larger smaller reset

WALI SONGO - MISTERI ISLAMISASI JAWA

Oleh: Prof. Hasanu Simon

I

Sebelum saya sampaikan tanggapan dan komentar saya terhadap buku berjudul "Syekh Siti Jenar, Ajaran dan Jalan Kematian", karya Dr Abdul Munir Mulkhan, saya sampaikan dulu mengapa saya bersedia ikut menjadi pembahas buku tersebut. Tentu saja saya mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kepercayaan yang diberikan kepada saya di dalam acara launching buku yang katanya sangat laris ini.

Saya masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1965, memilih Jurusan Manajemen Hutan. Sebelum lulus saya diangkat menjadi asisten, setelah lulus mengajar Perencanaan dan Pengelolaan Hutan. Pada waktu ada Kongres Kehutanan Dunia VIII di Jakarta tahun 1978, orientasi sistem pengelolaan hutan mengalami perubahan secara fundamental. Kehutanan tidak lagi hanya dirancang berdasarkan ilmu teknik kehutanan konvensional, melainkan harus melibatkan ilmu sosial ekonomi masyarakat. Sebagai dosen di bidang itu saya lalu banyak mempelajari hubungan hutan dengan masyarakat mulai jaman kuno dulu. Di situ saya banyak berkenalan dengan sosiologi dan antropologi. Khusus dalam mempelajari sejarah hutan di Jawa, banyak masalah sosiologi dan antropologi yang amat menarik.

Kehutanan di Jawa telah menyajikan sejarah yang amat panjang dan menarik untuk menjadi acuan pengembangan strategi kehutanan sosial (social forestry strategy) yang sekarang sedang dan masih dicari oleh para ilmuwan. Belajar sejarah kehutanan Jawa tidak dapat melepaskan diri dengan sejarah bangsa Belanda. Dalam mempelajari sejarah Belanda itu, penulis sangat tertarik dengan kisah dibawanya buku-buku dan Sunan Mbonang di Tuban ke negeri Belanda. Peristiwa itu sudah terjadi hanya dua tahun setelah bangsa Belanda mendarat di Banten. Sampai sekarang buku tersebut masih tersimpan rapi di Leiden, diberi nama "Het Book van Mbonang", yang menjadi sumber acuan bagi para peneliti sosiologi dan antropologi.

Buku serupa tidak dijumpai sama sekali di Indonesia. Kolektor buku serupa juga tidak dijumpai yang berkebangsaan Indonesia. Jadi seandainya tidak ada "Het Book van Mbonang", kita tidak mengenal sama sekali sejarah abad ke-16 yang dilandasi dengan data obyektif Kenyataan sampai kita tidak memiliki data obyektif tentang Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kalijogo, dan juga tentang Syekh Siti Jenar.

Oleh karena itu yang berkembang lalu kisah-kisah mistik bercampur takhayul, termasuk misteri Syekh Siti Jenar yang hari ini akan kita bicarakan. Kisah Walisongo yang penuh dengan mistik dan takhayul itu amat ironis, karena kisah tentang awal perkembangan Islam di Indonesia, sebuah agama yang sangat keras anti kemusyrikan.

Pembawa risalah Islam, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lahir 9 abad sebelum era Wallsongo tidak mengenal mistik. Beliau terluka ketika berdakwah di Tha'if, beliau juga terluka dan hampir terbunuh ketika perang Uhud. Tidak seperti kisah Sunan Giri, yang ketika diserang pasukan Majapahit hanya melawan tentara yang jumlahnya lebih banyak itu dengan melemparkan sebuah bollpoint ke pasukan Majapahit. Begitu dilemparkan bollpoint tersebut segera berubah menjadi keris sakti, lalu berputar-putar menyerang pasukan Majapahit dan bubar serta kalahlah mereka. Keris itu kemudian diberi nama Keris Kolomunyeng, yang oleh Kyai Langitan diberikan kepada Presiden Gus Dur beberapa bulan lalu yang antara lain untuk menghadapi Sidang Istimewa MPR yang sekarang sedang digelar, dan temyata tidak ampuh.

Kisah Sunan Kalijogo yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk membuat tiang masjid dari tatal dan sebagai penjual rumput di Semarang yang diambil dari Gunung Jabalkat. Kisah Sunan Ampel lebih hebat lagi; salah seorang pembantunya mampu melihat Masjidil Haram dari Surabaya untuk menentukan arah kiblat. Pembuat ceritera ini jelas belum tahu kalau bumi berbentuk bulat sehingga permukaan bumi ini melengkung. Oleh karena itu tidak mungkin dapat melihat Masjidil Haram dari Surabaya.

Islam juga mengajarkan bahwa Nabi lbrahim ‘Alaihi Sallam, yang hidup sekitar 45 abad sebelum era Walisongo, yang lahir dari keluarga pembuat dan penyembah berhala, sepanjang hidupnya berdakwah untuk anti berhala.

Ini menunjukakan bahwa kisah para wali di Jawa sangat ketinggalan jaman dibanding dengan kisah yang dialami oleh orang-orang yang menjadi panutannya, pada hal selisih waktu hidup mereka sangat jauh.

"Het Book van Mbonang" yang telah melahirkan dua orang doktor dan belasan master bangsa Belanda itu memberi petunjuk kepada saya, pentingnya menulis sejarah berdasarkan fakta yang obyektif "Het Book van Bonang" tidak menghasilkan kisah Keris Kolomunyeng, kisah cagak dan tatal, kisah orang berubah menjadi cacing, dan sebagainya.

Itulah ketertarikan saya dengan Syekh Siti Jenar sebagai bagian dari sejarah Islam di Indonesia. Saya tertarik untuk ikut menulis tentang Syekh Siti Jenar dan Walisongo. Tulisan saya belum selesai, tapi niat saya untuk terlibat adalah untuk membersihkan sejarah Islam di Jawa ini dari takhayul, mistik, khurafat dan kemusyrikan. Itulah sebabnya saya terima tawaran panitia untuk ikut membahas buku Syekh Siti Jenar karya Dr Abdul Munir Mulkhan ini. Saya ingin ikut mengajak masyarakat untuk segera meninggalkan dunia mitos dan memasuki dunia ilmu.

Dunia mitos tidak saja bertentangan dengan akidah Islamiyah, tetapi juga sudah ketinggalan jaman ditinjau dari aspek perkembangan ilmu pengetahuan. Secara umum dunia mitos telah ditinggalkan akhir abad ke-19 yang lalu, atau setidak-tidaknya awal abad ke-20. Apakah kita justru ingin kembali ke belakang? Kalau kita masih berkutat dengan dunia mitos, masyarakat kita juga hanya akan menghasilkan pemimpin mitos yang selalu membingungkan dan tidak menghasilkan sesuatu.

II

Siapa Syekh Siti Jenar ? Kalau seseorang menulis buku, tentu para pembaca berusaha untuk mengenal jatidiri penulis tersebut, mininal bidang keilmuannya. Oleh karena itu isi buku dapat dijadikan tolok ukur tentang kadar keilmuan dan identitas penulisnya. Kalau ternyata buku itu berwama kuning, penulisnya juga berwama kuning. Sedikit sekali terjadi seorang yang berfaham atheis dapat menulis buku yang bersifat relijius karena dua hal itu sangat bertentangan. Seorang sarjana pertanian dapat saja menulis buku tentang sosiologi, karena antara pertanian dan sosiologi sering bersinggungan. Jadi tidak mustahil kalau Isi sebuah buku tentu telah digambarkan secara singkat oleh judulnya. Buku tentang Bertemak Kambing Ettawa menerangkan seluk-beluk binatang tersebut, manfaatnya, jenis pakan, dan sebagainya yang mempunyai kaitan erat dengan kambing Ettawa.

Judul buku karya Dr Abdul Munir Mulkhan ini adalah: "Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar. Pembaca tentu sudah membayangkan akan memperoleh informasi tentang kedua hal itu, yaitu ajaran Syekh Siti Jenar dan bagaiamana dia mati. Penulis buku juga setia dengan ketentuan seperti itu.

Bertitik-tolak dari ketentuan umum itu, paragraf 3 sampai dengan 6 Bab Satu tidak relevan. Bab Satu diberi judul: Melongok Jalan Sufi: Humanisasi Islam Bagi Semua. Mungkin penulis ingin mengaktualisasikan ajaran Syekh Siti Jenar dengan situasi kini, tetapi apa yang ditulis tidak mengena sama sekali. Bahkan di dalam paragraf 3-6 itu banyak pemyataan (statements) yang mencengangkan saya sebagai seorang muslim.

Pernyataan di dalam sebuah tulisan, termasuk buku, dapat berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Pemyataan orang lain mesti disebutkan sumbernya; oleh karena itu peryataan yang tidak ada sumbemya dianggap oleh pembaca sebagai pernyataan dari penulis. Peryataan orang lain dapat berbeda dengan sikap, watak dan pendapat penulis, tetapi pernyataan penulis jelas menentukan sikap, watak dan pendapatnya. Pernyataan-pernyataan di dalam sebuah buku tidak lepas satu dengan yang lain. Rangkaiannya, sistematika penyajiannya, merupakan sebuah bangunan yang menentukan kadar ilmu dan kualitas buku tersebut. Rangkaian dan sistematika pernyataan musti disusun menurut logika keilmuan yang dapat diterima dan dibenarkan oleh masyarakat ilmu.

Untuk mengenal atau menguraikan ajaran Syekh Siti Jenar, adalah logis kalau didahului dengan uraian tentang asal-usul yang empunya ajaran. Ini juga dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan (Paragraf I Bab Satu, halaman 3-10). Di dalam paragraf tersebut diterangkan asal-usul Syekh Siti Jenar tidak jelas. Seperti telah diterangkan, karena tidak ada sumber obyektif maka kisah asal-usul ini juga penuh dengan versi-versi. Di halaman 3, dengan mengutip penelitian Dalhar Shofiq untuk skripsi S-1 Fakultas Filsafat UGM, diterangkan bahwa Syekh Siti Jenar adalah putera seorang raja pendeta dari Cirebon bemama Resi Bungsu. Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Hasan Ali alias Abdul Jalil.

Kalau seseorang menulis buku, apalagi ada hubungannya dengan hasil penelitian, pembahasan secara ilmiah dengan menyandarkan pada logika amat penting. Tidak semua berita dikutip begitu saja tanpa analisis. Di dalam uraian tentang asal-usul Syekh Siti Jenar di halaman 3-10 ini jelas sekali penuh dengan kejanggalan, tanpa secuil analisis pun untuk memvalidasi berita tersebut. Kejanggalan-kejanggalan itu adalah:

1 . Ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang raja pendeta benama Resi Bungsu. Istilah raja pendeta ini kan tidak jelas. Apakah dia seorang raja, atau pendeta. Jadi beritanya saja sudah tidak jelas sehingga meragukan.

2. Di halaman 62, dengan mengutip sumber Serat Syekh Siti Jenar, diterangkan bahwa ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang elite agama Hindu-Budha. Agama yang disebutkan ini juga tidak jelas. Agama Hindu tidak sama dengan agama Budha. Setelah Islam muncul menjadi agama mayoritas penduduk pulau Jawa, persepsi umum masyarakat memang mengangap agama Hindu dan Budha sama. Pada hal ajaran kedua agama itu sangat berbeda, dan antara keduanya pernah terjadi perseteruan akut selama berabad-abad. Runtuhnya Mataram Hindu pada abad ke-10 disebabkan oleh perseteruan akut tersebut. Runtuhnya Mataram Hindu berakibat sangat fatal bagi perkembangan Indonesia. Setelah itu kerajaan-kerajaan Jawa terus menerus terlibat dengan pertikaian yang membuat kemunduran. Kemajuan teknologi bangsa Jawa yang pada abad ke-10 sudah di atas Eropa, pada abad ke-20 ini jauh di bawahnya. Tidak hanya itu, bahkan selama beberapa abad Indonesia (termasuk Jawa) ada di bawah bayang-bayang bangsa Eropa.

3. Kalau ayah Syekh Siti Jenar beragama Hindu atau Budha, mengapa anaknya diberi nama Arab, Hasan Ali alias Abdul Jalil. Apalagi seorang "raja pendeta" yang hidup di era pergeseran mayoritas agama rakyat menuju agama Islam, tentu hal itu janggal terjadi.

4. Atas kesalahan yang dilakukan anaknya, sang ayah menyihir sang anak menjadi seekor cacing lalu dibuang ke sungai. Di sini tidak disebut apa kesalahan tersebut, sehinga sang ayah sampai tega menyihir anaknya menjadi cacing. Masuk akalkah seorang ayah yang "raja pendeta" menyihir anaknya menjadi cacing. Ilmu apakah yang dimiliki "raja pendeta" Resi Bungsu untuk merubah seseorang menjadi cacing? Kalau begitu, mengapa Resi Bungsu tidak menyihir para penyebar Islam yang pada waktu itu mendepak pengaruh dan ketenteraman batinnya? Ceritera seseorang mampu merubah orang menjadi binatang ceritera kuno yang mungkin tidak pemah ada orang yang melihat buktinya. Ini hanya terjadi di dunia pewayangan yang latar belakang agamanya Hindu (Mahabarata) dan Budha (Ramayana).

5. Cacing Hasan Ali yang dibuang di sungai di Cirebon tersebut, suatu ketika terbawa pada tanah yang digunakan untuk menembel perahu Sunan Mbonang yang bocor. Sunan Mbonang berada di atas perahu sedang mengajar ilmu gaib kepada Sunan Kalijogo. Betapa luar biasa kejanggalan pada kalimat tersebut. Sunan Mbonang tinggal di Tuban, sedang cacing Syekh Siti Jenar dibuang di sungai daerah Cirebon. Di tempat lain dikatakan bahwa Sunan Mbonang mengajar Sunan Kalijogo di perahu yang sedang terapung di sebuah rawa. Adakah orang menembel perahu bocor dengan tanah? Kalau toh menggunakan tanah, tentu dipilih dan disortir tanah tersebut, termasuk tidak boleh katutan (membawa) cacing.

6. Masih di halaman 4 diterangkan, suatu saat Hasan Ali dilarang Sunan Giri mengikuti pelajaran ilmu gaib kepada para muridnya. Tidak pemah diterangkan, bagaimana hubungan Hasan Ali dengan Sunan Giri yang tinggal di dekat Gresik. Karena tidak boleh, Hasan Ali lalu merubah dirinya menjadi seekor burung sehingga berhasil mendengarkan kuliah Sunan Giri tadi dan memperoleh ilmu gaib. Setelah itu Hasan Ali lalu mendirikan perguruan yang ajarannya dianggap sesat oleh para wali. Untuk apa Hasan Ali belajar ilmu gaib dari Sunan Giri, pada hal dia sudah mampu merubah dirinya menjadi seekor burung.

Alhasil, seperti dikatakan oleh Dr Abdul Munis Mulkhan sendiri dan banyak penulis yang lain, asal-usul Syekh Siti Jenar memang tidak jelas. Karena itu banyak pula orang yang meragukan, sebenarnya Syek Siti Jenar itu pernah ada atau tidak. Pertanyaan ini akan saya jawab di belakang. Keraguan tersebut juga berkaitan dengan, di samping tempat lahimya, di mana sebenamya tempat tinggal Syekh Siti Jenar. Banyak penulis selalu menerangkan bahwa nama lain Syekh Siti Jenar adalah: Sitibrit, Lemahbang, Lemah Abang. Kebiasaan waktu, nama sering dikaitkan dengan tempat tinggal. Di mana letak Siti Jenar atau Lemah Abang itu sampai sekarang tidak pemah jelas; padahal tokoh terkenal yang hidup pada jaman itu semuanya diketahui tempat tinggalnya. Syekh Siti Jenar tidak meninggalkan satupun petilasan.

Karena keraguan dan ketidak-jelasan itu, saya setuju dengan pendapat bahwa Syekh Siti Jenar memang tidak pemah ada. Lalu apa sebenarnya Syekh Siti Jenar itu? Sekali lagi pertanyaan ini akan saya jawab di belakang nanti. Kalau Syekh Siti Jenar tidak pernah ada, mengapa kita bertele-tele membicarakan ajarannya. Untuk apa kita berdiskusi tentang sesuatu yang tidak pemah ada. Apalagi diskusi itu dalam rangka memperbandingkan dengan Al-Qur'an dan Hadits yang amat jelas asal-usulnya, mulia kandungannya, jauh ke depan jangkauannya, tinggi muatan ipteknya, sakral dan dihormati oleh masyarakat dunia.

Sebaliknya, Syekh Siti Jenar hanya menjadi pembicaraan sangat terbatas di kalangan orang Jawa. Tetapi karena begitu sinis dan menusuk perasaan orang Islam yang telah kaffah bertauhid, maka mau tidak mau lalu sebagian orang Islam harus melayaninya. Oleh karena itu sebagai orang Islam yang tidak lagi ragu terhadap kebenaran Al-Qur'an dan kerasulan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya akan berkali-kali mengajak saudara-saudaraku orang Islam untuk berhati-hati dan jangan terlalu banyak membuang waktu untuk mendiskusikan ceritera fiktif yang berusaha untuk merusak akidah Islamiyah ini.

III

Sunan Kalijogo

Semua orang di Indonesia, apalagi orang Islam, kenal dengan nama Sunan Kalijogo yang kecilnya bernama Raden Mas Said ini. Dikatakan dia adalah putera Adipati Tuban Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur Yang beragama Islam.

Silsilah Raden Sahur ke atas adalah putera Ario Tejo III (Islam), putera Ario Tejo II, putera Ario Tejo II (Hindu), putera Ario Tejo I, putera Ronggolawe, putera Ario Banyak Wide alias Ario Wiraraja, putera Adipati Ponorogo. Itulah asal usul Sunan Kalijogo yang banyak ditulis dan diyakini orang, yang sebenamya merupakan versi Jawa. Dua versi lainnya tidak pernah ditulis atau atau tidak dijumpai dalam media cetak sehingga tidak diketahui masyarakat luas (Imron Abu Ammar, 1992).

Di depan telah saya singgung bahwa kisah Sunan Kalijogo versi Jawa ini penuh dengan ceritera mistik. Sumber yang orisinil tentang kisah tersebut tidak tersedia. Ricklefs, sejarawan Inggris yang banyak meneliti sejarah Jawa, menyebutkan bahwa sebelum ada catatan bangsa Belanda memang tidak tersedia data yang dapat dipercaya tentang sejarah Jawa. Sejarah Jawa banyak bersumber dari cerita rakyat yang versinya banyak sekali. Mungkin cerita rakyat itu bersumber dari catatan atau cerita orang-orang yang pernah menjabat sebagai Juru Pamekas, lalu sedikit demi sedikit mengalami distorsi setelah melewati para pengagum atau penentangnya.

Namun demikian sebenarnya Sunan Kalijogo meninggalkan dua buah karya

tulis, yang satu sudah lama beredar sehingga dikenal luas oleh masyarakat, yaitu Serat Dewo Ruci, sedang yang satu lagi belum dikenal luas, yaitu Suluk Linglung. Serat Dewo Ruci telah terkenal sebagai salah satu lakon wayang. Saya pertama kali melihat wayang dengan lakon Dewo Ruci pada waktu saya masih duduk di kelas 5 SR, di desa kalahiran ibu saya Pelempayung (Madiun) yang dimainkan oleh Ki dalang Marijan. Sunan Kalijogo sendiri sudah sering menggelar lakon yang sebenarnya merupakan kisah hidup yang diangan-angkan sendiri, setelah kurang puas dengan jawaban Sunan Mbonang atas pertanyaan yang diajukan. Sampai sekarang Serat Dewo Ruci merupakan kitab suci para penganut Kejawen, yang sebagian besar merupakan pengagum ajaran Syekh Siti Jenar yang fiktif tadi.

Kalau Serat Dewo Ruci diperbandingkan dengan Suluk Linglung, mungkin para penganut Serat Dewo Ruci akan kecelek. Mengapa demikian? Isi Suluk Linglung temyata hampir sama dengan isi Serat Dewo Ruci, dengan perbedaan sedikit namun fundamental. Di dalam Suluk Linglung Sunan Kalijogo telah menyinggung pentingnya orang untuk melakukan shalat dan puasa, sedang hal itu tidak ada sama sekali di dalam Serat Dewo Ruci. Kalau Serat Dewo Ruci telah lama beredar, Suluk Linglung baru mulai dikenal akhir-akhir ini saja. Naskah Suluk Linglung disimpan dalam bungkusan rapi oleh keturunan Sunan Kalijogo. Seorang pegawai Departemen Agama Kudus, Drs Chafid mendapat petunjuk untuk mencari buku tersebut, dan ternyata disimpan oleh Ny Mursidi, keturunan Sunan Kalijogo ke-14. Buku tersebut ditulis di atas kulit kambing, oleh tangan Sunan Kalijogo sendin' menggunakan huruf Arab pegon berbahasa Jawa. Tahun 1992 buku diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Saat ini saya sedang membahas kedua buku itu, dan untuk sementara saya sangat bergembira karena menurut kesimpulan saya, menjelang wafat ternyata Sunan Kalijogo menjadi kaffah mengimani Islam. Sebelumnya Sunan Kalijogo tidak setia menjalankan syariat Islam, sehingga orang Jawa hanya meyakini bahwa yang dilakukan oleh Sunan terkenal ini buka shalat lima waktu melain shalat da'im. Menurut Ustadz Mustafa Ismail LC, da'im berarti terus-menerus. Jadi Sunan Kalijogo tidak shalat lima waktu melainkan shalat da'im dengan membaca Laa illaha ilallah kapan saja dan di mana saja tanpa harus wudhu dan rukuk-sujud. Atas dasar itu untuk sementara saya membuat hipotesis bahwa Syekh Jenar sebenamya adalah Sunan Kalijogo. Hipotesis inilah yang akan saya tulis dan sekaligus saya gunakan untuk mengajak kaum muslimin Indonesia untuk tidak bertele-tele menyesatkan diri dalam ajaran Syekh Siti Jenar. Sayang, waktu saya masih banyak terampas untuk menyelesaikan buku-buku saya tentang kehutanan sehingga upaya saya untuk mengkaji dua buku tersebut tidak dapat berjalan lancar. Atas dasar itu pula saya menganggap bahwa diskusi tentang Syekh Siti Jenar, seperti yang dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan ini, menjadi tidak mempunyai landasan yang kuat kalau tidak mengacu kedua buku karya Sunan Kalijogo tersebut.

Sebagai tambahan, pada waktu Sunan Kalijogo masih berjatidiri seperti tertulis di dalam Serat Dewo Ruci, murid-murid kinasih-nya berfaham manunggaling kawulo Gusti (seperti Sultan Hadiwidjojo, Pemanahan, Sunan Pandanaran, dan sebagainya), sedang setelah kaffah murid dengan tauhid murni, yaitu Joko Katong yang ditugaskan untuk mengislamkan Ponorogo. Joko Katong sendiri menurunkan tokoh-tokoh Islam daerah tersebut yang pengaruhnya amat luas sampai sekarang, termasuk Kyai Kasan Bestari (guru R Ng Ronggowarsito), Kyai Zarkasi (pendiri PS Gontor), dan mantan Presiden BJ Habibie termasuk Ny Ainun Habibie.

IV

Walisongo

Sekali lagi kisah Walisongo penuh dengan cerita-cerita yang sarat dengan mistik. Namun Widji Saksono dalam bukunya "Mengislamkan Tanah Jawa" telah menyajikan analisis yang memenuhi syarat keilmuan. Widji Saksono tidak terlarut dalam cerita mistik itu, memberi bahasan yang memadai tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau yang bertentangan dengan akidah Islamiyah.

Widji Saksono cukup menonjolkan apa yang dialami oleh Raden Rachmat dengan dua temannya ketika dijamu oleh Prabu Brawidjaja dengan tarian oleh penari putri yang tidak menutup aurat. Melihat itu Raden Rachmat selalu komat-kamit, tansah ta'awudz. Yang dimaksudkan pemuda tampan terus istighfar melihat putri-putri cantik menari dengan sebagian auratnya terbuka. Namun para pengagum Walisongo akan "kecelek" (merasa tertipu, red) kalau membaca tulisan Asnan Wahyudi dan Abu Khalid.

Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi dari sumber orisinil yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki. Menurut sumber tersebut, temyata organisasi Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I. Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat itu, Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang ilmu agama saja. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim beberapa ulama yang mempunyai karomah.

Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab Kanzul 'Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi. Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9 orang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.

2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.

3. Maulana Ahmad Jumadil Kubra, dari Mesir.

4. Maulana Muhammad Al Maghrabi, berasal dari Maroko.

5. Maulana Malik Isra'il, dari Turki, ahli mengatur negara.

6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.

7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.

8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.

9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat (??).

Dengan informasi baru itu terjungkir-baliklah sejarah Wallsongo versi Jawa. Ternyata memang sejarah Walisongo versi non-Jawa, seperti telah disebutkan di muka, tidak pemah diekspos, entah oleh Belanda atau oleh siapa, agar orang Jawa, termasuk yang memeluk agama Islam, selamanya terus dan semakin tersesat dari kenyataan yang sebenamya. Dengan informasi baru itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu. Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam. Oleh karena gerakan ini mendapat perlawanan dengan gerakan yang lain, termasuk gerakan Syekh Siti Jenar.

Latar Belakang Gerakan Syekh Siti Jenar

Tulisan tentang Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya bersumber pada satu tulisan saja, yang mula-mula tanpa pengarang. Tulisan yang ada pengarangnya juga ada, misalnya Serat Sastro Gendhing oleh Sultan Agung. Buku berjudul Ajaran Syekh Siti Jenar karya Raden Sosrowardojo yang menjadi buku induk karya Dr Abdul Munir Mulkhan itu sebenarnya merupakan gubahan atau tulisan ulang dari buku dengan judul yang sama karya Ki Panji Notoroto. Nama Panji Notoroto adalah samaran mantan Adipati Mataram penganut berat ajaran Syekh Siti Jenar. Ki Panji Notoro memberi informasi menarik, bahwa rekan-rekan Adipati seangkatannya ternyata tidak ada yang dapat membaca dan menulis. Ini menunjukkan bahwa setelah era Demak Bintoro, nampaknya pendidikan klasikal di masyarakat tidak berkembang sama sekali.

Memahami Al-Qur'an dan Hadits tidak mungkin kalau tidak disadari dengan ilmu. Penafsiran Al-Qur'an tanpa ilmu akan menghasilkan hukum-hukum yang sesat belaka. Itulah nampaknya yang terjadi pada era pasca Demak, yang kebetulan sejak Sultan Hadiwidjojo agama yang dianut kerajaan adalah agama manunggaling kawulo Gusti. Di samping masalah pendidikan, sejak masuknya agama Hindu di Jawa ternyata pertentangan antar agama tidak pernah reda. Hal ini dengan jelas ditulis di dalam Babad Demak. Karena pertentangan antar agama itulah Mataram Hindu runtuh (telah diterangkan sebelumnya). Sampai dengan era Singasari, masih ada tiga agama besar di Jawa yaitu Hindu, Budha dan Animisme yang juga sering disebut Agama Jawa. Untuk mencoba meredam pertentangan agama itu, Prabu Kertonegoro, raja besar dan terakhir Singasari, mencoba untuk menyatukannya dengan membuat agama baru disebut agama Syiwa-Boja. Syiwa mewakili agama Hindu, Bo singkat Buda dan Ja mewakili agama Jawa.

Nampaknya sintesa itulah yang, ditiru oleh politik besar di Indonesa akhir decade 1950-an dulu, Nasakom. Dengan munculnya Islam sebagai agama mayoritas baru, banyak pengikut agama Hindu, Budha dan Animisme yang melakukan perlawanan secara tidak terang-terangan. Mereka lalu membuat berbagai cerita, misalnya Gatholoco, Darmogandhul, Wali Wolu Wolak-walik, Syekh Bela Belu, dan yang paling terkenal Syekh Siti Jenar. Untuk yang terakhir itu kebetulan dapat di-dhompleng-kan kepada salah satu anggota Walisongo yang terkenal, yaitu Sunan Kalijogo seperti telah disebutkan di muka.

Jadi Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya sebuah gerakan anti reformasi, anti perubahan dari Hindu-Budha-Jawa ke Islam. Oleh karena itu isi gerakan itu selalu sinis terhadap ajaran Islam, dan hanya diambil potongan-potongannya yang secara sepintas nampak tidak masuk akal. Potongan- potongan ini banyak sekali disitir oleh Dr Abdul Munir Mulkhan tanpa telaah yang didasarkan pada dua hal, yaltu logika dan aqidah.

Pernyataan-pernyataan

Masalah pernyataan yang dibuat oleh penulis buku ini telah saya singgung di muka. Banyak sekali pernyataan yang saya sebagai muslim ngeri membacanya, karena buku ini ditulis juga oleh seorang muslim, malah Ketua sebuah organisasi Islam besar. Misalnya pernyataan yang menyebutkan: "ngurusi" Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan semakin tidak manusiawi, kelompok syariah yang dibenturkan dengan kelompok sufi, orang beragama yang mengutamakan formalitas, dan sebagainya.

Setahu saya dulu pernyataan seperti itu memang banyak diucapkan oleh orang-orang dari gerakan anti Islam, termasuk orang-orang dari Partai Komunis Indonesia yang pemah menggelar kethoprak dengan lakon "Patine Gusti Allah" (matinya Allah,red) di daerah Magelang tahun 1965-an awal. Bahkan ada pernyataan yang menyebutkan bahwa syahadat, shalat, puasa, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji itu tidak perlu. Yang penting berbuat baik untuk kemanusiaan.

Ini jelas pendapat para penganut agama Jawa yang sedih karena pengaruhnya terdesak oleh Islam. Rasulullah juga tidak mengajarkan pelaksanaan ibadah hanya secara formalistik, secara ritual saja. Dengan Islam mengajarkan kepada penganutnya untuk berbuat baik, karena kehidupan muslimin harus memenuhi dua aspek, yaitu hablum minannaas wa hablum minallah.

Di dalam buku, seperti saya sebutkan, hendaknya pernyataan disusun sedemikian rupa untuk membangun sebuah misi atau pengertian. Apa sebenarnya misi yang akan dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan dengan menulir buku Syekh Siti Jenar itu. Buku ini juga dengan jelas menyiratkan kepada pembaca bahwa mempelajari ajaran Syekh Siti Jenar itu lebih baik dibanding dengan mempelajari fikih atau syariat. Islam tidak mengkotak-kotakkan antara fikih, sufi dan sebagainya. Islam adalah satu, yang karena begitu kompleksnya maka orang harus belajar secara bertahap. Belajar syariah merupakan tahap awal untuk mengenal Islam.

Penulis juga membuat pernyataan tentang mengkaji Al-Qur'an. Bukan hanya orang Islam dan orang yang tahun bahasa Arab saja yang boleh belajar Qur'an. Di sini nampaknya penulis lupa bahwa untuk belajar Al-Qur'an ada, dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu muttaqien (Al-Baqarah ayat 2) dan tahu penjelasannya, yang sebagian telah dicontohkan oleh Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jadi sebenamya boleh saja siapapun mengkaji Al-Qur'an, tetapi tentu tidak boleh semaunya sendiri, tanpa melewati dua rambu penting itu. Oleh karena itu saya mengajak kepada siapapun, apalagi yang beragama Islam, untuk belaiar Al-Qur'an yang memenuhi kedua syarat itu, misalnya kepada Ustadz Umar Budiargo, ustadz Mustafa Ismail, dan banyak lagi, khususnya alumni universitas Timur Tengah. Jangan belajar Al-Qur'an dari pengikut ajaran Syekh Siti Jenar karena pasti akan tersesat sebab Syekh Siti Jenar adalah gerakan untuk melawan Islam.

Catatan Kecil

Untuk mengakhiri tanggapan saya, saya sampaikan beberapa catatan kecil pada buku Syekh Siti Jenar karya Dr Abdul Munis Mulkhan ini :

1. Banyak kalimat yang tidak sempurna, tidak mempunyai subyek misalnya. Juga banyak kalimat yang didahului denga kata sambung.

2. Banyak pernyataan yang terlalu sering diulang-ulang sehingga terkesan mengacaukan sistematika penulisan.

3. Bab Satu diakhir dengan Daftar Kepustakaan, Bab lain tidak, dan buku ini ditutup dengan Sumber Pustaka. Yang yang tercantum didalam Daftar kepustakaan Bab Satu hampir sama dengan yang tercantum dalam Sumber Pustaka.

4. Cara mensitir penulis tidak konsisten, contoh dapat dilihat pada halaman II yang menyebut: ...... sejarah Islam (Madjid, Khazanah, 1984), dan di alinea berikutnya tertulis:....... Menurut Nurcholish Madjid (Khazanas, 1984, hlm 33).

5. Bab Keempat, seperti diakui oleh penulis, merupakan terjemahan buku karya Raden Sosrowardoyo yang pemah ditulis di dalam buku dengan judul hampir sama oleh penulis. Di dalam buku ini bab tersebut mengambil hampir separoh buku (halaman 179-310). Karena pemah ditulis, sebenamya di sini tidak perlu ditulis lagi melainkan cukup mensitir saja. Beberapa catatan ini memang kecil, tetapi patut disayangkan untuk sebuah karya dari seorang pemegang gelar akademik tertinggi, Doktor.

Demikianlah tanggapan saya, kurang lebihnya mohon dima'afkan. Semoga yang saya lakukan berguna untuk berwasiat-wasitan (saling menasehati,red) didalam kebenaran sesuai dengan amanat Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam surat Al-'Ashr.

Terkait:

  1. Walisongo Penyebar Ajaran Setan Perusak Islam dan Nusanta
  2. Laksamana Cheng Ho – The Moslem Sailorman
  3. Jawa Dalam Politik Candu (Opium) Kolonial Belanda

Kiriman: Agus Junaedi, Bandung.

Share/Save/Bookmark
Dibaca :47335 kali  

Komentar-Komentar  

Arief
Quote
 
0
Jika Fahmi meremehkan kemampuan jarak tempuh burung Hud-hud Sang Nabi dalam radius 36 km, maka kekuasaan Sulaiman bukanlah apa-apa jika wilayahnya hanya seluas daerah itu, sehingga tidak mengetahui ada Ratu Bilqis di luar kerajaan lain yang menyembah matahari. Mungkin penulis harus berkeliling keluar negeri sehingga tahu betapa luasnya dunia dan tidak terjebak fantasi dan fanatisme kedaerahan tertentu: berapa banyak nama daerah di dunia yang namanya mirip Saba?; Berapa banyak bangunan bersejarah di dunia tidak selesai?. Penarikan-penar ikan kesimpulannya juga aneh, jauh dari kesan sebagai seorang yang dijuluki ahli matematika.
Sigits Crespollo
Quote
 
0
SAYA BERASAL DARI KAB. MAGETAN JAWA TIMUR (SEKITAR 20KM DARI GUNUNG LAWU). DI DESA TETANGGA SAYA (DS. BANYUDONO) -DESA SAYA SENDIRI ADALAH DS. NGARIBOYO- ADA SEBUAH MASJID (SAYA LUPA NAMANYA) YANG TERKENAL DENGAN NAMA MASJID TIBAN. TIBAN BERASAL DARI KATA TIBO (JAWA)YANG BERARTI JATUH. DIKENAL DENGAN NAMA MASJID TIBAN KARENA MASJID TIBA-TIBA BERDIRI (SEPERTI JATUH DARI LANGIT) DI ATAS HAMPARAN TANAH KOSONG! ALLOHU AKBAR!
Makaryevsky
Quote
 
0
Sumber-sumber dari Belanda jangan asal dikritik dulu gan. Para sejarawan Belanda justru lebih tertarik pada sejarah Indonesia daripada sejarah negeri mereka sendiri.
Pengobatan
Quote
 
0
Memang sangat bermanfaat jika kita membaca di media seperti ini. Kapanpun setiap saat bisa mengakses dan tidak akan ketinggalan berita. Mari rajin membaca biar tambah pengetahuan kita.
http://goo.gl/3dFWat
Wong Agung
Quote
 
0
Benarkah ajaran sufi/tasawuf itu bukan ajaran dari Kanjeng Nabi Muhammad Saw,..?!

Benarkah ajaran sufi/tasawuf itu hasil dari mengadopsi ajaran Buddha,..?!

Benarkah tahlilan,..(sel amatan orang meninggal pada hari ke 7,.. hari ke 49,.. hari ke 100,.. hari ke 1000), baritan,.. dll itu mengadopsi dari Budaya Jawa dimana Budaya Jawa itu berasal dari ajaran Buddha,..?!

[Wong Agung]
ramanda
Quote
 
0
Iwan Mahmoed Al Fattah menyunting dokumen.
KENAPA KETURUNAN WALISONGO SELALU DIFITNAH NASAB DAN KARAKTERNYA?

KENAPA KETURUNANWALISO NGO SELALU DIFITNAH NASAB DANKARAKTERNYA?



Fitnah kini banyak menimpa keturunan Walisongo & Azmatkhan. Entah kesalahan apa yang telah dilakukan oleh Keturunan Keluarga Besar Walisongo ini sehingga satu demi satu fitnah menimpa mereka, fitnah yang datang terus menerus itu seolah seperti air bahsaja, dari tahun ketahun tidak pernah berhenti, terutama ditujukan kepada mereka yang berjuang untuk dakwah Islamiah Walisongo baik itu untuk ilmu nasab,Ilmu silsilah, Sejarah, hukum Islam, Khliafah Islamiah, dll. Mereka yang berjuang demi menjaga nasab dan sejarah Walisongo, selalu dijadikan sasaran tembak oleh manusia-manusia yang berjiwa kerdil dan munafik.


Sejak dari masa Sayyid Bahruddin Azmatkhan yang berjuang bersama Mbah Kholil Bangkalan, sebenarnya fitnah itu sudah banyak, namun kedua ulama Azmatkhan ini mampu menahan fitnah itu dengan kesabaran yang tinggi,Sayyid Bahruddin Azmatkhan yang merupakan andalan Mbah Kholil dalam menjaga nasab-nasab keturunan Walisongo bahkancobaan hidupnya sangat luar biasa berat, fitnah-fitnah yang beliau hadapi bukansekali dua kali terjadi, namun berkali-kali, namun dengan kesabaran yang sangatluar biasa, hal itu tidak pernah beliau balas. Beliau tidak pernah marah,beliau justru lebih banyak tersenyum dan terus berkarya, semua fitnah yang beliauhadapi, dihadapi dengan tabah. Tidak heran beliau yang merupakan Ahli NasabSejati dari Azmatkhan tidak pernah mengajarkan dendam kepada anak cucunya.

Sikap sabar Sayyid BahrudddinAzmat khan dalam menghadapi fitnah dan cobaan, ini adalah warisan ajarankeluarga besar Sunan Kudus dan Walisongo. Sunan Kudus dan Semua Walisongo danKeluarag Kesultanan Azmatkhan seperti Demak, Banten dan Cirebon itu memangsejak dari dulu selalu menjadi target untuk difitnah oleh manusia-manusia Munafik. Namun Alhamdulilah….K eluarga besar Walisongo bukanlah tipe orang yangpendendam. Lihatlah tidak ada satupun fitnah-fitnah tersebut dihadapi denganfitnah-fi tnah. Coba perhatikan blog-blog yang menjelek-jelekk an keluarga besarAzmatkhan, adakah balasannya? Adakah keluarga besar Walisongo juga membuatfitnah dengan membuat blog-blog tandingan yang isinya menghujat nasab dansejarah orang lain?


Terus terang secara pribadi sebenarnyasaya sangat kesal dan marah dengan orang-orang yang sering membuat grup-grupFacebo ok, Twitter, Blog-blog, wordpress, website-website yang banyak mendeskriditkan keluarga besar Azmatkhan. Sikap kesal dan marah saya adalah hal yang wajar,karena mereka yang membuat website itu tidak pernah mencantumkan dirinyasebagai penanggungjawab . Kalau mereka memang laki-laki seharusnya dirinyamuncul. Bandingkan dengan Website-website berupa blog atau grup-grup FB yangkami buat dengan jelas dan terus terang, itu menandakan jika kamibertanggung jawab. Saya pribadi sering mencantumkan jati diri saya secara jelasdisetiap blog atau grup yang saya buat. Kalau ada yang salah saya siap dikritikdan direvisi jika ada yang tidak sesuai, bahkan jika perlu jika memang ada yangsalah, saya siap untuk minta maaf. Sikap yang saya lakukan seperti ini, buat saya justru menandakan bahwasaya bukanlah manusia yang sempurna, kalau salah ya salah, kalau benar yabenar. Dan untuk urusan yang benarapalagi mengenai nasab, silsilah, sejarah dan kehormatan keluarga besar, makaInsya Allah saya tidak akan pernah mundur setapakpun. Kebenaran adalahkebenaran ……Saya yakin Allah akan selalu menjaga orang-orang yang benar.


Orang-orang yang sering memfitnah keluarga besar Walisongo ini seringmemajang foto-foto keluarga besar Keturunan Azmatkhan, terutama mereka yangberjuang untuk nasab, silsilah, sejarah dari Walisongo (Azmatkhan) dengan mengatakan bahwa foto dan profil itunasabnya palsu. Apakah mereka itu itu tidak sadar jika perbuatan mereka itutelah menyakiti banyak orang? Atau mereka ini memang masuk golongan manusiamunafik? Berani mencantumkan profil orang lain tetapi tidak beranibertanggu ngjawab secara jantan.

Mereka sering mengatakan bahwanasab-nasa b Keturunan Walisongo ini nasabnya palsu!.

Naudzubilah…….…berani sekalimereka berani berkata seperti itu..

Manusia-manusia golongan munafikini berani mengatakan jika nasab Walisongo yang sekarang ini palsu, bermasalah,dan mengarang-ngara ng. Hanya karena oknum-oknum ini sering mengutif pendapatcatatan nasab dari kalangannya, sehingga catatan nasab milik keluarga Walisongotidak mereka akui, padahal catatan nasab Walisongo itu rapi dan tercatatdimasin g-masing keluarga yang jumlahnyapuluha n ribu, lha memangnya kitab yang mereka pegang itu Al Qur’an dan Hadist???


Astagfirullah……..….. Masih adarupanya dinegara ini orang-orang yang merasa paling sempurna dalam ilmu nasab dan sejarah yang ada diNusantara ini, masih ada rupanya orang-orang yang merasa bahwa mereka lebihmulia nasabnya dari Walisongo yangnotabenenya sudah 600 tahun bercokol di negeri ini, Masih ada rupanya menganggap mudah bahwa nasab keturunanWaliso ngo salah……

Kesombongan Jahiliyah kembalimuncul…… Kesombongan Nasab jadi patokan manusia-manusia munafik ini…..seolah-ol ahNasab mereka yang paling agung, padahal datuk-datuk mereka tidak pernahmengajark an kesombongan nasab. Datuk-datuk mereka justru dahulunya banyak yangberakhlak mulia..


Ya Allah……… AL Faqir sangat malukepada Imam Ahmad Al Muhajir…… beliau yang pernah menanamkan Ahklak sejatiAhlul bait, kini telah banyak ditinggal…kini banyak yang melupakan ajaranbeliau…….

Kini kesombongan nasab selalu diagung-agungka n…beberapaperil aku etnis lebih ditonjolkan………. .


Oknum-oknum tersebut seringmenuduh nasab orang palsu, apalagi ini adalah Walisongo & Azmatkhan. Padahaldengan mereka menuduh nasab Keturunan Walisongo palsu, itu berarti nama-namadibawa h ini haram nasabnya dinisbatkan kepada Walisongo (Azmatkhan);


1. SyekhJunaid AL Batawi Azmatkhan (Haramkah nasabnya????)

2. SyekhAhmad Khatib AL Minangkabawi Azmatkhan (HaramkanNasabnya????)

3. SyekhNawawi Banten Azmatkhan (Haramkah nasabnya???)

4. MbahKholil Bangkalan Azmatkhan (Haramkah Nasabnya???)

5. KHHasyim Asy’ary Azmatkhan (HaramkahNasabnya????)

6. KHMuhammad Dahlan Azmatkhan (Haramkah Nasabnya????)

7. SayyidBahruddin Azmatkhan (Haramkah Nasabnya????)

8. KH As’adSyamsul Arifin Azmatkhan (Haramkah Nasabnya???)

9. KyaiMarogan Azmatkhan (Haramkah nasabnya????

10. KHMas Mansur Azmatkhan (Surabaya, HaramkahNasabnya????)

11. GuruMarzuki Betawi (Haramkah Nasabnya????)

12. Guru MansurBetawi (Haramkah Nasabnya????)

13. Ulama-ulamaAzma tkhan dari Banten, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dll. (Haramkahnasab mereka?????)

Dan ribuan nasab-nasab lain………….. APAKAH NASAB MEREKA HARAM??????????


Saya tidak bisa membayangkan,ba gaimana dosa orang yang berani mendustakan nasab-nasab para ulama-ulama besartersebut.

Perlu anda ketahui, fitnah inisudah lama dan bertebaran di berbagai website, dan setelah mereka membuat,mereka tidak urus lagi website tersebut. Mereka membuat website memang niatnyajahat, sehingga ketika selesai dibuat, mereka tinggalkan dan tidak diurus (ataumungkin yang membuat anak kecil?. Akibatnya website tersebut sampai sekarangmasih ada dan tidak bisa lagi dihapus. Dari sekian banyak fitnah-fitnah yang bertebaran di website, mungkinanda harus tahu, diantaranya :


1. BERANTASALAWIYI N PALSU (Blog)

2. BERANTASALAWIYY IN GADUNGAN (Blog)

3. AWAS ALAWIYYIN PALSU (Blog)


GRUP-GRUP INI BANYAK MEMFITNAHKELUAR GA BESAR AZMATKHAN!!! DAN PENGECUTNYA MEREKA INI, TIDAK ADA SATUPUN YANGBERANI MENCANTUMKAN SIAPA YANG MEMBUAT BLOG-BLOG TERSEBUT.


Terus terang, buat saya ketikaada orang berani menulis sesuatu tapi dia tidak berani bertanggungjawa b dengantidak mencantumkan diri, maka orang ini tidak lebih seperti tikus got dan cecunguk saja. Orang-orang seperti inilah yang sering menghancurkan Islamdan Persatuan Bangsa Indonesia. Kerja mereka hanya memfitnah, hati mereka beku dan tidak jauh dari sifat-sifat dengki dan busuk.


ADA JUGA beberapa GRUP FACEBOOK YANG MENGATASNAMAKAN ALAWIYYIN DANDIBUAT OLEH MEREKA YANG MEMBENCI AZMATKHAN (Adminnya dari dulu memang sudah bencidengan Azmatkhan).


Fitnah-fitnah ini sangat dahsyatefeknya bagi keluarga besar keturunan Walisongo dan Azmatkhan. Iya kalau yang sudah tahu tentang siapa tokohdifitnah tersebut, namun bagaimana mereka yang belum tahu tokoh-tokoh tersebut?Mereka yang yang tidak tahu, akhirnya kan nanti bisa menyangka yangtidak-tidak ., Kasihan mereka yang tidak tahu menahu, sehingga akhirnyaikut-ik ut percaya dengan fitnah-fitnah yang ada diberbagai website itu.


Belum lagi bagaimana dengananak-anak & murid-murid mereka yangayahnya difitnah????

Kita harus tahu, Islam disinitidak akan memiliki wajah yang sekarang, jika 600 tahun yang lalu, keluargabesar Walisongo & Azmatkhan tidak datang ke Nusantara. Melalui Gerakan DakwahWalisongo , bumi Nusantara Islamnyamenjadi mayoritas. Dan Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang santun dantoleran yang berlandaskan Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.


Wajah Indonesia sejak masaWalisongo dipenuhi dengan Islam yang damai dan akhlak. Islamnya di Indonesia yang dibawa oleh Walisongo inimengambil ajaran Imam Ahmad Al Muhajir yang merupakan nenek moyangnya AlawiyyinNusant ara. Walisongo berhasil meneruskan dakwah seperti yang pernah dilakukanoleh Imam Ahmad Al Muhajir.

Bersabarlah Keluarga BesarWalisongo…

Allah bersama kita……….
Eko Ahlu Sunnah
Quote
 
0
Bismillahirrohmannirrohiiim
Menanggapi apa yang telah profesro dan rekan rekan sampaikan diatas.
1. Bahwa Allah adalah MAHA KUASA DAN MAHA SEGALA GALANYA, Dialah yang MAHA BERKEHENDAK DAN MAHA MENCIPTAKAN. Allah juga MAHA TAHU tentang step step atau tingkatan tingkatan serta tata urutan yang menjadikan asbab Islam dengan ketauhidannya berkembang pesat di Nusantara. Islam sudah datang dan hadir di Nusantara semenjak Rasulullah SAW. kalau ada yang bertanya kenapa jumlahnya cuma sedikit,,,,,,,B ayangkan saudara,,,Nabi NUH yang berdakwah 900 tahunan hanya mempunyai umat TIDAK LEBIH dari 100 orang................
2. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan jalan trerang bagi Walisongo doalam kuburnya atas jasa-jasanya menyebarkan Islam di Nusantara. Kalau kita tidak percaya dan ragu terhadap kiprah mereka,,,,,,ter us darimana kita mendapatkan Islam ini????? apakah kita langsung belajar kepada Rasulullah SAW di mekah dan Madinah. Marilah kita berpikir logis,,,,bahwa Beliau para wali adalah sebagian (Karena pasti ada yang lain) yang tanpa kita sadari telah membawa ISLAM kepada kita sehingga TAUHID terhunjam didada kita saat ini.
3. Tentang keistimewaan keistimewaan para wali yang sebagian orang menyebutnya dengan karomah. Subhanallah,,,, Maha SUCI ALLAH SWT. Apakah sih enggak mungkin?????? Untuk kita saat ini saja,,,Apabila kita laksanakan syariat seperti sholat,,,,ibada h malam,,,sedekah ,,,puasa dan berzikir,,,maka Allah janjikan pertolongan kepada kita. Campur tangan dan kekuatan yang datang dari ALLAH SWT itulah yang kemudian kita sebut dengan keajaiban. YAH,,,,,, HATI SAYA MENGATAKAN BAHWA ORANG YANG MEMELUK AGAMA ISLAM,,,,ADALAH ORANG YANG YAKIN AKAN ADANYA KEAJAIBAN!!!!!!!
Apalagi para Wali yang sangat kuat dalam hal Riyadhohnya kepada Allah. Maka Allah memudahkan urusan para beliau sehingga Islam berkembang pesat di Nusantara hingga saat ini
4. Tentang kemampuan beladiri yang pernah dikomentari orang sehingga seolah olah para wali adalah PARA PENDEKAR SILAT....apanya yang aneh???? saat ini para santri di ponpes ponpes besar Indonesia juga diajari berbagai macam ilmu beladiri. Apalagi saat itu situasi di Nusantara ini masih jahiliyah. Coba kita bayangkan apa yang terjadi apabila para Wali tersebut lemah kondisi fisiknya,,,,dik eroyok para empu pasti KO. Namun yang terjadi para wali dalah orang yang kuat fisik dan spiritualnya dalam arti dekat kepada Allah SWT. Bukankan Nabi SAW pernah bersabda bahwa Beliau lebih menyukai orang Muslim yang kuat daripada Muslim yang lemah.Jadi tidak da yang anerh khan,,,,kalau para Wali itu Agamanya mumpuni,,,,teta pi dalam hal beladiri juga mumpuni,,,,,,se hingga bisa menjadi bekal untuk berdakwah. Dan justru hal seperti itulah yang seharusnya dimiliki para pendakwah saat ini. Pandai berbicara,,,ber pidato,,,tapi diserang preman langsung tersungkur,,,,, terus preman yang didakwahi itu mau yakin darimana????
5.Setiap manusia pasti punya kesalahan,,,,ti dak terkecuali para Wali,,karena hanya Nabi Muhammad SAW saja yang maksum dan dijamin oleh Allah SWT. Sehingga seandainya ada cerita negatif tentang para Wli saya rasa itu hal yang bias,,,karena para beliau adalah manusia manusia biasa juga seperti kita. Semoga Amal dan jasa para Wali akan senantiasa Allah balas berlipat ganda untuk sebagai bekal para beliau menghadap Allah SWT.
fahmi
Quote
 
0
menurut judul yang diatas memang kita bisa menyikapi ada 1 kemungkinanan dari sipenulis karena sipenulis ingin ajaran islam ini benar benar dari alquran dan sunah,dan takut terjadi kemusyrikan dan takut umat menjadi sesat.
namun disatu sisi yang lain harapan saya jangan membuat keraguan pada umat,karena wali songo selama ini dikenal penyebar agama islam dipulau jawa ,ALLAH MAHA BERKEHENDAK menurut saya wali songo itu menyiarkan islam ditengah ajaran maysarkat jawa yang pada itu masih budha ,dan hindu bahkan animisme, jadi penulis harus ingat sama yang namanya nabi khaidir as yg masih hidup,nabi khaidir as yg ditanggguhkan kematiannya sampai skearng ,siapa nabi khaidir ?dia adalah orang shaleh sampai sampai nabi musa diperintah ALLAH BERGURU KEPADANYA ,dan dia adalah orang kharomah,dan dia adalah keluarga raja julkarnain ,siapa julkarnaen ?pemilik dua tanduk yang menguasai barat dan timur pada masa dan dia seorang nabi dan rasul yang tidak disebutkan dan tidak wajib diketahui ,dalam perjalanan wali songo nabi khadir ini pasti berperan ,dan wali songo semua mentauhidkan ALLAH DAN bersyahadat atas rasulullah ,maka knapa tanah jawa dan indonesia muslimnya paling banyak?itu tanda ALLAH MAHA BERKEHENDAK ,jadi kalau kita lihat dakwah ada menyangkut mistik,karena wali songo itu semuanya adalah orang orang karaomah yang allah berkehndak,apat ah lagi ditempat berdakwahnya masyarakat yang masih penuh dengan kegelapan,penye mbah kayu kayu besar ,dan animisme,dan hindu budha jadi saya mengajak penulis diatas mari berpikiran yang posistf aj dengan tidak memfonis yang salah ,wali songo adalah penyebar islam ditanah jawa yang tak lepas dari budyaa masyarkatyang masih menjalankan budaya yang musyrik pada masa itu ,lain dengn sekarang berdakwah melalui sarana tekhnologi net yang bila orang mempergunakan akalnya mka semakin luas lah nalarannya tentang kebenarn yg hakikiki,jadi mari juga kita menghargai jasa mereka dalam menyiarkan islam ditanah jawa
aji setiya budi
Quote
 
0
Assalamu'alaiku m....membaca pemaparan Bapak yang menyebutkan Sunan Kalijaga adalah Syekh Siti Jenar, Kemudian disebutkan Sunan Kalijaga sebelum akhir hayatnya tidak melaksanakan Sholat, hanya mengucapkan kalimat Laa Ilaa Ha Ilalloh, perlu diralat.....Cob a baca buku BABAD CIREBON, COBA BAJA NASKAH DARI SUNDA, dijelaskan antara Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga adalah tokoh berbeda, Sunan Kalijaga juga diyakini wali Allah, diterangkan juga beliau berguru pada Sunan Bonang, termasuk Sunan Gunung Jati, Sunan Giri dan tetep mengerjakan sholat....janga n cepat-cepat memaparkan tulisan bahwa Sunan Kalijaga sebelum masa tuanya tidak sholat...ini akan menjadi fitnah dunia.....
AL FAQIR
Quote
 
+1
SEMOGA ALLAH SWT MENGAMPUNI-mu prof...AAMIIN
ALFAQIR
Quote
 
0
profesor ini asal cuap aja ya, dangkal sekali ilmu agama nya..ckckckck !!!
Purwanto
Quote
 
0
Prof. Hasanu Simon,,,ngurusi hutan saja. Percuma mengomentari karya orang tapi anda sebenarnya juga tidak mengerti sejarahnya secara pasti. Berani menyalahkan tapi anda juga tidak tahu mana yang benar to.Sebagai profesor semestinya antum yang bijak sedikit..Silahk an menyalahkan jika anda tahu yang benar, Saya yakin anda juga masih mencari kebenaran karena setiap hari kita selalu berdoa agar diberi jalan yang lurus "ihdinassirotol mustaqim"....
gondrong
Quote
 
0
anda sebagai orang jangn sok tau tentng sejarh walisonggo itu tdk pernah ada..dan anda jangan coba'' merusak kebudayaan jawa..semua kekuatan mistis bisa terjadi karna ALLAH SWT.jd tdk ada yg tdk mungkin...kalau anda kurang puas dengan koment saya anda bisa berdebat dengan saya...
Agus Prambono
Quote
 
-2
Weleh2 memperdebatkan Islam, saya sendiri saja masih susah menghiasi diri dengan ajaran Rosul. Kalo penulis sih silahkan anda pikirkan sendiri bagaimana kata-kata dia. ibaratnya kaca bening dihatinya sudah dihias dengan bunga-bunga, mampu melihat masa lalu dengan yakin dan benar dan meneropong hal yang gaib. mampu melihat mana yang kafir dan yang bukan, ibarat Tuhan yang mampu melihat tiap butir debu dipadang pasir yang terhampar dibumi Allah dari singgasananya.
Toni
Quote
 
0
Prof..udah dengerin tembangnya sunan kalijaga apa belum..dengerin dulu sana biar ga penasaran... :lol:
SOLEH NAIMUDIN
Quote
 
+1
Sejarah tentang tersebarnya islam di indonesia sangat menarik untuk di baca, di renungi,,agar qt mendapatkan pelajaran yg berharga dari leluhur qta,
qt harus selalu mencari dan terus mencari data yg tentunya orisinil,,agar dapat kesimpulan yg benar.
teman2 bisa share data tentang berbagai hal sbt:
1. Sosok nabi Muhammad (sikap dan fisiknya)yang kalau berjalan menundukkan kepala, anda asor, santun,,fisikny a tidak terlalu besar atau kecil,,standar. ..kok sama dengan ciri fisik dan sikap orang jawa...
2. pohon yg dibuat membakar nabi Ibrohim kok adanya di jepara jawa tengah dan birma
mgkin 2 itu bisa qt jadikan awal kita mencari data-data sejarah melalui al quran dan babad-babad sejarah dll.
Sebagai tambahan:
Ada data sejarah kalau orang ARAB itu turunan nabi ISMAIL,,,jadi nabi ISMAIL bukan orang ARAB,,turunan nabi ISHAQ menjadi YAHUDI, jadi bisa disimpulkan kalau Turunan Nabi IBRAHIM itu ada 2 : YAHUDI, dan ARAB.
mujahidinanonymous
Quote
 
0
AL-Qur' an adalah pedoman hidup manusia, semua sejarah ada di dalamnya, bukan hanya sejarah dari negeri arab atau timur tengah, tetapi juga indonesia dan seluruh dunia..

Tahukah anda? Bahwa sebenarnya Kronologi Sejarah Islam dan peradabannya ada di ayat-ayat AL-Qur’an Suroh An-Naml 16-48 dan di Suroh Saba 12-41 ? entah mengapa ada yang menutup-nutupi kebenaran sejarah islam dan peradabannya yg sangat maju di negeri Indonesia ini, mungkin juga di karenakan orang-orang indonesia terdahulu yang telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri, hingga mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT pun tidak meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri nikmatNYA. Berikut Kronologi Sejarah Islam Indonesia dan Peradaban Islam di Indonesia yg di ambil dari AL-Qur’an :

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).

An Naml:16 ﴿
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.

﴾ An Naml:17 ﴿
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

﴾ An Naml:18 ﴿
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu , agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

﴾ An Naml:19 ﴿
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

﴾ An Naml:20 ﴿
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

﴾ An Naml:21 ﴿
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

Burung Hud-hud menemukan Ratu Balqis di Negeri Saba (INDONESIA)

﴾ An Naml:22 ﴿
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

﴾ An Naml:23 ﴿
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

﴾ An Naml:24 ﴿
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbu atan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

﴾ An Naml:25 ﴿
agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

﴾ An Naml:26 ﴿
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.

﴾ An Naml:27 ﴿
Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

﴾ An Naml:28 ﴿
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

﴾ An Naml:30 ﴿
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

﴾ An Naml:31 ﴿
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

﴾ An Naml:32 ﴿
Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)”.

﴾ An Naml:33 ﴿
Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanla h apa yang akan kamu perintahkan”.

﴾ An Naml:34 ﴿
Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya , dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

﴾ An Naml:35 ﴿
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.

﴾ An Naml:36 ﴿
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

﴾ An Naml:37 ﴿
Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawana n) yang hina dina”.

﴾ An Naml:38 ﴿
Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembes ar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

﴾ An Naml:39 ﴿
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

﴾ An Naml:40 ﴿
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

﴾ An Naml:41 ﴿
Dia berkata: “Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)”.

﴾ An Naml:42 ﴿
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.

﴾ An Naml:43 ﴿
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

﴾ An Naml:44 ﴿
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.

﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.

﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.

﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

﴾ Saba’:12 ﴿
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

﴾ Saba’:13 ﴿
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.

﴾ Saba’:14 ﴿
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.

﴾ Saba’:15 ﴿
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.

﴾ Saba’:16 ﴿
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.

﴾ Saba’:17 ﴿
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

﴾ Saba’:18 ﴿
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.

﴾ Saba’:19 ﴿
Maka mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami”, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancur nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.

﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.



Borobudur Bangunan Peninggalan Nabi Sulaiman?

Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaa nnya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit (kerajaan Majapahit), dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman’.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat.”Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan” (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaan terakhirnya di Borobudur diakhir abad ke-8 Masehi. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih” (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia.”Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbu atan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk” (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.(QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah ‘maja’ yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. “Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya.

Ada juga kemungkinan nabi sulaiman AS itu dulu membuat candi-candi dengan bantuan jin dan hewan-hewan di Indonesia sebagai bukti kebesaran kekuatan ALLAH SWT kepada masyarakat negeri Indonesia (saba) dulu semasa orang-orang indonesia masih menyembah matahari, tetapi mereka (masyarakat indonesia) dulu malah menganggap kekuatan itu semua adalah ‘sihir yg sesat’, kemudian ALLAH SWT pun murka kepada mereka (masyarakat saba/indonesia) dan didatangkanlah banjir yg sangat besar, sehingga terkubur dan tenggelamlah semua bangunan-bangun an itu dan semua rakyat ‘saba’, dan hanya meninggalkan sedikit rakyat yg hidup, kemudian iblis pun datang membisikkan ke sisa-sisa rakyat ‘saba’ yg masih hidup tadi agar membuat agama baru yaitu hindu dan budha melalui fakta-fakta peradaban dari candi-candi yg terkubur dan tidak terkubur di semua daerah indonesia

﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.

﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.

Ingat, dulu borobudur itu sebenarnya terkubur, begitu juga piramida yg terkubur menjadi gunung (gunung lalakon, sadahurip,dll).

Walisongo adalah orang-orang yang terdapat dalam ayat AL-Qur’an

﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.

﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.

﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

berikut fakta tentang ajaran walisongo yg tidak ada di ajaran islam :

Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi. Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin. Suatu hari, Saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang. Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

ALLAH SWT murka atas kedurhakaan bangsa saba (Indonesia), mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT pun tidak meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri nikmatNYA, banjir besar pun datang sebagai pertanda murka ALLAH SWT : “Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman” (QS AS-Saba ayat 18). Pulau-pulau di Indonesia pun terpisah-pisah, yg tadinya bersatu.

Wallahu’alam bishawab..

(mujahidinanonymous.wordpress.com)
mujahidinanonymous
Quote
 
0
AL-Qur' an adalah pedoman hidup manusia, semua sejarah ada di dalamnya, bukan hanya sejarah dari negeri arab atau timur tengah, tetapi juga indonesia dan seluruh dunia..

Tahukah anda? Bahwa sebenarnya Kronologi Sejarah Islam dan peradabannya ada di ayat-ayat AL-Qur’an Suroh An-Naml 16-48 dan di Suroh Saba 12-41 ? entah mengapa ada yang menutup-nutupi kebenaran sejarah islam dan peradabannya yg sangat maju di negeri Indonesia ini, mungkin juga di karenakan orang-orang indonesia terdahulu yang telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri, hingga mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT pun tidak meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri nikmatNYA. Berikut Kronologi Sejarah Islam Indonesia dan Peradaban Islam di Indonesia yg di ambil dari AL-Qur’an :

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).

An Naml:16 ﴿
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.

﴾ An Naml:17 ﴿
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

﴾ An Naml:18 ﴿
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu , agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

﴾ An Naml:19 ﴿
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

﴾ An Naml:20 ﴿
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

﴾ An Naml:21 ﴿
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

Burung Hud-hud menemukan Ratu Balqis di Negeri Saba (INDONESIA)

﴾ An Naml:22 ﴿
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

﴾ An Naml:23 ﴿
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

﴾ An Naml:24 ﴿
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbu atan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

﴾ An Naml:25 ﴿
agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

﴾ An Naml:26 ﴿
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.

﴾ An Naml:27 ﴿
Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

﴾ An Naml:28 ﴿
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

﴾ An Naml:30 ﴿
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

﴾ An Naml:31 ﴿
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

﴾ An Naml:32 ﴿
Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)”.

﴾ An Naml:33 ﴿
Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanla h apa yang akan kamu perintahkan”.

﴾ An Naml:34 ﴿
Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya , dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

﴾ An Naml:35 ﴿
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.

﴾ An Naml:36 ﴿
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

﴾ An Naml:37 ﴿
Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawana n) yang hina dina”.

﴾ An Naml:38 ﴿
Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembes ar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

﴾ An Naml:39 ﴿
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

﴾ An Naml:40 ﴿
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

﴾ An Naml:41 ﴿
Dia berkata: “Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)”.

﴾ An Naml:42 ﴿
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.

﴾ An Naml:43 ﴿
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

﴾ An Naml:44 ﴿
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.

﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.

﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.

﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

﴾ Saba’:12 ﴿
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

﴾ Saba’:13 ﴿
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.

﴾ Saba’:14 ﴿
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.

﴾ Saba’:15 ﴿
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.

﴾ Saba’:16 ﴿
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.

﴾ Saba’:17 ﴿
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

﴾ Saba’:18 ﴿
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.

﴾ Saba’:19 ﴿
Maka mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami”, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancur nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.

﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.



borobudurBorobu dur Bangunan Peninggalan Nabi Sulaiman?

Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaa nnya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit (kerajaan Majapahit), dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman’.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat.”Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan” (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaan terakhirnya di Borobudur diakhir abad ke-8 Masehi. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih” (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia.”Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbu atan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk” (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.(QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah ‘maja’ yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. “Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya.

Ada juga kemungkinan nabi sulaiman AS itu dulu membuat candi-candi dengan bantuan jin dan hewan-hewan di Indonesia sebagai bukti kebesaran kekuatan ALLAH SWT kepada masyarakat negeri Indonesia (saba) dulu semasa orang-orang indonesia masih menyembah matahari, tetapi mereka (masyarakat indonesia) dulu malah menganggap kekuatan itu semua adalah ‘sihir yg sesat’, kemudian ALLAH SWT pun murka kepada mereka (masyarakat saba/indonesia) dan didatangkanlah banjir yg sangat besar, sehingga terkubur dan tenggelamlah semua bangunan-bangun an itu dan semua rakyat ‘saba’, dan hanya meninggalkan sedikit rakyat yg hidup, kemudian iblis pun datang membisikkan ke sisa-sisa rakyat ‘saba’ yg masih hidup tadi agar membuat agama baru yaitu hindu dan budha melalui fakta-fakta peradaban dari candi-candi yg terkubur dan tidak terkubur di semua daerah indonesia

﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.

﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.

Ingat, dulu borobudur itu sebenarnya terkubur, begitu juga piramida yg terkubur menjadi gunung (gunung lalakon, sadahurip,dll).

Walisongo adalah orang-orang yang terdapat dalam ayat AL-Qur’an

﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.

﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.

﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

berikut fakta tentang ajaran walisongo yg tidak ada di ajaran islam :

Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi. Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin. Suatu hari, Saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang. Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

ALLAH SWT murka atas kedurhakaan bangsa saba (Indonesia), mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT pun tidak meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri nikmatNYA, banjir besar pun datang sebagai pertanda murka ALLAH SWT : “Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman” (QS AS-Saba ayat 18). Pulau-pulau di Indonesia pun terpisah-pisah, yg tadinya bersatu.

Wallahu’alam bishawab..

(mujahidinanonymous.wordpress.com)
abdullah_samir
Quote
 
0
Saya hanya ingin mengomentari soal islam yang konon masuk ke indonesia di abad 7……
Oke semisal islam memang datang oleh para saudagar dan pedagang arab yang datang di abad ke 7 masehi, tapi pertanyaanya, kenapa dari abad ke-7 sampai abad ke-14 islam sama sekali tak maju-maju di wilayah nusantara…? Apa karena memang tak di terima, masyarakat setempat tak tertarik, atau pembawa islam tak mengajarkan/men dakwahkan islam kepada penduduk lokal…? Itu pertanyaannya! Justru di abad-abad itu malah berdiri kerajaan hindu yang luar biasa besar yaitu “majapahit”, mana peranan islam yang di bawa saudagar-saudag ar itu…?????? 8 abad ngapain aja para umat islam yang datang dari timur tengah itu…???? Tunduk di ketiak majapahit??? Sampai pada masanya walisongo mendirikan kerajaan2 islam di abad 14 barulah islam mengalami kemajuan, merekalah wali-wali yang mendirikan kerajaan yang bersyariat islam pertama di pulau jawa, dan akhirnya majapahit pun bisa takluk dengan kerajaan demak yang notabene berlandaskan islam..! tak bisakah berfikir di situ…?
Maaf saya bukan seseorang yang suka mengkultuskan ulama-ulama, tetapi saya orang yang tau diri dan mau menghormati jasa-jasa orang-orang yang telah punya peran besar terhadap agama ini, saya yakin tak ada maksud mereka untuk mengajarkan keburukan, apapun yang mereka lakukan untuk mengenalkan masyarakat setempat yang awam kepada Allah SWT sang penciptanya…!
abdullah_samir
Quote
 
0
Saya hanya ingin mengomentari soal islam yang konon masuk ke indonesia di abad 7……
Oke semisal islam memang datang oleh para saudagar dan pedagang arab yang datang di abad ke 7 masehi, tapi pertanyaanya, kenapa dari abad ke-7 sampai abad ke-14 islam sama sekali tak maju-maju di wilayah nusantara…? Apa karena memang tak di terima, masyarakat setempat tak tertarik, atau pembawa islam tak mengajarkan/men dakwahkan islam kepada penduduk lokal…? Itu pertanyaannya! Justru di abad-abad itu malah berdiri kerajaan hindu yang luar biasa besar yaitu “majapahit”, mana peranan islam yang di bawa saudagar-saudag ar itu…?????? 8 abad ngapain aja para umat islam yang datang dari timur tengah itu…???? Tunduk di ketiak majapahit??? Sampai pada masanya walisongo mendirikan kerajaan2 islam di abad 14 barulah islam mengalami kemajuan, merekalah wali-wali yang mendirikan kerajaan yang bersyariat islam pertama di pulau jawa, dan akhirnya majapahit pun bisa takluk dengan kerajaan demak yang notabene berlandaskan islam..! tak bisakah berfikir di situ…?
Maaf saya bukan seseorang yang suka mengkultuskan ulama-ulama, tetapi saya orang yang tau diri dan mau menghormati jasa-jasa orang-orang yang telah punya peran besar terhadap agama ini, saya yakin tak ada maksud mereka untuk mengajarkan keburukan, apapun yang mereka lakukan untuk mengenalkan masyarakat setempat yang awam kepada Allah SWT sang penciptanya…!
abdullah_samir
Quote
 
0
Saya hanya ingin mengomentari soal islam yang konon masuk ke indonesia di abad 7……
Oke semisal islam memang datang oleh para saudagar dan pedagang arab yang datang di abad ke 7 masehi, tapi pertanyaanya, kenapa dari abad ke-7 sampai abad ke-14 islam sama sekali tak maju-maju di wilayah nusantara…? Apa karena memang tak di terima, masyarakat setempat tak tertarik, atau pembawa islam tak mengajarkan/men dakwahkan islam kepada penduduk lokal…? Itu pertanyaannya! Justru di abad-abad itu malah berdiri kerajaan hindu yang luar biasa besar yaitu “majapahit”, mana peranan islam yang di bawa saudagar-saudag ar itu…?????? 8 abad ngapain aja para umat islam yang datang dari timur tengah itu…???? Tunduk di ketiak majapahit??? Sampai pada masanya walisongo mendirikan kerajaan2 islam di abad 14 barulah islam mengalami kemajuan, merekalah wali-wali yang mendirikan kerajaan yang bersyariat islam pertama di pulau jawa, dan akhirnya majapahit pun bisa takluk dengan kerajaan demak yang notabene berlandaskan islam..! tak bisakah berfikir di situ…?
Maaf saya bukan seseorang yang suka mengkultuskan ulama-ulama, tetapi saya orang yang tau diri dan mau menghormati jasa-jasa orang-orang yang telah punya peran besar terhadap agama ini, saya yakin tak ada maksud mereka untuk mengajarkan keburukan, apapun yang mereka lakukan untuk mengenalkan masyarakat setempat yang awam kepada Allah SWT sang penciptanya…!
ahmad nursoleh
Quote
 
+2
Saya hanya kasih saran, berhubung ummat muslim itu sifatnya fanatik, tak mudah bagi ummat islam menerima perbendaan, gampang di panas-panasi, gampang naek darah dan gampang di provokasi, makanya setiap baca artikel itu di telaah dengan baik, jangan kamu percaya mentah2, karena di internet tak semuanya bisa di percaya 100%, jangan hanya manggut-manggut terus teriak “astafirullah…. naudzubillah….. dsb”, ayolah dewasa rekan2 muslim, jangan mudah dikibuli pihak2 asing tak bertanggubngjaw ab yang tujuanya Cuma memecahbelah ummat islam! Kepala dingiin….kepala dingiinnn…istiq far….. :-)
Nur_ikhsan
Quote
 
0
Quoting gak pake telor:
Ternyata banyak manusia yg tidak mau menerima kebenaran karna hasutan syetan2 dalam dirinya. Mereka ini tidak berilmu menanggapi dengan komen2 yang tidak ada dasarnya.
Mudah2an sampean2 ini diberi hidayah dan tidak menjadi jahil terhadap karya tulis orang. Karna tulisan ini kan diambil dari berbagai sumber yang benar dan tidak mengada ada.


Sorry bro, ini bukan masalahnya si syaiton atau iblis atau siapapun, tapi ini masalah “internet”, dan semuanya gampang termanipulasi di internet, sebagian orang berkata kalau internet itu bukan referensi legal untuk sciene / ilmu pengetahuan, opini pribadi di sertai dasar-dasar ilmiah sekalipun tak bisa di jadikan patokan hipotesis, tulisan ini namanya “opini”, bukan “riset”! sebuah artikel bisa saja di pesan pihak-pihak tertentu untuk tujuan tertentu! kalau soal mencari pembenaran di internet banyak broo, bahkan seorang atheis dan atheisme saja sudah punya pondasi kuat untuk membuktikan bahwa tuhan itu tak ada, di sertai dasar-dasar dan riset ilmiah dan semuanya ada di internet!, begitu juga orang nasrani, semuanya juga bisa membuktikan mereka paling benar di sini, makanya kamu kalau dapat artikel janggal itu di kunyah dulu, jangan mentah-mentah di telan! Tunjukan kamu itu orangnya kritis, jangan jadi orang yang gampang di bodoh-bodohi sama anonym di blog dan internet! ini baru baca berita dikit langsung manggut-manggut , dikit dikit teriak, masya allah, astafirullah, naudzubillah, padahal yang di bacanya belum tentu benar!.... baca-pikir-buat kesimpulan! Jangan mau di bodoh-bodohi!
umam
Quote
 
0
tulisanny wahabi banget
masa' walisongo bentukan sultan turki?wakakakak....
sunan ampel kan dari champa, keponakan dewi amaravati, permaisuri raja brawijaya V
lemahireng
Quote
 
0
Orang pinter klu hatinya gelap......itu adalah SUPER BODOH. Apakah ada kuliah jurusan menjernihkan hati?
amaqamy
Quote
 
+1
masuklah kedalam Islam secara kaffah, syahadat hakekatnya adalah satu wujud mengikatkan diri akan keesaan Allah, tiada Tuhan yang pantas untuk disembah selain Allah, karena selama ini kita sudah campur aduk gak karuan dan merasa sudah di "zona yang nyaman" maka akan teriak dan menolak kalau ada sesuatu ajaran yang "baru" (sebenarnya sudah lama karna baru ditahu) walaupun itu nyata kebenarannya, dengan berbagai dalih untuk menolak dan mengatakan kesesatannya . wallahu'alam.
muyiz
Quote
 
0
Kita Bersrah diri pada Allah SWT,,,Semoga kita dibukakan Jalan yg Benar,,,,,AMin

:-?
GT
Quote
 
0
Jangan menghujat walisongo mereka hidup pada zamannya dengan kesulitannya
Janganlah bersombong diri merasa lebih baik dari mereka
Sedikit banyak jawa ini diislamkan oleh mereka
Jangan merasa golongan sendiri lebih baik, orang lain sesat atau bahkan kafir.
Tantangan zaman kinilah untuk lebih meningkatkan kualitas keislaman kita.
Tanpa mengkafirkan orang lain.
bedjo
Quote
 
-1
orang ini agen zionis, dan wahaby sekali tulisannya... bodoh tetapi sok pintar.. belajar lagi bung!!!
Nasrochan
Quote
 
-1
Banyak orang menyangka dan mengira, bahwa Tokoh2 Ulama Nusantara Penyebar Islam Penuh Mistik dan Takhayul, sehingga tanpa pikir panjang dengan bermodal akal dan Pemahaman Islam Yang Dangkal ingin mengaburkan sejarah.
Sungguh Malang Nasib umat Islam Indonesia, sama Ulamanya aja tidak mengenal apalagi ajaran Mereka, Padahal Pendahulu anda di Indonesia adalah Ahlu Laa ilahaillalloh dari Pasai sampai Kalimantan.
Pelajarilah Sejarah Ulama' Anda, bagaimana bisa masuk diPajajaran di Majapahit dan menyebarkan Islam dengan damai. sampai mendirikan Kerajaan Islam.
Dan yang lebih penting bagaimana mereka bisa memperoleh derajat Kewalian disisi Alloh.
Kenapa anda sekarang pada meninggalkan ajaran mereka lebih memilih ajaran kulit Islam yang hanya dibungkus Qur'an dan Hadist. Dan apakah anda mengira bahwa ajaran Para Penyebar Islam dilandasi Mistik dan Takhayul tidak dilandasi Nash.
Berapa banyak ma'na Kiyasan yang Para Wali buat, namun anda sepelekan dan yang mengherankan anda tidak paham dan menanyakan apakah ajaran ini ada dasarnya dalam Islam?
Misalnya: "Sirotol Mustaqim adalah jembatan penyeberangan diakhirat seperti rambut dibelah tujuh"
Bukankah Kiasan ajaran tersebut menunjukkan bahwa orang yang hendak berjalan menuju Tuhan tidak mudah.
Bagaimana Kanjeng sunan Kalijaga mengajarkan tembang Lir-ilir...., apakah ajaran tersebut tidak ada ma'nanya?
Ketahuilah Saudaraku, Para Wali mengajarkan Islam dengan Hati, hati itulah yang harus diperbaiki terlebih dahulu dan dikenalkan pada Alloh, bukan cukup mengerti Alloh. barulah setelah hati condong, dikenalkan Syari'at, sehingga ketika dikenalkan syari'at, sudah ada Ruh Islamnya.
Bukan seperti orang sekarang, banyak baca Qur'an dan Hadist, rajin sholat tetapi hatinya kosong. bahkan sama Nabinya aja ndak kenal.
Bukankah Ajaran Islam yang pertama adalah mengenal Alloh (Awwaluddin Ma'rifatullah), baru anda menta'atinya dengan menjalankan Syari'at?
Ingatlah Saudaraku, semua umat Islam itu mengerti Alloh dan Rosulnya tapi belum tentu mengenal-Nya. sebab jika anda mengenal Alloh dan Rasulnya, Dia (Alloh dan Rasulnya) akan mengenal anda?
Jangan Pernah Ragu dengan Para Wali Pendahulu kita. Intropeksi diri. jangan banyak menghujat apalagi menggunakan Ayat-ayat Alloh yang pada hakekatnya anda tidak paham.
Nasrochan
Quote
 
+3
Nasab Syekh Siti Jenar Bersambung Sampai ke Rasulullah saw diakui oleh Rabithah Azmatkhan

Abdul Jalil Syeikh Siti Jenar bin

1. Datuk Shaleh bin

2. Sayyid Abdul Malik bin

3. Sayyid Syaikh Husain Jamaluddin atau Jumadil Qubro atau Jamaluddin Akbar Al-Khan (Gujarat, India) bin

4. Sayyid Ahmad Shah Jalal atau Ahmad Jalaludin Al-Khan bin

5. Sayyid Abdullah AzhmatKhan (India) bin

6. Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir AzhmatKhan (Nasrabad) bin

7. Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut, Yaman) bin

8. Muhammad Sohib Mirbath (lahir di Hadhramaut, Yaman dimakamkan di Oman) bin

9. Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin

10. Sayyid Alawi Ats-Tsani bin

11. Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin

12. Sayyid Alawi Awwal bin

13. Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin

14. Ahmad al-Muhajir (Hadhramaut, Yaman ) bin

15. Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi (Basrah, Iraq) bin

16. Sayyid Muhammad An-Naqib bin

17. Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin

18. Sayyidina Ja’far As-Sodiq (Madinah, Saudi Arabia) bin

19. Sayyidina Muhammad Al Baqir bin

20. Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin {menikah dengan (34.a) Fathimah binti (35.a) Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib, kakak Imam Hussain} bin

21. Al-Imam Sayyidina Hussain bin

(22.a) Imam Ali bin (23.a)Abu Tholib dan (22.b) Fatimah Az-Zahro binti (23.b) Muhammad SAW
den bagus
Quote
 
0
Kok selalu yahudi di jadikan kambing hitam, apa hubungannya?, sebegitu bencikah terhadap yahudi???
sastrowardi
Quote
 
0
maaf, yang terpenting tetap 3T, ingaT tobaT taaT. Wong jowo arep po di sio sio tetep mulyo. Njeng Nabi Muhammad S.A.W. memperoleh wahyu di GUO. Tradisi ARAB Islam Mana yang mengajarkan orang bertapa agar mendapat wahyu :sad:
King
Quote
 
0
Dipelajari dulu asal sumber ma keaslian cerita ini baru koment...
mungkin ini bisa jadi asal usul banyak'y ormas islam di negeri ini dan di luar negeri sana yang ironis'y ajaran'y ga sama 100% (beda-beda dikit), malah ada yang nyimpang bener! kalian pasti bertanya mana yang bener dan yang pasti masuk surga seperti kutipan hadist :
عن معاوية قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين وسبعين ملة وإن هذه الملة ستفترق على ثلاث وسبعين ثنتان وسبعون فى النار وواحدة فى الجنة وهى الجماعة ... أخرجه أبو داود والدارمي

Dari Mu'awiyah berkata, Rasulullah saw bersabda: Ketahuilah siapa-siapa dari Ahli Kitab sebelum kalian telah terpecah menjadi tujuh puluh dua millah (agama), dan sungguh millah ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua diantaranya masuk neraka, sedangkan satu golongan masuk surga, mereka itu al-jama'ah... (HR. Abu Dawud dan Ad-Darimi).
(coba yang ngaku belajar ILMU TAFSIR TANPA DI DASARI ILMU KALAM, NAHWU SHOROF, BALGHOH MANTIQ .. ILMU TATA BAHASA MENAFSIRI ALQUR'AN artiin hadist diatas!! sama ga artinya? bahasa Qur'an ma Hadist beda lho! dan keduanya beda ma bahasa arab...klo ga beda ngapain kalian belajar banyak tata bahasa)
YANG BELUM TAU ITU HADIST DIATAS SHOHIH ATAU DO'IF JANGAN KOMENT!!!!!
apa itu al-jama'ah?? cari tau aja sendiri ... :P
King
Quote
 
0
Dipelajari dulu asal sumber ma keaslian cerita ini baru koment...
mungkin ini bisa jadi asal usul banyak'y ormas islam di negeri ini dan di luar negeri sana yang ironis'y ajaran'y ga sama 100% (beda-beda dikit), malah ada yang nyimpang bener! kalian pasti bertanya mana yang bener dan yang pasti masuk surga seperti kutipan hadist :
عن معاوية قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين وسبعين ملة وإن هذه الملة ستفترق على ثلاث وسبعين ثنتان وسبعون فى النار وواحدة فى الجنة وهى الجماعة ... أخرجه أبو داود والدارمي

Dari Mu'awiyah berkata, Rasulullah saw bersabda: Ketahuilah siapa-siapa dari Ahli Kitab sebelum kalian telah terpecah menjadi tujuh puluh dua millah (agama), dan sungguh millah ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua diantaranya masuk neraka, sedangkan satu golongan masuk surga, mereka itu al-jama'ah... (HR. Abu Dawud dan Ad-Darimi).
(coba yang ngaku belajar ILMU TAFSIR TANPA DI DASARI ILMU KALAM, NAHWU SHOROF, BALGHOH MANTIQ .. ILMU TATA BAHASA MENAFSIRI ALQUR'AN artiin hadist diatas!! sama ga artinya? bahasa Qur'an ma Hadist beda lho! dan keduanya beda ma bahasa arab...klo ga beda ngapain kalian belajar banyak tata bahasa)
YANG BELUM TAU ITU HADIST DIATAS SHOHIH ATAU DO'IF JANGAN KOMENT!!!!!
apa itu al-jama'ah?? cari tau aja sendiri ... :P
aghnia
Quote
 
0
kok komentar spt dah pernah melihat tuhan...
seolah paling benar,..plg hebat,...
Jika memang hebat ya...mestinya doanya maqbul...
Saya yakin, orang2 yg suka mengkafirkan orang lain atau memaki ulama spt itu,...jaminan anda adalah neraka....
Semoga agus junaedi ini diberi hidayah,..jika mati jasadnya di terima bumi,...mulutny a di ampuni,..karena fitnah yg di sebarkan lewat dunia maya inipun,...meleb ihi pembunuhan...ma sa allah,....
Wali Murid
Quote
 
0
memang kisah walisongo ada benar dan tidaknya...cont oh kebenaranya: si'ar agama melalui budaya wayang atau bebagai bidang walaupun satu ayat...Kesesata n cerita dari masyarakat...Su nan Kali Jaga bertapa di sungai selama 40 harinini menyalahi syareat islam...kesimpu lannya sebagian masyarakat yang benci islam membelokkan cerita aslinya...janga n heran jaman sekarang ada orang bisa melihat ka'bah bahkan seluruh dunia bahkan alam malaikat..Mas brow bisa menyaksikan secara live liga BBVA padahal kita nonton dirumah...karen a Frequensinya sama, gak mungkin Frequensi Radio AM ikutan masuk...mas brow harus juga paham ngaji bab alam goib jangan kitab tok...dan salah satu rukun iman...tapi gurunya harus mengajarkan tentang goib yang tidak menyalahi syareat islam...percaya lah Iblis menggoda kita sampai kiamat dan Alloh mengirimkan Malaikatnya menjaga kita sampai kiamat yaitu orang beriman dan bertaqwa...tida k menyalahi syareat islam atau musyrik...
sigit
Quote
 
0
Dalam mencari sebuah pembenaran maka logika akalnya dengan mencari kesalahan,itu terlalu umum sekali...secara pribadi saya sangat kecewa kepada anda kenapa sebagai orang berpendidikan tinggi anda bersikap seperti itu...terlalu biasa buat saya...
ANTI BIDAH & SYIRIK
Quote
 
0
Hanya orang yg diberi hidayah taufiq oleh Allah
Yang akan terbuka akal sakitnya dari pengaruh
Budaya Syirik, Bid'ah, Khurafat, Takhayul, Thathayyur, dst.

& juhala ibni jahl murakkab yg gembar-gembor Wahhabi
Dari nisbatnya saja sudah jahl bin jumud
Ketika ada serangan dari Aqidah Ash-Shahihah maka cangkem2 juhala itu pun berisik bak anak burung kelaparan
Padahal intinya lapak syirik itu adl ASET FINANCIAL bgi Quburiyyun & Ahlul Ahwa
Kalo bukan MONEY they won't scream of Wahhabi just because of Salaf came along with The Purification of Ibadah from all kind of Shirk
Pengamat
Quote
 
0
Dari sebagian komentar-koment ar yang ada kelihatanlah kenapa bangsa kita susah sekali mau jadi bangsa besar. Ada perbedaan pendapat seperti ini saja bisa keluar bantah-bantahan saling menjatuhkan bahkan dengan maki-makian. Kalo tatap muka beneran bisa sampe gontok-gontokka n bunuh-bunuhan kali ya.. :P


Ironis lah kalau sama-sama mengaku islam tapi bisa saling bermusuhan. Ini kan cuma opini, kenapa dijadiin bahan buat pertikaian. Kan masing-masing kita sebagai manusia juga sudah dibekali akal, mana yang benar mana yang salah bisa kita gali kebenarannya, harapannya sama kok, makanya kan mana ada pihak2 yang mau dibilang sesat, yang penting tujuannya baik caranya baik, perkara ajaran siapa yang salah ajaran siapa yang benar gak usah saling menyerang, pada dasarnya kan kembali lagi kepada diri kita dan akal kita serta sejauh mana hidayah yang sudah sampe kepada kita yang udah dikasih sama Allah, selama nggak mengada-ada sampai bertolak belakang dengan Al-quran harusnya kan gak jadi masalah.

Kan pertanggung-jaw abannya nanti juga kita masing-masing kepada Allah, balik lagi kepada akal dan keimanan kita, sejauh mana perjalanan kita di dunia digunakan untuk terus beramal, belajar dan mencari kebenarannya. Kalo mau beradu argumentasi ya boleh, kemukakan faktanya kemukakan opininya, tapi ya tetap yang baik dong caranya.

Kan bikin dosa aja kalo berantem maki-makian. Agama kita kan agama damai. Intinya kan sama-sama ajaran agama Islam. Dengan agama lain aja diajari toleransi kok, ya kan? peace ah! ^^
robie
Quote
 
-1
bangun... dah siang... Pa Agus/Prof. Hasanu Simon udah sahur belum....
memangnya cuma dengan referensi satu buku bisa menghapuskan referensi-refer ensi yang lain, apalagi dari Belanda yang memang ingin mengecilkan peran Islam.... coba bandingkan dengan referensi lain, baru nulis.....
gak pake telor
Quote
 
+1
Ternyata banyak manusia yg tidak mau menerima kebenaran karna hasutan syetan2 dalam dirinya. Mereka ini tidak berilmu menanggapi dengan komen2 yang tidak ada dasarnya.
Mudah2an sampean2 ini diberi hidayah dan tidak menjadi jahil terhadap karya tulis orang. Karna tulisan ini kan diambil dari berbagai sumber yang benar dan tidak mengada ada.
gak pake telor
Quote
 
0
Ternyata banyak manusia yg tidak mau menerima kebenaran karna hasutan syetan2 dalam dirinya. Mereka ini tidak berilmu menanggapi dengan komen2 yang tidak ada dasarnya.
Mudah2an sampean2 ini diberi hidayah dan tidak menjadi jahil terhadap karya tulis orang. Karna tulisan ini kan diambil dari berbagai sumber yang benar dan tidak mengada ada.
Anti Wahabi
Quote
 
0
Gerakan Wahabi di Indonesia mulai ngawur dan ugal-ugalan, nggak tanggung2, para aulia dan waliyullah pun jadi korban fitnahnya.

Wahabi hanya menganggap benar apa yg menjadi aliran kerajaan Saudi, padahal, Saudi Arabia sendiri diem aja tetangganya (Palestina) dihabisin sama Yahudi-Zionis.. .
Bonek
Quote
 
0
Duwe cocot dijogo cak, nek pinter ojok kemero cak, bonek masio brutral budaya sejarah sek isok jogo awak cak cak.. Ngomong adane bicara pean cak..
M ALI ALBAIS
Quote
 
0
seseorang yang mengkaji sejarah namun terkubur pada keilmuan semata ... INDONESIA ADALAH NEGARA KESATUAN ... SILAHKAN ANDA AKAN MENGUBUR SEJARAH PERJUANGAN PAHALAWAN BANGSA ... MANUSIA KALO INGIN TERKENAL YAA BEGINI LUPA CARA MERASA ILMUNYA PALING TINGGI .... HIDUP MASIH NUMPANG DI TANAH AIR INDONESIA NAMUN JIWA-JIWA YAHUDI NASRANI .. MENGAKU ISLAM NAMUN MERUSAK CITRA KEISLAMAN ITU SENDIRI ,,, BAGAIMANA BELAJAR ILMU TAFSIR TANPA DI DASARI ILMU KALAM, NAHWU SHOROF, BALGHOH MANTIQ .. ILMU TATA BAHASA MENAFSIRI ALQUR'AN SAK PENAK UDEL-MU DEWE ,,, DI SIPLIN ILMU SERTA ADABNYA ILMU ITU DIMAN ,, CERMIN AHKLAQ NABI DI MANA ,, ROSULULLOH TIDAK PERNAH MENINGGALKAN ADAB DALAM BERGAUL APA LAGI MENILAI SESAT PADA SAHABAT-SAHABAT NYA .. MENGADU DOMBA ITU CERMIN AJARAN WAHABI DAN KAUM KHAWARIJ .. YANG BELAJAR AL-QUR'AN BARU MENCAPAI TENGGEROKAN SAJA UDAH BERANI DAKWAH ,, SEMOGA SAJA ALLOH MEMBERIKANMU JALAN TERANG .... KAMI ANAK BANGSA INDONESIA AKAN SELALU MENJUNJUNG TINGGI AMANAT IBU PERTIWI SEJARAH WALISONGO MAU DI GANTI DENGAN SEJARAH WAHABI ... SANG PEMBAWA ISLAM DI INDONESIA .. HAHAHAAHA MIMPI MIMPI ... PENULIS SEJARAH MASA LALU SELALU MENGHORMATI PARA PENDAHULUNYA ,,,, JADI IBARAT KACANG GAK LUPA AMA KULITNYA ,, SEDANG WAHABI HIDUP NUMPANG DI IBU PERTIWI NAMUN MAU MENGUBUR SEJARAH NEGRI INDONESIA ,,, SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN ,,,
wong alas
Quote
 
0
semua ilmu berasal dari Alloh,jd qt hanya mnta petunjuk kpdx maka akan terbukalah kebenaran.
lakumdinukum waliyadin.
:-*:P8):o;-):D:-)
wong alas
Quote
 
0
semua ilmu berasal dari Alloh,jd qt hanya mnta petunjuk kpdx maka akan terbukalah kebenaran.
lakumdinukum waliyadin.
mujib
Quote
 
0
mas profesor anda itu mulanya orang terhormat tapi kenapa berusaha merendahkan diri sendiri dengan keilmuan anda, katanya orang berpendidikan tapi kok kayak anda mau menyatakan "saya adalah yang benar." renungkan mulut mu harimaumu
BOSSPULSA.COM
Quote
 
-1
Saya sebelumnya memang agak merasa aneh dengan tingkah laku wali di Kisah Wali Songo ini, misalnya:
1.Sunan Kalijogo yang disuruh jaga tongkat, aneh sekali memang
2.Walisongo memakai alat musik dan wayang, sementara ulama' NU dan Muhammadiyyah waktu dulu tidak suka musik dan lain-lain, jadi Wali Songo tidak punya murid dong
3.Banyak lagi sih

Namun soal Walisongo Freemansory saya kurang ngerti, mungkin mereka cuman sekedar sufi saja? Wallaahu A'lam///
ihsan
Quote
 
0
penulis memberikan cerita hanya berdasarkan hal yang nyata saja atau berhubungan dengan sesuatu yg berbau logika dan cuma mencukil ayat-ayat alquran. penulis lupa bahwa Allah sangat jauh diluar logika. ada perbedaan antara hal mitos yang berdasarkan sihir dgn kekuatan krn kuasa dari Allah smp sekarang pun banyak ulama mempunyai kekuatan krn amalan dari Allah. positifnya memang penulis ingin mengajak kita utk menjauhi hal yg bersifat syirik. Dalam mendalami sejarah, penulis sebaiknya tdk hanya mencukil dari pendapat satu pihak saja tp harus didasarkan pendapat dari banyak pihak. Penulis juga harus ingat peperangan dulu di masa Nabi Muhammad tdk hanya antara manusia tapi antara malaikat dengan bala tentara iblis
Teguh Eko
Quote
 
0
Secara umum masa hanya akan menilai individu terlepas apapun agamanya, karena dasar utama adalah kebaikan yang dikerjakan yang akan diterima masa. Karena banyaknya agama diatas muka bumi merupakan sebagian dari takdir.
ardiyanchox
Quote
 
0
Waw, sekilas saya membacanya sangat kontroversial. Tapi sebagai sebuah sumber pembelajaran, tulisan ini sangat menarik.
MAaf sebelumnya..
pertama, mohon penulis memahami dulu apa itu mistik. Bedakan antara mistik, mistis, dan mitos.Ingat, mistik adalah jalan manusia untuk memahami Tuhan. Sholat adalah laku mistik. Tirakat, wiridan, dll
kedua, perlu diperhatikan kritik terhadap buku Syekh Siti Jenar. Kalau memang menganggap bahwa Siti Jenar tidak ada, tolong beri alasan yang kuat. Munir Mulkhan menggali Syekh Siti Jenar bukan hanya terfokus pada asal-usulnya (karena bagaimanapun asal-usulnya, namun ajaranya tetap ada). Beliau mencoba menggali inti dari ajaran Siti Jenar yang ajaranya (diakui atau tidak) ada dan berkembang di Jawa terlepas dari apakah orang tersebut memang ada atau tidak.
Berdasar itu semua, yang jelas islam memang tidak bisa diterima seperti halnya Islam di Arab. Orang Jawa sangat kuat sisi kebudayaanya, dan tidak bisa menelan mentah-mentah ajaran ISlam. Dan selalu diingat, bahwa Islam bukan Arab. Mistik Islam kejawen menganggap bahwa kesempurnaan hidup tercapai apabila manusia dapat bersatu dengan tuhan melalui laku mistik dan mempu menyerap sifat-sifat Tuhan untuk diaplikasikan kepada masyarakat umum. manunggaling kawula gusti dan memayu hayuning bawana.
tapi tetap, tidak ada manusia sempurna. manusia diciptakan untuk berproses dan belajar. Maaf sebelumnya, dan terima kasih8)
wong jowo
Quote
 
0
sing bener sing endi ..... sing pinter sing endi ??? podo salah-salahan, podo gak ngertine
Alhamdulillah ya..
Quote
 
0
Piye to, jadi orang Islam ko nggak pede. Pake bawa2 Hindu, Buddha& nenek moyang segala. Kalo nggak mengenal Islam kita ini apa? Kerak neraka! Alhamdulillah, saya dilahirkan sebagai Islam untuk merdeka, terbebas dr takhayul & wanti2nyo nenek moyang. Allahuakbar!;8)
mangkoe
Quote
 
0
kita ini tidak tahu...kita tahu hanya dari cerita baik itu berupa lisan atau tulisan yang bahasa kerennya dakwah atau kitab...kita tidak tahu kebenaran dengan mata kita sendiri...sebai knya kita ikuti kata hati masing masing berbuatlah baik..berkiblat lah kepada nenek moyangmu sendiri karena kalau tidak ada mereka kita ini apa...kita pasti tidak ada....salam hormat semua..MERDEKA
sams btg
Quote
 
0
maaf sbelumx bagi penulis dan pembahas........
bagi saudara2 muslim hal tesbt diatas jangan buat qta terpecah, ambil positifx
ADA bacaan yg tidal mungkin menyesatkan dan itulah petunjuk yg paling benar sampai akhir jaman hanya saja qta enggan bahkan lupa membukax yaitu AL-QUR'AN DAN HADIST cobalah membuka surat AL-KAFI ayat 59 dan 69 disitu saudara akan temukan jawabanx zaman demi zaman dan menghadapi zaman akan datang wassalam
mocanino juga
Quote
 
0
wah ..wah... [setelah kepojok dadi ngomong jowo? yoyo ora opop le. piye kabare sleman?]
dah deh ga usah ngalem. makane opo opo ki dipikerne. kowe ora macem-macem nak urusan karo mason asu. ndonyo lagi perang, kowe nek kakean cangkem tur ora bener iso si dikat mason dewe.
bocahe
Quote
 
0
mencari ulama yang tepat untuk mencari ilmu...
ulama yang mana njih?
bukankah yang penting ikhlas dalam belajar?
bukan belajar untuk 'minteri' orang lain.
Pengamat
Quote
 
+1
Lamun aja pada padudon ing karsa, iki siriking ngelmu.
Menawi durung kaduga, aluwung mendel kewala.
Anging kasilna kang titi, marang Ulama.
Myang pra sujaning budi.



Hindarilah bertengkar pendapat, ini kesyirikan mencari ilmu.
Apabila belum mumpuni, lebih baik diam menahan diri.
Tetap belajar dengan tekun, kepada Ulama.
Demi mencapai kesempurnaan jiwa.
mocacino juga
Quote
 
0
eh ngomong-ngomong Jerrusalem juga pusat agama Hindu lho...


[ah... lo nich sukanya ngaco kaya pengumpat. dia kan bewildered mind, tapi sok tau. biasa sedikit belajar kurang tahu, banyak belajar.. ga mudeng-mudeng.]
bocahe
Quote
 
0
step 1 : niat
step 2 : usaha
step 3 : ikhlas

ketiganya harus benar. insya Alloh ilmu yang didapatkan juga benar
madd
Quote
 
0
pelajaran buat seluruh umat manusia, jangan dulu percaya dengan apa yang dketahuinya ... carilah ilmu baru buatlah sebuah keputusan ...
Pengamat
Quote
 
0
Demografi HBI (Hindu Buddha Islam):

Bali = H
Arab = I
Tibet = B
Gujarat = HI
Thailand = B
Nepal = HB
dll.



Hanya ada 2 daerah HBI mayor di dunia ini:

Jawa (Tengah/DIY)
India Utara (Srinagar/Jammu /Kashmir)
Pengamat
Quote
 
0
Di dunia ini, daerah dengan jejak Hindu-Buddha-Is lam sekaligus (Daerah HBI) adalah daerah yang sangat tinggi nilai sejarahnya. Peradaban HBI sekaligus hanya ditemukan di sekitar India Utara dan Jawa.


Contoh:

1. Kashmir/Srinaga r: Pemeluk Hindu, Buddha, Islam
2. DIY/Magelang dan sekitarnya: Prambanan, Borobudur, Islam

Diluar daerah HBI tersebut adalah daerah HB, BI, HI atau H, B, I saja.


Artinya, daerah HBI tersebut didatangi Peradaban Hindu, didatangi Peradaban Buddha, kemudian didatangi Peradaban Islam. Kesimpulannya daerah tersebut daerah leluhur penting (bebuyut Shem bin Nuh/Noah/Manu).


Kode keamanan
Segarkan