Galak Kepada Sesama Muslim, Tapi Berkasih Sayang Kepada Orang Kafir
Oleh: Abu Ahmad Syakir Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang memerintahkan untuk bersatu di atas Islam dan melarang perselisihan dan perpecahan. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Di antara pilar utama dien ini, asas dan kerangkanya yang agung adalah kewajiban saling berkasih sayang dan saling perhatian terhadap sesama muslim. Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang sifat kaum mukminin,
Saat Allah 'Azza wa Jalla memuji umat terbaik sesudah para nabi, yakni para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Dia menyebutkan sifat dan karakteristik mereka yang istimewa, yaitu saling berkasih sayang antara sesama mereka. Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
Catatan penting yang harus diperhatikan dalam ayat di atas, Allah mendahulukan sifat saling berkasih sayang antar sesama mereka daripada ibadah, tahajjud, dan mencari ridha Allah. Bahkan Allah 'Azza wa Jalla dalam ayat lain menerangkan, pondasi hubungan seorang muslim dengan saudara muslimnya yang lain adalah hubungan suci dan mulia yang tidak didapatkan dalam hubungan manusia yang lain. Allah Ta'ala berfirman,
Ciri utama kaum yang dicintai oleh Allah dalam ayat di atas adalah, "yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela". Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas, "Inilah sifat orang-orang mukmin yang sempurna (imannya), satu dari mereka berlemah lembut kepada saudaranya dan pemimpinnya, bersikap keras terhadap musuhnya.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam disifati dengan al-Dhahuk al-Qital, maknanya beliau tertawa kepada kawan-kawannya dan memerangi terhadap para musuhnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan, hubungan seorang muslim dengan muslim lainnya adalah persaudaraan karena iman. Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara." (QS. Al-Hujurat 49:10) Nikmat teragung yang Allah berikan kepada generasi terbaik, yakni generasi sahabat adalah nikmat ukhuwah imaniyah (persaudaraan seiman), "Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara." (QS. Ali Imran 3:103) Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Dari Abu Musa radliyallaahu 'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
Oleh sebab itu, syariat Islam mengharamkan segala tindakan yang berseberangan dengan persaudaraan dan kasih sayang antar sesama muslim ini dan juga setiap tindakan yang bisa merusak persatuan umat ini. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah mengumumkan manhaj ini saat haji akbar dipenghujung hayatnya.
Keharaman tersebut berdasarkan nash Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam secara jelas yang tak boleh dirubah, ditakwilkan, dan diselewengkan. Siapa yang meyakini halalnya darah kaum muslimin dan merusak kehormatan mereka, maka berarti dia telah mengharamkan sesuatu yang sudah sangat maklum dari urusan dien ini tentang keharamannya. Orang tersebut terkategori sebagai orang yang mendustakan al-Kitab dan sunnah mutawatir. Realitas Kehidupan Kaum Muslimin Indonesia Namun realitas kehidupan kaum muslimin di Indonesia sungguh berbalik dengan tuntutannya. Terhadap sesama muslim sering terlihat galak, namun terhadap kafir bermuka manis dan bergandengan tangan. Bahkan perwujudannya sudah sampai bersinggungan dengan prinsip-prinsip akidah seperti: menjaga tempat ibadah mereka saat perayaan hari raya mereka, saling mengucapkan selamat atas hari besarnya, sampai melakukan doa bersama untuk mengakui kebenaran agamanya. Sebaliknya terhadap kaum muslimin yang hanya beda ijtihad dalam masalah furu'iyah, sering dikobarkan api permusuhan. Bahkan sampai membuat simbolisasi terhadap mereka yang harus dimusuhi, seperti celana cingkrang, berjenggot panjang, jidadnya hitam, tidak mau qunut shubuh, tidak mau tahlilan, dan lainnya. Padahal kalau seandainya ijtihad tersebut salah, maka dosanya tidaklah lebih besar daripada kekafiran orang-orang kafir dan kesesatan aliran sempalan. Saat terjadi konflik antara kaum muslimin dengan kafirin, maka pasti lidah api sekelompok umat Islam ini ditujukan kepada kelompok muslim. Sementara orang kafir, selalu aman dari serangannya. Ini juga terjadi dalam kasus keberadaan kelompok-kelompok sesat yang terus menunjukkan eksistensinya di negeri ini, selalu diberi angin atas nama toleransi dan anti kekerasan. Padahal langkah nyata untuk menghentikan penyebaran paham pembajak ajaran Islam tersebut tidak pernah dilakukan secara strategis. Bahkan akhir-akhir ini keluar dari lidah apinya satu tuntutan kepada pemerintah agar menutup situs-situs Islam yang mengabarkan berita-berita jihad. Namun terhadap situs-situs porno yang sudah banyak meracuni hati dan pikiran anak bangsa dianggapnya masih hanya makruh, wal iyadhu billah (kita berlindung kepada Allah dari kesimpulan yang salah ini). Padahal larangan dalam Islam mencakup larangan terhadap segala sarana yang menghantarkannya. dan Satu fakta yang tak terelakkan, tontonan-tontonan porno meningkatkan tindak kejahatan dan hubungan seks bebas. Apalagi kalau tontotan-tontonan tersebut dijual bebas atau dapat diakses dengan mudah, pasti kerusakan yang ditimbulkannya akan lebih dahsyat. Dan jika sudah demikian keadaannya maka ancaman Allah akan turun ke tengah-tengah mereka. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
Sesungguhnya sikap di atas sangat bertentangan dengan sharihul nash, bahwa sesama muslim haruslah berkasih sayang, tolong-menolong, dan membantu menghadapi musuh mereka. Bukan sebaliknya, terhadap muslim malah sangat galak, namun terhadap kafir bermuka manis, saling tolong-menolong dan bantu-membantu sampai pada persoalan kekufuran mereka. Semoga Allah menyadarkan kaum muslimin yang sikapnya berbalik dengan sifat-sifat utama yang disebutkan Al-Qur'an, "yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela". Dan semoga kaum muslimin diselamatkan dari ketergelinciran para tokoh yang gemar mengadu domba sesamanya. Lalu menyatukan mereka di atas Islam dan bergerak untuk meninggikan kalimatullah di bumi Allah, Indonesia ini.
Sumber: voa-islam-com
Set as favorite
Bookmark
Hits: 1362 Comments (3)
![]()
asshidq
said:
|
|
membina ukhuwah islamiyah kita jangan saling mengejek golongan. ingatlah satu ayat al-quran : WALLADZIINA FARROQUU DIINAHUM WA KAANUU SYIYA'AN LASTA MINHUM FII SYAI'IN.= DAN ORANG2 YANG BERPECAH BELAH DALAM AGAMANYA DAN MEMBENTUK GOLONGAN2, KAMU (MHAMMAD) BUKAN TERMASUK MEREKA SEDIKITPUN. Jadi dg kita berpecah belah menjadi golongan2 spt NU, MUHAMADIYAH, awas2lah mungkin kalian semua tidak akan diakui umatnya oleh Muhammad rasulullah s.a.w untung gua ga masuk ini itu, aku mah muslim saja takut ga diakui jadi umat muhammad saw. |
|
Mark Zuckerberg
said:
|
... Maaf y bro. Kita hrs adil. Faktanya sebagian dari kaum yg bercelana cingkrang, berjenggot panjang, anti qunut/tahlilan/maulid dsb juga ada yang berlebihan dalam menyikapi furu'iyah. Bahkan dikasih salam saja sampai nggak mau jawab. Kalau begini gimana caranya utk memenuhi anjuran berkasih sayang sesama muslim? Jadi orang mau merangkul mereka malah merekanya yg tidak mau dirangkul. Tahu sendirilah alasannya : hindari berteman dgn ahlul bidah. Jadi kalau ada satu pihak yg dekat ke org kafir itu belum tentu 100% salah mereka (salah sih memang udah pasti!). Lha wong saudara muslimnya sendiri yang nggak mau didekati. Jadi biang perpecahannya bukan cuma yg anti celana cingkrang & pro tahlilan saja kan. Yang pro celana cingkrang & anti tahlilan pun ada (tidak semuanya) yg berpotensi jadi biang perpecahan. |
|
Mark Zuckerberg
said:
|
... Maaf y bro. Kita hrs adil. Faktanya sebagian dari kaum yg bercelana cingkrang, berjenggot panjang, anti qunut/tahlilan/maulid dsb juga ada yang berlebihan dalam menyikapi furu'iyah. Bahkan dikasih salam saja sampai nggak mau jawab. Kalau begini gimana caranya utk memenuhi anjuran berkasih sayang sesama muslim? Jadi orang mau merangkul mereka malah merekanya yg tidak mau dirangkul. Tahu sendirilah alasannya : hindari berteman dgn ahlul bidah. Jadi kalau ada satu pihak yg dekat ke org kafir itu belum tentu 100% salah mereka (salah sih memang udah pasti!). Lha wong saudara muslimnya sendiri yang nggak mau didekati. Jadi biang perpecahannya bukan cuma yg anti celana cingkrang & pro tahlilan saja kan. Yang pro celana cingkrang & anti tahlilan pun ada (tidak semuanya) yg berpotensi jadi biang perpecahan. |
|







