larger smaller reset

Sejarah Agama Syi’ah

  revolusi-iran-1979

Abu Umar Abdul Aziz

Revolusi Iran telah menyilaukan banyak kaum muslimin di dunia. Sebab banyak  generasi Islam yang tidak memahami inti dan tujuan dari revolusi ini. Agama Syi’ah adalah satu-satunya agama di dunia yang mewajibkan pengikutnya agar merahasiakan keyakinan mereka, mengikuti para Imam Syi’ah, dan menasehatkan agar inti ajaran ini disembunyikan.

 Telah banyak diantara kita yang tertipu, ketika melihat mereka shalat, mengucapkan dua kalimat syahadat, melawan Amerika, dan lain-lain. Tanpa pernah meneliti sumber-sumber ajaran mereka. Disaat kaum muslimin memberikan simpati kepada Syi’ah ini. Di negeri mereka (Iran dan Irak) para ulama mereka menfatwakan kewajiban untuk membunuh kaum muslimin ahlus sunnah.

 Disaat kaum muslimin mendemo Amerika untuk mendukung Iran, wanita Muslimah di Irak mereka bunuh di tengah perkampungan, dan mesjid kaum sunni mereka robohkan.  Inikah balasan dari simpati yang kita berikan, kaum seperti inikah yang akan kita jadikan saudara? Dan agama seperti inikah yang akan kita bela? Seperti apakah agama ini sebenarnya? Insya Allah kami akan membagi tulisan ini dalam dua kali terbit.

 Yang pertama adalah sejarah awal berdirinya agama Syi’ah dan yang kedua adalah prinsip-prinsip dasar yang membedakan antara ahlisunnah dan Syi’ah.

 Semenjak hari pertama Rasulullah berdakwah kepada Allah, kaum musyrikin menentang agama Islam memfitnah dan membunuh para pengikutnya. Permusuhan ini telah berlangsung dan akan berlangsung sepanjang sejarah, sampai hari kiamat.

 Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

 “Mereka akan tetap memerangi kamu, sehingga mereka menarik kembali kamu dari agama kamu, seandainya mereka dapat melakukan.” (Qs. Al-Baqarah 2: 217)

Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meninggal, agama Islam telah tersebar luas di semenanjung Arab. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar radiyallahu ‘anhum, berkali-kali terjadi perluasan daerah. Dan umat Islam dapat mengalahkan dua negara adikuasa pada saat itu yaitu kerajaan Persia dan Romawi.  Masih pada jaman pemerintahan Umar bin Khatab, satu demi satu benteng-benteng di Persia jatuh. Dimulai dari “Hurmuzan” (salah seorang pembesar Persia) yang pura-pura masuk Islam setelah kekalahan Persia, lalu diikuti oleh orang-orang Iran lainnya. Mereka pura-pura masuk Islam tetapi menyimpan tipu daya dan rencana jahat mereka. Tindakan balas dendam pertama mereka adalah membunuh Umar bin Khatab radiyallahu ‘anhu. Mengapa? Karena Umar radiyallahu ‘anhu lah khalifah yang pertama kali mematikan api agama Majusi, menghapus agama mereka dan menghilangkan kebanggaan mereka. Tentu saja bersama Orang Persia Ikut pula orang-

orang Yahudi dan Nasrani karena Umar radiyallahu ‘anhu lah manusia yang telah mengusir oang Yahudi terakhir dari Arabia dan ia pula yang telah membebaskan negeri Syria dari kezaliman orang-orang Romawi yang Nashrani.

Dan pada hari Umar radiyallahu ‘anhu terbunuh, Abdurrahman bin Abu Bakar melihat Abu Lu’lu’ah, Hurmuzan dan Jufainah saling berbisik-bisik. Ketika mereka melihat Abdurrahman, jatuhlah sebilah senjata tajam bermata dua dari balik jubah salah seorang mereka. Dan telah tertulis dalam sejarah kalau yang membunuh Umar adalah Abu Lu’lu'ah.

Rasa permusuhan orang Iran kepada Umar radiyallahu ‘anhu tetap hidup walaupun beliau sudah meninggal, mereka menjadikan cacian dan makian terhadap Umar radiyallahu ‘anhu  sebagai ibadah terbesar kepada Allah, bahkan menganggap hari terbunuhnya Umar sebagai hari raya, hari kebanggaan, hari penghormatan, hari zakat. Bahkan mereka memanggil pembunuh Umar radiyallahu ‘anhu dengan panggilan Baba Syuja'uddin (Bapak Pembela Agama).

Dan ketika umat Islam menaklukkan Iran, mereka mengawinkan Husein bin Ali dengan putri raja Iran yang bernama Jazdajrij yang datang bersama tawanan-tawanan. Perkawinan tersebut menjadi sebab mengapa orang Iran bersikap fanatik terhadap Husein, tetapi tidak terhadap Hasan, yakni karena anak Husein dari Syahbanu berdarah Iran dari dinasti Sasanid yang dianggap keramat oleh mereka.

Ketika terjadinya kesalah pahaman antara Ali dan Muawiyah radiyallahu ‘anhum, orang-orang Yahudi dan Majusi memakai kesempatan tersebut untuk memecah belah umat I slam dan menimbulkan permusuhan di antara mereka. Dengan memakai intrik kotor ala Yahudi seperti yang dilakukan oleh Abdullah bin Saba'.

Abdullah bin Saba'

Abdullah bin Saba' asalnya seorang Yahudi dari San'a (ibu kota Yaman), ibunya seorang wanita kulit hitam. Ia masuk Islam pada masa kekhalifahan Ustman radiyallahu ‘anhu.  Orang ini menaruh dendam terhadap Islam karena berhasil melenyapkan kekuasaan dan mengusir bangsa Yahudi dari Tanah Arab. Ia hidup berpindah-pindah tempat dari Hijaz, kemudian ke Basra, lalu ke Kufah, lalu ke Syam. Di setiap tempat yang ia kunjungi ia selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Namun karena tidak mendapat tanggapan dari kaum muslimin disana. Lalu ia pergi ke Mesir. Disana beliau banyak mendapatkan pengikut dan mengajarkan ajaran “inkarnasi”beliau mengatakan kepada masyarakat; ” Saya sungguh heran dengan orang yang mengatakan bahwa kelak Isa akan kembali lagi, sedang mereka tidak percaya akan kembalinya Ali dikemudian hari.... Ali lah yang lebih patut untuk kembali ke dunia ini dari pada Isa...”

Pengikut-pengikut Abdullah bin Saba' mengatakan bahwa inkarnasinya Ali adalah bagian dari ketuhanan Ali radiyallahu ‘anhu. Mereka percaya bahwa Ali radiyallahu ‘anhu tidak mati karena mengandung ketuhanan. Ali radiyallahu ‘anhu lah yang membawa awan, petir adalah suara Ali radiyallahu ‘anhu, dan kilat adalah alamatnya...

Adullah bin Saba' juga menyiarkan fitnah bahwa ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meninggal, para shahabat kembali menjadi kafir kecuali tiga orang, kaum muslimin sepakat untuk menyingkirkan Ali radiyallahu ‘anhu dengan mengangkat Abu Bakar, kemudian Umar, Kemudian Ustman sebagai khalifah. Dia menuduh para shahabat telah merebut kekuasaan dari tangan Ali radiyallahu ‘anhu dan anak-anaknya.

BAGAIMANAKAH SIKAP ALI TERHADAP PENGIKUT SABA'IYAH INI

Amirul Mukminin Ali radiyallahu ‘anhu ketika mendengar perkataan Abdullah bin Saba' ini tentang dirinya sangat marah, lalu ia memanggil Abdullah bin Saba'. Abdullah bin Saba' mengaku dengan mengatakan; ”Benar, engkau adalah Allah.” Amirul Mukminin berkata, “Kamu sudah dikuasai syetan. Tinggalkanlah ajaranmu dan bertaubatlah wahai orang yang celaka.”

Setelah itu Ali radiyallahu ‘anhu memerintahkan agar Abdullah bin Saba' untuk dibakar, namun kaum Rafidhah (Syi'ah) bersatu dalam menolak keputusan Ali dan mengatakan agar Abdullah bin Saba' dibuang saja. Karena suhu politik pada masa itu masih kacau, Abdullah bin Saba' diasingkan ke Mada'in dan diperintahkan untuk tidak menyiarkan ajarannya. Setelah itu Amirul Mukminin Ali radiyallahu ‘anhu mengambil tindakan keras terhadap orang yang masih menyiarkan ajaran Saba'iyah ini. Sebagian dari mereka ada yang diusir, sebagian lagi ada yang dibunuh dengan pedang atau dengan dibakar hidup-hidup.

Dihadapan pengikutnya Amirul Mukminin Ali radiyallahu ‘anhu menerangkan bahwa ia hanyalah seorang hamba Allah yang taat kepada Tuhannya.

Maka barangsiapa yang diketahui mereka adalah pengikut Saba'iyah maka mereka akan dijatuhi dengan hukuman bakar.  Dalam khotbahnya Imam Ali berkata, “Mengapa ada orang-orang yang memperkatakan terhadap dua orang pemuka Quraisy dan bapak kaum Muslimin, hal-hal yang saya sendiri jauh dari pandangan serta berlepas diri dari

apa yang mereka katakan, dan aku akan menghukum orang yang memperkatakannya. Demi Allah yang menumbuhkan biji dan menciptakan jiwa, tidak mencintai mereka kecuali orang mukmin yang takwa, dan tidak membenci mereka kecuali orang durhaka dan rendah moral ...”

Berhubung dengan sikap Ali radiyallahu ‘anhu yang keras terhadapgolongan Saba'iyah ini, maka para pengikut Saba'iyah terpaksa menyembunyikan keyakinan mereka, dan mulailah mereka menyiarkan ajaran mereka dengan cara sembunyi-sembunyi dengan memakai kedok “At-Taqiyah”

Namun setelah Ali radiyallahu ‘anhu terbunuh oleh Abdurrahman Al Muljam, maka Abdullah bin saba' keluar dari Madain dan mulai menyebarkan ajarannya bahkan mereka menambah kesesatannya dengan mengatakan bahwa Ali tidak mati dan tidak dibunuh. Ia tidak akan mati sehingga ia menggiring bangsa Arab dengan tongkatnya dan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezaliman.”

Syi’ah Sekarang

Revolusi Iran adalah revolusi Syi'ah. Dan kefanatikan kepada Imam mereka tidak dapat dilukiskan, mereka telah menuliskannya dalam buku-buku mereka dan menyiarkannya ke seluruh dunia tanpa tedeng aling. Khomeini mengatakan ke seluruh dunia bahwa imam-imam Syi'ah adalah sederajat dengan Allah yang Maha Pencipta. Dalam bukunya “Al-Hukumah Islamiyah”, ia menulis: Ajaran-ajaran Imam Itu seperti ajaran Al-Qur'an, harus kita ikuti dan kita jalankan... Imam itu mempunyai derajat yang tinggi, kedudukan yang terpuji, kekuasaan alamiyah yang kepadanya semua atom dunia ini tunduk... Imam-imam Syi'ah adalah tuhan-tuhan yang memiliki sifat-sifat Tuhan, yang tidak ngantuk dan tidak tidur”

Lebih dari seribu ulama telah menjatuhkan hukuman murtad dan kafir kepada kepada Khomaini ini pada Muktamar Islam ke Tiga yang diadakan oleh Rabithah Alam Islami di Mekkah Tanggal 18–22 Safar 1408 H. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga sependapat dengan Ijma' tersebut, karena Khomeini telah menentang nash-nash Al-Qur'an yang jelas.

Abu Umar Abdul Aziz

Maraji’:

  1. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Gerakan Syi'ah Oleh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir
  2. Tikaman Syi'ah Terhadap Para Shahabat Nabi Oleh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir
  3. Virus Syi'ah Oleh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir
  4. Pengkhianatan-Pengkhianatan Syi'ah dan Pengaruhnya Terhadap kekalahan Umat Islam Oleh Dr. Imad Ali Abdus Sami'
  5. Hakikat Akidah Syi'ah Oleh Dr. Muhammad kamil al-Hasyimi
  6. Mengapa saya keluar dari Syi'ah? Oleh Dr. Sayid Husein Al-Musawi

Terkait:

  1. Sekilas Sejarah Hitam Kaum Rafidhah Sepanjang Zaman
  2. Syi'ah dan Zionisme
  3. Akibat Praktek Nikah Mut'ah

Sumber: Buletin Dar el-Iman Vol.22/Th:1/2007

Share/Save/Bookmark
Dibaca :89692 kali  

Komentar-Komentar  

Quote
 
+1
jawab
tidak usahlah menghujat satu sama lain,jika sebenarnya tingkat kedalaman ilmu agama kita itu sama,sy bukan ahli hadist,ahli tfsir maupun apapun.tapi yaa kita bisa koreksi sendiri mana baik mana buruk,toh suatu hari juga Allah akan membalasnya,ent ah itu dgn apapun
Quote
 
+1
Quoting abu imam:
Quoting Sohib:
Yaallah semoga umat islam berbagai faham madhab dan pemikiran segera disadarkan karena ternyata saling diadu domba .... oleh musuh-musuh islam seperti Yahudi ......



amiin.

selama ada salafi-wahabi selama itu pula umat islam tak akan bersatu alias berpecah belah terus. PENYEBAB DASAR DAN BIANG KEROK SERTA BENALU DALAM ISLAM ITU ADALAH WAHABI.

APA BUKTINYA ????
lihat saja siapa yg merasa mazhabnya paling benar diseluruh dunia ??? salafi-wahabi

siapa yg suka membid'ahkan kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

siapa yg suka mengkafirkan kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

siapa yg suka mensyirikan kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

siapa yg paling bodoh dalam berhujjah diantara kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

Siapa yg merasa paling menjalankan sunah tapi mengabaikan wasiat nabi saw agar mengeluarkan kaum musryikun dari jazirah arab ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg paling mengagungkan syeikh2 arab saudi yg diam seribu bahasa ketika pangkalan meliter kaum musryikin yg bernama AS disana ???? SALAFI-WAHABI

Siapa yg mengatakan Allah seperti manusia (baca:pemuda amrad) ???SALAFI-WAHABI

siapa yg mengatakan kafir quraisy lebih baik dari orang yg berziarah kekubur dan berdoa kepada Allah dgn perantara orang sholeh ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg membagi tauhid menjadi 3 dan jika tak percaya ini maka kafir/musryikin mekah lebih baik dari org islam yg tak percaya pada tauhid dibagi 3 ??? SALAFI-WAHABI

siapa yg menyuruh rakyat palestina angkat kaki dari negaranya dan memberikan tanah tersebut kepada israel-yahudi laknatullah ???? nasruddin al-bani. ulama siapa dia ??? SALAFI-WAHABI

siapa yg mengatakan bumi ini datar ??? bin baz . Ulama siapa dia ?? panutan siapa dia ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg mengatakan Allah bertempat ???? SALAFI-WAHABI

siapa yg mengatakan Allah punya tangan, wajah, betis, kaki seperti layaknya manusia dalam bentuk fisik (nauzubillah) ???? SALAFI-WAHABI

Siapa yg paling senang mengkafirkan ahlul bait nabi saw sekarang ???? SALAFI-WAHABI

siapa yg memuliakan orang yg telah nyata-nyata DILAKNAT OLEH ALLAH ???? SALAFI-WAHABI

Siapa yg tidak melaknat yazid bin muawiyah sang pemimpin yg menyuruh untuk membunuh imam husein as ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg membenarkan tindakan yazid dgn membiarkan pembunuh imam husein (tidak memberi hukuman pada sipembunuh tersebut)???? SALAFI-WAHABI

siapa yg mengkafirkan ahlul bait nabi saw yaitu ibu, ayah serta kakek nabi saw dan menyebarkannya dimedia massa ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg tak menceritakan dipengajian-pengajian mereka tentang ibu muawiyah laknatullah yaitu HINDUN pemakan hati hamzah ra ??? SALAFI-WAHABI

dengan data-data tersebut masih layakkah seorang muslim berkeyakinan bahwa salafi-wahabi memurnikan tauhid dan MENEGAKKAN SUNAH NABI SAW ????? KALO MENEGAKAN SUNAH MANUSIA TERLAKNAT SEPERTI KELUARGA BANI UMMAYAH, ANA PERCAYA 1000 % BRO.


jawab
tidak usahlah menghujat satu sama lain,jika sebenarnya tingkat kedalaman ilmu agama kita itu sama,sy bukan ahli hadist,ahli tfsir maupun apapun.tapi yaa kita bisa koreksi sendiri mana baik mana buruk,toh suatu hari juga Allah akan membalasnya,ent ah itu dgn apapun.
Quote
 
0
Quoting Supriadi Akbar:
Jangan terlalu di permasalahkan tentang agama orang lain wahai saudara kalau sudah memang terbukti musyrik kita harus memperkuat iman agar kita tidak masuk dalam mereka. jangan di besar-besarkan permasalahan agama orang lain kita jaga sendiri agama kita masing masing walaupun aku sendiri kesal lihat kaum Nasrani, Syiah, Yahudi yang selalu berangapan mereka benar. ALLAH pasti akan membalas semuanya dan kita yang akan memenangkan perang di Akhir Zaman seperti tertulis dalam Al-Quraan


JAWAB
BERHUJJAH PAKE MODAL DENGKUL. PAKE DALIL BRO !!!! AGAR KELIATAN ANTUM SEDIKIT BERILMU. KALO CUMA MODAL DENGKUL MENGATAKAN SYIAH SAMA DGN YAHUDI ATAU SYIAH SESAT. LEBIH BAIK ANTUM PULANG DULU....BELAJAR YG BANYAK BARU KASIH KOMENT. DAN JANGAN MALU2 SURUH USTAD2MU KESINI SIAPA TAHU ANA DAPAT PENCERAHAN. KALO CUMA MODAL TUDUHAN TANPA DALIL ANAK ANA YGMASIH SD BISA MELAKUKANNYA BRO. PAHAM. Ditunggu dalilnya
Quote
 
0
Jangan terlalu di permasalahkan tentang agama orang lain wahai saudara kalau sudah memang terbukti musyrik kita harus memperkuat iman agar kita tidak masuk dalam mereka. jangan di besar-besarkan permasalahan agama orang lain kita jaga sendiri agama kita masing masing walaupun aku sendiri kesal lihat kaum Nasrani, Syiah, Yahudi yang selalu berangapan mereka benar. ALLAH pasti akan membalas semuanya dan kita yang akan memenangkan perang di Akhir Zaman seperti tertulis dalam Al-Quraan
Quote
 
0
Jangan terlalu di permasalahkan tentang agama orang lain wahai saudara kalau sudah memang terbukti musyrik kita harus memperkuat iman agar kita tidak masuk dalam mereka. jangan di besar-besarkan permasalahan agama orang lain kita jaga sendiri agama kita masing masing walaupun aku sendiri kesal lihat kaum Nasrani, Syiah, Yahudi yang selalu berangapan mereka benar. ALLAH pasti akan membalas semuanya dan kita yang akan memenangkan perang di Akhir Zaman seperti tertulis dalam Al-Quraan
Quote
 
0
Jangan terlalu di permasalahkan tentang agama orang lain wahai saudara kalau sudah memang terbukti musyrik kita harus memperkuat iman agar kita tidak masuk dalam mereka. jangan di besar-besarkan permasalahan agama orang lain kita jaga sendiri agama kita masing masing walaupun aku sendiri kesal lihat kaum Nasrani, Syiah, Yahudi yang selalu berangapan mereka benar. ALLAH pasti akan membalas semuanya dan kita yang akan memenangkan perang di Akhir Zaman seperti tertulis dalam Al-Quraan
Quote
 
0
Jangan terlalu di permasalahkan tentang agama orang lain wahai saudara kalau sudah memang terbukti musyrik kita harus memperkuat iman agar kita tidak masuk dalam mereka. jangan di besar-besarkan permasalahan agama orang lain kita jaga sendiri agama kita masing masing walaupun aku sendiri kesal lihat kaum Nasrani, Syiah, Yahudi yang selalu berangapan mereka benar. ALLAH pasti akan membalas semuanya dan kita yang akan memenangkan perang di Akhir Zaman seperti tertulis dalam Al-Quraan
Quote
 
0
Jangan terlalu di permasalahkan tentang agama orang lain wahai saudara kalau sudah memang terbukti musyrik kita harus memperkuat iman agar kita tidak masuk dalam mereka. jangan di besar-besarkan permasalahan agama orang lain kita jaga sendiri agama kita masing masing walaupun aku sendiri kesal lihat kaum Nasrani, Syiah, Yahudi yang selalu berangapan mereka benar. ALLAH pasti akan membalas semuanya dan kita yang akan memenangkan perang di Akhir Zaman seperti tertulis dalam Al-Quraan
Quote
 
0
solahudin
Hati hati dengan kelicikn siah...! pertama dia bilang "nih thread2 n blog2 n website2 yg buat umat islam pecah belah ..
yg bisanya cuma ngadu domba ... ckckckckckckkck ckckckckckckck",0
......... &pada akhirnya kalau yang mempelajari itu kurang pondasinya maka ia akan terjerumus pada siah itu sendiri. maka dari itu jangan pelajari siah karana sudah jelas kaum siah itu sesat.

jawab
awab
ukuran syiah sesat atau tidak pake apa mas bro ??? pake dengkulmu ??? atau pake jiwa kenashibianmu ??? atau pake copy paste dari syeikh2 yg syiahphobia itu ???

apakah antum pakar hadist atau ahli tafsir sehingga kesimpulanmu "syiah itu sesat" adalah benar dan dapat dipertanggugjaw abkan ??

kalo antum berilmu disebutkan saja dimana kesesatan syiah imamiyah 12 imam. TAPI PAKE DALIL YA JANGAN PAKE MODAL KEBENCIAN/NASHI BI PALAGI PAKE DALIL DENGKUL !!!! NDAK LAKU DISINI BRO. SILAHKAN DISEBUTKAN KESESATAN SYIAH INSYA ALLAH ANA DAPAT PATAHKAN DGN MUDAH BERDASARKAN DALIL AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH. DITUNGGU
Quote
 
0
Hati hati dengan kelicikn siah...! pertama dia bilang "nih thread2 n blog2 n website2 yg buat umat islam pecah belah ..
yg bisanya cuma ngadu domba ... ckckckckckckkck ckckckckckckck",0
SUNGGUH LUAR BIASA KEBODOHAN DAN FITNAH WEB INI MNYANDARKAN HANYA PD SATU BUKU DAN BERKESIMPULAN YG AKHIRNYA JATUH KE LIANG FITNAH SAMA HALNYA ORIENTALIS ATAU ORANG YG MNGANUT ISLAMPHOBIA CENDERUNG MEMFITNAH AJARAN ISLAM HANYA BERDASARKAN NASH NASH TERBATAS YG BRANGKAT DR DASAR FITNAH TANPA MAU MASUK KE AJARAN INTINYA SECARA MNYELURUH APALGI TANPA AKAL DAN LOGIKA,KALAU BERLOGIKA JGN KRN FULUS, AKIBATNYA SEPERTI ARTIKEL DI ATAS. DI BUMI INI HANYA DI ARAB SAUDI YG MELARANG RAKYATNYA JD PEGAWAI PEMERINTAH JK TERNYATA NASABNYA DR NABI , LOOOO KAN ADA RASIALIS DI ARAB SAUDI ATAU PEMERINTAHNYA KETAKUTAN DENGAN KETURUNAN NABI ??? MEREKA TAHU SEBAGIAN BESAR SAYYID,SYARIEF DAN HABIB ADALAH SYIAH YANG TAAT." &pada akhirnya kalau yang mempelajari itu kurang pondasinya maka ia akan terjerumus pada siah itu sendiri. maka dari itu jangan pelajari siah karana sudah jelas kaum siah itu sesat.
Quote
 
0
Assalamualaikum . . .
Wahai saudaraku, janganlah engkau permasalahkan iman orang lain, tapi perhatikanlah imanmuk. Karena iman seseorang bergantung pada hati dan fikirannya. Iman memerlukan ilmu dan kejujuran hati untuk mengakuinya, karena ada yang rasional dan ada yang gaib.
Mohonlah petunjuk Allah agar dia membimbingmu kejalan yang benar, pelajari dan fahami Al Quran serta riwayat kehidupan Rasulullah (tdk mungkin seseorang mengaku beriman tanpa paham pada apa yang diimaninnya ).
Adapan Syah Imamah adalah ajaran Rasulullah yang diteruskan oleh imam Ali dan keturunannya (ahlul bait ). Jika engkau tidak percaya kepada mereka apalagi membencinya, maka mintalah petunjuk Allah, mengapa Dia Yang Maha Mengetahui mewajibkanmu (umat islam) menyebut dan mendoakan mereka dalam setiap shalatmu ?(Dalam salawat nabi ) tidak sah shalatmu tanpa menyebut mereka. Fikirkanlah, mohonlah petunjuk Allah SWT. Jika bukan lewat Ali dan ahlul bait, maka lewat pintu yang manakah engkau akan memasuki kota ilmu Rasulullah ? Sementara Rasulullah tidak menyebut ada pintu lain.
Sesungguhnya اَللّهُ yang Maha pengasih dan Penyayang akan memberi petunjuk pada hambanya yang memohon petunjuk dengan tulus ikhlas karena ketakwaannya
Quote
 
0
Assalamualaikum . . .
Wahai saudaraku, janganlah engkau permasalahkan iman orang lain, tapi perhatikanlah imanmuk. Karena iman seseorang bergantung pada hati dan fikirannya. Iman memerlukan ilmu dan kejujuran hati untuk mengakuinya, karena ada yang rasional dan ada yang gaib.
Mohonlah petunjuk Allah agar dia membimbingmu kejalan yang benar, pelajari dan fahami Al Quran serta riwayat kehidupan Rasulullah (tdk mungkin seseorang mengaku beriman tanpa paham pada apa yang diimaninnya ).
Adapan Syah Imamah adalah ajaran Rasulullah yang diteruskan oleh imam Ali dan keturunannya (ahlul bait ). Jika engkau tidak percaya kepada mereka apalagi membencinya, maka mintalah petunjuk Allah, mengapa Dia Yang Maha Mengetahui mewajibkanmu (umat islam) menyebut dan mendoakan mereka dalam setiap shalatmu ?(Dalam salawat nabi ) tidak sah shalatmu tanpa menyebut mereka. Fikirkanlah, mohonlah petunjuk Allah SWT. Jika bukan lewat Ali dan ahlul bait, maka lewat pintu yang manakah engkau akan memasuki kota ilmu Rasulullah ? Sementara Rasulullah tidak menyebut ada pintu lain.
Sesungguhnya اَللّهُ yang Maha pengasih dan Penyayang akan memberi petunjuk pada hambanya yang memohon petunjuk dengan tulus ikhlas karena ketakwaannya
Quote
 
0
ihsan
...Apalagi dgn menyebut dia(Ali) yg paling tahu tentang Islam. Anda adalah "ghuluw"(mengku ltuskan) Ali,..dst

jawab lagi


Baginda [sawas] telah berkata: "Wahai `Ali! Saya lebih utama dari kamu disebabkan saya seorang Rasul, sedangkan kamu lebih utama dari yang lain disebabkan oleh 7 kemuliaan:

1.Kamu adalah yeng pertama diantara mereka yang beriman kepada Allah,
2.yang paling benar dalam memenuhi janji-janji Allah,
3.yang paling taat pada perintah Allah,
4.yang paling kasih kepada manusia awam,
5.yang paling adil di dalam menangani manusia umum,
6.yang paling BERPENGETAHUAN di dalam semua perkara,
7.dan yang menikmati kedudukan status yang tertinggi pada pandangan Allah.

" Abu Sa`id al-Khudri menyebutkan Rasul Allah [sawas] sebagai berkata: "Wahai `Ali! Kamu miliki 7 KEUTAMAAN yang mana mengenainya tiada siapa yang dapat mempertikaikann ya dengan kamu:

Kamu adalah yang pertama yg benar-benar beriman dengan Allah, yang paling benar di dalam memenuhi janji-janji Allah, yang paling taat kepada perintah Allah, yang paling kasih kepada manusia awam, yang paling berpengetahuan di dalam semua perkara dan yang paling tinggi diantara mereka pada kedudukan status."

[Abu Na`im telah menyebutnya diantara tradisi yang disampaikan oleh Ma`ath, begitu juga dengan hadith yang selepasnya, iaitu, yang dari Abu Sa`id, di dalam Hilyat al-Awliya', dan ianya dimuka surat 156, Vol. 6, dari Kanz al-`Ummal.)
Quote
 
0
3.TDK ADA MANUSIA YG MAKSUM/SUCI SELAIN PARA NABI DAN RASUL

dalam ajaran suni dan salafi banyak sekali ulama2 kalian meyakini dan menyebarkan doktrin bahwa tidak ada manusia yg suci atau maksum selain para nabi saw.

Hal ini keluar karena kebodohan dan ketidak tahuan dalam mempelajari al-quran.

pernyataan bahwa tidak ada manusia yg suci selain para nabi dan rasul dibantah oleh Allah dalam firmannya :

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul baitdan membersihkan kamu sesuci-sucinya ( QS.33:33)

ayat ini tdk perlu ditafsirkan lagi dgn ini dan itu sebab ayat ini sudah sangat jelas.

dalam hadist ttg asbabun nuzul ayat 33 al-ahzab disebutkan manusia yg disucikan oleh Allah adalah imam ali as, sayyidah fatimah as, imam hasan as, dan imam husein as.

lalu setelah mengetahu ayat ini sekelompok org memasukan istri2 nabi saw yg berjumlah belasan org kedalamnya walaupun tidak ditemukan gadist ttg penjelasan ayat tsb bahwa istri2 nabi saw masuk dalam hadist kisa tersebut.

terlepas dari benar atau tidak istri nabi saw masuk dalam hadist kisa yg ana garis bawahi adalah " DOKTRIN MANUSIA YG MAKSUN ATAU SUCI SBGMANA DIGEMBAR=GEMBOR KAN SALAFI-WAHABI DAN SUNI TERBUKTI TIDAK BENAR ALIAS PENDAPAT SESAT DAN MENYESATKAN MANUSIA.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH
WASSALAM
Quote
 
0
2. BUKHARI MUSLIM ADALAH KITAB PALING SHAHIH SETELAH AL-QURAN

difalam kitab bukhari-muslim banyak terdapat hadist-hadist palsu yg jumlahnya cukup siqnifikan seperti : bukhari meyakini hukum rajam berasal dari monyet, bukan ajaran nabi saw. nabi saw digambarkan seorang yg paling kejam dan sadis sehingga untuk menghukum seorang pencuri unta nabi saw memotong kedua tangan dan kaki pencuri tsb tidak puas dgn itu nabi saw menjemur pencuri itu ditengah terik matahari dan dihimpit batu besar didada sipencuri tsb. (persis seperti kaum jahiliyah yg menyiksa bilal bin rab'ah)

nabi saw juga digambarkan orang yg tdk khusu' dalam sholat berjemaah (nabi lupa 2 rakaat sholat) sedangkan ratusan sahabat bahkan mungkin ribuan yg bermakmum bersama nabi saw sangat khusu' dalam sholatnya

nabi saw digambarkan dalam hadist palsi bukhari muslim dalam semalaman atau seharian kerjanya hanya berjimak ria bersama istri2nya shg lupa berdalwah dan sholat tahajud yg diwajibkan oleh Allah atas nabi saw.

nabi musa menyiksa malaikat maut dgn menampar dan mencungkil mata malaikat maut, nabi musa as lari telanjang bulat bulat didepan kaumnya tanpa malu, nabi ayub as dgn terang-terangan menyatakan tidak puas dgn nikmat yg diberikan Allah padanya. Dan hal ini diungkapkan nabi ayub as secara terang-terangan ketika diajak ngobrol sama Allah dalam keadaan telanjang.

nabi sulaiman lupa mengucapkan insya Allah ketika berjimak ria dgn istrinya kurang lebih 90 atau 99 saking sibuknya nabi sulaiman melayani nafsu seksnya atau nafsu seks istri2nya.

apakah dgn data2 ini antum dan syiekh serta ustad antum mau mengatakan semua ini adalah GADIST SHAHIH HANYA KAREANA IA BERADA DIKITAB BUKHARI DAN MUSLIM ????

SILAHKAN ANTUM TANYA SAMA USTAD, SYEIKH ATAU ULAMA SUNI DAN SALAFI WAHABI TTG KITAB BUKHARI MUSLIM PASTI MEREKA KATAKAN SEMUA HADIST BUKHARI MUSLIM ADALAH SHAHIH.

APA YG ANDA KATAKAN DGN ULAMA ANTUM ITU STLH MENGETAHUI HADIST2 YG MENYIMPANG DARI AL-QURAN TERSEBUT KPD ULAMA2 SUNI DAN SALAFI-WAHABI KALO TIDAK DGN GHULUW.

silahkan antum berselancar disini untuk mengetahui isi kitab bukhari dan muslim yg banyak menyimpang alias palsu dan perbuatan sahabat yg menyimpang bahkan dibanyak sekali sahabat yg dicampakan kedalam neraka diisni :

http://www.akhirzaman.info/islam/syiah/2184-bukti-nyata-syiah-bukan-islam.html

insya Allah akan anda temui
Quote
 
0
Jawaban bantahan ghuluw mencintai ahlul bait bag-1

Ghuluw (Eksrim) dalam mencintai Ahlul Bait atau imam ali as
Jawab
Org yg mencintai, mengikuti ahlul bait nabi saw dan membenarkan apa yg disampaikan oleh ahlul bait antum katakan ghuluw padahal kecintaan dan mengikuti jalan ahlul bait adalah perintah nabi saw, wahyu Allah melalui lisan nabi saw. (silahkan baca sekalilagi hadist tsqalain/dua perkara berat dan hadist bahtera nabi nuh)

Tapi anehnya sikap kalian yg membabi buta dan kecintaan kalian tanpa dasar ilmu, tanpa dalil shahih kalian anggap itu biasa saja atau bukan ghuluw.

Kalolah ahlul bait nabi saw yg mana dalilnya sangat jelas dan terang, sejelas dan seterang matahari disiang bolong kalian ingkari dan kalian akal-akali agar tak mengikuti mereka LALU siapa lagi dalam agama ini yg jadi pedoman kalian setelah nabi saw dijaman FITNAH INI ???

APAKAH KALIAN MAU MENGIKUTI IBNU TAYMIYAH SYAIKUL NASHIBI ITU yg banyak mencela ahlul bait dan mengambarkan Allah seperti manusia (punya tangan, mata, betis dll) dgn penampilan seorang pemuda yg berambut kriting ???

Atau apakah kalian mau mengikuti syiekh albani muhadist kampungan yg plin plan itu ??

Atau kalian mau berpedoman sama ibnu abdul wahab yg banyak menumpahkan darah kaum muslimin dan menjaga darahkaum kafirin ???

Atau kalian akan taqlid dgn pendapat bin baz yg mengatakan bumi ini datar ???

Silahkan antum pilih syeikh2 pujaan antum itu dimana TIDAK ADA SATUPUN HADIST DARI NABI SAW UTK MENGIKUTI MEREKA TAPI KENYATAANNYA KALIAN MEMANG SUKA DAN PATUH PADA SESUATU YG TAK ADA DALILNYA. TAK ADA PERINTAH DAN TAK ADA ANJURAN DARI NABI SAW ITULAH FAKTANYA.!!!! SEDANGKAN YG ADA DALILNYA baik dari al-quran dan hadist shahih MALAH KALIAN TOLAK/BUANG DAN KALIAN INGKARI.
Quote
 
0
Jawaban bantahan ghuluw mencintai ahlul bait bag-2

Antum ini seperti MALING TERIAK MALING. PADAHAL MALINGNYA SENDIRI ADALAH ANTUM DAN SYEIKH2 ANTUM TERSEBUT. ANTUM DAN SYEIKH2 ANTUM ITU YG GHULUW THD SAHABAT DAN IMAM BUKHARI DAN MUSLIM. AKIBAT DARI SIKAP GHULUW SALAFI-WAHABI DAN SUNI BERANI MENETAPKAN SESUATU DIMANA ALLAH DAN NABI SAW BERLEPAS DIRI DARI PERKATAAN KALIAN. INILAH CONTOH SIKAP GHULUW KAUM SALAFI-WAHABI DAN SUNI TSB

1. SEMUA SAHABAT ADALAH UDUL, JUJUR DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.
INILAH ADALAH SIKAP GHULUW KAUM SALAFI-WAHABI YG TERANG-TERANGAN TANPA MALU DAN TANPA DALIL SHAHIH MENETAPKAN DOKTRIN GHULUW KEPADA PARA SAHABAT NABI SAW. PADAHAL TAK ADA SATUPUN DALIL SHAHIH YG MENYATAKAN SEMUA SAHABAT SEPERTI DALAM DOKTRIN SUNI ATAU SALAFI-WAHABI DIATAS .

BAHKAN KALO SALAFI-WAHABI DAN SUNI MAU MENELAAH DALAM AYAT AL-QURAN , TELAH DICERITAKAN OLEH ALLAH PERANGAI PARA SAHABAT YG BURUK SEKALI YAITU PADA SAAT PERANG UHUD DAN HUNAIN. PARA SAHABAT KEBANGGAAN ANTUM ITU SEBAGIAN BESAR LARI TUNGANG LANGGANG KARENA TAKUT MATI DARI PEDANG ORANG2 KAFIR.

Sebagian besar Para Sahabat tidak sholat jum’at dan meninggalkan nabi saw sedang berkhutbah jum’at hanya karena makanan alias sahabat takut kelaparan selamat 3 kali jumatan berturut-turut
Bagaimana mungkin semua sahabat bersifat udul, jujur dan paling taat kepada Allah dan rasulNYA mampu meninggalkan nabi saw dimedan perang bersama kaum kafir ???

Bahkan dalam hadist bukhari-muslim para sahabat kebanggaan antum itu dikatakan MUNAFIQ, minum khamar, berzina, saling bunuh dan saling tebas batang leher sesama sahabat sendiri, bahkan bukhari, muslim, ahmad menceritakan banyak sahabat nabi saw dicampakan dalam neraka.

Bagaimana mungkin semua sahabat DIKATAKAN JUJUR DAN ADIL DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH kalo mereka LARI DARI MEDAN PERANG DAN MENINGGALKAN NABI SAW BERPERANG DGN ORG KAFIR ??? berani meninggalkan nabi ketika khutbah sholat jum’at. Bahkan akibat perbuatan para sahabat tersebut nabi saw marah besar melihat para sahabatnya lebih mementingkan PERUT daripada mendengar hadist2 nabi saw yg diucapkan pada khutbah jum’at.
Quote
 
0
mas ihsan

Jawaban bantahan ghuluw mencintai ahlul bait bag-3

yg ana tahu yg banyak mengkultuskan /GHULUW seseorang atau kelompok tanpa dalil SHAHIH KEBANYAKAN DARI SUNI DAN SALAFI-WAHABI BUKAN SYIAH BRO.

berikut sifat ghuluw aswaja dan salafi wahabi sbb:
1. aswaja dan salafi wahabi mengkultus semua sahabat dgn berkata : " SEMUA SAHABAT NABI SAW ADALAH UDUL, JUJUR DAN PALING TAAT PADA ALLAH DAN RASULNYA

2. BUKHARI MUSLIM ADALAH KITAB PALING SHAHIH SETELAH AL-QURAN

3. TDK ADA MANUSIA YG MAKSUM/SUCI SELAIN PARA NABI DAN RASUL

KETIGA DOKTRIN INI JELAS2 BERTENTANGAN DGN AL-QURAN DAN GADIST NABI SAW. tapi bagi salafi-wahabi ttp mereka talid buta dgn doktrin ini. BUKANKAH DGN CARA SEPERTI INI TELAH NYATA2 SUNI DAN SALAFI-WAHABI TELAH MENGKULTUSKAN SAHABAT, DAN KITAB BUKHARI MUSLIM SERTA TAK MEGAKUI ADANYA MANUSIA YG MAKSUM/SUCI DILUAR PARA NABI DAN RASUL ??

MARI KITA BAHAS SATU PERSATU GHULUW SUNI DAN SALAFI-WAHABI YG BERTENTANGAN DGN AL-QURAN DAN HADIST NABI SAW

Bagaimana mungkin dikatakan semua sahabat telah dijamin Allah masuk surga kalo dalam kenyataannya mereka mau membunuh nabi saw ?? nabi mengatakannya munafiq !!! dan nabi saw mengatakannya banyak dari sahabatku ygdilempar kedalam neraka.

1. Silahkan anda tanya apa hukumnya org yg lari dari medan perang. Apalagi meninggalkan nabi saw didalamnya ?? apakah anda mengatakan ini adalah ijtihad sahabat dan semua ijtihadsahabat mendapatkan pahala satu jika salah dan jika benar dapat nilai dua ??? jika itu yg antum katakana maka : “ SAHABAT YG MENINGGALKAN NABI SAW DALAM MEDAN PERANG MENDAPAT PAHALA SATU DARI ALLAH ATAS IJTIHADNYA YG TAKUT MATI DARI TEBASAN PEDANG ORG KAFIR. ADAKAH ORG BODOH YG MENGATAKAN HAL INI ?????

2. KALO TERBUKTI SAHABAT PUNYA AKHLAK BURUK SEPERTI ITU KENAPA KALIAN MENETAPKAN SEMUA SAHABAT TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA ????? KALO INI BUKAN GHULUW LALU APA NAMANYA ???? HAL YG JELAS2 SALAH DAN MENYIMPANG MASIH JUGA KALIAN MULIAKAN DAN MENGANGGAP SEMUA PARA SAHABAT PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA ?? SUNGGUH SUATU KAUM YG AMAT MENYEDIHKAN.

3. APAKAH SEORANG YG BERZINA, MINUM KHAMAR BAHKAN YG MENCOBA UNTUK MEMBUNUH NABI SAW DIRIDHOI OLEH ALLAH SWT. ????

4. APAKAH 12 ORG MUNAFIK DIKALANGAN SAHABAT DAN SALING BERPERANG MEREBUT KHLAIFAH DARI IMAM ALI AS ADALAH TINDAKAN YG DIRIDHOI OLEH ALLAH ???
APAKAH MEMBERONTAK DAN MENGORBANKAN PULUHAN RIBU JIWA KAUM MUSLIM DEMI SECUIL KEKUASAAN AKAN DIRIDHOI OLEH ALLAH ????

Silahkan Tanya sama syeikh2 antum setelah bukti2 ini dipaparkan dalamAl-quran dan hadist shahih tentang sahabat nabi saw. Apakah mau mereka meninggalkan DOKTRIN BAHWA SEMUA SAHABAT ITU ADIL, JUJUR DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA ??? JELAS MEREKA TETAP BERPEGANG PADA DOKTRIN TSB TANPA ILMU DAN BERTENTANGAN DGN AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH !!! lalu apa namanya ini antum sebut kalo bukan GHULUW .!!!!
Quote
 
0
ihsan
...Apalagi dgn menyebut dia(Ali) yg paling tahu tentang Islam. Anda adalah "ghuluw"(mengku ltuskan) Ali,....dst

jawab
silahkan pemerhati bloq mengatakan apa saja ttg agama, mazhab lain apakah kita mau mengatakan mazhab a sesat, mazhab B ahlul bid'ah dll. silahkan saja selama kita mampu menunjukan dalil ttg alasan kita tersebut berdasarkan dalil shahih berupa al-quran dan hadist shahih. jadi tdk perlu mengatakan anda ghuluw, anda sesat dan kafir selama org tersebut bisa menepis tuduhan tsb. begitu jg sebaliknya jika kita dapat mematahkan argumentasi lawan diskusi juga hendaknya pake dalil.

kebanyakan yg terjadi seseorang dapat dgn mudah mengatakan ini sesat, kafir ini bid;ah hanya karena hal itu tdk sesuai dgn doktrin, pemahaman dan nafsu mereka. sungguh kasihan org atau kaum seprti ini.

tentang pernyataan imam ali as adalah manusia paling utama, paling berilmu dan paling tahu ttg islam setelah nabi saw itu adalah FAKTA. ARTINYA diantara semua sahabat nabi saw itu IMAM ALI AS ADALAH LEBIH BAIK, LEBIH UTAMA, LEBIH BERILMU DAN LEBIH TAHU TTG ISLAM DAN ITU bukan GHULUW BRO. antum saja yg tidak tahu, atau guru antum tak pernah menceritakannya.

nabi saw bersabda :
1. aku adalah KOTA ILMU dan imam ali as adalah PINTUNYA dan barangsiapa yg hendak memasuki kota ilmu hendaklah melalui PINTUNYA.

2. IMAM ALI AS BERSAMA DENGAN AL-WURAN DAN AL-WURAN SELALU BERSAMA IMAM ALI AS

kedua hadist suni imi sudah sangat jelas menerangkan pada kaum muslimin bahwa imam ali as adalah manusia paling mulia, paling berilmu, paling tahu ttg islam dari semua sahabat nabi saw.

kalo kedua hadist tersebut tdk sesuai dgn pemahaman antum selama ini, tdk sesuai dgn doktrin dan nafsu antum bukan berarti hadist itu harus disingkirkan atau dibuang atau ditafsirkan dgn akal-akalan. demi melestarikian doktrin, pemahaman dan nafsu antum yg menyimpang itu. yg harus antum lakukan sebaliknya mengikuti wahyu Allah yg telah memuliakan hambanya yaitu imam ali as dgn perantara lisan nabiNYA.
Quote
 
0
ihsan
....Apalagi dgn menyebut dia(Ali) yg paling tahu tentang Islam. Anda adalah "ghuluw"(mengku ltuskan) Ali,..dst

jawab
siapa saja bebas mengemukakan pendapat danmenuduh ajaran lain adalah menyimpang atau sesat.Tapi yg harus diingat adalah ketika kita mengatakan sesuatu itu harus pake dalil shahih yaitu al-quran dan hadist shahih sehingga argumentasi kita dapat dipertanggungjawabkan.

tentang imam ali adalah org yg paling tahu (berilmu) tentang islam setelah nabi saw dibandingkan seluruh sahabat2 nabi saw itu adalah FAKTA berdasarkan wahyu allah melalui lisan NabiNYA.

jika anda tak setuju dgn hadist nabi saw atau bertentangan dgn doktrin antum atau tidak sesuai dgn pemahaman serta nafsumu bukan berarti hadist itu yg antum koreksi tapi DOKTRIN, PEMAHAMAN DAN NAFSU ANTUM YG HARUS TUNDUK BUKAN SEBALIKNYA BRO.

NABI SAW BERSABDA : AKU ADALAH KOTA ILMU DAN ALI ADALAH PINTUNYA.

NABI SAW BERSABDA: ALI BERSAMA AL-QURAN DAN AL-QURAN BERSAMA-SAMA DGN ALI

KEDUA HADIST INI SUDAH CUKUP MEMBUKTIKAN BAHWA IMAM ALI LEBIH UTAMA, LEBIH BERILMU DARI SEMUA SAHABAT. PAHAM ANTUM
Quote
 
0
Quoting jalan ahlul bait:
Quoting Shit-ah:
Akhirnya setelah saya teliti berbulan2 dari berbagai sumber, memang benar bahwa Syiah itu sesat menyesatkan dan bukan bagian dari Islam.


jawab
menelitinya pake apa mas bro ??? pake dengkulmu ??? atau pake jiwa kenashibianmu ??? atau pake copy paste dari syeikh2 jongos saudi arabia yg syiahphobia itu ???

apakah antum pakar hadist atau ahli tafsir sehingga kesimpulanmu itu benar dan dapat dipertanggugjawabkan ??

kalo antum berilmu disebutkan saja dimana kesesatan syiah imamiyah 12 imam. YAPI PAKE DALIL YA JANGAN PAKE MODAL KEBENCIAN/NASHIBI DAN DALIL DENGKUL !!!! NDAK LAKU DISINI BRO

Quoting koko costello:
Sejarah Munculnya Syi’ah
a.Kapan Syi’ah Muncul?
Syi’ah sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib a.s. (imam pertama kaum Syi’ah) sudah muncul sejak Rasulullah SAWW masih hidup. Hal ini dapat dibuktikan dengan realita-realita berikut ini:
Pertama, ketika Rasulullah SAWW mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengajak keluarga terdekatnya masuk Islam, ia berkata kepada mereka: “Barang siapa di antara kalian yang siap untuk mengikutiku, maka ia akan menjadi pengganti dan washiku setelah aku meninggal dunia”. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang bersedia untuk mengikutinya kecuali Ali a.s. Sangat tidak masuk akal jika seorang pemimpin pergerakan --di hari pertama ia memulai langkah-langkahnya--memperkenalkan penggantinya setelah ia wafat kepada orang lain dan tidak memperkenalkanya kepada para pengikutnya yang setia. Atau ia mengangkat seseorang untuk menjadi penggantinya, akan tetapi, di sepanjang masa aktifnya pergerakan tersebut ia tidak memberikan tugas sedikit pun kepada penggantinya dan memperlakukannya sebagaimana orang biasa. Keberatan-keberatan di atas adalah bukti kuat bahwa Imam Ali a.s. setelah diperkenalkan sebagai pengganti dan washi Rasulullah SAWW di hari pertama dakwah, memiliki misi yang tidak berbeda dengan missi Rasulullah SAWW dan orang yang mengikutinya berarti ia juga mengikuti Rasulullah SAWW.
Kedua, berdasarkan riwayat-riwayat mutawatir yang dinukil oleh Ahlussunnah dan Syi’ah, Rasulullah SAWW pernah bersabda bahwa Imam Ali a.s. terjaga dari setiap dosa dan kesalahan, baik dalam ucapan maupun perilaku. Semua tindakan dan perilakunya sesuai dengan agama Islam dan ia adalah orang yang paling tahu tentang Islam.
Ketiga, Imam Ali a.s. adalah sosok figur yang telah berhasil menghidupkan Islam dengan pengorbanan-pengorbanan yang telah lakukannya. Seperti, ia pernah tidur di atas ranjang Rasulullah SAWW di malam peristiwa lailatul mabit ketika Rasulullah SAWW hendak berhijrah ke Madinah dan kepahlawannya di medan perang Badar, Uhud, Khandaq dan Khaibar. Seandainya pengorbanan-pengorbanan tersebut tidak pernah dilakukannya, niscaya Islam akan sirna di telan gelombang kebatilan.
Mengenai Ali tidur diranjang Rasulullah SAW,adalah perintah Nabi sendiri yg tujuannya utk mengelabui org kafir Quraish yg sdh mengutus orang2nya utk membunuh Nabi pada malam yg genting itu.Terlalu berlebihan kalau mengatakan hanya Ali yg berjasa dlm perjuang an menghadapi org kafir utk menegakkan Agama Islam,memangnya hanya Ali yg jadi pengkut Nabi SAW? Apalagi dgn menyebut dia(Ali) yg paling tahu tentang Islam. Anda adalah "ghuluw"(mengku ltuskan) Ali,pada hal begitu banyak "Sahabat"yg berjasa berjuang bersama Nabi utk mempertahankan dan menyebarkan Agama Islam dgn 'nyawa, dan hartanya. Apa itu tdk ada artinya buat Anda? walau anda sembunyikan (TAQIYYAH) org akan tahu siapa anda sebenarnya. Secara halus anda ingin mempengaruhi org lain utk masuk SYI'AH.
Quote
 
-2
Quoting Shit-ah:
Akhirnya setelah saya teliti berbulan2 dari berbagai sumber, memang benar bahwa Syiah itu sesat menyesatkan dan bukan bagian dari Islam.


jawab
menelitinya pake apa mas bro ??? pake dengkulmu ??? atau pake jiwa kenashibianmu ??? atau pake copy paste dari syeikh2 jongos saudi arabia yg syiahphobia itu ???

apakah antum pakar hadist atau ahli tafsir sehingga kesimpulanmu itu benar dan dapat dipertanggugjaw abkan ??

kalo antum berilmu disebutkan saja dimana kesesatan syiah imamiyah 12 imam. YAPI PAKE DALIL YA JANGAN PAKE MODAL KEBENCIAN/NASHI BI DAN DALIL DENGKUL !!!! NDAK LAKU DISINI BRO
Quote
 
0
Akhirnya setelah saya teliti berbulan2 dari berbagai sumber, memang benar bahwa Syiah itu sesat menyesatkan dan bukan bagian dari Islam.
Quote
 
0
xckckblijs{bnbo , mdfuscwxwa , vfkjycwsoz, http://www.mgnewzotcd.com/ mdfuscwxwa
Quote
 
0
mas dony pertanyaan antum dibloq sini http://www.akhirzaman.info/islam/syiah/2184-bukti-nyata-syiah-bukan-islam.html
sudah ana jawab. silahkan ditanggapi. TAPI DENGAN HUJJAH DALIL SHAHIH YA JANGAN BERHUJJAH DGN MODAL DENGKUL. ditunggu
Quote
 
0
Quoting Sohib:
Yaallah semoga umat islam berbagai faham madhab dan pemikiran segera disadarkan karena ternyata saling diadu domba .... oleh musuh-musuh islam seperti Yahudi ......


jawab
amiin.

selama ada salafi-wahabi selama itu pula umat islam tak akan bersatu alias berpecah belah terus. PENYEBAB DASAR DAN BIANG KEROK SERTA BENALU DALAM ISLAM ITU ADALAH WAHABI.

APA BUKTINYA ????
lihat saja siapa yg merasa mazhabnya paling benar diseluruh dunia ??? salafi-wahabi

siapa yg suka membid'ahkan kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

siapa yg suka mengkafirkan kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

siapa yg suka mensyirikan kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

siapa yg paling bodoh dalam berhujjah diantara kaum muslimin ?? SALAFI-WAHABI

Siapa yg merasa paling menjalankan sunah tapi mengabaikan wasiat nabi saw agar mengeluarkan kaum musryikun dari jazirah arab ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg paling mengagungkan syeikh2 arab saudi yg diam seribu bahasa ketika pangkalan meliter kaum musryikin yg bernama AS disana ???? SALAFI-WAHABI

Siapa yg mengatakan Allah seperti manusia (baca:pemuda amrad) ???SALAFI-WAHABI

siapa yg mengatakan kafir quraisy lebih baik dari orang yg berziarah kekubur dan berdoa kepada Allah dgn perantara orang sholeh ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg membagi tauhid menjadi 3 dan jika tak percaya ini maka kafir/musryikin mekah lebih baik dari org islam yg tak percaya pada tauhid dibagi 3 ??? SALAFI-WAHABI

siapa yg menyuruh rakyat palestina angkat kaki dari negaranya dan memberikan tanah tersebut kepada israel-yahudi laknatullah ???? nasruddin al-bani. ulama siapa dia ??? SALAFI-WAHABI

siapa yg mengatakan bumi ini datar ??? bin baz . Ulama siapa dia ?? panutan siapa dia ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg mengatakan Allah bertempat ???? SALAFI-WAHABI

siapa yg mengatakan Allah punya tangan, wajah, betis, kaki seperti layaknya manusia dalam bentuk fisik (nauzubillah) ???? SALAFI-WAHABI

Siapa yg paling senang mengkafirkan ahlul bait nabi saw sekarang ???? SALAFI-WAHABI

siapa yg memuliakan orang yg telah nyata-nyata DILAKNAT OLEH ALLAH ???? SALAFI-WAHABI

Siapa yg tidak melaknat yazid bin muawiyah sang pemimpin yg menyuruh untuk membunuh imam husein as ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg membenarkan tindakan yazid dgn membiarkan pembunuh imam husein (tidak memberi hukuman pada sipembunuh tersebut)???? SALAFI-WAHABI

siapa yg mengkafirkan ahlul bait nabi saw yaitu ibu, ayah serta kakek nabi saw dan menyebarkannya dimedia massa ??? SALAFI-WAHABI

Siapa yg tak menceritakan dipengajian-pen gajian mereka tentang ibu muawiyah laknatullah yaitu HINDUN pemakan hati hamzah ra ??? SALAFI-WAHABI

dengan data-data tersebut masih layakkah seorang muslim berkeyakinan bahwa salafi-wahabi memurnikan tauhid dan MENEGAKKAN SUNAH NABI SAW ????? KALO MENEGAKAN SUNAH MANUSIA TERLAKNAT SEPERTI KELUARGA BANI UMMAYAH, ANA PERCAYA 1000 % BRO.
Quote
 
0
Quoting dony:
SYI'AH SESAT TIDAK ADA YANG MELEBIHI KESESATAN SYI'AH......TIDAK SYAH SYAHADAT SEORANG SYI'AH KECUALI DIA TINGGALKAN AJARANNYA (SYI'AH). AJARAN INI MERUPAKAN FITNAH DAJAL MASA LALU ,MASA SEKARANG, DAN MASA YANG AKAN DATANG."ALLOHUMMA INNA NAS ALUKA SALAAMATAN FIDDIIN" ( YA ALLOH BERILAH KAMI KESELAMATAN DALAM BERAGAMA )


jawab
DALIL KOK MODAL DENGKUL !!!!
KALO NDAK ADA DUIT UNTUK BELI KITAB SINI BIAR ANA KASIH. SUPAYA AGAK LEBIH PINTAR.

PERSIS SEPERTI USTAD-USTADNYA ABU RUSYDAN MENGHUJAT SYIAH CUMA BERMODAL DENGKUL DOANG. silahkan lihat disini
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/08/01/26107/ustadz-abu-rusydan-syiah-itu-bukan-islam/
Quote
 
0
Yaallah semoga umat islam berbagai faham madhab dan pemikiran segera disadarkan karena ternyata saling diadu domba .... oleh musuh-musuh islam seperti Yahudi ......
Quote
 
0
SYI'AH SESAT TIDAK ADA YANG MELEBIHI KESESATAN SYI'AH......TID AK SYAH SYAHADAT SEORANG SYI'AH KECUALI DIA TINGGALKAN AJARANNYA (SYI'AH). AJARAN INI MERUPAKAN FITNAH DAJAL MASA LALU ,MASA SEKARANG, DAN MASA YANG AKAN DATANG."ALLOHUM MA INNA NAS ALUKA SALAAMATAN FIDDIIN" ( YA ALLOH BERILAH KAMI KESELAMATAN DALAM BERAGAMA )
Quote
 
-1
Quoting pembela kebenaran:
Halalkan darah kaum syiah, Basmi Mereka yang ada di Indonesia


jawab
emangnya mereka serangga pake dibasmi !!!!. apakah ada ajaran nabi saw menghalalkan darah orang yg bersyahadat ????

cocoknya antum bukan pebela kebenaran tapi "PEMBELA KEBATILAN" ATAU PEMBELA SYIEKH@ JONGOS SAUDI SANA.

UNTUK LEBIH JELAS KIPRAH SYIAH DALAM MEMERANGI AS DAN YAHUDI DAPAT ANDA IKUTI DIALOQ SAYA DISINI
http://akhirzaman.info/islam/syiah/2184-bukti-nyata-syiah-bukan-islam.html


NGAKU-NGAKU PENCINTA AHLUL BAIT NABI SAW TAPI MENGKAFIR-KAFIR KAN AHLUL BAIT NABI SAW SEPERTI IMAM SAYYID ALI KHOEMENI, SAYYID HASAN NASRULLAH (PEMIMPIN TERTINGGI HIZBULLAH), DAN ASIH ADA PULUHAN BAHKAN RATUSAN AHLUL BAIT NABI SAW YG BERPAHAM SYIAH IMAMIYAH 12 IMAM.

DENGAN MENGATAKAN SYIAH KAFIR MAKA ANTUM SECARA OTOMATIS MENGKAFIR-KAFIR KAN PULUHANBAHKAN RATUSAN AHLUL BAIT NABI SAW YG BERMAZHAB SYIAH IMAMIYAH 12 IMAM YG LEBIH DIKENAL DGN MAZHAB JAFARIYAH. TERLALU...kata bang roma
Quote
 
0
yg tulis web ini pasti ulama sekte wahabi....krn ulama-ulama wahabi dinegara arab sana tidak pernah tenang klo islam berjaya didunia...setel ah negara islam iran berdiri... sebentar lagi akan berdiri negara islam irak...dan dilanjutkan dgn berdirinya negara islam suriah...negara islam libya...negara islam mesir...dan terakhir hancurnya kerajaan arab saudi dan berganti dengan NEGARA ISLAM MADINAH...inila h yg ditakutkan oleh raja-raja arab dan ulama-ulama setianya...cont oh paling nyata adalah gerakan suni taliban diafganistan yg mendirikan negara islam dibabat habis..anda tahu siapa dibelakangnya negara2 sekutu (NATO)yg mengancurkan negara islam tersebut>>???? itulah si raja arab dan ulama-ulama wahabinya..mere ka sangat takut klo islam berjaya.. tapi tipu daya mereka akan dibalas oleh ALLAH SWT dengan kehancuran negara monarki tersebut... INSYA ALLAH TIDAK LAMA LAGI...
Quote
 
-1
Telah banyak diantara kita yang tertipu, ketika melihat mereka shalat, mengucapkan dua kalimat syahadat, melawan Amerika, dan lain-lain. Tanpa pernah meneliti sumber-sumber ajaran mereka. Disaat kaum muslimin memberikan simpati kepada Syi’ah ini. Di negeri mereka (Iran dan Irak) para ulama mereka menfatwakan kewajiban untuk membunuh kaum muslimin ahlus sunnah.

jawab
beginilah FITNAH-FITNAH YG DISEBARKAN KAUM WAHABI UTK MENGHALALKAN SEGALA CARA SEKALIPUN HARUS BERDUSTA DAN MEMFITNAH SYIAH.

ANA MENJADI SAKSI AKAN TULISAN ANTUM INI SAMPAI DIAKHIRAT KELAK.

SILAHKAN SEBUT NAMA2 ULAMA SYIAH YG MENGELUARKAN FATWA TERSEBUT LENGKAP DGN REFERENSINYA AGAR TULISAN ANTUM INI TIDAK DIANGGAP MENGADU-DOMBA SESAMA MUSLIM DAN JUGA BUKAN TULISAN SAMPAH !!!!
Quote
 
-1
akan saya lanjutkan nanti insya Allah. mari kita lihat komentar ari kaum NASHIBI (PEMBENCI KELUARGA NABI SAW) yg dgn terang-terangan menghina keturunan nabi saw adalah kafir dan sesat seperti imam ayatullah sayid Ali khomeni. hanya karena sayid Ali khoemeni adalah ulama dan pimpinan tertinggi diiran yg berpaham syiah imamiyah 12 imam. atau juga mungkin karena iran adalah satu-satunya negara yg paling memuliakn ahlul bait nabi saw sampai-sampai pimpinan dan ulama tertinggi dinegara itu WAJIB DIJABAT OLEH AHLUL BAIT NABI SAW.

Dan ini akan menjadi tamparan keras bagi negara-negara muslim yg mengaku-ngaku mencintai ahlul bait sebagai pemanis bibir saja. Bahkan arab saudi negara islam dimana embrio islam dimulai dari sana TIDAK SUDI MENJADIKAN AHLUL BAIT NABI SAW SEBAGAI ULAMA TERTINGGI APALAGI MENJADIKAN MEREKA PEMIMPIN TERTINGGI.

RAJA BANI SAUD LEBIH MEMILIH ULAMA2 JONGOS YG DIBAYAR DAN MEREKA AKAN MENURUTI KEMAUAN RAJA ZHOLIM SAUDI TSB. WALAUPUN DIDEPAN MATA MEREKA, raja saudi mengundang ribuan tentara kafir masuk kesaudi arabia dan mendirikan pangkalan meliter kaum kafir and musryik dinegara tersebut. padahal nabi saw jelas-jelas melarang orang-orang musryik masuk ketanah saudi arabia bahkan nabi saw dalam pesan terakhirnya " memerintahkan agar kaum musryikin dikeluarkan dari jazirah arab. TAPI MALANGNYA RAJA SAUD YG BERTEMAN AKRAB DGN AMERIKA-NASRANI DAN YAHUDI-ISRAEL harus menutup mata dan mencampakan pesan terakhir nabi saw sebelum wafat.

bahkan yg lebih konyolnya ulama2 JONGOS SAUDI ARABIA yg dibangga-bangga kan kaum wahabier seperti abdul aziz bin baz, nasruddin al bani, ustmaini, fauzan sampai ulama genarasi skarang diam seribu bahasa ketika pasukan MUSRYIK AMERIKA MASUK KEJAZIRAH ARAB.

INIKAH ULAMA YG KALIAN BANGGA-BANGGAKN ITU ??? LALU MAU DIBANDINGKAN DGN ULAMA KETURUNAN NABI SAW SEPERTI IMAM SAYID ALI KHOMENI YG MEMERANGI AMERIKA DAN ISRAEL ??????? jauuuuuuuuuh dan tidak LEVEL ...LAH ...YAU..
Quote
 
0
حدثنا محمد بن المثنى قال حدثنا محمد بن جعفر قال حدثنا شعبة عن الحكم قال سألته عن هذه الآية والمحصنات من النساء إلا ما ملكت أيمانكم إلى هذا الموضع فما استمتعتم به منهن أمنسوخة هي ؟ قال لا قال الحكم وقال علي رضي الله عنه لولا أن عمر رضي الله عنه نهى عن المتعة ما زنى إلا شقي
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam [Syu’bah] berkata aku bertanya kepadanya tentang ayat “dan [diharamakan juga menikahi] wanita yang bersuami kecuali budak-budak yang kamu miliki” sampai pada ayat “maka wanita [sitri] yang telah kamu nikmati [istimta’] diantara mereka” apakah telah dihapus [mansukh]?. [Al Hakam] berkata “tidak” kemudian Al Hakam berkata dan Ali radiallahu ‘anhu telah berkata seandainya Umar radiallahu ‘anhu tidak melarang mut’ah maka tidak ada yang berzina kecuali orang yang celaka [Tafsir Ath Thabari 6/588 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy].

Riwayat ini sanadnya shahih sampai Al Hakam.

Muhammad bin Al Mutsanna adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit [At Taqrib 2/129].
Muhammad bin Ja’far Ghundar adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat shahih kitabnya kecuali pernah keliru [At Taqrib 2/63].

Syu’bah bin Hajjaj adalah perawi kutubus sittah yang telah disepakati tsiqat. Syu’bah seorang yang tsiqat hafizh mutqin dan Ats Tsawri menyebutnya “amirul mukminin dalam hadis” [At Taqrib 1/418].

Al Hakam bin Utaibah seorang perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit faqih dikatakan melakukan tadlis [At Taqrib 1/232].

Riwayat Al Hakam menunjukkan kalau ia sendiri menafsirkan bahwa An Nisaa’ ayat 24 itu berkaitan dengan nikah mut’ah sehingga ketika ditanya apakah ayat tersebut telah dihapus ia menjawab “TIDAK” dan mengutip perkataan Imam Ali tentang bolehnya nikah mut’ah.

Kesimpulan
Yang dapat disimpulkan pada pembahasan kali ini adalah memang terdapat ayat Al Qur’an yang menghalalkan nikah mut’ah yaitu An Nisaa’ ayat 24 dan telah diriwayatkan dari sahabat dan tabiin [sebagai salafus salih] bahwa ayat tersebut memang berkenaan dengan nikah mut’ah.

DIAMBIL DARI TULISAN SECONDPRINCE
Quote
 
0
Riwayat Para Tabi’in

Tafsir An Nisaa’ ayat 24 sebagai dalil bagi nikah mut’ah bukanlah mutlak milik syi’ah tetapi termasuk pemahaman sahabat [Ibnu ‘Abbas dan Ubay] dan tabiin seperti halnya Mujahid [seorang imam dalam tafsir], As Suddiy dan Al Hakam bin Utaibah.
حدثني محمد بن عمرو قال حدثنا أبو عاصم عن عيسى عن ابن أبي نجيح عن مجاهد فما استمتعتم به منهن قال : يعني نكاح المتعة

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Amru yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aashim dari ‘Isa dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid “maka wanita [istri] yang kamu nikmati [istimta’] diantara mereka”, ia berkata yaitu Nikah Mut’ah [Tafsir Ath Thabari 6/586 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy].

Riwayat ini sanadnya shahih sampai Mujahid.
Muhammad bin ‘Amru bin ‘Abbas Al Bahiliy adalah syaikh [guru] Ibnu Jarir Ath Thabari, dan dia seorang yang tsiqat [Tarikh Baghdad 4/213 no 1411].

Abu ‘Aashim adalah Dhahhak bin Makhlad Asy Syaibani seorang perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit [At Taqrib 1/444].

Isa bin Maimun Al Jurasiy Abu Musa adalah seorang yang tsiqat [At Taqrib 1/776].

Abdullah bin Abi Najih Yasaar Al Makkiy adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat dan dikakatan melakukan tadlis [At Taqrib 1/541] tetapi periwayatannya dari Mujahid juga diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

Mujahid bin Jabr Al Makkiy adalah perawi kutubus sittah seorang yang tsiqat dan Imam dalam tafsir dan ilmu [At Taqrib 2/159]
Quote
 
0
Syubhat yang paling lucu adalah pernyataan bahwa An Nisaa’ ayat 24 di atas menggunakan kata istimtaa’ bukannya kata mut’ah dan istimtaa’ menurutnya bukan diartikan mut’ah. Sungguh orang seperti ini patut dikasihani, seharusnya ia membuka dulu berbagai riwayat atau hadis untuk melihat bagaimana Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan para sahabat telah menggunakan kata istimtaa’ untuk menyebutkan nikah mut’ah. Berikut diantaranya

حدثنا عمرو بن علي قال نا يحيى بن سعيد عن إسماعيل عن قيس عن عبد الله قال كنا نغزو مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وليس معنا نساء فاستأذنه بعضنا أن يستخصي أو قال لو أذنت لنا لاختصينا فلم يرخص لنا ورخص لنا في الاستمتاع بالثوب

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ali yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ismail dari Qais dari ‘Abdullah yang berkata “kami berperang bersama Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan kami tidak membawa wanita maka sebagian kami meminta zini untuk mengebiri atau berkata sekiranya diizinkan kepada kami untuk mengebiri maka Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak mengizinkan kami dan Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengizinkan kami untuk Istimtaa’ dengan pakaian [Musnad Al Bazzar 5/294 no 1671 dengan sanad yang shahih]

Apakah maksud dari kata Istimtaa’ dengan pakaian di atas. Apakah maksudnya menikahi wanita secara permanen? Atau maksudnya menikahi wanita secara mut’ah?. Penjelasannya ada dalam hadis berikut.
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا وكيع عن بن أبي خالد عن قيس عن عبد الله قال كنا مع النبي صلى الله عليه و سلم ونحن شباب فقلنا يا رسول الله ألا نستخصي فنهانا ثم رخص لنا في ان ننكح المرأة بالثوب إلى الأجل ثم قرأ عبد الله { لا تحرموا طيبات ما أحل الله لكم }

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ibnu Abi Khalid dari Qais dari Abdullah yang berkata “kami bersama Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan kami masih muda, kami berkata “wahai Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidakkah kami dikebiri?. Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] melarang kami melakukannya kemudian Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] memberi keringanan kepada kami untuk menikahi wanita dengan pakaian sampai waktu yang ditentukan. Kemudian ‘Abdullah membaca [Al Maidah ayat 87] “janganlah kalian mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan kepada kalian” [Musnad Ahmad 1/432 no 4113, Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata “sanadnya shahih dengan syarat Bukhari Muslim]

Maka arti KATA ISTIMTAA’ yang digunakan oleh para sahabat adalah “MENIKAHI SEORANG WANITA SAMPAI BATAS WAKTU YANG DITENTUKAN”. Tidak hanya di hadis ini, bahkan di hadis-hadis yang dijadikan hujjah pengharaman mut’ah, kata yang digunakan untuk menyebutkan “nikah mut’ah” juga dengan lafal istimtaa’.
Quote
 
0
سورة النساء ” ؟ قال قلت بلى! قال فما تقرأ فيها ( فما استمتعتم به منهن إلى أجل مسمى ) ؟ قلت لا! لو قرأتُها هكذا ما سألتك! قال : فإنها كذا
Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas’adah yang berkata telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Mufadhdhal yang berkata telah menceritakan kepada kami Dawud dari Abi Nadhrah yang berkata : aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang nikah mut’ah. Ibnu Abbas berkata : tidakkah engkau membaca surah An Nisaa’?. Aku berkata “tentu”. Tidakkah kamu membaca “maka wanita yang kamu nikmati [istamta’tum] sampai batas waktu tertentu”?. Aku berkata “tidak, kalau aku membacanya seperti itu maka aku tidak akan bertanya kepadamu!. Ibnu Abbas berkata “sesungguhnya seperti itulah” [Tafsir Ath Thabari 6/587 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy].

حدثنا عبد الله حدثنا نصر بن علي قال أخبرني أبو أحمد عن عيسى بن عمر عن عمرو بن مرة عن سعيد بن جبير ” فما استمتعتم به منهن إلى أجل مسمى ” وقال هذه قراءة أبي بن كعب
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepada kami Nashr bin ‘Ali yang berkata telah mengabarkan kepadaku Abu Ahmad dari Isa bin ‘Umar dari ‘Amru bin Murrah dari Sa’id bin Jubair “maka wanita yang kamu nikmati [istamta’tum] sampai batas waktu tertentu” ia berkata “ini adalah bacaan Ubay bin Ka’ab” [Al Masahif Ibnu Abi Dawud no 130]

Riwayat ini shahih para perawinya tsiqat. Abdullah adalah Abdullah bin Sulaiman bin Al Asy’at As Sijistani atau yang dikenal dengan Abu Bakar bin Abi Dawud, ia adalah seorang hafizh yang tsiqat dan mutqin [Irsyad Al Qadhi no 576].

Nashr bin Ali Al Jahdhamiy adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit [At Taqrib 2/243].

Abu Ahmad Az Zubairi adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin Zubair perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit hanya saja sering salah dalam hadis dari Ats Tsawriy [At Taqrib 2/95].

Isa bin Umar Al Asdiy adalah perawi Tirmidzi dan Nasa’i yang tsiqat [At Taqrib 1/773].

‘Amru bin Murrah Abu Abdullah Al Kufiy perawi kutubus sittah yang tsiqat dan ahli ibadah [At Taqrib 1/745].

Sa’id bin Jubair Al Asdiy adalah tabiin perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit faqih [At Taqrib 1/349]
Quote
 
0
sambungan tulisan nikah mut'ah yg pertama (bagian kedua)
Riwayat Para Shahabat Nabi

حدثنا ابن المثنى قال حدثنا محمد بن جعفر قال حدثنا شعبة عن أبي مسلمة عن أبي نضرة قال قرأت هذه الآية على ابن عباس “ فما استمتعتم به منهن ” قال ابن عباس “ إلى أجل مسمى ” قال قلت ما أقرؤها كذلك! قال والله لأنزلها الله كذلك! ثلاث مرات
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abi Maslamah dari Abi Nadhrah yang berkata : aku membacakan ayat ini kepada Ibnu Abbas “maka wanita yang kamu nikmati [istamta’tum]”, Ibnu Abbas berkata “sampai batas waktu tertentu”. Aku berkata “aku tidak membacanya seperti itu”. Ibnu Abbas berkata “demi Allah, Allah telah mewahyukannya seperti itu” [ia mengulangnya tiga kali] [Tafsir Ath Thabari 6/587 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy]

Riwayat ini sanadnya shahih. Para perawinya tsiqat atau terpercaya. Riwayat ini juga disebutkan Al Hakim dalam Al Mustadrak juz 2 no 3192 dan Ibnu Abi Dawud dalam Al Masahif no 185 semuanya dengan jalan dari Syu’bah dari Abu Maslamah dari Abu Nadhrah dari Ibnu Abbas.

• Muhammad bin Mutsanna adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Adz Dzahiliy berkata “hujjah”. Abu Hatim berkata shalih al hadits shaduq”. Abu Arubah berkata “aku belum pernah melihat di Bashrah orang yang lebih tsabit dari Abu Musa [Ibnu Mutsanna] dan Yahya bin Hakim”. An Nasa’i berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Khirasy berkata “Muhammad bin Mutsanna termasuk orang yang tsabit”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Al Khatib berkata “tsiqat tsabit”. Daruquthni berkata “termasuk orang yang tsiqat”. Amru bin ‘Ali menyatakan tsiqat. Maslamah berkata “tsiqat masyhur termasuk hafizh” [At Tahdzib juz 9 no 698]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit” [At Taqrib 2/129]. Adz Dzahabi berkata tsiqat wara’ [Al Kasyf no 5134]

• Muhammad bin Ja’far Al Hudzaliy Abu Abdullah Al Bashriy yang dikenal dengan sebutan Ghundar adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ali bin Madini berkata “ia lebih aku sukai daripada Abdurrahman [Ibnu Mahdi] dalam periwayatan dari Syu’bah”. Abu Hatim berkata dari Muhammad bin Aban Al Balkhiy bahwa Ibnu Mahdi berkata “Ghundar lebih tsabit dariku dalam periwayatan dari Syu’bah”. Abu Hatim, Ibnu Hibban dan Ibnu Sa’ad menyatakan tsiqat. Al Ijli menyatakan ia orang bashrah yang tsiqat dan ia adalah orang yang paling tsabit dalam riwayat dari Syu’bah [At Tahdzib juz 9 no 129]

• Syu’bah bin Hajjaj adalah perawi kutubus sittah yang telah disepakati tsiqat. Syu’bah seorang yang tsiqat hafizh mutqin dan Ats Tsawri menyebutnya “amirul mukminin dalam hadis” [At Taqrib 1/418]

• Abu Maslamah adalah Sa’id bin Yazid bin Maslamah Al Azdi perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ibnu Ma’in, Nasa’i, Ibnu Sa’ad, Al Ijli, Al Bazzar menyatakan tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 4 no 168]. Ibnu Hajar menyatakan tsiqat [At Taqrib 1/367]

• Abu Nadhrah adalah Mundzir bin Malik perawi Bukhari dalam At Ta’liq, Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Ma’in, Abu Zur’ah, Nasa’i, Ibnu Sa’ad, Ahmad bin Hanbal menyatakan tsiqat [At Tahdzib juz 10 no 528]. Ibnu Hajar menyatakan tsiqat [At Taqrib 2/213]
Quote
 
0
TENTANG NIKAH MUT'AH.

Adakah Ayat Al Qur’an Tentang Nikah Mut’ah?

حدثنا حميد بن مسعدة قال حدثنا بشر بن المفضل قال حدثنا داود عن أبي نضرة قال سألت ابن عباس عن متعة النساء قال أما تقرأ ” Adakah Ayat Al Qur’an Tentang Nikah Mut’ah?
Syiah menyatakan kalau nikah mut’ah dihalalkan dan terdapat ayat Al Qur’an yang menyebutkannya yaitu An Nisaa’ ayat 24. Salafy yang suka sekali mengatakan nikah mut’ah sebagai zina berusaha menolak klaim Syiah. Mereka mengatakan ayat tersebut bukan tentang nikah mut’ah.

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dan [diharamkan juga kamu mengawini] wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki [Allah telah menetapkan hukum itu] sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian [yaitu] mencari istri-istri dengan hartamu untuk dinikahi bukan untuk berzina. Maka wanita [istri] yang telah kamu nikmati [istamta’tum] di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [An Nisaa’ ayat 24]
Telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa “penggalan” An Nisaa’ ayat 24 ini berbicara tentang nikah mut’ah. Hal ini telah diriwayatkan dari sahabat dan tabiin yang dikenal sebagai salafus salih [menurut salafy sendiri]. Alangkah lucunya kalau sekarang salafy membuang jauh-jauh versi salafus salih hanya karena bertentangan dengan keyakinan mereka [kalau nikah mut’ah adalah zina].
Quote
 
0
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَلَأُنَازَعَنّ َ أَقْوَامًا ثُمَّ لَأُغْلَبَنَّ عَلَيْهِمْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي فَيَقُولُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

HR AHMAD NO - 3457 Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Syaqiq dari Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh aku akan dipertentangkan oleh banyak kaum kemudian aku dimenangkan atas mereka, aku pun bertanya: Wahai Rabbku, sahabatku. Lalu Dia berfirman: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."

ana cukupkan saja sedikit ini agar MATA DAN TELINGGA KAUM AHLUL SUNAH JANGAN HANYA TAQLID BUTA DAN SIBUK MENYALAHKAN SYIAH SEDANGKANKITAB2 HADIST SENDIRI TAK MAU MEMBACANYA. ATAU MEMAANG PURA-PURA TAK TAHU. WALLAHU A'LAM
Quote
 
0
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَلَأُنَازِعَنّ َ أَقْوَامًا ثُمَّ لَأُغْلَبَنَّ عَلَيْهِمْ فَأَقُو لُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي أَصْحَابِي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ و حَدَّثَنَاه عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ أَصْحَابِي أَصْحَابِي حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ كِلَاهُمَا عَنْ جَرِيرٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ جَمِيعًا عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ حَدِيثِ الْأَعْمَشِ وَفِي حَدِيثِ شُعْبَةَ عَنْ مُغِيرَةَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ و حَدَّثَنَاه سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْثَرٌ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ كِلَاهُمَا عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ الْأَعْمَشِ وَمُغِيرَةَ

HR. MUSLIM NO - 4250 : Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib serta Ibnu Numair mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Syaqiq dari 'Abdullah berkata; berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian ke telaga. Dan sungguh aku akan melawan suatu kaum, kemudian aku mengalahkan mereka. Lalu aku akan berkata; 'Ya Rabbku para SAHABATKU, para SAHABATKU. Lalu di katakan kepada beliau; 'Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah kamu tiada." Dan telah menceritakannya kepada kami Utsman bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim dari Jarir dari Al A'masy melalui jalur ini. Namun dia tidak menyebutkan 'Para pengikutku, para pengikutku.' Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim keduanya dari Jarir Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far Telah menceritakan kepada kami Syu'bah seluruhnya dari Mughirah dari Abu Wa'il dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang serupa dengan Hadits Al A'masy. Dan di dalam Hadits Syu'bah dan Mughirah di sebutkan; 'Aku mendengar Abu Wa'il. Dan telah menceritakannya kepada kami Sa'id bin Amru Al Asy'atsi Telah mengabarkan kepada kami 'Abtsar Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail keduanya dari Hushain dari Abu Wa'il dari Hudzaifah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu 'alaihi wasallam yang
Quote
 
0
5. Dari Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya aku akan berada di Haudh sehingga aku melihat mereka yang datang kepadaku dikalangan kamu (man yaridu ‘alayya min-kum). Dan mereka akan ditarik dengan pantas (daripadaku), maka aku akan bersabda: Wahai Tuhanku! MEREKA ITU DARIPADA (PARA SAHABAT)KU DAN DARIPADA UMATKU. Dijawab: Lalu dikatakan : “Apakah kamu mengetahui sesuatu yang telah diperbuat mereka sesudahmu ? (amma sya‘arta ma ‘amilu ba‘da-ka)? Demi Allah, mereka senantiasa mengundur ke belakang (kembali kepada kekafiran) selepas anda meninggalkan mereka (Wa Llahi!Ma barihu ba‘da-ka yarji‘un ‘ala a‘qabi-him). Ibn Abi Mulaikah berkata: “Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kami memohon perlindungan daripadaMu supaya kami tidak mengundur ke belakang (kembali kepada kekafiran) atau kami difitnahkan tentang agama kami”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari, Sahih Muslim Hadis No. 27 (2293)

Abu Hazim daripada Sahl bin Sa‘d daripada Nabi (Saw.) Nabi (Saw.) bersabda: Aku akan mendahului kamu di Haudh. Dan siapa yang akan melaluinya akan meminumnya. Dan siapa yang meminumnya tidak akan dahaga selama-lamanya. Akan datang kepadaku beberapa orang yang aku kenali,dan mereka juga mengenaliku.Kem udian dihalang di antaraku dan mereka. Abu Hazim berkata : Nu‘man bin Abi ‘Iyasy berkata selepas mendengarku: Adakah anda telah mendengar sedemikian daripada Sahl? Aku menjawab: Aku naik saksi bahawa aku telah mendengar Abu Sa‘id al-Khudri berkata perkara yang sama, malah dia menambah: Nabi (Saw.) bersabda: Aku akan bersabda: mereka itu adalah daripadaku (ashabi). Maka dijawab: “Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka). Maka aku (Nabi (Saw.) bersabda: Jauh ! Jauh ! (daripada rahmat Allah) atau ke Neraka mereka yang telah mengubah atau menukarkan (hukum Allah dan Sunnahku) selepasku (Suhqan suhqan li-man baddala ba‘di). ” (Shahih Bukhari,9/58-59 , kitabul-fitan dan 8/150, Shahih Muslim,7/96,Mus nad Ahmad, 5/33 dan 3/28, Al Isti’âb (di pinggir Al-Ishâbah),1/1 59
Quote
 
0
Dari Abdullah dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Aku adalah orang yang mendahului kamu di telaga (haudh), maka sungguh orang-orang laki-laki diantaramu dinaikkan bersamaku, kemudian sungguh mereka dipisahkan dari aku, lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, Mereka itu adalah para sahabatku (ashabi) ). Maka dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka) (Musnad Ahmad,1/402, 406, 407, 384, 425 dan 453. Shahih Muslim, 7/68. Sahih al-Bukhari Hadis no. 578)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: “Ketika aku sedang berdiri, terlihat olehku sekelompok orang. Setelah aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan mengajak kawan-kawannya, ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? ia menjawab, ‘ke neraka,’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa nasib mereka sampai demikian? Kemudian dijawab: ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sejak kau tinggalkan dan berbalik ke belakang (innahum irtaddu ba‘da-ka ‘ala Adbari-himi l-Qahqariyy). Kemudian terlihat sekelompok lain lagi. KETIKA AKU KENALI MEREKA, ada seorang di antara mereka keluar dan menyeru kawan-kawannya: ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? Ia menjawab: ‘Ke neraka’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa mereka? dijawab: ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu dan kembali ke belakang. KULIHAT TIDAK ADA YANG SELAMAT DAN LOLOS KECUALI BEBERAPA ORANG saja yang JUMLAHNYA CUKUP SEDIKIT, seperti JUMLAH ONTA YANG TERSESAT DARI ROMBONGANNYA (fala ara-hu yakhlusu minhum illa mithlu hamali n-Na‘ am)” (Shahih Bukhari,8/150. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Musyaiyib dari banyak sahabat Nabi).
Quote
 
0
(HR.bukhari no.6090-versi software 9 kitab imam hadist)

Shahih Bukhari,Hadits No.3100 :Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Al Mughirah bin an-Nu’man berkata telah bercerita kepadaku Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma dari NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BERSABDA:

"Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari qiyamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu Beliau membaca firman Allah QS al-Anbiya’ ayat 104 yang artinya (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya ). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari qiyamat adalah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan ada segolongan orang dari SAHABATKU yang akan diculik dari arah kiri lalu aku katakan: ITU SAHABATKU, ITU SAHABATKU. Maka Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya mereka menjadi MURTAD sepeninggal kamu. Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (firman Allah dalam QS al-Maidah ayat 117 – 118 yang artinya (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku…) hingga firman-Nya (….Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana)."
Quote
 
0
و حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَلَيُرْفَعَنَّ مَعِي رِجَالٌ مِنْكُمْ ثُمَّ لَيُخْتَلَجُنَّ دُونِي فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ تَابَعَهُ عَاصِمٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ وَقَالَ حُصَيْنٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepadaku Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mughirah mengatakan; aku mendengar Abu Wa`il dari Abdullah radliyallahu'an hu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Akulah yang mendahului kalian yang mendatangi telaga, dan diperlihatkan bersamaku beberapa orang diantara kalian, kemudian dicabut dari pandanganku, maka aku pun berteriak; 'ya rabbi, itu SAHABATKU! ' maka ada suara; 'Engkau tak tahu yang mereka lakukan sepeninggalmu'. " hadits ini diperkuat oleh oleh 'Ashim dari Abu Wa`il. Dan Husain mengatakan; dari Abu Wa'il dari Khudzaifah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Quote
 
0
silahkan antum cari ayat rajam dalam Al-quran kalo ada.

untuk tahrif Al-Quran ana rasa cukup itu dahulu. sekarang kita bahas ttg kitab-kitab hadist kami syiah imamiyah 12 imam yg banyak mengatakan sahabat nabi saw banyak yg MURTAD/KAFIR setelah nabi saw wafat. lalu org-org yg bodoh dan dungu akan mengatakan syiah KAFIR ....syiah SESAT dan segudang cacian dan makian hanya karena telah berani mengatakan sebagian sahabat nabi KAFIR ATAU MURTAD.Itu saja

Tapi anehnya Jika ahli-ahli hadist suni dn ulama tarikh suni yg mengatakan bahwa sahabat nabi saw banyak yg MURTAD SETELAH NABI SAW WAFAT seperti imam bukhari, muslim, ahmad dll maka mulut mereka diam seribu bahasa. iman ahlul sunah binggungmau MENGATAKAN IMAM BUKHARI DAN MUSLIM ADALAH PERAWI PALSU ATAU HADIST YG MENGATAKAN SAHABAT BANYAK YG KAFIR, maka akan runtuhlah "KESAKRALAN" KITAB TERSAHAHIH DIDUNIA SETELAH AL-QURAN, atau jika mau menerimanya maka harus rela menerima kenyataan bahwa memang tududhan syiah dalam hadist mereka memang BENAR. SILAHKANLAH ANTUM PILIH.....SELAM AT MEMILIH.

INILAH HADIST-HADIST BANYAK SAHABAT NABI SAW YG MURTAD/KAFIR SEHINGGA MEREKA KELAK DIGIRING KEDALAM NERAKA.

1.DALAM KITAB IMAM MUHADISTIN,KITA B HADIST TERSHAHIH BUKHARI
Dari Anas dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Sungguh orang-orang dari sahabatku akan datang kepadaku di Haudh (Sungai atau Kolam Susu) sehingga apabila aku mengetahui mereka, mereka dipisahkan dariku, maka aku berkata : “Sahabat-sahaba tku” (ashabi)!. Maka dia (Malaikat) berkata: Anda tidak mengetahui apa yang lakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la adri ma ahdathu ba‘da-ka) (Hadits ditakhrij oleh Bukhari no. 584)
Quote
 
0
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
كُنْتُ أُقْرِئُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ فَلَمَّا كَانَ آخِرُ حَجَّةٍ حَجَّهَا عُمَرُ فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بِمِنًى لَوْ شَهِدْتَ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَتَاهُ رَجُلٌ قَالَ إِنَّ فُلَانًا يَقُولُ لَوْ مَاتَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ لَبَايَعْنَا فُلَانًا فَقَالَ عُمَرُ لَأَقُومَنَّ الْعَشِيَّةَ فَأُحَذِّرَ هَؤُلَاءِ الرَّهْطَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَغْصِبُوهُمْ قُلْتُ لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ الْمَوْسِمَ يَجْمَعُ رَعَاعَ النَّاسِ يَغْلِبُونَ عَلَى مَجْلِسِكَ فَأَخَافُ أَنْ لَا يُنْزِلُوهَا عَلَى وَجْهِهَا فَيُطِيرُ بِهَا كُلُّ مُطِيرٍ فَأَمْهِلْ حَتَّى تَقْدَمَ الْمَدِينَةَ دَارَ الْهِجْرَةِ وَدَارَ السُّنَّةِ فَتَخْلُصَ بِأَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ فَيَحْفَظُوا مَقَالَتَكَ وَيُنْزِلُوهَا عَلَى وَجْهِهَا فَقَالَ وَاللَّهِ لَأَقُومَنَّ بِهِ فِي أَوَّلِ مَقَامٍ أَقُومُهُ بِالْمَدِينَةِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ فِيمَا أُنْزِلَ آيَةُ الرَّجْمِ

HADIST BUKHARI 6778: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepadaku Ibn Abbas radliallahu 'anhu, ia berkata, "Dahulu aku membacakan Abdurrahman bin Auf. Dikala Umar melakukan haji yang terakhir kalinya, Abdurrahman berkata di Mina, "Sekiranya saja engkau melihat Amirul Mukminin ketika didatangi seseorang yang berkata, si A berkata, 'Kalaulah Amirul Mukminin meninggal, niscaya aku berbaiat kepada si fulan dan si fulan." Lantas Umar berkata, "Niscaya sore ini aku berdiri memberi peringatan orang-orang yang ingin merebut wewenang mereka." Abdurrahman berkata, "Hai, jangan kau lakukan! Sebab musim haji ini menghimpun para pemimpin manusia yang memenuhi majlismu!" Maka aku khawatir jangan-jangan mereka tidak menggunakan saranmu sesuai tempatnya sehingga mereka tafsirkan tidak tepat sasaran, maka tangguhkan saja hingga Madinah menjadi tempat hijrah dan tempat yang aman, serta dipenuhi oleh sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari muhajirin dan Anshar. Kemudian mereka menjaga saran-saranmu dan menafsirkannya sesuai tempatnya." Lantas Ibn Abbas berkata, "Demi Allah, sungguh aku berdiri bersamanya di awal-awal aku berdiri bersamanya di Madinah Munawwarah." Ibn Abbas melanjutkan, "Lantas kami tiba di Madinah, dan ia katakan, "Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa kebenaran dan menurunkan al Kitab bersamanya, yang diantara ayat yang diturunkan adalah ayat rajam."
Quote
 
0
BAB PERAJAMAN WANITA HAMIL KARENA ZINA TELAH MENIKAH
HADISTBUKHARI 6328. Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Sa'd dari Shalih dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud dari Ibnu 'Abbas mengatakan; aku menyampaikan petuah-petuah untuk beberapa orang muhajirin yang diantara mereka adalah 'Abdurrahman bin Auf, ketika aku berada di persinggahannya di Mina dan dia bersama Umar bin Khattab, di akhir haji yang dilakukannya... ....Sesungguhny a Allah telah mengutus Muhammad Shallallahu'ala ihiwasallam dengan membawa kebenaran, DAN TELAH ALLAH TURUNKAN AL QUR`AN KEPADANYA, YANG DIANTARA YANG ALLAH TURUNKAN ADALAH AYAT RAJAM SEHINGGA BISA KITA BACA, KITA PAHAMI DAN KITA CERMATI, Rasulullah Shallallahu'ala ihiwasallam pernah melaksanakan hukum rajam, maka kita pun harus melakukan hukuman rajam sepeninggal beliau, aku sedemikian khawatir jika zaman sekian lama berlalu bagi manusia, ada seseorang yang berkata; 'Demi Allah, kami tidak menemukan ayat rajam dalam kitabullah, ' kemudian mereka tersesat dengan meninggalkan kewajiban yang Allah turunkan, padahal rajam menurut kitabullah adalah hak (benar) bagi orang yang berzina dan ia telah menikah baik laki-laki maupun perempuan dan bukti telah jelas, atau hamil atau ada pengakuan, kemudian kita juga membaca yang kita baca dari kitabullah, janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian, sebab membenci ayah kalian adalah kekufuran -atau Umar mengatakan dengan redaksi; 'Sesungguhnya ada pada kalian kekufuran jika membenci ayah-ayah kalian....dst

SILAHKAN ANTUM KASIH TAHU KEANA DISURAT DAN AYAT BERAPA TTG AYAT RAJAM TSB DALAM AL-QURAN.!!!.
Quote
 
+1
Muslim meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, "Perawi berkata, 'Abu Musa al-Asy'ari diutus menemui para
pembaca Al-Qur'an dari penduduk Basrah, maka dia pun menemui tiga ratus orang yang baru selesai membaca Al-Qur'an. Abu Musa al Asy'ari berkata kepada mereka, 'Anda adalah sebaik-baiknya penduduk Basrah dan para pem-baca Al-Qur'an (qori) mereka, maka bacalah, dan janganlah Anda semua menunda-nunda sehingga hati Anda menjadi keras sebagaimana orang-orang sebelum Anda. Sungguh kami pernah membaca sebuah surat yang dari segi panjang dan kekerasannya serupa dengan surat al-Bara'ah, namun saya telah lupa dan hanya satu ayat saja yang masih saya hapal, yaitu 'SEKIRANYA SEORANG ANAK ADAM MEMPUNYAI DUA LEMBAH HARTA NICAYA DIA AKAN MENCARI LEMBAH YANG KETIGA, DAN TIDAK ADA YANG MEMENUHI PERUT ANAK ADAM KECUALI TANAH.' Begitu pula kami pernah membaca sebuah surat yang hampir sama dengan salah satu surat yang diawali dengan tasbih, namun kami telah lupa kecuali satu ayat darinya,

'Wahai orang-orang yang beriman, kenapa Anda mengatakan apa yang Anda tidak lakukan. Maka akan ditulis
kesaksian pada leher-leher Anda, dan kelak Anda akan ditanya tentangnya pada hari kiamat. '" ( Sahih Muslim, jld. 3, hal. 155.)
Quote
 
0
ana cukupkan saja untuk menghemat waktu walaupun masih banyak lagi pelecehan2 pada diri nabi-nabi Allah dan rasulNYA dalam kitab bukhari dan muslim yg diyakini keshahihannya oleh mazhab suni.

sekrang kita masuk tentang TAHRIF AL-QURAN.
BENARKAH DIKITAB-KITAB HADIST SUNI TIDAK MENCANTUMKAN ADANYA TAHRIF ( PERUBAHAN2AN) DALAM AL-QURAN ??. TERNYATA DALAM KITAB BUKHARI DAN MUSLIM JUGA MEMUAT TTG TAHRIF AL-QURAN INILAH RIWAYATNYA.

Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, dengan bersanad dari Ibnu Abbas yang berkata bahwa Umar
bin Khattab telah berkata, "Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad saw dengan kebenaran dan telah menurunkan Al-Qur'an kepadanya. Di antara ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah itu ialah ayat rajam, yang kami telah
membacanya, menghapalnya dan memahaminya. Oleh karena itu, Rasulullah saw melaksanakan hukum rajam, dan begitu juga kami sepeninggalnya. Sungguh aku khawatir jika jaman berlangsung lama atas manusia akan ada orang yang mengatakan, 'Demi Allah, kami tidak menemukan ayat rajam di dalam Kitab Allah', maka mereka pun menjadi sesat karena meninggalkan kewajiban yang telah diturunkan Allah..." Hingga Umar bin khattab mengatakan, "Begitu juga kami pernah membaca sebuah ayat di dalam Kitab Allah yang berbunyi,
'Janganlah kamu membenci bapak-bapakmu, karena yang demikian itu adalah kekufuran bagimu, dan sesungguhnya kekufuran bagimu ialah kamu membenci bapak-bapakmu." Sahih Bukhari, jld. 8, hal. 26

ATAU ANTUM BISA LIHAT DIversi 9 kitab imam hadist dapat dilihat hadist bukhari ini pada no 4190
Quote
 
0
FITNAH THD NABI KENCING BERDIRI
صحيح البخاري ٢٢٩١: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ لَقَدْ أَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا

Shahih Bukhari 2291: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb dari Syu'bah dari Manshur dari Abu Wa'il dari Hudzaifah radliallahu 'anhu berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam " atau katanya "Sungguh aku pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kencing di tempat pembuangan kotoran sambil berdiri".

BANTAHAN NABI KENCING BERDIRI

سنن النسائي ٢٩: أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا فَلَا تُصَدِّقُوهُ مَا كَانَ يَبُولُ إِلَّا جَالِسًا

Sunan Nasa'i 29: Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Hujr dia berkata; Telah memberitakan kepada kami Syarik dari Miqdam bin Syuraih dari Ayahnya dari Aisyah dia berkata: "Barangsiapa mengabarkan kepadamu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam buang air kecil sambil berdiri, jangan kamu mempercayainya, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak buang air kecil kecuali sambil duduk."

jika kaum suni menganggap kencing berdiri adalah suatu sunah karena takut menolak kesakralan kitab bukhari maka kumpulkanlah syeikh2 kalian lalu lakukanlah kencing berjemaah sambil berdiri didepan umum sebab mengamalkan "sunah" dizaman yg fasad ini PAHALANYA BESAR LOH ...WAHABI DAN SUNI
Quote
 
0
FITNAH THD NABI SULAIMAN MENGILIR ISTRINYA S/D 100 ORG DLM SEMALAM
صحيح مسلم ٣١٢٤: و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ حُجَيْرٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ نَبِيُّ اللَّهِ لَأَطُوفَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى سَبْعِينَ امْرَأَةً كُلُّهُنَّ تَأْتِي بِغُلَامٍ يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ صَاحِبُهُ أَوْ الْمَلَكُ قُلْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَلَمْ يَقُلْ وَنَسِيَ فَلَمْ تَأْتِ وَاحِدَةٌ مِنْ نِسَائِهِ إِلَّا وَاحِدَةٌ جَاءَتْ بِشِقِّ غُلَامٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَوْ قَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمْ يَحْنَثْ وَكَانَ دَرَكًا لَهُ فِي حَاجَتِهِ
و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ أَوْ نَحْوَهُ

Shahih Muslim 3124: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abbad dan Ibnu Abu Umar dan ini adalah lafadz Ibnu Abu Umar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Nabi Allah Sulaiman bin Daud pernah berkata, 'Sungguh aku akan menggilir TUJUH PULUH ISTERIKU dalam satu malam, yang nantinya masing-masing mereka akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan berjuang di jalan Allah', lantas sahabatnya -atau Malaikat- memberi saran, 'Ucapkanlah 'Insya Allah'.' Namun dia lupa mengucapkannya. Ternyata tidak seorang pun dari isterinya yang melahirkan kecuali hanya seorang isteri yang melahirkan seorang anak yang cacat." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya dia mengucapkan 'Insya Allah', tentu dia tidak akan melanggar sumpahnya, dan apa yang dihajatkannya akan terkabul." Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zannad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits di atas."


صحيح البخاري ٦٢٢٥: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ حُجَيْرٍ عَنْ طَاوُسٍ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ سُلَيْمَانُ لَأَطُوفَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى تِسْعِينَ امْرَأَةً كُلٌّ تَلِدُ غُلَامًا يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ صَاحِبُهُ قَالَ سُفْيَانُ يَعْنِي الْمَلَكَ قُلْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَنَسِيَ فَطَافَ بِهِنَّ فَلَمْ تَأْتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ بِوَلَدٍ إِلَّا وَاحِدَةٌ بِشِقِّ غُلَامٍ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ يَرْوِيهِ قَالَ لَوْ قَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمْ يَحْنَثْ وَكَانَ دَرَكًا لَهُ فِي حَاجَتِهِ وَقَالَ مَرَّةً قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ اسْتَثْنَى
وَحَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ مِثْلَ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ

Shahih Bukhari 6225: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin Hujair dari Thawus ia mendengar Abu Hurairah menuturkan; 'Sulaiman berkata; 'Aku akan menggilir Sembilan puluh Sembilan isteriku semalaman, yang kesemuanya akan melahirkan anak laki-laki yang berperang fii sabiilillah.' Maka seorang kawannya berujar kepadanya -Sufyan menyatakan bahwa kawannya bernama Malak-; 'Ucapkan insyaa-allah! ' Namun Sulaiman melupakan nasehat ini, sehingga Sulaiman menggilir kesembilan puluh Sembilan isterinya namun tak seorangpun melahirkan anak selain hanya seorang, itupun melahirkan setengah bayi.' Abu Hurairah mengatakan ketika meriwayatkannya ; 'Kalaulah Sulaiman mengucapkan; insyaa-allah, niscaya tercapailah keinginanya dan terwujud impiannya.' Sedang pada kesempatan lain Abu Hurairah mengatakan dengan redaksi; Rasulullah Shallallahu'ala ihiwasallam bersabda: "lau istatsna (Sekiranya Sulaiman mengucapkan insyaa-Allah)." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Az Zanad dari Al A'raj semisal hadits Abu Hurairah.

tentukanlah sendiri wahai kaum suni berapa yg dijimak nabi sulaiman dalam satu malam apakah 70 atau 99 orang.

LALU PELAJARAN APA YG DIDAPAT DARI MANUSIA YG DIMULIAKAN OLEH ALLAH INI DGN BERJIMAK RIA DALAM SATU MALAM PENUH ???? HAL INI JELAS BERTENTANGAN DGN AYAT AL-QURAN YG BERBUNYI

Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (QS.Shad:30)
Quote
 
0
HADIST TTG “KEUTAMAAN MUAWIYAH”
Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya pada Kitab Fadhâil ash Shahabah, Bab Fadhâil Sufyân, hadis no 2501 dari jalur Ikrimah ibn Ammar dari Abu Zamîl dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Dahulu kaum Muslimin tidak memandang dan mengajak duduk bersama Abu Sufyan, maka ia berkata kepada Nabi saw., ’Wahai Nabi, tiga perkara aku meminta agar engkau memberikannya kepadaku.’ Nabi saw. menjawab, ’Ya.’ Abu Sufyan berkata, ’Aku punya anak perempuan paling cantiknya wanita-wanita Arab; Ummu Habibah, maukanh aku nikahkan denganmu? Nabi saw. menjawab, ’Ya.’ Abu Sufyan berkata lagi, ’Kedua, Mu’awiyah maukan engkau menjadikan ia penulis/sekreta ris pribadimu? Nabi saw. menajwab, ’Ya.’ Abu Sufyan melanjutkan, ’Sudikah engkau menjadikanku penglima pasukanmu untuk memerangi kaum Musyrikin, sebagaiamana dahulu aku memerangi kaum Muslimin? Nabi saw. pun menjawab, ’Ya.’”

Tidak diragukan lagi bahwa hadis di atas termasuk di antara hadis PALSU/MAUDHU’ yang lolos sensor sehingga masuk dalam koleksi Shahih MUSLIM. Di antara bukti kepalsuannya adalah bahwa sejarah otentik –semua mengetahuinya, termasuk santri-santri ibitidaiah sekalipun- bahwa Ummu Habibah telah dinikahi Rasululllah saw. sebelum Fathu Mekkah sementara Abu Sufyan masih musyrik. Dan ketika Abu Suyfan mengunjunginya di kota suci Madinah dalam keadaan musyrik, Ummu Habibah menarik tikar yang diduduki ayahnya dengan alasan bahwa ia masih musyrik yang najis.

Adz Dzahabi berkomentar dalam Siyar A’lâm-nya7/137 tentang hadis di atas yang Ikrimah ibn Ammar adalah salah satu perawinya, “Aku (adz Dzahabi) berkata, ’Muslim telah menyebutkan sebuah hadis munkar dalam buku induknya, yaitu yang ia riwayatkan dari Sammâk al Hanafi dari Ibnu Abbas tentang tiga perkara yang diminta Abu Sufyan dari Nabi saw.”
Quote
 
0
Shahih Bukhari ; Allah ngobrol dengan Nabi Ayub as ketika Nabi Ayub as sedang mandi dalam keadaan telanjang

Shahih Bukhari,Hadits no 270 :
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا فَخَرَّ عَلَيْهِ جَرَادٌ مِنْ ذَهَبٍ فَجَعَلَ أَيُّوبُ يَحْتَثِي فِي ثَوْبِهِ فَنَادَاهُ رَبُّهُ يَا أَيُّوبُ أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى قَالَ بَلَى وَعِزَّتِكَ وَلَكِنْ لَا غِنَى بِي عَنْ بَرَكَتِكَ وَرَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا
Dan (masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Tatkala Ayyub mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba muncul belalang dari emas. Lalu Ayyub mengumpulkan dan memasukkannya ke dalam baju. Maka Raabnya memanggilnya: ‘Wahai Ayyub, bukankah aku sudah memberimu kecukupan sebagaimana kau lihat? ‘ Ayyub menjawab, ‘Benar, dan demi segala kemuliaan-Mu. Tetapi aku tidak pernah merasa puas dari limpahan barakah-Mu’. Ibrahim juga meriwayatkan dari Musa bin ‘Uqbah dari Shafwan bin Sulaim dari ‘Atha’ bin Yasar dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Ketika Ayyub mandi dalam keadaan telanjang.

http://bb.indoquran.com/en/hadith-bukhari/surah/5.html
Volume 1, Book 5, Number 277 :
Narrated by Abu Huraira
Narrated Abu Huraira: The Prophet said, “When the Prophet Job (Aiyub) was taking a bath naked, golden locusts began to fall on him. Job started collecting them in his clothes. His Lord addressed him, ‘O Job! Haven’t I given you enough so that you are not in need of them.’ Job replied, ‘Yes!’ By Your Honor (power)! But I cannot dispense with Your Blessings.’ “
http://www.sahih-bukhari.com/Pages/Bukhari_1_05.php
_______________________________________
a.Katanya telanjang, koq belalang emasnya di masukkan ke dalam baju ?

b.Ternyata Nabi Ayub as versi Hadits Ahlu Sunnah dalam Hadits ini, masih tergoda dengan Emas,sempet-sem petnya lagi mandi sambil telanjang ngumpulin belalang Emas,apa tidak sebaiknya pakai baju dulu Nabi Ayubnya ? Atau takut belalang Emasnya keburu lari ?

c.Allah versi Hadits Ahlu Sunnah dalam hadits ini tidak malu-malu,Nabi Masih telanjang,langs ung di ajak ngobrol ,dan Nabinya juga sama tidak malu,bukannya segera memakai baju,eh malahan cuek saja ngobrol dengan Allah sambil telanjang ,terlalu ,
d.Coba ceritakan hadits ini kepada orang awam,apakah itu anak kecil atau orang dewasa,tapi jangan beritahukan bahwa cerita ini hadits,kemudian tanya pendapat mereka,pantasny a cerita ini di sebut apa ? Dongeng ? Dagelan ? Atau apa ? Coba dengarkan dan lihat pendapat mereka.

e.Ada Nabi yang tidak pernah puas dengan limpahan berkah Allah ? ? Pantaskah ? ?

Ternyata gambaran Allah ta’ala dan Nabi Ayub as adalah seperti ini dalam Shahih Bukhari,kitab Hadits paling Shahih no.1 dalam Mazhab Ahlu Sunnah .

Mau di tolak ? Maaf ,ini hadits shahih, Atau mau bilang ini hadits fitnah buatan Syi’ah ? Atau mau bilang ini hadits fitnah buatan Non-Muslim ? Jangan buru-buru , silahkan cek Kitab Shahih Bukhari yang ada di rumah, mushala, masjid, pesantren,dll
, Bab Mandi ,cetakan mana saja dan terbitan mana saja ,dan dalam bahasa Negara mana saja,
Quote
 
0
2. kekejaman Rasulullah saw di dalam Shahih Bukhari :

Shahih Bukhari no.1405
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ عُرَيْنَةَ اجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَرَخَّصَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتُوا إِبِلَ الصَّدَقَةِ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَقَتَلُوا الرَّاعِيَ وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ وَتَرَكَهُمْ بِالْحَرَّةِ يَعَضُّونَ الْحِجَارَةَ تَابَعَهُ أَبُو قِلَابَةَ وَحُمَيْدٌ وَثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa ada sekelompok orang dari ‘Urainah yang sakit terkena udara dingin kota Madinah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengobati mereka dengan memberi bagian dari zakat unta, yang mereka meminum susu-susunya dan air kencingnya. Namun kemudian orang-orang itu membunuh pengembala unta tersebut dan mencuri unta-untanya sejumlah antara tiga hingga sepuluh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang. Akhirnya mereka dibawa ke hadapan Beliau, lalu kemudian Beliau memotong tangan dan kaki mereka serta mencongkel mata-mata mereka dengan besi panas lalu menjemur mereka dibawah panas dan ditindih dengan bebatuan. Hadits ini dikuatkan juga oleh Abu Qalabah dan Humaid dari Tsabit dari Anas.

Link sumber ambilan Hadits :
Volume 2, Book 24, Number 577 :
Narrated by Anas
Some people from ‘Uraina tribe came to Medina and its climate did not suit them, so Allah’s Apostle (p.b.u.h) allowed them to go to the herd of camels (given as Zakat) and they drank their milk and urine (as medicine) but they killed the shepherd and drove away all the camels. So Allah’s Apostle sent (men) in their pursuit to catch them, and they were brought, and he had their hands and feet cut, and their eyes were branded with heated pieces of iron and they were left in the Harra (a stony place at Medina) biting the stones. (See Hadith No. 234, Vol. 1)
Link sumber ambilan Hadits : http://www.sahih-bukhari.com/Pages/Bukhari_2_24.php

_______________________________________
Ini fitnah terhadap Rasulullah atau memang seperti inilah gambaran perangai Rasulullah di mata Sunni ? ? ? Ingat ! Ini hadits Shahih menurut Sunni,karena ada dalam kitab Shahih Bukhari, kitab Hadits paling Shahih no.1 dalam mazhab Ahlu sunnah .

Menolak hadits ini,berarti menodai kekredibilitasa n Imam Bukhari sebagai Ulama Hadits handal Mazhab Ahlu Sunnah ,dan menodai keadilan para Sahabat,karena telah berani meriwayatkan Hadits yang memfitnah Rasulullah,dan menodai keUlamaan para ulama Ahlu Sunnah,karena telah berani menshahihkan Hadits seperti ini,dan berdiam diri tidak mengkritiknya.

Akan tetapi ,bila …..
Menerima Hadits ini,berarti Rasulullah di mata Sunni,di gambarkan sebagai seorang yang berperangai sangat Kejam ,sehingga tega memotong kaki manusia,memoton g tangan manusia ,mencongkel mata manusia,bahkan setelah itu menindihnya dengan batu.

Beginikah ‘Sang Uswatun hasanah’ di mata Sunni dan Wahabi ???
Silahkan berapologi wahai Sunni dan buatlah beribu alasan wahai umat agama Wahabi.
Quote
 
0
PEPATAH MENGATAKAN : "MEMUKUL AIR DIDULANG TERPERCIK MUKA SENDIRI"

SEMUT DISEBERANG LAUTAN JELAS KELIHATAN TAPI GAJAH DIPELUPUK MATA TIADA KELIAHATAN ...OH...KETERLA LUAN KATA BANG ROMA...

Tidak berlebih kalo kami org syiah mengatakan hal itu kepada kalian org suni. Insya Allah akan kami paparkan apa yg terdapat dalam kitab hadist suni khususnya kitab hadist yg konon katanya adalah kitab tershahih setelah al-quran yaitu kitab shahih BUKHARI DAN MUSLIM.

inilah gambaran kitab tershahih yg diagung2kan oleh mazhab suni

1. BUKHARI MENGATAKAN "HUKUM RAJAM (BUAT PEZINA) BUKAN PRODUK DARI ISLAM YG DIBAWA NABI SAW TETAPI HUKUM RAJAM BERASAL DARI MONYET ( NAUZUBILLAH). INILAH BUALAN BUKHARI IMAMNYA MUHADISTIN SUNI.

HADIST DALAM BUKHORI-KERA BERZINA

صحيح البخاري ٣٥٦٠: حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ
رَأَيْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قِرْدَةً اجْتَمَعَ عَلَيْهَا قِرَدَةٌ قَدْ زَنَتْ فَرَجَمُوهَا فَرَجَمْتُهَا مَعَهُمْ

Shahih Bukhari 3560 (NO HADIST VERSI SOFTWARE 9 KITAB IMAM HADIST): Telah menceritakan kepada kami Nu'aim bin Hammad telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Hushain dari 'Amru bin Maimun berkata; "Aku pernah melihat di zaman jahiliyyah seekor MONYET sedang dikerumuni oleh MONYET-MONYET lainnya. MONYET itu telah berzina lalu monyet-monyet lain merajamnya (melempari dengan batu) dan aku ikut merajamnya bersama mereka".

Imam besar ahli hadis Sunni; Bukhari mendongengkan kepada kita sebuah kisah melalui sebuah riwayat (yang tentunya sangat shahih dan dosa ditolak atau ditakwil!!!) tentang perselingkuhan seekor kera dengan lawan jenisnya (tentunya tanpa ada ikatan nikah yang disahkan dengan ijab dan qabul di hadapan penghulu yang tentunya juga dari kalangan kera tapi yang sarjana lulusan fakultas Syari’at).. dan untuk mempertangung jawabkan perbuatannya itu, si kera malang itu dirajam rame-rame oleh sekawanan kera (entah waktu itu Amirul Kera-nya siapa namanya, Imam Bukhari tidak memberitahukan dalam riwayat itu)

Saya tidak berani berkomentar apa-apa tentang hadis shahih Imam Bukhari di atas. hanya saja dalam pikiran saya bertanya-tanya (mungkin teman-teman Salafi-Wahabi yang ahli-ahli dalam ilmu hadis bisa melegahkan pikiran saya):

A) Apakah dalam masyarakat kera dan binatang sejenisnya ada syari’at? lalu siapa nabinya? apa juga dari bangsa kera ada yang lulus sensor “langit”, atau siapa?

B) Apakah hukuman yang berlaku untuk masyarakt kera jika berzina itu juga Rajam? sama seperti syari’atnya Nabi Muhammad saw.?

C) Apa pembuktian perzinahan itu juga diharuskan ada empat saksi?

D) Dari manakah ‘Amr ibn Maimun tahu bahwa kera itu telah berzina dan kawan-kawannya yang marajamnya itu segadai hukum had? Apakah ‘Amr mengerti bahawa kera? Sekolah di LIPIA, atau fakultas sastra Lughatul Qiradah mana?

INILAH PELECEHAN IMAM BUKHARI THD AJARAN NABI SAW YG DIBANGGA-BANGGA KAN KAUM SUNI.
Quote
 
0
sebelum saya bahas tulisan yg tak berbobot dan tulisan pemecah belah ini, ana mau bertanya kepada penulis dan kepada semua orang yg menganggap syiah imamiyah 12 imam sesat dan kafir yaitu :
1. Apakah kalian mengkafirkan syiah hanya karena berdasarkan kitab hadist mereka seperti al-kafi, bihar anwar dll ????

2. Apakah jika dikitab pegangan syiah imamiyah 12 imam bertentangan dgn Al-Quran dan hadist shahih, maka org syiah harus mengakui bahwa mereka meyakini itu dan mereka sesat berdasarkan kitab hadist mereka sendiri ?? apakah seperti itu pandangan kalian wahai orang suni kepada kami mazhab syiah imamiyah ???

JIKA JAWABAN ANTUM ( PENULIS BLOQ + PENGIKUT SUNI) IYA MAKA HAL ITU JUGA HARUS BERLAKUK DIMAZHAB SUNI. SEBAB HAL INI WAJAR SEBAGAI KONSEKWENSI DARI APA YG DIKATAKAN PENULIS DIATAS TERSEBUT DAN TAMBAHAN 17 KESESATAN SYIAH.

MAKA DGN BERAT HATI JUGA ANA KATAKAN AJARAN AHLUL SUNAH WAL JEMAAH JUGA SESAT DAN PENUH HINAAN KEPADA ALLAH, PARA NABI, BAHKAN KEPADA NABI SAW SENDIRI.

KITAB2 HADIST SUNI IKUT BERLOMBA MELECEHKAN PARA NABI, AJARAN NABI SAW DAN MENGKAFIRKAN SEBAGIAN BESAR SAHABAT NABI SAW JUGA.
Quote
 
-1
Buat Hamzah dan semua yg pembenci syiah atau ahlul bait nabi saw.

Kenapa ana katakana demikian karena banyak keturunan nabi saw yg hidup dinegara iran dan jazirah arab seperti irak dll dimana sebagian besar ulama2 keturunan nabi saw adalah berpaham SYIAH.
JADI KALO PENGIKUT SYIAH IMAMIYAH SESAT APALAGI ULAMANYA YAITU AHLUL BAIT NABI SAW YG BERPAHAM SYIAH ???

KALO PENGIKUT SYIAH IMAMIYAH KAFIR APALAGI ULAMANYA YAITU AHLUL BAIT NABI SAW YG BERPAHAM SYIAH??? ???

LALU BAGAIMANA DGN HADIST INI ;

HADIST TSAQALAIN
Dari Zaid bin Tsabit RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda“Sesung guhnya Aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian dua Khalifah yaitu Kitab Allah yang merupakan Tali yang terbentang antara bumi dan langit, serta KeturunanKu Ahlul BaitKu. Keduanya tidak akan berpisah sampai menemuiKu di Telaga Surga Al Haudh. (Hadis Ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad jilid 5 hal 182, Syaikh Syuaib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad menyatakan bahwa hadis ini shahih. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir jilid 5 hal 154, Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid jilid 1 hal 170 berkata “para perawi hadis ini tsiqah”. Hadis ini juga disebutkan olehAs Suyuthi dalam Jami’ Ash Shaghir hadis no 2631 dan beliau menyatakan hadis tersebut Shahih.)

HADIST SAFINAH ( AHLUL BAIT SEPERTI BAHTERA NABI NUH)
عن ابن عباس رضى الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (مثل اهل بيتى كمثل سفينة نوح من
عن أبو ذر سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا و من تخلف عنها غرق [المستدرك الجزء 2 صفحة 373
Dari Abu Dzar ra. berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan ahli baitku adalah seperti kapal Nuh as, barangsiapa menaikinya akan selamat dan barangsiapa yang bertetentangan darinya [tidak menaikinya] akan tenggelam.” [Al-Mustadrak juz 2: 373]

AHLUL BAIT SEPERTI KEPALA TERHADAP BADAN
Jadikanlah Ahl baitku daripada kamu seperti kedudukan kepala daripada jasad dan seperti kedudukan dua mata daripada kepala, maka sesungguhnya tubuh badan itu tidak dapat menuju ke arah yang betul melainkan dengan kepala dan kepala itu tidak dapat menuju ke arah’ yang betul melainkan dengan dua mata.” ( Syabrawi al-Syafi’i, al-Ithaf bi Hubb al-Asyraf, h.26)

BERPEGANG TEGUH KEPADA AHLUL BAIT DAN BERJALAN MENGIKUT
PERJALANAN MEREKA, DI JAMIN KESELAMATAN DARIPADA PERPECAHAN DAN PERSELISIHAN.
AT-Tabrani meriwayatkan (hadith) daripada Ibn ‘Abbas r.d. bahawa Nabi s. ‘a.w bersabda:
“Bintang-bintang adalah keamanan bagi penghuni bumi daripada tenggelam dan ahli baitku adalah keamanan bagi penghuni bumi daripada perselisihan.”
(al-Syabrawi al-Syafi’I, al-Ithaf bi Hubb al-Ashraf, h.20; al-Hakim dalam al-Mustadrak al-Sahihain, j3. h.143, dan berkata bahawa hadith ini sahih sanadnya tetapi tidak dikeluarkan seperti yang dikemukakan oleh al-Muttaqi dalam Kanz al-Ummal, jld.6. hal.217; Ibn Hajar dalam al-Sawa’iq dan menganggapnya sebagai hadith sahih, hal.140.)
Quote
 
0
Quoting Hamba allah swt:
Anjing SYI'AH,anjing khomeini,anjing ahmadinejad,& anjing para pengikut jg penganutnya,,,SYI'AH itu ajaran DAJJAL makanya DAJJAL menurut kata nabi muhammad saw iyu bakal muncul dari arah timur yg ternyata diperkirakan dari nagara all dajjal IRAN


JAWAB
KHOEMENI ITU AHLUL BAIT NABI SAW, KETURUNAN DARI NABI SAW BUNG !!!! KETAHUANKAN KALIAN MEMANG PEMBENCI AHLUL BAIT NABI SAW ????

MAKANYA BACA BUKU KHOEMENI YG ASLI BERBAHASA PERSIA BUKAN BERBAHASA ARAB.BANYAK SEKALI BUKU IMAM KHOEMENI DIPALSUKAN OLEH ORANG2 PEMBENCI AHLUL BAIT NABI SAW.

COBA PAKE AKAL ANTUM JIKA MEMANG MASIH BERFUNGSI :
1. IMAM KHOEMENI ADALAH KETURUNAN NABI SAW
2. RASULULLAH ADALAH KAKEKNYA IMAM KHOMENI.

APAKAH MASUK DIAKAL ANTUM IMAM KHOEMENI MENGHINA AJARAN KAKEKNYA YAITU NABI SAW ????

APAKAH ANTUM MENGIRA ORG YG BUKAN KETURUNAN NABI SAW LEBIH PEDULI PADA AJARAN KAKEK MEREKA YAITU RASULULLAH SAW DARIPADA AHLUL BAITNYA ????
Quote
 
+2
setuju bro gua ma lu.,,Quoting pembela kebenaran:
Halalkan Darah Kaum Syiah...Basmi Aja mereka yang Ada di Indonesia
Quote
 
0
^^ derajat orang berilmu lebih tinggi, jadikan ilmu sebagai jalan menuju titik cahaya...
Quote
 
0
ya Allah, luruskanlah mereka kaum syi'ah ..
kembalikan mereka ke jalan yg lurus yg engkau ridhai ..
jangan sampai umat ini terpecah belah karena paham mereka.
sadarkanlah mereka supaya mereka dapat menerima dua sahabat terbaik Rasulullah yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
jangan mereka mencela Ummul mukminin Aisyah dan sahabat mulia Muawiyah ibn Abi Sofyan.
Janganlah mereka berfanatik berlebihan terhadap Ali bin Abi Thalib jika mereka mengaku sbg org2 yg mencintai ahlul bait.
Quote
 
+1
ketika syiah mengaku berasal dari ajaran islam..berarti ajaran syiah harusny sama dgn ajaran agama islam..tp, ketika syiah menyimpang dari islam, berarti syiah berbeda dari islam!!!silahka n msg2 kita menilai sendiri, apa syiah ajaranny serupa dgn islam (yg b'pegang pd Alquran dn hadits..contoh, dlm islam nikah mut'ah diharamkam klo dlm syiah diperbolehkan.. dlm islam,khulafaur rasyidin ada 4, tp klo dlm syiah hny ali bin abi thalib yg diagung2kan, yg lainnya malah dicaci maki, bhkan aisyah, istri nabi sendiri jg dihina..logika aj ya, masa' istri nabi (pembawa ajaran agama islam) juga dihinakan??? ap masih pantas dikatakan SYIAH = ISLAM??? berfikirlah yg realistis..
Quote
 
+1
ass.wr.wb
⊙ane bkn org nu,muhamadiyah, suni,syiah,hti, persis,apalagi jil...ane muslim awam yg brusaha cuma ngikut qur'an n hadits aje
jangan saling beradu argumen yg g ada ujungnya....kal ian saling tuduh kafir dan sesat terserah kalian yg ngaku muslim, padahal ^mereka^ tertawa dan berhasil adu domba kalian...zionis m lebih pintar???licik? ?cerdas??? ayo bangkit saudaraku...jan gan slalu melihat golongan ini benar golongan ini sesat....iraq bertekuklutut,a fganistanpun runyam,syiria udah hancur lebur,mesir menyusul,trus masih asik dg obrolan saling menghujat??
wassalamualaikum wr.wb
Quote
 
0
kalau gak islam apa.. apa yang islam cuma arab.. yg slalu jilati bokongx iblis amerika cs.. iran terdepan dalam menyokong perjuangan palestina.. baik senjata maupun diplomasi di internasional.. dimana negara arab katanya islam suaranya.. jangan fitnah sembarangan.. aku ini netral.. gak syiah gak suni.. penting islam tetep direlung hatiku.. ayo kita bersatu insya allah diberi kemenangan.. aminn..
Quote
 
0
teman-teman muslim yg saya sayangi.. coba baca artikel berikut dilink: http://www.anneahira.com/sejarah-syiah-dan-sunni.htm

beberapa artikel dari Eramuslim, arrahmah jgn dijadikan satu2nya acuan.. sudah terlalu banyak yg umat yg menurut mreka bid'ah dan kafir...
Quote
 
0
Halalkan darah kaum syiah, Basmi Mereka yang ada di Indonesia
Quote
 
0
Halalkan Darah Kaum Syiah...Basmi Aja mereka yang Ada di Indonesia
Quote
 
+6
EJUMLAH tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi’ahnya). Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi’ah:

Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India).

Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.

Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).

Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya.

Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).

Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).

Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).

Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).

Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).

Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).

Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).

Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).

Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)

Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).

Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).

Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).

Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).

Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).

Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).

Ketujuhbelas doktrin Syi’ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.

Semua kitab tersebut diatas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa’i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi’ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.

Sumber: Risalah Mujahidin, edisi 9, th 1 Jumadil Ula 1428 / Juni 2007
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2011/12/31/17123-17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum-syiah.html#sthash.xiZk2LlS.dpuf
Quote
 
0
Tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi’ahnya). Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi’ah:

Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India).

Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.

Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).

Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya.

Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).

Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).

Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).

Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).

Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).

Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).

Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).

Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).

Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)

Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).

Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).

Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).

Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).

Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).

Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).

Ketujuhbelas doktrin Syi’ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.

Semua kitab tersebut diatas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa’i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi’ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.

Sumber: Risalah Mujahidin, edisi 9, th 1 Jumadil Ula 1428 / Juni 2007
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2011/12/31/17123-17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum-syiah.html#sthash.xiZk2LlS.dpuf
Quote
 
0
Quoting jono:
assalamu alaikum,,.

wahai saudaraku yang seiman,..syiah itu aliran dalam islam yang insya allah sesat dan menyesatkan,,.
mereka adalah saudara kita yg perlu diluruskan
maka janganlah menyudutkan syiah atau saudara kita seperti itu namun ada hal yg perlu kita utamakn yaitu mari kita bersatu dalam melwan kaum kafirun yang selalu merendahkan islam dan mengadu domba kita,, dan kemudian kembali untuk meluruskan paham saudara2 kita yang dari paham syiah,..

wassalamu alikum,..


jawab
tolong berikan bukti berdasarkan hadist dan Al-Quran syiah itu sesat. kalo hanya pendapat antum tak laku...paham.
saya juga bisa buat stetment tapa bukti seperti anda.

wahai saudaraku yang seiman,..salafi -wahabi itu aliran dalam islam yang insya allah sesat dan menyesatkan,,.
mereka adalah saudara kita yg perlu diluruskan
maka janganlah menyudutkan salafi-wahabi atau saudara kita seperti itu namun ada hal yg perlu kita utamakn yaitu mari kita bersatu dalam melwan kaum kafirun yang selalu merendahkan islam dan mengadu domba kita,, dan kemudian kembali untuk meluruskan paham saudara2 kita yang dari paham salafi-wahabi,. ....GAMPANGKAN. ..hehehehehehe
Quote
 
0
ANEH BIN AJAIB Abu Umar Abdul Aziz MENULIS SEJARAH SYIAH TAPI YG MENULIS BUKAN ORANG SYIAH.CKCKCKCK. ...DAN YG LEBIH ANEH LAGI ORANG PERCAYA BAHWA SEJARAH ITU BENAR.....

SEKARANG SAYA MAU TANYA SAMA PEMERHATI BLOQ INI. APAKAH ANTUM PERCAYA SEJARAH BERDIRINYA NEGARA INDONESIA DITULIS OLEH BELANDA ?

APAKAH ANTUM PERCAYA ORG YG TAK PAHAM DAN MEMBENCI SYIAH BISA MEMBUAT TULISAN YG ABJECTIF.

KALO ANTUM PERCAYA MAKA PERCAYALAH PADA BELANDA YG MENGATAKAN INDONESIA SAAT DILAKUKAN AGRESI BELANDA 1 DAN KE 2 ADALAH UNTUK MENGHANCURKAN EKTRIMIS2 SEBAB PEJUANG INDONESIA TIDAK ADA.

ATAU PERCAYALAH PADA BELANDA BAHWA MEREKA MELAKUKAN AGRESI BUKAN UNTUK MEMBUNUH RAKYAT DAN PEJUANG KEMERDEKAAN TP HANYA MENUMPAS PEMBERONTAK DAN KAUM EKTRIMIS.....SI LAHKAN ANDA PERCAYA...SAYA PRIBADI TAK PERCAYA.
Quote
 
0
assalamu alaikum,,.

wahai saudaraku yang seiman,..syiah itu aliran dalam islam yang insya allah sesat dan menyesatkan,,.
mereka adalah saudara kita yg perlu diluruskan
maka janganlah menyudutkan syiah atau saudara kita seperti itu namun ada hal yg perlu kita utamakn yaitu mari kita bersatu dalam melwan kaum kafirun yang selalu merendahkan islam dan mengadu domba kita,, dan kemudian kembali untuk meluruskan paham saudara2 kita yang dari paham syiah,..

wassalamu alikum,..
Quote
 
+1
assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,..

wahai saudarak yang seiman,..sebelu mnya minta maaf
perlu kita ketahuai perbedaan antara agama dan aliran,..
spengetahuan saya agama jika disandingkn dgn aliran maka,,,agama itu umum dan aliran itu khusus,..dalam satu agama ada banyak aliran,..dan intinya skarang wahai saudarku yang seiman, syiah itu bkn agama tp aliran,.aliran dalam islam yg Insya Allah sesat dan menyesatkan,..n amun perlu kita ketahuai jika saudaraku yang seiman menganggap syiah itu bkn agama islam maka sama halnya anda mengkafirkan syiah yg pada dasarnya adalah aliran dalam agama islam yang perlu diluruskan,..
sy teringat dengan kalimat,,klau tdk salah adalah sebuah hadis,..
"janganlah mengkafirkan saudaramu yang muslim, karena muslim yang mengkafirkan saudaranya yang muslim, maka kw lbh buruk dari itu",..
kira kira intinya sperti itu


semoga bermanfaat saudaraku
wassalumu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Quote
 
0
Hati2 kita jangan terpancing emosi dengan krisis yang terjadi di Suriah,karena dalam keadaan seperti di Suriah sangat mudah sekali ada pihak ketiga yang memperuncing masalah dan mengadu domba Sunni dan Syiah.
Dalam sebuah operasi yang dilakukan pemerintah Suriah di kota Homs terungkap bahwa agen Mossad(agen rahasia Israel), CIA dan Blackwater terlibat dalam kekerasan militer di Suriah.
Bukti keterlibatan itu terkuak saat pihak militer Suriah menangkap 700 orang bersenjata dan mereka adalah warga Arab, Israel, dan Amerika yang menggunakan senjata buatan Eropa . Tulis Media Rusia, Rabu (7/3) Al-manar juga melaporkan bahwa Pasukan keamanan Suriah mendapat bukti yang kuat atas keterlibatan militer Barat 'dalam konflik internal Suriah.karena mudah sekali ini dilakukan pihak ketiga dengan meledakkan bom di pihak syiah sudah pasti pihak syiah menuduh Sunni yang meledakkan bom, begitu juga sebaliknya saling balas membalas sehingga kita tidak sadar pihak ketiga ada di balik semua itu sedang bertepuk tangan.
Quote
 
0
Saya islam..ngga sunni ngga syiah..saya ISLAM itu aja..mana yg baik di ambil,mana yg buruk dibuang aja..bertuhan yg satu,Rasulullah yg satu dan ALQURAN yg satu...beramal sholeh dan hati yg selalu dibersihkan..it u aja..laknat sana sini,bom sana sini,makan jantung manusia..itu tdk membawa keridhaan ALLAH..orang yg tdk beragamapun tdk menyenanginya.. jadi cukup menilai dengan hati nuranimu menjadi hakimnya dan timbanglah dengan akalmu...musuh bersama kita dan menyusup dlm daging kita hanyalah pemuja talmud dgn gelar WAHABI
Menurut saya media massa sangat berpengaruh.sel uruh media dan pemberitaan selama ini tidak berimbang dan hampir 99% dikuasai oleh antek2 yahudi yang mengatasnamakan HAM,dan Demokrasi.masal ah perselisihan antara syiah dan sunni menjadi isu sensitif yang berhasil diangakat ke media dan menjadi bagian propaganda Barat untuk melemahkan persatuan Bangsa Arab di timur tengah.ketika isu syiah diangkat.sebagi an besar para ulama sunni,akan menjadikan alasan ini sebagai dalil untuk menghancurkan syiah.ketika syiah sudah hancur,Zionis akan mudah menghancurkan islam,bukan saya melecehkan umat sunni,tapi kita ketahui mayoritas sunni cara berpikirnya lebih demokratis,dan sangat lunak terhadap pengaruh dan kebijakan Barat.contoh:Ar ab saudi,Qatar,UEA dan negara arab yang berbasis sunni.mereka lebih mengutamakan Dialog daripada turun membantu mengangkat senjata untuk memperjuangkan palestina.padah al kalau kita bicara palestina,perun dingan dan dialog hanya retorika politik belaka,dan seiring waktu jet2 tempur israel akan terus membunuh rakyat palestina.jujur !!saya lebih simpatik pada syiah,bukan karna ideologi atau pemahamannya,ta pi keberaniannya melawan dan menentang zionisme israel.lihat arab saudi!!diam seribu basa tanpa mampu bertindak.janga nkan mengangkat senjata,suarapu n mereka tidak ada!mereka sembunyi dibalik demokrasi ala amerika.bagi mereka membunuh kaun syiah lebih halal daripada memerangi zionis israel.sekarang saya bertanya sama kaum sunni.ketika iran,syria dan lebanon runtuh.apa kalian akan seberani orang2 syiah yang kalian musuhi.saya jawab sendiri,mungkin jawabannya mari kita hindari perang kita selesaikan lewat dialog saja.dan sudah pasti hasilnya 99% semua keputusan berpihak dan menguntungkan Barat.
saya sungguh Kecewa sama Qatar,Arab saudi dan Jordan yang menggelontorkan Senjata kepada Pemberontak Suriah. Namun ketika Palestina di Agresi, para emir emir Qatar dan Saudi hanya diam .. Bahkan konon waktu Emir Qatar berkunjung ke Gaza , dia mau membantu Miliaran Dollar asal Hamas mau memutus hubungan dengan Iran.
Imam Mustafa.Qardhaw i mengecam Muawiyah karena membunuh Hujur bin Adi. Namun ia juga memuji-muji Muawiyah setinggi langit.Ia pernah mengecam keras bahkan cenderung kasar terhadap Sayyed Hassan Nasrallah terkait konflik Syria. Padahal Nasrallah mengecam beliau dengan santun tanpa menyebutkan nama beliau secara terbuka.Saya tidak percaya pada kepribadian beliau. Sayyed Nasrallah lebih terhormat dibandingkan beliau.
Ulama seperti itu terlalu bermimpi melihat kawasan timur tengah di masa yang akan datang lebih demokratis,tida k mencerminkan islam yang penuh radikalisme.dan ulama seperti ini nantinya yang akan menimbulkan tafsir2 yang baru dalam ajaran islam.karna tuntutan modernisasi dan globalisasi sekaligus demokratisasi ala barat maka pendidikan islam mengenai akidah akan diselaraskan dengan perkembangan jaman.seperti itulah keinginan imam mustafa Qardhawi.mengin ginkan pembaruan di syria.ingin melihat syria menjadi negara demokratis,yang tidak lagi menentang Amerika dan israel.dan meninggalkan teman karibnya Iran.yang dimata para ulama moderat Iran itu seperti duri dalam daging.negara yang pantas dikucilkan dari pergaulan timur tengah bahkan dunia internasional.t api satu yang membuat imam Qardhawi lupa,saudaranya di palestina sudah ribuan bahkan mungkin jutaan atau mungkin milyaran kalau dihitung semuanya semua dibunuh dengan keji tanpa ampun oleh senjata tentara israel.saya heran,mengapa mata mereka tertutup?seolah olah bagi mereka warga muslim dipalestina terbunuh itu hal yang biasa,gampang sekali mereka bilang,orang palestina yang mati disana adalah syuhada,sedangk an mereka para ulama tersebut terlihat duduk manis diatas kursi yang empuk berhiaskan kaligrafi islam,dengan enaknya mereka minum air putih,sedangkan saudaranya di palestina sana sedang tergeletak bersimbah darah.tapi para ulama ini masih santai duduk manis,masih enak menikmati sepotong roti gandum dan susu diselingi cemilan kurma uenaaaak sekali.mereka begitu gagahnya berkata;sayalah ulama yang membela seluruh kepentingan umat islam!!kalau begitu saudara dipalestina mereka anggap bukan umat islam.karna kenyataannya mereka tidak bisa membantu bangsa palestina.nauzu bilahimindzalik !!!saya benci ulama2 pengecut seperti ini.
bagaimana caranya untuk mempersatukan Sunni dan Syiah ? apakah sampai datangnya Imam Mahdi ?
Syi'ah dan sunni tidak bisa disatukan karna memang berbeda mahdzab,dan bertentangan keyakinan tentang masalah kekhalifahan setelah meninggalnya rasulullah.kita sebagai umat islam secara global ukhuwah islamiah jangan dipersempit oleh perbedaan mahdzab ataupun penafsiran.mari kita kesampingkan dulu masalah siapa itu syi'ah dan siapa itu sunni.musuh kita sekarang adalah zionisme yahudi.mereka musuh sejati umat islam.syi'ah dan sunni akan bersatu setelah turunnya imam mahdi,saya peribadi meyakini itu.selama imam mahdi belum keluar,setiap golongan akan terus mengobarkan perselisihan sesama umat islam.
Quote
 
0
Tidak akan ada gunanya perdebatan antara Syiah dan Sunni yang pada ujungnya hanya akan menghancurkan Islam itu sendiri, beribadahlah sesuai keyakinan kita masing-masing. Pada awalnya perpecahan Syiah dan Sunni lebih karena persaingan antar klan Bani Umayyah dan Bani Hasyim bukan karena akidah.

Islam mulai menjadi besar dan ajarannya tersebar ke berbagai penjuru dunia dimulai pada masa Muawiyah bin Abu Sofyan dari bani Umayyah. Sedangkan Abu Sufyan adalah panglima besar kafir Quraisy pada perang Uhud, Khandaq dan pemimpin pemerintahan sampai Mekah dibebaskan oleh Rasulullah. Ibunya bernama Hindun bin Utbah, seorang wanita lincah, cekatan yang mempunyai andil besar dalam membantu suami di perang Uhud. Pada waktu perang Badar, Hindun kehilangan ayah, paman, saudara dan puteranya. Untuk menuntut balas terhadap keluarganya itu, ia mengupah Wahsyi sebagai pembunuh bayaran untuk membunuh dan mengambil jantung Hamzah paman Nabi dan syahid agung untuk dimakannya mentah-mentah.

Ketika pada tahun 630 M, Nabi Muhammad dan pengikutnya menaklukan Mekah, seluruh penduduk Mekah secara formal tunduk pada Muhammad dan masuk Islam termasuk Abu Sofyan (kita tidak tahu apa motivasi Abu Sufyan masuk Islam).

Kita ini menjadi Sunni karena orang yang membawa Islam ke Nusantara kebetulan orang Sunni. Kenyataan sekarang satu-satunya negara di planet bumi yang berani terang-terangan menantang Amrik dan Israel adalah Iran yang kebetulan Syiah. Jangan-jangan kita diadu oleh 'mereka' supaya bersama-sama memerangi negara Iran dan menghancurkan islam melalui tangan kita sendiri.

Satu lagi yang harus diwaspadai adalah rezim Al-Saud yang seolah-olah menyerukan kebenaran islam tapi kenyataannya adalah kaki tangan orang barat. Baca sejarah pendirian Saudi Arabia dan Lawrence of Arabia. Semoga bermanfaat
Quote
 
0
syukron katsiron atas infonya,sangat membantu
yuk mari kita kampanyekan kesesatan syi'ah
dan membawa mereka kembali ke alqur'an dan as sunnah.
Quote
 
0
Assalamualaikum Sahabat Muslim.

Saya hanya sedikit ingin mengomentari tentang hal syiah yg di beri judul "Rasulullah SAW adalah pendiri madzhab syi’ah" yg menuliskan adalah bernama Fatimah..

Saya hanya ingin bertanya dan berkomentar di dalam bulan puasa ini dengan rendah hati dan tidak emosi..krn nafsu adalah salah satu yg merusak puasa'y seseorang..

Saudara/i Fatimah, apakah hadist-hadist tersebut Hadist Shahih? Krn bnyk sekali Hadist Doif di luar sana..
Lalu, jika memang Syi'ah pendiri'y Rasulullah SAW, apakah Syiah lupa ajaran Rasulullah yg dimana harus berkunjung ke Baitullah (Masjidil Harram) untuk melakukan Tawaf,Sa'i dengan melakukan Haji dan Umroh? Bukan untuk membunuh Muslim2 yg sedang melaksanakan Tawaf?

Lalu saya hanya ingin bertanya lagi sedikit..
Apakah hanya ayat QS.AlBayyinah : 7-8 yg menyebutkan Syiah?
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,m ereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." QS Al-Bayyinah Ayat 8 .

Dan saya pnya 1 lgi pertanyaan, Agama anda apa wahai saudara/i Fatimah?? jika anda Muslim,pasti anda akan merasa teriris saat tau saudara/i muslim yg di bunuh oleh syiah di Masjidil Harram..

Terima Kasih..
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Quote
 
0
Assalamualaikum sahabat muslim..
Tentang ini mari kita kaji dengan melihat referensi buku2 yg di kutip oleh penulis..
buka buku itu,baca buku referensi'y..
biar kita tau yg sebenar'y..

tp jika mengharuskan saya berkomentar, saya ingin melihat kenyataannya saja..
Muslim Palestina di bom,di serah,di bunuh, tapi negara Iran diam saja..
Syiah? islam?
Kita muslim sering menghujat Israel krn kebiadaban'y terhadap Muslim Palestina,hingg a samapai bnyk orang dan ormas ingin pergi ikut berjuang dengan Muslim Palestina, tp Iran Syiah bagaimana sikap'y?

saya tdk bisa menuduh bagaimana tentang syi'ah.
Tapi yg saya ketahui tentang Syiah adalah Kaum Syiah pernah sampai membunuhi para Haji saat tawaf di Masjidil Harram, dan mencongkel batu hajar aswad, samapi membawa pintu ka'bah dan menyobek2 kiswah dan pemimpinnya menyebut allah itu dia.

pembunuhan itu dilakukan dengan sengaja..

coba kita renungkan liat kenyataan'y..
jika ingin membaca kejadian Para Jema'ah haji di bantai di Masjidil Harram oleh Kaum Syiah, silahkan cari di google, dari sumber mana saja..
krn jwbnnya tetap sama..
Syiah itu sesat..

Wassalamualaikum..
Quote
 
+2
Web ini baik sekali,

tetapi kenapa pembacanya malah membencinya,
tidak ada fitnah dari web ini, malah membukakan pengetahuan kepada pembaca bagaimana sesatnya syiah dan itu sudah diberi penjelasan panjang lebar.

syiah bukan muslim, bukan islam dan bukan saudara islam
syiah sesat dan menyesatkan,
kecuali kalian orang syiah dan orang yang taklid buta terhadap guru kalian maka akan memandang syiah itu islam
Quote
 
+2
Kita tidak usah pakai stempel syiah, Sunni atau yang lain2.Islam itu satu yang hanya berpedoman dengan Al Qur'an,itu dasar yang harus di jalankan. selebihnya sunnah nabi, hadist nabi dll yang tidak bertentangan dengan Al Qur'an.kalau kita sering membaca Al Qur'an dan artinya kita memahami betul apa itu Islam.Banyak sudah negara Islam di luar Indonesia yang mengalami kekacauan yang mengklaim dirinya paling benar,sehingga menjadi makanan empuk untuk orang ketiga yang ingin menghancurkan Islam.kita harus kritis banyak yang memakai Ayat Al Qur'an yang artinya di belokkan untuk kepentingan tertentu, mungkin kalu kita yang memahami isi Al Qur'an kita tidak tertipu oleh Ayat yang di belokkan untuk kepentingan tertentu.
Quote
 
-4
Orang yang mengatakan orang lain jelek, jahat, sesat sesungguhnya dia sendiri sedang memerankan perkataannya...
Quote
 
-4
Rasulullah SAW adalah pendiri madzhab syi’ah

Sebagai alat uji terakhir untuk meneliti kebenaran apakah syi’ah adalah produk Abdullah bin Saba’ adalah menggunakan alat uji sebagimana yang diperintahkan oleh Imam Ja’far ash Shadiq, agar menguji hadis (riwayat) dengan Al Qur’an dan jika hadis (riwayat) tersebut bertentangan dengan Al Qur’an maka buanglah ke tembok (tidak dipakai). Kami akan menyajika sabda Rasulullah saw, yang mendeklarasikan syi’ah dan siapa syi’ah itu. Rasulullah menafsirkan dari ayat Al Qur’an dan menjelaskan makna ayat tersebut. Dengan demikian Hadist yang kami sebutkan dibawah ini langsung bersumber dari Al Qur’an dan Sabda Rasulullah saw sendir, kami tidak akan memberikan analisa apapun, karena Rasulullah adalah yang memahami Al Qur’an. Dan kami tidak mengambil sumber dari syi’ah yang sangat banyak itu, kami cukupkan saja mengambil dari sumber ahlu sunnah sendiri.
Syi’ah didirikan oleh Rasulullah SAW sendiri – hal ini bertolak belakang dari pandangan yang menyebutkan syi’ah merupakan paham hasil kreasi dari Abdullah bin Saba’ – bahkan Rasulullah saw tatkala menafsirkan ayat Al Qur’an beliau menjelaskan makna syi’ah tersebut ditujukan kepada pengikut imam Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Ba’it, hal ini dapat di baca dalam riwayat ulama ahlu sunnah dibawah ini :

1. Al Hafizh Abu Na’im, [19] meriwayatkan dalam kitabnya HIlayah al Awliya dengan sanad dari Ibnu Abbas, ketika turun ayat yang mulia :” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” (QS.AlBayyinah: 7-8), kemudian Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Wahai Ali, itu adalah engkau dan syi’ahmu. Engkau dan syi’ahmu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ridho dan di ridho’i” .

2. Mawfiq bin Ahmad al Khawarizmi, meriwayatkan dari Abu Mua’ayyid, dalam kitab al Manaqib hadis ke dua dfalam pasal 17 dalam penjelasan ayat yang turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib, dengan redaksi tanpa mencantumkan ayatnya, bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Wahai Ali, itu adalah engkau dan syi’ahmu. Engkau dan syi’ahmu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ridho dan di ridho’i” .

3. Sabath bin al Jawzi dalam kitabnya Tadzkirah Khawwash al Ummah hlm 56 meriwayatkan dengan sanad dari Abu Sa’id al Khudri, Nabi Saw memandang kepada Ali bin Abi Thalib, lalu Rasulullah saw bersabda, “ orang ini dan para pengikutnya (syi’ah) adalah orang-orang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat”

4. Al Hakim ‘Ubaidullah al Haskani, seorang mufasir ahlu sunnah yang terkemuka menuliskan dalam kitabnya Syawahid al Tanzil, dari al Hakim Abu ‘Abdullah al Hafizh dengan sanad marfu’ kepada Yazid bin Syahrahil al Anshari, ia berkata :” Saya mendengar Ali bin Abi Thalib berkata, “Rasulullah saw, sambil menyandarkan kepalanya di dadaku beliau bersabda, “Wahai Ali, tidakkah engkau pernah mendengar firman Allah SWT, “:” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8) mereka adalah engkau dan syi’ahmu, dan tempat pertemuanku dan kamu yang telah dijanjikan adalah al haudh, ketika umat-umat lain ketakutan saat hendak di hisab, kalian dipanggil karena tanda putih di dahi (ghurran muhajjalin).

5. Allamah Muhammad bin Yusuf al Qurasyi al Kanji al Syafi’I, meriwayatkan dalam kitabnya Kifayah al Thalib Bab 62 dari Yazid bin Syarahil, ia berkata :” Saya mendengar Ali bin Abi Thalib berkata, “Rasulullah saw, sambil menyandarkan kepalanya di dadaku beliau bersabda, “Wahai Ali, tidakkah engkau pernah mendengar firman Allah SWT, “:” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8) mereka adalah engkau dan syi’ahmu, dan tempat pertemuanku dan kamu yang telah dijanjikan adalah al haudh, ketika umat-umat lain ketakutan saat hendak di hisab, kalian dipanggil karena tanda putih di dahi (ghurran muhajjalin).

6. Mawfiq bin Ahmad al Khawarizmi dalam kitabnya Manaqib Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda, , “Wahai Ali, tidakkah engkau pernah mendengar firman Allah SWT, “:” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8) mereka adalah engkau dan syi’ahmu, dan tempat pertemuanku dan kamu yang telah dijanjikan adalah al haudh, ketika umat-umat lain ketakutan saat hendak di hisab, kalian dipanggil karena tanda putih di dahi (ghurran muhajjalin).

7. Abu al Mu’ayyid al Mawfiq bin Ahmad al Khawarizmi meriwayatkan dalam Manaqib Ali bin Abi Thalib Pasal 9 hadis ke 10 dari Jabir bin “Abdullah al Anshari, ia berkata, Kami berada bersama Rasulullah SAW, kemudian dating Ali bin Abi Thalib, kemudian beliau bersabda, “ Telah dating saudaraku kepada kalian”, kemudian beliau menoleh ke Ka’bah dan memukulkan tanganya, lalu beliau bersabda: ” Demi yang diriku dalam kekuasan-Nya, orang ini dan syi’ahnya adalah orang-orang yang beroleh kemenangan pada hari kiamat. Kemudian, ia adalah orang pertama yang beriman di antara kalian, yang paling setia menepati janji Allah, yang paling keras menegakkan perintah Allah, yang paling adil dalam memimpin, yang paling adil dalam membagi, dan yang paling agung keutamaanya di disisi Allah” Perawi kemudian menambahkan, kemudian turun ayat Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk… (hingga akhir surrah), selanjutnya perawi berkata, “ Apabila Ali bin Abi Thalib dating, para sahabat Muhammad berkata, “Telah dating khayrul barriyyah (sebaik-baik makhluk)

8. Allamah al-Kanji al Syafi’I meriwayatkan dalam kitabnya Kifayah al Thalib bab 62 dengan sanad dari Jabir bin ‘Abdullah al Anshari : , Kami berada bersama Rasulullah SAW, kemudian dating Ali bin Abi Thalib, kemudian beliau bersabda, “ Telah dating saudaraku kepada kalian”, kemudian beliau menoleh ke Ka’bah dan memukulkan tanganya, lalu beliau bersabda: ” Demi yang diriku dalam kekuasan-Nya, orang ini dan syi’ahnya adalah orang-orang yang beroleh kemenangan pada hari kiamat. Kemudian, ia adalah orang pertama yang beriman di antara kalian, yang paling setia menepati janji Allah, yang paling keras menegakkan perintah Allah, yang paling adil dalam memimpin, yang paling adil dalam membagi, dan yang paling agung keutamaanya di disisi Allah”.

9. Jalaludin al Suyuthi dalam kitabnya al Durr al Mantsur, ia meriwayatkan hadis dari Ibn ‘Asakir al Dimasyqi yang meriwayatkanya dari Jabir bin ‘Abdullah al Anshari, bahwa ia berkata : Kami berada bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba Ali bin Abi Thalib dating, maka Nabi SAW bersabda, “Demi diriku dalam kekuasaan-Nya, orang ini dan syi’ahnya adalah orang-orang yang beroleh kemenangan pada hari kiamat.” Kemudian turun ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8)

10. Jalaludin al Suyuthi dalam kitabnya al Durr al Mantsur juga meriwayatkan dari Ibn ‘Adi dari Ibn ‘Abbas, bahwa ia meriwayatkan ketika turun ayat “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8), Rasulullah SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Engkau dan syi’ahmu dating pada hari kiamat dalam keadaan ridho dan diridhoi”.

11. Ibnu al-Shabagh al-Maliki dalam kitabnya al Fushul al Muhimmah hal 122, meriwayatkan hadis dari Ibn ‘Abbas, ia berkata : Ketika turun ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8) Nabi SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, ”Ítu adalah engkau dan syi’ahmu, engkau dan mereka dating pada hari kiamat dalam keadaan ridho dan di ridhoi. Sedangkan Musuh-musuhmu dating dalam keadaan murka dan hangus”

12. Ibnu Hajar dalam kitabnya Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah bab XI, meriwayatkanya dari al Hafizh Jamaluddin al Zarandi , Muhammad bin Yusuf al Zarandi al Madani, ia berkata, Ketika turun ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8) Nabi SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, ”Ítu adalah engkau dan syi’ahmu, engkau dan mereka dating pada hari kiamat dalam keadaan ridho dan di ridhoi. Sedangkan Musuh-musuhmu dating dalam keadaan murka dan hangus” Maka Ali bin Abi Thalib bertanya kepada Rasulullah SAW, “Siapakah Musuhku ? Beliau SAW menjawab, “Orang-orang yang berlepas diri darimu dan suka melaknatmu”.

13. Allamah al Mashudi dalam Jawahir al “Uqdayn juga meriwayatkan dari al Hafizh Jamaludin al Zarandi , Muhammad bin Yusuf al Zarandi al Madani, ia berkata, Ketika turun ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu sebaik-baik makhluk” ?(QS.AlBayyinah : 7-8) Nabi SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, ”Ítu adalah engkau dan syi’ahmu, engkau dan mereka dating pada hari kiamat dalam keadaan ridho dan di ridhoi. Sedangkan Musuh-musuhmu dating dalam keadaan murka dan hangus” Maka Ali bin Abi Thalib bertanya kepada Rasulullah SAW, “Siapakah Musuhku ? Beliau SAW menjawab, “Orang-orang yang berlepas diri darimu dan suka melaknatmu”.

14. Mir Sayid Ali al Hamdani al Syafi’I, dalam kitabnya Mawaddah al Qurba, meriwayatkan dari Ummul mukminin Ummu Salamah, bahwa ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Wahai Ali, engkau dan sahabat-sahabat mu berada di surga. Engkau dan syiahmu berada di surga.

15. Ibnu Hajar dalam kitabnya Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah meriwayatkan dari Ummul mukminin Ummu Salamah, bahwa ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Wahai Ali, engkau dan sahabat-sahabat mu berada di surga. Engkau dan syiahmu berada di surga.

16. Al Hafizh bin al Maghazali al Syafi’I, dalam kitabnya Manaqib ‘Ali bin Abi THalib, ia meriwayatkan hadis dengan sanad dari Jabir bin “Abdullah : Ketika Ali bin Abi Thalib dating dalam penaklukan Khaibar, Rasulullah SAW berkata kepadanya : “Wahai Ali… Cukuplah bagimu dengan kedudukanmu disampingku seperti kedudukan Harun disamping Musa, hanya saja tidak ada Nabi sesudahku. Engkau yang membebaskan jaminanku, menutup auratkau dan berperang untuk membela sunnahku. Kelak di akhirat, engkau adalah makhluk yang paling dekat denganku. Di Al haudh engkau berada di belakangku. Syiahmu berada diatas mimbar-mimbar dari cahaya disekelilingku dengan wajah yang putih. Aku memberikan syafaat kepada mereka . Merekapun berada dis urga di dekatku. Orang yang memerangimu berarti memerangiku dan orang yang berdamai denganmu berarti berdamai denganku.

17. Kitab Tarikh Baghdad, Juz 12 hlm 289. Nabi saw berkata kepada Ali bin Abi Thalib : “Engkau dan syi’ahmu berada di surga”

18. Kitab Muruj al-Dzahab, juz 2 hlm. 51 Nabi saw bersabda : ” Pada hari kiamat manusia dipanggil dengan nama-nama mereka dan ibu mereka kecuali orang ini (Ali bin Abi Thalib) dan syi’ahnya. Mereka dipanggil dengan nama mereka dan bapak mereka karena kesahihan kelahiran mereka”.

19. Kitab Al Shawa’iq al- Muhriqah, hlm 66 ceta. al-Maimanah Mesir. Bahwa Nabi saw bersabda: “Wahai Ali, engkau dan syiahmu kembali kepadaku di al-Hawdh dengan rasa puas dan wajah yang putih. Sedangkan musuh-musuh mereka kembali ke al-hawdh dalam kehausan”.

20. Allamah Shalih al Turmudzi meriwayatkanya dalam al Manaqib al Murthadhawiyah hl 101 cet Bombay, Bahwa Nabi saw bersabda: “Wahai Ali, engkau dan syiahmu kembali kepadaku di al-Hawdh dengan rasa puas dan wajah yang putih. Sedangkan musuh-musuh mereka kembali ke al-hawdh dalam kehausan”.

21. Kitab Kifayah al-Thalib, halaman 135, Nabi saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib: “…dan syiahmu berada diatas mimbar-mimbar dari cahaya dan dengan wajah putih di sekelilingku. Aku memberi syafaat kepada mereka. Maka mereka kelak disurga bertetangga denganku”.

22. Kitab Manaqib Ibn Maghazali, hlm 238 meriwayatkan dalam hadis panjang dan pada akhir hadis berbunyi : Nabi saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib: “…dan syiahmu berada diatas mimbar-mimbar dari cahaya dan dengan wajah putih di sekelilingku. Aku memberi syafaat kepada mereka. Maka mereka kelak disurga bertetangga denganku”.

23. Kitab Kifayah al-Thalib, hal 98 dengan sanad dari ‘Ashim bin Dhumurah dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : “Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, al-Hasan dan al-Huasin adalah buahnya, dan syi’ah adalah daun-daunnya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik” Allamah al Kanji kemudian menuliskan, “ Demikianlah al Khatib meriwayatkanya dalam kitab tarikh dan sanad-sanadnya.

24. Al Hakim meriwayatkan dalam al Mustadrak Juz 3 hal 160 : dengan sanad dari ‘Ashim bin Dhumurah dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : “Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, al-Hasan dan al-Huasin adalah buahnya, dan syi’ah adalah daun-daunnya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik”

25. Ibnu Asakir meriwayatkan dalam kitab Tarikh Juz 4 hal 318 : dengan sanad dari ‘Ashim bin Dhumurah dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : “Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, al-Hasan dan al-Huasin adalah buahnya, dan syi’ah adalah daun-daunnya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik”

26. Muhibbuddin meriwayatkan dalam kitab al Riyadh al Nadhrah juz II hal 253. dengan sanad dari ‘Ashim bin Dhumurah dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : “Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, al-Hasan dan al-Huasin adalah buahnya, dan syi’ah adalah daun-daunnya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik”

27. Ibn Shabagh al Maliki dalam kitabnya al Fushul al Muhimmah, 11, dengan sanad dari ‘Ashim bin Dhumurah dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : “Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, al-Hasan dan al-Huasin adalah buahnya, dan syi’ah adalah daun-daunnya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik”

28. al Shafuri dalam kitabnya Nazhah al Majalis juz II hal 222, dengan sanad dari ‘Ashim bin Dhumurah dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : “Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, al-Hasan dan al-Huasin adalah buahnya, dan syi’ah adalah daun-daunnya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik”

29. Allamah al Qunduzi al Hanafi dalam kitabnya Yaniabi ‘ al Mawaddah hlm 257 cet Istanbul meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :” Janganlah kalian merendahkan syiah Ali bin Abi Thalib, karena masing-masing dari mereka diberi syafaat seperti untuk Rabi’ah dan Mudhar “

30. Allamah al Hindi dalam kitab Intiha’ al Afham hlm 19, meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :” Janganlah kalian merendahkan syiah Ali bin Abi Thalib, karena masing-masing dari mereka diberi syafaat seperti untuk Rabi’ah dan Mudhar “

31. Sabath bin al Jawzi dalam kitabnya Tadzkirah al Khawwash, hlm 59 cet aljir meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Sa’id al Khudri : Nabi SAW memandang Ali bin Abi Thalib dan bersabda, “Orang ini dan syi’ahnya adalah orangorang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat”

32. al Dailami, penulis kitan Firdaws al Akhbar. Meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah DAW bersabda :” Syi’ah Ali adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan “

33. Allamah al Mannawi, dalm kitabnya Kunuz al Haqa’iq hlm 83, cet Bulaq : Meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah DAW bersabda :” Syi’ah Ali adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan “

34. Al Qunduzi dalam Yanabi’ al Mawwaddah hlm 180 cet Istanbul, Meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah DAW bersabda :” Syi’ah Ali adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan “

35. Allamah al Hindi meriwayatkan dalam kitabnya Intiha al Afham hal 222 Cet Nul Kesywar, ia eriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah DAW bersabda :” Syi’ah Ali adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan “

36. Allamah al kasyafi al Turmudzi dalam kitabnya al Manaqib al Murthadhawiyah hlm 113 cet Bombay, meriwayatkan dari Ibn Abbas : bahwa Rasulullah SAW bersabda :”Ali dan syi’ahnya adalah orang-orang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat “

37. Al Qunduzi dalam Yanabi’ al Mawwaddah hlm 257 meriwayatkan dari Ibn Abbas : bahwa Rasulullah SAW bersabda :”Ali dan syi’ahnya adalah orang-orang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat “

38. Allamah al Hindi meriwayatkan dalam kitabnya Intiha al Afham hlm 19, meriwayatkan dari Ibn Abbas : bahwa Rasulullah SAW bersabda :”Ali dan syi’ahnya adalah orang-orang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat “

39. Jalaludin al Suyuthi dalam kitabnya al Durr al Mantsur juz VI hlm 379 cet Mesir, Rasulullah SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib : “Engkau dan syi’ahmu kembali kepadaku di al Hawdh dalam keadaan puas”

40. Al Qunduzi dalam Yanabi’ al Mawwaddah hlm 182, Rasulullah SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib : “Engkau dan syi’ahmu kembali kepadaku di al Hawdh dalam keadaan puas”

41. Ibnu ‘Asakir dalam Kitab Tarikh, 4 hlm 318 meriwayatkan, Nabi saw bersabda : “Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah aku, engkau, al-Hasan dan al-Husain keturunan kita menyusul dibelakang kita. Istri-istri kita menyusul dibelakang keturunan kita, dan syiah kita di kanan dan kiri kita “.

42. Ibnu Hajar dalam kitabnya Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah hlm 96 meriwayatkan, Nabi saw bersabda : “Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah aku, engkau, al-Hasan dan al-Husain keturunan kita menyusul dibelakang kita. Istri-istri kita menyusul dibelakang keturunan kita, dan syiah kita di kanan dan kiri kita “.

43. Sabath bin al Jawzi dalam kitabnya Tadzkirah al Khawwash hlm 31, Nabi saw bersabda : “Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah aku, engkau, al-Hasan dan al-Husain keturunan kita menyusul dibelakang kita. Istri-istri kita menyusul dibelakang keturunan kita, dan syiah kita di kanan dan kiri kita “.

44. Dalam kitab Majma’ al Zawa’id juz IX hal 131 diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda : “Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah aku, engkau, al-Hasan dan al-Husain keturunan kita menyusul dibelakang kita. Istri-istri kita menyusul dibelakang keturunan kita, dan syiah kita di kanan dan kiri kita “.

45. Allamah al Mannawi, dalm kitabnya Kunuz al Haqa’iq dalam catatan pinggir al Jami’ al Shaghir juz II hlm 16 diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda : “Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah aku, engkau, al-Hasan dan al-Husain keturunan kita menyusul dibelakang kita. Istri-istri kita menyusul dibelakang keturunan kita, dan syiah kita di kanan dan kiri kita “.

46. Is’f al Raghibin ditulis dalam catatan pinggir kitab Nur al Abshar hlm 131 karya al Daruquthni meriwayatkan secara Imarfu’ bahwa beliau Rasulull SAW bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Wahai Abul Hasan, engkau dan syi’ahmu berada di surga”

47. Tarikh Baghdad juz XII hlm 289, cet al Sa’adah, Mesir, meriwayatkan dengan sanadnya dari al Sya’bi dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : Engkau dan syi’ahmu berada di surga

48. Akhthab Khawarizmi meriwayatkan dalam kitabnya al Manaqib : meriwayatkan dengan sanadnya dari al Sya’bi dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : Engkau dan syi’ahmu berada di surga

49. Dalam kitab Muntakhab Kanz al ummal yang dicetak dalam catatan pinggir al Musnad juz V hlm 439 cet al Mathba’ah al Maimanah Mesir meriwayatkan dengan sanadnya dari al Sya’bi dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : Engkau dan syi’ahmu berada di surga”

50. Allamah al Barzanji menuliskan dalam kitabnya al Isya’ah fi isyrath al sa’ah hlm 41 meriwayatkan dengan sanadnya dari al Sya’bi dari Ali bin Abi Thalib : Rasulullah SAW bersabda : Engkau dan syi’ahmu berada di surga

51. al Haitsami dalam Kitab Majma al Zawa’id juz 9 hlm 173, meriwayatkan dari Abu HUrairah : Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib : Engkau bersamaku dan syi’ahmu di surga “

52. Allamah al Khahusyi menuliskan dalam kitabnya Syarf al Nabi saw, ia meriwayatkan dari Ummul Mukminin Ummu Salamah : Rasulullah SAW bersabda “ Aku sampaikan kabar gembira kepadamu wahai Ali, engkau dan syi’ahmu berada di surga”

53. Allamah al Amritsari al Hanafi meriwayatkan dalam kitabnya Rajih al Mathalib meriwayatkan dari Ummul Mukminin Ummu Salamah : Rasulullah SAW bersabda “ Aku sampaikan kabar gembira kepadamu wahai Ali, engkau dan syi’ahmu berada di surga”

54. al Haitsami dalam kitabnya Majma al Zawa’id , meriwayatkan bahwa dalam kutbahnya Rasulullah saw bersabda : ” Wahai Manusia, barang siapa membenci kami, Ahlul Ba’it, Allah akan mengumpulkanya pada hari kiamat sebagai Yahudi. ” Jabir bin Abdullah bertanya, “Wahai Rasulullah, walaupun ia mengerjakan puasa dan sholat ? beliau saw menjawab : ” Sekalipun ia mengerjakan puasa dan sholat dan menyatakan dirinya sebagai muslim. Dengan demikian, siapa yang menumpahkan darahnya, hendaknya membayar jizah dan mereka itu kecil. Kepadaku diumpamakan umatku dengan buah tin, lalu para pembawa bendera berlalu dihadapanku. Maka aku memohon ampunan untuk Ali dan syi’ahnya”.

55. Ibnu ‘Asakir dalam Kitab Tarikh 2/442 meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa dalam kutbahnya Rasulullah saw bersabda : ” Wahai Manusia, barang siapa membenci kami, Ahlul Ba’it, Allah akan mengumpulkanya pada hari kiamat sebagai Yahudi. ” Jabir bin Abdullah bertanya, “Wahai Rasulullah, walaupun ia mengerjakan puasa dan sholat ? beliau saw menjawab : ” Sekalipun ia mengerjakan puasa dan sholat dan menyatakan dirinya sebagai muslim. Dengan demikian, siapa yang menumpahkan darahnya, hendaknya membayar jizah dan mereka itu kecil. Kepadaku diumpamakan umatku dengan buah tin, lalu para pembawa bendera berlalu dihadapanku. Maka aku memohon ampunan untuk Ali dan syi’ahnya”.

56. Kitab Tahdzib juz VI hlm 67 cet al Turuqqi, Damaskus meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa dalam kutbahnya Rasulullah saw bersabda : ” Wahai Manusia, barang siapa membenci kami, Ahlul Ba’it, Allah akan mengumpulkanya pada hari kiamat sebagai Yahudi. ” Jabir bin Abdullah bertanya, “Wahai Rasulullah, walaupun ia mengerjakan puasa dan sholat ? beliau saw menjawab : ” Sekalipun ia mengerjakan puasa dan sholat dan menyatakan dirinya sebagai muslim. Dengan demikian, siapa yang menumpahkan darahnya, hendaknya membayar jizah dan mereka itu kecil. Kepadaku diumpamakan umatku dengan buah tin, lalu para pembawa bendera berlalu dihadapanku. Maka aku memohon ampunan untuk Ali dan syi’ahnya”.
Quote
 
0
Alternatif lain pengujian Validitas Kisah Abdullah bin Saba’

Selain pengujian melalui jalur periwayatan dan sumber periwayatan yang telah kami sebutkan diatas, seorang sarjana Muslim bernama S.H.M Jafri menggunakan metode lain untuk meneliti asal-usul Syi’ah. Beliau menuliskan hasil penelitianya dalam buku berjudul Origin and Early Development Of Shi’a Islam. Pengujian yang ia gunakan adalah dengan kajian historiografi dengan melakukan studi komparatif sejarah, yakni membandingkan seluruh penulis sejarah Islam dari generasi paling awal. Ia menuliskan “ bahwa keberadaan Abdullah bin Saba’ tidak ditemukan dalam naskah-naskah sejarah tertua seperti Muhammad bin Ibn Ishaq bin Yasar (l. 85/704, w. 151/681) Abu Abdullah Muhammad bin Sa’ad ( 168) Ahmad bin Yahya al Baladzuri (w 279/892) Ibn Wadhih al Ya’qubi (w. 284/897) Abu Bakar ahmad bin Abdullah al Aziz al Jauhari (w 298) dan Mas’udi (w 344), Sejarah seputar masa krisis kekhalifahan Utsman bin Affan hingga terbunuhnya beliau yang ditulis para sejahrawan tertua tersebut tidak disebut-sebut keterlibatan Abdullah bin Saba bahkan nama Abdullah bin Saba’ tidak ditemukan dalam naskah Ansab al Asyraf karya Baladzuri, padahal kitab tersebut yang paling detail bercerita tentang krisis pada masa kekhalifahan Utsman, demikian pula tidak ditemukan dalam naskah sejahrawan tertua lainya” Memang dalam kitab baladzuri terdapat nam Ibnu Saba’, tetapi dia merujuk pada nama Abdullah bin Wahab al Hamdani atau kemudian dikenal dengan sebutan Abd Allah al Wahab al Saba’i pemimpin kelompok Khawarij. bukan merujuk pada Ibn Sawda atau Abdullah bin Saba’
Berpijak dari hasil penelitian S.H.M Jafri tersebut dapatlah kita sebutkan bahwa, eksistensi tentang Abdullah bin Saba’ ini baru muncul pada naskah-naskah sejarah setelahnya, dengan kata lain muncul pada masa Ath Thabari yang merujuk pada si pencipta tokohnya yang bernama Syaif Ibnu Umar at Tamimi yang kemudian cerita tersebut beredar secara luas di kutip oleh kalangan sejarahwan ahlu sunnah maupun syi’ah.
Beberapa sejahrawan modern banyak pula yang telah melakukan penelitian tentang syi’ah (beserta asal-usulnya) dan kesimpulan mereka adalah meragukan keberadaan figur fiktif bernama Abdullah bin saba tersebut diantaranya adalah :

1. Penelitian yang dilakukan oleh tim yang dibentuk lembaga ahlu sunnah dari Damaskus yang bernama al majma’ al ‘Ilmi al ‘Arabi, telah membentuk tim dibawah pimpinan Profesor Muhammad Kurdi Ali, untuk melakukan penelitian tentang syi’ah. Hasilnya penelitian telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul Khtath al Syam. Dalam kitab tersebut dijelaskan tentang asal usul syi’ah yang dilahirkan dari lisan Rasulullah SAW , dan bukan dari Abdullah bin Saba’, dalam buku itu disebutkan pula nama-nama sahabat syi’ah awal.
2. Ulama dari Indonesia yang meneliti syi’ah diantaranya adalah Prof Dr H Abu Bakar Atjeh – beliau adalah seorang ahlu sunnah- yang karyanya diterbitkan dengan judul Syi’ah Rasionalisme dalam Islam yang dalam bukunya beliau mengutip pendapat HAMKA bahwa madzhab syafi’i yang di anut mayoritas muslim indonesia lebih dekat dengan madzhab syi’ah. Dalam bukunya tidak disebutkan peran Abdullah bin Saba’ dalam pendirian islam, malah beliau menunjukkan bahwa syi’ah dilahirkan oleh Rasulullah saw.
3. Ulama dari indonesia lainya adalah H Abdullah bin Nuh beliau -adalah seorang ahlu sunnah-, yang banyak melakukan penelitian tentag syi’ah, dan beliau menyebutkan bahwa penyebar Islam di Indonesia yang pertama adalah orang-orang syi’ah
4. Dr Thoha Husein, ia menyatakan tentang keraguanya akan keberadaan Abdullah bin Saba’ dan menganggapnya tokoh fiktif. (sebagaimana dituliskan dalam Al Fitnatul Kubra jilid II karya Thoha Husein) beliau juga meneliti kitab-kitab sejarah awal dan tidak ditemukan nama Abdullah bin Saba’tersebut. Sikap para nawashib kepada beliau sungguh keterlaluan, hasil dari penelitian beliau dikecam oleh para pembenci ahlul ba’it dan nama beliau dicemarkan, termasuk para nawashib di Indonesia.
5. Asyaikh al azar Syaikh Mahmud Syaltut, beliau bahkan mengeluarkan fatwa bolehnya berpegang dengan madzhab syi’ah. Lagi-lagi para nawashib yang hendak memadamkan api Islam menuduh beliau sebagai telah keluar dari islam.

Kecurangan-kecurangan dalam pengutipan

Ditengarai para nawashib telah melakukan kecurangan-kecu rangan terhadap karya-karya sejahrawan awal. Modusnya adalah dengan melakukan perubahan ataupun pemalsuan terhadap redaksional dengan dibelokan dari makna aslinya. Tindakan itu dimaksudkan untuk menunjukan kepada khalayak awam bahwa dalam kitab-kitab sejarah paling awal yang ditulis sejahrawan muslim terdapat figur Abdullah bin Saba’ dan itu membuktikan kepada khalayak ramai, bahwa Abdullah binn Saba’ bukanlah tokoh fiktif. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut :

“Ahmad bin Ya’qub,…, Dia mengutip perkataan Sayyidina Utsman ketika beliau marah kepada sahabat Ammar bin Yasir karena telah merahasiakan wafatnya Abdullah bin Mas’ud dan Miqdad “celakalah Ibnu as-Sauda’ (Abdullah bin Saba’) itu. Sungguh aku benar-benar mengetahuinya.” [16]

tindak pemalsuan diatas adalah dengan pemberian makna lain dari redaksi yang sebenarnya, pada tulisan diatas (yang dipalsukan) kata dalam kurung yang tertulis (Abdullah bin Saba’) tidak terdapat dalam kitab Tarikh Ya’qubi, kata tersebut adalah tambahan dari si pengutip. Pihak pengutip sengaja menghilangkan informasi sebelum dan sesudahnya yang menunjukkan bahwa Ibnu Sa’uda yang dimaksud adalah Ammar bin Yasser, mari kami kutipkan secara utuh :

“ Ketika Ibnu Mas’ud datang ke Madinah dari kuffah, dan menyerahkan kunci ba’it al mal dengan sikap sedemikian rupa, lalu Utsman bin Affan mengeluarkan perintah agar Ibn Mas’ud dihajar dan dikeluarkan dari amsjid. Karena tidak senang dengan perbuatan Utsman, maka Ali membawa Ibn Mas’ud ke rumah. Ibnu Mas’ud meninggal dua tahun sebelum Utsman. Dalam Wasiatnya Ibnu Mas’ud minta supaya Ammar mendo’akan dan menshalatkan jenazahnya, dan meminta supaya Usman tidak mensholatkan jenazahnya. Miqdad juga bersikap demikian…. Utsman bin Affan marah kepada Ammar bin Yasser yang telah merahasiakan wafatnya Abdullah bin Mas’ud dan Miqdad bin Amr, Utsman bin Affan berkata kepada Ammar “ Celakalah engkau Ibnu as sauda sungguh aku benar-benar mengetahuinya…A mmar oleh kalangan Qurasy digelari dengan Ibnu Sawda’ yang artinya sebagai putra wanita hitam dan Al Abd yang artinya si budak” [17]

Dengan demikian jelas bahwa si pengutip bermaksud membelokkan arti dari Ibnu Sawda diatas, sebagaimana telah kami sampaikan diatas melalui penelitian bahwa Abdullah bin Saba’ tidak diketemukan dalam kitab-kitab sejahrawan Islam Paling awal.

Sebetulnya kalau kita jeli melihat kalimat yang dipalsukan tersebut, bahwa sebetulnya yang disebut Ibnu Sa’uda adalah Ammar bin Yasir, perhatikan : diatas diceritakan Khalifah Utsman bin Affan marah kepada Ammar bin Yassir karena telah merahasiakan wafatnya Abdullah bin Mas’ud dan Miqdad padahal Khalifah Utsman tahu, kemarahan khalifah diujudkan dengan mengatakan “celakalah Ibnu as sauda” tentu saja kemarahan itu ditujukan kepada Ammar bukan ? tidak kepada Abdullah bin Saba’, karena disitu Khalifah sedang berbicara dengan Ammar. Biasanya orang-orang nawashib sangat lihai dalam memotong dan memalsukan informasi, tapi kali ini mungkin mereka kurang begitu cekatan atau terlalu bersemangat untuk memberikan tuduhan bahwa Syi’ah adalah produk Abdullah bin Saba’, sehingga mereka terperangkap dalam tindak pemalsuanya sendiri.

Bentuk pembiasan informasi lain adalah, terdapatnya “nama Ibnu Saba’ yang tertulis dalam kitab Ansab al Asyraf karya baladzuri, dalam kitabnya tertulis “… Dan Ibnu Saba’ memiliki satu naskah dari surat tersebut lalu ia mengubah-ubahny a” jika informasi ini dipotong sampai disini saja maka dampaknya adalah bahwa bukti Abdullah bin Saba’ tertulis di kitab sejarah islam awal adalah benar, tetapi kalimat tersebut masih memiliki keterangan, bahwa yang dimaksud al Baladzuri dengan Ibnu saba’ disitu adalah ‘Abd Allah Ibn Wahab al Saba’i atau dikenal juga dengan Abdullah bin Wahab al Hamdani, dia adalah pemimpin utama Khawarij dari suku Sabaiyah atau Qathan. Penyematan nama saba’iyah ini disebabkan oleh gesekan antara suku Adnan dan Qathan, sehingga orang-orang Adnani memanggil orang-orang dari suku Qathan dengan sebutan sabaiyah [18]

Dengan demikian pemerkosaan pada kedua kitab awal yang dipaksa untuk membuktikan adanya tokoh Abdullah bin Saba’ sebetulnya adalah tindakan kejahata. Kedua kitab tersebut memang berbicara secara detail berkenaan krisi dimasa khalifah Utsman sehingga beliau wafat, namun tidak diketemukan nama Abdullah bin Saba’ sebagimana yang dituduhkan sebagai pendiri Madzab syi’ah.
Quote
 
0
Quoting AgungD:
abdullah bin saba' bin ???
ada yang tau ?


lanjt...
Menimbang Jarh dan Ta’dil Si Pencipta Abdullah Bin Saba’ Syaif Ibnu Umar At Tamimi

Telah kami sebutkan diatas secara singkat, bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tokoh hasil rekayasa dari orang yang bernama Syaif Ibnu Umar at Tamimi - Sang kreator manusia fiktif bernama Abdullah bin Saba’- ia mati pada masa khalifah Harun al Rasyid, ia dikenal sebagai orang yang membenci ahlul ba’it (nawashib). seperti telah kami sebutkan diatas, ia menulis dua buah buku yang didalamnya terdapat tokoh yang bernama Abdullah bin Saba’ - al Jamal wa mashiri ”ali wa ”Aisyah dan al Futuh al Kabir wa ar Riddah. Murthadha Al Askari menyebutkan dalam bukunya “ Syaif at Tamimi telah memalsukan riwayat Nabi SAW dengan menciptakan sahabat-sahabat yang tidak pernah ada dalam sejarah, nama-nama tersebut adalah nama fiktif yang tidak pernah ada orangnya” Murthada al Askari menyebutkan ada 150 sahabt fiktif tersebut, diantaranya ada yang bernama Sa’r, Al Hazhhaz, Uth, Hamdhan dan lain sebagainya termasuk Abdullah bin Saba’.

Kitab Tarikh al Umm wa al Muluk karya Ibnu Jarir Ath Thabari adalah sumber tertua kisah Abdullah bin Saba’. Ath Thabari hanya bersandar pada perawi tunggal, Syaif Ibnu Umar at Tamimi. Sedangkan jalur yang menyambungkanny a kepada Syaif hanya dua yaitu :

1. Ubaidullah bin Sa’id az Zuhri dari pamanya yang bernama Ya’qub bin Ibrahim dari Syaif Ibnu Umar at Tamimi. Kisah Abdullah bin Saba’ ia nukil dari jalur ini secara lisan.
2. As Surri (Abu Ubaidah) bin Yahya dari Syu’aib bin Ibrahim dari Syaif Ibnu Umar at Tamimi. Kisah Abdullah bin Saba’ ia nukil melalui kitab Al Futuh wa Ar riddah dan Kitab al Jamal wa Masir ‘Aisyah karya syaif ibnu Umar at Tamimi, dan terkadang ia mengutip secara lisan.

As Surri bin Yahya yang dimaksud dalam jalur periwayatan di atas bukanlah Ats Surri bin Yahya seotang perawi yang terkenal tsiqah. Sebab masa hidup Ats Surri bin Yahya yang tsiqah itu lebih awal dari ath Thabari. Ia wafat tahun 167 H. Sementara Ath Thabari baru lahir tahun 224 H Selisih antara wafat As Surri dan kelahiran ath Thabari adalah 57 tahun.[10]Penel usuran para ulama menyebutkan bahwa, tidak ada seorang perawi yang bernama As Surri bin Yahya selain dia. Oleh karenanya, ada yang mengasumsikan bahwa as Surri yang menjadi perantara periwayatan ath Thabari adalah salah satu dari dua perawi yang keduanya adalah pembohong dan cacat di mata ulama :

1. As Surri bin Ismail al Hamdani al Kufi.
2. As Surri bin ’Ashim al Hamdani (seorang imigran yang tinggal di kota Bghdad) wafat tahun 258 H dan ath Thabari hidup sezaman denganya selama tiga puluh tahun lebih. [11]

Mayoritas ulama (ahlu Sunnah) memandang kredibilitas (Jarh wa Ta’dil) Syaif Ibnu Umar at Tamimi sebagai tidak bernilai [12]. Diantara komentar para ulama Jarh wa ta’dil adalah sebagi berikut

1. Yahya bin Muin (wafat 233 H) berkata tentang Syaif Ibnu Umar at Tamimi :”Riwayat syaif lemah dan tidak berguna, uang sesen lebih berharga daripada dirinya ” .
2. Abu Daud ( wafat 316 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”Syaif bukan seorang yang dapat dipercaya. ia adalah seorang pembohong (al Kadzdzab), ia tidak berarti sedikitpun, beberapa hadis yang ia sampaikan sebagian besarnya tertolak”.
3. Ibn Hibban (wafat 354 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi :” Sayf meriwayatkan hadis-hadis palsu dan menisbahkan pada perawi – perawi yang sahih. Ia dianggap sebagai seorang pembid’ah dan pembohong serta pemalsu hadits”.
4. Ibn Abd Barr (wafat 462H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”beliau menulis tentang al Qa’qa, dimana syaif berbohong”.
5. Al Daruquthni (wafat 385 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”Riwayat yang disampaikan syaif lemah”.
6. Firuzabadi (wafat 817H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi :” Riwayat yang syaif sampaikan lemah”.
7. Ibn al Sakan (wafat 353 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”Riwayat syaif lemah”
8. Ibn Adi (wafat 365 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ” Ia lemah, sebagian hadisnya mashut, akan tetapi sebagian besar darinya tidak terdukung riwayat yang ia sampaikan lemah dan tidak digunakan”.
9. Al Suyuthi (wafat 900H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”Hadis yang disampaikan syaif lemah”.
10. Ibnu Hajar al Asqalani (wafat 852) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi setelah menyebut sebuah hadis yang pada silsilah perawinya terdapat nama Syaif ibnu Umar at Tamini : ” Dalam hadis banyak perawi lemah (dhaif) dan yang paling lemah diantara mereka adalah sayf”
11. Ibn Abi Hatam (wafat 327 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi: ”Para ulama telah mengabaikan riwayat yang disampaikan syaif ”
12. Safi al Din (wafat 923 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ” riwayat yang disampaikan sayf dianggap lemah (dhaif)”.
13. Al Hakim ( wadat 450 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi :”Sayf adalah seorang ahli bid’ah riwayatnya diabaikan”.
14. Al Nas’i (wafat 303 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”Riwayat yang disampaikan Syaif lemah dan riwayat tersebut harus diabaikan karena tidak dapat dipercaya dan tidak berdasar”.
15. Abu Hatam (277 H) berkata tentang Syaif ibnu Umar at Tamimi : ”Hadis yang diriwayatkan sayf harus ditolak”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cerita Abdullah bin Saba’ adalah sebuah kebohongan yang diciptakan oleh Syaif ibnu Umar at Tamimi, sebagaimana dinyatakan oleh Dr Ahmad al Wa’ili : ” Para peneliti menyebutkan bahwa ath Thabari menukil 701 riwayat sejarah yang meliputi berbagai peristiwa yang mewarnai masa kekhalifahan ketiga khalifah pertama. Kesemuanya ia nukil dari jalur As Surri si pembohong, dari Syu’aib yang misterius keperibadianya dan dari Syaif yang ditolak oleh para ulama menolaknya ” [13]

Riwayat Abdullah bin Saba’ yang tidak melalui jalur Syaif at Tamimi

Majalah al Muslimun pada edisi No 217 Sya’ban/Ramadha n 1408 April 1988. Halaman 16-20 menuliskan sebuah artikel berjudul : Abdullah Bin Saba’ Tokoh Fiktif ?”, diantaranya dapat kami kutipkan sebagai berikut :

” ….Dari kalangan sunni al Hafizh Ibnu Hajar al ’Asqalani dalam bukunya Lisanul Mizan (Jilid III hal 289-290 Cetakan I Tahun 1330 H) meriwayatkan tentang Abdullah bin Saba’ melalui enam jalur tanpa melalui Syaif Ibnu Ummar at Tamimi, yaitu :
1. Dari ’Amr bin Marzuq, dari Syu’bah, dari Salamah bin Kuhail dari Zaid bin Wahab dari Ali Bin Abi Thalib ra”
2. Dari Abu Ya’la al Mushili, dari Abu Kuraib, dari Muhammad bin Hasan al Aswad, dari Harun bin Shalih, dari al Harits bin Abdurrahman dari Abu Jallas dari Ali bin Abi Thalib.
3. Dari Abu Ishaq al Fazari bin Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Abu Za’ra’i, dari Zaid bin Wahab.
4. Dari al isyari dan al Alka’i dari Ibrahim dari Ali bin Abi Thalib.
5. Dari Muhammad bin Utsman Abu Syaibah dari Muhammad bin al Ala’i dari Abu Bkar Ayyasy dari Mujahid dari Asy Sya’bi.
6. Dari Abu Nu’aim, dari Ummu Musa (Yusuf al Kandahlawi, Hayatush Shahabah)…”

Dengan mengutip pendapat dari al Hafizh Ibnu Hajar al ’Asqalani tersebut, Majalah al Muslimun bermkasud mematahkan argumen bahwa Abdullah bin Saba’ bukan tokoh fikitf melainkan tokoh riel yang ada orangya. Namun sungguh sayang disayang, ada kealpaan-kalau tidak mau dikatakan sebagai ketidak jujuran-. Bahwa dalam pengutipan tersebut terdapat distorsi. Entah sengaja maupun tidak disengaja pihak Majalah al Muslimun telah menghilangkan pandangan akhir dari al hafizh Ibnu Hajar al ’Asqalani yang menyebutkan seluruh riwayat tersebut dinyatakan oleh Ibnu hajar sebagai tidak bernilai (wa laysat lahu riwayatun) dan distorsi kedua, pihak majalah al Muslimun telah menambahkan jalur periwayatan yang tidak pernah ditulis oleh Ibnu Hajar al ”Asqalani dalam kitabnya Lisanul Mizan, jalur yang tidak disebutkan dalam lisanul mizan yang dimuat dalam majalah al Muslimun yaitu, dari al isyari dan al Alka’i dari Ibrahim dari Ali bin Abi Thalib (No 4) dan dari Abu Nu’aim, dari Ummu Musa (Yusuf al Kandahlawi, Hayatush Shahabah)…” (No 6) jalur ini tidak termuat dalam kitab Ibnu Hajar. Agar lebih adil akan kami kutipkan terjemahan dari kitab Lisanul Mizan Jilid III hal 289-290 yang ditulis oleh al Hafizh Ibnu Hajar al ’Asqalani :

”…Ibnu ”asakir berkata dalam Tarikh-nya, ”Ia seorang Yahudi yang berasal dari Yaman. Ia menampakkan keislamanya dan menjelajahi negeri-negeri kaum Muslimin untuk memalingkan mereka dari ketaatan kepada para pemimpin, dan memasukan kejelekan (syarr) diantara mereka. Ia memasuki Damaskus dan melakukan kegiatan-kegiat an yang sama”. Ibnu ’Asakir kemudian meriwayatkan sebuah cerita panjang dari Syaif Bin ’Umar at Tamimi dalam kitab al Futuh yang tidak sahih sanad-sanadnya. Dan melalui Ibnu Abi Khaitsamah, dari Muhammad bin ’Ibad, dari Syufyan bin ’Ammar ad-Dhni, saya mendengar Abu Thufail berkata, ”Saya melihat al Musyayab bin Najabah membawa … (barangkali adasatu atau beberapa kalimat yang hilang-pentashi h kitab) … ia masuk ke mimbar kemudian berkata tentang sesuatu, kemudian ia berkata, ”Ia berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya”. Telah menceritakan kepada saya ’Amr bin Mazruq dari , dari Syu’bah, dari Salamah bin Kuhail dari Zaid bin Wahab ia berkata, bahwa Ali Bin Abi Thalib ra berkata ” Aku berlepas diri dari orang kotor ini, si Aswad (artinya ”abdullah bin Saba’ perawi, pen). Ia menuduh jelek kepada Abu Bakar dan Umar ra..” dan melalui Muhammad bin ’Utsman bin Abi Syaibah dari Muhammad bin al ”Ala’ dari Abu Bakar bin ’Iyasy dari Majalid dari asy Sa’bi iaberkata, ”Orang yang pertama-tama berdusta adalah ’Abdullah bin Saba’” . Abu Ya’la al Mushili berkata dalam Musnadnya dari Abu Kuraib dari Muhammad bin al hasan al Asadi dari Harun bin Shalih dari al harits bin ’Abdur –Rahman dari Abi Jallas, saya mendengar ’Ali berkata kepada ’Abdullah bin Saba’, ”Demi Allah, apa yang disampaikan kepada sya (oleh Rasulullah saw ini-pentashih kitab) adalah sesuatu yang disembunyikanny a terhadap seseorang dari manusia. Dan sungguh saya telah mendengar beliau bersabda, ’Seseungguhnya ketika mendekati hari kiyamat ada tiga puluh pendusta, dan kamu adalah satu diantaranya”. Abu Ishaq al Fazari berkata dari Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Abi Za’ra dari zaid bin Wahab bahwa Suwaid bin Ghaflah menemui Ali dalam sebuah iamarah-nya, kemudian ia berkata, ”Sesungguhnya saya melewati sekelompok orang yang menyebut-nyebut Abu Bakar dan Umar. Mereka berpendapat bahwa anda menyembunyikan seseuatu perkara terhadap keduanya, seperti itu. Termasuk kelompok itu adalah ”abdullah bin Saba’. Sementara, orang yang pertama kali menampakan hal seperti itu adalah ’Abdullah bin Saba;. Kemudian Ali berkata, ”Aku berlepas diri daro kekotoran si Aswad ini” Kemudian Ali berkata ” Saya berlindung kepada Allah bahwa aku menyembunyikan sesuatu perkara terhadap keduanya, hanyalah kebaikan dan kebagusan”. Kemudian ’Ali mengutus orang kepada ’Abdullah bin Saba, dan ia diusir ke Mada’in. Dan Ali berkata, ”Jangan sampai ia berdiam bersamaku dalam satu negeri untuk selama-lamanya” Kemudian ’Ali naik mimbar sehingga orang-orang pada berkumpul, kemudian ’Ali menceritakan cerita itu ditengah kerumunan orang-orang dan memuji keduanya (Abu Bakar dan Umar – pen) dengan panjang lebar. Dan pada Akhirnya ’Ali berkata, ” Ingatlah, jika sampai ada orang yang melebihkan saya melebihi keduanya maka pasti saya akan mencambuknya sama dengan hukuman had bagi orang-orang yang memfitnah”. Berita-berita tentang ’Abdullah bin Saba’ dalam sejarah sangat terkenal, tetapi tidak (satupun) bernilai riwayat (wa laysat lahu riwayatun) Dan segala puji bagi Allah…”

Itulah kutipan dan terjemahan panjang dari pandangan al Hafizh Ibnu Hajar yang menolak seluruh riwayat berkenaan dengan kisah ”Abdullah bin saba’ baik melalui jalur Syaif Ibnu Umar at Tamimi maupun yang diluar jalur Syaif . Sebetulnya selain yang disebutkan oleh Majalah al Muslimun masih ada lagi cerita Abdullah bin Saba’ yang tidak melalui Sya’if Ibnu Umar at Tamimi, yaitu :

1. Kitab ”Maqalat al Islamiyyin (Esai mengenai Masyarakat Islam) ditulis oleh ’Ali Ibn Isma’il al Asy’ari.
2. Kitab al Farq Bain al Firaq (Perbedaan diantara aliran-aliran) karya ’Abd al Qahir Ibn Thahir al Baghdadi.
3. Muhammad Ibn ’Abd al Karim al Syahrastani (548) dalam bukunya ”al Milal wa Nihal (Negara dan Kebudayaan).
4. Kitab Syarh Nahjil-Balaagha h karya Ibnu Abil al hadid. yang menyebutkan bahwa ‘Abdullah bin Saba’ pernah berdiri ketika ‘Ali bin Abi Thalib sedang berkhutbah. Lalu ia (Ibnu Saba’) berkata :أنت أنت، وجعل يكررها، فقال له – علي – : ويلك من أنا، فقال : أنت الله، فأمر بأخذه وأخذ قوم كانوا معه على رأيه. “Engkau, engkau’. Ia (Ibnu Saba’) mengulang-ulang perkataan itu. Maka ‘Ali berkata kepadanya : “Celaka kamu, siapakah diriku ?”. Ibnu Saba’ menjawab : “Engkau adalah Allah”. ‘Ali pun memerintahkan untuk menangkapnya dan orang-orang yang sependapat dengannya”. [Syarh Nahjil-Balaagha h, 5/5].

Tetapi di dalam keempat kitab tersebut [14], para penulisnya tidak memberikan Isnad jalur periwayatan kisah tersebut, serta tidak disebutkan sumber riwayat sehingga validitas ceritanya tdak dapat diuji kebenaranya. Pada ketiga buku tersebut, cerita Abdullah bin Saba selalu diawali dengan ”Beberapa orang (?) berkata …(demikian demikian)” atau ”Beberapa ulama (?) berkata (ini dan itu) ” tidak disebutkan siapa orang itu atau siapakah ulama itu . Sehingga pengujian kebenaran tentang cerita Adullah bin saba’ dalam kitab tersebut tidak mungkin dilakukan sehingga ceritanya lebih layak untuk diragukan. Bahkan para penulis kadang terlampau berlebihan dalam memperkaya dongengan tersebut, misalnya dalam kitab tersebut dituliskan terdapat aliran-aliran yang sukar dicari rujukan validitasnya seperti al kawusiyyah, al tayyarah, al Mamturah, al gharabiyyah, al ma’lumiyyah dan lain sebagainya. Hampir semuanya ditulis dengan tanpa menyertakan sumber atau referensinya, sehingga nyaris sebagai cerita rekayasa. Pada kitab al Milal Wa Nihal bahkan didapatkan cerita yang nyaris mengarah ke fiksi, ” …ada sekelompk makhluk setengah manusia bernama al Nas-Nas, dengan wajah separuh, satu mata, satu tangan dan satu kaki. Umat Islam dapat berbicara dengan makhluk-makhluk ini dan bahkan dapat bertukar puisi. Beberapa orang islam bahkan sering memburu mereka dan memakanya. Makhluk-makhluk ini dapat melompat lebih cepat dari pada seekor kuda dan mereka memakan rumput…” Sehingga keabsahan cerita Abdullah bin Saba’ dalam kitab tersebut diragukan kebenaranya.

Riwayat Abdullah Bin Saba’ dalam Khazanah Kitab Syi’ah

Khazanah kepustakaan syi’ah terdapat pula kisah-kisah yang bercerita tentang Abdullah bin Saba, diantaranya kami kutipkan dari Majalah al Muslimun pada edisi No 217 Sya’ban/Ramadha n 1408 April 1988. Halaman 16-20. :

”Diantara isyu-isyu yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ ialah :

1. Bahwa Ali bin Abi Thalib menerima washiyat sebagai pengganti Rasulullah saw (dikutip dari An Nubakhti. Firaq As Syi’ah hal 44)
2. Bahwa Abu Bakar. Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan adalah orang-orang zhalim, karena merampas haq khilafah Ali bin Abi Thalib ra setelah Rasulullah saw. Umat yang membai’at ketiga khalifah tersebut dinyatakan kafir (dikutip dari An Nubakhti Firaq As Syi’ah op cit hal 44)
3. Bahwa Ali ra adalah pencipta semua makhluk dan pemberi rizqi (dikutip dari Ibnu badran, tahdzib at tarikh ad Dimasyqi juz VII hal 430)
4. Bahwa Nabi Muhammad saw akan kembali lagi ke dunia sebelum kiamat sebagaimana kembalinya Isa as (dikutip dari Ibnu Badran, op cit Juz VII hal 428)
5. Bahwa Ruhul Qudus berinkarnasi ke dalam diri pada Imam Syi’ah (.. al Bad’u wa at Tarikh juz V hal 129 tahun 1916)
6. Al-Maamiqaaniy berkata .“Abdullah bin Saba’ yang dikembalikan kepadanya kekufuran dan sikap berlebih-lebiha n yang sangat terang”.Lalu ia berkata : Orang yang berlebih-lebiha n lagi terlaknat. Amiirul-Mukmini in telah membakarnya dengan api. Ia mengatakan bahwa ‘Aliy adalah Tuhan, dan ia adalah nabi”.[Tanqiihu l-Maqaal fii ‘Ilmir-Rijaal, 2/183-184].
7. As-Sayyid Ni’matullah Al-Jazaairiy berkata : ’Abdullah bin Saba’ berkata kepada ‘Aliy ‘alaihis-salaam : ‘Engkau adalah tuhan yang sebenar-benarny a’. Maka ‘Aliy mengasingkannya ke daerah Madaain. Dan dikatakan : ‘Sesungguhnya ia dulu seorang Yahudi lalu masuk islam. Saat masih beragama Yahudi ia pernah berkata terhadap Yusyaa’ bin Nuun dan Muusaa semisal apa yang dikatakannya kepada ‘Aliy”. [Anwaarun-Nu’ma aniyyah, 2/234].
8. Muhammad Husain Az-Zain berkata: “Maka, sesungguhnya sosok laki-laki ini – yaitu Ibnu Saba’ – diketahui benar adanya dan menampakkan sikap berlebih-lebiha n (ghulluw). Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka (orang-orang Syi’ah) ragu-ragu akan keberadaannya sehingga menjadikannya sebagai sosok khayalan…..Adap un kami, sesuai penelitian termuktakhir, tidak ragu akan keberadaannya dan sikap berlebih-lebiha nnya” [Asy-Syii’ah wat-Taariikh, hal. 213
9. Dapat ditambahkan pula bahwa Abu Muhammad al Hasan Ibnu Musa an Nubakhti, seorang syi’ah didalam bukunya ”Firaq as syi’ah hal 41-42 mengatakan, bahwa Ali ra pernah hendak membunuh Abdullah bin Saba’ dan kebohongan yang disebarkan, yakni mengaggap Ali ra sebagai Tuhan dan mengaku dirinya sebagai nabi, akan tetapi tidak jadi karena ada yang tidak setuju, Lalu, sebagai gantinya, Abdullah bin saba’ dibuang ke Mada’in.

Buku Encyclopedia Shi’a halaman 554 memberikan penjelasan terhadap kisah Abdullah bin Saba’ yang dikutip oleh penulis syi’ah diatas, ”... an Nubakhti, Ibnu Badran, Al-Maamiqaaniy, As-Sayyid Ni’matullah Al-Jazaairiy, Muhammad Husain Az-Zain dan sejahrawan syi’ah lainya yang menuliskan kisah Abdullah bin Saba’ tidak pernah menyebutkan dari mana ia mendapatkan riwayat serta sumbernya, bahkan sering ditemui, mereka menuliskan cerita Abdullah bin Saba’ hanya dengan sumber yang ditulis ” beberapa oarang berkata demikian dan demikian...” tanpa memberi isnad atau nama orang-orang yang menjadi sumber cerita tersebut, sehingga kebenaran cerita Abdullah bin Saba’ diragukan kebenarnya”.
Selain dalam buku diatas ada beberapa sumber lain yang berasal dari syi’ah yang menyebutkan tentang Abdullah bin Saba’ , berikut ami kutipkan dari blog milik al jauzaa :

1. Dari Abu Ja’far ‘alaihis-salaam , ia berkata :إن عبد الله بن سبأ كان يدعي النبوة، ويزعم أن أمير المؤمنين هو الله – تعالى عن ذلك – فبلغ ذلك أمير المؤمنين عليه السلام فدعاه وسأله فأقر بذلك وقال : نعم أنت هو، وقد كان قد ألقي في ورعي أنك أنت الله وأني نبي، فقال أمير المؤمنين عليه السلام : ويلك قد سخر منك الشيطان، فارجع عن هذا ثكلتك أمك وتب، فأبى، فحبسه، واستتابه ثلاثة أيام، فلم يتب، فأحرقه بالنار، وقال : أن الشيطان استهواه، فكان يأتيه ويلقي في روعه ذلك.“Sesungguhn ya ‘Abdullah bin Saba’ mendakwakan nubuwwah dan mengatakan Amiirul-Mukmini in (‘Aliy bin Abi Thaalib) adalah Allah – Maha Tinggi Allah atas tuduhan itu – . Khabar itu pun sampai kepada Amiirul-Mukmini in. Beliau memanggilnya dan mengkonfirmasik annya. Ia (‘Abdulah bin Saba’) berkata : ‘Benar, engkau adalah Allah. Telah dibisikkan ke dalam hatiku bahwa engkau adalah Allah dan aku adalah nabi’. Amiirul-Mukmini in ‘alaihis-salaam berkata : ‘Celaka kamu, syaithan telah menundukkanmu’. Rujuklah dari perkataanmu, ibumu pasti binasa, dan bertaubatlah !’. Ia menolak (untuk bertaubat), lalu ia dipenjara dan diminta untuk bertaubat dalam waktu tiga hari. Namun ia tidak mau bertaubat juga, sehingga (dijatuhi hukuman) dibakar dengan api. Amiirul-Mukmini in berkata : ‘Syaithan telah menguasai dirinya. Ia datang kepadanya (Ibnu Saba’) dan membisikkan ke dalam hatinya hal tersebut”.

2. Dari Abu ‘Abdillah, bahwasannya ia berkata :لعن الله عبد الله بن سبأ، إنه ادعى الربوبية في أمير المؤمنين عليه السلام، وكان والله أمير المؤمنين عليه السلام عبدًا لله طائعًا، الويل لمن كذب علينا، وإن قومًا يقولون فينا ما لا نقوله في أنفسنا نبرأ إلى الله منهم، نبرأ إلى الله منهم.“Allah melaknat ‘Abdullah bin Saba’. Sesungguhnya ia mendakwakan Rububiyyah kepada Amiirul-Mukmini in ‘alaihis-salaam , sedangkan Amiirul-Mukmini in – demi Allah – hanyalah seorang hamba yang mentaati Allah. Neraka Wail adalah balasan bagi siapa saja yang berdusta atas nama kami. Sesungguhnya telah ada satu kaum berkata-kata tentang kami sesuatu yang kami tidak mengatakannya. Kami berlepas diri kepada Allah atas apa yang mereka katakan itu, kami berlepas diri kepada Allah atas apa yang mereka katakan itu”. [Ma’rifatu Akhbaarir-Rijaa l oleh Al-Kasysyiy, hal. 70-71]. Kitab Rijaalul-Kasysy iy ini termasuk kitab Syi’ah yang pertama dan diakui dalam ilmu rijaal. Dalam blog abu al jauza tidak disebutkan sanad periwayat kisah Abdullah bin saba’ dari kitab al kasysyiy, agar lebih komplit maka kami sebutkan sumber sanad kisah tersebut. Kisah Abdullah bin Saba’ dalam riwayat al kasysyiy memiliki sanad sebagai berikut :

a. Dari Muhammad bin Quluwaihi al Qummy, dari Sa’ad bin Abdullah bin Abi Khalaf, dari Abdurrahman bin Sinan, dari Abu Ja’far as (Rijal al kasy hal 107),
b. Dari Muhammad bin Quluwaihi, dari sa’ad bin Abdullah, dari Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin Isa dari Abu ‘Umair dari Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah as. (ibid),
c. Dari Muhammad bin Quluwaihi, dari Sa’ad bin Abdullah dari Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin Isa, dari Ali bin Mahzibad, dari Fudhallah bin Ayyub al Azdi, dari Aban bin Utsman dari Abu Abdillah as (ibid)
d. Dari ya’qub bin yazid, dari Ibnu Abi ‘Umair dan Ahmad bin Muhammad bin Isa dari ayahnya dan Husein bin Said dari Ibnu Abi ‘Umair, dari Hisyam bin Salim, dari Abu Hamzah ats Tsumali, dari Ali bin Husein as (Ibid hal 108)
e. Dari Sa’ad bin Abdullah dari Muhammad bin Khalid ath Thayalisi dari Abdurahman bin Abu Najras, dari Ibnu Sinan dari abu Abdillah as. (ibid hal 108)

3. Al-Maamiqaaniy berkata :عبد الله بن سبأ الذي رجع إلى الكفر وأظهر الغلو.“Abdullah bin Saba’ yang dikembalikan kepadanya kekufuran dan sikap berlebih-lebiha n yang sangat terang”.Lalu ia berkata : غالٍ ملعون، حرقه أمير المؤمنين عليه السلام بالنار، وكان يزعم أن علياً إله، وأنه نبي.“Orang yang berlebih-lebiha n lagi terlaknat. Amiirul-Mukmini in telah membakarnya dengan api. Ia mengatakan bahwa ‘Aliy adalah Tuhan, dan ia adalah nabi”.[Tanqiihu l-Maqaal fii ‘Ilmir-Rijaal, 2/183-184]. Al-Maamiqaaniy merupakan salah seorang ulama besar Syi’ah dalam ilmu rijaal. Al-Maamiqaaniy tidak menyebutkan sumber periwayat tentang kisah Abdullah bin Saba’ baik jalur periwayatanya maupun jalur pengutipan kisahnya, sebagimana telah dibahas diatas.

4. An-Naubakhtiy berkata : السبئية قالوا بإمامة علي، وأنها فرض من الله عز وجل وهم أصحاب عبد الله بن سبأ، وكان ممن أظهر الطعن على أبي بكر، وعمر، وعثمان، والصحابة، وقال : (إن عليا عليه السلام أمره بذلك) فأخذه علي فسأله عن قوله هذا، فأقر به، فأمر بقتله، فصاح الناس إليه : يا أمير المؤمنين ! أتقتل رجلاً يدعوا إلى حبكم أهل البيت، وإلى ولايتك والبراءة من أعدائك ؟ فصيره إلى المدائن. وحكى جماعة من أهل العلم أن عبد الله بن سبأ كان يهوديًا فأسلم ووالى عليًا وكان يقول وهو على يهوديته في يوشع بن نون بعد موسى عليه السلام بهذه المقالة، فقال في إسلامه في علي بن أبي طالب بمثل ذلك، وهو أول من شهر القول بفرض إمامة علي عليه السلام وأظهر البراءة من أعدائه….فمن هڽا قال من خالف الشيعة : إن أصل الرفض مأخوذ من اليهودية. “Kelompok Saba’iyyah mengatakan keimamahan ‘Aliy dan hal itu merupakan satu kewajiban dari Allah ‘azza wa jalla. Mereka adalah pengikut ‘Abdullah bin Saba’. Mereka adalah orang-orang yang menampakkan pencelaan terhadap Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan para shahabat. Ia (Ibnu Saba’) berkata : ‘Sesungguhnya ‘Aliy memerintahkanny a’. Maka ‘Aliy menangkapnya dan mengkonfirmasi atas perkataannya tersebut, dan ia pun mengakuinya. Lalu ‘Aliy memerintahkan untuk membunuhnya. Orang-orang berteriak : ‘Wahai Amiirul-Mukmini in, apakah engkau akan membunuh orang yang menyerukan mencintai Ahlul-Bait, kepemimpinanmu, dan berlepas diri dari musuh-musuhmu ?’. Maka ‘Aliy mengasingkannya ke daerah Madaain.Diriway atkan oleh sekelompok ahli ilmu (ulama) bahwasannya ‘Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi yang masuk Islam, lalu memberikan loyalitas kepada ‘Aliy. Saat masih dalam agama Yahudi, ia pernah berkata tentang Yusya’ bin Nuun sepeninggal Musa ‘alaihis-salaam perkataan seperti ini. Lantas setelah masuk Islam, ia berkata tentang ‘Aliy seperti apa yang dikatakannya kepada Yusya’ bin Nuun. Ia adalah orang yang pertama kali mengumumkan pendapat wajibnya keimamahan ‘Aliy ‘alaihis-salaam dan menampakkan berlepas diri terhadap musuh-musuhnya… . Dari sinilah asal perkataan orang-orang yang menyelisihi Syi’ah (baca : Ahlus-Sunnah) : ‘Sesungguhnya dasar Rafidlah diambil dari paham Yahudi”. [Firaqusy-Syii’ ah, hal. 32-44]. An-Naubakhtiy ini menurut penilaian orang Syi’ah adalah seorang yang tsiqah lagi diakui [lihat Jaami’ur-Ruwaat oleh Al-Ardabiiliy 1/228 dan Al-Kunaa wal-Alqaab oleh ‘Abbaas Al-Qummiy 1/148]. Demikian pula an Naubakhtiy tidak menyebutkan sumber dan jalur periwayatan kisah Abdullah bin Saba, sebagaimana sudah dibaha pada tulisan diatas

5. Sa’d bin ‘Abdillah Al-Asy’ariy Al-Qummiy berkata saat memaparkan kelompok Saba’iyyah : السبئية أصحاب عبد الله بن سبأ، وهو عبد الله بن وهب الراسبي الهمداني، وساعده على ذلك عبد الله بن خرسي، وابن أسود، وهما من أجل أصحابه، وكان أول من أظهر الطعن على أبي بكر، وعمر، وعثمان، والصحابة وتبرأ منهم.“Kelompok Saba’iyyah adalah pengikut ‘Abdullah bin Saba’. Ia adalah ‘Abdullah bin Wahb Ar-Raasibiy Al-Hamdaaniy. Para pembantunya adalah ‘Abdullah bin Khurasiy dan Ibnu Aswad. Mereka berdua termasuk orang terkemuka dari kalangan pengikutnya. Ibnu Saba’ adalah orang yang pertama kali menampakkan celaan terhadap Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsmaan, dan para shahabat, serta berlepas diri dari mereka semuanya”. [Al-Maqaalaatu wal-Firaq, hal. 20].Al-Qummiy ini menurut penilaian orang Syi’ah termasuk orang yang tsiqah yang luas pengetahuannya tentang khabar/riwayat [lihat Jaami’ur-Ruwaat , 1/352].

6. As-Sayyid Ni’matullah Al-Jazaairiy berkata : قال عبد الله بن سبأ لعلي عليه السلام : أنت الإله حقًَا، فنفاه علي عليه السلام إلى المدائن، وقيل : إنه كان يهوديًا فأسلم، وكان في اليهودية يقول في يوشع بن نون وفي موسى مثل ما قال في علي. “’Abdullah bin Saba’ berkata kepada ‘Aliy ‘alaihis-salaam : ‘Engkau adalah tuhan yang sebenar-benarny a’. Maka ‘Aliy mengasingkannya ke daerah Madaain. Dan dikatakan : ‘Sesungguhnya ia dulu seorang Yahudi lalu masuk islam. Saat masih beragama Yahudi ia pernah berkata terhadap Yusyaa’ bin Nuun dan Muusaa semisal apa yang dikatakannya kepada ‘Aliy”. [Anwaarun-Nu’ma aniyyah, 2/234]. Ni’matullah Al-Jazaairiy dikenal sebagai seorang muhaddits dan ulama besar yang diakui keilmuannya oleh kalangan Syi’ah [lihat Al-Kunaa wal-Alqaab, 3/298 dan Safiinatul-Biha ar 2/601].

7. Sebetulnya masih ada kisah Abdullah bin Saba yang terdapat didalam karya Syekh al Thusi, Ahmad Ibnu Thawus, Allamah al Hilli, Syaikh Shaduq yang jalur pengutipanya melalui al Kusysyi(Dalam blog Abu al Jauza tidak disebutkan), kami hanya akan menyebut jalur syekh shaduq yang disebut dalam majalah al Muslimun, dengan jalur dari Muhammad bin al hasan, dari Muhammad al Hasan ash shafadi dari Muhammad bin isa dari qasim bin Yahya dari kakeknya al hasan bin rasyid dari Abu Basyir, dari Abu Abdullah as (As Shaduq, Illal Asy Syara’i Cet ke II hal 344) dan Dari Sa’id bin Abdullah dari Muhammad Isa bin ‘Ubaid al yaqthumi dari al Qasim bin Yahya dari kakeknya al hasan bin rasyid dari abu basyir dan Muhammad bi Muslim dari Abu Abdillah as (ash Shaduq al Khisal Cet th 1389 hal 628)

Riwayat-riwayat diatas telah pula dibahas dalam buku Encyclopedia of Shia pada halaman 554-560, sebagian kutipanya adalah sebagai berikut :

1. Diantara perawi syi’ah yang menyebutkan nama ‘Abdullah bin Saba’ tanpa memberi keterangan mengenai sumber asal muasalnya adalah Sa’d Ib ‘Abd Allah al Asy’ari al Qummi (301), dalam bukunya al Maqalat wal Firaq, menyebut sebuah riwayat dimana terdapat nama ‘Abdullah bin Saba’. Tetapi ia tidak menyebut sanadnya dan juga tidak menyebut dari siapa (atau dari kitab mana) ia mendapat cerita tersebut dan apa sumbernya. Selain itu al Asy’ari al Qummi telah meriwayatkan banyak hadis dari sumber ahlu sunnah. Al Najjashi (450) dalam kitabnya “ al Rijal” menuliskan “ Bahwa al-Asy’ari al Qummi mengembara ke banyak tempat terkenal dengan hubunganya dengan sejahrawan sunni dan banyak mendapat cerita dari mereka, ia menulis banyak riwayat lemah dari apa yang ia dengar, salah satunya adalah cerita ‘Abdullah Ibn Saba’, yang ditulisnya dengan tanpa jalur periwayatan “
2. Nama kedua yang menyebutkan kisah Abdullah bin Saba’ dalam kitab Syi’ah adalah Hasan Ibn Musa al Nawbakhti (310), ia seorang sejahrawan syi’ah yang menuliskan sebuah riwayat dalam bukunya “al Firaq” tentang Abdullah bin Saba’. Tetapi ia tidak pernah menyebut dari mana ia mendapat riwayat tersebut serta sumbernya.
3. Nama ketiga adalah al Khusyi (atau al Kusysyi, ia disingkat dengan nama Kas) 369 menulis dalam kitabnya berjudul “Rijall” (Rijjal al kasy) ditahun 340H mengenai Abdullah bin Saba’. Di dalam bukun tersebut, ia menyebut beberapa hadis yang didalamnya muncul nama “Abdullah bin Saba’, dari Imam ahlul Ba’it. Tetapi telah terbukti bagi ulama syi’ah bahwa kitab Rijjal al kasysyi memiliki banyak kesalahan, terutama dalam nama dan juga beberapa kesalahan pada kutipan-kutipan dalam kitab ar Rijjal (diantaranya kisah Abdullah bin saba’). Oleh karenanya, bukunya tidak dianggap sebagai sumber syi’ah yang dapat dipercaya. Apalagi bahwa riwayat-riwayat al Kussyi tentang Abdullah bin Saba’ tidak ditemukan di empat hadis utama syi’ah. Diantara ulama-ulama syi’ah terdapat beberapa ulama seperti Syaikh al Thusi. Ahmad Ibn Thawus, Allamah al Hilli syaikh shaduq dan lain sebagainya yang mengutip riwayat Abdullah bin Saba’ darinya”. Untuk melihat penilaian kritis terhadap kesalahan hadis al Kasysyi kami persilahkan membaca telaah Rijal karya al Kusysyi dalam kitab al Rijal karya al Tustari dan Al askari. [15]
Quote
 
0
Quoting AgungD:
abdullah bin saba' bin ???
ada yang tau ?


lanjt...
Para penulis kontemporer pada akhirnya banyak yang mengutip cerita-cerita Abdullah bin Saba’ melalui penulis di atas, sekedar menyebutkan sebagian buku yang terkenal yang menuliskan Abdullah bin Saba’ (dan syiah) diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Muhammad Rasyid Ridha, dalam bukuya As Sunnah wa Asy Syi’ah , ia mengatakan : ” Tasyayyu terhadap khalifah ke empat ”Ali bin Abi Thalib” adalah pangkal perpecahan umat Muhammad dalam agama dan politik mereka. Pencetus dasar-dasarnya dalah seoranng Yahudi bernama Abdullah bin Saba’, ia menganjurkan kepada yang berlebih-lebiha n (ghuluw) tehadap Ali dengan tujuan memecah belah umat ini serta merusak agama dan urusan dunia”. Rasyid Ridha mengambil rujukan kisah Abdullah bin Saba’ ini dari Ath Thabari.
2. Ahmad Amin dalam Fajar Islam dan Dhuha Islam, dalam bukunya dituliskan ” Akidah syi’ah tentang wasiat dan Raja’ah diambil dari Ibnu Saba’ adapaun konsep Mahdi al Muntazhar diambil dari ajaran Yahudi melalui Ibnu Saba’. Abu Dzar al Gfhifari mengambil pemikiran tentang sosialisme dari Ibnu Saba’, dan Ibnu saba’ mengambilnya dari ajaran Mazdakiyah yang tersebar di masa kekuasaan bani Umayyah, dari semua itu dapat ditarik kesimpulan bahwa syi’isme adalah benteng bagi semua orang yang ingin menghancurkan agama Islam”. Tetapi kemudian Ahmad Amin meralat pendapatnya, setelah Ahmad Amin bertemu dengan Ayatullah Muhammad Husain Kasyif al Ghitha. dan kemudian Ahmad Amin menyatakan permintaan maaf kepada Muslim Syi’ah [8] Ahmad Amin menyebutkan ia mengambil sumber rujukan kisah Abdullah bin Saba’ ini dari Ath Thabari
3. Dr Hasan Ibrahim Hasan dalam bukunya Tarikh al islam as Siyasi. Ia menuliskan dalam bukunya sebagai berikut : ” Abdullah bin Saba’ mempengaruhi seorang sahabat besar ahli hadis, ia adalah abu Dzar al Ghifari untuk melakukan pemberontakan menetang Utsman dan Muawiyyah” Ia menyebutkann sumber cerita Abdullah bin Saba’ dari Ath Thabari.
4. Syekh Abu Zuhrah ”Tarikh al Madzahib al islamiyah. Ia menuliskan dalam bukunya : ” Abdullah bin Saba’ mengatakan bahwa ada seribu nabi dan setiap nabi memiliki wasi, dan Ali adalah wasi Muhamma. Muhammad adalah penutup para nabi dan Ali penutup para washi” [9} ia mengutip cerita Abdullah bin Saba’ dari Ath Thabari
5. Farid Wajdi dalam bukunya Dairah Ma’arif al Qarn’Isyrn” cerita Abdullah bin saba’ diambil dari sumber yang sama yakni Ath Thabari
6. Ahmad ’Athiyatullah, ” al Qamus al islami” ia menuliskan “ Ibnu Saba’ adalah pimpinan sekte as saba’iyah dari kalangan syi’ah. Ia dikenal dengan anam Ibnu as Sawda’” Ia pun mengambil sumber cerita Abdullah bin Saba’ dari Ath Thabari.

Sedangkan kutipan-kutipan cerita Abdullah bin Saba’ yang beredar di indonesia dalam bentuk artikel di majalah ataupun buku-buku relatif banyak – terutama buku-buku yang diterbitkan oleh kelompok-kelomp ok nawashib yang membenci Ahlul Ba’it, Seperti buku Mengapa Kita Menolak Syi’ah yang diterbitkan oleh LPPI , Tikaman Syi’ah, Gen Syi’ah dan lain sebagainya. Dari sekian artikel kami hanya akan menyebut dua saja, karena kedua artikel inilah yang akan di bahas dalam tulisan ini, yang sekaligus meluruskan kisah Abdullah bin Saba’ yang terdapat dalam buku-buku lain”

1. Artikel berjudul : Abdullah Bin Saba’ Tokoh Fiktif ?” ditulis leh Ma’Had dan Majalah al Muslimun – majalah Hukum dan Pengetahuan Islam- Bangil No 217 Sya’ban/Ramadha n 1408 April 1988. Halaman 16-20 Serta Majalah Suara Masjid
2. Abdullah Bin Saba’ Bukan Tokoh Fiktif Karya Dr Sa’diy Hasyimi.
Quote
 
0
Quoting AgungD:
abdullah bin saba' bin ???
ada yang tau ?


Isu Abdullah bin Saba’ sebagai Pendiri syi’ah

Sebagian orang menuduh bahwa syi’ah tercipta dari kreasi seorang Yahudi yang memiliki dendam kusumat terhadap Islam, orang tersebut kemudian memeluk Islam guna menghancurkan Islam dari dalam. Orang Yahudi tersebut bernama Abdullah bin Saba’. Menurut penulis kitab al Milal wa Nihal [4], As Syahrastani, Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi dari kota Shan’a, Yaman dan Syahrastani merupakan orang pertama yang menyebut Abdullah bin Saba’ sebagai orang Yahudi [5] Penyebutan Abdullah bin Saba’ sebagai orang Yahudi sebetulnya tidak tepat, sebab namanya dan nama ayahnya jelas menunjukan nama Arab bukan nama-nama Yahudi. Nasab Abdullah bin Saba’ tidak diketahui dan masa lalunya pun gelap pula. [6]
Cerita Abdulah bin Saba’ ini lebih tepat di sebut dongeng ketimbang cerita kenyataan. Ada beberapa sebab yang menjadi alasan bahwa kisah Abdulah bin saba’ ini disebut sebagai ”mitos”, yang secara sengaja diciptakan untuk melakukan pembunuhan karakter dan pendiskriditan terhadap para pengikut Imam Ali dan Ahlul Ba’it Rasulullah Beberapa. alasan akan menjadi obyek kajian tulisan ini.
Kejanggalan dari cerita Abdullah bin Saba’ ini, setidaknya dapat dilihat dari tiga hal [7], Pertama Bagi manusia yang berakal sehat – dengan tidak dikotori kepicikan berfikir, pen- tak mungkin menganggapnya kisah Abdullah bin Saba’ dapat dipercaya, bagaimana mungkin seorang Yahudi yang baru masuk Islam memiliki keterampilan politik yang luar biasa dan dengan kemampuanya mempengaruhi pribadi-pribadi kaum muslim yang mulia seperti : Abu Dzar al Ghifari, Muhammad bin Abu Bakar (putra khalifah I adik Ummul Mukminin’Aisyah ), Ammar bin Yasir, Sha’sha’ah bin Shauhan, Muhammad bin Abu Hudzaifah, Abdurahman bin ”udais, Malik Asytar untuk melakukan agitasi dan propaganda pemberontakan pada khalifah ke III ? dan para sahabat yang mulia ini mengekor begitu saja ? Kedua adalah hal yang mustahil orang yang baru saja masuk Islam (apalagi dari kalangan Yahudi) kemudian menjalankan dan mengorganisasik an pemberontakan tanpa para sahabat bertindak keras mencegah terjadinya perpecahan di dalam tubuh Islam dan ketiga Adalah hal yang aneh Seorang yahudi yang baru masuk Islam bisa memulai menghancurkan agama islam tanpa seorang muslim pun peduli.

Dari mana sumber cerita Abdullah bin Saba’ ?

Seorang sarjana muslim bernama As Sayyid Murthadha al Askari, telah melakukan penelitian terhadap kisah Abdullah bin Saba’ . Dan hasil penelitiannya dibukukan dengan judul ’Abdullah bin Saba’ wa Asathir Ukhra (’Abdullah bin Saba’ dan Dongeng-Dongeng Lain) serta buku yang diberi judul ”Khamsun wa Mi’ah Shahabi Mukhthalaq” (Seratus Lima Puluh Sahabat Fiktif). Menurut al Askari, sumber utama terciptanya kisah Abdullah bin Saba’ adalah seseorang yang bernama Sayf Ibn Umar at Tamimi (meninggal 170 H). Say ibn Umar at Tamimi telah menciptakan tokoh fiktif bernama Abdullah bin Saba’ dalam bukunya al Jamal wa mashiri ”ali wa ”Aisyah dan al Futuh al Kabir wa ar Riddah. Dari buku tersebut lalu menyebarlah cerita tentang Abdullah bin Saba’ ke penulis-penulis Islam sesudahnya. Penyebaran kisah Abdullah bin Saba’ sedemikian masiv, sehingga buku-buku sejarah Islam diwarnai oleh cerita palsu tentang Abdullah bin Saba.

Bagaimana Dongeng Abdullah bin Saba’ dapat beredar luas ?

Peredaran dongeng Abdullah bin Saba’ tersebar melalui penulis sejarah seperti Thabari (wafat 310 H) Ibn ’Asakir (wafat 571 H) Ibn Abi Bakr (w 741 H) dan adz Dzahabi (wafat 748), dari merekalah kemudian dongeng Abdullah bin Saba’ tersebar ke generasi-genera si sesudahnya. Berikut adalah peredaran cerita Abdullah bin Saba’ ( untuk lebih jelasnya lihat Gambar Skema Penyebaran Kisah Abdullah bin Saba’) :

a. Berikut adalah sejahrawan yang mengutip cerita Abdullah bin Saba’ langsung ke kedua kitab karya sayf tersebut:
1. al Thabari, ia menyatakan sendiri dalam kitab tarikhnya bahwa ia mengutip kisah Abdullah bin saba’ dari Syaif Ibn Umar at Tamimi.
2. al-Dzahabi, ia mengutip dari syaif dan ia juga menyebutkan bahwa ia mengutip dari al Thabari (1).
3. Ibn Abi Bakir, ia mengutip dari Ibn Atsir (15) yang mengutip dari Thabari (1)
4. Ibn Asakir mengutip langsung dari buku syaif Ibn Umar at Tamimi.

b. Berikut adalah sejahrawan yang mengutip secara tidak langsung cerita Abdullah bin Saba karya sayf.

1. Nicholson mengutip dari al-Thabari (1)
2. Ensiklopedia Islam karya al Thabari (1)
3. Van Floton mengutip dari al Thabari (1)
4. Wellhauzen mengutip dari al Thabari (1)
5. Mirkhand mengutip dari Thabari (1)
6. Ahmad Amin mengutip dari Thabari (1) dan dari wellhauzen (8)
7. Farid Wajdi mengutip dari Thabari (1)
8. Hasan Ibrahim mengutip dari Thabari (1)
9. Said Afghani mengutip dari al Thabari (1), Ibn Abi Bakir (3), Ibn Asakir (4), dan Ibn Bardan (18)
10. Ibn Khaldun mengutip dari al Thabari (1)
11. Ibn Atsir mengutip dari al Thabari (1)
12. Ibn Katsir mengutip dari al Thabari
13. Donaldson mengutip dari Nicholson (b2) dan dari eksiklopedia al Thabari (b2)
14. Ghiath al Din mengutip dari Mirkhand (9)
15. Abu al-Fida menutip dari Ibn Atsir (11)
16. Rasyid Ridha mengutip dari Ibn Atsir (11)
17. Ibn Bardan mengutip dari Ibn Asakir (4)
18. Bustani mengutip dari Ibn Katsir (16)
Quote
 
0
Sejarah Munculnya Syi’ah
a.Kapan Syi’ah Muncul?
Syi’ah sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib a.s. (imam pertama kaum Syi’ah) sudah muncul sejak Rasulullah SAWW masih hidup. Hal ini dapat dibuktikan dengan realita-realita berikut ini:
Pertama, ketika Rasulullah SAWW mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengajak keluarga terdekatnya masuk Islam, ia berkata kepada mereka: “Barang siapa di antara kalian yang siap untuk mengikutiku, maka ia akan menjadi pengganti dan washiku setelah aku meninggal dunia”. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang bersedia untuk mengikutinya kecuali Ali a.s. Sangat tidak masuk akal jika seorang pemimpin pergerakan --di hari pertama ia memulai langkah-langkah nya--memperkena lkan penggantinya setelah ia wafat kepada orang lain dan tidak memperkenalkany a kepada para pengikutnya yang setia. Atau ia mengangkat seseorang untuk menjadi penggantinya, akan tetapi, di sepanjang masa aktifnya pergerakan tersebut ia tidak memberikan tugas sedikit pun kepada penggantinya dan memperlakukanny a sebagaimana orang biasa. Keberatan-keber atan di atas adalah bukti kuat bahwa Imam Ali a.s. setelah diperkenalkan sebagai pengganti dan washi Rasulullah SAWW di hari pertama dakwah, memiliki misi yang tidak berbeda dengan missi Rasulullah SAWW dan orang yang mengikutinya berarti ia juga mengikuti Rasulullah SAWW.
Kedua, berdasarkan riwayat-riwayat mutawatir yang dinukil oleh Ahlussunnah dan Syi’ah, Rasulullah SAWW pernah bersabda bahwa Imam Ali a.s. terjaga dari setiap dosa dan kesalahan, baik dalam ucapan maupun perilaku. Semua tindakan dan perilakunya sesuai dengan agama Islam dan ia adalah orang yang paling tahu tentang Islam.
Ketiga, Imam Ali a.s. adalah sosok figur yang telah berhasil menghidupkan Islam dengan pengorbanan-pen gorbanan yang telah lakukannya. Seperti, ia pernah tidur di atas ranjang Rasulullah SAWW di malam peristiwa lailatul mabit ketika Rasulullah SAWW hendak berhijrah ke Madinah dan kepahlawannya di medan perang Badar, Uhud, Khandaq dan Khaibar. Seandainya pengorbanan-pen gorbanan tersebut tidak pernah dilakukannya, niscaya Islam akan sirna di telan gelombang kebatilan.
Quote
 
0
syi'ah sesat. Kenapa Sayidina Ali yang jadi korban syi'ah.. . Seandainya Sayidina Ali masih hidup maka beliyau tak segan2 menghukum mereka, karena mereka sudah dirasuki syaitan..
Ya Allah musnahkanlah kaum syi'ah ( yahudi ) ini.. Aamiiin...
Quote
 
0
Anjing SYI'AH,anjing khomeini,anjing ahmadinejad,& anjing para pengikut jg penganutnya,,,S YI'AH itu ajaran DAJJAL makanya DAJJAL menurut kata nabi muhammad saw iyu bakal muncul dari arah timur yg ternyata diperkirakan dari nagara all dajjal IRAN
Quote
 
0
Quoting Muhamad kuda:
saling mengklaim origi dan kecap no 1. nampaknya ajaran muhamad memang ajaran iblis, sehingga kuasa ilahi bekerja untuk mencampakkannya. namun pada abad 21 ini setan-setan kecil yang mencoba berkelit berusaha tetap eksis. mau syiah mau suni atau islam apapun namanya adalah varian iblis besar alias dajal. anehnya sesama iblis saling berteriak dajal dajal ... modus operandi iblis tidak berubah tipu daya. karena yang mereka sembah dengan sebutan allah adalah penipu dan iblis itu sendiri. Q 6:30
Kau yg IBLIS Laknatullah,sem bah aja tuhan kau itu:Patung manusia gondrong yg tergantung ditiang jemuran pake kolor >2000 tahun.Ngapain LO ikut2an,dasar SETAN.
Quote
 
+1
bantulah sodaramu ini untuk memmahami islam lebih baik teman,, sebagai orang awam tentang pengetahuan islam, menjadi sangat sulit memahami dan mengerti arti dari kajian islam itu sendiri, begitu banyak perbedaan, bahkan perpecahan...
bukankah ada ayat yg berbunyi "bagiku agamaku, bagimu agamamu"

itu lebih dari cukup untuk memahami, bahwa, lakukan apa yang kamu yakini, tanpa harus meninggikan atau merendahkan orang lain...
Quote
 
+1
Apakah Ada Syiah Di Indonesia? Berapa Banyak Populasinya? Apakah Sama Ajarannnya Dengan Yang Di Iran?
Quote
 
+1
Apakah Ada Syiah Di Indonesia? Berapa Banyak Populasinya? Apakah Sama Ajarannnya Dengan Yang Di Iran?
Quote
 
0
Hey kalian (syiah)
Kalian jika mau jadi penghancur dunia jangan pake nama Islam dong... Itu mencoreng nama baik islam... Syiah di Iran berpihak kepada negara KOMUNIS yg tidak percaya tuhan dan tidak mengenal HAM... Masih mendingan yahudi dan nasrani bro...
Quote
 
-8
saling mengklaim origi dan kecap no 1. nampaknya ajaran muhamad memang ajaran iblis, sehingga kuasa ilahi bekerja untuk mencampakkannya . namun pada abad 21 ini setan-setan kecil yang mencoba berkelit berusaha tetap eksis. mau syiah mau suni atau islam apapun namanya adalah varian iblis besar alias dajal. anehnya sesama iblis saling berteriak dajal dajal ... modus operandi iblis tidak berubah tipu daya. karena yang mereka sembah dengan sebutan allah adalah penipu dan iblis itu sendiri. Q 6:30
Quote
 
0
abdullah bin saba' bin ???
ada yang tau ?
kalo tau jawab !jangan ngasal aja
Quote
 
-1
abdullah bin saba' bin ???
ada yang tau ?
Quote
 
+2
Al-An'am ayat 108
وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍۢ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Terjemahan:
108. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembah an yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Bagiku Agama ku, Bagimu Agama mu..
Quote
 
+1
Assalamualaikum..
Bismillahirrohmanirrohim..Alhamdulillah seiring perkembangan zaman dan canggihnya teknologi, semakin menambah wawasan dan hidayah Allah swt. Terima kasih kepada media yang telah membagikan informasi yang hanya Allahlah yg mengetahui dan mengatur alam jagat raya ini mengenai kebenaran dan kebathilan yg sesungguhnya... dengan berkembangnya teknologi berarti semakin dekat kita dengan hari akhir yg dikarenakan oleh tangan manusia jg yg telah merusak dimuka bumi akibat godaan syaitan yg membisikan lagi menggoda. Marilah kita bertaubat, kembali ke jalan yg benar, tegakan shalat, puasa, zikir, zakat dan sedekah.. tegakan Syariat sebagaimana baginda Rasulullah saw mengajarkan kalian untuk berbuat baik thd sesama.. untukmu agamamu dan untukku agamaku, dimanakah syariat kalian wahai saudaraku!! Jgnlah kalian selalu menjadi yg paling benar, karena itu bagian dari sifat sombong, sifat syetan yg terkutuk!!!!!!. . kalian para pembuat aqidah, kalian pulalah yg melanggar dan merusak aqidah itu sendiri. Sesungguhnya Allah bisa saja menjadikan hanya 1 umat / golongan, tapi Allah memang sengaja menjadikan perbedaan itu supaya kamu berpikir, bersabar dan hanya kepadaNya kita kembali.. Orang yg selalu mengkafirkan, berarti dia belum paham tentang syariat dan ilmu hakekat yg dimiliki.. Jaman kita hanya 1 kalimat yaitu Syahadat. TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD UTUSAN ALLAH. bagi aliran yg tidak berpegang kalimat ini, berarti dia bukan Agama Islam!! Agama kebenaran, agama logika bagi orang berpikir. Biar saja wahabi dengan penampilan ala Rasul krn dgn bgitu dia bisa khusyuk dlm kehidupannya, biar saja syiah mengidolakan imam ali, tetapi wahai saudaraku, Rasulullah tidaklah membenci seorangpun kecuali orang yg ingin memerangi beliau yang ingin membawa berita ttg kebenaran agama Allah. Jadi kalau ada paham yg mengkafirkan berarti salah, yang mengkafirkan hanyalah ucapan manusia tanpa ilmu, tanpa hikmah didalamnya, yang tidak mempelajari paham tersebut dgn berpikir, tanpa logika dan mudah terhasut oleh tipu daya syetan melalui tangan orang2 jahil, tangan musuh Allah. Wahai saudaraku syiah, kami mengimani imam ali sebagaimana mengimani sahabat rasul yg lainya.. Sesungguhnya jikalau kalian benar2 memahami ajaran ali bin abu thalib r.a maka kalian seharusnya tau ilmu hikmah dan kalam beliau bagaimana menjadi manusia sejatinya, beliau menurunkan ilmu kepada imam jafar dan seterusnya.. kita pakai logika saja sebagaimana paham kalian yg terkenal dengan paham logika tingkat tinggi, seorang rasulullah saw yg dengan ilmu hidayah hingga beliau mengetahui masa depan umatnya, bisa salah memilih seorang sahabat dan salah memilih istri selain aisyah.. berati paham kalian sama saja tidak mempercayai Nabi Muhammad menjadi Rasulullah! Sama saja kalian tidak berpegang kalimat syahadat.. paham kalian bersifat monothon dan egois dengan tidak membiarkan kalian belajar dan mengkaji semua ilmu selain ilmu yg diturunkan oleh syekh kalian saja.. padahal Allah menyuruh kita agar menuntut ilmu dan mengkaji sedalam2nya supaya menjadi golongan berpikir.. untuk paham wahabi hati2lah dalam mengkafirkan sesuatu, kehidupan ini adalah misteri dan sunatullah yg harus dihadapi dan penuh ujian, yaitu bagaimana kita bersikap dan mawas diri terhadap jaman yg penuh kemaksiatan ini, marilah sama2 kita beristighfar, koreksi diri, menolong sesama, membantu saudara yg ditimpa musibah, fitnah dan kemiskinan.. itulah mukmin sejati spt yg Rasulullah lakukan. Wallahualam bishowab.
Wasalamualaikum..
Quote
 
+4
penulisnya raja fitnah hati-hati ada provokator
Quote
 
+1
Ya allah..tunjukil ah mereka kaum syiah kembali kejalan yang lurus..
Quote
 
-1
yang jelas, aku yakin agama tuhan, siapapun nabinya, tidak ada yang mengajarkan kekerasan. Para nabi tidak mungkin mengajarkan kekerasan dalam berdakwah, ataupun cara hidup dengan berbeda keyakinan. Apapun agamanya, apapun sebutannya, apapun mazhabnya,bersi kaplah lembut dan santun dalam mempraktekkan ajaran agama. beramai-ramai menghujat,terny ata sikap kita sendiri tidak sesuai ajaran nabi yang kita klaim sebagai nabi kita. Apa kata para nabi jika melihat orang yang mengaku umatnya ternyata berbuat anarkis? tak perduli kata dunia. Tapi apa kata nabi dan Tuhan? stempel sunni, syiah, islam, yahudi,...itu hanya stempel nama. yang penting isinya. jangan terprovokasi nama. jangan-jangan yang mengaku islam, perbuatannya paling tidak islam karena asal bunuh, bakar, merusak, dsb.Pernahkah ada nabi yang mengajarkan bunuh, rusak, bakar semena-mena? setahu saya, yang anarkis itu pengikut setan, bukan nabi. lantas siapa yang islam? yg ke masjid tapi asal bunuh, atau yang ke gereja tapi menebar kedamaian? renungkan arti islam dan agama tuhan yang benar.tak perduli apapun namanya...
Quote
 
+5
SYIAH BUKAN ISLAM, SYIAH YA SYIAH...ISLAM YA ISLAM
KENAPA SYIAH PUNYA KITAB LAIN SELAIN AL QURAN?
KENAPA MEREKA MENAMAKAN GOLONGANNYA DGN SYIAH?
KENAPA MEREKA TIDAK MENYEBUT DIRINYA MUSLIM?
KENAPA HANYA SEBAB AHLUL BAIT MEREKA BERANI MEMBUAT
KITAB BARU?
KENAPA....KENAPA...BANYAK SEKALI KENAPA KENAPA YANG
LAINNYA...YANG TIDAK SESUAI DGN AL QURAN DAN HADITS
...NILAI SENDIRI LAH...SIAPA MEREKA SEBENARNYA?
MEREKA ADALAH GOLONGAN YANG TIDAK DIKENAL ALLAH
PADA HARI KEMUDIAN, LEBIH LUMAYAN NASRANI DAN YAHUDI KRN
MEREKA DIKENAL DI DLM AL QURAN SBG ORG2 YANG DIMURKAI ALLAH
DN SATUNYA SBG ORG2 YG SESAT...
Quote
 
-2
Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim.(HR. Muslim); kenapa anda merasa terhina?? berarti benar apa yang dikatakan admin web y?? seakan2 anda tersakiti dengan kata2nya,, padahal admin hanya mengungkap fakta yang ada dan diketahuinya,, klo memang fitnah ya diamkan saja toh kalian yakin akan "kebenaran" ajaran agama kalian,, tidak usah kyk orang kebakaran jengggot,, orang berhak berpendapat dan menyatakan prespektifnya terhadap ajaran atau agama tertentu,, Apa jika syiah kuat maka kami ini akan di bantai dan dibungkam hanya karena berbeda, dan tidak boleh mengungkapkan fakta yang kami ketahui?, baru ada perbedaan sedikit saja kami sudah diserang habis2an.. Ini kan tabiat kalian sebenarnya??
Quote
 
+3
ASSALAMU ALAIKUM.. WR.. WB..

Diakhir zaman. Islam akan banyak mengalami kemunduran dan perpecahan, karena munculnya Fitnah dari para pengikut Dajjal. Jadi apa yg kita saksikan didepan mata kita setiap hari. Tdk lain adalah pengaruh2 luar yg ingin memecah belah ummat.
Perpecahan dan kemunduran ISLAM ini, adalah bagian dari tanda2 munculnya dajjal yg berdiri untuk memecah belah ummat dan ini adalah . Sebelum datangnya IMAM dan NABI utusan ALLAH SWT untuk membersihkan kemunafikan dimuka bumi.. (WALLAHU A'LAM BISSHOWAB)

ASSALAMU ALAIKUM.. WR.. WB..
Quote
 
-1
Apa pun dasar y syiah adalah salah
Karna ayat2 yang terdapat di kitab syiah,,,,
Menyesuaikan antara dunia dengan kajian
Berdasar kan nalar dan ilmu manusia
Bukan berdasar kan dalil alquran..
Dan sesuatu hal yg bertentang dengan
Alquran..apa bila itu menguntungkan
Maka ahli syiah ato guru2 syiah akan
Memboleh kan,,,,itu lah yang terjadi di
Indonesia...
Asalammualaikum
Quote
 
-3
inilah contoh tulisan orang yang benar2 tulen aliran wahabinya,manus ia yang paling membenci pengikut nabi yang sesungguhnya,ma nusia2 yang ahli memfitnah,kerja an utamanya membunuh,merusa k persatuan umat,teroris dll akal mereka sudah benar2 mati total menyedihkan sekali aliran seperti ini tidak jelas kemana arah mereka siapa yang mereka ikuti pecundang besar penjilat amrik dan antek2nya para pembaca sekalian jgn mudah terpengaruh tulisan2 mereka yang sangat sarat dengan kebodohan dan fitnah,cobalah anda semua pelajari juga artikel2 di web ini : www.syiahali.wordpress.com
dahulu saya jg orang yang anti dengan pengikut ahl bayt sebelum saya pernah membaca dan mempelajari dari refransi mereka langsung. ternyata setelah saya dapati sumber2nya yang asli saya bersyukur sekali telah menemukan islam yang sesungguhnya. dan bersyukur jg telah jauh dari ajaran teroris wahabi.
Quote
 
0
Semakin lama jarak kita dari Rasul terakhir, yang semula Islam diturunkan untuk memberi rahmat bagi alam(khusus manusia), sekarang sama dengan agama samawi lain, penganut sudah terpecah menjadi paham yang saling bermusuhan satu sama lain, dan taklid dg paham yang dianutnya. ada yang bernama syi'ah, suni salafi, wahabi, ahmadiyah dan terbaru bernama Islam liberal dll, embel dibelakang ISLAM, berarti kita sudah menciptakan perpecahan baru, dan penderitaan bagi pengikut awamnya, dan kebahagian bagi yang memciptakan karena dia jadi pemimpin di kelompok tersembut dan menciptakan fasilitas untuk dirinya. Sadarlah pengikut awam, kembalilah kepada hanya satu kata "ISLAM" dg kaffah.
Quote
 
+4
mereka yg membela syi'ah ngga ngerti apa2 ttg syi'ah, sejak kapan syi'ah iran bermusuhan dg amrik n yahudi, mereka cuma bersandiwara doank utk saling gertak sambel....kenya taannya KAPAN amrik n yahudi nyerang iran !!!!!!!!!!! BELUM PERNAH...loh mereka sama2 bikinan orang yahudi, contoh :
Nasrani, agama ini dibuat oleh PAULUS yg nota bene a/ orang yahudi.
Syi'ah, agama ini dibuat oleh ABDULLAH bin SABA yg nota bene a/ orang yahudi asal YAMAN.
hanya ORANG TOLOL dan DUNGU bin BUTA yg masih mengatakan SYI'AH itu islam..........







Quote
 
-4
Yang paling membenci syiah pastilah kelompok wahabi cobalah Anda pelajari sejarah perang karbala
Quote
 
0
Asalmualaikum wr wb,,sy adalh seorng islam sunny jga sprti kalian,truz apa saudra2 tdk membaca deklarasi di ngara aman yg isi nya syiah adlh islam sprti qta,,dan sy stuju dgn saudara dafah walaupun syiah di anggap org olh qta org kafir akn tetapi mreka adalh org2 yg paling brani mlawan musuh islam yaitu amerika,israel dn inggris ktimbang negera arab yg jdi yg mnjadi anjing penjilat nya amerika!! Maju truz iran utk mlawan amerika dan antek2 nya
Quote
 
0
Heran... kenapa kalian sesama muslim saling berantem?????
Quote
 
-1
KEPARAT SYI'AH WAJIB DI BAKAR DI CAROK. KEA DI MADURA TUCH UDAH BENER PONPES SYI'AH LUDEZ DI BAKAR ... SYI'AH YAHUDI BERKEDOK MUSLIM. WAJIB HUKUMNYA DI BINASAKAN DI MUKA BUMI INI.
Quote
 
+1
KALAU BERLOGIKA JGN KRN FULUS, AKIBATNYA SEPERTI ARTIKEL DI ATAS. DI BUMI INI HANYA DI ARAB SAUDI YG MELARANG RAKYATNYA JD PEGAWAI PEMERINTAH JK TERNYATA NASABNYA DR NABI , LOOOO KAN ADA RASIALIS DI ARAB SAUDI ATAU PEMERINTAHNYA KETAKUTAN DENGAN KETURUNAN NABI ??? MEREKA TAHU SEBAGIAN BESAR SAYYID,SYARIEF DAN HABIB ADALAH SYIAH YANG TAAT. LIHATLAH IRAN SBG SATU2NYA NEGARA ISLAM YANG PEMIMPINNYA KETURUNAN NABI , MEREKA BERDIRI TEGAK DAN BANGGA KRN BERANI MELAWAN SETAN BESAR AMRIK, ISRAEL DAN INGGRIS SERTA ANTEK2NYA NEGARA2 ARAB YG LEMAH BERTEKUK LUTUT. IRAN SIAP PERANG DUNIA DENGAN SIAPAPUN DENGAN NEGARA MANAPUN, BAHKAN TERORIS SEKELAS MUJAHIDDIN PUN TIDAK BERANI MENGINJAKKAN KAKI DI BUMI IRAN APALAGI TERORIS KELAS2 TERI SEPERTI DI INDONESIA BAKALAN LARI TERKENCING2 OLEH AHMADINEJAD. ITULAH IRAN BENTENG TERAKHIR KEHORMATAN ISLAM,,,,, DAN INGAT CUCU NABI HUSSEIN ADALAH PAHLAWAN SAHID TERHEBAT SEPANJANG MASA YANG DIAKUI JG OLEH SEMUA BANGSA RAS DAN AGAMA. DARAH HUSSEIN INILAH YANG MENGALIR KEPADA PEMIMPIN DAN RAKYAT IRAN, BERANI MELAWAN SIAPA SAJA YANG MENGHADANG ISLAM. SEMENTARA ARAB SAUDI YANG PEMIMPINNYA KETURUNAN MORDEKHAI KABILAH YAHUDI MENGKERUT MJD NEGARA ISLAM YANG PENGECUT, BISANYA HANYA MENGHAMBA KEPADA SETAN BESAR AMRIK,ISRAEL DAN INGGRIS. ITULAH PERBANDINGAN. DARI BUAHNYA KITA AKAN TAHU POHONNYA.
Quote
 
+2
Pasti pemeluk agama Syi'ah qaatalahumullah akan protes artikel ini, soalnya kedoknya akhirnya terbongkar.
Memang kita itu diperintahkan untuk masuk Islam, bukan masuk syi'ah qatalahumullah.
Quote
 
0
DENGAN NAMA ALLAH.
Sesungguhnya DIA lah Tuhan yg Maha Esa.Tiada hal yg terjadi melainkan ada pencetusnya. Dan setiap yg bermula pasti akan berakhir. Awaslah wahai semua saudaraku semanusia. Gunakanlah akal warasmu dengan cara manusia. PERCAYAKAH ANDA KITA BOLEH NAMPAK KESAKITAN DIRI SENDIRI, Tetapi sakitkah pencipta sakit itu jika kita tidak percaya yang DIA lah yg menyebabkan kesakitan itu. RENUNGKANLAH SEJENAK SEMENTARA MASIH BOLEH . BERSIHKANLAH DIRIMU SEBELOM DIRIMU DIBERSIHKAN.;-)
Quote
 
-1
Menurut kalian yg menuduh web ini fitnah,
bgaimana sih pendapat kalian tentang syiah?

Menurut aku sih syiah emang bukan islam, yg membuat ajaran syiah emg org kafir jaman dulu,

ya contoh lain ajaran nasrani k berubah semenjak perjanjian kitab baru.
Yg ngubah itu ya sma org yahudi ato org kafir.
Lebih baik kita plajari dulu sbelum saling mencela.
Quote
 
+1
andaikan rasulullah SAW tahu,,tentang keadaan setelah beliau wafat..ya Allah hamba rindu pada-MU,hamba rindu orang terbaik -MU...
:sad:
Quote
 
-2
SYIAH ITU KAFIR YANG HARUS DIBUNUH ATAU DIBAKAR SAMPAI MATI

SAYA PERCAYA PENULIS ARTIKEL INI ADALAH MUSLIM ALIM YANG MUJAHID!

YANG TIDAK SUKA ARTIKEL INI ADALAH SYIAH DAN MUNAFIK, MEREKA INI HARUS DIBUNUH KARENA KALAU MEREKA SUDAH KUAT SEPERTI di Suriah dan Iran, Mereka akan membantai Muslim!

MARI BUNUH SEMUA ORANG SYIAH DAN MUNAFIK DI INDONESIA!!!
Quote
 
0
Saya cman pngen ngelurusin coment2 yang ada di atas, yang nulis web ini fitnah itu ga pernah belajar islam atau mereka itu mungkin orang syiah yang ingin menghancurkan pondasi iman orang muslim yang kuat dengan kata2nya yang menyesatkan. Sesungguhnya syiah itu adalah agama yang menyesatkan dan bukan ''ISLAM''.
Wassalammualaikum wr.wb
Quote
 
-2
Yang bilang kalo web ini fitnah adalah orang SYIAH, mereka selalu berkedok persatuan umat PREEEEEEET. Siapin deh tuh para pengikut SYIAH untuk di goreng di hari akhir
Quote
 
+2
islam itu rahmatan fil alamin,tidak memandang yahudi,majusi dan nasrani ,tetapi ketakwaanya dalam mejalankan yg tlah ditentukan rasulullah saw,ikutilah yg menjalankan syariat nabi.dan serahkan semua kehadiarat allah swt,hanya syiah .iran di atas bumi allah yg berani,mengatak an negara islam dan menganut pemimpin para imam.karena hadis rasul ikutilah nabi,rasul,dan imam jika kalian berjamaah/berne gara
Quote
 
0
LEBIH BAIK JIKA KITA KEMBALI KEPADA APA YANG DIAJARKAN ROSULULLAH SAW. PERTANYAANNYA, ADAKAH HADIST DAN SEJARAH PERBUATAN ROSUL YANG SELARAS DENGAN AJARAN SYIAH? (NIKAH MUTAH MENGHINA SAHABATNYA, ADZAN YANG BERBEDA. SALAT YANG TANPA MENDEKAP TANGAN, ATAU PERNYATAAN IMAM SYIAH YANG SEDERAJAT DENGAN ALLAH SWT? NAUDZUBILLAH HIMINDZALIK!!!! ) TOLONG SEKALI LAGI KITA KEMBALI LAGI PADA AJARAN ROSUL SAW DAN ALQURAN NURKARIM, DAN JANGAN KITA TUTUP MATA AKAN PERBEDAAN YANG TERJADI PADA AJARAN ISLAM DAN LEBIH BAIK KITA TAHU SEPERTI APA PERBEDAANNYA DAN SEPERTI APA SEJARAHNYA SEHINGGA KITA BISA MEMBEDAKAN MANA YANG AJARAN ISLAM ATAU BUKAN DAN KITA TIDAK TERSESAT DALAM AJARAN YANG BUKAN DARI SUMBER ISLAM YANG HAK, KARENA TARUHANNYA IALAH AKHIRAT YANG NAN KEKAL ABADI. TOLONG LUPAKAN FANATISME, PANDANGAN KELUARGA, ATAUPUN YANG LAIN LAIN, UNTUK MENGIKUTI AKAL LOGIKA DAN HATI NURANI, DALAM MEMBEDAKAN AJARAN YANG HAK MAUPUN YANG TIDAK HAK. WASSALAMUALIKUM !
Quote
 
0
ane setuju dengan penulis..bahwa syi'ah itu sesat dan menyesatkan mereka bukan bagian dari Islam...karena mencela para sahabat..
mereka yang mengatakan tulisan ini fitnah, mungkin mereka belum pernah belajar tentang islam yang mendalam..
Quote
 
+2
SUNGGUH LUAR BIASA KEBODOHAN DAN FITNAH WEB INI MNYANDARKAN HANYA PD SATU BUKU DAN BERKESIMPULAN YG AKHIRNYA JATUH KE LIANG FITNAH SAMA HALNYA ORIENTALIS ATAU ORANG YG MNGANUT ISLAMPHOBIA CENDERUNG MEMFITNAH AJARAN ISLAM HANYA BERDASARKAN NASH NASH TERBATAS YG BRANGKAT DR DASAR FITNAH TANPA MAU MASUK KE AJARAN INTINYA SECARA MNYELURUH APALGI TANPA AKAL DAN LOGIKA
Quote
 
0
SUNGGUH LUAR BIASA KEBODOHAN DAN FITNAH WEB INI MNYANDARKAN HANYA PD SATU BUKU DAN BERKESIMPULAN YG AKHIRNYA JATUH KE LIANG FITNAH SAMA HALNYA ORIENTALIS ATAU ORANG YG MNGANUT ISLAMPHOBIA CENDERUNG MEMFITNAH AJARAN ISLAM HANYA BERDASARKAN NASH NASH TERBATAS YG BRANGKAT DR DASAR FITNAH TANPA MAU MASUK KE AJARAN INTINYA SECARA MNYELURUH APALGI TANPA AKAL DAN LOGIKA
Quote
 
+2
assklm bagi saya artikel ini fitnah besar,,, yang di dalamnya hanya mengadu domba umat muslim......... .! sy yakin yang buat website ini orang di luar islam.......... !
Quote
 
-1
ya itulah bagi antum yang menutup mata bagaimana bobroknya syi'ah.cukuplah seseorang dianggap sesat bila menolak seorang pun dari sahabat nabi yang mulia (rodhiyalloohu 'anhum jami'an) terlebih menuduh berzina bagi istri para nabi yang kesucianya telah Alloh jaga dari langit ketujuh

walloohu waliyyuttawfiiq
Quote
 
+3
nih thread2 n blog2 n website2 yg buat umat islam pecah belah ..
yg bisanya cuma ngadu domba ... ckckckckckckkck ckckckckckckck
Quote
 
+1
Ketika kaum muslimin enggan mengungkap kesesatan syiah, maka hal ini syangat menguntungkan gerakan syiah. Saya sepakat bahwa islam tidak dibagi atas syiah dan suni, tetapi bahwa kesesatan syiah yang tidak percaya alquran, menghina para sahabat, dan mencerca istri nabi, sudah cukup menjadi tanda-tanda kesesatan mereka. Bagaimana seseorang mengaku islam tapi akidahnya bertentangan dengan Islam, itulah syiah yang menghalalkan kawin mutah sementara Nabi menyatakan mut'ah diharamkan sampai hari kiamat. Masihkah anda membela syiah dengan menganggap mereka saudara dan berfikir menjaga persatuan dengan syiah, sementara pada otak mereka anda (orang sunni) kafir dan halal darahnya...
Quote
 
0
bagiku tidak ada syiah ataupun sunni,krn nabi saw tidak membagi islam dgn hal tsb.bnyklah bacalah al fatehah bagi pengikut jln kaum yg sesat(syiah) dan pengikut jln kaum yg dimurkai(sunni)
Quote
 
+1
yg ga setuju silakan baca buku-buku syi'ah langsung, misalnya kitab Al kafi, roudhotul al kafi, furu'ul kafi yang dikarang tokoh syi'ah fanatik bernama muhamad bin ya'kub al kulainy, isi sedikit isinya, di bab "abwaabul mut'ah" disebutkan bahwa :
dlm agama syi'ah, wanita yg dimut'ah statusnya adalah bukan istri tapi nyewa alias mbooking alias musta'jaroh, jd tdk ada batasan smp punya brp sewaan, bahkan disebutkan silahkan smp nyewa 1000 wnt skalipun krn wanita-wanita tsb adalah milkun bil...yamin, yg aneh adalah wnt2 yg dibayar itu tdk blh dari kalangan pelacur, tp syaratnya hrs wnt2 mulia..preeeeet tt.
Quote
 
+1
Aku lebih percaya penulis ini adalah agen Mossad dan CIA daripada seorang Muslim
Quote
 
+4
ada salah satu artikel di web ini yang isinya fitnah, sekali fitnah maka seluruh isi artikel ini sudah tak bisa dipercaya lagi kredibilitasnya . sayang sekali wajah islam saat ini....
Quote
 
+6
Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim.(HR. Muslim)


Kode keamanan
Segarkan