Konspirasi Global Yahudi, Amerika dan Sekutunya Untuk Menghancurkan IslamOleh: Angkatan Enam Belas Anak Bungsu Semester ![]() "Kita akan mengetahui program disinformasi kita selesai ketika segala sesuatu yang dipercaya oleh rakyat Amerika ternyata palsu.“
William Casey - Direktur CIA, 1981Ada konspirasi Global untuk menghancurkan Islam secara sistematis dan terorganisir secara rapih dan terus-menerus diberbagai negara mayoritas berpenduduk Muslim didunia sejak runtuhnya khilafah/sistem pemerintahan Islam, mereka bersatupadu dengan berbagai taktik dan metode dalam pelaksanaannya. Novus Ordo Seclorum atau New World Order adalah sebuah ambisi rahasia dan tersembunyi dari si mata satu "All Seeing Eye" yang menginginkan dunia ini berada didalam genggamannya dan dunia dibawah kontrol dan otoritasnya. One World Economy, One World Army, One World Religion, One World Bank, One World Ideology, dll. Ancaman global Freemasonry ini begitu kuat mencengkramkan kuku-kukunya dibelahan dunia manapun. Menerjang dan menghancurkan siapapun yang berbeda ideologi dengannya. Mereka memiliki cara yang sistematis untuk menghancurkan Islam, ajaran maupun peradabannya. SKENARIO Yang Pertama dengan metode Pembelokan Ideologi Islam/Akidah.
CIA alat Penguasa Dunia
Badan Intelejen Amerika Serikat, CIA (Central Intellegent Agency) membentuk lembaga dana sosial bernama "Asia Foundation" yang mengucurkan dana 1,4 milyar dollar per tahun. Badan ini sebagai pengusung dan sponsor gerakan SEPILIS yaitu penyakit Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme yang merusak akidah agama.
Prof. Dr. Musdah Mulia - JIL
Mereka berprinsip "Bunuh anjing dengan anjing jangan kotori tangan kita dengan darah anjing". Maka dibuatlah skenario besar, salah satunya memberi beasiswa pemuda Islam untuk study Islam ke Universitas yg sengaja mereka sediakan untuk menghancurkan akidah seperti mengajarkan filsafat Hermeneutika utk menafsirkan al-Qur'an, padahal jelas-jelas filsafat ini untuk menafsirkan Bibel bukan untuk menafsirkan Kalamullah. Dengan harapan sekembalinya ketanah air mereka menjadi boneka kaki-tangan yang dapat menghancurkan umat Islam dari dalam. Jaringan Islam Liberal inilah hasil kerja keras mereka untuk membelokan akidah umat Islam.
Hasilnya? Prof. AKKBB, Prof. Dr. Musdah Mulia menghalalkan pernikahan sejenis, Ulil Abshar Abdala mengatakan bahwa semua agama benar, Islam belum tentu yang paling benar dan disurga nanti kita bisa berdampingan dengan umat lain, JIL di Semarang menulis buku "Indahnya Perkawinan Sejenis", di Bandung JIL berzikir dengan memakai kalimat "AnjingHU Akbar", dll. Sontak pihak Amerika lompat-lompat kegirangan, Prof. Mesum inipun langsung
Ulil Abdala - JIL
Yang lebih parah lagi demi alasan kesetaraan gender, JIL Amerika mengadakan shalat Jum'at, yaitu oleh seorang wanita bernama Dr. Aminah Wadud dia sendiri imamnya padahal banyak pria, yang adzan wanita, terus posisi makmumnya selang-seling pria dan wanita. Lebih ngeri lagi shalat Jum'atnya digereja Kathedral Saint John Manhattan, Amerika, padahal ada masjid. Ahmadiyah juga bentukan Inggris, digunakan sebagai alat pemecah-belah umat Islam, pembelokan akidah sekaligus untuk meredam perlawanan kepada penjajah Inggris karena dalam ajaran Ahmadiyah ada pelarangan
Dr. Aminah Wadud - JIL
jihad, dana dari Eropa dan Amerika begitu hebat mengalir keberbagai LSM bentukan asing di Indonesia jika ada ketahuan aliran yang menyimpang dari ajaran Islam. Mereka langsung mem-backup-nya dan dilindungi olehnya, begitu umat Islam memprotesnya karena menyimpang dari akidah, LSM-LSM boneka Yahudi inilah yang akan langsung memprotes gerakan umat Islam untuk membubarkan Ahmadiyah karena dianggap telah melanggar hak azasi manusia dalam kebebasan beragama dan beribadah serta memecah-belah Negara kesatuan Pancasila, begitulah saudara-saudaraku taktik politik licik mereka dalam metode menghancurkan Islam secara sistematis.
Yang Kedua dengan metode Kekerasan/Militer.
Rakyat Iraq Korban Kekejaman Makar Amerika - Illuminati
Afghanistan adalah korban dari kelicikan Negara Amerika. Sewaktu perang dingin Uni Sovyet dan Amerika, Amerika tidak berani menyerang Negara itu, akhirnya memanfaatkan para pejuang Islam Afghanistan untuk melawan Sovyet dan akhirnya memang bisa menghancurkan pasukan Sovyet yang memiliki peralatan super canggih. Namun hanya karena Taliban ingin menerapkan syari'ah dalam negaranya yang didukung oleh rakyatnya sendiri maka akhirnya dibuatlah skenario isu terorisme untuk menyerang balik Taliban oleh tentara Amerika, Inggris dan berbagai Negara kafir bahu-membahu untuk
Mujahidin Afghan - Korban Makar Illuminati
Sebuah ambisi mendirikan Negara yang rasis dari sebuah gerakan yang disebut Zionisme, Israel telah banyak membantai penduduk Palestina dan Arab dan mencaplok wilayah Negara mereka, pembela HAM dunia Amerika memiliki standar ganda untuk urusan yang satu ini, setiap hari selalu ada saja kekerasan, pelecehan, penganiyaan dan penghinaan terhadap warga Palestina ini. PBB yang seharusnya menjadi pemecah masalah dari semua kekejian ini hanya bungkam seribu bahasa terveto suara dan haknya oleh kaum kafir, seolah keadilan didunia ini hanya dimiliki segelintir orang saja dan digunakan sekehendak mereka.
David vs Goliath
Yang Ketiga dengan merusak tatanan Sosial Budaya.
Media Massa alat cuci otak Illuminati, dikendalikan 95% oleh Zionis
Agen intelijen asing mengeluarkan dana yang cukup besar dengan memuat tulisan-tulisannya/berita-beritanya untuk melunturkan akidah umat Islam, di media TV dengan acara yang sangat merusak mental bangsa Indonesia, dan mengusung Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme, membuat propaganda anti Islam dengan mengidentikannya dengan teroris, padahal ajaran Islam sangat anti-Terorisme dengan cara yang sangat halus, sehingga umat Islam perlahan-lahan mengalami degradasi mental dan meniru kebudayaan ala Barat dan merasa asing dengan agamanya sendiri padahal jika mati akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.
Yang Keempat dengan metode Penerapan sistem Kapitalisme dalam bidang ekonomi. Sistem Kapitalisme hanya mengeksploitasi sumber daya alam dan penduduknya dan sama sekali tidak menyejahterakan dan hanya membuat sengsara saja. Yang Kelima dengan Politik.
Islam dengan demokrasi, perbedaannya sejauh langit dan bumi. Manusia ibarat Islam, demokrasi ibarat monyet. Sama-sama memiliki mata, telinga, tangan dan kaki. Tetapi berbeda. Benar bahwa dalam Islam dan Demokrasi ada pemilu, tapi ingat di dalam Islam siapapun yang terpilih aturan yang diterapkan adalah aturan ALLAH.
NATO, alat miliiter Illuminati
Sedangkan dalam demokrasi Syari'at Islam adalah Pilihan, bahkan faktanya ketika partai Islam yang mengusung syari'at Islam memenangkan pemilu akan digagalkan sedemikian rupa. Benar bahwa dalam demokrasi dan Islam ada wakil rakyat, namun wakil rakyat di dalam Islam tidak membuat hukum, tidak menentukan halal-haram, wakil rakyat di dalam Islam (Majelis wilayah dan majelis umat) hanya melakukan aktivitas memberikan pendapat dan muhasabah terhadap kebijakan penguasa. Benar bahwa penguasa dalam demokrasi dan Islam diangkat oleh rakyat, namun dalam demokrasi penguasanya bernama presiden di dalam Islam namanya Khalifah.
Dan metode pengangkatannya adalah dengan bai'at. Benar pula bahwa di dalam demokrasi dan Islam dikenal musyawarah. Namun di dalam demokrasi semua hal bisa dimusyawarahkan sementara di dalam Islam yang bisa dimusyawarahkan adalah hal-hal yang mubah dan didalam Islam ada kalanya musyawarah tidak dipakai ketika wahyu sudah menetapkan. Lihatlah bagaimana Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak mempedulikan pendapat kaum muslimin ketika terkait pernjanjian Hudaibiyah dan satu hal terpenting sebagaimana "akal" yang membedakan manusia dengan monyet. Bahwa di dalam Islam, sesuatu yang boleh tidak akan pernah berubah menjadi terlarang seperti dalam demokrasi. Didalam Islam menikah dengan perempuan berusia 12 tahun adalah boleh sementara dalam demokrasi bisa tidak boleh (haram), di dalam Islam poligami selamanya mubah, tapi dalam demokrasi bisa menjadi terlarang. Sementara mendirikan tempat perzinahan/pelacuran terbesar se-Asia Tenggara yaitu Doli di Surabaya dalam Demokrasi diperbolehkan sedang hukum Allah sangat melaknatnya bahkan orang yang berzina 40 radius rumahnya akan kecipratan dosanya semua walaupun tidak tahu, di dalam Islam meminum khamer adalah terlarang sedikit maupun banyak, dalam demokrasi bisa menjadi boleh, bahkan berdirinya pabrik khamer adalah sebuah keniscayaan dengan izin dari anggota-anggota dewan. Jadi dalam hal ini anggota dewan dalam sistem demokrasi bisa bertindak sebagai Tuhan, yang menentukan boleh tidaknya sesuatu. Apa itu Thagut?
Demokrasi penggagasnya Fir'aun
Demokrasi bisa menempatkan manusia setara dengan Tuhan, karena bisa membuat produk hukum yang bertentangan dengan hukum Allah. Tidak boleh seorang muslim mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari 'Adi bin Hatim - radhiyallahu 'anhu - berkata: 'Saya mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika baginda sedang membaca surat al-Bara'ah:
Disegala bidang kehidupan kita sudah terkena fitnah Dajjal ini baik bidang IDEOLOGI, POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, HUKUM, BUDAYA, PERTAHANAN serta KEAMANAN. Begitulah mereka menghancurkan Islam secara sistematik detik demi detik siang malam tanpa henti untuk menghancurkan Islam. Kita tidak sadar ada perang dunia ketiga, yaitu GLOBAL WAR AGAINST ISLAM. Dan fitnah Dajjal ini sudah masuk ke ranah Indonesia yang kita cintai ini. Mari kita rapatkan barisan saudaraku untuk melindungi umat Islam dari fitnah Dajjal ini! PENYEBAB Al-Hadits:
Korban Sekularisasi Ya;juj wa Ma'juj Mengidap Penyakit Wahn
"Hampir-hampir umat-umat lain mengerumuni kalian dari segenap penjuru sebagaimana (mereka mengerumuni) hidangan diatas sebuah piring besar. Kami bertanya: "Wahai Rasulullah! Apakah karena jumlah kita sedikit pada saat itu?". Nabi menjawab, "Bahkan pada saat itu jumlah kalian sangat banyak, tetapi kalian seperti buih air bah. Akan dicabut rasa segan dan hormat dari musuh-musuh kalian, dan akan dijadikan pada hati kalian penyakit al-Wahn. Mereka bertanya, "Apakah al-Wahn itu?". Nabi menjawab, "Cinta Hidup dan Takut Mati" (HR Ahmad dan Abu Dawud dari Tsauban dan telah dishahihkan oleh AlBani)
Masing-masing umat Islam hanya mencintai diri dan golongannya saja dan tidak peduli dengan sesamanya, dan muslim sudah terjangkiti penyakit FUN, FOOD and FASHION (ALWAHN). Bumi diciptakan oleh Allah dan ada makhluk penyembah-Nya yang disebut Muslim. Muslim didunia ini adalah satu tubuh, jika ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain akan merasakannya. Sesama Muslim adalah saudara dan Muslim itu satu. Yang membedakan wilayah dan batas Negara dalam pengkotak-kotakan pikiran sempit adalah manusianya sendiri. Paham sesat nasionalisme inilah diajarkan pihak Barat yang menghantarkan Islam kepada kehancurannya ditambah penerapan sistem Demokrasi yang mengabaikan syariah-Nya dan lebih menyukai hukum buatan manusia. Karena kedaulatan berada ditangan rakyat bukan ditangan syariat yang berdasarkan pada sumber al-Qur'an dan as-Sunnah-Nya. SOLUSI: 1. THE ONE STATE OF ISLAM UMMAH
Khilafah adalah solusi cerdas sebagai sebuah sistem dan media pemersatu umat dibawah satu bendera akidah dan mampu untuk menampung golongan apapun. Sehingga Islam menjadi satu tubuh sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sebagai kekuatan tandingan kepada musuh-musuh Islam yang selama ini berusaha menghancurkan Islam secara terorganisir dan sistematis. 2. SHARI'A LAW
Hanya dengan penerapan syari'ah Islam secara Kaffah diberbagai bidang kehidupanlah maka akan terciptalah suatu negeri yang dijanjikan oleh Allah yaitu Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur selain itu hanya mimpi belaka.
Kemal Attaturk, Yahudi Dunameh, dukungan Illuminati, penghancur Kekhilafahan Islam
Ada sebuah hadits yang menyebutkan "Cinta tanah air adalah sebagian dari Iman", terlepas dari palsu atau dhaifnya hadits tersebut. Maka hadits tersebut menggambarkan bahwa sistem pemerintahan Islam dan penerapan syari'ah Islam yang telah dicapai Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk diterapkan ditanah Arab kala itu adalah sudah mencapai tahap yang sempurna sehingga tercapailah Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur dan sistem itulah yang membuat tanah air menjadi negeri yang sentausa dan Tuhan meridhainya dan kita diwajibkan untuk mencintai tanah air itu, namun jika yang diterapkan adalah sistem yang sama sekali tidak diajarkan nabi dan mengarah kepada kekufuran maka wajiblah bagi kita untuk memperjuangkan sistem itu ditanah air yang kita cintai ini sampai tercipta Baldatun Thayyibun wa Rabbun Ghafur sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah meraihnya dikala itu. Bumi tersusun dari tanah dan air dan unsur lainnya, bumi ini adalah milik Allah. Muslim itu satu, bumi ini milik Allah, tanah air muslim itu yaitu bumi yang kita pijak adalah satu. Kita adalah Muslim, Muslim dengan Muslim lainnya adalah saudara. Muslim itu adalah satu tubuh, jika ada bagian tubuh yang lain sakit maka tentunya tubuh yang lain ikut merasakannya. Itulah Muslim sejati yang digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Semoga mudah untuk memahaminya.
Sultan Abdul Hamid, konsisten mempertahankan tanah Palestina
Semenjak runtuhnya tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara ummat Islam 85 (1924) tahun yang lalu bangsa-bangsa Muslim di segenap penjuru dunia mulai menjalani kehidupan sosial berlandaskan sebuah faham yang sesungguhnya asing bagi mereka. Faham itu bernama Nasionalisme. Ketika Khilafah Islamiyyah masih tegak dan menaungi kehidupan sosial ummat, mereka menghayati bahwa hanya aqidah Islam Laa ilaha illa Allah sajalah yang mempersatukan mereka satu sama lain. Hanya aqidah inilah yang menyebabkan meleburnya sahabat Abu Bakar yang Arab dengan Salman yang berasal dari Persia dengan Bilal yang orang Ethiopia dengan Shuhaib yang berasal dari bangsa Romawi. Mereka menjalin al-ukhuwwah wal mahabbah (persaudaraan dan kasih sayang) yang menembus batas-batas suku, bangsa, warna kulit, asal tanah-air dan bahasa. Dan yang lebih penting lagi bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang mereka jalin menembus batas dimensi waktu sehingga tidak hanya berlaku selagi mereka masih di dunia semata, melainkan jauh sampai kehidupan di akhirat kelak. Mengapa? Karena ikatan mereka berlandaskan perlombaan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Hidup lagi Maha Abadi. Firman Allah (artinya): "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS az-Zukhruf 43:67)
Penggambaran Perang Salib
Orang-orang beriman tidak ingin menjalin pertemanan yang sebatas akrab di dunia namun di akhirat kemudian menjadi musuh satu sama lain. Oleh karenanya, mereka tidak akan pernah mau mengorbankan aqidahnya yang mereka yakini akan menimbulkan kasih-sayang hakiki dan abadi. Sesaatpun mereka tidak akan mau menggadaikan aqidahnya dengan faham atau ideologi selainnya. Sebab aqidah Islam merupakan pemersatu yang datang dan dijamin oleh Penciptanya pasti akan mewujudkan kehidupan berjamaah sejati dan tidak bakal mengantarkan kepada perpecahan dan bercerai-berainya jamaah tersebut. Firman Allah (artinya): "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dalam jamaah, dan janganlah kamu bercerai berai." (QS ali-Imran 3:103)
Sewaktu ummat Islam hidup di bawah naungan Syariat Allah dalam tatanan Khilafah Islamiyyah mereka tidak mengenal bentuk ikatan kehidupan sosial selain al-Islam. Mereka tidak pernah membangga-banggakan perbedaan suku dan bangsa satu sama lain. Namun realitas hari ini, ironis, perjuangan para politisi Islam menunjukkan inkonsistensi-nya di hadapan seluruh ummat, mereka menerima dengan senang hati sistem sekuler dari fihak lain yang jelas-jelas mengusung Nasionalisme. Seolah kelompok yang mengusung ideologi Islam harus siap mengorbankan apapun demi mendapatkan keridhaan kelompok yang mengusung Nasionalisme. Seolah memelihara persatuan dan solidaritas berlandaskan Nasionalisme jauh lebih penting dan utama daripada mewujudkan al-ukhuwwah wal mahabbah (persaudaraan dan kasih sayang) berlandaskan aqidah Islam.
Salahuddin al-Ayyubi, Pahlawan Islam dalam Perang Salib
Sewaktu perang Salib terjadi yang berkobar selama 200 tahun, disaat itu tidak ada rasa nasionalisme semu. Umat Islam adalah satu dan saling bergotong-royong dan bahu membahu untuk menghancurkan pasukan salib yang menyerang wilayah umat Islam. Bukan berperang sendiri-sendiri seperti saat ini, inilah bukti nasionalisme adalah faham sesat yang diciptakan oleh Barat untuk memecah belah umat Islam kedalam Negara-negara semu dan dibakar semangat persatuan walaupun tidak seakidah. Hasilnya? Negara-negara Islam mudah untuk dihancurkan karena mudah untuk dipecahbelah karena tidak adanya persatuan lagi.
Pada saat kekhilafahan dahulu banyak melahirkan panglima-panglima jenius yang menghancurkan musuh walaupun jumlah musuhnya berlipat. Diantaranya kami sebutkan beberapa orang dari mereka, Muhammad al-Fatih yang telah merebut kota Konstantinopel sehingga berubah namanya menjadi kota Istanbul, Thariq ibnu Ziyad yang merebut Negara Spanyol dan Salahuddin al-Ayyubi yang telah merebut wilayah Palestina dari cengkeraman pasukan Salib beserta Knight Templarnya yang telah membantai umat Islam di Palestina sehingga jalan-jalan di Palestina berkubang dengan darah.Khilafah dan Syariah Islamlah yang sudah terbukti menjadikan umat Islam sebagai umat yang terhormat dan super-power disegala bidang kehidupan selama berabad-abad lamanya, sistem ini sudah teruji oleh waktu dan telah menghantarkan umat Islam kepada masa kejayaan, keemasan dan kegemilangannya.
Jika belum kembali kepada al-Qur'an dan as-Sunnah, Khilafah tidak akan tegak
Semuanya bernaung dalam satu bendera Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yaitu "LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH" bendera itu diestafetkan kepada kita dan terus akan diestafetkan hingga akan sampai waktunya kepada Nabi Isa. Nabi Isa akan turun dari surga karena atas perintah Allah karena banyaknya penegak syariah dianiaya, dicaci, difitnah dan dibunuh oleh Dajjal dan para pengikutnya. Jika Allah tidak campur tangan maka akan lenyaplah agama Allah itu dimuka bumi karena kejahatan Dajjal dan pengikutnya. Nabi Isa bersama Imam Mahdi yang akan menyatukan seluruh Muslimin menjadi satu, dibawah satu bendera akidah. Maka hancurlah rasa Nasionalisme semu itu serta hancurnya Demokrasi yang diganti dengan sistem syariah Islam. Nabi Isa dan Imam Mahdi beserta kaum Muslimin akan menghancurkan pasukan Yahudi dan Nabi Isa sendiri yang akan membunuh Dajjal pemimpin Yahudi itu. Semoga umur kita sampai kepada kedatangan nabi Isa dan Imam Mahdi sehingga dapat bergabung dengan mereka untuk berjihad dijalan-Nya. Amin ya Rabbal 'Alamien. Allahu Akbar! Wassalam.
Set as favorite
Bookmark
Hits: 3174 Comments (4)
![]()
Ul Haq
said:
|
|
WASPADALAH Suatu yang harus diwaspadai adalah usaha untuk menjadikan pertimbangan akal pikiran untuk sebuah kebenaran agama. Sehingga orang ragu akan kebenaran agamanya (Islam). Dalam Agama bukan pertimbangan akal pikiran yang dipakai. Yang dipakai dalam memahami agama adalah keyakinan dan hati nurani. Ketika seseorang telah mengabaikan dan tidak menggunakan keyakinan dan hati nurani maka ia pasti akan ragu akan agamanya (Islam),maka sesatlah ia. |
|
ira dewi
said:
|
... iiihhh menjengkelkan tu yahudi n america. kita liat sj setelah dtgnya Imam Mahdi & Nabi Isa AS. |
|
froz
said:
|
... secara prinsip se-7 ada sebuah konspirasi global spt itu, yg sbnarnya sasarannya bukan cuma umat islam melainkan semua agama, krn 7-annya emang menghapus agama dr muka bumi. bahkan masyarakt yg paling tertindas adalah rakyat amerika sendiri yg tlh menjadi budak2nya. Tetapi yg sy tidak habis pikir, knp khilafah dijadikan satu2nya cara utk menegakkan kebenaran di muka bumi. Kanjeng nabi hanya memberikan satu contoh yg sesuai dg zamannya. soal sistem itu adalah otoritas akal, setiap sahabat dan generasi berikutnya memberikan tafsir berbeda thd syariah. berapa sih ayat2 ahkam yg ada di syariah? ga banyak, sebagian besar isinya adl "sejarah" yang mengajarkankan kita prinsip dan nilai islam yg bisa ditrapkan dlam banyk sistem dan metode. Dan yg perlu diingat tdk ada otoritas tunggal mengenai penafsirannya. Kita jg gak bisa menelan mentah bunyi teks Quran dan hadis. Jd sebagai muslim kita ga peerlu deh merasa benar sendiri. Kata iman hanafi, "kita mungkin benar tp orang lain belum tntu salah, orang lainpun mungkin salah tp kita belum tntu benar. Jd, terus belajar dan belajar utk mencari kebenaran. Dan kita jangan terjebak dg syariah dlm artian produk pemikiran abad 7-14 saja, krn mereka pun menafsirkan ssuai dg kebutuhan jamannya. Panjang deh kalau bicara soal ini. Kalau saya sih ga perlu dg frontal dan membabi buta menghadapi konspirasi spt itu, terlalu kuat zionis kt hadapi dg cara berhadapan sec langsung. Gunakan aja langkah kecil ini: jangan menyentuh bunga bank dan pasar modal utk mengamankan aset2 muslim, dan bergeraklah di sektor2 riel. Indonesia, bisakah? Jika umat islam bs melakukannya, itu sdh menjd perlawanan yg sgt dasyat, krn mereka sgt mengandalkan uang utk melaksanakan agenda2nya. Smg Allah meridhoi. |
|
ndo`
said:
|
... nice post om. . . selalu tegakan agama Allah . .yaitu islam. . karena hanya agama Islam yg d ridha'i oleh Allah .. dan jgn lh qta t'pecah belah oleh kaum" kafir. . AllAH Huakbar . . |
|







