Yahudi Masonik Mendukung Kedua Belah Pihak Dalam Perang Saudara di Cina[Dari "The Jewish Rotting of China" oleh Arnold Leese, Gothic Ripples, No. 49, 1949.02.28] Courtesy of Brian Akira (see below)
Sun Yat-Sen, seorang anggota Freemason ketika memulai gerakan revolusioner di Kanton, mengutus ajudannya seorang Yahudi berkewarga-negaraan Inggris, Morris Cohen, ke seluruh dunia untuk mendapatkan ahli militer guna melatih tentara revolusionernya. Di atas ranjang kematian Sun Yat-Sen, orang Yahudi ini dipuji Chiang Kai-Shek dan dipekerjakan sebagai perwira penghubung antara Pemerintah Kanton dengan semua Konsulat Jenderal asing di Kanton. Cohen dikenal di Cina sebagai Moi-Sha, dan dijadikan Counsellor Militer pada Angkatan Bersenjata Kanton serta dijadikannya seorang Jendral, meskipun masih berstatus warganegara Inggris. Sampai dengan akhir tahun 1939, Cohen melakukan perjalanan laut di bawah perlindungan Amerika. Yang terakhir kita mendengar tentang ybs adalah pada akhir tahun 1945 ketika ia muncul dari kamp tawanan perang Jepang. South African Sunday Express menggambarkan dia sebagai "pembimbing jenius di belakang Perang Penguasa Cina". Seorang Yahudi Sovyet, Yakub Borodin (nama asli M. Grusenberg) dikirim oleh Kremlin dengan seorang Yahudi lainnya bernama Joffe pada tahun 1923, untuk mencoba menjadikan Sun Yat-Sen Bolshewik dan menjadi Ketua Penasehat Politik Kuomintang. Istrinya seorang Yahudi, mata-mata Uni Sovyet di Cina. Pada tahun 1926 sewaktu Sun meninggal, Borodin kemudian berkuasa dan dialah yang ditunjuk oleh Chiang Kai-Shek untuk meneruskan Sun. Namun, pada tahun 1927, sebuah razia yang dilakukan oleh Chang Tso-Ling di Kedutaan Sovyet di Peking, berhasil mengungkapkan tingkat dan cakupan persekongkolan Sovyet dalam rangka mem-Bolshewik-kan Cina, kemudian Borodins ditangkap dan dipenjarakan. Pada tahun 1923, orang Yahudi notorius, Trebitsch Lincoln, mantan anggota parlemen Inggris, memimpin sebuah misi Cina dalam upaya untuk mendapatkan senjata bagi Wu Pei Fu, seorang War‑Lord yang berkarakter baik, namun gagal, hal tersebut mungkin disengaja. Setelah kejadian itu, Lincoln kehilangan kepercayaannya dari Cina untuk melakukan peran penting lainnya. Jenderal Soviet, BK Galen, mengutus seorang Yahudi bernama Chesin yang dijuluki Blucher, didampingi oleh Delegasi Sovyet "Armenia" Karachan melakukan kunjungan ke Peking pada tahun 1924, di mana pada waktu itu dibuat sebuah perjanjian dengan Chang Tso-Ling, a.l. menetapkan bahwa the Chinese Eastern Railway diserahkan kepada Uni Sovyet. Hal tersebut menyebabkan memposisikan gerakan pasukan Cina pada belas kasihan kaum Bolshewik. Intrik dan penyuapan yang menyebabkan menyerahnnya Chang Tso-Ling ini dilakukan melalui peran seorang pengusaha kayu Yahudi bernama S. Skidelski. Kemudian tanggungjawab jalur kereta api diserahkan kepada orang Yahudi bernama Gekker, Koslowsky dan Snamensky (Zamyensky). Untuk melanjutkan karirnya bersama Jenderal "Galen", ia kemudian menjadi Ketua Penasehat Militer Chiang Kai-Shek dalam tahun 1926. Sekarang peran seorang Yahudi Soviet lainnya S.A. Gekker: Pada awal 1922; ia menjadi Penasehat Militer Pemerintah Bolshewik Mongolia, dan pada tahun 1924 ia diangkat menjadi Kepala Politik Commissar pada the Chinese Eastern Railway seperti tersebut di atas. Penunjukan ini dilakukan oleh seorang Yahudi, M. D. Lashewitz, yang menjabat Presiden Dewan Pengendalian Kereta Api di Moskow. Tidak boleh dilupakan orang Yahudi lainnya, A. Joffe. Kita mengenalnya sebagai kepala Misi Soviet untuk Sun Yat-Sen, bersama dengan seorang Yahudi, Yakub Borodin, ia mencoba untuk mengembangkan Sovietism. Kemudian ia menjadi Penasehat Politik Chiang Kai-Shek pada tahun 1926 dan mengorganisir Seksi Komunis Kuomintang. Pada tahun 1936 dua orang Yahudi, W. N. Levitschev dan J. B. Gamarnik menduduki jabatan tinggi sebagai pimpinan pada Departemen Politik Tentara Merah di Cina. Departemen Keuangan Nanking selalu didominasi oleh orang-orang Yahudi, yaitu: Kann, L. Rajchman dan R. Haas. Di Inggris, orang Yahudi Billmeir membantu dengan armada dagang untuk mengirim senjata Sovyet ke Cina pada tahun 1938. Akhirnya, orang Yahudi Ben Kizer (Amerika Serikat) diangkat menjadi kepala Unrra di Cina, dan semua orang tahu, Unrra hancur berkeping-keping karena korupsi. Telah dikatakan untuk membuktikan bahwa setiap posisi kunci sesungguhnya dalam proses Bolashewik dalam menghancurkan Cina adalah Yahudi. Terakhir, kita mengingatkan pembaca bahwa Chiang Kai-Shek sendiri adalah Freemason dan mencapai tingkat ke-33 dalam Ritus Skotlandia! (Ditandatangani ARNOLD LEESE) CATATAN .-- Dalam artikel di atas, Eugene Chen tidak disebut, mitra Borodin dan Menteri Luar Negeri Kanton pada tahun 1925. Beberapa orang berpikir bahwa Chen adalah Cohen, tetapi ada bukti yang cukup untuk itu. Ia lahir di Trinidad, British West Indies, di mana ia dipanggil Acham E. Bernard. Dia memenuhi syarat sebagai pengacara di Inggris, dan bisa ditebak mengapa ia menjadi musuh revolusioner Inggris di Cina. Diterbitkan oleh Arnold Leese, 20, Hill Pewley, Guildford, Surrey. [ Morris Cohen adalah seorang Yahudi Lituania, gangster Two-Gun, Cohen, dari Saskatchewan, melalui London. Rupanya Brother Sun tidak bisa menemukan seorang pengawal pun di seluruh Cina, dan harus mendapatkan perlindungan dari beberapa orang Khazar yang berasal dari Saskatchewan. Sebagian besar Khazar lain yang disebutkan dalam artikel ini berada dalam aktivitas ilegal Commintern orang Yahudi '.] [Komentar Makow: Jika para bankir Illuminati Yahudi dikontrol oleh kedua belah pihak, mengapa mereka repot-repot melakukan perang?
Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info/ Sumber: http://www.henrymakow.com/
Set as favorite
Bookmark
Hits: 1287 Comments (0)
![]() Write comment
|







