Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma & Toleransi
Oleh: Hj. Irena Handono PENDAHULUAN Perayaan Natal, sungguh wah dan gemerlap; dengan pohon-pohon cemara lengkap digantungkan hiasan-hiasan, kerlap-kerlip lampu, dan hadiah-hadiah di bawahnya. Malamnya, tepat pukul 24.00 dilakukan misa (kebaktian). Rumah-rumah pun dihias pohon cemara, juga toko dan plasa, gedung dan kantor. Acara-acara televisi marak oleh nuansa Natal. Instansi-instansi juga secara resmi merayakannya. Begitu semaraknya perayaan tersebut, sampai-sampai, paling tidak, membawa tiga kesan: Pertama, perayaan Natal yang jatuh padatanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran. Kedua, perayaan Natal telah mencapai "maqam" gengsi -simbol status sosial. Sebuah simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya atau bagi mereka yang turut "berpartisipasi". Sebaliknya mereka yang tidak "menyambut" perayaan Natal, terkesan tidak prestisius. Ketiga, seolah-olah mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum Nasrani. Padahal secara statistik, jumlah merekatak lebih dari 15 persen. Berbeda dengan realitas perayaannya yang gemerlap, sejarah Natal 25 Desember sendiri cukup buram. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak banyak kalangan - termasuk kaum Kristen sendiri - yang paham tentang sejarah perayaan Natal yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember tersebut. Salah satu sebabnya adalah tidak adanya literatur yang membeberkan tentang Natal. Jikalau ada hanya memuat keterangan bahwa Natal adalah perayaan orang Nasrani yang jatuh pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus. Langkanya literatur tentang Natal sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap kritis. Benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Jika jawabannya adalah ya, apa dasar hukumnya? Jika tidak bagaimana sejarah penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, yang akhirnya diperingati sebagai perayaan Natal? YESUS DALAM SEJARAH BANGSA YAHUDI Sebelum membahas tentang perayaan Natal dan segala kontroversi yang menyertainya, terlebih dahulu perlu saya jelaskan latar belakang kesejarahan Yesus itu sendiri. Bahwa Yesus memang lahir dan hidup di kalangan bangsa Yahudi. Oleh karena itu, untuk bisa memahami sosok Yesus, harus paham terlebih dahulu bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi berkeyakinan bahwa mereka adalah "bangsa pilihan" Tuhan. Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya untuk kepentingan dan kesejahteraan mereka. Dan mereka merasa sebagai subjek, sedangkan bangsa lain cukup sebagai pelengkap penderita. Lebih lanjut hanya diri mereka yang dianggap "manusia", sedangkan bangsa lain hanyalah pembantu, budak, bahkan anjing. Keyakinan seperti itulah yang membuat mereka lebih dari bangsa lain, sombong, pongah, keras kepala, bahkan kejam. Pernyataan-pernyataan seperti tersebut diatas, bukan sebuah dramatisasi belaka, melainkan bersumber dari Bibel sendiri diantaranya: "Kamu akan menjadi bagiKu kerajaan iman dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel." (Keluaran 9:6). "Engkau akan diberkati lebih daripada segala bangsa" (Ulangan 7:14). "Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahhmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka...."(Ulangan 7:16). "Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro Fenesia. la memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dan anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. "Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar Tuhan. Tetapi anjing yang dibawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak. "Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." (Markus 7:26-29). Pernyataan-pernyataan Bibel tersebut di atas menjelaskan betapa bangsa Yahudi menganggap diri mereka istimewa yaitu "bangsa pilihan Tuhan". Oleh karena itu mereka boleh berbuat apa saja terhadap bangsa lain, termasuk membantai (melenyapkan). Dan semua itu dilakukan atas nama Tuhan. Namun adakah suatu bangsa yang rela terus menerus ditindas, dijajah, ataupun diperbudak? Demikian pula dengan bangsa Filistin (Palestina), penduduk asli negeri itu, yang setelah melalui perjuangan berat akhirnya bangsa Filistin menang. Kemenangan bangsa Filistin tersebut membuat keadaan menjadi terbalik. Bangsa Yahudi - sang penindas - kini dalam bayang-bayang tertindas. Maka mereka memohon agar Yahwe (Tuhan Israel) segera mengutus seorang Al Masih (Juru Selamat) agar mereka jaya dan berkuasa lagi. Sederetan Al Masih
Dari Bibel, khususnya dalam Perjanjian Lama, akan kita dapatkan bahwa Al Masih itu bukan hanya Yesus. Mereka antara lain: 1. Saul Al Masih Saul yang berhasil mengalahkan Filistin diangkat sebagai Al Masih, "Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umatNya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milikNya sendiri (I Samuel 10:1). 2. Harun Al Masih Setelah Saul menjadi Al Masih, maka Harun (saudara Musa) juga diangkat sebagai Al Masih. "Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya." (Imamat 8:12). 3. Elisa Al Masih Kehadiran seorang Al Masih untuk masa ini ternyata tidak cukup, maka setelah Harun menjadi Al Masih, Elisa pun diangkat menjadi Al Masih. "Juga Yehu, cucu Nimzi, haruslah kau urapi menjadi raja atau Israel, dan Elisa bin Safat dari Abel Mehola, harus kau urapi menjadikan Nabi menggantikan Engkau." (7 Raja-raja 19:16). 4. Daud Al Masih
Setelah Saul meninggal dunia, maka sesepuh suku-suku Israel mengangkat Daud sebagai Al Masih. "Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel." (II Samuel 5:3). 5. Salomo Al Masih Setelah Daud meninggal dunia, maka Salomo putra Daud diangkat sebagai Al Masih. Sebagaimana tercantum dalam I Raja-raja 1:39. "Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru "Hidup Raja Salomo." 6. Koresy Al Masih
Raja Syrus penyembah berhala ini diangkat sebagai Al Masih setelah meninggalnya Salomo. "Beginilah firman Tuhan: Inilah firmanKu kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu gerbang tidak tinggal tertutup." (Yesaya 45:1). Ayat ini dialamatkan kepada Raja Syrus yang pagan, untuk memenuhi kerinduan akan datangnya penyelamat, walaupun pada kenyataannya ayat tersebut adalah nubuat dari nabi Yesaya akan datangnya seorang Koresy (Quraisy) sebagai nabi akhir, yaitu Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Amatlah mustahil jika Tuhan menyayangi seorang kafir untuk diurapi.Apalagi ternyata bahwa belum lama bangsa Yahudi dipimpin oleh Al Masih yang kafir, situasi keamanan dan politik berubah kembali dengan datangnya serbuan pasukan Romawi. Maka kembali lagi seperti pada peristiwa sebelumnya, yakni ketika bangsa Israel menangis, meraung, dan memohon kepada Yahwe untuk diberi Al-Masih atau seorang Juru Selamat untuk membebaskan mereka dari cengkeraman bangsa Romawi. Maka mereka berangan-angan dan menyusun kriteria Al Masih. Orang-orang Israel akhirnya mengadakan kesepakatan bahwa Al Masih adalah seorang yang merupakan:
Disamping tiga kriteria tersebut, bangsa Israel juga mempunyai penghayatan bahwa kelahiran seorang pahlawan (Juru Selamat) haruslah lahir dari seorang perawan, sebagaimana pahlawan-pahlawan bangsa terduhulu yang juga terlahir dari seorang perawan. Yesus Keturunan Daud? Bibel selalu mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud. Nubuat tentang keturunan Daud yang akan berkuasa antara lain: II Samuel 7:12-13 dan I Tawarikh 17:1 1-12: "Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan Aku akan mengokohkan tahta kerajaanya untuk selama-lamanya." Demikian pula Kisah Para Rasul 2:30 ".... Bahwa la akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya" 8 9 Padahal, dengan garis keturunannya (silsilah), terbukti bahwa Yesus bukan keturunan Daud,karena Maryam bukan keturunan Daud. Yang merupakan keturunan Daud adalah Yusuf, yang oleh Bibel disebut sebagai tunangan Maria (Maryam), Silsilah itu sendiri juga mengandung perbedaan. Matius (1:6-16) menurut 28 orang sedangkan menurut Lukas (3:23-31) 43 orang. Jadi terdapat selisih 15 generasi. Lantas mengapa Bibel membuat kekeliruan seperti itu? Sejarah menyatakan bahwa bangsa Israel merasa dirinya sebagai "bangsa pilihan" telah berabad-abad mengalami penindasan dan penjajahan bangsa-bangsa Babilonia, Yunani, Siria dan Romawi. Oleh karena itu mereka selalu terkenang pada zaman keemasan di bawah kepemimpinan Daud dan berharap datangnya "Raja Israel" dari keturunan Daud yang akan melepaskan mereka dari kesengsaraan. Jelas bahwa pengikatan Isa-Yusuf-Daud adalah rekayasa untuk melegitimasi bahwa Yesus adalah keturunan Daud, Al Masih yang dinanti-nantikan sebagai juru Selamat. YESUS DAN KONTROVERSI KELAHIRANNYA Yesus dalam tradisi sejarah umat Islam sebenarnya adalah Isa Al Masih putra Maryam. Sebutan "Isa" (dalam bahasa Arab) berasal dari bahasa Ibrani dari kata "Esau". Dalam bahasa Latin nama itu menjadi "Yesus". Munculnya nama Yesus terjadi pada peristiwa pengadilan Isa Al Masih oleh mereka yang hadir dengan menambahkan huruf "J" pada awal dan "S" pada akhir kata "Esau" sehingga menjadi Yesus. Nama Yesus baru populer pada abad ke-2. Populernya nama Yesus akhirnya menenggelamkan nama asli Esau di kalangan Kristen. Sedangkan Al Qur'an dan umat Islam tetap mempertahankan nama Esau (Isa dalam dialek Arab). Sedangkan kata Masyiakh, Messiah, atau Mesyah berasal dari bahasa Arab dari kata masaha dengan tiga huruf mati yang dikandungnyayaitu: m-s-h yang berarti mengusap. Dalam perkembangan selanjutnya orang Yunani mengubah sebutan Messiah bagi Isa menjadi Kristos yang berarti yang disiram dengan minyak (diurapi). Oleh orang Eropa, Yesus disebut Christus atau Kristus, yaitu Sang Penyelamat atau Sang Penebus Dosa. Perdebatan Seputar "Ayah" Yesus Keajaiban kelahiran Yesus ke dunia menjadi bahan aktual dalam diskusi. Sebagian ada yang mengatakan bahwa Yesus itu darah daging Yusuf tunangan Maria (Maryam). Oleh karena itu - seperti sudah saya jelaskan (kekeliruannya) di depan - Yesus memiliki silsilah dari Yusuf, dengan nenek moyang Daud. Bibel sendiri rupanya masih bingung terhadap status "ayah" Yesus. Pada suatu kesempatan Yusuf itu diakui sebagai tunangan Maryam (Matius 1:18), tapi dilain kesempatan juga diakui sebagai suami Maryam (Matius 1:19). Terhadap persoalan ini, sebagian orang Yahudi sangat ekstrem dengan menuduh bahwa Yesus adalah anak haram, hasil hubungan gelap Maryam dengan Yusuf. Sebagian lagi ada yang berpendirian bahwa Yesus itu dilahirkan secara murni suci, tanpa campur tangan (unsur jantan) manusia. Oleh karena itu Yesus adalah "anak Tuhan". Tetapi pihak yang berpendapat demikian juga bertentangan dalam memahami dan menafsirkan kata "anak Tuhan" tersebut. Di satu pihak memahaminya secara harfiyah (literal), bahwa Yesus adalah anak secara "biologis", yakni anak yang kejadiannya memerlukan campur tangan Tuhan secara langsung kepada Maryam melalui ruh yang suci. Pemikiran tersebut nantinya melahirkan konsep ketuhanan "Trinitas": Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Suci. Akan tetapi sebagian pihak memahaminya secara kiasan (metafora). Bahwa anak, bukan dalam pengertian "biologis" atau nasab, melainkan kiasan saja. Pendapat seperti ini didasarkan oleh adanya penyebutan anak yang bukan hanya kepada Yesus, sebagaimana penjelasan Bibel di bawah ini: "Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. " (Kejadian 6:2). "Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka." (Kejadian 6:4). "Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; la berkata kepadaku: "AnakKu engkau! Engkau telah kuperanakkan pada hari ini." (Mazmur 2:7). "Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, dijalan yang rata, dimana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel. Efraim adalah anak sulungku." (Jeremia 31:9). "Anak Eros, anak Set, Anak Adam, Anak Allah, "(Lukas 3:38). "Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah ."(Roma 8:14). "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9). "Aku sendiri telah berfirman;"Kamu adalah Allah, dan anak-anak yang Maha Tinggi kamu sekalian" (Mazmur 82:6). Dari paparan ayat-ayat tersebut diatas, jelaslah bahwa istilah "anak Alah" adalah ungkapan khas orang Yahudi kepada umatnya, dan jumlahnya banyak, bukan hanya Yesus. Islam Tentang Isa dan Maryam Islam dengan tegas menolak semua tuduhan yang tidak benar mengenai Maryam dan putranya. Islam bahkan menjunjung tinggi keduanya. Marilah kita telaah penjelasan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam AI Qur'an:
SEJARAH NATAL Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih – yang merekasebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April, atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal). Kelahiran Yesus Menurut Bibel
Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, II (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus). Lukas 2:1-8: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing dikotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galileo ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersamasama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu).Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Menurut Matius 2:1, 10, 11 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya. Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM-4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur. Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, II) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan Iangit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil. Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa ‘alaihissalam).
Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September. Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi oerpendapat sebagai berikut: There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual bithday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Berhlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so low in the hill country ofjudea that snow is not uncommon. After much argument our Christmas day seems to have been accepted abaut A.D.300. (Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Bethlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi).
Pada Tahun Berapa Yesus Lahir? Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi. Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan Rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul, The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut: In the nineteenth century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C., and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus obviously had to be moved back to 4 B.C. at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B.C. as the date best accomodating the inconsistent and even contradictory traditions, legends, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 B.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statements in these Essene Scrolls) along with the related question on the deity. (Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali). Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan. Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember
Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-l sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya / penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus). Maka pada Konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari. Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke- 4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang. Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang. Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember? Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud). H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, Calofornia USA, 1994, menjelaskan: Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis". Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mat's. Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-asul pohon Natal. Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga". Putaran zaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan Iain-Iain. Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercayasebagai Juru Selamat (Penebus Dosa):
Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan ain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawanoahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter. Jadi, Konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba. Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma: Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Roma 3:7). Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya: Jawab Yesus kepada mereka : Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang". (Matius 24:4-5). Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal Untuk mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4: "Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang." Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5. "Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat." Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal1. Catolic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Christmas: "Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus." Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut: "Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini." 2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan: "Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bibeljuga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala." 3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan: "Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..." (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) .. Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus." PANDANGAN TIGA AGAMA TENTANG YESUS Yahudi
Kristen
Islam
3. Yesus diselamatkan Allah dari kematian di kayu salib. MENATA SIKAP
Dengan menyadari segala kekeliruan dogma seperti yang telah saya paparkan di atas, maka sepantasnya jika kita memperbaharui keyakinan kita. Pertama, bahwa Yesus bukan "anak Tuhan", dan bukan "Tuhan" itu sendiri. Kedua, Yesus (Isa Al Masih putra Maryam), tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Penetapan kelahiran beliau pada tanggal tersebut hanyalah hasil adopsi ajaran paganisme politheisme. Ketiga, sikap toleransi terhadap agama-agama bukan berarti meyakini, apalagi mengikuti, ajaran agama-agama tersebut. Maka, selalu relevan untuk memahami Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Perayaan Natal Bersama. Keempat, oleh karena itu, keyakinan bahwa "25 Desember adalah hari lahir Tuhan Yesus", yang terbukti batal itu, tidak sah dijadikan propaganda toleransi. Artinya arti toleransi menjadi salah jika masuk pada wilayah membenarkan keyakinan agama lain. Maka aplikasi dari sikap ini adalah bahwa umat Islam sama sekali tidak berhak ikut, bahkan menyambut atau berpartisipasi, terhadap perayaan Natal yang dibesar-besarkan gaungnya setiap Desember. Sumber: Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma & Toleransi oleh: Hj, Irena Handono e-book: klik disini Terkait: Fatwa MUI mengenai Perayaan Natal Bersana
Set as favorite
Bookmark
Hits: 2706 Comments (42)
![]()
NN
said:
|
|
... Tuhan Yesus Ampunilah mereka,,,,,, mereka tdk tau apa yg mereka ucapkan,,,,,,, dan buka lh mata hati mereka, agar mereka tau mana yg benar n mana yg salah,,,, |
|
no name
said:
|
... janganlah kau memperdebatkan tentang agama, yakini sajalah agamamu.. agar kau tidak celaka nanti nya... sesungguh nya tuhan itu tidak suka dengan perbuatan yg seperti itu. |
|
yanuar
said:
|
... Ikut merayakan natal beda dengan ikut meyakini natal. Menghargai umat agama lain, beda dengan meyakini agama lain. Ikut merayakan natal adalah menghargai umat nasrani, bukan berarti ikut meyakini ajaran nasrani. beda atuh juragan. kumaha atuh. |
|
John
said:
|
Sabat, bukan Minggu, bukan Jumat Di Alkitab dan Alquran sama-sama tertulis mengenai hari Sabtu/Sabat/Sabado/Sabaah, itulah hari yang suci sebagai tanda bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya selama 6 hari, dan pada hari ketujuh, hari Sabat/Sabtu/Sabado/Sabaah, Ia menyucikannya. Mengapa Kristen beribadah pada hari Minggu dan Islam pada hari Jumat? Itu disebabkan karna kedua umat ini telah ditipu oleh setan/lucifer/syaiton yang sejak semulanya memusuhi Allah dan manusia. Bertobatlah, ikutilah TUHAN ALLAH Penciptamu, dan sucikanlah Sabat. Sabat bukanlah hari ibadah orang Yahudi/Advent/7th Baptist saja, tapi milik TUHAN diciptakan dan disucikan untuk manusia. Amin. |
|
lucifer
said:
|
... setiap orang mempunyai kepercayaan mereka sendiri dan pandangan yang berbeda dari kita LEBIH BAIK ORANG YANG TIDAK MELIHAT TAI PERCAYA,KARNA MEREKA YANG AKAN MASUK SURGA |
|
YES NO US
said:
|
IKUT AJA MASAK DAH TAU SALAH MASIH DIIKUTI, JELAS2 G MASUK AKAL... MANA ADA TUHAN DI ANGKAT OLEH MANUSIA... MELALUI PEMILU PO?? |
|
JANGAN RIBUT YE
said:
|
KOK PADA RIBUT, COBA RENUNGIN YG INI dan kasih pendapat COBA BACA INI DAN RENUNGKAN Masa kecil sy sklh SD 6 th diSD kristen, hingga hrs tahu agm kristen agar bs naik kls, Lulus ujian. saya belajar ktb perjanjian lama tp saya muslim. Sekarang ada "perjanjian baru". Di perjanjian lama tdk ada kata2 "trinitas", sekarang ada. Dulu ada larangan "babi haram", sekarang ganti "babi hutan" haram, artinya kalau bukan "babi hutan" tdk haram dan banyak lagi yg berubah. Pertanyaannya, apa perjalanan waktu dng peningkatan ilmu pengetahuan dan tingkat hidup bisa mengubah "FIRMAN TUHAN"?. Perlu diperhatikan, setiap bangsa punya bahasa sendiri, hg bnyk kalimat yg tak bs diterjemahkan ke bhs lain, maka muncul bbrp perkiraan utk kebahasa terjemahannya. Bagaiman kitab yg berisi "Firman Allah" yg penuh dgn bhs yg tak mudah diterjemahkan?. Munculah perkiraan bhs masuk ke bhs yg diterjemahkan hg bnyk salah penerjemahan. Munculah kesalahan/perubahan arti. Itu yg di "Al kitab" kristiani berbahasa Indonesia. Saya tidak tahu diterjemahkan dari bhs apa? Ibrani adalah bhs asli Al Kitab kristen, dimana bahasa di negaranya sudah berkembang, bnyk perubahan, hg umat Nasrani disana skrg sulit mengerti bhs Al Kitab berbhs Ibrani jmn Dahulu. Maka bnyk berubah saat masuk ke bhs "Aram" (Targum, Neh.8:2-9), lalu Imam Besar Eliezer merestui dan mengirim penerjemah utk terjemahkan naskah lbrani PL ke bhs Yunani...dst, barulah sampai ke Indonesia. Al Quran, semua umat Islam hrs belajar bhs aslin jaman dulu, baru mengartikan krn tiap org pny pndpt sendiri2, tp pusatnya satu yaitu bhs Arab saat "Wahyu itu turun". Di negara2 Arab saat ini banyak pengembangan dalam bahasa, hg mrk pun hrs belajar kalau mau mengerti isi Al Quran. Kesimpulan, di Indonesia "Kitab Suci Al Quran" tak prnh ada perubahan krn selalu dr sumbernya. Setelah Yesus (Nabi Isa As) meninggalkan Umatnya, terjadi tangan2 kotor membelokan isi "Firman Allah" yg di sabdakan oleh "Yesus Sang Juruselamat" saat itu, demi kepentingan pribadi, bisnis...dst dimana hasilnya "Al Kitab" umat Kristen di Indonesia krn terjemahan berkesinambungan. Sebagai contoh : Sejarah Yerusalem, Bethlehem, tmp Yesus (nabi Isa AS) lahir, dr dulu smp skr, daerah itu blm pernah bergeser di garis lintang/bujur planit bumi, yg letaknya dekat Saudi Arabia, dekat garis Khatulistiwa. pastinya, tak pernah salju turun di sana. Tapi perayaan Natal, ada menggambarkan pohon cemara (pinus) di tumpuki oleh salju. Artinya, seperti pohon2 di Eropa. Apakah pohon cemara (pinus) pernah tumbuh di Israel saat ini? Ap dulu tumbuh? Skrg tdk tumbuh lagi? Allah turunkan 25 RASUL, tp 4 RASUL pembawa kitab. Daud kitab untuk umatnya, Musa (Moses)kitab untuk umatnya, Isa (Yesus) kitab untuk umatnya dan Muhammad kitab untuk slrh umat smp akhir zaman. Kesimpulan silsilah tsb, agama yg pny kitab berisi "Firman Allah" adalah satu, artinya agama Kristen dan Islam adalah sama, hny agama Nasrani berlaku saat sebelum Muhammad SAW turun membawa "Wahyu" sebagai penerus agama Kristen. Arti "Islam" : "menyerahkan sebulat bulat hati kepada Allah SWT, artinya agama yg pny "Kitab suci" berisi "Firman Allah" adalah "SAUDARA SE AGAMA" yg dibatasi oleh saat para Rasul pembawa kitab. Makanya, isi "Kitab suci" tsb berisi masa lalu, skrg dan masa datang, karena semua dr Allah SWT yg "MAHA TAHU,yg tdk dipunyai oleh manusia hasil ciptaannya. Secara logika, mana mungkin "buah ciptaan" bisa melebihi "penciptanya". Manusia ciptakan snjt nuklir, sekajb dpt membunuh jutaan org, tp tetap saja dikendali oleh manusia penciptanya. Al Quran di turunkan sbg pnrs Injil, tentu isi Injil lengkap ada di Al Quran, bukana meniru. Bahkan kisah Nabi Adam yg dipedaya IBLIS Laknattullah, hg diturunkan kedunia, lengkap di Al Quran, karena Allah yg berfirman, bukan karangan manusia. Bahkan saat itu, Nabi Adam diperintah Allah SWT mengucapkan "DUA KALIMAH SYAHADAT, artinya nabi Adam pun Islam (menyerahkan diri sebulat bulat hati kepada Allah SWT, Saat ini umatmuslim diwajibkan mengucapkan "DUA KALIMAH SYAHADAT" setiap hari, 5 kali sholat/hari + sholat sunah bg yg melakukan dengan tujuan, saat sang manusia kembali ke sang "PENCIPTA", ia dalam keadaan "MUSLIM" Begitulah pendapat saya sebagai umat Muslim, tentunya umat Nasrani punya pendapat lain. Meski lain, saya menghargainya. Karena manusia umunya berusaha pny pendapat paling benar. Allah SWT tahu siapa benar atau salah, krn kebenaran hanya milik NYA salam |
|
alibaba
said:
|
yesus bukan manusia biasa kalau dilihat isinya ini postnya orang islam ya.sangat bagus untuk islam tapi kalau untuk orang kristen ya seperti sampah,gak ada yang baru,bagiku promosi agama itu baik saja yang penting tidak memaksa orang,karena akhir hidup gak ada yang tahu,percuma promasi agama kepada orang yang sudah beragama pasti gak tulen ibadahnya.mendimg kita memperdalam agama kita sendiri biar kita pasti masuk surga.kalau agama itu emas seharusnya agama kita pegang erat-erat,bukan kita obral atau kita gratiskan. |
|
Kasih
said:
|
Tuhan Yesus dan Nabi Muhammad Sementara tidak ada kisah mengenai Muhammad saat masih bayi, tetapi ada kisah yang sangat terkenal mengenai diriNya saat masih kecil. Jika kamu adalah Muslim yang tinggal di Timur Tengah, kamu akan mendengar kisah ini erus menerus. Saya memerkirakan ini dibicarakan sekitar 25% dari semua khotbah! Gabriel datang ke pesuruh Allah saat Ia bermain bersama teman-temannya. Ia membawanya dan membaringkannya di tanahdan membuka dadanya dan mengeluarkan hatinya dan mengeluarkan gumpalan darah darinya dan berkata: ini adalah bagian dari Setan. Dan kemudian membersihkannya dengan air Zamzam dalam baskom emas kemudian mengembalikannya ke dalam tempatnya dan mengembalikannya seperti semula. Anak-anak lari kepada ibu pengasuhnya dan berkata : sungguh Muhammad sedang dibunuh, mereka kemudian berlari kepadanya (dan menemukan ia baik-baik saja) perawakannya berubah, Anas berkata. 2 Kisah ini diceritakan untuk membuktikan tempat khusus Muhammad dalam iman Islam. MASA KECIL MUHAMMAD DI SEKITAR KABAH Karena suaminya telah meninggal, Ibu Muhammad membawa bayinya dan tinggal bersama keluarganya. Mereka hidup bersama selama 6 tahun sampai ia menderita demam tinggi dan meninggal. Lalu Muhammad tinggal dengan kakek dari pihak Ayahnya. Keluarga Ayahnya adalah bagian dari suku Quraish, suku terkuat di Mekkah. Suku ini mengatur tempat utama pemujaan di seluruh tanah Arab, kuil yang dipenuhi dengan berhala dikenal dengan Kabah. Kakek Muhammad memiliki kehormatan sebagai pelayan dari Kabah. Ia bertanggung jawab untuk merawat dan membersihkannya. Kuil itu dibuat dari tembok persegi dengan halaman yang luas, dengan bangunan menyerupai kubus di tengah. (Kata Al-Ka’ba berarti kubus). Banguan berbentuk seperti persegi panjang dan dengan tirai dengan kain termahal saat tu. Bahkan sebelum masa kelahiran Islam orang percaya bahwa Abraham yang membangunnya. Monumen ini juga disebut Batu Hitam, yang menunjukkan kepada batu kecil, yang dipercaya jatuh dari Surga tersembunyi di dalam bangunan. Sekali setahun kakek Muhammad akan membuka tirainya, membersihkan bangunannya, dan memasang tirai baru. Semua suku percaya ada Tuhan Yang Mahakuasa, tapi mereka tidak yakinsiapa Tuhan itu. Mereka mencari mediator untuk berhubungan dengan Tuhan ini. Jadi, mereka membuat bermacam tipe dari patung-patung. Quran berkata mengenai patung-patung itu: Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". (Surah 39:3). Walaupun setiap suku memiliki patung masing-masing untuk disembah, setiap orang juga berjalan mengelilingi Batu Hitam sebagai ritual dari ibadah mereka. Bagaimanapun, mereka tidak percaya bahwa Batu Hitam adalah perwakilan dari Tuhan tertinggi. Setiap suku juga memiliki kebiasaan untuk ziarah tahunan. Jadi, selalu ada suku yang berbeda mengunjungi Kabah. Saat suku-suku datang, mereka memberikan sumbangan dari uang, makanan, atau ternak yang akan disimpan oleh perwakilan dari suku Quraish. Sebagai seorang anak, Muhammad pasti sering mengunjungi Kabah dengan kakeknya atau anggota keluarga yang lain. Merawat kuil telah dilakukan keluarganya dari generasi ke generasi. Saat Muhammad masih kecil, kekeknya meninggal, dan pemeliharaan kuil diserahkan salah satu anaknya Abu Thalib. Perawatan Muhammad juga diserahkan kepada Abu Thalib, jadi Muhammad tinggal dengan paman dan sepupunya. Saat ia tumbuh dewasa, Muhammad terus menghabiskan waktu sekitar Kabah dan Ia melihat orang sujud di sekitar patung dan pebisnis hidup dari membuat dan menjual patung-patung. Pengalaman ini memiliki pengaruh yang besar pada Muhammad. |
|
Kasih
said:
|
Tuhan Yesus dan Nabi Muhammad kisah kelahiran Yesus. Hampir 600 tahun sebelum nya, seorang perawan muda Yahudi bernama Maria berkat malaikat Gabriel mengunjunginya dengan berita bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang akan disebut ” Anak ALLAH” ( Lukas 1:35). Seperti yang malaikat itu katakan Maria menjadi hamil, walaupun ia adalah perawan. Kehamilan nya adalah skandal karena ia telah tunangan tetapi belum menikah.tunangan nya, Yusuf, berfikir bahwa ia akan mengakhiri hubungan mereka secara diam – diam, tapi seorang malaikat berkata pada ia dalam mimpinya bahwa Maria hamil oleh Roh Kudus. Semasa kehamilan nya, Maria mengunjungi sepupu nya Elizabeth dan menceritakan apa yang terjadi. Alkitab mencatat nyanyian pujian nya: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus” Lukas 1:46 – 49 Elizabeth juga hamil anak laki-laki-Yohanes Pembaptis-yang akan memainkan peranan penting dalam kehidupan anak Maria. Maria tinggal bersama Elizabeth di rumah Elizabeth selama tiga bulan dan kemudian kembali ke rumahnya dan ke Yusuf. Pada akhir masa kehamilannya, Maria dan Yusuf harus pergi dari rumahnya ke kota Bethlehem untuk mendaftar pada sensus Romawi. Alkitab mencatat detail mengenai keadaan pada saat kelahiran tersebut. NUBUATAN ATAS BAYI YESUS Kisah mengenai Yesus dan Muhammad keduanya mempunyai nubuatan atas mereka pada masa kecil. Nubuatan atas Yesus terjadi saat Ia masih bayi. Injil Lukas mengatakan kepada kita, ” Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.” Lukas 2:22,24 Seorang Nabi bernama Simeon melihat Yesus di Bait Suci. Dia mengangkat Yesus dan berkata, ” "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Lukas 2:29-32 Seorang wanita Hanna datang pada mereka pada saat yang bersamaan, mengucap syukur pada Tuhan, dan berkata, ”Dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.”(Lukas 2:3 . |
|
Cerdas
said:
|
to indon Yang sampah itu komentarmu. Informasi-informasi di atas adalah ilmiah berdasarkan fakta yang sengaja diingkari oleh umat kristen. kalau bag. : 'Majulah Indonesia'... baru aku setuju!!!, walaupun ![]() ![]() ![]() ![]() |
|
indon
said:
|
Tidak ada buahnya... Artikel ini tidak ada hal penting yang dapat diperoleh. Sumber-sumbernya meragukan, isinya berita basi( berita lama yang sudah selesai, dicatat ulang). Sebaiknya lakukan hal yang berguna untuk bangsa dan negara Indonesia, daripada menulis ulang berita-berita sampah. Majulah Indonesia.... |
|
dumbass
said:
|
hahahahihihihi kalo aku akan ku kerahkan otak ku untuk mencari kebenaran ![]() ![]() dan aku akan belajar lebih bnyk lagi untuk mencari kebenaran jgn bernafas ke luar tubuh coy,,otak untuk berfikir,, bagi yang ga setuju ma artikelnya coba cari kebenaran bukan hahaha hihihi bagi yang setuju coba perdalam lagi aku ada karena aku berfikir bkn kata si itu tu yg atheis tp aku manusia krn aku berfikir jd klo ga berfikir= ya itu pinter hahaha |
|
ari
said:
|
... ada yang kelewatan dalam pembahasan bu hj. dalam kitab talmuzd kepercayaan yahudi disebutkan bahwa" bahwa yesus itu sedang berada di neraka dan direbus dengan air tinja". dalam pemahaman islam yesus yang mati disalif itu bukanlah nabi isa tp murid Isa yang berhianat kepadanya yg bernama yudas iskariot. karena yudas tersebut berhianat maka allah rubah mukanya seperti nabi isa sehingga orang-orang yahudi menangkap dan membunuhnya karena mereka menganggap bahwa yang mereka tangkap itu adalah nabi ISA. Isa dalam kepercayaan islam tidak mati terbunuh sebagaimana yang diimani oleh orang kristen. yg menjadi persoalan mengapa selama ini orang kristen justeru dendam dan banyak membunuh orang islam sementara yahudi yg jelas menghina dan yang membunuh tuhannya malah dijadikan teman. pembunuhan kristen barat dan amerka misalnya sering kali menyebut restu tuhan yesus. jika tuhan sudah memerintahkan membunuh maka dapat dipastikan bahwa itu bukan TUHAN tapi HANTU. |
|
KRISTEN
said:
|
... Bu haji sok tahu banget. dia aja naik hajinya disuntik dulu pake obat yang ada enzim babi, dan itu syarat dari arab. tanya lakimu, bininya ada berapa. menurut gw sih bu haji udah dimadu ama lakinye sesuai ajarannye boleh punya bini 4. bu haji, jualan obat aja lo, pasti laku karna banyak kecapnya. |
|
tes123
said:
|
... "Gak usah cari2 kesalahan agama lain lah" n "nga usah menjelek-jelekkan agama lain.... " aneh dia sendiri yg ngomong kaya gitu....mang kenyataanya dah udah SALAH AGAMANYA n DAH JELEK....masih aja di bela.... FAKTANYA DAH JELAS N SUMBERNYA DAH ADA masih aja ngak percaya.... |
|
uda hend
said:
|
--- @ eli cohen anda menuliskan : "Dalam kehidupan nyata memang cukup banyak kita temui suami yang beragama Islam memperlakukan isterinya dengan baik dan tidak memukul mereka. Tetapi ajaran diatas jelas memperbolehkan suami yang kurang baik untuk memperlakukan isterinya dengan tidak baik bahkan boleh memukulnya. Jelas ajaran ini bertentangan dengan Injil. Ajaran Injil melarang suami bertindak keras kepada isterinya dan malahan menyuruh suami untuk mengasihi isteri dengan kasih yang diteladani Yesus Kristus." anda perlu belajar lebih baik lagi tgg AlQuran.Didalam ayat AlQuran menyatakan bahwa: Pergaulilah istri-istrimu dengan baik dan apabila kamu tidak lagi menyukai mencintai) mereka (jangan putuskan tali perkawinan), karena boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu tetapi Allah menjadikan padanya (di balik itu) kebaikan yang banyak (QS Al-Nisa' [4]: l9). Begitulah islam menghormati hakikat istri. Didalam injil yg anda yakini apakah ada tuntunan yang benar ttg memperlakukan istri yang baik? ataukah anda hanya berkomentar secara subjektif saja? Perlu anda ketahui Islam bukan hanya agama dasn percaya saja tapi merupakan suatu sistem yang mampu meluruskan akhlak dan daya fikir manusia. |
|
uda hend
said:
|
--- @eli cohen anda tuliskan bahwa : "Kenyataan ini mendorong para pemimpin gereja kala itu mengalihkan penyembahan Dewa Matahari, menjadi perayaan “Matahari Kebenaran” yaitu Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Perayaan “Matahari Kebenaran” ini sekarang dikenal dengan sebutan “Natal.” Sejak tahun 336, secara resmi, perayaan Natal dilakukan setiap tanggal 25 Desember. Ketentuan ini diresmikan oleh Kaisar Konstantin yang kala itu menjadi lambang Raja Kristen. " kata2 ini saja sudah cukup bagi kami muslim dan orang2 yang berakal akan betapa lemahnya anda dan pernyataan anda. Tidaklah pantas merayakan yesus pada masa persembahan Matahari. |
|
eli cohen
said:
|
Makna Term “Putra Allah”: Belajar Dari "bahasa teologis" Kristen Arab (part III) Tetapi bukankah secara manusia Yesus dilahirkan oleh Bunda Maria? Betul, itulah makna kelahiran-Nya yang kedua dalam daging. Mengenai misteri ini, Bapa-bapa gereja merumuskan2 makna kelahiran (wiladah) Kristus itu, seperti dirumuskan dalam ungkapan yang indah: As-Sayid al-Masih lahu miladain: Miladi azali min Ab bi ghayr umm qabla kulli ad-duhur, wa miladi akhara fi mal’i al-zamaan min umm bi ghayr ab. Artinya: "Junjungan kita al-Masih mempunyai dua kelahiran: Kelahiran kekal- Nya dari Bapa tanpa seorang ibu, dan kelahiran-Nya dalam keterbatasan zaman dari ibu tanpa seorang bapa insani’. "Lahir dari Bapa tanpa seorang ibu", menunjuk kepada kelahiran kekal Firman Allah dari Wujud Allah. Tanpa seorang ibu, untuk menekankan bahwa kelahiran itu tidak terjadi dalam ruang dan waktu yang terbatas, bukan kelahiran jasadi (bi ghayr jasadin) melalui seorang ibu, karena memang "Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan". Jadi, dalam hal ini Iman Kristen bisa sepenuhnya menerima dalil al-Qur’an: Lam Yalid wa Lam Yulad, karena memang tidak bertabrakan dengan makna teologis gelar Yesus sebagai Putra Allah. Sebaliknya, "Lahir dari ibu tanpa bapa", menekankan bahwa secara manusia Yesus dilahirkan dalam ruang dan waktu yang terbatas. Meskipun demikian, karena Yesus bukan manusia biasa seperti kita, melainkan Firman yang menjadi manusia, maka kelahiran fisik-Nya ditandai dengan mukjizat tanpa perantaraan seorang ayah insani. Kelahiran-Nya yang kedua ke dunia karena kuasa Roh Allah ini, menyaksikan dan meneguhkan kelahiran kekal-Nya "sebelum segala abad". Dan karena Dia dikandung oleh kuasa Roh Kudus, maka Yesus dilahirkan oleh Sayidatina Maryam al-Adzra’ (Bunda Perawan Maria) tanpa seorang ayah. Dari deskripsi di atas, jelaslah bahwa ajaran Tritunggal sama sekali tidak berbicara tentang ilah-ilah selain Allah. Ajaran rasuli ini justru mengungkapkan misteri keesaan Allah berkat pewahyuan diri-Nya dalam Kristus, Penyelamat Dunia. Dalam Allah (Sang Bapa), selalu berdiam secara kekal Firman-Nya (Sang Putra) dan Roh Kudus-Nya. Kalau Putra Allah berarti Pikiran Allah dan Sabda-Nya, maka Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, yaitu hidup Allah yang abadi. Bukan Malaikat Jibril seperti yang sering dituduhkan beberapa orang Muslim selama ini. Firman Allah dan Roh Allah tersebut bukan berdiri di luar Allah, melainkan berada dalam Allah dari kekal sampai kekal Jadi, jelaslah bahwa Iman Kristen tidak menganut ajaran sesat yang diserang oleh al-Qur’an, bahwa Allah itu beranak dan diperanakkan. Untuk memahami Iman Kristen mengenai Firman Allah yang nuzul (turun) menjadi manusia ini, umat Islam hendaknya membandingkan dengan turunnya al-Qur’an alam Allah (nuzul al-Qur’an). Kaum Muslim Suni (Ahl l-Sunnah wa al-Jama’ah) juga meyakini keabadian al-Qur’an sebagai kalam nafsi (Sabda Allah yang kekal) yang berdiri pada Dzat-Nya, tetapi serentak juga terikat oleh ruang dan waktu, yaitu sebagai kalam lafdzi (Sabda Tuhan yang temporal) dalam bentuk mushaf al-Qur’an dalam bahasa Arab yang serba terbatas tersebut. Dan seperti fisik kemanusiaan Yesus yang terikat ruang dan waktu, yang "dibunuh dalam keadaannya sebagai manusia" (1 Petrus 3:1 , begitu juga mushaf al-Qur’an bisa rusak dan hancur. Tetapi Kalam Allah tidak bisa rusak bersama rusaknya kertas al-Qur’an. Demikianlah Iman Kristen memahami kematian Yesus, kematian-Nya tidak berarti kematian Allah, karena Allah tidak bisa mati. Saya kemukakan data-data paralelisasi ini bukan untuk mencocok-cocokkan dengan Ilmu Kalam Islam. Mengapa? Sebab justru seperti sudah saya tulis di atas, pergulatan Islam mengenai Ilmu Kalam dirumuskan setelah teolog-teolog Kristen Arab, menerjemahkan istilah-istilah teologis dari bahasa Yunani dan Aram ke dalam bahasa Arab. Akhirul Kalam, semoga tulisan ini semakin merangsang pembaca untuk menggumuli teologi kontekstual yang mendesak dibutuhkan gereja-gereja di Indonesia, khususnya dalam merentas jalan menuju dialog teologis dengan Islam. Bukankah dialog teologis Kristen-Islam selama ini sering mengalami kebuntuan, karena "kesenjangan bahasa teologis" antara keduanya, akibat tajamnya pengkutuban Barat-Timur selama ini? Marilah kita realisasikan pesan rasuli, supaya kita siap sedia segala waktu "untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu…." (1 Petrus 3:15). |
|
eli cohen
said:
|
Makna Term “Putra Allah”: Belajar Dari "bahasa teologis" Kristen Arab (part II) Kini kita memahami secara jelas ajaran Tritunggal Yang Mahaesa, bahwa Allah, Firman dan Roh-Nya adalah kekal, sedangkan Firman dan Roh Allah selalu berdiam dalam keesaan Dzat-Nya, berada sejak kekal dalam Allah). Selanjutnya, istilah Putra Allah berarti "Allah mewahyukan Diri-Nya sendiri melalui Firman-Nya". Allah itu transenden, tidak tampak, tidak terikat ruang dan waktu. "Tidak seorangpun melihat Allah", tulis Rasul Yohanes dalam Yohanes 1:18, "tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa Dialah yang menyatakan-Nya". Inilah makna tajjasad (inkarnasi). "Dengan inkarnasi Firman-Nya", tulis Baba Shenouda III, "kita melihat Allah. Tidak seorangpun melihat Allah dalam wujud ilahi-Nya yang kekal, tetapi dengan nuzulnya Firman Allah, kita melihat pewahyuan diri-Nya dalam daging" (Allahu lam yarahu ahadun qathu fi lahutihi, wa lakinahu lamma tajjasad, lamma thahara bi al-jasad). Melalui Firman-Nya Allah dikenal, ibarat seseorang mengenal diri kita setelah kita menyatakan diri dengan kata-kata kita sendiri. Jadi, sebagaimana kata-kata seseorang yang keluar dari pikiran seseorang mengungkapkan identitas diri, begitu Allah menyatakan Diri-Nya melalui Firman-Nya. Inilah maka ungkapan dalam Qanun al-Iman (Syahadat Nikea/Konstantinopel tahun 325/381), yang mengatakan bahwa Putra Allah yang Tunggal telah "lahir dari Sang Bapa sebelum segala zaman" (Arab: al-maulud min al-Abi qabla kulli duhur). Adakah di dunia ini seseorang yang dilahirkan dari Bapa? Jawabnya, tentu saja tidak ada! Setiap orang lahir dari ibu. Karena itu, Yesus disebut Putra Allah jelas bukan kelahiran fisik, tetapi kelahiran ilahi-Nya sebagai Firman yang kekal sebelum segala zaman. |
|
eli cohen
said:
|
Makna Term “Putra Allah”: Belajar Dari "bahasa teologis" Kristen Arab (part I) Apakah makna sebenarnya istilah Putra Allah dalam Iman Kristen? Harus ditegaskan, bahwa tidak ada umat Kristen yang pernah mempunyai sebersit pemikiran pun bahwa Allah secara fisik mempunyai anak, seperti keyakinan primitif orang-orang Mekkah pra-Islam tersebut. Saya ingin menjelaskan metafora ini berdasarkan teks-teks sumber Kristen Arab, supaya terbangun kesalingpahaman teologis Kristen-Islam di Indonesia. Sebab selama ini ada jarak yang cukup lebar secara kultural antara "bahasa teologis" Kristen Barat, yang memang tidak pernah bersentuhan dengan Islam, sehingga kesalahpahaman semakin berlarut-larut. Istilah Putra Allah yang diterapkan bagi Yesus dalam Iman Kristen untuk menekankan praeksistensi-Nya sebagai Firman Allah yang kekal, seperti disebutkan dalam Injil Yohanes 1:1-3. Ungkapan "Pada mulanya adalah Firman", untuk menekankan bahwa Firman Allah itu tidak berpermulaan, sama abadi dengan Allah karena Firman itu adalah Firman Allah sendiri. Selanjutnya, "Firman itu bersama-sama Allah", menekankan bahwa Firman itu berbeda dengan Allah. Allah adalah Esensi Ilahi (Arab: al-dzat, the essence), yang dikiaskan Sang Bapa, dan Firman menunjuk kepada "Pikiran Allah dan Sabda-Nya. Akal Ilahi sekaligus Sabda-Nya" (‘aqlullah al-naatiqi, au natiqullah al-‘aaqli, faahiya ta’na al-‘aqlu wa al-naatiqu ma’an), demikianlah term-term teologis yang sering dijumpai dalam teks-teks Kristen Arab. Sedangkan penegasan "Firman itu adalah Allah", menekankan bahwa Firman itu, sekalipun dibedakan dari Allah, tetapi tidak berdiri di luar Dzat Allah. Mengapa? "Tentu saja", tulis Baba Shenuda III dalam bukunya Lahut al-Masih (Keilahian Kristus), "Pikiran Allah tidak akan dapat dipisahkan dari Allah (‘an ‘aqlu llahi laa yunfashilu ‘an Allah)". Dengan penegasan bahwa Firman itu adalah Allah sendiri, maka keesaan Allah (tauhid) dipertahankan. Ungkapan "Firman itu bersama-sama dengan Allah", tetapi sekaligus "Firman itu adalah Allah", bisa dibandingkan dengan kerumitan pergulatan pemikiran Ilmu Kalam dalam Islam, yang merumuskan hubungan antara Allah dan sifat-sifatnya: Ash Shifat laysat al-dzat wa laa hiya ghayruha (Sifat Allah tidak sama, tetapi juga tidak berbeda dengan Dzat Allah). Jadi, kata shifat dalam Ilmu Kalam Islam tidak hanya bermakna sifat dalam bahasa sehari-hari, melainkan mendekati makna hypostasis dalam bahasa teologis Kristen. Dalam sumber-sumber Kristen Arab sebelum munculkan ilmu Kalam al-Asy’ari, hyposistasis sering diterjemahkan baik shifat maupun uqnum, "pribadi" (jamak: aqanim), asal saja dimaknai secara metafisik seperti maksud bapa-bapa gereja, bukan dalam makna psikologis. Sedangkan ousia diterjemahkan dzat, dan kadang-kadang jauhar. Istilah dzat dan shifat tersebut akhirnya dipentaskan kembali oleh kaum Suni dalam menghadapi kaum Mu’tazili yang menyangkal keabadian Kalam Allah (Al-Qur’an), sebagaimana gereja menghadapi bidat Arius yang menyangkal keabadian Yesus sebagai Firman Allah. Kembali ke makna Putra Allah. Melalui Putra-Nya atau Firman-Nya itu Allah menciptakan segala sesuatu. "Segala sesuatu diciptakan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak sesuatupun yang jadi dari segala yang dijadikan" (Yohanes 1:3). Jelaslah bahwa mempertahankan keilahian Yesus dalam Iman Kristen, tidak berarti mempertuhankan kemanusiaan-Nya, apalagi dengan rumusan yang jelas-jelas keliru: "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih Putra Maryam" (innallaha huwa al-masih ibn maryam). Dalam rumusan ini, yang ditentang al-Qur’an adalah menyamakan kemanusiaan Yesus dengan Allah. Padahal yang kita dimaksudkan ketika mempertahankan keilahian Yesus, menunjuk kepada Firman yang kekal bersama-sama Allah, yang melalui-Nya alam semesta dan segala isinya ini telah diciptakan. Dan karena sejak kekal Kristus adalah Akal Allah dan Sabda-Nya, maka jelaslah Firman itu adalah Allah. Karena Akal Allah berdiam dalam Allah sejak kekal (wa madaama al-Masih huwa ‘aql allah al-naatiqi, idzan faahuwa llah, lianna ‘aql allah ka’inu fii llahi mundzu azali). Dan karena itu pula, Firman itu bukan ciptaan (ghayr al-makhluq), karena setiap ciptaan pernah tidak ada sebelum diciptakan). Secara logis, mustahillah kita membayangkan pernah ada waktu dimana Allah ada tanpa Firman-Nya, kemudian Allah menciptakan Firman itu untuk Diri-Nya sendiri. Bagaimana mungkin Allah ada tanpa Pikiran atau Firman-Nya? |
|
eli cohen
said:
|
... Bagaimana ajaran Islam terhadap isteri? “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebagian mereka yang lain (wanita)…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusuznya, maka nasihatilah mereka dan jauhkanlah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur, dan pukullah mereka” (Sura 4:34). Istilah ‘pukullah’ ini kemudian dipakai lagi dalam Sura 8:12 dengan terjemahan “‘penggallah’ kepala mereka (yaitu kafir) dan ‘pancunglah’ tiap-tiap ujung jari mereka.” Sahih Bukhari mengutip Muhammad, “Gantungkanlah pukulanmu (scourge) supaya dilihat isterimu.” Hadits lain mengutip Asma, anak perempuan Sahih Bukhari, “Akulah isteri keempat dari Al-Zabayar (satu dari dua belas kawan yang dijanjikan Firdaus oleh Muhammad). Bila Al-Zabayar marah dengan salah satu dari kami, kami dipukul sampai pukulannya patah.” Kedudukan wanita dalam ajaran Islam Kedudukan wanita dalam ajaran Islam jauh dari gambar yang diberikan Isa Al-Masih dan ajaran Injil. Hadits Sahih Bukhari yang lain mengutip Muhammad, “Saya berdiri pada pintu api (neraka) dan melihat bahwa kebanyakan manusia yang masuk adalah wanita.” Hadits Sahih IbnTimiyya (dan juga Sahih lain) berbunyi, “Muhammad sebutkan wanita ‘aniya’. ‘An’ ialah tawanan perang. Perkawinan adalah perbudakan, hendaklah diperhatikan oleh setiap ayah, kepada siapakah anak perempuanmu diperbudak.” Hadits Sahih Bukhari lain, “Nabi itu (Muhammad) mengatakan penderitaan dan kemalangan laki-laki yang terbesar yang ditinggalkan Allah ialah wanita.” Dalam kehidupan nyata memang cukup banyak kita temui suami yang beragama Islam memperlakukan isterinya dengan baik dan tidak memukul mereka. Tetapi ajaran diatas jelas memperbolehkan suami yang kurang baik untuk memperlakukan isterinya dengan tidak baik bahkan boleh memukulnya. Jelas ajaran ini bertentangan dengan Injil. Ajaran Injil melarang suami bertindak keras kepada isterinya dan malahan menyuruh suami untuk mengasihi isteri dengan kasih yang diteladani Yesus Kristus. |
|
eli cohen
said:
|
Natal Kata ”Natal” berasal dari bahasa Latin, artinya ”lahir”. Secara istilah, Natal berarti perayaan hari kelahiran Isa Al-Masih. Baik Injil maupun Al-Quran tidak pernah mencatat tanggal berapa pastinya Isa Al-Masih lahir. Injil juga tidak pernah memerintahkan umat Kristen untuk merayakan Natal. Walaupun demikian, kenyataanya mereka selalu merayakan Natal setiap 25 Desember. Perayaan Tanggal 25 Desember di Masa Kerajaan Roma Pada setiap 25 Desember ada perayaan hari kelahiran Dewa Matahari di Roma. Tanggal ini juga merupakan penutup festival Saturnalia (17-24 Desember) di mana matahari mulai kembali menampakkan sinarnya dengan kuat pada akhir salju. Perayaan tersebut tidak hanya dirayakan oleh orang-orang kafir saja tetapi juga oleh orang-orang Kristen keturunan yang belum bertobat. Mengapa Natal Jatuh Tanggal 25 Desember? Kenyataan ini mendorong para pemimpin gereja kala itu mengalihkan penyembahan Dewa Matahari, menjadi perayaan “Matahari Kebenaran” yaitu Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Perayaan “Matahari Kebenaran” ini sekarang dikenal dengan sebutan “Natal.” Sejak tahun 336, secara resmi, perayaan Natal dilakukan setiap tanggal 25 Desember. Ketentuan ini diresmikan oleh Kaisar Konstantin yang kala itu menjadi lambang Raja Kristen. Natal kemudian dirayakan di Anthiokia, Syria pada Tahun 375, Konstantinopel, Turki tahun 380, dan Aleksandria, Mesir (tahun 430). Kemudian menyebar ke tempat-tempat lain termasuk Indonesia. Umat Beragama Tidak Keberatan Merayakan Natal Tanggal 25 Desember Dengan demikian Natal bukanlah perayaan Dewa Matahari. Natal adalah usaha untuk mengalihkan orang Roma dari perayaan Dewa Matahari ke arah “Matahari Kebenaran” yaitu Isa Al-Masih. Walau orang Kristen dan Islam tidak mengetahui tanggal kelahiran Isa Al-Masih, namun mereka tidak keberatan merayakan kelahiran-Nya pada tanggal 25 Desember. Berita Natal yang Indah di Al-Quran Hanya satu Pribadi yang diberi gelar “Kalimat Allah.” Hanya satu yang benar-benar merupakan “Al-Masih.” Juga hanya satu yang layak disebut “Terkemuka di Dunia dan di Akhirat.” Dialah Isa, Putra Maryam. Dengan cara demikian Al-Quran dengan gembira memberitakan kelahiran Isa Al-Masih: “Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih, Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . . . ”. (Qs. 3:45). Natal Natal Berarti Penjelmaan Sang Juruselamat Natal merupakan pemberian Allah yang paling besar dan wujud Kasih Allah bagi manusia. Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat Allah] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Semua Manusia Pantas Merayakan Kelahiran Isa Al-Masih Penjelmaan Isa Al-Masih ke dunia adalah satu-satunya alasan mengapa setiap umat beragama seharusnya merayakan Natal. Kita merayakannya karena Isa Al-Masih yang menjadi Juruselamat manusia pada saat itu hadir di bumi. Dia mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi manusia. Dia datang bukan hanya kepada bangsa atau suku tertentu. Dia datang membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, Natal layak dirayakan oleh seluruh manusia, bukan hanya pengikut Isa Al-Masih. Natal, Perayaan Hari Kelahiran Dia Yang Masih Hidup Perayaan ulang tahun umumnya hanya dirayakan bila seseorang itu masih hidup. Setelah dia meninggal, maka perayaan kelahirannya tidak akan dirayakan lagi. Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Masihkah hari kelahiran-Nya layak dirayakan sementara Dia tidak ada di dunia lagi? Al-Quran dan Alkitab: Isa Al-Masih Masih Hidup! “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33). Ayat di atas menjelaskan, Isa Al-Masih yang telah meninggal telah pula dibangkitkan hidup kembali. Umat Islam dan Kristen percaya saat ini Isa Al-Masih berada di sorga, karena Injil juga menjelaskan hal yang sama, seperti yang tertulis dalam Injil Rasul Besar Yohanes 3:13 “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Isa Al-Masih)”. Layaklah seluruh isi bumi merayakan kelahiran-Nya, sebab Dia adalah Juruselamat Dunia. Keselamatan yang dibawa-Nya berlaku bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. |
|
bocahe
said:
|
... standard iman dan taqwa yang paling tahu dan menentukan hanya Alloh juga kan? Tapi sebagai umat Islam, ada dua pedoman yaitu Qur'an dan hadits shohih. Di dalamnya termuat bagaimana tata cara dan kriteria menjadi seseorang yang beriman dan bertaqwa. kata dien, agama, ibadah, tentu punya makna yang asli, makanya jangan digunakan makna2 yang sudah tercampur sama hawa nafsu manusia. menghujat atau tidak menghujat, sy pikir itu subjektif saja, yang disampaikan dalam artikel ini juga bukan semata2 'maki2' tanpa dasar kok. bukan sekadar orang kemarin sore yang marah2 pada keyakinan lama-nya kok. saya khawatir, jika banyak manusia yang terlalu pede menggunakan standard kepribadiannya sendiri untuk mengukur iman dan taqwa itu, bisa2 lari ke manunggaling kawula gusti, tuhan itu ada dalam 'kepribadian yang baik'.. allohu'alam. |
|
siti fatimah
said:
|
... bocahe @ apakah berinteraksi "ibadah" udah pada benar, saling menghujat apakah itu ajaran Islam, saling menghina Apakah itu ajaran kristen, disini saya tidak memihak keduanya??? kebanyakan yang beribadah juga gak pada mengerti apa itu ibadah?????, apakah ibadah itu saling menghina, menghujat... sekarang mah balik kepribadi sendiri aja, agama mah gak bisa diperdebatkan dan dipersalahkan, gak bisa dipikir dengan logika, agama itu misteri Tuhan.... yang penting itu Iman dan Takwa... tapi masing2 individu.... buat apa kita beribadah tapi saling menghujat dan menghina... |
|
bocahe
said:
|
... @ siti fatimah sama manusia saja kita punya tata cara yang baik untuk berinteraksi tentunya dengan Sang Pencipta kita punya cara untuk mengenal dan mencintai-Nya dan itu diperoleh dengan interaksi berupa 'ibadah' bukan asal percaya aja.. |
|
siti fatimah
said:
|
... ajaran agama itu gak bisa di perdebatkan, semua itu misteri sang pencipta, yang penting kita percaya bahwa yang menciptakan alam semesta ini Tuhan. coba anda sekalian lihat suku baduy, suku baduy gak punya agama, mereka hanya punya kepercayaan saja, mereka percaya bahwa yang menciptakan mereka itu Tuhan, mereka juga tahu apa itu iman dan takwa, tapi mereka rukun, damai gak ada permusuhan, buat apa punya agama tapi saling menghina apakah Tuhan mengajarkan kita untuk saling menghina????? |
|
heheh
said:
|
... sammy...sammy...yang ada tuh kaum anda yg tidak suka terhadap kami (muslim) dan agama kami (Islam)... |
|
sammy
said:
|
kasihan nga usah menjelek-jelekkan agama lain.... anda mengatakan itu atas dasar ketidaksukaan anda terhadap kekristenan... koreksi diri sendiri bu haji.... anda mati masuk surga nga????? JBU |
|
aku
said:
|
... intinya: dasar peringatan 25 desember lemah, dan memang perayaan2 yang boros seperti ini harusnya dihapus saja, 25 des musim salju, domba2/kambing2 makan salju tuh di sana |
|
kasihku
said:
|
kasih manusia itu didasarkan atas iman...dan dapat dinilai dari buahnya apakah baik ataupun tidak... so koreksi masing2 aj ya Gbu |
|
sastro
said:
|
... Gak usah cari2 kesalahan agama lain lah mending kita buktikan apakah orang Islam itu berbuat baik dan berguna di bumi ini. Urusan Tuhan manusia gak yg tahu. Wong yg Islam aja belum tentu masuk sorga semua kok. Pembahasan kayak gini menjadikan kita sombong dan terlena. |
|
lucia
said:
|
... benar2 hebat y buk hj ni... buat kutbahnya dy sampai repot2 cri bahan yang mendukung kelemahan agama orang lain. untukmu agamamu untukku agamaku. untukmu Tuhanmu untukku Tuhanku. asal usul natal kita semua tahu kok dari kaum pagan, tapi sekarang kembali ke orangnya masing - masing, perayaan untuk menyembah Tuhannya atau berhala,,, |
|
bocahe
said:
|
... mr admin, kalau ada yang mau bantu 'kasih tau' lewat komen boleh kan? kayanya lebih efektif drpd saling ngata2in.. |
|
bajuqueen
said:
|
... ibadah yang dimulai setiap hari minggu, dalam bahasa inggris minggu=sunday, sun-day = hari matahari, jadi beribadah kepada dewa matahari, kesalahan yang dikaburkan oleh zionis, penganut agama nasrani sekarang sudah tertipu |
|








. 

