Tidak Ada Meditasi Dalam IslamKoreksi Terhadap Konsep Shalat Khusyû‘ Abu Sangkan
Oleh :Agus Junaedi, M.Ag Dalamsuatu presentasi Abu Sangkan tentang konsep "sholat Khusyû'", anda bisadownload di www.hajiumroh.com/.../PELATIHAN%20SHALAT%20KHUSYU-RINGKASAN.ppt, adabeberapa kalimat yang menjadi bahan pemikiran, kajian dan analisa ilmiah khususnya dalamperspektif studi Al-Qur'an. Kalimat itutertera dalam judul presentasi tersebut yakni "PELATIHAN SHALAT KHUSYÛ' (Shalatsebagai meditasi tertinggi dalam Islam)". Makna dari kalimat itu tidaksesederhana tulisnya, namun sangat dalam dan bisa menyentuh ranah yang paling urgentbagi seorang muslim yakni konsep keberagamaan paling dasar, tauhidullah yangberujung pada dua kutub, al al-haq dan al-batil. Pertanyaanmuncul pertama kali dalam benak penulisadalah apa iah shalat khusyû' itu perlu ada pelatihan khusus ?. Kedua masa iahRasulullah mengajarkan meditasi pada umatnya atau dalam kata lain Rasulullahmengadopsi ajaran diluar Islam.
Untuk bisa memahami sejauh manakonsep "shalat khusyû'" Abu Sangkan ini apakah haq atau batil dalamperspektif studi Al-Qur'an, perlu kiranya kita "menyepakati" lebih dahulu kerangkapemikiran kajian dalam perspektif studi Al-Qur'an berikut ini; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْقَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍعَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْاللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 1. "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadiorang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksidengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebihdekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah MahaMengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Maidah 5:8) 2. Agama Islam atau Islam adalah seluruhnya milik AllahSubhanahu wa Ta'ala dan harus dijadikan, dipersembahkan untukAllah Subhanahu wa Ta'ala bukan selainnya. Konsekuensinya jika Islamdianggap milik pribadi atau golongan dalam aspek apapun adalah termasukperbuatan syirik. Dalam artian haram hukumnya jika berislam untuk kepentinganselain Allah baik untuk pribadi atau kelompok orang. Hal ini sebagaimanadisebutkan dalam surat QS Al-Anfal 8:39 وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌوَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَايَعْمَلُونَ بَصِيرٌ " Dan perangilah mereka, supaya jangan adafitnah dan supaya agama (Islam) itu semata-mata untuk Allah. Jika merekaberhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang merekakerjakan." 3. Sumber kebenaran agama Islam mutlak ada pada Allah danRasul-Nya yang terpresentasikan dalam Al-Qur'an dan al-hadits (yang dimaksudal-hadits disini adalah hadits al-shahih). Artinya siapa pun tidak hak untukmenyebutkan "haq" terhadap konsep beragama tanpa bersumber pada Al-Qur'an danAl-Hadits. Al-Qur'an dan al-Hadits yang lebih berhak menjadi tahkim segalaurusan agama, selainnya adalah kebatilan. ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّالْكَبِيرُ "Demikianlah, karena sesungguhnya Allah,Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allahitulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi MahaBesar." (QSLuqman 31:30) 4. Siapa yang lebih berhak untuk mengajarkan dan memberikan status hukum pada masalah Islam ? Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihiwa Sallam adalahorangnya, jadi urusan Islam terutama masalah aqidah dan ibadah yang berhakmengajarkan adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, selainbeliau tidak berhak mengklaim bahwa itu adalah agama tanpa merujuk kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam danhukumnya batil. Maka kewajiban bagi kita adalah mengikutipetunjuk Rasulullah yang bersumber dari Al-Qur'an danAl-Hadits. قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ فإِنتَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ "Katakanlah: "Taatilah Allahdan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukaiorang-orang kafir". (QS Ali Imran 3:32) 5. Masalah ibadah dalam Islam bersifat baku dan tidak adaruang untuk dikritisi baik dengan penambahan atau modifikasi, kewajiban bagiseorang muslim adalah mendengar dan menta'ati. إِنَّاأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُالدِّينَ "Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab(Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikanketaatan kepada-Nya." (QS Al-Zumar 39:2) Dari kerangka pemikiran diatas, konsep"shalat khusyû'" Abu Sangkan dapat dianalisis sebagai berikut: 1. Istilah "shalat Khusyû'" secara teks tidak pernah adadalam Al-Qur'an dan al-Hadits. Kalau pun merujuk pada surat Al-Mu'minun 40:2 (orang-orang yang khusyû'k dalamshalatnya,) maka tidak otomatis menjadi satu istilah baku "shalat khusyû'"perluditela'ah lebih dahulu. Ayat itu secara konseptual menyebutkan dua hal yangberlainan yakni "shalat" disatu pihak dan "khusyû'" dipihak lain. 2. Abu Sangkan secara teori "mengajarkan" bagaimana shalatyang khusyû'' atau bagaimana supaya bisa khusyû'' dalam shalat, Sedangkan Al-Qurãnmalah menegaskan bahwa khusyû'' harus lebih dulu ada sebelummelakukan shalat, karena shalat itu adalah sesuatu yang berat. Disampingitu Rasulullah pun tidak pernah mengajarkan bagaimana shalat yang khusyû' atau bagaimana supaya bisa khusyû' dalamshalat. Dan juga tidak ada perintah untuk belajar atau mengajarkan "shalat khusyû'" وَاسْتَعِينُواْبِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ Danmintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dansesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyû'k,(QS Al-Baqarah 2:45) 3. Konsep meditasi (anda cek di http://id.wikipedia.org/wiki/Meditasi) tidak dikenal dalam Islam, meditasi merupakandasar ritual dari agama-agama pagan yang kemudian diadopsi ke berbagaikegiatan-kegiatan misalnya pada olah jiwa Yoga. Menyamakan konsep meditasi denganshalat dalam sudut pandangan filsafat ilmu jelas sebuah kekeliruan besar,apalagi menyebutkan "shalat sebuah meditasi tertinggi dalam Islam" adalah suatukebatilan. 4. Abu Sangkan dalam paparan "shalat khusyû'"nya memang berdasarkansumber-sumber yang valid (Al-Qur'an dan hadits shahih), namun dalam prakteknyabeliau gabungkan dengan pendekatanmeditasi, dalam kata lain tanpa sadar beliau telah memodifikasi ataumencampuradukan (sinkretis) dua konsep yang bertentangan (al-Haq danal-Batil) yang jelas terlarang dalam Islam.(QS Al-Baqarah 2:42) Dan janganlah kamu campur adukkan yang hakdengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamumengetahui. 5. Islam tidak untuk dikomersilkan, namun untuk didakwahkandisebarkan kepada umat untuk kemaslahatan dunia dan akhirat. Namun tidakdemikian dengan "shalat khusyû'" versi Abu Sangkan, dengan dibukanya "kursus, diklat" shalat khusyû', ibadah shalat menjadisebuah "ladang" penghasilan baru bagiseluruh "kru" pelatihan shalat khusyû'. Yang ini termasuk perkara "menjualayat-ayat Allah". " Maka kecelakaan yang besarlah bagiorang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, laludikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperolehkeuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagimereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaanbesarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS Al-Baqarah 2:79) Khusyû'Dalam Al-Qur'an a. Tinjauan makna bahasa Katakhusyû' (خشُوْع) berasaldari (خَشَعَ) . Kata inibeserta kata lain yang seakar dengan itu ditemukan di dalam Al-quran sebanyak17 kali dalam 16 ayat. Satu kali dengan fi'l mâdhi (kata kerja masa lalu) (خَشَعَت) 20:108, satukali dengan fi'l mudhâri' (kata kerja masa kini dan akan datang) (تَخْشَعَ) 57:16, satukali dengan mashdar (infinitif) (خُشُوعاً) 17:109 danselebihnya diungkapkan dengan ism fâ'il (kata benda yang menunjukkan pelaku)(خَاشِعَة) 68:43, 41:39,88:2, 70:44, 79:9, 42:45, 21:90,23:2, 2:45, 3:199, 33:35, 59:21 (خُشَّعاً) 54:7. Dandari 16 ayat tersebut 11 ayat tergolongpada makiyah, dan 5 ayat tergolong madaniyah. Secara bahasa, khusyû' (خُشُوْع) berarti'tunduk' atau 'merendahkan diri'. Al-Asfahani menyamakan arti khusyû' (خشُوْع) dengandhirâ'ah (ضِرَاعَة = merendahkandiri). Hanya saja pada umumnya kata khusyû' (خشُوْع) lebih banyakdipergunakan untuk anggota tubuh, sementara kata dhirâ'ah (ضِرَاعَة) lebih banyakdipergunakan untuk hati (ketundukan hati). Ia mengemukakan contoh sebuahriwayat yang mengatakan, idzâ dhara'a al-qalb khasya'at al-jawârih (إِذَا ضَرَعَالْقَلْبُ خَشَعَتِ الْجَوَارِحُ = ketika hatitelah tunduk, ketika itu pula anggota tubuh menjadi tunduk). Hal senada jugadikemukakan oleh Ibnu Manzur Al-Ansari yang mengatakan bahwa khusyû' (خُشُوْع) berarti"tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan melemparkan pandangannya kebawah (ke bumi) lalu ditundukkan kepalanya dan dipeliharanya suaranya". Pendapat lain mengatakan bahwa katakhusyû' lebih sempurna dari kata khudhû'. Kalau khudhû' hanyadengan membungkukkan badan untuk memperoleh suatu benda yang ada di bawah,sementara khusyû' (خُشُوْع) mencakupmenundukkan badan, suara, dan penglihatan. Hal ini sesuai dengan firman Allahyang artinya, "Dan mereka menyungkurkan muka sambil menangis dan merekabertambah khusyû'k" (QS. Al-Isrâ' 17:109). Ayat ini sebagai penghibur NabiMuhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa beriman atau tidaknya seseorang itutidak usah dirisaukan. Pada hari Kiamat suara dan penglihatan manusia menjadirendah (khusyû'k) karena dulunya ada yang tidak mau bersujud kepada Allah (QS. Thâhâ 20:108 dan QS. Al-Qalam 68:43). Dengan demikian khusyû' (خُشُوْع) berarti"menundukkan diri dengan cara menundukkan anggota badan, merendahkan suara,atau penglihatan, dengan maksud agar yang menundukkan diri itu benar-benarmerasa rendah dan tanpa kesombongan". Pada umunya pengertian khusyû' (خُشُوْع) ditemukan didalam rangka mendekatkan diri, memperhambakan diri kepada Allah seperti shalat dan berdoa memohon sesuatu dariAllah. Di dalam QS. Al-Mu'minûn 23:1–2 misalnya,dikatakan bahwa orang beriman yang sukses antara lain ditandai dengan kekhusyû'andirinya terbawa pada shalatnya. Latar belakang turunnyaayat ini, sebagaimana dikemukakan oleh Ath-Thabari, bahwa Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan sahabatnya mengarahkan penglihatan kelangit waktu melakukan shalat. Kemudian, Allah menurunkanayat ini dengan maskud agar di dalam shalat penglihatan harus dikebawahkandan tidak boleh melebihi batas tempat melakukan shalat. Karena itu, Ath-Thabarimengartikan khusyû' (خُشُوْع), berdasarkanbeberapa riwayat yang dikemukakannya, dengan "menundukkan kepala dan melihattempat sujud, tenang melakukannya, tidak menoleh ke kiri dan ke kanan,menundukkan hati dan menjaga penglihatan". Sementara itu, Ibnu Katsirmengartikan khusyû' (خُشُوْع) dengan "rasatakut kepada Allah dan tenang melakukan shalat (khâ'ifûn sâkinûn)". Iniberarti khusyû' di dalam shalat adalah mengosongkan hati darikesibukan di luar shalat yang akan mempengaruhi anggotatubuh dan pikiran. Dengan demikian, khusyû' (خُشُوْع) tidak lagisekadar menundukkan diri, tetapi sudah mengarah kepada pemusatan perhatian(konsentrasi) kepada perbuatan yang dilakukan. Pada tempat lain, kata khusyû' (خُشُوْع) jugadipergunakan untuk orang yang beriman dengan melakukan ketaatan sepenuhnyakepada Allah serta ajaran-ajaran-Nya (QS. Ali 'Imrân 3:199) dihubungkan dengan orang-orangyang berserah diri, beriman, taat, orang yang benar, sabar, suka bersedekah,dan berpuasa serta memelihara kehormatannya (QS. Ali 'Imrân 3:35, QS. Al-Mu'minun 23: 1-11). Di samping pemakaian kata khusyû' (خُشُوْع) dalampengertian-pengertian di atas, di dalam Al-Quran juga ditemukan kata itu denganmakna lain yang dikaitkan dengan kemahakuasaan Allah. Contohnya, Allah mampumenghidupkan yang mati dengan mengemukakan perumpamaan bumi yang kering tandus(khâsyi'ah, خَاشِعَة), jika Allahmenurunkan hujan maka ia menjadi hidup dan subur (QS. Fushshilat 41:39). Juga dikaitkan denganpembuktian dan kebenaran Alquran sebagai mukjizat karena ada tantangan dariorang kafir. Karena itu, Allah memberikan perumpamaan jika Al-Quran diturunkan di atas gunung, makagunung itu akan merunduk dan pecah (khâsyi'an mutashaddi'an) karena takutkepada Allah. Di sini kata khâsyi' disambung dengan kata mutashaddi'untuk menguatkan perumpamaan tersebut, agar manusia berpikir. Kendatidi dalam Al-Quran pemakaian kata khusyû' (خُشُوْع) mengacu kebeberapa makna seperti telah diuraikan, tetapi yang paling banyak dipergunakanadalah arti kekhusyû'an di dalam beribadah, seperti dalam shalat, berdoa, dan ibadah lainnya.Jadi kekhusyû'an itu bukan dibangun dalam shalat tetapi diluar shalat,sebagaimana kesabaran itu bukan dibangun dalam musibat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sabaryang paling utama adalah tatkala musibat datang pertama kali, artinya kesabaranitu telah ada sebelum datangnya musibah. Begitu juga syukur harus dibangunsebelum datang karunia. b. Tinjauan makna kronologis surat Namun jikakita tinjau pemaknaan kata khusyû' (خُشُوْع) dari sudutrunut surat, kita akan mendapati bahwa kata khusyû' (خُشُوْع) mengalamipergeseran makna dari konotasi buruk menjadi konotasi baik (terpuji) sebagaiberikut: 1. Pada periode awal Makiyah digunakan pada kontekssikap yang negatif, buruk (68:43, 54:7, 20:108, 17:109, 41:39, 42:45, 88:2) pada ayat-ayat ini kata khusyû' (خُشُوْع)digunaan sebagai celaan bagi para pendosa yakni kondisi diri yang tundukterhina baik didunia maupun diakhirat. 2. Kemudian periode tengah makiyah katakhusyû' (خُشُوْع) berubah maknamenjadi positif , yaitu sebagai akhlakkarimah sosok Nabi Zakaria a.s. Sebagaimana disebutkan dalam 21:90 فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىوَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِوَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ Maka Kami memperkenankan doanya (Zakaria), dan Kami anugerahkan kepadanya Yahyadan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnyamereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dancemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyû'kkepada Kami. (Al-Anbiya:90) Dariayat ini secara definitifkhusyû' itu adalah adanya dua perkara pada diri seorang muslimyaitu; a. orang-orangyang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik b. orang-orangyang berdoa kepada Allah Subhanahu waTa'ala denganharap dan cemas. 3. Pada periode akhir Makiyah disebutkan bahwa sikap khusyû' (خُشُوْع) menjadi salahsatu syarat objektif untuk meraih kemenangan umat nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam jika terbawa saat melakukan shalat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu'minun 23:2 الَّذِينَ هُمْ فِيصَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (yaitu)orang-orang yang khusyû'k dalamshalatnya, (Al-Mu'minun:2) 4. Selanjutnya pada periode awal Madaniyah, hal tersebut lebih dipertegas dan menjadisebuah aksioma, bahwa pertolongan Allah akan turun bagi orang yang beriman jika kekhusyû'andibangun bukan saja didalam shalat namun diluar shalat. Pada konteks QS Al-Baqarah 2:45 disebutkan al-shabru (shaum)walaupun dipandang berat karena adanya perluasan terhadap makna khusyû', اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِوَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَيَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itusungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyû'k (yaitu) orang-orang yangmeyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembalikepada-Nya." (QS Al-Baqarah 2:45-46) Pada periode inilah secara definitif Al-Qur'an menyebutkan kepada kita tentang kata khusyû' (خُشُوْع) yakni seorang mukmin yang memiliki sikap: a. orang-orang yangselalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik b. orang-orang yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala denganharap dan cemas. c. orang-orang yangmeyakini, bahwa mereka akan menemui Allah Subhanahu wa Ta'ala d. orang-orang yang optimis bahwa dia akan berhasil kembalikepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam keadaan ridha dan diridhai. 3E5. Pada periode akhir Madaniyah, sikap khusyû' (خُشُوْع) terinternalisasi dalam pribadi seseorangsebagaimana sikap-sikap terpuji lainnya (QS Al "Belumkah datang waktunya bagi orang-orangyang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingatAllah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlahmereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya,kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadikeras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Al-hadid 57:16) "Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pastikamu akan melihatnya tunduk terpecah belahdisebabkan takut kepada Allah. Danperumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir." (QS al-Hasyr 59:21). Darikajian diatas jelas bahwa konsep khusyû' dalam al-Qur'an jelas dantegas, walhasil meditasi bukanlah khusyû' , begitu juga shalat bukanlah sebuahmeditasi. Tidak ada meditasi dalam Islam. Meditasi adalah sebuah ritual yangbersumber dari ajaran-ajaran pagan,sedangkan shalat adalah syari'at yang bersumber dari Allah Subhanahu waTa'ala. Daftar Runut Ayat-ayat Khusyu’
Wallahu'alambisawwab !
Set as favorite
Bookmark
Hits: 4761 Comments (33)
![]()
Miftahul Hadi
said:
|
|
saudara-saudara salah!!!!! sebenarnya dzikir adalah salah satu bentuk meditasi u/ mendekatkan diri pada Allah SWT |
|
rocker asem
said:
|
benar itu diam benar itu diam,.,.,semakin dibicarakan semakin salah,. benar dibicarakan salah/benar tetap aja benar,., bentuknya, salah jg begitu, dibicarakn benar/salah tetap saja salah, di sini yg saya bicarakan jg salah, karna kbenaran pda dasarnya gak butuh pendapat, wawasan yg qt punya hanya utk menyikapi dan melihatnya saja, |
|
Eyang Raksa Pati - Tangsel
said:
|
Cinta Umat Karomah suatu ayat akan mendarah daging kpd siapa yang membacanya, bkn apa yang di bacanya. Semua tulisan sahabat bagus2, insya Allah bermanfaat. Semua benar koq, karena pada tiap2 diri manusia itu t'lah di turunkan ma'rifat ( pengetahuan ) sesuai dgn porsinya masing2... !!! Terima kasih Eyang Raksa Pati Tangerang Selatan |
|
Aby-Harun AlGhozali
said:
|
1991 apakah bisa disamakan antara Meditasi dengan "'Uzlah BIdayaha??? terimakasih"""" |
|
Elys Misrohmawati
said:
|
Appreciation Saya sangat salut dengan tulisan ini. Ya, harus ada orang-orang yang sensitif terhadap segala potensi penyimpangan dalam agama ini. Namun saya lebih suka umat Islam lebih tertarik untuk mengikuti pelatihan shalat khusyuk daripada mengikuti trend training yoga atau meditasi |
|
YOGI
said:
|
... mohon maaf sebelumnya,wong bodo numpang nimbrung komen: 1. islam rahmat bagi seluruh alam 2. islam hadir semenjak penciptaan manusia pertama (kalau tidak salah) 3. Nabi Muhammad, SAW mengatakan: Beliau adalah sebagai sebuah batu pelengkap (penyempurna) suatu bangunan (ISLAM)(lihat hadits) 4. Semua ciptaan Allah ada gunanya (bukan barang rongsokan/ sampah)termasuk sholat, bahkan penetapan waktunya pun ada makananya yang berguna untuk kehidupan (irama sirkardian)(lihat Al-Qur'an) 5. orang yang ingin tenang jiwanya mesti merasa Allah hadir (ikhsan)dan merasa dekat dengan Allah (diawasi) 6. orang yang tidak merasakan kehadiran Allah, mungkin buta matanya, telinganya atau yang paling parah buta mata hatinya 7. orang yang ingin melek mata hatinya harus banyak dzikir, trus perlu keheningan (kholwat/ sholat)bebaskan dari belenggu dunia untuk mengenal diri dan Penciptanya. 8. pertanyaannya apa sholat perlu latihan, seperti pelatihan Abu sangkan? menurut saya sih perlu. karena sholat berkaitan dengan manajemen hati. "jika baik sholatnya maka baik amalnya (lihat hadits)(ini artinya dalam sekali), dimana sholat mampu menyerap kehendak (energi positif)Allah dan menyebarkan keseluruh alam (kebaikan)/ rahmat bagi seluruh alam 9. coba baca artikel tentang "cara meditasi yang baik" (apa tujuan meditasi, caranya) bandingkan dengan sholat. (Coba mas buka semua hadits tentang sholat, caranya, bagaimana sebelum sholat (persiapannya), bolehkah kita lari kemesjid/ tergesa-gesa takut ketinggalan sholat atau dianjurkan tetap berjalan tenang, silahkan direnungkan apa maknanya)bandingkan dengan cara atau syarat meditasi. 10. menurut saya sholat itu sebenarnya ya suatu bentuk meditasi juga, tapi Ajaran Rasulullah." sholatlah sebagaimana aku sholat " atau maaf bukan bermaksud merubah " meditasilah sebagaimana aku meditasi" 11. menurut guru saya, biar mata hati bersih adalah harus puasa: puasa menghakimi orang lain, puasa menggunjing, atau mendengarkan gosip, dan puasa mengeluh. saya rasa kata-kata guru saya ini senada dengan petunjuk Rosululloh SAW. 12. mungkin langkah bijaknya adalah kita selalu mencari solusi dari persoalan, bukan mencari persoalan dari sebuah solusi. sekali lagi mohon maaf trims |
|
Ul Haq
said:
|
... Dalam Islam memang tidak dikenal istilah Meditasi. Islam hany mengenal istilah Khaluwat. Nabi SAW telah menjalankan Khaluwat sejak umur 25 tahun hingga 40 tahun. Istilah meditasi memang berkonotasi terhadap ajaran agama lain. Dan kalau mau memakai istilah islam maka Khaluwatlah yang benar. Orang Islam boleh melakukan khaluwat karena itu dipraktekkan sendiri oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah SAW melakukannya secara khusus dengan cara menjauhi hiruk pikuk kehidupan dengan pergi kesebuah goa hera yang jauh dari kota mekkah. Tujuan khaluwat adalah menenangkan hati dan pikiran serta mengendalikannya guna mengenal diri dan tuhan. Sehingga Akhirnya Rasulullah kenal akan diri dan tuhan dengan mendapatkan Wahyu dari Allah SWT. Begitu juga dengan Meditasi hanya saja diperkenalkan oleh seorang pendeta Hindu yang juga bertujuan untuk menenangkan hati dan pikiran serta mengendalikannya sehingga mengenal diri dan tuhan mereka.(dari mana petunjuk tersebut ???????????? jelas menurut islam) |
|
Podo Ora Weruhe
said:
|
Asal komeng Kita semua Sama2 tidak tahu, daripada ribet sampe ribut mending berserah diri. nanti di akhirat sama2 kita buktikan siapa yang paling benar. jadi kita janjian di neraka atau di surga guna membahas perkara ini. |
|
Afandi
said:
|
... Ustz Agus J, M.Ag. ... Belajarlah lebih banyak lagi, Ilmu Allah sangat luas, tapi jangan teorimu menjadi hijab bagi anda. Perbnanyaklah zikir, jangan perbanyak membaca. |
|
andi wahab
said:
|
kesimpulan dari penjelasan saudara diatas dapat disimpulkan bahwa didalam alquran khusuk adalah suatu keadaan dimana kita sudah menundukkan kepala berserah diri kita bersama seluruh anggota badan kita serta bersabar kepada ALLah sehingga ALLAH lah yang membimbing kita menemuinya . suatu keadaan yang tidak dapat dicerna dengan akal. sehingga sholat kita benar benar berserah diri kepada ALLAH.diam kita tumakninah kita,bacaan kita semua milik ALLAH sehingga setelah kita sholat maka wajah kita akan berseri seri sebagaimana rosululloh sholat. |
|
yang terus mencari
said:
|
khusu" atau konsentrasi khusu' dan pemusatan pikiran dan konsentrasi semuanya hanya beda nama namun tetap sama tujuannya. bila inggin membagakan islam maka anda harus terjun langsung kedalam islam contohnya hadir dalam ritual islam tahlilan maupun lain-lainnya. inilah islam kita sebagai umat islam harus bangga. jangan sok suci sendiri seperti tidak ada dosa sama sekali. anda bekata negatif maka akan memakan si pengucapnya sendiri, camkan itu, berkatalah baik2 dan tidak perlu menyalahkan orang lain. ok. saya sendiri sudah mendapatkan apa arti dari hidup ini setelah saya paduakan olah pernapasan taichi, yoga dll baik meditasi maupun tenaga dalam ternyata Al-quran dan sholat tidak dapat menandinginya semua, saya telah memperagakan olah pernapasan dengan mengunakan Bacaan ayat-ayat Al-quran dan ternyata saya mengikuti irama dan gerakan melebihi dari taichi dan yoga maupun prana. dan Gerakan sholat dan titik titik merdianpun di gerakan atau diberi petunjuk oleh Bacaan Al-Quran dan Sholat, cobalah bagi anda yang pernah belajar taichi dan yoga maka tangan, napas dan tubuh anda akan bergerak dan cobalah anda degarkan mortar bacaan alquran makan pernapasan, gerakan tanggan dan tubuh anda akan melebihi dari mereka. wassalam |
|
bajuqueen
said:
|
... @yohanes barangkali itu jualannya abu sangkan, ane sebagai "pembeli" jujur kurang respek sama caranya jualan sama isi jualannya, ane kenal dia dari met***tv, tv yang kalo ramadhan suka mengundang tokoh2 yang "ndableg" dari tata cara salat yang diperagakan si model ga kena sama cara salat biar khusyuk, pegel sih iya. samalah modelnya kayak ESQ duit abis berjuta-juta isinya meragukan |
|
Yohanes
said:
|
... @ all salah satu ciri ummat islam aladah "keminter" akhirnya gampang menyalahkan esama ummat. itu pertanda selam ini ibadah kalian belum berbuah, akhirnya suka menghakimi orang lain, walaupun sesama Islam. yg punya web ini sangat disayangkan, gelarnya sudah tinggi tapi sangat dangkal dalam memahami sebuah kalimat meditasi. hal itu menunjukkan anda kurang faham betul apa yg dimaksud dg meditasi. jika kata meditasi dianggap bukan "Islami", tapi mengapa kalian juga memakai kata Hindu dalam penyebutan istilah utk agama, misalkan kata Surga dan Neraka, puasa, hari raya. saya mohon sbelum suka menghakimi pelajari dulu meditasi secara luas, karena Nabi sendiri suka melakakan "meditasi": 1. ketika di gua Hira 2. setiap 10 akhir bulan romadhon Nabi menganjurkan I'tikaf dimasjid. 3. Nabi menganjurkan pd ummatnya untuk sering bertafakkur tentang ciptaan Allah Jika mau jujur tata cara ibdah sholat itu bukan milik Islam, karena sebelum Islam sudah ada tata cara Nabi-nabai sebelum Nabi Muhammad dg cara Ruku, sujud atau duduk bersimpuh. semua gerakkan tsb disempurnakan oleh Nabi Muhammad. jika mau jujur lagi banyak syariat-syariat sebelum islam yg disyariatkan menjadi Islam, misalnya; Jilbab, khitan nikah, puasa dsb. |
|
bram
said:
|
... shalat adalah bagian khusus dalam ajaran islam,islam adalah 'agama langit' bukan agama yg lahir dari hasil pemikiran manusia!!!! |
|
lilis
said:
|
... @ fachry bisa diselesaikan dengan dzikir syar'i bung kalau Anda lakukan itu dengan diam tanpa melakukan apa2, sekalipun tanpa mantra, bisa2 dikira jin, anda sedang nganggur.. |
|
fachry
said:
|
Meditasi untuk refleks tubuh Gimana kalo MEDITASI itu dugunakan bukan dengan tujuan kesaktian, perdukunan, ilmu kebal. Tetapi dengan tujuan untuk mengasah jiwa biar nggak gampang gugup menghadapi musuh, tetap relaks, mengasah refleks tubuh serta mengatur irama jantung agar nggak mudah panik dalam pertempuran ? dilakukan tanpa mantra-mantra dan ritual2 lainnya ? http://www.online-muslim.com |
|
محد اقبال
said:
|
all sudah pada ikut pelatihannya belum? kalau belum ya silahkan ikut dulu, nanti setelah itu baru menilai apakah pelatihan sholat khusyu itu benar atau tidak. jangan banyak alasan loh ya, intinya adalah lihat, amati, dengar bila perlu ajak diskusi face to face dengan orangnya baru kita bisa menilai metode untuk mencapai khusyu ini sesuai syariat atau tidak. Wallahu a'lam |
|
PARJO
said:
|
... ini hanya wacana... hati-hati dengan provokator yang menyulut permusuhan Islam. dia berawal dari mengomentari pendapat orang lain kemudian menganggapnya sesat..! |
|
bagoes
said:
|
... manusia dalam menafsirkan sesuatu itu beragam,,,sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan pengetahuannya. maka janganlah memvonis sesutu itu adalah salah jika kita baru tau sedikit mengenai masalah tersebut,. jika semua itu ada dasar dan manfaatnya knapa harus dipersalahkan.....banyak cara untuk mendekat kepadaNya asal dengan niat yg tulus dan ikhlas untuk mendapat ridhonya. yang salah adalah mereka yg sama sekali tidak mempunyai niat untuk mendekat kepadaNya. Sholat yg di konsepkan oleh Abu sangkan,,,selama itu tidak membawa kearah syirik knapa harus dipermasalahkan..????ambil hikmah dan manfaatnya. jika anda mempunyai jalan lain yg sesuai dengan sunnah yg menurut anda lebih baik ...ya jalanilah jalan anda tersbut. pada intinya jangan banyak omong jika anda baru tahu sdikit tentang sesuatu. |
|
abu akif
said:
|
... jangan membuat metode sendiri tentang ibadah, yg hanya untuk menambah penghasilan |
|
kepalan tinju
said:
|
... Sibuuuuuuuk nyari kesalahan orang lain aja... bukannya ngoreksi atau berbuat sesuatu yang melebihi ataupun lebih baik... |
|
mumurere
said:
|
Mungkin hanya sebuah istilah bukannya Muhammad sebelum diangkat menjadi nabi juga khalwat di Gua Hira ya? khalwat dengan meditasi bukannya sama ya, asal tujuannya untuk tafakur kepada Yang Maha Pencipta. Selain itu bukannya Musa juga pernah melakukan hal yang serupa di Gunung Sinai. Saya kurang terlalu paham dengan penjelasan Penulis untuk membuktikan bahwa Tidak Ada Meditasi Dalam Islam. wallahu'alam |
|
zaki creeder
said:
|
JANGAN JADI ES CAMPUR Kalau meditasi dalam islam itu memang tidak ada. Rasulullah saw sendiri tidak pernah menyebut meditasi dalam urusan ibadah sehingga tidak pantas untuk kita memasukkan kata meditasi dalam urusan ibadah. Sholat bisa dibilang sebuah pertemuan antara Tuhan dengan hambaNya dimana hampir tidak ada jarak diantara keduanya jika seorang hamba mengerjakan dengan penuh keikhlasan. Jadi intinya jangan mencampuradukkan antara urusan ibadah dengan yang tidak ada kaitannya dengan ibadah. Sementara tentang pelatihan sholat khusyu' sepertinya jangan terlalu digembor-gemborkan, sehingga sholat menjadi sesuatu yang bisa diutak-atik dan jangan dijadikan objek untuk menambah penghasilan. Rasulullah pun memang tak pernah mengajarkan atau melatih umatnya agar khusyu' dalam sholatnya. Khusyu' itu tergantung dari orangnya bukannya bisa dilatih seperti yang diterapkan ust. abu. kekhusyu'an dalam sholat bisa kita dapatkan dengan keyakinan setinggi-tingginya bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah... wassalam... |
|
John Tor
said:
|
... @ Alfi Kolis Allah memang Maha Mengetahui tapi manusia (muslim) juga punya akal untuk menentukan mana yang hak dan bathil tentunya dengan merujuk pada pedoman (Al-Qur'an & Hadits). Setiap ibadah yang diada-adakan apalagi diimpor dari luar Islam itu tertolak bahkan sesat, cari sendiri lah di hadits. Makanya mas, jangan terjebak pada paham perspektivisme/relativisme. |
|
Alfi Kholis
said:
|
Meditasi atau apapun ... Banyak sudah paparan anda, juga dengan isi buku dari buku yg anda kritik ... Artinya bagi kita sama saja, karena hanya Dia yg tahu mana yang bathil atau hak ... Artinya syirik menurut anda atas isi buku tersebut berarti anda berusaha untuk men-syirik-an diri sendiri karena hanya Dia yg Maha Tahu ... Nuansa banyak sudut pandang jadikan sebagai rahmat-Nya buat umat-Nya apapun itu (Rahmatan lil'alamin) ... Jadi istiqomah buat diri sendiri jangan coba menjadikan hak dan bathil menurut sudut pandang sendiri. Amien. |
|
Admin
said:
|
Memang tidak ada meditasi dalam Islam to: abbas!, Benar! setiap orang memiliki persepsi/sudut pandang/pendapat terhadap sesuatu dan semuanya semua orang tidak akan mencapai “sepakat” dalam mempersepsi sesuatu itu. Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.(QS Hud 11:118 Persoalannya, kita dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang kita persepsikan, dalam artian setiap kita berpendapat mesti memiliki dasar hukum (dilalah) yang jelas dan kuat (shahih wa aqwa) dan kewajiban yang lainnya menilai setiap pendapat dengan dasar ilmu (metodologi) yang benar pula sehingga dia setidaknya tergolong muttabi kalau sependapat tidak menjadi muqallid. Lebihnya akan memiliki jiwa tasamuh jika tidak sependapat. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.( QS Al-Isra 17:36) Persoalan istilah “khusyu” adalah istilah yang terdapat dalam Al-Qur’an, sehingga untuk mengetahui pemaknaannya, kita mesti mengikuti metodologi pemahaman istilah al-Qur’an (tafsir). Ketika istilah al-Qur’an sudah menjadi bahasa sosial, maka niscaya istilah itu akan berubah bahkan akan bertolak belakang dengan makna aslinya. Kasus seperti ini banyak contohnya, celakanya semua orang latah terhadap peruabahan makna tersebut, padahal kalau dibiarkan bukan saja salah tapi menyesatkan. Tentu saja kewajiban orang yang “paham” untuk mengembalikan pemaknaan itu kepada “tempat” asalnya. Salah satu upaya untuk memahami istilah–istilah al-Qur’an itulah dengan pendekatan tafsir maudhu’I, Wallahu’alam! |
|
syalala
said:
|
... buat buku yang bisa menjawab aja kang, tradisi akademis gitu.. jangan cuma diganti judulnya.. |
|
syalala
said:
|
... pengalaman ruhani dan idzin Alloh saja yang bisa membuat seseorang mampu mencapai derajat khusyu' bukan dengan mengutak-atik metode sholat yang sudah jelas benar. |
|
henwin
said:
|
... Mungkin judul bukunya yang perlu diganti....Pelatihan Sholat Agar Konsentrasi?...hehehehe |
|










