penulis itu salah, tentu Anda harus bisa memberikan dasar alasan tentang kesalahannya. Hal ini akan lebih mudah dilihat siapa yang lebih berilmu oleh para pembaca.

Jika Anda hanya dengan emosi ketika menanggapinya tanpa ada dasar ilmu anda yang jelas, mungkin sebaiknya Anda urungkan. No offense ya, terlihat seperti orang yang berteriak, dan membentak karena ga tau mau ngomong apa lagi.

Jika memang sudah mentok semua dasar sudah dijelaskan dan masih ada yang tidak setuju, mari kita ingat Al Quran surat Al Ghasiyyah ayat 81 dan 82. (Sengaja ga saya tulis, biar yang ga hapal bisa baca di mushaf. Lumayan satu huruf = 10 kebaikan)
Quote
 
+1
assalamu'alaiku m wr. wb.

sudahlah saudara/i semua,
tidak usah digubris, cuekin aja....
kalaupun hendak merespon, ambillah dari para ulama atau ustadz atau dari data sejarah......

kan sudah masyhur dan mafhum bahwa:
yang boleh masuk surga cuma yg ikut Wahabi Salafi,
kaplingnya cuma satu doang.....
hehe

#mudah2an diberi kesadaran, dengan mempelajari dan menelusuri sejarah Dunia dan sejarah Islam dari dulu hingga jadi sprti sekrang.....

wallohu'alam bishowab

wassalammu'alaikum wr. wb.
Quote
 
+2
JANGANLAH MENGUNGKAPKAN SESUATU TANPA TAHU AKAN KEBENARANNYA.
SUDAH BENARKAH APA YG ANDA YAKINI, BAHWA ANDA ISLAM. BANYAK ORANG HANYA MENGAKU2, MENYANGKA2 AGAMANYA ISLAM, SEDANGKAN "ISLAM DINNULLAH" (ISLAM AGAMA ALLAH). BERARTI KETIKA ADA ORANG MENGAKU ISLAM, DIA TELAH MENCURI AGAMA TUHAN. BENARKAH ANDA ISLAM??

BANYAK YG DENGAN LANTANG MENYEBUT NAMA "ALLAH" DAN MENGAKU HAMBA ALLAH, KIRA2 PANTASKAH ORANG MEMANGGIL TUHAN DENGAN MENYEBUT NAMANYA SAJA, SEDANG DIA MEMANGGIL ORANG TUANYA DENGAN SEBUTAN AYAH, IBU DLL BUKAN MENYEBUT NAMANYA. APAKAH BENAR ANDA HAMBA ALLAH???

SUDAH BENARKAH APA YANG ANDA YAKINI SLAMA INI??? LALU DENGAN LANTANG ANDA MENGATAKAN SI A BENAR, SI B SALAH/SESAT ATAU ILMU A BENAR, ILMU B SALAH/SESAT.

SIAPAKAH YG MENGATAKAN GULA ITU MANIS? IALAH GULA ITU SENDIRI. SIAPAKAH YG MENGATAKAN API ITU PANAS? IALAH API ITU SENDIRI. LALU SIAPAKAH YG MENGATAKAN SASUATU ITU BENAR? IALAH KEBENARAN ITU SENDIRI. SEDANGKAN KEBENARAN HANYA MILIK TUHAN SEMATA..
Quote
 
+1
Assalaamu'alaik um wa rahmatullaahi wa barakaatuh,

TERUSLAH menyampaikan kebenaran jika itu memang benar. SAMPAIKAN ... SAMPAIKAN ... SAMPAIKAN ... Walaupun banyak yg membencimu. Cukuplah petunjuk Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yg patut diikuti. Ngapain susah2 cari yg lain???
Jazakallaahu khoiron katsiiro.
Quote
 
-1
rasanya kita semua dibikin terkotak kotak oleh produk impor irung betet, ndas gundul, batuk di painting, jenggot wedus, kita bela keyakinan mereka (kitapun telah hanyut oleh keyakinan mereka)terkadan g sampai berdarah-darah, pertanyaanya, apakah cuma produk mereka yg paling benar
Quote
 
0
Kaum muslim bukanlah kaum yang mudah menyalah2kan sesama muslim yang lain..kaum muslim bukanlah kaum yg mudah membid'ahkan kaum muslim yang lain..apakah kita merasa lebih alim diantara yg lain sehingga dengan mudahnya menyalahkan dan membid'ahkan kaum muslim..Yaa Allah..meskipun begitu banyak perbedaan diantara kami jadikan hati kami memiliki sifat itsar sebagaimana ibarat kaum muslim seperti satu tubuh..Amin3x Yaa Rabbal'alamin..
Quote
 
0
perkataan syaiyidina ali itu tidak bisa di buat hujjah/dalil/tuntunan
cukuplah kita dengan Al-qur'an dan hadist sebagai tuntunan kita
Quote
 
0
TASAWUF ADALAH UNTAIAN MUTIARA MUTIARA ISLAM BERKATA SYAIDINA ALY RA : JANGAN KALUNGKAN MUTIARA-MUTIARA (TASAWUF) KEPADA BABI KARENA BABI TIDAK MENGERTI ARTI MUTIARA..."AHLU SSUNNAH WAL JAMA'AH,ASHAIRI YAH WA MATURIDIYAH MAZHABAL ARBA'A WA SUFIYAH" SENANG AMA MUTIARA-MUTIARA TASAWUF....KALA U BABI GAK NGERTI AMA MUTIARA APALAGI TASAWUF...MAKAN YA SAYA SENANG MUTIARA TASAWUF SEBAB SAYA BUKAN BABI NAJIS MUGALAZOH
Quote
 
0
memang tasawuf itu menyesatkan, saya sendiri pernah ikut aliran ini
Quote
 
+3
saya malah setuju dengan artikel ini...setidakny a ada dasarnya...
daripada yang koar2 di koment rata2 pada ngandalkan emosi...
gak pake dasar...
pake logika sendiri2...
justru yang koment2 itu yang merasa benar sendiri..
cobalah tulis yang lebih logis dari artikel ini...
Quote
 
0
wew..salah nih..kalau tidak tahu apa2 jangan sok tahu mas..
sesat atau tidak bukan manusia yg menilainya, siapa tahu yg kamu anggap sesat itu lbh baik dr kamu, syarat mutlak masuk surga adl kalimat sahadat namun kalian lbh mensalah artikan dengan ajaran yg berbeda dan membedakan krn ketidak samaan ajaran dan aliran yg di bawa oleh tokoh yg fanatik. cobalah bijaksana.

sekedar tambahan, TASAWUF berarti:
TAQOLI,TAQALI, DAN TAJALI.
tobat,menghiasi dengan aklak mulia, kemudian fana
atau TA SA Wau FA
artinya seseorang harus mensucikan diri dengan
TAUBAT untuk mensucikan diri, krn allah suka yg suci, krn dia maha suci.
SAFA'UN yaitu menghiasi dengan aklhakul kharimah, yaitu aklak nabi besar muhammadurasull ullah. tidak sombong, sum'ah dengki hasad dan berubah menjadi pemaaf ramah pemurah.
kemudian akan mendapat WILAYAH yaitu derajad para wali.
yang tidak ada orang mengenalnya kecuali allah.
dari WILAYAH itu, akan merasa bersanding dengan allah
itulah FANA. dan semua itu menggunakan ilmu bukan akal.kemudian allah akan menyatukan dan menghadiahkan manusia yg di lindunginya dengan RUHnya yakni, RUH ALQUDUS atau RUH ALQUDSI.
Quote
 
-1
faham yang paling sesat dan menyesatkan di muka bumi adalah faham wahabi... kenapa karena mengajak manusia pada pendangkalan ilmu islam, niatnya memang bagus untuk memurnikan islam tapi caranya sangat membodohkan ummat islam karena islam bukan agama yang lahir tadi pagi.... islam adalh agama yang telah berkembang berabad-aba kenapa di tafsir dengan sangat anak TK, disaudi banyak ulama berpemahaman wahabi makanya tidak ada kemajuan islam di saudi..... yang bekembang hanyalah pendangkalan ilmu islam....... kalau lah ulama wahabi disaudi mau berkembang dan menjadi mulia dimata allah maka harus keluar dari saudi dan belajar agama kepada ulama ahli kebenaran yang berada di negara lain......... karena dizaman akan datang islam akan menguat di persia... bukan di arab.....
Quote
 
+3
Sebaik2nya kebenaran itu adalah Allah, kembali ke Alquran dan Hadits. Menjalani hidup melaluinya (cara Nabi), memahaminya dengan ilmu, meyakininya dengan iman. Jalani Syariatnya spt perintah Nya. mulailah dgn NIAT yang benar. InsyaAllah akan bertambah Iman dan Taqwa. ketika hal itu telah dijalani, maka pahamlah kita, siapa kita. Tak pantas bagi kita menyalahkan dan membenarkan sebuah keyakinan lagi ketika kita sudah yakin. Allah maha besar, tidak ada yang menyerupaiNya. Maka memang benarlah Ia.
Quote
 
-1
ngawur...
Quote
 
-1
Saya sangat Kurang setuju dengan semua Tulisan itu.... belajar tasawuf adala belajar mengetahui sifat Ubudiyah (kehambaan) untuk mengetahui sifat Allah...
entah penulis bisa mengatakan seperti itu atas Guru siapa....
saya sempat kaget membaca Artikal yang mem-Blok Tasawuf sesat,,, MasyaAllah...
Quote
 
-3
wahai penulis pastinya kamu mengaku sebagai seorang islam dan tulisan kamu hebat hukumannya laksana hakim yang menentukan syurga dan neraka kepada diri orang lain. sekedar ingin tau pandangan dari saudara jika saudara mengucap kalimah syahadah apa penghayatannya? adakah saudara menyaksikan allah sehingga saudara mengaku saksi dan adakah saudara menyaksikan nabi muhammad s.a.w pesuruh allah sehingga saudara mengaku sebagai saksi? jika nabi muhammad s.a.w yang dimuliakan allah s.w.t saudara katakan pesuruh!! pernahkah saudara melafazkan pengakuan siapa diri saudara kepada allah s.w.t? kalau nabi pesuruh! saudara siapa? adakah saudara dipertanggungja wapkan dgn syahadat yang menyaksikan diri orang lain? sebagai saksi mestilah kita melihat yang disaksikan!kala u tidak melihat tapi mengaku saksi itu namanya saksi palsu! hukumannya apa ya saudara? saya nampak saudara dari tulisan saudara sendiri memang pakar ilmu hukum. tolong jelaskan ya! saya mau belajar dari saudara sbb saudara mengatakan banyak ulama2 yg terkenal pada zaman dahulu sesat.tentu saudara lebih hebat dari mereka.
Quote
 
-5
menila orang lain, kayak Tuhan jaaaa...

pda Hal Al-qur'an n hadis tu juga produk bid'ah...

bukan masalah bid'ah n sesatnya..
tpi hidup ni bikin lebih hidp gk?
Quote
 
-1
hebat nih orang, orang ahli tasawuf dianggap sesat semua
belajar ilmu dari mana nih...?
kalau enggak salah ini faham WAHABI (tanduk setan dari NEJD)
gak heran sih emang ajarannya takfir.
sama kaya IBLIS ,IBLIS juga ilmunya tinggi.
Quote
 
+1
Sebenarnya masalah yang seperti ini sangat rumit..karena bid'ah sudah mengakar kuat di hati pemeluk islam di negara kita..saya sendiri lahir di keluarga yang sangat akrab dengan bid'ah seperti ditulis diatas..abah saya kebetulan juga seorang tokoh agama.namun perlahan satu demi satu saya mengamati keluarga kami mulai meninggalkan satu persatu hal2 yang berbau bid'ah setelah banyak mengkaji alqur'an lebih dalam dan mendengarkan ceramah2 dari ustadz yang kompeten..jadi saya menafsirkan kebanyakan bid'ah di indonesia menjadi populer karena faktor kebiasaan dan turun menurun.. Pesan saya ISLAM itu terbuka gan tidak tertutup.. Jadi selama masih hidup teruslah mencari dan belajar dengan terbuka.jangan malu ketika anda salah karena masih bisa diperbaiki..and a memang mendapat barokah dengan terlahir sebagai islam..tapi apakah anda yakin sudah menjalani dan mengerti islam dengan lebih dalam/baik?? Oh iya ketika mengkaji AlQur'an untuk menafsirkan sesuatu saya sarankan dengan guru yang kompeten dan benar2 ahli..jadi anda tidak seenaknya menuruti pikiran anda sendiri dan akhiri dengan diskusi namun juga jangan terlalu mempercayai pandangan orang lain tentang penafsirannya terhadap AlQur'an..berim bang lah gan..jangan egois tapi jangan mudah menerima apalagi tentang hal2 seperti ini..nanti fanatik tapi salah kan repot..be smart AlQur'an itu sempurna indah.. Tak berbanding.. Banyak pesan dan hal2 yang tersimpan dan bisa dikaji sesuai zaman..gak perlu upgrade biar tetap up to date..jadi kenapa AlQur'an itu suci ya karena bukan mainan..jadi jangan bermain2 ketika mempelajari..ta kutnya malah jadi nyimpang karena salah mengerti..
Quote
 
-2
pinterrrrrrrrrr rrrrrrrrrrrrr
Quote
 
-2
pineternya yang nulis artikel ini..
Quote
 
-2
belajar dimana gan ikut dong.........
Quote
 
-1
belajar lagi ya gan....anda sudah bener tapi bener menurut diri sendiri
Quote
 
+5
Singkatnya Tasawuf itu diciptakan oleh pemalas2 dan berhujjah sebagaiIslam tapi tdk atau malas melaksanakan Rukun Iman dan Rukun Islam. Kaum semedisme atau pertapa sampai trance. Mereka sebenarnya Budha atau Hindu tapi meminjam nama Islam. Para pemalas untuk melaksanakan syariat agama makanya dikaitkan dgn keghaiban yg pada intinya semua itu tdk ada/bohong sekedar untuk menguatkan hujjah zindiqnya
Quote
 
+2
8) Quote:
sufi dan permasalahannya
golongan sufi ini terlalu berlebihan dalam menilai dirinya dalam hal beribadah padahal mereka meperaktekan hal yang menyimpang pada sisi syariat ,dan para tokoh sufi merasa mereka telah melampaui nabi padahal kentut nya aja masi bau busuk karena belum di bersihkan ,nabi muhammad aja yang paling mulia di sisi Allah ngak neko neko dalam beribadah .
Quote
 
+1
golongan sufi berlebihan dalam tata cara melakukan ibadah ,nabi muhammad aja melakukan sesuatu ibadah yang palin mudah untuk di ikuti ,golongan sufi itu sombong karena mereka merasa lebih dalam beribadah gimana kalau tokoh sufi pernah isra miraj mungkin mereka akan mengaku jadi tuhan kayak firauan,manusia paling mulia dan paling dekat dengan Allah adalah Rasulullah malahan udah ditunjukin di surga bahwa beliau npunya tempat khusus.orang sufi kadang mengaku sudah bersatu dengan Allah padahal bersatu dengan setan.kita harus sadar bahwa setan itu menjelma di dua tempat pertama iblis dulu adalah golongan malaikat karena mereka jadi imam para malaikat ,karena kesombongannya Allah siksa mereka menjadi mahluk yang terhina .kalau di manusia kisah ini terjadi padi bani israil karena kesombongannya maka Allah turunkan nabi akhir zaman itu pada bangsa arab tidak pada bani israil sehingga agama yang diturunkan pada bani israil memusuhi agama islam.
Quote
 
0
golongan sufi berlebihan dalam tata cara melakukan ibadah ,nabi muhammad aja melakukan sesuatu ibadah yang palin mudah untuk di ikuti ,golongan sufi itu sombong karena mereka merasa lebih dalam beribadah gimana kalau tokoh sufi pernah isra miraj mungkin mereka akan mengaku jadi tuhan kayak firauan,manusia paling mulia dan paling dekat dengan Allah adalah Rasulullah malahan udah ditunjukin di surga bahwa beliau npunya tempat khusus.orang sufi kadang mengaku sudah bersatu dengan Allah padahal bersatu dengan setan.kita harus sadar bahwa setan itu menjelma di dua tempat pertama iblis dulu adalah golongan malaikat karena mereka jadi imam para malaikat ,karena kesombongannya Allah siksa mereka menjadi mahluk yang terhina .kalau di manusia kisah ini terjadi padi bani israil karena kesombongannya maka Allah turunkan nabi akhir zaman itu pada bangsa arab tidak pada bani israil sehingga agama yang diturunkan pada bani israil memusuhi agama islam.
Quote
 
-2
ATasauf itu adalah bidang ilmu.sama halnya dengan ilmu ilmu yang lainnya,seperti ilmu hadist,fiqih dan yang lainnya.harus dipelajari dengan ilmu,sedangkan dizaman Rosulullah ilmu ilmu itu belum ada.jadi apakah itu juga termasuk bid'ah.Bagaiman a kita akan mengenal ALLAH kalau tidak ada ilmunya.anda membid'ahkan diri sendiri yang memakai fasilitas zaman komputer yang belum ada dizaman Rosulullah.
Quote
 
-1
Maaf kalau belum mengetahui arti tasawuf yang sebenarnya jangan menyalahkan karna ilmu ini bukan untuk umum sepeti yang dsampaikan oleh malaikat jibril ini ilmu rahasia antara muhammad dgn allah.
Quote
 
+1
gak usah neko neko kalo mau beribadah, cukup mencontoh rosulullah karena beliau imam kita, bukan orang berjenggot sing ra genah asal muasale,...:-)
Quote
 
0
wadaaaaaowwwwww ......baru belajar wudlu ma mandi junub aja udah berani menghakimin sapa masuk surga sapa masuk neraka...hahaha hahaha......;-) wahai salafy belajar lagi yah karna kamu baru tau sedikiiiiiiit skali dari ilmu Allah ta'ala yang tentu kamu akan sdangat haus untuk meneguknya selalu...doaku bersama mu mudah mudahan kamu dapat hidayah aaamiiin
Quote
 
-1
mana ada manusia mau makan kulit,apalagi tuhan bukan kulit ibadah ummatnya yg DIA terima tapi isinya ,jadi tuduhan yg belum tentu benar sesat akan berbalik ke yg menuduh tadi.mengenai kebenarannya nanti pada saat nyawa dicabut dari raga anda akan tahu siapa yg benar...,karena tdk tahu mau ikut kamana iblis ato Rabnya semuanya akan sama2 benar dalam penglihatan..:- )
Quote
 
0
Apakah ibadah dalam tasawuf hanya dalam bentuk ibadah secara batiniah saja? saya pernah hidup bareng syaikh yang memimpin sebuah tarekat sufi meskipun saya tidak pernah mengikuti tarekat tersebut. Syaikh tersebut yg menurutnya telah mencapai maqam marifat tdk pernah melakukan ibadah yang disyariatkan seperti sholat wajib, puasa romadhon dan herannya banyak muridnya yang mencontoh perilaku syaikh tersebut seperti meninggalkan sholat dan puasa walaupun menurut syaikhnya murid2 tersebut belum mencapai maqam ma'rifat. Kalau memang tarekat yang dianut syaikh tersebut mengajarkan seperti itu, bukankah menurut kacamata syariat ini bisa disebut ajaran sesat dan menyesatkan...
Quote
 
0
wahai insan yang dimuliakan Allah, marilah kita bersama-sama mencari Islam yang sebenar, kerana Islam yang sebenar tidak terdapat di tulisan, diperbincangan dan sebagainya, ia hanya dapat kepada Orang yang Allah Kasih, maka carilah mereka itu nescaya dapat lah kita Islam sebenar, dan kita tidak akan ada lagi caci mencaci, bahas membahas dan sebagai......Co ntoh yang jelas telah ditunjukan Oleh Para-para Rasul, para nabi dan para-para Aulia Allah.
Quote
 
+1
dalam point ke 10 anda mengatakan " padahal nabi SAW sendiri tidak mengetahui yang gaib". lalu nabi menerima wahyu dari siapa? Apa bukan dari malaikat? Apa malaikat tidak gaib? apa malaikat seperti anda? Atau apa nabi menerima wahyu dari anda?

Allah berfirman " tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku" apakah jin tidak gaib? Apakah jin serupa dengan anda? jangan-jangan anda jin

Allah berfirman" Allajina yukminuna bilgaib. apakah ayat ini salah menurut anda?

maksud ayat dalam point 10 yang anda sampaikan itu tentang rahasia Allah. bukan tentang mahluk gaib ciptaan Allah. Apakah semua orang sufi mengaku mengetahui rahasia allah?

inilah contoh orang bodoh kalau bicara. ngaco
kalau kail baru sejengkal jangan laut hendak diduga.
baru baca satu,dua buku sudah sombong.
Allah murka kepada iblis karena sombong nya? jangan-jangan anda dari golongan iblis, sombong

Apa kaum sufi sudah pasti masuk neraka?
Apakah anda sudah pasti masuk surga?
Apakah anda yang menentukan masuk surga atau masuk nerakanya seseorang? Apakah anda merasa paling suci di muka bumi?

kalau masih bodoh belajar dulu jangan sembarangan menyesatkan satu golongan! bisa jadi golongan yang anda sesatkan lebih baik dari pada anda.
Apakah anda merasa sudah mengetahui rahasia allah?
jangan sampai dalil yang anda utarakan menunjukkan kebodohan anda sendiri

baru baca satu dua buku sudah sombong. ngaca !!!!!
lihat diri sendiri !
jangan semut diseberang lautan terlihat, sementara gajah dipelupuk mata tidak kelihatan
jangan merasa paling hebat, yang seperti itu golongan iblis.
Quote
 
+1
jangan smp isi artikel ini memecah belah pemahaman kita tentang makna hamba, Tuhan.
artinya 'hamba' , dan artinya 'Tuhan'

yg penting, berserah kpd Tuhan (bkn berarti menyerah lho)....

ilmu Allah itu luas
nah... apa kita di dikte akal?
ataukah hati kita yg bekerja dan memimpin akal?

mari kita renungkan, ;-)
Quote
 
+4
;-)

PARA AKANG SUDAHLAH TIDAK USAH BERKOMENTAR BANYAK SOAL ARTIKEL INI PERCUMA AJA, ABAIKAN SAJALAH NGAK TERLALU PENTING...... SOALNYA ORANG INI MENULIS ARTIKEL HANYA COPY PASTE SEENAK UDELNYA... TERUS KOMENTAR SOAL TASAWUF YANG JAUH DARI PEMAHAAMANNNYA. ... IBARAT KATA ORANG INI KOMENTAR SOAL JENGKOL..... BEGINI BEGITU DARI CERITA ORANG ORANG YANG TIDAK SUKA DENGAN JENGKOL TERUS DIA COPY PASTE DEH DARI ORANG ITU... YA WAJARLAH....

HAI ....WAHABI DAN SLAFI SAMPAI KAPANPUN KAMU TIDAK AKAN MEMAHAMI APA ITU TASAWUF KALAU ENGKAU TIDAK MAU MEMPELAJARINYA DENGAN BAIK.... BELAJARNYA ITUPUN TIDAK BISA ANDA KUASAI KECUALI DENGAN HATI YANG BERSIH DAN TULUS....
Quote
 
0
KALAU HATI KITA TIDAK BERDIKIR KEPADA ALLAH SECARA KONTINYU, JANGANLAH KITA MENULIS ARTIKEL, KAWATIR YANG ADA NANTI HANYA AKAL BUKAN RAHMAT ALLAH. MARI KITA SAMA SAMA BERDA'WAH YNAG BENAR
Quote
 
0
KALAU HATI KITA TIDAK BERDIKIR KEPADA ALLAH SECARA KONTINYU, JANGANLAH KITA MENULIS ARTIKEL, KAWATIR YANG ADA NANTI HANYA AKAL BUKAN RAHMAT ALLAH. MARI KITA SAMA SAMA BERDA'WAH YNAG BENAR
Quote
 
+2
Wahai saudaraku, terutama penulis..;-) pernahkan anda renungkan, bagaimana kalau tulisan anda menjadi dasar bagi orang untuk meng"Kafirkan" saudara seiman ? Padahal ini baru sepenggal ilmu dari luasnya ilmu ALLAAH..Coba cari sisi lain dari yang anda utarakan,... saya tidak ingin mngeutarakan sisi lain tsb, karena andalah yang mengguratkan tinta, maka anda pula yang harus menyempurnakan di kertas yang anda bentangkan...
Quote
 
+1
WAULLAHUALAM BISSAWAB
Quote
 
0
Maksud penulis sesungguhnya baik.
Setahu saya, faham Wihdatul Wujud (Ibnu Arabi)memnag diharamkan dengan kesepakatan para ulama Islam.
Jika ada yang keberatan sebaiknya tentu boleh juga menelaah argumen2 lain dr si penulis
Quote
 
+3
Maha suci Allah .... sungguh tiap-tiap ilmu itu ada ahlinya .... Maha suci Allah ...!!!
Quote
 
0
al-hujuraat 11 : Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain, boleh jadi (yang diolok-olokkan) itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mengolok-olok kumpulan lainnya, boleh jadi yang diolok-olokkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim:-):-):-)
Quote
 
+1
belajar dulu isinya apa? sampai bener bener ngerti baru meng kritik ,isinya apa,yang dikaji apa??? jangan makan duren bosok, buka dulu, ahlinya suruh buka jangan mbuka sendiri,kalau2 keliru duren enak disangka bosok,di dunia khan ada yg baik ada yg buruk,ada yg enak ada yg busuk kulitnya bagus isinya bosok n busuk.kalau beli trasi jangan di toko besi! jangan beli roti di kandhang babi!wong yang bahu ro-tai babi dikira roti ,kalau belum tahu jangan lari lari dari kanyataan, akui sajalah!!!!!
Quote
 
0
sangat setuju dengan artikel ini..lihatlah bnyak setan2 yg udah emosi dengan membaca artikel ini.hahha.. orang klo udh merasa pinter lupa sm dirinya sendiri,jadi kblinger..hihih i..
Quote
 
0
OKELAH KALAU BEGITU, SEBAIKNYA ORANG BERKOMENTAR APA SAJA ITU BOLEH-BOLEH SAJA, BEGITULAH KATA UUD 45 DAN PANCASILA, YANG PENTING JANGAN MENIMBULKAN UNSUR SARA DAN ANARKIS.
Quote
 
-4
kalau gila jngan na
nggung-nanggung masuk rumah sakit jiwa saja
Quote
 
0
Iqro' baca.... Jgan hanya mmbaca yg trsurat saja msh bnyak yang trsirat....alqu ran jg tdinya yg tersirat....:! Islam tuh buat orang yang mau berfikir, fiqih, tauhid, tasyhawuf...yg harus kita pelajari...bara ng siapa yg tlah mngnal ALLAH mka di knal pada dirinya...:! Bgtu jga sebaliknya..
Quote
 
+1
Apa yang saudaraku tulis, itu benar bagi anda ...tetapi jika kita mau melihat kebenaran marilah kita ingat cerita alm. Zainuddin mz, bahwa kisah beberapa orang buta yg memegang gajah pasti akan berbeda pengalamannya tentang gajah itu.... Lakun diienukum walyadin... Kebenaran itu milik Allah...
Janganlah merasa lebih atas yang lain (Kalau harus sombong hanya ALLAH yang layak), apalagi kita umat muslim yang baru belajar Islam pada hari ini, sangat mungkin semakin jauh dari kebenaran yang sesungguhnya, dibanding dengan ulama kita terdahulu. Tidaklah bijaksana menyalahkan orang lain apalagi sesama muslim...kecual i hanyalah orang yang dangkal ilmunya tentang pemahaman terhadap Allah dan ciptaannya serta agamanya, yang biasanya menyalahkan saudara muslimnya yang lain....
Olehnya itu mari kita membuka diri dan mengingat bahwa kita ini hanya memiliki setitik air lautan ilmu dari Allah serta sadar bahwa Ilmu Allah Maha Luas tidak seperti ilmu yang ada pada diri kita...Astagfir ullah....MOHON MAAF KEPADA PENULIS SAYA TIDAK ADA MAKSUD UNTUK ITU. semoga ALLAH SWT pemilik kebenaran memaafkan kita semua baik merasa sombong maupun merasa lebih tahu dari saudaranya sehingga mengajak tidak menyalahkan orang lain.
Quote
 
0
asssalamualaikum..
Semoga Allah Taala membukakan pintu hidayah buat kita semua....
Hemat saya Klo memang tidak tau tentang Ilmu Tasyawuf sebaiknya jangan dulu membuat stetmen sesat tapi sebaiknya tanyanyakan dulu kepada ahlinya yg mengerti dengan Tasyawuf orang yg berilmu bukannya semakin sombong tetapi semakin merendah dan mencari tahu kepada ahlinya ...
Jangan merasa Pintar karna Ilmu Allah itu tidak hanya sebatas logika dan akal pikiran tetapi harus di imani dengan keyakinan ...
Ilmu Allah dalam sedalam lautan tidak dapat di selami dengan akal....
jadi jangan tinggi hati.....klo tidak tau...!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!! !!!
Quote
 
-1
klu ngaji di pesantren duluan jangan pesantren kilat ...
Quote
 
-1
klu belajar di pesantren betulan jangan pesantren kilat ....
Quote
 
+1
hadoh...sapa ne yang buawt artikel ngaco..tasawuf itu inti dari islam....
yah beginilah kalo orang masih belajar wudhu tapi uda bicara ttg Tuhan...

anda sekalian ibadah cuma takut neraka,,ngarep surga,,,y pantesan kalo masih berpikir tentang sapa yang salah sapa yg benar,,,setiap individu punya jalan menuju tuhannya...(mun gkin bagi yg syariat menuju surga, takut neraka)...
yg beda ialah segala persepsi dan tujuan...ibadah tujuannya macam2...mulai dari takut dimarahi ortu/takut di hujat lingkungan/asal perintah dr Tuhan saja/memang ksadaran sendiri untuk selamat dunia akhirat/takut neraka/ngarep surga/rasa syukur/ "SESUATU YANG LEBIH DARI ITU"...tanyakan lah pada hati anda sendiri...

persepsi juga menuai perbedaan tentang ketuhanan ada yang mengangap ketuhanan itu dilangit yang tinggi, ada pula yg menganggpap sesuatu yang transendental atau bahkan menganggap "SESUATU YANG PALING DEKAT"...tergan tung pikiran dan hati anda untuk meyakininya....

mungkin comment saya menuai kntroversi secara syariat...tapi saya memandang hal ini secara Hakikat
Quote
 
-2
tasawuf syiah seperti syeh siti jenar(al halaj)
itu yg bertentangan.
inti tasawuf seperti kenikmatan ihsan.hubungan alloh dg hamba.bukan kta sama dg alloh.dg ada batasan,yaitu syariat,hakikat ,tarekat,marifa t.itu menunujukkan hamba. jika tidak berusaha mendapatkan itu,dan hanya menggunakan nafsu saja.itulah yang sesat.harus diluruskan,jika makin parah harus dihukum. ingat.tasawuf adalah bimbingan ruhani,intinya adalah kedekatan dg tuhan,bukan menyamakan dg tuhan.
Quote
 
-1
:-);-):D;-):-* ha...ha.....ha. ....gitu aja kok repot......laku m diinukum waliyadiin..... ..ngeten enggeh....ojo rumongso bener....ndelo' on asmaul husna Dia Allah Al Haq....IKILOH NEK AKU GONG LIWANGLIWUNG... ..
Quote
 
-2
Jembus Wedhut!!
Quote
 
+2
Bismillahirrahmaanirrahiim

Untuk Budi Tsamaniyah : Maaf... Hanya ISLAM lah Agama yang masuk Akal... itu yang membedakan dengan Agama2 Lain.

Allah Maha Besar... alam semesta aja Dia yang ciptakan...

Untuk saudara2 ku yang lain dan termasuk penulis...
Maaf juga...
Janganlah kita sampai saling menyalahkan... tetapi marilah sama2 menghormati pendapat sesama Saudara, dan kembalikanlah/s erahkanlah semuanya kepada Allah, bukankah Muslim itu selalu berserah diri kepada Allah.
dan mintalah selalu kepada Allah petunjuk dan Hidayah-NYA.
Semoga kita semua selalu dalam Ridho dan Kasih sayang Allah Amiiin
Quote
 
+1
penulis hanya baca klo pingin tau isi rumah orang lain maka, masuk dan mengineplah barang satu hari, begitu pun anda klo ingin tau aliran2 taswuf masuklah dulu langsung dialog dengan para mursidnay, memang belakangan ini banyak yang menyalagunakan tasawuf tp tidak bisa anda cap tasawufnya, bertobatlah
Quote
 
+2
assalamu'alaiku m wr wb

bukankah islam itu sudah sempurna,.....c ukuplah al'quran dan al'hadits (yang shahih tentunya) yang menjadi tuntunan kita (ingat! tidak ada jalan selain itu, kalau ada tentu allah SWT sudah menyiapkan agama cadangannya). Bukan yang konon-konon dan katanya-katanya . Marilah kita periksa dan koreksi kembali apa-apa yang telah kita kerjakan dengan hati yang jernih, Tidak masalah kita mengikuti paham sebagian atau salah satu hamba Allah (yaitu para imam, para wali atau para guru....sebab kitapun bisa menjadi salah satu dari mereka) asalkan tidak bertentangan dengan 2 diatas. Panutan dan ajaran yang wajib kita ikuti sudah jelas yaitu Nabi Muhammad SAW, ini yang harus jadi rujukan utamanya (itu karena kita tidak bisa menjadi seperti beliau).

Kita harusnya memahami, yang lain hanyalah sekedar referensi atas keilmuanya yang menghantarkan kita untuk lebih memahami agama ini, sehingga kita selalu berada dalam hidayah'Nya. Allah membekali kita dengan akal dan pikiran (untuk terus belajar dan belajar) yang dengannya kita bisa membedakan mana yang hak dan mana yang bathil (ingat! selain Al'quran dan Al'hadits tidak bisa dijadikan sandaran), sehingga kita tidak terjerumus dalam kehinaan, dan kitapun tidak dibenarkan absolut fanatik terhadap salah satu paham yang mengklaim paling benar,paling zuhud dll. Ingat! dalam islam hanya ada satu golongan yang benar,..... yaitu golongan yang memegang teguh kitabullah dan sunnah Rasulullah. Jangan "NEKO-NEKO", jangan "TELAN HABIS" riwayat selain nabi yang masih "KATANYA atau KONON" (yang tidak ada keterangannya dalam al'quran dan hadits), Agama ini sangat sederhana dan sangat sempurna,tdk perlu ditambah atau dikurangi.

Kita seharusnya berhati-hati dalam menjadikan panutan lain selain Rasulullah SAW, banyak diantara kita yang mengerjakan sesuatu, seperti menceritakan kehebatan seseorang atau memuji muji seseorang seperti riwayat-riwayat selain nabi SAW, dan bahkan kita mengerjakan amalan-amalan yang bersandar pada keterangan mereka, seolah-olah ada yang lebih utama dari Nabi SAW.
Sekali lagi marilah kita terus belajar,belajar dan belajar dan membuka hati kita selebar-lebarny a tanpa perlu mencerca dan mencaci...... Jadikan setiap forum diskusi untuk menambah wawasan kita tentang kebenaran yang hakiki, sehingga hidup kita diridhoi oleh SANG ILAHI,....wassa lam.
Quote
 
+1
Bismillahirrahmannirrahim.

Membaca artikel ini saya justru tersenyum dan merasa iba kepada penulis. semoga Alloh memberikan petunjuk kepada kita semua, Amien.

Banyak fitnah yang tertulis di artikel ini, mungkin beliau menulis tentang tassawuf berdasarkan pengalaman dari membaca buku dan text saja.

salah satu fitnah itu :
"Sumber yang berasal dari mimpi orang yang dianggap wali sudah cukup bagi mereka untuk diamalkan sehingga amalan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dzikir, doa, shalat Tahajjud, dsb justru terlupakan"

Anda tahu dari mana amalan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dzikir, doa, shalat Tahajjud, dsb justru terlupakan oleh kaum tassawuf. Boleh jadi amalan orang - orang tassawuf lebih baik dari pada anda. Anda jika ingin menilai orang - orang tassawuf coba deh ikuti dia 1x24 jam lihatlah amalan - amalan sunnah mereka, Tentu anda akan segera bertobat telah berkata fitnah.

Saya ingat pesan guru saya:

"Kamu melihat orang lain buruk, tapi belum tentu kamu lebih baik dari orang yang kamu sangka buruk tersebut"


Hati - hatilah dengan setiap kata terucap, jika tidak hati - hati bisa celaka, boleh jadi niat anda baik tetapi jika perkataan kita tidak bersumber dari hati yang bersih tentu yang keluar bisa jadi hasil dari hawa nafsu.

semoga kita bisa saling menghargai, biarlah Alloh yang Hak menghakimi kita bukan manusia yang menghakimi manusia lainya, Kita sendiri penuh dosa buat apa untungnya mencari - cari kesalahan orang lain yang belum tentu salah dimata Alloh
Wallohuallam bissowab,
Quote
 
+2
ga sadar yaa....kalo gak ada wali2 ..islam gak akan menyebar di indonesia...bel ajar tuh mata kepala...mata akal..dan mata bathin...
Quote
 
+6
Assalamu'alaiku m warahmatullahi wabarakaatuhu,

Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, 1 golongan (langsung) masuk syurga sisanya (mampir dulu) ke neraka.

Dari Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Umat sebelummu dari ahli kitab terpecah menjadi 72 millah (aliran). Dan agama ini (Islam) terpecah menjadi 73. 72 diantaranya di neraka dan satu di surga. Yaitu Al-Jamaah. (HR. Abu Daud)

Yuk kita cari golongan yang satu itu (firqatun najiyah/golonga n yang selamat)!!!
Quote
 
+6
Assalamu'alaiku m warahmatullahi wabarakaatuhu,

Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, 1 golongan (langsung) masuk syurga sisanya (mampir dulu) ke neraka.

Dari Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Umat sebelummu dari ahli kitab terpecah menjadi 72 millah (aliran). Dan agama ini (Islam) terpecah menjadi 73. 72 diantaranya di neraka dan satu di surga. Yaitu Al-Jamaah. (HR. Abu Daud)

Yuk kita cari golongan yang satu itu (firqatun najiyah/golonga n yang selamat)!!!
Quote
 
+1
Perbedaan dalam syari'at adalah berkah tetapi perbedaan dalam tauhid adalah bencana, tasawwuf adalah salah satuilmu islam yang membahas tentang qalbi atau hati jadi tidak bisa dibahas dengan tauhid ataupun ilmu fiqh...belajarl ah lebih mendalam..caril ah guru yang benar Al-Kahfi ayat 16...islam tidak bisa dibahas dengan akal karena islam datangnya juga tidak masuk akal..contohnya isra' mi'raj nabi dan nabi muhammad membelah bulan dan lain sebagainya juga nabi ibrahim yang disuruh memotong anaknya...itu semua kan tidak masuk akal...betul kan...itulah Islam ..dan disitulah letak ketinggiannya.. .INGAT ALLAH ITU MAHA TINGGI jadi ilmu yang dipelajari ahrus tingiii
Quote
 
+1
riiibuuuuttt aja nih...ada yang bilang...nabi tuh g pernah mencontohkan jalan di air, terbang & hal2 ajaib lainya sebagai karamah para waliyullah tapi apa g tau nya...rasul g jalan di air bahkan terbang ke sidratul muntaha...bahka n dalam 1 hari...rasul pernah mengeluarkan susu dari jari2nya, rasul pernah memberitahukan pada para sahabat tentang masa depan, rasul mengetahui bahwa ananda beliau siti fatimahlah yang pertama kali akan menyusul kelak setelah rasul wafat...dan banyak lainnya...jadi kalau Allah berkata KUN...FAYAKUN.. .ya g ada yang mustahil...semu a keajaiban dari para wali adalah karamah & berarti semua seijin ALLAH...
buat sadaraku di salafi....kata siapa mereka para waliyullah karena sudah mencapai tingkat yang tertinggi dalam kedekatan dengan Allah maka tidak perlu syariat lagi ??? itu bagi orang2 yang sesat...buktiny a Syekh Abd Qadir Jaelani membantah saat dibujuk syaitan untuk tidak perlu lagi melakukan shalat saat beliau mencapai tingkat tertinggi sebagai wali Qtub...yah namanya oknum tetap ada....mau di tasawuf kek di salafi kek dll....jadi uruslah iman kalian masing2...janga n mencerca...mera sa paling benar...dll...i man malik "siapa yang berfiqih tanpa tasawuf adalah fasik & siapa yang bertasawuf tanpa fiqih adalah zindiq" jadi tasawuf & fiqih/syariat itu harus bersamaan...g ada tuh tasawuf & syariat jalan sendiri2...ngaw ur....;-)
Quote
 
0
assalamu'alaikum

“Tak kenal maka tak sayang“, mungkin pepatah ini pantas ditujukan kepada para penentang tasawuf. Mereka menentang dengan gigih tasawuf karena belum mengenal, mengetahui, memahami bagaimana ajaran tasawuf sesungguhnya. Namun begitu mereka mengetahui maksudnya mereka pasti akan mengikuti dan mengamalkannya. Demikianlah yang terjadi pada para penentang tasawuf, seperti al-Izz ibn Abd Salam. Konon dahulu ia pernah mengatakan ketika ia masih mengingkari komunitas sufi, “Apakah ada jalan lain yang kita punyai selain al-Qur’an dan al-Hadits.” Namun Tuhan menuliskan takdir lain baginya. Ketika berkecamuk peperangan melawan orang-orang eropa di wilayah Manshurah dekat teluk Dimyat, para ulama berkumpul. Saat itu Syaikh Izz al-Din bin Abdul al-Salam, Syaikh Makin al-Din al-Asmar, Syaikh Taqi al-Din bin Daqiq al-Id dan kawan-kawannya membuat satu majelis. Di majelis itu terjadi diskusi yang cukup menarik mengenai kitab al-Risalah al-Qusyairiyah karya al-Qusyairi. masing-masing memberikan komentarnya tentang materi yang terdapat di kitab itu. ketika sedang seru-serunya acara diskusi berlangsung, datanglah syaikh Abu al-Hasan al-Syadzily.

Melihat kedatangan al-Syadzily, mereka memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan itu untuk bertanya kepada al-Syadzily. Salah satu dari mereka berkata, “Kami ingin mendengar dari anda mengenai maksud yang dikandung dari beberapa bagian dalam kitab ini.” al-Syadzily kaget mendengar permintaan itu. Merasa tidak pantas menjawab, al-Syadzily berkata, “Anda semua adalah orang-orang yang mendapat julukan Syaikh al-Islam dan para pembesar ulama zaman ini. Anda semua telah memberikan semua komentar anda, sungguh sudah tidak ada lagi bagi orang seperti ruang untuk mengomentarinya.”

Mereka tetap mendesak al-Syadzily untuk memenuhi permintaan mereka itu. Mereka berkata, “Tidak begitu, justru kami tetap ingin mendengar komentar anda. Silakan berikan komentar anda.” Didesak begitu, al-Syadzily dengan memuji kepada Allah swt, memulai komentarnya. Di sela-sela al-Syadzily memberikan komentarnya, tiba-tiba syaikh Izz al-Din bin Abdul al-Salam menjerit dari dalam kemah dan kemudian keluar memanggil-mangg il dengan suara yang keras, “Kemarilah! Kemarilah! Dengarkan semua apa yang dikatakan al-Syadzily. Ini adalah suatu perkataan yang begitu dekat dengan Allah.“

“Semoga Allah swt menjadikan anda dan kami sebagai golongan orang-orang yang membenarkan wali Allah swt, dan meyakini karamah-karamah atas anugerah dan karunia-Nya.” Demikianlah doa Ibn Arabi dalam korespondensiny a dengan Fakhr al-Din al-Razy, penulis tafsir Mafatih al-Ghayb.:-)
Quote
 
0
Tulisannya bagus tapi isinya tidak lengkap. Tolong dilengkapi dengan sufi yang lain seperti Syaikh Muhammad Baqir ra, Syaikh Ja'far Shodiq ra., Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani QS., dan para sufi di jawa seperti Syaikh Ahmad Khotib Syambas Ibnu Abdul Ghofar ra., Syaikh Nawawi Al-Bantani, dan wali songo yang telah mengislamkan penduduk Jawa termasuk kita.
Quote
 
0
shufi bermain dengan syariat, merasa paling dekat dengan Alloh
Quote
 
+1
iya :cry: gmn sich itu
Quote
 
0
wah cuplikan dari Yayasan As Salafy ngaco nih semua pihak disalahkan dia yang paling bener, kalau gak ngerti tasawuf : 1.000 tahun kejayaan khilafah islam, selalu para khalifahnya didampingi para sufi yakni para penjaga syariah, salafy itu seperti neo syafii yang sangat teks book dan selalu menyalahkan pihak lain.


Kode keamanan
Segarkan