larger smaller reset

Kehancuran Bangsa Biadab Yahudi Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih

kehancuran-israel

Wahai putera-putera kera dan babi …  Para pembunuh Rasul Allah dan para Nabi … Dirikanlah terus dan bangunlah kehancuranmu di tanah Muqaddas.  Kau jemput kebinasaanmu dengan hujaman lemparan batu cadas. Tinggikanlah bangunanmu sesuka hatimu. Sesungguhnya kehancuranmu akan menimpamu. Tidak lama lagi waktumu akan tiba untuk merana. Dan ketetapan Allah pastilah terlaksana

Untuk saudara-saudaraku yang terbakar oleh kemarahan karena Allah. Melihat saudara-saudara muslimin yang dibantai di bumi Allah oleh bangsa keturunan kera dan babi yang dilaknat oleh Allah. Bersabarlah ... karena sesungguhnya kemenangan itu ada di tangan Allah yang akan diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan Allah

 

Nubuwat al-Qur’an tentang kebinasaan Bangsa Yahudi

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah …

Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا  فَإِذَا جَاء وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً  ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا  إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا  عَسَى رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا 

“Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan Neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( QS al-Israa’ 17:4-8)

Berkata Syaikhuna Salim bin ‘Ied al-Hilaly Hafizhahullahu wa Nafa’allahu bihi mengenai ayat ini :

Pertama : Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka.

Kedua : Dalam sejarah tidak disebutkan kemenangan kembali Bani Israil atas orang-orang yang menguasai mereka terdahulu. Sedangkan ayat di atas menjelaskan bahwa Bani Israil akan mendapatkan giliran mengalahkan musuh-musuh yang telah menimpakan azab saat mereka berbuat kerusakan yang pertama. Allah mengatakan : “Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali.”

Ketiga : Sekiranya yang dimaksudkan dengan dua kerusakan itu adalah sesuatu yang telah terjadi, tentulah tidak akan diberitakan dengan lafazh idza, sebab lafazh tersebut mengandung makna zharfiyah (keterangan waktu) dan syarthiyah (syarat) untuk masa mendatang, bukan masa yang telah lalu. Sekiranya kedua kerusakan itu terjadi di masa lampau, tentulah lafazh yang digunakan adalah lamma bukan idza. Juga kata latufsidunna (Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan), huruf laam dan nuun berfungsi sebagai ta’kid (penegasan) pada masa mendatang.

Keempat : Demikian pula firman Allah : “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana” menunjukkan sesuatu yang terjadi pada masa mendatang. Sebab tidaklah disebut janji kecuali untuk sesuatu yang belum terlaksana.

Kelima : Para penguasa dan bangsa-bangsa yang menaklukan Bani Israil dahulu adalah orang-orang kafir dan penyembah berhala. Namun bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam ayat di atas : “Kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar”. Sifat tersebut mengisyaratkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang musyrik atau penyembah berhala. Pernyertaan kata “Kami” dalam kalimat di atas sebagai bentuk tasyrif (penghormatan). Sementara kehormatan dan kemuliaan itu hanyalah milik orang-orang yang beriman.

Keenam : Dalam aksi pengerusakan kedua yang dilakukan oleh Bani Israil terdapat aksi penghancuran bangunan-bangunan yang menjulang tinggi (gedung pencakar langit). Sejarah tidak menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Bani Israil memiliki bangunan-bangunan tersebut.

Kesimpulan : Hakikat dan analisa ayat-ayat di atas menegaskan bahwa dua aksi pengerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil akan terjadi setelah turunnya surat al-Israa’ di atas.

Realita : Sekarang ini bangsa Yahudi memiliki daulah di Baitul Maqdis. Mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuhi kaum wanita, orang tua, anak-anak yang tidak mampu apa-apa dan tidak dapat melarikan diri. Mereka membakar tempat isra’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan merobek-robek kitabullah. Mereka melakukan kejahatan di mana-mana hingga mencapai puncaknya.

Mereka menyebarkan kenistaan, kemaksiatan, kehinaan, pertumpahan darah, pelecehan kehormatan kaum muslimin, penyiksaan dan pelanggaran perjanjian.

Jadi, aksi pengerusakan yang kedua sedang berlangsung sekarang dan telah mencapai titik klimaks dan telah mencapai puncaknya. Sebab tidak ada lagi aksi pengerusakan yang lebih keji daripada yang berlangsung sekarang.

Adakah aksi yang lebih keji daripada membakar rumah Allah?

Adakah aksi pengerusakan yang lebih jahat daripada merobek-robek kitabullah dan menginjak-injaknya?

Adakah aksi pengerusakan yang lebih sadis daripada membunuhi anak-anak, orang tua dan kaum wanita serta mematahkan tulang mereka dengan bebatuan?

Adakah aksi pengerusakan yang lebih besar daripada pernyataan perang secara terang-terangan siang dan malam melawan Islam dan para juru dakwahnya?

Sungguh demi Allah, itu semua merupakan aksi pengerusakan yang tiada tara!!!

Lalu Allah Azza wa Jalla melanjutkan firman-Nya : “dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”.

Artinya, hamba-hamba Allah kelak akan meruntuhkan apa saja yang dibangun dan dikuasai oleh bangsa Yahudi. Mereka akan menggoyang benteng Yahudi dan meluluhlantakkan serta meratakannya dengan tanah. Sebelumnya, tidak pernah disaksikan bangunan-bangunan menjulang tinggi di tanah Palestina kecuali pada masa kekuasaan Zionis sekarang ini. Gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah pemukiman dibangun di setiap jengkal tanah Palestina yang diberkahi.

Kami katakan kepada mereka : Dirikanlah terus wahai anak keturunan Zionis, tinggikan bangunan sesukamu! Sesungguhnya kehancuran kalian di situ dengan izin Allah.

Dan tak lama lagi kalian akan luluhlantak dan tertimpa bangunan kalian itu! Dan Allah takkan memungkiri janjinya : “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana”.

Penguasaan Masjidil Aqsha tidak disebutkan pada kali yang pertama dan disebutkan pada kali yang kedua.

Sebab penguasaan Masjidil Aqsha oleh kaum muslimin akan berakhir. Kalaulah belum berakhir berarti penguasaan yang kedua merupakan lanjutan dari yang pertama. Akan tetapi berhubung penguasaan Masjidil Aqsha yang pertama akan berakhir, maka penguasaan untuk yang kedua kalinya merupakan peristiwa baru.

Dan itulah realita yang terjadi! Penguasaan pertama telah berakhir sesudah bangsa Yahudi menguasai al-Quds serta beberapa wilayah tanah Palestina lainnya dalam satu serangan yang sangat sporadis pada tahun 1967, orang-orang menyebutnya tahun kekalahan. Sebelumnya pada tahun 1948 mereka sebut dengan tahun kemalangan.

Penguasaan yang pertama berakhir disebutkan karena adanya faktor penghalang yang menghalangi kaum muslimin untuk menguasainya. Penghalang itu merupakan musuh bagi Islam dan kaum muslimin. Dan cukuplah Yahudi sebagai musuh bebuyutan yang sangat menentang Islam, kaum muslimin dan para pembela Islam.

Maka kita harus membebaskan tanah kita yang dirampas dan membuat perhitungan dengan mereka serta menyalakan api kebencian terhadap mereka!!! Sudah tergambar pada wajah mereka tanda-tanda kemalangan dan kehinaan.

Kaum muslimin akan kembali menguasai Masjidil Aqsha –insya Allah- sebagaimana kaum salafus shalih menguasainya pertama kali. Sebab kehancuran kedua yang telah dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya : “dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama”.

Kita sedang menanti peristiwa itu sebagai kebenaran janji Allah dan kebenaran berita-berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Pada hari itu kaum muslimin bergembira dengan pertolongan dari Allah Azza wa Jalla.[2]

Nubuwat as-Sunnah ash-Shahihah tentang Kebinasaan Bangsa Yahudi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah mengabarkan bahwa kaum muslimin akan berperang melawan bangsa Yahudi, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

“Tidak akan tiba hari kiamat sehingga kaum muslimin berperang melawan Yahudi. Sampai-sampai apabila orang Yahudi bersembunyi di balik pepohonan atau bebatuan, maka pohon dan batu itu akan berseru, ‘wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi ada bersembunyi di balikku, kemarilah dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi.” (Muttafaq ‘alaihi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Diriwayatkan oleh Syaikhaini (Bukhari dan Muslim) dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi, sampai-sampai mereka bersembunyi di balik batu, maka batu itupun berkata, ‘wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, bunuhlah dia!’.”

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa :

Pertama : Akan datang masa sebelum datangnya hari kiamat bahwa kaum muslimin dan bangsa Yahudi akan mengalami peperangan besar dan ini adalah suatu hal yang pasti akan terjadi.

Kedua : Bangsa Yahudi akan dibantai oleh kaum muslimin, dan hal ini terjadinya di bumi Palestina, dan saat itu seluruh pepohonan dan bebatuan yang dijadikan tempat persembunyian bangsa Yahudi akan berseru memanggil kaum muslimin untuk membunuh mereka, kecuali pohon Ghorqod.

Ketiga : Hal ini menunjukkan bahwa kemenangan berada di tangan Islam dan kehinaan akan meliputi bangsa Yahudi yang terlaknat dan terkutuk.

Keempat : Berkaitan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma di atas, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda “latuqootilunna” (Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi) yang disertai dengan lam dan nun sebagai ta’kid (penegasan) akan kepastian hal ini. Khithab (seruan) Nabi ini adalah kepada para sahabat, hal ini menunjukkan secara sharih bahwa masa depan adalah milik Islam saja –biidznillahi-, namun haruslah dengan metode para sahabat Nabi dan kaum salaf yang shalih.

Kelima : Berkaitan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda tentang seruan batu dan pohon : “Wahai muslim, wahai hamba Allah…” yang menunjukkan manhaj tarbawi (pendidikan) ishlahi (pembenahan) yang ditegakkan di atas manifestasi tauhid dan al-‘Ubudiyah (penghambaan) yang merupakan cara di dalam menegakkan syariat Islam di muka bumi dan melanggengkan kehidupan Islami berdasarkan manhaj nabawi.[3]

Tha`ifah al-Manshurah adalah Pembebas Negeri Syam al-Muqoddasah

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberkahi negeri Syam di dalam kitab-Nya al-Majid (yang terpuji) di dalam 5 ayat, sebagai berikut :

“Dan kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami Telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (QS al-Anbiyaa’ 21:71)

“Dan (telah kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya, dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS al-Anbiyaa’ 21:81)

“Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya, dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka, dan kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” ( QS al-A’raaf 7:137)

“Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan, berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.” (QS Sabaa` 34:18)

“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” ( QS al-Israa` 17:1)

Seluruh ayat di atas menunjukkan akan keutamaan dan keberkahan negeri Syam, tidak diketahui adanya perselisihan para ulama tafsir tentangnya. Negeri Syam adalah negeri yang memiliki fadhilah (keutamaan) dibandingkan negeri-negeri lainnya.

Di negeri inilah risalah-risalah kenabian banyak diturunkan, para rasul banyak diutus dan menjadi tempat hijrah para Nabi Allah. Di dalamnya terdapat kiblat pertama kaum muslimin, di-isra`kannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Di dalamnya Dajjal akan binasa di tangan al-Masih ‘alaihi Salam, demikian pula Ya’juj dan Ma’juj serta bangsa Yahudi akan binasa.

Namun negeri ini kini terampas dan terjajah, dirampas dan dijajah oleh bangsa terburuk di muka bumi ini. Namun penjajahan mereka atas bumi Palestina dan Syam adalah penggalian kuburan bagi mereka sendiri. Karena Nabi yang mulia telah memilih negeri ini sebagai bangkitnya ath-Tha`ifah al-Manshurah (golongan yang mendapat pertolongan) yang akan membinasakan bangsa Yahudi dan membebaskan negeri Syam dari kekuasaan mereka serta menegakkan Islam sebagai agama yang haq.

Berikut ini adalah hadits-hadits yang menjelaskannya yang diuraikan oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali :

Pertama : Hadits ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu : “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku, yang berperang di atas kebenaran, yang menampakkan (kebenaran) terhadap orang-orang yang mencela mereka, hingga terbunuhnya orang yang terakhir dari mereka, yaitu al-Masih ad-Dajjal.” (HR Abu Dawud : 2484; Ahmad : IV/329 dan IV/343; ad-Daulabi dalam al-Kuna : II/8; al-Lalika`i dalam Syarh I’tiqod ‘Ushulis Sunnah no. 169; dan al-Hakim : IV/450; dari jalan Hammad bin Salamah, meriwayatkan dari Qotadah, dari Mutharif).

Al-Hakim berkata : “Shahih menurut syarat Muslim” dan Imam adz-Dzahabi menyepakatinya. Syaikh Salim berkata : “Hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hakim”.

Dan menyertai (tabi’) riwayat ini adalah riwayat dari Abul ‘Alaa` bin asy-Syakhir dari saudaranya Mutharif, dikeluarkan oleh Ahmad (IV/434), dan Syaikh Salim berkomentar : “isnadnya shahih menurut syarat imam yang enam.”

Kedua : Hadits Salamah bin Nufail radhiyallahu ‘anhu : “Saat ini akan tiba masa berperang, akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (kebenaran) di hadapan manusia, Allah mengangkat hati-hati suatu kaum, mereka akan memeranginya dan Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada mereka (kemenangan), dan mereka tetap dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa pusat negeri kaum mukminin itu berada di Syam, dan ikatan tali itu tertambat di punuk kebaikan hingga datangnya hari kiamat.” (HR Ahmad : IV/104; an-Nasa`i : VI/214-215; Ibnu Hibban : 1617-Mawarid; al-Bazzar dalam Kasyful Astaar : 1419; dari jalan al-Walid bin Abdurrahman al-Jarsyi dari Jabir bin Nufair.)

Syaikh Salim berkata : “Dan isnad ini shahih menurut syarat Muslim.”

Ketiga : Hadits Qurrah radhiyallahu ‘anhu : “Apabila penduduk negeri Syam telah rusak, maka tidak ada lagi kebaikan bagi kalian. Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang mendapatkan pertolongan, tidaklah membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya hari kiamat.” (HR at-Tirmidzi : 2192; Ahmad : V/34; al-Lalika`i : 172; Ibnu Hibban : 61; al-Hakim di dalam Ma’rifatu ‘Ulumul Hadits hal. 2; dari jalan Syu’bah bin Mu’awiyah bin Qurrah, dari ayahnya secara marfu’)

Imam at-Tirmidzi berkata : “hadits hasan shahih.” Syaikh Salim berkomentar : “Hadits ini shahih menurut syarat Syaikhaini (Bukhari dan Muslim).”

Keempat : Hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh radhiyallahu ‘anhu yang memiliki dua lafazh yang berbeda, yaitu :

Pertama : Beliau berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam : “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (diri) di atas kebenaran, yang senantiasa perkasa hingga hari kiamat.” (HR al-Lalika`i di dalam Syarh Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah : 170).

Kedua : Beliau berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam : “Akan senantiasa penduduk Maghrib (barat) menampakkan kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” (HR Muslim : XIII/68-Nawawi; Abu Nu’aim di dalam al-Hilyah : III/95-96; as-Sahmi di dalam Tarikh Jurjaan : 467; dan selainnya dari jalan Abu Utsman al-Hindi)

Syaikh Salim berkomentar : “Iya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah menjelaskan negeri al-Firqah an-Najiyah dengan penjelasan yang terang yang tidak ada lagi keraguan padanya, dan beliau mengabarkan bahwa negeri itu adalah Syam yang diberkahi dan penuh kebaikan.”

Dan penjelasan Syaikh Salim al-Hilali di sini ditopang oleh penjelasan berikut :

Hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh ‘Umair dari Malik bin Yakhomir, Mu’adz berkata : “Dan mereka ini (ath-Tha`ifah al-Manshurah) berada di Syam.” Dan ucapan ini dihukumi marfu’ karena tidaklah diucapkan dengan ra’yu (pendapat) dan ijtihad.

Hadits Sa’ad di atas : “Akan senantiasa penduduk Maghrib (barat) menampakkan kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu menukil dalam kitabnya Manaqib asy-Syam wa Ahluhu (hal. 72-77) ucapan Imam Ahmad bin Hanbal : “Penduduk Maghrib, mereka adalah penduduk Syam.

Syaikh Salim mengomentari : “Saya sepakat dengan dua alasan :

Pertama adalah, bahwa seluruh hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa mereka adalah penduduk Syam.

Kedua, bahasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan penduduk Madinah tentang “penduduk Maghrib (barat)” maksudnya adalah penduduk Syam, karena mereka (penduduk Maghrib) berada di barat mereka (Rasulullah dan para sahabatnya), sebagaimana bahasa mereka tentang “penduduk Masyriq (timur)” adalah penduduk Nejed dan Irak. Karena Maghrib (barat) dan Masyriq (timur) adalah perkara yang nisbi (relatif).

Seluruh negeri yang memiliki barat maka bisa jadi merupakan bagian timur bagi negeri lainnya dan sebaliknya. Dan yang menjadi pertimbangan di dalam ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam ini tentang barat dan timur adalah tempat beliau mengucapkan hadits ini, yaitu Madinah.”

Kesimpulan : Negeri Syam adalah negeri ath-Tha`ifah al-Manshurah yang akan menampakkan kebenaran, tidaklah akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi dan mencela mereka, mereka akan mendapatkan kemenangan dari Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian sampai datangnya hari kiamat. Ath-Tha’ifah al-Manshurah inilah yang akan memenangkan Islam dan membebaskan negeri Syam dari belenggu penjajahan bangsa Yahudi yang terlaknat, dan merekalah yang akan membinasakan bangsa Yahudi terlaknat ini.[4]

Seruan Al-‘Allamah Ibnu Baz rahimahullahu wa Qoddasallahu Ruuhahu Kepada Kaum Muslimin Tentang Permusuhan Yahudi

Peperangan Islam

Wahai kaum muslimin di segala penjuru dunia … wahai orang-orang Arab di seluruh tempat … wahai para pemimpin dan penguasa …

Sesungguhnya peperangan yang terjadi antara bangsa Arab dan Yahudi bukanlah peperangan ‘Arabiyah belaka, perhatikanlah! Namun ia merupakan peperangan Islamiyah ‘Arabiyah, peperangan antara kekufuran dan keimanan, antara al-haq dan bathil dan antara kaum muslimin dengan bangsa Yahudi. Permusuhan Yahudi terhadap kaum muslimin di tanah air dan pusat negeri mereka adalah suatu hal yang telah ma’lum (ketahui) dan masyhur. Maka wajib bagi setiap muslim di setiap tempat untuk menolong saudara-saudara mereka yang teraniaya, berdiri di atas barisan mereka dan membantu mereka di dalam mengembalikan hak mereka yang terampas dari kaum yang menganiaya dan menzhalimi mereka, dengan segala kemampuan yang dimiliki : dari jiwa, kehormatan, peralatan dan harta benda.

Semuanya menurut kesanggupan dan kemampuan yang dimilikinya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : “jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka”[5] dan firman-Nya : “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”[6]

Sikap Yahudi di dalam memusuhi Islam dan Nabinya Islam adalah suatu hal yang ma’lum dan masyhur. Sejarah telah mencatatnya dan para perawi berita sejarah saling menukilkannya.

Bahkan, Kitab teragung dan terbenar menjadi saksi atasnya, yaitu Kitabullah yang tidak ada padanya kebatilan di tengah-tengahnya dan tidak pula di belakangnya, yang diturunkan oleh Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”[7]. Allah Azza wa Jalla menegaskan di dalam ayat yang mulia ini bahwa Yahudi dan orang-orang musyrik itu adalah kaum yang paling keras permusuhannya terhadap kaum mukminin …

Kewajiban Bersegera Untuk Berperang Di Jalan Allah

Wahai sekalian kaum muslimin dari bangsa Arab dan selainnya … bersegeralah kalian untuk memerangi musuh-musuh Allah dari bangsa Yahudi, dan berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian, yang demikian ini adalah lebih baik jika kalian mengetahui.

Bersegeralah kalian untuk menjumpai surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi muttaqin (orang-orang yang bertakwa), mujahidin dan shabirin (orang-orang yang sabar).

Ikhlaskanlah niat hanya untuk Allah, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran kalian serta bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla niscaya kalian akan memperoleh kemenangan yang besar atau syahid di jalan kebenaran dalam rangka menumpas kebatilan.

Ingatlah selalu dengan apa yang diturunkan Rabb kalian Subhanahu wa Ta’ala di dalam kitab-Nya yang mubin (jelas) tentang keutamaan mujahidin dan janji Allah atas mereka berupa derajat yang tinggi dan tempat yang penuh kenikmatan (surga).

Allah Ta’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”[8].

Dan firman-Nya Ta’ala : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”[9].

Dan firman-Nya Ta’ala : “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan Haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta bejihad di jalan Allah? mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim.

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNnya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”[10].

Berharap Untuk Berangkat Berjihad

Wahai para mujahidin! Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan di dalam ayat ini keutamaan jihad dan akibatnya yang terpuji bagi orang-orang yang beriman. Yaitu berupa pertolongan dan kemenangan yang dekat -di dunia- beserta surga dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta kedudukan yang tinggi di akhirat.

Ayat yang kedua yaitu yang berbunyi : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat” menunjukkan akan kewajiban berangkat untuk berjihad bagi para pemuda dan orang tua apabila diseru, dalam rangka meninggikan kalimat Allah dan melindungi negeri kaum muslimin serta melawan musuh-musuh mereka. Terlebih lagi apa yang dihasilkan jihad bagi kaum muslimin berupa Izzah, kemuliaan, kebaikan, keagungan, ganjaran yang besar dan tingginya kalimat Allah serta terpeliharanya keadaan umat, agama dan keamanannya.

Telah datang penjelasan di dalam al-Qur’an al-Karim ayat-ayat yang mulia tentang keutamaan jihad dan dorongan untuk berjihad, dan janji kemenangan bagi orang-orang mukmin dan kehancuran kaum kafir, yang memenuhi hati seorang mukmin dengan semangat, kekuatan, obsesi dan kejujuran untuk turun di medan jihad, keberanian di dalam menyokong al-haq untuk memenuhi janji Allah, dan keimanan akan pertolongan-Nya, serta harapan akan ganjaran di antara dua kebaikan, yaitu kemenangan dan ghanimah (harta rampasan perang) atau syahid di jalan kebenaran, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : “Katakanlah: “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan, dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. sebab itu tunggulah, Sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu.”[11] dan firman-Nya Azza wa Jalla : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”[12].

Allah Azza wa Jalla juga berfirman: “Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”[13] dan firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala : “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.”[14] dan firman-Nya Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu, mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.

Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya”[15] sampai dengan firman-Nya : “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”[16].

Di dalam ayat-ayat ini terdapat at-tashrih (penjelasan yang terang) dari Allah Azza wa Jalla akan janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya berupa pertolongan dari musuh-musuh mereka dan keselamatan dari tipu daya mereka walau sebesar apapun kekuatan mereka dan sebanyak apapun jumlah mereka. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla lebih kuat dari segala kekuatan yang ada dan lebih mengetahui akan akibat dari segala urusan dan Dia berkemampuan atasnya serta Ia Maha Mengetahui seluruh amal-amal mereka.

Akan tetapi Allah Azza wa Jalla mensyaratkan janji-Nya ini dengan syarat yang besar, yaitu keharusan beriman kepada-Nya, menolong agama-Nya dan beristiqamah di atasnya dengan kesabaran dan kekuatan di dalam bersabar. Barangsiapa yang melaksanakan syarat ini niscaya Allah akan memenuhi janji-Nya kepada mereka dan Dia adalah jujur di dalam janji-Nya : “Allah Telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.”[17]. Dan barangsiapa yang meremehkan syarat ini, atau tidak mau mengangkat kepalanya (untuk memenuhi syarat ini), maka dia tidaklah menghinakan melainkan dirinya sendiri.

Maka sepatutnyalah bagimu wahai mukmin yang mujahid, untuk banyak-banyak mentadabburi firman Allah Azza wa Jalla : “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu”[18], karena sesungguhnya di dalam ayat ini –demi Allah- terdapat suatu kalimat yang agung dan janji yang benar dari Yang Maha Merajai, Maha Berkehendak dan Maha Mulia apabila engkau bersabar di dalam memerangi musuhmu dan berjihad untuk menghinakan mereka dengan tetap menegakkan takwa kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu dengan mengagungkan-Nya Subhanahu wa Ta’ala, mengikhlaskan (semua amal) hanya untuk-Nya, menta’ati-Nya dan Rasul-Nya serta berhati-hati dari hal-hal yang dilarang-Nya dan Rasul-Nya, maka inilah hakikat takwa. Dan bersabar di dalam jihad an-Nafsi (melawan hawa nafsu) dan terus bersabar di dalam jihad terhadap musuh-musuh (Allah) adalah merupakan bagian dari takwa itu sendiri …

Keutamaan Para Mujahidin di Sisi Allah

Bertakwalah kalian kepada Allah wahai sekalian kaum muslimin dan mujahidin di medan pertempuran dan di mana saja kalian berada … bersabarlah dan kuatkan kesabaran kalian di dalam jihad terhadap jiwa kalian di dalam ketaatan kepada Allah dan menahan diri dari apa yang diharamkan Allah, dan jihad terhadap jiwa kalian di dalam memerangi musuh dan menyerang sekutu-sekutu mereka, dan bersabarlah di dalam mengemban kesulitan-kesulitan di tengah medan pertempuran dengan ketenangan di bawah kelebatan pesawat-pesawat tempur dan suara-suara yang memekikkan, dan ingatlah bahwa para salaf kalian yang shalih dari kalangan para Nabi dan Rasul serta para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam –semoga Allah meridhai mereka semua- serta siapa saja dari para pengikut mereka dari mujahidin yang jujur, pada mereka ada tauladan untuk kalian, dan pada mereka terdapat pelajaran dan ‘ibrah.

Mereka sungguh telah banyak bersabar dan berjihad dalam waktu yang panjang, maka Allah membukakan atas mereka negeri-negeri dan memberi petunjuk kepada hamba-hamba Allah melalui perantaraan mereka, Allah kokohkan mereka di atas bumi dan Allah anugerahkan kepada mereka kekuasaan dan kepemimpinan dikarenakan keimanan mereka yang agung, keikhlasan mereka kepada pelindung mereka Yang Maha Mulia, kesabaran mereka di dalam medan pertempuran dan mereka lebih mendahulukan Allah dan negeri akhirat ketimbang dunia dan segala perhiasannya yang menipu.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla di dalam Kitab-Nya yang mulia : “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.”[19] dan firman-nya Jalla Sya’nuhu : “Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.”[20].

Dan telah shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bahwasanya beliau bersabda : “Ribath (berjaga-jaga di perbatasan perang) sehari di jalan Allah itu lebih mulia daripada dunia dan seisinya, suatu tempat bagian salah seorang diantara kalian di surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan perginya seorang hamba di sore atau pagi hari di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

Dan telah shahih pula dari beliau bahwasanya beliau ditanya : “Amal apakah yang paling utama?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab : “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Beliau ditanya lagi, “Kemudian apa wahai Rasulullah?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab : “Jihad di jalan Allah.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah –dan Allah-lah yang lebih tahu siapakah yang berjihad di jalan-Nya- adalah sebagaimana orang yang berpuasa dengan berdiri, dan Allah menanggung bagi seorang mujahid di jalan-Nya apabila Ia mewafatkannya maka Ia masukkan dirinya ke dalam surga atau Ia kembalikan ia dalam keadaan selamat dengan pahala dan harta rampasan perang.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Barangsiapa yang mati dan tidak pernah berperang ataupun terbetik di dalam dirinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan.”

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam amalan apakah yang sepadan dengan keutamaan jihad, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda kepada penanya tadi : “Apakah engkau sanggup apabila seorang mujahid keluar kemudian berpuasa tidak berbuka dan berdiri terus tanpa lelah.” Penanya itu berkata : “Siapakah gerangan yang sanggup melakukan hal itu wahai Rasulullah?”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab : “Adapun seandainya engkau pun mampu melaksanakannya, tetaplah tidak mencapai keutamaan mujahidin.”

Iman, Kewaspadaan dan I’dad (Persiapan) Kekuatan yang Disanggupi

Bertakwalah kalian wahai sekalian kaum muslimin, dan jujurlah di dalam berjihad melawan musuh-musuh Allah dan musuh kalian dari bangsa Yahudi dan sekutu-sekutu mereka. Introspeksilah diri kalian dan bertaubatlah kepada Rabb kalian atas segala hal yang menyelisihi dien Islam dari mabda’ (prinsip), aqidah dan perbuatan.

Berbuat jujurlah ketika di medan pertempuran, dan dahulukanlah Allah dan negeri akhirat. Dan ketahuilah bahwa pertolongan yang nyata dan akibat yang terpuji bukanlah hanya untuk bangsa Arab saja tanpa orang ‘ajam (non Arab), ataupun untuk bangsa ‘ajam saja bukan untuk orang Arab. Juga bukan pula untuk bangsa berkulit putih saja tanpa bangsa kulit hitam dan sebaliknya.

Akan tetapi, pertolongan itu dengan izin Allah adalah milik orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya, milik orang yang berjihad melawan nafsunya di jalan Allah dan orang yang melawan musuh-Nya dengan kekuatan yang disanggupinya.

Sebagaimana Pelindung (Maula) mereka memerintahkan hal ini di dalam firman-Nya Azza wa Jalla : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi”[21] dan firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu”[22] serta Dia Azza wa Jalla menyeru Rasul yang terpercaya ‘alaihi Afdhalu as-Shalati was Salam : “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, Maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, Kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah Telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu”[23].

Renungkanlah wahai saudaraku, perintah Allah kepada hamba-Nya ini untuk bersiap-siap melawan musuh mereka dengan apa saja yang mereka sanggupi dari kekuatan, kemudian renungkan pula perintah-Nya kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan kaum mukminin tatkala peperangan melawan musuh berkecamuk dan dekat dengan mereka, supaya mereka tetap menegakkan shalat dan menyandang senjata.

Dan bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mengulang perintahnya untuk memanggul senjata dan tetap waspada supaya musuh mereka tidak menyerang mereka tatkala mereka sedang shalat, agar engkau tahu dengan demikian ini bahwa wajib bagi mujahidin -baik pimpinan maupun prajurit- untuk tetap menaruh perhatian terhadap musuh dan supaya waspada dari kejahatan mereka. Juga supaya mereka bersiap-siap dengan kekuatan apa saja yang mereka sanggupi, dan tetap menegakkan shalat dan menjaganya dengan tetap bersiap siaga di saat sedang melaksanakannya (shalat) tatkala perang berkecamuk dan ketika diperlukan.

Di dalam hal ini, tercakup antara sebab hissiyah (inderawi/materi) dan ma’nawiyah (spiritual), dan ini merupakan kewajiban bagi mujahidin di setiap zaman untuk bersifat dengan akhlak imaniyah, dan beristiqamah di dalam ketaatan kepada Rabb mereka serta meyakini bahwasanya pertolongan berada di tangan-Nya bukan pada selainnya.

Dan ini merupakan sebab yang pertama, asas yang kokoh, pokok yang agung, poros berputarnya pertolongan dan asasnya keberhasilan dan kemenangan.

Dan ini merupakan sebab ma’nawi yang Allah mengkhususkan bagi hamba-hamba-Nya yang mukminin yang Allah bedakan dari lainnya serta Allah janjikan dengan pertolongan apabila mereka menegakkannya bersama dengan sebab kedua (sebab materi, pent.) sebatas kemampuannya, yaitu persiapan (i’dad) mereka di dalam melawan musuh mereka dengan apa yang mereka sanggupi dari kekuatan dan inayah yang berkaitan dengan peperangan. Dan juga bersabar dan tetap di dalam kesabaran di medan peperangan dengan senantiasa waspada akan tipu daya musuh.

Dengan dua perkara ini (sebab ma’nawi dan hissi/materi, pent.) maka akan terwujudlah pertolongan dari Rabb mereka Azza wa Jalla sebagai keutamaan, kemuliaan, rahmat dan kebaikan dari-Nya serta pemenuhan janji-Nya dan pertolongan terhadap kelompok-Nya.

Sebagaimana firman-Nya Azza wa Jalla : “dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman” dan firman-Nya: “jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”.

Menang Atau Syahid

Wahai mujahid! Engkau sesungguhnya sedang berada di peperangan yang dahsyat bersama musuh yang memiliki kedengkian yang luar biasa terhadap Islam dan pemeluknya.

Maka mantapkanlah dirimu di dalam berjihad dan bersabarlah serta tetaplah di dalam kesabaran. Ikhlaskanlah amalmu hanya untuk Allah dan mintalah pertolongan hanya kepada-Nya semata. Dan bergembiralah dengan salah satu dari dua kebaikan apabila engkau benar dengan hal yang demikian ini, yaitu kemenangan, ghanimah dan akibat yang terpuji di dunia dan akhirat, atau syahid, tempat yang penuh kenikmatan, istana yang megah, sungai-sungai yang mengalir dan bidadari yang cantik jelita di negeri yang mulia.

Wahai bangsa Arab, janganlah kau menyangka bahwa pertolongan atas musuhmu terkait karena keArabanmu, namun sesungguhnya pertolongan itu terkait karena keimananmu kepada Allah, kesabaranmu di medan pertempuran, keistiqamahanmu di dalam kebenaran, taubatmu dari dosa-dosamu yang terdahulu dan keikhlasanmu kepada Allah pada seluruh amal-amalmu. Maka berisitiqamahlah kamu pada hal ini (keikhlasan) dan berpegangteguhlah dengan Islam yang shahih yang hakikatnya adalah pengikhlasan hanya untuk Allah, istiqamah di atas syariat-syariat-Nya dan meniti petunjuk Rasul dan Nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam di dalam peperangan, perdamaian ataupun pada seluruh keadaan…[24]

Kunci Mendapatkan Pertolongan dan Kemenangan Dari Musuh Islam

Sungguh umat ini telah ditimpa kemalangan semenjak lebih dari setengah abad yang lalu oleh bencana yang membinasakan, dan kebanyakan sebab ditimpanya musibah ini adalah dikarenakan lalainya kaum muslimin dari sebab-sebab bencana dan malapetaka ini. Allah Azza wa Jalla berfirman : “Katakanlah, (musibah) itu adalah dari diri kalian sendiri” dan firman-Nya : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Seandainya umat kita, pemimpin dan rakyatnya, mentadabburi Kitabullah, mengamalkan hukum-hukum dan hikmahnya, niscaya mereka akan mampu mengambil sebab-sebab pertolongan dari musuh-musuh mereka dan mereka akan mengetahui sunnatullah atas makhluk-Nya yang tidak akan berubah dan berganti seiring dengan perubahan waktu dan pergiliran zaman.

Upaya mendapatkan pertolongan dari musuh-musuh Allah sebagaimana terdapat di dalam Kitabullah adalah banyak sekali. Diantaranya adalah :

Pertama : Tauhid, Iman dan Amal Shalih

Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. ”

Kedua : Barangsiapa yang menolong agama Allah niscaya Allah akan menolongnya

Menolong agama Allah adalah dengan cara menegakkan syariat-syariat-Nya, ittiba’ (menauladani) petunjuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam, mewujudkan ubudiyah hanyalah milik Allah, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi dan mematikan serta menumpas bid’ah-bid’ah dengan cara amar ma’ruf nahi munkar dan jihad melawan musuh-musuh Allah di manapun mereka berada.

Menolong agama Allah adalah dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan Allah dan Rasul-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” Dan barangsiapa yang diberi pertolongan oleh Allah, maka tiada seorangpun yang dapat mengalahkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu?”

Ketiga : Kesabaran dan Ketakwaan merupakan sebab pertolongan dan kemenangan dari Allah

Allah telah berjanji kepada orang yang bersabar dan bertakwa dengan pertolongan, kemantapan dan kemenangan serta mementalkan tipu muslihat musuh-musuhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu”.  Dan firman-Nya : “jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Ketahuilah, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, dan pertolongan itu bersama kesabaran, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Keempat : Setiap orang yang teraniaya dijanjikan pertolongan oleh Allah, apalagi jika ia seorang mukmin yang bertakwa

Dan demikianlah, bahwa kezhaliman itu adalah kegelapan dan Allah telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Nya dan Ia jadikan haram pula atas makhluk-Nya. Ia perintahkan untuk menolong orang yang mazhlum (teraniaya) dan Ia jadikan do’anya mustajab yang tidak ada antara dirinya dan diri Allah hijab (pembatas).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya.”

Telah warid (datang) juga bahwasanya, sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat mengqishash kambing bertanduk yang menanduk kambing tidak bertanduk.

Kelima : Para penganut agama yang haq dijanjikan dengan pertolongan Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama walaupun orang musyrik benci”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Sungguh urusan ini akan benar-benar mencapai apa yang dicapai siang dan malam. Dan tidaklah tersisa sebuah rumahpun di desa atau di dusun terpencil melainkan Allah masukkan agama ini ke dalamnya, memuliakan yang mulia dan menghinakan yang hina, mulia dengan kemulian Islam dan hina dengan kehinaan kekufuran.”

Dan janji ini termaktub di dalam Kitabullah dan di atas lisan Rasulullah, janji Allah takkan meleset karena Allah takkan menyelisihi janjinya.

Keenam : Perselisihan merupakan sebab kelemahan dan kehinaan

Seandainya umat ini bersatu di atas kalimat tauhid dan mempersatukan kalimatnya, berpegang teguh dengan tali (agama) Allah, berjihad memerangi musuh-musuhnya dalam rangka meninggikan kalimat Allah dan menegakkan tauhid hanya semata untuk Allah serta membatalkan kesyirikan, maka niscaya Allah pasti menolong mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”

Ketujuh : I’dad (persiapan) menghadapi peperangan secara madiyah (materil) dan ma’nawiyah (spiritual)

Demikianlah, mengambil sebab-sebab merupakan sunnah nabawiyah yang para nabi mensunnahkannya beserta kejujuran dan tawakkal mereka yang amat sangat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam menampakkan antara kedua baju zirahnya pada salah satu pertempurannya, dan beliau saat itu memakai topi baja, dan sebagian sahabat beliau menggunakan baju zirah yang lengkap, dan hal ini semua tidaklah menafikan tawakal kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang”, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah mentafsirkan ayat di atas dengan sabdanya : “Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar tombak, ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar tombak”

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita taufiq untuk mengambil sebab-sebab datangnya pertolongan dari Yahudi dan seluruh musuh-musuh Islam, yang mana pada hari itu kaum mukminin bersuka cita akan pertolongan Allah…[25]

Penutup dan Kesimpulan

1.    Permasalahan Palestina dengan Yahudi, bukanlah permasalahan tanah  atau batas politik semata. Namun permasalahan Palestina dengan Yahudi adalah permasalahan aqidah dan agama.

2.    Peperangan di Palestina kelak akan menjadi peperangan Islami dan ini adalah sesuatu yang pasti terjadi, dan bangsa Yahudi saat ini sedang membangun kuburan mereka sendiri di ladang pembantaian mereka.

3.    Masalah Palestina tidak akan dapat diselesaikan dengan jalur perdamaian, sebab Allah telah menetapkan selain itu, yakni dengan jihad dan perang.

4.    Segala bentuk kehinaan dan musibah yang menimpa umat Islam saat ini, pada hakikatnya adalah disebabkan jauhnya umat dari agama dan pemahaman Islam yang benar.

5.    Yang akan menguasai dan membebaskan tanah Palestina dan bumi Islam lainnya adalah ath-Tha`ifah al-Manshurah, yang mana mereka akan muncul dari negeri Syam.

6.    Solusi untuk merebut kembali tanah muqaddasah (Palestina) dan negeri lainnya yang terjajah adalah dengan jihad syar’i, dan jihad takkan bisa terimplementasi apabila tanpa didasari dengan ilmu. Oleh karena itu, menuntut ilmu saat ini adalah kewajiban yang paling utama sebelum jihad.

7.    Jihad syar’i dalam arti jihad fath wa thalab harus memenuhi persyaratan syar’i sebagai berikut :

a. Imam

b. Negara (daulah)

c. Bendera (royah)

7.1.    Jihad syar’i memiliki persiapan (i’dad) syar’i yang harus dipenuhi. Ada dua macam persiapan, yaitu :

Pertama : Persiapan dengan pembinaan keimanan ummat, dengan cara menegakkan hakikat peribadatan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, membina jiwa mereka dengan kitabullah, mensucikan mereka dengan sunnah nabinya dan menolong agama Allah dan syariat-syariat-Nya. ”Allah benar-benar akan menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya.”

Kedua : Persiapan fisik, yaitu mempersiapkan sejumlah perlengkapan dan alat-alat perang untuk melawan dan memerangi musuh-musuh Allah. ”Dan persiapkanlah bagi mereka apa-apa yang kamu sanggupi, dari kekuatan dan kuda yang ditambat yang akan menggentarkan musuh Allah dan musuh-musuh kalian.”

7.2    Demonstrasi, unjuk rasa, mogok kerja ataupun mogok makan sebagai bentuk solidaritas terhadap bangsa Palestina bukanlah solusi Islami, namun merupakan suatu bentuk tasyabbuh (penyerupaan terhadap orang kafir) yang tidaklah berfaidah melainkan menjauhkan umat dari sebab-sebab pertolongan Allah.

Catatan kaki

(*) Disusun dari beberapa sumber oleh Abu Salma al-Atsari.

[1] Sengaja kami pilih kata Nubuwat daripada kata ramalan, karena kata nubuwat lebih sesuai dan pantas daripada penggunaan kata ramalan. Kata ramalan seringkali berasosiasi dengan klenik, khurafat, takhayul ataupun metafisika. Sedangkan nubuwat maka asosiasinya adalah dengan wahyu : al-Qur’an atau as-Sunnah yang shahih.
[2] Disarikan dari “Jama’ah-Jama’ah Islamiyah Ditimbang Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah” (terj. Al-Jama’at al-Islamiyyah fi Dhou’il Kitaabi was Sunnah), karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly, pent. Ust. Abu Ihsan al-Atsari, Pustaka Imam Bukhari, Jilid I, cet. I, Juni 2003, hal. 90-108.
[3] Dipetik secara ringkas dan bebas dari artikel yang berjudul Haditsu Qitaali al-Yahuudi Riwaayatan wa Dirooyatan, karya Syaikh Ali Hasan al-Halabi, dalam Majalah al-Asholah, no. 30, th. V, hal. 7-8.
[4] Disarikan dari artikel yang berjudul ath-Tha`ifah al-Manshurah wal Bilaad al-Muqoddasah, karya Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali, dalam Majalah al-Asholah, no. 30, th, V, hal. 17-21.
[5] QS al-Anfal 8:72
[6] QS at-Taubah 9:29
[7] QS al-Maa`idah 5:82
[8] QS ash-Shaff 61:10-13
[9] QS at-Taubah 9:41
[10] QS at-Taubah 9:19-22
[11] QS at-Taubah 9:52
[12] QS Muhammad 47:7
[13] QS ar-Ruum 30:47
[14] QS al-Hajj 22:40-41
[15] QS Ali ‘Imraan 3:118
[16] QS Ali ‘Imraan 3:120
[17] QS az-Zumar 39:20
[18] QS Ali ‘Imraan 3:120
[19] QS at-Taubah 9:111
[20] QS as-Sajdah 32:24
[21] QS al-Anfaal 8:60
[22] QS an-Nisaa` 4:71
[23] QS an-Nisaa` 4:102
[24] Disarikan dari artikel yang berjudul Mauqifu al-Yahud minal Islam wa Fadhlu al-Jihaad fi Sabilillahi, karya al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu, dalam Majalah al-Asholah, no. 30, th. V, hal. 45-58.
[25] Disarikan dari artikel yang berjudul Ma’aalimu al-Ihtidaafi ‘Awaamilin Nashri ‘alal A’daa, tulisan redaksi Majalah al-Asholah, no. 30, th. V, hal. 80-83.

Terkait:

  1. Kehancuran Israel Menurut Al-Qur'an dan Hadits
  2. Masa Depan dan Kehancuran Negara Israel
  3. Al-Kisah Tentang Yahudi
  4. Jihad dan Kekuasaan
  5. Hancurnya Masa Depan Ideologi Israel Raya

Sumber: MatengkolsSite

Share/Save/Bookmark
Dibaca :125017 kali  

Komentar-Komentar  

 
Aulia aul
0 #46 detik detik kehancuran kaum yahudiAulia aul 2014-11-05 21:21
Imam mahdi dan Nabi Isa akan hadir ke muka bumi ini,untuk menghancurkan kezaliman di atas muka bumi ini,Insya Allah itu akan terjdi atas kehendak Allah,Insya Allah 4 thun kmudian kita akan tau dimana akan hdir org2 yang d utus oleh Allah SWT.
Quote
 
 
Aulia aul
0 #45 detik detik datangnya kaum yahudiAulia aul 2014-11-05 21:02
Wahai ummat Nabi Muhamma SAW,ummat Islam,tak lama lagi akan datang pemimpin yg akan menguasai seluruh Alam, yaitu pemimpin yg di utus oleh Allah,mka disaat itulah kehancuran kaum kafir,Insya Allah kebenaran itu pasti akan datang 4 tahun kedepan,Insya Allah pati akan terjadi.
Quote
 
 
Nick
0 #44 Kami Yang Akan Hancurkan Israel, Atas kehendak Allah!Nick 2014-09-18 23:58
Quoting Mr.Nunusaku:
Kehancuran Yahudi menurut Quran tetapi tidak menjadi kenyataan...? karena Quran adalah ciptaan bangsa Arab Muhammad...bukan wahyu ilahi..? dan kita lihat saat ini bukan Yahudi yang musnaha, tetapi Yahudi telah musnahkan islam Palistina...peperang membunuh Palistina tetap berjalan sampai saat ini...? lalu kita bertaya dimana yang diramalkan dalam Quran...?tidak menjadi kenyataan, ternyata islam telah dibantai-dimana-mana...? Allah swt sialm Muhammad sudah mati terkubur, dan Allah swt yang diagung oleh muslim tak mempunyai kekuasaan apa-apa.....malahan Allah swt ciptaan Muhammad memohon doa syahlawat nabi....?semoga dia mendapat termpat terindah disurga...?tetapi kenyataan doa syahlawat muslim belum menjadi kenyataan...? pembantaian sesama muslim saat ini terjadi di Timur Tengah kematian islam terlihat dimana-mana, lalu kita bertaya dimana kekuasaan Allah swt islam....?


Jika Allah telah memerintahkan, maka kami pasti hancurkan Israel! Itu sesuatu yang sangat mudah bagi kami dan kami bisa melakukannya kapan saja selama ada perintah dari Allah.

Allah Maha Baik dan masih ingin memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang membangkang, sebelum akhirnya memerintahkan kami untuk membinasakan mereka! ;-)
Quote
 
 
Nick
0 #43 Jangan Bicara Tentang Allah Kalau Tidak TahuNick 2014-09-18 23:31
Quoting slamet widodo:
kesalahan allah yang paling besaradalah menciptakan umat yahudi. ayo kita suruh allah menghancurkan yahudi. dia (allah) pantas bertanggung jawab


dasar goblok kamu gan...! kalau mau bicara tentang Allah itu jangan sembarangan! pake kata-kata suruh lagi.. pake pengetahuan yang cukup. emangnya lo siapa? ngerasa lebih berkuasa dari yang nyiptain kamu dan nguasain hidup kamu!

Dihabisi sama Allah baru tahu rasa kamu!

Minta maaf sama Allah, gan..
Quote
 
 
Nick
0 #42 Jangan Bicara Tentang Allah Kalau Tidak TahuNick 2014-09-18 23:30
Quoting slamet widodo:
kesalahan allah yang paling besaradalah menciptakan umat yahudi. ayo kita suruh allah menghancurkan yahudi. dia (allah) pantas bertanggung jawab


dasar goblok kamu gan...! kalau mau bicara tentang Allah itu jangan sembarangan! pake kata-kata suruh lagi.. pake pengetahuan yang cukup. emangnya lo siapa? ngerasa lebih berkuasa dari yang nyiptain kamu dan nguasain hidup kamu!

Dihabisi sama Allah baru tahu rasa kamu!

Minta maaf sama Allah, gan..
Quote
 
 
Joko
0 #41 Jangan mau mati konyolJoko 2014-08-18 13:51
Goblok bener memang TS nya ini. jangan ngajakin mati konyol orang lain. Pengambilan ayat2x Al Qur'an nya sepotong sepotong. Kalau memang semua orang israel itu layak di bunuh kenapa Allah masih memberikan kesempatan lahir nya bayi2x israel ? Semua bayi yang lahir di dunia ini suci kan ? Permusuhan antara arab dan israel sudah dimulai setelah PD2 dan itu murni karena perebutan wilayah. Tidak semua orang israel itu kejam, bisa jadi tidak semua orang israel itu yahudi.
Quote
 
 
aji
0 #40 slamet widodoaji 2014-08-13 14:23
Quoting slamet widodo:
kesalahan allah yang paling besaradalah menciptakan umat yahudi. ayo kita suruh allah menghancurkan yahudi. dia (allah) pantas bertanggung jawab

Allah masih memberi kesempatan buat slamet widodo buat bertobat tp kalau Allah Swt telah berkehendak lain tentunya slamet tidak akan slamet widodo tp celakalah widodo
Quote
 
 
momoncha
0 #39 Yahudimomoncha 2014-08-08 11:02
Makanya jangan membaca arti Quran secara harfiah gan...
cobalah telusuri artinya apakah ada makna kiasannya ga?
Yahudi dihancurkan Allah?
sejak 1948 hingga kini saya rasa gag bakal hancur itu yahudi sebelum kiamat, mereka yang sudah pegang ilmu dari setiap Nabi sebelum Isa..
berharap dari doa2 jampi2 salawat kalau yahudi bakal ditimpa batu neraka dari ababil? Hoax itu gan.
Quote
 
 
hery
-1 #38 berimanhery 2014-08-07 06:08
wahai sodara"q ... memang benar saatnya kita bangkit disaat ini...
jangan dengarkan apapun yg dibisikkan oleh orang" kafir itu karena mereka akan mendapat neraka jahanam
Quote
 
 
sukamto
0 #37 belum saatnyasukamto 2014-08-05 11:59
wait....belum saatnya..
Quote
 
 
putro nanggroe
0 #36 BANI ISRAELputro nanggroe 2014-08-01 23:37
4 KITAB, 4 AGAMA,
penyempurna semua kitab adalah alquran, dari semula tercipta semua nya, hingga akhir dr sebuah ketetapan cerita allah, semua itu sdh tertulis dlm alquran, coba baca baik2 makna dan kandungan isi alquran, tak di ragukan satu huruf pun dlm kalimat allah,
dan satu hal lg yg harus anda ketahui,
:di dalam alkitab manapun, tak ada yg nama nha rasul atau nabi yg mengucapkan nya bahwa diri nya tuhan. titik.
Quote
 
 
HANGGA
-1 #35 bangkitlah umat moeslem INDONESIAHANGGA 2014-08-01 22:42
Indonesia adalah negara tebanyak umat muslimnya, kita NUSANTARA mampu untuk menjadi bagian dari pembebasan muslim palestine dari kekejaman israel "ZIONIS". AYO BANGKIT DAN RAPATKAN BARISAN DAN J7HAD DI JALAN ALLOH SWT.
Quote
 
 
hendra yuldasrin
0 #34 kalaupun tidak wujud kera dan babi yahudihendra yuldasrin 2014-07-30 02:32
walaupun yahudi plus amerika tidak keturunan yahudi secara wujud tapi sifat mereka hampir sama, tidak mendengarkan seruan. mudah 2 an disegerakan kehancuran yahudi
Quote
 
 
hendra yuldasrin
0 #33 kalaupun tidak wujud kera dan babi yahudihendra yuldasrin 2014-07-30 02:31
walaupun yahudi dan amerika tidak kwturunan dalam wujud tetapi sifat mereka akan sama dengan kera dan babi. tunggu saja para keturunan babi hancur
Quote
 
 
tikno
0 #32 sekilas jawabantikno 2014-07-26 06:25
Pengetahuanmu tentang al quran sangat dangkal, sebenarnya dirimu tau. Tentabg kebenaran agama islam tapi.kamu memang sengaja mengikarinya seperti bangsa yahudi, sampai di pintu neraka saja bangsa yahudi masih menyangkal dan mengikarinya. Sampai sampai malaikat. Geram dan bertanya pada yahudi tidak tau utusan ALLLAH.SWT. dengan rosul rosylnya dan pertemua hari ini jwb yahudi ya benar aku tau tp aku.sengaja mengikarinya dan malaikat. Jawab memasukan ke neraka jahanam bersama setan iblis dan pengikutnya, ketahuilah bumi ini amat kecil apalagi kita, apa yang kamu sombongkan di muka bumi tidak ada artinya,maka kita harus berfikir ulang dengan otak kita, selagi pintu toubat masih.di buka untuk memperbaiki diri. Dari mana kita di ciptakan dan ke mana nantikita kembali, jadi siapapun saja pilihlah jalan ke jalan yg benar dengan menenuaikan kewajiban kita dan menjahui larangannya.
Quote
 
 
Mr Y
+1 #31 ramalan akhir jamanMr Y 2014-07-21 07:17
Menurut saya ramalan yg tertulis dalam kitab akan terwujud.

PD II yahudi dihabisi, tapi disisakan dan mereka mengalami kemenangan atas umat yg memusnahkan Yahudi. Agar manusia bisa mengalamai betapa rusaknya mereka.

Diramalkan Islam akan mengalahkan Yahudi. Memang benar akan terjadi. Walau kenyataan umat Islam saat ini diserang habis habisan oleh Yahudi dan sekutunya. Tapi tunggu...itu hanya permukaan air. Sesuatu yg besar tidak disadari musuh Islam. Islam adalah satu satunya agama yang mengajarkan disiplin militer sejak dini kepada umatnya. Anda lihat Shallat berjamaan di masjid, itu adalah dasar formasi dasar disiplin berbaris militer. Shallat berjamaah adalah dasar kepatuhan kepada komando pemimpin. Tidak hanya itu saja, puasa di bulan Ramadhan adalah pelatihan kita dalam menghadapi perang besar kelak. Jika yahudi dan sekutunya tidak bisa hidup tanpa air mineral , umat muslim sudah dilatih untuk menahan lapar dan hawa nafsu dari terbit matahari sampai terbenam matahari. Jika kita lihat pada saat perang besar nanti logistik akan sulit diperoleh, Bahan makanan dan air akan jarang ditemui. Umat muslim sudah terbiasa akan hal buruk semacam itu. Saat ini umat islam di belahan sana tiap hari latihan berperang dengan peluru tajam, sedangkan musuh mereka yahudi dan sekutunya asik menikmati indahnya dunia. Semakin mereka menindas dan memrangi umat islam , semakin membuat umat islam kuat dan berlatih untuk perang besar kemudian hari. So...kesimpulan ramalan kemenangan umat islam sudah terwujud dengan sendirinya setahap demi setahap. nabi pernah berpesan ajari anakmu memanah, berkuda, dan berenang. Itu adalah wujud persiapan kita untuk bisa menggunakan senjata , mengendarai alat militer, dan berenang karena peperangan itu akan terjadi di darat, laut , dan udara.
Quote
 
 
hamba Allah
+3 #30 buat Mr.Nhamba Allah 2014-07-16 06:04
Pertama :: Al-Qur'an itu firman Allah...g mungkin di buat2 oleh Nabi Muhammad atau manusia lainnya...
coba anda baca terjemahannya kalo emang g ngrti tulisan arabnya,,
di sana banyak bukti2 mulai dari kejadian manusia di dalm perut yg g mungkin ditau dari zaman kapan mungkin yg g ada USGnya,,,kecual i itu memang benar dari Allah,,
kedua :: kalo baca itu baca bner2,,,Firman Allah tu Israel akan ttp jhat smpe akhir zman buat jadi ujian muslim,,,tapi tunggu waktu terjadi kemenangan Islam,,tapi itupun kalo km msih idup,,
ketiga :: Allah Maha Hidup dan g akan mati,,,kayak tuhanmu..
bukannya yang kamu sembah itu manusia yang buat,,?
bukannya pencipta yg harusnya di sembah??eeehhh, ,,kok mlah yang bikin yang nyembah??
udah patungnya g bisa bergerak,,,eman g bisa bantu kamu???
pengen pindah tempat aja dipindahin sama manusia,,,
g pake baju lagi,,,kenapa g bikin yang pke baju??
keempat :: agamamu memang sedikit larangan,,karen a emang bumi ini dijadikan surga bagi kamu,,karena kelak kalian akan jadi penghuni neraka,,
kelima :: kamu hanya begini karena kamu tidak tau,,,
kalo mau cari yang benar,,,banding kanlah kitabmu yang banyak versi dengan Al-Qur'an yang dijaga keasliannya oleh Allah SWT melalui para hafiz Qur'an,,,
dan coba dah kamu hafalin isi kitabmu,,,
kalaupun kamu bisa hafal,,,saya tidak yakin 10-50 tahun lagi isinya akan tetap sama seperti yang kamu hafalkan sekarang!!
keenam :: islam juga meyakini kitab2 terdahulu dari Taurat Nabi Musa,, Zabur Nabi Daud,,Injil Nabi Isa,,,
bila perlu coba cari kitabmu versi pertama,,itulah yang paling benar,,,kalo ketemu bandingkan dengan yang terbaru,,,
ato kamu tonton video debat M.Zakir Naik VS DR.William,,,,
mungkin prtanyaanmu akan trjawab semua..
Allahhuakbar..
Quote
 
 
awan
+5 #29 kafir hancurawan 2014-07-15 01:25
lo kaum kafir belum memahami isi dari islam dan alquran , ingat hari ini lo komen kaya gini , kelak lo kafir akan berhadapan dengan muslim yang akan memotong motong leher kafir , dan dijatuhkan azab pedih dan hina seperti kaum babi monyet israel lo ketemu gue putusin urat leher lo kafir
Quote
 
 
sulis
0 #28 umat muslim bersaudarasulis 2014-07-14 12:30
semoga allah selalu melindungi dan memberikan kekuatan pada saudara2 kita di palestina.
Quote
 
 
Iqra Aswad
0 #27 ALlahu akbarIqra Aswad 2014-07-14 10:29
quote diatasQuoting Mr.Nunusaku:
Kehancuran Yahudi menurut Quran tetapi tidak menjadi kenyataan...? karena Quran adalah ciptaan bangsa Arab Muhammad...bukan wahyu ilahi..? dan kita lihat saat ini bukan Yahudi yang musnaha, tetapi Yahudi telah musnahkan islam Palistina...peperang membunuh Palistina tetap berjalan sampai saat ini...? lalu kita bertaya dimana yang diramalkan dalam Quran...?tidak menjadi kenyataan, ternyata islam telah dibantai-dimana-mana...? Allah swt sialm Muhammad sudah mati terkubur, dan Allah swt yang diagung oleh muslim tak mempunyai kekuasaan apa-apa.....malahan Allah swt ciptaan Muhammad memohon doa syahlawat nabi....?semoga dia mendapat termpat terindah disurga...?tetapi kenyataan doa syahlawat muslim belum menjadi kenyataan...? pembantaian sesama muslim saat ini terjadi di Timur Tengah kematian islam terlihat dimana-mana, lalu kita bertaya dimana kekuasaan Allah swt islam....?

lemah amat otak lu.. makanya... otak dangkal sulit buat nerjemahin isi daripada kitab suci alquran .. kalo lo perhatiin baik2.. disitu dijelaskan... yahudi akan bertahan hingga akhir.... dimana peperangan terakhir akan dimenangkan oleh umat islam. atau masa menjelang akhir zaman... jadi.. kalo yahudi kalah saat ini. berarti mungkin skarang dah kiamat.... makanya kalo lo masih didunia. berarti masa kehancuran yang dituliskan bukan saat ini.. tpi akan datang... trus knp allah swt tidak membinasakan mereka saat ini.. karena yahudi itu diciptakan buat menjadi ujian buat umat islam,.. apakah dia islam ktp atau islam dari dalam hatinya.... klo emang al quran buatan manusia.. coba cari bugnya.. dalam al quran tidak ada hal yang dilarang yang bertentangan dengan medis dan aturan2 lain.... coba cari bug kalo emang buatan manusia ?
Quote
 
 
kitabul
+1 #26 tanggapan ttg komuniskitabul 2014-07-14 05:17
belajarlah sejarah dg teliti untuk saudara2 yg menghujat Sukarno,jika tdk hadir beliau, mungkin sampai detik ini anda tdk akan bisa melaksanakan ibadah dg tenang spt skrg krn mgkn msh dlm penjajahan belanda. Ingatlah kaum Ansor membunuh ribuan saudara sebangsa yg mrk anggap komunis semudah membunuh semut tanpa merasa berdosa........ ...renungkanlah ????
Quote
 
 
kitabul
0 #25 tanggapan ttg komuniskitabul 2014-07-14 05:16
belajarlah sejarah dg teliti untuk saudara2 yg menghujat Sukarno,jika tdk hadir beliau, mungkin sampai detik ini anda tdk akan bisa melaksanakan ibadah dg tenang spt skrg krn mgkn msh dlm penjajahan belanda. Ingatlah kaum Ansor membunuh ribuan saudara sebangsa yg mrk anggap komunis semudah membunuh semut tanpa merasa berdosa........ ...renungkanlah
Quote
 
 
yudi
0 #24 tanggapan ttg yahudiyudi 2014-07-14 05:09
RENUNGKANLAH SAUDARA2 MUSLIM, KITA MENJADI MUSLIM ADALAH TAKDIR ALLAH SWT, MISALKAN TAKDIRMU MENJADI ORG YAHUDI BGM? SELALU DIMUSUHI, DIHUJAT, DIJUSTIFIKASI MUSRIK, TDK ADA BAIKNYA SAMA SEKALI DLM HIDUPNYA. ADILKAH INI ?????mmmm
Quote
 
 
yudi
0 #23 tanggapan ttg yahudiyudi 2014-07-14 05:08
RENUNGKANLAH SAUDARA2 MUSLIM, KITA MENJADI MUSLIM ADALAH TAKDIR ALLAH SWT, MISALKAN TAKDIRMU MENJADI ORG YAHUDI BGM? SELALU DIMUSUHI, DIHUJAT, DIJUSTIFIKASI MUSRIK, TDK ADA BAIKNYA SAMA SEKALI DLM HIDUPNYA. ADILKAH INI ????? vvvv
Quote
 
 
yudi
0 #22 tanggapan ttg yahudiyudi 2014-07-14 05:06
RENUNGKANLAH SAUDARA2 MUSLIM, KITA MENJADI MUSLIM ADALAH TAKDIR ALLAH SWT, MISALKAN TAKDIRMU MENJADI ORG YAHUDI BGM? SELALU DIMUSUHI, DIHUJAT, DIJUSTIFIKASI MUSRIK, TDK ADA BAIKNYA SAMA SEKALI DLM HIDUPNYA. ADILKAH INI ?????
Quote
 
 
yunus
0 #21 Yahudi dan Nasraniyunus 2014-07-12 23:38
"Sekali-kali tidak akan redha orang-orang Yahudi dan Nasrani sehinggalah kamu mengikut jalan-jalan hidup mereka." (Al Baqarah: 120)...ini sudah terbukti, Mr. N..ini salah satunya..bagi umat islam harap bersabar dan jadikan ini sebagai penguat iman...janji Allah benar dan pasti adanya..kita tunggu saja kehancuran mereka...
Quote
 
 
Mahyu Hendra
0 #20 palestina To GODMahyu Hendra 2014-07-12 13:45
DAN Ketahui lah wahai sahabat manusia khususnya sahabat muslim khususnya ?? apapun itu yang terjadi semua sudah di rencnakan??? maka bersabarlah dan ingat yang namanya rasa iman tidak dapat di analisa dari bentuk ilmu apapun dan kenyaataan apapu yang terjadi,semua bisa di logikan manusia,tapi yang namanya keyakinan terhadap sang penciptanya tak bisa di analisanya??? ingat kita hanya sebagai khalifah ini adalah waktunya untuk kebaikan kita di waktu kelak alam akhirat..
Quote
 
 
mr x
+1 #19 mr nunusakumr x 2014-07-12 02:05
hati2 kalau bicara MR N,,, allahuakbar, ingat, ALLAH melaknat bagi kaumnya yg kafir,,,dan siksa it sangat pedih,,, sgera insyaf mr,n,,,
Quote
 
 
mr x
0 #18 meluruskanmr x 2014-07-12 02:00
zian,,, meluruskan saja, km salah kaprah dgn PKI, pki dulunya adalah org dbwh naungan bpk soekarno,,cuma difitnah kejam oleh masa kepemdudukan pak harto,ORDE BARU, sbnrny pki adalah organisasi yg membangun negeri ini,krn bertolak belakang dgn soeharto,akirny utk menghancurkan pki dgn politik adu domba olh org orde baru, pgen tau jelasny,,, ke warnet,buka youtube, liat film konspirasi indonesia,,,dsi tu anda akan belajar,,,thx
Quote
 
 
zian
+1 #17 Allahuakbarzian 2014-07-11 11:39
Cepat atau lambat Allah akan menurunkan azab kepadamu yang sombong dan berfikir dangkal...mr.nu nusaku pasti keturunan PKI.
Quote
 
 
vitry
0 #16 astagFirullahvitry 2014-07-11 10:54
Allah saja lah yang MAHA MENGETAHUI... HAI ORANG2 KAFIR BERTAUBATLAH SEBELUM KEMATIAN DATANG PADA MU...
Quote
 
 
Syahidullah
+1 #15 hmmSyahidullah 2014-07-11 01:14
Quoting Mr.Nunusaku:
Kehancuran Yahudi menurut Quran tetapi tidak menjadi kenyataan...? karena Quran adalah ciptaan bangsa Arab Muhammad...bukan wahyu ilahi..? dan kita lihat saat ini bukan Yahudi yang musnaha, tetapi Yahudi telah musnahkan islam Palistina...peperang membunuh Palistina tetap berjalan sampai saat ini...? lalu kita bertaya dimana yang diramalkan dalam Quran...?tidak menjadi kenyataan, ternyata islam telah dibantai-dimana-mana...? Allah swt sialm Muhammad sudah mati terkubur, dan Allah swt yang diagung oleh muslim tak mempunyai kekuasaan apa-apa.....malahan Allah swt ciptaan Muhammad memohon doa syahlawat nabi....?semoga dia mendapat termpat terindah disurga...?tetapi kenyataan doa syahlawat muslim belum menjadi kenyataan...? pembantaian sesama muslim saat ini terjadi di Timur Tengah kematian islam terlihat dimana-mana, lalu kita bertaya dimana kekuasaan Allah swt islam....?

Mr.Nunusaku termasuk org zholim yang terlaknat yang lahir dari rahim pelacur akibat hubungan zinah massal. :)
sudah tertulis di al qur'an akan makhluk biadab dengan pola fikir yang dangkal akan kebesaran ALLAH
Quote
 
 
raka02
0 #14 sopanraka02 2014-07-11 01:10
Sesungguhnya allah maha tau,dan yang menggatakan alquran itu
buatan muhamaad ialah dya termasuk org yg kafir yang
membalikan fakta, alquran sendiri sudah mengatakan bawah yahudi dan palestina akan terus berperang sampai akhir jaman,
itulah keleebihan wahyu allah yang maha mengatahui.
Dan saudara kami hanya perlu sabar dan tawakal sesunguhnya kemenangan akan datang pada kami kaum muslim..

semoga kalian kaum kafir dibukakan pintu hati kalian
untuk bertobat karna islam mengajarkan ke jalan yang benar..
saya doain semoga allah membuka pintu hati kalian.
Quote
 
 
kiki
0 #13 pray for gazakiki 2014-07-10 20:30
Azab Allah begitu nyata,tunggu hari dimana Allah akan menghancurkan bangsa zionis atau yahudi, ALLAHUAKBAR!!!
Quote
 
 
Nurul
0 #12 ALLAHUAKBAR!Nurul 2014-07-10 20:12
Masya Allah Mr.Nunusaku
Jangan mempertanyakan kebesaran Allah SWT, karena manusia yg seperti itu akan sesat ditengah jalan, Allah akan perlihatkan kuasanya pada waktunya, nauzubilla minzaliq
Sungguh Allah SWT maha pengasih lagi maha penyayang♥
Quote
 
 
Hamba Allah
0 #11 QS. Al-Mu'min 67-77Hamba Allah 2014-07-10 14:30
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimana mereka dapat dipalingkan?; (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Kitab (Al-Qura'an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui; Ketika belenggu dan rantai dipasang dileher mereka seraya mereka diseret; Ke dalam air yang sangat panas kemudian mereka dibakar didalam api; Kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan?; (yang kamu sembah) selain Allah?", mereka menjawab "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu." Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir; Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria dibumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan); (Dikatakan kepada mereka), "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal didalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong";

Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar. Meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka, ataupun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kamilah mereka dikembalikan. #QS. Al-Mu'min 69-77#
Quote
 
 
Irvan
0 #10 bertaubat lah kamu saudara kuIrvan 2014-06-05 20:57
Ingat apa kmu ucapkan itu
Allah S.W.T tdak tidur,Dia memerhatikan kalian semua
Terutama kamu,
Istiqfar saudaraku.semog a Allah mengampuni dosamu
Amin ya raabal 'alamin
Quote
 
 
Mastain
0 #9 Logika Anak KecilMastain 2014-05-09 20:58
Quoting slamet widodo:
kesalahan allah yang paling besaradalah menciptakan umat yahudi. ayo kita suruh allah menghancurkan yahudi. dia (allah) pantas bertanggung jawab

Logika Yang Lu Pake Logika Anak Kecil Bro,Semua Tercipta Ada Alasan Brother,Dirimu mabok,Main Wanita Judi ,nyolong,Merkos a,terus Yang salah Allah?....Kopla k lu
Quote
 
 
si pembantai_yahudi
0 #8 ragnarokzsi pembantai_yahudi 2014-04-30 06:02
Woiiiiii.....an jing babi sialan......sia pa yg ngatain ALLAH itu ciptaan muhammad berhadapan dg gw nich alamat gw di kampung sindanglaut-cir ebon RT 020, RW 03 atas nama acung lo mau nantang perang n gw cincang daging lo buat makanan kucing hutan gw........woi anjing babi yahudi atau kristen
Quote
 
 
Dayang
+2 #7 BACA AKAN KESALAHAN MUDayang 2014-03-20 15:14
Quoting slamet widodo:
kesalahan allah yang paling besaradalah menciptakan umat yahudi. ayo kita suruh allah menghancurkan yahudi. dia (allah) pantas bertanggung jawab


Allah tidak pernah bersalah! Kamu mengatakan Allah, tuhan segala alam salah adalah satu kesalahan dan dosa besar bg mu. Ini bermakna kamu tidak percaya akan kekuasaan Allah. Semua Makhluk yg dicipta oleh Allah ada sebabnya. Dan adanya bangsa Yahudi adalah utk kita, umat Islam untuk belajar drpd kesilapan mereka. Ingat! Hidup di Dunia hanya sementara. Akhirat Kekal selamanya. Yahudi tu ialah Ujian drpd Allah kepada umat Islam. Kalau kamu kata Allah itu bersalah kerana menciptakan Bangsa Yahudi, Jadi kamu memang Umat islam yg lemah. Hipokrit!
Quote
 
 
slamet widodo
0 #6 allahslamet widodo 2013-09-11 13:04
kesalahan allah yang paling besaradalah menciptakan umat yahudi. ayo kita suruh allah menghancurkan yahudi. dia (allah) pantas bertanggung jawab
Quote
 
 
Citra Senna
0 #5 To Mr Nunusaku..Citra Senna 2013-09-02 10:13
Jika anda berpendapat bahwa Al-Quran dibuat oleh Nabi Muhammad saw (oleh Manusia) coba buktikan sudah berapa banyak Versi Al-Quran yang ada dari Awal hingga sekarang, dan coba bandingankan dengan Kitab suci yang lain ada berapa versi dan keluarkan kitab yang asli. Al-Quran Berbeda sangat sangat berbeda dengan kitab suci yang dibuat oleh Manusia, pasti banyak kesalahan sehingga akan terbit versi terbaru dan versi versi yang lain.
Jika anda ingin Bukti tentang kebenaran Al-Quran dengan kehancuran Kaum Yahudi beserta antek-anteknya ... berdoalah pada tuhan-mu agar dipanjangkan umumr seperti Iblis Laknatulloh yang akan mati hingga Akhir zaman (kiamat) maka kamu akan melihat kejadi kejadian yang telah tertulis dalam Al-Quran.
Semoha Alloh Menguakan Iman kaum muslimin dan memberi hidayah dan petunjuk kepada orang orang yang berpikir dan benar.
Quote
 
 
zein
-5 #4 qur'an tidak pernah salahzein 2013-06-01 11:53
nunusaku...kmu terlalu bodoh untuk mngetahui sejarah,,,,
kalau mau lbih tau bnyak,,, sisipkan email kmu/no hpe kmu...share dgan sya
Quote
 
 
Muqarrabin
0 #3 http://khilafahislam.eu.kiMuqarrabin 2013-05-26 20:22
Ad Daulatul Islamiyah Melayu
Khilafah Islam Akhir Zaman

Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami

Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
Berjihad dalam naungan Khilafah Islam demi Tegaknya Kedaulatan Dinul Islam.

Tinggalkan Semua Bentuk Kemusyrikan Mari Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
dan Kini Saatnya Menjadi Bangsa Islam Dalam Naungan Khilafah Islam

Kunjungi Undangan kami
Kehadiran Anda kami tunggu di
di http://khilafahislam.de.pl
Quote
 
 
bram
+8 #2 YAHUDI BIADABbram 2013-05-16 09:43
MNGKIN KHNCURAN YAHUDI TIDAK AKN TERLIHAT PADA MASA SKRANG.....

TAPI SUATU SAAT NANTI AKN TRBUKTI BAHWA AL QURAN BENAR

ALLAHU AKBAR
Quote
 
 
Mr.Nunusaku
-19 #1 Islam terlihat sangat hina dibantai dimana-manaMr.Nunusaku 2013-05-07 16:38
Kehancuran Yahudi menurut Quran tetapi tidak menjadi kenyataan...? karena Quran adalah ciptaan bangsa Arab Muhammad...buka n wahyu ilahi..? dan kita lihat saat ini bukan Yahudi yang musnaha, tetapi Yahudi telah musnahkan islam Palistina...pep erang membunuh Palistina tetap berjalan sampai saat ini...? lalu kita bertaya dimana yang diramalkan dalam Quran...?tidak menjadi kenyataan, ternyata islam telah dibantai-dimana -mana...? Allah swt sialm Muhammad sudah mati terkubur, dan Allah swt yang diagung oleh muslim tak mempunyai kekuasaan apa-apa.....mal ahan Allah swt ciptaan Muhammad memohon doa syahlawat nabi....?semoga dia mendapat termpat terindah disurga...?teta pi kenyataan doa syahlawat muslim belum menjadi kenyataan...? pembantaian sesama muslim saat ini terjadi di Timur Tengah kematian islam terlihat dimana-mana, lalu kita bertaya dimana kekuasaan Allah swt islam....?
Quote
 

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan