larger smaller reset

Fenomena Alam Akhir Zaman:

 

es-kutub2

Chris Jackson/Getty Images

Es Kutub Utara Benar-Benar Mencair!!

Mencairnya es di laut Kutub Utara telah menyebabkan jalur yang mengelilingi daerah Barat Laut dan Timur laut terbuka bersamaan, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah manusia dapat berlayar mengelilingi Kutub Utara.

Foto satelit daerah Kutub Utara yang diumumkan baru-baru ini menunjukkan, es di kutub utara telah mencair dan menyebabkan jalur Barat Laut dan Timur Laut di kutub utara terbuka secara bersamaan minggu lalu, ini adalah pertama kalinya ma-nusia dapat berlayar mengelilingi kutub utara dengan tanpa hambatan sama sekali, namun hal ini juga menunjukkan bahwa proses pemanasan global menjadi lebih cepat daripada perkiraan.

Bongkahan es terakhir pun telah lenyap

Harian Independent Inggris dalam artikelanya pada 31 Agustus lalu memberitakan, ilmuwan dari Universitas Bremen Jerman telah mengumumkan sejumlah foto yang telah diambil dari satelit milik NASA yang menunjukkan bahwa jalur Barat Laut pada akhir pekan minggu lalu telah terbuka, sementara bongkahan es terakhir yang menutupi jalur yang menembus Laut Laptev-Siberia mengarah ke Rusia juga telah mencair beberapa hari setelahnya.

Ini adalah pertama kali-nya kedua jalur pintas tersebut terbuka setelah 125.000 tahun lamanya, juga merupakan salah satu fenomena pemanasan global paling mencengangkan yang muncul di kutub utara selama 1 bulan terakhir ini. Seorang professor tentang pakar lautan es dari Pusat Informasi Es dan Salju Amerika (NSIDC), mengatakan, ini merupakan suatu "Kejadian besar bersejarah", dan semakin lanjut membuktikan bahwa gunung es di kutub utara kemungkinan telah memasuki "pusaran maut" yang tidak dapat diselamatkan lagi.

Pemanasan global semakin cepat, para ahli terkejut

Minggu lalu NSIDC pernah mengeluarkan peringatan bahwa dalam beberapa minggu ke depan jumlah gunung es di kutub utara kemungkinan akan menyusut bahkan lebih sedikit dari rekor terendah tahun lalu. Ilmuwan asal Amerika, Moslowski, dalam laporan yang dipublikasikan tahun ini meramalkan, dalam tempo 5 tahun musim panas di kutub utara bakal tidak ada es sama sekali, selain itu kecepatan mencairnya es kemungkinan juga akan bertambah cepat. Hal yang memicu adanya argumen-argumen seperti ini adalah karena jumlah lapisan es yang mencair di kutub utara telah mencapai skala yang seharusnya baru akan terjadi pada tahun 2050 mendatang.

Keuntungan transportasi laut, jarak tempuh pelayaran berkurang ribuan mil

Jalur Barat Laut kutub utara ini melewati Canada, dan jalur Timur Laut melewati Rusia mengelilingi kutub utara. Tahun 2005 jalur Timur Laut pernah sekali terbuka, waktu itu jalur Barat Laut masih tetap tertutup, tahun lalu keadaannya terbalik, dan sekarang kedua jalur itu terbuka bersamaan. Pihak yang paling mendambakan terjadinya hal ini seharusnya adalah perusahaan pelayaran, sebab dengan terbukanya kedua jalur ini akan dapat memperpendek jarak tempuh pelayaran sebanyak ribuan mil. Terbukanya jalur pelayaran Timur Laut ini telah memperpendek jarak pelayaran antara Jerman dan Jepang sebanyak 4.000 mil, dan sudah ada perusahaan pelayaran yang bersiap-siap untuk membuka jalur pelayaran Timur Laut tahun depan. (Guan Shuping/lie/erabaru - http://www.indonesiaindonesia.com/f/36410-es-kutub-utara-mencair/

Kutub Selatan Mencair, Bongkahan Es Raksasa Terdampar di Australia

es

Kurang lebih Seminggu yang lalu Australia dikejutkan dengan terdamparnya gunung es berdiameter raksasa di wilayah perairan Australia. Bongkahan es raksasa tersebut diperkirakan berasal dari kutub selatan. Bagaimana bisa??

Kita mengetahui "Global Warming" memang memberi pengaruh besar terhadap kehidupan dan bumi kita terlebih dalam 10 tahun terakhir. Tapi siapa yang menyangka kalau dampak besarnya sudah bisa terlihat sangat jelas sekarang. Memang dalam beberapa tahun terakhir sangat banyak dampak-dampak luar biasa dari Global Warming, seperti meningkatnya suhu global secara drastis, cuaca dan iklim yang semakin kacau dan sulit untuk diprediksi, El-nino yang semakin sulit untuk diatasi, meningkatnya permukaan laut, dll.

Namun dampak terbesar yang baru saja terjadi akhir-akhir ini adalah terdamparnya gunung es di perairan Australia. Berikut keterangan yang saya kutip dari kompas.com

23 November 2009

Bongkahan es raksasa yang jumlahnya ratusan bergerak dari Antartika menuju pulau-pulau di Selandia Baru. Bongkahan es yang besarnya seperti stadion itu dikhawatirkan Pemerintah Selandia Baru mengancam pelayaran. Hasil pemotretan satelit menunjukkan, bongkahan besar es baru saja melewati kawasan pulau Auckland dan menuju pulau utama South Island, sekitar 450 kilometer arah timur laut.

"Peringatan berlaku bagi semua kapal di kawasan itu agar waspada terhadap keberadaan bongkahan es," kata juru bicara kelautan Selandia Baru, Ross Henderson, seperti dilaporkan AFP. Keberadaan bongkahan es dalam kelompok besar itu disampaikan ahli gletser dari Divisi Antartika Australia.

Mereka terus memantau pergerakan bongkahan-bongkahan es tersebut. Menurut mereka, bongkahan es itu merupakan bagian dari bongkahan raksasa yang Oktober lalu terlihat di sekitar Pulau Macquarie, Australia.

Saat itu, dua bongkahan besar—yang pertama selebar dua kilometer dan kedua sebesar stadion olimpiade Beijing terpantau di sana. Sementara itu, yang terpantau menuju Selandia Baru hari Senin lalu sudah terpecah-pecah dalam berbagai ukuran.

Beberapa di antaranya memiliki lebar 200 meter. "Semua berasal dari satu bongkahan besar, yang mungkin luasnya 30-an kilometer persegi di Antartika sana," kata salah satu ahli gletser, Neal Young. Meningkatnya suhu global dan muka laut karena pemanasan global dituding sebagai penyebabnya.

Setelah tiga tahun Menurut Neal Young, bongkahan es dalam jumlah besar terakhir terlihat mengapung di dekat Selandia Baru pada tahun 2006 lalu. Saat itu, hanya berjarak 25 kilometer dari garis pantai—kejadian pertama setelah tahun 1931.Ia yakin akan semakin sering melihat kejadian serupa bila suhu global terus meningkat.

Sejumlah ahli tidak yakin akan hal ini. Berkurangnya luasan es Antartika di Kutub Selatan telah teridentifikasi beberapa tahun terakhir. Namun, berkurangnya lapisan es di kawasan Antartika timur dalam jumlah besar, selama tiga tahun terakhir, dinilai para ahli sebagai "kejutan". Tidak seperti lapisan es di Antartika barat, yang selama ini dikenal rentan dan tidak stabil, lapisan es di Antartika timur dikenal sangat stabil.

Menurut kutipan diatas kutub selatan mulai mencair dan bongkahan2 esnya memasuki kawasan Australia. Yang membuat saya terkejut adalah Belum lama ini sebuah foto satelit menangkap sebuah bongkahan dari pecahan gunung es di Antartika (Kutub Selatan) telah hanyut hingga menuju perairan Australia sekitar Macquarie Island di ikuti 100 potongan es kecil menuju arah Selandia Baru.

es-antartika2

Diperkirakan bongkahan es yang ditandai lingkaran merah pada gambar diatas adalah bongkahan es yang terdampar di perairan Australia baru-baru ini. Besarnya bongkahan gunung es yang larut terbawa arus tersebut setara dengan 2 kali luas Hongkong. Ukurannya inilah yang membuat saya terkejut, bayangkan 2x ukuran Hongkong?!.

Seorang Ahli Gunung Es Glaciologist Neal Young dikutip AFP mengatakan hal ini pernah terjadi dahulu kala, namun saat ini siklus ini terjadi kembali. Hongkong Memiliki Luas 49 km persegi, sedangkan bongkahan gunung es tersebut memiliki panjang hingga 19, 2 (hampir 20 km) dengan lebar 5 km.

Untuk lebih jelasnya lagi berikut saya berikan beberapa gambar yang bisa saya peroleh.

es-kutub

es-kutub1

Gambar diatas adalah gambar bongkahan es raksasa yang baru2 ini terdampar di perairan Australia

es-antartika

es-antartika1

Gambar diatas adalah bongkahan es tersebut yang diambil dari satelit

australia-asia

Nah, ini dia yang membuat kita warga Indonesia patut merasa cemas. Jika dilihat dari jalurnya seperti gambar diatas, bukan tidak mungkin jika suatu saat bongkahan2 es tersebut memasuki perairan Indonesia dan menyebabkan dampak yang negatif. (Sumber:http://rensenpelawi.blogspot.com/2009/12/kutub-selatan-mencair-bongkahan-es.html)

Semakin banyak es mencair

 

kutub
Semakin banyak es di Kutub Utara dan Selatan yang mencair
Walau terpencil dan tidak bersahabat, wilayah kutub sejak lama menarik perhatian para ilmuwan.

Jauh dibawah permukaannya yang beku, kutub menyimpan rahasia kuno bumi, ketika es menutupi sebagian besar permukaan bumi.

Tetapi bersamaan dengan besarnya keinginan para ilmuwan untuk mempelajari daerah ini, makin meningkat pula kekuatiran bahwa es di kedua kutub bumi mencair dengan tingkat yang sangat cepat.
Ini jelas terlihat di laut Artik, lautan yang sangat dingin, yang mengitari Kutub Utara, yang menimpa es abadi.

Seperti diketahui, di Kutub Utara dan Selatan terdapat dua jenis, yaitu es musiman, yang terbentuk saat musim dingin tiba, dan es abadi, yang tebal dan tidak mencair sepanjang tahun.
Namun penelitian selama 10 tahun terakhir menunjukkan penurunan dramatis dalam es abadi.

Dr. Son Nghiem adalah ilmuwan di badan antariksa NASA, yang menggunakan pantauan citra satelit untuk menentukan seberapa banyak es abadi yang cair.

"Yang kami amati adalah penurunan drastis es abadi dan luas penurunan bisa dikatakan sangat luas. Pada tahun 2005 terjadi pengurangan hingga 14 persen atau wilayah seluas Texas maupun Turki," tuturnya.

Pola lama menghilang

kutub1
Diperkirakan es di kutub mencair dlam waktu 40 tahun
Sementara itu laju mencairnya es musiman di kawasan Artik juga semakin meningkat saja dalam satu dasa warsa terakhir ini.

Biasanya setiap musim gugur, dengan arus dingin yang bergerak, maka daerah yang mencair biasanya beku kembali. Tetapi pola seperti itu ternyata tidak terjadi lagi terjadi.

Es musiman yang hilang di musim panas semakin sedikit yang bisa membeku kembali di musim dingin berikutnya.

Dr. Mark Serreze, seorang ilmuwan khusus yang mengawasi es lautan di Universitas Colorado, mengatakan asumsinya adalah es Artik akan kembali muncul di musim dingin.

"Tetapi yang kita lihat sekarang adalah musim dingin tidak mampu mengembalikan es yang sebelumnya hilang. Kami melihat sendiri kejadian itu pada tahun 2006," tambahnya.

Pada Bulan November, menurut Dr. Mark Serreze, kawasan Artik kehilangan 2 juta km2 persegi esnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ini menjelaskan kepada kita bahwa sistem yang selama ini ada ternyata tidak lagi mampu menyembuhkan diri," tuturnya.

Mengancam kehidupan

"Salah satu yang sangat menggoda adalah jalur pelayaran laut Utara karena akan langsung membawa kapal dari Eropa ke Jepang" - Dr. David Vaughan

Para ilmuwan mengatakan peningkatan suhu yang disebabkan oleh peningkatan C02, karbon dioksida, di atmosfir bumi yang menjadi penyebabnya.

Bagaimanapun ada juga faktor-faktor alam, seperti kencangnya angin yang membawa es Laut Artik ke lautan yang temperaturnya lebih hangat.

Mencairnya lautan es ini merupakan persoalan hidup mati bagi kehidupan binatang laut di Kutub Utara.

Beruang Kutub, misalnya, seperti menyaksikan dengan mata kepala sendiri habitatnya dimusnahkan.

Situasi begitu mengkhawatirkan sehingga pemerintah Amerika Serikat akhirnya mau juga mengakui bahwa pemanasan global yang menjadi penyebab semakin banyaknya es yang mencair di kutub.

Dan ancamannya bukan terhadap ekosistem semata, tetapi juga pada penduduk asli yang hidup di pinggiran Laut Artik.

Apa yang terjadi belakangan merupakan ancaman bagi cara hidup masyarakat yang telah bertahan ribuan tahun.

Edward Itta, Walikota sebuah kota kecil di Alaska Utara, menjelaskan ancaman al bagi kehidupan mereka.

"Musim dingin menjadi lebih pendek, kurang menggigit, dan salju cair lebih awal, sementara lapisan es lebih tipis. Semua ini menyulitkan perburuan ikan paus, yang menjadi cara hidup kami selama seribu tahun lebih."

Edward Itta yang juga merupakan pemburu ikan paus menegaskan bahwa berburu ikan paus merupakan inti kebudayaan mereka.

Kepentingan ekonomi

kutub2
Ada juga yang melihatnya sebagai kesempatan
Salah satu yang dituding mendorong pemanasan global adalah ketergantungan umat manusia terhadap minyak.

Namun di sisi lain banyak yang melihat melelehnya es di kawasan kutub sebagai kesempatan bagus untuk melakukan eksplorasi minyak.

Soalnya, diperkirakan sekitar sisa 25% cadangan minyak dunia diperkirakan ada di dasar Laut Artik.

Dan perusahaan-perusahaan minyak sudah tak sabar untuk melakukan eksplorasi.

Selain itu melelehnya gunng-gunung es juga dianggap membuka jalur perkapalan baru, yang diyakini akan memperbaiki perekonomian kawasan.

Dr. David Vaughan dari Badan Penelitian Antartika Inggris mengakui godaan keuntungan ekonomi terlalu kuat untuk diabaikan.

"Salah satu yang sangat menggoda adalah jalur pelayaran laut Utara karena akan langsung membawa kapal dari Eropa ke Jepang. Kalau itu terjadi maka akan menghemat uang dan waktu," katanya.

Selama ini kapal-kapal dari Eropa yang menuju sebagian kawasan Asia harus memutar lewat Terusan Suez.

"Jadi memang ada keuntungan, tetapi juga konsekuensi negatif jelas tidak kalah besarnya dari pemanasan global ini."

40 tahun lagi?

Memang persoalan Artik pada akhirnya bukan persoalan keilmuan saja, melainkan juga persoalan kepentingan ekonomi dan teritorial dari beberapa negara seperti Kanada, Rusia, Amerika Serikat, dan Norwegia.

Bagaimanapun dari bukti ilmiah, jelas bahwa Kutub Utara dan Seladan berada dibawah ancaman perubahan iklim yang hebat.

Dan kedua daerah ini sangat vital dalam menjaga agar planet tetap dingin karena es di kutub menjadi perisai bumi dalam menangkis 90% sinar matahari yang menimpa bumi, dan mengembalikannya ke angkasa luar.

Tetapi kalau es di kutub mencair maka 90% panas sinar matahari akan diserap lautan dan semakin meningkatkan pemanasan global.

Dengan tidak menghentikan tingkat emisi C02 saat ini, diperkirakan es abadi di kutub akan musnah dalam waktu tidak lama lagi.

Jika mengikuti model yang sudah dirancang para ilmuwan, maka es abadi akan meleleh sepenuhnya dalam waktu 40 tahun.

Apakah manusia harus menunggu 40 tahun lagi sebelum menyadari dampaknya bagi kehidupan di bumi? (Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2007/02/070216_globalwarming1.shtml)

Es Kutub Utara Mencair

Pertama kali terjadi setelah 125 ribu tahun, akhirnya es kutub utara mencair, foto satelit daerah kutub utara menunjukkan jalur Barat Laut dan Timur Laut di kutub utara terbuka secara bersamaan minggu lalu, ini adalah pertama kalinya manusia dapat berlayar mengelilingi kutub utara tanpa hambatan sama sekali, namun hal ini berarti proses pemanasan global terjadi lebih cepat daripada yang kita bayangkan.

Ilmuan dari universitas Bremen Jerman mempublikasikan sejumlah foto yang diambil dari satelit milik NASA yang menunjukkan jalur barat laut telah terbuka, sementara bongkahan es terakhir yang selama ini menutupi jalur yang menembus laut Laptev-Siberia mengarah ke Rusia juga telah mencair. Berita tentang hal ini juga dimuat di harian Independent Inggris 31 Agustus yang lalu.

Para ilmuan asal Amerika memperkirakan jika pemanasan global tetap terjadi maka dalam tempo 5 tahun musim panas di Kutub utara bakal tidak ada es sama sekali!, perkiraan seperti ini bisa muncul karena jumlah lapisan es yang telah mencair hingga saat ini seharusnya baru akan terjadi pada tahun 2050 mendatang.

Pada tahun 2005 jalur Timur Laut pernah sekali terbuka, tetapi jalur Barat Laut waktu itu tetap tertutup, dan tahun 2006 keadaannya berbalik, tetapi pada tahun ini kedua jalur tersebut terbuka secara bersamaan. Pihak yang paling mendambakan terjadinya hal ini adalah perusahaan pelayaran, sebab dengan terbukanya kedua jalur ini akan dapat memperpendek jarak tempuh pelayaran sebanyak ribuan mil.

Terbukanya jalur ini memperpendek jarak pelayaran antara Jerman dan Jepang sebanyak 4.000 mil dan sudah ada perusahaan pelayaran yang bersiap-siap untuk membuka jalur pelayaran melalui rute ini tahun depan.

Wow suatu saat nanti ketika bumi penuh bencana alam karena efek pemanasan global ini, sebegitu pentingkah harta yg sekarang kita kumpulkan dengan cara yang tidak baik untuk bumi kita ini ??? (Sumber: http://www.artiku.com/2008/09/20/es-kutub-utara-mencair/)

Lebih dari 2 Triliun Ton Es Kutub Mencair

kutub3

Getty Images/Uriel Sinai
Es di Greenland yang kian menyusut karena pemanasan global

LEBIH dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global.

"Antara Greenland, Antartika, dan Alaska, pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir," kata Scott Luthcke, geofisikawan NASA.

Dari pengukuran tersebut, lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. Selama lima tahun, es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Bahkan menurut Luthcke, pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat.

Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Pada tahun 1990-an, pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti.

"Namun, saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun," kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. "Pencairan terus memburuk. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. Tidak ada perbaikan yang terjadi," lanjut Zwally.

Para ilmuwan NASA mempresentasikan temuan baru mereka pada konferensi American Geophysical Union di San Fransisco minggu lalu. Dengan menganalisis perubahan iklim, secara umum para ilmuwan akan melihat yang terjadi beberapa tahun untuk menentukan tren secara keseluruhan. (Sumber: http://sains.kompas.com/read/2008/12/29/16204469/lebih.dari.2.triliun.ton.es.kutub.mencair)

Es di Kutub mencair dan runtuh: akibat pemanasan global.

 

 

Nah... sebelum terlambat, mari kita peduli
Tanamlah pohon sebanyak-banyaknya, kurangi pemakaian kertas atau tissue, hematlah terhadap energi.

jangan biasakan menggunakan kendaraan saat bepergian dengan jaak yang dekat.
siapa lagi yang akan menyelamatkan bumi selain kita yang menghuninya, demi masa sekarang dan masa yang akan datang, masa dimana anak-anak kita akan tumbuh.
let's start global cooling...(Sumber: http://yukez.wordpress.com/2009/01/25/es-di-kutub-mencair-dan-runtuh-akibat-pemanasan-global/)

Video Es di Kutub Utara Mencair

 

Betapa Dahsyat Bila Kutub Es Mencair

nasa-ice
Image NASA

Dampak efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global bukan permainan kata untuk menakut-nakuti manusia. Selain akan terjadi hujan asam, di hampir sebagian besar belahan dunia, dampak paling buruk peristiwa memantulnya sinar matahari sebelum sampai ke bumi, yaitu mencairnya dataran es di dua kutub. Akibatnya jangan tanya. Gelombang pasang air laut akan segera menyapu separuh daratan se jagad raya.

Peneliti di Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat, NASA dan National Snow and Ice Data Center di Colorado, menipisnya lapisan es di Kutub Utara, melansir temuan yang membuat kita was-was. Lapisan es di Kukub Utara yang tadinya setebal 680.400 kilometer persegi menyusut drastis 43 persen dibanding tahun lalu. "Tahun lalu jumlah es dengan struktur bentukan kategori muda berkisar 70 persen, saat ini telah mencapai 90 persen," kata peneliti Ice Data Center, Walt Meier.

Padahal, masih menurut para peneliti ahli, pada musim dingin bertambah 15 juta meliputi 150.000 kilometer persegi. Atau sekitar 720.000 kilometer persegi lebih kecil dibandingkan dengan kondisi rata-rata daratan es di wilayah Kutub utara pada tahun 1979 dengan tahun 2000.

Kondisi semacam itu, papar Meier dalam makalahnya, menyebabkan air laut meninggi dan akan menyapu hampir sebagian luas daratan pantai di belahan bumi. Bisa dibayangkan bila ketebalan es tiga meter atau lebih yang berada di Kutub Utara tiba-tiba mencair bersamaan akibat pemanasan global, berapa meter persegi luas daratan terendam. "Kita tidak siap menghadapi hal-hal terburuk ketika bencana itu datang pada musim panas tahun depan. Kita benar-benar dalam situasi yang sangat genting saat ini," ujarnya.

Peringatan bernada mengancam dari para ilmuwan itu bukanlah mengada-ada. Sebab mereka memiliki data akurat tentang proses melelehnya es di belahan Kutub Utara. Kecerobohan para pemilik modal di negara-negara industrialis dituding menjadi salah satu penyebab utama melelehnya lapisan es di Kutub Utara maupun Selatan.

Mereka dituduh menjadi salah satu pelaku perusakan ekosistem global yang mengakibatkan temperatur planet bumi semakin bertambah panas setiap tahun. Mestinya, papar peneliti dan sekaligus Manager Program Wilayah Kutub NASA Tom Wagner, mereka menyadari fungsi bongkahan es di dua Kutub Utara-Selatan sebagai pemantul sinar matahari dari Bumi.

"Mestinya mereka menyadari kalau bongkahan daratan es, yang menyerupai lautan, sebenarnya berfungsi sebagai pemantul alami sinar matahari dari Bumi. Kalau esnya mencair, sinar matahari tidak akan terpantulkan kembali ke udara. Dengan demikian panas matahari akan langsung terserap oleh lautan dan menambah panas temperatur planet," tandas Tom.

Kecepatan melelehnya bongkahan es di Kutub Utara juga dialami di belahan Kutub Selatan. Bahkan tidak sampai puluhan tahun, bongkahan "cadas es" yang kokoh di kutub ini telah lenyap disapu panas. Cadas es yang dulunya merupakan tonggak keperkasaan Kutub Selatan di ujung bumi wilayah Selatan tampaknya tidak tahan terhadap gempuran sinar matahari. Tidak hanya itu, gletser di daerah tebing pegunungan es Kutub Selatan pun juga ikut-ikutan mencair terimbas pemanasan global. Kondisi semacam, ujar peneliti kawasan kutub dari Inggris, tentu sangat memprihatinkan.

"Apalagi daerah Wordie Ice Shelf yang rontok sejak tahun 1960-an, juga telah lenyap dari pandangan mata. Selain itu ditemukan di bagian Utara "Larsen Ice Shelf" juga telah raib. Sementara itu luas daratan es sekitar 8.300 kilo meter persegí, kini mulai terpisah dari induknya "Larsen Shelf" sejak tahun 1986 lalu," tulis laporan ilmiah US Global Survey (USGS) dan British Antartic Survey.

Keadaan mencemaskan itu tak urung mengundang kecemasan kalangan pemerintah Amerika Serikat, Australia dan Ingris sebagai negara industrialis perusak lingkungan terbesar dunia. Menteri Dalam Negeri AS Ken Salazar dalam suatu kesempatan dalam pertemuan kepala pemerintahan negara-negara maju di London baru-baru ini, ia mengungkapkan kecemasannya mengenai pemanasan global.

"Berkurangnya gletser di dua kutub yang sangat cepat, memperlihatkan ancaman nyata yang sedang dialami planet kita. Kita tidak memperkirakan perubahan ekosistem global lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Salah satu solusi mengerem dampak yang jauh lebih besar, kita harus segera menghentikan efek rumah kaca," kata Ken Salazar.

Imbauan Ken Salazar, sebagai Menteri Dalam Negeri AS, tentunya tidak ngawur begitu saja. Sebab jauh-jauh hari, peneliti gletser ternama dari US Global Survey (USGS) telah mewanti-wanti tidak lama lagi gletser akan segera mencair dengan kecepatan tak terpikirkan oleh manusia sebelumnya. "Kecepatan gletser mencair akibat pemanasan global jauh dari perkiraan para ahli. Bahkan jauh lebih besar dari perhitungan kami," ujar Jane Ferrigno.

Itulah sebabnya dalam pertemuan para pemimpin negara-negara maju dunia baru-baru ini sepakat untuk menekan emisi buangan yang dapat memperparah efek rumah kaca. Sebab bila tidak dilakukan, efek yang jauh lebih besar tentu akan melanda benua Australia dan dataran lain di kawasan Asia. "Kalau ini terjadi, Australia dan dataran lain negara-negara di kawasan Asia akan tersapu air pasang laut yang sangat dahsyat," kata Mc Kahin peneliti senior kawasan Antartika.

Laporan lain yang menguatkan efek mencairnya lapisan es di dua kutub Utara-Selatan dalam waktu dekat datang dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang dilansir di jurnal Geophysical Letters. Para ahli yang tergabung dalam NOAA memperkirakan es di Kutub Utara diperkirakan akan mencair seluruhnya dalam waktu tidak terlalu lama lagi.

"Kalau tidak ada upaya pencegahan pemanasan global, es di Kutub Utara dapat dipastikan akan meleleh lebih cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya. Tidak akan lama lagi akan terjadi," ujar peneliti kepala Ekspedisi Kutub Utara Jane Ferrigno.

Dalam pertemuan UN Climate Panel memproyeksikan temperatur atmosfer dunia akan naik 1,8 sampai 4,0 deratjat celsius akibat buangan gas rumah kaca. Bila hal ini dibiarkan terus, ujar Jane Ferrigno, akibat yang lebih dahsyat akan terjadi melibihi bencana badai Tsunami beberapa waktu lalu.

"Bila tidak dicegah, bisa jadi badai Tsunami akan kalah dahsyat dengan efek yang ditumbulkan mencairnya lapisan es di dua kutub. Selain banjir, kemarau menyengat dan gelombang arus panas disertai badai akan menyapu dataran rendah di beberapa belahan dunia. Sementara itu gletser dan lapisan es mencair, keadaan itu dapat menaikkan seluruh permukaan air samudra dan merendam daerah dataran rendah," tandasnya. Nah bagi berhati-hatilah. (Sumber: http://www.tabloidkampus.com/detail.php?id=281&edisi=21)

Es Kutub Utara Benar-Benar Mencair!!

Share/Save/Bookmark
Dibaca :63400 kali  

Komentar-Komentar  

 
de
0 #61 mana yg bner?de 2014-08-01 16:50
jujur saya ngga pernah percaya benar kalu global waning itu benar2 ada wlaupun sy anggta PLH :-* :-x
emm....d atas anda bilang klo kita sudah bisa berlayar mengelilingi kutub krn bnyak es mencair dan seharusnya fenomena ini baru terjadi di tahun 2050, WAW...lalu kenapa d suraadu lautnya g meluap drastis y???
oiya baca ini juga....http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/465429-nasa-temukan-tempat-terdingin-di-bumi
lalu knp suhu di kutub justru menurun bahkan lebih dingin dari tahun 1980an??
yah emg sumber ku gak terlalu kuat, demikian juga sumber anda...makanya saya brani kritik spt ini
Quote
 
 
agustina
0 #60 coment anehagustina 2014-03-17 14:58
So,i think the world will be end,but not to this time.......:::: ::::::::::::::: :::::::::::::: :-x
Quote
 
 
agustina
0 #59 coment anehagustina 2014-03-17 14:56
"The earth as humans,have a lifespan,the limits of space and time"
:-? :-x :-* :cry: :sigh:
Quote
 
 
agustina
0 #58 coment anehagustina 2014-03-17 14:46
Juadi negro entar,hahahahah ahaha :D
Quote
 
 
agustina
0 #57 coment anehagustina 2014-03-17 14:41
Andai saja bumi kita seperti zaman prasejarah,namu n cuacanya aza,teknologi sih oke lah lw berkembangggg....
"Menurut anda solusi tepat apa????? :-?

If world ends,i don't want go to hell!!!!" :sigh:
Quote
 
 
agustina
0 #56 coment anehagustina 2014-03-17 14:37
Aduhhh,gwa jadi taxxx enaqq neeee :-* :-* ,cemana lahhhhhhhhh
Quote
 
 
agustina
0 #55 coment anehagustina 2014-03-17 14:37
Aduhhh,gwa jadi taxxx enaqq neeee :-* :-* ,cemana lahhhhhhhhh
Quote
 
 
Lisa,,
0 #54 mencairnya kutup utara dan selatanLisa,, 2014-03-15 15:04
semoga bongkahan" es itu tidak sampai ke Indonesia,,
Quote
 
 
Uban
0 #53 TakdirUban 2014-01-13 19:23
Semua ini sudah kehendak Allah SWT..kita saat ini adalah manusia akhir zaman..mari kita semua menjadi pribadi yang lebih baik.....amin
Quote
 
 
NAJEM
0 #52 Kembali Suburnya Jazirah ArabNAJEM 2013-08-19 22:42
Kembali Suburnya Jazirah Arab

Written By Yuda Agung Nugraha on Jumat, 24 Mei 2013 | 09.10


Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, baru-baru ini menyatakan bahwa di bumi bagian selatan dan bumi bagian utara, terdapat sebuah pergerakan gunung es yang makin menjauh dari kutub.

Menurut ilmu pengetahuan, setiap gunung es yang ada di kutub utara dan kutub selatan itu akan terkikis sedikit, dan es yang terkikis sedikit itu akan menjauh dari pusat gunungnya sejauh 4-100 meter kemudian mencair. Akan tetapi kejadian kali ini sangat tidak sesuai dengan biasanya. Es yang terkikis dari kutub-kutub itu masih berukuran sangat besar, ya'ni sebesar gunung-gunung dan bergerak menjauh dari kutub.

Akhir-akhir ini saja NASA sudah menemukan sebuah gunung es yang menjauh dari kutub dengan panjang diameter 10 km. Sungguh ukuran yang sangat besar. Dan anehnya lagi, gunung-gunung es ini bukan hanya satu, tetapi berjumlah ratusan. Mereka bergerak secara bersamaan menjauh dari kutub.

Tentu saja hal ini mengundang kepenasaran terhadap kalangan para ilmuwan. Hingga pada akhirnya beberapa ilmuwan meneliti dan memperkirakan kemana sebenarnya rombongan gunung es ini bergerak.

Setelah melakukan penelitian, dan melihat pergerakan gunung-gunung es ini yang cenderung bergerak lurus dilautan, akhirnya para ilmuwan itu menarik garis lurus yang diperkirakan akan dilalui oleh es-es itu. Tak diduga-duga ternyata semua gunung es itu bergerak menuju kearah Jazirah Arab. Hal ini tentu saja mendatangkan pertanyaan lain bagi para ilmuwan. Mengapa gunung-gunung es ini bergerak menuju ke Jazirah Arab?

Pertanyaan ini akhirnya terjawab oleh pertanyaan para ahli geografi, yang menyatakan bahwa gunung-gunung es itu tidak mungkin dapat bergerak kearah Jazirah Arab kecuali ada magnet yang menariknya. Dan pastilah magnet tersebut tersusun dari es atau air yang sangat besar. Besar sekali sehingga bisa menarik gunung-gunung es yang ada di kutub itu. Pendapat ini didukung oleh beberapa ilmuwan lain yang sudah meneliti sejak lama bahwa beberapa ratus meter dibawah tanah arab yang berdaerah gurun itu, tersimpan triliunan-trili unan meter kubik air yang memenuhi Jazirah Arab.

Arab

Pantaslah jika selama ribuan tahun lebih, air zam-zam di tanah Arab tidak pernah habis sampai sekarang. Tak hanya itu, beberapa ratus meter dibawah tanah Jazirah arab juga ditemukan banyak akar-akar tumbuhan besar yang sudah menjadi fosil dalam jumlah yang banyak. Dan ini menandakan bahwa dahulu sebelum menjadi gurun, tanah arab adalah daerah yang subur.

Hal ini mengingatkan saya akan perkataan Nabi Muhammad saw 1400 tahun yang lalu. "Sesungguhnya kiamat tidak akan pernah terjadi sebelum tanah Arab kembali basah dan subur." (H.R. Muslim)

Dilihat dari perkataannya, "..kembali basah dan subur." menandakan bahwa sebelum menjadi daerah kering dan gurun, tanah arab dahulunya adalah daerah yang subur. Hanya saja entah sejak kapan Jazirah Arab itu mulai tertutup oleh tanah gurun yang luas. Dan sekarang penemuan NASA mengenai gunung-gunung es yang bergerak kearah Jazirah Arab itu apakah merupakan tanda akan kembali suburnya tanah arab atau tidak. Yang jelas saya yakin perkataan Nabi Muhammad saw itu akan terjadi.

Wallahu a'lam...
Quote
 
 
bagus
-1 #51 Lho?bagus 2013-06-19 09:25
lho ini gimana sih....??????
di artikel lain bilang kalo g percaya pemanasan global sekarang kok bertolak belakang?????


Lingling ya bang??????
Quote
 
 
eny
0 #50 sekedar komeneny 2013-06-18 20:39
Mengerikan trnyata :-x
Quote
 
 
cha
0 #49 sekedar informasicha 2013-06-08 14:46
jgn pd sling mnyalah kan
tp cb sm2 sling mmprbaiki...
dunia tmpt kta tggal brsma,low satu daerah trkena musbah,itu jg mgkin slah 1 ulh qta.
jgn blg tidak,mari lihat dari hal kecil saja,maaf sebelumnya disina saia berbcara atas logika.
mulai dari selembar pelastik,itu jg mmpu mnimbulkan bencana.
jd smua qta yg mlakukan,allah yg bertindak.slah siapa?
smua salah manusia,karna Allah dari awal mnciptakan manusia itu tidak dengan ksalahan,tp mnusialah yg mnmbulkan kslahan itu sndri.
jd jika bencana itu di turunkan oleh Allah,sebaiknya jgn mengeluh,tp lbh baik intropeksi diri. :roll:
Quote
 
 
abel
0 #48 fenomena akhir zamanabel 2013-06-06 21:14
Berdoa & berusaha utk lebih baik, bukan utk direnungkan saja. Susah utk dirubah bahwa manusia hanya ingin pembuktian bahwa dirinya lebih hebat dr manusia lain. Makanya lebih baik smw ga usa kerja, mending dimulai dr penanaman pohon... itu salah besar!!! Mulailah menanam kebutuhan pokok kita. Sandang pangan papan. Mulailah bertani. Itu lebih baik.
Quote
 
 
Atthar
0 #47 wawAtthar 2013-05-17 14:11
wah baru dalam 5 tahun terakhir ini seperlima inch aj laut naik.gimana ya nanti di masa yg akan datang semua es di kutub mencair? daratan2 yg rendah bakal tenggelam, suhu di bumi makin panas bahkan bisa sampai menyebabkan kanker kulit?????
Quote
 
 
aldy firmansyah
0 #46 mencair nya kutup esaldy firmansyah 2013-05-07 12:17
mungkin ni yg disebut akhir zaman
Quote
 
 
zafrul
0 #45 SSSSSzafrul 2013-04-20 12:35
:oops: ssss
Quote
 
 
inggriani novitasari
0 #44 kutubinggriani novitasari 2013-04-04 08:12
apa kalau kedua kutub itu mencair memang benar bisa menenggelamkan seisi dunia ini ??
:-|
Quote
 
 
@jhoehanna18
+1 #43 GB@jhoehanna18 2013-03-05 18:52
tinggal tunggu waktunya saja... :-)
Quote
 
 
aan
0 #42 change for betteraan 2013-03-04 15:46
berubahlah, sifat2 manusia yang selalu serakah, tidak mempedulikan apa yang akan terjadi i kemudian hari, mereka hanya berpikir apa yang terjadi sekarang
Quote
 
 
akihiko nakanishi
0 #41 es kutub utaraakihiko nakanishi 2013-02-21 17:16
kerusakan bumi di sebabkan oleh manusia, mari mulai dari sekarang kita peduli lingkungan, jgn rusak bumi kita krn itu adlh titipan anak cucu kita :-)
Quote
 
 
dyan
0 #40 alamdyan 2013-02-17 22:17
betapa sayangnya alam dengan manusia,,,,alam menyediakan semua kebutuhan yang di perlukan oleh manusia,,,,, tp apakah manusia sayang kepada alam,,,???????? ????? ;-)
Quote
 
 
pndurt
0 #39 jangn hancurkn bumipndurt 2013-02-13 16:33
Jangaan lah hancurkan bumi,,,,,
Mari sadar umat2 ku,,,,,
Jaga alam tu sebaik2 nya,,,, ok....
Jngn pkirin uang trus,,, pikirin masa dpan anak kita....
Quote
 
 
wika
0 #38 kutub lelehwika 2013-02-08 16:17
waw,, subhanallah, takut bwangget saya mach :-x 8)
Quote
 
 
diva
0 #37 es mencairdiva 2013-01-30 15:46
:cry: adh takut ............
Quote
 
 
dear
+1 #36 haahdear 2013-01-18 00:30
itulah akibat ulah manusia sendiri ya skarang tinggal nunggu akhir ceritanya seperti apa???????????? ?
Quote
 
 
wildan ahmad
+2 #35 selamatkan bumi kitawildan ahmad 2012-12-18 02:41
tuh dengerin mbah gogle ngomong...hai orang-orang yang rakus jangan jadikan bumi ini gersang akibat ulah2 mu yang suka merusak lingkungan. penebangan pohon massal, rumah kaca, asap2 industri adalah sumber dari semua ini. jangan mementingkan hartamu aja tapi pikir dampaknya. kalau bisa tebang pohon hanya seperlunya aja n jangan lupa di tanam bi2t yang baru, rumah kaca tuh gk penting yang terpenting tuh isinya bukan luarnya, begitu juga asap industri buangnya kok sembarangan kalau bisa ya jangan di buang (mubadzir) asapnya suruh telan aja bagi orang yang punya industri... toh itung2 buat ganti asap rokoknya. paham.......... .
Quote
 
 
salbiah
0 #34 salbiah 2012-11-30 00:56
Quote:
bgaimn tdk jumlah manusia d dunia beserta aktivitas masing2 manusia yg mnghasilkan baxk gas Co2 tiap detikX tdk seimbang dgn jumlah paru2 BUMI( HUTAN=PEPOHONAN)yg bertugas memproses Co2 menjadi O2(oksigen)di tmbh pelaku ekonomi yg lbh memikirkn keuntungn dibanding dampak lingkungan
:-);-);-):sad:: sad::o:P
Quote
 
 
salbiah
0 #33 salbiah 2012-11-30 00:44
bgaimn tdk jumlah manusia d dunia beserta aktivitas masing2 manusia yg mnghasilkan baxk gas Co2 tiap detikX tdk seimbang dgn jumlah paru2 BUMI( HUTAN=PEPOHONAN )yg bertugas memproses Co2 menjadi O2(oksigen)di tmbh pelaku ekonomi yg lbh memikirkn keuntungn dibanding dampak lingkungan
Quote
 
 
meng
0 #32 meng 2012-11-20 05:16
no comment at all is all about human>>
Quote
 
 
ueda
0 #31 ueda 2012-11-15 23:05
seharusnya kalau sudah tahu es kutub utara sudah mencair,jngan lah malah mencari kesempatan untuk mengambil kekayaan alamnya, pikirkan lah resiko yang akan terjadi jika sampai es dikutub utara mencair, seharusnya kalau sudah tau begitu negara² disunia itu harus lebih bnyak melakukan penghijauan, jngan lagi menyebarkan asap polusi dan lebih bnyak menggunakan bahan yang natural dari pada kimia,
selain itu seharusnya pihak pihak yang tinggal disekitar daerah kutub utara jngan membiarkan orang atau wisatawan lalu lalang didaerah tersebut walaupun sudah dinyatakan aman, kan bisa saja bonkahan es tiba tiba longsor.
semoga saja dengan kejadian ini kita sebagai manusia bisa sadar, dan juga pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan atas kejadian tersebut berpikir 10.000.000.000. 00 sebelum dya bertindak dan segala resiko yang akan tertanggung nanti
Quote
 
 
ueda
0 #30 ueda 2012-11-15 22:32
seharusnya kalau sudah tahu es kutub utara sudah mencair,jngan lah malah mencari kesempatan untuk mengambil kekayaan alamnya, pikirkan lah resiko yang akan terjadi jika sampai es dikutub utara mencair, seharusnya kalau sudah tau begitu negara² disunia itu harus lebih bnyak melakukan penghijauan, jngan lagi menyebarkan asap polusi dan lebih bnyak menggunakan bahan yang natural dari pada kimia,
selain itu seharusnya pihak pihak yang tinggal disekitar daerah kutub utara jngan membiarkan orang atau wisatawan lalu lalang didaerah tersebut walaupun sudah dinyatakan aman, kan bisa saja bonkahan es tiba tiba longsor.
semoga saja dengan kejadian ini kita sebagai manusia bisa sadar, dan juga pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan atas kejadian tersebut berpikir 10.000.000.000. 00 sebelum dya bertindak dan segala resiko yang akan tertanggung nanti
Quote
 
 
Drajat
0 #29 Drajat 2012-10-16 21:02
kasian banget bumi kita,,, :sad::sad:
sekarang mari kita semua berbenah diri, bumi kita lagi sekarat, mulailah sekarang tidak melakukan hal hal yang dapat merusak ekosistem, karena semua ini harus kita lestarikan agar nantinya anak cucu kita bisa merasakan keagungan alam yang telah diciptakan oleh tuhan dan juga agar tidak menjadi masalah yang berkelanjutan! walaupun dengan hal kecil, karena hal kecil akan membuat semua menjadi besar!!! ;-);-);-)
Quote
 
 
robi/greenland
0 #28 robi/greenland 2012-08-25 01:17
alhamdulillah,s egala puji hanya milik dia,segala yang dilangit/dibumi kepunyaannya,te rmasuk aku mahluk ciptaannya,,,wa ssallam,,,,RB@g reenland
Quote
 
 
robiyanto
0 #27 robiyanto 2012-08-05 08:27
semoga semuanya diberi rahmat allah swt yg percaya akan kebesarannya,ak u mewakili greenland jagalah diri kalian/keluarga dari bencana yg tak terduga,seperti akan hilangnya pulau greenland atau yang lainnya,percaya atau tidak,karena aku selalu bersamanya,teri ma kasih untuk semuanya yang telah percaya dan menjaganya..... '''''
Quote
 
 
yusuf
0 #26 yusuf 2012-07-29 03:05
talk less:-) do more;-)
Quote
 
 
Riesa napalia
0 #25 Riesa napalia 2012-07-28 05:51
Stop pnebngan liar...
Mri kta ikut mlestrikn lngkungan..
Quote
 
 
fendi ajjach
0 #24 fendi ajjach 2012-06-25 00:46
tuhan memberi kita cobaan yang berat.,.,.,.,.,.,.,.,
bersabarlah bagi umat islam dan ber do'alah kepada yang maha esa..,.,.,.,.,. ,.,.,.:-)
Quote
 
 
raynal azwany
0 #23 raynal azwany 2012-06-25 00:27
proses kiamat semangkin dekat
Quote
 
 
Rentha Chan Tya
0 #22 Rentha Chan Tya 2012-06-11 03:22
:sad: wooyyy tlong jaga lingkungan kita ini,, loe yg menikmati uang nya bkan kita, tp yang kena bencana nya atau akibat nya mlah bersama2,,, ga adil bngt woooyyy,,, jaga lingkungan kita ini, terutama indonesia,, jgn rakus terhadap uang,,, tp jaga lah lingkungan kita dgn baik,, dgn mna2m pho, dan melestarikan lingkungan,, apa lo ga ingt kiamat??? apa ;loe ga ingt matii, !111 uang ga di bawa mati camkan !!!:cry:
Quote
 
 
I.A. Wibowo
0 #21 Mulai dari selangkah.....I.A. Wibowo 2012-06-03 03:44
Tidak akan kita tempuh 1 kilo meter, jika kita tidak mulai dari selangkah.
Mulailah dari diri sendiri dan keluarga.
Cintai bumi dan alam sekitar kita. Mulai dari rumah kita.
Karena bumi diberikan untuk manusia. Kita dan anak cucu kita.
Quote
 
 
nilakenconowungu
0 #20 Tambahan Sajanilakenconowungu 2012-03-24 01:46
Memang disaat inilah sesuatu itu akan terbukti, dan membuktikan dirinya sebagai yang HAQ,maksudnya apa yang ada ini merupakan suatu bahan pertimbangan bagi hamba-hambanya, yang mana pertimbangan itu hanya yang punya diri dan yang punya akal dan yang utama sekali yang punya "mata hati", dari sekian banyak gelaja-gejala ini mestinya sudah cukup untuk "Menetapkan" dan akhirnya Untuk memustuskan,dan jika amerika melihat (ainul) dengan satelit bahwa gejala yang terjadi dimatahri itu merupakan suatu gejal yang memang NYATA (ILA)karena mereka Punya Ilmu apalagi ditambah dengan "LAPAN" yang miliknya Indonesia maka itu berarti sesuatu itu benar adanya, maka yang menjadi pertanyaan mendasar adalah Sudah siapkah diri-diri kita ini menghadapi "BENCANA YANG AMAT DASHYAT ITU?" dan seperti apa yang diutarakan diatas bahwa semua itu terjadi karena kesalahan "Manusia" yang menciptakan "Global Warming". Apa sih global warming itu ? Yaitu Pemanasan global dipermukaan bumi, yang dilakukan matahari sebagai sumber Panas, koq bisa, sesunguhnya Bumi ini adalah Penyaring Bagi seluruh "alam semsta" sebagai penyaring panas matahari dengan "7 lapis langitnya" dan digunakan oleh kehdiupan dibumi terutama oleh Tumbuhan sebagai foto sintesis, namun karena Hutan kita tidak lagi mencukupi untuk menyerap cahaya matahari maka panas itu banyak yang terpencar kemabali ke angkasa akhirnya sampai juga kepada sumber panas yaitu matahari, diibaratkan bagai "SENJATA MAKAN TUAN" akhirnya terjadilah gejolak matahari yang berlebihan, ditambah dengan adanya Pemakaian bahan-bahan yang tuidak bisa di ubah oleh alam (bahan sintetis, radiokatif) sehinga membuat "7 lapis langit" (anda tahu ketujuh lapis langit) atau kata Professor doktor fisika terkenal itu adalah "SABUK VAN HELLEN", yang mana itu menyaring radiokatif matahari dan sampai dibumi atau sampai kepada manusia radioaktifnya sudah berkurang dan yang nyata yaitu berupa panas (KALOR)", jadi sesungguhnya "Agama" itu hanyalah sebuah Petunjuk yang berupa "ILMU" untuk mengetahui yang "HAQ" dan untuk kembali kepada yang "HAQ" dengan membawa yang "HAQ" itulah rentetang yang terjadi dari Sodom dan Gumorah, Nabi Nuh namun kali ini yang bergejolak itu "SUMBER CAHAYA" maka Siapkan Cahaya Masing-masing diri Untuk Menyambut Kilatan Cahaya (NUR) itu.
Quote
 
 
puguh nugroho
0 #19 Mencairnya Es kutubpuguh nugroho 2012-03-14 02:57
Hanya orang yg punya kepentingan pribadi, yg bisa menghasilkan pundi2 uangnya tidak peduli dengan lingkungan, alam yg semakin memburuk... mari saudara2 sekali kali pikirkan masalah global warning..jangan menyesal kalau tidak bisa mencegah hal terburuk nantinya.
Quote
 
 
septi nugrohoningsih
0 #18 lestarikan alam kitasepti nugrohoningsih 2012-03-02 17:24
lebih galak kan lagi untuk pelestarian alam,yuuukkkkk; -)
Quote
 
 
Dimas Syarifudin Nabawi
0 #17 RESAPI PERKATAAN KUDimas Syarifudin Nabawi 2012-03-02 17:18
menurut saya bila seluruh penduduk dunia(bumi) berhenti untuk menggunakan kendaran yang mengandung karbon dioksida dan gas ozon,dan mengganti kendaraan tersebut dengan sepeda pasti tidak akan menimbulkan efek rumah kaca........ :cry:
kasian bila kepada anak cucu kita nanti yang tidak bisa menikmati indahnya bumi ini.., :cry:
Quote
 
 
aleks
0 #16 javascript:void (0);aleks 2012-01-24 03:59
saatnya brubah saudaraku,,mung kin ne semua yang terbaik buat kita.,selalulah berdoa.,[remove d]void(0);
Quote
 
 
rindu syurga
0 #15 bersiap siaplahrindu syurga 2011-12-25 07:56
akhirnya kita tahu, dengan dalih modernisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi atau dalih apa pun, hasilnya adalah rusaknya bumi, hancurnya ekosistem. mereka yang berbuat, mereka yang menuduh. betul, dajjal itu bermata satu ... karena mata yang kanan buta (tidak bisa melihat kebenaran, tidak mampu belajar untuk menjadi hamba tuhan), sedangkan yang sebelah kiri bisa melihat (membanggakan kemewahan, kekuatan militer, bentuk fisik). bagi kita, mari bersiaplah mencari bekal sebanyak-banyak nya untuk menghadapi penantian di padang mahsyar yang sangat dahsyat ... menanti mizan ... dan titian serambut dibelah tujuh. sungguh hanyalah yang tetap memegang sunnah seperti memegang bara. tetap kuatkan pegangan itu. biarlah orang yang tidak menyukai terus membuat teror. wallhu a'lam
Quote
 
 
andika
0 #14 susahandika 2011-12-25 06:10
hahaha rasanya susah buat orang sadar Allah sendiri ud takdirin dunia bakal terbalik terus kiamat y ud waktunya mungkin jadi kalo mw beritahu yg benar yg ada kita malah d salahin
Quote
 
 
lupi
0 #13 cairkan juga otak kitalupi 2011-10-26 09:21
sudah saatnya juga kita cairkan otak kita yang beku. yang tidak pernah mau peduli dengan alam dan kelangsungan hidup umat manusia. sadar woe.... sadar.... bangun dari tidur. dan selamatkan bumi tempat tinggal kita.
Quote
 
 
harbi
0 #12 harbi 2011-10-26 01:08
dear all....kita sebagai ciptaan tuhan yang maha esa hendak nya menjaga apa yang telah di berikan kepada kita semua,baik di bumi belahan mana saja,negara apapun,daerah manapun,saya pribadi merasa dunia kita sudah menampakan kelemahan nya:cry:....tia da guna kita tambah merusak nya..selama kita masih hidup didunia sayangi lah..sudah banyak kejadiaan alam yang tidak diduga2..sekara ng di tambah es kutub mencair,dan masih banyak kejadian alam yang sangat mengejutkan dan mengerikan.mari berdoa dan berusaha kurangi polusi dan memperbaik i kembali ...untuk kita semua mohon lindungi bumi kita
Quote
 
 
Rosma
0 #11 kasian bumiRosma 2011-08-19 04:05
kasian bumi kita,sudah menampung kita sekian milyar tahun,memeberi kita segalanya,tp kita malah mengambil segalanya dari bumi. sungguh manusia adalah makhluk yang sangat merugi....
:cry::cry::cry:
Quote
 
 
Farhan aziz
0 #10 Farhan aziz 2010-11-14 23:19
Semua itu tidak boleh terjadi kita harus menjaga bumi kita sungguh sungguh kalau tidak berarti kita tidak menyayangibumi kita kita tidak boleh semua itu terjadi seperti : kutub utara akan mencair :sad:
Quote
 
 
wawan
0 #9 wawan 2010-11-10 11:47
luar biasa rakus/merusak/t erkutuk si dajjal ini, dg menggunakan haarp untuk mencairkan es kutub demi menyedot minyak/SDA di kutub utara selatan, dengan menggunakan alibi pemanasan global akibat co2 dll ng*nt***t..!!!!
Quote
 
 
hiskiafrans
0 #8 hiskiafrans 2010-11-08 04:11
suruh org kaya tu jgn pake rumah kaca.. :sad:

hancur d bwt'a bumi ini gra" dy.. :sad:


mencair es bilang.. :sad:
Quote
 
 
bimo
0 #7 bumi adalah tanggung jawab kitabimo 2010-11-04 07:53
bumi adalah anugrah,...
bumi tanggung jawab kita ,....

ayoo,,,...
tanam pohon bayang kn jika setiap pribadi kita menanam pohon 1 buah
dapat melihat dampak positif nya,...........
go,,.....
tidak ada kata terlambat,,,,,, ,,,.
Quote
 
 
hafiidh
0 #6 mencairnya kutubhafiidh 2010-11-01 10:20
salah satu cara mengatasi pemanasan global adalah: tanamlah pepohonan untuk mengatsi pemanasan global. Itu adalah salah satu cara menolong kehidupan di alam semesta ini...:sad:
Quote
 
 
galon
-1 #5 galon 2010-09-24 08:15
menurut NASA kemungkina besar bes abadi akan mencair keseluruhan sekitar 40 tahun lagi dan menurut kepercayaan agama samawi (agama langit bahwa) kiamat hanya tuhan yang memmegang kerahasiannya dan kita hanya yakin bahwa kiamat akan tetap terjadi
Quote
 
 
hamba allah
0 #4 sebentar lagi pasti kiamathamba allah 2010-09-15 16:30
sebentar lagi pasti kiamat mungkin bnar ramalan indian di amerika bahwa kiamat akan terjadi pada 2012

jadi perbanyaklah ibadah :-) :-)
Quote
 
 
MoslemPaladin
0 #3 memang bener2 hoax.MoslemPaladin 2010-09-11 04:40
global warming itu hoax. hanya isu buat menyatukan dunia dibawah hegemoni dajjal.
Quote
 
 
lilis
0 #2 lilis 2010-09-10 09:49
pak admin, saya pernah denger glob warming tu hoax, gmana?
Quote
 
 
Efa
0 #1 Buat kita semua....Efa 2010-09-08 01:16
Tuhan punya rencana yg indah bagi kita. Janganlah kita takut akan kedahsyatan malam, firman Tuhan berkata demikian. Saya percaya dia tidak akan ingkar janji. Semua yang terjadi akhir2 ini biaralah menjadi pernenungan bagi kita dan kita semakin dekat dengan dia. Kita semakin menyadari Kuasa Tuhan dan Keajaiban Tuhan, Barang siapa yang percaya kepadaNya akan selamat. Itu yang harus kita lakukan. Tuhan memberkati kita.
Quote
 

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan