larger smaller reset

 

Apa Hubungan Tarekat, Theosofi Yahudi, dan NU dalam Mendukung Penjajah dan Menghadapi Islam?

blavatsky-theosophy

nu

Akhir-akhir ini semakin berani adanya kelompok tertentu yang menyelisihi Ummat Islam pada umumnya dalam mengawali puasa Ramadhan dan Idul Fithri. Seolah bahkan unjuk gigi. Di antara yang jelas-jelas menyelisihi itu adalah kelompok Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat. Ramadhan 1432 H/ 2011, mereka mendahului keputusan pemerintah dua hari. Sehingga mereka telah memulai puasa Ramadhan hari Sabtu 30 Juli 2011, padahal keputusan pemerintah Indonesia bahkan Saudi Arabia dan lain-lain awal Ramadhan 1432 H adalah hari Senin 1 Agustus 2011.

Secara petunjuk dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengawali puasa dan berhari raya Idul Fithri itu adalah dengan melihat hilal (bulan sabit tanda tanggal satu), atau kalau tertutup awan (tidak terlihat) maka bulannya disempurnakan 30 hari. Di samping itu, mengawali puasa Ramadhan dan berhari raya itu sesuai dengan keadaan masyarakat, awal puasa pada saat mereka mengawali puasa, dan berhari raya saat mereka berhari raya.

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ

Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ وَانْسُكُوا لَهَا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا ثَلَاثِينَ فَإِنْ شَهِدَ شَاهِدَانِ فَصُومُوا وَأَفْطِرُوا

Berpuasalah kalian karena melihatnya, berbukalah (berhari raya Fithri lah) kalian karena melihatnya dan sembelihlah kurban karena melihatnya pula. Jika -hilal- itu tertutup dari pandangan kalian, sempurnakanlah menjadi tiga puluh hari, jika ada dua orang saksi, berpuasa dan berbukalah kalian.”( HR. An Nasai no. 2116. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam hadits ini dipersyaratkan dua orang saksi ketika melihat hilal Ramadhan dan Syawal. Namun untuk hilal Ramadhan cukup dengan satu saksi karena hadits ini dikhususkan dengan hadits Ibnu ‘Umar yang telah lewat. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/ 92).

Di samping itu ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

Puasa kalian ditetapkan tatkala mayoritas kalian berpuasa, idul fithri ditetapkan tatkala mayoritas kalian beridul fithri, dan idul adha ditetapkan tatkala mayoritas kalian beridul adha.” ( HR. Tirmidzi no. 697. Beliau mengatakan hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Ketika menyebutkan hadits tersebut, Abu Isa At Tirmidzi rahimahullah menyatakan, ”Sebagian ulama menafsirkan hadits ini dengan mengatakan, “Puasa dan hari raya hendaknya dilakukan bersama jama’ah (yaitu pemerintah kaum muslimin) dan mayoritas manusia (masyarakat)”. ”  (lihat http://muslim.or.id/ramadhan/menentukan-awal-ramadhan-dengan-hilal-dan-hisab.html, atau lihat http://nahimunkar.com/pemerintah-putuskan-awal-puasa-ramadhan-1432h-senin-1-agustus-2011/)

Berita tentang pengumuman pemerintah mengenai awal Ramadhan 1432H dan penyelisihan kelompok Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat sebagai berikut:

Pemerintah akhirnya memutuskan awal puasa Ramadhan 1432H jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011. Keputusan ini diambil dalam siding itsbat di Kementerian Agama, yang dipimpin Menteri Agama, Suryadharma Ali, Ahad, 31 Agustus 2011. Dari 38 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, tiga lokasi melihat penampakan hilal yaitu di Makassar, Gresik, dan Bangkalan.

Permulaan puasa 1 Agustus juga akan berlaku di Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Di Indonesia, permulaan puasa Ramadan juga akan berlangsung 1 Agustus.

Sementara itu, sejumlah umat Islam dari pengikut Tarekat Naqsabandiyah Islam tradisional di Sumatera Barat sudah mulai puasa sejak Sabtu, 30 Juli 2011. Pimpinan jemaah Naqsabandiyah untuk Musala Baitul Makmur di Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Syafri Malin Mudo, mengatakan berdasarkan hisab ajaran Naqsabandiyah penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha selalu lebih awal 2 hari dari versi pemerintah.

“Hal itu didasarkan pada metode hisab Munjid yang digunakan Tarekat Naqsabandiyah yang berasal dari Mekkah, Arab Saudi. Berdasarkan kalender kami, 1 Ramadan 1432 Hijriah jatuh hari Sabtu 30 Juli 2011,” kata Syafri, Minggu 30 Juli 2011.

Masjid pengikut ajaran ini juga terdapat di sejumlah kota dan kabupaten lain di Sumatera Barat. Pengikut Naqsabandiyah di Kota Padang lebih dari 3.000 orang, sedangkan di Sumatera Barat sekitar 8.000 orang.

TEMPO Interaktif, MINGGU, 31 JULI 2011 | 18:43 WIB (http://nahimunkar.com/pemerintah-putuskan-awal-puasa-ramadhan-1432h-senin-1-agustus-2011/)

Pantas dipertanyakan, apa latar belakang Tarekat Naqsabandiyah menyelisihi pelaksanaan awal Ramadhan, dan juga biasanya menyelisihi dalam berhari raya Idul Fithri itu? Karena sebenarnya dalam Islam sudah ada petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana tatacara untuk mengawali puasa Ramadhan, dan menentukan hari raya, seperti tercantum dalam hadits-hadits shahih yang telah dijelaskan oleh para ulama tersebut. Sedangkan Islam ini ketika sudah ada petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada pilihan yang lain-lain lagi. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

 

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا  [الأحزاب/36]

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Qs al-Ahzab 33:36).

 

Jadi sebenarnya, ada apa di balik Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat?

Mari kita lihat kaitannya dengan gerakan kebatinan Yahudi yakni Theosofi dan juga gerakan kaum Adat di Sumatera Barat.  Inilah uraiannya, sebuah tulisan dari pengamat tentang Yahudi, Artawijaya:

Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau

Datuk-Sutan-Maharadja
Datuk Sutan Maharadja, tokoh adat, penganut tarekat, penganut Theosofi Yahudi, penentang kelompok Islam
Theosofi adalah perkumpulan sinkretisme yang kemudian banyak melahirkan istilah-istilah baru, seperti agama kemanusiaan, agama budi, agama kemerdekaan, agama universal dan lain-lain.

Theosofi adalah organisasi kebatinan yang didirikan oleh para Yahudi dan aktivis Freemasonry, yaitu: Helena Petrovna Blvatsky, Henry Steel Olcott, William Quan Judge, Dr Annie Besant, dan Charles Webster Leadbeater. Mereka adalah orang-orang yang bergiat dalam diskusi-diskusi mengenai okultisme, ancient wisdom (kearifan kuno), dan doktrin-doktrin kabbalah. Mereka kemudian mendirikan the Theosophical Society (Masyarakat Theosofi) pada tahun 1875 di New York, Amerika Serikat.

Apa itu organisasi Theosofi? Dalam situs www.theosofi-indonesia.com, dijelaskan, “Theosofi adalah sebuah badan kebenaran yang merupakan dasar dari semua agama, yang tidak dapat dimiliki dan dimonopoli oleh agama atau kepercayaan manapun. Theosofi menawarkan sebuah filsafat yang membuat kehidupan menjadi dapat dimengerti, dan Theosofi menunjukkan bahwa keadilan dan cinta-kasihlah yang membimbing evolusi kehidupan.”

Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa, Theosofi menganggap bahwa kebenaran adalah dasar semua agama yang tidak bisa dimonopoli oleh agama atau kepercayaan apapun. Dengan kata lain, tidak boleh ada satu agama manapun yang merasa keyakinannya paling benar. Semua agama, selama membawa kebenaran dan kebaikan, menurut Theosofi pada hakikatnya sama. Kebenaran yang dimaksud oleh Theosofi adalah kesatuan hidup menuju pada Yang Satu, sedangkan kebaikan adalah wujud dari pengabdian kepada kemanusiaan. Theosofi berkeyakinan, “There is no religion higher than truth” (Tidak ada agama yang lebih tinggi daripada kebenaran). (http://www.suara-islam.com/news/kajian-dan-dakwah/freemasonry/2335-doktrin-pluralisme-agama-jil-dan-theosofi-bag2)

***

Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketika itu hanyalah ingin menghapus adat istiadat yang bertentangan dengan akidah Islam.

Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial, elit setempat yang memiliki kedekatan dengan Belanda, dan para penganut tarekat. Para penganut tarekat menganggap Theosofi sama dengan tasawuf, sebagaimana anggapan ini juga pernah hinggap pada Haji Agoes Salim yang sempat menjadi anggota Theosofi dan kemudian keluar dari keanggotaan setelah mengetahui tujuan sesungguhnya dari Theosofi yang tidak sejalan dengan Islam. Haji Agoes Salim bahkan pernah menerjemahkan buku berjudul “Kitab Theosofi” yang ditulis oleh tokoh Theosofi dunia, Charles Webster Leadbeater.

Sebagaimana di Tanah Jawa, penganut Theosofi di Minangkabau juga memiliki kedekatan dengan pemerintah Belanda. Mereka juga terlibat dalam permusuhan dengan kelompok Islam, utamanya mereka yang menginginkan ajaran Islam bersih dari unsur-unsur tradisi dan adat istiadat yang bukan berasal dari Islam atau yang bertentangan dengan Islam. Di Sumatera Barat, tokoh kaum adat yang menginginkan tradisi tetap berada di atas (mengungguli?, red nm) hukum syariat, adalah mereka yang tercatat sebagai penganut organisasi Theosofi. Sedangkan mereka yang menginginkan tradisi Minangkabau bersih dari unsur-unsur bid’ah, khurafat, dan takhayul yang berasal dari tradisi di luar Islam, disebut sebagai kaum muda Islam. Namun, kaum adat menyebut mereka yang ingin mengadakan pemurnian ajaran Islam ini dengan sebutan “Kelompok Paderi” atau “penganut Wahabi”.

Dalam sejarah tercatat, mereka yang dituduh sebagai pewaris gerakan Paderi dan pembawa paham Wahabi, serta penentang kelompok adat adalah Syekh Abdul Karim Amrullah (ayah dari Buya Hamka), Haji Miskin, Haji Abdullah Ahmad, Syekh Djamil Djambek, dan Syekh Achmad Khatib. Mereka sendiri tidak pernah menyebut dirinya sebagai kelompok Wahabi dan tak pernah juga menyatakan dirinya sebagai pewaris gerakan Paderi. Semua label itu diberikan oleh kaum adat, yang pada masa lalu khawatir bahwa adat istiadat, tradisi dan budaya Minangkabau tergerus dengan syariat Islam. Namun begitu, kelompok yang dituduh sebagai penganut Wahabi berhasil menjadikan Minangkabau sebagai wilayah yang kental dengan nuansa syariat Islam, dengan semboyannya yang terkenal hingga kini: Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah!

Siapa tokoh penganut Theosofi di Sumatera Barat? Diantara tokoh kaum adat yang juga penganut Theosofi adalah Datuk Sutan Maharadja. Selain penganut Theosofi, Sutan Maharadja juga dikabarkan sebagai penganut Tarekat Martabat Tujuh. Datuk Sutan Maharadja yang bernama asli Mahyudin lahir pada 27 November 1862 di daerah Sulit Air, Solok, Sumatera Barat. Ia menamatkan pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS),sekolah elit yang kebanyakan muridnya anak-anak tuan-tuan Belanda. Sutan Maharadja bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut karena kedekatan ayahnya dengan pemerintah kolonial. Seperti keterangan sejarawan Deliar Noer, Sutan Maharadja dikenal sengit dalam menentang kelompok Islam.

Ayah Sutan Maharadja bernama Datuk Bandaro. Sosok sang ayah dikenal sangat memusushi ulama dan menjunjung tinggi adat istiadat. Datuk Bandaro mengkhawatirkan sepak terjang para ulama yang berusaha memurnikan ajaran Islam dari tradisi dan adat istiadat di luar Islam, sebagai pewaris gerakan Paderi atau penganut Wahabi yang ingin menghapuskan adat dan tradisi Minangkabau. Padahal, apa yang dilakukan para ulama ketika itu, sekadar membersihkan Minangkabau dari adat dan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Para ulama ketika itu dengan tegas menyatakan bahwa Islam yang merupakan jati diri rakyat Minangkabau harus bersih dari adat dan tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Datuk Sutan Maharadja terinspirasi dengan Gerakan Turki Muda (Young Turk Movement) yang dipelopori oleh seorang Yahudi Dunamah anggota Freemason, Mustafa Kemal At-Taturk. Karena terinspirasi dengan revolusi yang terjadi di Turki, Sutan Maharadja kemudian mendirikan kelompok kaum adat dengan tujuan menjaga kelestarian adat istiadat Minangkabau dan menjauhkannya dari pengaruh Kesultanan Aceh, yang pada masa lalu sangat menjalin erat dengan Khilafah Utsmaniyah di Turki. Oleh para pendukungnya, Sutan Maharadja kemudian mendapat gelar “Datuk Bangkit” karena usahanya untuk membangkitkan kembali adat istiadat Aceh, yang menurutnya pada masa lalu sudah tercemar oleh pengaruh kesultanan Aceh.

Datuk Sutan Maharadja selalu menyatakan dirinya sebagai penganut Theosofi. Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan Barat dan perlunya menjaga keteguhan adat istiadat Minangkabau dari pengaruh luar, khususnya Aceh yang berjuluk “Serambi Makkah.” Untuk melawan gerakan kaum muda yang ia sebut sebagai pewaris “Kelompok Paderi dan Wahabi” ia dan beberapa bangsawan Minangkabau kemudian mendirikan Sarikat Adat Alam Minangkabau (SAAM) pada 1916.

Untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan mengkonter pemahaman yang ia sebut sebagai “Wahabi”, Sutan Maharadja kemudian mendirikan Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 1911. Dalam slogannya, surat kabar ini menulis, “Tegoehlah Setia Perserikatan Hati Antara Anak Bangsa Anak Negeri dengan Orang Wolanda (Belanda, red)”. Dengan slogan ini, jelaslah bahwa Oetoesan Melayoe sangat pro terhadap pemerintah kolonial Belanda, dan dalam artikel-artikelnya juga sangat jelas mendukung pemerintah Hindia Belanda.

Sutan Maharadja menyerang kelompok kaum muda lewat tulisan-tulisannya di surat kabar yang ia pimpin. Ia dengan tegas menolak upaya kaum muda dengan ajaran-ajaran syariatnya yang ingin menghapus adat dan tradisi Minangkabau. Pertentangan ini sampai membuat Haji Abdullah Ahmad, tokoh Islam yang disebut Wahabi oleh Sutan Maharadja, menyebut kelompok kaum adat, terutama Sutan Maharadja sendiri, “Tak tentu agamanya dan tak tentu adatnya.”

Selain Sutan Maharadja, tokoh kelompok Sarikat Alam Adat Minangkabau (SAAM) yang menjadi anggota Theosofi adalah Abdul Karim. Selain menolak penegakkan syariat Islam, pada masa lalu SAAM juga menolak pelajaran Islam masuk dalam sekolah-sekolah di Minangkabau. Mereka khawatir, pelajaran agama Islam yang masuk ke sekolah-sekolah adalah pelajaran yang mengadopsi pemahaman Wahabi yang bisa menjadi ancaman bagi adat istiadat masyarakat Minangkabau.

Untuk menolak pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah, kaum adat kemudian membuat artikel di Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 28 Oktober 1918. Mereka menulis,”Relakah orang-orang Theosofi seperti Engku A Karim dan lain-lain bila anak kemenakan beliau itu akan dapat pelajaran agama Islam di sekolah, yaitu kalau yang diajarkan agama Islam itu hanya fekah (fikih) atau hukum syara’ saja? Kecuali kalau yang akan diajarkan di sekolah itu ialah pelajaran yang perbaikan hati, pensucian hati, supaya berhati suci dan berhati mulia. Sedang sekolah-sekolah agama Islam yang diadakan sekarang kalau cuma namanya saja yang sekolah agama Islam, padahal yang diajarkan melainkan hukum syara’ atau fikih saja. Pendeknya, yang diajarkan adalah Arabich Cultuur (Kultur Arab).”

Selain memuat penolakan terhadap pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah, kaum adat yang dimotori oleh Sutan Maharadja juga membuat fitnah dengan mengatakan bahwa sekolah Adabiah yang dikelola oleh Haji Abdullah Ahmad memungut biaya yang sangat mahal kepada anak-anak didiknya. Kemudian, dengan bahasa yang sangat menjilat kaum adat meminta kepada pemerintah Belanda untuk membangun sekolah HIS (Holland Inlands School) lainnya di Minangkabau.

Pada masa lalu, di Minangkabau kelompok yang disebut pewaris Kelompok Paderi dan penganut paham Wahabi memang menolak keberadaan Theosofi dan kelompok-kelompok tarekat lainnya yang dianggap berseberangan dengan akidah Islam. Untuk membantah kelompok kaum muda yang disebut Wahabi, Sutan Maharadja kemudian membuat sebuah tulisan di Oetoesan Melayoe pada 11 Juni 1917 dengan judul “Theosofie dan SAAM (Sarikat Alam Adat Minangkabau”. Ia menulis, “…sepanjang kata murid Haji Abdullah Ahmad itu, Theosofi dikatakan sebagai agama baru. Dikatakan agama baru oleh murid Haji Abdullah Ahmad, karena pada gurunya tak ada ilmu tasauf dan tidaklah ia tahu bahwa ilmu tasauf itu bukanlah agama baru, melainkan sudah sejak dari zaman Nabi Adam. Theo itu artinya “Allah”. Sofie itu artinya ilmu. Jadi Theosofie itu ilmu Allah, ma’rifatullah…” demikian tulis Sutan Maharadja.

Benarkah Theosofi itu tasauf dan ilmu mengenal Allah? Dalam buku The Key to Theosophy, Blavatsky mengatakan, Theosofi adalah the wisdom religion (agama kebijaksanaan) yang berusaha mempersatukan agama-agama dalam sebuah “Kesatuan Hidup” yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan Theosofi, kata Blavatsky, sama dengan apa yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Ammonius Saccas, yang berusaha mengajak para gentiles/goyim (non Yahudi), para pemeluk Kristen, pemuja dewa-dewa, untuk mengenyampingkan tuntutan mereka dengan mengingat bahwa mereka memiliki kebenaran yang sama. Agama menurutnya, adalah tunas-tunas dari batang pohon yang sama, yaitu the wisdom religion.

Theosofi mempunyai misi menyatukan agama-agama dalam sebuah puncak persaudaraan universal, yang pada ujungnya justru menihilkan sama sekali agama-agama yang ada. Karena, masing-masing orang tidak boleh merasa agamanya yang paling benar, dan masing-masing orang harus mengakui bahwa semua agama sama, menuju pada yang sama, dan mengabdi pada kemanusiaan. Theosofi adalah perkumpulan sinkretisme yang kemudian banyak melahirkan istilah-istilah baru, seperti agama kemanusiaan, agama budi, agama kemerdekaan, agama universal dan lain-lain. Dan, atas nama “menjaga kearifan lokal masa lalu” kelompok Theosofi pada masa lalu juga berusaha menjadikan nilai-nilai tradisi berada di atas agama. Jadi, agama tak boleh mengalahkan tradisi. Inilah yang juga menjadi sikap Datuk Sutan Maharadja, yang berusaha mati-matian untuk menjaga agar adat istiadat dan tradisi tak terhapus oleh ajaran-ajaran yang dibawa oleh syara’.

Jika Sutan Maharadja memang anggota Theosofi sejati, tentu ia sangat tahu siapa saja pendiri Theosofi, apa latarbelakangnya, dan bagaimana ajaran-ajarannya. Jika ia sudah tahu tapi masih menjadi penganut Theosofi, maka bisa dipastikan ia tak lain adalah kepanjangan tangan pemerintah kolonial, yang pada masa lalu banyak dari elit-elitnya adalah anggota Theosofi dan Freemason. Sebagai aliran kebatinan Yahudi yang memiliki banyak pemahaman sesat seperti pluralisme agama, kesatuan wujud hamba dengan Tuhan (manunggaling kawula gusti), kesatuan Tuhan bagi semua agama-agama yang ada, tentu Theosofi sangat berbahaya bagi masyarakat Minangkabau yang begitu berurat berakar dengan jatidiri keIslamannya.

Artawijaya
Penulis buku “Gerakan Theosofi di Indonesia” dan “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara” Pustaka Al-Kautsar, Jakarta

http://suara-islam.com, Wednesday, 03 August 2011 15:11 | Written by Shodiq Ramadhan |

Mendukung Penjajah Belanda, Memusuhi Islam

Butir-butir yang penting dalam uraian tersebut di antaranya:

Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial, elit setempat yang memiliki kedekatan dengan Belanda, dan para penganut tarekat. Para penganut tarekat menganggap Theosofi sama dengan tasawuf…

Sebagaimana di Tanah Jawa, penganut Theosofi di Minangkabau juga memiliki kedekatan dengan pemerintah Belanda. Mereka juga terlibat dalam permusuhan dengan kelompok Islam, utamanya mereka yang menginginkan ajaran Islam bersih dari unsur-unsur tradisi dan adat istiadat yang bukan berasal dari Islam atau yang bertentangan dengan Islam.

Untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan mengkonter pemahaman yang ia sebut sebagai “Wahabi”, Sutan Maharadja kemudian mendirikan Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 1911. Dalam slogannya, surat kabar ini menulis, “Tegoehlah Setia Perserikatan Hati Antara Anak Bangsa Anak Negeri dengan Orang Wolanda (Belanda, red)”. Dengan slogan ini, jelaslah bahwa Oetoesan Melayoe sangat pro terhadap pemerintah kolonial Belanda, dan dalam artikel-artikelnya juga sangat jelas mendukung pemerintah Hindia Belanda.

Dalam kenyataan, faham tarekat yang terbukti dalam sejarah di antara orang-orangnya mendukung penjajah Belanda, justru faham tarekat itu diwadahi secara resmi dalam NU (Nahdlatul Ulama). Secara sejarah pula, NU tidak diragukan pula kedekatannya dengan penjajah Belanda, disamping memelihara keyakinan batil yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sampai hal-hal yang berkaitan dengan kerjasama dengan jin atau syetan, di antaranya ilmu kebal.

Beritanya sebagai berikut:

Astagfirullah!! Densus NU Diwajibkan Puasa 40 Hari Supaya Sakti Kebal Petasan

19 JULY 2011

Pada peringatan Harlah NU ke-85 diprolamirkan Densus 99 Banser NU untuk menangkal teror bom. Para personelnya diwajibkan puasa 30-40 hari untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal petasan.

Bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-85, Gerakan Pemuda Ansor  memproklamirkan Detasemen Khusus 99 Banser Nahdlatul Ulama (Densus 99 Banser NU) untuk mengabdikan diri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam mencegah aksi terorisme.

Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid menyatakan Densus 99 terdiri dari 204 personil yang memiliki kemampuan ilmu kebal dan seni bela diri mumpuni. Selain ilmu kebal, detasemen yang dikomandani Gus Nuruzzaman ini juga dibekali keahlian menjinakkan bom.  (http://nahimunkar.com/astagfirullah-densus-nu-diwajibkan-puasa-40-hari-supaya-sakti-kebal-petasan/)

Kembali kepada masalah apa hubungan tarekat dengan NU dan penjajah,  disamping memadahi tarekat, masih pula NU dalam sejarahnya ada catatan tentang dukungan NU terhadap penjajah Belanda. Inilah sorotannya.

Kongres NU 1927 Menjunjung Sepuluh Jari Pemerintah Belanda

Untuk mengetahui sebagian kiprah NU terutama yang belum tentu menguntungkan Islam bahkan kadang jauh dari Islam yang benar, dapat disimak tulisan berikut ini:

…yang menyandang sikap yang kadang tidak menguntungkan Islam, sehingga sikapnya itu gampang cocok dengan musuh Islam justru dilakukan pula oleh jum’iyyah terbesar di Indonesia yakni NU.

Makanya bagi yang faham akan watak NU (Nahdlatul Ulama), tidak begitu kaget ketika kini di Indonesia sudah disiapkan kader NU warisan Gus Dur yang  diplot  untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia.

Memangnya kenapa tidak begitu kaget?

Ya, coba buka sejarah atau buku-buku tentang dosa-dosa NU, atau buku Bila Kyai Dipertuhankan Membedah Sikap Beragama NU karya Hartono Ahmad Jaiz. Di sana telah tertera dalam sejarah secara jelas dan gamblang watak NU. Mari kita simak kutipan ini:

Kadang-kadang NU disifatkan orang sebagai suatu partai yang secara khas biasa mendukung setiap pemerintahan yang ada. Karena kesediaannya setiap waktu  memasuki kabinet apapun, partai ini juga sering dituduh sebagai berpaham petualang. “Para pemimpin NU adalah tipe “solidarity maker”, pembangun lambang-lambang, baik lambang tradisional maupun lambang kebangsaan”. Namun warna dan suasana NU jelas tetap bersifat konservatif sewaktu ia menjadi partai politik. Partai memberi kesan dikuasai oleh para kiai dan ulama. Menurut Herbert Feith, “Tidak seorang pun terdapat dalam kalangan kepemimpinan NU ini yang memiliki kemahiran yang diperlukan dalam negara modern.”  (BJ Boland,Pergumulan Islam di Indonesia, terjemahan,  Grafiti Pers, Jakarta, cetakan pertama 1985, halaman 55, mengutip Feith, The declien, h 234).

Catatan sejarah tentang NU bisa disimak pula, untuk menjelaskan komentar tersebut di atas, sebagai berikut:

“Arsip kolonial dengan kode 261/X/28.

Isi arsip melaporkan kongres NU di Surabaya 13 Oktober 1927 yang penuh dengan pidato-pidato yangmenjunjung pemerintah Belanda sebagai pemerintah yang adil, cocok dengan Islam, dan patut dijunjungsepuluh jari. Sementara itu tokoh Islam yang menantang Belanda, menurut laporan itu, dicaci maki dan pantas dibuang ke Digul.”  (Majalah Tempo, Jakarta, 26 Desember 1987, seperti dikutip KH Firdaus AN,Dosa-dosa Politik, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan pertama, 1999, halaman 52, lihat buku Hartono Ahmad Jaiz dan Abduh Zulfidar Akaha, Bila Kyai Dipertuhankan, Membedah Sikap Beragama NU).

(Hartono Ahmad Jaiz, Keserakahan Yahudi, Nasrani, dan Gengnya, WIP Solo 2011, halaman 87-88).  (lihat  http://nahimunkar.com/astagfirullah-densus-nu-diwajibkan-puasa-40-hari-supaya-sakti-kebal-petasan/).

Ini bukan berarti semua orang dari kelompok-kelompok itu seperti itu gambarannya. Hanya saja catatan telah menunjukkan demikian. Dan sampai sekarang masih terasa pula aromanya, bahkan arahnya seperti tidak jauh berbeda, walau istilah colonial atau penjajah kurang tampak, karena penjajahan kini bukan lagi penjajahan fisik namun sudah lebih berbahaya lagi karena bahkan sampai penjajahan akal, budaya, ekonomi, politik, pandangan hidup, informasi dan lainnya.

Apa yang tercatat dari kasus-kasus yang lalu ini mungkin bisa dijadikan pelajaran yang berharga bagi yang memperhatikannya dan masih sayang-sayang terhadap Islamnya.

Perlu berkaca diri pula, puasanya itu untuk Allah Ta’ala dengan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau demi lainnya dan mengikuti ajaran lainnya?

Kalau memang untuk Allah Ta’ala dengan mengikuti Rasul-Nya, kenapa harus mendahului sampai dua hari? Kenapa pula ada puasa sampai 40 hari?

Tuntunan siapa dan untuk siapa sebenarnya amalan mereka itu?

Sumber: NahiMunkar.Com

Share/Save/Bookmark
Dibaca :18054 kali  

Komentar-Komentar  

arief
Quote
 
0
Quoting Bara kuda:
YANG MENGATAKAN ARTIKEL INI NGAWUR JUSTRU GAK PAHAM AJARAN ISLAM...BELAJAR DULU SEBELUM MENILAI ARTIKEL INI NGAWUR

Ini yang betul www.tekanini.com/rurahero
arief
Quote
 
0
Konsfirasi positif? www.tekanini.com/rurahero
Denny Shuhendra
Quote
 
0
.....udah..udah ..udah....pisde h... ngak usah deperdebatkan terus. ni masalah ngak bakal kelar sampai kalian punya anak cucu bah kan sampai hari kiamat .yg jelas laku kan apa yg ada dalam hati dan pikiran kalian tanpa merugikan orang lain baik secara jasmani maupun rohani. Dan jagan menfonis orang salah atau benar..yg berhak memutuskan nya adalah tuhan kalian ..karna dia yg mencipta kan kalian atau pun mereka...jadi yg berhak memfonis adalah penciptanya sendiri...bukan kalian atau mereka......... jelas...????
Denny Shuhendra
Quote
 
0
....udah...(.sd m aja(selamatkan diri masing masing))...biar kan...allah..yg ..memutuskan..c ipta an nya...jika kau ragu pada keputusan mu kembalilah pada ayatku....begit u lah allah...berkata ....dan seperti kita ketahui kiamat itu akan datang dan hanya untuk orang orang..kafir... dan sudah dijelaskan pula..tanda tanda kiamat pada kita..bukan..be gitu.....kiamat itu datang katika tidak ada lagi suara azan di muka bumi ini artinya sudah tidak ada lagi yg menyembah nya dan artinya hanya tinggal orang orang kafir di muka bumi ini. Dan merekalah yg akan merasakan kedasyatan kiamat...kalian sebagai orang orang yg ber iman cukup sholat dan melak sanakan perintah nya saja.....ngak usah mikirin orang lain lagi.....biarka n allah bekerja........ untuk cipta'an nya......
Bara kuda
Quote
 
0
YANG MENGATAKAN ARTIKEL INI NGAWUR JUSTRU GAK PAHAM AJARAN ISLAM...BELAJAR DULU SEBELUM MENILAI ARTIKEL INI NGAWUR
ahmad s
Quote
 
0
ingat, waktu kita cuma sampai maut menjemput. sudah benarkah yang kita ikuti selama ini? pikir lagi, pelajari lagi, uji lagi keyakinan kita sambil berharap pada allaah semoga ditunjukkan jalan yang lurus, semoga ditunjukkan oleh allaah kebenaran.
Fakta Unik
Quote
 
0
Saya Ikut nyimak aja :)

Jika berkenan, Kunjungi blog saya ya :
[url="http://semua-fakta.com"]Semua Fakta Unik di Dunia Terselubung
Qowiy
Quote
 
0
...ya benar sampai sekarang mereka kental sekali,adat istiadat yg suka dijadikan syari'at...tapi kalau diomongin mereka membantah,merek a tahu tapi gak mau tahu...
ABDULLAH ILHAM
Quote
 
-2
@Al Faqir
Thariqah itu jelas2 kaki tangan Yahudi pisan atuh euy!
Teu ngartos keneh didinya mah!
Syi'ah, Thariqah, Ahmadiyah, dan firqah2 sesat lainnya merupakan Golongan2 yang dibuat oleh campur tangan Yahudi. Dina Al-Fatihah ge kan geus disebutkeun, ..Ghairilmaghdu ubi'alaihim... (QS Al-Fatihah: 7), yaitu Orang2 yang mencampuradukka n Ilmu Allah (Al-Qur'an) dengan Ilmu hasil dari HAWA NAFSU Manusia2 yg Ingkar terhdap Allah Subhanahuwata'a la. Oleh karenanya mereka DIMURKAI! Oleh Allah 'Azza Wa Jalla.

ALLAHUAKBAR!!!
ALLAHUAKBAR!!!
ALLAHUAKBAR!!!

Semoga Umat Muslim yang Mu'min yang Menjalankan Hidup ini sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah bisa memberantas Kesesatan di Al-Ardh ini.
KALIAN SEMUA YANG NGAKU2 AHLUSSUNNAH PADAHAL PERILAKUNYA JAUH DARI AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH, TUNGGULAH KEHANCURAN KALIAN!!!
Dan yang pastinya, sudah jelas sekali, bahwa Pembalasan Kalian itu Di Yaumul Akhir!
Mangga Raoskeun NAAR DI Akhirat engke tah WAHAI PARA PEMBANGKANG!!! :-)
:-) :D :lol:
Al Faqir
Quote
 
+1
Thoriqoh itu murni ajaran nabi Muhammad SAW,sejarah di kita pun ada Walisongo yang menyebarkan agama islam murni..lalu kenapa tidak di ajarkan di dalam pendidikkan SD,SMP,SMA atau di Universitas?? karena telah dipotong oleh Yahudi ketika masa penjajahan dulu..

Allah ta’ala berfirman dalam QS Al Maaidah [5]: 82
“orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”

Kemungkinan kaum muslim yang saling membenci kaum muslim lainnya adalah kaum muslim yg merupakan korban hasutan atau korban ghazwul fikri (Perang Pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum ZIONIS YAHUDI !!!

Karena sangat benciiiiiiiiiii iiiiinya terhadap kaum muslim, kaum Zionis Yahudi sangat berupaya teruuuuuuuuuuuu uuus meneruuuuuuuuuu uus meruntuhkan Persaudaraan Islam.

Salam.

Ilham Abdullah Setia
Quote
 
0
Allahuakbar!!!
Akhirnya saya menemukan seorang Muslim yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, InsyaAllah.
Kepada author/ penulis, terus posting Artikel2 yg bermanfaat seperti ini, biar terkuak semua kesesatan di akhir zaman ini.
Ilham Abdullah Setia
Quote
 
+1
Allahuakbar!!!
Akhirnya saya menemukan seorang Muslim yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, InsyaAllah.
Kepada author/ penulis, terus posting Artikel2 yg bermanfaat seperti ini, biar terkuak semua kesesatan di akhir zaman ini.
Ilham Abdullah Setia
Quote
 
+1
Allahuakbar!!!
Akhirnya saya menemukan seorang Muslim yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, InsyaAllah.
Kepada author/ penulis, terus posting Artikel2 yg bermanfaat seperti ini, biar terkuak semua kesesatan di akhir zaman ini.
Ilham Abdullah Setia
Quote
 
+1
Allahuakbar!!!
Akhirnya saya menemukan seorang Muslim yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, InsyaAllah.
Kepada author/ penulis, terus posting Artikel2 yg bermanfaat seperti ini, biar terkuak semua kesesatan di akhir zaman ini.
Ilham Abdullah Setia
Quote
 
+1
Allahuakbar!!!
Akhirnya saya menemukan seorang Muslim yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, InsyaAllah.
Kepada author/ penulis, terus posting Artikel2 yg bermanfaat seperti ini, biar terkuak semua kesesatan di akhir zaman ini.
Ilham Abdullah Setia
Quote
 
+1
Allahuakbar!!!
Akhirnya saya menemukan seorang Muslim yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, InsyaAllah.
Kepada author/ penulis, terus posting Artikel2 yg bermanfaat seperti ini, biar terkuak semua kesesatan di akhir zaman ini.
azuiway
Quote
 
-2
Quoting sigit:
tulisannya kq aneh ya.. kadang membuka borok wahaby, kadang menyanjungnya seperti mengutip pendapat Hartono Ahmad Jaiz yg wahabi. eh iyaa.. al bani juga.


janganlah membahas tentang tasawuf/tarekat dengan serampangan. cobalah anda pelajari lagi, pergi ke ulama2 tasawuf yang anda katakan sesat, jangan hanya sepihak dengan mendasarkan pada buku hartono ahmad jaiz saja dan lagi hartono ahmad jaiz berfaham wahabi, yang pada tulisan yang lain aqidah dan sejarah berdirinya anda permasalahkan.

coba anda buka ini http://www.sarkub.com/densus-99-sarkub/densus-hartono/
terimakasih

watch out.. propaganda is coming... LOL :D
azuiway
Quote
 
-1
yuk sini dek penulis, curhat giniannya depan saya, jangan ditulis ginian... fufufu.. :)
masqdw
Quote
 
+1
Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Ma’idah: 3)


Beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari ayat di atas:

Pertama: Ajaran Islam telah sempurna sehingga kita tidak butuh pada agama dan nabi yang lain.

Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wukuf di Arafah ketika Haji Wada’, turunlah ayat di atas. Inilah ayat dari Al Qur’an yang diturunkan terakhir. Karena beberapa waktu setelah ayat tersebut turun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, yaitu setelah beliau kembali ke Madinah selepas pulang dari haji. Hal ini menunjukkan bahwa ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, sudah sempurnalah Islam. Demikian penjelasan guru kami, Syaikh Dr. Sholih Al Fauzan.[2]

Seorang ahli tafsir terkemuka –Ibnu Katsir rahimahullah- berkata tentang ayat ini, "Inilah nikmat Allah ‘azza wa jalla yang terbesar bagi umat ini di mana Allah telah menyempurnakan agama mereka, sehingga mereka pun tidak lagi membutuhkan agama lain selain agama ini, juga tidak membutuhkan nabi lain selain nabi mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah menjadikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi, dan mengutusnya kepada kalangan jin dan manusia. Maka perkara yang halal adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam halalkan dan perkara yang haram adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam haramkan."[3]

Kedua: Tidak perlu ada penambahan dan pengurangan dalam ibadah alias kita dilarang berbuat bid’ah (amalan yang tidak ada tuntunan)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

أنه قد أكمل لهم الإيمان، فلا يحتاجون إلى زيادة أبدًا، وقد أتمه الله عز ذكره فلا ينقصه أبدًا، وقد رضيه الله فلا يَسْخَطه أبدًا.

“Allah telah menyempurnakan islam, sehingga mereka (umat Islam) tidak perlu lagi menambah ajaran Rasul –selamanya- dan Allah pun telah membuat ajaran Islam itu sempurna sehingga jangan sampai dikurangi –selamanya-. Jika Allah telah ridho, maka janganlah ada yang murka dengan ajaran Islam –selamanya-.[4]

Ketika Imam Malik rahimahullah membicarakan ayat di atas, beliau juga menyinggung bahaya bid’ah. Beliau berkata,

مَن ابْتَدَعَ في الإِسلام بدعة يَراها حَسَنة ؛ فَقَدْ زَعَمَ أَن مُحمّدا - صلى الله عليه وعلى آله وسلم- خانَ الرّسالةَ ؛ لأَن اللهَ يقولُ : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ } فما لَم يَكُنْ يَوْمَئذ دينا فَلا يكُونُ اليَوْمَ دينا)

“Barangsiapa yang berbuat bid’ah dalam Islam dan ia menganggapnya hasanah (baik), ia berarti telah mengklaim bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhianati risalah. Karena Allah telah berfirman (yang artinya), “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu …” Jika di saat Rasul hidup, sesuatu bukanlah termasuk ajaran Islam, maka saat ini juga bukanlah ajaran Islam.”[5]

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”[6]

Ketiga: Ayat di atas adalah sanggahan untuk orang yang mendiskreditkan Islam dengan mengatakan bahwa Islam tidak cocok untuk setiap zaman dan setiap tempat.

Seperti orang yang mengatakan bahwa Islam itu benar-benar kuno dan tidak cocok lagi untuk zaman saat ini. Jika dikatakan dalam ayat bahwa Islam telah sempurna berarti Islam itu cocok untuk setiap zaman dan tempat. Jika sebagian orang dangkal dalam memahami Islam, maka yang keliru bukan Islamnya, namun karena kedangkalan pikirannya. Jadi Islam itu sempurna dan berlaku untuk setiap zaman bagi para hamba hingga datangnya hari kiamat.[7]

Keempat: Memeluk Islam adalah nikmat yang amat besar, yang patut disyukuri.

Jika dikatakan dalam ayat bahwa Allah telah mencukupkan nikmat-Nya, maka hal ini menunjukkan Islam adalah nikmat yang paling besar bagi seorang hamba. Namun siapa yang menerima nikmat ini, itulah mereka yang bisa mengambil manfaat. Sebaliknya, siapa yang menolaknya, merekalah yang berdosa dan akan mendapat dhoror (bahaya).[8]

Kelima: Allah hanya meridhoi Islam, bukan agama lainnya.

Disebutkan dalam ayat bahwa Allah telah meridhoi Islam sebagai agama. Padahal Islam yang dikatakan telah sempurna sebagaimana disebut di awal ayat. Jadi, Allah telah menyempurnakan Islam, telah meridhoinya dan telah meridhoi hamba-Nya. Sehingga yang diridhoi hanyalah Islam, bukan agama lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran: 19).

Setelah datangnya agama yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka agama lainnya seperti Nashrani dan Yahudi, seluruhnya adalah agama yang batil yang tidak diridhoi oleh Allah. Dalam ayat lain disebutkan,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya , dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran: 85).

Keenam: Bantahan untuk yang menyatakan semua agama sama.

Ayat yang kita bahas dan dua ayat terakhir yang disebutkan di atas menunjukkan kelirunya pemahaman yang menyatakan semua agama sama. Ada yang mengklaim bahwa Nashrani, Yahudi dan Islam semuanya agama yang benar dan dapat mengantarkan pada Allah karena sama-sama agama samawi yang turun dari langit. Ini jelas pemahaman keliru dan dusta. Karena tidak ada lagi agama yang benar setelah datangnya Islam. Yang benar hanyalah Islam. Setelah datang Islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, terhapuslah ajaran agama sebelumnya yaitu Yahudi dan Nashrani. Agama yang lain bisa jadi terhapus atau tergantikan, yang ada dan diridhoi hanyalah satu yakni Islam. Sehingga siapa yang ingin masuk surga, maka peluklah agama Islam. Siapa yang malah mencari agama selain Islam, maka tempatnya di neraka karena ia berarti telah menolak agama yang Allah ridhoi.

Agama Yahudi yaitu ajaran Musa ‘alaihis salam yang saat itu menjadi agama dan tidak menyimpang, maka diterima. Begitu pula agama Nashrani yang tidak menyimpang demikian. Namun setelah datangnya Islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ajaran-ajaran sebelumnya terhapus, yang tersisa hanyalah Islam.

Sehingga tidak ada pilihan dan hukumnya wajib untuk mengikuti Islam sebagaimana yang Allah perintahkan dan ini berlaku untuk setiap zaman dan tempat. Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk mengikuti agama yang dibawa oleh Muhammad sebagaimana disebut dalam ayat lainnya,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (32)

“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".” (QS. Ali Imran: 31-32).[9]

Semoga Allah beri hidayah pada kita untuk istiqomah dalam Islam
gogonz
Quote
 
-1
ini bukan artikel wahabi, yahudi, atau antek amerika...ini artikel iblis
Wali
Quote
 
-1
wah, artikelnya ngawur...
Islam itu Indah...
Cukup Ikuti Al quran dan Sunnah Rasul saja. Maka Akan Selamat di Dunia dan Akhirat.
Tidak Perduli kalian semua Tarekat, NU atau apalah organisasi Kalian. Tapi berpikirlah secara Logis. karena Islam itu, Membawa kebaikan kepada siapapun. terkadang yang tidak bisa menerima kebaikan tersebut, selalu berusaha merusaknya.
robi
Quote
 
-1
Hanua MMI yg berangapan tasawwuf sesat itu di katenakan orang sufi tak bisa kalian rekrut buat ke inginan kalian menjadikan indonesia negara islam maka nya kalian musuhi orang sufi sadarlah kalian MMI siapa otak d belakang kalian
SAKERA
Quote
 
-1
TERUSSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSS SSSSS
Aswaa
Quote
 
0
Belajarlah dari Rosululloh, carilah ilmu sampai ke negeri Cina. Pahami isinya dan maksudnya, maka engkau tidak akan menghujat sesama muslim. Mudah2an mereka segera diberi petunjuk oleh Allah SWT. Aamin...
Gus Ain
Quote
 
-1
Gue anak orang NU..
Bini gue anak orang Wahabi..
Tapi akur2 aja tuh..

yang suka ribut anak2 gua aja tuh..
emang anak kecil aja yg masih suka pada ribut..
PanglimaKumbang
Quote
 
-1
YANG NULIS GUOBLOKKKKKKKKK KKKKKKKKKKKKKKK KK DASAR WAHABI JUALAN LO GA LAKUUU ASAL LO TAU YAH WAHABI ITU AWAL MULAINYA DARI INGGRIS.. DASAR SEMPAK INGGRIS LO
jaelani
Quote
 
+1
Kalau dicermati gaya penulis ini gaya yahudi,,,,perta ma2 dlm setiap penulisan selalu membenci israel/yahudi,, ,,,lama2 penulis menggiring dan mendoktrin pembaca untuk mengadu domba memecah belah umat ISALM...PEMBACA HARAP HATI-HATI..!!!
ghozali
Quote
 
-2
PENULIS NGAWWUUUURRRR.. ..
Dhika
Quote
 
-1
Quoting Raden Patah:
Ini yg sebenere nyesatin aqidah...
Orang sekarang banyak yang mampu bicara, bercerita,dan mencela... Wat penulis,koreksi diri lebih baik..Jangan mengkafirkan orang laen, pi kafir anda sendiri dilupakan..
Payah,,......

saling koreksi dri lah, brpkir tjam,, smga qt mndpat ptunjuk, mna yg khak mna yg batil,
Dhika
Quote
 
0
Ngga skalian nulis artikel tntang LDII?
sampaikanlhkebenaran
Quote
 
-1
Jenius Mas Penulis ini,,,,,itulah kenyataan yg dialami masyrakat kita,,,bnyk sekali pelanggaran2 agama,,,,,bnyk orang yg ngaku kyai besar,,,,ngaku2 islam,,,pidahal mereka tdk mendalami Islam yg sebenar2nya,,,m alah lebih cenderung sesat,tdk sesuai akidah yg telah diajarkan Rasul kita Nabi Muhammad SAW,,,yah di dalam Al Quran memang telah menyebutkan bahwa orang yahudi, orang kafir, dan ORANG MUNAFIK sejak jaman Nabi Adam sampai hari kiamat akan selalu memusuhi Islam,,,
yaitulah
Quote
 
-1
Jenius Mas Penulis ini,,,,,itulah kenyataan yg dialami masyrakat kita,,,bnyk sekali pelanggaran2 agama,,,,,bnyk orang yg ngaku kyai besar,,,,ngaku2 islam,,,pidahal mereka tdk mendalami Islam yg sebenar2nya,,,m alah lebih cenderung sesat,tdk sesuai akidah yg telah diajarkan Rasul kita Nabi Muhammad SAW,,,yah di dalam Al Quran memang telah menyebutkan bahwa orang yahudi, orang kafir, dan ORANG MUNAFIK sejak jaman Nabi Adam sampai hari kiamat akan selalu memusuhi Islam,,,
Raden Patah
Quote
 
-2
Ini yg sebenere nyesatin aqidah...
Orang sekarang banyak yang mampu bicara, bercerita,dan mencela... Wat penulis,koreksi diri lebih baik..Jangan mengkafirkan orang laen, pi kafir anda sendiri dilupakan..
Payah,,......
Wu aja
Quote
 
-1
pada dasar nya kita tak tak tahu akan kebenaran dan fakta sejarah itu sendiri, banyak manipulasi yang di lakukan oleh orang2 yang memiliki kepentingan tertentu
namun kita tak dapat memungkiri bahwa yahudi memang memiliki maksud tertentu dan konspirasi terselubung, sebagai bukitnya adalah ketidak berdayaan dunia untuk menyelesaikan agresi israel di palestina
sebagai umat Islam alangkah lebih baik nya kita berpegang teguh pada akidah
tapi tetap takdri Allah akan bekerja pada manusia, dan cepat atau lambat kebenaran yang di sembunyikan akan terungkap
antiSaWah
Quote
 
-1
orang2 sawah bin katrok, anti ukhuwah suka jelek2in sesama muslim, naudzubillah jangan sampe indonesia jd sarang wahabi, cukup saudi aja kaleee
sang juru selamat
Quote
 
-1
antum bahlul bin bahil bin jahilllllllliyy yyahhhhhhhh
orang awam
Quote
 
+1
kalo antum dengki sama isi artikel ini, bantah dong dgn dalil-dalil dan bukti otentik antum, sikap melecehkan artikel ini tanpa menggunakan bantahan, seperti anak kecil yang dilarang minum es pagi2, anak kecilnya hanya bisa maki2 dan nangis, tanpa ia mengetengahkan kenapa ia mau minum es pagi2, fanatik antum sama ormas yg disinggung di artikel ini, menunjukkan keliatan banget ke wong deso an antum
Muach Muach
Quote
 
-1
Horeeee....Kiam at Sudah Dekat.....
;-) ;-) ;-)
Hamba Allah
Quote
 
+1
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Buat pembaca blog ini...

Blog ini sengaja dibuat utk memecah belah umat Islam.
Jangan terpancing emosi dengan membaca blog ini.
Sesekali dia menyanjung kelompok tertentu, sesekali pula menjatuhkannya dan menjelek-jelekannya.
Islam itu indah, perbedaan itu indah. Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk. Jangan biarkan perbedaan menjadi permusuhan.
Buatlah perbedaan sebagai alat pemersatu.
Mari kita berfukir jernih... Jangan terpecah belah karena blog ini. Isi berita, narasumber, waktu terjadinya peristiwa dan sebagainya sangatlah rancu dan sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Dengan adanya perselisihan antar umat, pembuat blog ini akan tertawa bangga.
Berhati-hatilah terhadap provokasi.
Blog ini adalah alat provokasi.
Mari kita pererat rasa persatuan dan persaudaraan diantara kita...
harist
Quote
 
0
ber amallah ,sesuai keyakinan anda2 ,karena 'amalan itulah yg akan di perlihatkan pada hari pembalasan,jauh ilah ghibah atau menggunjing ,karena bisa merusak amalan baik,dan akan di peruntukkan pada siapa yg di ghibah,, ok teman-teman.:-)
am
Quote
 
0
Gak peduli apa alirannya. Yg jelas kalo menolak SYARIAT ISLAM, mngerjakan bid'ah syirik kurofat takhayul dan segala sesuatu tidak pernah dicontoh nabi muhammad itu bkn islam yg murni. Tanpa saya sebutkan aliran/organisa sinya anda pun sudah tahu
Fnandi07
Quote
 
0
Ni yg nulis artikel ni kebanyakan makan upil kali.
Loe sadar g bro..kalo loe tu dh buat umat islam berpecah belah klo bc artike loe yg ngasal ini.
liat sejarah tu dr bnyak sudut pandang coy. . .
Koplak dasar. . .:-P
JATMIKA BUDIMAN
Quote
 
0
Anjing NU sama Tharekat Theosofi emang anjing-anjing penjajah Zionis Yahudi Amerika.

Memang tokoh2 NU seperti Said Aqil Siradj yang sangat membela Kafirin, tapi memusuhi Muslim...emang tokoh-tokoh kaya gitu harus DIBUNUH aja karena banyak menyesatkan orang awam semacam: Zidan dan orang-orang yang benci Tegaknya Syariat Islam, memang harus dibunuh secara ightiyal!!!
zidan
Quote
 
0
gue NU, GUE orang TAREKAT ada masalah buat loe....tobatlah tobat sebelum terlambat wahai sobat kalo ga ingin azab akherat
kristy
Quote
 
0
Jijay ah, saat baca aq kok merasa ada rasa benci dan panas yg berapi2, berarti org ini nulis dgn mksd mnyebarkn rs benci, istigfar le le
Jgn merasa benar dgn apa yg kamu lihat dan kamu dengar serta kamu sebarkn, dosa
khoirurrodji
Quote
 
+1
:-):-)
kalo lihat begini malah saya jadi prihatin...
saya tidak membela NU, WAHABI, ATAU APALAH NAMANYA....
bagi saya ISLAM lebih pas untuk dibela ,,,
ini bagian yang di khawatirkan ROSULULLOH SAW terhadap umatnya,,,,
jadilah yang bijak dan cerdas mana yang lebih penting dan utama untuk kita bela...
ingat ,pandang ROSULULLOH,,, salam.. jaga ukhuwah.



::sad::sad::sad ::sad:
c.rossi
Quote
 
-2
8)8)
kalo lihat begini sih saya lebih prihatin,,, kayaknya bisa jadi timbul saling gontok gontokan nih...??? saya tidak membela NU, WAHABI, ATAU APALAH ... kalau tidak pas kita siap legowo menerima kritikan,,, kayaknya lebih mentingin sebuah organisasi ketimbang memikirkan ISLAM wah .... miris banget. inilah potret umat muhammad saat ini. pandang ROSULULLOH jangan bercerai berai...
terimakasih. 8)8)8)8)8)8)8)
xiaxing
Quote
 
-1
kasian anti " wahabi " , dngki di hti smpe mau di bwa mati .
Kaffir
Quote
 
-1
Siapa mau ketawa duluan????
;-);-);-);-);-);-);-);-);-);-);-);-);-);-);-)
mayyka
Quote
 
+1
ga wahabi ga nu, yang lebih mutu memang Islam
tinggal sejauh mana orang yang masih peduli pada Islam bersedia melapangkan hati pada yang haq, meng-ikhlaskan egoisme turunan kyai2 tradisional dan prof2 liberal.

sanggup tidak menerima kenyataan?? ciaooo!!
sukirno
Quote
 
-2
memang saya telah menduga dengan keras bahwa islam dapat hancur bukan semata-mata dihancurkan musuh dari luar islam. justru islam akan mudah hancur karena ulah oknum islam itu sendiri yang mengatasnamakan islam. coba sekte islam mana yg sangat keras menolak penegakan syariat islam? sudah jelas bukan? jadi semua permasalahan sudah sangat jelas kok. lha katanya umat islam lha kok nolak aturan islam aneh bukan? coba mikir dikit. malah yg dibela tradisi. sok pahlawan. siapa lagi kalu bukan NU. ini faktanya spt itu mau apa lagi.
sigit
Quote
 
0
tulisannya kq aneh ya.. kadang membuka borok wahaby, kadang menyanjungnya seperti mengutip pendapat Hartono Ahmad Jaiz yg wahabi. eh iyaa.. al bani juga.


janganlah membahas tentang tasawuf/tarekat dengan serampangan. cobalah anda pelajari lagi, pergi ke ulama2 tasawuf yang anda katakan sesat, jangan hanya sepihak dengan mendasarkan pada buku hartono ahmad jaiz saja dan lagi hartono ahmad jaiz berfaham wahabi, yang pada tulisan yang lain aqidah dan sejarah berdirinya anda permasalahkan.

coba anda buka ini http://www.sarkub.com/densus-99-sarkub/densus-hartono/
terimakasih
sigit
Quote
 
0
tulisannya kq aneh ya.. kadang membuka borok wahaby, kadang menyanjungnya seperti mengutip pendapat Hartono Ahmad Jaiz yg wahabi. eh iyaa.. al bani juga.


janganlah membahas tentang tasawuf/tarekat dengan serampangan. cobalah anda pelajari lagi, pergi ke ulama2 tasawuf yang anda katakan sesat, jangan hanya sepihak dengan mendasarkan pada buku hartono ahmad jaiz saja dan lagi hartono ahmad jaiz berfaham wahabi, yang pada tulisan yang lain aqidah dan sejarah berdirinya anda permasalahkan.

coba anda buka ini http://www.sarkub.com/densus-99-sarkub/densus-hartono/
terimakasih
Abu alim
Quote
 
-2
Di tulisan lain blog ini anti wahabi, tapi tulisan ini malah menghujat NU, gaje!!!
ahh
Quote
 
-1
udah bikin artikel ttg keluarga Saud, kirain pro ulama tradisional, ternyata tetangganya...c hiao akhirzaman
NU
Quote
 
-1
ramutu balzzzz....
zay
Quote
 
-1
referensinya masih hartono ahmad jaiz? nggak kapok2 ni ustadz, dibikin malu lagi sama K. Thobari Syadzili, kapok nggak ya?
saya ketawa aja kalau ternyata sumbernya nahimunkar, bosnya saja nggak hapal buku yang ditulisnya
tetangganya orang NU
Quote
 
+3
Jika dilihat dari sudut pandang ini, memang masuk akal. Persamaan theosofie dan NU adalah pada pola pelestarian adat dan meleburkannya dengan agama. Kisah tentang Sunan Bonang dan Kalijaga yang menceritakan bahwa mereka pemain seni yang menggunakan musik dan pertunjukan wayang setempat yang sudah dimodifikasi sebagai alat penyebaran agama. Sedangkan kita tahu orang NU pasti tidak akan melihat keanehan mengapa seorang wali yang dianggap dekat dengan Allah justru tidak sembahyang, malah menjagai tongkat di pinggir sungai sampai berlumut. Padahal Rasulullah itu shalatnya tak pernah putus. Orang NU juga pasti akan marah kalau kita mempertanyakan cara dakwah wali ini yang mencampurkan apa yang dilarang/haram dalam agama islam: Musik dan menggambar makhluk sperti pada wayang.
Muhamad Adib
Quote
 
+2
Yang nulis tak faham sejarah dan politik NU. Ciri khas penulis Wahabiy.
indri legendri
Quote
 
+1
sepertinya sudah g ada masalah, cari artikel lain wae yg lebih mutu. ra gayeng blas. rugi sg moco. di print buat bungkus kacang wae


Kode keamanan
Segarkan