larger smaller reset

Penghancuran Situs-situs Sejarah Oleh Kaum Wahhabi Saudi

saudi-miras

Oleh: Syaikh Hisyam Kabbani

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah pembangunan Bayt al-Maqdis di Yerusalem dan penghancuran Yatsrib (Madinah). Sebuah hadits dari Mu’âdz ibn Jabal, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata (bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman adalah), “Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, penghancuran Yatsrib dan penghancuran Yatsrib, munculnya pembantaian dan pertempuran dahsyat atau pertikaian berdarah, penaklukan Konstantinopel dan kemunculan Dajjal.

 Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menepuk paha Mu’âdz sambil berkata, “Sungguh, itu merupakan kebenaran, seperti halnya kenyataan bahwa kamu sedang duduk saat ini.”

 yatsribKita mungkin akan berpikir bahwa untuk membangun Yerusalem (Al-Quds) berarti membangun gedung-gedung tinggi beserta tampilan peradabannya yang bisa kita saksikan saat ini, dan bahwa di Madinah tidak akan ada “peradaban” semacam itu.

 Namun, di Madinah telah dibangun gedung-gedung tinggi, pusat-pusat perbelanjaan, hotel-hotel, terowongan-terowongan menuju masjid, dan perluasan masjid. Semua ini tampaknya bertolak belakang dengan hadits yang menyebutkan bahwa Madinah akan hancur.

Ketika kita cermati hadits itu lebih dalam, kita melihat bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyebutkan bahwa seluruh kota Yerusalem akan dibangun, tetapi Bayt al-Maqdis akan diperbaiki. Al-Quds mencakup seluruh Yerusalem, dan Bayt al-Maqdis adalah kawasan suci tempat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam naik ke langit dalam rangka Isra’ dan Mi’raj.

Ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak mencakup seluruh bangunan di Yerusalem, seperti yang disebutkan dalam hadits, “pemugaran kembali Bayt al-Maqdis,” yang secara khusus menyebutkan bayt (rumah) untuk menekankan bangunan yang akan dipelihara dan dipugar, termasuk bangunan di sekelilingnya, seperti monumen dan benda-benda sejarah.

 Kawasan tersebut telah dijaga selama berabad-abad, dan dipelihara dalam bentuknya yang asli.  Melalui pengetahuannya yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah melukiskan peristiwa itu 1400 tahun yang lalu. Seperti yang disebutkan terdahulu, situasi Madinah saat ini, dengan bangunan-bangunannya modern, tampak bertolak belakang dengan hadits yang menyebutkan bahwa Madinah akan mengalami penghancuran.

 al-aqshaNamun, dengan pencermatan yang lebih saksama, kita mengetahui bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam secara khusus menyebutkan bahwa Yatsrib, bukan Madinah, akan dirusak.

Pernyataan Nabi yang sangat akurat itu mengungkapkan makna yang bisa dipahami dalam konteks modern. Yatsrib adalah kota Nabi tempat munculnya cahaya pengetahuan yang menyinari dunia. Ia merupakan tempat berdirinya pemerintahan Islam yang pertama, dan sumber banyak prestasi para sahabat.

Kharâb Yatsrib berarti bahwa peradaban kota tua Madinah (yang dulu dikenal dengan nama Yatsrib) akan rusak. Dampaknya adalah bahwa segala peninggalan klasik dan tradisional dalam Islam akan dihancurkan pada masa-masa sebelum datangnya Kiamat.

PENGRUSAKKAN BANGUNAN MONUMENTAL ISLAM OLEH KAUM WAHHABI

Pengrusakkan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang menyebarkan versi Islam dengan pemahaman yang dangkal, yang mendiskreditkan dan meremehkan tradisi-tradisi klasik. Kini, kita menyaksikan kemunculan sekelompok orang yang menentang setiap aspek Islam tradisional, Islam arus utama, yang telah dipelihara oleh umat Islam selama lebih dari 1400 tahun. Kelompok tersebut ingin mengubah seluruh pemahaman keagamaan dengan menawarkan Islam “modernis” mereka.

 jabal-uhudOrang-orang tersebut merupakan kelompok minoritas di tubuh umat Islam.  Gagasan-gagasan mereka yang penuh penyimpangan telah disanggah dan ditolak dari berbagai sisi oleh para ulama Islam, seperti yang telah banyak ditulis orang. Tidak ada yang namanya Islam itu dimodernkan, diperbaiki, ataupun dibenahi.  Islam adalah agama yang sempurna, sejak pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hingga Hari Kiamat.

 Allah Azza wa Jalla telah berfirman:

 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan atasmu nikmatku, dan telah Kuridai Islam menjadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah 5:3)

 Islam adalah pesan terakhir dan pastilah mampu mengakomodasi semua kehidupan manusia hingga akhir masa.  Islam dapat merangkul semua jenis kebudayaan tanpa sedikit pun menambah atau mengurangi makna Islam itu sendiri.  Oleh karena itu, tidak ada reformasi, renovasi, penambahan, atau pengurangan dalam Islam.

 Sementara Islam sendiri tidak mengenal reformasi, orang-orang Islam sendiri-lah yang perlu mereformasi diri sehingga mereka dapat memahami dan melaksanakan Islam dengan benar.  Dalam kesempurnaannya, Islam mirip dengan bulan purnama: bulatnya tidak kurang dan tidak lebih.

 Kharâb (Penghancuran) Yatsrib disebutkan 2 kali dalam hadits di atas. Kali pertama adalah penghancuran peradaban pengetahuan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yaitu pengrusakan agama dalam bentuk penyimpangan terhadap pesan-pesan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

 Mereka (kaum Wahhabi) yang mengklaim diri sebagai “pembaharu Islam” berusaha menyuguhkan hal-hal baru untuk menggantikan dan menghapus hal-hal klasik dan tradisional dalam Islam.

 Aliran Wahhabi inilah yang pertama kali mengajukan pemahaman yang sepenuhnya baru tentang Islam, dengan kedok “pemurnian” Islam.

 Ideologi Wahhabisme ini telah merusak Islam tradisional atas nama “pemurnian” Islam, seakan-akan semua orang Islam sebelum munculnya Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb telah tersesat.

 khandaq1Alih-alih membawa pemurnian, ia justru telah menghancurkan ilmu-ilmu dan praktik keislaman yang telah berakar selama berabad-abad. Semua hal yang telah diwariskan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan generasi Islam sepeninggal beliau tiba-tiba dicap sebagai bentuk penyembahan berhala (syirik) yang harus dimusnahkan.

 Orang-orang Islam yang melaksanakan ibadah haji dijejali dengan bahan-bahan bacaan dan propaganda mereka, sehingga para jemaah itu menganggap bahwa keyakinan dan praktik tradisional mereka bertentangan dengan Islam.  Sekte Wahhabi meragukan tradisi keilmuan yang telah berusia 1400 tahun, dan melontarkan tuduhan kufur, syirik, bidah, dan haram terhadap berbagai praktik dan pemahaman tradisional.

 Kerusakan pertama yang menimpa Yatsrib adalah ketika Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb menghancurkan ilmu-ilmu “keislaman” dengan cara meracuni pemahaman orang-orang Islam terhadap agama mereka.

 Ungkapan Kharâb Yatsrib yang kedua merujuk pada penghancuran fisik terhadap bangunan dan monumen yang berasal dari masa Nabi di Yatsrib, kota Madinah klasik. Di Madinah memang telah terjadi perluasan Masjidil Haram, tetapi kenyataan tersebut tidak bertolak belakang dengan ungkapan “Kharâb Yatsrib” karena hadits tersebut merujuk pada kota tua Madinah yang dikenal dengan Yatsrib, dan semua yang mewakilinya.

 Segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan Nabi telah dipelihara oleh orang-orang Islam selama bertahun-tahun, apakah masjid tua, benda-benda sejarah, atau makam rasul, para sahabat, istri, dan anak-anaknya.

 Meskipun orang-orang Islam selama berabad-abad sepakat bahwa situs-situs tersebut merupakan bagian penting dalam sejarah dan tradisi Islam, semuanya dihancurkan oleh aliran Wahhabi dengan menggunakan dalih bahwa “semua itu bukan lagi Islam”.

 Pemahaman mereka yang dangkal terhadap Islam mengakibatkan penghancuran sejumlah benda peninggalan sejarah dan monumen. Kharâb berarti “penghancuran,” tetapi kata ini juga bermakna peruntuhan.”

 Memang, kantong-kantong tradisi klasik masih ada, dan hendak dibangun kembali oleh umat Islam, tetapi mereka tidak diperkenankan membangunnya kembali, sehingga yang tersisa hanyalah reruntuhan dan puing-puing bangunan.

 Tidak ada lagi orang yang mengetahui lokasi kuburan para sahabat. Di Gunung Uhud dekat Madinah, kita bisa menyaksikan puing-puing bangunan yang awalnya merupakan makam yang dilengkapi dengan kubah dan hiasan-hiasan indah. Dengan makam yang terlihat jelas, bangunan suci itu mengenang para sahabat yang gugur bersama Hamzah di Gunung Uhud.

 Kini, hanya ada reruntuhan dinding yang diabaikan oleh para pengunjung.  Demikian pula halnya, sudah tidak ada lagi bekas-bekas yang menunjukkan makam para syuhada Badar. Juga, tidak ada lagi tanda kuburan istri Nabi, Khadîjah al-Kubrâ di Jannat al-Mu’ala, Mekah.

 Di Jannat al-Baqî’ (permakaman yang bersebelahan dengan makam dan Masjid Nabi di Madinah), makam ‘Utsmân, ‘Â’isyah dan sejumlah sahabat telah dipelihara oleh penguasa ‘Utsmani hingga awal abad ke-20, namun jejak-jejaknya kini telah dihilangkan. Hal itu merupakan pengrusakan fisik terhadap peradaban Islam yang ada sejak Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tinggal di Yatsrib.

 makam-nabi2Dengan perlahan-lahan dan diam-diam, para pengikut sekte Wahhabi telah melenyapkan semua hal yang terkait dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan Islam tradisional, sehingga saat ini nyaris tak tersisa. Di samping Ka’bah di Mekah al-Mukarramah terdapat Maqâm Ibrâhîm, yang memuat jejak kaki Nabi Ibrâhîm ketika beliau membangun Ka’bah. Allah Azza wa Jalla berfirman:

 “Dan ingatlah ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqâm Ibrâhîm sebagai tempat shalat.” (QS al-Baqarah 2:125)

 Meskipun demikian, otoritas keagamaan Wahhabi atau salafi di Mekah pernah mencoba melenyapkan Maqâm Ibrâhim. Itu terjadi pada masa almarhum Syekh Mutawallî al-Sya’râwî dari Mesir yang memberi tahu Raja Faisal tentang rencana mereka, sehingga raja memerintahkan mereka agar membiarkan Maqâm Ibrâhîm di tempatnya semula.

 Raja berdiri menentang mereka dalam persoalan serius itu, tetapi banyak kejadian serupa di mana beliau hampir mustahil menahan gelombang pengrusakan terhadap benda-benda peninggalan dan tradisi Islam. Hingga 1960-an, makam ayah Nabi di Madinah ditandai dengan tulisan di dinding sebuah rumah dekat Masjid Nabawi, tetapi tanda itu kini sudah lenyap.

 m-nabawi1Di Masjid Nabawi, semua dinding dan tiang masjid awalnya dihiasi dengan puisi-puisi pujian terhadap Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Para pengikut aliran Wahhabi kemudian menghilangkan hiasan-hiasan itu, baik dengan mengganti dinding marmer itu, atau menghapusnya hingga tidak terlihat lagi hiasan puisi yang tersisa.

 Satu-satunya hal yang tidak dapat mereka lenyapkan adalah tulisan di depan mimbar pada mihrab (tempat salat imam) yang berisi pujian kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallamdan 200 nama beliau. Pada tahun 1936, orang-orang Wahhabi bahkan berusaha memisahkan Masjid Nabawi dari makam Nabi, tetapi negara-negara Muslim bersatu menentang rencana tersebut dan berhasil menggagalkannya, sebuah keberhasilan yang sangat jarang terjadi.

 Di depan gerbang menuju makam Nabi (al-muwâjihâh al-syarîfah), pada awalnya terdapat tulisan: Yâ Allâh! Yâ Muhammad!

Pengikut aliran Wahhabi kemudian menghapus huruf yâ’ dalam ungkapan Yâ Muhammad, sehingga hanya tersisa huruf alif, Â Muhammad, atau Muhammad saja.

 Belakangan, mereka melangkah lebih jauh lagi dengan menempatkan kembali huruf yâ’ pada kata Yâ Muhammad, dan juga menambahkan titik di bawah huruf hâ’ sehingga menjadi huruf jim (ﺝ), dan menambahkan dua titik (di bawah huruf mîm) sehingga menjadi huruf yâ’. Dengan begitu, mereka telah mengubah nama Muhammad menjadi Majîd, salah satu asma Allah. Kini, tulisan tersebut menjadi: Yâ Allâh! Yâ Majîd! Persis seperti ketika melenyapkan makam para sahabat dan keluarga Nabi, mereka kini juga telah menghapus nama Nabi dari makamnya sendiri. Ini bertentangan dengan kenyataan bahwa Allah telah memuliakan Nabi saw. dengan menempatkan nama beliau bersanding dengan nama-Nya dalam kalimat syahadat, Lâ ilâha illâ Allâh, Muhammad Rasûl Allâh.

 Khârab Yatsrib yang disebutkan 2 kali dalam hadits di atas telah terpenuhi.

 Pertama, dari segi ideologi oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb dan para pengikutnya. Dan kedua, dengan kerusakan fisik yang terus berlangsung terhadap sisa-sisa Islam tradisional. Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, yang hanya sekali disebut, juga sedang berlangsung.

 Ungkapan ‘Umrân Bayt al-Maqdis berarti pembangunan kembali peninggalan-peninggalan klasik di Yerusalem, sementara ungkapan Kharâb Yatsrib berarti penghancuran terhadap cara-cara dan peninggalan klasik di kota Yatsrib

kilroywink

 Kesaksian Penerjemah :

Saya hanya ingin menambahkan sedikit saja tentang kehancuran Kota Madinah, yang baru-baru saya saksikan secara langsung ketika mengunjungi kota Madinah Al-Munawwaroh 17-20 Juli 2005.

 Itung-itung cerita ini sebagai oleh-oleh dari Madinah ya…Dari segi kemajuan tekhnologi tata ruang bangunan dan interior sebuah kota, saya menilai Madinah sangat cantik dan modern serta memiliki kemajuan yang sangat pesat sekali, terutama bangunan-bangunan diseputar Masjid Nabawi dan tempat-tempat sekitar radius 5-10 kilometer dari Masjid Nabawi.

Namun dari sudut pandang sejarah, kota ini seakan-akan tidak memiliki lagi latar belakang sejarah kegemilangan Islam di masa lalu. Secara pribadi saya amat sangat menyayangkan situs-situs sejarah banyak yang dihilangkan oleh pemerintah KSA yang berfaham Wahhabi, seakan-akan kota ini ingin dirubah seperti newyork atau ala singapura. Perubahan ini terjadi dimulai sejak era tahun 1990-an, dimana kebetulan tahun 1993 saya juga pernah mengunjungi kota ini selama 9 hari.

 Perubahan yang terjadi dari hasil pengamatan saya adalah :

 1. Pemakaman syuhada baqi, kalau al-baqi2dulu tahun 1993 kita masih bisa ziarah dan memandang ke makam baqi dengan hanya berdiri seperti halnya bila kita berdiri diluar tempat pemakaman umum di Indonesia.

 Tapi perubahan yang sekarang adalah, pemakaman baqi tidak bisa dilihat atau diziarahi hanya dengan berdiri karena pemakaman itu sekarang sudah dikurung dengan tembok berlapis marmer setinggi kira-kira 6-10 meter tingginya, sehingga kalau kita mau berziarah dan melihat makam syuhada baqi harus menaiki anak tangga dulu sekitar 5 meter.

 Disamping itu kalau dulu kita bebas berziarah kapan saja waktunya sesuai dengan keinginan kita, tapi sekarang tidak sembarang waktu bisa kita lakukan, kecuali antara pkl 07.00 sampai pkl.8.30 pagi waktu setempat. walaupun kita terlambat 5 menit saja, jangan berharap anda bisa menaiki anak tangga karena diujung anak tangga sudah di tutup pintu besi setinggi 3 meter-an, dan bilamana sudah pkl.08.30 anda masih saja berada di atas sana, askar2 kerajaan akan segera menarik-narik badan anda untuk segera keluar dari sana. Jadi memang sekarang sangat dibatasi ruang maupun waktu dalam menziarahi maqam baqi ini.

 Dan yang mengenaskan saya adalah, dibawah tembok setinggi 6-10 meter itu sekarang sudah dibuat kios-kios kecil sebagai tempat usaha para pedagang menjajakan barang dagangannya.

 Entahlah… mungkin 15-20 tahun kedepan Maqam baqi mungkin sudah tidak ada lagi dan areal pemakamannya sudah dijadikan gedung pasar yang modern. Menurut penilaian saya, penutupan areal pemakaman dengan tembok setinggi 6-10 meter saat ini hanya sebagai awal saja, dengan maksud supaya orang tidak lagi secara bebas berziarah kesana, sehingga lama-kelamaan orang akan lupa untuk berziarah ke maqam Baqi ini. Akhirnya setelah orang melupakan areal ini, generasi berikut tak ada lagi yang mengetahui dimana areal pemakaman baqi, selanjutnya mungkin akan dijadikan gedung pertokoan, siapa tahu…?

 qiblatain2. Masjid Qiblatain, (masjid 2 kiblat), dulu tahun 1993 masjid ini memiliki 2 mimbar, satu menghadap Makkah, satu lagi menghadap Baytul Maqdis.Pada mimbar baytul maqdis tertulis dengan berbagai bahasa termasuk dalam bahasa indonesia, yang menceritakan bahwa mimbar ini sebelumnya digunakan sebagai mimbar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika shalat menghadap baqtul maqdis, namun setelah turun ayat (al-Isra..?) yang memerintahkan untuk merubah qiblat dari menghadap masjidil aqsha ke masjidil harom, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berpindah ke mimbar yang sekarang menghadap Masjidil harom (mimbar ke 2).Tapi sekarang ; mimbar yang menghadap Masjidil Aqso sudah dihilangkan sehingga tidak ada tanda lagi bahwa masjid ini memiliki 2 kiblat, sehingga sudah hilang nilai sejarahnya. “Masjid qiblatain” hanyalah tinggal sebuah nama saja, mimbarnya tinggal 1, sepantasnya namapun berubah menjadi Masjid Qiblat, karena mimbarnya hanya satu.

 3. Parit (Khandaq) – yang pernah digunakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk menghalau musuh dalam peperangan Khandaq atau Ahzab- pada tahun 1993 masih ada berupa gundukan tanah yang digali seperti lobang saluran air yang panjang, tapi kini Khandaq hanya tinggal nama, lokasinya sudah diuruk rata.

4. “Tanah basah” tempat dimana Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib terbunuh pada perang Uhud, sekarang sudah ditutup dengan aspal yang tebal dan dijadikan lokasi parkir kendaraan. Tapi anehnya, walupun sudah dilapisi dengan aspal, aspalnya tetap basah hingga sekarang walaupun sudah 14 abad terpanggang sinar matahari. Konon tanah ini tetap menangis selama-lamanya karena ditumpahi darah. Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib ra, adalah seorang yang sangat gagah berani di medan Uhud, dan mati syahid dibunuh oleh budak Hindun, isteri Abu Sufyan, dan ibu dari Muawiyyah.

peta-nabawi-seputar5. Kota Madinah sebetulnya memiliki sebuah sumur abadi seperti halnya sumur zam-zam di Makkah, perbedaannya kalau sumur zam-zam itu asalnya adalah peninggalan Nabi Ibrahim AS, ketika Siti Hajar istrinya mencarikan air untuk memberi minum putranya Nabi Ismail AS.

Tapi kalau di Madinah adalah peninggalan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yang masih tetap mengeluarkan air hingga sekarang. Namanya adalah sumur “Tuflah”, lokasinya dipinggiran kota Madinah. Tuflah asal katanya berarti air ludah, konon kata kuncen penjaga sumur ini, sumur ini dibuat semasa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam perjalanan menuju kota Madinah, namun ketika itu kehabisan persediaan air.

Akhirnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan mu’jizatnya meludahi dengan air ludahnya sendiri suatu tempat di padang pasir yang gersang itu, dan saat itu juga tanah itu mengeluarkan air dan hingga sekarang dijadikan sebuah sumur yang airnya sangat jernih sejernih zam-zam, dan tetap mengalirkan air hingga sekarang. Saya mencoba minum dan berwudhu dari air sumur ini, memang terasa sangat nikmat bagaikan meminum air zam-zam.

Tapi sangat disayangkan, sumur ini sudah jelas sebagai peninggalan sejarah dimasa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tidak dilestarikan sama-sekali bahkan dibiarkan saja oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang beraliran Wahhabi sehingga nampak kusam dan tidak terurus sama-sekali. Mungkinkah kaum Wahhabi tidak terlalu suka pada peninggalan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam?

Kata kuncen penjaga, kebanyakan orang-orang yang mengunjungi sumur ini adalah orang-orang Ahlus-Sunnah yang mencintai Ahlul-Bayt, termasuk Anda, Anda dari Indonesia?, katanya…Tapi maaf, disini anda tidak boleh berlama-lama melancong, karena setiap 2 jam sekali ada patroli dari Askar kerajaan dan mata-matanya (spionase) yang mengawasi orang-orang yang berkunjung kesini. Saya khwatir anda ditangkap oleh tentara Wahhabi. Maka bila anda sudah minum dan berwudhu silakan anda segera pergi dari sini.

Wa min Allah at Tawfiq

Artikel terkait: Wahabi Penghancur Peradaban Islam

Sumber: http://barrynuqoba.wordpress.com/


Share/Save/Bookmark
Dibaca :18799 kali  

Komentar-Komentar  

 
nizar abdullah
0 #30 situs sejarah wahabinizar abdullah 2014-11-23 16:12
Wahabi itu sma aya kyak orang kafir.
Lau mw bner ngmerdkakn islam perangi israel sanah
Bukanya mmerangi muslim lge. Banci loe WAHABI
Quote
 
 
Dylan
0 #29 Penghancuran Situs-situs Sejarah Oleh Kaum Wahhabi SaudiDylan 2014-08-24 15:23
Useful info. Fortunate me I found your website by chance, and
I'm surprised why this accident did not took place earlier!
I bookmarked it.

Here is my homepage: bros perca
Quote
 
 
Fuad Hilmy
-1 #28 bahasa belepotanFuad Hilmy 2014-06-27 19:52
bahasa artikelnya tidak ilmiah walaupun dibumbui dengan hadist2
susah dicerna oleh orang yang mau berfikir.tidak membangun cuma menulis dari hasil nonton perkembangan Arab.walhasil tidak bermutu
Quote
 
 
evan
+2 #27 wahabi bagongevan 2014-05-24 18:10
koplok wahabi adalah musuh sebenarnya di quraan juga di jelaskna yaitu kaum yang seakan akan membangun tapi tanpa di sadari oleh mereka sendiri merekalah pengahncur nya dasar
Quote
 
 
NASHRUDIN
-2 #26 al HAQNASHRUDIN 2013-09-19 16:18
Sampaikanlah yang Haq meski terasa pahit.Tiap Orang yang tidak Paham dengasn ajaran Islam yg sesungguhnya Pasti akan membenci Wahabi yang betul betul mengarahkan Umat Muhamad SAW pada Ajaran Murni Rasuluillah SAW>bukan kpd situs situs atau peninggalan sejarahnya yg tidak akan menjamin seseorang masuk sorganya Allah.bahkan bisa jadi berpotensi menjerumuskan mrk kejurang neraka.BELAJARL AH LAGI YG BENAR DAN IKHLAS
Quote
 
 
Den bagus
0 #25 BERFIKIRLAHDen bagus 2013-06-02 15:50
Ok.. lepas dari MAW...yg hanya Allah yang tahu keimanannya.

Logika mendasar:

Bolehkah haji di IRAQ? IRAN?..bolehkah bulan haji diperpanjang... .?? bisakah cegah pertumbuhan umat muslim? apalagi Rasulullah telah bersabda tentang keutamaan shalat di masjidil haram dan masjid nabawi.

Logika yg bgmana? bisa menyalahkan perluasan 2 masjid tersebut dan memperbanyak penginapan/hote l?.

Dunia diisi oleh orang kafir (ahli kitab, musyrikin, munafiqin) dan orang beriman. Apakah ada jaminan? yg berangkat haji semua orang beriman? sdangkan iman itu ada di hati? nyatanya sebagian saudara kita masih ada yg memohon rizki kepada ahli kubur terutama kuburan wali? (silakan datang langsung ke makam2 wali, anda bisa buktikan). Nyatanya, ada jg yg haji supaya dapat gelar HAJI untuk mengukuhkan perdukunannya.

Logika yg bgmana? bisa menyalahkan membuat pencegahan agar muslim tidak menyembah NABI MUHAMMAD? atau menyembah nabi2 yg lain ketika berada di atas kuburnya? seperti agama tetangga yg menyembah nabi Isa sbg tuhan?.

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri (suadara muslim), dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." (An Nuur-24:12)

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (An Nuur-24:15)

Semoga kita menjadi orang yg beruntung, yang mendapat hidayah Allah sehingga mengerti tentang kebenaran Islam.
Quote
 
 
ais
+1 #24 wahabi munafikais 2013-05-07 09:59
Quote:
Wahabi munafik
teruslah hancurkan situs situs islam dan peninggalan nabi muhamad saw, karena engkau mencintai islam dan nabi muhammad saw. Dasar wahabi munafik ,mengaaku islam menghancurkan peninggalan bersejar

ah islam lama lama menghancurkan makam rosululullah saw. Agar orang islam yg mencintainya tidak bisa lagi melihat makamnya yang mulia.ya allah segera hancurkan wahabi agar tak menghancurkan islam
Quote
 
 
lukmanpurmawan
0 #23 da'wahlukmanpurmawan 2013-04-10 20:56
ber amar ma'ruf lah dengan MA'RUF dan ber nahi munkarlah dengan MA'RUF juga........!
Quote
 
 
Ainun
+1 #22 DarurotAinun 2013-03-31 12:57
Seiring dengan semakin pesatx jama'ah haji.. Jd mekkah dan madinah harus di lakukan perluasan dan pemekaran masjid.. Krn yg sekarang sudah tdk bs ditampung lg.. Bahkan jama'ah haji indo malah antri bertahun2
Quote
 
 
Indra
+1 #21 wahababilIndra 2013-03-18 20:17
ya gitulah wahabi ga mau sadar biar dikasi faktta segede apapun, belajar cuman dari buku ma radio, klo ditanya sanad ke-ilmuanya paling ujungnya radi ma buku, tuntunannya muhammad abdul wahab ulama yg jauh dr jaman rasul, ajarannya melenceng dari ulama sebelum2nya, tuntunanny ibnu taimiah itu juga di rubah-rubah, saudara ma ayahnya aja uda mengkafirkan beliau, di usir dari kampungnya pula. ck
Quote
 
 
Indra
0 #20 Penghancuran situs sejarah oleh wahabiIndra 2013-03-18 20:12
Yahhh gitulah orang wahabi,gapernah mau ngaku,biar dikasi fakta segede apapun juga. Bahkan mereka banyak yang ga ngerti asal-usul mereka sendiri, belajar cuman dari buku ma radio, paling klo kita tanya anad ke-ilmuannya abisnya di buku ma radio,paling banter mentok di muhammad bin abdul wahab sementara beliau terlahir di abad yang jauh dari zaman rasul, dan beliau tidak mengikuti ajaran ulama siapapun sebelumnya, apa yang gitu patut dijadikan tuntunan, ckckck
Quote
 
 
hamba Allah
0 #19 perang melawan Arabhamba Allah 2013-02-12 08:34
Ingatlah sebuah hadist yg intinya umat Islam nanti akan memerangi Arab, Persia, Rhum (bangsa Romawi/orang2 kulit putih), dan yg terakhir dajjal. Dan kesemuanya dimenangkan oleh umat Islam.
pada hadist tsb disebutkan Arab yg akan pertama kali diperangi...sed angkan Saudi Arabia memiliki wilayah yg terluas di Jazirah Arab, dan memiliki pemerintahan yg asalnya dari hasil kudeta terhadap kekhalifahan Ustmani. Dalam Islam tidak ada pemerintahan berdasarkan Dinasti (turun-temurun) .... Dan bisa saja nanti Dinasti Saudi itulah yg akan diperangi umat Islam untuk diganti dengan sistem kekhalifahan kembali....

Allahu'alam
Quote
 
 
wahabi biadab
0 #18 wahabi sesatwahabi biadab 2013-02-05 14:17
wahabi sesaaaaaaaaaaaa aaaaaaat
Quote
 
 
wahabi biadab
+1 #17 wahabi sesatwahabi biadab 2013-02-05 14:16
allahu akbar...
lailahaillallahu muhammad rasulullah....
jauhkanlah kami dari fitnah wahabi di negara indonesia tercinta ini ya allah....
berikanlah azab bagi mereka semua orang-orang wahabi perusak dan penghina nabi muhammad saw.... amiiin.
Quote
 
 
muslim
0 #16 wahhabi munamuslim 2013-02-05 12:45
Quoting sayid:
mampussss saudi...
saudi malun...
saudi khimar....
saudi mahnuuussss
saudi syaitaon kabiiiiiirrr
saudi laknatulllaaah...
saudiwow.blogspot.com





LANJUTKAN...!!
Quote
 
 
muslim
+2 #15 wahhabi munamuslim 2013-02-05 12:35
Quoting SYIAH LAKNAT:
BLOG SAMPAH.....



huahaha...tersi nggung neh...!
Quote
 
 
udin
+2 #14 wahabiudin 2013-01-28 21:26
tuh liat di komentar nya ,,, orang2 wahabi kaya kebakaran jenggot,,
sudah tau fakta nya seperti itu masih ngeyel akan ke wahabian nya...
kayak kebanyakan orang2 saudi aja sifatnya,,, ga pernah mau ngaku salah,, walaupun sudah jelas salah
Quote
 
 
romi
+1 #13 omiromi 2013-01-04 03:11
terima kasih....artike lnya bos.... :roll:
Quote
 
 
SYIAH LAKNAT
+1 #12 SYIAH LAKNAT 2012-11-06 20:16
BLOG SAMPAH.....
Quote
 
 
fulan
0 #11 fulan 2012-10-30 23:03
begitulah islam tradisional, terutama dari indonesia, kadang malah lebih mengutamakan ziarah ke makam2 daripada berhaji itu sendiri. bahkan berdoa di makam2 tsb.
rasulullah jg melarang membangun makam, sedangkan bangunan di makam rasulullah saat ini, adalah rumah beliau yg mjd pemisah antara masjid dan makam, karena dilarang menjadikan makam sbg masjid.
Quote
 
 
zaenul
0 #10 zaenul 2012-09-19 18:02
kepada pembuat blog ini, Alloh Maha Tahu, jangan masukan sesuatu yang rancu. satu sisi anda memasukan artikel Wahhabi Yang Asli Tulen, Sesat Menyesatkan(ini lah yang benar).satu sisi anda memasukan artikel ini yang menentang artikel diatas. hati-hatilah jika anda menyebar keburukan maka anda akan ikut menanggung dosa orang yang mengikuti keburukan anda sebarkan . kepada penulis artikel ini pelajarilah terlebih dahulu siapa itu Wahabi dengan seksama, barulah anda berkomentar. Bacalah artikel Wahhabi Yang Asli Tulen, Sesat Menyesatkan, pada blog ini juga. mudah-mudahan anda memahami, insaaloh.
Quote
 
 
ferik
+1 #9 ferik 2012-08-14 19:40
semoga ALLAH SWT menghancurkan/m embinasakan saud bersaudara seceptnya amin yarabalalamin (giliran sejarah)
Quote
 
 
ahmad ubaidillah
0 #8 ahmad ubaidillah 2012-08-04 05:17
saya berdo'a mdah2han rezim krajaan saudi di laknat oleh allah...amin ya robbal alamin....al fatihah...
Quote
 
 
Aulia Maruapey
+1 #7 Aulia Maruapey 2012-07-27 11:40
masyaAllah Semuanya adalah tanda-tanda hari kiamat.
Bertakwalah dengan sebenar-benarny a takwa.
Quote
 
 
yuyunqp
0 #6 yuyunqp 2012-06-25 17:36
ijin share ya...
Quote
 
 
ooo
0 #5 apa itu wahabi?ooo 2012-04-04 16:34
wahabi pa sih? kok orang arab dipanggil whabi? darimana asalnya sejarahnya bagaimana?
Quote
 
 
Ahlusunnah Pencinta Ahlulbait
+1 #4 Ahlusunnah Pencinta Ahlulbait 2011-12-06 04:00
Suatu saat nanti Pasti akan ada Revolusi Islam di Saudi yg akan menggulingkan Kerajaan Saudi. Karena dari awal pembentukannya didukung oleh Yahudi Inggris Lawrence, dan bekerja sama dengan Zionis Amerika.

Allah berfirman : Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (at-Taubah: 19)
Quote
 
 
joo hiing
0 #3 nabi Muhammad ga sukajoo hiing 2011-07-01 01:40
nabi Muhammad ga suka di puji
Quote
 
 
sayid
+1 #2 sayid 2010-12-11 02:58
mampussss saudi...
saudi malun...
saudi khimar....
saudi mahnuuussss
saudi syaitaon kabiiiiiirrr
saudi laknatulllaaah...
saudiwow.blogspot.com
Quote
 
 
mort
+1 #1 mort 2010-10-29 04:19
:-);-);-);-)8)8 )8)
Quote
 

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan