Meluruskan Sejarah Wahhabi
Download Audio Bedah Buku: “Meluruskan Sejarah Wahhabi”Kata "wahhabi" sudah tidak terasa asing ditelinga kita, ketika orang yang awam mendengar kata ini dan ketika membayangkan kelompok yang disebut dengan sebutan ini maka yang terbetik di mereka adalah aliran Islam yang sesat yang suka mengkafirkan atau menyesatkan kaum muslimin lainnya dan segudang celaan-celaan lain. Semuanya disebabkan oleh adanya sumber-sumber atau rujukan yang tidak jelas kebenarannya dan hanya kedustaan belaka yang tersebar dikalangan orang awam mengenai "Wahhabi", atau juga karena ketaqlidan (hanya ikut-ikutan) sebagian orang awam terhadap tulisan-tulisan tersebut. Oleh karena itu dalam pembahasan ceramah bedah buku ini akan meluruskan dan membantah beberapa tuduhan yang dilontarkan kepada dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ini yang disampaikan langsung oleh penulis, Ust Abu Ubaidah Yusuf. Bagi yang ingin mendapatkan penjelasan detail silahkan merujuk langsung ke buku langsung. Semoga bermanfaat. Faidah-faidah yang dapat dipetik dari pembahasan, 1. Bantahan terhadap salah satu artikel yang mencela syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ajaran yang dibawanya dengan judul "Membongkar Kedok Wahabi, Satu Dari Dua Tanduk Setan" yang dimuat dalam majalah Cahaya Nabawi hal 8-17 edisi 33 th. III Sya'ban 1426 H 2. Merupakan Sunnatulloh bahwa akan banyak celaan, fitnah, dan tuduhan yang miring yang dilontarkan kepada ulama-ulama yang menyebarkan dakwah tauhid, pemberantas syirik, bid'ah dan mengingatkan ummat atasnya. Hal ini sebagaimana yang menimpa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, yang dalam menyebarkan dakwahnya beliau dicela, difitnah, bahkan disakiti oleh orang-orang yang tidak menyukai dakwah tauhid beliau. Maka barangsiapa yang mengaku mengikuti Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, pasti akan mengalami hal yang sama yaitu dalam celaan, fitnah dan tuduhan yang jauh dari kebenaran untuk menjauhkan ummat kepada dakwah tauhid yang dibawanya. 3. Keroposnya sumber, rujukan atau referensi penulis artikel tersebut, mengingat betapa pentingnya suatu penukilan dan periwayatan terhadap suatu kabar. Imam Muslim rahimahullah berkata, "Ketahuilah bahwa merupakan kewajiban atas setiap orang yang bisa membedakan antara riwayat yang shahih dan lemah, dan antara penukil yang terpercaya dan pembohong, hendaknya dia tidak meriwayatkan kecuali kabar yang dia ketahui keabsahannya dan penukil yang terpercaya, dan menjauhi dari kabar orang-orang yang tertuduh dan penyeleweng dari kalangan ahli bid'ah. Adapun dalil yang menguatkan hal ini adalah firman Allah....(QS. Al-Hujurat :6) (Shahih Muslim 1/20-22 Syarah Nawawi) 4. Sumber artikel tersebut berputar pada dua orang, yang pertama Mr.Hemper dan Syaikh Ahmad Zaini. Mr. Hemper, yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di timur tengah, sebagaimana pengakuan penulis (artikel tersebut) sendiri (hal.9). Jadi Hempher adalah seorang orientalis kafir yang dengki terhadap Islam dan berusaha sekuat tenaga untuk membuat kerusakan. Oleh karena itu para ulama bersepakat bahwa riwayat orang kafir adalah mentah, tidak diterima. Sedangkan tentang Syaikh Ahmad Zaini, syaikh Muhammad Rasyid Ridha mengatakan, "Sesungguhnya Dahlan bukanlah seorang yang ahli di bidang hadits, sejarah, dan ilmu kalam. Dia hanyalah taklid kepada orang-orang yang juga taklid dan hanya menukil dari kitab-kitab mutaakhirrin (orang-orang belakangan) " (Meluruskan Sejarah Wahhabi hal.23). Dengan demikian jika dilihat dari sumber rujukan, maka artikel tersebut berada pada pondasi yang keropos. 5. Kitab-kitab yang dijadikan sumber rujukan artikel tersebut dengan kedua tokoh di atas sarat dengan kedustaan dan pemutarbalikkan fakta. 6. Wahhabi bukanlah sebuah gelar yang dicetuskan oleh pengikut dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sendiri, namun dari musuh-musuh dakwah, baik karena politik saat itu atau para pecinta kesyirikan dari kalangan kaum sufi dan rafidhoh dengan tujuan melarikan manusia dari dakwah yang beliau emban dan menggambarkan bahwa beliau membawa ajaran baru atau madzhab kelima yang menyelisihi empat madzhab. (Meluruskan Sejarah Wahhabi hal. 76) 7. Kesalahan penamaan gelar "Wahhabi" itu sendiri jika memang nama tersebut dinisbahkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Karena nama beliau bukanlah Abdul Wahhab (ayahnya), dan jika mau diluruskan, maka penamaan yang benar adalah "Muhammadiyah" karena nama beliau adalah Muhammad. Jika mau jujur, bahwa "Wahhabi" adalah golongan dan penamaan yang mulia karena justru penisbatan kepada al Wahhab (Maha Pemberi) yang merupakan salah satu nama Allah. 8. Kelompok yang dituduh dengan sebutan "Wahhabi" bukanlah merupakan madzhab yang baru apalagi merupakan agama tersendiri diluar Islam. Raja Abdul Aziz mengatakan, "Mereka menjuluki kami "Wahhabiyun" dan madzhab kami adalah "Wahhabi" sebagai madzhab tertentu, maka ini adalah kesalahan fatal akibat kabar bohong yang didesuskan oleh sebagian kalangan yang memiliki niat jahat. Kami bukanlah pemeluk madzhab baru atau aqidah baru. Muhammad bin Abdul Wahhab tidaklah membawa ajaran baru. Aqidah kami adalah aqidah salaf shalih yang diajarkan dalam al-Quran dan as-Sunnah sebagaimana pemahaman salafus shalih. Kami menghormati imam empat, tidak adanya bagi kami Malik, Syafi'i, Ahmad, dan Abu Hanifah, semuanya sangat terhormat dalam pandnagan kami." (Meluruskan Sejarah Wahhabi hal.78). 9. Pada kenyataannya, dapat kita saksikan sendiri bahwa setiap orang yang memperingatkan ummat atas kesyirikan dan cabang-cabangnya, mengingkari kebid'ahan dan memperingatkan ummat atasnya, maka dia akan disebut "Wahhabi". Sehingga ini justru menjadi simbol bagi setiap golongan yang mengikuti al-Quran dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman yang benar yaitu pemahaman shalafus shalih. Maka tidak heran ada perkataan ulama, "Jika pengikut Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam adalah Wahhabi, maka akui bahwa diriku Wahhabi." (Meluruskan Sejarah Wahhabi hal. 82) 10. Salah satu contohnya adalah gelar yang diberikan pula kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H) sebagai "Wahhabi", padahal beliau tidak mengenal Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan hidup pada masa sebelum syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat 1206 H). Kenapa tidak sekalian saja bahwa syaikh Muhhammad bin Abdul Wahhab itu disebut "Taimiyyi" ? yang bisa saja beliau disebut demikian karena beliau hidup pada masa setelah Syaikh Ibnu Taimiyyah dengan ajaran yang dibawa sama, yakni dakwah tauhid, pemurnian Islam dari Syirik, Bid'ah, dan Khurofat. 11. Bantahan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merendahkan Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam, tidak mencintai Nabi, tidak bersholawat kepada Nabi, bahkan tuduhan bahwa beliau mengaku menjadi Nabi. 12. Bantahan bahwa syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab suka mengkafirkan kaum muslimin. 13. Bantahan bahwa syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah finah Nejed seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam. sumber: http://maramissetiawan.wordpress.com/
Set as favorite
Bookmark
Hits: 2451 Comments (9)
![]()
Dean sasmita
said:
|
|
KONSISTENSI ADMIN DALAM MEMBERIKAN INFORMASI ..sy menduga admin situs ini malah belum tahu seluk beluk ttg wahabi.. ..dan keawwaman seseorang akan membawanya pada inkonsistensi pemahamnnya ttg sesuatu.. ..untuk objektifitas ilmu dan wawasan coba explore informasi sbyk-byknya dan tdh hanya mengikuti konsep kaca mata kuda atau satu arah saja.. ..silahkan baca-baca dan mampir ke blog saya.. http://allaboutwahhabi.blogspot.com/ |
|
maya
said:
|
Ketawa saya juga ngakak lihat wahabi, cari2 dalil untuk menyemangati hatinya dan membenarkan segala aspek arogan. bagi yang tidak sependapat denganya siap saja dicap syirik, bid'ah, sesat, kafir, dan harus diperangi...tak jarang darahnya juga dihalalkan... teriak2 nyembah allah BUKTINYA?????? Nyembah batu juga... wahabi ditunggangi politik arab saudi, dan 2 negara lain...dan dampaknya menimbulkan percikan sesama umat muslim, salah satu bangsa asingpun membidik beberapa situs dengan bahasa arab untuk memecah belah islam dan tentunya konfliknya dinegri yang memeluk muslim paling banyak....mending orang kafir ente suruh dakwah, dan nanti jika ada yang melarangnya diapun bisa menghibur diri karena perjuangan rosulullah dulu seperti ini, dan rintangan berat dengan membabi buta, membunuh dan merupakan salah satu cobaan karena disayang tuhan,,wahabi hanya bisa hidup dinegeri toleran tetapi setelah banyak masa wahabi ada agenda tersembunyi menerapkan hukum islam sebagai dasar negara, dan mendopleng NKRI, HEY WAHABIII...... SUDAH PERNAH KESURGA? ATO HANYA IMING2 MIMPI BELAKA? TAU DARIMANA SELAIN WAHABI TIDAK DISAYANG TUHAN?????? KALAU TIDAK DISAYANG TUHAN KENAPA TUHAN MENCIPTAKANYA???? ATO HANYA NAFSUMU BELAKA??????????????????????????????????????????????????????? |
|
Sibgotullah Al Firdausy
said:
|
... Ketahuilah "Jika pengikut Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam adalah Wahhabi, maka akui bahwa diriku Wahhabi"... dan selain wahabi adalah musyrik...musyrik berarti bukan muslim lagi...dan orang yang musyrik tidak akan diampuni oleh Allah dan tidak akan pernah masuk syurga...hanya merekalah yang akan masuk syurganya Allah...ooh alangkah sepinya syurgamu ya Allah. Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, “Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan?” Dengan segera dia menjawab, “Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan” Lelaki itu bertanya lagi “Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu persen pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim.” Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa. Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu. Pahami, renungkan, pakai akal dan hatimu jangan pahami alqur'an dan hadits sebatas kulitnya saja, jangan baca alqur'an hanya melewati kerongkonganmu saja. Kembalilah pada Islam yang benar...dan bila tidak pada saatnya nanti kalian akan kami tumpas ketika datang seseorang dari Najd yg tidak sopan pada nabi saw dan ketika Nabi saw membagi bagi kepada sebagian dari mereka maka orang itu berkata : "bertakwalah pada Allah wahai Muhammad!", (maksudnya adalah : kau harus adil dalam pembagian ini!), maka Rasul saw menjawab dg marah : "siapa yg taat pada Allah kalau aku bermaksiat pada Allah..?!", lalu orang itu hampir dibunuh, lalu Rasul saw melarangnya, dan Rasul saw berkata : "akan keluar dari keturunan orang ini orang orang yg membaca Alqur'an dan tidak melebihi tenggorokannya, mereka semakin jauh dari agama bagaikan panah menjauh dari busurnya, mereka memusuhi orang islam dan membiarkan para penyembah berhala, bila kujumpai mereka maka akan kuperangi mereka sebagaimana diperanginya kaum 'Aad". (Shahih Bukhari) |
|
bp
said:
|
gimana? trus jadinya gmn? bener tuh kata yg seblm ane, kok jadinya terkesan plin-plan siy... |
|
Nur asikin
said:
|
Analogi maaf...saya sering juga baca2 buku tulisan para ustadz "wahabi" dimana analoginya/ulasannya kadang tdk/kurang realistis. sbagi contoh HARAMNYA ROKOK, diantara bbrapa alasan adalah; bhw dlm jumlah berlebihan menghisap rokok bisa memabukkan. barang yg memabukkan HARAM hukumnya. Dlm skala besar haram, skala kecil juga tetap haram.....?????>>> Nurani saya; kalo bgitu air mineral juga HARAM krn klo diminum berlebihan/skala besar bisa mabuk air.......maaf bila saya keliru baca...!!!! |
|
faisal
said:
|
Baca lagi sejarah,,,, Tolong Bapak BAca kembali sejarah..jangan lah jadi bagian dari pembodohan agama....saya sarankan baca kembali sejarah yang benar gali kembali..dan Al quran merupakan cerita tentang sejarah... |
|
abbas
said:
|
oke Banyak kitab - kitab karangan salafus sholihin yang mencela Muhammad bin Abdul Wahhab jadi bukan hanya dari sumber si bemper eh Mr.Hemper & Syaikh Ahmad Zaini thok, bahkan saudaranya sendiri Imam Sulaiman bin Abdul Wahhab dan ayahandanya sendiri juga banyak mengarang kitab untuk menolak faham Muhammad bin Abdul Wahhab |
|







