larger smaller reset

   Tidak Ada Meditasi Dalam Islam

Koreksi Terhadap Konsep Shalat Khusyû‘ Abu Sangkan

Clip_2

Oleh :Agus Junaedi, M.Ag

Dalamsuatu presentasi Abu Sangkan tentang konsep "sholat Khusyû'", anda bisadownload di www.hajiumroh.com/.../PELATIHAN%20SHALAT%20KHUSYU-RINGKASAN.ppt, adabeberapa kalimat yang menjadi bahan pemikiran, kajian dan analisa ilmiah khususnya dalamperspektif studi Al-Qur'an. Kalimat itutertera dalam judul presentasi tersebut yakni "PELATIHAN SHALAT KHUSYÛ' (Shalatsebagai meditasi tertinggi dalam Islam)". Makna dari kalimat itu tidaksesederhana tulisnya, namun sangat dalam dan bisa menyentuh ranah yang paling urgentbagi seorang muslim yakni konsep keberagamaan paling dasar, tauhidullah yangberujung pada dua kutub, al al-haq dan al-batil. Pertanyaanmuncul pertama kali dalam benak penulisadalah apa iah shalat khusyû' itu perlu ada pelatihan khusus ?. Kedua masa iahRasulullah mengajarkan meditasi pada umatnya atau dalam kata lain Rasulullahmengadopsi ajaran diluar Islam.

Untuk bisa memahami sejauh manakonsep "shalat khusyû'" Abu Sangkan ini apakah haq atau batil dalamperspektif studi Al-Qur'an, perlu kiranya kita "menyepakati" lebih dahulu kerangkapemikiran kajian dalam perspektif studi Al-Qur'an berikut ini;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْقَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍعَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْاللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

1. "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadiorang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksidengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebihdekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah MahaMengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Maidah 5:8)

2. Agama Islam atau Islam adalah seluruhnya milik AllahSubhanahu wa Ta'ala dan harus dijadikan, dipersembahkan untukAllah Subhanahu wa Ta'ala bukan selainnya. Konsekuensinya jika Islamdianggap milik pribadi atau golongan dalam aspek apapun adalah termasukperbuatan syirik. Dalam artian haram hukumnya jika berislam untuk kepentinganselain Allah baik untuk pribadi atau kelompok orang. Hal ini sebagaimanadisebutkan dalam surat QS Al-Anfal 8:39

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌوَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَايَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

" Dan perangilah mereka, supaya jangan adafitnah dan supaya agama (Islam) itu semata-mata untuk Allah. Jika merekaberhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang merekakerjakan."

3. Sumber kebenaran agama Islam mutlak ada pada Allah danRasul-Nya yang terpresentasikan dalam Al-Qur'an dan al-hadits (yang dimaksudal-hadits disini adalah hadits al-shahih). Artinya siapa pun tidak hak untukmenyebutkan "haq" terhadap konsep beragama tanpa bersumber pada Al-Qur'an danAl-Hadits. Al-Qur'an dan al-Hadits yang lebih berhak menjadi tahkim segalaurusan agama, selainnya adalah kebatilan.

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّالْكَبِيرُ

"Demikianlah, karena sesungguhnya Allah,Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allahitulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi MahaBesar." (QSLuqman 31:30)

4. Siapa yang lebih berhak untuk mengajarkan dan memberikan status hukum pada masalah Islam ? Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihiwa Sallam adalahorangnya, jadi urusan Islam terutama masalah aqidah dan ibadah yang berhakmengajarkan adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, selainbeliau tidak berhak mengklaim bahwa itu adalah agama tanpa merujuk kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam danhukumnya batil. Maka kewajiban bagi kita adalah mengikutipetunjuk Rasulullah yang bersumber dari Al-Qur'an danAl-Hadits.

قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ فإِنتَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

"Katakanlah: "Taatilah Allahdan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukaiorang-orang kafir". (QS Ali Imran 3:32)

5. Masalah ibadah dalam Islam bersifat baku dan tidak adaruang untuk dikritisi baik dengan penambahan atau modifikasi, kewajiban bagiseorang muslim adalah mendengar dan menta'ati.

إِنَّاأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُالدِّينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab(Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikanketaatan kepada-Nya." (QS Al-Zumar 39:2)

Dari kerangka pemikiran diatas, konsep"shalat khusyû'" Abu Sangkan dapat dianalisis sebagai berikut:

1. Istilah "shalat Khusyû'" secara teks tidak pernah adadalam Al-Qur'an dan al-Hadits. Kalau pun merujuk pada surat Al-Mu'minun 40:2 (orang-orang yang khusyû'k dalamshalatnya,) maka tidak otomatis menjadi satu istilah baku "shalat khusyû'"perluditela'ah lebih dahulu. Ayat itu secara konseptual menyebutkan dua hal yangberlainan yakni "shalat" disatu pihak dan "khusyû'" dipihak lain.

2. Abu Sangkan secara teori "mengajarkan" bagaimana shalatyang khusyû'' atau bagaimana supaya bisa khusyû'' dalam shalat, Sedangkan Al-Qurãnmalah menegaskan bahwa khusyû'' harus lebih dulu ada sebelummelakukan shalat, karena shalat itu adalah sesuatu yang berat. Disampingitu Rasulullah pun tidak pernah mengajarkan bagaimana shalat yang khusyû' atau bagaimana supaya bisa khusyû' dalamshalat. Dan juga tidak ada perintah untuk belajar atau mengajarkan "shalat khusyû'"

وَاسْتَعِينُواْبِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Danmintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dansesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyû'k,(QS Al-Baqarah 2:45)

3. Konsep meditasi (anda cek di http://id.wikipedia.org/wiki/Meditasi) tidak dikenal dalam Islam, meditasi merupakandasar ritual dari agama-agama pagan yang kemudian diadopsi ke berbagaikegiatan-kegiatan misalnya pada olah jiwa Yoga. Menyamakan konsep meditasi denganshalat dalam sudut pandangan filsafat ilmu jelas sebuah kekeliruan besar,apalagi menyebutkan "shalat sebuah meditasi tertinggi dalam Islam" adalah suatukebatilan.

4. Abu Sangkan dalam paparan "shalat khusyû'"nya memang berdasarkansumber-sumber yang valid (Al-Qur'an dan hadits shahih), namun dalam prakteknyabeliau gabungkan dengan pendekatanmeditasi, dalam kata lain tanpa sadar beliau telah memodifikasi ataumencampuradukan (sinkretis) dua konsep yang bertentangan (al-Haq danal-Batil) yang jelas terlarang dalam Islam.(QS Al-Baqarah 2:42)

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hakdengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamumengetahui.

5. Islam tidak untuk dikomersilkan, namun untuk didakwahkandisebarkan kepada umat untuk kemaslahatan dunia dan akhirat. Namun tidakdemikian dengan "shalat khusyû'" versi Abu Sangkan, dengan dibukanya "kursus, diklat" shalat khusyû', ibadah shalat menjadisebuah "ladang" penghasilan baru bagiseluruh "kru" pelatihan shalat khusyû'. Yang ini termasuk perkara "menjualayat-ayat Allah".

" Maka kecelakaan yang besarlah bagiorang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, laludikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperolehkeuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagimereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaanbesarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS Al-Baqarah 2:79)

Khusyû'Dalam Al-Qur'an

a. Tinjauan makna bahasa

Katakhusyû' (خشُوْع) berasaldari (خَشَعَ) . Kata inibeserta kata lain yang seakar dengan itu ditemukan di dalam Al-quran sebanyak17 kali dalam 16 ayat. Satu kali dengan fi'l mâdhi (kata kerja masa lalu) (خَشَعَت) 20:108, satukali dengan fi'l mudhâri' (kata kerja masa kini dan akan datang) (تَخْشَعَ) 57:16, satukali dengan mashdar (infinitif) (خُشُوعاً) 17:109 danselebihnya diungkapkan dengan ism fâ'il (kata benda yang menunjukkan pelaku)(خَاشِعَة) 68:43, 41:39,88:2, 70:44, 79:9, 42:45, 21:90,23:2, 2:45, 3:199, 33:35, 59:21 (خُشَّعاً) 54:7. Dandari 16 ayat tersebut 11 ayat tergolongpada makiyah, dan 5 ayat tergolong madaniyah.

Secara bahasa, khusyû' (خُشُوْع) berarti'tunduk' atau 'merendahkan diri'. Al-Asfahani menyamakan arti khusyû' (خشُوْع) dengandhirâ'ah (ضِرَاعَة = merendahkandiri). Hanya saja pada umumnya kata khusyû' (خشُوْع) lebih banyakdipergunakan untuk anggota tubuh, sementara kata dhirâ'ah (ضِرَاعَة) lebih banyakdipergunakan untuk hati (ketundukan hati). Ia mengemukakan contoh sebuahriwayat yang mengatakan, idzâ dhara'a al-qalb khasya'at al-jawârih (إِذَا ضَرَعَالْقَلْبُ خَشَعَتِ الْجَوَارِحُ = ketika hatitelah tunduk, ketika itu pula anggota tubuh menjadi tunduk). Hal senada jugadikemukakan oleh Ibnu Manzur Al-Ansari yang mengatakan bahwa khusyû' (خُشُوْع) berarti"tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan melemparkan pandangannya kebawah (ke bumi) lalu ditundukkan kepalanya dan dipeliharanya suaranya".

Pendapat lain mengatakan bahwa katakhusyû' lebih sempurna dari kata khudhû'. Kalau khudhû' hanyadengan membungkukkan badan untuk memperoleh suatu benda yang ada di bawah,sementara khusyû' (خُشُوْع) mencakupmenundukkan badan, suara, dan penglihatan. Hal ini sesuai dengan firman Allahyang artinya, "Dan mereka menyungkurkan muka sambil menangis dan merekabertambah khusyû'k" (QS. Al-Isrâ' 17:109). Ayat ini sebagai penghibur NabiMuhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa beriman atau tidaknya seseorang itutidak usah dirisaukan. Pada hari Kiamat suara dan penglihatan manusia menjadirendah (khusyû'k) karena dulunya ada yang tidak mau bersujud kepada Allah (QS. Thâhâ 20:108 dan QS. Al-Qalam 68:43).

Dengan demikian khusyû' (خُشُوْع) berarti"menundukkan diri dengan cara menundukkan anggota badan, merendahkan suara,atau penglihatan, dengan maksud agar yang menundukkan diri itu benar-benarmerasa rendah dan tanpa kesombongan". Pada umunya pengertian khusyû' (خُشُوْع) ditemukan didalam rangka mendekatkan diri, memperhambakan diri kepada Allah seperti shalat dan berdoa memohon sesuatu dariAllah. Di dalam QS. Al-Mu'minûn 23:1–2 misalnya,dikatakan bahwa orang beriman yang sukses antara lain ditandai dengan kekhusyû'andirinya terbawa pada shalatnya. Latar belakang turunnyaayat ini, sebagaimana dikemukakan oleh Ath-Thabari, bahwa Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan sahabatnya mengarahkan penglihatan kelangit waktu melakukan shalat. Kemudian, Allah menurunkanayat ini dengan maskud agar di dalam shalat penglihatan harus dikebawahkandan tidak boleh melebihi batas tempat melakukan shalat. Karena itu, Ath-Thabarimengartikan khusyû' (خُشُوْع), berdasarkanbeberapa riwayat yang dikemukakannya, dengan "menundukkan kepala dan melihattempat sujud, tenang melakukannya, tidak menoleh ke kiri dan ke kanan,menundukkan hati dan menjaga penglihatan". Sementara itu, Ibnu Katsirmengartikan khusyû' (خُشُوْع) dengan "rasatakut kepada Allah dan tenang melakukan shalat (khâ'ifûn sâkinûn)". Iniberarti khusyû' di dalam shalat adalah mengosongkan hati darikesibukan di luar shalat yang akan mempengaruhi anggotatubuh dan pikiran. Dengan demikian, khusyû' (خُشُوْع) tidak lagisekadar menundukkan diri, tetapi sudah mengarah kepada pemusatan perhatian(konsentrasi) kepada perbuatan yang dilakukan.

Pada tempat lain, kata khusyû' (خُشُوْع) jugadipergunakan untuk orang yang beriman dengan melakukan ketaatan sepenuhnyakepada Allah serta ajaran-ajaran-Nya (QS. Ali 'Imrân 3:199) dihubungkan dengan orang-orangyang berserah diri, beriman, taat, orang yang benar, sabar, suka bersedekah,dan berpuasa serta memelihara kehormatannya (QS. Ali 'Imrân 3:35, QS. Al-Mu'minun 23: 1-11).

Di samping pemakaian kata khusyû' (خُشُوْع) dalampengertian-pengertian di atas, di dalam Al-Quran juga ditemukan kata itu denganmakna lain yang dikaitkan dengan kemahakuasaan Allah. Contohnya, Allah mampumenghidupkan yang mati dengan mengemukakan perumpamaan bumi yang kering tandus(khâsyi'ah, خَاشِعَة), jika Allahmenurunkan hujan maka ia menjadi hidup dan subur (QS. Fushshilat 41:39). Juga dikaitkan denganpembuktian dan kebenaran Alquran sebagai mukjizat karena ada tantangan dariorang kafir. Karena itu, Allah memberikan perumpamaan jika Al-Quran diturunkan di atas gunung, makagunung itu akan merunduk dan pecah (khâsyi'an mutashaddi'an) karena takutkepada Allah. Di sini kata khâsyi' disambung dengan kata mutashaddi'untuk menguatkan perumpamaan tersebut, agar manusia berpikir.

Kendatidi dalam Al-Quran pemakaian kata khusyû' (خُشُوْع) mengacu kebeberapa makna seperti telah diuraikan, tetapi yang paling banyak dipergunakanadalah arti kekhusyû'an di dalam beribadah, seperti dalam shalat, berdoa, dan ibadah lainnya.Jadi kekhusyû'an itu bukan dibangun dalam shalat tetapi diluar shalat,sebagaimana kesabaran itu bukan dibangun dalam musibat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sabaryang paling utama adalah tatkala musibat datang pertama kali, artinya kesabaranitu telah ada sebelum datangnya musibah. Begitu juga syukur harus dibangunsebelum datang karunia.

b. Tinjauan makna kronologis surat

Namun jikakita tinjau pemaknaan kata khusyû' (خُشُوْع) dari sudutrunut surat, kita akan mendapati bahwa kata khusyû' (خُشُوْع) mengalamipergeseran makna dari konotasi buruk menjadi konotasi baik (terpuji) sebagaiberikut:

1. Pada periode awal Makiyah digunakan pada kontekssikap yang negatif, buruk (68:43, 54:7, 20:108, 17:109, 41:39, 42:45, 88:2) pada ayat-ayat ini kata khusyû' (خُشُوْع)digunaan sebagai celaan bagi para pendosa yakni kondisi diri yang tundukterhina baik didunia maupun diakhirat.

2. Kemudian periode tengah makiyah katakhusyû' (خُشُوْع) berubah maknamenjadi positif , yaitu sebagai akhlakkarimah sosok Nabi Zakaria a.s. Sebagaimana disebutkan dalam 21:90

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىوَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِوَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Maka Kami memperkenankan doanya (Zakaria), dan Kami anugerahkan kepadanya Yahyadan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnyamereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dancemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyû'kkepada Kami. (Al-Anbiya:90)

Dariayat ini secara definitifkhusyû' itu adalah adanya dua perkara pada diri seorang muslimyaitu;

a. orang-orangyang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik

b. orang-orangyang berdoa kepada Allah Subhanahu waTa'ala denganharap dan cemas.

3. Pada periode akhir Makiyah disebutkan bahwa sikap khusyû' (خُشُوْع) menjadi salahsatu syarat objektif untuk meraih kemenangan umat nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam jika terbawa saat melakukan shalat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu'minun 23:2

الَّذِينَ هُمْ فِيصَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(yaitu)orang-orang yang khusyû'k dalamshalatnya, (Al-Mu'minun:2)

4. Selanjutnya pada periode awal Madaniyah, hal tersebut lebih dipertegas dan menjadisebuah aksioma, bahwa pertolongan Allah akan turun bagi orang yang beriman jika kekhusyû'andibangun bukan saja didalam shalat namun diluar shalat. Pada konteks QS Al-Baqarah 2:45 disebutkan al-shabru (shaum)walaupun dipandang berat karena adanya perluasan terhadap makna khusyû',

اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِوَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَيَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itusungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyû'k (yaitu) orang-orang yangmeyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembalikepada-Nya." (QS Al-Baqarah 2:45-46)

Pada periode inilah secara definitif Al-Qur'an menyebutkan kepada kita tentang kata khusyû' (خُشُوْع) yakni seorang mukmin yang memiliki sikap:

a. orang-orang yangselalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik

b. orang-orang yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala denganharap dan cemas.

c. orang-orang yangmeyakini, bahwa mereka akan menemui Allah Subhanahu wa Ta'ala

d. orang-orang yang optimis bahwa dia akan berhasil kembalikepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam keadaan ridha dan diridhai.

3E

5. Pada periode akhir Madaniyah, sikap khusyû' (خُشُوْع) terinternalisasi dalam pribadi seseorangsebagaimana sikap-sikap terpuji lainnya (QS Al

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orangyang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingatAllah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlahmereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya,kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadikeras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Al-hadid 57:16)

"Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pastikamu akan melihatnya tunduk terpecah belahdisebabkan takut kepada Allah. Danperumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir." (QS al-Hasyr 59:21).

Darikajian diatas jelas bahwa konsep khusyû' dalam al-Qur'an jelas dantegas, walhasil meditasi bukanlah khusyû' , begitu juga shalat bukanlah sebuahmeditasi. Tidak ada meditasi dalam Islam. Meditasi adalah sebuah ritual yangbersumber dari ajaran-ajaran pagan,sedangkan shalat adalah syari'at yang bersumber dari Allah Subhanahu waTa'ala.

Daftar Runut Ayat-ayat Khusyu’

runut

runut1

runut2

Wallahu'alambisawwab !

Share/Save/Bookmark
Dibaca :30003 kali  

Komentar-Komentar  

Quote
 
0
Maaf saya orang yang masih dangkal ilmu dan masih kurang ibadahnya. Menurut saya gak usah di muat tulisan begini. Mohon maaf . Kalau mau mengoreksi langsung saja ke ust abu sangkan langsung duskusikan denngan ahlak yang baik sama beliau. Kita belajar sampai dapat gelar sag apa gratis. Kenapa alquran gak di gratisiin. Jangan sampai kita menjadi orang yang sombong akan ilmu dengan mengoreksi kesalahan orang di area publik. Diskusikan dulu dengan yang terkait
Kebrnaran milik allah. Pelacur masuk surga bisa jadi. Kiyai masuk neraka bisa jadi. Kita tidak tahu akhir kita. Niat yang baik akan menjadi baik.niat abu sangkan apa
Kalau emang niatnyA baik. Kalau jalan itu salah semoga allah memberi jalan yang benar .apa solat yang nulis ini sudah khusuk kalau iya caranyA gimana kok bisa kusuk. Boleh tahu. Caranya.trus terang saya belum bisa kusuk. Ada orang bertanya caranya solat biar kusuk gimna. Di jawab sama teman saya tenangin hati jangan ingat lain lain
Ingat allah.sulit mas. Tarik nafas panjang dulu mas beberapa kali. Lalu konsentrasi bayangin kita menggadap allah kalau gak bisa rasakan lita merasa di lihat oleh allah karena kita tidak bisa melihat allah. Niat trus takbir. Setiap orNg punya cara beda biar solatnya kusuk. Kata temem saya dia tanya. Apa kamu udah merasa nikmat saat solat?hati 2 boleh jadi itu pahala yang sudah di berikan terlebih dulu. Banyaklah istighfar setelah solat. Dimana kelas sholat kita. Kelasny alim ulama tentunya tidal bisa di bandingkan dengan kelas kita
Mohon maaf saya orang bodoh mohon koreksi kalo kata kata saya salah
Quote
 
0
mw kepasar ahh..naik apa ya.jalan kaki?naik sepedah?naik motor?naik mobil?naik becak?apa yg jadi pembeda?sama2 alat trasportasi untuk menuju kepasar.mw semedi kek mw gmna terserah dia.mw ikut monggo, g mw ya g usah.gt aja repot.udah bisa menhakimi mana yg bener dan g.dah ngambil jatah Allah.hanya Allah yg berhak untuk menghakimi.
Quote
 
+1
Rasulullah di gua Hira, bukanlah meditasi seperti yg kalian duga.

Dia berada di antara batas antara alam fana dan alam ghaib (alam kekal). Seperti yang juga dialami oleh Ibrahim as di Ka'bah (dg peninggalan telapak kakinya), Musa as di bukit Thuwa (yg melepaskan alas kakinya), 'Isa as di bukit Zaitun ketika diangkat Allah (juga dg peninggalan jejak telapak kakinya), dan Nuh as dalam Bahtera Allah (dengan kapal sebagai jejaknya).

Kalian harus belajar lebih banyak lagi tentang hal ini, sehingga kalian dapat membedakan antara Khusyu' - Thawaf dengan Meditasi.

Wallahu a'lam bishshowab
Quote
 
-1
Dari semua komentar yang ada membuat saya sadar bahwa setiap orang memiliki cara pandangnya sendiri terhadap suatu hal. Yang jadi masalah adalah setiap orang berusaha untuk mempertahankan apa yang diyakininya sekuat hati, tanpa mencoba membuka pikiran dan hati. Allah telah menurunkan Al Quran bukan tanpa maksud, bukan tanpa tujuan. Coba bayangkan apabila Allah menciptakan kita semua memiliki satu pikiran yang sama, saya yakin forum ini tak akan pernah ada, kemudian kita tak akan pernah saling mengingatkan. Al Quran memberikan banyak pilihan untuk menjadi manusia semacam apa kita, mau jadi ahli neraka ada, mau jadi ahli surga pun ada. Semua sudah jelas terpampang, tinggal tergantung kita mau pilih jalan yang mana. Oleh karenanya mari kita saling mengingatkan tanpa harus saling menyalahkan, perbedaan itu karomah. Bukannya lebih baik jika kita saling tersenyum satu sama lain kemudian mengajak untuk sholat berjamaah :)
Quote
 
+1
bener-bener bingung kalo ga punya ilmu...
Ya Allah berilah kami Ilmu,,,tunjukil ah kami Jalan yang lurus..dan bimbinglah kami dalam Din-Mu ya Allah..

maaf ane mw tanya ama semua mohon jawabannya...
kalo tujuannya jelek tapi prosesnya bagus dalam agama boleh ga?atau sebaliknya...ka lo jelek duaduanya pasti ancur...

ane pernah ikutan dalam kegiatan ini,,tapi dalam prosesnya ada yang mengganjal,,,sa lah satu mentornya bilang ketika melihat ombak,,,"lihat ombaknya bergerak itu tidak dengan sendirinya tapi ada yang zat yang membawanya,,,li hat Allah nya tersenyum",,,ba gaimana dengan perkataan tersebut?
Quote
 
0
Marilah kita Intropeksi diri Kita sendiri....
mau sampai kapan kita memperdebat kan masalah Agama....
selama kita menganggap Agama sebagai Identitas fisik,status... .kita tidak akan pernah menemukan Jati Diri kita.....dan memahami Eksistensi Islam.....islam adalah Kekuatan Spritualitas ....Islam adalah Tutunan & Ajaran Hidup.....biarl ah orang lain memandang dari sudut Pandang yang berbeda.....Spr itualiatas tidak bisa di Ilmiah--- kan.

jangan lah Bangga jika Anda sudah mengkaji Islam secara ilmiah....Kita adalah INDONESIA.....S emua AGAMA bertujuan BAIk....untuk membimbing kita kearah yang Baik.....Tuhan tidak pernah membedakan Mahluknya.....
Quote
 
0
keri-kerinane Wallahu'alambis awwab !
:lol: padha ae ndobol hahahaha
Quote
 
0
komentar dan tulisan ini tanda bahwa pengetahuan agamanya kecil,otak tok yg dipakai apa kita sudah islam yang benar,mari intropeksi jangan asal bacot kaya saya.
Quote
 
0
aslmlkm semua../tolong koreksi diri untuk kalian semua
kita semua calon mayat
" AKU INI HIDUP
HIDUP INI AKU"
JANGAN MENGAKU HIDUP KALAU BELUM MENGENAL AKU"
hidup hanya sekali dan bermanfaatlah kalian untuk "SEKITAR"
sebelum kalian benar2 menjadi mayat

wslmlkm.....
Quote
 
-1
Islam memang sensitif dalam hal-hal yang dianggap baru dan diluar ajaran Islam. Itu termasuk dalam kategori bid'ah yang sangat keras aturannya. Tapi, dalam konteks persoalan meditasi dalam buku bpk. abusangkan, saya menganggap bahwa meditasi yang dimaksud oleh bpk abu sangkan adalah kata yang bermakna meningkatkan pemusatan fikiran pada sesuatu yang dituju. Sebaiknya tidak usah terlalu berlebihan, Islam itu dinamis dan mampu menjadi pedoman hidup hingga akhir zaman. Tidak ada yang salah dalam istilah meditasi...
Quote
 
+2
yg ane tau emang kagak pernah ada di bible bhw yesus bilang dgn mulutnya sendiri AKU ADALAH TUHAN ..atau.. SEMBAHLAH AKU.
penuhanan yesus itu diadakan melalui "penafsiran" pemuka-pemuka agama kristen; bukan berdasar kitab mrk.
tapi justru yg ane khawatirin adalah, hal yg sama banyak terjadi di kalangan oris (orang islam) tapi dlm topik yg tentu aja beda sama kristen; seperti "ilmu ma'rifat", "nur muhammad", dll. yg semua itu nyata2 gk pernah ada di Al-Qur'an maupun hadits2 shahih; tapi baru muncul melalui "penafsiran" pemuka-pemuka "agama?" islam, tapi malah dianggap sbg ajaran islam yg sudah final.

aneh bukaan??? :zzz
Quote
 
0
soal ma'rifat nih... :-)
kalo aja ada orkris (orang kristen) yg mampir dimari, ane mo nanya sama dia:
Tunjukin 1 ayat aja di bible, dimana yesus berkata dengan mulutnya sendiri -> AKU ADALAH TUHAN, atau.. SEMBAHLAH AKU.
------------------
coba aja kalo kira2 gak nyakitin hati oris (orang islam) laennya dimari; ane mo nanya soal "ma'rifat" dgn cara yg sama:
Tunjukin 1 ayat Al-Qur'an atau 1 hadits shahih aja, dimana Allah atau rasulullah menyebutkan secara tegas soal keberadaan "ilmu ma'rifat" itu.

:-?
Quote
 
0
kenapa gak "adzan" aja sih yg di anggap "meditasi"??
kenapa musti "shalat"???

coba aja pas adzan, si muadzin nya khusu'; kan suaranya jadi merdu tuh... minimal jadi agak lebih panjang deh... ;-)
Quote
 
0
..apapun maknanya ternyata meditasi itu indah, bermanfaat, karena islam adalah Rahmatan lil alamin dan islam itu mudah...ia adalah rasa bukan debat kusir yang melelahkan....m aka bagi para kusir yang senang berdebat silahkan bersilat dengan lidahmu yang tak bertulang dengan berdalih ayat dan hadist yang hanya kau hafal ucapannya namun jauh tertinggal maknanya....la haula wala kuwata illa billah...
Quote
 
-1
ada sebuah buku "Miracle of Endorfin" karya Shigeo Haruyama, barangkali bisa sedikit membuka wawasan jika dikaitkan dengan makna
atau tujuan sholat. walaupupun buku ini bukan buku islam tetapi isinya senada dengan ajaran islam. dan akan menjawab mengapa jika seseorang sholatnya khusu maka rasa sakit seseorang akan berkurang bahkan hilang. Jika kita benar sholatnya tubuh ini akan menghasilkan hormon baik yang disebut endorfin (salah satunya adalah Beta-endorfin sejenis morfin alamiah tubuh yang kekuatanya 6-8 kali obat bius, jika kita sholatnya asal atau terpaksa insya-Allah yang dihasilkan tubuh adalah hormon adrenalin, suatu hormon yang dibutuhkan dalam kadar kecil untuk mempertahankan tekanan darah, tapi jika diproduksi berlebihan sifatnya merusak. contohnya orang yang senantiasa berpikir keras/ stress maka produksi hormon adrenalin berlebihan dan orang tersebut akan tampak lebih tua dari umur yang seharusnya. Dengan sholat yang ikhlas dan tenang sebagai ungkapan syukur kepada Allah maka hati seseorang menjadi relaks. leraks adalah kunci untuk menghasilkan hormon endorfin. selamat membaca. semoga Allah membuka hati kita dan menganugerahkan / membukakan pengetahuan atas rahasia alam semesta ini termasuk diri kita. Amin.
Quote
 
0
Sesungguhnya shalat itu sangatlah berat, kecuali bagi orang2 yang khusyuk ( telah berserah diri / tunduk kepada Allah ). berbagai aliran kepercayan & kebatinan dan yang lain2 diluar islam mengistilahkan 'khusyuk ini dalam istilah samadhi ( semedhi ) / sumarah / meditasi yang memiliki makna 'berserah diri' hanya saja mereka melakukannya dengan metode 'duduk diam' lalu berkonsentrasi 'Pada Yang Satu' yaitu 'Tuhan Sang Pencipta'. justru sebenarnya semedhi / samadhi / sumarah ini belum pernah ada sebelumnya. bahkan dijawa sendiri samadhi / semedhi sendiri baru dikenal setelah islam masuk ke nusantara sebagai 'bentuk khusyuk' dalam versi mereka, sementara istilah sumarah baru diperkenalkan pada tahun 1935 di jogjakarta dan sebelumnya belum pernah ada. yang mana setelah saya teliti istilah2 dan tatacaranya sebagian meniru / mengadopsi dari islam - sufi. Jadi justru shalat itu jauh lebih istimewa daripada samadhi / meditasi karena mereka hanya dapat konsentrasi dalam 'duduk diam'. sementara khusyuknya shalat itu sendiri menuntut konsentrasi penuh ( hati dan pikiran hanya tertuju kepada Allah ) dalam tiap gerakan2nya dalam tiap raka'at2nya. jadi justru mereka ini yang senantiasa menyempurnakan ajaran2 / metode2 peribadatan mereka dengan 'meniru' islam tanpa mau mengimaninya. karena mereka hanya mau mengakui Allah tapi menolak untuk mengakui 'Kerasulan Nabi Allah Muhammad saw'.
Salah satu ciri2 orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah tidak tertipu / tergila - gila dengan ( tipu daya ) dunia dan tidak bermegah2an atas diri sendiri ( tawadhu' / rendah hati ).
Quote
 
0
justru sebaliknya bung, saya sudah pelajari berbagai aliran kepercayan & kebatinan sehubungan dengan meditasi ataupun samadhi ( istilah jawa ). ternyata setelah saya pelajari justru merekalah yang mengambil itu dari islam untuk disesuaikan kedalam versi mereka sendiri, samadhi/semedhi /meditasi itu artinya konsentrasi pada satu titik / dzat yaitu Allah dalam istilah kita dinamai khusyuk ( mengkonsentraik an diri secara spiritual, emosional hanya kepada Allah, dalam kata lain tidak mikirin yang selain Allah ). justru shalat khusyuk itu jauh lebih sulit daripada samadhi/meditas i. karena didalam shalat itu kita dituntut untuk tetap khusyuk/konsent rasi penuh dalam tiap gerakan2 tubuh / raga dalam tiap raka'at2nya yang mana hal ini memiliki maknawi dimana kita dalam setiap tingkah laku kita dalam kehidupan se-hari2 juga dituntut untuk seperti kita shalat dengan artian menterjemahkan shalat dalam kehidupan se-hari2( mau apapun ingat Allah dan karena Allah ). - orang2 yang khusyuk didalam shalatnya - . . . jadi hanya orang bodoh yang beranggapan bahwa shalatnya orang islam itu tidak istimewa atau menganggap meditasi diam itu lebih unggul daripada shalat. karena kebanyakan mereka hanya melihat shalat itu dari orang2 yang tidak khusyuk didalam shalatnya lalu dianggap itulah shalatnya orang islam.
ciri2 orang yang khusyuk dalam shalatnya itu:
- wajahnya berseri - seri / bercahaya.
- tatapan matanya tenang memancarkan kearifan.
- tidak tergila - gila dengan duniawi.
- bersahaja.
- rendah hati.
- dan kebanyakan tidak suka banyak bicara tetapi kalau bicara selalu memiliki mengandung kebijaksanaan.
- tidak emosinal.
- mampu memahami segala sesuatu secara luas dan mendalam.
Quote
 
0
Assalamualaikum...
Kesulitan saya adalah untuk benar-benar khusuk ketika sholat, pastilah ada saja fikiran yg mengalihkan, sehingga terkadang menghayal pula utk hal yg gak penting.
jangan bohongi dirimu teman teman.... kita sama.

Ust. Abu shangkan telah berupaya membantu kita untuk mengatasi kesulitan itu.

Dan InsyaAllah, Nikmatnya luar Biasa....

Pernahkah anda merasakan kenikamatan dalam sholat anda teman ?, Alhamdulillah jika sering.
sehingga sholat menjadi kebutuhan bukan pelepas kewajiban ataupun beban ( MaasyaAllah ).

Lihatlah... betapa ketagihannya Rasulullah untuk melaksanakan Sholat.

percayalah teman... Sholat yg kita lakukan adalah untuk kita sendiri, bukan untuk Allah SWT.

sangat Mudah bagi Allah (menciptakan) jika Ia menghendaki agar semua manusia dimuka Bumi beragama islam.
Bukan itu intinya....

Ilmu Allah sangat luas..... kita boleh menggalinya darimana saja, selama itu menjadi pelajaran bagi manusia untuk keselamatan Dunia wal akhirat.

Gak usah banyak berdebat, praktekkan saja dulu dan Nikmati.

InsyaAllah, jika sholat sudah benar... maka sikap/tingkah laku/perkataan/ pandangan matapun jadi benar.
semua yg dilakukan adalah yg disukai oleh Allah SWT.

Orang yg benar sholatnya tercermin dari perilakunya.

Saya bersyukur jika benar Ust. Abu Shangkan membuka Pelatihan Sholat Khusuk dimana dimana, Karena hal itu jauh lebih baik jika buka warnet game online dimana mana.


Wassalam,

Shanty :-)
Quote
 
-1
dari semua komentar diatas,.tidak satupun saya temukan kometar dari pemilik blog yang menanggapi setiap komentar yang masuk,... padahal artikel ini sudah menjadi tempat untuk saling bertukar pikiran sesama muslim,
semoga saja pemilik blog tidak hanya melempar persoalan kepermukaan dunia blogger namun tidak mampu untuk mengulasnya secara lebih jauh lagi bersama teman-teman blogger yang turut berkomentar di blog ini.... :-)
Quote
 
0
Bagus Boss:-)
Quote
 
+1
Apa yang di utarakan dalam blog ini adalah syariat, so pasti banyak perbedaan pendapat, maka belajarlah makrifat,MEDITA SI DALAM ISLAM ITU ADA.Kita bisa lihat cerita dari perjalanan para wali 9 ( Sunan Kali jogo ). he he he nanti sama orang syariat kan dianggap Bid"ah. Nabi Muhammad di gua Hira sedang apa di dalam gua ? Jangan belajat syariat doang bisanya cuman teori dan menyalahkan orang Mas.
Quote
 
0
Blossom, actually should nothing to do with the season. A lot of time in his life is confused, find a better reason to let himself not to want to some other people think unimportant matters.
We all like a clown, in our lifetime playing five balls, the five balls is work, health, family, friends, and spirit. Five balls with only one is rubber, fall can play up and that is work. The other four balls are use made of glass, the off, broken...,http: //www.coachfact oryoutletstores .com
Quote
 
-1
Assalamu'alaiku m Wr. Wb.
Ane sependapat dengan apa yang diterangkan Sdr. AGUS JM.
dan Ane kira sia2 aja abisin duit jutaan bwat ngikutin kursus sholat khusyu' versi Ust. Abu Sangkan.
Klo saja agan2 liat sejarah sahabat2 Nabi SAW., Ada seorang sahabat tertancap panah ditubuhnya ketika perang, lalu dia meminta temannya untuk mencabut panah ketika dia sedang sholat (bisa dibayangkan bagaimana khusyu'nya dia sholat, sampe gk ngerasain sakit sedikitpun).
Nah untuk menguji teori sholat khusyu' versi Ust. Abu Sangkan, beranikah sewaktu sholat Ust. Abu Sangkan di iris2 pake pisau, kalo dia gk ngerasain sakit sedikitpuan apalagi menjerit ketika diiris2... kwkwkwkkw.. gw percaya deh.. kalo teorinya CESPLEENG. Biar2 sobat2 yang ikut Ust. Abu Sangkan gk sia2 ngeluarin jutaan rupiah. He..he..he... PEACE.
(Maaf kalo ada kate2 ane yg kurang berkenan di hati)
Quote
 
+1
Saya apresiasi untuk Penulis dalam mengingatkan / dalam rangka amar makruf nahi mungkar, yang dipaparkan secara gamblang dengan didasari dengan dalil-dalil yang kuat, yang tidak hanya berdasarkan pemikiran subyektif saja tetapi berdasarkan ilmu tafsir Al-Qur'an yang bisa dipertanggung-j awabkan dan saya sangat setuju bahwa definisi khuyu' yang diterangkan dalam Qur'an diantaranya adalah :

1. orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbu atan yang baik

2. orang-orang yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan harap dan cemas.

3. orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Allah Subhanahu wa Ta'ala

4. orang-orang yang optimis bahwa dia akan berhasil kembalikepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam keadaan ridha dan diridhai.

Tujuan dari Ustadz Abu Sangkan saya kira baik juga, agar kita lebih konsentrasi dalam sholat dan seyogyanya tidaklah melalui pendekatan atau istilah agama lain juga harus berdsarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rosul, dan lebih baiknya lagi bila sesuatu ibadah itu tidak terlalu untuk dikomersilkan.

Marilah kita jaga kerukunan, pada dasarnya mereka bertujuan baik akan tetapi kalau ada kesalahan dan ada yang mengingatkan tolong marilah kita berbesar hati dan koreksi terhadap diri-sendiri.

Wallohu'alam
Quote
 
-1
Nabi muhammad pun melakukan meditasi dalam menerima wahyunya,
didalam islam disebut i'tikaf.
Quote
 
0
Apapun jalannya yang penting satu tujuan: menghadap Allah dengan tubuh, hati, dan pikiran yang sepenuhnya tertuju pada-Nya.
Quote
 
0
nggak usah repot-repot dengan istilah.. tinggal sarankan ke ust. Abu sangkan judul bukunya seharusnya.. "Sholat adalah Zikir tertinggi dalam Islam".. terus lihat sholatnya Rasulullah SAW dan Para sahabat... dn praktikan sehingga kita benar-benar menjadi orang yang khusuk...
Quote
 
0
jgn hnya bs menyalahkan klo tdk bs membenarkan
Quote
 
+1
Assalamuálaikum Wr. Wb.

Ilmu Allah itu Luas, bahkan jika lautan jadi tinta dan daun-daun di seluruh dunia menjadi kertas maka tak habisLah Ilmu Allah itu ditulis. dan Dia berkehendak memberikan ilmu itu kepada siapa saja yang dikehendakinya. jadi tak perlu berdebat tentang Pelatihan Sholat Khusyu, tapi marilah kita ajak orang2 yang belum sholat agar ia mau melaksanakan sholat. masih banyak saudara-saudara kita yang muslim tapi tidak melaksanakan sholat. tugas kita adalah untuk saling mengingatkan untuk kembali kepada Allah. mengenai metode untuk khusyu, siLahkan saja yang penting masih dalam rambu-rambu syarí. TERIMA KASIH

Wassalam
Quote
 
-1
In last weeks Economist, there's a semi-decent article on reading sentiment from large masses of anecdotal data (tweets, mainly).,http:/ /www.airmax90fr .eu
Quote
 
+1
bikin pelatihan sholat khusyuk.... cuman karangan abu sangkan aja.... cuman nyari duit aja... nanti bikin pelatihan haji mabrur, pelatihan puasa barokah, pelatihan umroh cespleng, pelatihan sedekah mantep, petalihan zakat ikhlas, pelatihan syahadat murni, supaya kelihatan ada yang baru, nah tambah-tambahin deh..... tarik nafas segitiga... 10 detik tarik, 10 detik tahan, 10 detik lepas.... atau apalah, yang penting ada sedikit ciri khas......
Quote
 
0
Menarik dan Menarik.
1. Fenomena dan Trend Sholat Khusyu Abu Sangkan menarik.
2. Ulasan dan argumentasi penulis blog menarik
Terima kasih atas pencerahannya.
Semoga bermanfaat.

Salam solidaritas
Quote
 
0
Ust Abu Sangkan banyak menerbitkan buku2 yang diantaranya buku yang diperdebatkan ini. kalau saya menceermati buku2 beliau, maka debat ini tidak perlu dilakukan, karena hanya memperdebatkan kulitnya saja.
Quote
 
0
menurut saya meditasi itu hanya istilah, tergantung kita menjalankannya.
konsepnya bagus, tapi utk mmebuktikan bahwa meditasi itu tak bertentangan dgn Islam harus menjalaninya dulu (kita meditasi sambil zikir (mengingat Allah).., dan menurut saya tidak masalah malahan akan jauh lebih meresap dari pada hanya membaca dan membahas buku2.
banyak orang mengulas buku dan mempertentangka n hal-hal yang dia sendiri belum pernah mengalaminya..s aran saya buat bapak ustazd M.Ag, utk mengkaji yang tersirat dari Al-Qur'an dan Hadist agar penafsirannya tidak kaku......
trims...
Quote
 
0
so pretty.You are a good teacher. Lucky student!,http:/ /www.timberland sboots.org
Quote
 
0
sebaiknya mari kita belajar agama lagi dengan guru atau ulama yang benar2 maksum dan ilmunya memumpuni,,keba nyakan orang akademis kebanyakan baca buku dan internet..karen a membaca tanpa guru akan sangat berbeda dalam pemahaman,,kare na tulisan tdk bisa menjelaskan intonasi kata2..sehingga dalam memahaminya suka salah dalam mengartikan maksudnya sebenarnya..jan gan gengsi udah M.Ag
Quote
 
0
Meditasi tidak diajarkan dalam Islam, Statiska, Thermodinamika, Fisika Quantum dll juga tidak diajarkan, tapi digali dari Al Qur'an. Hanya orang2 yang menggunakan akalnya yang bisa menafsirkan Ayat2 Qur'an serta As Sunnah tidak secara tekstual saja, sehingga bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi... Lama2 teknologi internet dan seluler diharamkan juga karena tidak ada kontak fisik... Peace Pak Ustadz...
Quote
 
0
saya pikir pak abu sangkan hanya mengajarkan agar kita mengingat ALLAH waktu solat? apa itu salah? bukanya tujuan kita solat karena kita ingat ALLAH? mohon yg punya ilmu dan hati yg besar untuk menerangkanya..
Quote
 
0
Betullah kata rasulullah bahwa suatu waktu kaumku akan tebagi dlm 70 golongan....
Saran saya, tak perlulah kita memperdebatkan metode yg dibuat oleh orang untuk mencapai kekhusyudan dalam sholat....jika kita melihat itu salah maka sampaikan jugalah apa yg menurut anda benar untuk mencapai kekhusyudan tersebut.
Di era saat ini,,,sangat sulit bagi kita untuk mencapai khusyuk dlm sholat dikarenakan kita semua saat ini masih dikuasai oleh hawa nafsu kita,,,,,yg tepenting adlh bagaimana setiap manusia mampu memperbaiki diri dulu dan merasakan kekhusyudan tersebut dan jika memamng sdh mendapatkannya maka sampaikanlah ke kami yg masih awam dlm beribadah spy kami juga bisa mencapainya......
Untuk mencapai tingkat khusyuk dlm sholat tdk lah mudah karena banyak hal yg harus kita penuhi...misaln ya sudahkan makanan yg masuk dlm tubuh kita itu halal semuanya?, sdh kan kita mengikuti sunnah sunnah rasul seperti sedekah dan lbh mementingkan akherat drpd dunia,,,sudahka n puasa kita ini bagus??.. Krn secara otomatis untuk mencapai suatu kekhusyudan yg tinggi maka kondisi jiwa, hati, pikiran dan tubuh ini juga harus suci dulu karena kita akan berhadapan denagn sang maha suci....sudahka h juga kita mengikuti dan mengamalkan ajaran Al Quranul karim dan menjalwnkan sunnah rasul dengan baik dan penuh keikhlasan?.... .jika smua sdh dilakukan insya Allah khusyuk dlm sholat akan mudah kita dapatkan.
Namun untuk mengarah kesana tdk lah semudah membalikkan telapak tangan karena semua butuh proses dan pembelajaran... .Islam dan Iman kita yg kita miliki saat ini apakah sudah benar. Krn blm tentu kita Islam dr kecil tp kita sdh Islam yg sebenarnya....s udahkan kita semua hafal 30 jus Al Quran. ??? JANGAN jangan membacanya aja jarang kita lakukan apalagi membaca dengan benar lebih lebih menghafal dan mengamwlkannya.
ALLAH ITU maha pengasih dan penyanyang dan kasih dan sayangnya sangatlah luas. ?..oleh karena itu mari kita sama sama mengkoreksi saudara kita jika ada kesalahan tp jangan menjustifikasin ya,,,,,,dan ilmu agama itu luas dan tidak cukup hanya ditelaah dengan akal pikiran tp juga harus dengan hati yg bersih dan suci...
SEMAOGA ALLAH SWT MENGAMPUNI KITA SEMUA DAN SELALU MEMBERIKAN RAHMAT,HIDAYAH DAN TAUFIQNYA SHG KITA SEMUA SELAMAT BAIK DIDUNIA MAUPUN DIAKHERAT KELAK
WAASALAM
Quote
 
0
sebenarnya dzikir adalah salah satu bentuk meditasi u/ mendekatkan diri pada Allah SWT
Quote
 
0
benar itu diam,.,.,semaki n dibicarakan semakin salah,. benar dibicarakan salah/benar tetap aja benar,., bentuknya, salah jg begitu, dibicarakn benar/salah tetap saja salah,
di sini yg saya bicarakan jg salah, karna kbenaran pda dasarnya gak butuh pendapat, wawasan yg qt punya hanya utk menyikapi dan melihatnya saja,
Quote
 
0
Karomah suatu ayat akan mendarah daging kpd siapa yang membacanya, bkn apa yang di bacanya.

Semua tulisan sahabat bagus2, insya Allah bermanfaat. Semua benar koq, karena pada tiap2 diri manusia itu t'lah di turunkan ma'rifat ( pengetahuan ) sesuai dgn porsinya masing2... !!!

Terima kasih



Eyang Raksa Pati
Tangerang Selatan
Quote
 
0
apakah bisa disamakan antara Meditasi dengan "'Uzlah BIdayaha???
terimakasih""""
Quote
 
0
Saya sangat salut dengan tulisan ini. Ya, harus ada orang-orang yang sensitif terhadap segala potensi penyimpangan dalam agama ini. Namun saya lebih suka umat Islam lebih tertarik untuk mengikuti pelatihan shalat khusyuk daripada mengikuti trend training yoga atau meditasi :-)
Quote
 
0
mohon maaf sebelumnya,wong bodo numpang nimbrung komen:
1. islam rahmat bagi seluruh alam
2. islam hadir semenjak penciptaan manusia pertama (kalau tidak salah)
3. Nabi Muhammad, SAW mengatakan: Beliau adalah sebagai sebuah batu pelengkap (penyempurna) suatu bangunan (ISLAM)(lihat hadits)
4. Semua ciptaan Allah ada gunanya (bukan barang rongsokan/ sampah)termasuk sholat, bahkan penetapan waktunya pun ada makananya yang berguna untuk kehidupan (irama sirkardian)(lih at Al-Qur'an)
5. orang yang ingin tenang jiwanya mesti merasa Allah hadir (ikhsan)dan merasa dekat dengan Allah (diawasi)
6. orang yang tidak merasakan kehadiran Allah, mungkin buta matanya, telinganya atau yang paling parah buta mata hatinya
7. orang yang ingin melek mata hatinya harus banyak dzikir, trus perlu keheningan (kholwat/ sholat)bebaskan dari belenggu dunia untuk mengenal diri dan Penciptanya.
8. pertanyaannya apa sholat perlu latihan, seperti pelatihan Abu sangkan? menurut saya sih perlu. karena sholat berkaitan dengan manajemen hati. "jika baik sholatnya maka baik amalnya (lihat hadits)(ini artinya dalam sekali), dimana sholat mampu menyerap kehendak (energi positif)Allah dan menyebarkan keseluruh alam (kebaikan)/ rahmat bagi seluruh alam
9. coba baca artikel tentang "cara meditasi yang baik" (apa tujuan meditasi, caranya)
bandingkan dengan sholat. (Coba mas buka semua hadits tentang sholat, caranya, bagaimana sebelum sholat (persiapannya), bolehkah kita lari kemesjid/ tergesa-gesa takut ketinggalan sholat atau dianjurkan tetap berjalan tenang, silahkan direnungkan apa maknanya)bandin gkan dengan cara atau syarat meditasi.
10. menurut saya sholat itu sebenarnya ya suatu bentuk meditasi juga, tapi Ajaran Rasulullah." sholatlah sebagaimana aku sholat " atau maaf bukan bermaksud merubah " meditasilah sebagaimana aku meditasi"
11. menurut guru saya, biar mata hati bersih adalah harus puasa: puasa menghakimi orang lain, puasa menggunjing, atau mendengarkan gosip, dan puasa mengeluh. saya rasa kata-kata guru saya ini senada dengan petunjuk Rosululloh SAW.
12. mungkin langkah bijaknya adalah kita selalu mencari solusi dari persoalan, bukan mencari persoalan dari sebuah solusi. sekali lagi mohon maaf trims
Quote
 
0
Dalam Islam memang tidak dikenal istilah Meditasi.
Islam hany mengenal istilah Khaluwat.
Nabi SAW telah menjalankan Khaluwat sejak umur 25 tahun hingga 40 tahun.
Istilah meditasi memang berkonotasi terhadap ajaran agama lain.
Dan kalau mau memakai istilah islam maka Khaluwatlah yang benar.
Orang Islam boleh melakukan khaluwat karena itu dipraktekkan sendiri oleh Rasulullah SAW.
Bahkan Rasulullah SAW melakukannya secara khusus dengan cara menjauhi hiruk pikuk kehidupan dengan pergi kesebuah goa hera yang jauh dari kota mekkah.
Tujuan khaluwat adalah menenangkan hati dan pikiran serta mengendalikanny a guna mengenal diri dan tuhan. Sehingga Akhirnya Rasulullah kenal akan diri dan tuhan dengan mendapatkan Wahyu dari Allah SWT.
Begitu juga dengan Meditasi hanya saja diperkenalkan oleh seorang pendeta Hindu yang juga bertujuan untuk menenangkan hati dan pikiran serta mengendalikanny a sehingga mengenal diri dan tuhan mereka.(dari mana petunjuk tersebut ???????????? jelas menurut islam)
Quote
 
+1
Kita semua Sama2 tidak tahu, daripada ribet sampe ribut mending berserah diri. nanti di akhirat sama2 kita buktikan siapa yang paling benar. jadi kita janjian di neraka atau di surga guna membahas perkara ini.
Quote
 
0
Ustz Agus J, M.Ag. ... Belajarlah lebih banyak lagi, Ilmu Allah sangat luas, tapi jangan teorimu menjadi hijab bagi anda. Perbnanyaklah zikir, jangan perbanyak membaca.
Quote
 
0
abu sangkan???? i love him...
Quote
 
+1
dari penjelasan saudara diatas dapat disimpulkan bahwa didalam alquran khusuk adalah suatu keadaan dimana kita sudah menundukkan kepala berserah diri kita bersama seluruh anggota badan kita serta bersabar kepada ALLah sehingga ALLAH lah yang membimbing kita menemuinya . suatu keadaan yang tidak dapat dicerna dengan akal. sehingga sholat kita benar benar berserah diri kepada ALLAH.diam kita tumakninah kita,bacaan kita semua milik ALLAH sehingga setelah kita sholat maka wajah kita akan berseri seri sebagaimana rosululloh sholat.
Quote
 
0
khusu' dan pemusatan pikiran dan konsentrasi semuanya hanya beda nama namun tetap sama tujuannya. bila inggin membagakan islam maka anda harus terjun langsung kedalam islam contohnya hadir dalam ritual islam tahlilan maupun lain-lainnya. inilah islam kita sebagai umat islam harus bangga. jangan sok suci sendiri seperti tidak ada dosa sama sekali. anda bekata negatif maka akan memakan si pengucapnya sendiri, camkan itu, berkatalah baik2 dan tidak perlu menyalahkan orang lain. ok.
saya sendiri sudah mendapatkan apa arti dari hidup ini setelah saya paduakan olah pernapasan taichi, yoga dll baik meditasi maupun tenaga dalam ternyata Al-quran dan sholat tidak dapat menandinginya semua, saya telah memperagakan olah pernapasan dengan mengunakan Bacaan ayat-ayat Al-quran dan ternyata saya mengikuti irama dan gerakan melebihi dari taichi dan yoga maupun prana. dan Gerakan sholat dan titik titik merdianpun di gerakan atau diberi petunjuk oleh Bacaan Al-Quran dan Sholat, cobalah bagi anda yang pernah belajar taichi dan yoga maka tangan, napas dan tubuh anda akan bergerak dan cobalah anda degarkan mortar bacaan alquran makan pernapasan, gerakan tanggan dan tubuh anda akan melebihi dari mereka. wassalam
Quote
 
-1
@yohanes

barangkali itu jualannya abu sangkan, ane sebagai "pembeli" jujur kurang respek sama caranya jualan sama isi jualannya, ane kenal dia dari met***tv, tv yang kalo ramadhan suka mengundang tokoh2 yang "ndableg"


dari tata cara salat yang diperagakan si model ga kena sama cara salat biar khusyuk, pegel sih iya. samalah modelnya kayak ESQ duit abis berjuta-juta isinya meragukan
Quote
 
0
@ all

salah satu ciri ummat islam aladah "keminter" akhirnya gampang menyalahkan esama ummat. itu pertanda selam ini ibadah kalian belum berbuah, akhirnya suka menghakimi orang lain, walaupun sesama Islam.
yg punya web ini sangat disayangkan, gelarnya sudah tinggi tapi sangat dangkal dalam memahami sebuah kalimat meditasi. hal itu menunjukkan anda kurang faham betul apa yg dimaksud dg meditasi.
jika kata meditasi dianggap bukan "Islami", tapi mengapa kalian juga memakai kata Hindu dalam penyebutan istilah utk agama, misalkan kata Surga dan Neraka, puasa, hari raya.
saya mohon sbelum suka menghakimi pelajari dulu meditasi secara luas, karena Nabi sendiri suka melakakan "meditasi":
1. ketika di gua Hira
2. setiap 10 akhir bulan romadhon Nabi menganjurkan I'tikaf dimasjid.
3. Nabi menganjurkan pd ummatnya untuk sering bertafakkur tentang ciptaan Allah

Jika mau jujur tata cara ibdah sholat itu bukan milik Islam, karena sebelum Islam sudah ada tata cara Nabi-nabai sebelum Nabi Muhammad dg cara Ruku, sujud atau duduk bersimpuh. semua gerakkan tsb disempurnakan oleh Nabi Muhammad.
jika mau jujur lagi banyak syariat-syariat sebelum islam yg disyariatkan menjadi Islam, misalnya; Jilbab, khitan nikah, puasa dsb.
Quote
 
0
shalat adalah bagian khusus dalam ajaran islam,islam adalah 'agama langit' bukan agama yg lahir dari hasil pemikiran manusia!!!!
Quote
 
-1
@ fachry

bisa diselesaikan dengan dzikir syar'i bung
kalau Anda lakukan itu dengan diam tanpa melakukan apa2, sekalipun tanpa mantra,
bisa2 dikira jin, anda sedang nganggur..
Quote
 
0
Gimana kalo MEDITASI itu dugunakan bukan dengan tujuan kesaktian, perdukunan, ilmu kebal. Tetapi dengan tujuan untuk mengasah jiwa biar nggak gampang gugup menghadapi musuh, tetap relaks, mengasah refleks tubuh serta mengatur irama jantung agar nggak mudah panik dalam pertempuran ? dilakukan tanpa mantra-mantra dan ritual2 lainnya ?

http://www.online-muslim.com
Quote
 
0
sudah pada ikut pelatihannya belum?
kalau belum ya silahkan ikut dulu, nanti setelah itu baru menilai apakah pelatihan sholat khusyu itu benar atau tidak. jangan banyak alasan loh ya, intinya adalah lihat, amati, dengar bila perlu ajak diskusi face to face dengan orangnya baru kita bisa menilai metode untuk mencapai khusyu ini sesuai syariat atau tidak.

Wallahu a'lam
Quote
 
0
ini hanya wacana...
hati-hati dengan provokator yang menyulut permusuhan Islam. dia berawal dari mengomentari pendapat orang lain kemudian menganggapnya sesat..!
Quote
 
0
@ Bagoes !

Statemen anda “Sholat yg di konsepkan oleh Abu sangkan,selama itu tidak membawa kearah syirik kenapa harus dipermasalahkan ..????ambil hikmah dan manfaatnya. jika anda mempunyai jalan lain yg sesuai dengan sunnah yg menurut anda lebih baik ...ya jalanilah jalan anda tersebut. pada intinya jangan banyak omong jika anda baru tahu sdikit tentang sesuatu.”

Ungkapan di atas tepat kalau diucapkan oleh “orang awam banget” terhadap konsep umum ajaran Islam dan khususnya konsep tafsir Al-Qur’an. Tidak bermaksud menggurui, namun dalam rangka tawashaubil haq, disini perlu kita tegaskan bahwa salah satu pilar keutuhan Islam adalah menegakan amar ma’ruf dan nahyi ‘anil munkar sesuai kadar dan kemampuan seseorang. Dari konsep ini, apa yang kami sampaikan semata-mata berada pada koridor tersebut. Sebab hemat kami sebagai komunitas pencita tafsir al-Qur’an, apa yang disampaikan oleh Ust. Abu Sangkan (tanpa mengurasi rasa hormat pada yang bersangkutan) tentang konsep shalat khusyu, kiranya ada beberapa hal yang perlu dikoreksi yang dipandang urgent sebagai mana yang telah kami sampaikan. Menurut kami apa yang disampaikan oleh ust. Abu Sangkan tentang konsep “ shalat khusyu” yang disamakan dengan “meditasi” dipandang bertentangan (illegal product) jika dianalisa dengan metodologi tafsir tematik, namun mungkin “benar” jika dianalisa dengan metode tafsir illegal (tafsir al-mazmum). Jika anda baca tulisan kami secara seksama, sebenarnya kami mengajak kepada para pembaca (netter) untuk lebih objektif melihat persoalan shalat khusyu dengan pendekatan metodologis tafsir Al-Qur’an sebab persolan “shalat khusyu” kalau kita sepakati ia sebagai sebuah istilah al-Qur’an lebih signifikan jika dikupas dengan pendekatan metodologi tafsir al-Qur’an al-Mahmud dari pada dengan hawa nafsu, emosional maupun tendisius (terutama para murid murid dan pengikutnya). Sebab persoalan apapun, jika kita hadapi dengan objektif (kesadaran) akan menuntun kepada kebenaran (hidayah). Namun jika selalu subjektif malah hawa nafsu setani yang menuntun seseorang yang ujung-ujungnya dibutakan mutiara hikmah dari segala sesuatu. Intinya melihat segala persoalan dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih yang insyaAllah akan menuntun kita pada kebenaran yang hakiki, dengan tak lupa mohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah dari intrik-intrik setan yang selalu menjebak manusai beriman masuk ke dalam perangkapnya.

Kalau anda mau sedikit “cerdas” koreksi dong metodologi yang kami paparkan, bukan kesimpulan kami saja yang anda lihat. Keuntungannya dua, anda bertambah wawasan, kedua anda akan lebih waspada!, bukankah didunia ini tidak ada manusia yang luput dari kelalaian dan kekeliruan, hanya setingkat Nabi dan Rasul-Nya yang terpelihara dari dosa karena kemaksuman-Nya. Sedangkan bagi kami, anda, ustad Abu Sangkan dan lainnya, tidak ada jaminan, So, hanya rahmat Allah melalui ilmu yang bener yang bisa membimbing seseorang plus mengkritisi dorongan hawa nafsu, sehingga terbebas dari jerat-jerat Iblis laknatullah. Itulah kenapa kita senantiasa dituntun untuk belajar sampai akhir hayat.

Terakhir , saran dari kami bagi para netter yang intrestnya terhadap islam, khususnya dalam kajian tafsir al-Qur’an , maka belajar dan memahami metodologi serta kaidah-kaidah penafsiran Al-Qur’an adalah tindakan yang paling arif dilakukan agar menuntun kita untuk mendapat “isi” yang terkandung didalamnya secara optimal.

Wallahu’Alam bissawab !
Quote
 
0
manusia dalam menafsirkan sesuatu itu beragam,,,sesua i dengan latar belakang pendidikannya dan pengetahuannya. maka janganlah memvonis sesutu itu adalah salah jika kita baru tau sedikit mengenai masalah tersebut,.
jika semua itu ada dasar dan manfaatnya knapa harus dipersalahkan.. ...banyak cara untuk mendekat kepadaNya asal dengan niat yg tulus dan ikhlas untuk mendapat ridhonya.
yang salah adalah mereka yg sama sekali tidak mempunyai niat untuk mendekat kepadaNya.
Sholat yg di konsepkan oleh Abu sangkan,,,selam a itu tidak membawa kearah syirik knapa harus dipermasalahkan ..????ambil hikmah dan manfaatnya.
jika anda mempunyai jalan lain yg sesuai dengan sunnah yg menurut anda lebih baik ...ya jalanilah jalan anda tersbut.
pada intinya jangan banyak omong jika anda baru tahu sdikit tentang sesuatu.
Quote
 
-1
jangan membuat metode sendiri tentang ibadah, yg hanya untuk menambah penghasilan
Quote
 
+1
Sibuuuuuuuk nyari kesalahan orang lain aja... bukannya ngoreksi atau berbuat sesuatu yang melebihi ataupun lebih baik...
Quote
 
+1
bukannya Muhammad sebelum diangkat menjadi nabi juga khalwat di Gua Hira ya? khalwat dengan meditasi bukannya sama ya, asal tujuannya untuk tafakur kepada Yang Maha Pencipta.

Selain itu bukannya Musa juga pernah melakukan hal yang serupa di Gunung Sinai.

Saya kurang terlalu paham dengan penjelasan Penulis untuk membuktikan bahwa Tidak Ada Meditasi Dalam Islam.

wallahu'alam
Quote
 
-1
Kalau meditasi dalam islam itu memang tidak ada. Rasulullah saw sendiri tidak pernah menyebut meditasi dalam urusan ibadah sehingga tidak pantas untuk kita memasukkan kata meditasi dalam urusan ibadah. Sholat bisa dibilang sebuah pertemuan antara Tuhan dengan hambaNya dimana hampir tidak ada jarak diantara keduanya jika seorang hamba mengerjakan dengan penuh keikhlasan. Jadi intinya jangan mencampuradukka n antara urusan ibadah dengan yang tidak ada kaitannya dengan ibadah. Sementara tentang pelatihan sholat khusyu' sepertinya jangan terlalu digembor-gembor kan, sehingga sholat menjadi sesuatu yang bisa diutak-atik dan jangan dijadikan objek untuk menambah penghasilan. Rasulullah pun memang tak pernah mengajarkan atau melatih umatnya agar khusyu' dalam sholatnya. Khusyu' itu tergantung dari orangnya bukannya bisa dilatih seperti yang diterapkan ust. abu. kekhusyu'an dalam sholat bisa kita dapatkan dengan keyakinan setinggi-tinggi nya bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah...:-)

wassalam...
Quote
 
0
@ Alfi Kolis
Allah memang Maha Mengetahui tapi manusia (muslim) juga punya akal untuk menentukan mana yang hak dan bathil tentunya dengan merujuk pada pedoman (Al-Qur'an & Hadits). Setiap ibadah yang diada-adakan apalagi diimpor dari luar Islam itu tertolak bahkan sesat, cari sendiri lah di hadits.

Makanya mas, jangan terjebak pada paham perspektivisme/ relativisme.

:P
Quote
 
0
Banyak sudah paparan anda, juga dengan isi buku dari buku yg anda kritik ... Artinya bagi kita sama saja, karena hanya Dia yg tahu mana yang bathil atau hak ... Artinya syirik menurut anda atas isi buku tersebut berarti anda berusaha untuk men-syirik-an diri sendiri karena hanya Dia yg Maha Tahu ... Nuansa banyak sudut pandang jadikan sebagai rahmat-Nya buat umat-Nya apapun itu (Rahmatan lil'alamin) ... Jadi istiqomah buat diri sendiri jangan coba menjadikan hak dan bathil menurut sudut pandang sendiri. Amien.
Quote
 
0
to: abbas!,

Benar! setiap orang memiliki persepsi/sudut pandang/pendapa t terhadap sesuatu dan semuanya semua orang tidak akan mencapai “sepakat” dalam mempersepsi sesuatu itu.

Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.(QS Hud 11:118

Persoalannya, kita dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang kita persepsikan, dalam artian setiap kita berpendapat mesti memiliki dasar hukum (dilalah) yang jelas dan kuat (shahih wa aqwa) dan kewajiban yang lainnya menilai setiap pendapat dengan dasar ilmu (metodologi) yang benar pula sehingga dia setidaknya tergolong muttabi kalau sependapat tidak menjadi muqallid. Lebihnya akan memiliki jiwa tasamuh jika tidak sependapat.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.( QS Al-Isra 17:36)

Persoalan istilah “khusyu” adalah istilah yang terdapat dalam Al-Qur’an, sehingga untuk mengetahui pemaknaannya, kita mesti mengikuti metodologi pemahaman istilah al-Qur’an (tafsir). Ketika istilah al-Qur’an sudah menjadi bahasa sosial, maka niscaya istilah itu akan berubah bahkan akan bertolak belakang dengan makna aslinya. Kasus seperti ini banyak contohnya, celakanya semua orang latah terhadap peruabahan makna tersebut, padahal kalau dibiarkan bukan saja salah tapi menyesatkan. Tentu saja kewajiban orang yang “paham” untuk mengembalikan pemaknaan itu kepada “tempat” asalnya. Salah satu upaya untuk memahami istilah–istilah al-Qur’an itulah dengan pendekatan tafsir maudhu’I,

Wallahu’alam!
Quote
 
0
Itu kan menurut pendapat kamu ( pemilik blog ini )
Quote
 
-1
buat buku? ngga ah...ntar dianggap sesat kalo nda sesuai...hehehe he
Quote
 
-1
buat buku yang bisa menjawab aja kang,
tradisi akademis gitu..
jangan cuma diganti judulnya..
Quote
 
0
pengalaman ruhani dan idzin Alloh saja yang bisa membuat seseorang mampu mencapai derajat khusyu'

bukan dengan mengutak-atik metode sholat yang sudah jelas benar.
Quote
 
0
Mungkin judul bukunya yang perlu diganti....Pela tihan Sholat Agar Konsentrasi?... hehehehe


Kode keamanan
Segarkan