Wahhabi Yang Asli Tulen, Sesat Menyesatkan![]() INILAH WAHHABI SESUNGGUHNYA...!!
Wajib diketahui oleh setiap kaum Musimin dimanapun mereka berada bahwasanya firqoh Wahabi adalah Firqoh yang sesat, yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan. Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin bagi mereka yang PRO akan merasa marah dan sangat tidak setuju, dan yang KONTRA mungkin akan tertawa sepuas-puasnya..Maka siapakah sebenarnya Wahabi ini?? Bagaimanakah sejarah penamaan mereka??
Salah seorang Dosen itu berkata: "Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya,dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahabi." Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab: "Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia, yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini. Baiklah, agar pemahaman kita bersatu, maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustakaan yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya. Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional." Dosen itu berkata : "saya setuju denganmu, dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita." Asy Syaikh berkata : "saya terima, Setelah bertawakal kepada Allah, saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini." Dosen itu pun berkata : "Baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqoh wahabi adalah Firqoh yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi'yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi, beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid, "Bolehkan kita Sholat di Masiid yang dibangun olehorang-orang wahabi itu ??" maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab: "Firqoh Wahabiyyah adalah firqoh yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan, karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mu'minin, dan telah membuat bid'ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin ". (wajib kita ketahui bahwa Imam Al-Wansyarisi dan Imam Al-Lakhmi adalah ulama ahlusunnah) Dosen itu berkata lagi : "Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini, bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini," Kemudian Asy Syaikh menjawab : "Tunggu dulu..!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai, dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu !" Dosen itu berkata: "Anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya ??" Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya: "Namanya adalah Kitab Al-Mi'yar, yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi. Wafat pada tahun 914 H di kota Fas, di Maroko." Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya: "Wahai syaikh, tolong catat baik- baik, bahwa Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. Kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al- Lakhmi??" Dosen itu berkata: "Ya." Kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustakaan, lalu dia membawakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang mengumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara. Kemudian Asy Syaikh berkata : "Kapan beliau wafat?" Yang membaca kitab menjawab: "Beliau wafat pada tahun 478 H" Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi: "Wahai syaikh tolong dicatat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi" kemudian ditulis. Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata : "Wahai para masyaikh....!!! Saya ingin bertanya kepada antum semua ...!!! Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang (lahir) ???? kecuali kalau dapat wahyu????" Mereka semua menjawab : "Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda !" Asy syaikh berkata lagi : "Bukankah wahabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab????" Mereka berkata : "Siapa lagi???" Asy Syaikh berkata: "Coba tolong perhatikan..!!! Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H. Nah, ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya sebelum syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir..bahkan sampai 22 generasi ke atas dari beliau sama belum ada yang lahir..apalagi berdakwah.. KAIF ??? GIMANA INI???" (Merekapun terdiam beberapa saat..) Kemudian mereka berkata: "Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut ?? mohon dielaskan dengan dalil yang memuaskan, kami ingin mengetahui yang sebenarnya !" Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang : "Apakah anda memiliki kitab Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil, seorang kebangsaan Francis ?" Dosen itu berkata: "Ya ini ada" Asy Syaikh pun berkata : "Coba tolong buka di huruf "wau" .. maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis "Wahabiyyah" Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqoh wahabiyyah itu. Dosen itu pun membacakannya: "Wahabi atau Wahabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi, Orang ini telah banyak menghapus Syari'at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya. Dia wafat pada tahun 197 H di kota Thorat di Afrika Utara. Penulis mengatakan bahwa firqoh ini dinamai dengan nama pendirinya, dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan dan keyakinan dalam madzhabnya. Mereka sangat membenci Ahlussunnah. Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata : "Inilah Wahabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah wahabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulama Andalusia dan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki. Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su'ud-Rahimuhumallah-, maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij, karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid 'ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul. Syubhat yang tersebar dinegeri-negeri Islam ini dipropagandakan oleh musuh- musuh islam dan kaum muslimin dari kalangan penjajah dan selain mereka agar terjadi perpecahan dalam barisan kaum muslimin. Sesungguhnya telah diketahui bahwa dulu para penjajah menguasai kebanyakan negeri-negeri islam pada waktu itu,dan saat itu adalah puncak dari kekuatan mereka. Dan mereka tahu betul kenyataan pada perang salib bahwa musuh utama mereka adalah kaum muslimin yang bebas dari noda yang pada waktu itu menamakan dirinya dengan Salafiyyah. Belakangan mereka mendapatkan sebuah pakaian siap pakai, maka mereka langsung menggunakan pakaian dakwah ini untuk membuat manusia lari darinya dan memecah belah diantara kaum muslimin, karena yang menjadi moto mereka adalah "PECAH BELAHLAH MEREKA, NISCAYA KAMU AKAN MEMIMPIN MEREKA " Sholahuddin Al-Ayubi tidaklah mengusir mereka keluar dari negeri Syam secara sempurna kecuali setelah berakhirnya daulah Fathimiyyah Al-Ubaidiyyin di Mesir, kemudian beliau (Sholahuddin mendatangkan para ulama ahlusunnah dari Syam lalu mengutus mereka ke negeri Mesir, sehingga berubahlah negeri mesir dari aqidah Syiah Bathiniyyah menuju kepada Aqidah Ahlusunnah yang terang dalam hal dalil, amalan dan keyakinan.(Sumber: feehas.wordpress.com) (silahkan lihat kitab Al Kamil Oleh Ibnu Atsir)
Hei Wahabi
46. Hei Wahabi ! Ucapan Syeikh As-Sakhawi tentang Imam Al-A’la Al-Bukhari yang menyatakan bahwa Sang Imam SANGAT TAKUT dekat dengan Penguasa, Ente ubah jadi SANGAT DEKAT dengan Penguasa. Apa-apaan nih ??? Wahabi FATTAAAN ….TUKANG FITNAH yang berbahaya !!! 47. Hei Wahabi ! Kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid ke-10 tentang ILMU SULUK dan TASHAWWUF pernah cukup lama tidak diterbitkan oleh Wahabi. Baru setelah diprotes banyak pihak, akhirnye Ente sisipin lagi jilid tersebut. Gile Luu….Imam Lu sendiri Lu Kangkangin !! Wahabi kurang ajar !!! Wahabi tidak punya adab !!! 48. Hei Wahabi ! Kitab Nihayatul Qoul Al-Mufid karya Syeikh Muhammad Makki Nashr Al-Juraisi yang menulis bahwa dirinya Madzhab Syafi’i dengan THORIQOH SYADZALI, tapi Ente buang Thoriqohnya. Kenape ?! Benci Thoriqoh nih ?! Benci sih benci, tapi ADIL dong !!! 49. Hei Wahabi ! Dalam kitab Al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah Al-Hanbali ada BAB ISTIGHOTSAH, tapi dalam cetakan ulang Wahabi dibuang sama sekali. wah…wah….wah…Imam sendiri Lu BERAKIN !!! Dasar KADAL GURUN !!! 50. Hei Wahabi ! Kitab Tarikh Al-Ya’qubi jilid 2 hal 37 aslinya menyebut “Nash” buat Ali RA di “Ghadir Khum”, tapi dalam cetakan Wahabi kata “Nash” dan “Ghadir Khum” dilenyapkan. Kenape ? Ente takut dijadikan dalil oleh kalangan Syiah ?? Hei BAHLUL, Sunni Sejati hadapi Syiah dengan ILMU, bukan dengan KEBOHONGAN !! Dasar SUNNI GADUNGAN !!! 51. Hei Wahabi ! As-Syeikh Al-Muhaddits Ahmad b Muhammad b Shiddiq Al-Ghumari dalam kitabnya “Al-Burhan Al-Jaliy” mencatat PEMALSUAN WAHABI terhadap Kitab Ahwal Al-Qubur karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Kitab Tafsir Al-Bahr Al-Muhith karya Abu Hayyan, serta sebuah kitab lainnya yang berjudul “Iqtidho Ash-Shiroth Al-Mustaqim”. Edan Lu ! Berape kitab lagi yang Lu mau obok-obok ?! 52. Hei Wahabi ! Lu Edan ! Lu Gila ! Kitab-Kitab Ulama Besar Lu berani PALSUIN !! Lu pikir enggak bakal ketahuan !!! Sekarang terbukti Lu PALSUIN kitab-kitab : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Jami’ Tirmidzi, Musnad Imam Ahmad, Tasir Al-Bahr Al-Muhith, Al-Ibanah, Thabaqot Ibnu Sa’ad, Tarikh Thabari, Al-Aghani, dll. Ternyata Wahabi PEMALSU HADITS DAN KITAB !!! 53. Hei Wahabi ! Pendiri Wahabi dalam kitab Muallafaat Muhammad b Abdul Wahhab hal 186-187 menyatakan bahwa hanya dia yang paham makna “Laa ilaaha illallaah”, SEMUA ULAMA dari zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam s/d zamannya adalah SESAT karena tidak tahu makna “Laa ilaaha illallaah”. Weis sombongnya !! Takabbur seperti IBLIS !!! 54. Hei Wahabi ! Putra Pendiri Wahabi Syeikh Abdullah b Muhammad b Abdul Wahhab dalam kitab Ad-Durar As-Saniyyah fi Al-Ajwibah An-Najdiyyah jilid 1 hal 224 menyatakan bahwa orang yang BERTAWASSUL adalah MUSYRIK dan HALAL dibunuh dan dijarah. Wah…Gawat, padahal TAWASSUL dan TABARRUK adalah masalah FURU’ AQIDAH yang diperselisihkan Ulama Ahlus Sunnah. Kok mudah betul MENGKAFIRKAN dan menghalalkan pembunuhan dan penjarahan ??!! Wahabi Pembunuh….Wahabi Penjarah !! 55. Hei Wahabi ! Syeikh Ibn Baz dalam kitab Fatawa fil Aqidah hal 13 menyatakan bahwa ISTIGHOTSAH dan TAWASSUL dengan para Nabi dan Auliya adalah MUSYRIK KAFIR. Ha…Haa…Haaa…ternyata Para Syeikh Wahabi SETALI TIGA UANG. Semuanye sama : TUKANG KAFIRIN MUSLIM !!! 56. Hei Wahabi ! Syeikh Abu Bakar AL-Jazairi dalam kitab Aqidatul Mu’min hal 144 menyatakan bahwa TAWASSUL adalah SYIRIK dan pelakunya KEKAL DI NERAKA. Nah, nih satu lagi Syeikh Wahabi yang pegang KUNCI PINTU NERAKA !! iiiih……sereeeeeemmm !!! 57. Hei Wahabi ! Syeikh Muhammad b Soleh Utsaimin dalam kitab Liqo Al-Bab Al-Maftuh hal 42 menyatakan bahwa Imam Nawawi rhm dan Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani rhm BUKAN Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Nah Lu, satu lagi Syeikh Wahabi SOK ASWAJA sendirian. Padahal ilmu dan jasa SI WAHABI ini terhadap Islam dan umatnya tidak seujung kuku Nawawi dan Ibnu Hajar. Dasar sombong ! Sok pinter Lu !! Sok suci Lu !!! 58. Hei Wahabi ! Syeikh Al-Qonuji dalam kitab Ad-Din Al-Kholish jilid 1 hal 140 mengikuti jejak Cucu Pendiri Wahabi Abdurrahman b Hasan b Muhammad b Abdul Wahhab dalam kitab Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid hal 217, sama-sama menyatakan bahwa TAQLID kepada Madzhab adalah bagian dari SYIRIK. Wahabi mulutnya BAU, karena selalu keluar kata SYIRIK buat umat Islam sendiri. Bau Kentut Mulut Lu ! Bau Tai Bacot Lu ! ! Bau Bangke Cecongoran Lu !!! 59. Hei Wahabi ! Syeikh Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah jus 6 hal 676 menyatakan bahwa MUSUH SUNNAH adalah orang yang bermadzhab dan Asy’ariyyah serta Para Shufi dan lainnya. Nih catat satu lagi Syeikh Wahabi yang KAFIRKAN Asy’ari dan semua orang bermadzhab termasuk para ULAMA BESAR SEMUA MADZHAB. Jadi, cuma Wahabi yang Islam, sedang yang lain kafir semuanya ???!!! Dasar Kutu Onta !!! 60. Hei Wahabi ! Cucu pendiri Wahabi Syeikh Abdurrahman b Hasan b Muhammad b Abdul Wahhab dalam dua kitabnya : Qurrah ‘uyun Al-Muwahhidiin hal 47 dan Fathul Majid hal 191-192 tegas MENGGENERALISIR PENGKAFIRAN terhadap Muslimin di Mesir, Yaman, Iraq, Oman, Syam dan Hijaz. Ha…ha…haaaa… Apa yang Muslim cuma orang NEJED doang ??? Dasar WAHABI BAHLUL !!! 61. Hei Wahabi ! Pemerintah SAUDI mendoktrin anak-anak sekolah di Saudi via buku pelajaran sekolah SLTA terbitan Kementerian Pendidikan dalam buku pelajaran AT-TAUHID kelas 1 SLTA hal 67 bahwa MUSYRIKUN adalah Salafnya Jahmiyyah, Mu’tazilah dan ASY’ARIYYAH. Nih, kenalilah SAUDI sebagai BANDOT WAHABI !!! 62. Hei Wahabi ! Ada kabar LUCU : Abdulkarim b Soleh Al-Wahabi dalam kitabnya Hidayatul Hairan fi Mas-alatid Dauran MENOLAK Bumi Berputar, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menurut Wahabi turun dengan DZATNYA ke Bumi setiap sepertiga malam terakhir, sehingga jika Bumi Berputar maka Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak naik-naik ke ‘Arsy. Makanya belajar dengan ASWAJA yang meyakini bahwa yang turun adalah RAHMAT Allah Subhanahu wa Ta'ala bukan DZAT Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maha Suci Allah Subhanahu wa Ta'ala dari tuduhan keji Wahabi ! Emang Wahabi itu Bodoh, Bego, Tolol, Goblok, Pandir, Idiot, Bahluuuuuul !!! 63. Hei Wahabi ! Ente bilang Allah Subhanahu wa Ta'ala punya tangan dan kaki serta wajah, lalu duduk di atas Singgasana dan turun naik antara Langit dan Bumi. Itu artinya Wahabi MUJASSIM yang menjasmanikan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan MUSYABBIH yang menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan makhluq. Imam Ahmad rhm berkata : “Barangsiapa yang berkata bahwa Allah adalah JISIM tidak seperti JISIM-JISIM maka ia telah KAFIR.” Ooii…. Ternyata Wahabi itu KAFIR dalam pandangan Imam Ahmad ! Kaciaan deh Luuu…!! 64. Hei Wahabi ! Masih soal BUMI BERPUTAR : Syeikh Ibn Baz dalam kitab Al-Adillah An-Naqliyyah wal Hissiyyah ‘ala Jiryan Asy-Syams wa Sukun Al-Ardh hal 17, 23 dan 72, serta kitab Fatawa Ibn Baz jilid 9 hal 160 yang dimuat dalam Fatwa Kerajaan Saudi No.1 / 2925 tertgl 22/7/1397 H menyatakan bahwa pendapat bumi berputar adalah pendapat yang sangat keji dan munkar, serta yang berpendapat tersebut adalah telah KAFIR dan SESAT, sehingga WAJIB dituntut bertaubat, jika tidak mau Taubat maka harus DIHUKUM MATI sebagai KAFIR MURTAD dan hartanya disita buat Kas Negara. Wow….WAHABI SADIS !!! Lu lihat tuh….Begonya Wahabi !!! 65. Hei Wahabi ! Masih soal BUMI BERPUTAR : Syeikh Ibnu Sholeh Al-’Utsaimin menyarankan via Majmu Fatawa wa Rasail Fadhilah Asy-Syeikh Muhammad Ibnu Sholeh Al-’Utsaimin jilid 3 Fatwa No. 428 hal 153, agar soal BUMI BERPUTAR jangan diajarkan di sekolah-sekolah. Kompakkan KUPERNYA WAHABI ?! Wahabi MADZHAB PRIMITIF !! 66. Hei Wahabi ! Masih soal BUMI BERPUTAR : Ulama sepakat bahwa SALAF itu adalah RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan SHAHABAT serta TABI’IIN dan TABI’IT TABI’IN. tapi Syeikh Ibnu Baz dalam kitab Al-Adillah An-Naqliyyah wal Hissiyyah menyatakan bahwa telah jadi IJMA’ SALAF seperti IBNU TAIMIYYAH, IBNU KATSIR dan IBNUL QOYYIM bahwa BUMI TIDAK BERPUTAR. Aneh, mereka BUKAN SALAF, kok disebut SALAF ?! Dan SALAF tidak ada yang bicara soal BUMI BERPUTAR atau TIDAK BERPUTAR, kok disebut sdh IJMA’ ?! Wahabi memang Tukang Tipu !! Sangat menjijikkan !!! 67. Hei Wahabi ! Dalamkitab Thabaqat Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la jilid 2 hal 39 ada sebuah Hadits Buatan Wahabi menyatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berupa seorang pemuda berambut ikal bergelombang mengenakan pakaian merah. Apa ini Bukan TAJSIM Dan TASYBIH ??? !!! Ini AQIDAH SESAT MENYESATKAN !!! Ternyata Wahabi BIANG BID’AH !!! 68. Hei Wahabi ! Dalam kitab At-Tauhid wa Itsbat Shifat Ar-Rabb karya Ibnu Khuzaimah saat belum TAUBAT dan masih MUJASSIM, di hal 198 menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala sedang DUDUK di TAMAN HIJAU di atas KURSI EMAS di bawahnya PERMADANI EMAS yang dipikul oleh EMPAT MALAIKAT yang berupa SEORANG LELAKI, dan BANTENG, dan BURUNG ELANG, serta SINGA. Nah, dengan karya seperti ini Ibnu Khuzaimah dipuji oleh Ibnu TAIMIYYAH dalam Majmu’ Fatawa jilid 3 hal 192, sebagai “Imamnya para Imam”. Jadi jelas sudah bahwa AQIDAH WAHABI : NGAWUR dan KEBLINGER…..!!! 69. Hei Wahabi ! Dalam kitab Thabaqat Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la jilid 2 hal 39 dan kitab At-Tauhid wa Itsbat Shifat Ar-Rabb karya Ibnu Khuzaimah hal 198, merangkumkan AQIDAH WAHABI bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berupa SEORANG PEMUDA BERAMBUT IKAL BERGELOMBANG dengan PAKAIAN MERAH yang sedang DUDUK di TAMAN HIJAU di atas KURSI EMAS di bawahnya PERMADANI EMAS yang dipikul oleh EMPAT MALAIKAT yang berupa SEORANG LELAKI, dan BANTENG, dan BURUNG ELANG, serta SINGA. Ternyata ada sebuah LUKISAN NASHRANI yang menggambarkan YESUS sebagai TUHAN dengan ciri sama persis dengan AQIDAH WAHABI tersebut. Nah Lu, kok bisa SAMA gambaran TUHAN NASHRANI dengan TUHAN WAHABI ???!!! Jangan-jangan SATU SUMBER nih ???!!!
Kitab-Kitab Anti VIRUS WAHABI oleh : Abdul Basit Berikut ini daftar nama-nama Ulama-ulama ahlusunnah wal jamaah beserta kitab-kitabnya yang menolak Virus atau faham wahabi/salafi , dan memperingatkan ummat akan bahaya faham tersebut : (Yang sempat tercatat di dalam file kami) 1. Al-Ahsa’i Al-Misri, Ahmad (1753-1826): beliau menulis kitab (tidak diterbitkan) khusus untuk menolak faham wahabi (salafi) dan menetralisir Virusnya. Putra beliau Shaykh Muhammad ibn Ahmad ibn `Abd al-Latif al-Ahsa’i juga menulis kitab dengan tujuan yang sama. 2. Al-Ahsa’i, Al-Sayyid `Abd al-Rahman : menulis 60 bait puisi, dimulai dengan bait : Badat fitnatun kal layli qad ghattatil aafaaqa, wa sha“at fa kadat tublighul gharba wash sharaqa (Fitnah telah datang seperti senja kala menutupi langit , dan menyebar luas mencapai timur dan barat) 3. Al-`Amrawi, `Abd al-Hayy, and `Abd al-Hakim Murad (Qarawiyyin University, Morocco): Al-tahdhir min al-ightirar bi ma ja’a fi kitab al-hiwar (”Warning Against Being Fooled By the Contents of the Book” – peringatan melawan pembodohan oleh kandungan kitab) oleh Ibn Mani`( sebuah debat dengan al Maliki) an attack on Ibn `Alawi al-Maliki by a Wahhabi writer – sebuah serangan kepada Ibn `Alawi al-Maliki oleh penulis wahabi. 4. `Ata’ Allah al-Makki: al-sarim al-hindi fil `unuq al-najdi ["The Indian Scimitar on the Najdi's Neck"]. 5. Al-Azhari, `Abd Rabbih ibn Sulayman al-Shafi`i .Penulis Sharh Jami’ al-Usul li ahadith al-Rasul, kitab dasar Usul al-Fiqh: Fayd al-Wahhab fi Bayan Ahl al-Haqq wa man dalla `an al-sawab, vol 4 – The author of Sharh Jami’ al-Usul li ahadith al-Rasul, a basic book of Usul al-Fiqh: Fayd al-Wahhab fi Bayan Ahl al-Haqq wa man dalla `an al-sawab, 4 vols. ["Allah's Outpouring in Differentiating the True Muslims From Those Who Deviated From the Truth"]. 6. Al-`Azzami, `Allama al-shaykh Salama (d. 1379H): Al-Barahin al-sati`at ["bukti2 yang bersinar..."- "The Radiant Proofs..."]. 7. Al-Barakat al-Shafi`i al-Ahmadi al-Makki, `Abd al-Wahhab ibn Ahmad: kitabnya menolak faham wahabi/salafi tidak dipublikasikan – unpublished manuscript of a refutation of the Wahhabi sect. 8. Al-Bulaqi, Mustafa al-Masri : telah menulis 126 bait pusi menentang wahabi berjudul: Samnudi’s “Sa`adat al-Darayn” – wrote a refutation to San`a’i’s poem in which the latter had praised Ibn `Abd al-Wahhab. It is in Samnudi’s “Sa`adat al-Darayn” and consists in 126 verses 9. Al-Buti, Dr. Muhammad Sa`id Ramadan (University of Damascus): Al-salafiyyatu marhalatun zamaniyyatun mubarakatun la madhhabun islami (salafiyyah adalah sebuah masa sejarah yang penuh berkah, bukan sebuah madzhab dalam Islam – “The Salafiyya is a blessed historical period not an Islamic school of law, Damascus: Dar al-fikr, 1988). Al-lamadhhabiyya akhtaru bid`atin tuhaddidu al-shari`a al-islamiyya – ["Non-madhhabism is the most dangerous innovation presently menacing Islamic law"] (Damascus: Maktabat al-Farabi, n.d) 10. Al-Dahesh ibn `Abd Allah, Dr. (Arab University of Morocco), ed. Munazara `ilmiyya bayna `Ali ibn Muhammad al-Sharif wa al-Imam Ahmad ibn Idris fi al-radd `ala Wahhabiyyat Najd, Tihama, wa `Asir – ["Scholarly Debate Between the Sharif and Ahmad ibn Idris Against the Wahhabis of Najd, Tihama, and `Asir"]. 11. Dahlan, al-Sayyid Ahmad ibn Zayni (d. 1304/1886). Mufti Mekkah dan syaikhul Islam dan pemimpin agama tertinggi untuk daerah Hijaz (highest religious authority in the Ottoman jurisdiction). Kitab beliau : al-Durar al-saniyyah fi al-radd ala al-Wahhabiyyah (mutiara2 murni menjawab wahabi – “The Pure Pearls in Answering the Wahhabis”). Dan :Fitnat al-Wahhabiyyah ( fitnah wahabi – “The Wahhabi Fitna”); Khulasat al-Kalam fi bayan Umara’ al-Balad al-Haram ["The Summation Concerning the Leaders of the Sacrosanct Country"], a history of the Wahhabi fitna in Najd and the Hijaz. 12. Al-Dajwi, Hamd Allah: al-Basa’ir li Munkiri al-tawassul ka amthal Muhd. Ibn `Abdul Wahhab ["The Evident Proofs Against Those Who Deny the Seeking of Intercession Like Muhammad Ibn `Abdul Wahhab"]. 13. Shaykh al-Islam Dawud ibn Sulayman al-Baghdadi al-Hanafi (1815-1881 CE): al-Minha al-Wahbiyya fi radd al-Wahhabiyya ["The Divine Dispensation Concerning the Wahhabi Deviation"]; Ashadd al-Jihad fi Ibtal Da`wa al-Ijtihad ["The Most Violent Jihad in Proving False Those Who Falsely Claim Ijtihad"]. 14. Al-Falani al-Maghribi, al-Muhaddith Salih: menulis buku besar jawaban2 ulama-ulama 4 madzhab dalam menangkal faham Wahabi/salafi. authored a large volume collating the answers of scholars of the Four Schools to Muhammad ibn `Abd al-Wahhab. 15. Al-Habibi, Muhammad `Ashiq al-Rahman: `Adhab Allah al-Mujdi li Junun al-Munkir al-Najdi (siksa Allah yang pedih kepada pembangkang gila dari najed – “Allah’s Terrible Punishment for the Mad Rejector From Najd”). 16. Al-Haddad, al-Sayyid al-`Alawi ibn Ahmad ibn Hasan ibn al-Qutb Sayyidi `Abd Allah ibn `Alawi al-Haddad al-Shafi`i: al-Sayf al-batir li `unq al-munkir `ala al-akabir (pedang yang tajam untuk leher pembangkang imam2 besar – “The Sharp Sword for the Neck of the Assailant of Great Scholars”].. Juga kitab setebal 100 halaman yang tidak dipublikasikan berjudul: Misbah al-anam wa jala’ al-zalam fi radd shubah al-bid`i al-najdi al-lati adalla biha al-`awamm ( lampu ummat manusia dan cahaya penerang pada kegelapan berkenaan dengan sanggahan pada kerusakan dan bid’ah dari najed yang mana dia telah menyesatkan orang2 awam – “The Lamp of Mankind and the Illumination of Darkness Concerning the Refutation of the Errors of the Innovator From Najd by Which He Had Misled the Common People”]. 17. Al-Hamami al-Misri, Shaykh Mustafa: Ghawth al-`ibad bi bayan al-rashad – ["The Helper of Allah's Servants According to the Affirmation of Guidance"]. 18. Al-Hilmi al-Qadiri al-Iskandari, Shaykh Ibrahim: Jalal al-haqq fi kashf ahwal ashrar al-khalq ["The Splendor of Truth in Exposing the Worst of People] (pub. 1355H). 19. Al-Husayni, `Amili, Muhsin (1865-1952). Kashf al-irtiyab fi atba` Muhammad ibn `Abd al-Wahhab ["The Dispelling of Doubt Concerning the Followers of Muhammad ibn `Abd al-Wahhab"]. [Yemen?]: Maktabat al-Yaman al-Kubra, 198?. 20. Ibn `Abd al-Latif al-Shafi`i, `Abd Allah: Tajrid sayf al-jihad `ala mudda`i al-ijtihad ["The drawing of the sword of jihad against the false claimants to ijtihad"]. The family of Ibn `Abd al-Razzaq al-Hanbali in Zubara and Bahrayn possess both manuscript and printed refutations by scholars of the Four Schools from Mecca, Madina, al-Ahsa’, al-Basra, Baghdad, Aleppo, Yemen and other Islamic regions. 21. Ibn `Abd al-Wahhab al-Najdi, `Allama al-Shaykh Sulayman (elder brother of Muhammad ibn `Abd al-Wahhab – kakak kandung dajjal muhammad ibn wahhab) ; al-Sawa’iq al-Ilahiyya fi al-radd ‘ala al-Wahhabiyya ( halilintar yang hebat dalam menjawab wahabi). ["Divine Lightnings in Answering the Wahhabis"]. Ed. Ibrahim Muhammad al-Batawi. Cairo: Dar al-insan, 1987. Offset reprint by Waqf Ikhlas, Istanbul: Hakikat Kitabevi, 1994. Prefaces by Shaykh Muhammad ibn Sulayman al-Kurdi al-Shafi`i and Shaykh Muhammad Hayyan al-Sindi (Muhammad Ibn `Abd al-Wahhab’s shaykh) to the effect that Ibn `Abd al-Wahhab is “dall mudill” (”misguided and misguiding”). 22. Ibn `Abidin al-Hanafi, al-Sayyid Muhammad Amin: Radd al-muhtar `ala al-durr al-mukhtar, Vol. 3, Kitab al-Iman, Bab al-bughat. ["Answer to the Perplexed: A Commentary on "The Chosen Pearl,"" Book of Belief, Chapter on Rebels]. Cairo: Dar al-Tiba`a al-Misriyya, 1272 H. Ibn `Afaliq al-Hanbali, Muhammad Ibn `Abdul Rahman: Tahakkum al-muqallidin bi man idda`a tajdid al-din (sindiran tajam para muqallid kepada mereka yang menuntut pembaharuan agama).Sebuah kitab yang meliputi banyak hal yang mana membuktikan kesesatan wahabi/ salafi dan tidak bisa dijawab oleh dajjal muhammad ibn wahab dan pengikutnya. [Sarcasm of the muqallids against the false claimants to the Renewal of Religion]. A very comprehensive book refuting the Wahhabi heresy and posting questions which Ibn `Abdul Wahhab and his followers were unable to answer for the most part. (Sumber: http://bankwahabi.wordpress.com/) .Bahkan kemudian bangkitlah Para Ulama dari berbagai belahan dunia Islam yg menulis kitab yg berjilid-jilid hanya untuk menunjukkan berbagai kesalahan dan penyimpangan Albani, kita dapat lihat sebagai berikut : - Ulama Ahli Hadis dari India yaitu Habib al-Rahman al-A`zami yg mengarang Kitab al-Albani Shudhudhuh wa Akhta’uh (“Penyimpangan dan Kesalahan Albani”) dalam 4 jilid. - Ulama Siria yaitu DR. Muhammad Sa`id Ramadan al-Buti yg mengarang 2 kitab al-Lamadhhabiyya Akhtaru Bid`atin Tuhaddidu al-Shari`a al-Islamiyya (“Tidak bermadzbah adalah bid’ad terburuk melawan syari’at Islam”) and al-Salafiyya Marhalatun Zamaniyyatun Mubaraka La Madhhabun Islami (“Genreasi Awal Islam adalah Tahapan Masa yg penuh berkah, bukan madzhab Islam”) - Ulama Ahli Hadis dari Maroko yaitu Imam `Abd Allah ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari yg mengarang Kitab Irgham al-Mubtadi` al-Ghabi bi Jawaz al-Tawassul bi al-Nabi fi al-Radd `ala al-Albani al-Wabi (“The Coercion of the Unintelligent Innovator with the Licitness of Using the Prophet – Allah bless and greet him – as an Intermediary in Refutation of al-Albani the Baneful”), al-Qawl al-Muqni` fi al-Radd `ala al-Albani al-Mubtadi` (“Ucapan yg Jelas untuk membantah al-Albani Sang Pelaku Bid’ah”), and Itqan al-Sun`a fi Tahqiq Ma`na al-Bid`a (“Aktivitas yg mulia untuk meneliti pengertian bida’h”). - Ulama Ahli Hadis dari Maroko yaitu Imam `Abd al-`Aziz ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari yg mengarang Kitab Bayan Nakth al-Nakith al-Mu`tadi (“Penjelasan tentang penyimpanga Al-Mubtadi’ (Sang Pelaku bid’ah)”). - Ulama Ahli Hadis dari Siria yaitu Imam `Abd al-Fattah Abu Ghudda yg mengarang Kitab Radd `ala Abatil wa Iftira’at Nasir al-Albani wa Sahibihi Sabiqan Zuhayr al-Shawish wa Mu’azirihima (“Bantahan atas kebatilan dan dusta dari Nasir al-Albani and sahabatnya Zuhayr al-Shawish dan para pengikutnya”). - Ulama Ahli Hadis dari Mesir yaitu Imam Muhammad `Awwama yg mengarang Adab al-Ikhtilaf (“Etika dalam Perbedaan”). - Ulama Ahli Hadis dari Mesir yaitu Imam Mahmud Sa`id Mamduh yg mengarang Wusul al-Tahani bi Ithbat Sunniyyat al-Subha wa al-Radd `ala al-Albani (“The Alighting of Mutual Benefit and Confirmation that the Dhikr-Beads are a Sunna in Refutation of al-Albani”) dan Tanbih al-Muslim ila Ta`addi al-Albani `ala Sahih Muslim (“Peringatan bagi kaum Muslimin tentang serangan Albani atas Sahih Muslim”). - Ulama Ahli Hadis dari Saudi yaitu Imam Isma`il ibn Muhammad al-Ansar yg mengarang Kitab Ta`aqqubat `ala “Silsilat al-Ahadith al-Da`ifa wa al-Mawdu`a” li al-Albani (“Kritik atas kitab Silsilat al-Ahadith al-Da`ifa wa al-Mawdu`a” li al-Albani “), Tashih Salat al-Tarawih `Ishrina Rak`atan wa al-Radd `ala al-Albani fi Tad`ifih (“Meluruskan (persepsi) ttg sholat tarawih 20 raka’at dan bantahan atas al-Albani yg mendhoifkannya”), dan Ibahat al-Tahalli bi al-Dhahab al-Muhallaq li al-Nisa’ wa al-Radd `ala al-Albani fi Tahrimih (“Kebolehan memakai kalung perhiasan dari emas bagi para wanita dan bantahan atas Albani yg mengharamkannya”). - Ulama Hadis Siria yaitu Imam Badr al-Din Hasan Diab yang mengarang kitab Anwar al-Masabih `ala Zulumat al-Albani fi Salat al-Tarawih (“Cahaya Pelita atas kegelapan Albani dlm masalah Salat tarawih”). - Direktur Urursan keagamaan di Dubai, yaitu Syeikh`Isa ibn `Abd Allah ibn Mani` al-Himyari yg menulis kitab al-I`lam bi Istihbab Shadd al-Rihal li Ziyarati Qabri Khayr al-Anam – Allah bless and greet him – (“Penjelasan ttg sunnahnya bepergian untuk berziarah ke makam nabi SAW ) dan al-Bid`a al-Hasana Aslun Min Usul al-Tashri` (“Bid’ah Hasanah memiliki dasar dalam Pokok Tasyri’ “). - Menteri Urusan Islam dan Keagamaan di Uni Emirat Arab yaitu Shaykh Muhammad ibn Ahmad al-Khazraji yang menulis sebuah artikel al-Albani: Tatarrufatuh (“Posisi Al-Albani’s yg Ekstrim”). - Ulama Siria yaitu Syeikh Firas Muhammad Walid Ways dlm kitabnya Ibn al-Mulaqqin’s yg berjudul Sunniyyat al-Jumu`a al-Qabliyya (“Shalat Sunnah sebelum Sholat Jum’at adl sunnah”). - Ulama Siria yaitu Imam Samer Islambuli yang mengarang kitab al-Ahad, al-Ijma`, al-Naskh. - Ulama Yordania yaitu Imam As`ad Salim Tayyim yang mengarang Kitab Bayan Awham al-Albani fi Tahqiqihi li Kitab Fadl al-Salat `ala al-Nabi – (Penjelasan ttg kesalahan Albani dlm penelitiannya atas kitab Fadl al-Salat `ala al-Nabi) - Ulama Ahli Hadi dari Yordania yaitu Imam Hasan `Ali al-Saqqaf yg mengarang dua jlid kitab berjudul Tanaqudat al-Albani al-Wadiha fi ma Waqa`a fi Tashih al-Ahadith wa Tad`ifiha min Akhta’ wa Ghaltat (“Albani’s Patent Self-Contradictions in the Mistakes and Blunders He Committed While Declaring Hadiths to be Sound or Weak”), Ihtijaj al-Kha’ib bi `Ibarat man Idda`a al-Ijma` fa Huwa Kadhib (“The Loser’s Recourse to the Phrase: `Whoever Claims Consensus Is a Liar!’”), al-Qawl al-Thabtu fi Siyami Yawm al-Sabt (“The Firm Discourse Concerning Fasting on Saturdays”), al-Lajif al-Dhu`af li al-Mutala`ib bi Ahkam al-I`tikaf (“The Lethal Strike Against Him Who Toys with the Rulings of I`tikaf), Sahih Sifat Salat al-Nabi Sallallahu `alayhi wa Sallam (“Sifat Sholat Nabi yg Benar”), I`lam al-Kha’id bi Tahrim al-Qur’an `ala al-Junub wa al-Ha’id (“The Appraisal of the Meddler in the Interdiction of the Qur’an to those in a State of Major Defilement and Menstruating Women”), Talqih al-Fuhum al-`Aliya (“The Inculcation of Lofty Discernment”), and Sahih Sharh al-`Aqida al-Tahawiyya (“Syarh Aqidah Ath-Thohawiyyah yg benar)”). Alhamdulillah, telah bangkit para Ulama pembela Islam untuk meluruskan penyimpangan2 yg disebarkan oleh ‘orang yg tdk bertanggung jawab’, sehingga umat ini tetap dalam jalan yg sesuai dg Al-Haq yaitu Al-Kitab dan As-Sunnah. (Sumber: warkopmbahlalar.com)
"Meluruskan Sejarah Wahhabi"
Faidah-faidah yang dapat dipetik dari pembahasan,
Kenapa Wahhabi di Indonesia Malu di Panggil "WAHABI" Padahal Nama "WAHHABI" Diakui dan Dibanggakan Oleh Para Pemuka Wahabi SendiriKebanyakan orang Wahabi mengingkari nama “Wahhabiyyah”, mereka berkata: “Tidak ada yang namanya kelompok Wahhabi”. Mereka bersikap demikian karena mereka tahu sejarah hitam gerakan Wahhabi; yang penuh dengan darah, teror, dan pembunuhan, lalu untuk mengelabui orang banyak gerakan mereka itu dibungkus dengan nama “Salafi”. Sementara, berikut ini bukti nyata bahwa sebagian mereka mengakui, - bahkan bangga-, menyebut gerakan yang dibawa Muhammad bin Abdul Wahhab ini dengan nama “Wahhabiyyah”. Ini tertulis nyata dalam buku yang mereka terbitkan sendiri; ditulis oleh salah seorang pemuka mereka di wilayah Qatar, bernama: “Ahmad bin Hajar Al Buthami Al bin Ali”, judul bukunya: “as Syekh Muhammad ibn Abdil Wahhab ‘Aqidatuh as Salafiyyah Wa Da’watuh al Islamiyyah”. Bahkan buku ini diedit dan sebarluaskan oleh pemuka Wahhabi lainnya, yaitu “Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz”. Dicetak tahun 1393 H, penerbit Syarikat Mathabi’ al Jazirah. Perhatikan di halaman 105, ia menuliskan berikut ini: فلما التقى الوهابيين في مكة “Ketika bertemu dengan orang-orang Wahhabi di Mekah…”
Juga menuliskan: استطاع الوهابيون أن يقيموا الدولة الإسلامية على أساس من المبادئ الوهابية “… orang-orang Wahhabi mampu mendirikan Dawlah Islamiyyah di atas dasar ajaran-ajaran Wahhabiyah” Kemudian juga menuliskan: ولكن الدعوة الوهابية “Akan tetapi dakwah Wahhabi…” Juga menuliskan: يدينون الإسلام على المذهب الوهابي “Meraka (orang-orang Wahhabi) beragama Islam di atas madzhab Wahhabi”. Penamaan diri mereka sebagai kaum Wahhabiyyah juga dikuatkan oleh pemuka Wahhabi lainnya, bernama Muhammad bin Jamil Zainu, salah seorang guru terkemuka Wahhabi di Mekah, dalam buku karyanya berjudul “Quthuf Min asy Syama’il al Muhammadiyyah”, cet. Dar ash Shahabah. Buku di ini disebarkan secara cuma-cuma (alias buku gratis) di wilayah Lebanon dibawah gerakan Wahhabi yang bernama “Jam’iyyah an Nur Wa al Iman al Khairiyyah al Islamiyyah”. Muhammad bin Jamil Zainu dengan bangga menuliskan: وهابي نسبة إلى الوهاب وهو اسم من أسماء الله “Nama Wahhabi adalah disandarkan kepada nama al Wahhab, dan dia itu (al Wahhab) adalah salah satu dari nama-nama Allah”. Kita Katakan kepada Jamil Zainu: “Bohong ente mengatakan “Wahhabi” disandarkan kepada nama Allah “al Wahhab”, yang benar adalah kata “Wahhabi” disandarkan kepada perintis gerakan sesat, yaitu “Muhammad bin Abdul Wahhab”. Apa ente ngga tahu kalau dalam bahasa Arab “nisbah” itu seringkali dipakai dengan disandarkan kepada “Mudlaf Ilayh”-nya??? Seperti kata/nama “Abd Qais”; maka nisbah-nya menjadi “Qaisy”. Dan “nisbah” ini tidak harus hanya disandarkan kepada nama orang itu sendiri, tapi terkadang juga biasa disandarkan kepada nama ayahnya, atau nama kakeknya”. Lainnya, yang menguatkan bahwa mereka mengakui sebagai orang-orang Wahhabi, dan bahwa ajaran yang mereka yakini sebagai ajaran Wahhabi; adalah mereka menamakan gerakan mereka dengan “Gerakan Faham Wahhabiyyah” (al Harakah al Wahhabiyyah), sebagaimana itu mereka tuliskan dalam buku-buku mereka, di antaranya oleh salah seorang pemuka mereka bernama “Muhammad Khalil Harras”, yang dengan bangga ia menuliskan judul karyanya dengan “al Harakah al Wahhabiyyah” (“Gerakan Faham Wahhabiyyah”). Buku ini dicetak penerbit Dar al Kutub al Arabi. Isi buku ini adalah pembelaan “mati-matian” terhadap ajaran Wahhabi, penulisannya dengan bangga menamakan gerakan ajaran Wahhabi dengan “ad Da’wah al Wahhabiyyah”, lihat di halaman 37. Dengan demikian nama “Wahhabiyyah” telah ditetapkan dan dibanggakan oleh para pemuka Wahhabi sendiri, yang itu semua mereka ungkapkan dalam karya-karya mereka sendiri, karena itu “ngga ngaruh” bila kemudian “kroco-kroco” Wahhabi mengingkari itu semua. Lihat, perhatikan, dan terus waspada… sebagian orang Wahhabi enggan memakai nama Wahhabi, tapi mereka lebih memilih nama-nama yang yang “wah” untuk mengelabui orang-orang awam; seperti “Salafi”, “Salafiyah”, “Anshar as Sunnah”, “Anshar at Tauhid”, “Jama’ah at Takfir Wa al Hijrah”, “Jam’iyyah an Nur Wa al Iman”, “al Jama’ah al Islamiyyah”, dan lain-lain. Bahkan sekolah-sekolah yang mereka dirikan seringkali memakai nama-nama para sahabat terkemuka, atau para Imam Madzhab; seperti “Utsman bin Affan”, “Umar bin Khattab”, “Imam Syafi’i”, dan lainnya. Waspadalah…!!!(Sumber : Aswaja)
Perbedaan Antara Wahbiyyah dan Wahhabiyyah
Dongeng Populer Wahhabiyyah Rustumiyyah ini menceritakan tentang ajaran seorang yang bernama Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum [208 H/823 M] atau konon disebut dengan nama Wahhabi, dan di akhir cerita di vonis sesat oleh seorang Ulama bernama Al-Lakhmi atau nama lengkap Ali bin Muhammad Al-Lakhmi [478 H/1085 M], adapun bila ada kesamaan nama atau sebutan dalam dongeng tersebut hanyalah sebuah kebetulan atau memang ada misi dibalik nama-nama tersebut, namun nama-nama dan sebutan dalam dongeng populer ini tidak ada hubungan dengan Salafi-Wahhabi dengan bermacam variannya, yang juga difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Waljama’ah seluruh dunia, karena Wahhabi yang difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah sedunia adalah ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi [1206 H/1791M], sekali lagi bahwa Wahhabi dalam dongeng tersebut tidak ada hubungan apa pun dengan Wahhabi yang beredar disekeliling kita sekarang ini atau yang sering menyebut diri nya Salafi, mari kita ikuti dongeng populer ini sampai akhir, agar generasi kita tidak termakan oleh sebuah dongeng atau cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya (semoga Allah menjaga kita semua dari fitnah Agama ini). Begini Cerita nya ! Dongeng ini kami copas dari situs Syekh Salafi-Wahhabi, tapi ingat ini hanya sebuah dongeng ! harap baca sampai tuntas, agar tidak salah paham Dongeng Wahhabiyyah Rustumiyyah
Salah seorang Dosen itu berkata: ”Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya,dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahhabi.”
Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab: ”Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia, yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini.
Baiklah, agar pemahaman kita bersatu, maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustakaan yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya .Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional.”
Dosen itu berkata : ”saya setuju denganmu, dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita.
Asy Syaikh berkata : ”saya terima, Setelah bertawakal kepada Allah, saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini.”
Dosen itu pun berkata :”baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqah Wahhabi adalah Firqah yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi ’yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi, beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahhabiyyun membangun sebuah masjid,”Bolehkan kita Sholat di Masiid yang dibangun olehorang-orang Wahhabi itu ??”maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab:”Firqah Wahhabiyyah adalah firqah yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan, karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mu ’minin, dan telah membuat bid’ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin ”.
Dosen itu berkata lagi :”Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini, bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini,”
Kemudian Asy Syaikh menjawab : ”Tunggu dulu..!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai, dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu !”
Dosen itu berkata: ”anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya ??”
Asy Syaikh menjawab:”dari sampul luarnya saja.”
Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya: ”Namanya adalah Kitab Al-Mi’yar,yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi. Wafat pada tahun 914 H dikota Fas, di Maroko.”
Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya:”wahai syaikh, tolong catat baik- baik, bahwa Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. Kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al- Lakhmi ??”
Dosen itu berkata:”Ya,”kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustakaan, lalu dia membawakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang mengumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara.
Kemudian Asy Syaikh berkata : ”Kapan beliau wafat?”
Yang membaca kitab menjawab: ”beliau wafat pada tahun 478 H”
Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi: ”wahai syaikh tolong dicatat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi ” kemudian ditulis.
Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata : ”Wahai para masyaikh….!!! Saya ingin bertanya kepada antum semua …!!! Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang (lahir) ???? kecuali kalau dapat wahyu????”
Mereka semua menjawab :”Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda !”
Asy syaikh berkata lagi : ”bukankah Wahhabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab ???? Mereka berkata : ”Siapa lagi???”
Asy Syaikh berkata:”Coba tolong perhatikan..!!! Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H, …
Nah,ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab belum lahir. bahkan sampai 22 generasi keatas dari beliau sama belum yang lahir.apalagi berdakwah..
KAIF ??? GIMANA INI???
(Merekapun terdiam beberapa saat..)
Kemudian mereka berkata:”Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahhabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut ??” mohon dielaskan dengan dalil yang memuaskan, kami ingin mengetahui yang sebenarnya !”
Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang : ”Apakah anda memiliki kitab Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil, seorang kebangsaan Perancis ?”
Dosen itu berkata:”Ya ini ada,”
Asy Syaikh pun berkata :”Coba tolong buka di huruf “ wau” ..maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis “ Wahhabiyyah”
Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqah Wahhabiyyah itu.
Dosen itu pun membacakannya: ”Wahhabi atau Wahhabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al- Abadhi, Orang ini telah banyak menghapus Syari’at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya. Dia wafat pada tahun 197 H dikota Thorat di Afrika Utara. Penulis mengatakan bahwa firqah ini dinamai dengan nama pendirinya, dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan dan keyakinan dalam madzhabnya. Mereka sangat membenci Ahlussunnah.
Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata : ”Inilah Wahhabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah Wahhabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulama Andalusia dan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki. Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud-Rahimuhumallah-, maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij, karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid ’ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul. (akhir dongeng)
Itulah dongeng lengkap yang sering diceritakan oleh para Syekh Salafi-Wahhabi kepada pengikut setia mereka, hati-hati jangan terjebak oleh dongeng ini …..!!! BENARKAH CERITA ITU SEBUAH DONGENG ?
Dalam dongeng populer itu menceritakan bahwa ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum bernama Wahhabiyah nisbah kepada nama Abdul Wahhab, ternyata ajaran yang disebarkan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum itu bukan Wahhabiyyah ( الوهابيه ) tapi Wahbiyyah ( الوهبية ), lalu kenapa juga ajaran nya disebut Wahbiyyah ? apakah Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum ? nah tentu saja bukan karena ajaran Wahbiyyah tersebut adalah nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi (38 H) [عبد الله بن وهب الراسبي] [Lihat Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145], lalu pecah kepada beberapa firqah, nah firqah nya Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum di sebut Wahbiyyah Rustumiyyah (bukan Wahhabiyyah Rustumiyyah), bahkan dalam kitab yang tersebut di atas (rujukan dalam dongeng) sangat jelas bahwa Al-Lakhmi di tanyakan tentang kaum Wahbiyyah, bukan tentang Wahhabiyyah, tetapi dalam dongeng disebutkan bahwa Al-Lakhmi ditanyakan tentang Wahhabiyyah, ini jelas-jelas tipuan dan pembodohan, simak penjelasan berikut ini : Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun juzuk II halaman 98, beliau berkata : وكان يزيد قد أذل الخوارج ومهد البلاد فكانت ساكنة أيام روح ورغب في موادعة عبد الوهاب بن رستم وكان من الوهبية فوادعه Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ)
dan adalah Abdul Wahhab bin Rustum sebagian dari “Wahbiyyah”
Maksudnya, Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum adalah pengikut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah, dan juga bukan pendiri Wahbiyyah sehingga ada anggapan bahwa ajarannya bernama Wahhabiyyah nisbah kepada namanya Abdul Wahhab, sungguh anggapan yang sangat keliru, perbedaan antara Wahbiyyah dan Wahhabiyyah bagaikan langit dan bumi, baik dari penulisan atau bacaannya, atau pun pada nisbah dan ajarannya, tapi kemiripan penulisan tulisan dan bacaannya membantu para Syekh Salafi-Wahhabi untuk menipu para simpatisan mereka, maka tertipulah orang-orang yang hanya bisa melihat tapi tak mau berpikir. (na’uzubillah) Bahkan dalam Al-Mi’yaar al-Mu’rib wa al-Jaami’ al-Mughrib ‘an Fataawaa Ifriiqiyyah wa al-Andalus wa al-Maghrib juzuk 11 halaman 168 di tulis oleh Ahmad bin Yahya Al-Wansyarisi (sebagaimana rujukan dalam dongeng di atas) وسئل اللخمي عن قوم من الوهبية سكنوا بين أظهر أهل السنة زمانا وأظهروا الآن مذهبهم وبنوا مسجدا ويجتمعون فيه ويظهرون مذهبهم في بلد فيه مسجد مبني لأهل السنة زمانا ، وأظهروا أنه مذهبهم وبنوا مسجدا يجتمعون فيه ويأتي الغرباء من كل جهة كالخمسين والستين ، ويقيمون عندهم ، ويعملون لهم بالضيافات ، وينفردون بالأعياد بوضع قريب من أهل السنة . فهل لمن بسط الله يده في الأرض الإنكار عليهم ، وضربهم وسجنهم حتى يتوبوا من ذلك ؟ Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﺨﻤﻲ ﻋﻦ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ) “Dan Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu kaum dari Wahbiyyah” Maksudnya, Imam Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu firqah dari Wahbiyyah, sementara dalam dongeng di atas disebutkan Al-Lakhmi ditanyakan tentang firqah Wahhabiyyah, sangat jelas ini tipuan belaka, Wahhabiyyah dalam penulisan bahasa Arab ber-tasydid pada (Ha) dan ada (Alif) di depan (Ha), sementara Wahbiyyah tulisan nya tidak ber-tasydid pada (Ha) dan tidak ada (Alif) di depan (Ha), maka fatwa Al-Lakhmi bukan tentang faham Wahhabiyyah, tapi tentang firqah Wahbiyyah, dan tidak ada hubungan antara Wahhabiyyah dan Wahbiyyah Rustumiyyah ibadhiyyah. Dan dalam buku seorang sejarawan asal Perancis, sebagaimana rujukan dalam dongeng itu pula, yaitu Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil [1364 H/1945 M], lihatlah penyimpangan cerita itu dengan apa yang tersebut dalam buku rujukan nya, ini tulisan Al-Faradbil dalam buku nya : وقد سموا أيضا الوهبيين نسبة إلى عبد الله بن وهب الراسبي ، زعيم الخوارج “Dan sungguh mereka dinamakan Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, yang di tuduh sebagai Khawarij” [Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145]. Ternyata dalam buku Al-Faradbil juga tertulis Wahbiyyin, bukan Wahhabiyyin, dan dengan sharih disebutkan nisbahnya, Wahbiyyah atau Wahbiyyin bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum sebagaimana dalam dongeng di atas, akan tetapi Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi. Semakin terang benderang upaya makar para syekh Salafi-Wahhabi hendak memutar balikkan fakta, sungguh tipuan yang hampir sempurna, banyak trik yang telah mereka susupi dalam kitab, buku, situs dan blog mereka, dan para pengikut mereka tidak pernah mempertanyakan atau membuktikan kebenarannya, sikap para pengikut mereka yang hanya bisa taqlid buta, semakin mendukung para syekh akan terus mempertahankan taktik ini, (semoga membuka mata para pecinta dongeng itu). Dan perhatikan nama-nama kitab Wahbiyyah berikut ini : كتـاب ( تلخيص عقائد الوَهْبِيَّة في نكتة توحيد خالق البرية ) * للشيخ إبراهيم بن بيحمان اليسجني من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1232هـ / 1817م ) كتاب ( العقيدة الوَهْبِيَّة ) * للشيخ أبي مسلم ناصر بن سالم البَهْلانِي من علماء عُمَان ( ت : 1339هـ / 1920م ) كتاب ( دفع شبه الباطل عن الإباضية الوَهْبِيَّة المحقة ) * للشيخ أبي اليقظان إبراهيم من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1393هـ / 1973م ) Perhatikan, ini pengakuan dan pernyataan dari mereka sendiri bahwa faham mereka bernama “Wahbiyyah- الوَهْبِيَّة” bukan Wahhabiyyah, semua mata pun bisa melihat dengan sangat jelas, hanya hati yang ingkar yang masih mempertahankan cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, ketika cerita atau sejarah sudah tidak lagi sesuai dengan fakta, maka pantaslah cerita itu masuk dalam kategori Dongeng, silahkan saja bercerita, tapi bukan untuk di percaya, tapi seharusnya seorang Ustadz tidak mengelabui murid-muridnya dengan cerita dusta, apalagi setingkat Ustadz lulusan luar negeri, sungguh sangat disayangkan. (semoga allah membuka mata mereka) WAHHABI ADALAH NAMA AJARAN SYEKH MUHAMMAD IBNU ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI AN-NAJDI
Berikut bukti pengakuan dari Syaikh Wahhabi yakni Ibnu Baz dalam kitab Fatawa Nur ‘ala al-darb pada soal yang ke 6 sebagai berikut : س 6 – يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟ “Soal ke 6 – Seseorang bertanya kepada Syaikh : Sebagian manusia menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahhabi [Wahhabiyyah], adakah antum ridha dengan nama tersebut ? dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan antum dengan nama tersebut ?” Syaikh Ibnu Baz menjawab sebagai berikut : الجواب: هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه “Jawab : Penamaan tersebut masyhur untuk Ulama Tauhid yakni Ulama Nejed [Najd], mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab. فهو لقب شريف عظيم “Nama itu (Wahhabiyah) adalah panggilan yang sangat mulia dan sangat agung”. Sungguh pengakuan yang sangat jujur yang seharusnya dimiliki oleh semua Syekh Salafi-Wahhabi, kenapa harus main curang kalau memang yakin dengan kebenaran dakwah Wahhabi ? lagi pula kebenaran dan kesesatan bukan pada sebuah nama atau julukan, justru kebohongan yang semakin lama semakin banyak Nampak ke permukaan, akan membuat para penggemar Salafi-Wahhabi kecewa, ketika mereka tau ternyata Wahhabi bukan bermanhaj Salaf. KESALAHAN PARA SYEKH SALAFI-WAHHABI DALAM DONGENG INI
MISI DIBALIK DONGENG INI
Siapa pun bisa menebak apa misi di balik trik ini, trik yang sudah terlalu sering digunakan oleh para Syekh Wahhabi Saudi, walaupun trik ini kelihatan sangat super bodoh tapi tetap mereka pertahankan, karena sangat efektif mempengaruhi orang bodoh (awam), ideologi bodoh itu sangat ilmiah dan masuk akal di kalangan orang bodoh, tapi orang yang berpendidikan pasti bisa melihat apa maksudnya dongeng itu ? dia pasti bisa merasakan ada sesuatu di balik cerita yang tidak ada manfaat itu, dan bahkan sangat jelas dalam dongeng itu pun telah ada pembelaan terhadap ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab, kemiripan sebuah nama, mereka gunakan untuk menutupi kesesatan ajaran mereka, agar orang buta bertambah gelap dalam kebutaan nya, dan menyangka itulah Wahhabi sesungguhnya yang difatwakan sesat oleh ulama Ahlus Sunnah, dan ajaran sesat Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab pun terlepas dengan hanya sebuah dongeng belaka (na’uzubillah min dzalik). FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH TENTANG AJARAN SYEKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI
Al-Imam Ibn Abidin Al-Hanafi berkata :
Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H. (Hasyiyah Raddul Muhtar ‘ala Ad-Durr al-Mukhtar-juzuk 4- halaman 262). Al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid Al-Hanbali An-Najdi berkata : Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi, adalah ayah pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah. Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi. Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya. (As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah-halaman 275). Al-Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’I Al-Makki :
Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibnu Abdil Wahhab. Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij) adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah. (Fitnah Al-Wahhabiyah, halaman. 54). Al-Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki :
Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta. (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain- juzuk 3- halaman 307). Pandangan Ulama empat madzhab di atas sangat jelas untuk ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang bernama Wahhabi, bukan untuk ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum atau Firqah Wahbiyyah Rustumiyyah Ibadhiyyah. KESIMPULAN ~ Firqah yang difatwakan sesat oleh Al-Lakhmi dalam dongeng adalah ajaran yang dinisbahkan kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum yang bernama Wahhabiyyah, tapi kenyataan nya dalam rujukan kitab itu, bukan bernama Wahhabiyyah tapi Wahbiyyah.
~ Wahbiyyah bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum, tapi nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
~ Wahbiyyah dan Wahhabiyyah adalah dua nama untuk dua ajaran yang berbeda dan masa berbeda.
~ Wahhabi atau Wahhabiyyah yang telah difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah semua Madzhab, sejak kemunculan nya sampai sekarang adalah ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, dan tidak ada hubungan dengan fatwa Al-Lakhmi.
~ Ada misi di balik dongeng tersebut, mereka ingin membela ajaran Syekh mereka dengan cara berdusta dan membodohi para pengikut setia mereka, dan mengalihkan semua Fatwa Ulama hlus Sunnah Waljama’ah kepada ajaran lain yang hampir serupa nama nya dalam penulisan dan bacaannya.
~ Fatwa Ulama Ahlus Sunnah seluruh Madzhab, ditujukan kepada ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab An-Najdi, yakni ajaran Salafi-Wahhabi.
~ Wahhabi dalam dongeng tersebut tidak ada hubungan dengan Salafi-Wahhabi, bukan sebagai bukti sesat nya atau tidak sesatnya.
~ Wahhabi yang sesungguhnya hanya ada satu yakni ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, karena ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum tidak pernah dinamakan dengan nama Wahhabi kecuali hanya dalam dongeng itu saja.
~ Hati-hati membaca dongeng, jangan sampai anda termakan dan menjadi korban sebuah dongeng, apalagi dongeng dalam masalah Agama.
Semoga tulisan ini menjadi ilmu bagi penulis dan pembaca semua, dan juga kepada siapa pun yang pernah termakan oleh dongeng itu, Wallahul muwaffiq ila aqwamit thoriq, amiin… (Sumber: aswaja.webnode.com)
Wahhabi Mazhab ke lima ? (Menjawab Tuduhan).
|
Dibaca :14125 kali

Marilah kita simak dialog Ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa'ad Asy Syuwai'ir dengan para masyaikh/dosen-dosen disuatu Universitas Islam di Maroko
Kata “Wahhabi” sudah tidak terasa asing ditelinga kita, ketika orang yang awam mendengar kata ini dan ketika membayangkan kelompok yang disebut dengan sebutan ini maka yang terbetik di mereka adalah aliran Islam yang sesat yang suka mengkafirkan atau menyesatkan kaum muslimin lainnya dan segudang celaan-celaan lain. Semuanya disebabkan oleh adanya sumber-sumber atau rujukan yang tidak jelas kebenarannya dan hanya kedustaan belaka yang tersebar dikalangan orang awam mengenai “Wahhabi”, atau juga karena ketaqlidan (hanya ikut-ikutan) sebagian orang awam terhadap tulisan-tulisan tersebut. Oleh karena itu dalam pembahasan ceramah bedah buku ini akan meluruskan dan membantah beberapa tuduhan yang dilontarkan kepada dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ini yang disampaikan langsung oleh penulis, Ust Abu Ubaidah Yusuf. Bagi yang ingin mendapatkan penjelasan detail silahkan merujuk langsung ke buku langsung. Semoga bermanfaat.
Dongeng ini sangat populer di kalangan Salafi-Wahhabi, padahal cerita ini adalah fiktif belaka dan tidak lebih dari hanya sebuah dongeng semata, tapi aneh nya dongeng ini bukan saja di sukai oleh anak-anak, tapi justru sangat populer dan di sukai oleh
(awal dongeng)- Cerita ini berawal dari dialog antara
Banyak musuh dakwah ini dan juga orang-orang yang tidak tahu hakikat kebenaran menuduh bahwa Imam Muhammad bin Abdul Wahhab datang dengan membawa mazhab ke lima. Artinya, beliau keluar dari empat mazhab ahli sunnah. Dengan tuduhan miring tersebut mereka ingin menciptakan opini publik bahwa beliau datang dengan membawa mazhab yang diada-adakan dalam agama.
Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang mujtahid dari madzhab Hambali
Belakangan ketika isu terorisme kian dihujamkan di jantung pergerakan umat Islam agar iklim pergerakan dakwah terkapar lemah tak berdaya. Nama Wahabi menjadi salah satu faham yang disorot dan kian menjadi bulan-bulanan aksi “tunjuk hidung,” bahkan hal itu dilakukan oleh kalangan ustadz dan kiyai yang berasal dari tubuh umat Islam itu sendiri.
Komentar-Komentar
camkanlah benar2 kalimat tauhid kita LAAILAAHA ILLALLAH... MUHAMMADARRASULULLAH...
ARTINYA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD UTUSAN ALLAH..
maka selain kita yakin bahwa tiada tuhan selain ALLAH maka kita wajib yakin bahwa MUHAMMAD utusan allah,, maka apabila kita beramal.. maka hendaklah mengikuti apa yang telah di contohkan beliau rasulullah saw. darimana amalan2 yang harus kita ikuti, maka sunah dan banyak dalam alhadist telah menerangkannya. barangsiapa yang beramal tanpa ilmu, maka amalanya tertolak. ikutilah sunahku dan sunah para sahabatku kata rasulullah saw. barangsiapa yang mengadadakan dalam urusan agama maka ia telah sesat kata rasulullah. jd dalam beribadah harus ada dalilnya..
kalau kita dalam beribadah hanya taklid mengikuti pembesar2 yang kita bangga bangakan, maka kita tidaklah mengimani "MUHAMMADARRASU LULLAH.." jangan sampai jadi kiyai fulan.. utusan allah.. gara2 kita taklid pada beliau. sedangkan agama kita mewajibkan kita mengikuti apa yang telah beliau rasulullah ajarkan. itu aja yang sya bisa saya sampaikan sebagai bahan kajian kita saudara2ku sesama muslim yang saya sayangi.
Ternyata eh ternyata.. kaum wahhabi itu adalah para pemuja tanduk setan dari Nadj, penyembah Tuhan berbaju merah dan berambut keriting, duduk diatas kursi yang ditandu empat malaikat berbentuk binatang.... ah dasar wahhabi... kasian de luh...
dan jangan kerjakan yang tidak di sunnahkanya.
karna nabi mengajarkan sebaik baiknya ilmu,
tidak di persulit dan tidak di permudah,dan jangan di lebih lebihkan maupun du kurang kurangi.
jangan memfitnah bahwa rasullallah saw , itu tidak tahu yang baik,sehinggany a kita mengerjakan apa yang menurut kita baik,tapi rasullallah saw pun tidak pernah mengajarkanya.
ikutilah al quran dan assunnah.
bila yang seperti ini dinamakan islam apa?????
bila kita semua benar benar mencari kebenaran , silahkan dialog di dudukan di tempat yang sejajar,keluark an semua hujjah hujjahmu , dan argumentasimu.
insya allah , akan ada titik temu .
(biar pada jelas bg para pekbaca)
Dakwah beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) mengajak tauhit jauh dari syirik dan mengajak sunnah jauh dari bid'ah persis yang dinamakan dakwah ahlus sunnah wal jama'ah.
Namun setelah peninggalan beliau, orang yg meneruskan dakwah beliau malah dituduh dakwahnya sesat. APAKAH ITU PANTAS...?
KETAHUILAH...!
Emang benar wahhabi itu sesat dan menyesatkan, TAPI WAHHABI YANG MANA...??????
Apakah Wahhabi yang bernisbah pada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullãh atau Wahhabi busuk yang bernisbah pada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi.
Kalau seandainya umat islam teliti lebih detail, tentunya ia akan tabayyun terlebih dahulu tidak seenaknya menuduh muslimin yang padahal benar jalan agamanya malah dituduh aliran yg sesat.
KETAHULIAH...!
Firqoh Wahhabi yang busuk yang kalian anggab sesat ialah firqoh Wahhabi yang bernisbah pada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi. Dia adalah sama fahamnya dengan firqoh Khowarij. Orang ini telah banyak menghapus Syari'at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya.
Ketahuilah juga dia (Abdul Wahhab bin Abdirrahman) wafat pada tahun 197 H di kota Thorat di Afrika Utara yang kemudian pengikutnya dinamakan KHOWARIJ AL-ABADHI sama dengan nama junjungannya.
Semoga bermanfaat.
http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab
Quoting fadri:
http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab
Saya mencermati di web ini, penulis/pengelo la menggunakan standar ganda (atau mungkin lebih!?).
Jelas terlihat, saat ybs mencela salafi (baca=wahhabi) dan tokoh2 ulamanya...
http://www.akhirzaman.info/islam/saudi-dan-wahhabi/2205-wahhabi-yang-asli-tulen-sesat-menyesatkan.html
Maka di saat yang lain ybs menggunakan sumber2 artikel salafi untuk "dijadikan dalil" ybs membongkar kesesatan...
http://www.akhirzaman.info/islam/shalat/1800-penyimpangan-abu-sangkan-dengan-bukunya-pelatihan-shalat-khusyu.html
Jadi, kesimpulannya adalah:
PENULIS MEMBANTAH PENULIS
Wa haadza syai'un ajiib....
Hadaakallahu ya akhi....
cukup dgn IMAN,ISLAM dan IHSAN....pelaja ri itu aja.
jgn terbawa HAWA NAFSU.... SYEITAN suka permusuhan, dan menanam KEDENGKIAN pada hati setiap manusia....
wahai yang tertipu...cukup lah mengingat kematian sebagai nasihat terbesar... berbekalah, dunia ini fana, biasakan diri tuk menahan nafas agar engkau sadari bahwa kita akan menemui kematian.
tiada lagi permusuhan di hari itu, tiada yg bisa kita bawa....tiadaa apapun....jgn tertipu.
yg punya blog msh usia 20an........
insya allah,, saya share sedikit pengetahuan tentang wahhabi.
Bismillaah ar-Rahmaan ar-Rahiim
Bukan rahasia lagi apabila orang-orang dari sekte Wahhabiyyah gemar mencaci-maki dan menghina orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Dimana salah seorang ulama’nya kaum Wahhabiyyah melakukan penghinaan terhadap seorang ulama ahlussunnah wal jama’ah yaitu al-Imaam as-Suyuthi rahimahullaah.
al-Albani merendahkan al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah dengan sebuah kalimat “يجعجع” (Yuja’ji’u). Di dalam kamus al-Munawir, disebutkan bahwa arti Yuja’ji’u adalah suara unta yang sedang berkumpul.
Mari kita lihat fakta ini di dalam buku karya al-Albani yang berjudul as-Silsilat adh-Dha’ifah jilid 4 halaman 189 (kitab ini dapat didownload di perpustakaan digital milik wahhabi http://waqfeya.net/book.php?bid=505), dan setelah anda download yang jilid 4 silakan buka halaman 189, disitu akan tertera kalimat
وجعجع حوله السيوطي في اللالي
yang artinya :
“Dan as-Suyuthi bersuara seperti unta yang sedang berkumpul di sekitarnya di dalam al-Laali”
Apakah layak seorang imam sekelas as-Suyuthi rahimahullaah direndahkan dengan perkataan tak berakhlaq seperti ini????
Masih ada lagi, di dalam bukunya yang lain, yaitu as-Silsilat adh-dhaifah jilid 3 halaman 479, al-Albani juga merendahkan lagi al-Imam as-Suyuthi rahimahullah. Beliau al-Imaam as-Suyuthi rahimahullaah dikatakan sebagai “Seseorang yang tidak punya rasa malu” oleh al-Albani.
sungguh membuat kita miris,, silahkan anda renungi sendiri,, karna kata dari orang lain tidak lebih baik dari kata hati sendiri..
berdebatlah dengan sopan,, kalau berdebat scara kasar dan bahasa yang kurang sopan,, sungguh hanya akan memecah belah ISLAM,, apabila begitu,, tetangga agama ISLAM (Non Muslim) yg tau hanya akan menertawakan dan membuat orang orang yg tidak suka merasa senang melihat kehancuran ISLAM dari dalam,..
Kata kta dari saya sangat jauh dari kesempurnaan,, karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
wallaahu a'lam..
Kelompaok yang bersekongkol dengan Dajjal.
Ngebaca kitab para imam dengan maksud untuk ngebohongin kaum awam, ngebuat ragu yang gak tau. diajak debat NYENGIR SUMBING. He...he...he...
Ketahuilah posting2 yg seolah2 dia ngebaca kitab yang dia sebutkan itu hanya sekedar kepengennya saja (isi kitab2 itu tdk seperti apa yang JIL ini posting). Dia berbohong lagi rupanya.
Bagi yang masih punya iman Santai ajalah.....karn a hanya Allah yang menilai baik dan buruknya syari'at seseorang bukan Muhammad bin Abdul Wahab apalagi Said Agil Siraj.
Dalam QS. Al Hujarat 6, ALLAH SWT juga berfiraman "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".
Dari pada kita menjerit gak karuan dengan menghakimi bahwa si pulan sesat, mending kita cek aja sendiri semua berita yang sampai pada kita DENGAN TELITI(khan udah pada bisa baca tulis semuanya) kalau Agama (Aqidah dan syari'atnya) itu memang penting bagi kita.
Kompy kita punya, kadang kita Upgrade segala, masa untuk kepentingan Agama yg akan kita pertanggunjawab ankan kehadapan ALLAH SWT pada saat penghisaban, gak ada pengorbanannya. Masa belajar Agama cuma berasal dari katanya....kata nya. masa gak malu swaktu ALLAH SWT menanyakan Apa yg sudah kita kerjain slama di dunia, kita jawab pake "katanya ya ALLah...." Fahamilah.
Baca dong kitabnya, AL QUR'AN (dan Tafsirnya), HADIST-HADIST Nabi yg Shahih (jangan yang Dha'if apalagi palsu) trus cek Ajaran-ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab itu pake 2 panduan HUKUM ISLAM tadi AL-QUR'AN & HADIS SHOHIH (Kitab Hadist; Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan yang semisalnya). Banyak koq bukunya, tapi pilih penulis & penerbit yang jujur (sesuai dengan firman QS. Al Hujarat 6 tadi, TELITI !!!) jangan yg ember, maksudnya hanya pake pendapat hawa nafsunya aja. Karena ini masalah KESELAMATAN & SYURGA, maka berkorbanlah.
Misalnya, diantara ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab bisa ditemui dalam kitab FATHUL MAJID, secara bersamaan buka juga Al Qur'an dan Kitab2 Hadist untuk caounter ajarannya.
InsyaAllah dengan cara tersebut kita bisa tau dan dapat dipastikan siapa yang paling sesat diantara kita semua yang suka ngejerit aja, Muhammad bin Abdul Wahab kah atau Kita.
saya rasa semuanya harus dialog dengan baik kacau kalau begini umat islam sementara kami yang awam harus berbuat apa.?
kalo pandangan saya yang namanya muslim adalah saudara walaupun berbeda aliran asal nabi dan tuhannya sama kalaupun ada perbedaan dalam menta'wilkan alqur'an dan hadis kan bisa di diskusikan dengan baik tidak harus dengan saling tuduh/saling fitnah. itulah muslim
wallahua'lam
Kontradiktif antara satu dengan yg lainnya... seolah yg punya site mau membingungkan
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?” [HR Bukhari dan Muslim]
berdasarkan apa yg telah ditulis oleh si penulis ini tujuannya hny TEBAR SYUBUHAT
Salah satu tanda2 AKHIR ZAMAN adlh byk manusia penebar fitnah
PANTES,COCOK si penulis ini ksh nama blog/situsnya dg nama AKHIR ZAMAN, dimana menggambarkan karakter si penulis ini sbg manusia penebar fitnah yg muncul di akhir zaman,,wwkwkkwkkw
ALLOH YAHDIIK..
Kalau mau cari Ahlussunnah Wal Jama'ah, carilah di sumbernya, yakni Saudi, krn Nabi lahir dan wafat disana,,
Kalau kaum Kuffar menuduh Wahabi sesat thd Ulama2 Saudi,pemerinta hnya,rakyatnya, itu sih biasa,,
namanya ajja kaum Kuffar
Tp kalau kaum Muslimin yg menuduh Wahabi sesat thd Ulama2 Saudi,pemerinta hnya,rakyatnya, itu sih krn kedengkian para penuduh serta ketakutan para penuduh lantaran eksistensi dakwah para penuduh terancam dg makin pesatnya dakwah Salafiyyah alias dakwah Ahlussunnah Wal Jama'ah yg ORIGINAL,,
Dan mending berangkat Hajji/Umroh nya para penuduh dr kalangan Kaum Muslimin itu entar ajja, setelah Makkah&Madinah tdk dikuasai oleh yg mrk anggap sbg Wahabi sesat, kan 2 kota suci tsb terletak di sarang yg mrk tuduh sbg Wahabi sesat.. para Ulama/Imam2 di Masjidil Harom&Masjid Nabawi jg kan mrk fitnah sbg Wahabi sesat..
Yaa gt deh para penuduh/pemfitn ah dr kalangan kaum Muslimin, MENGADA-ADA FITNAH,,KASIHAN memang sbgian dr saudara2 kita yg seiman ini, uda memfitnah diada-adakan pula..hahhaaahaa..
Makin gencar AL-BATHIL disuarakan maka makin jelas lah AL-HAQ itu,, dan AL-HAQ pasti menang,,
ALLOH senantiasa menjaga dakwah Ahlussunnah Wal Jama'ah (Salafiyyah)yg HAQ ini,,
Wallohua'lam..
jangan asal comot pendapat orang aja...
Sangat membabi buta dan penuh dng fitnah
semakin membaca beberapa postingan di situs ini akan membuat anda bingung,,,palin g tidak ini adalah pengalaman saya pribadi setelah berkunjung di situs ini....
jdi harap hati-hati jika anda semua berkunjung di situs ini..
"SITUS ANEH"
semakin membaca beberapa postingan di situs ini akan membuat anda bingung,,,palin g tidak ini adalah pengalaman saya pribadi setelah berkunjung di situs ini....
jdi harap hati-hati jika anda semua berkunjung di situs ini..
"SITUS ANEH"
punya ilmu, tpi tololnya lebih dari gw yg bego...
punya akidah jngan setengah2 dong, sesat n menyesatkan...
punya ilmu jangan pamer sana sini tanpa tujuan yg jelas, mau memecah belah / adu domba umat muslim y???
buat yg pro wahhabi atau anti wahhabi,,, kalian semua tolol, ilmunya banyak tpi bego masih aja disetir hawa nafsu n egonya masing2,,, jangan saling melaknat,jangan saling mencerca, ketololan kalian yg akan merusak islam...
dan puaslah kita di tertawai orang2 kafir
bego,tolol,ngaku punya iman tpi sikapnya kyk nggk punya iman...
punya ilmu, tpi tololnya lebih dari gw yg bego...
punya akidah jngan setengah2 dong, sesat n menyesatkan...
punya ilmu jangan pamer sana sini tanpa tujuan yg jelas, mau memecah belah / adu domba umat muslim y???
buat yg pro wahhabi atau anti wahhabi,,, kalian semua tolol, ilmunya banyak tpi bego masih aja disetir hawa nafsu n egonya masing2,,, jangan saling melaknat,jangan saling mencerca, ketololan kalian yg akan merusak islam...
dan puaslah kita di tertawai orang2 kafir
bego,tolol,ngaku punya iman tpi sikapnya kyk nggk punya iman...
punya ilmu, tpi tololnya lebih dari gw yg bego...
punya akidah jngan setengah2 dong, sesat n menyesatkan...
punya ilmu jangan pamer sana sini tanpa tujuan yg jelas, mau memecah belah / adu domba umat muslim y???
buat yg pro wahhabi atau anti wahhabi,,, kalian semua tolol, ilmunya banyak tpi bego masih aja disetir hawa nafsu n egonya masing2,,, jangan saling melaknat,jangan saling mencerca, ketololan kalian yg akan merusak islam...
dan puaslah kita di tertawai orang2 kafir
bego,tolol,ngaku punya iman tpi sikapnya kyk nggk punya iman...
punya ilmu, tpi tololnya lebih dari gw yg bego...
punya akidah jngan setengah2 dong, sesat n menyesatkan...
punya ilmu jangan pamer sana sini tanpa tujuan yg jelas, mau memecah belah / adu domba umat muslim y???
buat yg pro wahhabi atau anti wahhabi,,, kalian semua tolol, ilmunya banyak tpi bego masih aja disetir hawa nafsu n egonya masing2,,, jangan saling melaknat,jangan saling mencerca, ketololan kalian yg akan merusak islam...
dan puaslah kita di tertawai orang2 kafir
bego,tolol,ngaku punya iman tpi sikapnya kyk nggk punya iman...
karena mereka orang2 yg tidak mempunyai agama..