Penyimpangan Abu Sangkan dengan bukunya: Pelatihan Shalat Khusyu’
Oleh : Al-Ustadz Abu Umamah Abdurrohim bin Abdulqohhar al-Atsary
Di dalam bab ini akan saya terangkan pinyimpangan-penyimpangan Abu Sangkan berdasarkan kajian saya terhadap buku–buku karya Abu Sangkan yaitu Pelatihan shalat Khusyu', penerbit Yayasan Shalat Khusyu', cetakan ke 13, Berguru Kepada Allah Penerbit Yayasan Shalat Khusyu, cetakan ke 13, Makalah – makalah Pelatihan Shalat Khusyu' dari para pelatih yang datang ke wilayah saya, diantaranya Drs. Shodiq dari Malang, Drs Moh. Fahri, MM dari Malang dan saudara Sukana, Sag dari Surabaya, dan DVD Pelatihan Shalat Khusyu' karya Abu Sangkan. Sebelum kita membahas penyimpangan – penyimpangan Abu Sangkan sedikit terlebih dahulu kita membahas dulu tentang hukum mengghibahi, mencela dan melaknat tokoh sesat (ahli bid'ah) sebagai dasar agar tidak dikatakan sok benar sendiri, lisan kotor, akhlaknya jelek, dan tuduhan – tuduhan jelek lainnya kepada penulis.
Ketahuilah sesungguhnya di antara prinsip Ahlussunnah wal jama'ah adalah menyakini bahwa mengghibahi saudara sesama muslim itu hukumnya haram, tetapi tidaklah mutlak, ada ghibah yang diperbolehkan diantaranya;
Maka 6 orang golongan diatas tersebut boleh dighibahi, sedangkan asal hukum ghibah adalah haram dan termasuk dosa besar karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Demikian juga ahlussunah meyakini wajibnya menghinakan tokoh penyesat (ahli bid'ah) dan haram memuji dan memulyakannya, prinsip ini berdasarkan dalil shahih yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
Hadits shahih yaitu sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam :
Demikian juga banyak kita dapati perkataan ulama' ahlussunnah wal jama'ah, ulama'salaf tentang wajibnya menghinakan tokoh penyesat (ahli bid'ah), diantaranya:
Berdasarkan dalil – dalil di atas maka merupakan prinsip ahlussunnah wal jama'ah bahwa mengghibahi, mencela, menghinakan dan melaknat tokoh – tokoh sesat, ahli bid'ah, pengikut langkah – langkah syetan, bukan akhlak yang buruk tetapi perbuatan tersebut merupakan:
Sehingga berdasarkan prinsip Ahlussunnah wal jama'ah ini dan dari kajian saya terhadap buku – buku Abu Sangkan maka lewat buku ini saya sampaikan hak – hak Abu Sangkan dari karyanya, dengan harapan mudah – mudahan:
Bertaubat dari kesesatan bagi Abu Sangkan sungik dengan khayalan – khayalan syaithaniyah. Kebanyakan tokoh sesat itu merasa di atas hidayah sehingga sulit dinasehati kecuali mendapat rahmah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Abu Sangkan dan yang telah mengikutinya mendapat rohmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kebanyakan tokoh sesat siap membela kesesatannya walaupun harus mengorbankan nyawanya, hal ini telah dialami oleh tokoh sufi dan filsafat sebelumnya seperti Abu Mansyur al-Hallaj yang mati dibunuh, Ibnu 'Arabi al-Hatimi, Ja'd bin Dirham, Aburrahman bin Muljam, Imam Samudra dan lain-lain.
Kesesatan disamakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam seperti rabies (penyakit anjing gila). Anjing kalau sudah terjangkit virus rabies memiliki dua sifat jelek yaitu galak dan seperti kehausan tetapi tidak mau minum sampai mati kehausan. Demikian juga orang yang terjangkit hawa nafsu seperti ingin mengetahui kebenaran tetapi kalau dijelaskan tidak mau terima dan siap mati untuk membela kesesatnnya.
Adapun penyimpangan – penyimpangan Abu Sangkan adalah seperti berikut: Abu Sangkan Telah Mengada-ada Dalam Agama Mengada – ada dalam agama Islam baik menambah atau mengurangi merupakan buah dari buruk sangka kepada Alloa Subhanahu wa Ta'ala serta merupakan bentuk penentangan dan pembangkangan kepada keputusan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memutuskan bahwa agama Islam ini sudah sempurna, tidak butuh penambahan, pengurangan, dan perubahan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Telah berkata al-Imam Malik Rahimahullah terhadap ayat ini: "Barangsiapa mengada-ada dalam Islam dengan suatu bid'ah dan dia anggap bid'ah hasanah sungguh dia telah menuduh Rasulullah telah mengkhianati risalah, karena Allah berfirman: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan Islam sebagai agama untukmu" maka apa yang bukan agama pada hari itu bukan agama juga pada hari ini".
Di Mana Perbuatan Abu Sangkan Yang Katanya Mengada – ada Dalam Agama?
Ajaran baru versi Abu Sangkan ini bisa kita baca di dalam buku – buku dia baik di dalam buku Pelatihan Shalat Khusyu' ataupun di dalam buku Berguru Kepada Allah. Hampir semua cara shalat yang dijelaskan oleh Abu Sangkan adalah cara baru atau tepatnya disebut Muhdats mulai dari cara wudlu' sampai cara berdzikir ba'da shalat. Contoh yang sangat jelas: 1) Halaman 58-59 buku Pelatihan Shalat Khusyu' karya Abu Sangkan cetakan ke 13, penerbit Yayasan Sholat Khusyu', Abu Sangkan berkata: "Cara memasuki sholat ...
Dan seterusnya ada sembilan poin sampai halaman 59. 2) Pada halaman 64 ketika menjelaskan cara berwudlu', Abu Sangkan berkata:
3. Pada halaman 71-78, Abu Sangkan menjelaskan cara wudlu' dengan cara meditasi.
4. Pada halaman 82-98, Abu Sangkan menjelaskan cara shalat dengan gaya meditasi.
5. Pada halaman 104-116, Abu Sangkan menjelaskan cara berdzikir dengan cara meditasi. Sedangkan di dalam buku Berguru Kepada Allah hanyalah pengulangan saja tanpa ada perbedaan.
Setelah saya cek di dalam kitab-kitab fiqih karya para ulama' ahlussunnah baik yang berupa matan maupun yang berbentuk syarah (penjelasan para ulama'), ternyata apa yang dijelaskan Abu Sangkan di dalam buku – bukunya hanyalah kutipan dengan beberapa perubahan dari Abu Sangkan yaitu Abu Sangkan menukil cara – cara meditasi yang baik meditasi diam atau meditasi gerak seperti taichi, kemudian dimasukan ke dalam cara – cara berwudlu', cara – cara shalat, dan cara – cara berdzikir. Supaya lebih samar Abu Sangkan menutupi perbuatannya ini dengan mencarikan dalil – dalil berupa ayat maupun hadist. Padahal dalil yang dia bawa itu bukan dalilnya-. Majelis Ulama' Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat dan perbuatan Abu Sangkan ini termasuk kriteria no. 9 yaitu: Merubah, Menambah, Dan Atau Mengurai Pokok – Pokok Ibadah Yang Telah Ditetapkan Oleh Syari'ah. Abu Sangkan Penganut Sinkretisme Hal ini sangat jelas dari perbuatan dia yang telah menciptakan shalat khusyu' dengan caranya sendiri dengan cara memadukan ajaran agama lain ke agama Islam yaitu ajaran agama Hindu Budha dijadikan kaifiyah, sifat atau cara shalat yakni ajaran meditasi atau semedi atau bertapa yang merupakan ajaran pokoknya orang Hindu Budha. Sinkretisme adalah pembenaran dan pemaduan semua agama. Ajaran Abu Sangkan ini sarat dengan faham sinkretisme atau pluralisme. Contoh: 1) Pada buku Berguru Kepada Allah hal. 35: Abu Sangkan berkata:
Bagi Ahlussunnah wal Jama'ah perkataan Abu Sangkan ini adalah kekufuran karena bertentangan dengan prinsip ahlussunnah yang telah meyakini bahwa agama-agama selain Islam adalah kafir karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Orang Yahudi, Nashrani, Hindu, Budha walaupun telah menjaga lingkungan atau melestarikan-nya dia adalah orang kafir selama belum masuk ke dalam agama Islam dengan mengucap dua kalimat syahadat dan melaksanakan syari'at Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau tidak, maka dia tetap kafir yang terancam kekal di neraka sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Berdasarkan prinsip ini, barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir maka dia telah kafir dan murtad keluar dari Islam. 2) Pada halaman 87, Abu Sangkan berkata: "Oleh karena itu jangan salahkan orang-orang kafir kalau setelah mereka bersungguh-sungguh meneliti dan mendata apa yang mereka baca dari kejadian alam lalu mendapatkan ganjaran atas manfaat membaca ayat kauniyah". Ini juga sinkretisme karena secanggih apapun hasil karya dan teknologi orang kafir, mereka tetap kafir, tidak ada manfaat bagi mereka sendiri, harta, dan keluarganya terutama nanti ketika menghadap Alloh walaupun ada manfaat nisbi di dunia. Karena mereka tidak beriman dan belum masuk agama Islam, dan semua perbuatan baiknya tidak mendapat pahala (ganjaran). 3) Pada halaman 174, Abu Sangkan berkata: "Jepang, Singapura, Perancis adalah kodrat Negara Islami sebab disanalah dasar-dasar filsafat Islam tertanam menjadi budaya yang tertinggi seperti kedisiplinan, ketekunan, kesadaran hukum dan lingkungan". Perkataan Abu Sangkan ini membuktikan bahwa Abu Sangkan adalah penganut ajaran kufur yaitu ajaran sinkretisme yang para ulama' telah sepakat tentang kufurnya ajaran ini berdasarkan dalil-dalil di atas yaitu kafirnya penganut agama selain Islam. Diantara tokoh ajaran sinkretisme adalah Jamaluddin bin Shofdar al-Afghani, Muhammad 'Abduh bin Hasan at-Turkumani, Hasan al-Banna (Pendiri gerakan Islam penganut faham sesat Khawarij yaitu Ikhwanul Muslimin atau IM), Hasan at-Turobi (Pimpinan Front Islam Nasional-Sudan), Thoriq Suwaidan dari Kuwait, Dr. Yusuf al-Qardhawi (tokoh IM), di Indonesia ajaran ini digencarkan Prof. Dr. Nurcholis Madjid, Prof. Dr. Harun Nasution, Budy Munawar Rochman dari Yayasan Paramadina, Jakarta, Muhammad Ali dosen IAIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, Said Aqil dari PBNU, Jakarta dan seluruh tokoh-tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal)1. Dan masih banyak contoh-contoh ajaran sinkretisme dalam buku Abu Sangkan. MUI telah mengeluarkan fatwa sesatnya faham pluralisme ini dengan no. 7 / MUNAS VII / 10 /2005. Abu Sangkan Mengatakan Bahwa Al-Qur an Makhluk Di dalam bukunya Berguru Kepada Alloh, Abu Sangkan berkata:
Para Ulama' Ahlussunnah telah sepakat (ijma') tentang kufurnya orang yang mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk. Karena Al-Qur'an itu kalamullah (sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala) diturunkan bukan makhluk, dari-Nya permulaannya dan kepada-Nya kembali, Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara dengan Al-Qur'an, dengan Taurat, dengan injil, dan lainnya. Bukan makhluk yang terpisah dengannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara sesuai dengan kehendak-Nya, sesuai dengan kekuasaannya, dan pembicaraan Allah Subhanahu wa Ta'ala ada pada dzat-Nya, bukan makhluk yang terpisah dari diri-Nya, disampaikan kepada Jibril dan diturunkan kepada hati Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Telah berkata al-Imam Amir bin dinar Rahimahullah: "Aku mendapati para ulama' semenjak 70 tahun, semua mengatakan Allah adalah Khaliq (pencipta) dan selain-Nya adalah makhluk kecuali Al-Qur'an. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah kalamullah bukan makhluk, dari-Nya permulaannya dan kepada-Nya kembali"(8) Telah berkata al-Imam Abu Hanifah Rahimahullah: "Sesungguhnya al-Qur'an adalah kalamullah, dari-Nya permulaan, tanpa takyif (9), ucapan-Nya dan ditirukan kepada nabi-Nya berupa wahyu dan mukminin membenarkannya secara hakekat, dan mukminin menetapkan bahwa al-Quran itu adalah kalamulloh (sifat Allah) secara hakekat bukan makhluk seperti ucapan manusia, barangsiapa yang telah mendengar dan masih mengatakan bahwa al-Qur'an adalah ucapan manusia maka dia telah kafir".(10) Telah berkata Imam Malik bin Anas Rahimahullah: "Telah jelas dari para imam salaf tentang kufurnya orang yang mengatakan al-Qur'an adalah makhluk, maka dia harus disuruh bertoubat, jika tidak mau maka harus dibunuh". Telah berkata al-Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah:"Al-Qur'an adalah kalamullah, barang siapa yang mengatakan al-Qur'an itu makhluk maka dia telah kafir". Adapun al-Imam asy-Syafi'i Rahimahullah telah didatangi oleh seseorang yang bernama Hafsh al-Fard, dia berkeyakinan bahwa al-Qur'an itu makhluk, maka al-Imam asy-Syafi'I berkata kepada Hafsh: "Engkau telah kafir". Dengan ini jelas bahwa perkataan Abu Sangkan dalam bukunya yang menyatakan bahwa al-Qur'an adalah makhluk merupakan kekafiran atas kesepakatan para kaum muslimin. Telah berkata asy-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah;"Madzab Salaful Ummah dan para imam salaf dari kalangan para shahabat dan yang mengikuti para shahabat dengan baik, dan seluruh imam kaum muslimin seperti imam yang empat, sebagaimana yang ditunjukan dalam al-Kitab dan as-Sunnah dan telah mencocoki dalil akal yang sehat bahwa al-Qur'an itu kalamulloh yang diturunkan, bukan makhluk dari-Nya dimulai dan kepada-Nya kembali. Allah berbicara dengan al-Qur'an, dengan Taurat, dengan Injil dan dengan lainnya, bukan makhluk yang terpisah dengan-Nya".(11) Sungguh perkataan Abu Sangkan ini adalah kekufuran dan celaan terhadap al-Qur'an yang sekaligus telah mencela Allah Subhanahu wa Ta'ala. Abu Sangkan Penganut Wihdatulwujud Buku – buku Abu Sangkan dipenuhi oleh ajaran kufur terjelek, terburuk, kufur terbusuk dan kekufuran paling kufur di muka bumi ini yaitu keyakinan wihdatuwujud yang dalam bahasa jawa dikenal dengan sebutan manunggaling kawulo gusti. Mulai dari cover depan sampai ke cover belakang isi buku Abu Sangkan adalah ajaran kufur ini, dan terlalu panjang kalau saya sebutkan semua perkataan Abu Sangkan tentang wihdatuilwujud ini tersebut dan saya hanya mengutip secukupnya saja:
Apa Wihdatul Wujud Itu? Wihdatul wujud adalah keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala itu menyatu pada makhluk dan makhluk menyatu pada Allah Subhanahu wa Ta'ala, jadi semuanya satu. Allah Subhanahu wa Ta'ala itu makhluk dan makhluk itu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebenarnya wihdatul wujud ini hanya kata lain atau lafadz lain (sinonim) dari atheis, satu maksud dan satu makna, Cuma beda pengucapan saja, tapi intinya sama, bahwa wihdatul wujud adalah atheis yang disamarkan. Dan munculnya keyakinan wihdatul wujud ini juga dari orang-orang atheis yaitu orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan Yang Mencipta dan Mengatur alam ini. Keyakinan ini lebih jelek dan lebih berbahaya dari ucapan Fir'aun laknatullah. Mereka mengatakan bahwa alam ini ada dengan sendirinya yakni Allah Subhanahu wa Ta'ala itu sendiri. Keyakinan wihdatul wujud ini adalah sampah-sampah kekafiran, muncul dari orang-orang yang sudah rusak akal dan fitrahnya. Keyakinan ini bukan baru tetapi sudah lama adanya. Kita telah mengenal tokoh-tokoh wihdatul wujud yaitu para penganut sufi. Berikut saya nukilkan perkataan tokoh-tokoh sufi tentang wihdatul wujud agar pembaca bisa membandingkan dan menarik benang merah keyakinan Abu Sangkan dengan tokoh sufi terdahulu: 1) Telah berkata dedengkot sufi yang bernama Ibnul Faridl: "Rabb (Tuhan) ini mencakup dzat, sifat, nama dan perbuatan-Nya, baik dalam bentuk materi maupun gambaran pikiran. Maka dia adalah hewan, benda mati, manusia, jin, patung dan berhala. Tuhan adalah khayalan dan sangkaan. Sifat, nama, dan perbuatan-Nya sama dengan sifat, nama dan perbuatan hewan, benda mati, manusia, jin, patung, dan berhala, sebab semua itu adalah Dia". Dia juga berkata: "Saya nampak dalam segala wujud bagi siapa yang memandangku. Dalam segala yang dilihat saya memperlihatkannya dengan pandanganku. Saya menyaksikan alam ghaibku, jika saya telah nampak maka engkau mandapatiku".
Dia juga berkata: "Tidaklah ruang angkasa melainkan dari cahaya dalam diriku. Dengannya para malaikat memberi hidayah melalui kehendakku. Tidaklah ada tetes hujan melainkan dari limpahan penampakanku... Andaikan bukan karena aku maka tidak ada wujud serta tidak ada pemandangan dan tidak diikat perjanjian dan jaminanku. Tidak ada yang hidup melainkan kehidupan-Nya dan kehidupanku, dan tunduk kepada keimananku semua jiwa yang berkemauan". 2) Telah berkata thaghut terbesar di alam ini yaitu Ibnu Arabi semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melaknatnya untuk selamanya: "Tuhan itu memiliki 2 hal yang berlawanan (12) pada Dzat-Nya dan dua hakekat yang berlawanan pada sifat-Nya. Dia (Allah) adalah wujud yang hakiki dan dia juga tidak ada (13), Dia adalah Khalik juga makhluk, Dia adalah segala yang ada beserta sifat-Nya, Dia adalah sifat segala yang ada dan tidak ada, Dialah yang haq, yang mulia, dan Dia pula yang batil lagi hina, Dia ide jenius dan Khurafat tolol, Dia adalah lintasan ilham, prasangka keliru, khayalan bingung dan kemustahilan yang tidak terbayangkan oleh akal sama sekali...".
"Dia orang mukmin, orang kafir, ahli tauhid, musyrik dengan puncak keberhalaan benda mati yang kasar, hewan yang mempunyai indera tajam, malikat yang sujud dibawah 'arsy, syetan yang berteriak di neraka saqar, ahli ibadah yang mengalir deras air matanya saat bertasbih, penjahat di tempat-tempat kefasikan dengan berbagi dosa-dosa". "Rabb adalah pemandangan alam yang dapat kamu lihat. Pemandangan alam itu adalah lahiriyah hakekat, sebab Tuhan itulah yang tampak sedangkan Dia adalah batinnya sebab Dialah yang batin". Dia juga berkata: "Hamba adalah Tuhan dan Tuhan adalah hamba. Aduhai siapa yang akan dibebani, jika aku katakan hamba maka ini benar atau aku katakana Tuhan. Sesungguhnya akulah yang membebani". Dia juga berkata: "Wujud kita adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dari sisi wujud kita dan Allah Subhanahu wa Ta'ala membutuhkan kita dari sisi penampakan diri-Nya". 3) Telah berkata tokoh sufi lainnya yaitu si zindiq al Jaili: "Betapapun engkau melihat tambang bumi dan tanamannya, hewan, manusia dan semua perangainya. Betapapun engkau melihat lautan dan pulaunya, pohon atau bangunan tinggi pencakar langit, maka sesungguhnya sayalah semuanya itu. Semua adalah penampilanku. Sayalah yang nampak dalam hakekatnya, bukan Dia. Sesungguhnya sayalah rabb manusia dan pemimpin seluruh makhluk. Nama dan Dzatkulah yang disebutkan".(14) 4) Telah berkata tokoh sufi lainnya yaitu al-Ghozali: "Orang-orang bijak setelah naik ke langit hakekat sepakat bahwa mereka tidak melihat dalam wujud ini selain Yang Maha Satu dan Yang Hakiki". 5) Telah berkata tokoh sufi lainnya yaitu Sadr al-Qonawi: "Manusia itulah al-Haq. Dialah dzat, sifat, arsy, kursi, lauh, qalam, malaikat, jin, semua langit, bintang-bintang, semua bumi dan yang ada di atasnya, alam akhirat, segala yang wujud dan kandungannya, al-Haq, makhluk, qadim dan hadits". 6) Sayyid Quthub seorang tokoh IM (Ikhwanul Muslimin), dia berkata: "Sesungguhnya alam ini adalah kesatuan wujud. Tidak ada disana hakikat kecuali hakikatNya. Dan tidak ada disana wujud yang hakiki kecuali wujudNya. Maka seluruh wujud yang lain hanyalah bersandar wujudnya kepada Wujud Ynag Hakiki".(15) Coba pembaca perhatikan baik-baik perkataan tokoh-tokoh sufi ini kemudian bandingkan dengan perkataan Abu Sangkan baik yang ada di dalam buku Pelatihan Shalat Khusyu' atau dalam buku Berguru Kepada Allah yang sebagiannya sudah saya kutip, maka isinya sama walaupun redaksinya berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan Abu Sangkan sama dengan para tokoh sufi terdahulu karena memang keilmuan Abu Sangkan adalah ilmu tasawuf dan ilmu filsafat. Dan yang sangat menipu umat Islam adalah mereka para tokoh sufi itu mengaku sebagai waliyullah yang derajatnya di atas para nabi, kemudian mereka menetapkan sendiri thariqah menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa harus mengikuti thariqah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mereka memiliki jalan sendiri yang tidak diketahui dan tidak ditempuh oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan pengikutnya. Mereka mengaku mendapat wahyu langsung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa harus mengambil ilmu dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dalam hal ini telah berkata as-Syaikul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah: "Barangsiapa beranggapan bahwa di antara para wali yang telah sampai padanya risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam memiliki thariqah sendiri menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak butuh kepada Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sungguh dia kafir mulhid". (Majmu': 11/126).
Beliau juga berkata: Barangsiapa mengatakan: "Saya butuh Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam ilmu dhahir dan tidak butuh pada ilmu batin atau saya butuh Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam ilmu syari'ah bukan ilmu hakekat maka dia lebih jelek dari Yahudi dan Nashara yang telah mengatakan: "Sesungguhnya Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Rasul pada ummiyin bukan kepada ahli kitab" dan sesungguhnya mereka (Yahudi dan Nashara) meng-imani (risalah) sebagian dan mengkufuri sebagian maka mereka itupun telah kafir". Sehingga keyakinan-keyakinan tokoh-tokoh sufi itu lebih kufur dari Yahudi dan Nashara karena telah mengatakan Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam itu diutus hanya dengan ilmu dhahir tanpa ilmu batin, mereka tidak butuh dengan ilmu dhahir (Syari'ah) dan mereka memiliki ilmu batin sendiri(16). Keyakinan wihdatul wujud ini bertentangan dengan keyakinan ahlussunnah wal jama'ah yang meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala itu tinggi di atas makhlukNya terpisah dengan makhlukNya dan tidak butuh serta tidak bergantung dengan makhlukNya, Dzat Allah Subhanahu wa Ta'ala tinggi di atas "ArsyNya sedangkan ilmuNya meliputi segala makhlukNya, dua hal yang tidak bisa disamakan dari segala sisi, Rabb ya Rabb, hamba ya hamba, tidak bisa difahami bahwa pada makhluk ada DzatNya dan pada Dzat Allah Subhanahu wa Ta'ala ada makhlukNya, tetapi hal ini menjadi samar dan rancu bagi orang yang hilang akalnya karena gila, pingsan, tidur, atau tidak sadar karena obat, sebagaimana firmanNya:
Allah Subhanahu wa Ta'ala itu tinggi di atas makhluk-Nya berikut dalil-dalilnya:
Maka sangat jelas dan terang bagi orang yang hatinya masih bersih dari kerancuan-kerancuan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala itu istawa di at Meras Arsy-Nya, tinggi diatas makhlukNya dan turun kelangit dunia tiap sepertiga malam terakhir. Tetapi keyakinan yang terang dan jelas ini menjadi samar bagi hati-hati yang dipenuhi kerancuan-kerancuan sehingga mereka sebisa mungkin untuk memalingkan makna ayat di atas untuk disesuaikan dengan akal dan hawa nafsu mereka dan yang paling parah mereka adalah keyakinan orang-orang tasawuf, ahli kalam, dan ahli filsafat. Mengapaeka (Tokoh-Tokoh Sufi) Itu Berani Berbuat Seperti Itu? Hal itu merupakan sunnatullah dan konsekuensi bagi orang yang berpaling dari jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala yaitu jalan yang telah ditempuh Rasulullah dan para shahabat, maka syetan mendatangi mereka untuk menyampaikan wahyu-wahyunya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Maka jin-jin dan syetan-syetan mendatangi mereka tetapi karena kepandiran tokoh-tokoh sufi itu mereka mengira bahwa yang datang adalah malaikat, kemudian semua wahyu-wahyu syetan itu dijadikan kitab oleh tokoh-tokoh sufi tersebut, mulai dari tokoh sufi terdahulu (17) sampai saat ini dan tidak terkecuali buku-buku Abu Sangkan, yang isinya hanyalah kesesatan dan kekufuran, isinya hanya perusak akal, fitrah, dan hati-hati manusia yang tidak berbeda dengan buku-buku tasawuf terdahulu. Abu Sangkan Berdusta Kepada Allah, Rasul-nya dan Kaum Muslimin Sebagaimana sudah dijelaskan pada bab I bahwa paradigma atau teori atau cara shalat yang dibuat Abu Sangkan hanyalah buah dari khayalan-khayalan Abu Sangkan bukan ilmu yang diwariskan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada para shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik sampai kepad para ulama' maka ini artinya Abu Sangkan telah berdusta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, berdusta kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan berdusta kepada kaum muslimin karena telah mengada-ada ajaran baru dalam agama. Teori shalat khusyu' yang dibuat Abu Sangkan bukanlah ilmu yang bisa diamalkan sebagai amal shaleh yang dapat mendekatkan diri kepada Allah bahkan hanya bisa menjauhkan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Paradigma shalat khusyu' Abu Sangkan hanyalah khayalan-khayalan syetan yang belum pernah ada yang mendahului dia dari para ulama' sebelumnya. Abu Sangkan telah berbicara tentang agama Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan mengikuti bisikan-bisikan syetan, padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:
"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim". "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka". "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan". (QS. Al-Baqarah 2:79) Terhadap ayat ini telah berkata asy-syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah: "Ayat ini sebagai celaan terhadap orang-orang yang telah menyelewengkan ayat untuk dijadikan dalil-dalil kebid'ahan, sebagai celaan terhadap orang yang tidak mau mempelajari al-Qur'an yaitu menjadikan al-Qur'an hanya sebagai bacaan huruf-hurufnya, sebagai celaan terhadap orang yang menulis kitab atau buku yang menyelisihi al-Qur'an untuk mendapatkan keuntungan dunia kemudian mengatakan: "Ini dari Allah, ini syari'at agama, ini adalah makna al-Qur'an dan as-Sunnah, ini merupakan pendapat ulama' salaf, dan merupakan dasar-dasar agama yang wajib diyakini kebenarannya", ayat ini juga sebagai celaan bagi orang yang menutup kebenaran al-Qur'an dan as-Sunnah". Ayat ini telah mengena kepada Abu Sangkan yang telah menulis buku-buku yang bertentangan dengan al-Qur'an dan al-Hadits dengan pemahaman as-Salafushshalih.
Abu Sangkan berbicara masalah agama semata-mata dari akalnya yang dikenal dikalangan para ulama' sebagai 'aqlani (pemuja akal), musuh-musuh sunnah yang sesat dan menyesatkan, sebagaimana dikatakan oleh Shahabat Umar Ibnul Khaththab Radhiallahu 'Anhu: "Para pemuja akal adalah musuh-musuh sunnah, hadits-hadits telah memberatkan mereka untuk menghafalnya, hadits-hadits itupun berpaling darinya sehingga mereka sulit untuk memahaminya, akhirnya mereka mereka berbicara dengan akalnya sehingga mereka sesat dan menyesatkan". (al-Ibanatussughro) Teori shalat khusyu' buatan Abu Sangkan hanyalah kedustaan yang tidak ada gunanya (sia-sia) untuk diamalkan, hanya sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Di antara bukti kedustaan Abu Sangkan bisa kita lihat pada bukunya Pelatihan Shalat Khusyu', halaman 58-59, dia berkata: "Cara memasuki shalat, menurut ayat tersebut di atas (yaitu al-Baqarah 2:45-46) ...
Padahal ayat tersebut sama sekali tidak menjelaskan apa yang dikatakan Abu Sangkan diatas, Abu Sangkan hanya mengutip dari cara-cara meditasi atau samedi baik dari Taichi atau dari agama Hindu kemudian dimasukkan ke dalam cara shalat, begitu juga seterusnya mulai cara berwudlu', cara shalat dan cara berdzikir. Inilah penyimpangan Abu Sangkan yang paling besar dan paling parah dan uraian ini bukan sebagai batasan bahwa penyimpangan Abu Sangkan hanya ini, masih banyak dan terlalu banyak penyimpangan Abu Sangkan jika ditimbang dengan al-Qur'an dan as-Sunnah. Buku ini saya susun bukan untuk membantah setiap kerancuan Abu Sangkan dan buku-buku karyanya, buku ini disusun untuk memperingatkan kaum muslimin akan bahaya penyimpangan-penyimpangan Abu Sangkan dan buku-bukunya sehingga bahasannya masih bersifat umum. Adapun apabila mau membantah kerancuan-kerancuan Abu sangkan dan buku-bukunya membutuh bahasan khusus dalam buku khusus. Kiranya apa yang telah saya uraikan di atas tidak kurang dan tidak berlebihan di dalam mensikapi saudaranya sesama muslim, dan saya berharap dan berdo'a semoga Abu Sangkan dan yang mengikutinya bisa mengambil pelajaran untuk kebaikan semuanya, tujuan saya adalah untuk menghilangkan noda dan aib saudaranya agar semuanya berjalan diatas agama yang haq, semoga buku ini sebagai tawashau bilhaq yang dikerjakan ikhlash karena mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Foot Note Terkait: Tidak Ada Meditasi Dalam Islam - Koreksi Terhadap Konsep Shalat Khusyû‘ Abu Sangkan Sumber : http://www.darussalaf.or.id/stories.php?catid=16
Set as favorite
Bookmark
Hits: 11328 Comments (85)
![]()
Dimas
said:
|
|
Alhamdulillah Allah membuat saya membaca postingan ini Saya baru saja menemukan buku itu dan memulai membacanya. Tetapi, setelah membaca postingan ini, saya jadi ragu, dan pihak mana yang benar. Kalau memang benar sesuai 'ijma dari para Ulama-Ulama besar bahwa buku-buku Abu Sangkan itu adalah kufur, maka saya akan berhenti membacanya. Segala puji bagi Allah yang memberikan petunjuknya kepada saya agar lebih berhati-hati dalam memilih buku islami... |
|
faizal m som
said:
|
alangkah baiknya kalau kita berpegang kpd asas... salam pembaca, Untuk diri sendiri, sukar untuk membuat "judgement" kerana menyedari ilmu cetek dan takut jika berdebat dan membuat andaian, saya sendiri yang mungkin mencari jalan kesesatan...cuma ingin berkongsi rasa dengan saudara saudara sekalian :- Bagi saya, di dalam kemelut dunia yg kita berada sekarang ini, ramai dpd kita yang ingin mencari semula jalan yg benar untuk kita kembali kpd Allah swt..bg saya mudah sahaja...kembali semula kpd asas...iaitu ilmu agama yg sebenar bersumberkan Al Qur'an dan Al Sunnah serta penghuraiannya dpd :- 1) Imam Imam besar mazhab Ahlus sunnah wal jamaah 2) Penghuraian dpd tokoh tokoh ulama' muktabar dgn kitab2 yg mahsyur dan diperakui oleh jumhur ulama' 3) bersikap kritikal dan berjaga2 dgn benda benda "baru" dan "jarang di dengar" dgn cara merujuk dahulu kpd tokoh2 agama yg diperakui di daerah kita Ini adalah penting supaya kita sentiasa berada di jalan yg benar dan minta dijauhkan dr kesesatan sama ada yg nyata, yg samar atau yg tidak nampak... Keyakinan adalah dpd hati...yang di pandu oleh aqal yg celik...dan aqal yang bersumberkan ILMU yang benar. Manakala ILMU adalah utk kita tuntut dpd GURU yang mursyid... Kalau boleh, kita tuntutlah apa saja ilmu yang benar dpd seramai yang mungkin guru2 yang mursyid untuk mengelakkan kita dpd sifat2 ketaksuban atau ciri2 memuliakan "seseorang".... Saya berdoa agar sekalian kita diberi petunjuk oleh Allah swt di dalam mencari ilmu yang benar ini...agar kita sekalian terselamat dpd kesesatan. insya allah.... 3) |
|
goerge
said:
|
Inna lillah.. Saya terkejut dengan analisa Ustadz, tapi terimakasih karena keterkejutan saya ini semakin mematrikan pemahaman bahwa beragama dengan meletakkan akal disudut yang tidak berdaya akan mengakibatkan orang-orang berpola pikir seperti wahabi ini, dan itulah sebabnya kenapa Wahabi melarang buku-buku tentang logika (mantiq).... kelompok ini jugalah yang mengharamkan demontrasi menurunkan mubarok di mesir, dan rezim-rezim otoriter di timur tengah... inna lillah inilah khawarij modern.. |
|
aa
said:
|
kosong ada makna tersurat ada juga makna tersirat tersurat paling gampang dimengerti tpi untuk tersirat mohon jangan di judge dulu sebelum anda tanyakan dan adakan forum jangan main nyelonong langsung upload di internet |
|
Hamba Allah
said:
|
Bersihkan hati Bersihkan hatimu Bung... Daripada cape2 nulis artikel dan bikin sakit hati orang lebih baik bersihakan hti... Tidak ada jaminan dengan keluarnya artikel antum ini antum masuk surga... Dan dijamin tdk sama antum bagi orang2 yang ikut antum masuk surga... |
|
Dwi
said:
|
Merasa benar sendiri merupakan strategi iblis dalam menyesatkan manusia Assalamu'alaikum akhi, Ane merasa bahwa antum menulis artikel tersebut karena antum merasa benar dengan apa yang antum yakini, apalagi didukung dengan dalil-dalil dari al Quran dan as Sunnah yg menurut antum shahih juga didukung oleh fatwa-fatwa ulama antum. Namun apakah antum berpikir bahwa antum sudah berada di jalan yang benar? apakah antum juga berpikir bahwa orang yang berpikiran dan beramal tidak seperti antum berarti tidak benar? tentunya pikiran seperti demikian tidak bijak. Telah banyak pelajaran yang telah diberikan oleh Rasulullah dalam menyikapi perbedaan umatnya dalam hal ibadah. Perbedaan mestinya disikapi dengan bijaksana. Tidakkah kita dapat mengambil pelajaran dari kisah perselisihan antara umat Islam yang masih merupakan sahabat-sahabat Rasulullah? Kita katakan mereka sahabat-sahabat yang mulia yang kita tahu tentang kisah-kisah dan keteladanan mereka dalam buku-buku sejarah, tetapi mengapa mereka berselisih bahkan sampai menumpahkan darah kepada sesama saudara seiman? mengapa antum diam seribu bahasa? bagaimana antum menjelaskan perkara ini? Pernahkah antum mendengar kisah seorang pelacur yang masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan? Pernahkah antum mendengar kisah seorang pembunuh yang telah membunuh 100 orang dan akhirnya masuh surga hanya karena perbedaan sejengkal lebih dekat ke daerah tujuan tobat? Seseorang bisa masuk surga adalah bukan karena amal ibadahnya selama hidup di dunia, tapi karena rahmat dan ridhonya Allah. Apakah antum mengandalkan amal ibadah antum untuk mendapatkan surganya Allah? Apakah antum yakin antum telah mendapat rahmat dan ridho dari Allah? Hal-hal tersebut kiranya menjadi bahan renungan kita, sudah pantaskah kita menghakimi seseorang dengan kesesatan dan bid'ah hanya karena menemukan metode sholat khusyu? Bagaimana dengan metode pengumpulan ayat Quran sehingga menjadi berbentuk buku? Bagaimana dengan metode cepat menguasai membaca Quran seperti metode IQRO? Bagaimana dengan adanya madrasah yang mengajarkan tentang ilmu keislaman dengan metode yang berbeda-beda, padahal dulu tidak ada contohnya dari Rasulullah? Pada jaman sahabatpun sudah terjadi perselisihan yang hebat sehingga menimbulkan pertumpahan darah antara sesama sahabat dan kaum muslimin. Bukankah menumpahkan darah seorang muslim berarti telah mengkhianati Rasul? Jangan antum katakan ijtihad yang mereka lakukan mendapatkan dua kebaikan kalau benar dan satu kebaikan kalau salah, itukan cuma fatwa dari ulama antum, bukan dari Rasulullah. Saya utarakan ini agar antum tidak merasa benar sendiri. Bahkan sahabat-sahabat yang terbaikpun bisa berselisih dan merasa benar, sehingga terjadi pertempuran. Saat ini antum mengikuti hadits dari Rasulullah yang berasal atau dari jalan sahabat yang mana? karena mereka juga masing-masing merasa benar, padahal kebenaran itu hanya satu. Kebenaran hanya milik Allah. Wallahu a'lam bisshowab. |
|
rindu syurga
said:
|
Islam itu asing benar sabda Rasulullah SAW, Islam datang dalam keadaan asing, para pemeluknya menjadi asing (karena memegang sunnah), dan nanti akan kembali menjadi asing (karena al-qur'an dan sunnah ditinggalkan dan pengalaman spiritual seseorang lebih didahulukan). shalat khusyu' adalah kondisi kesadaran sepenuhnya ketika seseorang sedang melaksanakan ibadah shalat. wudhu' nya sempurna sebagaimana tata cara nabi, memahami bacaan shalat dan melakukan shalat sebagaimana nabi shalat (shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat). bersih dari makanan haram, pakaian haram, rumah yang dibangun dari harta haram. bersih dari hadast besar dan kecil (coba kita perhatikan apakah kita sudah beristinja' dengan benar?). menjauhi melihat kemaksiyatan (pornografi). ingat kata imam syafi'i ketika mengadu kepada gurunya imam waqi'. mengapa hafalannya tidak bertambah? dijawab imam waqi' bahwa maksiyat adalah penghalang menghafal, karena ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak diberikan kepada ahli maksiyat. jadi, kadang-kadang kita jauh dari khusyu' karena kemaksiyatan kita. coba kita renungkan, karena jaman semakin dituntut untuk cepat bergerak, sampai-sampai orang menginginkan shalat khusyu' pun ingin instan. maksiyat jalan terus ... shalat ingin khusyu'. shalat khusyu', kalau boleh saya berargumen, adalah sebuah pelatihan yang sangat berat. jadi orang yang sudah bisa shalat khusyu', adalah orang yang memang sudah berlatih begitu keras. dan tentu saja setelah lulus dari ujian hasilnya adalah kekhusyu'an dalam sholatnya dan kekhusyu'an sosial. bagaimana kita mau belajar shalat khusyu', sementara yang keluar dari mulut kita melalui tulisan adalah hujatan-hujatan. kaidah ushul fiqih menyebutkan bahwa semua hal yang berhubungan dengan muamalah adalah boleh kecuali yang dilarang, dan semua bentuk ibadah beserta pernak-perniknya adalah haram kecuali yang diperintahkan (tentu saja dengan dalil al-qur'an dan as-sunnah). wallahu a'lam. |
|
hasri budia
said:
|
NGAJI LAGI MASSSSSSSS.... 2012 PEMIKIRAN MASIH SEMPIT NGAJI LAGI MASSSSSSSS.... 2012 PEMIKIRAN MASIH SEMPIT, MAKANYA KALO NGAJI KE GURU YANG NGASIH HIKMAH KE ENTE JADI WAKTU DI KASIH TEKS NGGAK NJELIMET.... TEKSTUAL ... ORANG2 MACAM ENTE MAH DI KEHIDUPAN SOSIAL JUGA GAK BERPENGARUH.... JAMIN ANE2 MAKHLUK2 MODEL GINI KALO DI LINGKUNGAN NYA GAK BERTEMAN,BERARTI...... SEMPIT SIH PIKIRAN NYA LEBIH SEMPIT DARI LUBANG JARUM ........ JADI ANE SARANIN BUAT NGAJI LAGI YAHHHHHHH MOGA OTAKNYA KAGAK DEMPUL2 AMAT |
|
jac
said:
|
ingin terus belajar coba di rujuk dulu ke Al-Qur'an sebelum bertindak menghakimi orang lain |
|
Ibnu Sa'id
said:
|
ILMU SEBELUM BERKATA DAN BERAMAL Ternyata msh banyak kaum muslimin yg hanya kepingin yg instan aja dlm hidupnya,ada pelatihan ESQ ikut,pelatihan shalat khusyu' ikut...ada apa dgn keber-Islam-an kita?seharusnya sebelum melangkah jauh alangkah baiknya kita mengkaji terlebih dahulu apa yg hendak dilakukan,para penggemar abu sangkan dan ari ginanjar agar mengkaji sejauhmana kesesuain antara materi kajian kedua nara sumber itu dengan Alqur'anul Karim dan Hadits Nabi shallallahu'alaihiwasallam agar kita tidak terjebak dalam berkata2 dan beramal tanpa ilmu yg benar karena hal itu akan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya amal ibadah yg kita lakukan dan jangan melihat kepada hasil dari sebuah amal saja tp lihatlah benarkh amal yg kita lakukan sesuai dengan yg diinginkan Allah dan Rasul-Nya? |
|
teguh
said:
|
Islam itu indah coy... Allah berkata"di dalam Al-Qur'an carilah metode untuk mendekat kan diri kepada KU(Allah) |
|
teguh
said:
|
Islam itu indah coy... Allah berkata dalam al-qur'an,'carilah metode untuk mendekatkan diri kepadaKU[allah]' |
|
Hamba ALLAH
said:
|
Diskusikanlah. . . . Barang siapa yang menganggap dirinya paling benar, berarti dia ingin menjadi TUHAN, padahal tiada TUHAN selain ALLAH. . . . Barang siapa yang berani mengkafir-kafirkan orang, berarti dia ingin menjadi TUHAN, padahal tiada TUHAN selain ALLAH. . . . Na'udzubillah min dzalik. . . |
|
Anton
said:
|
Sok Salafis Semua produk yang kita pakai dari pakaian, mobil, handphone, komputer, internet adalah yang menciptakan orang non muslim / kafir seharusnya kalau mau sok fanatis dan salafis barang barang diatas termasuk haram di pakai karena produk orang kafir..tapi kenapa masih juga dipakai walau haram.....artinya apa gak ada kerjaan lain selain hujat kafirkan orang lain..rasul , sahabat, tabi'in saja tidak seperti ini kelakuaanya.. |
|
Adif
said:
|
... Ustadz wahabi yang menulis tulisan di atas menggunakan persepsinya sendiri untuk menghakimi Abu Sangkan tanpa mau membuka diri terhadap persepsi lainnya. Wajar kalau tulisannya sangat tendensisus dan tidak obyektif.... |
|
kirana
said:
|
Renungan Khusyu Assalaamu'alaikum ustadz Abu... Berbeda pandangan dalam mempersepsi syariat Islam adalah sunatullah...dalam menghadapi perbedaan itu jalan yang disunahkan Rasulullah adalah "silaturahmi". Pertanyaan mendasar saya, sudahkah ustadz bersilaturahmi langsung dengan Ustadz Abu, ini penting sekali karena dalam artikel diatas ustadz sudah menjudge dengan aneka simbol neraka pada ustadz Abu...sungguh suatu hal yang harus diawali oleh kehati-hatian dan kejernihan. Ustadz...alangkah indahnya bila ustadz sudi bersilaturahmi...berdialog dengan jernih dengan beliau...setelah itu...terserah ustadz mau menilai apapun atas dirinya. Saya ngeri membayangkannya ustadz...bila seorang ustadz begitu mudah menjudge sesat pada orang lain atas dasar kapasitas ilmu yang dimiliki dan diyakininya. Sudahkah kita bercermin diri atas keterbatasan ilmu kita dalam mencerap syariah islam...? Tak cukuplah kiranya ustadz menilai dari apa yang tertulis di buku2nya ustadz Abu karena yang tersurat belum tentu sama dengan yang tersirat...untuk mengetahui yang tersirat itu...bersilatuhmilah...berdialoglah.. Dengan silaturahmi dan dialog, maka kebenaran akan tampak... Saya salut sekaligus ngeri dengan keberanian ustadz yang mengatasnamakan Quran dan sunnah rasul menilai dengan gampang bahwa orang lain itu sesat ...hanya karena mereka berbeda dalam cara menafsirkan Quran dan sunnah itu sendiri...sampe2 tokoh2 macam ustadz Hasan Al Bana ustadz sesatkan...masya Allah... Saya hanyalah seorang muslim yang secara sederhana ingin menunjukan rasa kasih sayang yang memang mesti ditunjukan oleh para pengikut Muhammad SAW, mari merenung ustadz...berintrospeksi..tundukan hati hanya pada Kemutlakan kebenaranNya...agar kita terhindar dari penuhanan diri kita sendiri. Atas nama ukhuwah islamiyah... |
|
achmad Chobirin
said:
|
tanya.... SAya orang awam, dan tidak mengerti tentang apa yang anda bahas, apalagi dengan banyaknya dalil yang anda kemukakan. dengan apa aku akan menilai anda benar atau Abu sangkan benar sedang sya tidak berilmu. coba disederhanakan salahnya pak Abu Sangkan apa? kalau cuma metodenya/jalannya menuju khusu' bukankah yang penting tujuannya... bagaimana dengan kisah sholat khusu dalam kitab usfuriyah? apa itu juga sesat? anda ahlus sunah? katanya ada bidah hasanah.... bingung saya |
|
Hafidz
said:
|
HF Dalam islam kebenaran itu bukan dgn suara terbanyak,, tapi kebenaran itu AL QUR'AN dan SUNNAH,,, ..dan jika kalian berbeda pendapat, kembalikan pada Al Qur'an dan SUnnaH,,,, ![]() |
|
adi
said:
ngaji dulu boz.jangan asal nuduh kafir ngaji dulu,sebelum anda menuduh kafir seseorang.ingat,anda ustad....!!!!!!!dan tidak selayakny ustad menuduh kafir smbarangan. kata GUSDUR:Banyak yang hafal AL-Quran dan hadist,senang mengkafirkan sesama muslim.sedangkan kafirny sendiri tidk diperhatikan,karena hatinya msih kotor. orang yng menuduh kafir tanpa adanya bukti yg riel....maka dia juga kafir.dan disebut pendusta. Silahkan anda beri jalan keluar bagaimana sholat khusyuk itu.dan apakah sholat anda sudah sesuai dengan tuntunan rasulullah SAW. wassalammu'alaikum |
|
anas
said:
|
ehhmmm... yg nulis terlalu banyak teori...... saya berani taruhan bahwasanya sholat dia pasti tidak pernah kyusu'.... |
|
sandi alfarobi
said:
ikhwan nurudin
said:
|
Jawaban Abu Sangkan http://myquran.org/forum/index.php?topic=57190.0 sudah disanggah oleh Abu Sangkan. lagian klo semua hal hal baru dianggap bidah,,tentunya yang membukukan Al-Quran juga melakukan bidah.karena Nabi sama sekali tidak memerintahkan untuk membukukan seluruh Alquran. abu sungkan membuat pelatihan sholat lalu dikatakan bidah? bagaimana dgn para sahabat yg membukukan Al-Quran?kenapa tidak dianggap sesat? simak jawaban dari Abu Sangkan di http://myquran.org/forum/index.php?topic=57190.0 wass |
|
big bro
said:
|
wahabi sedeng kagak aneh kelakuan wahabi suka ngerecokin,dari kehidupan berjamaah saja udah enekin. |
|
Yudhi
said:
|
441 Apa solusinya setelah membuat artikel diatas ??? Menurut pandangan saya sebagai orang awam, bagai mana kita harus khusu dalam shalat. Banyak kita ikuti usul yang mengatas namakan ustad, tapi belum bisa untuk shalat khusu. Kenapa ada cara untuk khusu, tapi dilarang???? |
|
hamba_sahaya
said:
|
Hmm... Sedih.. Sedih aq ngeliat, ngebaca artikel ini. Kesannya sekilas banyak tau, narasumbernya jg keren pake Al Ust. Abu Umamah bla..bla..bla.., segala sumber baik ayat maupun hadits disebutkan, seolah merasa paling benar sendiri. MasyaAlloh..tapi isinya secara keseluruhan menghujat saudara-saudaranya sendiri. Hakikatnya tulisan ini gk ada manfaatnya sama sekali. Percuma, tidak bermutu, membuang-buang waktu, dan membingungkan khalayak umum. Dan kalo boleh kasih saran, Introspeksi Diri Anda sendiri terlebih dahulu lah.. hanya Alloh yang pantas menilai. Anda tidak perlu ikut2an menilai orang lain sesat kah, kafir kah, penganut bid'ah kah... dlsb. Pemahaman anda itu didasarkan pemahaman negatif, hasil dari lemahnya pikiran Anda sendiri. Ato mungkin otaknya yg sudah hang/error perlu direstart lagi.. Senang betul nyari celah kesalahan orang lain. MasyaAlloh... segeralah bertaubat wahai saudaraku.. lihatlah dunia ini dari sisi yg positif, jgn selalu negatif begitu. Gk baik buat kesehatan raga dan jiwamu... hehe.. Trus satu lagi, jgn gampang terbuai dengan panggilan/sebutan timur tengah spt Al Ustad lah, Al Atsariy lah dll... Lihatlah dengan mata hatimu, jangan kau lihat dengan akalmu. Karena kita komunikasi dengan Rabb itu dengan hati, bukan dengan akal. Kemampuan akal itu terbatas, makanya buta hati itu lebih berbahaya... hehe... |
|
Ikhwan
said:
|
Hm... Selama ini saya benar2 ingn skli shlat dngan khusyu.. ktka sya tau ust abu sangkan saya tertarik,, tpi sya baca artikel ini malah jadi rebet,, soalnya di sini menkritik tp tak memberi jalan keluar,, lalu adakah anda (punls) tau bagaiamna cara unutk khusyu??? |
|
yudi
said:
|
masih pd blm jelas kali ya....atau cuma komen aja tp artikelnya ga dibaca? atau....lagi pd bingung ga bisa "MIKIR"...atau...atau...atau... Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersabda: "Barangsiapa membuat perkara baru dalam agama atau membela perbuatan baru yang diada – adakan maka baginya laknat Alloh dan para malaikat serta mendapat laknat seluruh manusia". (HR. Bukhori dan Muslim) "Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami maka amalan tersebut tertolak". (HR. Muslim) "Sesunggunya sebaik – baik pembicaraan adalah Kitabulloh dan sebaik – baik petunjuk adalah petunjuknya Muhammad, dan sejelek – jelek perkara adalah yang diada – adakan dalam agama adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiapa kesesatan di neraka". (HR. Muslim) Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersabda: "Barangsiapa membuat perkara baru dalam agama atau membela perbuatan baru yang diada – adakan maka baginya laknat Alloh dan para malaikat serta mendapat laknat seluruh manusia". (HR. Bukhori dan Muslim) "Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Jahanam, dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya".(QS. At Taubah 9:73) "Sesungguhnya orang orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata, dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan".(QS.Mujadilah 58:5) |
|
Shaddik
said:
|
... Kepada moderator, Apakah anda pernah berdiskusi dengan Ustad Abu sebelum anda menulis artikel ini? Saya rasa dengan anda menulis artikel ini ada pihak lain yang bertepuk tangan karena kita menjelekkan saudara kita. |
|
shofan
said:
|
Saya Tercengang saya justru sangat apresiatif terhadap ustadz Abu Sangkan yang memperkenalkan metode baru dan pendekatan-pendekatan yang membawa pada perbaikan dan kualitas hidup manusia. memang, metode bagaimana cara sholat khusyu'--seperti dikenalkan Ustadz Abu Sangkan--adalah baru dan belum pernah diajarkan oleh ulama-ulama terdahulu. bukankah ini soal ijtihad bagaimana umat islam yang tadinya malas sholat menjadi rajin sholat? ijtihad Ustad Abu ini layak diapresiasi. saya belum bertemu dengan ustadz Abu, tetapi melihat karya-karyanya yang banyak diminati umat Islam, dia sepertinya orang yang berwawasan luas dan mendalam. begitu juga pemahamannya terhadap agama lain yang begitu kaya. tidak heran jika dalam metodenya berbau hindu, budha, tasawuf, dan sinkretis-pluralis. sebuah perpaduan yang sangat genius. selamat Ustadz Abu.. jangan hiraukan pengkritik Anda yang sok pintar, suci dan merasa otoritatif dalam agama. salam, shofan |
|
Eddy Prayitno Banyuwangi
said:
|
hanya allah yang tau tidak ada sesiapa manusia di dunia ini yg berhak memutuskan suatu masalah apalagi menyangkut ke kafiran/tidak nya manusia selain ALLAH jika engkau berfikir dan pemikir dan jika engkau berhati bersih suci maka engkau akan merasa malu dihadapan ALLAH astafirullah hal'azdim... astafirullah hal'azdim...astafirullah hal'azdim... ke benaran hanya ada pada ALLAH dia maha pengasih lagi maha penyayang.. |
|
Agus Asgar
said:
|
Purnawirawan Singkat saja, terima kasih pak Abu saya sudah menemukan yang belum dirasakan dalam shalat dan sesudah shalat. Ketenangan dan kedamaian itu selalu memanggil setiap adzan berkumandang. Semoga Allah SWT menerima shalat kita tanpa memperdebatkan hal-hal yang keluar dari tujuan utama. Insya Allah. |
|
sang pengembara
said:
|
bersujud( . ) saja yang di maukan Nya..... Assalamualaikum wbrkth luas nya ilmu allah itu tak terbatas.......wa ima air 7 lautan di jadikan tinta pasti tak akan cukup untuk kita merungkai kan nya....tak terjangkau oleh akal fikiran kita apa lagi kalau hanya di pandang dari sudut ilmu ilmiah, falsafah, ilmu qalam, syariat semata mata ..... jadi jangan kita batasi ilmu allah yang meliputt sekelian zarrtul wujud itu di sebabkan keterbatasan ilmu yang di anugerahkan pada diri kita.... renongkan nya sedalam mungkin......pa ustaz bukan nya membawa ajaran baru atau sunnah baru.... tetapi hanya merupakan satu cara atau metode untuk kita semua mendekatkan diri kepada sang kholik .......perlu di ingat apa apa yng di curahkan atau di kongsikan nya itu ialah cetusan ikhlas dari nurani dalam beliau yang pasti nya dapatan dapatan yang di perolihi semasa bermunajat kepada Nya......perlu di ingat Allah swt tak pernah menutup pintu kewalian kepada sesiapa |
|
muthozank
said:
|
... yaa allah bgtu mudah nya mengklaim orang sesat,,,, seakan akan yg paling benar dalam ber islam,,,, |
|
muthozank
said:
|
saya kurang setuju ,,,,,klo ustad abu sangkan disalah kn begitu mudah nya mengklaim orang itu bid ,ah ..... jangan menghakimi ,,,seakan akan yg paling benar ,,, karena hanya allah lah yg mha benar ...setidak nya ustad abu sangkan telah mengajak kepada kebaekan ,,,,, |
|
Erwan Yulianto
said:
|
Tanya saja ke Ust. Abu Sangkan guru - guru kami mengatakan, .." seandainya surga itu lebih hebat (nikmat) dari sholat yang khusuk, maka kami baru yakin kalau surga itu memang luar biasa". apakah ust. sudah mencapai tingkat ini? kalau itu sudah antum rasakan, apa gunanya pujian dari makhluk ? |
|
sahabat
said:
|
... Tidak pernah ada kata gagal bagi setiap muslim yang tawwakal yang ada adalah keberhasilan yang diberikan Allah berbeda dengan yang kita inginkan tidak semua yang menurut kita baik, baik juga menurut Allah |
|
Abu Aghniya
said:
|
Seharusnya kita malu..., karena rasa bahagia Assalammu alaikum wr wb. Alangkah bahagianya kita saat membuka web ini begitu banyak argumen-argumen yang cerdas, agak cerdas bahkan maaf mungkin tidak cerdas, tetapi setelah kita membacanya membuat kita semakin pandai dan cerdas, bisa memahami berbagai karakter orang yang menulis argumen tersebut, ada yang bingung, ada yang tidak terima, ada yang cari aman, ada yang mengerti bahkan ada yang tidak nyambung, membuat kita geleng2 kepala karena takjub atas semua argumennya. Alangkah berbahagianya kita mendapatkan pelajaran tentang cara salat yang khusuk karena kita punya cita-cita besar cita-cita seorang muslim bisa bertemu sang Pencipta disuatu hari kelak... semoga terkabul cita-cita itu, subahanallah Tetapi Alangkah berbahagianya kita sebagai seorang muslim, yang mau belajar tentang ilmu agama dari segala sisi, belajar pada ahlinya yang benar-benar dapat menjadikan kita fakih dalam beragama dan dapat memahami agama,.... dan kita berharap semoga Alloh SWT memudahkan kita. Alangkah lebih berbahagianya kita, mendapat pencerahan dan nasehat dari seorang katakanlah seorang ustad yang mau peduli menasehati dengan pengetahuan ilmu agamanya dengan dasar2 yang kuat kepada hamba Alloh yang lainnya yang sedang khilaf karena melihat cahaya lampu yang menyilaukan matanya sehingga sang hamba Alloh menyangka tersilaukan oleh cahaya matahari, kita seharusnya malu.... dalil2 yang disampaikan kepada kita begitu bersih dan kuat, seharusnya hati yang dibiasakan lembut ini bisa menerima nasehat itu... seharusnya kita malu.... percuma mencari ridho Alloh dengan begitu semangat, tetapi begitu ada nasehat, tiba2 hati kita menjadi batu.... Alangkah berbahagianya orang yang mau mendengarkan, belajar, mengkaji ajaran agama dan mau menerima nasehat. Sekian. Wasaalammualaikum WRWB. |
|
IKhlas
said:
|
IRI, DENGKI = BUSUK HATI Beberapa tahun belakangan ini Ustad Abu tampil setiap bulan puasa di METRO TV. Tidak ada masyarakat yang protes bahkan Iklannya bejibun... Begitu juga Buku2nya Best Seller, apa lagi pelatihannnya..... MASYARAKAT INI TIDAK BODOH DAN BISA MENILAI SENDIRI... KECUALI BILA ANDA BISA LEBIH HEBAT DARI USTAD ABU.... BARU ORANG BER PALING PADA ANDA.... BUKTIKANLAH DULU.... LIHATLAH OUTPUT ILMU YG DIBERIKAN USTAD ABU.... SHOLAT ORG JADI KHUSU KAN ??? |
|
Muaz
said:
|
KEMBALIKAN SAJA URUSAN INI KEPADA ALLAH, DAN JANGAN BERDEBAT LAGI MENGAPA KITA TIDAK MENCELA ORANG2 YANG TIDAK SHALAT ? MENGAPA KITA MESTI MENGHUJAT ORANG2 YANG MELAKUKAN SHALAT ? MENGAPA BEGITU MUDAH KITA MENGKAFIRKAN SESEORANG, PADAHAL YANG LAYAK MENILAI KAFIR DAN TIDAKNYA SESEORANG ITU ADALAH SANG HAKIM AGUNG ALLAH TAÁLA ? BUKANKAH DENGAN MENGKAFIRKAN SESEORANG ATAU GOLONGAN TERTENTU KITA TELAH MELANGKAHI ATAU MALAH MEMBATASI HAK ALLAH SWT ? MENGAPA KITA MENJADI HAKIM UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK KITA KETAHUI KEBENARANNYA ? BIARLAH ITU MENJADI URUSAN ALLAH, BUKAN URUSAN KITA, LEBIH BAIK KITA TADABBURI DIRI KITA SENDIRI, APAKAH KITA AKAN SELAMAT SAMPAI DI NEGERI YANG SEJAHTERA ATAU MERANA DI NEGERI NERAKA. DIRI KITA SENDIRI AJA KITA NGAK TAU AKAN BERAKHIR SEPERTI APA, KITA DENGAN SOK2NYA MELANGKAGHHI TAKDIR ALLAH. SUDAHLAH JANGAN BERDEBAT..KEMBALIKAN SAJA INI KEPADA DIA, NANTI DI HARI PEMBALASAN BARU DIKETAHUI SIAPA YANG BENAR MENURUT UKURAN KACAMATA ALLAH SWT. |
|
Teddy
said:
|
Jadikan sabar dan shalat penolongmu... Gak usah2 pusing Al-Ustadz Abu Umamah Abdurrohim bin Abdulqohhar al-Atsary....Selama masih berpedoman pada Al Quran dan As Sunnah....Tidak pantas kita menuduh sesat or bid'ah...Karena yg pantas menentukan salah dan benar hanyalah Allah SWT yg Maha Tahu dan Maha Benar....Karena ilmu kita tidak ada apa2nya dengan ilmu Allah SWT...Maka segeralah memohon ampun kepada Allah SWT dan meminta maaf sesama manusia...Istighfar lah....Istighfar lah...Istighfar lah....Islam itu bukan jalan pertentangan dan perdebatan tapi ISLAM adalah jalan keselamatan dan perdamaian...Itu yang akan menjadikan Rahmatan lil alamiin....Syukran.... |
|
Amir
said:
|
... Biarlah Allah yang menetapkan...karena khusyuk dalam sholat adalah hal utama...dan adalah baik jika yang telah menemukan nya mengajarkan kepada yang sedang mencari nya... apakah bid'ah jadi nya bila seseorang mengajarkan apa yang telah di ketahui nya untuk mendapat kekhusyukkan sholat??? |
|
Moslem
said:
|
cinta damai Saya ini orang awam dan melihat dengan logika yg sederhana saja. sholat khusuk ya perwujudannya bukan diproses sholatnya melainkan dari keseharian pelaku kalau baik ya berarti sholatnya khusuk karena dia bisa faham dengan syariat yg dia kerjakan kalaupun metodenya ya bermacam2 asalkan sesuai dgn rukunnya dan tidak bid'ah. Semuanya intinya adalah pengendalian diri untuk membuat keseimbangan/harmony Waallahu alam |
|
isnadi
said:
|
... @ RVN segala perubahan, hidayah, kebaikan berasal dari Alloh. sayang sekali anda selalu mencantumkan 'Sebelum ikut pelatihan' terhadap arah positif pad kehidupan anda, hati2 mungkin perlahan anda justru menyempitkan rahmat dan kekuasaan Alloh, hanya untuk sebuah 'pelatihan' yang anda maksud. tentang baik dan jelek, sebagai umat islam layaknya kita menggunakan standard yang memang dikaruniakan Islam untuk kita. Ibaratnya kita makan masakan dengan MSG dan masakan non-MSG, keduanya membuat kita kenyang, tapi apakah standard keduanya sama? |
|
AJI
said:
|
Ibnu Taimiyah founding father WAHABI Al-Ustadz Abu Umamah Abdurrohim bin Abdulqohhar al-Atsary dalam setiap tulisannya selalu merujuk pada Ibnu Taimiyah dimana Ibnu Taimiyah adalah tokoh yang lantang mengkritik habis2an bahkan mengkafirkan Asy'ari dan orang2 yang merujuk pada mazhab Asy'ari, Ibnu Taimiyah merupakan founding father dari aliran WAHABI, jadi jelaslah bahwa Al-Ustadz Abu Umamah Abdurrohim bin Abdulqohhar al-Atsary penganut aliran WAHABI yang menganggap hanya golongannyalah yang paling benar, sedang yang lainnya KAFIR....bisa jadi situs ini juga sebagai wahana penyebar aliran WAHABI !!!! |
|
RVN
said:
|
Seorang Pelajar Saya adalah pelajar SMP kelas 2 saya di ajak orang tua ikut pelatihan. karena merasa BODO dan TIDAK BISA maka saya telan habis semua pengajaran yg diberikan ustad abu sangkan.semua teorinya saya praktikan ada punsetelah memperaktikannya saya merasakan perrubahan terhadap diri saya sebelum ikut pelatihan shalat khusyu dan setelah ikut platihan: 1.Sebelum ikut pelatihan saya malezz shalat dan mesti di paksa sama ortu,setelah ikut pelatihan saya merasa butuh shalat kalo tidak shalat saya gelisah 2.Sebelum ikut pelatihan jangankan puasa sunat,puasa wajib juga saya malezz setelah ikut pelatihan saya ga malezz lagi puasa malahan saya suka puasa sunat 3.Sebelum ikut pelatihan saya sangat hobi menggosip setelah ikut pelatihan saya tdk suka menggosip lagi 4.Sebelum ikut pelatihan saya berat untuk sodaqoh setelah ikut pelatihan sodaqoh mendaji ringan 5.sebelum ikut pelatihan saya mudah untuk berbohong setelah ikut pelatihan berat rasanya untuk berbohong 6.sebelum ikut pelatihan saya suka brantem setelah ikut pelatihan jadi ga suka beranem 7.sebelum ikut pelatihan saya suka melawan ortu setelah ikut pelatihan saya suka menuruti perintah ortu Dan banyak lagi perubahan yang saya rasakan,Apakah perubahan ini menerut abu Umamah merupakan perubahan yang jelek ??????????? |
|
Ghiyast Mutho Orang Bodoh
said:
|
sekedar tanggapan Sy prnhh mmbc bukunya.Krn trtrk jargon "Sholat Khusyu'Itu Mudah".Sbb smpai skrng sholat sy tdk prnh khusyu.Sy sbnrnya sdh tertarik,cuma dlm buku itu kl g slh,ada kutipan "kebanyakan org mengatakn sholat khusyu itu sulit pdhl mudah" trmsk pr Ulama.Yg mmbuat sy lngsng g smpti n tdk mlnjtkn mmbcnya,ktpn itu merendahkan pr Ulama,yg mana qt mngetahui brbg ilmu agama brkt jasa mereka.Seakan2 caranyalah yg plng bs mmbuat sholat khusyu'.Itu adlh kesombongan.Akan lbh bjk jika kutipannya spt bgini "semoga metode kami ini bs membantu dan mempermudah sholat menjadi khusyu".Dgn tdk merendahkan yg lain.Dlm ktb Kabair 85: واشر الكبر الذى فيه من يتكبر على العباد بعلمه ....tdk pantas qt sombong dgn ilmu yg ada pada qt,krn ilmu yg diberikan kpd qt sngt kcl sekali... |
|
satria
said:
|
nambahi coment nabi muhammad cuma mengenalkan kita kepada tuhan...sebagai rasa trimakasih kepada nabi seringlah membaca sholawat....tentang sholat yang khusuk menurut pikiran pendapat ku...jasad (badan kita) dan jiwa(pikiran kita)sama-sama sholat terutama pikiran kita gak nglantur...nah cari tau caranya gimana pikiran kita bisa fokus di sholat...itu aja kali ya..andaikan nabi diturunkan di solo mungkin pakaian yang di kenakan batik ama blangkon...berhubung di makkah pakai jubah.yang di islamkan harusnya jiwa kita bukan cuma badan kita...Allah tidak akan melihat pakaianmu/hartamu/jabatanmu yang hanya Allah lihat jiwamu...hehehe...gitu ajalah comentku |
|
umay
said:
|
Harusnya belajar sama Siapa...? asslamualikum wr.wb semakin ane mendalami islam semakin takut ane beribadah yang tidak sesuai dengan ajaran islam (menyimpang), apabila ane harus belajar sama al'quran dan hadits, ane masih awam sebagai seorang muslim.. semenjak kuliah ane tertarik untuk memperdalam Islam, tapi harus sama siapa saya belajar..! |
|
makrifatseeker
said:
|
Untuk Renungan Audzubillahiminasyaitonirojim..Bissmillahirohmanirohim.. " MENUDUH BERARTI TIDAK TAHU. TIDAK TAHU BERARTI DIRI KITA YANG BODOH " Islam itu satu keutuhan yang tak bisa dipisahkan. Syariat-Hakikat-Tarekat-Makrifat lalu kembali ke Syariat. Jikalau berhenti pada satu titik ajaran dan merasa benar itu yang salah. Orang-orang yang mengatakan ajaran sufi menyimpang adalah mereka yg berhenti pada ajaran syariat saja dan tdk pernah mempelajari apalagi mencapai tingkatan hingga makrifat. Para sufi pun ketika mencapai tingkatan tertinggi yaitu makrifat tidak mampu kembali ke syariat dan merasa nyaman di "zona" itu. Jikalau mereka mampu kembali ke syariat maka tdk akan pernah ada ucapan " Aku adalah Allah " atau konsep Manunggaling Kawula Gusti. Rasullulah SAW saja setelah melakukan perjalanan Isra Mi'raj (perjalanan spritual tertinggi manusia), pagi harinya Beliau hutang gandum karena kelaparan. Itu bukti awal bahwa Rasulullah SAW kembali ke syariat. Itulah yang terjadi ketika pencarian kita berhenti pada satu tingkatan. Bisanya hanya menyalahkan dan menghujat orang lain yang jelas2 berbeda tingkatan dengannya. Coba ingat cerita Nabi Musa AS dengan Hamba Saleh Pilihan Allah SWT (tidak tertulis namanya dalam Al Quran)atau dalam hadist disebutkan sebagai Nabi Khidir AS. Itu adalah kisah nyata bagaimana Ilmu Musa yang berlandaskan syariat menjadi bingung ketika menghadapi ilmu hamba ini yang berlandaskan makrifat. Padahal syariat merupakan bagian dari makrifat dan begitu pula sebaliknya. Mencapai tingkatan makrifat itu mudah. Yang sulit adalah ketika telah mencapainya, apakah kita mau/bisa kembali lagi ke syariat. Begitu pula sebaliknya. Akhirnya semua kembali ke diri. " TIDAK ADA JAWABAN DILUAR DIRI, HINGGA KALAH MENANG MENJADI TRADISI " Wallahu A’lam Bishshawab |
|
ajisaka
said:
|
siapa yang tak tau ilmunya ? ust umamah membuktikan dirinya tidak bisa menjelaskan sholat khusyu' dan bagaimana melaksanakan sholat agar khusyu'. sehingga hanya bisa menyesatkan orang yang coba menjelaskan hal tersebut dengan cara yang mudah dipahami |
|
Muhammad Taufik
said:
|
ISLAM Bukan "Rohmatan Lil'alamin" Apakah Islam Rahmatan Lil'alamin??? Ternyata Islam bukanlah Rahmatan Lil'alamin, coz tdk satupun ayat Qur'an yg menegaskan hal tersebut, Adapun ayat "Wama Arsalnaka Illa Rahmatan Lil'alamin" menegaskan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad sebagai Rahmat bagi seluruh alam. Jadi menurut hemat saya Rahmatan Lil'alamin itu Nabi Muhammad Saw bukan Islam, Islam itu sebagai Hidayat/Petunjuk kepada jalan yg dirihoi Allah... Innaddina 'indallahil islam "Sesungguhnya agama yg diridhoi disisi Allah hanyalah Islam".(QS.Ali Imron: 19) Adapun mengenai masalah Khilafiyah mestinya kita sesama Muslim bersikap dewasa, Orang bijak berucap ; "Kalau pendapat Qt sama salinglah mendukung, tp apabila berbeda salinglah toleransi... Wata'awanu 'Alalbirri Wattaqwa... (QS.Al-Maidah:2) Sehingga 'Adawah dapat dihindari dan Ukhuwwah Islamiyah selalu terjaga... Wallau A'lamu Bishowab. |
|
widianto
said:
|
justru ustad abu umamah lah yang sesat !! JUSTRU USTAD ABU UMAMAHLAH YANG SESAT... SEMUA ORANG YANG DIANGGAP TIDAK SEJALAN DENGAN BELIAU MALAH DIANGGAP SESAT, ITU JUSTRU TIDAK MENGIKUTI ROSULULLAH... PADAHAL ROSULULLAH SELALU MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN, JADI TIDAK SEMPIT DI DALAM BERFIKIR, JANGAN SUKA MEMFITNAH ORANG... MUNCULKANLAH ISLAM DENGAN KEDAMAIAN JANGAN SALING MENYALAHKAN DAN MENYESATKAN... INI TERBUKTI KOK, PALING-PALING KELOMPOKNYA USTAD ABU UMAMAH CENDERUNG EKSLUSIF DAN DIJAUHI DARI PERGAULAN MASYARAKAT KARENA MASYARAKAT JUGA TELAHG MENILAI KELOMPOKNYA PAK USTAD ABU UMAMAH ADALAH KELOMPOK YANG BERBAHAYA SOK SUCI DAN MEMICU PERMUSUHAN SESAMA MUSLIM... BUKAN SEBAGAI ROHMATAN LIL ALAMIN, AKHIRNYA ORANG-ORANG NON MUSLIM YANG MELIHAT KELOMPOK INI JADI SALAH PAHAM... DIKIRANYA ISLAM ADALAH TERORIS YANG MEMICU PERMUSUHAN... BUKANNYA MENGAJAK ORANG UNTUK BERSAHABAT, TAPI MALAH DIMUSUHI DAN DIFITNAH DAN HADIS YANG TIDAK SESUAI DENGAN PEMIKIRANNYA DIKLAIM PALSU, DSB. KELOMPOK INI LAH YANG HARUS DILURUSKAN KARENA SAMA SEKALI TIDAK SESUAI DENGAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW, |
|
Agung Budi
said:
|
Kebenaran Mutlak itu ada... Menyampaikan kebenaran dengan kata-kata yang keras sah-sah saja dilakukan, ibarat membersihkan karat di besi maka kita harus menggosoknya dengan keras.Kalau kita membiarkan tindakan atau pemikiran yang merusak akidah dengan alasan setiap orang punya kebenaran sendiri dan harus santun dalam mengkritik, jangan-jangan kita sudah kehilangan keyakinan atau keimanan terhadap Islam sendiri. Jangan sampai kita menjadi patah semangat karena komentar-komentar yang mendewakan akal tetapi mengabaikan kebenaran yang sudah dibawa oleh Allah dan Rasul-Nya... |
|
Agung Budi
said:
|
Lanjutkan..untuk terus menyampaikan kebenaran Luar biasa pembahasannya tentang kritik terhadap abu sangkan..saya setuju dan meyakini kebenaran yang dibawa oleh Allah dan Rasul-Nya... |
|
ali
said:
|
harus etika forum ini sah-sah saja, namun yang pentng adalah jgn kita saling hujat ketika tidak setuju dgn pendapat yang lain, biarlah pembaca yang menentukan kemana harus memihak yang harus kita lakukan adalah berdoa kepada Allah semoga ditunjukkan jalan mana yang benar, terimakasih untuk penulis yang membuka fikiran kita agar bisa melihat lebih teliti lagi tentang sesuatu agar tidak langsung percaya 100% dengan begitu kita bisa belajar lebih byk lg untuk mencari kebenaran yang hakiki |
|
Endang Sarifudin
said:
|
Sabar tidak ada batasnya Assalamu A'laikum,Wr. Wb Nabi Muhammad SAW adalah sosok penyejuk, penyabar, juga Rahmatan lil alamin ,tidak sebagai penyebar fitnah, kejelekan ataupun mengharap pembenaran dari orang lain dengan cara diagung-agungkan. Sesungguhnya orang yang sombong merasa paling benar adalah iblis,Pak Abu.... saya justru dengan cara sederhana beliau untuk menggapai Allah menjadikan saya ada harapan bahwa semua orang ternyata bisa dekat dengan Allah.Tidak hanya yang penampilannya sok suci aja, ataupun yg omongannya seperti benar, tp hatinya tidak. Terima kasih atas penyejuk dari Pak Abu yang sabar, tidak sombong, dan tidak pernah memfitnah orang. Terus damaikan hati manusia saat ini Pak Abu. Karena hanya dengan Allahlah sebagai pembimbing, tdk mungkin manusia jd serakah / koruptor sprt sekarang. Alhamdulillah Ya Allah,,, |
|
Admin
said:
|
yang lebih baik adalah ... to: buya, Anda katakan “makan kacang jangan sama kulitnya bila anda tidak tau menau tentang suatu perkara diam adlah lebih baek............ “ benar yang Anda katakan, tapi kurang arif, kalau anda tujukan kepada para netter AZ, sebab sama saja anda menujukan kebodohan Anda, lebihnya anda mencoba untuk “sombong” padahal kesombongan hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Asal tahu saja persoalan masalah agama sangat kompleks, diantaranya dua hal, pertama Islam sebagai sebuah agama (way of life) adalah “sakral” bersumber dari Dzat Yang Maha Sempurna, maka jadilah Islam agama yang Sempurna, tidak ada kecacatan didalamnya (QS Al-Maidah 5:3) “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Namun ketika islam sebagai sebuah ajaran dan dipahami oleh manusia, maka pemahaman manusia terhadap ajaran Islam itu bersifat “relatif” yang meniscayakan kritik dan koreksi terhadapnya, hatta bagi Rasulullah sendiri (QS An-Nuur 24:21)” Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (suci) dari dosa/kelemahan selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.” Bagi seorang Rasul telah disiapkan “otokritik” namanya “ma’sum”. Sedangkan bagi manusia lainnya tidak ada jaminan, kecuali bagi orang-orang yang beriman Allah telah membuat sebuah pintu kritik supaya mereka tidak terperosok kedalam kesalahan dan kesesatan namanya “tawashaubil haq” dan dia dihitung sebagai amal shalih. Kedua, sunnatullah berlaku bagi segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini berlaku al-takhrif (pengrusakan) baik secara alamiah maupun dilakukan oleh tangan-tangan mufsid, termasuk didalamnya pengrusakan terhadap agama Islam sebagaimana terjadi pada dua agama samawi sebelumnya oleh orang-orang kafir dari “ahlul kitab”. Terhadap gejala ini , Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk mengadakan tashlih atau perbaikan dengan syarat-syaratnya, diantaranya meluruskan kembali perkara-perkara yang bengkok atau dibengkokan (konspirasi) (QS Ibrahim 14:3) “(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.” Al-Tashlih (perbaikan) ini disisi Allah dipandang sebagai salah satu perbuatan “ jihad” dan dijadikannya sebagai penghapus terhadap dosa-dosanya (kifarat) (QS Al-Nisaa 4:129)” Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari jalan yang bengkok), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wallahu’alam! |
|
buya
said:
|
??/ makan kacng jangan sama kulitnya bila anda tidak tau menau tentang suatu perkara diam adlah lebih baek............ |
|
hamba Allah
said:
|
Tanggapan seputar Shalat Khusuk oleh bapak Abu sangkan inilah dia..!!! http://trikurnianto.multiply.com/journal/item/81 |
|
aki
said:
|
Islam Rahmat Lil alamin Ingat Islam adalah sebaik-baiknya agama sisunia ini urusan shalat bukan urusan manusiayang menilai adalah Allah!jadi segala ibadah yang bersangkutan dengan Allah Jangan dipansang dengan suatu sudut pandang dan kebencian saja! metode yang diajarkan saya kira dalah metode agar kita lebih kusuk untuk shalat jadi selama itu ada nilai kebaikan saya kira harus kita akui dan TIDAK PERLU UNTUK DI PERDEBATKAN!!!semoga Allah melindungi kita dari hal-hal yang musrik!!!Jika ditanya siapakah yang salah? yaitu orang-orang yang tidak mau shalat!!! |
|
syalala
said:
|
... wah, ada komen bahaya tuh, asal sholat aja udah bener, berarti sholat2nya sekte sesat yg buanyak di negegri ini selama judulnya sholat boleh2 aja? ---- @ pak admin, yang betul khusyu di sholat maka bisa khusyu di luar sholat atau sebaliknya? |
|
AM Nuur
said:
|
Bacalah ! Assalamu'alaikum. Bacalah dengan ASMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG Insya Allah Yang Maha Pengasih memberikan hikmah ke dalam hati kita, membacakannya untuk kita dan kita diberi kekuatan untuk mengikuti bacaan tersebut. |
|
Al Fakir
said:
|
islam Puncak dari Ilmu Allah adalah sujud yaitu sholat, sudahlah jangan cari kesalahan satu dengan yg lain, Islam itu satu badan jika ada pendapat yg berlianan jadikanlah itu rahmad bukan permusuhan, dan yang penting dia melaksanakan sholat karna itu wajib hukumnya, kalo tidak sholat nah baru itu kita tindak. |
|
Muhammad Arqam
said:
|
Semangat Kepada Bapak Abu Sankan, semakin banyak aja amal bapak yah, mengingat banyak yang fitnah...... Semoga Amal Ibadah yang memfitnah Bpk.Abu Sankan semakin trkikis oleh Dosa Ghibahnya sendiri |
|
Akhsan
said:
|
IQRO' Salah satu kewajiban Ummat Islam adalah menuntut Ilmu, terutama agama. Karena ilmu (agama) adalah kunci utama dalam mendekatkan diri kepada sang Kholiq, juga sebagai pembeda antara manusia dengan hewan. Dalam menuntut ilmu, yang selalu dipegang teguh adalah kebenaran untuk menuju 'pembenaran'. Dalam kaitan ini, Qur'an telah jelas menerangkan untuk Khusuk dalam sholat (fokus untuk berserah diri dalam melakukan sholat serta sadar dengan sepenuh hati untuk melakukan ibadah sholat demi menghambakan diri kepada-Nya, cukup) dan dalam Hadits shohih banyak diterangkan tatacara ibadah sholat yang dilakukan oleh Rasulullah, mulai dari ber-thoharoh hingga mengakhiri salam dalam sholat. Yang mestinya jadi perenungan adalah bukan bagaimana kita agar khusuk dalam Sholat, namun yang lebih tepatnya adalah 'seberapa besar kadar ke-khusu'-an kita dalam melakukan sholat. Sudah dapatkah kita meluangkan waktu yang hanya sedikit dengan penuh ke-ikhlas-an untuk berserah diri kepada-Nya ditengah banyaknya waktu luang dalam urusan duniawi. |
|
gex
said:
|
bertanya maaf sering kali kita kesulitan meraih kekhusyukan dalam sholat. sy ga pernah baca buku tuntunan di atas tapi inisiatif sendir denggan melakukan beberapa trik di atas spy bisa khusyuk. pertnyaannya apakah sholat saya sah menurut rukun sholat. kedu bagaimana meraih kekhusyukan tanpa bid'ah? mohon petunjuk, ini pentig buat saya. atas masukan nya sya ucapkan terimakasih smoga amal anda jd ibadah. |
|
Reza
said:
|
Reza jadi menurut anda gimana caranya solat yang Khusyu???? karena banyak para pemuka agama mengatakan kita umat muslim harus Khusyu dalam sholat. tapi tidak ada penjelasan yang lebih ditail tentang cara khusyu.....???? Apakah anda pernah solat Khusyu???? |
|
Ahmadmuzakir
said:
|
Sabar P Abu Sangkan Kepada Pak Abu Sangkan Yang Sabar Pak ya atas fitnah fitnah mereka. Sesungguhnya tukang Fitnah temannya Iblis. Kelak pembuktiannya nanti dihadapan Allah SWT |
|
bocahe
said:
|
relaksasi dan meditasi apa bedanya relaksasi dan meditasi? kalau tidak salah saya pernah baca artikel tentang metode abu sangkan atau malah bukunya (agak lupa) bahwa kita khusyu' ibaratnya tengah melakukan relaksasi atau meditasi, seperti yang ada di yoga. padahal bukankah hal itu menjadikan kita lalai? sementara orang yang lalai dalam sholatnya (tidak merasakan 'ruh' dalam sholatnya) termasuk dalam golongan pendusta agama. * butuh koreksi.. |
|
Akhsan
said:
|
Sillaturrahiim Artikel yang menarik. Inilah salah satu wujud dari Sunnatullah, adanya perbedaan dalam persepsi yang masih dalam koridor kesantunan. Mari kita hargai segala perbedaan tanpa maksud memaksakan. Tulisan ini bagi saya (pribadi) merupakan suatu keperdulian atas 'ketidak-wajaran' dalam melakukan suatu ibadah yang sangat sakral bagi islam. Sudah cukup terang dan jelas dalam tuntunan hadits akan adab dalam sholat. Marilah kita kembali kepada tuntunan Rasulullah dalam beribadah (dalam hal ini sholat). Sungguh, Islam telah sempurna. Islam itu mudah, mungkin hanya kita saja yang membuatnya rumit. |
|
henwin
said:
|
... kepada redaksi yth, saya cuma mau memberi saran: - sebaiknya buatkan metode bagaimana agar orang dapat ber Islam dengan baik - Jelaskan pengertian Islam, Iman dan Ihsan - jelaskan pula pandangan anda ttg rahmatan lil alamin... agar anda tidak hanya menulis ttg kejelekan orang masih banyak jalan untuk berdakwah....kalo cuma melihat kejelekan orang anak yang belumsekolah juga bisa bung.... thanks |
|
sufi kapitalis liberal YEAH!!!
said:
|
... wihdatul wujud/manunggali kawula gusti itu cuma kata-kata ngelantur orang2 Skizofrenia aja... gitu tuh yang bikin gwa gak suka sama sufi, kebanyakan berfilosofi sampe lupa diri ngaku-ngaku Tuhan lah, wali lah, nabi lah, apalah.. cukuplah Qur'an dan Sunnah jd pedoman, bukan angan-angan atau ilusi yang dibilang filosofi itu... oiya ketua ESQ waktu di TV One sesumbar jargon-jargon "Sufi Korporat" kenapa gak sekalian aja "Sufi Kapitalis" atau "Sufi Proletar".. |
|









