larger smaller reset
 

 

Kesesatan LDII dan Ahmadiyah

 

ldii-logo

A. Bukti-bukti Kesesatan LDII

Bukti-bukti kesesatan LDII, Fatwa-fatwa tentang sesatnya, dan pelarangan Islam Jama'ah dan apapun namanya yang bersifat/ berajaran serupa

 

  1. LDII sesat. MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan Ahmadiyah agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut: "Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah." (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

  2. Menganggap kafir orang Muslim di luar jama'ah LDII. Dalam Makalah LDII dinyatakan: "Dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama'ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi," (Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama'ah dengan kode H/ 97, halaman 8).

  3. Surat 21 orang keluarga R. Didi Garnadi dari Cimahi Bandung menyatakan sadar, insyaf, taubat dan mencabut Bai'at mereka terhadap LDII, Oktober 1999. Dalam surat itu dinyatakan di antara kejanggalan LDII hingga mereka bertaubat dan keluar dari LDII, karena: Dilarang menikah dengan orang luar Kerajaan Mafia Islam jama'ah, LEMKARI, LDII karena dihukumi Najis dan dalam kefahaman Kerajaan Mafia Islam Jama'ah, LEMKARI, LDII bahwa mereka itu BINATANG. (Lihat surat 21 orang dari Cimahi Bandung yang mencabut bai'atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu'minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, dimuat di buku Bahaya Islam Jama'ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).

  4. Menganggap najis Muslimin di luar jama'ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (vagina busuk). Ungkapan Imam LDII dalam teks yang berjudul Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI (Cinta Alam Indonesia, semacam jamboree nasional tapi khusus untuk muda mudi LDII) di Wonosalam Jombang tahun 2000. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman): "Dengan banyaknya bermunculan jamaah-jamaah sekarang ini, semakin memperkuat kedudukan jamaah kita (maksudnya, LDII, pen.). Karena betul-betul yang pertama ya jamaah kita. Maka dari itu jangan sampai kefahamannya berubah, sana dianggap baik, sana dianggap benar, akhirnya terpengaruh ikut sana. Kefahaman dan keyakinan kita supaya dipolkan. Bahwa yang betul-betul wajib masuk sorga ya kita ini. Lainnya turuk bosok kabeh." (CAI 2000, Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI Wonosalam. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman).

  5. Menganggap shalat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga dalam kenyataan, biasanya orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya, hingga mereka membuat masjid-masjid untuk golongan LDII.Bagaimanapun LDII tidak bisa mengelak dengan dalih apapun, misalnya mengaku bahwa mereka sudah memakai paradigma baru, bukan model Nur Hasan Ubaidah. Itu tidak bisa. Sebab di akhir buku Kitabussholah yang ada Nur Hasan Ubaidah dengan nama 'Ubaidah bin Abdul Aziz di halaman 124 itu di akhir buku ditulis: KHUSUS UNTUK INTERN WARGA LDII. Jadi pengakuan LDII bahwa sekarang sudah memakai paradigma baru, lain dengan yang lama, itu dusta alias bohong.

  6. Penipuan Triliunan Rupiah: Kasus tahun 2002/2003 ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan. Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja. Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah. Di antara korban itu ada yang menyetornya ke isteri amir LDII Abdu Dhahir yakni Umi Salamah sebesar Rp 169 juta dan Rp 70 juta dari penduduk Kertosono Jawa Timur. Dan korban dari Kertosono pula ada yang menyetor ke cucu Nurhasan Ubaidah bernama M Ontorejo alias Oong sebesar Rp22 miliar, Rp 959 juta, dan Rp800 juta. Korban bukan hanya sekitar Jawa Timur, namun ada yang dari Pontianak Rp2 miliar, Jakarta Rp2,5 miliar, dan Bengkulu Rp1 miliar. Paling banyak dari penduduk Kediri Jawa Timur ada kelompok yang sampai jadi korban sebesar Rp900 miliar. (Sumber Radar Minggu, Jombang, dari 21 Februari sampai Agustus 2003, dan akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah karya H.M.C. Shodiq, LPPI Jakarta, 2004. ).

  7. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat: Bahwa ajaran Islam Jama'ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 06 Rabiul Awwal 1415H/ 13 Agustus 1994M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ketua Umum: K.H. Hasan Basri, Sekretaris Umum: H.S. Prodjokusumo.

  8. Fatwa Majelis Ulama DKI Jakarta: Bahwa ajaran Islam Jama'ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 20 Agustus 1979, Dewan Pimpinan Majelis Ulama DKI Jakarta, K.H. Abdullah Syafi'ie ketua umum, H. Gazali Syahlan sekretaris umum.

  9. Pelarangan Islam Jama'ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971: Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama'ah jang bersifat/ beradjaran serupa. Menetapkan: Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama'ah Qur'an Hadits, Islam Djama'ah, Jajasan Pendidikan Islam Djama'ah (JPID), Jajasan Pondok Peantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia. Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama. Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan: Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971, Djaksa Agung R.I. tjap. Ttd (Soegih Arto).

  10. Kesesatan, penyimpangan, dan tipuan LDII diuraikan dalam buku-buku LPPI tentang Bahaya Islam Jama'ah, Lemkari, LDII (1999); Akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah (2004).

  11. LDII aliran sempalan yang bisa membahayakan aqidah umat, ditegaskan dalam teks pidato Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama Ir. Soetomo, SA, Mayor Jenderal TNI bahwa "Beberapa contoh aliran sempalan Islam yang bisa membahayakan aqidah Islamiyah, yang telah dilarang seperti: Lemkari, LDII, Darul Hadis, Islam Jama'ah." (Jakarta 12 Februari 2000, Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama, Ir. Soetomo, SA, Mayor Jendral TNI).

  12. LDII dinyatakan sesat oleh MUI karena penjelmaan dari Islam Jamaah. Ketua Komisi fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma'ruf Amin menyatakan, Fatwa MUI: LDII sesat. Dalam wawancara dengan Majalah Sabili, KH Ma'ruf Amin menegaskan: Kita sudah mengeluarkan fatwa terbaru pada acara Munas MUI (Juli 2005) yang menyebutkan secara jelas bahwa LDII sesat. Maksudnya, LDII dianggap sebagai penjelamaan dari Islam Jamaah. Itu jelas!" (Sabili, No 21 Th XIII, 4 Mei 2006/ 6 Rabi'ul Akhir 1427, halaman 31).

Sistem Manqul

LDII memiliki sistem manqul. Sistem manqul menurut Nurhasan Ubaidah Lubis adalah : "Waktu belajar harus tahu gerak lisan/badan guru; telinga langsung mendengar, dapat menirukan amalannya dengan tepat. Terhalang dinding atau lewat buku tidak sah. Sedang murid tidak dibenarkan mengajarkan apa saja yang tidak manqul sekalipun ia menguasai ilmu tersebut, kecuali murid tersebut telah mendapat Ijazah dari guru maka ia dibolehkan mengajarkan seluruh isi buku yang telah diijazahkan kepadanya itu". (Drs. Imran AM. Selintas Mengenai Islam Jama'ah dan Ajarannya, Dwi Dinar, Bangil, 1993, hal.24).

Kemudian di Indonesia ini satu-satunya ulama yang ilmu agamanya manqul hanyalah Nurhasan Ubaidah Lubis.

Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. yang memerintahkan agar siapa saja yang mendengarkan ucapannya hendaklah memelihara apa yang didengarnya itu, kemudian disampaikan kepada orang lain, dan Nabi tidak pernah mem berikan Ijazah kepada para sahabat. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا، ثُمَّ أَدَّاهَا كَمَا سَمِعَهَا .

Artinya:"Semoga Allah mengelokkan orang yang mendengar ucapan lalu menyampaikannya (kepada orang lain) sebagaimana apa yang ia dengar". (Syafi'i dan Baihaqi)

Dalam hadits ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendoakan kepada orang yang mau mempelajari hadits-haditsnya lalu menyampaikan kepada orang lain seperti yang ia dengar. Adapun cara bagaiman atau alat apa dalam mempelajari dan menyampaikan hadits-haditsnya itu tidak ditentukan. Jadi bisa disampaikan dengan lisan, dengan tulisan, dengan radio, tv dan lain-lainnya. Maka ajaran manqulnya Nurhasan Ubaidah Lubis terlihat mengada-ada. Tujuannya membuat pengikutnya fanatik, tidak dipengaruhi oleh pikiran orang lain, sehingga sangat tergantung dan terikat denga apa yang digariskan Amirnya (Nurhasan Ubaidah). Padahal Allah SWT menghargai hamba-hambanya yang mau mendengarkan ucapan, lalu menseleksinya mana yang lebih baik untuk diikutinya. Firman-Nya:

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ(17) الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ (18)

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,  yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (QS Az-Zumar : 17-18).

Dalam ayat tersebut tidak ada sama sekali keterangan harus manqul dalam mempelajari agama. Bahkan kita diberi kebebasan untuk mendengarkan perkataan, hanya saja hrus mengikuti yang paling baik. Itulah ciri-ciri orang yang mempunyai akal. Dan bukan harus mengikuti manqul dari Nur Hasan Ubaidah yang kini digantikan oleh anaknya, Abdul Aziz, setelah matinya kakaknya yakni Abdu Dhahir. Maka orang yang menetapkan harus/ wajib manqul dari Nur Hasan atau amir itulah ciri-ciri orang yang tidak punya akal. (Lihat Buku Bahaya Islam Jama'ah Lemkari LDII, LPPI, Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 258- 260).

Intinya, berbagai kesesatan LDII telah nyata di antaranya:

  1. Menganggap kafir orang Muslim di luar jama'ah LDII.
  2. Menganggap najis Muslimin di luar jama'ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (vagina busuk).
  3. Menganggap shalat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya.

Bagaimanapun LDII tidak bisa mengelak dengan dalih apapun, misalnya mengaku bahwa mereka sudah memakai paradigma baru, bukan model Nur Hasan Ubaidah. Itu tidak bisa. Sebab di akhir buku Kitabussholah yang ada Nur Hasan Ubaidah dengan nama 'Ubaidah bin Abdul Aziz di halaman 124 itu di akhir buku ditulis: KHUSUS UNTUK INTERN WARGA LDII. Jadi pengakuan LDII bahwa sekarang sudah memakai paradigma baru, lain dengan yang lama, itu dusta alias bohong.

Deskrispi tentang LDII:

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)

Pendiri dan pemimpin tertinggi pertamanya adalah Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul bin Thahir bin Irsyad. Lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasri,. Kediri Jawa Timur, Indonesia, tahun 1915 M (Tahun 1908 menurut versi Mundzir Thahir, keponakannya).

Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama'ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama'ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan

Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972, tanggal ini dalam Anggaran Dasar LDII sebagai tanggal berdirinya LDII. Maka perlu dipertanyakan bila mereka bilang bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan LEMKARI atau nama sebelumnya Islam Jama'ah dan sebelumnya lagi Darul Hadits.). Pengikut tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR.

Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) bertemu dan mendapat konsep asal doktrin imamah dan jama'ah (yaitu : Bai'at, Amir, Jama'ah, Taat) dari seorang Jama'atul Muslimin Hizbullah, yaitu Wali al-Fatah, yang dibai'at pada tahun 1953 di Jakarta oleh para jama'ah termasuk sang Madigol sendiri. Pada waktu itu Wali al-Fatah adalah Kepala Biro Politik Kementrian Dalam Negeri RI (jaman Bung Karno). Aliran sesat yang telah dilarang Jaksa Agung 1971 ini kemudian dibina oleh mendiang Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo. LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach. LEMKARI diganti nama atas anjuran Jenderal Rudini (Mendagri) dalam Mubes ke-4 Lemkari di Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta, 21 November 1990 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia). (Lihat Jawa Pos, 22 November 1990, Berita Buana, 22 November 1990, Bahaya Islam Jama'ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 265, 266, 267).

Semua itu digerakkan dengan disiplin dan mobilitas komando "Sistem Struktur Kerajaan 354″ menjadi kekuatan manqul, berupa: "Bai'at, Jama'ah, Ta'at" yang selalu ditutup rapat-rapat dengan system:
"Taqiyyah, Fathonah, Bithonah, Budi luhur Luhuring Budi karena Allah." (lihat situs: alislam.or.id).

Penyelewengan utamanya: Menganggap Al-Qur'an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya), maka anggapan itu sesat. Sebab membuat syarat baru tentang sahnya keislaman orang. Akibatnya, orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis (Lihat surat 21 orang dari Bandung yang mencabut bai'atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu'minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, Bahaya Islam Jama'ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).

Itulah kelompok LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang dulunya bernama Lemkari, Islam Jama'ah, Darul Hadits pimpinan Nur Hasan Ubaidah Madigol Lubis (Luar Biasa) Sakeh (Sawahe Akeh/ sawahnya banyak) dari Kediri Jawa Timur yang kini digantikan anaknya, Abdu Dhohir. Penampilan orang sesat model ini: kaku –kasar tidak lemah lembut, ada yang bedigasan, ngotot karena mewarisi sifat kaum khawarij, kadang nyolongan (suka mencuri) karena ada doktrin bahwa mencuri barang selain kelompok mereka itu boleh, dan bohong pun biasa; karena ayat saja oleh amirnya diplintir-plintir untuk kepentingan dirinya. (Lihat buku Bahaya Islam Jama'ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001).

Modus operandinya: Mengajak siapa saja ikut ke pengajian mereka sacara rutin, agar Islamnya benar (menurut mereka). Kalau sudah masuk maka diberi ajaran tentang shalat dan sebagainya berdasarkan hadits, lalu disuntikkan doktrin-doktrin bahwa hanya Islam model manqul itulah yang sah, benar. Hanya jama'ah mereka lah yang benar. Kalau menyelisihi maka masuk neraka, tidak taat amir pun masuk neraka dan sebagainya. Pelanggaran-pelanggaran semacam itu harus ditebus dengan duit. Daripada masuk neraka maka para korban lebih baik menebusnya dengan duit.

Dalam hal duit, bekas murid Nurhasan Ubaidah menceritakan bahwa dulu Nurhasan Ubaidah menarik duit dari jama'ahnya, katanya untuk saham pendirian pabrik tenun. Para jama'ahnya dari Madura sampai Jawa Timur banyak yang menjual sawah, kebun, hewan ternak, perhiasan dan sebagainya untuk disetorkan kepada Nurhasan sebagai saham. Namun ditunggu-tunggu ternyata pabrik tenunnya tidak ada, sedang duit yang telah mereka setorkan pun amblas. Kalau sampai ada yang menanyakannya maka dituduh "tidak taat amir", resikonya diancam masuk neraka, maka untuk membebaskannya harus membayar pakai duit lagi.

Kasus tahun 2002/2003 ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan. Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja. Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah. (Sumber Radar Minggu, Jombang, dari 21 Februari sampai Agustus 2003, dan akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah karya H.M.C. Shodiq, LPPI Jakarta, 2004. ).

B. Penodaan Agama Aliran Ahmadiyah dengan Nabi Palsunya Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908M)

1. Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908M) mengaku diutus Allah (sesudah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam):

اِنَّا اَرْسَلْنَا اَحْمَدَ اِلَى قَوْمِهِ فَاَعْرَضُوْا وَقَالُوْا كَذَّابٌ اَشِرٌ

Sesungguhnya Kami mengutus Ahmad kepada kaumnya, akan tetapi mereka berpaling dan mereka berkata: seorang yang amat pendusta lagi sombong. (Tadzkirah, halaman 385).
Bandingkan dengan ayat Al-Qur'an:


إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (1)

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih". (QS Nuh: 1).

Dalam Tadzkirah itu, Mirza Ghulam Ahmad telah berdusta, mengatas namakan Allah telah mengutus Ahmad (yaitu Mirza Ghulam Ahmad) kepada kaumnya. Mirza Ghulam Ahmad telah berdusta, mengangkat dirinya sebagai Rasul utusan Allah, disejajarkan dengan Nabi Nuh as yang telah Allah utus. Hingga di ayat-ayat bikinan Mirza Ghulam Ahmad dibuat juga seruan dusta atas nama Allah agar Mirza Ghulam Ahmad membuat perahu.

2. Mirza Ghulam Ahmad mengaku diutus Allah untuk seluruh manusia (sesuadah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam):

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْ نِىْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ – وَقُلْ يَآاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّى رَسُوْلُ اللهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا (352)

Artinya:""Katakanlah (wahai Ahmad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihimu – dan katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua". (Tadzkirah hal : 352)

Catatan dari LPPI :

Ayat-ayat ini adalah rangkaian dari beberapa ayat suci Al-Qur'an, yaitu :

- Surat Ali Imran ayat 31
- Surat Al-A'raf ayat 158

Semua ayat ini dibajak dengan perubahan, penambahan, dan pengurangan, lalu dirangkaikan menjadi ayat-ayat dalam Kitab Suci Ahmadiyah "TADZKIRAH".

3. Ghulam Ahmad membajak ayat-ayat Al-Qur'an tentang Nabi Isa as namun dimaksudkan untuk diri Mirza.

وَ لِنَجْعَلَهُ اَيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا وَكَانَ اَمْرًامَقْضِيًّا – يَاعِيْسَى اِنِّى مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَىَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيُنَ كَفَرُوْا اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ – ثُلَّةٌ مِنَ اْلاَوَّ لِيْنَ وَثُلَّةٌ مِنَ اْلآَخِرِيْنَ (396)

Artinya:"Dan agar Kami dapat menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan - Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku dan mensucikanmu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu diatas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat - Yaitu Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar (pula) dari orang yang kemudian". (Tadzkirah hal : 396)

Catatan dari LPPI :

Ayat-ayat ini adalah rangkaian dari beberapa ayat suci Al-Qur'an, yaitu :

- Surat Maryam ayat 21
- Surat Ali Imran ayat 55
- Surat Al-Waqi'ah ayat 39-40

Semua ayat ini dibajak dengan perubahan, penambahan, dan pengurangan, lalu dirangkaikan menjadi ayat-ayat dalam Kitab Suci Ahmadiyah "TADZKIRAH".

4. Ahmadiyah Memiliki Kitab Suci sendiri namanya Tadzkirah, yaitu kumpulan wahyu suci (wahyu muqoddas). Mirza Ghulam Ahmad mengaku diberi wahyu Allah:

اِنَّ السَّمَوَاتِ وَالاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا- قُلْ اِنَّمَا اَناَ بَشَرٌ يُّوْحَى اِلَيَّ َانَّمَآ اِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَاحِدٌ (245)

Artinya: "Bahwasannya langit dan bumi itu keduanya adalah sesuatu yang padu,kemudian Kami pisahkan antara keduanya – katakanlah sesungguhnya aku (Ahmad) ini manusia, yang diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha Esa". (Tadzkirah halaman : 245)

Ayat-ayat bikinan Mirza Ghulam Ahmad itu dicomot dari sana-sini dengan mengadakan pengurangan dari ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan penyambungan yang semau-maunya yaitu :

- Surat Al-Anbiya' ayat 30
- Surat Al-Kahfi ayat 110

{أَوَلَمْ يَرَالَّذِيْنَ كَفَرُوْآ أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا}

Artinya:"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya". (Q.S. Al-Anbiya : 30)

{قُلْ اِنَّمَآ اَناَ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحَى اِلَيَّ أَ نَّمَآ اِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَاحِدٌ}

Artinya:"Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". (Q.S. Al-Kahfi : 110)

Semua ayat ini dibajak dengan perubahan maksud, pengurangan, lalu dirangkaikan menjadi ayat-ayat dalam Kitab Suci Ahmadiyah "TADZKIRAH". Ketika ayat Al-Qur'an bicara qul (katakanlah) di situ maksudnya adalah Nabi Muhammad saw. Sehingga manusia yang diberi wahyu dalam ayat Al-Qur'an itu adalah Nabi Muhammad saw. Namun secara licik, Mirza Ghulam Ahmad telah memlintir maksud ayat Al-Qur'an itu ketika dia masukkan ke dalam apa yang dia klaim sebagai wahyu untuk dirinya, maka manusia yang diberi wahyu itu adalah Mirza Ghulam Ahmad. Ini jelas-jelas Mirza Ghulam Ahmad telah berdusta atas nama Allah swt, sekaligus menyelewengkan dan menodai kitab suci umat Islam, Al-Qur'anul Karim, dengan cara keji.

5. Merusak Aqidah/ keyakinan Islam:

a. Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa Allah itu berasal dari Mirza Ghulam Ahmad

اَنْتَ مِنِّىْ وَاَناَ مِنْكَ

Kamu berasal dari-Ku dan Aku darimu. (Tadzkirah, halaman 436).

b. Mirza Ghulam Ahmad, mengaku berkedudukan sebagai anak Allah. Ini Allah dianggap punya anak:

اَ نْتَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ وَلَدِىْ

Kamu di di sisi-Ku pada ke-dudukan anak-Ku. (Tadzkirah halaman 636).

6. Menganggap semua orang Islam yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Rasul adalah musuh. Kitab Tadzkirah halaman 402:

سَيَقُوْلُ الْعَدُوُّ لَسْتَ مُرْسَلاً

Musuh akan berkata: kamu (Mirza Ghulam Ahmad) bukanlah orang yang diutus (Rasul). (Tadzkirah halaman 402)

7. Selain golongannya maka dianggap kafir dan dilaknat.

Tadzkirah, halaman 748-749:

لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الَّذِىْ كَفَرَ

Laknat Allah ditimpakan atas orang yang kufur

انْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ

Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpakan atas orang yang kufur

انْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ

Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur

انْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ

Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur

بُوْرِكَ مَنْ مَّعَكَ وَمَنْ حَوْلَكَ.

Orang yang bersamamu dan orang yang disekitarmu di-berkahi.

8. Memutar balikkan ayat-ayat Al-Qur'an. Contohnya:

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ مَاكَانَ لَهُ اَنْ يَّدْخُلَ فِيْهَا اِلاَّ خَائِفًا

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa - Dia itu tidak masuk ke dalamnya (neraka), kecuali dengan rasa takut.

Di dalam Al-Qur'an, bunyi ayatnya:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ(1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2)

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. (QS Al-Masad: 1, 2). (haji/ data ada di LPPI).

Terkait: Pengertian Manqul dalam Ajaran LDII

link KESESATAN LDII lainnya:

  1. http://tholib.wordpress.com/2007/05/15/islam-jamaah-ldii/
  2. http://dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/LDII/ldii.html
  3. http://blog.vbaitullah.or.id/2003/02/07/56-serombongan-keluarga-yang-insaf-dan-keluar-dari-ldii-membongkar-ldii33/
  4. http://dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/LDII/ldii-7.html

Sumber: http://www.nahimunkar.com/

Share/Save/Bookmark
Dibaca :13090 kali  

Komentar-Komentar  

faris
Quote
 
0
Ldii itu TIDAK sesat karna karna berpedoman dengan quran hadist nabi
PROLOG

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

119. Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghu ni neraka.

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu - Al Baqarah 118-120.

God Luck!

Terkait Ldii, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah pedoman yang berisi 10 kriteria untuk mengidentifikas i sebuah ajaran dinyatakan aliran sesat. Nah apakah Ldii sesat? simak dengan seksama artikel seo ini.

"Suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria," kata Ketua Panitia Pengarah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas. 10 kriteria itu antara lain:


Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji).
Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah).
Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.
Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.
Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.


Jika belum faham jangan berhenti sampai disini yah, baca lebih lanjut artikel seo ini...

Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam menegaskan bahwa penetapan kriteria tersebut tidaklah dapat digunakan oleh sembarang orang dalam menetapkan bahwa suatu aliran itu sesat dan menyesatkan. "Ada mekanisme dan prosedur yang harus dilalui dan dikaji terlebih dahulu. Harus diingat bahwa tidaklah semudah itu dalam mengeluarkan fatwa," kata Ichwan.

Di dalam pedoman MUI tersebut dinyatakan, sebelum penetapan kesesatan suatu aliran atau kelompok (seperti ldii, Nu, Muhammadiyah etc.) terlebih dahulu dilakukan penelitian dengan mengumpulkan data, informasi, bukti dan saksi, tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut oleh Komisi Pengkajian.

Setelah itu, Komisi Pengkajian akan meneliti dan melakukan pemanggilan terhadap pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang telah didapat. Hasilnya akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan. Kemudian, bila dipandang perlu, maka Dewan Pimpinan akan menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa.

"Dalam batang tubuh fatwa mengenai aliran sesat juga ada poin yang menyatakan akan menyerahkan segala sesuatunya kepada aparat hukum yang berlaku dan menyerukan agar masyarakat jangan bertindak sendiri-sendiri ," kata Ichwan.

Dari 10 kriteria tersebut, tak ada satupun yang dikerjakan oleh warga LDII. Pengurus LDII/ Lembaga dakwah Islam indonesia dari pusat hingga pengurus anak cabang mendukung penetapan kriteria aliran sesat. Dengan demikian baik masyarakat, maupun aparat di daerah, dan pengambil keputusan akan lebih baik masyarakat, maupun aparat di daerah, dan pengambil keputusan akan lebih mudah dalam menangani persoalan aliran-aliran atau kelompok-kelomp ok Islam di Indonesia. (LC/ANTARANEWS)
shika
Quote
 
0
ldii dan apapun sesat menurut islam jika tidak merunut pada al quran danm alhadits....
kemudian ada ijtihad...

sekarang siapa yang menghukumi orang kafir karena bukan satu faham berarti salah...
kaka sepupu saya ldii, dia bilang saya masih najis sebelum saya ikut pengajian dia,... maka apa saya salah bila saya bilang mereka salah???

klo tidak berarti saya mengiyakan apa yang dia bilang, tapi klo saya bilang dia salah, berarti ada yang benar,,(yang tidak menajiskan sesama muslim dan hukum dikembalikan kpd AQ dan ASH..
so, ldii memang sesat karena menganggaporang diluar jhamahnya najis...
peduli umat
Quote
 
+1
Yg mengatakn LDII sesat adalah org bodoh...berarti sama saja menuduh Al Qur'an dan Al Hadist sesat
ubaidillah
Quote
 
+1
السلم الي كم ورام الله وبرا كة
Alhamdulillah senantiasa kita masih dalam hidayat islam ini
Disini saya hanya mengingatkan sebagai ulama atau pun ro'yah nabi besar Muhammad SAW
""Mengajarkan kita untuk saling kasih sayang.welas asih dan meramut"".sebag ai umat kanjeng nabi Muhammad SAW" janganlah menebar fitnah sesungguhnya fitnah itu lebih kejam dri pada membunuh saudara" kita .'maka sungguh kejam hai orang2 yg menebar fitnah ' dan janganlah kita tergolong orang2 lacut selacutnya.jika kau seorang ulama monggo kita ajak umat untuk welas asih dan saling tolong menolong dlm kebaikan
dan jagalah anak turun kita dari kerusakan zaman ini jangan sampai anak turun kita terjerumus dlm dosa yg haq/ dosa besar kita awasi.kita ramut.kita didik agar mereka berhasil baik di dunia maupun diakhirotnya dan trus membawa agama islam ini hingga yaumilqiamah .
Banyak cerita anak remaja melakukan perbuatan maksiat .minum-minuman keras.narkoba.s alah bergaul itu semua karena kurang pengawasan dari orang tua baik itu dari kalangan ulama.org biasa.org kaya sampai org kecil sekalipun maka mari kita perhatikan anak-anak kita
الحمد جزا كم الله خير

واسلم عليكم وراحمة الله وبركة
ubaidillah
Quote
 
+2
Biasa terjadi dmn2 kayak gitu manusia selalu mengunggulkan golongannya sendiri tapi jgn lah sekali2 kalian menjelek2kan golongan lain nabi muhammad SAW tidak pernah mengajarkan umat untuk saling jatuh menjatuhkan.jel ek menjelekan adu domba malah nabi mengajarkan untuk menutup aib saudaranya apa pantas seorang ulama besar selalu mengajarkan/men asehati umatnya untuk berpikir buruk sangka .adu domba memamerkan aib dll. Kalau aku menganggap mereka bukan ulama melain org yg suka bergosip dan tukang adu domba
Mari kita sebagai umat muslim untuk saling melengkapi kekurangan dan menjaga tercipta kerukunan beragama dan menjaga meramut dang mengawasi anak turun kita itu lebih penting.dgn majunya zaman sekarang ini sudah banyak yg rusak banyak cerita anaknya kyai anaknya ustadz.anaknya seorang ulama melakukan pelanggaran dosa2 besar /haq karena para sibuk ngerusi kepenting dia sendiri anaklah yg jadi korban karena kurangnya pengawasan dalam bergaul .monggo kita jaga anak turun kita karena besoklah yg meneruskan perjuangan agama islam ini hingga
abdul
Quote
 
+1
Assalamuaalaiku m Warahmatullahi Wabarakatuh,

Mohon maaf sebelumnya admin di share comment saya ini demi tegaknnya kebenaran.

Barusan mei saya tidak melanjutkan hubungan saya dengan wanita warga LDII sampai kejenjang pernikahan, karena:

1. Saya di suruh berbaiat ke amir LDII dan harus menjadi jamaah, dan saya tanyakan ini aqidah saya, sampean harus lakuin.
2. Seringnya saya tanyakan tentang keberadaan dia melalui SMS dan menjawab sedang memanqulkan temannya (kebtulan dia sedang mondok di salah satu pondok Mahasiswa di Jawa Timur).
3. Seringnya saya di salahkan masalah kebersihan dan najis yang menurut saya aneh, salah satunya jika mau berwudlu air di dalam bak adalaj harus separuhnya, kurang dari itu tidak bisa di pergunakan. Ngepel harus dilakukan 3 sampai lima kali, jika tdak maka najisnya masih ada, dsb.
4. Saya menemukan di dompetnya secarik kertas yang berisi pembayaran kepada seseorang yang saya kurang tahu yang isinya tentang membaca istighfar 1000x menulis istighfar 1000x dan membayar dengan jumlah tertentu. Ketika saya tanyatkan awalnya tidak ngaku, kemudian saya desak dia bilang itu kafarah karena melakukan kesalahan di pondok, jumlahnya lumayan besar untuk ukuran mahasiswa saat itu.
5. Tidak mau diajak bicara bab soal agama, yang ujungnya pasti bilang pasti tidak mau dijawab mentok bilangnya itu sudah ada di Al-Quran dan Hadist. (Mungkin ini karena saya gak manqul).
6. Di hadapan saya selalu mau sholat di masjid deket rumah saya, akan tetapi di masjid luar yang dia mau hanya di masjid LDII saja, (mungkin ingin menunjukkan paradigma barunya dan mau sholat di masjid deket rumah karena takut di cap tidak berubah dengan paradigma lamanya)
7. Masih toghut dengan menganggap Nur Hasan sebagai pemimpin terdahulunya dan keturunannya harus di patuhi.
8. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya jelaskan secara terperinci di sini.

Kemudian saya baca di internet dan tanya kesana kemari tentang LDII seperti apa. Dan Alhamdulillah saya sangat bersyukur tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan karena alasan diatas. Yang secara tidak langsung dengan menyuruh saya berbaiat itu tadi akan memisahkan saya dengan keluarga karena keluarga saya di anggap kafir.

Sebelumnya bapak saya sudah mengingatkan LDII ini hanya topeng dari Islam Jamaah, Darul Hadist dan LEMKARI, dan paman dari bibi saya sendiri adalah Amir LDII yang jelas2 bibi saya menceritakan bahwa tidak ada perubahan dari Sebelum-sebelumnya.

Saya hanya comment yang saya jalani tanpa adanya maksud menyudutkan dan saya bercerita apa adanya yang saya alami. Matur Nuwun

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
eko
Quote
 
-1
Blog ini bagus buat menambah pengetahuan, terima kasih sudah berkenan berbagi Min...semoga engkau sangat dimuliakan Alloh s.w.t Min aaamiiinnn....
cah magetan
Quote
 
-1
Yang jadi masalah itu memang tidak cuma12354 bahkan jutaan orang tahu kalau ldii tidak mau makmum sholat pada non ldii bukanya itu riyak dan nabi saw apa pernah begitu? Bila engkau baleq tentu kau sudah punya pikiran...tawad huk dan masih buanyak kejanggalan dari non ldii sebarnya dari sampai di vonis murtad etc...
candra
Quote
 
0
mui dancok
sintaro
Quote
 
+3
admin ni tlah menuduh sesat ldii krna mengajarkan agama dengan mitode 'manqul'
sbenarnya tuduhan admin ini sudah trbantahkan dengan dalil-dalil yang dibuat adminnya sendiri
bukankah dalil-dalil diatas tsb. yg ditunjukan admin jelas-jelas menyuruh kita manqul
sperti snjata makan tuan
surat tanda sudah manqul dari pimpinan itu hanya masalah duniawi supaya lbih meyakinkan kbenarannya
ini sperti KTP, warga Indonesia akan diakui syah bila punya KTP wni..bukan brarti bila blom punya ktp brarti bukan warga Indonesia..
Slama masih brsandar pada Akidah(6 rukun iman) yang benar tidak bisa seseorang dikatakan sesat, ini beda dgn kasus ahmadiah yg jelas-jelas punya nabi lain
LDII menganggap anda kafir karna beda , kmudian anda menganggap LDII sesat karna beda dgn anda..itu brarti Anda(admin) sama aja
berita MUI yg mnganggap LDII sesat, itu brita yg sudah ngak valid dan akurat lagi..COBA ANDA CEK MUI LAGI YANG RESMI
kirani
Quote
 
0
semoga saja apa yang konon katanya kesesatan yang dibuat oleh manusia atas kemaslahatan kelompoknya tanpa memberi kebaikan pada sekelinggya akan dibinasakan di bumi ini seperti kaum-kaum terdahulu yang pernayh dibinasakan pula.
suharto
Quote
 
-3
LDII sudah benar karena berpedoman Q dan H
kelompok diluar LDII juga benar asal berpedoman Q dan H
kalau ada individu atau kelompok lembaga yang menganggap kelompok lain sesat dan mengakibatkan korban nyawa itulah yang sesat untuk itu yang saya anggap sesat adalah:
1. kelompok MUI
karena belum teruji ke ilmuan Ulama'nya....ma ka saya himbau Ulama' MUI berbesar hati untuk uji sertifikasi tingkat ke Ulamaannya...ya ng berwenang menguji nya adalah Pemerintah...na nti ulama' yang tidak lulus uji kompetensi di larang mengeluarkan fatwa...biar negara Indonesia tidak kacau atas ulah mereka
sasasa
Quote
 
0
Pada kondisi kejiwaan orang-orang jokam/QHJ 354, ada waham, kepercayaan dan ilusi sebagai makhluk pilihan Tuhan, sebagai ‘kesayangan’nya Allah, dan mereka yakin bahwa Allah melakukan ini semua dengan diam-diam dan rahasia. Ekslusif.

Karena itulah dalam psikis orang-orang jokam 354 ada ada khayali fantasi dan perasan superiority diantara kaum muslimin umumnya. Sangat halus dan samar sekali bahwasannya mereka sedang tenggelam dalam sebuah perasaan tipuan yang menjerumuskan dalam keujuban, megalomania dan kesombongan yang pada hakikatnya justru sebenarnya perasaan itu sedang membawa mereka dalam kehinaan dan kebinasaan.

Petinggi-petinggi mereka terus menghembuskan mimpi dan pseudo self-concept ini di impuls-impuls saraf pengikutnya. Sehingga pengikutnya larut dalam kebanggaan semu dan keyakinan delusive yang pada buntutnya adalah itu adalah cara petinggi-peting gi jokam 354 mengikat semua pengikutnya agar tetap dibawah ikatan golongannya. Kebangaan semu dan ilusi2 ini sangat efektif menghasilkan sebuah fanatisme (taklid buta) yang membuat pengikutnya akan berbuat apa saja buat sang imam dengan bungkus dalil2 agama. Yang paling pragmatis adalah pengikutnya akan rutin setor uang ke ibu kota republic nurhasaniyyun di burengan Kediri secara Imam2 jokam 354 dan anak turunnya sampe ke menantu-menantu nya tidak ada yang mempunyai profesi formal maupun non formal sehingga kehidupan mereka sangat bergantung dari donasi pengikutnya. Jangan dipandang remeh…income dari pengikutnya ini bisa menggalang dana hingga miliran rupiah. Mungkin sebagian dari uang-uang itu benar dibelanjakan untuk kebutuhan operasional mereka, namun sebagian lainnya …buat menopang kebutuhan hidup ‘orang-orang pusat’, buat diinvestasikan dan diputar (money laundering) dan mungkin sebagian dari uang-uang ini diternakkan lewat bisnis khayal ponzi schemes kasus maryoso (kendati bisnis maryoso pada akhirnya hancur dan memakan korban public mereka sendiri)

Salah satu alasan kenapa mereka begitu membutakan diri dan lebih memilih bertaklid pada imam dan pakubumi2 mereka dari pada mendengarkan nasihat kaum muslimin ahlu sunnah wa ahlu tauhid….itu karena ada perasaan takut dalam hati orang-orang jokam 354. karena mereka sudah terbiasa mengkonsep bahwa mereka adalah satu-satunya golongan yang masuk surga sedangkan kaum muslimin lainnya yang berada diluar golongannya adlaah kafir dan diyakini sebagai ahl neraka tiba-tiba kebenaran ini digugat. Digugatnya pun tidak tanggung-tanggu ng yanitu dengan kitabullah dan hadits shahih dengan pemahaman yang sahabat salafusalih. Orang jamaah jokam 354 jelas menjadi goncang ketika keyakinannya diberitahukan ternyata menyimpang dari pemahaman yang sahih., dan kesombongan mereka berontak terhadap al haq.

Mereka juga menolak terhadap kebenaran karena mereka takut kehilangan perasaan istimewanya di hadapan Allah. Karena mereka begitu yakin bahwa mereka adalah kekasih Allah dan penghuni surga. Karena memang di pengajian jokam 354, brainwash dan doktrin ini begitu kental disampaikan dan intesif di ulang-ulang sehingga pengikutnya benar-benar yakin dengan ilusi ini. Mereka terbiasa berpisah dan terpisah dengan jamaah muslimin yang sesungguhnya sehingga mereka terlalu sombong untuk menyamakan statusnya dengan kaum muslimin lainnya di mata Allah. Mereka merasa terlalu mulia dibanding kaum muslimin lainnya.
satria
Quote
 
+1
Ini blog bilang mengkafirkan sesama Muslim dosa, pdhl tulisan blog ini sendiri menghujat umat Islam lain.
isnadi
Quote
 
0
@ setangaul & susilo iwan

njenengan2 itu ngomong bener salah bener salah
maksudnya yang mana? dan dasarnya apa?

*geje*
Susilo Iwan
Quote
 
0
memang menurut blog ini semua golongan kayaknya salah sedangkan yang mungkin golongan yang dipandang secara garis hukum dasar agama jelas2 melenceng ga pernah di usik kalo menurut saya yang ga bener ya blog ini......
setangaul
Quote
 
0
udah salah masih ngotot bener...
mati deh :sad:
admin
Quote
 
+1
to: paimo,

Setelah Anda memahami bagaimana seharusnya mengimplementas ikan al-Qur'an dan as-Sunnah secara kaffah, bagaimana Anda membedakan antara sebuah realitas dan sebuah rekayasa mengenai sesuatu?
paimo
Quote
 
0
Blog ini berisi berita yang menjelek jelekan golongan atau organisasi lain.. saya rasa kurang etis dan terlihat mencari cari kesalahan. bukannya Quran dan Hadist itu dua hal yg ditunggalkan Nabi Muhammad SAW utk umatnya? hmm... blog ini kurang bisa emmahami hal tersebut.


Kode keamanan
Segarkan