larger smaller reset

Khwarij Berbaju Salafi (KBS)

Indoforum.org

kbskbs1kbs2

Bismillah walhamdulillah, was shalatu wassalamu 'ala Rasulillah Muhammad wa 'ala alihi wa ashabih ajma'in.
Amma ba'du.

Saya teringat perkataan Prof. Mansyur Suryanegara, sejarawan dari Unpad.
Dalam edisi khusus Sabili No. 9 November 2003, beliau pernah mengatakan, kira-kira, "Ummat Islam Indonesia sejak lama tidak pernah mendapat cobaan yang kecil, tetapi selalu besar."
Kira-kira seperti itu.

Saya merasakan relevansi pernyataan seperti itu ketika kini berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu mengklaim "mengikuti manhaj Salafus Shalih".
Banyak manusia tertipu dengan seruan-seruan mereka.
Dikiranya, orang-orang itu mengajarkan manhaj Salafus Shalih, padahal sejatinya: mereka menghidupkan paham Khawarij, seburuk-buruk makhluk di kolong langit.
Artinya, Ummat ini selalu dicoba dengan hal-hal yang berat.
Jalan kesesatan bukan monopoli para pendosa, orang-orang pengajian pun akhirnya banyak yang tersesat juga.
Na'udzubillah min dzalik.

Lucu memang.
Orang-orang itu menyemprot orang lain dengan tuduhan Khawarij, mereka menyumpahi manusia dengan istilah "kilabun naar" (anjing-anjing neraka), mereka mengecam orang lain tanpa sedikit pun rasa bersalah.
Sungguh menakjubkan, jari telunjuk mereka mengarah ke orang lain, sisa jari lainnya mengarah ke dirinya sendiri.
Menuduh Khawarij, padahal dirinya sendiri justru Khawarij 'ala haqiqah (Khawarij sejati).

CIRI-CIRI KHAWARIJ BERBAJU SALAFI:

1. Mereka hidup secara ekskusif, menyingkir dari kehidupan masyarakat. Mereka tidak mau tahu kondisi masyarakat, misalnya ekonomi, sosial, politik, pergaulan, pendidikan, komunikasi, dst.

Kalau kita ajak bicara tentang masalah-masalah umum, mereka anggap semua itu "bukan masalah din", jadi tidak perlu dipikirkan.
Padahal sumber kemusyrikan, kekafiran, maksiyat, kesesatan, dll.
Sangat banyak dari masalah-masalah keduniaan.
Dalam pergaulan, mereka sangat eksklusif, memisahkan diri dari masyarakat.
Hal ini sama dengan perilaku Khawarij ketika mereka memisahkan diri dari Ummat Islam dan membuat markas di Nahrawan.

2. Mereka menghidupkan manhaj kebencian.

Mereka sangat memusuhi orang-orang di luar kelompoknya. Mereka mudah menuduh orang lain "ahli bid'ah", "bukan Salafiyah", "hizbi", "Sururi", "Ikhwani", dst.
Itu tuduhan standar mereka.
Tidak ada yang selamat dari kebencian mereka, selain dirinya sendiri.
Khawarij dulu juga seperti itu, mereka membenci bahkan mengkafirkan orang-orang yang berada di luar kelompoknya.

3. Mereka menggunakan kalimat "Mengikuti pemahaman Salafus Shalih" untuk menyesatkan manusia. Istilah Salaf, manhaj Salafiyah, atau Dakwah Salaf, bukan dimanfaatkan untuk menyebarkan kebajikan sebanyak-banyaknya, tetapi dipakai untuk menyesatkan orang-orang lugu agar terjerumus bersama kesesatan mereka.

Persis seperti dulu ketika Ali bin Abi Thalib (Ra) mengkomentari kelakuan para Khawarij yang memakai ayat Al Qur'an untuk tujuan kesesatan, "Kalimatul haqq yuridu bihil bathil" (perkataan yang benar tetapi ditujukan untuk kebathilan).

4. Mereka berani menghalalkan hak-hak Ummat Islam yang telah dilindungi oleh Syariat.

Saat ini yang sangat kelihatan adalah: menghalalkan kehormatan Ummat Islam, khususnya para dai dan lembaga-lembaga Islam.
Sampai-sampai lembaga netral seperti DDII tidak selamat dari serangan najis mereka.
Padahal Nabi (Saw.) sudah mengatakan, "Setiap Muslim atas Muslim yang lain, diharamkan darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim).
Tapi kita tidak usah berdalil dengan Sunnah di hadapan mereka.
Hati mereka sudah terlalu angkuh untuk menerima nasehat Al Qur'an dan Sunnah.
Khawarij dulu juga seperti itu, mereka menghalalkan darah Ummat Islam.

5. Mereka sangat ghuluw (melampaui batas) dalam beramal.

Mereka sangat-sangat peka dalam perkara fotografi makhluk bernyawa (foto manusia), celana di bawah mata kaki, nasyid Islami, melinting lengan baju, memakai cadar, memakai celana dalam Shalat, dan lain-lain perkara yang masih menjadi perdebatan.
Tetapi ketika menuduh "ahli bid'ah", mengkafirkan Ahlul Islam (seperti Luqman Ba'abduh), membongkar aib para dai, memecah belah Ummat, menyebarkan kebencian, bahkan mengintimidasi Muslim, justru atas semua itu mereka sangat menikmati. Laa ilaha illallah.
Dulu Khawarij bertanya ke Ibnu Abbas (Ra.) tentang hukum membunuh nyamuk, tetapi mereka tidak bertanya tentang hukum membunuh cucu Rasulullah (Saw), yaitu Hushain bin Ali (Ra.), yang mereka lakukan.
Maksudnya, atas hasutan Khawarij itu pula akhirnya Hushain terbunuh di Karbala, lalu kepalanya dipancung.
Innalillah wa inna ilaihi ra'jiun.

6. Mereka mengkafirkan sesama Muslim.

Mereka bermudah-mudah mengeluarkan manusia dari Manhaj Salafiyah, padahal Salafiyah adalah Islam itu sendiri.
Mereka menghalalkan penghinaan, celaan, membuka aib-aib, tahdzir, dan hajr kepada ahli bid'ah.
Jangankan bermuamalah dengan "ahli bid'ah", sekedar berjabatan tangan secara tak sengaja saja, kita bisa dituduh ikut "ahli bid'ah".
Luqman Ba'abduh sendiri dalam buku MAT mengkafirkan kaum Muslimin, khususnya Daulah Utsmaniyyah dan kaum Muslimin Mesir.
Ya, Khawarij dulu juga seperti itu.
Bahkan lebih terang-terangan.

7. Mereka sangat keras kepala. Jika ada manusia yang ngeyel, inilah orangnya.

Mereka sangat-sangat ngeyel, tidak mau rujuk kepada kebenaran.
Meskipun kita memberikan nasehat sehebat apapun, kalau kita bukan dari golongan mereka, nasehat itu akan dibuang ke tempat sampah.
Tidak kurang apa saya telah menyampaikan nasehat lewat DSDB, tetapi kesesatan mereka tidak berkurang.
Mereka meyakini, "Hanya Syaikh Rabi' dan Syaikh Muqbil saja yang memiliki kebenaran.
Selain mereka (atau yang semisal mereka), bathil." Sikap seperti ini sebenarnya dianggap telah keluar dari Al Jama'ah (komitmen kepada kebenaran, dari arah manapun datangnya).
Khawarij dulu juga begitu.
Mereka sudah dinasehati Ibnu Abbas (Ra.), tetapi tetap keras kepala.

8. Mereka menyebarkan permusuhan di kalangan Ummat Islam.

Ini sangat jelas, tidak diragukan lagi.Lihatlah salafy.or.id, merekaadalahteroris.com, buku Mereka Adalah Teroris (MAT) dan MDMTK, blog 'Fakta', blog 'Tuk Pencari Al Haq', majalah Asy Syariah, dll.
Itu adalah bukti yang tak bisa dibantah lagi.
Mau membantah bagaimana, bukti sudah menyebar ke seantero dunia? Khawarij dulu juga seperti itu.
Mereka menyebarkan permusuhan, mengobarkan peperangan, bahkan mereka membunuh Khalifah Utsman (Ra) dan Khalifah 'Ali (Ra).

9. Ibadah mereka menakjubkan. Harus diingat, dulu Khawarij sangat hebat dalam Shalat, puasa, maupun membaca Al Qur'an. Kata Ibnu Abbas (Ra), tubuh mereka kurus-kurus karena sangat sering puasa, mata mereka celong karena banyak bangun di malam hari, pakaian mereka kumal karena zuhud.

Khawarij gaya baru juga seperti itu, meskipun ibadahnya tidak sehebat Khawarij masa lalu.
Kita kalau bersanding bersama Khawarij modern itu, kita akan merasa 'kecil hati' melihat ibadah kita.
Tetapi Nabi (Saw.) menegaskan, "Mereka keluar dari agama ini seperti melesatnya anak panah dari busurnya."

10. Mereka mengklaim diri sebagai kelompok paling benar.

Ini ciri Khawarij yang tidak boleh diabaikan.
Mereka bukan hanya berbeda pendapat dengan Shahabat (Ra), bahkan mengkafirkan para Shahabat dan menghalalkan darahnya.
Mengapa itu terjadi? Sebab mereka mengklaim diri sebagai kelompok paling benar.
Itu pula yang terjadi di jaman ini.
Tidak ada yang selamat dari serangan orang-orang dungu itu, selain diri mereka sendiri.

11. Mereka menuduh orang lain sesat, padahal kesesatan di pihak mereka.

Ya, kita semua sudah tahu bagaimana kelakuan orang-orang Khawarij yang mengatasnamakan Salafi ini.
Mereka menuduh orang lain "ahli bid'ah", padahal mereka itulah ahli bid'ah; mereka menuduh orang lain "hizbi", padahal diri mereka sendiri a'zhamul hizbi minal ahzab (sebesar-besarnya hizbi sejati); mereka menuduh orang lain Khawarij, padahal tuduhan itu sejatinya lebih pantas mereka sandang sendiri.
Dulu Khawarij menuduh Khalifah Ali (Ra) dan para Shahabat telah kafir, padahal kekafiran di pihak mereka sendiri.

12. Mereka memerangi Ahlul Islam dan membiarkan ahlul autsan (penyembah berhala).

Ini perkara lain lagi yang sangat nyata dalam diri kaum Khawarij ini.
Kerjaan mereka tidak pernah lepas dari memusuhi gerakan-gerakan Islam, memusuhi lembaga-lembaga Islam, memusuhi para dai dan individu-individu Muslim.
Kerjaan mereka tidak lepas dari itu.
Itulah "jihad akbar" mereka.
Sekiranya mereka memegang kekuasaan, sangat yakin mereka akan memerangi saya, Anda, dan kita semua.
Hanya soal waktu saja.
Sama saja dengan Ba'abduh, dia serang semua organisasi Islam di Indonesia yang tidak sesuai syahwatnya, adapun dia tidak tampak kontribusinya dalam mendakwahi orang-orang Hindu di Bali.
Jember tempat Si Luqman Al Fasid ini kan sangat dekat dengan Bali.

13. Mereka sangat lancang di hadapan hujjah kebenaran.

Jangankan pendapat saya, Anda, dan para dai di Indonesia, Al Qur'an dan Sunnah shahihah pun siap mereka belakangi, jika tidak sesuai hawa nafsunya.
Banyak fatwa-fatwa ulama besar Saudi yang telah memperingatkan mereka, termasuk fatwa almarhum Syaikh Bin Baz (rah).
Tetapi semua itu dilempar ke tong sampah.
Namun kita jangan merasa heran dengan semua ini, sebab pendahulu mereka juga seperti itu.
Dulu Dzul Khuwaisirah pernah menghardik Rasulullah (Saw): "Berbuat adil-lah kamu, Muhammad!" Dalam buku DSDB II, hal. 292-294 Ustadz Abduh menukil sebuah kejadian di kalangan Syaikh Rabi' Cs.

Disitu saja Rabi' berani melecehkan Syaikh Bin Baz rahimahullah.
Ya, begini ini modelnya kaum Khawarij.

14. Mereka bersikap sangat pecundang.

Nah, ini salah satu ciri lain bahwa iman mereka telah rusak, yaitu sikap pecundang (pengecut).
Mereka sangat berbisa mulut dan tulisan-tulisannya.
Mereka perlakukan orang lain seperti boneka-boneka tak bernyawa.
Ketika ditantang debat terbuka, tak mau; diajak dialog, tak mau; bahkan ditantang mubahalah, juga tak mau.
Sangat sangat sangat pecundang.
Khawarij dulu juga begitu, mereka pecundang, suka dengan cara-cara yang sifatnya tidak ksatria.
Mereka membunuh Khalifah Ali (Ra) dan hendak membunuh Amr bin Ash (Ra) dan Muawiyah (Ra).

15. Bagaimanapun, orang-orang ini sangat bodoh.

Ini juga ciri lain dari Khawarij.
Kalau Anda membaca buku (MAT) Mereka Adalah Teroris karya Si Dhalal Luqman Ba'abduh, Anda akan ketawa melihat cara dia menulis buku.
Satu bagian membantah bagian yang lain.
Dia mencela orang-orang yang menentang Dinasti Saud dengan celaan yang sangat sangat hebat, katanya memberontak kepada Ulil Amri.
Tetapi saat yang sama dia menuduh Daulah Utsmani di Turki dengan perkataan "besi rongsokan yang jelek".
Padahal Daulah Utsmaniyyah adalah Ulil Amri kaum Muslimin, sebelum berdirinya Kerajaan Saudi.
Si Fasid bin Dhalal, Luqman Ba'abduh itu, juga mencela habis-habisan Safar Hawali yang mengambil berita-berita dari orang kafir.
Sementara Luqman sendiri dalam buku MAT juga mengambil berita dari CNN dan lainnya.
Darimana dia tahu istilah "Attack" dari peristiwa WTC 11 September 2001 kalau tidak dari CNN? Banyak contoh lain.
Ya begitulah Khawarij sejati, seperti para pendahulunya.
Mereka tak mau makan korma yang ditemukan di jalan, takut syubhat; tetapi mereka berani membunuh putra Khabab bin 'Arat (Ra) dan membunuh isterinya yang sedang hamil.

Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa orang-orang ini adalah KBS, Khawarij Berbaju Salafi.
Mereka sama bahayanya dengan para penganut agama Liberal.
Kalau Liberaliyun menyerang Islam dari luar, kaum KBS ini menyerang dari dalam.

Wallahu a'lam bisshawaab.

Ini adalah bagian dari jihad di jalan Allah Ar Rahiim, insya Allah.
Maka aku tidak akan ragu untuk memasukinya.
Akhirul kalam, tawakkaltu 'alallah laa haula wa laa quwwata illa billah. Hasbunallah wa nikmal Wakil nikmal Maula wa nikman Nashir.

Sumber: http://www.indoforum.org/showthread.php?t=88116

Comments (20)add comment

ningzcute said:

nasihatilah mereka...
yaa akhi...
kalau pun mereka bersalah, mereka mencaci, mereka menghujat.
apakah ahsan bila antum juga bertindak seperti itu...?

lisan yaa akhi, lisan
yang menyebabkan kita semua tergelincir kepada dosa

sikap terbaik kita adalah mendoakan beliau agar ruju' dari kesalahannya
juga menasihatinya tidak dihadapan banyak orang...
selanjutnya kita serahkan semua kepada Alloh
karena hidayah adalah hanya milik Alloh
 
February 09, 2012
Votes: +1

nur aza said:

...
Innalilahi wainnailaihi roji'un....lihat nie tulisan. Jadi malah mempertanyakan kredibilitas penulisny. Hanya Allah yang mengetahui kebenaran sesungguhny. Jangan main judge boss. Selami dulu kumpulkan data dan fakta. Kalau toh dirasa emang salah, paparkan dengan santun. Kalo nulisny penuh bahasa emosi gini pa ga maluu tuh.ketahuan kan kadar keilmuanny. smilies/grin.gif
 
January 13, 2012
Votes: +2

aris said:

...
Islam yang sesuai dengan kita di bumi Indonesia ini adalah Islam yang dibawa oleh Para Wali, yang terkenal dengan sebutan Wali Songo. Para Wali Songo inilah yang menjadi padoman ajaran Islam yang diterapkan oleh Nahdatul Ulama (NU).
 
December 01, 2011
Votes: +0

paijo said:

mengenal salaf
kurang adil rasanya kalo cuma membaca artikel ini terus kita merasa telah mengenal salaf. kalo ingin mengenal dan menilai salaf, sebenarnya tinggal kunjungi aja situs2 yang disebutin penulis di atas, baca dan pahami dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala :
www.salafy.or.id
www.asysyariah.com
 
June 10, 2011
Votes: +2

syamsbahrisunsea said:

Terus berjuang, ya akhiy
Jazakallahu khair, semoga allah memberi fahala atas apa yang antum perbuat dalam situs ini selama antum melakukannya dengan ikhlas dan mengharap ridha Allah azza wa jall.
Sy sejak SMA sudah bersentuhan dengan da'wa salafi tapi sy tidak perna fanatik terdapat gerakan ini atau gerakan manapun, selepas SMA sy tidak aktif lagi, tapi sy tetap mengamati pergerakannya, dan kelihatannya ada perpecahan dikalanga salafiyyin, contoh di Makassar (kebetulan saya tinggal di salah satu kebupaten di SUL-SEL dan kuliay di Makassar)ada Dua gerakan da'wah yang menisbahkan dirinya sebagai 'salafiyyin'. Pertama, nama haraqahnya "Al-Wahdah"yang berpusat di Jl. Abdullah Dg Sirua. dan yang kedua menanamakan dirinya "Salafy" yang berpusat di Jl Baji' Rupa. Kelompok yg pertama masih sedikit toleran (tidak eksklusif), dan kelompok yang kedua seperti yang penulis gambarkan. bahkan kelompok yang kedua(salafy) ini pun juga memfatwahkan kelompok pertama (Al-Wahdah) sebagai kelompok Ahli Bid'ah. padahal keduanya sama-sama berkiblat ke Al-Haramain.
 
June 10, 2011
Votes: +1

Hira Muzakki said:

Buku Putih Salafi: Aku Bukan Salafi?

Untuk lebih memperjelas permasalahan yang sedang dibahas, saya anjurkan membaca 'Buku Putih Salafi: Aku Bukan Salafi?' (Menjernihkan kesalahpahaman tentang Salaf & Salafi). Penulis: Abu Umar Basyir. Penerbit: Unaizah Media.
 
March 15, 2011
Votes: -2

usman said:

Lc salafi dari kairo terintervensi gak ya?
Seperti yang telah terjadi,Mantan diktator Mesir sangat intervensi terhadap segalasesuatu yang dapat membahayakan kedudukannya dan hubungan mesranya dengan polisi dunia.menurut ana iya kali ye karena dari sana akan menyebar lc-lc pendahwah ke seluruh dunia.Apakah dalam kekuasaanya berpuluh tahun mantan diktator dan polisi dunia tersebut tidak punya pemikiran untuk mengintervensi dakwah salafi di kairo?menurut saya tidak mungkin dakwah salafi tidak tercampur dengan kepentingan polisi dunia dan mantan diktator (ulul amrinya salafi).Yang dampaknya sampai ke yang mengaku salafi di indonesia indonesia,yang mana mereka buta tidak bisa membedakan mana musuh dan mana saudara.umat islam diserang ditindas mereka diam saja,klau ada umat islam yang mau menolong, salafi dengan mudahnya menghujat.Apakah benar kalau salaf itu tidak perlu tau peta kekuatan musuh.lalu bagaimana kita bisa membela umat islam klu mau di serang? Trus apkah para pendahulu kita salafusaleh juga begitu?gimana dong....?! ulama ulama yang mengaku salafi ini di fihak mana sih bingngung jadinya.//////???????
 
March 13, 2011
Votes: +1

lilis said:

...
cukup islam tidak kurang tidak lebih
 
November 29, 2010
Votes: +0

Admin said:

manhaj penulis
krisna,

kami tidak tahu apa manhaj si penulis, kan bisa tanya langsung di:http://www.indoforum.org/showthread.php?t=88116, kalau mau share komennya silahkan saja.
 
November 28, 2010
Votes: +2

Krisna said:

Manhaj Penulis
Saya mau nanya manhaj penulis apa ya?baru ntar ak comment lebih lanjut.
 
November 27, 2010
Votes: +1

R said:

hmm
It just organization anyway..
 
November 24, 2010
Votes: +0

stoner said:

maling teriak maling
menurut sy artikel ini jelas sekali menunjukkan seseorang yg tersinggung oleh munculnya buku MAT...analisa saya justru orang yg menulis artikel inilah yg patut dicurigai sebagai teroris..istilahnya "maling teriak maling"..
terlihat sekali tulisannya didasari kebencian tak berdasar, tanpa bukti,,hanya reaksi emosional belaka...HATI2 SAUDARA2KU, JANGAN MUDAH TERHASUT
 
September 29, 2010
Votes: -1

Alp Arslan said:

Ilustrasi Kartun
Assalamu'alaikum,

Om modi,

Info sejarah lewat ilustrasi kartun di atas bahwa Najd bukan termasuk wilayah imperium Ottoman shg gerakan "2 Muhammad Najdi" (Muhammad bin Abdul Wahhab & Muhammad bin Sa'ud) masih terbilang benar bukan memberontak kpd Khilafat Turki Utsmaniyyah (Ottoman). Tetapi ketika mereka (2 Muhammad Najdi) sukses menguasai Ad-Dariyyah (sekarang Riyadh: Ibukota Kerajaan Arab Saudi) dan hampir seluruh wilayah Najd (wilayah gurun tengah semenanjung arab) yang kemudian merisaukan gubernur Ottoman dari dinasti Rasyid di wilayah Iraq, sehingga atas dukungan pasukan dari Mesir yang diperintahkan oleh Khalifah di Istambul, gerakan 2 Muhammad Najdi ini di tumpas habis. Lalu sejak saat itu wilayah yang dikuasai gerakan 2 Muhammad Najdi tadi secara formal masuk ke dalam wilayah imperium Turki Utsmaniyyah.

Selanjutnya cucu dari Muhammad bin Sa'ud yang kemudian diberi gelar Abdul 'Azis bin Sa'ud, yang juga kemudian lebih di kenal dengan sebutan Ibn Sa'ud, kembali menyerang Ad-Dariyyah, dimana saat itu Ad-Dariyyah (Riyadh) sudah secara resmi masuk ke dalam wilayah Khilafat Turki Utsmaniyyah.

Justru, gerakan kedua keluarga Sa'ud inilah yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan Khilafat di hampir seluruh semenanjung arab, lalu mendirikan sebuah kerajaan baru yang masih eksis sampai saat ini, dan sangat terkenal, yaitu "KERAJAAN SA'UDI 'ARABIA".

Begitulah urutan kejadian dari keseluruhan gerakan keluarga Sa'ud.
Sehingga, kesimpulannya:

- Gerakan #1 Keluarga Sa'ud (2 Muhammad Najdi: Muhammad bin Abdul Wahhab & Muhammad bin Sa'ud), betul bukan pemberontakan thdp Khilafat.

- Gerakan #2 Keluarga Sa'ud (Abdul Azis bin Sa'ud), 100% merupakan pemberontakan dan pengkhianatan terhadap Khilafat.

Jadi tolong om modi, sejarah itu harus ditampilkan apa adanya. Sudah terlalu lama ummat ini bodoh dalam pengetahuan tentang sejarah perjalanan moyang nya sendiri, yaitu moyang bangsa islam nya.


Jazakallah.
 
August 23, 2010
Votes: -2

didi said:

Point 8
Untuk point no 8....malah jadi bingung siapa yang khwarij siapa yang salafy...benar2 terselubung??!! mungkin ada yang bisa membantu menjelaskan?
 
August 15, 2010
Votes: +0

admin said:

HT dan JT
to: mampuslah zionis,

Kalau kami berprinsip jangan sampai melanggar aturan-Nya yang telah digariskan a.l. dalam QS ar-Rum 30:30-32, benar apa yang dikatakan Netral kita harus bersikap hati-hati terhadap firqah, karena pelanggaran terhadap sebuah ayat akan mengakibatkan dilanggarnya ayat lain walau secara tidak sadar. Contohnya ayat tersebut di atas baik langsung atau tidak akan terkait dengan ayat 42:13 mengenai larangan berpecah belah dalam melaksanakan ajaran Islam dst, dan realita yang kita hadapi dewasa ini merupakan sesuatu hal yang tidak bisa kita hindari, namun sebenarnya jauh-jauh hari kita sudah diingatkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seperti dijelaskan dalam salah satu hadits berikut ini:

“Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini – baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.”(HR Ahmad V/389)

Menurut kami, berdasarkan hadits di atas prioritas kita hari ini adalah menyelamatkan diri dari rangkaian fitnah internal yang sarat dengan rekayasa halus musuh Islam, yang oleh nabi sendiri dikatakannya lebih ditakuti daripada fitnah Dajjal. InsyaAllah kita bisa selamat dari fitnah internal apabila kaffah dalam melaksanakan ajaran Islam dan dimasukan-Nya kedalam kelompok yang selamat. Kalau Anda mau memenuhi sarannya Netral, berikut link untuk mengunduh e-book Firqatun Najiyah. http://www.scribd.com/doc/3097...N-NAJIYAH. Masih ingin mengetahui mengenai HT dan JT, berikut tautannya: http://www.akhirzaman.info/isl...rakan.html dan http://www.akhirzaman.info/isl...ligh.html.

Wallahu’alam,

Semoga bermanfaat
 
August 04, 2010
Votes: +0

Netral said:

HT dan JT
Bos intinya bersikap hati2 terhadap firqah, dan ndak usah Lebay. Kalo mau cari yang selamat cari ciri2 Firqatun Najiyah
 
August 03, 2010
Votes: +1

mampuslah zionis said:

...
syiah salah...salaf salah..ikhwanul muslimin salah.... gimana dengan JT atau HT ? salah juga gak boss?
 
August 03, 2010
Votes: +0

muslimpaladin said:

...
Super sangat setuju sekali.
 
August 02, 2010
Votes: +0

admin said:

Khawarij terselubung
to: riri,

Menurut penulis artikel di atas dalam poin kedelapan, situs-situs yang disebutkan dikategorikan sebagai Khawarij terselubung, Anda sendiri bebas untuk menilai apakah mau sependapat dan mengikuti alur pemikiran si penulis atau tidak.

Tulisan-tulisan yang di posting di situs ini, kaitannya dengan firqah, memang banyak menggambarkan kondisi keragaman dalam melaksanakan ajaran Islam yang merefleksikan perpecahan dalam tubuh umat Islam yang amat sangat akut, yang berdampak melemahkan persatuan umat Islam, tujuannya bukan untuk memihak salah satu kelompok dan menjelekan yang lain, namun sekedar concerned kami sebagai muslim dan berusaha mengambil hikmah dari perbedaan yang ada.

Wallahu’alam
 
August 02, 2010
Votes: +1

riri said:

nanya
mw nanya,
yang bagian ini :
" Ini sangat jelas, tidak diragukan lagi.Lihatlah salafy.or.id, merekaadalahteroris.com, buku Mereka Adalah Teroris (MAT) dan MDMTK, blog 'Fakta', blog 'Tuk Pencari Al Haq', majalah Asy Syariah, dll.
Itu adalah bukti yang tak bisa dibantah lagi. "

artinya apa? apakah situs2 yg di sebut diatas mereka adalah khawarij terselubung? atau sebaliknya?
 
July 31, 2010
Votes: -1

Write comment

busy