|
Pluralisme: Kerancuan Istilah dan Pemahaman
Perdebatan dan kontroversi tentang masalah Pluralisme kembali menghangat di Indonesia. Meskipun masalah ini sudah banyak ditulis dan didiskusikan, pro-kontra itu terus saja berlangsung. Dalam mencermati hiruk-pikuk wacana "Pluralisme" pada umumnya, dan "Pluralisme Agama" khususnya, yang tengah marak di negeri kita pada dasawarsa pertama abad ke-21 ini; pun juga dalam berbagai kesempatan mengisi berbagai workshop, ...
|
|
Kebangkitan Kembali Theosofi Indonesia

Munculnya kembali gerakan Theosofi di Indonesia saat ini sejalan dengan maraknya penyebaran paham Pluralisme Agama yang ironisnya juga disebarkan oleh sejumlah cendekiawan dari kalangan kaum Muslim. Di zaman Belanda, Theosofi sempat menjadi gerakan penting di Indonesia yang memiliki pengaruh yang luas di kalangan cendekiawan dan elite-elite negara waktu itu.Sebuah buku yang ditulis oleh Iskandar P. Nugraha berjudul Mengikis Batas ...
|
|
"Amien Rais Mengkritik Pluralisme Kebablasan"
 Akhir-akhir ini saya melihat istilah pluralisme yang sesungguhnya indah dan anggun justru telah ditafsirkan secara kebablasan. Sesungguhnya toleransi dan kemajemukan telah diajarkan secara baku dalam Al-Quran. Memang Al-Quran mengatakan hanya agama Islam yang diakui di sisi Allah, namun koeksistensi atau hidup berdampingan secara damai antar-umat beragama juga sangat jelas diajarkan melalui ayat, ...
|
Pluralisme Bertentangan Dengan Islam : Haram Menyebarkan dan Menerapkannya
Pluralisme didefinisikan sebagai paham yang mengakui adanya pemikiran beragam -agama, kebudayaan, peradaban, dan lain-lain. Kadang-kadang pluralisme juga diartikan sebagai paham yang menyatakan, bahwa kekuasaan negara harus diserahkan kepada beberapa golongan (kelompok), dan tidak boleh dimonopoli hanya oleh satu golongan. Merujuk pada definisi kedua ini, Ernest Gellner menyebut
|
Obama "Manusia Pilihan Rothschild"

"Manusia yang menjadi pilihan Rothschild - orang yang dipilih itu akan menjadi Presiden Amerika Serikat," Texe Marrs diberitahu oleh orang dalam. Jadi, siapa manusianya yang menjadi pilihan Rothschild pada tahun 2008?. Jawabannya begitu jelas, siapa lagi kalau bukan : Barack Hussein Obama! Baron de Rothschild ke-4, Lord Jacob Rothschild dari Inggris Raya, yang disebut sebagai "Raja Israel" abad ke-21. ...
|
Pluralisme yang Membingungkan
Dalam konteks filosofis dan sosio-politis, tidak terlalu sulit mendefinisikan kata "pluralisme". Menurut Dr. Anis Malik Thoha, semestinya kata ini bisa dimaknai sebagai koeksistensinya berbagai kelompok atau keyakinan di satu waktu dengan tetap terpeliharanya perbedaan-perbedaan dan karakteristik masing-masing. Dalam wacana pemikiran Barat, justru kata "agama"-lah yang cukup runyam diperdebatkan hingga...
|
“Kebenaran” Kaum Pluralis dan Kesia-siaan “Tuhan”
Pada dasarnya kita semua sepakat dengan tujuan utama kaum pluralis-liberal. Mereka ingin mewujudkan sikap saling menghormati dan toleransi di antara umat beragama. Bahkan bukan hanya antar-agama saja, tapi juga yang lain, seperti: antar negara, bangsa, suku, ras, dan yang lainnya. Karena ini yang diajarkan Islam. Tapi sayang, kaum pluralis menempuh jalan yang salah untuk mewujudkan tujuan mereka. Mereka ...
|
Neo-Liberalisme dan Ketergantungan Hutang
Secara sederhana, neo-liberalisme adalah sistem pasar atau kapitalisme ugal-ugalan. Mereka percaya bahwa semua masalah bisa diselesaikan jika diserahkan kepada mekanisme pasar. Kalau di dalam agama ada fundamentalis agama, dalam bidang ekonomi ada fundamentalis pasar yang lebih banyak dogmanya, lebih banyak keyakinannya daripada argumen-argumen yang empirik dan faktual. Garis kebijakan ini di kemudian hari dikenal dengan "Washington Consensus"
|
Dibalik “Kemenangan” Liberalis
 Selama masa kampanye pilpres, rakyat Indonesia telah menyaksikan adu program di antara para kandidat, bukan sekadar janji kampanye yang selalu manis. Bahkan berbeda dengan dua kandidat lainnya, pasangan nomor 1, Mega-Prabowo, tidak lagi sekadar berjanji kepada rakyat namun telah membuat banyak sekali kontrak politik, sebuah janji yang ditorehkan di atas sehelai kertas bermaterai yang di sisi hukum sangat kuat dan rakyat bisa menggugatnya jika ...
|
Korporatokrasi, Dari Arab Saudi Sampai Pilpres Indonesia
Sekelompok banker dari Bank Dunia, IMF, dan bank swasta; pemimpin perusahaan: dan pejabat pemerintah adalah kombinasi sempurna yang oleh Perkins disebut sebagai korporatokrasi, dan mereka semua inilah yang mengendalikan sistem ekonomi dunia. Perkins menyebut nama Robert McNamara sebagai pemain kunci dalam sistem yang menggerakkan antara pemerintah, pihak swasta dan institusi bank. Hitman ekonomi itu memang ada. John Perkins, dalam bukunya ...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |