Aqidah Thinah*
Aqidah Thinah ini merupakan salah satu wacana syiah yang tersembunyi dan termasuk salah satu diantara aqidah yang harus sangat dirahasiakan khususnya kepada orang-orang awam syiah. Karena seandainya mereka mengetahui aqidah ini maka mereka akan melakukan hal-hal yang sifatnya merusak dengan satu keyakinan bahwa balasannya di akherat kelak akan ditanggung oleh orang lain.1) Pada awalnya memang aqidah ini merupakan hal yang ditolak di kalangan cendekiawan syiah yang terdahulu, seperti Murtadho dan Ibn Idris. Dikarenakan menurut pandangan mereka – meskipun beberapa riwayat telah berhasil menyusup ke dalam buku-buku syiah – akan tetapi hal itu merupakan hadits ahad (tunggal) yang menyelisihi Kitab dan Sunnah dan juga Ijma', oleh karena itu wajib ditolak.2) Akan tetapi sejalan dengan waktu, akhbar tentang hal ini semakin banyak sehingga berkata syeikh mereka Ni’matullah Al Jazairi (wafat 1112 H): ”
Al Jaza’iri mengatakan ini sebagai bantahan terhadap mereka yang menolak mempercayai aqidah ini. Kemudian yang tampak mempelopori aqidah ini adalah Syeikh mereka yang bernama Al Kulaini yang menulis sebuah bab tersendiri dalam bukunya: ”Bab: Thinatul Mukmin wal Kafir”. Yang terangkum di dalamnya tujuh hadits4). Kemudian hadits tentang ini semakin banyak sepeninggal Kulaini, hingga Mulla Baqir Majlisi dalam Biharul Anwar mengutip 67 hadits tentang thinah dalam bab yang berjudul “Bab: Thinah dan Perjanjian”5). Barangkali para pembaca ingin sekali mengetahui lebih lanjut tentang aqidah yang membuat seorang syiah mempunyai berkeyakinan apabila mereka melakukan perbuatan dosa sekecil apapun maka dosanya akan ditanggung oleh ahlussunnah, dan setiap amal saleh yang dikerjakan ahlus sunnah maka pahalanya akan diberikan kepada orang syiah. Oleh karena itu kalangan ulama syiah menyembunyikan hal ini dari orang awam syiah karena satu kekhawatiran apabila hal ini diketahui maka akan banyak terjadi kerusakan di muka bumi (karena kaum syiah akan merasa bebas berbuat apa saja, selama dosanya akan ditanggung oleh ahlussunnah). Penjelasan terlengkap mengenai aqidah ini ada dalam kitab “Ilalu Asysyara’i” karangan Ibnu Babawaih Al Qummi yang memuat penjelasan ini dalam kitabnya sebanyak 5 halaman sekaligus menjadikan bahasan ini sebagai penutup kitabnya6). Sementara itu sebagian ulama syiah yang hidup pada saat ini memuji penjelasan Ibnu Babawaih dan menyebutnya sebagai penutup yang baik bagi kitabnya7) Ringkasan keyakinan itu adalah bahwasanya kaum syiah diciptakan dari tanah liat* khusus dan orang sunni diciptakan dari tanah liat yang lain. Maka terjadilah percampuran antara keduanya. Jadi apabila terjadi kemaksiatan di kalangan syiah adalah dikarenakan percampurannya dengan thinah sunni, dan apabila dijumpai kebaikan dan amanah yang ada di kalangan sunni merupakan pengaruh dari thinah syiah. Maka nanti dihari kiamat segala keburukan yang dilakukan oleh kaum syiah, akan ditanggungkan kepada orang sunni, dan kebaikan kaum sunni akan diberikan kepada kaum syiah. Barangkali bisa disimpulkan sebab timbulnya keyakinan semacam ini adalah dikarenakan adanya pertanyaan dan keluhan-keluhan yang dilontarkan kepada para pemuka mereka. Kaum syiah mengeluhkan kaum mereka yang tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa-dosa besar dan juga adanya muamalah yang tidak baik yang terjadi di antara mereka serta banyak kegelisahan dan kebimbangan yang tidak diketahui sebabnya. Akan tetapi para ulama syiah berdalih bahwa hal ini disebabkan karena percampuran antara thinah syiah dan thinah sunni pada penciptaan pertama. Untuk itu marilah kita lihat sebagaian di antara pertanyaan ini yang mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada masyarakat syiah, Ibn Bawabaih meriwayatkan dengan sanadnya dari ibn Ishaq Al Laitsi berkata:
Ini merupakan salah satu pertanyaan kegelisahan yang mengungkap kebobrokan masyarakat syiah yang penuh dengan kemaksiatan bila dibandingkan dengan kenyataan para salaf dan ulama ahlussunnah dan sebagian besar mereka yang dihiasi dengan ketakwaan, amanah dan kebaikan. Pertanyaan ini dijawab dengan jawaban “aqidah Thinah”, yaitu bahwa segala kemaksiatan yang diterjadi di kalangan syiah bersumber dari kaum sunni, sebaliknya kebaikan dan amal saleh yang dilakukan kaum sunni adalah karena tanah liat “milik kaum syiah”. Seorang penanya lain bernama Ishaq Al Qummi bertanya pada Abu jJ’far: “
Penanya barusan lebih banyak keluhannya tentang buruknya perlakuan antara penganut syiah, sifat tidak amanat yang ada pada mereka sedangkan dia melihat kaum sunni yang notabene adalah musuhnya ternyata lebih baik akhlaknya dari kaum syiah yang notabene adalah temannya sendiri, lebih senang membantu keperluannya dan lebih baik amal ibadahnya. Seseorang lagi mengeluh pada Abu Abdillah Ja’far Assodiq tentang perasaan gelisah yang tidak diketahui sebabnya:
Rupanya penyebab kegelisahan ini adalah ajaran syiah yang tidak memiliki kejelasan dan penuh kontradiksi, yang diyakini oleh syiah. Tetapi sang imam hanya menejelaskan semua itu dengan aqidah thinah ini. Pertanyaan di atas dan lainnya masih banyak17), mencerminkan betapa mereka membangun aqidah mereka, muamalah mereka dan akhlak serta agama mereka. Akan tetapi para imam mereka dan pemuka agama mereka berusaha mengelabui pertanyaan dan keluhan-keluhan ini dengan berdalih pada satu aqidah yang mereka namakan dengan thinah. Untuk itu marilah kita lihat jawaban para imam mereka. Berkata Imam mereka:
Inilah aqidah Thinah. Dan pada bagian akhir dituliskan:
Maka hal ini sebagaimana kita saksikan merupakan aqidah yang sangat rahasia, maka apakah akan terlintas di benak pencetus aqidah ini bahwasanya akan terkuak di tangan kaum sunni kemudian menyebarluaskannya pada khalayak sebagai sebuah kebusukan...? Bantahan terhadap keyakinan ini : - Pertama: Riwayat yang saling bertentangan, sebagaimana anda lihat dalam pertanyaan dan keluhan di atas, bahwasanya orang syiah adalah kaum yang tenggalam dalam kemaksiatan dan kemungkaran, mempunyai muamalah yang buruk dan akhlak yang bejat, lantas bagaiamana mungkin dia merupakan makhluk yang diambilkan dari thinah yang bersih dan merupakan ciptaan yang paling suci ? - Kedua: Allah Ta’ala telah menciptakan manusia semuanya berada pada fitrah Islam berfirman Allah ta’ala:
- Ketiga: Dalam masalah thinah ini, syiah berarti telah memakai faham bahwa manusia terikat atas apa yang dikerjakannya dengan sebuah takdir, manusia tidak memiliki pilihan. Yang mana perbuatan manusia berdasarkan thinah awalnya. Padahal madzhab mereka menyatakan bahwa manusia mampu menciptakan perbuatannya sendiri sebagaimana madzhab Mu’tazilah. - Keempat: Riwayat-riwayat tentang thinah ini menyatakan bahwa keburukan dan kemaksiatan yang dilakukan kalangan syiah akan dibebankan dosanya kepada kaum sunni dan kebaikan yang telah dikerjakan kamu muslimin pahalanya akan diberikan kepada kaum syiah. Hal ini jelas sekali bertentangan dengan keadilan Allah dan juga berlawanan dengan akal sehat dan fitrah manusia. Dan sangat berlawanan dengan ayat-ayat berikut:
Artinya: "Pada hari ini akan dibalas setiap diri dengan apa yang telah diperbuatnya , tidak ada kezaliman pada hari itu." Makalah ini menyatakan tentang kebusukan mereka, cukup menggambarkan bagaimana kerusakan aqidah mereka, madzhab Syiah Imamiyah. Sampai sekarang kaum syiah tidak malu untuk menyatakan tentang aqidah ini maka bisa didapati hal ini dalam buku mereka “Biharul Anwar” dan dalam "Al Anwar Nu’maniyah” yang dikomentari oleh pakar syiah yang menyatakan keridhoannya terhadap aqidah sesat ini. Kita selalu menanti bantahan resmi dari Hauzah Ilmiyah di Qum maupun Najaf, bahwa syiah tidak meyakini keyakinan yang dijelaskan di atas. Karena hanya Hauzah Ilmiyah lah yang memiliki kredibilitas dan kapabilitas untuk membantahnya, bukannya orangorang yang baru masuk syiah 7 atau 10 tahun yang lalu. Catatan kaki:
*) thinah berarti tanah liat, Allah menciptakan manusia dari tanah liat. Jadi tanah liat syiah dantanah liat sunni berbeda.
1 Al Anwar Annu’maniyyah jilid 1 hal 295
2 Al Anwar Annu’maniyyah jilid 1 hal 293
3 Al Anwar Annu’maniyyah jilid 1 hal 293
4 Usulul Kafi , jilid 2 hal 2-6
5 Biharul Anwar jilid 5 hal 225-
6 Ilalu Asysyara’i’ hal 606-610
7 Biharul Anwar jilid 5 hal 233 (Footnote)
8 Maksudnya adalah orang penganut syiah
9 Inilah ciri-ciri “pengikut ahlul bait”
10 Maksudnya adalah penganut Ahlussunnah
11 Ilalusyara’i’ hal 606-607 Biharul Anwar jilid 5 hal 228-229
12 Maksudnya bermazhab syiah.
13 Rupanya perbuatan-perbuatan di atas sudah menjadi kebiasaan “pengikut ahlul bait” sejak jaman Imam Abu Ja’far Muhammad Al Baqir.
14 Maksudnya adalah orang yg bermazhab sunni
15 Ilalusysyara’i’ hal 489-490, Biharul Anwar jilid 5 hal 246-247
16 Biharul Anwar jilid 5 hal 242 yang menyandarkan riwayat ini pada Ilalusyara’i’ hal 42.
17 Bisa anda lihat di buku Al Kafi dan Biharul Anwar dalam bab: Thinah
18 Ilalusyara’i’ hal 490-491, Biharul Anwar jilid 5 hal 247-248
19 maksudnya adalah orang syiah
20 Ilalusyara’i’ hal 610, Biharul Anwar jilid 5 hal 233
Sumber: http://www.hakekat.com
Set as favorite
Bookmark
Hits: 1438 Comments (5)
![]()
Ahli waris Husein
said:
|
|
... Ah bisa aja lu pade bikin riwayat syiah palsu, dasar sunni tukang fitnah. Gue pernah bermubahalah dengan setan sunni die kagak mau. Die bilang ana cari dulu apa ada riwyat dan hadisnya preet setan alas. |
|
koko
said:
|
SYIAH = buatan yahudi syiah dibuat oleh yahudi dari Yaman, Abdullah bin Saba tujuannya untuk memecah umat Islam justru keberadaan syiah itulah fitnah yg besar buat umat ISLAM |
|
ade
said:
|
..... yang penting, jangan menebar permusuhan di dalam bumi ini. saling memfitnah adalah perbuatan setan. kita sama2 berlindung kepada Allah dari fitnah dajjal. yang benar tetaplah akan benar. dan yang salah tetap akan salah. tidak akan bercampur antara keduanya. ini hanya berita. tidak didasari atas nalar kritis dan dalil epistemologi yang kuat.a |
|
rdiswd
said:
|
Berhati2lah Saudara-saudaraku, Berhati-hati dan teliti adalah anjuran Allah ketika kita mendengar suatu informasi atau berita.Jangan sampai kebodohan kita menyebabkan kita menjadi penebar fitnah. Jalan yang lurus atu jalan yang sesat adalah pilihan. Keduanya bisa milik siapa saja, baik sunni atau pun syiah. Kebodohan kita adalah bahwa dosa individu dinisbatkan kepada dosa kelompok. Terjadilah bencana fitnah antar kelompok. |
|
syalala
said:
|
... nyari enaknya aja... kenapa syiah gak bikin surga neraka sendiri? luar biasa, orang ngawur banyak pengikutnya konon lagi, pengikutnya pinter2.. memang udah kebalik ni jamannya |
|







