larger smaller reset
 

Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan Kemusyrikan


a

Disadari atau tidak, ajaran Islam di Indonesia sesungguhnya telah tersisipi ritual-ritual yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan juga tidak diamanatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al Qur'an. Jika ritual-ritual itu tetap dikerjakan, umat Islam yang melakukannya bukan hanya telah melakukan bid'ah, tapi juga telah musyrik karena dalam ritual-ritual tersebut terdapat unsur penyembahan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Hingga kini kapan persisnya Islam masuk ke Indonesia, masih menjadi bahan perdebatan karena ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke-7, namun ada juga yang mengatakan pada ke-11 atau abad ke-13. Ahli sejarah yang menyatakan bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke-7 di antaranya merujuk pada sebuah kabar dari Kerjaan Dinasti Tang, kerajaan yang berkuasa di China pada abad itu, yang menyebutkan bahwa pada abad dimana kerajaan mereka berdiri, telah ada pemukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.

a1Selain itu, dalam buku Preliminary Statemate on General Theory of Islamization of Malaya-Indonesian Archipelago (1969), Prof. Sayed Naguib Al Attas mengungkapkan bahwa kaum muslimin sudah ada di kepulauan Malaya-Indonesia pada 672 M. Dan dalam buku The Preaching of Islam a History of The Propagation of The Moslem Faith, T.W. Arnold menegaskan bahwa Islam datang dari Arab ke Indonesia pada tahun 1 Hijriyah (Abad 7 M).

Makam Fatimah binti Maimun

Mereka yang percaya bahwa Islam memasuki Indonesia pada abad 11 karena merujuk pada penemuan sebuah makam berukuran lumayan panjang di daerah Leran Manyar, Gresik. Makam tersebut milik Fatimah Binti Maimun dan rombongannya. Makam ini memiliki prasati bertuliskan huruf Arab Riq'ah yang berangka tahun 1082 jika di-tahun Masehi-kan.

Mereka yang percaya bahwa Islam masuk Indonesia pada Abad Ke-13 antara lain merujuk pada catatan perjalanan Marcopolo yang menyatakan bahwa ia menjumpai adanya kerajaan Islam Ferlec (mungkin Peureulack) di Aceh pada 1292 M. Selain itu, berdasarkan Berita China, K.F.H. van Langen menyebutkan tentang adanya kerajaan Pase (mungkin Pasai) di aceh pada 1298 M.

Yang lebih tegas menyatakan bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke-13 adalah J.P. Moquette. Dalam buku De Grafsteen te Pase en Grisse Vergeleken Met Dergelijk Monumenten uit hindoesten, ia tegas menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13. Beberapa sarjana barat seperti R.A Kern, C. Snouck Hurgronje, dan Schrieke juga lebih cenderung menyimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13.

Namun, meski kapan masuknya Islam ke Indonesia masih menjadi perdebatan, para pakar itu cenderung berpendapat sama dalam satu hal, yakni tentang pembawanya. Mereka yakin dan percaya bahwa Islam memasuki Nusantara karena dibawa oleh para pedagang, khususnya pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat (India) yang beragama Islam.

Kapal Dagang Asing Merapat di Bandar.

a2Sebagai negara dengan letak geografis yang strategis bagi arus lalu lintas perdagangan dunia, Indonesia memang tak hanya dijadikan sebagai salah satu tempat pemasaran produk dan hasil bumi bagi negara-negara lain, namun juga sebagai tempat persinggahan sebelum meneruskan perjalanan ke negeri tujuan, seperti pedagang Arab yang hendak menuju China. Bahkan seiring dengan berjalannya waktu, tak sedikit pengusaha asing yang akhirnya membuka usaha dan tinggal di Indonesia, termasuk membuka usaha perkapalan.

Bandar-bandar yang menjadi tempat berlabuh kapal-kapal pedagang asing di antaranya adalah bandara-bandar di sepanjang pesisir Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Interaksi antara penduduk dan pedagang setempat dengan para pedagang asing itu pada akhirnya mempengaruhi sikap, perilaku, budaya dan agama yang dianut penduduk dan pedagang di sekitar bandar. Apalagi karena seiring berjalannya waktu, pedagang dari bangsa tertentu membangun perkampungannya sendiri, seperti perkampungan orang Portugis, Benggalu China, Gujarat, Arab, dan Pegu di Aceh. Tentu saja, pembangunan perkampungan-perkampungan tersebut atas seizin penguasa kota setempat.

Lebih jauh lagi, pesatnya perdagangan di bandar-bandar membuat bandar-bandar itu tumbuh menjadi sebuah kota yang maju, dan menjadi sebuah kerajaan atau kesultanan (kerajaan berasaskan Islam), seperti Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Perlak, Kesultanan Cirebon, Kesultanan Demak, Kerajaan Palembang, Kerajaan Banten, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Jika sejarah masuknya Islam ke Indonesia dipetakan, diketahui kalau Islam masuk Pulau Sumatera melalui Perlak dan kemudian Samudra Pasai.

Di Pulau Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa yang ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan makam Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.

Kampung Muslim di Palembang.

a3Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.

a4Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.

Dalam menyebarkan Islam, para pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat ada yang bertindak sebagai mubaligh. Sayangnya, ketika mubligh yang sesungguhnya kemudian datang, pola dakwah yang diterapkan menggunakan pendekatan sosial budaya yang tidak menghilangkan budaya setempat, meski budaya itu tidak sesuai dengan ajaran Islam (akulturasi). Tak pelak, ajaran Islam di Indonesia pun tak sesuai yang dibawa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam karena disisipi ritual-ritual penyembahan kepada selain Allah.

Sejarah mencatat, hingga abad ke-13, perkembangan Islam di Indonesia belum signifikan karena masih terbatas di kalangan penduduk yang bermukim di wilayah-wilayah pesisir yang berdekatan dengan bandar-bandar. Di wilayah-wilayah pedalaman dan yang jauh dari bandar, penduduk Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera, menganut agama Hindu dan Buddha yang masuk lebih dahulu ke Indonesia karena dibawa oleh para pedagang dari India dan musafir dari Tiongkok penganut kedua agama tersebut. Bahkan pada abad ke-4, di Jawa Barat telah berdiri kerajaan bercorak Hindu-Buddha, yakni kerajaan Tarumanagara yang kemudian, setelah melalui berbagai pergolakan, menjadi Kerajaan Sunda yang runtuh pada abad ke-16 (lebih detil,  KLIK DARI SINI).

Selain kedua kerajaan tersebut, pada abad ke-7 Indonesia memiliki kerajaan berasaskan agama Buddha yang amat besar yang berdiri di Sumatera dan beribukota di Palembang. Namanya Sriwijaya. Kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan yang amat luas, hingga Jawa Tengah dan Kamboja. Kerajaan ini runtuh pada abad ke-14.

a5Di penghujung abad ke-13 atau menjelang keruntuhan Sriwijaya, tepatnya pada 1293 M, di Jawa Timur berdiri sebuah kerajaan bercorak Hindu yang kemudian dicatat sejarah termasuk salah satu kerajaan terbesar di Indonesia; Majapahit, dengan Mahapatihnya yang amat terkenal; Gajah Mada. Wilayah kekuasaan kerajaan ini lebih luas lagi, karena mencakup sebagian besar wilayah Nusantara dan hampir seluruh wilayah di Semenanjung Melayu. Majapahit runtuh pada awal abad ke-16 atau pada 1500 M.

Tokoh penyebar agama Hindu yang paling terkenal adalah Maha Resi Agastya yang di Pulau Jawa dikenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana. Sedang penyebar agama Buddha di Indonesia adalah para musafir Buddha Pahiyen.

Penyebaran Islam di Indonesia mulai meluas setelah Sultan Mehmed I Celebi, salah seorang sultan dalam Kekaisaran Ottoman di Turki, menaruh perhatian pada penyebaran Islam di Indonesia. Sultan yang berkuasa pada 1431-1421 M ini pernah bercakap-cakap dengan para pedagang dari Gujarat yang singgah di negerinya, tentang penyebaran Islam di negeri kepulauan ini. Dari para pedagang tersebut, Sultan mengetahui bahwa di Pulau Jawa telah ada penduduk yang beragam Islam, namun di pulau ini berkuasa dua kerajaan berasaskan agama Hindu dan Buddha, yakni Majapahit dan Pajajaran (soal Pajajaran,  KLIK MULAI DARI SINI), sehingga Islam hanya menyebar di kalangan keluarga pedagang dari Gujarat, Arab dan Persia yang menikahi penduduk pribumi, dan penduduk yang tinggal di sekitar pelabuhan-pelabuhan.

a6Informasi para pedagang dari Gujarat ini menggugah Mehmed untuk berbuat sesuatu demi syiar Islam. Ia lalu mengirim surat kepada pembesar Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah  yang isinya meminta agar para ulama di kedua kawasan itu yang mempunyai karomah, dikirim ke Pulau Jawa. Maka terkumpullah sembilan ulama sesuai yang diminta Mehmed, yang menjadi cikal bakal munculnya istilah atau sebutan Walisongo atau Walisanga di kalangan masyarakat Jawa.

Seperti tersirat dari artikel Wikipedia yang mengutip tulisan KH. Mohammad Dahlan dalam buku Haul Sunan Ampel Ke-555, sebutan atau pemahaman penduduk Pulau Jawa tentang Walisongo atau Walisanga sebenarnya keliru alias salah kaprah, karena yang disebut Walisongo atau Walisanga sebenarnya sebuah majelis dakwah yang terdiri dari beberapa angkatan. Para tokoh yang masuk dalam sebutan Walisongo pun sebenarnya tidak hidup pada saat yang persis bersamaan, namun mempunyai ikatan kekeluargaan karena sedarah atau karena ikatan yang timbul akibat pernikahan, serta karena hubungan guru-murid. Maka, bila ada seorang anggota majelis yang wafat, posisinya digantikan oleh tokoh yang lain.

Angkatan pertama "Walisongo" berangkat ke Pulau Jawa pada 808 Hijrah atau 1404 Masehi. Mereka adalah:

  1. Maulana Malik Ibrahim dari Turki. Dia seorang ahli mengatur negara. Dialah yang kita kenal dengan sebutan atau Sunan Gresik. Wilayah dakwahnya di Jawa bagian timur, dan wafat di Gresik pada 1419 M. Makamnya terletak 1 km dari sebelah utara pabrik Semen Gresik.
  2. Maulana Ishaq berasal dari Samarkand dekat Bukhara-uzbekistan/Rusia. Beliau ahli pengobatan. Setelah tugasnya di Jawa selesai, ulama ini pindah ke Samudra Pasai dan wafat di sana.
  3. Syekh Jumadil Qubro dari Mesir. Dia berdakwah dengan berkeliling ke beberapa daerah di Pulau Jawa. Dia dimakamkan di Troloyo, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
  4. Maulana Muhammad Al Maghrobi dari Maroko. Dia juga berdakwah dengan berkeliling ke beberapa daerah di Pulau Jawa. Dia wafat pada 1465 M dan dimakamkan di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.
  5. Maulana Malik Isroil dari Turki. Dia ahli mengatur negara dan wafat pada 1435 M. Dia dimakamkan di Gunung Santri.
  6. Maulana Muhammad Ali Akbar dari Persia, Iran. Ulama ini ahli di bidang pengobatan, dan wafat pada 1435 M. Makamnya di Gunung Santri.
  7. Maulana Hasanuddin Palestina. Ulama ini berdakwah dengan berkeliling di beberapa daerah di Pulau Jawa, dan wafat pada 1462 M. Makamnya di samping Masjid Banten Lama.
  8. Maulana Alayuddin dari Palestina. Ulama ini juga berdakwah dengan berkeliling ke beberapa daerah di Pulau Jawa, dan wafat pada 1462 M. Makamnya di samping Masjid Banten Lama.
  9. Syekh Subakir dari Persia. Ulama ini ahli menumbali (metode rukyah) lahan angker yang dihuni jin-jin jahat yang gemar menyesatkan manusia. Setelah para jin menyingkir, di lahan tersebut didirikan pesantren. Dia kembali ke Persia pada 1452 M setelah "membersihkan" banyak lahan di Pulau Jawa dan mendirikan pesantren. Ulama ini wafat di negerinya. Salah seorang pengikut atau sahabat Syekh Subakir menetap di sebelah utara Pemandian Blitar, Jawa Timur. Di rumah sahabat/muridnya itu hingga kini dikabarkan masih tersimpan sajadah yang terbuat dari batu kuno milik sang Syekh.

Angkatan kedua "Walisongo" berangkat ke Pulau Jawa pada 1420-an. Untuk angkatan ini, yang berangkat hanya tiga ulama dengan tujuan menggantikan tiga ulama yang dikirimkan pada angkatan pertama, karena telah wafat. Ketiganya adalah Raden Ahmad Ali Rahmatullah yang kemudian kita kenal dengan sebutan Sunan Ampel. Ulama dari Champa, Muangthai (Thailand) Selatan ini menjejakkan kaki di Pulau Jawa pada 1421 M. Dia menggantikan Malik Ibrahim yang wafat pada 1419 M.

Yang kedua Sayyid Ja’far Shodiq dari Palestina. Ia menjejakkan kaki di Pulau Jawa pada 1436 M untuk menggantikan Malik Isro’il yang wafat pada 1435 M. Ulama ini tinggal di Kudus, dan kemudian kita kenal dengan nama Sunan Kudus.

Yang terakhir atau yang ketiga adalah Syarif Hidayatullah atau yang kita kenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Dia dari Palestina dan tiba di Pulau Jawa pada 1436 M. Dia dikirim untuk menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat pada 1435 M.

Enam "Walisongo" dari angkatan pertama dan 3 "Walisongo" angkatan kedua yang dikirim ke Tanah Jawa untuk menggantikan 3 "Walisongo" angkatan pertama yang meninggal, kemudian membagi tugas. Sunan Ampel, Maulana Ishaq dan Maulana Jumadil Kubro bertugas di Jawa Timur; Sunan Kudus, Syekh Subakir dan Maulana Al-Maghrobi bertugas di Jawa Tengah; Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanuddin dan Maulana Alayuddin di Jawa Barat. Dengan adanya pembagian tugas ini, maka masing-masing wali telah mempunyai wilayah dakwah sendiri-sendiri, mereka bertugas sesuai keahlian masing-masing.

Hingga di sini, dari 12 ulama yang dikirim Mehmed I Celebi, masyarakat Jawa baru memiliki 4 wali. Darimanakah yang 5 lagi? Jawabannya adalah dari tanah Jawa sendiri. Mereka masuk menjadi anggota Majelis Dakwah bentukan Mehmed pada 1463-an. Mereka adalah :

  1. a7Putra Syekh Maulana Ishak dengan putri Kerajaan Blambangan bernama Dewi Sekardadu atau Dewi Kasiyan. Namanya Raden Paku. Dia lahir di Blambangan dan menjadi anggota Majelis Dakwah karena ayahnya, Syekh Maulana Ishak, pindah ke Kerajaan Samudra Pasai. Dia lah yang kita kenal dengan sebutan Sunan Giri karena tinggal di sebuah daerah yang bernama Giri. Makamnya berada di Gresik, Jawa Timur.
  2. Raden Said, putra Adipati Wilatikta yang berkedudukan di Tuban, Jawa Timur. Dia menjadi anggota Majelis Dakwah karena menggantikan gurunya, Syekh Subakir, yang kembali ke Persia. Dia kita kenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.
  3. Raden Makdum Ibrahim, putra Sunan Ampel. Dia menjadi anggota Majelis Dakwah karena menggantikan gurunya, Maulana Hasanuddin, yang wafat pada 1462. Dia kita kenal dengan nama Sunan Bonang.

Pada 1462 dan 1466, Majelis Dakwah mengangkat dua anggota baru untuk menggantikan Maulana Ahmad Jumadil Kubro dan Maulana Muhammad Maghrobi yang meninggal dunia. Namun demikian, kedua ulama yang diangkat tersebut tidak masuk dalam daftar Walisongo yang difahami masyarakat Pulau Jawa. Mereka adalah :

  1. Raden Patah, putra Raja Brawijaya dari Majapahit dan murid Sunan Ampel. Konon, pendiri Kerajaan Demak yang berkuasa pada 1500-1518 ini masih berdarah Tionghoa karena ibunya keturunan Negeri Tirai Bambu tersebut. Selain dikenal dengan nama Raden Patah, dia memiliki gelar Senapati Jimbun atau Panembahan Jimbun karena nama lain Raden Patah adalah Jin Bun.
  2. Fathullah Khan, putra Sunan Gunungjati. Dia dipilih untuk menjadi anggota Majelis Dakwah karena menggantikan ayahnya yang telah berusia lanjut.

Dua Walisongo yang dikenal masyarakat Jawa, yang melengkapi jumlahnya menjadi sembilan, adalah Raden Umar Said, putra Sunan Kalijaga diangkat menjadi anggota Majelis Dakwah karena ada lagi anggota majelis yang meninggal dunia, dan Raden Qasim yang bergelar Raden Syarifuddin, putra Sunan Ampel. Raden Umar Said kita kenal sebagai Sunan Muria, sedang Raden Qasim adalah Sunan Drajat. Sayangnya, Sang Pemburu Berita belum menemukan kapan kedua ulama ini diangkat menjadi anggota Majelis Dakwah, namun dari beberapa referensi yang diperoleh diketahui kalau Sunan Drajat berdakwah dan mendirikan pesantren di Desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan.

Hingga kini, soal apa dan bagaimana sebenarnya Walisongo memang masih menjadi perdebatan. Untuk makna kata misalnya, ada sejarawan yang mengatakan bahwa Walisongo berarti wali yang berjumlah sembilan orang, sesuai jumlah wali yang dikenal masyarakat Pulau Jawa. Selain itu, songo atau sanga dalam bahasa Jawa, berarti sembilan.

Namun demikian, ada pula pakar yang mengatakan kalau songo/sanga berasal dari bahasa Arab, tsana, yang berarti mulia. Ini relevan dengan status Majelis Dakwah yang berisi orang-orang mulia (para ulama). Apalagi karena dalam Majelis Dakwah tersebut, yang memiliki gelar sunan bukan hanya para wali yang sembilan itu, tapi hampir semua ulama yang pernah masuk dalam Majelis Dakwah. Sebagai contoh, Maulana Ishak bergelar Sunan Wali Lanang, Maulana Ahmad Jumadil Kubro bergelar Sunan Kubrawi, dan Maulana Muhammad Al-Maghrabi bergelar Sunan Maghribi. Jadi, jika mengacu pada fakta yang sebenarnya, jumlah wali di Pulau Jawa sebenarnya bisa lebih dari 12 orang!

a8Meski Islam telah masuk ke Indonesia jauh sebelum Sultan Mehmed I Celebi mengirimkan para ulama berkaromah ke Pulau Jawa, namun pengirimannya yang kemudian memunculkan "sejarah" Walisongo/Walisanga, dianggap sejarawan sebagai salah satu tonggak penting penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sayang, "sejarah emas" ini ditulis secara tidak lengkap, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan tentang seputar cara mereka menyebarkan Islam.

Jika Anda pernah menonton film berjudul "Walisongo" atau membaca buku-buku tentang bagaimana para wali itu menyebarkan Islam dengan menerapkan strategi akulturasi, Anda akan melihat betapa efektifnya penyebaran Islam yang mereka lakukan, sehingga berkat mereka pula lah saat ini Indonesia menjadi negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Bahkan mereka ikut memperkaya khazanah budaya bangsa dengan menciptakan Wayang Purwa.

Menurut berbagai referensi, sebelum memulai syiar Islam, para ulama yang dikirim Sultan Mehmed I Celebi terlebih dahulu mempelajari bahasa penduduk setempat agar dapat berkomunikasi dengan baik, dan mempelajari adat istiadat budayanya yang kala itu kental dipengaruhi agama Hindu dan Buddha. Selain itu, mereka juga mempelajari apa yang disukai dan dibutuhkan masyarakat. Dari apa yang mereka pelajari inilah kemudian diciptakan tembang-tembang keislaman berbahasa Jawa, gamelan, wayang purwa, dan sebagainya, karena mayoritas penduduk Pulau Jawa memang penyuka kesenian.

Namun, banyak kalangan yang mempertanyakan selama syiar Islam yang dilakukan, mengapa para wali itu tidak menjaga kemurnian ajaran Islam, sehingga tidak mengharamkan kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga, dan malah memodifikasinya menjadi acara tahlilan. Para wali itu bahkan memberikan nama lain untuk shalat, yakni sembahyang yang berasal dari kata sembah (menyembah) dan hyang (dewa). Selain itu, masjid kecil atau surau diberi nama langgar yang mirip dengan sanggar; tempat orang berkesenian.

a9Tak hanya itu, bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkat-tingkat. Masjid Kudus bahkan dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Selain itu, untuk mendidik para calon dai, para wali mendirikan pesantren-pesantren yang menurut sebagian sejarawan, mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Buddha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama.

Yang hingga kini masih juga menjadi perdebatan adalah pertikaian Walisongo dengan rekannya sendiri yang juga anggota Majelis Dakwah, Syekh Siti Jenar yang berujung dengan dibunuhnya Syekh bernama lain Syekh Lemah Abang itu, oleh para wali. Pasalnya, meski penghukuman terhadap Syekh Siti Jenar dianggap benar karena sang Syekh mengajarkan Islam yang menyimpang, namun sebagian orang justru mengklaim kalau apa yang diajarkan Syekh Siti Jenar justru merupakan ajaran Islam yang benar, yang disebarkan sang Syekh untuk meluruskan ajaran Islam yang disebarkan Walisongo.

Repotnya lagi, meski Walisongo menyiarkan Islam, hanya Sunan Bonang yang meninggalkan sebuah buku yang terkait dengan apa yang mereka ajarkan. Namanya Primbon Wejangan Sunan Bonang. Buku ini berisi ajaran tentang fikih, tauhid, dan tasawuf berdasarkan Ihyâ’ Ulûmid-dîn al-Ghazali, al-Anthâki dari Dawud al-Anthaki, dan kitab Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Menurut Muhammad Syamsu As, seorang peneliti Islam, ajaran Sunan Bonang mengikuti akidah Ahlusunah wal Jamaah dengan mazhab Syafii. "Buku itu mewakili ajaran semua Walisongo," katanya.

a10Menurut Ustad Abdul Aziz, seorang mualaf dari kasta Brahmana, hampir semua ritual dalam agama Hindu, ada dalam ritual pemeluk Islam di Tanah Jawa hingga saat ini, kecuali ngaben (pembakaran mayat). Mulai dari saat seorang ibu sedang mengandung hingga melahirkan, dan setelah kematian anggota keluarga.

"Ini menyedihkan, karena umat Islam yang memiliki ajarannya sendiri, ikut-ikutan ajaran agama lain yang tidak diajarkan dalam agamanya. Padahal, ajaran itu dapat menjerumuskan umat Islam yang melakukannya dalam kemusyrikan," kata sang Ustad dalam video yang sempat beredar di kalangan umat Muslim.

Ustad yang semula bernama Ida Bagus Erit Budi Winarno dan pernah menjadi pendeta Hindu di salah satu pura di Tabanan, Bali, ini menyitir hadist yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Al Aqdhiyah. Bunyinya; "Dari Aisyah RA: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  bersabda; "Barangsiapa melakukan suatu amalan, dan tidak didasarkan amalan itu dengan perintah kami, maka amalan itu menjadi tertolak".

Melalui hadis ini, Ustad Abdul Malik menegaskan, bahwa jika umat Islam melakukan amal kebaikan, termasuk beribadah, namun tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka amalan itu menjadi sia-sia belaka. Naudzubillahiminzalik.

a11Dalam Al Qur'an surah Al Baqarah ayat 42, Allah mengingatkan;  "Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang batil, dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahuinya". Ayat ini dapat diterjemahkan sebagai perintah Allah agar umat Islam menjalankan syariat Islam secara murni, dan meninggalkan yang tidak diajarkan-Nya.

Dalam penjelasannya, Ustad Abdul Aziz menegaskan bahwa ajaran Islam merupakan ajaran yang simpel dan tidak memberatkan penganutnya. Namun, masuknya tradisi Hindu dalam ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ini membuat ajaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, cenderung menjadi sebaliknya, sehingga demi pelaksanaan tradisi yang berupa ritual-ritual tersebut, umat Islam menjadi tak segan-segan berutang atau menjual barang berharga miliknya. "Padahal melakukan sesuatu dengan memaksakan diri sehingga harus berutang, bukanlah hal yang baik. Terlebih jika pemaksaan diri itu untuk melakukan suatu kegiatan yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala," imbuhnya.

Dalam Surah Al Maidah ayat 3, Allah berfirman; "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu".

Sebagai agama yang telah disempurnakan, Islam memiliki ajaran yang lebih baik dibanding agama Nasrani yang dibawa Nabi Isa as maupun agama-agama tauhid yang dibawa Nabi Musa, Daud, dan nabi-nabi sebelum mereka, karena Islam merupakan penyempurnaan dari agama-agama tersebut. Maka, tidak heran jika begitu banyak peringatan maupun ancaman Allah dalam Al Qur'an jika umat manusia tidak mengamalkan ajaran Islam secara benar.

a12Dalam Al Qur'an Surah Al An'am ayat 82, Allah berfirman; "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk". Sedang Surah Al Baqarah ayat 82, Allah berfirman; "Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya".

Inilah ritual-ritual agama Hindu saat wanita sedang mengandung hingga setelah melahirkan yang hingga kini masih dilaksanakan sebagian besar umat Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, yang seharusnya tidak dikerjakan.

  1. Sepasaran
  2. Telonan
  3. Tingkepan
  4. Piton-piton
  5. Penanaman ari-ari

a13Jika Anda mencari dalil pelaksanaan ritual-ritual ini dalam Al Qur'an maupun hadist, ritual-ritual ini takkan ada penjelasannya di sana karena memang bukan ajaran Islam. Namun jika Anda membuka Kitab Sama Weda Sloka 7 pada halaman 35 milik penganut agama Hindu, maka dasar pelaksanaan ritual-ritual itu dengan mudah akan Anda temui.

Menurut Ustad Abdul Aziz, bunyi Kitab Sama Weda Sloka 7 pada halaman 35 adalah sebagai berikut: "aranyor nihito jataweda garbham iwet subhrto garbhi nibhi diwe diwa inayo jagrwabdir wiwinadhir manucyebhi ragnih". Artinya: "Di antara dua tempat nyala terdapat jata weda laksana, benih suci terpelihara dengan baik pada wanita mengandung. Agni dari hari ke hari harus dipelihara oleh manusia yang memelihara dengan membuat persembahan (telonan, sepasaran, tingkepan, selapanan, setahunan, karo tengah tahunan) kepada Tuhan".

Dalam ajaran agama Hindu, tingkepan atau yang kita kenal dengan ritual 7 bulanan, merupakan ritual yang paling disakralkan, sehingga selama ritual dilaksanakan, dibacakan doa-doa dari kitab-kitab suci Hindu (Wedha) agar wanita yang mengandung dan anak yang dikandung, diberi keselamatan. Selain itu, jika anak yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, maka wajahnya akan sebagus/setampan Dewa Brahma. Jika perempuan, wajahnya akan secantik Dewi Saraswati. Oleh umat Islam, pembacaan kitab-kitab agama Hindu diganti dengan tahlilan, salawatan, dan pembacaan surah Yusuf jika yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, dan surah Maryam jika yang dikandung berjenis kelamin perempuan.

Dalam kitab Upadesa, kitab umat Hindu yang lain, ritual tingkepan dan telonan dijelaskan secara detil di halaman 40. Ini lah yang dilakukan saat kedua ritual tersebut dikerjakan.

  1. Pengambean, atau ritual pemanggilan atman (urip/ruh)
  2. Sambutan, atau ritual penyambutan atau pengukuhan letak atman pada si jabang bayi
  3. Janganan, atau suguhan terhadap "4 saudara" yang menyertai kelahiran di jabang bayi, yaitu darah, air, barah dan ari-ari (orang Jawa menyebut ke-4 saudara ini dengan kakang kawah dan adik ari-ari, namun ada juga yang menyebutnya dengan amarah, lawwamah, suffiah dan mutmainah)

Saat ritual dilaksanakan, siapapun yang ingin menjenguk si jabang bayi yang baru dilahirkan, harus memasuki dapur terlebih dahulu. Cara memasuki dapur pun ada aturannya, yakni dengan kaki kanan dahulu.

Setelah bayi dilahirkan, inilah tradisi umat Hindu terhadap ari-ari:

  1. Setelah ari-ari lepas, ari-ari dibersihkan dengan air lalu dimasukkan dalam tempurung kelapa atau kendi
  2. Ke dalam tempurung kelapa atau kendi dimasukkan AUM dengan tujuan agar Sang Hyang Widhi melindungi ari-ari
  3. Dimasukkan wewangian sebagai persembahan 4 Saudara yang mengiringi kelahiran jabang bayi, kepada Sang Hyang Widhi
  4. Ari-ari ditanam di sebelah kanan pintu rumah jika yang lahir anak laki-laki, dan di sebelah kiri pintu rumah jika yang lahir anak perempuan
  5. Tempat penanaman ari-ari ditutupi sesuatu, dan jika malam hari diterangi dengan lampu atau bohlam
  6. Jika bayi dimandikan, air bekas mandinya disiramkan ke tempat penanaman ari-ari
  7. Jika bayi habis diberi ASI, ASI juga dicipratkan atau disiramkan ke tempat ari-ari ditanam
  8. Pada pergelangan tangan atau pinggang bayi dililitkan benang pawitra. Benang ini biasanya terdiri dari jalinan tiga benang berwarna putih, merah dan hitam.

a14Ustad Abdul Aziz menjelaskan, umat Hindu percaya bahwa setiap ada bayi yang lahir ke dunia, para dewa akan menyambanginya. Namun, karena para dewa ini turun dari kahyangan pada malam hari dan yang lebih dulu dijenguk adalah ari-arinya, maka agar para dewa tidak tersasar, maka tempat penanaman ari-ari harus diberi penerangan sebagai penunjuk titik penanaman ari-ari itu.

"Benang pawitra diyakini umat Hindu sebagai penolak bala, sehingga bayi aman dari gangguan Dewa Assura yang di kalangan umat Islam di Pulau Jawa dikenal dengan nama Betoro Kolo," imbuhnya.

Saat bayi telah mencapai usia 1,5 tahun, umat Hindu menggelar ritual atonan. Dalam ritual ini, bayi dimasukkan dalam sangkar ayam yang terbuat dari bambu, dan ke dalam kurungan itu juga dimasukkan buku-buku, pinsil, dan berbagai peralatan lain dengan tujuan agar jika si anak telah besar, dia akan menjadi anak yang pintar, pintar berdandan jika perempuan, dan lain sebagainya. Ritual ini juga diisi dengan ritual yang disebut "Naik Tujuh Tangga" agar si anak memiliki langkah yang mantap dalam berjalan dan dalam meniti hidup. Di kalangan umat Hindu, tujuh tangga yang harus diinjak si anak dibuat dari tebu ireng, namun di kalangan umat Islam di Pulau Jawa, menaiki tujuh tangga dari tebu ireng diganti dengan menginjak tujuh kue apem.

a15"Dalam Islam, ritual yang diajarkan untuk menyambut kelahiran jabang bayi hanya melakukan aqeqah, yaitu pemotongan dua ekor kambing jika yang lahir anak laki-laki, dan satu ekor kambing jika yang lahir anak perempuan. Pelaksanaan aqeqah yang pas adalah tujuh hari setelah si anak lahir," imbuh Ustad Abdul Aziz lagi. (bersambung)

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya," (Surah Al A'raf ayat 96).

 Ayat ini dapat menjadi bahan renungan bagi kita karena sebagai penduduk yang hidup di sebuah negara yang kaya akan hasil bumi dan sumber daya manusia (SDM), negara kita, Indonesia, seolah tak putus dirundung masalah, sehingga jangankan menjadi negara terkuat dan terkemuka di dunia, menghadapi intervensi asing pun kita tak mampu. Bahkan, jika pada zaman revolusi dulu kita dijajah Belanda, saat ini kita dijajah oleh para kapitalis yang mencengkeram para penguasa negara ini dengan sedemikian rupa, sehingga kebijakan-kebijakan yang mereka buat kerap kali tidak berpihak kepada masyarakat, melainkan kepada para kapitalis tersebut.

 Dalam skala makro, kacaunya negara ini juga diakibatkan budaya konsumtif yang melanda semua lapisan masyarakat, sehingga demi memenuhi kebutuhan gaya hidup modern dan gengsi, semua dihalalkan, termasuk berbohong, bersikap manipulatif, dan korupsi hanya demi mendapatkan uang dan hidup dalam kemewahan.

 Islam sebagai agama yang sempurna, mengharamkan perilaku buruk itu karena Islam mewajibkan penganutnya untuk berdiri pada yang hak, dan menjauhi yang batil. Karenanya, Islam memiliki ajaran yang simpel dan dapat diterapkan di semua zaman, serta tidak memberatkan umatnya. Namun, pengaruh dari luar Islam yang menodai kemurniannya, membuat agama rahmatan lil alamin ini cenderung menjadi "aneh", berbau mistik, dan ribet.

 Di beberapa daerah di Pulau Jawa, terdapat sejumlah ritual yang dilakukan umat Islam ketika salah seorang keluarganya meninggal. Yakni :

  1. Berobosan, dimana anggota keluarga yang ditinggalkan menerobos di bawah keranda mayat yang akan dikuburkan dari kanan ke kiri, dan kembali lagi ke kanan.
  2. Ketika keranda diarak menuju tempat pemakaman, kepala keranda dimana terdapat kepala mayat, dilindungi payung.
  3. Keranda "dihias" dengan rangkain bunga berwarna putih, merah dan kuning yang disebut ronje.
  4. Saat keranda akan dibawa ke tempat pemakaman, keluarga melakukan saweran, yaitu menyebar campuran beras kuning, bunga, uang, dan daun andong puring ke arah keranda yang telah digotong, siap dibawa ke tempat pemakaman.

 Jika Anda bertanya kepada umat Islam pelaku ritual-ritual tersebut tentang makna ritual-ritual yang mereka lakukan, mereka pasti mengatakan tak tahu karena hanya meneruskan tradisi leluhur. Namun Ustad Abdul Aziz dapat menjelaskan, bahwa ritual-ritual itu merupakan ajaran dalam agama Hindu. Maknanya adalah :

  1. Berobosan merupakan wujud bakti (penghormatan) kepada orang yang meninggal yang telah meninggalkan dunia fana ini, dan merupakan salam kepada para dewa di nirwana yang menyambut arwah si orang yang meninggal.
  2. Memayungi kepala keranda (kepala yang meninggal) memiliki makna bahwa si almarhum/almarhumah sedang meninggalkan alam mikrokosmos (alam dunia) menuju alam bumi agung. Bumi dilambangkan sebagai payung
  3. Bunga putih yang dijadikan ronje merupakan lambang Dewa Brahma; bunga merah melambangkan Dewa Wishnu; dan bunga kuning melambangkan Dewa Shiwa.

 Dalam ajaran agama Hindu, jika keluarga orang yang meninggal termasuk kalangan mampu, mayat si orang yang meninggal langsung dibakar (ngaben). Jika dari kalangan tidak mampu, mayat dikubur dengan diberi kijingan.

 "Dalam salah satu hadist, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda; bila makam diberi kijingan, maka si orang yang meninggal tidak dapat bangkit dari kuburnya (pada hari kiamat)," jelas Ustad Abdul Aziz. Naudzubillahiminzalik.

aiiApa saja yang Anda lakukan setelah memakamkan sanak saudara atau keluarga Anda yang meninggal dunia? Hati-hati, sebelum melakukannya carilah dulu sumber rujukannya di dalam Islam agar apa yang Anda lakukan diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan tidak menjadi bid'ah.

Di kalangan umat Islam dimana pun di Indonesia terdapat sebuah tradisi untuk memperingati kematian sanak saudara dan keluarganya pada hari-hari tertentu, yakni selamatan hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1.000 hari meninggalnya almarhum/almarhumah. Dalam tradisi ini, si ahli waris mengadakan tahlil dan Yasin yang dilengkapi dengan berbagai suguhan makanan serta minuman.

 Dari segi kemanusiaan, tradisi ini sangat memprihatinkan karena keluarga yang sedang berduka harus menyiapkan dan mengeluarkan dana yang tidak sedikit, sehingga jika sang ahli waris termasuk keluarga tak mampu, hal ini tentu sangat memberatkan, sehingga, lagi-lagi, berutang pun menjadi pilihan.

 Jika Anda cari dalil pelaksanaan tradisi ini dalam Al Qur'an dan hadist yang merupakan sumber rujukan umat Islam, ajaran tradisi ini takkan ada. Tapi cobalah buka sejumlah buku ajaran agama Hindu, maka ajaran untuk tradisi ini akan Anda temukan.

wedaUstad Abdul Aziz menjelaskan, tradisi selamatan hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1.000 ada dalam kitab Kitab Mahanarayana UpanisadKitab Manawa Dharmasastra Weda Smertihalaman 99, 192, dan 193, serta buku karya Ida Bedande Adi Suripto berjudul "Nilai-nilai Hindu Dalam Budaya Jawa, Serpihan yang Tertinggal". Ida Bedande adalah duta agama Hindu untuk Nepal, Vatikan, Roma, dan India. Saat ini dia menjabat sebagai sekretaris PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia).

Tradisi selamatan pada hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1.000 juga terdapat dalam Kitab Sama Veda halaman 373 ayat 1, dalam Kitab Sama Veda Samhita, dan termasuk dalam rukun iman umat Hindu (Panca Sradha):

  1. Percaya adanya Sang Hyang Widhi
  2. Roh leluhur
  3. Karmapala
  4. Smskra manitis
  5. Moksa

Panca Sradha memiliki rukun yang disebut Panca Yajna, yang artinya lima macam selamatan. Terdiri dari :

  1. Dewa Yajna adalah selamatan untuk Ida Sang Hyang Widhi Yasa 
  2. Pritra Yajna adalah selamatan kepada leluhur yang dilaksanakan pada hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1.000
  3. Manusia Yajna adalah selamatan untuk atman, biasanya selamatan pada hari kelahiran atau ulang tahun
  4. Rsi Yajna, selamatan untuk almarhum para sesepuh atau orang yang dituakan. Di kalangan umat Islam disebut khaul untuk memperingati hari wafatnya ulama/kyai atau orang yang dituakan.
  5. sesajian-lautButa Yajna, selamatan untuk semua makhluk, biasanya dilaksanakan dalam bentuk melarung sesajian atau makanan ke laut. Umat Islam di beberapa wilayah di Pulau Jawa biasanya melakukan ritual ini menjelang Ramadan. Ritual ini, menurut Ustad Abdul Aziz, bertentangan dengan Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Az-Zariat ayat 57 yang berarti; "Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari manusia dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberiku makanan". Juga bertentangan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Al-Anam ayat 14.

Dalam ajaran Islam, yang disarankan bagi keluarga yang ditinggalkan oleh sanak keluarganya adalah  bersedekah jika memiliki kelebihan harta dengan tanpa menunggu hingga tiga hari, tujuh hari hingga 1.000 hari pasca wafatnya almarhum/almarhumah.  Ada yang mengatakan bahwa yang terbaik untuk disedekahkan adalah barang yang ditinggalkan almarhum/almarhumah, baik berupa pakaian, perhiasan, atau lainnya.

sujudWalisongo merupakan majelis para ulama yang berjasa besar dalam menuntun mayoritas rakyat Indonesia ke dalam cahaya Islam. Kelak, di akhirat, hanya umat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan umat para Nabi serta Rasul terdahulu yang mendapat tempat di surga-Nya, asalkan umat-umat ini melaksanakan ajaran yang dibawa para Nabi dan Rasul itu dengan benar dan tidak menyimpang.

Tak dapat dipungkiri bahwa masuknya ajaran Hindu dalam ajaran Islam yang disebarkan Walisongo merupakan dampak dari pola akulturasi yang digunakan, sehingga tidak sedikit peneliti Islam dan mubaligh yang menilai kalau sesungguhnya dakwah yang dilakukan Walisongo masih harus diteruskan oleh para mubaligh dan ulama masa kini, agar ajaran Islam yang difahami dan dijalankan masyarakat Indonesia sesuai dengan yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Tak sulit untuk memahami mengapa Walisongo menggunakan pola akulturasi dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia. Dalam buku berjudul “Nusantara: A History of Indonesia” yang ditulis sejarawan Belanda Bernard H. M. Vlekke, Luthfi Assyaukanie membuat kata pengantar yang menarik. Ia menulis begini;

"Para raja Jawa, menurut Vlekke, memilih Islam bukan karena mereka suka dengan agama itu, tapi karena situasi politik lah yang mendorong mereka bertindak demikian. Pada abad ke-16 M, para pelaut Portugis mulai menjejakkan kakinya di pantai-pantai Jawa, sehingga para raja Jawa dihadapkan pilihan sulit antara memilih bersekutu dengan Portugis atau bekerjasama dengan Johor dan Demak, yang berarti harus memilih antara Kristen dan Islam.

Melihat perilaku Portugis dan catatan kecurangan-kecurangan mereka, raja-raja Jawa kemudian memilih Islam. Agaknya bukan hanya rasa kedekatan budaya dan sejarah masa silam yang membuat mereka lebih menerima bersekutu dengan kerajaan-kerajaan Islam, tapi juga karena agama ini memberikan fleksibilitas yang tinggi ketimbang Kristen. Jika mereka masuk Kristen, bukan hanya mereka harus tunduk pada kekuasaan Portugis, tapi juga harus mengganti tradisi mereka dengan budaya baru yang dibawa oleh orang-orang kulit putih itu..."

Dari paparan ini sangat jelas bahwa penyebaran Islam di Tanah Jawa oleh Walisongo bukanlah perkara mudah, sehingga pola akulturasi pun dipilih. Tentu, para Walisongo bukannya tak mengerti dampak dari pilihannya itu karena di antara mereka ada yang berasal dari Timur Tengah, kawasan dimana Islam diturunkan. Namun lebih pada strategi belaka agar Islam dapat disebarkan ke seluruh penjuru Bumi.

Dalam makalah berjudul "Islam dan Akulturasi Budaya Lokal", peneliti Islam Irfan Salim mengatakan; "Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal dengan pandangan hidup (weltanschaung) mengenai persamaan, keadilan, takaful, kebebasan dan kehormatan, serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Pada saat yang sama, dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi, Islam mempunyai karakter dinamis, elastis dan akomodatif dengan budaya lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Inilah yang diistilahkan Gus Dur dengan "pribumisasi Islam."

Maka jelas sudah mengapa Walisongo memilih akulturasi sebagai strategi menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Tinggal kini bagaimana kita memahami dan mengetahui Islam yang benar sesuai yang dirisalahkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan melaksanakannya dengan sebenar-benarnya. Tidak lagi menjadi Islam KTP atau orang Indonesia yang menganut ajaran Islam karena "warisan" keluarga atau leluhur.

 Terkait:

  1. Sejarah Lahirnya Tahlilan dalam Upacara Kematian
  2. Tahlilan dalam Pandangan NU, Muhammadiyah, PERSIS , Al Irsyad, Wali Songo, Ulama Salaf dan 4 Mazhab

Sumber: sangpemburuberita

Share/Save/Bookmark
Dibaca :61852 kali  

Komentar-Komentar  

 
Nur wahyudiono
0 #82 Aku Ra Po PoNur wahyudiono 2014-10-14 17:52
Assalamualykm"

Saya penasaran, andaikan AL mukarrom AL UstadzZz Abdul Aziz hidup di zaman wali songo...kira-ki ra metode dakwah apa yang beliau gunakan dalam menyebarkan ajaran islam di Indonesia. :D
Quote
 
 
jk
0 #81 komentjk 2014-08-26 09:40
dakwah untuk orang2 yg masih melakukan kesyirikan , bidah dan sejenisnya . sprt dakwah para nabi di zaman jahiliyah dulu. kita harus sabar untuk membuat orang bodoh menjadi pintar dan yg tersesat menjadi tau jalan. semuga Alloh selalu merahmati kita semua. amin
Quote
 
 
ibu sugeng
0 #80 berbagiibu sugeng 2014-08-26 01:25
TERIMAKASIH KPD MBAH RUDUMAN YG TELAH MEMBANTU KAMI SEKELUARGA. ATAS BANTUAN PESUGIHAN 3HARI DARI MBAH RUDUMAN SEKARANG HIDUP KAMI SUDAH BERUBAH YG DULUNYA SUSAH TERLILIT HUTANG.
SEKARANG KAMI SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTANG-HUTANG KAMI DI BANK BRI YG JUMLAHNYA 750JT DAN SISANYA AKAN KAMI BELIKAN RUMAH,MOBIL DAN MODAL USAHA.
TEMAN-TEMAN YG DALAM KESULITAN HUB MBAH RUDUMAN DI NOMOR 085394473161
RITUAL INI AMAN TANPA TUMBAL SUMPAH DEMI ALLAH SAYA SUDAH MEMBUKTIKANNYA.
KAMI SEKELUARGA MENUCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH KPD MBAH RUDUMAN.
SAKSI LAIN KLIK
http://sumsel.tribunnews.com/2013/09/24/ruduman-miliki-bank-gaib-berisi-uang-triliunan-rupiah-yang-tak-kasat-mata
Quote
 
 
joko
0 #79 togeljoko 2014-08-13 18:59
Selamat Datang di Website OM AGUS
Izinkan kami membantu anda
semua dengan Angka ritual Kami..
Kami dengan bantuan Supranatural
Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
Mengagumkan…Bisa Menerawang
Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
dengan sangat Membutuhkan
Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
1. Di Lilit Hutang
2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
berada Di blog yang sangat Tepat..
Kami akan membantu anda semua dengan
Angka Ritual Kami..Anda
Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
di jamin Tembus 100% silahkan:
Hub : (OM AGUS)
(085-399-278-797) atau klik http://togelmalaysia34.blogspot.com/
Quote
 
 
radu
0 #78 abdul aziz hindu?radu 2014-08-07 10:24
wah .... berabe juga klo ente-ente pade percaye ame pembual kayak abdul aziz. paling gak gue tau kalo die manusie setengah mateng trus ngumbar bacot demi popularitas. kembalilah kejalan belak belok karena jalan lurus cendrung nabrak-nabrak.. .. mampus lo
Quote
 
 
rizky
0 #77 ajaran islam di indonesia mengandung bidah dan kemusyrikanrizky 2014-07-10 12:50
Saya rizky:-Sangat stuju dengan membenar kan artikel di atas! saya juga salut dengan ustadz abdul aziz yang berprofesi sebagai tokoh agama pendeta hindu. kini ia t'lah kembali ke pada jalan yang lurus dan benar yaitu islam. bahkan ustadz abdul aziz sendiri mengakui kebenaran al-qur'an serta agama islam. sungguh allahswt t'lah membuka mata hati,telinga dan kesadaran pada ustadz abdul aziz...! :-)
Quote
 
 
yoki
0 #76 info masalahyoki 2014-07-02 10:12
maaf digangu,bagi saudara punya
masalah ekonomi,ubah nasib,jodoh,susuk,
togel,pesugihan,jabatan,penjua,bisnis,usaha dll.....
tlp aki songo 085283152828 atau klik www.paranormal-kisongo.blogspot.com
lht facebook(Ramala n Aki songo).
prnh dibantu oleh eyang guru,
Quote
 
 
yoki
0 #75 info masalahyoki 2014-07-02 10:10
maaf digangu,bagi saudara punya
masalah ekonomi,ubah nasib,jodoh,susuk,
togel,pesugihan,jabatan,penjua,bisnis,usaha dll.....
tlp aki songo 085283152828 atau klik www.paranormal-kisongo.blogspot.com
lht facebook(Ramala n Aki songo).
prnh dibantu oleh eyang guru,
Quote
 
 
andong
0 #74 bidahandong 2014-06-22 19:50
memang kebenaran sulit untuk di temukan apa lagi hal hal mengenai ajaran ajran yang pada dasarnya kebenaran islam itu sendiri. lebih lebih saya pribadi sebagai orang bodoh diman masih bayak belajar tentang itu semua,lebih baik kita berdoa pada diri sendiri semoga alloh menuntut kita ke ajaran 2 yang menjahui kesesatan2 itu
Quote
 
 
W2N
0 #73 Hormati perbedaan dengan IndahW2N 2014-06-03 12:03
kita hormati ajaran-ajaran leluhur, islam masuk ke indonesia dan di terima masyarakatnya karena jasa2 para wali yang tidak memusnahkan adat istiadat yang berlaku di masa itu. sulit menghilangkan adat istiadat karena itu keyakinan yang mendarah daging. untuk generasi muda sekarang itu di anggap bid'ah. tapi untuk orang orang tua yang masih menyakininya selama itu dalam konteks doa2 islam dan bukan mantera2 juga tidak ada salahnya kita hormati. keyakinan itu dapat menciptakan sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. nafsi nafsi. karena cuma Alloh semata yang Maha Benar. jangan sedikit2 itu sesatlah, bid'ah lah.....hanya memperluas perseteruan buat oknum2 yang bermaksud menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa indonesia. hormati perbedaan dengan indah. jalankan saja keyakinan masing2 karena kita sendiri yang bertanggung jawab terhadapNYA
Quote
 
 
putra
0 #72 komenputra 2014-05-26 14:42
banyak yang berseteru karena kurangnya ilmu, cita2 saya sih mencari ilmu di madinah sana, belum ada modalnya aja. :) untuk mencari ilmu agama, mending ke madinah, orang2 jebolan sana Insya Allah ilmunya sudah tinggi. Di indonesia itu byk (ustadz)yang dianggap benar, memang apa2nya baik, tp ada aja kurangnya. ada ustadzah yang jika tertawa terbahak-bahak, ada ustadz yang berceramah kadang dengan / sambil tari2an. uda aneh2 aja ni zaman. mana dalam acara itu hadirinnya dicampur ikhwan dan akhwat. hati2 dgn yang benar, tp ternyata salah. yang saya tau hingga sekarang, orang2 yang menjalani hidup dengan berdasarkan hadist dan qur'an itu ialah salafy. semoga hati kita terbuka akan salaf. aamiin.
Quote
 
 
Hanif Fachruddin
0 #71 saudaraku... kembalilah kepada tauhid...Hanif Fachruddin 2014-05-18 09:08
Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan :

عَنْ أَبِيْ عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَبْدِ اللهِ بْنِ لُحَيِّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ أَنَّهُ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أَلاَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أََلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ .

Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”

Keterangan:
Hadits ini diriwayatkan oleh:
1. Abu Dawud, Kitabus Sunnah Bab Syarhus Sunnah no. 4597, dan lafazh hadits di atas adalah dari lafazh-nya.
2. Ad-Darimi, dalam kitab Sunan-nya (II/241) Bab fii Iftiraqi Hadzihil Ummah.
3. Imam Ahmad, dalam Musnad-nya (IV/102).
4. Al-Hakim, dalam kitab al-Mustadrak (I/128).
5. Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari’ah (I/314-315 no. 29).
6. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam Kitabus Sunnah, (I/7) no. 1-2.
7. Ibnu Baththah, dalam kitab al-Ibaanah ‘an Syari’atil Firqah an-Najiyah (I/371) no. 268, tahqiq Ridha Na’san Mu’thi, cet.II Darur Rayah 1415 H.
8. Al-Lalikaa-iy, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunah wal Jama’ah (I/113-114) no. 150, tahqiq Dr. Ahmad bin Sa’id bin Hamdan al-Ghaamidi, cet. Daar Thay-yibah th. 1418 H.
9. Al-Ashbahani, dalam kitab al-Hujjah fii Bayanil Mahajjah pasal Fii Dzikril Ahwa’ al-Madzmumah al-Qismul Awwal I/107 no. 16.



Manusia ini adalah lemah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Artinya : Dan diciptakan dalam keadaan lemah.” [An-Nisaa’: 28]

Dan manusia itu juga jahil (bodoh), zhalim dan sedikit ilmunya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya , dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesung-guhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.” [Al-Ahzaab: 72]

Serta seringkali berkeluh kesah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Artinya ; Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” [Al-Ma’aarij : 19]

Sedangkan wahyu tidak ada kebathilan di dalamnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Yang tidak datang kepadanya (al-Qur’an) kebathilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji.” [Al-Fushshilat : 42]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa ummatnya akan mengalami perpecahan dan perselisihan dan akan menjadi 73 (tujuh puluh tiga) firqah, semuanya ini telah terbukti.

Dan yang terpenting bagi kita sekarang ini ialah berusaha mengetahui tentang kelompok-kelomp ok yang binasa dan golongan yang selamat serta ciri-ciri mereka berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang sah dan penjelasan para Shahabat dan para ulama Salaf, agar kita termasuk ke dalam “Golongan yang selamat” dan menjauhkan diri dari kelompok-kelomp ok sesat yang kian hari kian berkembang.

Golongan yang selamat hanya satu, dan jalan selamat menuju kepada Allah hanya satu, Allah Subahanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraik an kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada-mu agar kamu bertaqwa.” [Al-An’am: 153]

Jalan yang selamat adalah jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sha-habatnya.

Bila ummat Islam ingin selamat dunia dan akhirat, maka mereka wajib mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya. Maka kembalilah kepada Tauhid - islam yang murni dan suci

Mudah-mudahan Allah membimbing kita ke jalan selamat dan memberikan hidayah taufiq untuk mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya.

Wallahu a’lam bish shawab.

:-)
Quote
 
 
aman
0 #70 diam lebih baikaman 2014-05-09 11:57
menarik :lol:
Quote
 
 
Sonto loyo 52
0 #69 Wongcilik22Sonto loyo 52 2014-04-16 17:14
Saya tidak akan menggunakan kata bidat.Saya setuju bahwa Agama apapun saat ini sudah tidak ada yang murni lagi, buktinya; semua agama apapun agamamnya sudah berkembang dengan banyaknya aliran ataupun sekte yang masing-masing aliran ataupun sekte mengklim bahwa aliran ataupun sektenya paling benar. Untuk itu, marilah kita masing-masing saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia ciptaan NYA dengan tidak mencampur adukkan antar agama, suku, ras, antar golongan, dan kepentingan demi utuh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.
Quote
 
 
achmad
0 #68 jangan mencelaachmad 2014-03-17 20:16
Belajarlah lagi hinggah mencapai hikmah bro..sehingga kita gak gampang mencela dan memutuskan..pah amilah hakikat..karna gak ada yang sia sia ciptaan Allah..siang dan malam..baik dan buruk adalah ciptaan Allah juga.
Quote
 
 
thomas
-2 #67 islam arab itu teroristhomas 2014-02-28 15:48
Teroris, krn berkhianat kepada kholfah usmaniyah ditahun 1924. Me$isahkan diri dari jamaah. Teroris, krn menghancurkan situs peninggalan nabi yg sahabat kulafaurosyidin saja melestarikan. Dg alasan konyol agar tidak musyrik. Padahal minum obat / naik mobil aja bisa musyrik. Teroris, krn maling teriak maling
Quote
 
 
embun yamin
0 #66 ajaran islam di indonesia mengandung bid'ahembun yamin 2014-02-26 13:13
subhanallah artikel ny nambah ilmu,
Quote
 
 
amrizal lubis
+1 #65 Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan Kemusyrikanamrizal lubis 2014-01-26 23:58
Asslamu'alaikum...
sy cuma org biasa yg tak banyak tahu dengan agama,,,cuma dari judul tulisan diatas terlalu menjeneralkan bahwa di indonesia ajaran agama Islam mengandung Bid'ah dan kemusyrikan..it u terlalu umum,,brarti agama islam diindonesia tidak ada yang benar lagi..klo tadi judulnya banyak ajaran islam diindonesia yg mengandung bid'ah dan kemusyrikan itu mungkin masih diterima..kemud ian jga contoh-contoh bid'ah yg disajikan juga masih mengandung nilai budaya bukan nilai ibadah,,nilai budaya tidak bisa disamakan dengan ibadah,,karena banayk yg melakukan budya itu hanya sebagai kebiasaan bukan niat beribadah barangkali,, terkadang hanya untuk dipertontonkan saja..biar dikenal orang bahkan biar indonesia kenal dianya..kita pikir dengan hati bukan dengan logika,,berilmu lah dengan hikmah..terima kasih..mhn maaf jka kurang pass,,lihat diawal siapa saya..ampuni aku ya Allah,,,lindung i hamba-hamba mu ya Allah..kuatkan hamba dengan ilmu hikmah ya ALlah..mohon maaf kepada semua..teima kasih
Quote
 
 
Kyai Ditilang Ngamuk
+1 #64 Kyai Ditilang NgamukKyai Ditilang Ngamuk 2013-12-30 14:23
http://www.youtube.com/watch?v=EDnYNaAbCUw
Quote
 
 
daris sirad
0 #63 Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan Kemusyrikandaris sirad 2013-11-08 19:48
Allah Subhana Watta'ala menjamin 2 kota suci ( Makah dan Madinah) dari rusaknya Tauhid, ...
Quote
 
 
faqir
0 #62 comentfaqir 2013-10-28 05:46
Wallohu a'lamu bishowab....
Jangan terlalu suka memusyrikan seseorang
Cari dan Ambilah hikmah dari padanya
Quote
 
 
ADIB
+1 #61 bANYAK YG KOMPLAINADIB 2013-10-25 08:19
kpd penulis saya ingatkan bahwa anda harus bersabar karena nabi dulu dlm menyampaikan kebenaran penuh dg tantangan. nah tulisan anda pasti akan dicemooh sdr2 kita yg ada di pondok2 pesantren karena dianggap mengobrak abrik amalan yg sdh mapan dan dianggap benar, utk itu anda tdk boleh putus asa apalagi emosional, biarlah mereka mengamalkan ajaran para kyai nanti Allah swt yg akan memutuskan amalannya itu diterima/ditola k atau dilaknat.
Quote
 
 
boy
0 #60 MARI BINA PERSATUAN ISLAMboy 2013-10-25 00:54
Klu lihat Artikel dan komentarnya . Bibit permusuhan di hati ummat Islam itu ada. Jgnlh kita tumbuhkan lg permusuhan dam perpecahan itu dg tulisan atau fatwa yg memperlebar perpecahan dg memaksakan ilmu yg kita miliki untuk orang lain mengikutinya.. Semua punya dasar atau guru yg diperpegangi yg bersumber pada Al-qur'an dan Hadits. Perbedaan hanya pada pendangan dan pemahaman.
Klu sudut pandang dan pemikiran yg diperdebatkan, sampai kiamat kita tdk bisa bersatu
Perpecahan itu adalah tujuan Setan, Jd Jangan kita berdakwah tapi sebenarnya ditunggangi Setan atau membantu setan
Quote
 
 
rusi
0 #59 JAGA HATIrusi 2013-10-25 00:06
Kebenaran Hak Allah, klu kita merasa paling bena, maka lbh hina dr Setan.
Aliim hak Allah, klu kita merasa pling Aliim orang lain bodoh, maka kita lbh hina dari IBLIS..... Apalagi yg kita salahkan ulama yg sufi
Bacalah dan fahami kisah Nabi Musa As dan Nabi Khaidir as....
Ulama fikih saja akan selalu membodohkan ulama lain.....
Ingat pula hadits Nabi "Orang Islam adalah Cermin bg Saudaranya."
Klu yg nampak dlm pandangan kita keburukan org lain, maka yg buruk itu diri kita sendiri. Karna yg nampak dicermin adalah bayamgan kita.
Nabi diutus untuk menyempurnakan Akhlak yg mulia.....
Akhlak mulia lahir dr hati yg bersih....
Jaga hati dr memandang kesalahan lain
Jg hati merasa paling benar
Jg hati merasa punya Ilmu
Kata Saidina Ali bin Abu thalib "Tuntutlah ilmu Sampai kamu merasa jahil"
Klu kita merasa jahil, bagsimana kita menyalahkan org lain
Artinya kita tdk bisa memvonis org lain berbuat salah, sesat, bid'ah, syirik dll
" Quu anfusakum waahlikum naara...."
Semaga hati kita dipelihara Allah selalu dlm keselamatan (Qalbin Salim)
Quote
 
 
Fajar rohman
+1 #58 Numpang Tempat aza.Fajar rohman 2013-10-14 23:40
Tulisan panjang dan lebar Subtansinya adalah sejarah Islam Wali Songo Judulnya "Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan Kemusyrikan"

Dari sejarah terjadinya budaya hindu kedalam agama Islam,
baik dilihat mundur jauh dulu tentang Kejayaan Majapait Hindu,.... YANG KEMUDIAN hancurnya Oleh Masuknya Islam di ketanah Jawa,pemuka hindu menyebar keberbagai daerah jawa dan yang ngacir ke Bali dan Tengger sampai dg sekarang,
Maka Contoh budaya hindu nggak usah ambil dari Bali di jawa sudah ada karena pada dasarnya Bali adalaha taklukan Majapahit pada jaman jayanya Gajahmada; itu slah satunya poin minusnya.

Syeh Sitijenar, dengan ajaran "Manunggaling Kawulo Gusti"
Sudah Tidak Dapat diterima Islam baik waktu itu maupun sekarang
Mana mungkin ajaran Syeh Sitijenar "Manunggaling Kawulo Gusti" dapat dibenarkan ketimbang ajaran Walisongo /Islam yang ada..? itu salah dua poin minusnya.
Kecuali menjadi benar bila itu Faham sakte Syi'ah..?!

Pada intinya arahan Sunan Kalijaga pada ajaran Islam dengan memasukannya kedalam tata cara yg ada pada waktu jamannya Sunan Kalijaga sehingga terjadi berbagai Tradisi Tingkepan 7 bualan dsb

Itu kemudian dikatakan Bid'ah , musyrik ..?

Bid'ah berijtihad dengan pendapat itu di benarkan

Ketika Rasul mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman,
Rasul bertanya
“jika kamu ditanya tentang permasalah agama
dengan apa kamu berpegangan?”

Muadz menjawab: “dengan al-Alqur’an”.
Rasul melanjutkan: “jika kamu tidak menemukannya?”,
Muadz menjawab: “dengan sunah Rasul”
Rasul bertanya kembali: “jika kamu tidak menemukan jawabannya?”
Muadz menjawab: “aku berijtihad dengan pendapatku”
Rasul menjawab : “shadaqta (kamu benar!)

Sunan Kalijaga sebagai wali Islam menyebarkan Agama Islam dengan memasukan ajarannya melalui tradisi hindu yang bernafaskan Islam dengan melalui Ijtihat Sunan Kalijaga sendiri
dan berisi Kalimah Syahadat bacaan ayat-ayat Al Qur'an Yasin dll, seta Shalawat dan memuji kebesaran Allah

Rasul menjawab : “shadaqta (kamu benar!)

Musyrik...?

Rasulullah.Saw bersabda:

"Musyrik itu bagaikan semut hitam diatas batu hitam di kegelapan malam "

Al Qur'an Menyatakan
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandi ngan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).-
(QS. Albaqarah; ayat : 165)

Musyrik ialah yang menjadikan mahkluk ciptaan Allah, baik yang berupa benda maupun manusia dan mengagungkan sebagai Tuhan menjadikan sebagai
“Andad”, “Alihah”, “Thoughut” dan “Arbab”.

Musyrik “Arbab”, ialah para pemuka agama (ulama,ustad) yang suka memberikan fatwa, nasihat yang menyalahi ketentuan (perintah dan Larangan) Allah dan RasulNya, kemudian ditaati oleh para pengikutnya tanpa diteliti dulu seperti mentaati terhadap Allah dan RasulNya. Para pemuka agama itu telah menjadikan dirinya dan dijadikan para pengikutnya Arbab (Tuhan selain Allah).

”Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik”.
(Qs. Al-An’am : 57)

”Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu bagi-Nya dalam menetapkan hukum”. (Qs. Al-Kahfi : 26)

Semoga kita terhindar dari Musyrik

“Andad”,”Arbaab” “Alihah”, dan “Thoughut” .
Quote
 
 
longlive
+2 #57 pemurnian ibadahlonglive 2013-09-12 17:10
mencari kebenaran itu butuh hati yang lapang :-)
jangan sampai capek2 ibadah ini itu tapi d akhirat cuma jadi debu. Yang ibadahnya lurus sesuai Rasululloh S.A.W aja belum tentu bisa d terima Allah azza wa jalla apalagi yg ibadahnya g sesuai beliau (meskipun d terima atau tidaknya ibadah hak Mutlak Allah azza wa jalla). Mari bareng2 PEMURNIAN DALAM IBADAH. perbaiki hati, lapangkan hati, dan cari kebenaran meski nafas sudah d tenggorokan!!
Quote
 
 
gusjan
0 #56 Nabi wafat tdk di TAHLIL kangusjan 2013-08-21 21:17
Nabi memiliki beberapa anak, yang anak laki2 semua

meninggal sewaktu masih kecil. Anak-anak perempuan

beliau ada 4 termasuk Fatimah, hidup sampai

dewasa.
Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg

meninggal tidak satupun di TAHLIL i, kl di do'akan

sudah pasti, karena mendo'akan orang tua,

mendo'akan anak, mendo'akan sesama muslim amalan

yg sangat mulia.

Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN

untuk NABI,
padahal ABU BAKAR adalah mertua NABI,
UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
Apakah para sahabat BODOH....,
Apakah para sahabat menganggap NABI hewan....

(menurut kalimat sdr sebelah)
Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua

meninggal gk di TAHLIL kan...
Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua

meninggal gk di TAHLIL kan....
Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik,

yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

Saudaraku semua..., sesama MUSLIM...
saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk

pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan

mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll.

Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka

berkata:" sak niki koq mboten nate ngrawuhi

TAHLILAN Gus.."
sy jawab dengan baik:"Kanjeng Nabi soho putro

putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di

dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2,

lan sakben wedal sak saget e...? Jenengan Tahlilan

monggo..., sing penting ikhlas.., pun ngarep2

daharan e..."
mereka menjawab: "nggih Gus...".

sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya,

sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan

kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk

wajib...??
dia jawab gk berani menyampaikan... , takut timbul

masalah...
setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan

tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja

disampaikan hukum asli TAHLIL an..., sehingga

nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan

ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa

dll.

Untuk para Kyai..., sy yg miskin ilmu ini,

berharap besar pada Jenengan semua...., TAHLIL an

silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat

santri harus dinomor satukan..
sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya.

tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama'ah

nya menyedihkan.
shaf nya gk rapat, antar jama'ah berjauhan, dan

Imam rata2 gk peduli.
selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya,

Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang

shaf...

Untuk saudara2 salafi..., jangan terlalu keras

dalam berpendapat...
dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang

lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil

khusus sholat jama'ah...
tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita

do'akan saja yg baik...
siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada

sunnah shahihah dengan lantaran Do'a kita....

demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk

berkenan...
semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke

jaman kejayaan Islam di jaman Nabi..., jaman

Sahabat.., Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in
Amin ya Robbal Alamin
Quote
 
 
HAMMAD SYARIF
+2 #55 PERTANYAAN BUAT PELAKU ADATHAMMAD SYARIF 2013-08-12 00:37
Bismillahirahmanirrahim

- SAYA PUNYA 2 PERTANYAAN KHUSUS BAGI YANG MASIH MENGAMALKAN BUDAYA SEPERTI YANG TERCANTUM PADA ARTIKEL DIATAS !!!

1. KALAU KALIAN MENINGGALKAN BUDAYA2 ITU SIAPAKAH YANG AKAN MARAH?
2. DAN APA AKIBATNYA JIKA KALIAN MENINGGALKANNYA ADAT BUDAYA TERSEBUT? APAKAH MENDAPAT MALAPETAKA / APA?

Semoga Semua Sodaraku Se-Iman DiBeri Hidayah (Amin)
JAWABAN BOLEH DI SMS KE 088980029141
Quote
 
 
dindin
0 #54 ajaran islam di indonesia mengandung bidah dan kemusyrikandindin 2013-07-26 05:06
makanya sebagai muslim harus banyak belajar sehingga tau mana yang syariat mana yang adat/budaya sehingga pemikiran kita tidak terbelakang dan faham lalu menerima dengan ilmu tidak menggunakan nafsu.........
Quote
 
 
hamba allah
-2 #53 tanpa judulhamba allah 2013-07-16 15:29
Asslamualaikum wr.wb

Ali bin Abi Thalib: “Jangan lah mencari kebenaran dari SESEORANG. Carilah kebenaran, maka kau akan tahu siapa yang berjalan di atas kebenaran.”
NIAT KITA YG UTAMA DAN BENAR2 INGIN MENCARI KEBENARAN DI HATI...bukan untuk Dunia...tapi untuk jalan keselamatan dunia akhirat.

“Dia akan menuntun orang-orang yang mencari-Nya menuju kebenaran,” Aaamien.
Quote
 
 
Riesdie
-1 #52 Damai yg IndahRiesdie 2013-07-07 14:21
Saya setuju dengan komentar sdr Yoyok sieup. Berdamailah dengan hati kita, insyaAllah akan damai pula dgn sesama umat. Pahamilah, Allah menciptakan perbedaan diantara Mahluk ciptaan NYA pasti ada manfaatnya. InsyaAllah perbedaan itu bertujuan baik untuk mahluk ciptaan NYA. Tentang perbedaan pendapat keyakinan di dalam Islam pun harus disikapi dengan kecerdasan dan kesabaran. Yg khilap segera perbaiki, yg merasa benar pun jgn jumawa. InsyaAllah ISLAM yg kita yakini akan semakin indah.
Quote
 
 
ibu ranti
0 #51 SRI RAHAYUibu ranti 2013-06-29 00:16
LANJUT SGP sabtu 29 JUNI 2013
A…I : 6…0…9
C…K : 6…9

UNTUK LIHAT ANGKA JADI KLIK BLOG YG ADA DI BAWAH

www.ramalangangkaangkatop.webs.com
Quote
 
 
nyonyo
-1 #50 islam objectivenyonyo 2013-06-14 08:48
ini artikel sangat keren dan sangat objektive berdasarkan khazanah islam yang ada di indonesia. jangan pernah melakukan ibadah yang tidak pernah di lakukan, diperintah dan di sabdakan dalam perkataan rosul. lakukanlah apa yang di perintah oleh alloh dan rosulnya. jangan melakukan sswtu yang tidak di perintah... itu namanya takabur dan menganggap ahwa rosululloh itu tidak sempurna agamanya. so its the real opinion, sadar dan pahamilah apa yang di maksud assunah waljamaah. mau ikuti ibadah alloh dan rosul? atau mengikuti sinkretisme budaya yg jelas jelas di campuradukan oleh manusia itu sendiri yg bukan utusan alloh, tapi utusan orang2 budaya lokal? thanx buat informasi terpuji nya ya kawan....
Quote
 
 
Ujang
+2 #49 KontradiksiUjang 2013-05-30 21:01
ko saya liat web ini ko kontradiksi..
ko buat judul "Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan Kemusyrikan" ini kan kata-kata ajaran wahabi yang ngakunya salafi kepada muslim di indonesia.

tapi di sisi laen

buat judul:
- "Wahhabi Yang Asli Tulen, Sesat Menyesatkan"
- "Kegagalan Dalam Membedakan: Wahabi-Salafy, Osama Bin Laden, Sufi-Thaliban dan Pengikut Sayyid Qutb"
-dll cari aj banyak

ko kontradiksi ya?
di satu sisi bikin artikel islam indo bidah, & di sisi lain membuka borok-borok wahabi yang ngakunya salafi. ga mungkin salah untuk cantumin artikel& pasti'y punya arah ne web, tapi yang terlihat aneh.
hmmmmm jangan-jangan ini web!!!!!!!
Quote
 
 
Ujang
0 #48 KontradiksiUjang 2013-05-30 21:00
ko saya liat web ini ko kontradiksi..
ko buat judul "Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan Kemusyrikan" ini kan kata-kata ajaran wahabi yang ngakunya salafi kepada muslim di indonesia.

tapi di sisi laen

buat judul:
- "Wahhabi Yang Asli Tulen, Sesat Menyesatkan"
- "Kegagalan Dalam Membedakan: Wahabi-Salafy, Osama Bin Laden, Sufi-Thaliban dan Pengikut Sayyid Qutb"
-dll cari aj banyak

ko kontradiksi ya?
di satu sisi bikin artikel islam indo bidah, & di sisi lain membuka borok-borok wahabi yang ngakunya salafi. ga mungkin salah untuk cantumin artikel& pasti'y punya arah ne web, tapi yang terlihat aneh.
hmmmmm jangan-jangan ini web!!!!!!!
Quote
 
 
Saifuddin
0 #47 JUDUL YANG PROVOKATIFSaifuddin 2013-05-29 14:05
Saya tidak membaca secara keseluruhan tulisan ini. Tetapi judulnya membuat para pengamal ajaran islam di Jawa merasa dianggap salah. Saya hanya sampaikan sebuah pepatah arab:

المرأ دائما عدو ما يجهل

Orang yang bodoh terhadap sebuah paham, dia akan cenederung memusuhinya.

Saran saya pelajari dulu baru komentar!
Quote
 
 
panjul
0 #46 meriangpanjul 2013-05-26 01:35
Orang mati juga gak perlu di doain,mending pesta pesta aja makan sepuasnya selama tujuh hari tujuh malam,kayak di saudi.
Quote
 
 
panjul
-1 #45 meriangpanjul 2013-05-26 01:33
Dahlah gak usah ritual ritualan,mendin g nonton tarian perut sambil nyawer biduanya pake duit segepok,beres deh.
Quote
 
 
eva
-1 #44 assalameva 2013-05-21 01:26
Terimakasih banget ni artikelnya, saya justru memiliki pencerahan baru disini. Menurut aku ni artikel mendidik banget, tapi tentunya kembali lagi bagaimana kita menyingkapinya. Kalau dirunut ulang, memang banyak banget ritual-ritual yang dilakukan umat islam diindonesia, yang sebenarnya sangat bertentangan dengan agama. Contohnya sesajen, ngaku atau tidak, dibeberapa daerah masih melakukan hal itu saat hendak membuat acara pernikahsn atau lainnya. padahal kita semua tau kalau itu adat hindu. kemudian peringatan kematian 3,7,40,100 100 hari,menurut aku sih ga'ada salahnya kalau itu orang nya mampu, tapi kalau enggak, bagaimana? Dan memang masih banyak hsl lain yang sebenarnya berentangan dengan agama. Masalah pendapat sih semua orang boleh berpendapat apa saja, alangkah baiknya kalau kita kembali lagi berpedoman hanya pada alqur'an dan hadis
Quote
 
 
Yoyok Sieup
0 #43 ComentYoyok Sieup 2013-05-19 03:08
Assalaamu'alaik um wr wb
Semoga kesejahteraan, ketentraman, hidayah selalu menerangi batin kita sekalian dan Muslimin Muslimat umumnya...
Saudaraku yang sama dirahmati oleh Allah SWT....
Ada yang mendukung dan ada pula yang menentang...
Masing2 punya pendapat yang kuat....
Berjalanlah sesuai dengan ilmu yang dimiliki.. Saling menasehatilah dengan sabar, karena Hidayah mutlak dari Allah..
Selama kita tidak menyekutukan Allah dan Meyakini kebenaran ajaran-Nya yang dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW, kita adalah bersaudara...
Jangan sampai kita terpecah belah..
Berbeda pendapatlah, asal tidak mengandung kesyirikan...
Semoga Allah SWT memberi petunjuk ke jalan yang benar serta kekuatan untuk istiqomah.....
Quote
 
 
Iwansyah
-1 #42 Ajaran Islam di Indonesia Mengandung Bid'ah dan KemusyrikanIwansyah 2013-05-13 01:21
ijin Share..,nice post
Quote
 
 
entah
0 #41 mikut nimbrungentah 2013-05-12 18:52
nice post...

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Quote
 
 
asri
0 #40 masuknya agama islam di indonesiaasri 2013-05-12 17:24
apa pendapat tentang masuknya agama islam ke indonesia? :D
Quote
 
 
marselinus
0 #39 asdasdmarselinus 2013-05-08 09:01
tpi sya bingung umat islam di indo knpa klau ada krusuhan psti aja teriak allah akhbar gk malu kh.......sprti tidak menghormati tuhan nya ......bgi yg komentari ini stan
Quote
 
 
muhammad yusuf
+1 #38 dukungmuhammad yusuf 2013-04-26 02:52
saya sangat setuju dg penulis,bagi orang yg menulak aku cuma sarankan belajar jangan hanya pada 1 guru, belajar dan terus belaja bila sudah mengetahui kebenaran maka terimalah, jangan memaki penulis, kebenaran memang sulit diterima seperti ketika Rosulullah ingin menyampaikan kebenaran itu sangat sulit bahkan banyak yg menghina dan memaki, terus lanjutkan menulik kebenaran jangan pernah takut karena Syahid adalah imbalan dari Allah
Quote
 
 
kang fulan
-3 #37 bid'ahkang fulan 2013-04-12 11:41
sitik2 bid'ah....!
emngnya bid'ah jelek kabeh...?
yo nggak to mas, bid'ah hasanah (baik) ada, bid'ah dolalah (buruk) yo ada....
kalau semua bid'ah jelekk itu edan, wong qur'an jaman nabi juga tdk dibukukan, tak ada harokat dan titik pula.....
Quote
 
 
Sri Indravarman
0 #36 Ape ye..Sri Indravarman 2013-04-07 04:56
hampir keseluruhan anak-anak bangsa setengah monyet ini memang tidak pernah benar-benar sepenuh hati menerima Islam sejak awalnya; malangnya, saya-pun termasuk salah satu keturunan bangsa yg sama. bbeeeuuuhh...
Quote
 
 
Netral 3
+3 #35 ada yg kurang dan lebihNetral 3 2013-04-06 22:43
Assalamualaikum wr wbr. maaf ni saya kurang setujt ama yg nolak tulisan ini karena dibaggian bawah penulis sangat berterimakasih dengan walisanga, dan menurut saya walisongo mengambungkan budaya islam dan budaya lokal untuk memudahkan islam diterima , Karena Alloh SWT saat pertama kali islam disebarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW, membolhkan khamar , kculi dlm ibadah(mubbah), lalu setelah islam mulai berkembang Nabi kita mengatakan khamar ada manfaat tpi lbh bnyk mudhort mka tinggalkan lah(makruh) lalu setelah islam mulai diterima khamar menjadi haram,
jadi, menurt saya itu lah yang diharpkan Walisongo dengan mengambungkan budaya lalu jika islam sudah diterima baru lah , Baru pemurniaan Islam dilakukan, jadi sekarang sebai islam modern bertugas memurnikan islam dengan mencari dalil dalam semua perbuatan kita, dan jangan kalian berdebat tanpa ilmu karena kita hanya boleh berdebat dengan ilmu, lagi pula kita ini saudaara , walapun kita berdebat seharusnya hati kita tetap satu tanpa menghina.
dan terakir ingat pesan saya sebagai sesama orang yang binggung karena menjadi muslim diakir zaman yang banyak sekali perbedaan dimana": " Pendapat beda itu wajar dan boleh dilakukan asalkan dengan ilmu jangan seprti orang yang digambarkan surat annajmu, yang hanya mengikuti pendpat bapak bapak mereka, tapi jangan jadikan perbedaan sebagai permusuhuaan da hinaan, tapi jadikan itu sebagai alasan unutk saling mengingatkan dan jangan la kita merasa pling benar, maka setiap berpendapat mari kita ucapkan
WALLAHUA'ALAM(d an Alloh yang lebih mengetahui),kar ena amarah saling hina , itu adalah ulah setan yang mempengaruhi kita"

Maaf jika kata" saya kurang berkenaan
terimakasih
WALLAHUA'lam
Quote
 
 
hamba allah
0 #34 fdghamba allah 2013-04-02 16:55
Allah itu maha Sempura..... berhak apa saja
kodok bisa jadi pangeran...
anjing saja bisa masuk surga( anjinge askabul kahfi)
rampok bisa jadi wali
santri bisa jadi presiden
mari kita kenali dulu sifat2 ALLAH...
gitu aja kok repot....
Quote
 
 
netral
0 #33 pake hati dan logika jangan peke emosinetral 2013-03-18 14:35
pantes islam sekarang didunia disebut agama terbelakang ya buktinya bisa dilihat disini.. fanatik, sukuisme, chauvinis, kritik dikit nafsu sampe ubun2 kepala..
coba pikir dulu pake hati dan pake otak.
islam yang benar itu seperti apa?
seperti yang dicontohkan rasul, wali atau kyai?
kalian ingin mengislamkan indonesia atau mengindonesiaka n islam?
budaya emang penting tapi jangan dicampuradukan dalam ibadah..
ibadah adalah pondasi agama islam.
kalo pondasinya reyot ya islam rubuh.

islam agama yang simpel, kenapa mesti dipersulit??

dakwah untuk menyerukan kebenaran jelas bagian dari islam.
Quote
 
 
WALDI
+2 #32 INGATWALDI 2013-02-28 21:02
YA SEPERTI INILAH KALAU MERASA PALING BENAR SENDIRI...AK YANG ORANG AWAM AJA TAHU SIAPA YANG DISUSUPU YAHUDI N ZIONIS. APAKAH KALIAN SHOLAT SESUAI TEPAT WAKTU.? KL SELAMA HIDUP SHOLAT ANDA TEPAT WAKTU (KECUALI ADA HALANGAN SESUAI PERINTAH ALLAH SWT)BOLEH DAN GAK MALU MEMBERI KOMENTAR SEPERTI DI ATAS,.
Quote
 
 
aman
+1 #31 NASEHAT SUNAN BONANG DALAM BUKU 'HET BOOK VAN BONANG'aman 2013-02-23 08:51
NASEHAT SUNAN BONANG DALAM BUKU 'HET BOOK VAN BONANG'

Link pembahasan:
http://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2013/01/26/nasehat-sunan-bonang-dalam-buku-het-book-van-bonang/

Wallahu a'lam bish-shawabi
Quote
 
 
belajar
+1 #30 beda itu rahmatbelajar 2013-02-23 00:20
segala sesuatu berawal dari niat.... masalah ritual itu hanyalah syariat.. layaknya orang sakit kepala banyak sekali obatnya.... dan tidak semua orang sama obatnya... obat syariatnya... niat minum obat tujuanya sama ngobati.... toh allah swt juga yang nyembuhin
yang terpenting adalah batasan-batasan yang terkmaktub dalam al-qur'an dan al-hadist, dan mungkin menggunakan 4 maszhab yang juga bepegang pada al-quran dan hadist, dan ga perlu meributkan hal yang perbedaan selama aqidahnya masih bener.... toh organisasi islam terbesar di indonesia saja damai2 aja tuh walau lebaran ga bareng....
Quote
 
 
henra mualaf
+4 #29 mualaf bertanya tentang islamhenra mualaf 2013-02-18 09:09
mohon maaf saya seorang mualaf, saya telah berkeliling beberapa negara yang didalamnya juga ada agama islam, ternyata tradisi2 islam mereka itu berbeda beda, ada yang sambil menari, membaca puisi, menyanyi, berkumpul banyak orang dengan melantunkan bait2 dalam bahasa arab sambil bersahut sahutan(entah berdoa'a atau bagaimana soalnya saya nggak paham bahasa arab) belum lagi ritual2 yang mengerahkan massa yang cukup banyak, ada juga ritual yang hampir seluruh yang hadir meneteskan air mata sambil berteriak teriak memanggil nama rosul dan para sahabat dan masih banyaj lagi.
Yang jadi pertanyaan apakah itu juga dikatakan bid'ah, musyrik, perbuatan sia sia yang merugikan umat islam dan hukumnya adalah masuk neraka, kalau iya, hampir di seluruh negara yang terdapat agama islam punya tradisi yang berbeda kalau gitu, penuh dong neraka, trus untuk apa agama islam diturunkan ke bumi kalau hanya untuk memasukkan manusia ke neraka, trus katanya islam itu ''rahmat bagi seluruh alam'' (rahmat pada bagian mana) ingat ya anjing, babi, pelacur, pembunuh, orang2 non islam itu juga bagian dari alam semesta itu semua juga makhluk tuhan kalau kita hinakan bagaimanakah dengan pesan moral islam (rohmat)??? Kalau saya membaca tulisan dari penulis, seolah olah hanya penulis dan golongannya lah yang melaksakan islam secara original, selain golongan penulis berarti tidak benar trus yang original itu yang bagaimana dan dimana saya harus belajar (tiap negara aja berbeda). Coba penulis pergi ke negara afganistan, mesir, yaman, libya, libanon, iran (perang antar suku), irak, kuwait, dll mereka perang sejatinya dengan siapa, dengan orang kafir ataukan dengan sesama muslim(perang sudara) di sana banyak ahli kitab islam, ahli hadist bahkan ahli alqur'an merka bukan orang2 bodoh bahkan orang2 yang cerdas tapi mengapa masih perang apa yang dicari ''kebenarankah' ' sesama muslim aja nggak bisa rukun (saling merendahkan, menghina bahkan menghukumi) bagaimana mau berdakwah. Ingat gerakan sholat pun banyak yang berbeda, haji pun bacaannya tidak sama, trus yang benar yang bagaimana??
Perintah tuhan yang pertama kepada manusia : tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah(berma 'rifat) kepadaKu
Tugas rosul : sesungguhnya aku diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia
Perintah tuhan cukup jelas dan tugas rosul juga cukup jelas. Artinya bahwa tugas pertama manusia adalah bermakrifatulla h dan menjalankan ahklak dengan kata lain makrifat yang berakhlak, dan akhlak yang bermakrifat.
Apakah ada perintah baik di hadist maupun alquran untuk saling mengkoreksi, menghukumi perbuatan orang lain.
Tolong ditanggapi terima kasih
Quote
 
 
henra mualaf
+2 #28 mualaf bertanya tentang islamhenra mualaf 2013-02-18 00:23
penulis yang terhormat saya mualaf belum banyak tahu tentang islam dari tulisan diatas sepertinya penulis telah menguasai dan mengamalkan islam secara utuh, saya mau nanya :
1. kira2 brapa jumlah hadist rosululloh?
2. Hadist ditulis atau dibukkan itu pada masa rosululloh masih hidup ataukah setelah rosululloh meninggal (kalau setelah meninggal berapa tahun setelah meninggal)?
3. Untuk bisa mengenal rosululloh apakah cukup dengan belajar hadist?
4. apakah setelah mengetahui hadist itu sama dengan telah mengenal rosululloh?
5. Apakah setelah mempelajari alquran itu sama dengan mengenal tuhan?
6. Ketika kita belajar tentang islam dan setelah mulai tahu, apakah diperkenankan untuk berdebat, kalo diperkenankan tolong mungkin ada hadist atau ayat alquran!
7. Ketika kita belajar kitab islam, hadist dan alquran itu ditujukan untuk diri sendiri ataukah untuk orang lain?
8. Amal baik seorang anak misal memberi makan untuk orang lain bahkan begitu baiknya si anak sampai2 bagian jatah miliknya diberikan orang lain, apakah orang tua yang sudah meninggal juga mendapatkan pahala akibat perbuatan anak?
9. Apakah seorang berdo'a untuk sesama muslim diterima ataukah tidak diterima oleh tuhan?
10. perbuatan yang bagaimanakah yang diharapkan rosul yang dilakukan oleh umatnya?
11. Katanya ustad2 ketika sedang ceramah bahwa perbedaan itu adalah rohmat, sunatulloh dll, trus perbedaan yang dikatakan rohmat itu yang bagaimana?
Saya sangat berharap penulis bersedia menanggapi pertanyaan saya kalau bisa jangan panjang2 dan langsung to the point aja ya hehehe, karena untuk pengetahuan dan meningkatkan keyakinan saya akan islam, terima kasih
Quote
 
 
henra mualaf
+2 #27 mualaf bertanya tentang islamhenra mualaf 2013-02-18 00:23
penulis yang terhormat saya mualaf belum banyak tahu tentang islam dari tulisan diatas sepertinya penulis telah menguasai dan mengamalkan islam secara utuh, saya mau nanya :
1. kira2 brapa jumlah hadist rosululloh?
2. Hadist ditulis atau dibukkan itu pada masa rosululloh masih hidup ataukah setelah rosululloh meninggal (kalau setelah meninggal berapa tahun setelah meninggal)?
3. Untuk bisa mengenal rosululloh apakah cukup dengan belajar hadist?
4. apakah setelah mengetahui hadist itu sama dengan telah mengenal rosululloh?
5. Apakah setelah mempelajari alquran itu sama dengan mengenal tuhan?
6. Ketika kita belajar tentang islam dan setelah mulai tahu, apakah diperkenankan untuk berdebat, kalo diperkenankan tolong mungkin ada hadist atau ayat alquran!
7. Ketika kita belajar kitab islam, hadist dan alquran itu ditujukan untuk diri sendiri ataukah untuk orang lain?
8. Amal baik seorang anak misal memberi makan untuk orang lain bahkan begitu baiknya si anak sampai2 bagian jatah miliknya diberikan orang lain, apakah orang tua yang sudah meninggal juga mendapatkan pahala akibat perbuatan anak?
9. Apakah seorang berdo'a untuk sesama muslim diterima ataukah tidak diterima oleh tuhan?
10. perbuatan yang bagaimanakah yang diharapkan rosul yang dilakukan oleh umatnya?
11. Katanya ustad2 ketika sedang ceramah bahwa perbedaan itu adalah rohmat, sunatulloh dll, trus perbedaan yang dikatakan rohmat itu yang bagaimana?
Saya sangat berharap penulis bersedia menanggapi pertanyaan saya kalau bisa jangan panjang2 dan langsung to the point aja ya hehehe, karena untuk pengetahuan dan meningkatkan keyakinan saya akan islam, terima kasih
Quote
 
 
Al Haq
+1 #26 Semoga Allah memberkahi Penulis artikel iniAl Haq 2013-02-08 11:47
Sungguh bahagialah kalian yang datang dengan asing dan berpegang teguh padanya. [Pada akhir zaman, Kebenaran akan dianggap Kuno, kampungan, bid'ah, norak dst]. artikel ini merupakan artikel langka yang pernah ada. Mengapa? Karena membahas satu masalah secara utuh yang dilengkapi sumber-sumber hadis shahih. Allahu yubaarik 'alaik. Wa Allahu'alam
Quote
 
 
HAMBA ALLOH
+2 #25 PENULIS DONGOHAMBA ALLOH 2013-02-08 10:48
SAMA DONGONYA NI ORANG JUSTRU PEMIKIRAN ENTE BERSEBRANGAN DENGAN AL-QUR'AN
Quote
 
 
HAMBA ALLOH
+1 #24 PENULIS DONGOHAMBA ALLOH 2013-02-08 10:42
MEMANG BEGO TUH YANG BILANG BID'AH PADAHAL HP BID'AH BAJU LORENG LORENG BID'AH TV BID'AH MOBIL BID'AH MOTOR BID'AH MEMANG OTAK WAHABI BEGO SEMUA ...APALAGI YANG NULIS JUDUL DIATAS... OTAKNYA DONGO..
Quote
 
 
GAPI
+1 #23 ane gk percaya ma nih artikelGAPI 2013-02-06 03:18
kate siape bid'ah... loe tu yg bid'ah,,, wahai wahabi, liberalis, yahudi, komunis, Amerika, enyah kalian dari bangsa kami, jngn merusak budaya2 islam kami.......... orang2 (wahai wahabi, liberalis, yahudi, komunis, Amerika,dan iblis) itu gk takut klo liat umat islam sholat dan mengaji (karna itu sudah kewajiban kami umat islam) tapi mereka paling takut klo melihat Umat islam pada berkumpul, bertahlil, bertahmid, bertasbih dan bersama2 menganggungkan asma Allah dan sholawat nabi.... mengenai ritual seperti di dalam gua, pohon besar dll,liat dulu latar sejarahnya, jng maen caplok aje, orang-orang dulu itu, selalu ingin mencari kekushyuhan dalam ibadah mereka kepada Allahswt, maka sering dijadikan tempat2 sunyi sebagai pelaksanaan ibadah sholat, khususnya sholat sunnah(tahajjud dll)... yg salahnya banyak masyarakat aja yg salah pengertian, bukan ajarannya yg bid'ah.. sok tau loe....
Quote
 
 
aman
0 #22 koreksi penulisan kalimat tasbih dan peruntukkannyaaman 2013-01-30 11:57
Quoting aman:
subhanallah... :-)

Koreksi penulisan kalimat tasbih dan peruntukkannya
subhanallah... :-) seharusnya Subhaanallaah (Maha Suci Allah). Kalimat ini diperuntukkan mensucikan Allah dari hal yang tak pantas atau ketika melihat sesuatu yang tidak baik.

Tambahan:
Kalimat "Maa syaa Allaah" (atas kehendak Allah) diperuntukkan ketika melihat sesuatu yang indah-indah.

Wallahu a'lam bish-shawabi
Quote
 
 
HAMBA ALLOH
+4 #21 Pencinta KedamaianHAMBA ALLOH 2013-01-30 09:24
Hukum selamatan hari ke-3, 7, 40, 100, setahun, dan 1000 hari diperbolehkan dalam syari’at Islam. Keterangan diambil dari kitab “Al-Hawi lil Fatawi” karya Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi jilid 2 halaman 178 sebagai berikut:
قال الامام أحمد بن حنبل رضي الله عنه فى كتاب الزهد له : حدثنا هاشم بن القاسم قال: حدثنا الأشجعى عن سفيان قال
قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام , قال الحافظ أبو نعيم فى الجنة: حدثنا أبو بكر بن مالك حدثنا عبد الله بن أحمد بن حنبل حدثنا أبى حدثنا هاشم بن القاسم حدثنا الأشجعى عن سفيان قال: قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام

Artinya:
“Telah berkata Imam Ahmad bin Hanbal radhiyallaah ‘anhu di dalam kitabnya yang menerangkan tentang kitab zuhud: Telah menceritakan kepadaku Hasyim bin Qasim sambil berkata: Telah menceritakan kepadaku al-Asyja’i dari Sufyan sambil berkata: Telah berkata Imam Thawus (ulama besar zaman Tabi’in, wafat kira-kira tahun 110 H / 729 M): Sesungguhnya orang-orang yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahkan bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-orang yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut.

Telah berkata al-Hafiz Abu Nu’aim di dalam kitab Al-Jannah: Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Malik, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepadaku Ubay, telah menceritakan kepadaku Hasyim bin al-Qasim, telah menceritakan kepadaku al-Asyja’i dari Sufyan sambil berkata: Telah berkata Imam Thawus: Sesungguhnya orang-orang yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahkan bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-orang yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut.”

Selain itu, di dalam kitab yang sama jilid 2 halaman 194 diterangkan sebagai berikut:
ان سنة الاطعام سبعة أيام بلغنى أنهامستمر الى الأن بمكة و المدينة فالظاهر أنها لم تترك من عهد الصحابة الى الأن و انهم أخذوها خلفا عن سلف الى الصدر الأول

Artinya:
“Sesungguhnya, kesunnahan memberikan sedekah makanan selama tujuh hari merupakan perbuatan yang tetap berlaku sampai sekarang (yaitu masa Imam Suyuthi abad ke-9 H) di Mekkah dan Madinah. Yang jelas kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat sampai sekarang, dan tradisi tersebut diambil dari ulama salaf sejak generasi pertama, yaitu sahabat.”

Jadi, kesimpulannya amalan-amalan yang umum dilakukan oleh masyarakat muslim tradisional di Indonesia tersebut sudah ada landasannya dari kalangan salaf ash-sholih. Dan bukan bid’ah madzmuumah/dholaalah.

Berikut ini adalah saya cantumkan scan kitab al-Hawi li al-Fatawi halaman 178 dan halaman :

Halaman 178:
Quote
 
 
black jack dark
+2 #20 jackblack jack dark 2013-01-14 10:04
biarlah dia sperti itu, dia mempunyai idiologi sendiri, mana bisa umat islam bisa bersatu sedangkan sesama umat islam aja saling menuduh seperti ini, justru inilah sifat orang yahudi, yang ingin memecah belahkan umat islam, saya sebagai umat islam sangat tidak setuju dengan artikel ini, yang hanya bisa memecah belahkan orang islam, apa malah yang punya web ini orang yahudi...?
tolong jangan buat artikel yang memebuat umat islam jadi tidak rukun lagi,
Quote
 
 
Domba
0 #19 pLIN PLANDomba 2013-01-07 13:19
tunjukanlah jalan yang lurus ke surga (itu islam) , saya selamat dengan penebusan dan iman saya kepada Yesus (Isa / Imam Mahdi). Dia akan datang untuk yang ke 2 kalinya. coming soon. untuk situs ini cukup 2 kata PLIN PLAN.
Quote
 
 
aman
0 #18 subhanallah...aman 2013-01-03 17:18
subhanallah... :-)
Quote
 
 
Murtadla
0 #17 HASBARAMurtadla 2012-12-13 20:55
@Subhan,

Dari mana anda menilai web ini dianggap pemecah belah ???, justru dengan adanya artikel dalam Web ini memberi pencerahan kepada ummat tentang siapa musuh Ummat sebenarnya. saya kira anda menilai begitu karena anda memandang persatuan hanya pada lingkup kebangsaan Indonesia yang justru merupakan akar perpecahan yang lebih besar.

situs ini juga mencoba menghilangkan benih-benih 'ashabiayyah (fanatisme golongan/bangsa ) yang sebenarnya menjadi benalu bagi berkembangnya Islam, dimanapun itu .

perlu diingat juga dosa seseorang tidak akan pernah ditanggung oleh siapapun termasuk orang tua, sebab bertentangan dengan ayat :
ألا تزر وازرة وزر أخرى

"bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain"(QS 53:38)

dan masih ada beberapa lagi ayat yang semisalnya.

pesan saya kepada kang Subhan khususnya, umumnya kepada semua pembaca : jauhilah bid'ah sejauh-jauhnya dan berpeganglah pada ajaran Qur'an dan sunnah, itu lah yang akan menguatkan ummat Islam sebenarnya, walaupun dengan jumlah orang yang tidak banyak. atau kang subhan seorang pasukan HASBARA yang ditugaskan di Indonesia.
Quote
 
 
orang sunda
+1 #16 bismillah..orang sunda 2012-12-13 19:41
kita kembali kepada alquran dan assunnah,ajaran nenek moyang ko dibudidayakan?? ?
Quote
 
 
Subhan
-5 #15 http://www.akhirzaman.info = KAUM DAJALSubhan 2012-12-13 17:32
INI ADALAH SITUS KAUM DAJAL, YANG SENGAJA MERUSAK PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA. MENGATASNAMAKAN ALLAH NAMUN MENGKHIANATI ALLAH.

MEPERDAYAI UMAT UNTUK SALING MENGHUJAT, SALING MEMBUNUH DAN MEENGHANCURKAN.

HATI PARA PENGURUS WEB INI TELAH HITAM DISELIMUTI DOSA. KEBIADABAN, KESERAKAHAN DAN ANGKUH LAH YANG MEREKA PUJA.

SEHINGGA MERELAKAN UNTUK MENJUAL AQIDAH DEMI KUNTUNGAN DUNIAWI YANG SIFATNYA TIDAK KEKAL.

SEDIH RASANYA JIKA ORANG TUA MU DI ALAM BARZAH MENGETAHUI TINDAKAN TIDAK TERPUJI MU.

ORANG TUA YANG MEMBESARKAN MU HARUS MENERIMA GANJARAN DARI ALLAH, AKIBAT PERBUATAN MU YANG TIDAK TERPUJI.

SADARLAH DAN BERTOBATLAH SEBELUM ORANG TUA MU DI MINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA ATAS ULAH KAMU.

SADARLAH DAN SEGERA BERTOBATLAH...
Quote
 
 
luqman
+1 #14 luqman 2012-11-25 00:05
Astagfirulloh.. .... Ok kita Hormati Wali 9 tapi sepantasnya saja.....udah ikutin aja printah Al Quran ma Nabi Muhammad udah aman boss..... Jangan wali 9 di gede2 in....gw orang kalimantan boss...gak tinggal di jawa...mungkin nenek moyang gw orang jawa,and harus trimakasih ma wali 9 itu...gw muslim karna ALLAH bukan krn orang tua apalagi Wali 9
Quote
 
 
mayyka
+1 #13 mayyka 2012-11-13 02:55
Islam di Indonesia besar karena walisongo?
tanpa walisongo belum tentu Islam bisa seperti sekarang?
yakin amat,. Kok malah jadi belain walisongo di atas Rosul utusan Alloh ya?
Islam menjadi besar jumlah pemeluknya, menjadi makmur SDA-nya itu karena rahmat Alloh. Cuma kita saja yang tidak sadar diri. Malah semakin bangga dengan mengutak atik tauhid.
Malu dong...

(kalau masih punya malu sih...)
Quote
 
 
al muslim
+2 #12 al muslim 2012-11-10 17:33
Ada baiknya yang tidak tahun mencari tahu, karena neraka itu berawal dari kebodohan,,, penulis hanya ingin menyampaikan kebenaran saja, memang semua ritual diatas tidak ada dalam syariat islam...
Kalau anda tidak percaya silahkan cari tahu....
Bahkan berdoa di kuburan pun itu dosa...
Rasulallah bahkan pernah bersabda melarang kita beribadah diatas kuburan...kalau anda sekalian tidak percaya silahkan pergi ke Makam Rasulullah dan coba untuk berdoa disana, pasti anda akan diusir bahkan dipukul sama petugasnya....k arena itu syirik....
Saya katakan ziarah ke makam wali dengan berdoa di makam adalah syirik....
Quote
 
 
anas
+1 #11 anas 2012-11-04 19:32
jangan sok kepintaran kalian semua.. andai kalian dilahirakan pada masa itu, menyebarkan ajaran islam secara konvnsional dalam arti mengajak umat hindu masuk islam tanpa adanya trik2 seperti yg di lakukan wali songo.. jgn harap anda akan berhasil justru di gorok masayarakat..
walisongo menyebarkan islam melalui akulturasi budaya adalah hal yg tepat.. hanya saja pesan beliau ritual2 yg tidak ada dalam Al-quran & hadist perlahan-lahan di tinggalkan agar tidak timbul perselisihan dimasa datang.. hasilnya?? indonesia jadi negara yg mayoritas mmuslim.
salahkah itu????
kalian hanya bisa ngomong bro...
Quote
 
 
wicaksono
0 #10 wicaksono 2012-10-31 19:37
ANDA MERASA PALING BENAR??,,,
KLAU TIDAK ADA WALI 9 APA ANDA AKAN JGA JDI ORG ISLAM SKRANG
WALISONGO MENYEBAR KAN ISLAM DENGAN PENDEKATAN YG DAMAI. ITU MUTLAK ADA DI QURAN
WALISONGO ADALAH ULAMA SECARA ILMU,KETAUKHIDA N DAN K IKLASAN KE SYUFIAN
BELIAU BELIAU LEBIH TAU DAN PAHAM AKAN DASAR QURAN DAN HADIS
APA YG ANDA INGIN KN SYIAR ISLAM DGN SUWIPING, PERANG DAN TEROR SEPERTI YG ADA SEKARANG
SUDUT PANDANG ANDA JGN MNGGUNAKAN ISLAM JADI MAYORITAS
COBA ANDA TERAPKAN ISLAM HANYA DGN QURAN DAN HADIS SAJA
APA BISA RELEVAN DGN KEHIDUPAN SEKARANG
QURAN HADIS ADALAH DASAR DARI SMUA HUKUM ISLAM
TP ADA ELEMEN PENDUKUNG UNTUK MNGVISULISASIKA N DLM KEHIDUPAN YG KOMPLEK,
PARA ULAM'(WALISONGO SUDAH BERFIKIR MENDALAM LEBIH TAU DASAR2 NYA(QURAN HADISNY) YG PASTI TIDAK AKN MELEPAS KAN SUBTANSI DR ALQURAN DAN HADIS TSB..
YG PASTI BUDAYA DAN QIDAH TIDAK LAH SAMA..
Quote
 
 
sony
+4 #9 sony 2012-10-23 21:29
Semua yang ditulis itu jelas dan gamblang ayatnya ada peringatan buat orang yang beriman dan setiap ritual yang dilaksanakan saat ini jelas sdh bukan perintah Islam dan jadi kenyataan adalah ritual hindu dan budha nah sekarang silahkan kalian mau ikut islam yang benar apa tida kan sanksinya sdh jelas yaitu musyrik. tautan ini bukan perovokasi tapi adalah memberikan penjelasan tentang kebenaran silahkan saja anda pilih gak usah sewot.
Quote
 
 
suroboyo
-3 #8 suroboyo 2012-10-20 06:12
situs koq provokatif ! lek koen wes bener yo podo lurus no seng gorong bener ! kompol'no kabeh wong seng gorong bener ojok ngelok"no sak podo muslim gedhang godhok
Quote
 
 
suroboyo
-3 #7 suroboyo 2012-10-20 06:09
situs koq provokatif ! lek koen wes bener yo podo lurus no seng gorong bener ! kompol'no kabeh wong seng gorong bener ojok ngelok"no sak podo muslim
Quote
 
 
suroboyo
-2 #6 suroboyo 2012-10-20 06:09
situs koq provokatif ! lek koen wes bener yo podo lurus no seng gorong bener ! kompol'no kabeh wong seng gorong bener
Quote
 
 
soe nawi
-5 #5 soe nawi 2012-10-17 02:01
sori bro klo gak mau ikut ritual ya gak usah hidup dijawa,hidup diluar jawa aja gampangkan,gitu aja kok repoot,hidup itu beribadah,berib adah itu sifatnya tidak mengganggu orang laen,keyakinan kok dibuat rame dan resah,menuju roma itu banyak jalan bro,mending urusi tuh keluarga dan orang tua,lo sudah mengabdi dan berbakti belum??????suda h betul dan bahagia belum?????gak usah muluk-muluk bro....
Quote
 
 
khofu
-3 #4 khofu 2012-10-16 00:51
bener atas guwa
mending ngenet sambil buka film porno and menghujat yang lain,,,stuju gw
Quote
 
 
gaara
+3 #3 gaara 2012-10-15 19:21
kita boleh saja melaksanakan budaya leluhur...asal tidak sampai menyimpang dari ajaran islam... bid'ah gak semuanya sesat...
Quote
 
 
ndaru
-5 #2 ndaru 2012-10-15 14:37
Ya tidak dimungkiri juga kan ada non muslim penghuni surga?
orang jaman dulu ketika belum ada pemahaman mungkin tujuannya adalah Tuhan, yang pengertiannya pada jaman itu bisa dewa atau apapun.
Yang bahaya memang ketika yang melaksanakan orang yang sudah tau. Pernah sedikit baca tentang sejarah2, bahwa ritual yang dilaksanakan merupakan symbol pengharapan.
"Pasaran" = semoga doanya pas sasaran
"nginjek telor" = Mudahan di karuniain keturunan
"Siraman sebelum nikah"= Mohon dibersihkan dosanya sebelum menikah.....
Jadi be wise lah.... Beri ajaran bagi yang belum tau... gak perlu menghujat....
Quote
 
 
Yusuf bin Jussac Joe Jussac, Jr.
+4 #1 Yusuf bin Jussac Joe Jussac, Jr. 2012-10-15 07:01
Assalamualaikum wr wbr. Bro! Lama tak bertemu...anda lupa satu "ritual" a la Javanese (Ane Jawa kowek!), yakni ketika dua laki-perempuan hendak/sudah dinikahkan: mempelai laki2 MENGINJAK telor ayam!

Saya MENOLAK melakukan KEBODOHAN itu dulu. Bodoh, krn itu MENGINTERUPSI/M ERUSAK "Sunnatullah", yaitu rangkain/mata rantai penciptaan ayam olehNya! Dieramkan ia (si telor) dpt menjadi "kutuk" (huruf t meletup seperti orang Bali "membunyikannya "). Setelah dewasa jika ia jenis betina ia menjadi "dere" ("ABG") lalu dikawini pejantan, "ngendog" atau bertelor pula! Jadi banyak lah!

Bukankah TELOR apapun (asal bukan "telor" Gajah!) lebih bermanfaat manakala direbus, digoreng "ceplok" atau "dadar" atau dibuat "orak-arik" (ane suka membuatnya s/d kini tapi a la Kang Ucup lah) atau manakala dicampur madu dpt ditenggak sbg "obat kuat", lha kok dihancurin dgn diinjak!

BTW, ritual aneh2 "Midodareni" juga VS LARANGAN MEMBUKA AURAT WANITA!!! Dimandikan ditonton seluruh tamu! Astaghfirullah! Mau bilang apa orangtuanya kelak di akhirat??? Lho Gusti Allah, saya kan pake uang saya sendiri untuk menyenangkan anak kami." Kali begitu kelak jawab mrk.... what a MORONIC attitude bener....

Ga kaya ga miskin, hobinya RITUAL aneh2 boros....benar, jika perlu HUTANG sana sini demi GENGSI...

Salam..

Ane di www.scribd.com/tjoaginsing atau Google aje Tjoaginsing atau tjoaginsing. ENJOY!
Quote
 

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan