larger smaller reset

Buku Rekayasa Pembusukan Islam Memuat Bahaya ESQ

esq-model

Kini sedang ramai diberitakan di mana-mana tentang sesatnya ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) milik Ary Ginanjar Agustian yang sangat terkenal di Indonesia. Berita ramai itu lantaran adanya fatwa dari Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia yang memfatwakan, ESQ sesat dan banyak bertentangan dengan Islam.

  1. ESQ difatwakan, bahwa ajaran, pegangan, dan pemahamannya menyeleweng dari Islam dan dapat merusak aqidah Islam.
  2. Ada sepuluh ciri yang terdapat dalam ajaran ESQ ditengarai oleh fatwa itu sebagai sesat dan dapat membawa kepada kekufuran.
  3. Siapa saja hendaknya menjauhi ajaran, pegangan dan fahaman tersebut.

Di Indonesia pun suara-suara yang mengkritisi ESQ telah muncul ke permukaan sejak beberapa waktu lalu. Yang secara tertulis pun sudah beredar. Di antaranya dimuat di buku Rekayasa Pembusukan Islam, terbitan Pustaka Nahi Munkar, Jakarta, Februari 2009/ Shafar 1430H. Buku itu beredar di Indonesia dan luar negeri terutama Timur Tengah. Di pameran buku sekarang, Pesta Buku Jakarta 2010 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 2-11 Juli 2010 ada di beberapa stand Sukses Publishing, stan nomor 17, 36, dan 96.

Dalam Bab Menyusupkan Syubhat ke Islam, di buku ini dimuat tentang ESQ Dibicarakan Orang. Isinya menguak 27 poin sisi negative yang perlu dihindari. Sisi negative itu ada yang dinilai sangat berbahaya.

Dalam catatan 27 poin itu di antaranya berdasarkan tulisan Ary Ginanjar Agustian dengan ESQ Model-nya yang fenomenal. ESQ Model ini sudah tidak asing bagi masyarakat kita, bahkan buku monomental Ary yang berjudul “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual” sudah terjual lebih dari 150.000 eksemplar dan sudah dicetak lebih dari 20 kali!

Hal negative yang berbahaya dari buku tulisan Ary, dikritik pada poin 15 dan 16 dari 27 poin kritikan sebagai berikut:

15. Bagi Ary, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’ bagi Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Berikut ungkapnya: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, …..” Lebih lanjut ia mengatakan: “…., dan ayat-ayat Al Qur’an sebagai dasar berpijak (legitimasi). Dan yang terpenting adalah legitimasi suara hati anda sendiri, sebagai nara sumber kebenaran sejati” (Lihat: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Hal. Liv).

Suara hati dalam bahasa kaum sufi sering disebut dengan Dzauq (rasa hati) yang pada prinsipnya sama, yaitu sumber kebenaran sejati. Maka tidak heran kalau dari mulut mereka kita dengar ungkapan “haddatsanii robbii ‘an nafsii” (Tuhan ku menginformasikan kepada ku melalui jiwa ku). Juga ungkapan: “kalian belajar kepada orang yang sudah mati,

sedangkan kami belajar langsung kepada Yang Maha Hidup”.

16. Keyakinan Ary yang lebih rancu dan sangat berbahaya lagi adalah ungkapannya bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam kepribadiannya sebagai Rasul yang sekaligus sebagai pemimpin abadi sangat mengandalkan logika dan suara hati. Berikut ungkapannya: “Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati, …….” (Lihat buku Rahasia Sukses …. ESQ, hal. 100).

Padahal kita kaum muslimin meyakini bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam selalu bersandar kepada wahyu ilahi yang diturunkan melaui Jibril. Wahyu ilahi bukan suara hati! (Rekayasa pembusukan islam, Pustaka Nahi Munkar, Jakarta, Februari 2009, halaman 232-233).

Dengan munculnya kritikan terhadap ESQ dan bahkan fatwa dari Mufti yang menyatakan sesatnya dan bahayanya seperti tersebut, tampaknya ada reaksi dari orang-orang tertentu yang berani berkata dengan rancunya. Seakan Islam itu tergantung jumlah banyaknya orang yang setuju atau bersuara. Misalnya berkilah bahwa yang berfatwa tentang sesatnya itu kan hanya satu Mufti… dan sebagainya. Kilah seperti itu adalah satu bentuk pemikiran rancu. Karena Islam sama sekali tidak memerlukan banyaknya orang yang setuju. Ketika sesuatu itu benar secara dalil (Al-Qur’an dan As-Sunnah) dengan pemahaman yang shahih, walau tidak disetujui oleh banyak orang maka tetaplah benar.

Jadi dalam kasus fatwa yang menyatakan sesatnya ESQ, atau catatan yang dimuat di buku yang menyatakan bahayanya, apabila itu dalilnya shahih, maka shahih pula alias benar. Tinggal lagi nanti orang yang ahli tentang evaluasi anggaran atau analisis tentang betapa besar pemborosan yang dihabiskan untuk penataran mahal itu dari berbagai kantor dan hasilnya pun negeri Indonesia banyak koruptornya bahkan sangat menonjol di dunia, maka evaluasi semacam itu akan menambah poin tersendiri pula. (nahimunkar.com).

 

Inilah Fatwa Lengkap Mufti Malaysia tentang ESQ Ary Ginanjar

Moksa Hutasoit – detikNews

Rabu, 07/07/2010 09:31 WIB

Jakarta - Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian sangat terkenal di Indonesia. Namun Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia menilai ESQ Ary melenceng dari ajaran-ajaran agama Islam.

Menurut Wikipedia, Wilayah Persekutuan meliputi Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan. Inilah fatwa lengkap soal ESQ Ary yang dikutip dari situs www.muftiwp.gov.my:

‘Fatwa Berkenaan dengan Kursus ESQ Leadership Training dan Fahaman yang Seumpama Dengannya’

(a) ajaran, pegangan dan fahaman yang dibawa oleh ESQ Leadership Training anjuran Ary Ginanjar Agustian dan apa-apa ajaran yang seumpama dengannya adalah menyeleweng daripada ajaran Islam kerana mengandungi ajaran-ajaran yang boleh merosakkan akidah dan syariah Islam. Ciri-ciri penyelewengan tersebut adalah seperti yang berikut:

i. mendukung fahaman liberalisme iaitu memahami atau mentafsir nas-nas agama (Al-Quran dan As-Sunnah) secara bebas, dan fahaman pluralisme-agama iaitu fahaman yang mengajarkan semua agama adalah sama dan benar. Kedua-dua fahaman ini adalah sesat dan boleh membawa kepada kekufuran.

ii. mendakwa bahawa para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini bercanggah dengan akidah Islam tentang Nabi dan Rasul. Menurut akidah ahli Sunnah Wal Jamaah, kenabian dan kerasulan adalah pilihan Allah s.w.t semata-mata (al-Isthifaiyyah), dan bukan sesuatu yang boleh diusahakan (al-Kasbiyyah).

iii. mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam, ‘SQ’ adalah hasil penemuan seorang Yahudi, Danah Zohar, manakala ‘God Spot’ adalah hasil kajian seorang Hindu VS Ramachandran. Kedua-dua penemuan ini disahkan dengan ayat Al-Quran (Al-Hajj, ayat 46).

iv. menekanan konsep ’suara hati’ atau ‘conscience’ sebagai sumber rujukan utama dalam menentukan baik dan buruk sesuatu perbuatan. Konsep suara hati adalah ajaran paling suci dalam agama Kristiani. The Oxford Dictionary of World Religion menyebut ‘In the main forms of Christianity, conscience is the absolutely inviolable and sacrosanct center of the person as human as responsible for her or his decisions;. Konsep suara hati juga merupakan ajaran Hindu seperti yang dijelaskan oleh Swami Vivekandanda. Menurut Imam Abu al-Abbas, pendapat demikian adalah zindik dan kufur.

v. menjadikan logik sebagai sumber rujukan utama. Ini bertentangan dengan akidah Islam yang menetapkan bahawa Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber rujukan utama.

vi. mengingkari mukjizat dan menganggapnya tidak dapat diterima oleh akal dan tidak sesuai dengan zaman sekarang yang serba logik. Mengingkari mukjizat adalah kufur dengan ijmak ulamak kerana ia bermakna mengingkari nas-nas Al-Quran dan Hadis Mutawatir yang mensabitkan mukjizat bagi para Nabi a.s .

vii. menggunakan Kod 19 rekaan Rasyad Khalifah untuk mentafsir Al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku dirinya sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan ’submission’. Teori Kod 19 dianggap lebih tinggi daripada Al-Quran kerana mengikut teori ini, ayat-ayat Al-Quran perlu dibuang atau ditambah bagi menyesuaikan dengan Kod 19.

viii. menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari oleh orang Islam dengan amalan Bushido oleh orang Jepun yang berteraskan ajaran Buddha.

ix. mendakwa bahawa kekuatan luar biasa seperti mukjizat boleh berlaku melalui rumus Zero Mind Process (ZMP). Dengan rumusan ZMP ini, ESQ mengiaskan bahawa mukjizat Nabi Musa a.s diselamatkan daripada Fir’aun boleh juga berlaku kepada orang lain seperti yang berlaku kepada juru terbang Kapten Abdul Razak. Kefahaman mukjizat seperti ini, merupakan ajaran agama Hindu seperti yang diterangkan oleh Swami Vivekananda.

x. mentafsirkan makna kalimah syahadah dengan ‘triple one’. Ini adalah tafsiran bidaah dan sesat. Dalam konteks akidah, ‘triple one’ digunakan oleh Kristian untuk menghuraikan konsep trinity. Buku ‘Christianity For Dummies’, ketika menghuraikan konsep ini menyatakan ‘The Trinity: How 1+1+1 Equals 1. Christianity says that God is Trinity - one God expressed in three beings. The term trinity meands: three-oneness.

(b) mana-mana orang hendaklah menjauhi ajaran, pegangan dan fahaman sebagaimana yang dinyatakan dalam perenggan.

Bertarikh 10 Jun 2010 dan ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia, Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010. (mok/nrl). Sumber: detikNews

ESQ Jelas Sangat Menyimpang

esq-model1

 Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sama kayak HMA Bijak Bestari yang dulu sering tampil di televisi tiap Sabtu mengobati orang. Bijak Bestari mengaku dirinya tuhan tertinggi di atas Allahu Akbar. Allahu Akbar setingkat di bawah dia. Hampir sama ESQ dengan HMA Bijak Bestari.

 Saya akan temui MUI dan Dewan Dakwah yang mendukung ESQ Ary Ginanjar. Juga kepada orang Depag yang membela ESQ akan saya temui, akan saya jelaskan masalah ini.

 Ini menegakkan aqidah. Ini bukan soal Malaysia atau Indonesia, tapi masalah aqidah. Masalah aqidah tidak terbatas wilayah negara. Orang kok diajak supaya menjadi seperti sifatnya Allah, ini tidak benar. (M Amin Djamaluddin, voaislam.com, 10 Juli 2010).

 Buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahamannya tentang Asmaul Husna jelas sangat menyimpang.

Sebab dalam ayat itu disebutkan وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا  “walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” (QS al-‘Araf 7:180).  Begitu perintah Allah dalam Al-Qur’an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”

Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita diperintahkan fad’uhu biha” bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan menyeru: Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.

Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya bersikap selalu menjadi  orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir” itu disamakan dengan kita.

Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah, dan Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah. Apa sih artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?

Kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna, karena ini adalah kunci dan inti buku ini. Dalam buku ini, masalah Asmaul Husna merupakan kesimpulan akhir.

Karena ini masalah akidah, siapapun yang bertanya akan saya jelaskan bahwa ESQ ini menyimpang.

Demikian penegasan M Amin Djamaluddin, peneliti dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat dan DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia).

Berikut ini petikan penjelasan M Amin Djamaluddin dalam wawancara yang dimuat voaislam.com:  

Amin Djamaluddin: Ajaran ESQ Ary Ginanjar tentang Asma Allah Jelas Menyimpang 

RAMAINYA kontroversi ESQ Model Ary Ginanjar Agustian setelah difatwa sesat oleh Mufti Malaysia, tak luput dari perhatian H. Amin Djamaluddin. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini memang telah menjadi rujukan informasi berbagai aliran dan paham sesat di Indonesia. Hampir setiap aliran sesat yang merebak di nusantara, Aminlah yang menjadi saksi ketika kasusnya disidang di pengadilan.

Bulan lalu, tepatnya 1 Juni 2010 tokoh bersahaja yang akrab disapa Pak Amin menjadi saksi ahli dalam sidang penodaan agama yang dilakukan oleh aliran sesat Surga Eden Cirebon, Jawa Barat. Aliran Surga Eden yang dipimpin oleh Nabi Palsu Tantowi ini divonis sesat karena ajarannya menyimpang dari Islam, antara lain: pimpinannya, Ahmad Tantowi mengaku sebagai Tuhan semesta alam yang menjanjikan surga bagi pengikut wanitanya dengan satu syarat: mau ML (bersetubuh) dengannya. Sebagai tuhan sekte, Tantowi melarang pengikutnya mengamalkan syariat agama Islam, seperti shalat lima waktu, puasa ramadhan, dan mengaji Al-Qur’an.

Ditemui wartawan voa-islam.com, Kamis malam (8/7/2010) di kantor Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) kawasan Tambak, Jakarta Pusat, pakar dan pemerhati aliran sesat ini bicara blak-blakan tentang ESQ. Dengan bahasa yang gamblang, tanpa tedeng aling-aling, Pak Amin yang juga pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat ini menyatakan penyimpangan ajaran ESQ Ary Ginanjar dalam buku resmi ESQ. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana tanggapan Pak Amin tentang kontroversi ESQ Ary Ginanjar.

Bagi saya, setelah membaca buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahaman tentang Asmaul Husna itu jelas sangat menyimpang.

Sebab dalam ayat itu kan disebutkan “walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu perintah Allah dalam Al-Qur’an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”

Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita diperintahkan fad’uhu biha” bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan menyeru: Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.

Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya “Al-Majid” diartikan saya bersifat mulia. “Al-Majid”nya Allah diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Mengaku sebagai orang yang mulia itu adalah sifat yang angkuh dan sombong. Kalau orang lain yang menilai kita mulia, itu ndak masalah. Tapi kalau kita sendiri yang mengaku mulia, ini kan pengakuan yang angkuh dan sombong.

Contoh lainnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya bersikap selalu menjadi  orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir” itu disamakan dengan kita.

Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah, dan Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah. Apa sih artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?

Apa saja yang dinilai menyimpang dalam buku ESQ tersebut?

Menurut saya, kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna, karena ini adalah kunci dan inti buku ini. Dalam buku ini, masalah Asmaul Husna merupakan kesimpulan akhir.

Asmaul Husna “Al-Muqsith” diartikan saya adil dalam menghukum. Bagaimana mungkin menyamakan keadilan Allah dengan keadilan manusia?

Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sama kayak HMA Bijak Bestari yang dulu sering tampil di televisi tiap Sabtu mengobati orang. Bijak Bestari mengaku dirinya tuhan tertinggi di atas Allahu Akbar. Allahu Akbar setingkat di bawah dia. Hampir sama ESQ dengan HMA Bijak Bestari.

…kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna. Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah Subhanahu wa Ta'ala …

Bagaimana dengan doktrin ESQ Ary Ginanjar yang menjadikan suara hati sebagai sumber utama kebenaran?

Dalam buku tersebut Ary Ginanjar menulis imbauan: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, yang merupakan karunia Tuhan” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ, hal. liv).

Ini tidak benar. Tidak ada ukuran kebenaran dengan suara hati. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya.

Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 147 Allah menyatakan: “Al-haqqu min robbika.” Kebenaran itu hanya dari Allah. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati.

Apa sih artinya suara hati? Kebenaran menurut Islam, sumbernya adalah qolalloh dan qola rosululloh (apa kata Allah dan Rasulnya, red.). Jangan jadikan suara hati sebagai sumber kebenaran, karena setan bisa mengendalikan hati.

Apa ukurannya, rumusannya apa kalau suara hati dijadikan kebenaran? Karena suara hati setiap orang itu berbeda-beda. Jangan coba-coba jadikan suara hati sebagai sumber kebenaran!

…ESQ tidak benar. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati…

Tapi menurut Ary Ginanjar, Nabi Muhammad adalah pemimpin yang mengandalkan logika dan suara hati.

Tidak benar! Rasulullah itu bertindak sesuai dengan petunjuk dan wahyu Allah. Rasulullah itu tidak menggunakan suara hati, tapi dibimbing wahyu.

Rasulullah pernah memakai sepatu (khuf). Ketika bersuci, Rasulullah mengusap bagian atas sepatu. Padahal menurut logika, seharusnya yang diusap (dibersihkan) adalah bagian bawah sepatu, karena yang kotor adalah bagian bawah sepatu. Makanya dalam hadits Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

عَنْ عَلِىٍّ - رضى الله عنه - قَالَ لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ. ) سنن أبى داود - (ج 1 / ص 226)

“Seandainya agama itu dengan akal niscaya yang lebih pantas diusap adalah bagian bawah khuf daripada bagian atasnya. Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap di atas kedua khufnya.”

Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap manusia itu tidak sama.

…Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap manusia itu tidak sama…

Bagaimana dengan klaim Ary Ginanjar bahwa mukjizat Nabi itu tidak bisa diterima dengan akal?

Masuk akal atau tidak, mukjizat Nabi itu harus kita terima dengan iman. Karena mukjizat itu memang tidak bisa diterima oleh akal. Tapi iman bisa menerimanya. Jangan menolak mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya.

Makanya kayak aliran Isa Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai dengan akal pikiran.

…Jangan menolak mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya,  kayak aliran Isa Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai dengan akal pikiran…

Apa sikap Pak Amin terhadap para tokoh Islam yang mendukung ESQ?

Saya akan temui MUI dan Dewan Dakwah yang mendukung ESQ Ary Ginanjar. Juga kepada orang Depag yang membela ESQ akan saya temui, akan saya jelaskan masalah ini.

Ini menegakkan aqidah. Ini bukan soal Malaysia atau Indonesia, tapi masalah aqidah. Masalah aqidah tidak terbatas wilayah negara. Orang kok diajak supaya menjadi seperti sifatnya Allah, ini tidak benar.

Asma Allah “Al-Majid” diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhu” (aku lebih baik, red.) itu.

Karena ini masalah akidah, siapapun yang bertanya akan saya jelaskan bahwa ESQ ini menyimpang.

…Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhu” (aku lebih baik)…

Apa imbauan Pak Amin untuk ESQ Ary Ginanjar?

Saya berharap agar dia kembali kepada kebenaran, mudah-mudahan dalam hal ini hanya khilaf karena kurangnya pemahaman tentang agama. Mudah-mudahan sadar kembali kepada kebenaran, dan mau mengakui kesalahannya. Namanya manusia itu bisa saja salah. Kita bukan cari ribut, tapi kalau dia tetap bertahan, ya akan jadi masalah nanti. Rujuklah kepada al-haqq. [taz, zak/voa-islam.com]

Terkait:

  1. Ajaran ESQ Sesat dan Menyesatkan
  2. ESQ dan New Age Movement

 Sumber: nahimunkar.com

Share/Save/Bookmark
Dibaca :7353 kali  

Komentar-Komentar  

adzat
Quote
 
0
masalah nya teory -teory yang di gunakan teory orang atheis.... conyoh Edwin Hubble... Issac newton...
KANG NUR
Quote
 
0
ALHAMDULILLAH SAYA TAK MENGIKUTI TRANING ESQ BACA BUKUNYA JUGA MALES RUWET DAN GX KEJANGKAU AKALKU YG BODOH INI
PETUNJUK KECERDASAN SUDAH ADA DALAM AL QUR AN DAN HADIST NGAPAIN PAKE MOTADE2 LAIN YANG LOM KARUAN BENARNYA.KECERD ASAN ROBANI ITU HADIAH KHUSUS DARI ALLAH BUAT ORANG2 KHUSUS DLM SEGI AMALIAH DAN KHAIAHNYA TRUTAMA YANG MENGERTI BAGAIMANA MENATA DAN MEMBERSIHKAN HATI DENGAN TUNTUNAN SYARIAT TENTUNYA.INSYA ALLAH BILA HATI SELALU DI JAGA DARI PENYAKIT-PENYAK ITNYA OTOMOTIS KCERDASAN ROBANI AKAN DIDAPAT.
birkenstock sale
Quote
 
0
It's great to hear from you and see what you've been up to. In your blog I feel your enthusiasm for life. thank you.,http://www .birkenstock-sa ndals.ca
Ardian
Quote
 
0
Assalamualaikum wr.wb jangan nyari sensasi gitu dund klo mw ketemu ama orangnya langsung di ESQ Building buktiin klo berani ketemu orangnya langsung jgn lewat media trus klo gitu MTGM juga iya dund . . . . . . . Payah Bikin islam makin ancur La'natullah
Moncler Jacka
Quote
 
0
If you wish to be the best man, you must suffer the bitterest of the bitter.,http:// www.jackamoncle rsverige.com
Louis Vuitton Diaper Bags
Quote
 
0
well this blog is great i love reading your articles.,http: //www.diaperbag slouisvuitton.c om
Moncler Jackor
Quote
 
0
For this statement, Jochen Zeitz argued that a considerable part of the product had being through wind and rain to counter the trend of fail for decades,http:// www.billiga-mon clerjackor.com
Admin
Quote
 
0
@naila,

kami yakin ajaran islam sudah sempurna tanpa harus ditambah dengan sinkretisme, bid'ah dlsb. silahkan baca di sini: http://www.akhirzaman.info/menukonspirasi/konspirasi-islam/1877-akhirnya-ary-ginanjar-akui-kekeliruan-esq.html
naila
Quote
 
0
Masya Allah, ini apa ya ini,

komunikasi yuk sm Allah mana yang benar, mana yang salah? salah2 dua2nya malah salah...
apa mau sampai liang lahat kaya gini...
"carilah ilmu sampai ke negeri cina", coba cari pustaka atau ulama lain yang jauh lebih bisa memberi pendapat..., semoga kebenaran bisa segera muncul....
Amin.
say no
Quote
 
0
to henwin...fahami baik2 dulu arti bid`ah....cari dan fahami bener2 apa itu bid`ah yg dimaksud...peac e!
say no
Quote
 
0
assalamualaikum wr.wb
kayaknya pada gak ada yg faham dengan apa yg admin kupas diatas....udah nyata2 nyeleweng dari islam koq pada berkelak...ini bukan soal jd org paling suci atau enggaknya...tap i pelurusan aqidah....klo dr nabi muhammad SAW nya aja g pernah mengajarkan ngapain di ada2kan lagi yg baru...
henwin
Quote
 
0
Berdasarkan apa yang disampaikan ttg bid'ah, bahwa ada bbp kategori :
- berdasrakan baik-buruk :ada bid'ah yg baik dan bid'ah yang buruk,
- berdasarkan unsur ibadah : ada bid'ah dlm ritual agama (sholat,puasa, zakat, haji dll) dan bid'ah dlm bidang muamalah...

Nah dari kategori di atas :

- Berdasarkan baik-buruk : ESQ justru memberi kebaikan.
- Berdasarkan unsur ibadah :ESQ tidak merubah tata cara sholat, puasa, zakat, haji dan yang menyangkut ritual dalam agama yg sudah diatur sesuai tuntunan agama.

jadi menurut saya, ESQ memang bid'ah tetapi tidak sesat (sesuatu yang baru dalam penyampaian dakwah). Didalam training ESQ disampaikan ttg bukti2 kebenaran ayat-ayat Al Qur'an,hadits,s yahadat,sholat, zakat, haji,membangun kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, para nabi dll tanpa sedikitpun merubah unsur syariat yg telah diatur oleh tuntunan agama.Hanya cara penayampiannya saja yang berbeda.dan sekali lagi ESQ hanyalah sebuah metode training penyampaian nilai2 Islam.


Kalo kita mau cermati, mushaf Al Qur'an juga bid'ah, karena zaman nabi Al Qur'an masih dlm lembaran2 dan hapalan oleh para sahabat, baru pd kekhalifhan Usman disusun dlm bentuk mushaf.

contoh bid'ah yg lain :
- anda berdakwah lewat internet (zaman nabi kaga ada internet)....
- mau naik haji pake pesawat (zaman dulu kaga ada pesawat) dan masih banyak lai yg tdk bisa disebutkan...
Tetapi apakah lantas bid'ah2 tsb sesat?
Mungkin kita harus banyak belajar agar cara pandang kita dlm beragama tidak selalu ketinggalan....
Saran saya cobalah ikut dulu trainingnya baru komentar....
Toh setelah ikut tdk ada keharusan menjadi A atau B, itu semua kembali pada diri masing2, karena tugas manusia hanya menyampaikan, selanjutnya kembali kepada Allah SWT...

wassalam,

mumpung suasana idul fitri

Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, ja'alanallahu minal aidin wal faizin...mohon maaf lahir batin....
Admin
Quote
 
0
to: henwin,

Semoga Allah memberikan taufiq kpd kita semua dan kepada Anda. Yang kami ketahui mengenai bid'ah sbb:

Bid’ah adalah fenomena dikalangan umat yang tak akan habis untuk diperbincangkan sepanjang Islam masih bersemayam dalam jiwa manusia. Ikhtilaf persoalan Bid’ah dikalangan umat, umumnya terjadi karena perbedaan sudut pandang. Seperti perdebatan dalam masalah prespektif bid’ah dikarenakan adanya dua pendekatan yang berbeda, antara yang menggunakan pendekatan etimologis (kebahasaan) dan epistemologis (syari’at). Pendekatan etimologis sifatnya lebih global sehingga lebih melunak dalam mensikapi bentuk bid’ah, karena menurut pendekatan ini, bid’ah adalah ungkapan untuk sebuah inovasi dalam bentuk apapun, termasuk dalam aspek syari'ah. Sehingga, mereka menyatakan adanya bid’ah yang baik dan bid’ah yang kurang baik. Sementara yang memahami bid’ah dengan menggunakan pendekatan epistemologis, menyatakan keberatannya semua bentuk bid’ah dalam aspek ibadah, karena pendekatan epistemologis, lebih mengacu pada aspek syari'ah. Artinya bid’ah yang dimaksudkan dalam Hadits Nabi adalah segala bentuk inovasi dalam hal ibadah atau praktek keagamaan yang tidak pernah dipraktekan oleh Nabi. Sehingga kelompok ini menyatakan keberatannya terhadap bentuk dan segala macam bid’ah karena dianggap menyimpang dari ajaran agama (Islam).

Bid’ah menjadi nubuwah akhir zaman yang harus menjadi perhatian umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sayang secara normatif, Nabi tidak menjelaskan secara eksplisit pemaknaan dari istilah itu, sehingga wajar jika dikalangan umat terjadi perbedaan dalam memahami istilah tersebut. Namun akan menjadi rahmat sepanjang umat mensikapinya secara arif dan bijaksana. Dalam artian perspektif mengenai bid’ah berada dalam koridor ijtihad, yang memungkinkan menghasilkan ijtihad yang benar dan mungkin salah. Jadi yang paling arif mensikapi fenomena bid’ah adalah memiliki pemahaman yang benar terhadapnya dengan kadar ilmal-yaqin (keyakinan ilmu), kemudian berhati-hati dengannya, bukan melakukan tahkim (memberikan hukum) kepada setiap orang dan menganggap diri paling bersih.

Dan hadits-hadits berikut ini untuk bahan renungan kita bersama.

Diriwayatkan dari Ibnu Abas r.a.: “Tidaklah suatu sunnah itu hilang, kecuali akan muncul bid’ah sebagi penggantinya, sehingga mapanlah yang bid’ah itu dan terkuburlah sunnah”

“Aku berwasiat kepada kalian, hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, dengarkan dan ta’atilah seandainya ada kewajiban atas kalian, sebab suatu saat akan terjadi suatu pertentangan yang besar tentang agama, maka kalian (umat islam) hendaklah teguh dengan sunnahku, sunnah para khalifah yang terpilih, maka peganglah sunnah itu kuat-kuat oleh kalian, dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara yang baru, sebab setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR Abu Daud)

“Sejelek-jeleknya perkara (dalam agama) adalah hal-hal yang baru, dan setiap hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap yang sesat tempatnya di neraka” (H.R Nasa’i)

“Barang siapa mengada-ngada urusan baru dalam agama ini, yang tidak kami ajarkan maka akan tertolak” (H.R Bukhari)

“Barang siapa berbuat bid’ah, maka dia akan disertai syaitan dalam ibadahnya dan dijauhkan darinya kekhusyuan dan kesyahduan”. (H.R Dailamy)

Wallahu'alam

Semoga Bermanfaat
henwin
Quote
 
0
saya mau tanya kpd admin, apa yang anda ketahui ttg bid'ah?
arif_CLAX
Quote
 
0
saran saya : murnikan diri and rendahkan ego,,,,
admin
Quote
 
0
to: Kuncung Bawok,

Mas, yang bener hanya Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, kami hanya berusaha sebisa mungkin untuk melaksanakann ajaran Islam sesuai tuntunan secara konsisten.

Soal ESQ yang a.l. mengandung ajaran Sinkretisme untuk kami sudah cukup bahwa ajaran tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam alias bid’ah, dan ketika siapa saja melaksanakan bid’ah bukannya akan Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual namun sebaliknya akan Menghalangi Kecerdasan Emosi dan Spiritual dalam melaksanakan ajaran Islam.

Menurut Amin Djamaluddin yang dikenal sebagai 'ulama ahli aliran sesat, Ary dengan sengaja telah menyampaikan ajaran sesat dan menyesatkan orang lain melalui buku yang ditulisnya “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual”. Sebab dalam buku itu penuh dengan ajaran Sinkretisme, Pluralisme, Liberalisme sehingga menjurus pada zindiq dan kufur bahkan syirik. Ary juga mengajarkan agar umat Islam tidak percaya dengan mukjizat para Nabi termasuk mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, karena dianggap tidak masuk akal.

“Setelah saya teliti, dalam buku tersebut Ary sesat dan menyesatkan dengan sengaja mencampur adukkan ajaran Islam dengan Kristen, Yahudi, Hindu dan Buddha. Selain itu Ary menggunakan kebebasan berfikir untuk menafsirkan Al Qur’an dan Hadis, padahal dia bukan ahli Tafsir dan ahli Hadis, sehingga tafsirannya ngawur sekali. Selain itu Ary juga menafsirkan 99 sifat Allah dalam Asmaul Husna bisa juga menjadi sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Jadi seolah-olah manusia bisa meniru Allah sehingga bisa menjurus pada kemusyrikan. Apalagi Ary tetap meyakini suara hati sebagai sumber kebenaran, bukan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai sumber kebenaran,” Demikian menurut Amin Djamaluddin.

Wallahu’alam
admin
Quote
 
0
to: henwin,

Yang pasti menurut kami, penulis artikel di atas memahami syari’at Islam dan bertanggungjawa b terhadap aqidahnya serta melakukan pembelaan terhadap Islam agar tidak masuk unsur-unsur bid’ah, jadi tidak perlu untuk mengikuti training ESQ karena bukannya akan Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual namun sebaliknya akan Menghalangi Kecerdasan Emosi dan Spiritual dalam melaksanakan ajaran Islam.

Kalau dari kacamata Anda sendiri ESQ bermanfaat seperti Anda katakan “Bagi saya ESQ adalah sebuah metode agar kita bisa menjadi sadar akan sebuah keyakinan....ka rena terus terang banyak orang beragama tapi belum menemukan keyakinan yang mendalam, dan melalui ESQ lah metodenya....da n apabila telah ikut training harus tetap belajar ....tapi bagaimana ada kesadaran belajar jika keyakinan belum didapat...” itu hak dan tanggungjawab Anda sepenuhnya.

Namun sebagai sesama Muslim, kami tidak salah untuk mengingatkan Anda bahwa tuntunan Islam sudah sempurna dan jelas serta jalan untuk mencapai Kecerdasan Emosi dan Spiritual adalah dengan mengikuti ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah secara konsisten dengan menjauhkan bid’ah, insyaAllah keyakinan yang mumpuni akan didapat dan dalam mengisi kehidupan sebagai seorang Muslim yang kita perlukan adalah hidayah Allah, bukan semata-mata akal kita. Sekedar untuk mengingatkan kita semua sebuah hadits berikut bisa dijadikan renungan “Barang siapa mengerjakan perbuatan bid'ah, maka Syaitan (Jin) akan menyertainya dalam ibadah, serta menjauhkannya dari khusyu dan menangis” (H.R Dailami dari Annas)

Wallahu’alam
Kuncung Bawok
Quote
 
0
halah opo tah iki, kabeh salah kabeh, sing bener sampeyan thok!
Kuncung Bawok
Quote
 
0
Halah web site opo tah iki, kabeh salah kabeh sing bener sampean thok!
henwin
Quote
 
0
saya mau menanyakan apakah yang memberikan komentar negatif thd ESQ sudah pernah ikut trainingnya? jangan sampai hanya omdo (omong doang)...
Bagi saya ESQ adalah sebuah metode agar kita bisa menjadi sadar akan sebuah keyakinan....ka rena terus terang banyak orang beragama tapi belum menemukan keyakinan yang mendalam,,,dan melalui ESQ lah metodenya....da n apabila telah ikut training harus tetap belajar ....tapi bagaimana ada kesadaran belajar jika keyakinan belum didapat...
Dan mengenai sifat asmaul husna bukan spt komentar diatas,,,maksud dari pak Ary adalah bahwa kita sbg khalifah di bumi mengemban amanat dengan "percikan" sifat-sifat Allah, makanya amanat ini pernah ditawarkan ke gunung,langit tetapi mereka menolak, diembanlah amanat itu ke manusia...namun manusia itu zholim,,,,lupa dengan sifat2 yg ada dalam dirinya spt kasih sayang,jujur dllll........ma kanya ikut trainingnya spy lebih jelas....
Martin
Quote
 
0
Informasi apapun, jangan membuat sesama Muslim saling mencela, gunakanlah sebagai masukan. Pengembangan untuk perbaikan aqidah dan keimanan. Baca, lalu ambil yang baik dan ditelaah dengan sungguh2. Pedoman kita hanya Al Qur'an dan Hadist. Akal manusia sangat terbatas, jangan dijadikan patokan yg wajib diikuti.:D:D
admin
Quote
 
0
to: masihbelajar,

Jazakallah khair atas sarannya, insyaAllah kami sebisa mungkin untuk dapat menyuguhkan informasi maupun komentar seobyektif mungkin sesuai tuntunan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya. Kami menyadari sebagai manusia merupakan sumber segala kesalahan, namun berusaha sesuai kapasitas kami untuk dapat mengaplikasikan perintah-Nya seperti yang ditegaskan di bawah ini:

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Maidah 5:8)

InsyaAllah, aamiin
masihbelajar
Quote
 
0
abang dutch_man
kok suka banget ya request kekurangan orang lain.. maksudnya apa nih?
bang dutch_man suci juga donk :D

soal haroqah, bang dutch_man punya solusi buat saudara-saudara kita yg memang mendalami islam melalui haroqah masing-masing?

tiap haroqah tentu ada kekurangan dan kelebihan masing2 tersebut..
bang dutch_man nda terima dengan kekurangan haroqah2 tersebut?
terkecuali kalau haroqah tersebut terbukti sesat dan menyimpang dari islam, yuk mari kita bubarkan sama-sama... karena mengancam islam

haroqah yang beragam dan memiliki kelebihan kekurangan masing-masing kenapa ndak saling mengingatkan dan berjuang bersama.. demi dien Allah
dari pada buang-buang energi berdebat saling menjatuhkan untuk haroqah2 yg ada..

@admin
objektivitas informasi tolong di nomer satukan ya
kasian umat awam kalau informasi-infor masi yang ada sifatnya subjektif dan membingungkan..
MALDINI
Quote
 
0
IT'S TIME FOR KHILAFAH TO LEAD THE WORD & PANJI2 ALLAH AKAN BERKIBAR!!!
MALDINI
Quote
 
0
ALLAHUAKBAR....
admin
Quote
 
0
to: Bro ntnwo,

Bro pertanyaannya gampang, menjawabnya yang susah, kasih contohnya juga sama sulitnya, tapi untuk gambarannya, Bro bisa merujuk: QS al-Baqarah 2:143, QS ali-Imran 3: 110, 103, QS al-Anfal 62-63 kondisi seperti yang dijelaskan di dalam ayat-ayat tersebut baru akan mewujud setelah memenuhi syarat-syarat obyektif dan subyektif Allah Azza wa Jalla, tinggal terserah kepada kita, apakah mau memperhatikan tuntunan Allah Azza wa Jalla seperti yang ditegaskan di dalam QS ar-Rum 30:30-32 dan ayat-ayat yang lainnya atau sebaliknya. Ketahuilah bahwa kondisi kejiwaan manusia pada umumnya seperti digambarkan oleh nabi Yusuf as:

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yusuf 12:53)

Selain itu gambaran realitas masyarakat manusia di dunia fit dengan kondisi yang digambarkan dalam QS Yusuf 12:106:


“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembah an lain).”
Apakah gambaran ayat di atas sebagai dampak tidak dipatuhinya tuntunan Allah Azza wa Jalla di dalam surah ar-Rum 30:30-32?, Allahu’alam.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memperingatkan umat Islam dengan sabdanya:

“Dan pasti kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian setapak demi setapak dan sejengkal demi sejengkal, hingga kalaupun mereka masuk ke lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya.” Kami (para sahabat,) bertanya: “Ya Rasulullah, jejak orang-orang Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (Diriwayatkan dalam Shahihain; Fathul Bari juz XIII hal. 300 dan Muslim hadits no. 2669)

Juga,

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (Diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya juz II hal. 50, dan Abu Dawud dengan sanad jayyid hadits no. 4031, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir no. 6025)

Bro, marilah kita berusaha untuk menjadi kelompok yang dinamakan Firqatu an-Najiyah (golongan yang selamat), mereka yang selalu berpegang kepada kebenaran. Maukah hati kita dipersatukan Allah Azza wa Jalla seperti dijelaskan dalam ayat-ayat di atas?, mari kita laksanakan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan menjauhi segala bid’ah secara konsisten, InsyaAllah masa depan akan menjadi milik umat Islam, karena “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS ali-Imran 3:160)

Allahu’alam

Semoga bermanfaat
ntnwo
Quote
 
0
brother admin, menurut brother, organisasi atau ormas apa yang tidak menyimpang dari Islam?
admin
Quote
 
0
to: dutch_man,

Kami tegaskan sekali lagi bahwa kami bukan anggota haraqah manapun apalagi melakukan pembelaan.

Mas bagaimana Anda memahami dan mengaplikasikan tuntunan Allah Azza wa Jalla yang diabadikan dalam QS ar-Rum 30:30-32?
dutch_man
Quote
 
0
tapi tulisan mas malah menyudutkan semua pihak yang berlawanan dngan harokah mas...
saya jadi bingung...kalo di quran disuruh kita saling berbuat baik pada tiap muslim..disini kenapa malah terpecah belah...
kalo dia masih memegang quran n sunnah sebagai pedoman dan Muhammad SAW sebagai contoh dan sahabat,tabi',t abiin sebagai penunjuk sunnah kenapa saling terpecah belah???
kalo mas merasa quran dan hadist sebagai pedoaman,jangan pernah memposting untuk memperpecah umat islam..jikalau ingin posting,posting juga keburukan dan kebrobokan harokah pilihan mas..
admin
Quote
 
0
to dutch_man,

Perlu si Mas pahami, di sini kami tidak bermaksud untuk membela atau memusuhi siapapun dan firqah apapun, yang kami lakukan semata-mata hanya berusaha mengungkap kebenaran sesuai yang kami pahami berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Tulisan-tulisan yang dimuat dipilih sesuai dengan kompetensi bidangnya masing-masing penulis, bila dicermati nampak adanya perpecahan akut dalam tubuh umat Islam yang idealnya tidak harus terjadi, kalau masing-masing berjiwa besar, padahal persatuan umat Islam dewasa ini sangat diperlukan, namun sayang realitanya tidak demikian.

Kulo nuwun yo mas, keberpihakan kami hanyalah kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan kepada haraqah tertentu.
bocahe
Quote
 
0
banyak orang kini menghendaki kemudahan2 dalam ber'agama'
perubahan gaya hidup serta gengsi yang tinggi mendorong mereka
mencari format baru dalam beragama.

alangkah sedihnya setelah tercampur rasa 'riya'
ternyata apa yang dijalani justru menodai aqidah itu sendiri.
innalillahi..
dutch_man
Quote
 
0
mas,itu mah sejarahnya..
tapi kekurangannya mas..
anda berani membuat/mempost ing kekurangan dan kesalahan IM,Salafi, dll..
tapi ga berani memposting kekurangan bahkan kebobrokan HT n JT...
kita juga pengen tahu apa yang cocok untuk kita..Jangan cuma membenarkan harokah yang mas ikuti...namanya ga fair!
admin
Quote
 
0
Wass. wr.wb.

to: dutch_man,
masalahnya bukan suka sekali atau tidak melihat kekuarangan orang lain, tapi sesuai dengan apa yang kami pahami dalam melaksanakan ajaran Islam, tentu bisa salah, wong manusia ini gudangnya kesalahan koq!, apalagi kalau menganggap diri sendiri paling suci, nau'dzubillah, perhatikan saja ayat 53:32 barangkali bisa untuk dijadikan bahan pelajaran untuk kita bersama.

Untuk JT, si mas bisa akses di sini http://www.akhirzaman.info/islam/miscellaneous/1551-membongkar-kedok-jamaah-tabligh.html
, sedangkan untuk HT, insyaAllah sedang disiapkan.

Wass. wr. wb.
dutch_man
Quote
 
0
assalamualaikum wr wb..
salam kerahmatan buat kita semua...
saya request dunk mas..
setelah harokah2 yang ada..tolong request tuliskan artikel2 tentang kekurangan jamaah tabligh dan hizbut tahrir dunk...
kayanya mas suka sekali melihat kekurangan2 orang lain..
tapi kalo mas takut membeberkan kekurangan mereka...berart i mas merasa yang paling suci..
padahal cuma Nabi aja yang telah disucikan oleh Allah..
BERANI GA MAS!!!


Kode keamanan
Segarkan