larger smaller reset

 Sunni, Kaum Yang Tertindas di Iran?

 

Pemilu Iran meninggalkan empat nama: Mehdi Karroubi, Mirhossein Mousavi, Mohsen Rezaei dan Ahmadinejad. Pemenangnya adalah Ahmadinejad. Tapi, sebuah pertanyaan yang terus menggelitik dalam benak para pengamat politik adalah, kemana suara kaum Sunni di Iran diberikan? Seperti diketahui, Ahmadinejad meraih mayoritas suara dari kaum Syiah yang dominan di Iran dan juga kaum Yahudi, dan sudah sejak lama menindas kaum Sunni yang di Iran berjumlah sekitar 15 juta ini.

Penduduk Iran terdiri dari banyak etnis dan golongan mulai dari Kristen, Yahudi, Zoroastrian, Baha'is, Sunni, dan Syiah sebagai golongan penguasa. Namun, di antara golongan-golongan tersebut, kaum Sunni lah yang paling banyak ditindas oleh pemerintah Iran, dikarenakan perbedaan masalah aqidah antara Syiah dan Sunni.

Penghinaan Iran Terhadap Kaum Sunni

Dalam kekuasaan Iran, tak pernah ada ceritanya, orang Sunni duduk dalam kursi pemerintahan. Baik itu untuk menterinya ataupun sekadar calon presiden belaka. Ini terjadi sejak Revolusi Iran yang mengintegrasikan golongan Sunni ke dalam kaum minoritas. Dalam konstitusi Iran, sudah disepakai, presiden Iran haruslah seorang penganut Syiah. Syiah, tak pelak, telah membuat kaum Sunni menjadi sangat inferior.

Penghinaan kaum Syiah terhadap jamaah Sunni bisa dilihat jelas pada ritual Syiah setiap pekannya, misalnya saja dalam acara doa bersama yang memang kerap dilaksanakan berbarengan. Di Iran, kaum Sunni mencapai 20% dari populasi penduduk Iran yang berjumlah 70 juta orang.

Sunni Iran mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh. Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, dan melarang adanya pendirian masjid Sunni lainnya sekarang ini. Bandingkan dengan Sinagog Yahudi yang banyak bertebaran di seantero Iran. Bahkan, azdan oleh kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran.

Pengaruh Kaum Sunni Dalam Pemilu

Ada dua faktor yang mendasari analisis terhadap kaum Sunni Iran dalam pemilu. Pertama, kesatuan para pemilih Sunni dibawah pemimpin dan ulama Sunni. Kedua, tekanan internasional yang terus dialamatkan kepada Iran.

Sudah diketahui secara umum, jika bertahun-tahun sudah, kaum Sunni di Iran memilih menjadi golongan putih alias abstain setiap kali pemilu Iran dilaksanakan. Namun tahun 1997, para pemilih Sunni tiba-tiba saja muncul ke permukaan mendukung Khatami, dan menjadi fenomena tersendiri ketika itu.

Di zaman Khatami, yang beraliran liberal cukup dominan, kaum Sunni mulai dapat bersikap lega. Mereka membentuk kekuatan sendiri, dan baru zaman Khatami ini mereka mempunyai radio dan surat kabar sendiri. Kaum Sunni juga mulai bisa menyekolahkan anak-anaknya di universitas-universitas Iran. Tahun 2005, dalam pemilu Iran, Mustafa Moein-yang bertarung dengan Hashemi Rafsanjani, Mehdi Karroubi, dan Ahmadinejad-berjanji akan menempatkan seorang menteri dari kaum Sunni dalam pemerintahnnya.

Namun, seperti yang sudah terjadi, yang terpilih adalah Ahmadinejad, seorang presiden Syiah yang digambarkan sangat sederhana, namun ternyata sangat menekan kaum Sunni. Ahmadinejad juga sering kali mendapat sambutan luar biasa dari dunia internasional karena keberaniannya dalam menentang AS dan Israel, namun anehnya, sampai saat ini, Iran-yang tak lebih besar daripada Iraq yang sudah digempur habis-habisan oleh AS dan sekutu, masih baik-baik saja. Dalam artian, AS tidak pernah melakukan suatu tindakan yang nyata terhadap Iran.

Perkembangan Kaum Sunni

Kaum Sunni Iran hidup di pinggiran dan perbatasan. Sementara kaum Syiah, Kristen dan Yahudi menghuni kawasan kota-kota besar di Iran. Karroubi-sebelum pemilu-berjanji akan merevisi semua konstitusi Iran yang telah bertahun-tahun dilaksanakan, di antaranya adalah dengan melindungi kaum Sunni. Menurut Karoubi, kaum Sunni di Iran tak lebih berharga daripada orang asing di negara itu sendiri. Mousavi-jika terpilih-akan kembali membangun masjid pertama untuk kaum Sunni. Asal tahu saja, kaum Sunni Iran sekarang ini, jika melakukan shalat Jumat, harus di kedutaan besar asing!

Kemarahan kaum Sunni Iran terhadap Ahmadinejad dan pemerintahnya tak lepas dari kebijakan Iran sendiri selama ini. Selain itu juga karena perbedaan aqidah yang sangat besar, yaitu kaum Syiah tak mengakui keberadaan sahabat Rasul (kecuali Ali). Kaum Syiah menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama daripada seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. Sesuatu yang oleh Ali bin Abu Thalib sendiri pernah disanggahnya semasa beliau hidup.

Pencetus pertama paham Syi'ah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan'a) yang bernama Abdullah bin Saba' Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba' Az-Zindiq. Ia tampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma'shum (terjaga dari segala dosa,)." (Majmu' Fatawa, 4/435).

Tak pelak, ajaran Syiah sudah dianggap sebagai ajaran sesat dalam Islam dan ulama-ulama besar internasional pun sudah mengharamkannya. Dan dengan kemenangan Ahmadinejad sekarang ini, tampaknya nasib kaum Sunni di Iran akan tetap terus tertindas dan tertekan. (sa/iol/grb)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/analisa/sunni-kaum-yang-tertindas-di-iran.htm

Share/Save/Bookmark
Dibaca :30365 kali  

Komentar-Komentar  

Quote
 
+2
Kembali Kesejarah sebelumnya..ora ng persia ( Iran dan sekitarnya ) sebelumnya tidak mau masuk Islam apa lagi di pimpin Oleh Orang Arab karena mereka merasa adalah bangsa yg Adidaya .. Hingga Umar Bin Khattab menghancurkan Persia dan mereka mangakui Islam . dan bbrapa tahun kemudian mulai dari situ ada banyak Kerusuhan (pembunuhan) mulai dari Umar bin Khattab hingga thalib,
Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lulu'ah (Fairuz), seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakang i dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara adidaya.
setelah itu terjadi banyak tragedi.. dan tidak heran mengapa kini ada syiah dan sunni sebenarnya adalah masalah kepemimpinan yg cenderung lebih masalah duniawi (seperti partai dengan capresnya). yang terpenting kembali ke ajaran Nabi Muhammad saw, dan tidak menghujat / ataupun membenci sahabat nabi yg lain, karena belum tentu menghujat seseorang itu benar. siapa tahu kita masuk ke dalam konspirasi / skenario terdahulu di mana niat mereka adalah memecah belah Islam. karena dulu musuh Islam yang kuat adalah Romawi,Persia, dan Yahudi. maka Umat Islam lebih baik tidak saling menghujat satu sama lainya. dan tidak mengajarkan kebencian terhadap sahabat nabi, yang belum tentu Oleh Allah mereka yang kita benci lebih baik dari kita :)
Quote
 
0
kalo bicara atau debat dengan yang gak punya ilmu atau tafsir sendiri, bukannya solusi malah berkelahi.. wassalam
Quote
 
0
penulis bloq
Kaum Syiah menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama daripada seluruh shahabat
jawab

Baginda [sawas] telah berkata: "Wahai `Ali! Saya lebih utama dari kamu disebabkan saya seorang Rasul, sedangkan kamu lebih utama dari yang lain disebabkan oleh 7 kemuliaan:

1.Kamu adalah yeng pertama diantara mereka yang beriman kepada Allah,
2.yang paling benar dalam memenuhi janji-janji Allah,
3.yang paling taat pada perintah Allah,
4.yang paling kasih kepada manusia awam,
5.yang paling adil di dalam menangani manusia umum,
6.yang paling berpengetahuan di dalam semua perkara,
7.dan yang menikmati kedudukan status yang tertinggi pada pandangan Allah.

" Abu Sa`id al-Khudri menyebutkan Rasul Allah [sawas] sebagai berkata: "Wahai `Ali! Kamu miliki 7 KEUTAMAAN yang mana mengenainya tiada siapa yang dapat mempertikaikann ya dengan kamu:

Kamu adalah yang pertama yg benar-benar beriman dengan Allah, yang paling benar di dalam memenuhi janji-janji Allah, yang paling taat kepada perintah Allah, yang paling kasih kepada manusia awam, yang paling berpengetahuan di dalam semua perkara dan yang paling tinggi diantara mereka pada kedudukan status."

[Abu Na`im telah menyebutnya diantara tradisi yang disampaikan oleh Ma`ath, begitu juga dengan hadith yang selepasnya, iaitu, yang dari Abu Sa`id, di dalam Hilyat al-Awliya', dan ianya dimuka surat 156, Vol. 6, dari Kanz al-`Ummal.)

jadi sudah jelas kitab suni syiah memang menyatakan imam ali as adalah lebih utama dari semua sahabat. DAN YG KEBERATAN HANYA SYAIKUL NASHIBI IBNU TAYMIYAH DAN DIIKUTI OLEH PENGIKUTNYA SEKTE SALAFI-WAHABI. INILAH FAKTANYA.

SAYA TAK HABIS PIKIR KENAPA SEKTE SALAFI-WAHABI INI SANGAT KEBERATAN JIKA AHLUL BAIT ADALAH MANUSIA MAKSUM, JIKA IMAM ALI AS ADALAH MANUSIA YG DILEBIHKAN DARI SEMUA SAHABAT OLEH ALLAH DAN RASULNYA. apakah penyebab mereka begitu membenci imam ali as dan ahlul bait nabi saw sehingga memaksa bahwa sahabat lebih mulia dan lebih utama dari ahlul bait nabi saw. PADAHAL SATUPUN DALIL BAHWA SAHABAT LEBIH UTAMA DAN LEBIH MULIA DARI AHLUL BAIT NABI SAW MEREKA TAK PUNYA. tapi bukan nashibi namanya jika tak banyak akal licik segala cara dicari utk menjatuhkan kedudukan ahlul bait nabi saw dan imam ali as agar status mereka berada dibawah sahabat nabi saw.

sebab kalo tidak seperti itu maka org suni dan wahabi yg awan akan lari ketika tahu bahwa abu bakar, umar dan usman bukan manusia utama dari imam ali dan mereka bertiga menjabat khalifah atau pemimpin kaum muslimin TANPA DALIL DAN NYATA2 MENENTANG PERINTAH NABI SAW AGAR IMAM ALI AS DIJADIKAN KHALIFAH SETELAH NABI SAW YG DIKHIANATI OLEH KETIGA KHALIFAH TERSEBUT.

KALO BAHASA VULGARNYA KETIGA KHALIFAH YG NAIK TANPA LANDASAN DALIL SHAHIH ADALAH PERAMPAS HAK KEKHALIFAHAN IMAM ALI AS.
Quote
 
0
penulis bloq
Penduduk Iran terdiri dari banyak etnis dan golongan mulai dari Kristen, Yahudi, Zoroastrian, Baha'is, Sunni, dan Syiah sebagai golongan penguasa. Namun, di antara golongan-golong an tersebut, kaum Sunni lah yang paling banyak ditindas oleh pemerintah Iran, dikarenakan perbedaan masalah aqidah antara Syiah dan Sunni.

jawab
Kelihatan betul bahasa provokator murahan, bicara ASBUN mirip TONG KOSONG NYARING BUNYINYA. EMANGNYA SYIAH IMAMIYAH AQIDAHNYA SAMA DGN YAHUDI, KRISTEN Zoroastrian, Baha'is ????

EMANGNYA SYIAH PERCAYA 3 TUHAN SEPERTI NASRANI ? ATAU PERCAYA UZAIR ANAK TUHAN SEPRTI AQIDAH YAHUDI ??? MEMENG BETUL-BETUL TULISAN SAMPAH TAK ADA NILAINYA, ATAU MEMANG SEPERTI ITU KAUM NASHIBI (PEMBENCI KELUARGA NABI SAW )ATAU SEKTE SALAFI-WAHABI

SELALU MEMNEBAR FITNAH DAN DUSTA DIMANA-MANA LALU TANPA MALU MENGAKU PULA MENEGAKKAN SUNAH DAN MEMURNIKAN TAUHID. APAKAH KEBOHONGAN2 SEPERTI INI ADALAH AJARAN NABI SAW ???

SUNGGUH SUATU KAUM YG AMAT MEMPRIHATINKAN
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-1 ( baca dari atas kebawah/membaca normal)

Penulis bloq
Pencetus pertama paham Syi'ah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan'a) yang bernama Abdullah bin Saba' Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba' Az-Zindiq.

Jawab
Cerita ttg Abdullah bin saba adalah cerita BASI DAN HANYADONGGENG PENGHANTAR TIDUR. MANA MUNGKIN IMAM AHLUL BAIT LEBIH PERCAYA PADA TOKOH FIKTIF YG BERNAMA ABDULLAH BIN SABA . riwayat ttg Abdullah bin saba berakhir dgn perawi SAIF BIN UMAR. Dan semua ulama jarh wa ta’dil menyatakan saif bin umar adalah PEMALSU HADIST KELAS KAKAP. Tapi bagi kaum nashibi dan sekte salafi-wahabi RIWAYAT SAMPAHPUN AKAN MEREKA PUNGUT UTK MEMUASKAN NAFSU KEBENCIAN MEREKA PADA SYIAH IMAMIYAH. PENGIKUT AHLUL BAIT NABI SAW.

PENULIS BLOQ
Ia tampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma'shum (terjaga dari segala dosa,)." (Majmu' Fatawa, 4/435).

JAWAB
Ibnu taimiyah itu bukan SYAIKUL ISLAM BRO TAPI SYAIKUL NASHIBI. KEBENCIAN IBNU TAIMIYAH KEPADA AHLUL BAIT DAN SYIAH BUKAN RAHASIA UMUM. MAKANYA KARENA KEBENCIANNYA ITU SALAH SATU IA DIPENJARA SAMPAI MATI ( Semoga Allah melaknatnya)

YG MENYATAKAN IMAM ALI AS adalah maksum dan menjadi khalifah atau imam atau wali bagi kaum mukmin adalah AL-QURAN DAN HADIST BRO. bukan Abdullah bin saba. KELIHATAN SEKALI ANTUM KAUM NASHIBI (pembenci keluarga nabi saw)

Ttg dalil imam ali as adalah wali /pemimpin atau khalifah setelah nabi saw sudah ana cantumkan dalilnya baik berupa Al-quran dan hadis shahih.silahkan lihat disini:
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-1 ( silahkan baca bag-1-5 dari atas kebawah atau membaca norma (tgl 11 jan 2014)
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-1 ( baca dari atas kebawah/membaca normal)

Penulis bloq
Pencetus pertama paham Syi'ah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan'a) yang bernama Abdullah bin Saba' Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba' Az-Zindiq.

Jawab
Cerita ttg Abdullah bin saba adalah cerita BASI DAN HANYADONGGENG PENGHANTAR TIDUR. MANA MUNGKIN IMAM AHLUL BAIT LEBIH PERCAYA PADA TOKOH FIKTIF YG BERNAMA ABDULLAH BIN SABA . riwayat ttg Abdullah bin saba berakhir dgn perawi SAIF BIN UMAR. Dan semua ulama jarh wa ta’dil menyatakan saif bin umar adalah PEMALSU HADIST KELAS KAKAP. Tapi bagi kaum nashibi dan sekte salafi-wahabi RIWAYAT SAMPAHPUN AKAN MEREKA PUNGUT UTK MEMUASKAN NAFSU KEBENCIAN MEREKA PADA SYIAH IMAMIYAH. PENGIKUT AHLUL BAIT NABI SAW.

PENULIS BLOQ
Ia tampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma'shum (terjaga dari segala dosa,)." (Majmu' Fatawa, 4/435).

JAWAB
Ibnu taimiyah itu bukan SYAIKUL ISLAM BRO TAPI SYAIKUL NASHIBI. KEBENCIAN IBNU TAIMIYAH KEPADA AHLUL BAIT DAN SYIAH BUKAN RAHASIA UMUM. MAKANYA KARENA KEBENCIANNYA ITU SALAH SATU IA DIPENJARA SAMPAI MATI ( Semoga Allah melaknatnya)

YG MENYATAKAN IMAM ALI AS adalah maksum dan menjadi khalifah atau imam atau wali bagi kaum mukmin adalah AL-QURAN DAN HADIST BRO. bukan Abdullah bin saba. KELIHATAN SEKALI ANTUM KAUM NASHIBI (pembenci keluarga nabi saw)

Ttg dalil imam ali as adalah wali /pemimpin atau khalifah setelah nabi saw sudah ana cantumkan dalilnya baik berupa Al-quran dan hadis shahih.silahkan lihat disini:
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-1 ( silahkan baca bag-1-5 dari atas kebawah atau membaca norma (tgl 11 jan 2014)
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-2

Sedangkan dalil yg menyatakan imam alias adalah manusia SUCI DAN MAKSUM bukan ucapan syiah tapi pernyataan Allah dalam Al-quran dan hadist nabi saw. Dalilnya adalah :

1. Pengakuan Ummu Salamah : Dirinya Bukan Ahlul Bait Dalam Al Ahzab 33
Telah disebutkan dalam riwayat shahih kalau istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] adalah Ahlul Bait dan telah disebutkan dalam riwayat shahih kalau Keluarga Ali, Keluarga Ja’far dan Keluarga Abbas juga adalah Ahlul Bait Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Lantas apakah Ahlul Bait dalam surat Al Ahzab ayat 33 ditujukan untuk mereka semua?. Jawabannya tidak, tidak diperselisihkan kalau keluarga Abbas dan keluarga Ja’far tidak termasuk Ahlul Bait dalam Al Ahzab ayat 33 [Ayat tathiir]. Perselisihan yang terjadi adalah apakah istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] termasuk Ahlul Bait dalam surah Al Ahzab 33 atau bukan?.

Diriwayatkan dengan sanad yang shahih kalau Ahlul Bait dalam Al Ahzab 33 adalah ahlul kisa’ yaitu Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam], Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husein. Ummu Salamah sendiri sebagai salah satu istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengakui kalau ayat tathiir turun di rumahnya dan dirinya bukan termasuk dalam ayat tersbeut.

وحدثنا ابن أبي داود أيضا قال حدثنا سليمان بن داود المهري قال حدثنا عبد الله بن وهب قال حدثنا أبو صخر عن أبي معاوية البجلي عن سعيد بن جبير عن أبي الصهباء عن عمرة الهمدانية قالت قالت لي أم سلمة أنت عمرة ؟ قالت : قلت نعم يا أمتاه ألا تخبريني عن هذا الرجل الذي أصيب بين ظهرانينا ، فمحب وغير محب ؟ فقالت أم سلمة أنزل الله عز وجل إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا وما في البيت إلا جبريل ورسول الله صلى الله عليه وسلم وعلي وفاطمة والحسن والحسين رضي الله عنهما وأنا فقلت : يا رسول الله أنا من أهل البيت ؟ قال أنت من صالحي نسائي قالت أم سلمة : يا عمرة فلو قال نعم كان أحب إلي مما تطلع عليه الشمس وتغرب

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dawud yang berkata telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al Mahriy yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Wahb yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Shakhr dari Abu Muawiyah Al Bajaliy dari Sa’id bin Jubair dari Abi Shahba’ dari ‘Amrah Al Hamdaniyah yang berkata Ummu Salamah berkata kepadaku “engkau ‘Amrah?”. Aku berkata “ya, wahai Ibu kabarkanlah kepadaku tentang laki-laki yang gugur di tengah-tengah kita, ia dicintai sebagian orang dan tidak dicintai oleh yang lain. Ummu Salamah berkata “Allah SWT menurunkan ayat Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya, dan ketika itu tidak ada di rumahku selain Jibril, Rasulullah, Ali, Fathimah, Hasan, Husein dan aku, aku berkata “wahai Rasulullah apakah aku termasuk Ahlul Bait?”. Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “engkau termasuk istriku yang shalih”.

Ummu Salamah berkata “wahai ‘Amrah sekiranya Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] menjawab iya niscaya jawaban itu lebih aku sukai daripada semua yang terbentang antara timur dan barat [dunia dan seisinya] [Asy Syari’ah Al Ajjuri 4/248 no 1542]

Hadis ini sanadnya shahih. Diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya, ‘Amrah Al Hamdaniyah adalah tabiin wanita di kufah yang tsiqat dikenal meriwayatkan dari Ummu Salamah.
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-3

• Ibnu Abi Dawud adalah Abdullah bin Sulaiman bin Al Asy’at As Sijistani putra dari Abu Dawud, kuniyahnya Abu Bakar sehingga lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar bin Abi Dawud. Al Khalili menyebutnya Al Hafizh Al Imam Baghdad seorang alim yang muttafaq ‘alaihi [Al Irshad Al Khalili 2/6]. Ia termasuk Syaikh [guru] Ath Thabrani, seorang yang hafiz tsiqat dan mutqin [Irsyad Al Qadhi no 576]

• Sulaiman bin Dawud Al Mahriy adalah perawi Abu Dawud dan Nasa’i. Nasa’i menyatakan ia tsiqat dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 4 no 317]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat” [At Taqrib 1/384]. Adz Dzahabi menyatakan ia tsiqat faqih [Al Kasyf no 2083]

• ‘Abdullah bin Wahb bin Muslim Al Qurasiy adalah perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Ahmad menyatakan shahih hadisnya. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Abu Zur’ah, Ibnu Sa’ad dan Al Ijli juga menyatakan tsiqat. Nasa’i menyatakan tsiqat. As Saji berkata “shaduq tsiqat”. Al Khalili berkata “tsiqat muttafaq ‘alaihi” [At Tahdzib juz 6 no 141]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat faqih hafizh dan ahli ibadah [At Taqrib 1/545]

• Abu Shakhr adalah Humaid bin Ziyad perawi Bukhari dalam Adabul Mufrad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i. Yahya bin Sa’id Al Qaththan telah meriwayatkan darinya itu berarti Humaid tsiqat dalam pandangannya. Ahmad bin Hanbal berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Daruquthni menyatakan ia tsiqat. [At Tahdzib juz 3 no 69]. Al Ijli menyatakan Humaid bin Ziyad tsiqat [Ma’rifat Ats Tsiqat no 362]. Terdapat perselisihan mengenai pendapat Ibnu Ma’in terhadapnya. Dalam riwayat Ad Darimi dari Ibnu Ma’in menyatakan “tsiqat tidak ada masalah” [Al Jarh Wat Ta’dil juz 3 no 975]. Dalam riwayat Ibnu Junaid dari Ibnu Ma’in menyatakan “tidak ada masalah padanya” [Sualat Ibnu Junaid no 835]. Dalam riwayat Ishaq bin Manshur dari Ibnu Ma’in menyatakan “dhaif” [Al Jarh Wat Ta’dil juz 3 no 975]. Dalam riwayat Ibnu Abi Maryam dari Ibnu Ma’in menyatakan “dhaif” [Al Kamil Ibnu Adiy 2/236]. An Nasa’i memasukkannya dalam Adh Dhu’afa dan berkata “tidak kuat” [Adh Dhu’afa An Nasa’i no 143]. Yang rajih disini Humaid bin Ziyad adalah seorang yang tsiqat, Ibnu Ma’in telah mengalami tanaqudh dimana ia melemahkannya tetapi juga menguatkannya sedangkan pernyataan Nasa’i “tidak kuat” berarti ia seorang yang hadisnya hasan dalam pandangan An Nasa’i [tidak mencapai derajat shahih].

• Abu Muawiyah Al Bajaliy adalah ‘Ammar bin Muawiyah Ad Duhniy perawi Muslim dan Ashabus Sunan. Telah meriwayatkan darinya Syu’bah yang berarti ia tsiqat dalam pandangan Syu’bah. Ahmad, Ibnu Ma’in, Abu Hatim dan Nasa’i menyatakan tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 7 no 662]. Ibnu Hajar menyatakan “shaduq” tetapi dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib kalau ‘Ammar Ad Duhniy seorang tsiqat [Tahrir At Taqrib no 4833]

• Sa’id bin Jubair adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Abu Qasim Ath Thabari berkata tsiqat imam hujjah kaum muslimin. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat dan menyatakan faqih ahli ibadah memilik keutamaan dan wara’. [At Tahdzib juz 4 no 14]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit faqih” [At Taqrib 1/349]. Al Ijli berkata “tabiin kufah yang tsiqat” [Ma’rifat Ats Tsiqat no 578]

• Abu Shahba’ Al Bakriy namanya adalah Shuhaib termasuk perawi Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i. Abu Zur’ah menyatakan ia tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Nasa’i menyatakan “dhaif” [At Tahdzib juz 4 no 771]. Al Ijli berkata “Shuhaib mawla Ibnu Abbas tabiin Makkah yang tsiqat” [Ma’rifat Ats Tsiqat no 770]. Ibnu Khalfun menyebutkannya dalam Ats Tsiqat [Al Ikmal Mughlathai 2/198]. Yang rajih dia seorang yang tsiqat, sedangkan pernyataan Nasa’i tidak memiliki asal penukilan yang shahih, namanya tidak tercantum dalam kitab Adh Dhu’afa milik Nasa’i.

• ‘Amrah Al Hamdaniyah adalah tabiin wanita kufah yang tsiqat. Dalam riwayat lain disebutkan kalau ia adalah ‘Amrah binti Af’a atau ‘Amrah binti Syafi’ [menurut Ibnu Hibban]. Al Ijli berkata “tabiin wanita kufah yang tsiqat” [Ma’rifat Ats Tsiqat no 2345]. Ibnu Hibban menyebutkan dalam Ats Tsiqat, ‘Amrah binti Asy Syaafi’ meriwayatkan dari Ummu Salamah dan telah meriwayatkan darinya ‘Ammar Ad Duhniy [Ats Tsiqat Ibnu Hibban juz 5 no 4880]

Jadi para perawi yang meriwayatkan hadis di atas dalah para perawi tsiqat sehingga hadis tersebut shahih. Tetapi para pendengki yang buruk ternyata tidak henti-hentinya menyebarkan syubhat untuk melemahkan hadis di atas
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-4

2. Pengakuan Ummu Salamah : Ahlul Bait Dalam Al Ahzab 33 Adalah Ahlul Kisa’

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya soal Al Ahzab 33 atau ayat tathiir. Jika sebelumnya Ummu Salamah mengakui kalau dirinya sebagai istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] BUKAN SEBAGAI AHLUL BAIT YANG DIMAKSUD maka kali ini Ummu Salamah mengakui kalau ahlul bait dalam Al Ahzab 33 ditujukan untuk Ahlul Kisa’ yaitu Rasulullah [shallallahu ‘alihi wasallam], Imam Ali, Sayyidah Fathimah, Imam Hasan dan Imam Husain.
وأنبأنا أبو محمد عبد الله بن صالح البخاري قال حدثنا الحسن بن علي الحلواني قال حدثنا يزيد بن هارون قال حدثنا عبد الملك بن أبي سليمان عن عطاء عن أم سلمة وعن داود بن أبي عوف عن شهر بن حوشب عن أم سلمة وعن أبي ليلى الكندي عن أم سلمة رحمها الله بينما النبي صلى الله عليه وسلم في بيتي على منامة له عليها كساء خيبري إذ جاءته فاطمة رضي الله عنها ببرمة فيها خزيرة فقال لها النبي صلى الله عليه وسلم ادعي زوجك وابنيك قالت : فدعتهم فاجتمعوا على تلك البرمة يأكلون منها ، فنزلت الآية : إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا فأخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم فضل الكساء فغشاهم مهيمه إياه ، ثم أخرج يده فقال بها نحو السماء ، فقال اللهم هؤلاء أهل بيتي وحامتي فأذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا قالت : فأدخلت رأسي في الثوب ، فقلت : رسول الله أنا معكم ؟ قال إنك إلى خير إنك إلى خير قالت : وهم خمسة : رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وعلي ، وفاطمة ، والحسن والحسين رضي الله عنهم

Telah memberitakan kepada kami Abu Muhammad ‘Abdullah bin Shalih Al Bukhari yang berkata telah menceritakan kepada kami Hasan bin ‘Ali Al Hulwaaniy yang berkata telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Malik bin Abi Sulaiman dari Atha’ dari Ummu Salamah dan dari Dawud bin Abi ‘Auf dari Syahr bin Hawsyaab dari Ummu Salamah dan dari Abu Laila Al Kindiy dari Ummu Salamah “sesungguhnya Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berada di rumahku di atas tempat tidur yang beralaskan kain buatan Khaibar. Kemudian datanglah Fathimah dengan membawa bubur, maka Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “PANGGILLAH SUAMIMU DAN KEDUA PUTRAMU”. [Ummu Salamah] berkata “kemudian ia memanggil mereka dan ketika mereka berkumpul makan bubur TERSEBUT TURUNLAH AYAT SESUNGGUHNYA ALLAH SWT BERKEHENDAK MENGHILANGKAN DOSA DARI KAMU WAHAI AHLUL BAIT DAN MENYUCIKANMU SESUCI-SUCINYA (QS.33:33), maka Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengambil sisa kain tersebut dan menutupi mereka dengannya, kemudian Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengulurkan tangannya dan berkata sembari menghadap langit “YA ALLAH MEREKA ADALAH AHLUL BAITKU DAN KEKHUSUSANKU maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah sesuci-sucinya. [Ummu Salamah] berkata “aku memasukkan kepalaku kedalam kain dan berkata “Rasulullah, apakah aku bersama kalian?. Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “kamu menuju kebaikan kamu menuju kebaikan. [Ummu Salamah] berkata “MEREKA ADALAH LIMA ORANG YAITU RASULULLAH [SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM], ALI, FATHIMAH, HASAN DAN HUSEIN RAIDALLAHU ‘ANHUM” [Asy Syari’ah Al Ajjuri 4/383 no 1650]

Hadis ini sanadnya shahih. Diriwayatkan oleh para perawi tsiqat kecuali Syahr bin Hausab, ia perawi yang hadisnya hasan dengan penguat dari yang lain. Disini ia telah dikuatkan oleh riwayat Atha’ dari Ummu Salamah dan riwayat Abu Laila Al Kindiy dari Ummu Salamah.
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-5

• Abu Muhammad ‘Abdullah bin Shalih Al Bukhari adalah ulama Baghdad yang tsiqat. Abu Ali Al Hafizh berkata “tsiqat ma’mun”. Abu Bakar Al Ismailiy berkata “tsiqat tsabit” [Tarikh Baghdad 11/159 no 5064]. Adz Dzahabi berkata “Imam shaduq” [As Siyar 14/243 no 145]

• Hasan bin Ali Al Hulwaaniy adalah perawi Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah yang tsiqat. Yaqub bin Syaibah berkata “tsiqat tsabit”. Nasa’i berkata “tsiqat”. Al Khatib berkata “tsiqat hafizh”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 2 no 530]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat hafizh” [At Taqrib 1/207]

• Yazid bin Harun bin Waadiy adalah perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Ibnu Madini berkata “ia termasuk orang yang tsiqat” dan terkadang berkata “aku tidak pernah melihat orang lebih hafizh darinya”. Ibnu Ma’in berkata “tsiqat”. Al Ijli berkata “tsiqat tsabit dalam hadis”. Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata “aku belum pernah bertemu orang yang klebih hafizh dan mutqin dari Yazid”. Abu Hatim menyatakan ia tsiqat imam shaduq. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat banyak meriwayatkan hadis”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Yaqub bin Syaibah menyatakan tsiqat. Ibnu Qani’ berkata “tsiqat ma’mun” [At Tahdzib juz 11 no 612]

• Abdul Malik bin Abi Sulaiman adalah perawi Bukhari dalam Ta’liq Shahih Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunan. Ahmad, Ibnu Ma’in, Ibnu Ammar, Yaqub bin Sufyan, Nasa’i, Ibnu Sa’ad, Tirmidzi menyatakan ia tsiqat. Al Ijli berkata ”tsabit dalam hadis”. Abu Zur’ah berkata ”tidak ada masalah padanya” [At Tahdzib juz 6 no 751]. Ibnu Hajar berkata ”shaduq lahu awham” [At Taqrib 1/616] dan dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib kalau Abdul Malik bin Abi Sulaiman seorang yang tsiqat [Tahrir At Taqrib no 4184]

• Atha’ bin Abi Rabah adalah perawi kutubus sittah tabiin yang dikenal tsiqat. Ibnu Sa’ad berkata “dia seorang yang tsiqat faqih alim dan banyak meriwayatkan hadis”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 7 no 385]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat memiliki keutamaan dan banyak melakukan irsal” [At Taqrib 1/674]. Riwayat Atha’ dari Ummu Salamah dikatakan mursal tetapi hal ini tidak memudharatakan hadisnya karena ia dikuatkan oleh riwayat Syahr dan Abu laila Al Kindiy. Selain itu dalam riwayat lain disebutkan kalau Atha’ meriwayatkan hadis kisa’ dari Umar bin Abu Salamah.

• Dawud bin Abi ‘Auf adalah perawi Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah. Sufyan menyatakan ia tsiqat. Ahmad dan Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Abu Hatim berkata “shalih al hadits”. Nasa’i berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Adiy berkata ia berlebihan dalam tasyayyu’ kebanyakan hadisnya tentang ahlul bait di sisiku ia tidak kuat dan tidak bisa dijadikan hujjah [At Tahdzib juz 3 no 375] Ibnu Hajar berkata “shaduq syiah pernah salah” [At Taqrib 1/281]

• Syahr bin Hausab perawi Bukhari dalam Adabul Mufrad, Muslim dan Ashabus Sunan. Ia seorang yang diperbincangkan sebagian melemahkannya dan sebagian menguatkannya. Musa bin Harun berkata “dhaif”. Nasa’i berkata “tidak kuat”. Ahmad berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Al Ijli menyatakan tsiqat. Yaqub bin Syaibah berkata “tsiqat sebagian mencelanya”. As Saji berkata “dhaif tidak hafizh”.Abu Zur’ah berkata “tidak ada masalah padanya”. Abu Hatim berkata “tidak bisa dijadikan hujjah”. Ibnu Adiy berkata “tidak kuat dalam hadis dan tidak bisa dijadikan hujjah”. Ibnu Hibban berkata “ia sering meriwayatkan dari perawi tsiqat hadis-hadis mu’dhal dan sering meriwayatkan dari perawi tsabit hadis yang terbolak-balik. Al Baihaqi berkata “dhaif” [At Tahdzib juz 4 no 635]. Ibnu Hajar berkata “shaduq banyak melakukan irsal dan wahm” [At Taqrib 1/423]. Adz Dzahabi memasukkannya dalam Man Tukullima Fiihi Wa Huwa Muwatstsaq no 162.

• Abu Laila Al Kindiy adalah perawi Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Al Ijli berkata tabiin kufah yang tsiqat [At Tahdzib juz 12 no 995]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat [At Taqrib 2/460]. Terdapat dua nukilan dari Ibnu Ma’in yaitu riwayat Ahmad bin Sa’d bin Abi Maryam dari Ibnu Ma’in bahwa ia tsiqat dan riwayat dari Muhammad bin Utsman bin Abi Syaibah dari Ibnu Ma’in bahwa ia dhaif, yang rajih adalah riwayat Ibnu Abi Maryam karena ia seorang yang tsiqat sedangkan Ibnu Abi Syaibah diperbincangkan ia telah dilemahkan oleh sebagian ulama.

Hadis di atas dengan jelas menyebutkan bahwa Ahlul Bait yang dimaksudkan dalam Al Ahzab 33 adalah lima orang yaitu RASULULLAH [SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM], IMAM ALI, SAYYIDAH FATHIMAH, IMAM HASAN DAN IMAM HUSEIN.
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-6

Hal ini dikuatkan oleh riwayat Syahr bin Hausab berikut
أَخْبَرَنَا أَبُو سَعْدٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَفْصٍ الْمَالِينِيُّ ، أَخْبَرَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ رَشِيقٍ بِمِصْرَ ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدِ بْنِ بَشِيرٍ الرَّازِيُّ ، حَدَّثَنِي أَبُو أُمَيَّةَ عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأُمَوِيُّ ، حَدَّثَنَا عَمِّي عُبَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ ، عَنِ الثَّوْرِيِّ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ ، عَنْ زُبَيْدٍ ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، : أَنَّ رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” دَعَا عَلِيًّا ، وَفَاطِمَةَ ، وَحَسَنًا ، وَحُسَيْنًا ، فَجَلَّلَهُمْ بِكِسَاءٍ ، ثُمَّ تَلا : إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا قَالَ وَفِيهِمْ أُنْزِلَتْ

Telah mengabarkan kepada kami Abu Sa’d Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Hafsh Al Maaliiniy yang berkata telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Hasan bin Rasyiiq di Mesir yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Sa’id bin Basyiir Ar Raaziy yang berkata telah menceritakan kepadaku Abu Umayyah ‘Amru bin Yahya bin Sa’id Al Umawiy yang berkata telah menceritakan kepada kami pamanku ‘Ubaid bin Sa’id dari Ats Tsawriy dari ‘Amru bin Qais dari Zubaid dari Syahr bin Hausab dari Ummu Salamah radiallahu ‘anha bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husein kemudian menyelimutinya dengan kain kemudian membaca

“Sesungguhnya Allah SWT berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya” (QS 33:33) dan berkata “untuk merekalah turunnya ayat” [Muudhih Awham Jami’ Wal Tafriq Al Khatib Baghdad 2/281]

Riwayat ini sanadnya shahih hingga Syahr bin Hausab. Diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya.
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-7

• Abu Sa’d Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Hafsh Al Maaliniy adalah seorang yang tsiqat. Al Khatib berkata “tsiqat shaduq mutqin baik dan shalih” [Tarikh Baghdad 6/24 no 2511]

• Abu Muhammad Hasan bin Rasyiiq adalah Imam Muhadis shaduq musnad Mesir sebagaimana yang disebutkan oleh Adz Dzahabi [As Siyar 16/280 no 197]

• Ali bin Sa’id bin Basyiir Ar Raziiy adalah seorang yang tsiqat pernah melakukan kesalahan dan dibicarakan dalam sirahnya [Irshad Al Qadiy no 679]

• ‘Amru bin Yahya bin Sa’id Al Umawiy dengan kuniyah Abu Umayah adalah seorang yang tsiqat. Ibnu Hajar berkata “tsiqat” [At Taqrib 1/749]

• Ubaid bin Sa’id Al Umawiy adalah seorang yang tsiqat. Ibnu Hajar berkata “tsiqat” [At Taqrib 1/644]

• Sufyan Ats Tsawriy adalah seorang yang disepakati tsiqat. Ibnu Hajar berkata “tsiqat hafizh, faqih, ahli ibadah imam dan hujjah” [At Taqrib 1/371]

• ‘Amru bin Qais Al Mala’iy seorang yang tsiqat. Ibnu Hajar berkata “tsiqat mutqin ahli ibadah” [At Taqrib 1/744]

• Zubaid bin Harits Al Yaamiy adalah seorang yang tsiqat. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit ahli ibadah” [At Taqrib 1/308]

Riwayat Syahr bin Hausab di atas menyebutkan kalau ayat tathiir tersebut memang turun untuk Ahlul Kisa’ yang dipanggil oleh Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-8

Hal ini senada dengan riwayat berikut
أخبرنا أبو القاسم علي بن إبراهيم أنا أبو الحسين محمد بن عبد الرحمن بن أبي نصر أنا يوسف بن القاسم نا علي بن الحسن بن سالم نا أحمد بن يحيى الصوفي نا يوسف بن يعقوب الصفار نا عبيد بن سعيد القرشي عن عمرو بن قيس عن زبيد عن شهر عن أم سلمة عن النبي (صلى الله عليه وسلم) في قول الله عز وجل ” إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا ” قال الحسن والحسين وفاطمة وعلي عليهم السلام فقالت أم سلمة يا رسول الله وأنا قال أنت إلى خير

Telah mengabarkan kepada kami Abu Qasim ‘Ali bin Ibrahim yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Husain Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Abi Nashr yang berkata telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Qaasim yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Hasan bin Saalim yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yahya Ash Shufiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Ya’qub Ash Shaffaar yang berkata telah menceritakan kepada kami Ubaid bin Sa’id Al Qurasiy dari ‘Amru bin Qais dari Zubaid dari Syahr bin Hausab dari Ummu Salamah dari Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] tentang firman Allah ‘azza wa jalla “Sesungguhnya Allah SWT berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya” Beliau berkata “Hasan, Husain, Fathimah dan Ali [‘alaihimus salam]”. Ummu Salamah berkata “wahai Rasulullah, dan aku?” Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “engkau menuju kebaikan” [Tarikh Ibnu Asakir 14/139]

Abul Qasim ‘Ali bin Ibrahim adalah Syaikh Al Imam muhaddis yang tsiqat dan terhormat. Ibnu Asakir berkata “tsiqat” [As Siyar 19/359 no 212].

Abu Husain Muhammad bin Abi Nashr An Nursiy adalah Syaikh Al Alim Al Muqri dimana Al Khatib berkata “tsiqat” [As Siyar 18/84 no 37].

Yusuf bin Qasim Al Qadhiy adalah Al Imam Al Hafizh Al Muhaddis, Abdul Aziz bin Ahmad Al Kattaniy menyatakan ia tsiqat [As Siyar 16/361 no 258].

‘Ali bin Hasan bin Salim disebutkan Ibnu Hibban dalam Ats Tsiqat [Ats Tsiqat Ibnu Hibban juz 3 no 14514].

Ahmad bin Yahya bin Zakaria Al Audiy Ash Shufiy adalah ahli ibadah yang tsiqat [At Taqrib 1/48]. Yusuf bin Ya’qub Ash Shaffar seorang yang tsiqat [At Taqrib 2/348].

Ubaid bin Sa’di dan ‘Amru bin Qais telah disebutkan bahwa mereka tsiqat.

Riwayat ini menjadi penguat bagi riwayat sebelumnya dan sangat jelas menyatakan kalau Ahlul Bait yang dimaksud dalam ayat tathiir adalah Imam Ali, Sayyidah Fathimah, Imam Hasan dan Imam Husain.
Quote
 
0
IMAM ALI ADALAH MANUSIA MAKSUM DAN AHLUL BAIT NABI SAW JAWABAN BAG-9

حدثني إسحاق بن الحسن بن ميمون الحربي ، ثنا أبو غسان ، ثنا فضيل ، عن عطية ، عن أبي سعيد الخدري عن أم سلمة ، قالت : نزلت هذه الآية في بيتي إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا قلت : يا رسول الله ألست من أهل البيت ؟ قال : إنك إلى خير ، إنك من أزواج رسول الله قالت : وأهل البيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلي وفاطمة والحسن والحسين عليهم السلام

Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Hasan bin Maimun Al Harbiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Ghasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Fudhail dari Athiyah dari Abu Sa’id Al Khudri dari Ummu Salamah yang berkata ayat ini turun di rumahku ““Sesungguhnya Allah SWT berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya” . [Ummu Salamah] berkata “wahai Rasulullah bukankah aku adalah ahlul baitmu?”. Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] menjawab “kamu menuju kebaikan kamu termasuk istri Rasulullah” [Ummu Salamah] berkata “dan ahlul bait adalah Rasulullah, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain” [Al Ghailaniyat Abu Bakar Asy Syafi’i no 237]
Quote
 
0
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-1 ( silahkan baca bag-1-5 dari atas kebawah atau membaca normal

penulis bloq
Kaum Syiah menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama daripada seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin dst

jawab
yg menyatakan imam ali as adalah khalifah kaum muslimin dan berhak memegang tampuk kepemimpinan adalah WAHYU DARI ALLAH MELALUI LISAN NABI SAW. Cuma kaum nashibi dan sekte salafi-wahabi saja yg banyak mengingkarinya. Apakah ketika sekte salafi-wahabi mengingkarinya lantas ayat dan hadist shahih tsb jadi batal, atau berubah jadi hadist bathil ??? sungguh suatu kaum yg amat menyedihkan. Silahkan tanya sama hati antum MENGAPA KALIAN MENGINGKARI KELEBIHAN AHLUL BAIT TERUTAMA IMAM ALI AS DALAM KEKHALIFAHAN PADAHAL SUDAH JELAS2 AYAT DAN HADIST NABI SAW MEMULIAKAN IMAM ALI AS DAN KETURUNANNYA ???? TANYA KENAPA ???
BERIKUT ANA CANTUMKAN DALIL2 TTG KEKHALIFAHAN ATAU KEPEMIMPINAN IMAM ALI ADALAH BERDASARKAN AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH. ANTUM

MAU LIHAT DALILNYA ???

1. Shahihnya pernyataan Ayat Al Wilayah Al Maidah Ayat 55 Turun Untuk Imam Ali.

Ayat yang dimaksud adalah
Sesungguhnya Waliy kamu hanyalah Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka Ruku’ (kepada Allah).

Hadis Shahih Dalam Tafsir Ibnu Katsir
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir jilid 5 hal 266 Al Maidah ayat 55 diriwayatkan dari Ibnu Mardawaih dari Sufyan Ats Tsauri dari Abi Sinan dari Dhahhak bin Mazahim dari Ibnu Abbas yang berkata

“ketika Ali memberikan cincinnya kepada peminta-minta selagi Ia Ruku’ maka turunlah ayat “Sesungguhnya Waliy kamu hanyalah Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka Ruku’.”(Al Maidah 55).

Hadis ini diriwayatkan oleh perawi-perawi yang dikenal tsiqa
Quote
 
0
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-2

2. Hadis Imam Ali Adalah Saudara Nabi Pewaris Nabi dan Wazir Nabi

Telah diriwayatkan dalam hadis shahih kalau imam Ali telah mewarisi Nabi SAW. Hal ini diakui oleh Qutsam bin Abbas RA. Beliau adalah putra dari paman Nabi SAW. Al Ijli menyebutkan kalau Qutsam bin Abbas RA termasuk sahabat Nabi SAW [Ma’rifat Ats Tsiqah no 1514]
أخبرنا أبو النضر محمد بن يوسف الفقيه ثنا عثمان بن سعيد الدارمي ثنا النفيلي ثنا زهير ثنا أبو إسحاق قال عثمان وحدثنا علي بن حكيم الأودي وعمر بن عون الواسطي قالا ثنا شريك بن عبد الله عن أبي إسحاق قال سألت قثم بن العباس كيف ورث علي رسول الله صلى الله عليه وسلم دونكم قال لأنه كان أولنا به لحوقا وأشدنا به لزوقا

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nadhr Muhammad bin Yusuf Al Faqih yang berkata telah menceritakan kepada kami Utsman bin Sa’id Ad Darimi yang berkata telah menceritakan kepada kami An Nufaili yang berkata telah menceritakan kepada kami Zuhair yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq. Utsman [Ad Darimi] berkata dan telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Awdiy dan ‘Amru bin ‘Awn Al Wasithi yang keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Syarik bin Abdullah dari Abu Ishaq yang berkata aku bertanya kepada Qutsam bin Abbas “bagaimana Ali bisa mewarisi Nabi SAW tanpa kalian?” Ia berkata “karena diantara kami Ali adalah orang yang pertama mengikuti Nabi dan orang yang paling dekat kedudukannya di sisi Beliau” [Mustadrak Shahihain 3/136 no 4633]

Hadis ini adalah hadis shahih. Al Hakim dan Adz Dzahabi telah bersepakat menshahihkannya .
Quote
 
0
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-3

3 Imam Ali Mengakui Kepemimpinannya : Hujjah Hadis Ghadir Khum

Hadis Ghadir Khum yang menunjukkan kepemimpinan Imam Ali adalah salah satu hadis shahih yang sering dijadikan hujjah oleh kaum Syiah dan ditolak oleh kaum Sunni. Kebanyakan mereka yang mengingkari hadis ini membuat takwilan-takwil an agar bisa disesuaikan dengan keyakinan mahzabnya. Padahal Imam Ali sendiri mengakui kalau hadis ini adalah hujjah bagi kepemimpinan Beliau. Hal ini terbukti dalam riwayat-riwayat yang shahih dimana Imam Ali ketika menjadi khalifah mengumpulkan orang-orang di tanah lapang dan berbicara meminta kesaksian soal hadis Ghadir Khum.

عن سعيد بن وهب وعن زيد بن يثيع قالا نشد على الناس في الرحبة من سمع رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول يوم غدير خم الا قام قال فقام من قبل سعيد ستة ومن قبل زيد ستة فشهدوا انهم سمعوا رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول لعلي رضي الله عنه يوم غدير خم أليس الله أولى بالمؤمنين قالوا بلى قال اللهم من كنت مولاه فعلي مولاه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه

Dari Sa’id bin Wahb dan Zaid bin Yutsai’ keduanya berkata “Ali pernah meminta kesaksian orang-orang di tanah lapang “Siapa yang telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hari Ghadir Khum maka berdirilah?. Enam orang dari arah Sa’id pun berdiri dan enam orang lainnya dari arah Za’id juga berdiri. Mereka bersaksi bahwa sesungguhnya mereka pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda kepada Ali di Ghadir Khum “Bukankah Allah lebih berhak terhadap kaum mukminin”. Mereka menjawab “benar”. Beliau bersabda “YA ALLAH BARANGSIAPA YANG AKU MENJADI PEMIMPINNYA MAKA ALI PUN MENJADI PEMIMPINNYA, dukunglah orang yang mendukung Ali dan musuhilah orang yang memusuhinya”. [Musnad Ahmad 1/118 no 950 dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir]
Quote
 
0
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-4

4. Kedudukan Hadis “Imam Ali Pemimpin Bagi Setiap Mukmin Sepeninggal Nabi SAW”

Diriwayatkan dengan berbagai jalan yang shahih dan hasan bahwa Rasulullah SAW bersabda kalau Imam Ali adalah Pemimpin bagi setiap mukmin sepeninggal Beliau SAW. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imran bin Hushain RA, Buraidah RA, Ibnu Abbas RA dan Wahab bin Hamzah RA. Rasulullah SAW bersabda
إن عليا مني وأنا منه وهو ولي كل مؤمن بعدي
Ali dari Ku dan Aku darinya dan Ia adalah Pemimpin bagi setiap mukmin sepeninggalKu.

Takhrij Hadis
Hadis di atas adalah lafaz riwayat Imran bin Hushain RA. Disebutkan dalam Musnad Abu Dawud Ath Thayalisi 1/111 no 829, Sunan Tirmidzi 5/296, Sunan An Nasa’i 5/132 no 8474, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 7/504, Musnad Abu Ya’la 1/293 no 355, Shahih Ibnu Hibban 15/373 no 6929, Mu’jam Al Kabir Ath Thabrani 18/128, dan As Sunnah Ibnu Abi Ashim no 1187. Semuanya dengan jalan sanad yang berujung pada Ja’far bin Sulaiman dari Yazid Ar Risyk dari Mutharrif bin Abdullah bin Syikhkhir Al Harasy dari Imran bin Hushain RA. Berikut sanad Abu Dawud

حدثنا جعفر بن سليمان الضبعي ، حدثنا يزيد الرشك ، عن مطرف بن عبد الله بن الشخير ، عن عمران بن حصين
Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Sulaiman Ad Dhuba’iy yang berkata telah menceritakan kepada kami Yazid Ar Risyk dari Mutharrif bin Abdullah bin Syikhkhir dari Imran bin Hushain-alhadis - [Musnad Abu Dawud Ath Thayalisi no 829]
Hadis Imran bin Hushain ini sanadnya shahih karena para perawinya tsiqat

• Ja’far bin Sulaiman Adh Dhuba’iy adalah seorang yang tsiqat. Ja’far adalah perawi Bukhari dalam Adabul Mufrad, Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Ma’in, Ibnu Sa’ad, Ibnu Madini dan Ibnu Hibban menyatakan ia tsiqat. Ahmad bin Hanbal berkata “tidak ada masalah padanya”. Abu Ahmad mengatakan kalau Ja’far hadisnya baik, ia memiliki banyak riwayat dan hadisnya hasan [At Tahdzib juz 2 no 145]. Al Ajli menyatakan Ja’far bin Sulaiman tsiqat [Ma’rifat Ats Tsiqat no 221]. Ibnu Syahin juga memasukkannya sebagai perawi tsiqat [Tarikh Asma Ats Tsiqat no 166]. Kelemahan yang dinisbatkan kepada Ja’far adalah ia bertasayyyu’ tetapi telah ma’ruf diketahui bahwa tasyayyu’ Ja’far dikarenakan ia banyak meriwayatkan hadis-hadis keutamaan Ahlul Bait. Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq tasyayyu’ [At Taqrib 1/162]. Adz Dzahabi menyatakan Ja’far bin Sulaiman tsiqat [Al Kasyf no 729]

• Yazid Ar Risyk adalah Yazid bin Abi Yazid Adh Dhuba’iy seorang yang tsiqat perawi kutubus sittah. Tirmidzi, Abu Hatim, Abu Zar’ah, Ibnu Hibban dan Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqah. Ahmad bin Hanbal menyatakan ia “shalih al hadis”.[At Tahdzib juz 11 no 616]. Disebutkan kalau Ibnu Ma’in mendhaifkannya tetapi hal ini keliru karena telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih kalau Ibnu Ma’in justru menta’dilkannya . Ibnu Abi Hatim menukil Ad Dawri dari Ibnu Ma’in yang menyatakan Yazid “shalih” dan menukil Abu Bakar bin Abi Khaitsamah dari Ibnu Main yang menyatakan Yazid “laisa bihi ba’sun”. perkataan ini berarti perawi tersebut tsiqah menurut Ibnu Ma’in. [Al Jarh Wat Ta’dil 9/298 no 1268].

• Mutharrif bin Abdullah adalah tabiin tsiqah perawi kutubus sittah. Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqah. Al Ajli mengatakan ia tsiqah. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqah. [At Tahdzib juz 10 no 326]. Ibnu Hajar menyatakan Mutharrif bin Abdullah tsiqah [At Taqrib 2/188].

Hadis Imran bin Hushain di atas jelas sekali diriwayatkan oleh perawi tsiqah dan shahih sesuai dengan syarat Imam Muslim.
Quote
 
0
Jawaban imam ali as pemimpin dan khalifah bagi sahabat dan kaum mukmin bag-5

5. HADIS ALI KHALIFAH SETELAH NABI SAW
Al Hafiz Ibnu Abi Ashim Asy Syaibani dalam Kitabnya As Sunnah hal 519 hadis no 1188 telah meriwayatkan dengan sanad yang shahih sebagai berikut
ثنا محمد بن المثنى حدثنا يحيى بن حماد عن أبي عوانة عن يحيى ابن سليم أبي بلج عن عمرو بن ميمون عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعلي أنت مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنك لست نبيا إنه لا ينبغي أن أذهب إلا وأنت خليفتي في كل مؤمن من بعدي
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamad dari Abi ‘Awanah dari Yahya bin Sulaim Abi Balj dari ‘Amr bin Maimun dari Ibnu Abbas yang berkata RASULULLAH SAW BERSABDA KEPADA ALI “KEDUDUKANMU DI SISIKU SAMA SEPERTI KEDUDUKAN HARUN DI SISI MUSA HANYA SAJA ENGKAU BUKAN SEORANG NABI. SESUNGGUHNYA TIDAK SEPATUTNYA AKU PERGI KECUALI ENGKAU SEBAGAI KHALIFAHKU UNTUK SETIAP MUKMIN SETELAHKU.

makna : khaliifatii fii kulli mukmin min ba’di ?” – sebagaimana riwayat Ibnu Abi ‘Aashim. Bukankah ia menunjukkan lafadh mutlak yang menunjukkan ‘ALI MERUPAKAN PENGGANTI RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SEPENINGGAL BELIAU ? Dan lafadh mukmin ini meliputi seluruh shahabat yang hidup pada waktu itu, dan bagi kaum muslimin/mukmin yg hidip pada saat itu juga maupun setelahnya.
Quote
 
0
penulis bloq
Kemarahan kaum Sunni Iran terhadap Ahmadinejad dan pemerintahnya tak lepas dari kebijakan Iran sendiri selama ini.
jawab
emangnya apa kebijakannya ??? dikasih tahu mas bro. jangan sibuk membuat stetment murahan tapi tak menunjukan bukti apapun. ityu namanya antum pengidap penyakit SYIAHPHOBIA. ATAU NASHIBI.

penulis bloq
Selain itu juga karena perbedaan aqidah yang sangat besar, yaitu kaum Syiah tak mengakui keberadaan sahabat Rasul (kecuali Ali).
JAWAB
o...begitu ya. ana pengikut syiah imamiyah baru tahu bro. Apa tidak ada ucapan antum yg berbobot sehingga bicara ASBUN.

nih ana kasih tahu bro. dimasa pemerintahan imam ali as banyak terjadi perang dari org2 yg memberontak dan tidak senang sama imam ali as. maka sejarah mencatat 3 peperangan yaitu perang shiffin, jamal dan nahrawan. Ribuan sahabat nabi saw bergabung bersama imam ali as dalam menumpas pemberontak. sekarang coba antum tanya sama org syiah imamiyah yg paling awam sekalipun ttg ribuan sahabat yg berpihak dgn imam ali as, Apakah org syiah imamiyah melaknat sahabat tersebut ???? apakah org syiah mengkafirkan sahabat tersebut ??? apakah org syiah membenci semua sahabat tersebut ???? MAKANYA AGAK CERDASLAH SEDIKIT MAS BRO. BERIKANLAH DATA2 YG BERSIFAT MEMBANGUN DAN MENAMBAH PENGETAHUAN. BUKAN DATA2 PALSU HANYA KARENA KAUM SEKTE SALAFI-WAHABI PEMBENCI SYIAH IMAMIYAH, PEMBENCI KELUARGA NABI SAW (KAUM NASHIBI)
Quote
 
0
penulis bloq
Dalam konstitusi Iran, sudah disepakai, presiden Iran haruslah seorang penganut Syiah.

jawab
memang luar biasa FITNAH YG DILANCARKAN OLEH KAUM NASHIBI SEKTE SALAFI-WAHABI INI. BICARA ASBUN. TAK ADA DATA, FAKTA DAN BUKTI YG MENCERITAKANNYA . ana tunggu bukti atas ucapan antum mas bro penulis bloq

tapi...yah memang seperti itulah pola kaum salafi-wahabi.t uh.
Quote
 
0
penulis bloq
Sunni Iran mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh. .

jawab
mana referensinya mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh.dan jika itu benar apa alasan pemerintahan islam isran melakukannya. apakah karena ia mufti lalu ia terbebas dari dosa dan kesalahan sehingga apapun yg ia lakukan lebih baik dari apa yg dilakukan ulama2 syiah imamiyah yg berasal dari ahlul bait nabi saw ???? makanya baca secara lengkap kenapa beliau dipenjara dan dibunuh jika. bukan main copas tanpa tabayun bro.

penulis bloq
Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, dan melarang adanya pendirian masjid Sunni lainnya sekarang ini.
jawab
lebih baik antum berikan data bukan hanya asumsi dan persepsi lalu antum sebarkan FITNAH MURAHAN INI DIBLOQ. LALU PENGIKUT SALAFI-WAHABI YG TAQLID BUTA DAN FANATIK BUTA MENELAN MENTAH2 INFORMASI ANTUM TANPA ILMU DAN TANPA TABAYUN SAMASEKALI. kalo hal ini dilakukan iran mana mungkin ratusan ulama dunia mengakui SYIAH ADALAH MAZHAB ISLAM. sebab ulama2 tersebut adalah mayoritas pengikut aswaja/suni paham.

Di Teheran sendiri, terdapat 9 buah mesjid yang dikelola khusus oleh jama’ah Ahlus Sunnah. Meski demikian karena jumlah mereka yang minoritas dan tersebar sehingga masjid-masjid tersebut kadang sepi dari jam’ah bahkan tidak melangsungkan shalat berjam’ah sama sekali. Namun, masjid-masjid tersebut menjadi sangat ramai di bulan Ramadhan, dan pengikut Ahlus Sunnah menjadikannya sebagai tempat shalat tarawih berjama’ah.

Berikut daftar nama-nama mesjid yang didirikan jama’ah Ahlus Sunnah di Teheran :
1. Masjid Sodiqiyah, Falake 2 Sodiqiyah.
2. Masjid Tehran Fars, jalan Delavaran
3. Masjid Syahr Quds, KM 20 jalan Qadim
4. Masjid Khalij Fars, Bozorkroh Fath
5. Masjid an-Nabi, Syahrak Donesh
6. Masjid Haftjub, jalan Mullarad
7. Masjid Vahidiyeh, Syahriyar
8. Masjid Nasim Syahr, Akbarabad
9. Masjid Reza Abad, Simpang 3 jalan Syahriyar
Sumber: http://sukapura.wordpress.com/2012/03/29/kunjungan-ulama-sunni-iran-ke-mui/


penulis bloq
Bandingkan dengan Sinagog Yahudi yang banyak bertebaran di seantero Iran.
jawab
emang berapa jumlah sinagog yahudi diiran bro bisa dikasih tahu keana. DASAR WAHABI PEMECAH BELAH UMAT.

Penulis bloq
Bahkan, azdan oleh kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran
jawab
jadi kalo azan suni dilarang, menurut antum ketika merka mengumandangkan waktu sholat pake apa ?? pake KENTONGAN ?? PAKE TEROMPET ??? PAKE LONCENG ??? JAWAB DONG PAKE APA ORG SUNI JIKA MENGUMANDANGKAN SHOLAT DIIRAN JIKA AZAN SUNI DILARANG ?? DITUNGGU
Quote
 
0
PENULIS BLOQ
Tak pelak, ajaran Syiah sudah dianggap sebagai ajaran sesat dalam Islam dan ulama-ulama besar internasional pun sudah mengharamkannya.

JAWAB
MEMANG DASAR SALAFI WAHABI PENYEBAR FITNAH NO WAHID. PEMECAH BELAH UMAT ISLAM DAN PALING JAGO MEMUTAR BALIK FAKTA.

inilah pernyataaan ratusan ulama dunia dari berbagai mazhab dan berbagai negara ttg keislaman syiah.Hal ini dinyatakan Pada konferensi islam dunia diAMAN-YORDANIA TH 2005

BERIKUT ANA TAMPILKAN KONFRENSI ISLAM DIAMAN 4-6 JULI 2005
KONFERENSI INI DIADAKAN DI AMMAN, YORDANIA, DENGAN TEMA “ISLAM HAKIKI DAN PERANNYA DALAM MASYARAKAT MODERN” (27-29 JUMADIL ULA 1426 H. / 4-6 JULI 2005 M.)

Bismillahir-Rahmanir-Rahim
SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)
Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. YUSUFf Al-QARADAWI;Ses uai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;

Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT;
Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya;
Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

(1) Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim. TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGKAFIRKAN SALAH SEORANG DARI PENGIKUT/PENGAN UT MAZHAB-MAZHAB YANG DISEBUT DI ATAS. DARAH, KEHORMATAN DAN HARTA BENDA SALAH SEORANG DARI PENGIKUT/PENGAN UT MAZHAB-MAZHAB YANG DISEBUT DI ATAS TIDAK BOLEH DIHALALKAN. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

(2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbe daan di antara mereka. Para pengikut/pengan ut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: DUA KALIMAT SYAHADAT (SYAHADATAYN); KEWAJIBAN SHALAT; ZAKAT; PUASA DI BULAN RAMADHAN, DAN HAJI KE BAITULLAH DI MEKKAH. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. PERBEDAAN DI ANTARA ULAMA KEDELAPAN MAZHAB ISLAM TERSEBUT HANYA MENYANGKUT MASALAH-MASALAH CABANG AGAMA (FURU’) DAN TIDAK MENYANGKUT PRINSIP-PRINSIP DASAR (USHUL) ISLAM. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

(3) MENGAKUI KEDELAPAN MAZHAB DALAM ISLAM tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepas tian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

(4) ESENSI RISALAH AMMAN, YANG DITETAPKAN PADA MALAM LAILATUL QADAR TAHUN 1425 H DAN DIDEKLARASIKAN DENGAN SUARA LANTANG DI MASJID AL-HASYIMIYYIN, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

(5) KAMI SEMUA MENGAJAK SELURUH UMAT UNTUK MEMBUANG SEGENAP PERBEDAAN DI ANTARA SESAMA MUSLIM DAN MENYATUKAN KATA DAN SIKAP MEREKA; MENEGASKAN KEMBALI SIKAP SALING MENGHARGAI; MEMPERKUAT SIKAP SALING MENDUKUNG DI ANTARA BANGSA-BANGSA DAN NEGARA-NEGARA UMAT ISLAM; MEMPERKUKUH TALI PERSAUDARAAN YANG MENYATUKAN MEREKA DALAM SALING CINTA DI JALAN ALLAH. DAN KITA MENGAJAK SELURUH MUSLIM UNTUK TIDAK MEMBIARKAN PERTIKAIAN DI ANTARA SESAMA MUSLIM DAN TIDAK MEMBIARKAN PIHAK-PIHAK ASING MENGGANGGU HUBUNGAN DI ANTARA MEREKA.

Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya. (Al-Hujurat, 49:10).
Amman, 27-29 Jumadil Ula 1426 H./ 4-6 Juli 2005 M.

Para penandatangan:

AFGHANISTAN
YTH. Nusair Ahmad Nour
Dubes Afghanistan untuk Qatar

YTH. Lakhdar Ibrahimi
Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
Prof. Dr. Abd Allah bin al-Hajj Muhammad Al Ghulam Allah
Menteri Agama
Dr. Mustafa Sharif
Menteri Pendidikan
Dr. Sa’id Shayban
Mantan Menteri Agama
Prof. Dr. Ammar Al-Talibi
Departemen Filsafat, University of Algeria
Mr. Abu Jara Al-Sultani
Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

AUSTRIA
Prof. Anas Al-Shaqfa
Ketua Komisi Islam
Mr. Tar afa Baghaj ati
Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims
AUSTRALIA
Shaykh Salim ‘Ulwan al-Hassani
Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

AZERBAIJAN
Shaykh Al-Islam Allah-Shakur bin Hemmat Bashazada
Ketua Muslim Administration of the Caucasus

BAHRAIN
Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Sutri
Menteri Kehakiman
Dr. Farid bin Ya’qub Al-Miftah
sekretaris Kementerian Agama

BANGLADESH
Prof. Dr. Abu Al-Hasan Sadiq
Rektor Asian University of Bangladesh

BOSNIA dan HERZEGOVINA
Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric
Ketua Majlis ‘Ulama’dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
Prof. Hasan Makic
Mufti Bihac
Prof. Anes Lj evakovic
Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

BRAZIL
Syaikh Ali Muhmmad Abduni
Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

KANADA
Shaykh Faraz Rabbani
Guru, Hanafijurisprud ence, Sunnipath.com

REPUBLIK CHAD
Shaykh Dr. Hussein Hasan Abkar
Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

MESIR
Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq
Menteri Agama
Prof. Dr. Ali Jumu’a
Mufti Besar Mesir
Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Tayyib
Rektor Universitas Al-Azhar University
Prof. Dr. Kamal Abu Al-Majd
Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi;
Dr. Muhammad Al-Ahmadi Abu Al-Nur
Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
Prof. Dr. Fawzi Al-Zifzaf
Ketua Masyayikh Al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
Prof. Dr. Hasan Hanafi
Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
Prof. Dr. Muhammad Muhammad Al-Kahlawi
Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid
Mantan Sekjen, Dar al-Kutub Al-Misriyya
Syaikh Dr. Zaghlul Najjar
Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
Syaikh Moez Masood
Dai Islam
Dr. Raged al-Sirjani
Dr. Muhammad Hidaya

INDONESIA
Dr. Tutty Alawiyah
Rektor Universitas Islam Al-Syafi’iyah
Rabhan Abd Al-Wahhab
Dubes RI untuk Yordania
KH Ahmad Hasyim Muzadi
Mantan Ketua PBNU
Rozy Munir
Mantan Wakil Ketua PBNU
Muhamad Iqbal Sullam
International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

IRAN
Ayatollah Syaikh Muhammad Ali Al-Taskhiri
Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah.
Ayatollah Muhammad Waez-zadeh Al-Khorasani
Mantan Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah
Prof. Dr. Mustafa Mohaghegh Damad
Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
Dr. Mahmoud Mohammadi Iraqi
Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
Dr. Mahmoud Mar’ashi Al-Najafi
Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi Al-Najafi
Dr. Muhammad Ali Adharshah
Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
Shaykh Abbas Ali Sulaymani
Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

IRAK
Grand Ayatollah Shaykh Husayn Al-Mu’ayyad
Pengelola Knowledge Forum
Ayatollah Ahmad al-Bahadili
Dai Islam
Dr. Ahmad Abd Al-Ghaffur Al-Samara’i
Ketua Diwan Waqaf Sunni

ITALIA
Mr. Yahya Sergio Pallavicini
Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

INDIA
H.E. Maulana Mahmood Madani
Anggota Parlemen
Sekjen Jamiat Ulema-i-Hind
Ja’far Al-Sadiq Mufaddal Sayf Al-Din
Cendikiawan Muslim
Taha Sayf Al-Din
Cendikiawan Muslim
Prof. Dr. Sayyid Awsaf Ali
Rektor Hamdard University
Prof. Dr. Akhtar Al-Wasi
Dekan College of Humanities and Languages

JERMAN
Prof. Dr. Murad Hofmann
Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
Syaikh Salah Al-Din Al- Ja’farawi
Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

PERANCIS
Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr
Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
Dr. Husayn Rais
Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

YORDANIA
Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad
Utusan Khusus Raja Abdullah II bin Al-Hussein
Syaikh Izzedine Al-Khatib Al-Tamimi
Jaksa Agung
Prof. Dr. Abdul-Salam Al-Abbadi
Mantan Menteri Agama
Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel
Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
Syaikh Said Al-Hijjawi
Mufti Besar Yordania
Akel Bultaji
Penasehat Raja
Prof. Dr. Khalid Touqan
Menteri Pendidikan dan Riset
Syaikh Salim Falahat
Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
Syaikh Dr. Abd Al-Aziz Khayyat
Mantan Menteri Agama
Syaikh Nuh Al-Quda
Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
Prof. Dr. Ishaq Al-Farhan
Mantan Menteri Pendidikan
Dr. Abd Al-Latif Arabiyyat
Mantan Ketua DPR Yordania;
Shaykh Abd Al-Karim Salim Sulayman Al-Khasawneh
Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
Prof. Dr. Adel Al-Toweisi
Menteri Kebudayaan
Mr.BilalAl-Tall
Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
Dr. Rahid Sa’id Shahwan
Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

KUWAIT
Prof. Dr. Abdullah Yusuf Al-Ghoneim
Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
Dr. Adel Abdullah Al-Fallah
Wakil Menteri Agama

LEBANON
Prof. Dr. Hisham Nashabeh
Ketua Badan Pendidikan Tinggi
Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs
Anggota Dewan Tinggi Syiah
Syaikh Abdullah al-Harari
Ketua Tarekat Habashi
Mr. Husam Mustafa Qaraqi
Anggota Tarekat Habashi
Prof. Dr. Ridwan Al-Sayyid
Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah Al-Ijtihad
Syaikh Khalil Al-Mays
Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

LIBYA
Prof. Ibrahim Al-Rabu
Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
Dr. Al-Ujaili Farhat Al-Miri
Pengurus International Islamic Popular Leadership

MALAYSIA
Dato’ Dr. Abdul Hamid Othman
Menteri Sekretariat Negara
Anwar Ibrahim
Mantan Perdana Menteri
Prof. Dr. Muhamad Hashem Kamaly
Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
Mr. Shahidan Kasem
Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
Mr. Khayri Jamal Al-Din
Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

MALADEWA
Dr. Mahmud Al-Shawqi
Menteri Pendidikan

MAROKO
Prof. Dr. Abbas Al-Jarari
Penasehat Raja
Prof. Dr. Mohammad Farouk Al-Nabhan
Mantan Kepala DarAl-Hadits Al-Hasaniyya
Prof. Dr. Ahmad Shawqi Benbin
Direktur Perpustakaan Hasaniyya
Prof. Dr. Najat Al-Marini
Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

NIGERIA
H.H. Prince Haji Ado Bayero
Amir Kano
Mr. Sulayman Osho
Sekjen Konferensi Islam Afrika

KESULTANAN OMAN
Shaykh Ahmad bin Hamad Al-Khalili
Mufti Besar Kesultanan Oman
Shaykh Ahmad bin Sa’ud Al-Siyabi
Sekjen Kantor Mufti Besar

PAKISTAN
Prof. Dr. Zafar Ishaq Ansari
Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
Dr. Reza Shah-Kazemi
Cendikiawan Muslim
Arif Kamal
Dubes Pakistan untuk Yordania
Prof. Dr. Mahmoud Ahmad Ghazi
Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

PALESTINA
Shaykh Dr. Ikrimah Sabri
Mufti Besar Al-Quds dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa
Shaykh Taysir Raj ab Al-Tamimi
Hakim Agung Palestina

PORTUGAL
Mr. Abdool Magid Vakil
Ketua LSM Banco Efisa
Mr. Sohail Nakhooda
Pemred Islamica Magazine

QATAR
Prof. Dr. Shaykh Yusuf Al-Qaradawi
Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
Prof. Dr. Aisha Al-Mana’i
Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

RUSIA
Shaykh Rawi Ayn Al-Din
Ketua Urusan Muslim
Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev
Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
Dr. Murad Murtazein
Rektor, Islamic University, Moskow

ARAB SAUDI
DR. ABD AL-AZIZ BIN UTHMAN AL-TOUAIJIRI
DIREKTUR UMUM, THE ISLAMIC EDUCATIONAL, SCIENTIFIC AND CULTURAL ORGANIZATION (ISESCO)
SYAIKH AL-HABIB MUHAMMAD BIN ABDURRAHMAN AL-SAQQAF

SENEGAL
Al-Hajj Mustafa Sisi
Penasehat Khusus Presiden Senegal

SINGAPORA
Dr. Yaqub Ibrahim
Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

AFRIKA SELATAN
Shaykh Ibrahim Gabriels
Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African ‘Ulama’

SUDAN
Abd Al-Rahman Sawar Al-Dhahab
Mantan Presiden Sudan
Dr. Isam Ahmad Al-Bashir
Menteri Agama

SWISS
Prof. Tariq Ramadan
Cendikiawan Muslim

SYRIA
Dr. Muhammad Sa’id Ramadan Al-Buti
Dai, Pemikir dan Penulis Islam
Prof. Dr. Syaikh Wahba Mustafa Al-Zuhayli
Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun
Mufti Besar Syria

THAILAND
Mr. Wan Muhammad Nur Matha
Penasehat Perdana Menteri
Wiboon Khusakul
Dubes Thailand untuk Irak

TUNISIA
Prof. Dr. Al-Hadi Al-Bakkoush
Mantan Perdana Menteri Tunisia
Dr. Abu Baker Al-Akhzuri
Menteri Agama

TURKI
Prof. Dr. Ekmeleddin I lis an og hi
Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
Prof. Dr. Mualla Saljuq
Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
Prof. Dr. Mustafa Qag nci
Mufti Besar Istanbul
Prof. Ibrahim Kafi Donmez
Profesor Fiqih University of Marmara

UKRAINa
Shaykh Dr. Ahmad Tamim
Mufti Ukraina

UNI EMIRAT ARAB
Mr. Ali bin Al-Sayyid Abd Al-Rahman Al-Hashim
Penasehat Menteri Agama
Syaikh Muhammad Al-Banani
Hakim Pengadilan Tinggi
Dr. Abd al-Salam Muhammad Darwish al-Marzuqi
Hakim Pengadilan Dubai

INGGRIS
Syaikh Abdal Hakim Murad / Tim Winter
Dosen, University of Cambridge
Syaikh Yusuf Islam /Cat Steven
Dai Islam dan mantan penyanyi
Dr.FuadNahdi
Pemimpin Redaksi Q-News International
SamiYusuf
Penyanyi Lagu-lagu Islam

AMERIKA SERIKAT
Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr
Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
Syaikh Hamza Yusuf
Ketua Zaytuna Institute
Syaikh Faisal Abdur Rauf
Imam Masjid Jami Kota New York
Prof. Dr. Ingrid Mattson
Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

UZBEKISTAN
Syaikh Muhammad Al-Sadiq Muhammad Yusuf
Mufti Besar

YAMAN
Syaikh Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz
Ketua Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim
Syaikh Habib Ali Al-Jufri
Dai Internasional
Prof. Dr. Husayn Al-Umari
Anggota UNESCO; Profesor Sejarah, Universitas San fransisico
Quote
 
0
Quoting BARAY:
yang benar harus di benarkan,
yang salah harus di salahkan,
AJARAN SYIAH SESAT ..


jawaban utk baray dan bang udin
jawaban antum sudah BASI. JIKA ANTUM BERILMU SILAHKAN DIBANTAH SAJA DIBLOQ AKHIR ZAMAN INI JUGA. DISINI.

http://akhirzaman.info/islam/syiah/2184-bukti-nyata-syiah-bukan-islam.html

http://www.akhirzaman.info/islam/syiah/2280-17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum-syiah.html

http://www.akhirzaman.info/islam/syiah/1912-keajaiban-mazhab-syiah.html#comments

DITIGA DIALOQ TERSEBUT ANA SDH MENTAHKAN SEMUA ALASAN KAUM WAHABI DAN SUNI TTG KESESATAN SYIAH. BAHKAN ANA MENANTANG SIAPA YG BISA MEMBUKTIKAN BAHWA SUNI DAN WAHABI TDK MENYIMPANG DALAM 3 DOKTRIN ATAU MITOS YAITU

1. SEMUA SAHABAT ADALAH ASIL. JUJUR DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA

2. KITAB BUKHARI-MUSLIM KITAB TERSHAHIH SETELAH AL-QURAN DAN

3. TIDAK ADA MANUSIA SUCI/MAKSUM SELAIN PARA NABI DAN RASUL.
BUKHARI

ketiha doktrin suni tsb sudah ana tunjukan kebatilannya. TAPI ANEHNYA KAUM SUNI DAN WAHABI TDK BISA MEMBUKTIKAN SEDIKITPUN KESESATAN SYIAH. JIKA ANTUM BERMINAT SILAHKAN MASUK DALAM BLOQ YG ANA TUNJUKAN SIAPA TAHU ANA TERCERAHKAN. SOALNYA SEMUA SALAFI-WAHABI SUDAH KEHABISAN HUJJAH ALIAS BANGKRUT UTK MEMBUKTIKAN SYIAH SESAT BERDASARKAN AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH.

TAPI KALO BERDASARKAN UCAPAN SYEIKH JONGGOS SAUDI ARABIA DAN USTAD REGULER SALAFI DITAMBAH ASUSMSI DAN PERSEPSI MEMANG SYIAH SESAT. SEBAB DALILNYA PAKE MODAL DENGKUL BUKAN PAKE AL-QURAN DAN HADIS.

SEKALI LAGI DITUNGGU SIAPA YG BISA MEMBANTAH KESESATAN 3 DOKTRIN SALAFI-WAHABI DIBLOQ YG ANA BERIKAN. DITUNGGU
Quote
 
+1
Quoting ghyu:
situs bidah ya....hobby kipas2 aja kayak yahudi.

menurut ku ok juga sih situsnya supaya kita tahu apa yang kita perbuat hahahaha
Quote
 
0
Quoting BARAY:
yang benar harus di benarkan,
yang salah harus di salahkan,
AJARAN SYIAH SESAT ..

km ga sesat gitu hahahaha
jadi ragu ya
tentang semua yang ku lakukan melihat umat islam kaya gini
benerkah ajaran islam yg ku lakukan yang bener
Quote
 
0
Quoting Muhammad bin Amar:
Syah fuck you..

ngefuck kamu aku suka
Quote
 
-1
ngerokok ja ya islam nya dah kadaluarsa
Quote
 
-1
klo gini mendingan ga ke mana2 ngerokok aja lah
Quote
 
0
Syiah binatang sesat dan kejam.
Quote
 
0
emang nyata syiah itu sesat,apa lg yg kita debatkan,,
Quote
 
-4
Kenapa yg membeci syiah ucapannya tidak seperti islam sebenernya. Malu sy sebgai penganut islam suñni. Tlg lihat yg fakta sebwnernya dan kunjungolah negara mullah disana. Disiplin nya tinggi dan tingakt riminallnya rendah sekali. Tapi apa yg trrjadi di sini.... padahal kita merasa paling benar.
Quote
 
+3
Kalo gak tahu agama ngomongnya sok bijak tapi gak tau ilmunya (sejarahnya) udah jelas bro, syiah itu melenceng dari ajaran al-qur'an dan sunnah, seperti halnya yahudi menyesatkan nasrani, sekarang yahudi nyesatin orang islam, ya itulah islam tinggal namanya, dan pemimpin yang dijanjikan akan turun, dan terjadilah hari akhir, dari pada berdebat, mendingan datengin deh pengajian-penga jian yang mengajarkan tafsir al-qur'an, hadits Rasul SAW, jangan ngajinya cuman sekedar qori'ah ngebagusin suara, artinya kaga tau, tafsirnya gak ngerti, haditsnya gak paham,
Quote
 
+3
yang benar harus di benarkan,
yang salah harus di salahkan,
AJARAN SYIAH SESAT ..
Quote
 
-3
Pelajari dulu Jangan Terhasut Omongan Orang, nt harus ngerti cuma iran dg syiahnya yg bisa berdiri dg Ajaran islam yg benar.
Quote
 
0
MIrza ghulam ahmadi = dajjal kecil Sekalighus nabi palsu asal india antek inggris. Kampret lu ahmad! :P@
Quote
 
0
berobatlah hai semua manusia agar dunia aman sentosa
Quote
 
0
:lol:
Quote
 
+4
Perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbe daannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan. Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

1. Rukun Islam

Rukun Islam Ahlussunnah kita ada 5:
1. Syahadatain
2. As-Sholah
3. As-Shoum
4. Az-Zakah
5. Al-Haj

Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
1. As-Sholah
2. As-Shoum
3. Az-Zakah
4. Al-Haj
5. Al wilayah

2. Rukun Iman
Rukun Iman Ahlussunnah ada enam:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaik at Nya
3. Iman kepada Kitab-kitab Nya
4. Iman kepada Rasul Nya
5. Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
6. Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Rukun Iman Syiah ada 5 :
1. At-Tauhid
2. An Nubuwwah
3. Al Imamah
4. Al Adlu
5. Al Ma’ad
3. Syahadat

3. Syahadat
.Ahlussunnah mempunyai Dua kalimat syahada, yakni: “Asyhadu An La Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”.
Syiah mempunyai tiga kalimat syahadat, disamping “Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4. Imamah
Ahlussunnah meyakini bahwa para imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.Karenany a membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah meyakini dua belas imam-imam mereka, dan termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5. Khulafaur Rasyidin
Ahlussunnah mengakui kepemimpinan khulafaurrosyid in adalah sah. Mereka adalah: a) Abu Bakar, b) Umar, c) Utsman, d) Ali radhiallahu anhum
Syiah tidak mengakui kepemimpinan tiga Khalifah pertama (Abu Bakar, Umar, Utsman), karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

6. Kemaksuman Para Imam
Ahlussunnah berpendapat khalifah (imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum. Mereka dapat saja berbuat salah, dosa dan lupa, karena sifat ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi. Sedangkan kalangan syiah meyakini bahwa 12 imam mereka mempunyai sifat maksum dan bebas dari dosa.

7. Para Sahabat
Ahlussunnah melarang mencaci-maki para sahabat. Sedangkan Syiah mengangggap bahwa mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa, bahkan berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Sayyidah Aisyah
Sayyidah Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai oleh Ahlussunnah. Beliau adalah termasuk ummahatul Mu’minin. Syiah melaknat dan mencaci maki Sayyidah Aisyah, memfitnah bahkan mengkafirkan beliau.

9. Kitab-kitab hadits
Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidz, Sunan Ibnu Majah dan Sunan An-Nasa’i. (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Kitab-kitab hadits Syiah hanya ada empat : a) Al Kaafi, b) Al Istibshor, c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan d) Att Tahdziib. (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengik ut Syiah).

10. Al-Quran
Menurut Ahlussunnah Al-Qur’an tetap orisinil dan tidak pernah berubah atau diubah. Sedangkan syiah menganggap bahwa Al-Quran yang ada sekarang ini tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Surga
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. dan Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya. Menurut Syiah, surga hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Dan neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Raj’ah
Aqidah raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah ialah besok di akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah, dimana diceritakan bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyianny a. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain. Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali, sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri, yang berlainan dengan Imam Mahdi yang diyakini oleh Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Mut’ah
Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram. Sementara Syiah sangat dianjurkan mut’ah dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14. Khamr
Khamer (arak) najis menurut Ahlussunnah. Menurut Syiah, khamer itu suci.

15. Air Bekas Istinjak
Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci, menurut ahlussunnah (sesuai dengan perincian yang ada). Menurut Syiah air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16. Sendekap
Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah. Menurut Syiah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri sewaktu shalat dapat membatalkan shalat. (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah dan batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17. Amin Sesudah Fatihah
Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. Menurut Syiah mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah dan batal shalatnya. (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

Demikian telah kami nukilkan beberapa perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbe daan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

http://ummatipress.com/2013/02/12/perbedaan-antara-syiah-dan-sunni/
Quote
 
+1
menurut pandangan saya syi'ah adalah pembentukan nyata dari orang yahudi untuk mencerai beraikan islam dari dalam, contohnya banyak sampai sekarang jika kita sama-sama saling mengkritisi perihal tsb. kita jangan terlalu terlarut akan perbedaan syi'ah maupun sunni, karena itu adalah termasuk juga pelajaran untuk kita saling mempelajari kebenaran sejarah keislaman, cobalah kita menggali informasi dari akarnya dan kita gali wawasan yang lebih luas, dengan rasa malu saya ingin menyampaikan cobalah kita cari tahu tentang Kabbalah, Akar Gerakan Illuminati-Free masonry. (dulu saya pernah menjadi anggota band music metal bergenre Black Metal yang terpengaruh aliran satanic, segala sesuatu tentang lirik semua berbau dengan sisi hitam dan kegelapan, suatu ketika saya tersadar entah kenapa saya tidak tahu, dari diri saya timbul perasaan keingintahuan sumber akar dari musik saya tadi, pada akhirnya saya memang tersadar ternyata musik saya sebenarnya juga termasuk hasil penyesatan dari kaum penganut gerakan illuminati tsb.) [ur]http://www. eramuslim.com/b erita/tahukah-a nda/kabbalah-ak ar-gerakan-illu minati-freemaso nry.htm#.UY1M5N jQO6N[/ur]
Quote
 
-7
situs bidah ya....hobby kipas2 aja kayak yahudi.
Quote
 
-2
Ass. Saudaraku kita harus hati-hati membaca sebuah artikel karena di akhir zaman ini banyak artikel yang berisikan seolah2 nyata tp blm tentu benar pembuat artikel bertujuan spy kita terpedaya/ tdk terasa ikut menghujat sesama muslim, shg kita mudah di adu domba ? Tipu daya iblis sangat licin sekali.
Quote
 
+5
Lihat doanya khomeini. Mengerikan... imam kok gitu... makmum nya lebih x.
...
Quote
 
+2
Tidak ada sejarahnya syiah berperang dengan orang2 kafir, gembar gembor di media memusuhi israel dan amerika. itu taqiyah belaka. Musuh mereka yang mendara daging adalah umat islam. Aqidah mereka di bangun di atas kebencian,peper angan dan pertumpahan darah umat islam
Quote
 
-4
Woiii masyaallah kalean smua tuh mengaku muslim kok njelek2in sesama muslim....makan ya sekolah biar pinter ....jgn bisanya cm menghujat....ah kalean smua bkn org yg cerdas kl bisanya menjelek2an golongan tertentu tanpa ada referensi maupun bukti yg jelas.....menje lekkan golongan tertntu jg perbuatan yg hina di mata Allah Swt ...ingat itu
Quote
 
-1
tidurrrrrrr.... ......zzzzzzzzz zzzzzzzzzz..... ............tak gendong kemana mana,tak gendong kemana mana,kang aseeekkk....
Quote
 
-2
sama2 islamnya kok nyalah2in, ngafir2in, yang slafi,disalahka n,yang sunni disalahkan,yang syiah disalahkan. Tidur aja kang... aku juga bisa klo cuman nyalah2in kang...
Quote
 
-1
jangan percaya..bohong tuh..malahan syiah di saudi lebih ditekan drpd sunni di iran
Quote
 
+4
waduh mas - mas...yang bilang kalo kita bukan sunni ataupun syiah tapi islamnya rasulullah...pe rlu belajar lagi mas...sunni atau sunniyah, sunniyun ato ahlus sunnah wal jama'ah itulah islamnya rasulullah, orang sunni itu artinya pengikut sunnah Nabi saw dan sahabt - sahabatnya tanpa terkecuali, sedang untuk syiah artinya juga pengikut, tapi yang dimaksudkan pengikut Ali. Ali bin Abi Thalib sendiri pernah menghukum mati pemimpin syiah abdullah bin saba' dengan cara dibakar karena menganggap Ali adalah Tuhan. Syiah itu bukan islam karena banyak hal seperti mengkafirkan sebagaian besar sahabat seperti abu bakar, umar dan utsman, itu hanya salah satu contoh yang paling diakui oleh mereka. jadi mereka berbeda dengan islam, sedangkan pemahaman ahlus sunnah wal jamaah itulah islam yang diajarkan oleh Rasulullah,gtu mas...tlong lebih banyak lagi sejarah islamnya biar ndak salah paham tentang sunni - syiah...
Quote
 
-5
Boleh saya tahu darimana Eramuslim mendapatkan berita tersebut? boleh tahu referensinya?

Astakhfirullah umat islam zaman ini, suka mengkafir2 kan saudaranya sendiri, memakan bangkai saudaranya sendiri.

saya bukan membela syi'ah, dan saya juga bukan golongan sunni. saya islam namun saya sama menghormati keduanya, saya adalah islamnya rasulullah, jauh sebelum sunni syiah terbentuk. kepada admin, tolong kalau anda mengaku ahlussunnah wal jama'ah, maka bersikaplah seperti layaknya seorang ahlussunnah, jgn menyebarkan fitnah.carilah info yang berimbang, yang tak suka membesar2kan sesuatu yang kecil dan mengecil2kan sesuatu yang besar. Rasulullah melarang kita menjelek2an saudara kita, karena hal itu sama saja anda memakan bangkai saudara anda sendiri.
Quote
 
+3
Syiah adalah sebuah faham. Yang seolah memuliakan Ali, padahal itu cuma kedok. Menurut para ulama, termasuk di indonesia. syiah memang sudah divonis sesat. Dia menghina abu bkar dan umar, memiliki qur'an yang sedikit berbeda. Mengatakan istri Rasul saw, sbagai pelacur. Nauduzubilah. Dan memiliki rukun islam yang brbeda. Dan menemptkan yang paling pnting dari keempatnya adalah paham mereka sndiri..selain itu mereka juga menghalalkan zinah dan minuman keras. Yang sya ungkapkan ini adalah faham syiah rafidhah. Karena syiah trbagi 4 golongan.. Mengenai ahmadinejad harus dilakukan anylis dan informasi yg detail..apakah dia penganut syiah. Atau islam biasa..tapi sekalilagi syiah sudah divonis brakidah sesat dan menyimpang meskipun dia mengaku islam. Wallahu'alam.
Quote
 
-2
“Dan walau bagaimanapun, Syiah bukanlah suatu gerakan yang menghancurkan kesatuan Islam, tapi Syiah itu justru menambah kekayaan sejarah dan penyebaran Al-Quran,” kata Seyyed Hossein Nasr.

Janganlah langsung mengambil kesimpulan sebelum yang engkau yakini benar2 adanya..
Quote
 
+1
syiah is siliiit garing
Quote
 
0
Syiah fuck you..:cry:
Quote
 
0
Syah fuck you..


Kode keamanan
Segarkan