Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin
Oleh: Tio Alexander Semalam ada seorang bidan muda menelepon saya. Dia menanyakan kepada saya tentang mengapa saya sangat melarang Imunisasi bagi anak-anak (terutama sekali keponakan-keponakan saya). Apakah alasan saya melarangnya? Berikut tulisan singkat saya (bahannya terlalu banyak jadi saya persingkat).
Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya. Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional. Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :
Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis. :shock:
Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam "New World Order" mereka.
Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?
"Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan." Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya. Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam "Journal of the American Medical Association" (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul "Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation". Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella. Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi? Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami. Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut. Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut. Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci? DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya. Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut. Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya? Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?
Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika. Babi dalam Vaksin. Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur'an ayat berikut :
Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :
Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?
Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya : Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7 Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7 Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.
Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain. Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi. 2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya. Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :
Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia. 3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas. Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat. 4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri. 5. Sifat aneh babi lainnya.
Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.
Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit? Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata. Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin "mengecoh" tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi. SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS. Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak. Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya. Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi. Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian. Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam? Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.
Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma' binti Abi Bakr
Seorang kakek men-tahnik cucunya yang belum lama dilahirkan Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.
Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang. Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya. Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah. Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi. Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi. Berikut video tentang tata cara Tahnik : Penutup Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan. Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka : "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." Qur'an surah Al-Hujuraat (49) : 6 Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya. Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita semua Sumber: http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/19/mengungkap-konspirasi-imunisasi-dan-bahaya-vaksin/
Set as favorite
Bookmark
Hits: 1919 Comments (20)
![]()
ummu khansa'
said:
|
|
anakku juga ga imunisasi dulu waktu abis lahiran, bidan nyuruh seminggu pasca lahir harus kontrol kesana.awalnya kita sih oke2 aja.ternyata sampe sana kita disuruh ngasih imunisasi buat anak kita... awalnya aku bingung, trus langsung bilang ma suami kata suamiku gak usah.eh bidannya malah sewot.sambil bilang gini "ntar kita liat yah, anak yang di imuisasi sama yang nggak" ku tantangin aja, "oke sapa takut!!" alhamdulillah sampe sekarang anakku udah 2 tahun, dan sampe sekarang kalo diitung2 ga sampe 4 kali sakit.itu pun cuma demam biasa.dan cuma ku kasih madu alhamdulillah gak pernah sakit sampe lebih dari 3 hari.... |
|
ronym
said:
|
agenda NWO ( sudah terrealisir semua ) Beberapa agenda NWO untuk mengontrol populasi dunia ( sudah terrealisasi semua ) 1. Vaksin dan imunisasi... melemahkan sistem kekebalan manusia secara bertahap sampai akhirnya kalah terhadap serangan virus / bakteri yang semakin canggih ( virus sekarang mereka juga yang buat ) 2. Aborsi, kontrasepsi... mengendalikan kelahiran ( membunuh bayi yang mau lahir ) 3. Membiayai perang dan perusahaan pemproduksi alat-alat perang... mengobarkan api permusuhan / adu domba... kerusuhan massa, chaos, riot... ditingkat citizen dan anak2 = game-game perang, adegan kekerasan ( film ), komik dan sebagainya 4. Menambahkan sodium flouride ( bahan kimia beracun yang dicampurkan ke air minum era hitler untuk membunuh manusia pelan2) kini dicampur dalam pasta gigi, shampo dan air minum... untuk membunuh manusia pelan2 ... Target akhirnya adalah memusnahkan 90% populasi dunia hanya tersisa 500.000.000 manusia yang 100% adalah budak silahkan lihat dan baca prasasti mereka... kata kunci = georgia guidestone |
|
ronym
said:
|
NWO telah lama masuk dalam akal pikiran kita percayalah dengan apa yang kami katakan " Vaksin adalah penyakit yang telah dilemahkan... mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit... karena tubuh akan membuat antibodi terhadapnya... sehingga suatu hari kelak jika tubuh terserang virus / bakteri yang sama akan lebih mudah untuk dikenali dan ditumpas " ... vaksin ini adalah hasil riset mendalam yang kami lakukan puluhan tahun. penelitian dari peneliti-peneliti dan tenaga farmasi yang terbaik di dunia... yang mendedikasikan profesionalisme mereka untuk kebaikan manusia ... he... he... he... new world order ternyata sudah lama masuk dalam akal pikiran kita |
|
Madu Aja
said:
|
... Anak sy pernah di imunisasi sehari setelah lahir, namun alhamdulillah hanya itu saja. Sejak baru lahir anak dah saya kasih madu, alhamdulillah daya tahan lebih baik dibandingkan dengan sepupu2nya. |
|
vedeer
said:
|
iman ya bisa saja secara fisik mereka sehat,tp lihat ahlaknya,yahudi menyerang manusia bkn hanya dari fisiknya saja,mereka gempur jg dgn ahlak manusia supaya makan barang2 haram supaya pada bobrok moral manusia atas kepetingan New World Order nya!! |
|
bocahe
said:
|
... biang kerok depopulasi memang bukan yahudi kok.. pemusnahan sebagian besar penduduk dunia dengan berbagai metode memang sepertinya kelihatan didalangi oleh yahudi tapi yahudi yang mana? yang mengaku keturunan yahudi, mengaku beragama yahudi, atau membela kepentingan yahudi? mari selangkah lebih dekat mengenal 'yahudi' yang mana-kah itu? lebih spesifik |
|
Netral
said:
|
... @sastro: Mohon tidak skeptis, sepertinya komen saya tidak menyinggung Yahudi, Saya hanya sharing pengalaman pribadi. Titik tekannya adalah fakta bahwa vaksinasi masih banyak perdebatan, dan mulai banyak bukti-bukti hasil riset yang menunjukan efek vaksinasi dengan penyakit tertentu. saya yang tidak setuju vaksinasi merasa nyaman dengan pilihan itu. Bro sastro dari sudut pandang saya, jika tidak diimunisasi mungkin anak bro masuk ke universitas sekelas Harvard, MIT, atau Aechen Jerman... (jangan diambil hati hanya hiperbola alias lebay dalam bahasa gaulnya), maksud putra bro bisa jadi lebih optimal dibanding saat ini. Begitu juga saya pribadi juga dulu full vaksinasi waktu kecil sakit-sakitan dan dewasa kelihatan cukup sehat dan bisa masuk universitas ternama dieropa tanpa test, Tapi jika dasarnya itu menjadi pembenaran vaksinasi akan menjadi subjektif. Justru komunitas penentang imunisasi lebih banyak di negara maju. hanya saja pengamatan saya tidak mewakili pribadi, disekitar lingkungan saya ada 5-6 anak yang tidak di Imunisasi... yang jelas jauh lebih kuat daya tahannya. biasanya jika satu keluarga sakit, dia yang paling belakangan sakit, dan sakitnya tidak parah. Bahkan dokter spesialis kami heran dengan daya tahan tubuh anak ini. Mohon dimaafkan jika tidak berkenan |
|
sastro
said:
|
... @ netral Saya hanya ingin jgn apa2 dikaitkan dengan Yahudi yang gak jelas bener apa nggaknya. Soal percaya pakai vaksin jadi sehat ato tidak itu bukan masalah. Saya percaya krn liat bukti aja. saya memang hanya beberapa tahun di Jepang dan pernah ke Eropa karena kebetulan foster parentku orang Belanda (sekarang umur 85 tahun), yang dulu kerja di redcross tentara Belanda di Indonesia. Dia sih sangat percaya bisa panjang umur dan sehat(setiap tahun bisa mengunjungi kami di Indonesia)bersama saudara2nya (ada yg sekarang hampir 100 tahun) krn menjalani semua vaksinasi sejak lahir hingga bertugas di Hindia Belanda dan tentunya seperti yg anda sebut tadi segala cara hidup sehat lainnya seperti (misalnya percaya pada ASI dan pemberian vitamin lainnya). Anak saya dulu kecil sakit2an tapi saya tetap mengikuti program imunisasi dengan lengkap, buktinya sekarang dia sehat dan pintar (bisa masuk universitas ternama tanpa tes karena prestasi sekolahnya) |
|
lilis
said:
|
... @ netral waaw.. terimakasih for info..! semoga ga ada yang membujuk2 supaya vaksinasi. susah kalau orang2 banyak yang taqlid sama dinkes. mana iklan vaksinasi yang terbaru lagi gencar2nya lagi. |
|
Netral
said:
|
... @sastro: Pernah hidup dieropa bro? Sy cukup lama, Justru karena vaksinasinya jauh lebih sedikit dari indonesia. Jepang dan eropa melarang vaksin jenis tertentu..... ini karena sdh mulai timbul kesadaran bahaya vaksin.. @lilis: Dengan senang hati Bro , kata kuncinya Asi, Nutrisi. Untuk meningkatkan imunitas nutrisinya jenis spirulina, dan omega 3. Amati Dalam 24 jam Jika anak sakit jangan panik, Jika demamnya tidak tinggi dibawah 39 derajat, biarkan saja ini dan banyak kasih air. minum obat penurun panas (sejenis tempra) jika 39 derajat keatas. Sebab dalam keadaan demam daya tahun tubuh menjadi aktif dan cepat melawan penyakit/virus. tetapi kita juga harus jaga walaupun demam itu baik, tetapi jika terlalu tinggi akan bisa menyebabkan kejang demam. Jika tidak kejang demam, selama 3 hari dikasih tempra jika suhu demamnnya 39 derajat keatas saja. Kemudian amati dalam 3 hari pola demamnya. baru setelah itu bawa kedokter. Biasanya jika hanya virus cukup dikasih vitamin dan nanti sembuh sendiri. Biasanya dokter spesialis anak yang mahal sangat hati2 memberi obat. Dokter spesialis kami gunakan hanya untuk jaga2 dan second opinion jika ada penyakit berbahaya spt DBD dll. tetapi normalnya walaupun kita juga menebus satu dua resep, tetapi jarang diperlukan, karena dengan ASI dan Nutrisi penyakit akan sembuh sendiri. Yang jelas kami tidak punya jadwal rutin kedokter spesialis karena jarang sakit. selama 2 tahun hanya demam 3-4 kali. Pengobatannya pun murah karena resepnya hanya vitamin. kalaupun kedokter biasanya hanya untuk jaga-jaga dan second opinion. |
|
sastro
said:
|
... masa sih, saya mah gak percaya. Buktinya orang Jepang dan Swiss yang memiliki rekor usia harapan hidup tertinggi (diatas 80 tahun) kok ya pada sehat aja tuh dan gak aneh2. |
|
lilis
said:
|
... emang susah merubah pengetahuan yang selama ini kita yakin @ netral boleh bagi pengalaman?? |
|
Admin
said:
|
vaksinasi breakthesystem, wallahu'alam kalau vaksinasi ada hubungannya dengan kematian para jemaah indonesia sewaktu melaksanakan ibadah haji, namun secara umum bila vaksinasi ada hubungan dengan melemahkan daya tahan tubuh manusia ada. |
|
breakthesystem
said:
|
... mau tanya, apa ada hubungannya Vaksinasi dengan banyaknya jamaah haji yang wafat di Makkah? |
|
Netral
said:
|
Say no to Vaksin Yang jelas tanpa vaksin dan dilengkapi asi 2 tahun, daya tahan putri kami terhadap penyakit jauh lebih baik. Kecerdasannya juga jauh diatas balita seusianya. |
|











alias lebay dalam bahasa gaulnya), maksud putra bro bisa jadi lebih optimal dibanding saat ini. 