larger smaller reset

 

Revolusi Iran: Revolusi Buatan Amerika?

revolusi-iran

Pada tahun 1977, Brzezinski mempublikasikan pendapatnya kepada masyarakat umum bahwa berpegang teguh dengan Islam adalah suatu pertahanan (benteng) terhadap bahaya komunisme. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar “New York Times” setelah revolusi Iran, Brzezinski mengatakan bahwa Washington menyambut baik kekuatan Islam yang mulai muncul di Timur Tengah. Kekuatan Islam sebagai sebuah kekuatan ideologi akan melawan kekuatan-kekuatan yang ada di daerah (Timur Tengah), yang bisa saja kekuatan-kekuatan itu dijadikan penopang oleh Uni Soviet.

brezezinski
Zbignew Brezezinski
jody-powel
Jody Powell
Sekretaris Presiden Carter dan juga wartawan, Jody Powell mengulang lagi pendapat tersebut pada 7 November 1979, setelah tiga hari pengambilan (pemulangan) 53 orang sandera berkebangsaan Amerika di Teheran.

Dalam kenyataannya, meskipun sumber terpercaya mengatakan bahwa Brzezinski hampir tidak mengerti (tidak menguasai) situasi politik di Timur Tengah, tetapi dia sibuk dengan menggunakan agama, dan mazhab (aliran) agama sebagai alat politik. Dia sebelumnya telah dilatih oleh Yesuit di sebuah Universitas. Bahkan dia berkata bahwa dirinya adalah cermin cara berpikir orang-orang Yesuit, hingga dia dipromosikan untuk menduduki anggota kehormatan dalam keanggotaannya.

Brzezinski menyampaikan pidato di hadapan Majelis Politik Luar Negeri di Washington pada tanggal 20 Desember 1978. Ini merupakan pidato pertama yang isinya mengungkapkan tentang pemikiran strategis Amerika Serikat yang baru, dan secara khusus di dalamnya terfokus pada justifikasi terhadap kehadiran Amerika di Teluk.

Dalam Memorandum Presiden No 18 di musim panas tahun 1977. Presiden Carter memerintahkan agar dilakukan peninjauan ulang secara komprehensif terhadap posisi militer Amerika Serikat. Sedang Brzezinski memfokuskan pada teori perlunya sebuah aliansi dengan kekuatan-kekuatan perubahan baru, dan memperlihatkan sikap yang sangat ramah. Dalam hal ini, dia berkata:

the-grand-chessboardIHS“Keamanan nasional Amerika tergantung pada kemampuan untuk memberikan bimbingan positif bagi proses yang keras ini, seperti kewaspadaan terhadap politik dan gelombang revolusioner pembebasan. Ini berarti, harus bagi Amerika Serikat terlibat secara aktif dalam urusan dunia internasinal untuk meningkatkan hubungan dengan berbagai perkembangan, namun tetap komitmen terhadap perubahan yang positif saja. Sehingga apabila kita menciptakan rintangan-rintangan buatan untuk menghadapi perubahan dalam rangka mempertahankan status quo, maka kami akan menjauhkan diri kami saja, dan tidak melakukan sesuatu yang mengancam keamanan nasional kita”.

Dalam hal memuncaknya krisis perlawanan terhadap Syah, maka Brzezinski mengeluarkan pernyataan populer, yang di dalamnya dia mengatakan: “Sesungguhnya daerah krisis membentuk bulan sabit, yang terbentang mulai dari sebelah utara dan timur Afrika, melintasi Timur Tengah, Turki, Iran dan Pakistan”.

Dia menambahkan: “Bahwa fakta dalam hal ini adalah bagian dari dunia. Uni Soviet sedang mengendalikan permainan untuk menguasai sumber-sumber minyak di Teluk, di mana industri Barat sangat bergantung padanya”.

Ide tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Pada bulan Juli 1978, Brzezinski pernah mengajukan untuk mengkaji gagasan ini. Dimana dia yakin di samping dapat memanfaatkan organisasi-organisasi Yesuit, berbagai komunitas pendatang dari Eropa Timur, dan perkembangan industri kertas Cina di Asia, maka dapat juga dilakukan kerjasama dengan organisasi Islam untuk ikut membantu mengepung Uni Soviet melalui tentara perlawanan yang berideologi.

pahlevi
Sah Reza Pahlevi
carterj
Jimmy Carter
Selain itu, Amerika yakin, bahwa masyarakat kelas menengah telah menyatu dengan budaya Barat. Sehingga Amerika tidak takut bahwa mereka akan terpengaruh dengan komunisme. Tetapi Amerika memerlukan dukungan dari lapisan (kelompok) lain, yaitu dari elemen ekstremis dan kelompok anti pengaruh Soviet. Untuk menguasai dan mengontrol pikiran kelompok masyarakat kelas menengah, dapat dilakukan melalui media dan pola konsumsi. Sementara untuk menguasai dan mengontrol masyarakat golongan miskin, maka itu tidak dapat dilakukan tanpa peran tokoh-tokoh agama, meski mereka dianggap kelompok masyarakat kelas menengah, tetapi pada saat yang sama mereka dapat menguasai dan mengontrol masyarakat kelas dunia (kalangan bawah). Untuk itu sekarang sangat diperlukan pengabdian dari tokoh-tokoh agama.

Melihat peran penting tokoh-tokoh agama di Iran, maka dalam pandangan Brzezinski mereka adalah satu-satunya kelompok masyarakat di Iran yang siap untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan oposisi (penentangan), karena mereka memiliki sistem komunikasi yang telah maju dan memiliki fasilitas setempat, dalam bentuk lembaga keagamaan, seperti masjid, dan seperti juga lembaga (Irsyad Husainiyah) yang terkait erat dengan hal itu. Semua potensi itu mereka gunakan sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi penindasan dan kekejaman Syah.

Berdasarkan atas semua itu, maka pada bulan Desember 1978, yaitu pada waktu dimana gelombang pemberontakan (revolusi) melawan Syah semakin meningkat, Koordinator Komite Dewan Keamanan Nasional memutuskan secara rahasia untuk meningkatkan secara signifikan frekwensi penyiranan radio dan kerja badan intelijen Amerika dengan menggunakan bahasa Soviet yang digunakan di daerah-daerah Islam.

Putri (Asyraf), saudara perempuan Syah juga berkata: “Bahwa pada dekade 70-an berbagai media Barat mulai terbit dengan memperkuat (memfokuskan pemberitaan) masalah (revolusi Iran), serta kesalahan dan kebobrokan Syah—sehingga ia pantas bahkan harus dilengserkan. Dan ada sekitar enam puluh asosiasi dan majalah, di samping majalah dan surat kabar Amerika yang semuanya menerbitkan artikel yang menyerang Syah. Semua itu dikirim melalui pos kepada puluhan ribu orang Iran, baik yang tinggal di dalam maupun yang di luar Iran. Dan meskipun beberapa majalah dan surat kabar itu diterbitkan oleh profesional, namun tidak menutup kemungkinkan mereka menerima dana yang tidak sedikit hingga berhasil digiring untuk terlibat dalam perang dingin melawan Syah.

Imam_Khomeini_by_iHacker
Imam Khomeini
cia
CIA
Sungguh telah terbukti bahwa ada sejumlah informasi yang banyak mengenai sifat Khomeini dan tujuan-tujuan sebenarnya. Dan buku-bukunya ada di perpustakaan- perpustakaan yang ada disejumlah universitas di Amerika. Dan terdapat banyak peneliti kebangsaan Amerika di AS yang mengetahui isinya dengan baik. Profesor Marvin Zons dari Universitas Chicago yang telah berdiskusi panjang dengannya. Sedang isi diskusi secara rinci telah disampaikan kepada sejumlah pejabat Kementerian Negara segera setelah itu. Sang profesor, yang tidak lain adalah arsitek dari perang psikologis (urat saraf) terhadap Syah berkata bahwa ia menemukan dirinya di hadapan Khomeini seperti di depam orang yang tidak logis secara signifikan.

Apalagi, sejak Khomeini tinggal di villa kecil miliknya di daerah Nofal Le Chateau, di Paris, Khomeini menjadi orang yang punya hubungan erat dengan insan pers dan pertelevisian, namun pada saat yang sama dia menjadi subjek yang sedang diawasi secara terus-menerus oleh CIA, yang telah menyewa sebuah rumah dekat villa milik Khomeini.

Para Anggota Kedutaan Amerika Serikat biasa kontak (melakukan komunikasi) dengan penasihat Khomeini, seperti Bani Sadar, Sadik Quthub Zadah, dan Ibrahim Yazdi, yang memiliki paspor Amerika Serikat dan menikah dengan seorang perempuan Amerika. Bahkan dia adalah orang pertama yang dimanfaatkan untuk menjalankan gagasan revolusi di Iran, yaitu ketika dia membentuk organisasi mahasiswa Muslim di Amerika Serikat. Dan untuk itu dia memobilisir para siswa asal Iran maupun bukan. Dia juga menjadi penghubung antara para pejabat intelijen Amerika dengan Khomeini untuk mempersiapkan proses suksesi di Iran. Dia sudah tinggal di Amerika Serikat selama delapan tahun, sehingga istrinya, Surur—yang sudah menetap bersama keenam anaknya di kota Tonieton, Amerika—menolak untuk kembali ke Iran, atau menolak untuk melepaskan kewarganegaraan Amerikanya.

revolusi-iran1

Untuk semua itu, Amerika merasa sangat puas dengan gagasan negara agama (Republik Islam Iran), serta menyediakan berbagai fasilitas fisik dan informasi untuk mempermudah pengabdiannya kepada Amerika Serikat.

Terkait:

  1. Target Illuminati dan Commitee of 300
  2. Kenali Musuh Anda – Daftar Anggota "Komite 300"

Sumber: warofweekly.blogspot.com

Share/Save/Bookmark
Dibaca :5034 kali  

Komentar-Komentar  

jalan ahlul bait
Quote
 
0
Sudah dijawab akhi a. silahkan baca koment ana disini tgl 02 agustus 2014

http://www.akhirzaman.info/islam/syiah/2341-kesesatan-kesesatan-syiah-dan-kejahatan-kejahatannya-dalam-sejarah.html#comments

1. DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-1) (silahkan baca bag-1 s/d 9 dari atas kebawah membaca normal)

2. Tidak boleh mencela, mengecam dan merendahkan para sahabat sekalipun mereka dilaknat, murtad, bahkan dicampakan dalam neraka kata ulama suni!!! Doktrin sesat dan menyesatkan ( BAG-1) SILAHKAN BACA BAG-1 S/D 8 DARI ATAS KEBAWAH

Silahkan dibantah ditunggu
a
Quote
 
0
Pendapat Tentang Kafirnya Sekte Syiah

Kami tidak menghakimi. Tugas kami hanya
menyampaikan keterangan dan menunjukkan
bukti. Dan ternyata didapati, yang berpendapat
bahwa Syi’ah itu kafir adalah para Imam-Imam
Besar Islam, seperti: Imam Malik, Imam Ahmad,
Imam Bukhari dan lain-lain. Berikut ini beberapa
pendapat dan fatwa para ulama Islam mengenai
golongan Syi’ah Rafidhah yang disebut dengan
Itsna Asy’ariyah dan Ja’fariyah.

Pertama: Imam Malik
Al-Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar al
Marwadzi, ia berkata: “Saya mendengar Abu
Abdullah berkata, bahwa Imam Malik berkata:
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺍﺳﻢ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ :
ﻧﺼﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ
“Orang yang mencela shahabat-shahab at Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka ia tidak
termasuk dalam golongan Islam.”
(As Sunnah, milik al-Khalal: 2/557)
Ibnu katsir berkata saat menafsirkan firman
Allah Ta’ala:
ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣَﻌَﻪُ ﺃَﺷِﺪَّﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺗَﺮَﺍﻫُﻢْ
ﺭُﻛَّﻌًﺎ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐُﻮﻥَ ﻓَﻀْﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻧًﺎ ﺳِﻴﻤَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺛَﺮِ
ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺈِﻧْﺠِﻴﻞِ ﻛَﺰَﺭْﻉٍ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺷَﻄْﺄَﻩُ
ﻓَﺂَﺯَﺭَﻩُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻠَﻆَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻮﻗِﻪِ ﻳُﻌْﺠِﺐُ ﺍﻟﺰُّﺭَّﺍﻉَ ﻟِﻴَﻐِﻴﻆَ ﺑِﻬِﻢُ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ
ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓً ﻭَﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ
‏[ﺍﻟﻔﺘﺢ29/ ]
“ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-
orang yang bersama dengan Dia adalah keras
terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka
ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak
pada muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan
sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti
tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka
tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu
menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas
pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan
kekuatan orang-orang mukmin). Allah
menjanjikan kepada orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal yang saleh di antara
mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Beliau berkata: “Dari ayat ini, dalam satu riwayat
dari Imam Malik –rahmat Allah terlimpah
kepadanya-, beliau mengambil kesimpulan
tentang kekafiran Rafidhah yang membenci para
shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Beliau berkata:
“Karena mereka ini membenci para shahabat,
dan barangsiapa membenci para shahabat, maka
ia telah kafir berdasarkan ayat ini.” Pendapat ini
disepakati oleh segolongan ulama radhiyallahu
‘anhum.” (Tafsir Ibnu Katsir: 4/219)
Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata:
ﻟﻘﺪ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻓﻲ ﻣﻘﺎﻟﺘﻪ ﻭﺃﺻﺎﺏ ﻓﻲ ﺗﺄﻭﻳﻠﻪ ﻓﻤﻦ ﻧﻘﺺ ﻭﺍﺣﺪﺍً ﻣﻨﻬﻢ
ﺃﻭ ﻃﻌﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺘﻪ ﻓﻘﺪ ﺭﺩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺃﺑﻄﻞ ﺷﺮﺍﺋﻊ
ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ
“Sungguh sangat bagus ucapan Imam Malik itu
dan benar penafsirannya. Siapa pun yang
menghina seorang dari mereka (sahabat Nabi)
atau mencela periwayatannya, maka ia telah
menentang Allah, Tuhan alam semesta dan
membatalkan syari’at kaum Muslimin.” (Tafsir
al-Qurthubi: 16/297)

Kedua: Imam Ahmad
Banyak riwayat telah datang darinya dalam
mengafirkan golongan Syi’ah Rafidhah. Di
antaranya: Al-Khalal meriwayatkan dari Abu
Bakar al Marwadzi, ia berkata: “Aku bertanya
kepada Abu Abdillah tentang orang yang mencela
Abu Bakar, Umar, dan ‘Aisyah?” Beliau
menjawab,
ﻣﺎ ﺃﺭﺍﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ
“Aku tidak melihatnya di atas Islam.”
Al-Khalal berkata lagi: Abdul Malik bin Abdul
Hamid memberitakan kepadaku, ia berkata: Aku
mendengar Abu Abdillah berkata:
ﻣﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺧﺎﻑ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺮﻭﺍﻓﺾ
“Barang siapa mencela (sahabat Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam) maka aku khawatir ia menjadi
kafir seperti halnya orang-orang Rafidhah.”
Kemudian beliau berkata:
ﻣﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻻ ﻧﺄﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺪ ﻣﺮﻕ
ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ
“Barangsiapa mencela Shahabat Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam maka kami khawatir ia telah
keluar dari Islam (tanpa disadari).” (Al-Sunnah,
Al-Khalal: 2/557-558)
Al-Khalal berkata: Abdullah bin Ahmad bin
Hambal menyampaikan kepadaku, katanya:
“Saya bertanya kepada ayahku perihal seseorang
yang mencela salah seorang dari Shahabat Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Maka beliau
menjawab:
ﻣﺎ ﺃﺭﺍﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ
“Aku tidak melihatnya di atas Islam”.” (Al-
Sunnah, Al-Khalal: 2/558. Bacalah: Manaakib al
Imam Ahmad, oleh Ibnu Al-Jauzi, hal. 214)
Tersebut dalam kitab As Sunnah karya Imam
Ahmad, mengenai pendapat beliau tentang
golongan Rafidhah:
ﻫﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﺒﺮﺃﻭﻥ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻳﺴﺒﻮﻧﻬﻢ
ﻭﻳﻨﺘﻘﺼﻮﻧﻬﻢ ﻭﻳﻜﻔﺮﻭﻥ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺇﻻ ﺃﺭﺑﻌﺔ : ﻋﻠﻲ ﻭﻋﻤﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺩ ﻭﺳﻠﻤﺎﻥ
ﻭﻟﻴﺴﺖ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻣﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ
“Mereka itu adalah golongan yang menjauhkan
diri dari shahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam dan mencelanya, menghinanya serta
mengkafirkannya kecuali hanya empat orang saja
yang tiada mereka kafirkan, yaitu: Ali, Ammar,
Miqdad dan Salman. Golongan Rafidhah ini
sama sekali bukan Islam.” (Al-Sunnah, milik
Imam Ahmad: 82)
Ibnu Abdil Qawiy berkata: “Adalah imam Ahmad
mengafirkan orang yang berlepas diri dari mereka
(yakni para sahabat) dan orang yang mencela
‘Aisyah Ummul Mukminin serta menuduhnya
dengan sesuatu yang Allah telah membebaskan
darinya, seraya beliau membaca:
ﻳَﻌِﻈُﻜُﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻌُﻮﺩُﻭﺍ ﻟِﻤِﺜْﻠِﻪِ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻣُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
“Allah menasehati kamu, agar kamu jangan
mengulang hal seperti itu untuk selama-
lamanya, jika kamu benar-benar beriman.” (QS.
Al-Nuur: 17. Dinukil dari Kitab Maa Dhahaba
Ilaihi al-Imam Ahmad: 21)

Ketiga: Imam Al Bukhari (wafat tahun 256 H)
Beliau berkata:
ﻣﺎ ﺃﺑﺎﻟﻲ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﺠﻬﻤﻲ ﻭﺍﻟﺮﺍﻓﻀﻲ ، ﺃﻡ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ
ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻭﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﺩﻭﻥ ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻛﺤﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﺸﻬﺪﻭﻥ ﻭﻻ
ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ
“Bagi saya sama saja, apakah aku shalat di
belakang seorang Jahmi (beraliran Jahmiyah)
atau seorang Rafidzi (beraliran Syi’ah Rafidhah),
atau aku shalat dibelakang Imam Yahudi atau
Nashrani. Dan (seorang muslim) tidak boleh
memberi salam kepada mereka, mengunjungi
mereka ketika sakit, kawin dengan mereka,
menjadikan mereka sebagai saksi dan memakan
sembelihan mereka.” (Khalqu Af’al al-Ibad: 125)

Keempat: Abdurrahman bin Mahdi
Imam al-Bukhari berkata: Abdurrahman bin
Mahdi berkata: “Keduanya adalah agama
tersendiri, yakni Jahmiyah dan Rafidhah
(Syi’ah).” (Khalqu Af’al al-Ibad: 125)
Kelima: Al-Faryabi
Al-Khalal meriwayatkan, ia berkata: “Telah
menceritakan kepadaku Harb bin Ismail al-
Kirmani, ia berkata: “Musa bin Harun bin Zayyad
menceritakan kepada kami, ia berkata: “Saya
mendengar al-Faryabi dan seseorang yang
bertanya kepadanya tentang orang yang mencela
Abu Bakar. Jawabnya: “Dia Kafir.” Lalu ia
berkata: “Apakah orang semacam itu boleh
dishalatkan jenazahnya?” Jawabnya: “Tidak.”
Dan aku bertanya pula kepadanya: “Apa yang
dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga
telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah?”
Jawabnya: “Jangan kamu sentuh (Jenazahnya)
dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat
dengan kayu sampai kamu menurunkan ke liang
lahatnya.” (al-Sunnah, milik al-Khalal: 2/566)

Keenam: Ahmad bin Yunus
Kunyahnya adalah Ibnu Abdillah. Ia dinisbatan
kepada datuknya, yaitu salah seorang Imam
(tokoh) As-Sunnah. Beliau termasuk penduduk
Kufah, tempat tumbuhnya golongan Rafidhah.
Beliau menceritakan perihal Rafidhah dengan
berbagai macam alirannya. Ahmad bin Hambal
telah berkata kepada seseorang: “Pergilah anda
kepada Ahmad bin Yunus, karena dialah seorang
Syeikhul Islam.”
Para ahli Kutubus Sittah telah meriwayatkan
Hadits dari beliau. Abu Hatim berkata: “Beliau
adalah orang kepercayaan lagi kuat hafalannya”.
Al-Nasaai berkata: “Dia adalah orang
kepercayaan.” Ibnu Sa’ad berkata: “Dia adalah
seorang kepercayaan lagi jujur, seorang Ahli
Sunnah wal Jama’ah.” Ibnu Hajar menjelaskan,
bahwa Ibnu Yunus telah berkata: “Saya pernah
datang kepada Hammad bin Zaid, saya minta
kepada beliau supaya mendiktekan kepadaku
sesuatu hal tentang kelebihan Utsman.
Jawabnya: “Anda ini siapa?” Saya jawab:
“Seseorang dari negeri Kufah.” Lalu ia berkata:
“Seorang Kufah menanyakan tentang kelebihan-
kelebihan Utsman. Demi Allah, aku tidak akan
menyampaikannya kepada Anda, kalau Anda
tidak mau duduk sedangkan aku tetap berdiri!”
Beliau wafat tahun 227 H. (Tahdzibut Tahdzib,
1:50, Taqribut Tahdzib, 1:29).
Beliau (Ahmad bin Yunus) rahimahullah berkata,
ﻟﻮ ﺃﻥ ﻳﻬﻮﺩﻳﺎً ﺫﺑﺢ ﺷﺎﺓ ، ﻭﺫﺑﺢ ﺭﺍﻓﻀﻲ ﻷﻛﻠﺖ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩﻱ ، ﻭﻟﻢ ﺁﻛﻞ
ﺫﺑﻴﺤﺔ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﻲ ﻷﻧﻪ ﻣﺮﺗﺪ ﻋﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡ
“Seandainya saja seorang Yahudi menyembelih
seekor kambing dan seorang Rafidhi (Syi’i) juga
menyembelih seekor kambing, niscaya saya
hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku
tidak mau makan sembelihan si Rafidhi. Karena
dia telah murtad dari Islam.” (Al-Sharim al-
Maslul, Ibnu Taimiyah: 57)

Ketujuh: Al-Qadhi Abu Ya’la
Beliau berkata, “Adapun Rafidhah, maka hukum
terhadap mereka . . . sesungguhnya mengafirkan
para sahabat atau menganggapnya fasik, yang
berarti mesti masuk neraka, maka orang
semacam ini adalah kafir.” (Al Mu’tamad, hal.
267)
. . sesungguhnya mengafirkan para sahabat atau
menganggapnya fasik, yang berarti mesti masuk
neraka, maka orang semacam ini adalah kafir. . .
Sementara Rafidhah (Syi’ah) sebagaimana
terbukti di dalam pokok-pokok ajaran mereka
adalah orang-orang yang mengkafirkan sebagian
besar Shahabat Nabi. Silahkan baca kembali
tulisan yang telah kami posthing:
Kitab Syi’ah Melaknat dan Mengafirkan Abu
Bakar, Umar dan ‘Aisyah

Kedelapan: Ibnu Hazam al-Zahiri
Beliau berkata: “Pendapat mereka (Yakni
Nashrani) yang menuduh bahwa golongan
Rafidhah (Syi’ah) merubah Al-Qur’an, maka
sesungguhnya golongan Syi’ah Rafidhah bukan
termasuk bagian kaum muslimin. Karena
golongan ini muncul pertama kalinya setelah dua
puluh lima tahun dari wafatnya Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Syi’ah Rafidhah
adalah golongan yang mengikuti langkah-
langkah Yahudi dan Nashrani dalam melakukan
kebohongan dan kekafiran.” (Al-fashl fi al-Milal
wa al-Nihal: 2/213)[ii]
Beliau berkata: “Salah satu pendapat golongan
Syi’ah Imamiyah, baik yang dahulu maupun
sekarang ialah Al-Qur’an itu sesungguhnya telah
diubah.”
Kemudian beliau berkata: “Orang yang
berpendapat, bahwa Al Qur’an ini telah diubah
adalah benar-benar kafir dan men-dustakan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.(Al
Fashl: 5/40)
Beliau berkata: “Tidak ada perbedaan pendapat
di kalangan semua kelompok umat Islam Ahlus
Sunnah, Mu’tazilah, Murji’ah, Zaidiyah, bahwa
adalah wajib berpegang kepada Al Qur’an yang
biasa kita baca ini ” Dan hanya golongan Syi’ah
ekstrim sajalah yang menyalahi sikap ini. Dengan
sikapnya itu mereka menjadi kafir lagi musyrik,
menurut pendapat semua penganut Islam. Dan
pendapat kita sama sekali tidak sama dengan
mereka (Syi’ah). Pendapat kita hanyalah sejalan
dengan sesama pemeluk agama kita.” (Al Ihkam
Fii Ushuuli Ahkaam: 1/96)
Beliau berkata pula: “Ketahuilah, sesungguhnya
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak
pernah menyembunyikan satu kata pun atau
satu huruf pun dari syariat Ilahi. Saya tidak
melihat adanya keistimewaan pada manusia
tertentu, baik anak perempuannya atau
keponakan laki-lakinya atau istrinya atau
shahabatnya, untuk mengetahui sesuatu syariat
yang disembunyikan oleh Nabi terhadap bangsa
kulit putih, atau bangsa kulit hitam atau
penggembala kambing. Tidak ada sesuatu pun
rahasia, perlambang ataupun kata sandi di luar
apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah
kepada umat manusia. Sekiranya Nabi
menyembunyikan sesuatu yang harus
disampaikan kepada manusia, berarti beliau
tidak menjalankan tugasnya. Barang siapa
beranggapan semacam ini, berarti ia kafir. (Al
Fashl, 2:274-275)
Orang yang berkeyakinan semacam ini dikafirkan
oleh Ibnu Hazm. Dan keyakinan semacam ini
dipegang oleh Syi’ah Itsna Asy’ariyah. Pendapat
ini dikuatkan oleh guru-guru beliau pada
masanya dan para ulama sebelumnya.



4 IMAM MADZHAB
sikap Abu Hanifah terhadap sekte ini:
ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ ﺃﻥ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺃﺣﺪ ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ
ﻭﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﺤﺎﻭﻱ ﻓﻲ ﻋﻘﻴﺪﺗﻪ ﻛﻔﺮ ﺳﺎﺏ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ ، ﻓﺘﺎﻭﻯ
ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ 2/590 ‏) . ﻭﻗﺪ ﺫﻛﺮ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺃﻥ ﺳﺐ ﺍﻟﺸﻴﺨﻴﻦ
ﻛﻔﺮ ﻭﻛﺬﺍ ﺇﻧﻜﺎﺭ ﺇﻣﺎﻣﺘﻬﻤﺎ ." ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮ ﻳﻮﺳﻒ ﺻﺎﺣﺐ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻳﻘﻮﻝ :
" ﻻ ﺃﺻﻠﻲ ﺧﻠﻒ ﺟﻬﻨﻤﻲ ﻭﻻ ﺭﺍﻓﻀﻲ ﻭﻻ ﻗﺪﺭﻱ . ﺍﻧﻈﺮ ﺷﺮﺡ ﺃﺻﻮﻝ
ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﺍﻟﻼﻟﻜﺎﺋﻲ 4 / 733
Imam As-Subki menyebutkan bahwa madzhab
Abu Hanifah dan salah satu pendapat syafi’I
dan yang lahir dari Ath-Thahawi dalam
akidahnya adalah kekufuran orang yang
mencela Abu Bakar. (Fatawa As-Subki 2/590)
Dan Imam As-Subki juga menyebutkan bahwa
mencela asy-syaikhani (Abu Bakar dan
Umar)adalah kekufuran, demikian pula jika
mengingkari kepemimpinan mereka berdua. “
Dan Abu Yusuf, sahabat Abu Hanifah berkata,
“Aku tidak shalat di belakang penganut
jahmiyyah dan tidak pula syiah rafidhah dan
juga qadariyyah (pengingkar takdir). “ lihat
Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah
karya Imam Al-Lalika’i.

Pernyataan Imam Abu Hanifah rahimahullah

ﺃَﺻْﻞُ ﻋَﻘِﻴﺪَﺓِ ﺍﻟﺸِّﻴﻌَﺔِ : ﺗَﻀْﻠِﻴﻞُ ﺍﻟﺼَّﺤَﺎﺑَﺔِ، ﺭِﺿْﻮَﺍﻥُ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ
Landasan akidah Syi’ah adalah menyesatkan para
sahabat ridhwanullah ‘alaihim.
Pernyataan ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari
Abu Hanifah rahimahullah .


Pernyataan Imam Malik bin Anas rahimahullah

Kemudian al-Imam Malik berkata: “Barang siapa
yang ada pada hatinya kedengkian (benci
ataupun marah-pen) terhadap para sahabat
Muhammad ‘ alaihissalam maka ayat ini (surat al-
fath ayat 29-pen) telah mengenainya.” (as-
Sunnah karya al-Khallal no. 765 versi al-
Maktabah asy-Syamilah)

Pernyataan Imam asy-Syafi’i rahimahullah

ﻟَﻢْ ﺃَﺭَ ﺃَﺣَﺪﺍً ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﺄَﻫْﻮَﺍﺀِ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺑِﺎﻟﺰُّﻭﺭِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺍﻓِﻀَﺔِ
Aku belum pernah melihat suatu kaum yang
paling berani bersaksi dengan kedustaan melebihi
Rafidhah.
Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul
Auliya’.

Pernyataan Imam Ahmad rahimahullah

Siapakah Rafidhah itu?
Al-Imam Ahmad menjawab:
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸْﺘُﻢُ ﻭَﻳَﺴُﺐُّ ﺃَﺑَﺎ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺣِﻤَﻬُﻤَﺎ ﺍﻟﻠﻪ
Orang yang mencela Abu Bakar dan Umar
rahimahumallah. (as-Sunnah karya al-khallal:
787)
ﻣَﻦْ ﺷَﺘَﻢَ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮَ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟﺮَّﻭَﺍﻓِﺾِ ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣَﻦْ ﺷَﺘَﻢَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏَ
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟَﺎ ﻧَﺄْﻣَﻦُ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻗَﺪْ ﻣَﺮَﻕَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ
Barang siapa yang mencela (sahabat Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka aku aku
mengkhawatirkan kekafiran padanya seperti
kalangan Rafidhah. Kemudian berkata lagi:
Barang siapa yang mencela sahabat Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kita
khawatirkan ia telah keluar dari agama. (as-
Sunnah karya al-Khallal: 790)
Pernah disampaikan kepada al-Imam Ahmad
tentang orang yang mencela Utsman bin ‘Affan
radhiyallahu ‘anhu , maka beliau menjawab:
ﻫﺬﻩ ﺯَﻧْﺪَﻗَﺔ
Ini adalah zindiq. (as-Sunnah karya al-Khallal:
791)
Kemudian al-Khallal mendengar langsung dari
Abdullah bin Ahmad bin Hambal:
“Aku bertanya kepada ayahku tentang orang yang
mencela salah seorang sahabat Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau (al-Imam
Ahmad) menjawab:
ﻣَﺎ ﺃَﺭَﺍﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ
Aku memandangnya tidak di atas Islam. (as-
Sunnah karya al-Khallal: 792)
Al-Imam Ahmad mengatakan:
ﻣَﻦْ ﺗﻨﻘﺺ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﻨْﻄَﻮِﻱ
ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻠِﻴَّﺔ ، ﻭَﻟَﻪُ ﺧَﺒِﻴﺌَﺔُ ﺳُﻮﺀٍ ، ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺼَﺪَ ﺇِﻟَﻰ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ
ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Barang siapa yang merendahkan salah seorang
sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
maka tidaklah ia akan terguling kecuali di atas
musibah (kesulitan dan kesempitan). Dan ada
padanya sesuatu keburukan yang tersembunyi,
yaitu ketika yang ia tuju (dengan celaanya itu-
pen) adalah orang-orang terbaik, yaitu mereka
adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam. (as-Sunnah karya al-Khallal: 763)



PARA ULAMA’ AHLUSSUNNAH
termasuk ke 4 imam mazhab Islam yang diakui ummat Islam
di dunia .

INILAH Sikap Ulama Islam terhadap Agama
Syi’ah :

1.) Imam ‘Alqamah bin Qais An-Nakha’iy
rahimahulllâh (W. 62 H)
Beliau berkata,
ﻟﻘﺪ ﻏﻠﺖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ ﻓﻲ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻛﻤﺎ ﻏﻠﺖ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻲ
ﻋﻴﺴﻰ ﺑﻦ ﻣﺮﻳﻢ
“Sungguh kaum Syi’ah ini telah berlaku ekstrem
terhadap ‘Ali radhiyallâhu ‘anhû sebagaimana
kaum Nashara berlaku ekstrem terhadap Isa bin
Maryam.”
–. [Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad
dalam As-Sunnah 2/548]

2.) Imam ‘Amr bin Syarâhîl Asy-Sya’by Al-Kûfy
rahimahulllâh (W. 105 H)
Beliau bertutur,
ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﻗﻮﻣﺎً ﺃﺣﻤﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ
“Saya tidak pernah melihat suatu kaum yang
lebih dungu daripada kaum Syi’ah.”
–. [Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad
dalam As-Sunnah 2/549, Al-Khallâl dalam As-
Sunnah 1/497, dan Al-Lâlakâ`iy dalam Syarh
Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wa Al-Jam’âh
7/1461]
Beliau juga bertutur,
ﻧﻈﺮﺕ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻭﻛﻠﻤﺖ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﻓﻠﻢ ﺃﺭ ﻗﻮﻣﺎً ﺃﻗﻞ ﻋﻘﻮﻻً ﻣﻦ
ﺍﻟﺨﺸﺒﻴﺔ
“Saya melihat kepada pemikiran-pemik iran sesat
ini, dan Saya telah berbicara dengan
penganutnya. Saya tidak melihat bahwa ada
suatu kaum yang akalnya lebih pendek daripada
kaum (Syi’ah) Al-Khasyabiyah.”
–. [Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad
dalam As-Sunnah 2/548]

3.) Imam Thalhah bin Musharrif rahimahulllâh
(W. 112 H)
Beliau berkata,
ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻻ ﺗﻨﻜﺢ ﻧﺴﺎﺅﻫﻢ، ﻭﻻ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ، ﻷﻧﻬﻢ ﺃﻫﻞ ﺭﺩﺓ
“(Kaum Syi’ah) Rafidhah tidak boleh menikahi
kaum perempuan mereka dan tidak boleh
memakan daging-daging sembelihannya karena
mereka adalah kaum murtad.”
–. [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al-
Ibânah Ash-Shughrâ` hal. 161]

4.) Imam Abu Hanîfah Muhammad bin An-
Nu’mân rahimahulllâh (W. 150 H)
Beliau berucap,
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﺗﻔﻀﻞ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﻠﻴﺎً ﻭﻋﺜﻤﺎﻥ ﻭﻻ ﺗﻨﺘﻘﺺ ﺃﺣﺪﺍً ﻣﻦ
ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
“Al-Jamâ’ah adalah (berarti) engkau
mengutamakan Abu Bakar, Umar, Ali, dan
Ustman, serta janganlah engkau mencela
seorang pun shahabat Rasulullah shallallâhu
‘alaihi wa sallam.
–. [Al-Intiqâ` Fî Fadhâ`il Ats-Tsalâtsah Al-
A`immah Al-Fuqahâ` hal. 163]

5.) Imam Mis’ar bin Kidâm rahimahulllâh (W.
155 H)
Imam Al-Lâlakâ`iy meriwayatkan bahwa Mis’ar
bin Kidâm dijumpai seorang lelaki dari kaum
Rafidhah, kemudian orang tersebut
membicarakan sesuatu dengannya, tetapi
kemudian Mis’ar berkata,
ﺗﻨﺢ ﻋﻨﻲ ﻓﺈﻧﻚ ﺷﻴﻄﺎﻥ
“Menyingkirlah dariku. Sesungguhnya engkau
adalah syaithan.”
–. [Syarh Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wal
Jamâ’ah 8/1457]

6.) Imam Sufyân bin Abdillah Ats-Tsaury
rahimahulllâh (W. 161 H)
Muhammad bin Yusuf Al-Firyâby menyebut
bahwa beliau mendengar Sufyân ditanya oleh
seorang lelaki tentang pencela Abu Bakr dan
Umar, Sufyân pun menjawab,
ﻛﺎﻓﺮ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ
“(Pencela itu) adalah kafir kepada Allah Yang
Maha Agung.”
Orang tersebut bertanya, “(Bolehkah) Kami
menshalatinya?”
(Sufyân) menjawab,
ﻻ، ﻭﻻ ﻛﺮﺍﻣﺔ
“Tidak. Tiada kemuliaan baginya.”
Kemudian beliau ditanya, “Lâ Ilâha Illallâh.
Bagaimana kami berbuat terhadap jenazahnya ?”
Beliau menjawab,
ﻻ ﺗﻤﺴﻮﻩ ﺑﺄﻳﺪﻳﻜﻢ، ﺍﺭﻓﻌﻮﻩ ﺑﺎﻟﺨﺸﺐ ﺣﺘﻰ ﺗﻮﺍﺭﻭﻩ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ
“Janganlah kalian menyentuhnya dengan
tangan-tangan kalian. Angkatlah (jenazah itu)
dengan kayu hingga kalian menutup kuburnya.”
–. [Disebutkan oleh Adz-Dzahaby dalam Siyar
A’lâm An-Nubalâ` 7/253]

7.) Imam Malik bin Anas rahimahulllâh (W. 179
H)
Beliau bertutur,
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺳﻬﻢ،
ﺃﻭﻗﺎﻝ ﻧﺼﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ
“Orang yang mencela shahabat Nabi shallallâhu
‘alaihi wa sallam tidaklah memiliki saham atau
bagian apapun dalam keislaman.”
–. [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah hal. 162
dan Al-Khatsûl dalam As-Sunnah 1/493]
Asyhab bin Abdul Aziz menyebutkan bahwa
Imam Malik ditanya tentang Syi’ah Rafidhah
maka Imam Malik menjawab,
ﻻ ﺗﻜﻠﻤﻬﻢ ﻭﻻ ﺗﺮﻭ ﻋﻨﻬﻢ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻳﻜﺬﺑﻮﻥ
“Janganlah kalian meriwayatkan hadits dari
mereka. Sesungguhnya mereka itu sering
berdusta.”
–. [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al-
Ibânah Al-Kubrâ` sebagaimana dalam Minhâj
As-Sunnah karya Ibnu Taimiyah 1/61]

8.) Imam Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim
rahimahulllâh (W.182 H)
Beliau berkata,
ﻻ ﺃﺻﻠﻲ ﺧﻠﻒ ﺟﻬﻤﻲ، ﻭﻻ ﺭﺍﻓﻀﻲ، ﻭﻻ ﻗﺪﺭﻱ
“Saya tidak mengerjakan shalat di belakang
seorang Jahmy (penganut Jahmiyah), Râfidhy
(penganut paham Syi’ah Rafidhah), dan Qadary
(penganut paham Qadariyah).”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Lâlakâ`iy dalam Syarh
Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wa Al-Jamâ’ah
4/733]

9.) Imam Abdurrahman bin Mahdi rahimahulllâh
(W. 198 H)
Beliau berucap,
ﻫﻤﺎ ﻣﻠﺘﺎﻥ : ﺍﻟﺠﻬﻤﻴﺔ، ﻭﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ
“Ada dua agama (yang bukan Islam, -pent.),
yaitu Jahmiyah dan Rafidhah.”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dalam Khalq
Af’âl Al-‘Ibâd hal.125]

10.) Imam Muhammad bin Idris Asy-Syâfi’iy
rahimahulllâh (W. 204 H)
Beliau berkata,
ﻟﻢ ﺃﺭ ﺃﺣﺪﺍً ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ، ﺃﻛﺬﺏ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻋﻮﻯ، ﻭﻻ ﺃﺷﻬﺪ ﺑﺎﻟﺰﻭﺭ ﻣﻦ
ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ
“Saya tidak pernah melihat seorang pun
penganut hawa nafsu yang lebih dusta dalam
pengakuan dan lebih banyak bersaksi palsu
melebihi Kaum Rafidhah.”
–. [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al-
Ibânah Al-Kubrâ` 2/545 dan Al-Lâlakâ`iy dalam
Syarh Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wa Al-Jamâ’ah
8/1457]

11.) Imam Yazîd bin Harun rahimahulllâh (W.
206 H)
Beliau berkata,
ﻳﻜﺘﺐ ﻋﻦ ﻛﻞ ﺻﺎﺣﺐ ﺑﺪﻋﺔ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺩﺍﻋﻴﺔ ﺇﻻ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻳﻜﺬﺑﻮﻥ
“Boleh mencatat (hadits) dari setiap penganut
bid’ah yang menyeru kepada bid’ahnya, kecuali
(Syi’ah) Rafidhah karena mereka sering
berdusta.”
–. [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al-
Ibânah Al-Kubrâ` sebagaimana dalam Minhâj
As-Sunnah 1/60 karya Ibnu Taimiyah]

12.) Imam Muhammad bin Yusuf Al-Firyaby
rahimahulllâh (W. 212 H)
Beliau berkata,
ﻣﺎ ﺃﺭﻯ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻭﺍﻟﺠﻬﻤﻴﺔ ﺇﻻ ﺯﻧﺎﺩﻗﺔ
“Saya tidak memandang kaum Rafidhah dan
kaum Jahmiyah, kecuali sebagai orang-orang
zindiq.”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Lâlakâ`iy dalam Syarh
Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wa Al-Jamâ’ah
8/1457]

13.) Imam Al-Humaidy, Abdullah bin Az-Zubair
rahimahulllâh (W. 219 H)
Setelah menyebutkan kewajiban mendoakan
rahmat bagi para shahabat, beliau berkata,
ﻓﻠﻢ ﻧﺆﻣﺮ ﺇﻻ ﺑﺎﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﻟﻬﻢ، ﻓﻤﻦ ﻳﺴﺒﻬﻢ، ﺃﻭ ﻳﻨﺘﻘﺼﻬﻢ ﺃﻭ ﺃﺣﺪﺍً ﻣﻨﻬﻢ،
ﻓﻠﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﻨﺔ، ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺊ ﺣﻖ
“Kita tidaklah diperintah, kecuali memohonkan
ampunan bagi (para shahabat). Siapa saja yang
mencerca mereka atau merendahkan mereka
atau salah seorang di antara mereka, dia
tidaklah berada di atas sunnah dan tidak ada
hak apapun baginya dalam fâ`i.”
–. [Ushûl As-Sunnah hal.43]

14.) Imam Al-Qâsim bin As-Sallam rahimahulllâh
(W. 224 H)
Beliau berkata,
ﻋﺎﺷﺮﺕ ﺍﻟﻨﺎﺱ، ﻭﻛﻠﻤﺖ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﻼﻡ، ﻭﻛﺬﺍ، ﻓﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻭﺳﺦ ﻭﺳﺨﺎً، ﻭﻻ
ﺃﻗﺬﺭ ﻗﺬﺭﺍً، ﻭﻻ ﺃﺿﻌﻒ ﺣﺠﺔ، ﻭﻻ ﺃﺣﻤﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ …
“Saya telah hidup dengan seluruh manusia. Saya
telah berbicara dengan ahli kalam dan …
demikian. Saya tidak melihat ada yang lebih
kotor, lebih menjijikkan, argumennya lebih lemah,
dan lebih dungu daripada kaum Rafidhah ….”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl dalam As-
Sunnah 1/499]

15.) Imam Ahmad bin Yunus rahimahulllâh (W.
227 H)
Beliau berkata,
ﺇﻧﺎ ﻻ ﻧﺄﻛﻞ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﺭﺟﻞ ﺭﺍﻓﻀﻲ، ﻓﺈﻧﻪ ﻋﻨﺪﻱ ﻣﺮﺗﺪ
“Sesungguhnya kami tidaklah memakan
sembelihan seorang Syi’ah Rafidhah karena dia,
menurut Saya, adalah murtad.”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Lâlakâ`iy dalam Syarh
Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wa Al-Jamâ’ah
8/459]

16.) Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulllâh (W.
241 H)
Banyak riwayat dari beliau tentang celaan
terhadap kaum Rafidhah. Di antaranya adalah :
Beliau ditanya tentang seorang lelaki yang
mencela seorang shahabat Nabi shallallâhu
‘alaihi wa sallam maka beliau menjawab,
ﻣﺎ ﺃﺭﺍﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ
“Saya tidak memandang bahwa dia di atas
(agama) Islam.” [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl
dalam As-Sunnah 1/493]
Beliau juga ditanya tentang pencela Abu Bakr,
Umar, dan Aisyah maka beliau menjawab, “Saya
tidak memandang bahwa dia di atas (agama)
Islam.”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl dalam As-
Sunnah 1/493]
Beliau ditanya pula tentang orang yang
bertetangga dengan (Syi’ah) Rafidhah yang
memberi salam kepada orang itu. Beliau
menjawab.
ﻻ، ﻭﺇﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻻ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ
“Tidak (dijawab). Bila (orang Syi’ah) itu memberi
salam kepada (orang) itu, janganlah dia
menjawab (salam) tersebut.”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl dalam As-
Sunnah 1/494]

17.) Imam Al-Bukhâry, Muhammad bin Ismail
rahimahulllâh (W. 256 H)
Beliau berkata,
ﻣﺎ ﺃﺑﺎﻟﻲ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﺠﻬﻤﻲ ﻭﺍﻟﺮﺍﻓﻀﻲ، ﺃﻡ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ
ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻭﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻭﻻ ﻳﻌﺎﺩﻭﻥ، ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻛﺤﻮﻥ، ﻭﻻ ﻳﺸﻬﺪﻭﻥ،
ﻭﻻ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ
“Saya tidak peduli. Baik Saya melaksanakan
shalat di belakang Jahmy dan Rafidhy maupun
Saya mengerjakan shalat di belakang orang-
orang Yahudi dan Nashara, (ketidakbolehannya
sama saja). (Seseorang) tidak boleh menjenguk
mereka, menikahi mereka, dan bersaksi untuk
mereka.”
–. [Khalq Af’âl Al-‘Ibâd hal. 125]

18.) Imam Abu Zur’ah Ar-Râzy, Ubaidullah bin
Abdil Karim rahimahulllâh (W. 264 H)
Beliau berkata, “Apabila engkau melihat seorang
lelaki yang merendahkan seorang shahabat
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam,
ketahuilah bahwa dia adalah zindiq. Hal itu
karena, di sisi Kami, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi
wa sallam adalah benar dan Al-Qur`an adalah
benar. Sesungguhnya, penyampai Al-Qur`an ini
dan hadits-hadits adalah para shahabat
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Orang
Syi’ah yang mencela shahabat) hanya ingin
mempercacat saksi-saksi Kita untuk
menghasilkan Al-Kitab dan Sunnah, Celaan
terhadap (kaum pencela itu) adalah lebih pantas
dan mereka adalah para zindiq.”
–. [Diriwayatkan oleh Al-Khâtib dalam Al-
Kifâyah hal. 49]

19.) Imam Abu Hâtim Ar-Râzy, Muhammad bin
Idris rahimahulllâh (W. 277 H)
Ibnu Abi Hâtim bertanya kepada ayahnya, Abu
Hâtim, dan kepada Abu Zur’ah tentang madzhab
dan aqidah Ahlus Sunnah maka Abu Hâtim dan
Abu Zur’ah menyebut pendapat yang disepakati
oleh para ulama itu di berbagai negeri. Di antara
perkataan mereka berdua adalah bahwa kaum
Jahmiyah adalah kafir, sedang kaum Rafidhah
telah menolak keislaman.
–. [Diriwayatkan oleh Al-Lâlakâ`iy dalam Syarh
Ushûl I’tiqâd Ahlis Sunnah Wa Al-Jam’âh 1/178]

20.) Imam Al-Hasan bin Ali bin Khalaf Al-
Barbahary rahimahulllâh (W. 329 H)
Beliau berkata,
ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻛﻠﻬﺎ ﺭﺩﻳﺔ، ﺗﺪﻋﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻴﻒ، ﻭﺃﺭﺩﺅﻫﺎ ﻭﺃﻛﻔﺮﻫﺎ
ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ، ﻭﺍﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ، ﻭﺍﻟﺠﻬﻤﻴﺔ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻳﺮﻳﺪﻭﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻌﻄﻴﻞ
ﻭﺍﻟﺰﻧﺪﻗﺔ
“Ketahuilah bahwa seluruh pemikiran sesat
adalah menghancurkan, mengajak kepada
kudeta. Yang paling hancur dan paling kafir di
antara mereka adalah kaum Rafidhah,
Mu’tazilah, Jahmiyah. Sesungguhnya mereka
menghendaki manusia untuk melakukan ta’thîl
dan kezindiqan.”
–. [Syarh As-Sunnah hal. 54]

21.) Imam Umar bin Syâhin rahimahulllâh (W.
385 H)
Beliau berkata, “Sesungguhnya, sebaik-baik
manusia setelah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa
sallam adalah Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali
‘alaihimus salâm, serta sesungguhnya seluruh
shahabat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam
adalah orang-orang pilihan lagi baik.
Sesungguhnya Saya beragama kepada Allah
dengan mencintai mereka semua, dan
sesungguhnya Saya berlepas diri dari siapa saja
yang mencela, melaknat, dan menyesatkan
mereka, menganggap mereka berkhianat, serta
mengafirkan mereka …, dan sesungguhnya Saya
berlepas diri dari semua bid’ah berupa
Qadariyah, Murji’ah, Rafidhah, Nawâshib, dan
Mu’tazilah.”
–. [Al-Lathîf Li Syarh Madzâhib Ahlis Sunnah
hal. 251-252]

22.) Imam Ibnu Baththah rahimahulllâh (W. 387
H)
Beliau bertutur, “Adapun (Syi’ah) Rafidhah,
mereka adalah manusia yang paling banyak
berselisih, berbeda, dan saling mencela. Setiap di
antara mereka memilih madzhab tersendiri untuk
dirinya, melaknat penyelisihnya, dan mengafirkan
orang yang tidak mengikutinya. Seluruh dari
mereka menyatakan bahwa tidak (sah)
melaksanakan shalat, puasa, jihad, Jum’at, dua
Id, nikah, talak, tidak pula jual-beli, kecuali
dengan imam, sedang barangsiapa yang tidak
memiliki imam, tiada agamanya baginya, dan
barangsiapa yang tidak mengetahui imamnya,
tiada agama baginya …. Andaikata bukan karena
pengutamaan penjagaan ilmu, yang perkaranya
telah Allah tinggikan dan kedudukannya telah
Allah muliakan, dan penyucian ilmu terhadap
percampuran najis-najis penganut kesesatan
serta keburukan pendapat-pendap at dan
madzhab mereka, yang kulit-kulit merinding
menyebutkannya, jiwa merintih
mendengarkannya, dan orang-orang yang berakal
membersihkan ucapan dan pendengaran mereka
dari ucapan-ucapan bid’ah tersebut, tentulah
Saya akan menyebutkan (kesesatan Rafidhah)
yang akan menjadi pelajaran bagi orang-orang
yang ingin mengambil pelajaran.”
–. [Al-Ibânah Al-Kubrâ` hal. 556]

23.) Imam Al-Qahthâny rahimahulllâh (W. 387
H)
Beliau menuturkan kesesatan Rafidhah dalam
Nûniyah-nya,
ﺇﻥ ﺍﻟﺮﻭﺍﻓﺾَ ﺷﺮُّﻣﻦ ﻭﻃﻲﺀَ ﺍﻟﺤَﺼَﻰ … ﻣﻦ ﻛﻞِّ ﺇﻧﺲٍ ﻧﺎﻃﻖٍ ﺃﻭ ﺟﺎﻥِ
ﻣﺪﺣﻮﺍ ﺍﻟﻨّﺒﻲَ ﻭﺧﻮﻧﻮﺍ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ … ﻭﺭﻣﻮُﻫﻢُ ﺑﺎﻟﻈﻠﻢِ ﻭﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥِ
ﺣﺒّﻮﺍ ﻗﺮﺍﺑﺘﻪَ ﻭﺳﺒَّﻮﺍ ﺻﺤﺒﻪ … ﺟﺪﻻﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﺘﻘﻀﺎﻥِ
Sesungguhnya orang-orang Rafidhah adalah
sejelek-jelek makhluk yang pernah menapak
bebatuan Dari seluruh manusia yang berbicara
dan seluruh jin Mereka memuji Nabi, tetapi
menganggap para shahabatnya berkhianat Dan
mereka menuduh para shahabat dengan
kezhaliman dan permusuhan Mereka (mengaku)
mencintai kerabat Nabi, tetapi mencela para
shahabat beliau Dua perdebatan yang
bertentangan di sisi Allah
–. [Nûniyah Al-Qahthâny hal. 21]

24.) Imam Abul Qâsim Ismail bin Muhammad Al-
Ashbahâny rahimahulllâh (W. 535 H)
Beliau berucap, “Orang-orang Khawarij dan
Rafidhah, madzhabnya telah mencapai
pengafiran shahabat dan orang-orang Qadariyah
yang mengafirkan kaum muslimin yang
menyelisihi mereka. Kami tidak berpendapat
bahwa boleh melaksanakan shalat di belakang
mereka, dan kami tidak berpendapat akan
kebolehan hukum para qadhi dan pengadilan
mereka. Juga bahwa, siapa saja di antara
mereka yang membolehkan kudeta dan
menghalalkan darah, tidak diterima persaksian
dari mereka.”
–. [Al-Hujjah Fî Bayân Al-Mahajjah 2/551]

25.) Imam Abu Bakr bin Al-‘Araby rahimahulllâh
(W. 543 H)
Beliau bertutur, “Tidaklah keridhaan orang-orang
Yahudi dan Nashara kepada pengikut Musa dan
Isa sama seperti keridhaan orang-orang
Rafidhah kepada para shahabat Muhammad
shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Yakni, (kaum
Rafidhah) menghukumi (para shahahabat
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam) bahwa
para (shahabat) bersepakat di atas kekafiran dan
kebatilan.”
–. [Al-‘Awâshim Min Al-Qawâshim hal. 192]

26.) Imam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
rahimahulllâh (W. 728 H)
Beliau menyatakan, “… dan cukuplah Allah
sebagai Yang Maha Mengetahui bahwa, dalam
seluruh kelompok yang bernisbah kepada Islam,
tiada yang (membawa) bid’ah dan kesesatan
yang lebih jelek daripada (kaum Rafidhah)
tersebut, serta tiada yang lebih jahil, lebih
pendusta, lebih zhalim, dan lebih dekat kepada
kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan, juga tiada
yang lebih jauh dari hakikat keimanan daripada
(kaum Rafidhah) itu.”
–. [Minhâj As-Sunnah 1/160]
Beliau berkata pula, “(Kaum Rafidhah) membantu
orang-orang Yahudi, orang-orang Nashara, dan
kaum musyrikin terhadap ahlul bait Nabi
shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan umat beliau
yang beriman sebagaimana mereka telah
membantu kaum musyrikin dari kalangan At-
Turk dan Tartar akan perbuatan mereka di
Baghdad dan selainnya terhadap ahlul bait Nabi
shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan Ma’din Ar-
Risâlah, keturunan Al-‘Abbâs dan ahlul bait yang
lain, berupa pembunuhan, penawanan, dan
perusakan negeri-negeri. Kejelekan dan bahaya
(orang-orang Rafidhah) terhadap umat Islam
takkan mampu dihitung oleh orang yang fasih
berbicara.”
–. [Majmu’ Al-Fatâwâ 25/309]
Sumber :
Disadur dan diringkas dari Al-Intishâr Li Ash-
Shahbi Wa Al-Âl Min Iftirâ`ât As-Samâwy Adh-
Dhâl hal. 90-110



Penyataan Ulama Kredibelitas Tentang
Kesesatan Syiah :

Sebagai bahan bandingan, apakah
memang benar Syiah itu Islam ?. ada
banyak pernyataan Imam imam besar
Islam yang menyatakan Syiah itu sesat,
bahkan kafir, dan juga pernyataan mereka
menolak ucapan ulama ulama [kaliber
Indonesia] yang disebutkan diatas :

1. AL-IMAM ‘AMIR ASY-SYA’BI
berkata, “Aku tidak pernah
melihat kaum yang lebih dungu
dari Syi’ah.” (as-Sunnah,
2/549, karya Abdullah bin al-
Imam Ahmad)

2. AL-IMAM SUFYAN ATS-TSAURI
ketika ditanya tentang
seseorang yang mencela Abu
Bakr dan ‘Umar c, beliau
berkata, “Ia telah kafir kepada
Allah l.” Kemudian ditanya,
“Apakah kita menshalatinya
(bila meninggal dunia)?” Beliau
berkata, “Tidak, tiada
kehormatan (baginya)….” (Siyar
A’lamin Nubala, 7/253)

3. AL-IMAM MALIK dan AL-IMAM
ASY-SYAFI`I rahimahumallah,
telah disebut di atas.

4. AL-IMAM AHMAD BIN HANBAL
berkata, “Aku tidak melihat dia
(orang yang mencela Abu Bakr,
‘Umar, dan ‘Aisyah g) itu
sebagai orang Islam.” (as-
Sunnah, 1/493, karya al-Khallal)

5. AL-IMAM AL-BUKHARI berkata,
“Bagiku sama saja apakah aku
shalat di belakang Jahmi
(penganut Jahmiyah, red.) dan
Rafidhi (penganut Syiah
Rafidhah, red.), atau di
belakang Yahudi dan Nashara
(yakni sama-sama tidak boleh,
red.). Mereka tidak boleh diberi
salam, tidak dikunjungi ketika
sakit, tidak dinikahkan, tidak
dijadikan saksi, dan tidak
dimakan sembelihan
mereka.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad,
hlm. 125)

6. AL-IMAM ABU ZUR’AH AR-RAZI
berkata, “Jika engkau melihat
orang yang mencela salah satu
dari sahabat Rasulullah n,
maka ketahuilah bahwa ia
seorang zindiq. Yang demikian
itu karena Rasul bagi kita
adalah haq dan Al-Qur’an haq,
dan sesungguhnya yang
menyampaikan Al-Qur’an dan
As-Sunnah adalah para sahabat
Rasulullah n. Sungguh mereka
mencela para saksi kita (para
sahabat) dengan tujuan untuk
meniadakan Al-Qur’an dan As-
Sunnah. Mereka (Rafidhah)
lebih pantas untuk dicela dan
mereka adalah zanadiqah
(orang-orang zindiq).” (al-
Kifayah, hlm. 49, karya al-
Khathib al-Baghdadi t)

7. IMAM MALIK AL KHALAL
meriwayatkan dari Abu Bakar Al
Marwazi, katanya : Saya
mendengar Abu Abdulloh
berkata, bahwa Imam Malik
berkata : “Orang yang mencela
sahabat-sahabat Nabi, maka ia
tidak termasuk dalam golongan
Islam” ( Al Khalal / As Sunnah,
2-557 )

8. IBNU KATSIR
berkata, dalam
kaitannya dengan firman Allah
surat Al Fath ayat 29, yang
artinya :
“ Muhammad itu adalah Rasul
(utusan Allah). Orang-orang
yang bersama dengan dia
(Mukminin) sangat keras
terhadap orang-orang kafir,
berkasih sayang sesama
mereka, engkau lihat mereka itu
rukuk, sujud serta
mengharapkan kurnia daripada
Allah dan keridhaanNya. Tanda
mereka itu adalah di muka
mereka, karena bekas sujud.
Itulah contoh (sifat) mereka
dalam Taurat. Dan contoh
mereka dalam Injil, ialah seperti
tanaman yang mengeluarkan
anaknya (yang kecil lemah), lalu
bertambah kuat dan bertambah
besar, lalu tegak lurus dengan
batangnya, sehingga ia
menakjubkan orang-orang yang
menanamnya. (Begitu pula
orang-orang Islam, pada mula-
mulanya sedikit serta lemah,
kemudian bertambah banyak
dan kuat), supaya Allah
memarahkan orang-orang kafir
sebab mereka. Allah telah
menjanjikan ampunan dan
pahala yang besar untuk orang-
orang yang beriman dan
beramal salih diantara
mereka”.Beliau berkata : Dari
ayat ini, dalam satu riwayat
dari Imam Malik, beliau
mengambil kesimpulan bahwa
golongan Rofidhoh (Syiah),
yaitu orang-orang yang
membenci para sahabat Nabi
SAW, adalah Kafir.
Beliau berkata : “Karena mereka
ini membenci para sahabat,
maka dia adalah Kafir
berdasarkan ayat ini”. Pendapat
tersebut disepakati oleh
sejumlah Ulama. (Tafsir Ibin
Katsir, 4-219 )

9. IMAM AL QURTHUBI berkata :
“Sesungguhnya ucapan Imam
Malik itu benar dan
penafsirannya juga benar,
siapapun yang menghina
seorang sahabat atau mencela
periwayatannya, maka ia telah
menentang Allah, Tuhan seru
sekalian alam dan
membatalkan syariat kaum
Muslimin”. (Tafsir Al
Qurthubi, 16-297)

10. IMAM AHMAD AL KHALAL
meriwayatkan dari Abu Bakar Al
Marwazi, ia berkata : “Saya
bertanya kepada Abu Abdullah
tentang orang yang mencela
Abu Bakar, Umar dan Aisyah?
Jawabnya, saya berpendapat
bahwa dia bukan orang Islam”.
( Al Khalal / As Sunnah, 2-557).

11. Beliau Al Khalal juga berkata :
Abdul Malik bin Abdul Hamid
menceritakan kepadaku,
katanya: “Saya mendengar Abu
Abdullah berkata : “Barangsiapa
mencela sahabat Nabi, maka
kami khawatir dia keluar dari
Islam, tanpa disadari”.

12. (Al Khalal / As Sunnah, 2-558).
Beliau Al Khalal juga berkata : “
Abdullah bin Ahmad bin Hambal
bercerita pada kami, katanya :
“Saya bertanya kepada ayahku
perihal seorang yang mencela
salah seorang dari sahabat Nabi
SAW. Maka beliau menjawab :
“Saya berpendapat ia bukan
orang Islam”. (Al Khalal / As
Sunnah, 2-558)

13. Dalam kitab AS SUNNAH karya
IMAM AHMAD halaman 82,
disebutkan mengenai pendapat
beliau tentang golongan
Rofidhoh (Syiah) :“Mereka itu
adalah golongan yang
menjauhkan diri dari sahabat
Muhammad SAW dan
mencelanya, menghinanya serta
mengkafirkannya, kecuali hanya
empat orang saja yang tidak
mereka kafirkan, yaitu Ali,
Ammar, Migdad dan Salman.
Golongan Rofidhoh (Syiah) ini
sama sekali bukan Islam.”

14. AL-FARIYABI AL KHALAL
meriwayatkan, katanya : “Telah
menceritakan kepadaku Harb bin
Ismail Al Karmani, katanya :
“Musa bin Harun bin Zayyad
menceritakan kepada kami :
“Saya mendengar Al Faryaabi
dan seseorang bertanya
kepadanya tentang orang yang
mencela Abu Bakar. Jawabnya :
“Dia kafir”. Lalu ia berkata :
“Apakah orang semacam itu
boleh disholatkan
jenazahnya ?”. Jawabnya :
“Tidak”. Dan aku bertanya pula
kepadanya : “Mengenai apa
yang dilakukan terhadapnya,
padahal orang itu juga telah
mengucapkan Laa Ilaaha
Illalloh?”. Jawabnya :
“Janganlah kamu sentuh
jenazahnya dengan tangan
kamu, tetapi kamu angkat
dengan kayu sampai kamu
turunkan ke liang lahatnya”. (Al
Khalal / As Sunnah, 6-566)



Diantara para Imam dan para Ulama yang telah
mengeluarkan fatwa-fatwa tersebut adalah :

IMAM MALIK
ﺍﺍﻻﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ
ﺭﻭﻯ ﺍﻟﺨﻼﻝ ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﺑﻜﺮ ﺍﻟﻤﺮﻭﺯﻯ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ :
ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ : ﺍﻟﺬﻯ ﻳﺸﺘﻢ ﺍﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺍﺳﻢ ﺍﻭ ﻗﺎﻝ ﻧﺼﻴﺐ ﻓﻰ ﺍﻻﺳﻼﻡ .
( ﺍﻟﺨﻼﻝ / ﺍﻟﺴﻦ : ۲،٥٥٧ )
Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al
Marwazi, katanya : Saya mendengar Abu Abdulloh
berkata, bahwa Imam Malik berkata : “Orang yang
mencela sahabat-sahabat Nabi, maka ia tidak
termasuk dalam golongan Islam” ( Al Khalal / As
Sunnah, 2-557 )

IMAM AHMAD
ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺣﻤﺒﻞ
ﺭﻭﻯ ﺍﻟﺨﻼﻝ ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﺑﻜﺮ ﺍﻟﻤﺮﻭﺯﻯ ﻗﺎﻝ : ﺳﺄﻟﺖ ﺍﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻤﻦ ﻳﺸﺘﻢ
ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﺎﺋﺸﺔ ؟ ﻗﺎﻝ : ﻣﺎﺃﺭﺍﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﺳﻼﻡ
( ﺍﻟﺨﻼﻝ / ﺍﻟﺴﻨﺔ : ۲، ٥٥٧ )
Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al
Marwazi, ia berkata : “Saya bertanya kepada Abu
Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar,
Umar dan Aisyah? Jawabnya, saya berpendapat
bahwa dia bukan orang Islam”. ( Al Khalal / As
Sunnah, 2-557).

AL BUKHORI
ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ
ﻗﺎﻝ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻣﺎﺃﺑﺎﻟﻰ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﺠﻬﻤﻰ ﻭﺍﻟﺮﺍﻓﻀﻰ
ﺃﻡ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ
ﻭﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﺩﻭﻥ ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻛﺤﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﺸﻬﺪﻭﻥ ﻭﻻ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ
( ﺧﻠﻖ ﺃﻓﻌﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ :١٢٥ )
Iman Bukhori berkata : “Bagi saya sama saja,
apakah aku sholat dibelakang Imam yang
beraliran JAHM atau Rofidhoh (Syiah) atau aku
sholat di belakang Imam Yahudi atau Nasrani.
Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam
pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi
mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin
dengan mereka dan tidak menjadikan mereka
sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan
yang disembelih oleh mereka. (Imam Bukhori /
Kholgul Afail, halaman 125).

AL FARYABI
ﺍﻟﻔﺮﻳﺎﺑﻰ
ﺭﻭﻯ ﺍﻟﺨﻼﻝ ﻗﺎﻝ : ﺃﺧﺒﺮﻧﻰ ﺣﺮﺏ ﺑﻦ ﺍﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺍﻟﻜﺮﻣﺎﻧﻰ
ﻗﺎﻝ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﻮﺳﻰ ﺑﻦ ﻫﺎﺭﻭﻥ ﺑﻦ ﺯﻳﺎﺩ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﻔﺮﻳﺎﺑﻰ ﻭﺭﺟﻞ
ﻳﺴﺄﻟﻪ ﻋﻤﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺑﺎﺑﻜﺮ
ﻗﺎﻝ : ﻛﺎﻓﺮ، ﻗﺎﻝ : ﻓﻴﺼﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ، ﻗﺎﻝ : ﻻ . ﻭﺳﺄﻟﺘﻪ ﻛﻴﻒ ﻳﺼﻨﻊ ﺑﻪ ﻭﻫﻮ
ﻳﻘﻮﻝ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ ،
ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺗﻤﺴﻮﻩ ﺑﺄﻳﺪﻳﻜﻢ، ﺍﺭﻓﻌﻮﻩ ﺑﺎﻟﺨﺸﺐ ﺣﺘﻰ ﺗﻮﺍﺭﻭﻩ ﻓﻰ ﺣﻔﺮﺗﻪ .
( ﺍﻟﺨﻼﻝ/ ﺍﻟﺴﻨﺔ : ۲،٥٦٦ )
Al Khalal meriwayatkan, katanya : “Telah
menceritakan kepadaku Harb bin Ismail Al
Karmani, katanya : “Musa bin Harun bin Zayyad
menceritakan kepada kami : “Saya mendengar Al
Faryaabi dan seseorang bertanya kepadanya
tentang orang yang mencela Abu Bakar.
Jawabnya : “Dia kafir”. Lalu ia berkata : “Apakah
orang semacam itu boleh disholatkan
jenazahnya ?”. Jawabnya : “Tidak”. Dan aku
bertanya pula kepadanya : “Mengenai apa yang
dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga
telah mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh?”.
Jawabnya : “Janganlah kamu sentuh jenazahnya
dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan
kayu sampai kamu turunkan ke liang lahatnya”.
(Al Khalal / As Sunnah, 6-566).

AHMAD BIN YUNUS
Beliau berkata : “Sekiranya seorang Yahudi
menyembelih seekor binatang dan seorang Rofidhi
(Syiah) juga menyembelih seekor binatang,
niscaya saya hanya memakan sembelihan si
Yahudi dan aku tidak mau makan sembelihan si
Rofidhi (Syiah), sebab dia telah murtad dari
Islam”. (Ash Shariim Al Maslul, halaman 570).

ABU ZUR’AH AR ROZI
ﺃﺑﻮ ﺯﺭﻋﺔ ﺍﻟﺮﺍﺯﻯ
ﺍﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﺘﻘﺺ ﺃﺣﺪﺍ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ
ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺯﻧﺪﻳﻖ، ﻷﻥ ﻣﺆﺩﻯ ﻗﻮﻟﻪ ﺍﻟﻰ ﺍﺑﻄﺎﻝ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ .
( ﺍﻟﻜﻔﺎﻳﺔ : ٤٩ )
Beliau berkata : “Bila anda melihat seorang
merendahkan (mencela) salah seorang sahabat
Rasulullah SAW, maka ketahuilah bahwa dia
adalah ZINDIIG. Karena ucapannya itu berakibat
membatalkan Al-Qur’an dan As Sunnah”. (Al
Kifayah, halaman 49).

ABDUL QODIR AL BAGHDADI
Beliau berkata : “Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah,
Jahmiyah dan Imamiyah adalah golongan yang
mengikuti hawa nafsu yang telah mengkafirkan
sahabat-sahabat terbaik Nabi, maka menurut
kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka
tidak boleh di sholatkan dan tidak sah
berma’mum sholat di belakang mereka”. (Al Fargu
Bainal Firaq, halaman 357).
Beliau selanjutnya berkata : “Mengkafirkan mereka
adalah suatu hal yang wajib, sebab mereka
menyatakan Allah bersifat Al Bada’

IBNU HAZM
Beliau berkata : “Salah satu pendapat golongan
Syiah Imamiyah, baik yang dahulu maupun
sekarang ialah, bahwa Al-Qur’an sesungguhnya
sudah diubah”.
Kemudian beliau berkata : ”Orang yang
berpendapat bahwa Al-Qur’an yang ada ini telah
diubah adalah benar-benar kafir dan
mendustakan Rasulullah SAW”. (Al Fashl, 5-40).

ABU HAMID AL GHOZALI
Imam Ghozali berkata : “Seseorang yang dengan
terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar
Rodhialloh Anhuma, maka berarti ia telah
menentang dan membinasakan Ijma kaum
Muslimin. Padahal tentang diri mereka (para
sahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan
surga kepada mereka dan pujian bagi mereka
serta pengukuhan atas kebenaran kehidupan
agama mereka, dan keteguhan aqidah mereka
serta kelebihan mereka dari manusia-manusia
lain”.
Kemudian kata beliau : “Bilamana riwayat yang
begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia
tetap berkeyakinan bahwa para sahabat itu kafir,
maka orang semacam ini adalah kafir. Karena dia
telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang
yang mendustakan satu kata saja dari ucapan
beliau, maka menurut Ijma’ kaum Muslimin, orang
tersebut adalah kafir”. (Fadhoihul Batiniyyah,
halaman 149).

AL QODHI IYADH
Beliau berkata : “Kita telah menetapkan kekafiran
orang-orang Syiah yang telah berlebihan dalam
keyakinan mereka, bahwa para Imam mereka
lebih mulia dari pada para Nabi”.
Beliau juga berkata : “Kami juga mengkafirkan
siapa saja yang mengingkari Al-Qur’an, walaupun
hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat
yang diubah atau ditambah di dalamnya,
sebagaimana golongan Batiniyah (Syiah) dan
Syiah Ismailiyah”. (Ar Risalah, halaman 325).

AL FAKHRUR ROZI
Ar Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya
dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan
Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :
Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum
Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang
mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang
kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi SAW, yang
artinya : “Barangsiapa berkata kepada
saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah
seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang
kafir”.
Dengan demikian mereka (golongan Syiah)
otomatis menjadi kafir.
Kedua: “Mereka telah mengkafirkan satu umat
(kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah
sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh
kehormatan (para sahabat Nabi)”.
Ketiga: Umat Islam telah Ijma’ menghukum kafir
siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari
kalangan sahabat.
(Nihaayatul Uguul, Al Warogoh, halaman 212).

IBNU TAIMIYAH
Beliau berkata : “Barangsiapa beranggapan bahwa
Al-Qur’an telah dikurangi ayat-ayatnya atau ada
yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa
Al-Qur’an mempunyai penafsiran-penafsiran
batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya.
Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang
kekafiran orang semacam ini”
Barangsiapa beranggapan para sahabat Nabi itu
murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali tidak
lebih dari sepuluh orang, atau mayoritas dari
mereka sebagai orang fasik, maka tidak diragukan
lagi, bahwa orang semacam ini adalah kafir.
Karena dia telah mendustakan penegasan Al-
Qur’an yang terdapat di dalam berbagai ayat
mengenai keridhoan dan pujian Allah kepada
mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini,
adakah orang yang meragukannya? Sebab
kekafiran orang semacam ini sudah jelas….
(Ash Sharim AL Maslul, halaman 586-587).

SYAH ABDUL AZIZ DAHLAWI
Sesudah mempelajari sampai tuntas mazhab
Itsna Asyariyah dari sumber-sumber mereka yang
terpercaya, beliau berkata : “Seseorang yang
menyimak aqidah mereka yang busuk dan apa
yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu
bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak
sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya
kekafiran mereka”. (Mukhtashor At Tuhfah Al
Itsna Asyariyah, halaman 300).

MUHAMMAD BIN ALI ASY SYAUKANI
Perbuatan yang mereka (Syiah) lakukan
mencakup empat dosa besar, masing-masing dari
dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-
terangan.
Pertama : Menentang Allah.
Kedua : Menentang Rasulullah.
Ketiga : Menentang Syariat Islam yang suci dan
upaya mereka untuk melenyapkannya.
Keempat : Mengkafirkan para sahabat yang
diridhoi oleh Allah, yang didalam Al-Qur’an telah
dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang
yang paling keras kepada golongan Kuffar, Allah
SWT menjadikan golongan Kuffar sangat benci
kepada mereka. Allah meridhoi mereka dan
disamping telah menjadi ketetapan hukum
didalam syariat Islam yang suci, bahwa
barangsiapa mengkafirkan seorang muslim, maka
dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam
Bukhori, Muslim dan lain-lainnya.
(Asy Syaukani, Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi
Dzar, Al Warogoh, hal 15-16)

PARA ULAMA SEBELAH TIMUR SUNGAI JAIHUN
Al Alusi (seorang penulis tafsir) berkata :
“Sebagian besar ulama disebelah timur sungai ini
menyatakan kekafiran golongan Itsna Asyariyah
dan menetapkan halalnya darah mereka, harta
mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi
budak, sebab mereka ini mencela sahabat Nabi
SAW, terutama Abu Bakar dan Umar, yang
menjadi telinga dan mata Rasulullah SAW,
mengingkari kekhilafahan Abu Bakar, menuduh
Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal
Allah sendiri menyatakan kesuciannya,
melebihkan Ali r.a. dari rasul-rasul Ulul Azmi.
Sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah
SAW dan mengingkari terpeliharanya Al-Qur’an
dari kekurangan dan tambahan”. (Nahjus
Salaamah, halaman 29-30).
Demikian telah kami sampaikan fatwa-fatwa dari
para Imam dan para Ulama yang dengan tegas
mengkafirkan golongan Syiah yang telah mencaci
maki dan mengkafirkan para sahabat serta
menuduh Ummul mukminin Aisyah berbuat
serong, dan berkeyakinan bahwa Al-Qur’an yang
ada sekarang ini tidak orisinil lagi (Mukharrof).
Serta mendudukkan imam-imam mereka lebih
tinggi (Afdhol) dari para Rasul.
Semoga fatwa-fatwa tersebut dapat membantu
pembaca dalam mengambil sikap tegas terhadap
golongan Syiah.
“Yaa Allah tunjukkanlah pada kami bahwa yang
benar itu benar dan jadikanlah kami sebagai
pengikutnya, dan tunjukkanlah pada kami bahwa
yang batil itu batil dan jadikanlah kami sebagai
orang yang menjauhinya.”

Sumber : albayyinat.net



KH. HASYIM ASY`ARI
dalam kitabnya
“Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah
Nahdlatul Ulama’” memberi peringatan kepada
warga nahdliyyin agar tidak mengikuti paham
Syi’ah. Menurutnya, madzhab Syi’ah
Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan
madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti
adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.
Beliau mengatakan: “Di zaman akhir ini tidak
ada madzhab yang memenuhi persyaratan
kecuali empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i
dan Hambali. Adapun madzhab yang lain
seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah
Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga
pendapat-pendap atnya tidak boleh
diikuti” (Muqaddimah Qanun Asasi li
Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, hlm: 9).
jalan ahlul bait
Quote
 
0
Quoting Izzudin al Qassam:
Dimana ada syiah disitu ada kemungkaran


jawab
salah bro...YANG BETUL DIMANA ADA SEKTE SALAFI-WAHABI "PEMUJA" MUAWIYAH LAKNATULLAH DISITU PASTI UMAT ISLAM TERPECAH BELAH..

LOE LIHAT SAJA DOKTRIN YG DITANAM SYEIKH2 SESAT ANTUM DARI SAUDI ITU BAHWA " SEMUA KAUM MUSLIMIN SELAIN GOLONGAN SALAFI-WAHABI ADALAH AHLUL BID'AH, SESAT, MENGAJARKAN SYIRIK"

sehingga dgn kebodohan kalian muncullah kaum yg taqlid buta dan fanatisme mazhab dan menganggap semua kaum muslimin didunia ini tidak menjalankan islam dgn benar. dan yg lebih lucunya SALAFI-WAHABI YG BODOH INI MENGANGGAP BAHWA MEREKA ADALAH SATU-SATUNYA YG PALING BERTAHID DAN MELAKSANAKAN SUNAH DGN BENAR.

SALAH STU SUNAH SYEIKH2 SALAFI-WAHABI ADALAH mendukung bani saud yg MEMBERI IZIN PANGKALAN MELITER AS DISAUDI ARABIA UNTUK MEMBANTAI RATUSAN RIBU KAUM MUSLIMIN DIIRAK, SUDAN DAN LIBYA..... HEBATKAN SUNAH SYEIKH2 KALIAN WAHAI WAHABI
jalan ahlul bait
Quote
 
0
JAWABAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS BAG-1

ingat...ingat....
setiap orang bebas mau ngomong apapun. mau menyebar fitnah, mau mengungkapkan kejelekan dan kebaikan orang, mau mengutif perkataan yahudi, nasrani, wahabi dan suni ...silahkan tak ADA YG DIRUGIKAN. TETAPI KETIKA FAKTA SEJARAH DITAMPILKAN MAKA SEMUA TULISAN ADN HIPOTESISI, ASUMSI DAN PERSEPSI HARUS BERTEKUK LUTUT DIHADAPAN FAKTA SEJARAH.
silahkan sekali lagi memproduksi FITNAH-FITNAH MURAHAN SEPERTI JUDUL DIATAS. TAPI ANDA AKAN MALU SENDIRI KETIKA MELIHAT FAKTA BAHWA PULUHAN TAHUN IRAN BERPERANG MELAWAN AS. HIZBULLAH BERPERANG DGN ISRAEL.
SILAHKAN BACA DARI ATAS KEBAWAH TTG IRAN BERPERANG MELAWAN AS DIANTARA KEDUANYA ( IRAN DAN AS) FAKTA MENGUNGKAPKAN TELAH TEWAS RATUSAN ORANG BAIK TENTARA MAUPUN RAKYAT SIPIL DIDUA NEGARA TSB.

1. Satu-satunya negara muslim DIDUNIA yg tak punya hubungan diplomatik dengan Amerika dan Israel adalah IRAN

2. Amerika telah berperang melawan iran melalui kaki tangannya pada waktu itu adalah irak pada thn 1980-1988. ( baca: irak didukung oleh amerika)

http://bungfey.wordpress.com/2013/02/03/perang-iran-irak/

http://riak-riak-gelombang.blogspot.com/2012/02/perang-irak-vs-iran.html

http://kabarislam.wordpress.com/2012/02/08/sejarah-perang-iran-irak-dan-invasi-as-ke-irak/

3. reaktor nuklir iran dihancurkan oleh yahudi serta amerika thn 1980

4. Shah Reza Pahlevi didukung oleh amerika dalam revolusi iran tahun 1979 yg berakhir dgn kekalahan dan kemenangan berada pada pejuang revolusi pimpinan ahlul bait nabi saw yaitu imam ayatullah sayyid ali khoemeni

5. Kedutaan Amerika di Teheran oleh para aktivis mahasiswa pada 4 November 1979 yang diikuti penyanderaan 52 orang diplomatnya selama 444 hari, merupakan peristiwa yang memalukan Amerika dan cukup menjadi alasan untuk memutuskan hubungan diplomatik pada 7 April 1980. Selanjutnya, dengan dalih HAM dan demokrasi Amerika gencar menjatuhkan berbagai embargo, operasi intelegent dan operasi militer.

6. Pada 24 April 1980, Amerika melakukan operasi militer dengan sandi “Operation Eagle Claw” sebagai pendahuluan penyerangan terhadap Iran. Operasi ini berakhir gagal, 8 anggota militer Amerika tewas dan beberapa ditahan. Penyerangan dihentikan seiring penandatangan Algiers Accords di Aljazair pada 19 Januari 1981. Sehari setelahnya, kedua pihak saling melepaskan tawanan

7. Pada Januari 1984, Presiden Ronald Reagan mendeklarasikan Iran sebagai “a sponsor of international terrorism” dan menggalang negara-negara di dunia untuk tidak menjalin kerjasama dengan Iran. Pada 19 Oktober 1987, Amerika melakukan serangan terhadap Iran dengan sandi ”Operation Nimble Archer” dan gagal. Pada 18 April 1988

8. kembali Amerika melakukan serangan dengan sandi “Operation Praying Mantis” dengan menyerang posisi militer Iran di teluk Persia dan menenggelamkan satu buah kapal Frigate milik Iran. Angkatan Laut Amerika Serikat juga menyerang fasilitas minyak lepas pantai milik Iran. Sementara Iran meledakan ranjau di Selat Hormuz yang merusak kapal korvet Amerika Serikat, USS Samuel B. Roberts. Operasi militer ini merupakan yang terbesar dilakukan Angkatan Laut Amerika pasca Perang Dunia II. Serangan ini dilakukan ditengah situasi Iran sedang berperang melawan Irak dalam perang Irak – Iran (1980 – 1988).
jalan ahlul bait
Quote
 
0
JAWABAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS BAG-2

9. Pada 3 Juli 1988, Angkatan Laut Amerika meluncurkan missile dari kapal cruiser USS Vincennes dan menghancurkan pesawat Airbus A300B2 milik Iran yang terbang di atas Selat Hormuz. Pesawat komersial berjadwal ini hancur, 290 masyarakat sipil dari 6 negara tewas termasuk 66 anak-anak. USS Vincennes berada di teluk Persia sebagai bagian dari “Operation Earnest Will”. Kepada PBB, Iran mengajukan peristiwa itu sebagai tindakan teroris oleh negara. Amerika menjawab bahwa itu sebagai “insiden yang tidak disengaja

10. Pada Oktober 1992, Amerika menetapkan sangsi atas kecurigaan terhadap Irak dan Iran yang diduga mengembangkan senjata pemusnah masal (WMD). Tahun 1994, Conoco (perusahaan minyak Amerika) menandatangani kontrak investasi minyak dengan Iran sebesar US $ 1 milyar. Merasa kecolongan, pada Maret 1995, Amerika menetapkan embargo total terhadap segala jenis investasi dan perdagangan

11. Pada tahun 1993, Amerika mengeluarkan kebijakan “dual containment” dengan menerbitkan ILSA (Iran Libya Sanctions Act), yang berisikan sangsi bagi perusahaan-peru sahaan diluar Amerika Serikat yang melakukan investasi di Iran dan Libya senilai diatas 40 Juta US$ setahun. Tahun 1996, kebijakan “dual containment” difokuskan kepada Iran, terbitlah ISA (Iran Sanction Act) yang merupakan pengetatan dari sangsi sebelumnya, yaitu pemberian sangsi kepada setiap perusahaan dari negara manapun yang melakukan investasi lebih dari 20 juta US$ per-tahun dalam industri minyak Iran

12. Pada Agustus 2001, Presiden Bush menandatangani sebuah rancangan undang-undang perpanjangan masa berlakunya ILSA menjadi sebuah Undang-undang resmi. Pada 29 Januari 2002, Presiden Amerika George W. Bush menyebut Iran bersama Iraq dan Korea Utara sebagai negara poros setan “Axis of evil”.Bush berupaya menyerang ketiga negara. Rencana serangan ke Korea Utara batal, karena Amerika tidak didukung sekutu dekatnya (Korsel dan Jepang) serta ditentang keras oleh China. Amerika mengalihkan ke Iraq, sambil mengintip Iran

13. Amerika kemudian menggunakan kelompok Jundullah untuk melakukan teror dan sabotase terhadap berbagai kepentingan Iran. Dalam aksinya ini, Jundullah berhasil membunuh sekitar 400 tentara Iran. Jundullah sendiri merupakan kelompok militan Islam yang berbasis di Waziristan, Pakistan, yang diorganisir dan didanai Amerika. ABC (the American Broadcasting Company) mengungkapkan hal ini dengan mengutip The Washington Times pada 3 April 2007. Amerika juga mensponsori dan menggunakan kelompok minoritas Ahwazi Arab dan Baluchi untuk melakukan operasi dibawah kendali CIA dan the Joint Special Operations Command (JSOC) hingga tahun 2008. Sasaran utama operasi ini adalah serangan terhadap pasukan Garda Revolusi Iran.

14. Tanggal 23 Maret 2007, Iran menangkap 15 Marinir Inggris yang berupaya melakukan penyusupan ke wilayah Iran. Inggris dan Amerika meradang, pada Oktober 2007 Amerika menjatuhkan sangsi terhadap Bank Sepah, Bank Arian, Bank Kargoshaee, Bank Melli dan Bank Saderat sebagai upaya blokade perdagangan Iran. Ketegangan semakin meningkat di Januari 2008, ketika Angkatan Laut Amerika dan Iran sudah saling berhadapan di Selat Hormuz. Pada Juni 2008, Iran melakukan blokade Selat Hormuz selama lima jam sebagai respon rencana penyerangan Israel.

15. Pada April 2009, kembali Amerika menjatuhkan sangsi IRPSA (the Iran Refined Petroleum Sanctions Act of 2009) yang berisi ancaman kepada pihak yang terlibat dalam industri penyulingan minyak Iran. Pada 18 Juni 2009, Inggris membekukan aset Iran senilai $1.59 miliar. Pada 19 November 2009, Amerika menambahkan sangsi IRPSA meliputi pelarangan penjualan peralatan eksplorasi minyak dan gas terhadap Iran, baik itu yang dilakukan negara, perusahaan maupun individu
jalan ahlul bait
Quote
 
0
JAWABAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS BAG-3

16. Pada 26 Juli 2010, Uni Eropa mengesahkan sanksi untuk membatasi kegiatan investasi minyak dan gas dalam upaya membatasi produksi gas alam Iran

17. Intelejen Iran melaporkan bahwa sejak setahun ini, skala dan kualitas serangan lebih masif. Pada bulan Mei 2011, Iran menangkap 30 orang yang melakukan kegiatan spionase untuk AS. Pada 17 Desember 2011, Kementerian Intelijen Iran juga mengumumkan telah menangkap seorang mata-mata yang merupakan staf analis CIA yang bertugas menembus aparat intelijen Iran.

18. Amerika juga mengirimkan pesawat mata-mata paling canggih yang dimilikinya, yaitu RQ-170 Sentinel. Namun pada 4 Desember 2011 Iran berhasil menangkap RQ-170 dengan kerusakan minim. Amerika minta pesawatnya dikembalikan, tapi Iran mengembalikanny a dalam bentuk replika berukuran 1/80 dari ukuran aslinya yang telah diproduksi masal dan dijual luas sebagai mainan anak-anak seharga US$ 4 dolar (Rp 36 ribu). Selain akan mengembangkan pesawat serupa, Iran juga berniat memberikan prototypenya ke Rusia dan China, dua negara raksasa yang juga musuh besar Amerika.

19. RQ-170 adalah pesawat mata-mata tanpa awak yang dirancang sebagai pesawat siluman yang tak terlacak radar. RQ-170 dibuat oleh Lockheed Martin AS dengan panjang 26m, lebar 4,5m dan tinggi 1,84m, dilengkapi sistem pengumpulan data modern di bidang elektronik, visual, komunikasi, dan sistem radar. Kemampuan Iran melacak dan menangkap RQ-170 dalam keadaan utuh mengejutkan dunia. Selama ini dipercaya bahwa penguasaan terknologi tersebut masih terbatas pada Amerika dan Israel. Tetapi Iran mampu meladeni perang elektronik dari kedua negara tersebut. Bahkan pesawat sejenis dengan teknologi yang lebih canggih milik Israel, baru-baru ini juga jatuh ketika tengah dalam persiapan melakukan tugasnya ke Iran. Eric Schmidt, CEO Google Inc, dalam wawancara dengan CNN mengakui kemampuan luar biasa dari para ahli perang cyber Iran, terutama keberhasilannya menangkap RQ-170
jalan ahlul bait
Quote
 
0
JAWABAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS BAG-4

20. Serangan dalam perang elektronik lain adalah serangan terhadap program sentrifugal nuklir Iran dengan menyusupkan virus Stuxnet-worm. Serangan mampu dijinakkan Iran dalam beberapa hari. Pakar Kapersky, yang merupakan perusahaan penyedia antivirus terkemuka di dunia, merasa kagum dengan kesigapan Iran tersebut. Dalam panggung perang elektronik ini, Iran juga berupaya menunjukkan kemahiranya dengan mengacak siaran VOA, BBC, Deutsche Welle, Voice of America berbahasa Persia, layanan Free Radio, Farda Radio, dan layanan Free Radio Europe/Radio Liberty.

21. Berbagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika dan sekutunya sejak 1980 hingga saat ini, tidak banyak menuai hasil. Juga dengan sangsi terbaru yang diharapkan membuat berbagai negara memutuskan hubungan dagang dengan Iran. Pada 26 Januari 2012, India tetap mendatangkan minyak dari Iran yang merupakan pemasok 12 persen dari kebutuhan minyak mentah India. Untuk transaksi ini India membayar dengan mata uang rupee yang kemudian dapat digunakan oleh Iran untuk membayar berbagai impor dari India. Sebelumnya India menggunakan US $ untuk membayar minyak Iran

22. Tiga puluh dua tahun hidup dalam embargo tidak membuat Iran lemah. Demikian pula selama 32 tahun dalam ancaman perang tidak membuat Iran ciut nyali. Namun kini, demi mencermati gelar militer dari kedua belah pihak, sulit dipercayai bahwa ini hanya dalam rangka “deterence”. Chief Editor of the Russian National Defense magazine, Igor Korotchenko, meramalkan bahwa perang akan segera terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

23. Hizbullah dibawah komando ahlul bait nabi saw yaitu sayyid hasan nasrullah telah berperang dgn yahudi israel tahun 2000 dan 2006. Fakta kemenangan dan membuat malu as dan yahudi adalah perang 33 HARI DITAHUN 2006. Semua media dunia baik cetak maupun electronic meliputnya dan hanya salafi-wahabi yg menafikan kebenaran ini. Semua media meliput bagaimana israel kalah dalam perang ini, ratusan tentara dan warga sipil israel mati akibat bom dan rudal hizbullah yg disuplay iran.
bahkan tentara inidonesia dikirim kelibanon utk menjaga perdamaian dan mencegah perang antara israel dan hizbullah syiah.

24. SATU-SATUNYA TENTARA YG MEMBANTU PALESTINA YAITU Pasukan Hizbullah-syaih imamiyah yg didukung iran dari segi dana dan senjata sampai hari ini telah berperang bersama hamas dan rakyat palestina untuk mengusir yahudi dari tanah SUCI UMAT ISLAM.YAITU BAITUL MAQDIST

MAU ANTUM BANDINGKAN DGN SAUDI ARABIA YG DIDUKUNG SYEIKH2 JONGOS ANTUM TERSEBUT YG TAK PERNAH BERPERANG DGN AS ??? BAHKAN TEGA MENGHIANATI UMAT ISLAM DISELURUH DUNIA DAN MENGHIANATI HADIST NABI SAW AGAR MENGELUARKAN KAUM MUSRYIKIN DARI JAZIRAH ARAB.
jalan ahlul bait
Quote
 
0
JAWABAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS BAG-5

SYEKH2 ANTUM YG MENDUKUNG PEMERINTAHAN SAUDI ARABIA ITU BUKAN HANYA DIAM MELIHAT KAUM MUSRYIKIN BERTEBARAN DIJAZIRAH ARAB MALAH NO COMENT SEDIKITPUN BAHKAN TAK PERNAH MENENTANG KETIKA RAJA FADH MENGUNDANG RIBUAN TENTARA AS DAN MENGIZINKANNYA MENDIRIKAN PANGKALAN MELITER DISAUDI ARABIA. NEGARA KEBANGGAAN SYEIKH2 ANTUM TERSEBUT.

INIKAH ULAMA-ULAMA YG ANTUM BANGGA-BANGGAKA N ITU ???? YG SANGGUP MELEMPAR HADIST NABI SAW KEBELAKANG PUNGGUNGNYA DEMI TUANNYA BANI SAUD DAN DIAM SERIBU BAHASA KETIKA BANI SAUD MENDATANGKAN RIBUAN TENTARA MUSRYIKUN AS KESAUDI ITU!!!

TANYA KENAPA ??????????????? ??

PERHATIKAN HADIST NABI SAW INI BAIK2 BRO..

1. Shahih Bukhari | No. 2911 | KITAB JIHAD DAN PERJALANAN (PERANG)
Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: “Hari Kamis. Apakah hari Kamis itu?” Kemudian Ibnu Abbas menangis sehingga air matanya membasahi kerikil, lalu dia berkata: “Rasulullah saw sakit keras pada hari Kamis, lalu beliau bersabda: “Bawalah alat tulis kepadaku, aku catatkan buat kalian suatu catatan yang sesudah itu kalian tidak akan tersesat selamanya.” Maka mereka bertengkar dan tidaklah seyogya disisi Nabi ada pertengkaran: Mereka berkata: “Rasulullah diam”. Beliau bersabda: “Biarkanlah aku; sesuatu yang sedang aku lakukan (bersiap-siap menghadapi wafat dll) adalah lebih baik daripada apa yang kalian ajakkan kepadaku”. Ketika wafat, beliau saw berwasiat dengan tiga hal, yaitu: KELUARKANLAH ORANG-ORANG MUSYRIK DARI JAZIRAH ARAB, berilah hadiah kepada tamu (utusan) sepadan aku (Nabi) memberi hadiah kepada mereka. Dan aku lupa terhadap yang ketiga

2. Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAWW berwasiat tiga hal saat menjelang wafatnya: PERTAMA, KELUARKAN KAUM MUSYRIKIN DARI JAZIRAH ARAB. Kedua, berikan hadiah kepada delegasi seperti yang biasa kulakukan. Kemudian si perawi berkata, “aku lupa isi wasiat yang ketiga.”( Shahih Bukhari jil. 7 hal. 121; Shahih Muslim jil. 5 hal. 75.)

Pertanyaannya:
ADAKAH PEMERINTAH SAUDI DAN SYEIKH ANDA MENTAATI HADIST ATAU PERINTAH NABI SAW : “KELUARKAN KAUM MUSYRIKIN DARI JAZIRAH ARAB”

yang terjadi malah sebaliknya , raja fadh-saudi arabia berkerjasama dgn amerika dan yahudi dengan memberikan ijin kepada amerika untuk mendirikan PANGKALAN MELITER DIARAB SAUDI.

APAKAH SYEIKH2 MUNAFIK ANTUM ITU TIDAK PAHAM TTG HADIST NABI SAW TERSEBUT ATAU PURA2 BEGO. KALO MERKA TAHU LALU KENAPA MEREKA TIDAK MENENTANGNYA DAN RELA JADI JONGOS PEMERINTAHAN SAUDI ARABIA SAMPAI SEKARANG.
jalan ahlul bait
Quote
 
0
JAWABAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS BAG-6

sebagian kaum wahabiyun membela tuannya saudi arabia dgn berkata : "Pendirian pangkalan meliter AS disaudi arabia karena sudah terlanjur disepakati raja fadh lewat MOU."
jawaban kita :
1. Apakah antum mau mengikuti nabi saw atau mengikuti raja fadh yg berkaloborasi dgn pihak amerika-yahudi ????

2. Apakah syeikh2 antum tidak tahu ratusan ribu nyawa muslim irak, sudan, libyadll syahid akibat bom dan rudal serta pesawat-pesawat tempur pembunuh kaum muslimin tsb dilepaskan dari pangkalan meliter AS disaudi arabia itu ??

3. Apa peran sheikh2 yg antum banggakan itu yg diam seribu bahasa atas pembantaian tsb dan berdirinya pangkalan meliter itu yg telah mengorbankan ratusan nyawa kaum muslimin diirak, sudan, Libya dll.

4. Apakah jauh lebih penting sebuah MOU dengan ratusan ribu nyawa muslim ?

5. jika anda katakan lebih penting nyawa kaum muslim maka mengapa sampai sekarang PANGKALAN KAFIR AMERIKA TETAP BERCOKOL DISAUDI ARABIA ????? BUKANKAH INI BUKTI NYATA PENENTANGAN KAUM WAHABIYUN KEPADA SUNAH NABI SAW ???? LALU APA ARTINYA SELOGAN KALIAN YG MENGATAKAN KAUM WAHABI MEMURNIKAN AL-QURAN DAN MENYEBARKAN SUNAH/ BERPEGANG KEPADA SUNAH NABI SAW ???? SUNAH YG MANA KALIAN PEGANG ??? KALO MENGUSIR AS SAJA SHEIKH2 KALIAN TAK MAMPU !!!!!!! DASAR KAUM PEMECAH BELAH UMAT.

6. KALO MENGATASI HAL YG DIDEPAN HIDUNG SAJA SYEIHK2 ANTUM TAK MAMPU LALU BAGAIMANA BISA KAMI PERCAYA BUALAN2 SYEIKH2 ANTUM MAU MENGAKKAN SUNAH ???? MASIHKAH ANTUM PERCAYA PADA BUALAN SHEIKH2 MUNAFIK WAHABI-SAUDI ARABIA ITU ????

PENUTUP TTG FITNAH TULISAN FITNAH REVOLUSI IRAN BUATAN AS
Allah berfirman :
hai orang2 yg beriman janganlah kamu mengatakan sesuatu yg tidak kamu ketahui. Amat besar kebencian allah kepada orang2 yg mengatakan sesuatu yg tidak dia perbuat/ketahui ( qs. 61:2-3)

mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta ( qs. Al kahfi ayat 5)
jalan ahlul bait
Quote
 
0
penulis bloq

Sungguh telah terbukti bahwa ada sejumlah informasi yang banyak mengenai sifat Khomeini dan tujuan-tujuan sebenarnya. Dan buku-bukunya ada di perpustakaan- perpustakaan yang ada disejumlah universitas di Amerika...dst

jawab
ana minta 3 saja judul buku (dari sekian banyak yg ditulis imam sayyid ali khomeni yg terdapat disejumlah universitas AS ? ditunggu

kalo PENULIS BLOQ TIDAK MAMPU MENAMPILKANNYA PADAHAL IA BILANG BANYAK INI ADALAH SALAH SATU CERITA FIKTIF UNTUK MENDISKRIDITKAN IMAM SAYYID ALI KHOMENI.
Izzudin al Qassam
Quote
 
0
Dimana ada syiah disitu ada kemungkaran
naib budin
Quote
 
0
masuk akal sekali........


Kode keamanan
Segarkan