larger smaller reset

Kisah Kuburan Mbah Priok Membodohi Masyarakat

mbah-priok
Makam Mbah Priok, Koja, Tanjung Priok

Sebagian masyarakat kita ada yang cenderung lebih percaya kepada cerita-cerita irasional seperti kisah Mbah Priok yang penuh mistis dan bermuatan syirik, serta lebih banyak bermuatan unsur pembodohan yang justru merugikan masyarakat.

Berdasarkan catatan berbagai sumber, Mbah Priok alias Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Al Husaini Ass Syafi'i Sunni RA lahir pada tahun 1727 Masehi di Palembang (Sumatera Selatan) dan meninggal pada tahun 1756 di Batavia (Jakarta)

Artinya, ketika meninggal usianya baru 29 tahun. Masih relatif muda. Mbah Priok meninggal tak berapa lama setelah ia menginjakkan kaki di Batavia. Artinya, ia belum sempat menyebarluaskan agama Islam di Batavia dan Pulau Jawa pada umumnya, namun sudah keburu meninggal dunia.

Lalu, dari mana ia bisa dijuluki sebagai ulama besar yang berjasa menyebarkan agama Islam? Mungkin saja, kiprahnya menyebarkan agama Islam dilakukan sejak ia masih di Sumatera Selatan. Namun, mengingat usianya yang relatif masih sangat muda, apakah sudah layak ia diberi gelar sebagai ulama besar yang berjasa menyebarkan agama Islam?

Kalau Mbah Priok ini sudah belajar agama sejak kecil, katakanlah sejak ia berusia 5 tahun melalui kakek dan orangtuanya, kemudian dianggap menguasai ilmu agama dan layak menjadi juru dakwah pada usia 20 tahun, maka secara matematis ia baru berkiprah selama sembilan tahun.

Apakah selama sembilan tahun itu Mbah Priok sudah berhasil menelurkan karya besar di bidang keagamaan, sehingga layak dijuluki sebagai ulama besar yang berjasa menyebarkan agama Islam? Rasanya kalau secara perhitungan akal, kiprah Mbah Priok bila dibandingkan dengan almarhum Buya HAMKA masih teramat sangat jauh. Atau, bila dibandingkan dengan Ustadz Syamsi Ali (Ketua Masyarakat Muslim di New York), kiprah Mbah Priok belum setara.

HAMKA


buya-hamka1
Haji Abdul Malik Karim Amrullah - HAMKA
Kepanjangan dari HAMKA adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di desa kampung Molek, Maninjau (Sumatera Barat), pada tanggal 17 Februari 1908 dan meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun. Semasa hidupnya HAMKA selain dikenal sebagai ulama juga dikenal sebagai sastrawan dan aktivis politik.

Ketika HAMKA berusia 10 tahun, ayahandanya (Syeikh Abdul Karim bin Amrullah) mendirikan lembaga pendidikan keagamaan bernama Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di tempat inilah HAMKA belajar agama Islam dan mendalami bahasa Arab. Selain itu, HAMKA juga belajar agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Pada usia 20 tahun, HAMKA menelurkan karya sastra berjudul Si Sabariah (1928) dan pada tahun 1921 HAMKA menyusun buku tentang tokoh Islam bertajuk Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq). Di tahun yang sama (1929), selain Pembela Islam HAMKA juga menerbitkan tiga buku lainnya, masing-masing berjudul Adat Minangkabau dan Agama Islam, Ringkasan Tarikh Ummat Islam, dan Kepentingan Melakukan Tabligh.

Sebagai sastrawan, HAMKA juga menelurkan karya berbobot seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937) ketika usianya belum mencapai 30 tahun. Semasa hidupnya ada sekitar 79 karya tulis yang berhasil ditulis HAMKA termasuk Tafsir Al-Azhar (Juz 01 – 30).

Di dunia pendidikan, kiprah HAMKA tertoreh dengan jelas. Misalnya, pada tahun 1927 HAMKA bekerja sebagai guru agama di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan. Pada tahun 1929 sebagai guru agama di Padangpanjang. Pada tahun 1957-1958 HAMKA menjadi dosen di Universitas Islam Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Padangpanjang. Setelah itu, HAMKA juga diangkat sebagai rektor di Perguruan Tinggi Islam Jakarta dan menjadi Guru Besar (Profesor) Universitas Moestopo, Jakarta.

Selain itu, HAMKA pernah menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar Cairo Mesir (1958), Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahun 1974. 

Muhammad Syamsi Ali


Muhammad-Syamsi-Ali1
Muhammad Syamsi Ali
Sosok Syamsi Ali (kelahiran 05 Oktober 1967) pernah diulas harian Republika melalui tulisan bertajuk Syamsi Ali Dai Indonesia Paling Berpengaruh di New York (Republika edisi Jumat, 08 Mei 2009). Da'i muda asal Sulawesi Selatan ini di negeri Paman Sam menjabat sebagai Ketua Masyarakat Muslim New York.Sejak 1997 ia menjadi Imam Mesjid Al-Hikmah di New York, dan memimpin Islamic Center of New York. Di sini, Syamsi membuka kelas khusus tiap pekan bagi orang-orang non-muslim yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai ajaran Islam. Di forum ini ia ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis, terutama mengenai tindakan negatif dari kelompok-kelompok tertentu yang sering mengatasnamakan Islam.

Peran Syamsi Ali dalam mengembangkan Islam yang damai di AS, terasa demikian penting bagi masyarakat AS. Sehingga ia kerap mendapat berbagai penghargaan. Antara lain, pada tahun 2006 New York Magazine menobatkan Syamsi Ali –bersama enam tokoh agama lainnya– sebagai salah satu dari tujuh tokoh agama yang paling berpengaruh di New York.

Tahun 2009, Syamsi Ali kembali menerima penghargaan dari National Ethnic Coalition Organizations (Koalisi Organisasi Etnik). Setiap tahun National Ethnic Coalition Organizations memberikan penghargaan kepada individu-individu yang dianggap telah memberikan kontribusi kepada masyarakat maupun kepada kehidupan secara umum (Ellis Island Medal of Honor Award).

Nama-nama penerima Ellis Island Medal of Honor Award ini ditorehkan pada dinding di gedung museum Ellis Island, sebuah pulau bersejarah yang merupakan tempat mendaratnya para imigran pertama kali di Amerika.

Pada usia 25 tahun, sekitar tahun 1992, Syamsi Ali berhasil menyelesaikan pendidikan setingkat S-1 dalam bidang Tafsir dari The International Islamic University, Islamabad, Pakistan. Sedangkan S-2 dalam bidang Perbandingan Agama diselesaikan pada tahun 1994 di Universitas yang sama, ketika Syamsi berusia 27 tahun. Dua tahun kemudian, ketika Syamsi Ali berusia 29 tahun (pada kisaran usia yang sama Mbah Priok meninggal dunia) Syamsi Ali mendapat kesempatan berceramah di Konsulat Jenderal RI Jeddah Saudi Arabia (musim haji tahun 1996).

Pada kesempatan itu, Syamsi Ali bertemu dengan beberapa jamaah haji luar negeri, termasuk Dubes RI untuk PBB, yang kala itu menawarkan kepadanya untuk datang ke New York, AS. Pada awal 1997 Syamsi Ali berangkat ke New York. Hingga kini ia berada di sana menjalankan tugas mulia memimpin komunitas Islam di New York, sekaligus menjadi jurubicara Islam bagi masyarakat non Islam yang ingin mengenal Islam.

Mbah Priok<%es/pics-nasional/mbah-priok2.1.jpg" 2Fp>

mbah-priok2.1
Makam Mbah Priok
Bila dibandingkan dengan sosok almarhum HAMKA dan M. Syamsi Ali yang kongkrit dan dapat ditelusuri jejak rekamnya, sosok Mbah Priok masih begitu samar dan penuh mistis. Termasuk, keterkaitannya dengan asal-usul nama Tanjung Priok.

Sebenarnya, asal-usul nama Tanjung Priok lebih dekat kepada sosok Aki Tirem, seorang kepala desa asal Tanjung, yang juga sangat terkenal karena keterampilannya membuat periuk nasi.

Kawasan Tanjung asal Aki Tirem berdomisili, kini berganti nama menjadi Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Keahlian Aki Tirem asal Tanjung membuat periuk nasi membuat masyarakat kala itu menyebut kawasan itu dengan nama Tanjung Periuk. Kemudian, nama Tanjung Periuk berubah logat menjadi Tanjung Priok.

Anehnya, media massa (pers) dan bahkan dinas pariwisata pemprov DKI sendiri lebih tertarik dengan asal-usul nama versi pengikut Mbah Priok yang mengisahkan bahwa nama Tanjung Priok diambil dari dayung sampan si Mbah yang dijadikan semacam batu nisan bagi kuburan Mbah Priok. Kemudian, dayung itu tumbuh menjadi pohon Tanjung.

Sedangkan istilah periuk diambil dari periuk nasi si Mbah yang sempat hanyut dibawa ombak untuk jangka waktu tertentu, namun kembali lagi dan terdampar di dekat kuburan si Mbah. Maka, jadilah kawasan itu diberi nama Tanjung Periuk alias Tanjung Priok.

Pers sebagai media pemberitaan yang profesional sudah tentu mempunyai fungsi mencerdaskan bangsa disamping fungsi pokoknya di bidang jurnalistik. Kecenderungan media massa memilih asal-usul nama Tanjung Priok versi pengikut Mbah Priok yang anarkis dan sesat, menunjukkan bahwa fungsi mencerdaskan bangsa yang diemban media massa belum berjalan sebagaimana mestinya.

Begitu juga dengan Pemprov DKI yang punya kecenderungan sama, menunjukkan bahwa mereka tidak menghargai senior mereka sendiri. Boleh dibilang, Aki Tirem tidak sekedar senior Lurah Warakas, tidak sekedar senior Camat Tanjung Priok, tetapi ia juga senior Walikota Jakarta Utara dan bahkan Gubernur DKI Jakarta.

Aki Tirem, Kepala Desa Tanjung yang pandai membuat periuk nasi ini, lebih layak dihormati oleh para pejabat tadi (mulai dari Lurah Warakas hingga Gubernur DKI Jakarta). Selain itu, asal-muasal nama Tanjung Priok yang berkaitan dengan sosok dan kiprah Aki Tirem lebih masuk akal dibandingkan dengan sosok Mbah Priok yang penuh aroma pembodohan dan mistis serta bernuansa syirik (dosa besar).

Peranan Pers

Kecerdasan suatu bangsa juga bisa dilihat dari sikap insan pers yang berkiprah di tengah-tengah bangsa tersebut. Bila insan pers lebih gandrung pada cerita-cerita mistis bernuansa pembodohan ala Mbah Priok ketimbang sejarah Aki Tirem dalam mengungkap asal-muasal nama Tanjung Priok, maka tidak bisa dielakkan adanya kesan bahwa insan pers kita masih belum maksimal menjalankan fungsi mencerdaskan bangsa.

Hanya detik.com yang mengungkap sisi lain asal-muasal nama Tanjung Priok dengan mewawancarai JJ Rizal ahli sejarah Betawi lulusan Universitas Indonesia. Media massa lainnya, justru terlihat lebih bersemangat mensosialisasikan sisi mistis makam Mbah Priok, sehingga memberikan kesan mendalam bagi masyarakat awam yang bodoh bahwa makam tersebut punya kekuatan lain (bernuansa syirik)Disamping itu, media massa juga telah mengarahkan opini masyarakat bahwa cerita versi pengikut Mbah Priok yang sesat dan anarkis itu adalah benar berkaitan dengan asal-muasal nama Tanjung Priok, salah satu Kecamatan di wilayah Jakarta Utara.

Harian Kompas yang selama ini memberi kesan sebagai koran para intelektual, ternyata tak luput dari kesan turut membodohi masyarakat. Antara lain sebagaimana bisa dilihat dari warta berjudul Sulitnya Mempertahankan Makam Keramat "Mbah Priok" (edisi Jum'at 12 Juni 2009). Salah satu alineanya berbunyi:

Tak hanya itu, pada tahun 2004, pihak pengelola pelabuhan pernah akan melakukan pembongkaran paksa dengan menggunakan buldozer. Tapi upaya ini juga dapat digagalkan karena kebesaran Allah. Buldozer tersebut macet dan terperosok dan para pekerja juga tertimpa musibah. "Bagi mereka yang berniat menggunakan lahan makam keramat untuk bisnis hendaknya berhati-hati dalam bertindak," kata Habib Ali.

Bila warta itu ditemukan pada koran kuning, barangkali masih bisa dimengerti (meski tidak bisa dibenarkan). Karena, biasanya koran kuning dalam rangka mengejar oplaag (tiras) cenderung mencari warta yang sensasional

Koran sekaliber Kompas tentunya tidak patut menurunkan warta seperti itu, karena lebih banyak bermuatan pembodohan. Sebab, boleh jadi gagalnya buldozer beroperasi akibat dari si operatornya yang sudah lebih dulu diliputi rasa takut, sehingga ia tidak bisa mengendalikan diri dan terperosok. Karena, boleh jadi operator buldozer juga orang-orang yang sepaham dengan almarhum Tajudin, angota Satpol-PP yang tewas dibantai massa pendukung Mbah Priok, padahal ia juga bagian dari komunitas Mbah Priok.

Begitu juga dengan okezone.com edisi 14 April 2010, melalui warta berjudul Sinar Makam Mbah Priok Terlihat Satelit? seolah-olah turut memberikan energi kepada orang awam yang percaya adanya kekuatan lain dari makam Mbah Priok. Selengkapnya sebagai berikut:

Sinar Makam Mbah Priok Terlihat Satelit?

JAKARTA - Kekeramatan makam wali Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain Ass Syafi'i Sunnira atau kerap disebut Mbah Priok, dikabarkan membuat tercengang para ilmuwan luar negeri.

Pengurus makam, Habibina, saat berbincang dengan okezone menuturkan, para ilmuwan tersebut melihat sinar yang memancar dari makam hingga ke luar angkasa.

Habibina menyebutkan, pada 14 Maret 2000 lalu beberapa orang asing yang mengaku utusan dari berbagai negara, seperti Amerika, Jerman, Rusia, dan Australia, mendatangi ahli waris.

Para ilmuwan ini, kepada ahli waris menuturkan, mereka melihat dari satelit terdapat sinar yang memancar dari Indonesia. Mereka menduga sinar tersebut merupakan senjata laser.

"Kemudian orang-orang asing itu mendatangi lokasi untuk mencari sinar laser yang menurut mereka itu adalah senjata laser. Ketika dilihat ternyata berasal dari makam kramat ini," tuturnya.

Demikian dituturkannya kepada okezone yang diajak berbincang di majelis taklim yang berada di area komplek makam.

Habibina mengungkapkan, jika makam Mbah Priok merupakan makam wali yang seharusnya dihormati. Ahli waris mempercayai, makam Mbah Priok merupakan paku bumi yang dijaga keberadaannya oleh malaikat dan Allah SWT.

Disebutnya, pihak-pihak yang bernafsu menggusur makam Mbah Priok, merupakan orang-orang yang tidak mengerti kesucian wali. "Minimal kalau mereka tidak mengerti wali, harus menghormati makam ini adalah makam sejarah, yang pertama kali menamai Tanjung Priok," tuturnya.

Bekas penjajah bumi nusantara pun, Belanda, menghormati keberadaan makam yang berada di pinggir laut itu. Bahkan Belanda sempat berpesan, jika makam keramat ini tidak boleh diganggu, dibongkar, atau pun dipindahkan.

Bagi orang waras, warta di atas tentu sangat menggelikan, dan terasa pekat unsur pembodohannya. Namun bila dibaca oleh orang awam yang selain jahil (bodoh) juga tidak waras cara penalarannya, warta itu akan mempertebal keyakinan mereka.

Sebelumnya, 13 Januari 2010, Okezone pernah menurunkan warta berjudul SBY & Gus Dur Pernah Ziarahi Mbah Priok yang pada kalimat awalnya saja sudah menunjukkan bahwa si pewarta ikut percaya bahwa makam itu keramat (punya kekuatan), sebagai berikut:

SBY & Gus Dur Pernah Ziarahi Mbah Priok

JAKARTA - Kekeramatan dari makam Mbah Priok di Jalan Kramat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak diragukan lagi.

Buktinya, banyak pengunjung yang berziarah dari berbagai daerah ke makam Mbah Priok ini. Dari orang awam hingga pejabat datang ke makam datang guna mendapat karomah dari ulama bernama asli Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Al Husaini Ass Syafi'i Sunni RA.

Menurut Umar, salah satu pengurus makam Mbah Priok, peziarah bukan hanya warga umumnya, namun pejabat juga kerap datang ke makam tersebut.

Sebut saja dua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan almarhum mantan Prediden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan keluarga Cendana pernah menziarahinya. "SBY, Fauzi Bowo dan Gus Dur juga pernah ke sini," ungkap Umar kepada okezone, Rabu (13/1/2010).

Menurut dia, Majelis Dzikir SBY 'Nurussalam' juga banyak memberikan dukungan terhadap keberadaan makam Mbah Priok. Terbukti hal itu dari spanduk majelis pengajian dari Cikeas ini yang banyak terpasang di sekitar makam.

Pihak Istana, sambung dia, setiap malam jumat meminta pengurus makam untuk tashrifan dan maulid, namun belum dipenuhi. "Permintaannya belum dipenuhi karena Habib tidak mau meninggalkan makam," ujar Umar.

Memang keberadaan makam keramat ini selain banyak menyimpan cerita mistis, juga punya daya tarik bagi para peziarah. Konon, US Coast Guard mengeluarkan peringatan bagi 10 pelabuhan di Indonesia yang tidak aman, salah satunya Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara.

Terlepas apa ini benar atau tidak, pemerintah Amerika Serikat tidak berani melakukan bongkar muat di TPK Koja karena alasan tidak aman bagi lalu lintas bongkar muat internasional, karena di dalamnya terdapat makam keramat Mbah Priok. Keberadaan para peziarah mau tidak mau harus masuk area TPK Koja bila hendak ke makam, sehingga menjadikannya tidak steril. (ram)

Bila pernyataan Umar (salah satu pengurus makam Mbah Priok) benar, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Keluarga Cendana, dan Fauzi Bowo (Gubernur DKI) pernah berziarah ke makam Mbah Priok guna mendapat karomah, maka dapat disimpulkan bahwa kesesatan dan kejahilan (kebodohan) sudah terbentang sedemikian luas.

Kesesatan dan kejahilan (kebodohan) terbentang luas dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi, dari orang awam hingga pejabat, dari orang miskin hingga orang terkaya, dari orang rendah pendidikan sampai tinggi pendidikan. Astaghfirullah...

Nampaknya, masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia tidak hanya korupsi, penyelewengan pajak, markus (maklar kasus) dan mafia hukum, tetapi juga berjangkitnya virus kesesatan dan kejahilan (kebodohan) dalam spektrum yang cukup luas. Bahkan menjangkiti kaum agamawan bergelar kiai dan tokoh kelompok di masyarakat berlabel Islam. Lebih ngerinya lagi, bahkan ada jum'iah tertentu yang dari gejalanya justru kemungkinan terkontaminasi kecenderungan melestarikan kajahilan dan kesesatan yang menjurus ke kemusyrikan (dosa terbesar) ini. (haji/tede)

Artikel terkait:  Kemusyrikan dan Ziarah Kubur

Sumber: http://www.nahimunkar.com/

Share/Save/Bookmark
Dibaca :4713 kali  

Komentar-Komentar  

 
Adi Fahdrurozi
-1 #13 mirisAdi Fahdrurozi 2013-07-05 14:44
Quoting http://latipzhomedesign.blogspot.com/:
Mending kita baca Al Qur'an dan hadist. bahwa sesungguhnya kebesaran adalah milik Allah SWT. Bukan dengan cara kita sering ziarah dll bisa dapat berkah dll, itu hanyalah pembodohan dan merupakan pemikiran masyarakat yang telah dibutakan oleh mistis dan cerita rakyat. Kalo pengen dapat berkah ya berdoa dan bekerja! Oke???
Regards!

kalo baca alquran gakk kaya..klo kesana pasti kaya!!!
Quote
 
 
daus
-1 #12 hidup walidaus 2013-07-03 00:57
untuk admin semoga terbuka dan mengerti siapakah wali allah itu hadehhh capek dehh semoga artikel yg lu tulis di atas di ampuni allah swt
Quote
 
 
Yaka Masriv
0 #11 JANGAN MUDAH MENCEMO_OH, PERDALAM ILMU_MU Yaka Masriv 2011-07-24 11:18
WAHAI SAUDARAKU MUSLIM,
J ANGAN MUDAH MENCEMO-OH, APALAGI MEN_SYIRIK_KAN
BANYAK RAHASIA ALLAH YANG BELUM KAMU KALIAN KETAHUI
BAIK DALAM ALQUR_AN, YG BERUPA AYAT_AYAT MUTASYABBIH
MAUPUN AYAT_AYAT KAUNIYAH YANG TERBANTANG LUAS DI ALAM SEMESTA
SYIRIK pada intinya tidak mensekutukan Allah SWT dengan sesuatu selain_NYA.
Bagaimana dengan anda......? Bagamana sholat Anda........... ? Bgmana peribadatan lain yang anda lakukan......?
Cukup kan !!!!!! sampai disini saja cemo_ohan anda terhadap saudara muslim yang lain
jangan merasa benar sendiri.........................
pelajari al-Qur'an !!!!!! telitilah terhadap kandungan maknanya
mudah2an anda dapat petunjuk Allah dengan mempelajari kitab_NYa, Amien...........
Sekian
Quote
 
 
http://latipzhomedesign.blogspot.com/
0 #10 Suatu pembodohan yang diturunkan dari generasi ke generasihttp://latipzhomedesign.blogspot.com/ 2011-06-29 00:58
Mending kita baca Al Qur'an dan hadist. bahwa sesungguhnya kebesaran adalah milik Allah SWT. Bukan dengan cara kita sering ziarah dll bisa dapat berkah dll, itu hanyalah pembodohan dan merupakan pemikiran masyarakat yang telah dibutakan oleh mistis dan cerita rakyat. Kalo pengen dapat berkah ya berdoa dan bekerja! Oke???
Regards!
Quote
 
 
Sesuai Al-Quran dan As Sunnah
0 #9 Kebodohan membawa kesesatanSesuai Al-Quran dan As Sunnah 2011-03-27 08:09
Saya setuju kepada Admin yg menulis artikel ini.

intinya adalah Pahamilah Al-Qur'an dan Sunnah...

Musyrik adalah Sesat dan menyesatkan...

Semoga kita selalu berada dilindunganNya. ...
Quote
 
 
umar al atosh
0 #8 umar al atosh 2010-08-31 02:51
yang bikin artikel ini agamanye apaan c,mank u taw pa musryik itu pa?mank da hadistnya ziarah itu musryik?ana pengen taw dari mulut u hadist tentang musryik ziarah ke maqom wali alloah,klo u islam u harus baca 2 kalimat syahaddad lagi.
Quote
 
 
admin
0 #7 to: Pengamatadmin 2010-06-02 02:49
Dalam perspektif yang Islami, ada dua macam unsur ghaib yang terjadi dalam kehidupan manusia, satu yang sesuai dengan syarat-syarat obyektif dan subyektif Allah Subhanahu wa Ta'ala berdasarkan petunjuk al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya, yang kedua unsur ghaib yang terjadi namun menyelisihi ketentuan yang telah disyari’atkan-N ya sejak kenabian Adam as sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Dalam kasus Kuburan Mbah Priok kejadian-kejadi an yang dianggap ghaib merupakan Talbis Iblis yang bertujuan untuk lebih menanamkan kepercayaan sesat yang menyimpang dari ajaran tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dengan idzin Allah Subhanahu wa Ta'ala, Iblis dan balatentaranya merekayasa keghaiban yang terjadi agar orang-orang semakin meyakini kekeramatan kuburan tersebut yang menjerumuskanny a jauh kedalam kemusyrikan. Dalam ajaran Islam, orang yang sudah meninggal dunia, tanpa kecuali, jangankan untuk berkiprah menolong yang masih hidup, memikirkan nasib dirinya pun bingung.

“... Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS al-Mukminun 23:100)

Bilamana ada media yang melebih-lebihka n ceritera diluar fakta mengenai keghaiban yang terjadi disekitar kuburan Mbah Priok adalah merupakan sesuatu hal yang wajar karena 95% lebih media massa di dunia dikuasai Zionis, yang pasti mereka akan membuat berita sesuai dengan kepentingannya.

Menurut kami, penulis artikel yaitu nahimunkar.com sudah proporsional sesuai dengan apa yang harus dilakukannya dalam rangka menepis tipu daya setan yang memanfaatkan Kuburan Mbah Priok agar orang beriman tidak masuk lebih jauh kedalam kemusyrikan dengan harapan menyadari akan kekeliruannya.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai program Freemasonry, silahkan klik di sini (http://www.akhirzaman.info/secret-societies/101-the-builders/1762-10-program-freemasonry-internasional.html) sedikitnya ada 10 Program Freemasonry Internasional agar Anda lebih jelas memahami siapa pendukung agama tauhid dan siapa pendukung kesesatan.
Quote
 
 
ronggeng
0 #6 Orang pinter bicararonggeng 2010-06-01 11:19
Ternyata penulis artikel ini orangnya sangat pinter dan kritis....yah mirip kelompok yahudi yg cerdas2 atau Pemuka2 kaum Quraish jaman Rosul dulu sampe minta dibelah bulan....karena memandang rendah Rosulullah yang nggak berpendidikan formal......... alias ummi......;-);- )
Quote
 
 
maulana
0 #5 maulana 2010-06-01 05:56
terjadinya tragedi makam mbah priok menurut sy karena masyarakat sekitar cukup merasakan manfaat ekonomi yg didpt dgn adanya makam tsb.lihat saja warung- warung yg menjajakan berbagai macam keperluan bagi peziarah makam.tentunya kita akan marah apabila tempat kita mencari makan digusur.GITU AJA KOQ REPOT......kalo media pers memang itu cara mereka cari uang, bagaimana caranya media mereka laku atau banyak ditonton,ujung ujungnya khan..mereka cari buat makan jg sama seperti masyarakat sekitar makam yg merasakan ekonomi mereka terbantu krn makam tsb.
Quote
 
 
madd
0 #4 www.freepoison.wordpress.commadd 2010-05-06 18:37
ya saya setuju dengan anda, mari gali kebenaran dulu baru bicara ..
Quote
 
 
Pengamat
0 #3 Pengamat 2010-04-27 19:26
Jika terbukti ada unsur ghaib, namun diam saja artinya membodohi masyarakat. Sedangkan media yang melebih-lebihka n diluar fakta termasuk Penipu. Jika tidak percaya (ghaib) setelah datang bukti-bukti nyata, artinya ingkar (satanis). Ciri golongan terkontaminasi agenda Masonic adalah mengenakan Jas dan Dasi. Siapa penulis artikel (nahimunkar) tidak jelas.




Contoh ghaib terkenal di Iraq "Battle of Najaf 2007"

1. http://www.armytimes.com/news/2008/09/army_soldiersofheaven_071126w/
2. http://www.usnews.com/usnews/news/articles/070510/21soldier.najaf.htm

30 warga (petani, perempuan, dan anak kecil) melawan gabungan Special Forces, 3 Apache, F-16 Bomber, Scorpion, UAVs, P-3 Orion, Tornadoes and A-10s, dan ratusan Polisi. Karena seperti 800 pasukan terlatih lengkap dengan persenjataan berat.
Quote
 
 
bocahe
0 #2 kolaborasi pentingbocahe 2010-04-27 02:50
Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya. Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembah an lain). (QS. Yusuf : 105-106).

fenomena mbah priok dapat digunakan untuk memberikan gambaran ayat Qur'an tersebut. Sangat memprihatinkan keadaan umat yang telah sedemikian parah menjadikan pemahaman syirik terhadap sesuatu diakomodasi oleh pemerintah dengan menjadikan makam mbah Priok menjadi cagar budaya.

jin, sejak dahulu menyesatkan manusia dan akhirnya membiarkan mereka terlena dalam kesesatan. dengan menggunakan teknologi 'hawa nafsu' yang bila dibandingkan dengan kemajuan IT, sangat jauh lebih canggih. Persamaannya, IT dan teknologi 'hawa nafsu' iblis sama2 digunakan manusia dengan rasa bangga tanpa memahami bagaimana menyikapi dengan arif dan bijaksana. Dalam kasus mbah priok, orang2 bertahan dan bangga dengan pengagungan mereka pada sosok mbah priok.

kolaborasi 'perlindungan' pemerintah dan kelihaian media massa untuk menghadirkan agenda setting merupakan kolaborasi penting buatan illuminati untuk membuat pemirsa merasa yakin tetap berada di wilayah aman. karena masih nurut dan dilindungi pemerintah dan berkawan dengan pendapat mayoritas.
Quote
 
 
maey moon
0 #1 ala indonesia maey moon 2010-04-27 02:01
jujur dari lubuk hati terdalam memang saya baru dengar asal-usulnya mbah priok setelah rame2 kemaren. bisa dipahami, kisruh yang diekspos dan ditujukan ke umat Islam. bisa dipahami, mistis di Indonesia sungguh tetap menarik buat diketahui orang banyak. bisa dipahami, media lalu banyak memberitakan 'kisah2 menarik' seputar mbah priok supaya tetap diminati. bisa dipahami, 'mencerdaskan' versi media mungkin memang sudah berubah maknanya jaman sekarang. bisa dipahami, orang2 penting lebih banyak tenggelam, kalah dengan popularitas orang yang diagung2kan lebih banyak orang. Lumayanlah buat selingan berita, biar sedikit ada tambahan kerjaan buat pers. Meskipun harus ngobok2 sudut pandang Islam yang sebenarnya, dan menghadirkan kesalahan persepsi yang parah sangadh buat para pamiarsa.. hiks. Bisa dipahami rencana-rencana tak biasa buat orang-orang biasa itu kini semakin menggila keluar dari 'ruang hampa' menuju dunia nyata. Rencana yang ini, dilakukan sangat ala indonesia.
Quote
 

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan