larger smaller reset

Tanda-tanda Akhir Zaman Menurut Beberapa Agama dan Mitologi

end-of-world

 Inilah tanda-tanda kiamat yang dipercaya berbagai agama yang ada di dunia. Kiamat biasanya merujuk kepada tulisan eskatologis dalam ketiga agama Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Akhir zaman seringkali digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh kesusahan yang mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan.

Mesias adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allah dan mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran terinci tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing yang dipelajari. Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman, yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan, tradisi, dan perilaku.

  • Yudaisme

Akhir Zaman dalam eskatologi Yahudi meliputi sejumlah tema yang saling terkait:
Mesianisme Yahudi

  1. Pengumpulan kembali orang-orang yang hidup di pembuangan
  2. Pembangunan kembali Bait Suci
  3. Kurban binatang atau Korba

Dunia yang Akan Datang (Olam ha-Ba)

  1. Sebuah istilah yang ambigu yang mungkin merujuk kepada kehidupan setelah kematian, dunia Mesianik, atau kehidupan setelah kebangkitan.
  • Talmud

Menurut tradisi Yahudi, mereka yang hidup pada akhir zaman akan menyaksikan:

  1. Dikumpulkannya orang-orang Yahudi di pembuangan ke Israel yang ada secara geografis,
  2. Dikalahkannya semua musuh Israel,
  3. Pembangunan (atau penempatan oleh Allah) Kenisah di Yerusalem dan dipulihkannya kembali persembahan kurban dan ibadah di Kenisah,
  4. Kebangkitan orang mati (techiat hameitim), atau Kebangkitan,
  5. Pada suatu saat, Mesias Yahudi akan menjadi Raja Israel. Ia akan memisah-misahkan orang-orang Yahudi di Israel menurut bagian-bagian wilayah sukunya yang asli di negeri Israel. Pada masa ini, Gog, raja Magog, akan menyerang Israel. Siapa Gog dan negara Magog itu tidak diketahui. Magog akan bertempur dalam suatu pertempuran hebat, yangmengakibatkan jauh korban yang besar di kedua belah pihak, tetapi Allah akan ikut campur dan menyelamatkan orang-orang Yahudi. Ini adalah pertempuran yang dirujuk sebagai Harmagedon. Setelah memusnahkan musuh-musuh terakhir ini untuk selama-lamanya, Allah akan mengenyahkan semua kejahatan dari keberadaan manusia. Setelah tahun 6000 (dalam kalender Yahudi), milenium ketujuh adalah masa kesucian, ketenangan, kehidupan rohani, dan perdamaian di seluruh dunia, yang disebut sebagai Olam Haba ("Dunia Masa Depan"), di mana semua orang akan mengenal Allah secara langsung."
  • Kekristenan

Menurut Perjanjian Baru:
Dalam Perjanjian Baru, Yesus merujuk kepadanya sebagai "Penderitaan Besar", "Penyiksaan", dan "hari-hari pembalasan." 

Matius 24:15-22

Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel - para pembaca hendaklah memperhatikannya - maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

Markus 13:14-20

Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya - para pembaca hendaklah memperhatikannya - maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yanghidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

Lukas 21:20-33

Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yangberada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yangmenyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan danbintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

  • Ajaran Katolik

Sementara sebagian yang percaya akan penafsiran harafiah terhadap Alkitab menegaskan bahwa ramalan tentang tanggal-tanggal atau waktu itu sia-sia, dan sebagian penulis lainnya percaya bahwa Yesus meramalkan tanda-tanda yang akan menunjukkan bahwa "akhir zaman" sudah dekat.  Sebagian dari tanda-tanda ini adalah gempa bumi, bencana alam, masalah-masalah di masyarakat, ‘peperangan dan kabar burung tentang perang', dan bencana-bencana lain. Namun tentang kapan persisnya semua itu akanterjadi, ia akan datang "seperti pencuri di malam hari". Menurut Katekismus Gereja Katolik, iman Katolik mengenai "akhir zaman" dibahas dalam Pengakuan Iman

  • Gereja-gereja Protestan

Keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman di kalangan Kekristenan Protestan sangat berbeda-beda. Kaum Kristen pra-milenialis yang percaya bahwa Akhir zaman sedang terjadi saat ini, biasanya spesifik tentang garis waktu yang berpuncak pada hancurnya dunia. Bagi sebagian orang, Israel, Uni Eropa, atau Perserikatan Bangsa-Bangsa dipandang sebagai pemain-pemain utama yang peranannya telah diramalkan dalam Kitab Suci. Di antara para penulis pra-milenial dispensasional, ada orang-orang yang percaya bahwa orang Kristen secara adikodrati akan dikumpulkan ke surga oleh Yesus dalam suatu peristiwa yang disebut Pengangkatan, yang terjadi sebelum "Penderitaan Besar" yang dinubuatkan dalam Matius 24-25; Markus 13 dan Lukas 21. Penderitaan Besar ini juga disebutkan dalam kitab terakhir dalam Alkitab - Kitab Wahyu.

  • Islam Syi'ah

Mayoritas ulama Syi'ah sepakat akan rincian kejadian-kejadian yang akan terjadi pada hari-hari terakhir:

  1. Si Dajjal akan mengklaim dirinya sebagai juru selamat umat manusia dan bangsa-bangsa dari semua agama akan bersatu di bawah agamanya.
  2. Akan terjadi pembunuhan-pembunuhan massal atas umat Syi'ah di Irak (sekitar sungai Eufrat), dan untuk kepala mereka akan disediakan hadiah uang, meskipun mereka bukan penjahat.
  3. Akan terjadi pemberontakan oleh seorang "Yamani" yang akan dikalahkan dalam usahanya itu
  4. Imam Mahdi akan muncul kembali dan menyampaikan khutbahnya di Kaabah dan akan mengumpulkan pasukan dengan 313 jenderal dan ribuan pengikut untuk mengalahkan si Dajjal
  5. Seseorang yang bernama "Sufyani" (agamanya tidak disebutkan, meskipun ia adalah keturunan dari dinasti Ummayyah yang telah berantakan yang keturunan menyebar kemungkinan di Levant dan Spanyol atau Marokko selama 12 abad terakhir) akan memimpin pasukan-pasukan dari Suriah melintasi Irak ke Arabia untuk mengalahkan pasukan-pasukan Mahdi bersama-sama dengan sekutu-sekutunya.
  6. Imam Mahdi akan mendirikan kembali Islam yang sejati dan dunia akan menemukan perdamaian dan ketenangan.
  7. Imam Mahdi akan berkuasa untuk suatu masa.
  8. Kebangkitan manusia akan dimulai sementara Hari Penghakiman akan dimulai.
  • Islam Sunni

Sebelum tanda-tanda besar yang disebutkan ini, semua tanda kecil harus terjadi dan di antaranya adalah:

  1. Munculnya Nabi Muhammad dan wafatnya (sudah terjadi, kelahiranMuhammad sendiri dipahami sebagai tanda dari hari penghakiman.)
  2. Waktu akan berlalu lebih cepat.
  3. Perang dan pembunuhan menjadi lazim di antara manusia.
  4. Merebaknya pencurian,penipuan dan skandal di antara manusia.
  5. Merebaknya perzinahan.
  6. Munculnya bangunan-bangunan besar.
  7. Popularitas minuman-minuman beralkohol di antara manusia, hingga namanya diubah, misal nya: bir, anggur, jenever dan seterusnya.
  8. Padang gurun Arab berubah menjadi hijau.
  9. Bangunan-bangunan yang lebih tinggi daripada gunung-gunung di Mekkah dibangun di Mekkah.

Tanda-tanda besar yang semuanya mempunyai dampak penting bagi umat manusia adalah sebagai berikut:

  1. Matahari akan terbit di Barat, menandai ditutupnya pintah pertobatan Allah dan orang-orang kafir tak dapat berbalik lagi setelah titik ini. Dikatakan bahwa matahari akan terbenam dan tidak terbit selama tiga hari hingga terbitnya di sebel ah Barat. Ia akan terbit di tengah hari dan kemudian tenggelam seperti biasanya di Barat.
  2. Munculnya sang Dajjal (Anti Kristus), dan menipu mayoritas umat manusia untuk mengikut dan menyembah dia. Kelak ia akan dibunuh oleh Isa Almasih di Yerusalem.
  3. Turunnya Isa Almasih dari surga dan berdoa di belakang Imam Mahdi. Pada waktkunya ia akan membunuh babi, mematahkan salib, dan membunuh orang-orang kafir.
  4. Dilepaskannya Ya'juj dan Ma'juj, menyebabkan bala kelaparan dan bencana di dunia dan akhirnya menembakkan sebuah anak panah di langit untuk memperlihatkan bangsa-bangsa bahwa Allah dapat dibunuh, anak panah ini kemudian jatuh dengan ujung yang berlumur darah sehingga menyebabkan orang-orang mukmin yang lemah percaya akan hal itu dan takluk kepada Ya'juj dan Ma'juj. Mereka belakangan dibunuh oleh ulat yang muncul dari lubang hidung unta dan mayat-mayat mereka akan bertebaran di bumi.
  5. Seorang laki-laki muncul di Medina dan diminta oleh para ulamanya untuk pindah ke Mekkah. Di sana ia akan dinyatakan sebagai Kalifah dan disebut Mahdi dan memerintah sebagai Kalifah terakhir Islam yang memimpin umat man usia memasuki zaman kemakmuran yang tak pernah terlihat atau terdengar sebelumya. Ia juga akan meluruskan semua sekte Islam menjadi Islam yang sejati. Namanya juga Muhammad bin Abdullah, nama yang sama dengan nama Nabi dan sebagai keturunannya,ia juga memiliki sebuah tanda gelap pada pipi kanannya dan rupa yang sama de ngan Nabi Muhammad.
  6. Perang besar antara orang-orang Muslim dengan orang-orang Yahudi di Palestina yang mengakibatkan kekalahan total orang-orang Yahudi.
  7. Kematian Isa Almasih dan diikuti atau didahului oleh Imam Mahdi. Perhatikan bahwa hari penghakiman terjadi 60 tahun setelah naiknya Almasih ke surga.
  8. Munculnya Dabbat al-Ard seekor binatang yang aneh rupanya (monster) dari sebuah gunung di Mekkah, yang memiliki cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Dabbat al-Ard akan mencap manusia sebagai orang kafir atau orang mukmin.
  9. Akan terj`di serangan terhadap Mekkah tetapi pasukan-pasukan penyerang itu akan teng gelam di padang pasir sebelum mencapai Mekkah.
  10. Angin yang akan mengambil jiwa semua orang Muslim dan hanya meninggalkan orang-orang kafir di muka bumi.

Kejadian-kejadian berikut ini adalah langkah-langkah terakhir dari Hari penghakiman dan terjadi di Bumi:

  1. Ditiupnya terompet pertama yang mematikan semua manusia di muka bumia.
  2. Ditiupnya terompet kedua yang menandai kebangkitan.
  3. Allah turun ke bumi.
  4. Penantian akan Penghak iman oleh seluruh umat manusia, sebuah proses yang dikatakan akan berlangsung selama ribuan tahun di bawah matahari yang membakar.
  5. Penghakiman atas umat manusia dimulai.
  • Zoroastrianisme

Menurut filsafat Zoroaster, yang disunting dalam Zand-i Vohuman Yasht, "pada akhir musim dinginmu yang kesepuluh ribu... matahari semakin tak terlihat dan tampak; tahun, bulan, dan hari menjadi makin pendek, dan bumi menjadi lebih tandus; dan tanaman tidak akan menghasilkan benih dan manusia. Menjadi semakin menipu dan cenderung melakukan praktik-praktik jahat. Mereka tidak mengenal rasa terima kasih."

  • Buddhisme

Menurut Sutta Pitaka, "sepuluh perilaku moral"akan lenyap dan bangsa-bangsa akan mengikuti sepuluh konsep yang tidak beramoral yaitu mencuri, kekerasan, membunuh, berbohong, mengucapkan hal-hal yang jahat, perzinahan, kata-kata yang kotor dan ngawur, kecemburuan dan kehendak yang buruk, keserakahan yang berlebih-lebihan, dan nafsu yang menyimpang sehingga mengakibatkan timbulnya kemiskinan yang luar biasa dan mengakhiri hukum-hukum dunia dari dharma sejati.

  • Hinduisme

Dalam Hinduisme, tidak dikenal penghukuman kekal terhadap jiwa. Akhir zaman juga tidak ada. Setelah Kali yuga yang jahat ini berakhir, Yuga atau zaman berikutnya adalah Satya yuga di mana setiap orang adalah orang yang benar, diikuti oleh Dwapara Yuga, Treta Yuga dan kemudian Kali Yuga yang lain. Dengan demikian waktu bersifat siklis dan zaman terus berulang tanpa akhir. Namun demikian, keberadaan kejahatan dan kemerostan yang dapat ditolerir dalma masing-masing zaman itu berbeda dan karenanya ambang yang perlu untuk perwujudan penjelmaan Dewa juga berbeda-beda untuk masing-masing Yuga. Yuga yang sekarang adalah yang paling jahat sehingga ambang untuk munculnya Avatar juga begitu tinggi sehingga dunia perlu menurunkan tingkat maksimumnya.

  • Agama Bahá'í

Pendiri agama Bahá'í, Bahá'u'lláh mengklaim bahwa ia adalah Almasih yang datang kembali serta pengharapan kenabian dari semua agama lainnya. Ia juga memberikan bukti-bukti tentang Akhir zaman dan tempat dirinya. Terbentuknya agama bersamaan dengan nubuat Millerit yang menunjuk kepada tahun 1844. Sehubungan dengan pengharapan khusus tentang akhir zaman, dikatakan bahwa Pertempuran Harmagedon telah berlalu dan bahwa kematian syahid massal yang diantisipasikan pada Akhir zaman telah terjadi dengan konteks historis dari agama Bahá'í.

  • Hopi

Di antara suku-suku Indian di benua Amerika, suku Hopi juga mempunyai pengharapan akan suatu "Hari Penyucian"yang diikuti oleh suatu pembaruan besar.

Para pemimpin suku Hopi, seperti misalnya Dan Evehema, Thomas Banyaca dan Martin Gashwaseoma, bernubuat bahwa kedatangan bangsa kulit putih menandai akhir zaman, bersama-sama dengan munculnya Binatang yang aneh "seperti seekor bison tetapi dengan tanduk-tanduk yang besar yang akan membanjiri negeri". Dinubuatkan bahwa pada akhir zaman, bumi akan dilintasi oleh ular-ular besi dan sungai-sungai batu; negeri akan dilintasi oleh sarang laba-laba raksasa, dan laut akan berubah menjadi hitam. (penafsiran spekulatif yang umum diberikan adalah menyamakan “ular besi” dengan kereta api, “sungai batu” dengan jalan raya dan sarang laba-laba raksasa dengan kabel-kabel listrik atau bahkan dengan jaringan komputer sedunia.)

Juga dinubuatkan bahwa suatu "tempat tinggal yang luas"di surga akan jatuh dalam sebuah tabrakan yang besar. Ia akan muncul sebagai sebuah bintang biru, dan bumi akan berguncang. Lalu orang-orang putih akan bertempur dengan bangsa-bangsa di negara-negara lain, dengan mereka yang memiliki hikmat tentang kehadirannya. Lalu akan timbul asap di padang-padang gurun, dan tanda-tanda tentang kehancurannya yang hebat pun dekat.

Lalu banyak orang yang akan mati, tetapi mereka yang paham akan nubuat-nubuat akan hidup di tempat-tempat bangsa Hopi dan selamat. Pahana "Saudara Kulit Putih Sejati"kemudian akan kembali untuk menanam benih-benih kebijaksanaan dalam hati manusia, dan dengan demikian mengantarkan fajar Dunia Kelima.

Dalam setidak-tidaknya sebuah film Amerika, disebutkan tentang nubuat-nubuat Hopi, khususnya film "Koyanisquattsi", yang diproduksi dan diedarkan pada 1982.

  • Lakota

Menurut seorang dukun Lakota Oglala - "kegelapan akan turun ke atas suku ini… dunia akan kehilangan keseimbangan. Lalu banjir, kebakaran dan gempa bumi akan terjadi."[rujukan?]
Seekor "Anak Bison Betina Putih" akan memurnikan dunia. Lalu ia akan mengembalikan keserasian dan keseimbangan rohani spiritual.

Bison putih telah dilahirkan pada 1994, 1995 dan pada 2006 di sebuah peternakan di Janesville, Wisconsin. Karena itu banyak pemimpin suku lalu merasa bahwa nubuat ini sedang digenapi

  • Maya

Kelompok Maya kuno dan modern percaya bahwa jagad raya pernah diperbarui empat kali sebelumnya. Namun upaya pertama menghasilkan binatang; upaya kedua menghasilkan manusia yang diciptakan dari tanah liat yang pada akhirnya akan menjadi serangga-serangga tertentu (misalnya semut dan lebah); upaya ketiga menghasilkan kera; dan yang keempat menghasilkan kita: "manusia sejati." Masing-masing upaya sebelumnya untuk menciptakan manusia dihancurkan oleh berbagai bencana yang melenyapkan jagad raya. Cerita-cerita ini berbeda-beda dalam berbagai kelompok Maya: binatang-binatang hampir seluruhnya dimusnahkan oleh banjir, manusia dari tanah liat hampir dimusnahkan oleh banjir dan kemudian oleh badai api di seluruh bumi, manusia kera diserang oleh milik mereka dan binatang-binatang mereka sendiri.

Kalender Maya yang berbasis astronomi akan mencapai siklus penuhnya yang besar selama sekitar 5.200 tahun pada 21 Desember 2012. Meskipun tidak ada bukti-bukti yang kuat bahwa bangsa Maya kuno menganggap tanggal ini signifikan, banyak orang yang telah menduga bahwa inilah “akhir seluruh Jagad raya” menurut perspektif Maya, dan yang lainnya percaya bahwa bangsa Maya memaksudkannya sebagai lambang dari "datangnya perubahan besar."

  • Mitologi Yunani

Mitologi Yunani pada umumnya diangkat dari sastra Yunani dan represenasi dari media visual yang berasal dari masa setelah periode Geometris (sekitar 900-800 SM) dan sesudahnya.

Mitologi Yunani kuno mengklaim bahwa Zeus, yang sebelumnya telah menggulingkan ayahnya, Kronus, pada gilirannya juga akan digulingkan oleh seorang anak lelakinya. Cerita ini dapat dilihat sebagai ekuivalen dari akhir dunia, atau akhir zaman. Prometeus menyingkapkan kepadanya bahwa anak ini akan dilahirkan dari Zeus dan Thetis, bila mereka melakukan hubungan kelamin. Untuk mencegah terjadinya hal ini, Zeus menikahkan Tetis dengan Peleus, seorang manusia fana yang lemah. Dari pernikahan ini lahirlah Akiles, tokoh protagonis dari Iliad dan salah satu dari pahlawan terbesar dalam mitos Yunani.

  • MItologi Norse

Dalam mitologi Norse musim dingin yang dahsyat, yang disebut sebagai Fimbulwinter, akan menguasai bumi dan menyebabkan kekacauan dan peperangan di antara rakyat Midgard tepat sebelum Ragnarok. Ragnarok ("nasib Dewa-dewa") adalah pertempuran pada akhir dunia yang dilakukan antara Dewa-dewa ( Æsir, Vanir dan Einherjar, yang dipimpin oleh Odin); dan pasukan-pasukan Chaos ( raksasa api, Jotuns dan berbagai monster, yang dipimpin oleh Loki). Tidak hanya Dewa-dewa, raksasa, dan monster-monster saja yang yang musnah dalam kebakaran apokaliptik ini, tetapi hampir segala sesuatu di alam raya yang tercabik-cabik. Hanya Dewa-dewa Váli dan Vidar yang akan bertahan untuk memerintah suatu dunia yang baru, dengan Baldr yang dibangkitkan kembali.

Catatan akhirzaman.info:

Imam Mahdi*)

Bila kita kritisi, Imam Mahdi dalam perspektif rasional tampak sulit diterima sebagai ajaran dari Nabi, dan hal itu sendiri tidak terdapat di dalam al-Quran maupun di dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Memang, jika orang membaca hadits-hadits Mahdiyyah hanya sepintas dan hanya beberapa buah hadits saja yang ditelaahnya, tanpa mau membandingkan secara jeli dengan hadits-hadits Mahdiyyah lainnya yang penuh kontroversial, tentunya dia akan menerimanya dan mempercayainya sebagai sesuatu yang benar-benar datang dari Nabi. Akan tetapi, jika dia mempelajarinya dengan sikap kritis serta menghubungkannya dengan sejarah ummat Islam secara obyektif, maka dia tidak akan menerima begitu saja pernyataan-pernyataan hadits Mahdiyyah yang bertentangan dengan penalaran akal sehat.

Berikut kami kutipkan beberapa pendapat mengenai hadits-hadits mengenai Mahdiyyah dari buku berjudul "Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif" oleh: Drs. Muslih Fathoni, M.A. Selengkapnya dapat diakses di:

http://www.akhirzaman.info/islam/imam-mahdi dan Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Pertama, pendapat Syaikh Muhammad Darwisy, yang mengatakan dalam bukunya Asna'ul-Matalib:

"Hadits-hadits Mahdiyyah semuanya adalah lemah, tidak ada yang dapat dijadikan pegangan, dan seorang tidak boleh terkecoh oleh orang yang (berusaha) mengumpulkannya dalam berbagai karyanya."

Kedua, pendapat Sayyid Ahmad, seorang ahli hadits, dalam bukunya Ibrazul-Wahmil-Ma'mun, terutama mengenai hadits Mahdiyyah yang dipegangi oleh golongan Ahmadiyah:

"Sungguh hadits Mahdiyyah ini, bukanlah hadits da'if (lemah) sebagai yang dikatakan oleh si pengeritik hadits (Ibn Khaldun) dan sekalipun (pengeritik) lain mengatakan yang demikian itu, bahkan hadits itu batal, palsu dan dibuat-buat, tidak ada dasarnya hadits itu dari ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam., juga bukan ucapan Anas Ibn Malik, ataupun ucapan Hasan al-Basri."

Ketiga, pendapat Muhammad Farid Wajdi dalam karya besarnya, Da'iratul-Ma'arif al-Qarnil-'Isyrin, menyatakan:

"Maka sesungguhnya di dalam hadits-hadits Mahdiyyah itu, tergolong (pernyataan) yang keterlaluan, dan merupakan pukulan keras bagi sejarah, serta sangat berlebih-lebihan, tidak memahami pelbagai persoalan manusia, dan jauh dari sunnatullah (hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan untuk semua ciptaanNya), yang dikenal oleh manusia. Pada mulanya pembaca tidak merasa, bahwa hadits-hadits Mahdiyyah itu adalah hadits-hadits palsu yang sengaja dibuat oleh tokoh-tokoh yang sesat, atau oleh para pendukung ('Ali) untuk sebagian ahli propagandisnya yang menuntut kekhilafahan di Arabia atau di Magrib (Afrika)."

Selain itu, Ahmad Amin juga berpendapat, bahwa hadits-hadits Mahdiyyah itu merupakan hadits yang mengandung cerita bohong, sebab dalam kisah kehidupan al-Mahdi telah dipenuhi dengan cerita yang aneh-aneh dan kabar gaib tentang peristiwa zamannya. Disamping itu, terdapat juga apa yang disebut al-Jafr yaitu ilmu ramalan yang ditulis pada kulit lembu, tentang apa yang akan dialami oleh Ahlul-Bait, dan menurut kaum Syi'ah, ramalan tersebut diriwayatkan dari Ja'far as-Sadiq. Berita-berita aneh semacam itu, banyak juga terdapat dalam kitab yang disebut kitab al-Malahim yang dimiliki oleh sebagian ummat Islam. Anehnya berita-berita semacam itu oleh pengarangnya dijadikan sebagai hadits, dan menghubungkannya dengan Rasulullah. Sebagian lagi dihubungkan dengan Ahlul-Bait. Dan sebagian yang lain menghubungkannya dengan Ka'ab al-Akbar dan Wahb ibn Munabbah.

Demikianlah pendapat sementara para sarjana Muslim. Tampaknya mereka meneliti dan melihat dengan jeli hadits-hadits Mahdiyyah itu, tidak hanya dari aspek 'ulumul-hadits atau ilmuilmu hadits, akan tetapi juga menghubungkannya dengan aspek-aspek sejarah yang obyektif, terutama sejarah ummat Islam itu sendiri. Dengan cara seperti ini, seorang akan lebih selamat dan tidak mudah terjebak ke dalam paham-paham yang keliru dan sesat. Hadits-hadits Mahdiyyah yang kontroversial itu, rupanya merupakan akibat dari terjadinya persaingan ketat antara kelompok-kelompok Muslim yang sedang berselisih pada saat itu untuk merebut pengaruh yang lebih luas di bidang politik. Kecenderungan politik yang didasari dengan paham agama, tampaknya mendorong terciptanya paham keagamaan yang bermacam-macam Di saat seperti itulah masing-masing pihak membuat hadits-hadits palsu tentang al-Mahdi dengan berbagai versinya.

Disamping itu mengenai kedatangan Imam Mahdi juga di klaim oleh berbagai keyakinan agama dengan nama yang berbeda satu dengan yang lainnya al sbb:

Agama Yahudi mazhab ortodoks percaya bahwa akan lahir Imam Mahdi dari kalangan mereka. Mereka percaya Imam Mahdi ini akan lahir dengan segala macam keramat dan kelebihan, akan mengembalikan mereka ke tanah tumpah asal mereka, Baitulmaqdis, Bukit Tursina dan Palestin. Mereka ini dipanggil golongan Messianic yaitu golongan yang percaya akan tibanya sang juruselamat. Perkataan Messianic itu sendiri datang dari kata Messiah, yaitu orang yang digelar 'Imam Mahdi' (menurut ajaran agama mereka).

Orang Kristen juga sangat yakin dengan konsep Imam Mahdi ini, yang kononnya akan lahir dari kalangan penganut agama mereka pula. Dan konsep kepercayaan ini lebih bersifat literal (dari mulut ke mulut) dan bukan merupakan satu kepercayaan yang diwajibkan mempercayainya. Apa yang jelas, Imam Mahdi yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah Nabi Isa As sendiri. Hasilnya, sebagian besar saja yang percaya, sedangkan sebagian yang lain tidak menyatakan kepercayaan mereka atau sama sekali tidak percaya.

Agama Hindu juga sangat yakin dengan kedatangan seorang Mahdi yang akan mengembangkan ajaran agama Hindunya ke seluruh dunia, pada akhir zaman kelak. Disebutkan gelarannya Mansur atau Maha Shiva atau nama sebenarnya Mahmat atau Ahmad. Selain itu ada beberapa nama lagi yang diberikan kepadanya, sebagai menunjukkan ketinggian kemuliaannya dan besar kedudukannya.

Penganut agama Buddha juga yakin dengan kedatangan Mahdi yang akan membersihkan dunia ini dari kekejaman, dan Mahdi itu dibekalkan dengan segala macam kuasa hebat dan ilmu sakti (keramat menurut Islam). Mahdi yang dimaksudkan itu disebut sebagai Shammaraja (Raja yang Sangat Adil). Nama sebenar dan tempat lahir Mahdi itu tidak dinyatakan dengan jelas. Tetapi mereka percaya, atas perkabaran para sami mereka, zaman sekarang ini adalah zaman untuk Shammaraja itu memunculkan dirinya dan menyelamatkan dunia ini.

Orang-orang Majusi aliran Mazda, yang menganut ajaran ciptaan Zarathustra (Zoroaster) yaitu golongan penyembah api suci, yang jumlahnya hari ini kira-kira setengah juta orang di Iran dan beberapa ribu lagi di India, juga yakin dengan konsep Imam Mahdi. Ajaran mereka menyatakan bahwa tiga orang penyelamat besar akan muncul, dimulai oleh Aushedar dan diikuti pula oleh Aushedar-mah. Yang terakhir keluar ialah seorang lelaki perkasa bernama Saoshyant / Shayoshant, yang berasal dari anak cucu Zoroaster, yang akan muncul dan memusnahkan Ahriman, kuasa jahat, sekali gus membersihkan dunia ini daripada kegelapan dan kesengsaraan. Dia memerintah dunia dengan adil dan saksama selama seribu tahun, mendirikan kerajaan Ahura Mazda yang sepenuhnya. Mereka tidak menyebutnya dengan sebutan Mahdi tetapi maksudnya sama dengan Mahdi bagi umat Islam. Dan dari ajaran Mazda inilah orang-orang Syiah menyerapkan konsep Imam Mahdi mereka, karena meyakini Imam Mahdi Syiah itu akan memerintah dunia ini selama seribu tahun.

Menurut kami Imam Mahdi dalam Islam sebenarnya merupakan sebuah Monomyth, dia tidak akan pernah muncul atau datang. Istilah Monomyth (sering disebut sebagai pahlawan perjalanan) seperti yang digunakan dalam bidang mitologi komparatif, mengacu pada pola dasar yang konon ditemukan di banyak cerita di seluruh dunia, sebagai contoh dalam masyarakat Jawa ada tokoh supernatural yang ditunggu-tunggu seperti Imam Mahdi yaitu Satria Piningit atau di Jawa Barat mananya yang dikenal di masyarakat adalah Ratu Adil. Monomityth ini didistribusikan secara luas polanya, sebagaimana digambarkan oleh Joseph Campbell dalam bukunya The Hero With Thousand Faces, download di sini).

Nabi Isa dan Dajjal*)

Nabi Isa a.s. telah diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sesuai dengan Sunnatullah yang tidak mungkin akan berubah selama-lamanya (al-Ahzab 33:62). Nabi Isa telah wafat dan diangkat derajatnya oleh Allah. Dan tentang wafatnya Nabi Isa, sesuai pula dengan Sunatullah bahwa segala benda yang bernyawa pasti akan menemui kematian.

Al Qur'an tidak pernah menyebutkan secara jelas dan muhkamat3 maupun mutasyabihat,4 apakah Nabi Isa masih hidup dan apakah sampai saat ini masih berada di langit? Lalu apakah setelah itu, ia akan turun kembali ke bumi untuk membasmi Dajjal. Padahal, tidak ada satu kata pun di dalam Al-Qur'an yang menyebut nama Dajjal. Dengan demikian, hal ini memperkuat argumentasi bahwa Nabi Isa telah wafat, dan tidak akan turun ke bumi dan tidak akan membunuh Dajjal.

Kiamat akan segera tiba setelah turunnya Nabi Isa yang akan memberantas Dajjal, kemudian mempersatukan umat manusia serta menjadikan semuanya beragama Islam dan menjadi imam shalat, tentunya berita ini merupakan berita besar yang mustahil luput dari uraian Al-Qur'an.

Mengingat turunnya Nabi Isa dan datangnya Dajjal tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an, maka tidak menyebabkan berdosa apabila kita tidak mengimaninya. Lagi pula, rukun Iman yang telah diakui seluruh ulama sejak dahulu tidak mencantumkan hal ini.

Hadits-Hadits tentang Nabi Isa a.s. dan Dajal

Argumentasi yang berdasarkan pada Al-Qur'an mengatakan bahwa Nabi Isa telah wafat dan tidak akan turun lagi ke bumi untuk memberantas Dajjal. Tentu hal itu tidak berdasarkan dalil hadits, walupun hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan yang lainnya.

Bagi mereka yang menyangkal hadits tersebut didasarkan bahwa berita-berita yang diriwayatkannya bertentangan satu sama lain, karena mereka mendasari itu terhadap alasan-alasan berikut :

Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abdullah bin Amru bin Ash disebutkan, "...kemudian Isa Almasih itu, menetap bersama manusia tujuh tahun lamanya..."

Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim, Abu Daud, al-Hakim, dan Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah r a. menyebutkan, "...Isa menetap di bumi empat puluh tahun lamanya, kemudian ia pun wafat, maka kaum muslimin menyembahyangkannya ..."

Menurut Joesoef Souyb salah satu hadits yang meriwayatkan kedatangan Dajjal diterima melalui Ka'ab al-Ahbar yang mengatakan, "Aku akan mengirimmu kelak menghadapi Dajjal si Juling, dan engkau akan membunuhnya, lalu hidup di bumi sehabis itu selama dua puluh empat tahun dan Aku akan mematikanmu, seperti halnya orang yang hidup."

Penulisan hadits dengan isi pernyataan yang berbeda satu sama lainnya dan diceritakan melalui satu orang saja (hadits ahad) menyebabkan kedudukan hadits tersebut tidak termasuk mutawatir (hadits yang diriwayatkan oleh beberapa perawi). Di samping itu, sangat besar kemungkinannya adanya kesengajaan penyusupan dongeng atau kisah-kisah, seperti dituliskan dalam kitab Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Wahyu 19: 11-21, Wahyu 20: 4-6).

Perlu diingat bahwa dalam teologi dan liturgi (ketuhanan dan tata cara agama) Yahudi dan Nashrani sangat kental akan kepercayaan Mesiah dan Adventisme (harapan atau keyakinan akan turunnya Yesus ke bumi) untuk membasmi segala roh jahat dan mengajak umat manusia hanya percaya kepada Kristus (selengkapnya lihat di sini)

Dunia Akhir Zaman

 

Terkait:

  1. Tanda-tanda Akhir Zaman, Islam Muncul Dalam Keadaan Asing, dan Akan Kembali (asing), Sebagaimana Ia Muncul Dalam Keadaan Asing, Maka Beruntunglah Orang-orang Asing
  2. Empat Puluh Hadits Peristiwa Akhir Zaman
  3. Penyakit Ummat Islam Di Akhir Zaman
  4. Firqatun Najiyah (golongan yang Selamat) dan Thaifatul Manshurah (Kelompok yang Menang)
  5. Umat Akhir Zaman
  6. Wabah Wahan, Penyakit Mematikan di Akhir Zaman

Sumber: new-littlesun.blogspot.com

Share/Save/Bookmark
Dibaca :24672 kali  

Komentar-Komentar  

Quote
 
0
:cry: Dasyatnya kedatangan Tuhan. :-) :D
Quote
 
0
sesungguh nya manusia itu hanya bisa menduga duga dan mengira2

Sesungguhnya nya manusia itu tidak akan pernah tau apa2 yang ku rencanakan

dan celakalah bagi ahli ahli surga yang saling berselisih tentang agama nya


berkacalah sebelum menilai

berdoa lah memohon pengampunan sesuai agama nya masing2
untuk diri sendiri,keluarg a kita
agar di lindungi oleh yang maha kuasa atas segala dosa yang pernah kita buat

amien.....
Quote
 
0
PERLU DITELITI LAGI

Cuplikan sumber Literatur

Saatnya Matahari Terbit Dari Barat
Salah satu persoalan klasik tentang tanda tanda kiamat besar adalah perbedaan pendapat tentang tanda yang pertama kali keluar. Pada dasarnya ada hadis shahih yang menjelaskan bahwa tanda kiamat besar yang pertama kali keluar adalah “terbitnya matahari dari barat”. Hanya saja secara tekstual bertentangan dengan hadis yang shahih lainya. Pada umumnya sebagian besar ulama berpendapat bahwa munculnya dajjal adalah tanda kiamat besar yang pertama kalí keluar.

Dari hudzaifah bin usaid al ghifari,ia berkata: Rosulullah pernah muncul kehadapan kami ketika kami sedang berbincang bincang, lalu beliau bertanya, `apakah yang sedang kalian perbincangkan? mereka [para sahabat] menjawab, kami sedang memperbincangka n hari kiamat. lalu beliau bersabda, ``sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sepuluh tanda``. kemudian beliau menyebut asap, dajjal, binatang [yang keluar dari dalam bumi], terbitnya matahari dari barat, turunya isa bin maryam, ya`juj dan ma`juj, tiga pembenaman yaitu di timur, barat dan jazirah Arab, dan yang terakhir ialah kelurarnya api dari yaman yang menggiring manusia ketempat berkumpulnya mereka. shahih muslim

hadis tersebut menjelaskan adanya sepuluh tanda kiamat besar sebelum terjadinya kiamat.bukan rahasia bahwa dimasa dajjal muncul,maka kemudiam turunlah nabi isa dan beliau sempat sholat subuh di belakang imam mahdi sebagai makmum.sedangka n imam mahdi sendiri akan hidup sekitar tujuh tahun semenjak di baiat sebagai raja Arab saudi padahal kini tanda tanda kedatangan imam mahdi sudah ada beberapa yang terjadi dan itu artinya kita diambang munculnya tanda tanda kiamat besar. Insya allah, secara pasti seandainya imam mahdi sudah di baiat, maka tidak sampai tujuh tahun dajjal pun akan muncul dan kemunculan dajjal adalah tanda kiamat besar yang pertama kali terjadi dari sepuluh tanda tanda kiamat besar yang lainya tetapi pendapat ini bukan final, karena sebagian ulama berpendapat bahwa tanda kiamat besar yang pertama kali terjadi adalah TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT dan pendapat ini didasarkan dari hadis yang shahih dan jelas maknanya. dan berikut ini hadisnya.

Dari abu zur`ah, ia berkata, ``ada tiga kelompok orang muslim yang mendatangi marwan bin hakam di madinah dan mereka duduk di sampingnya, lalu mereka mendengarkan dia yang sedang membicarakan tanda tanda hari kiamat yang di antaranya ia nmengatakan bahwa yang pertama kali keluar ialah dajjal``, lalu abdullah bin amr berkata, ``marwan tidak mengatakan sesuatu [marwan tidak tau apa apa], sesungguhnya saya hafal suatu hadis dari rosulullah yang tidak saya lupakan lagi sesudah itu, yaitu saya mendengar beliau bersabda: ``sesungguhnya tanda tanda hari kiamat yang pertama kali keluar ialah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang dari perut bumi kepada manusia pada waktu duha. entah mana yang belakangan keluarnya, tetapi keluarnya secara beruntun, yang satu mengikuti yang satunya dalam jangka waktu yang dekat``. HR. Imam muslim dan Ahmad

hadis ini sudah sedemikian jelas, Rosulullah telah memastikan bahwa tanda kiamat yang pertama kali keluar atau terjadi adalah terbitnya matahari dari barat tetapi kita jumpai sebagian besar ulama mempunyai pendapat yang lain. Hal ini bukan tanpa sebab, mereka pun punya dalil-dalil yang selama ini tak terbantahkan. begitu pula mereka mereka yang mengikuti hadis tersebut.

Perlu diyakini bahwa perkataan Allah dengan perkataanya yang lainya tidak akan bertentangan, begitu pula perkataan Allah dengan perkataan rosulnya dan perkataan rosul dengan perkataanya yang lainya. Kalau ada beberapa perkataan Allah atau rosulnya dianggap bertentangan dan tidak bisa diuraikan, maka tidak menutup kemungkinan ada sebagian manusia yang lain bisa menjelaskanya dan sangat mustahil bila perkataan Allah akan saling bertentangan dan begitu pula rosulnya karena apa yang dikatakan rosulnya adalah wahyu dariNya. Bagi siapapun yang mengkaji masalah ini, insya Allah masih mendapatkan masalah tersebut yang tak terpecahkan, dan sampai saat ini mungkin masing masing pemegang pendapat tersebut belum mampu menjawab dalil-dalil yang bertentangan. bagaimana dengan saya, tentunya saya akan memilih salah satu pendapat di atas, dan atas karunia Allah saya akan memastikan bahwa hanya ada satu pendapat yang diatas kebenaran, karena mustahil dua pendapat tersebut diatas kebenaran. kalau selama ini masing masing mempunyai dalil-dalil yang tak terbantahkan, maka disini insya Allah akan terlihat mana dalil yang sesungguhnya dan mana dalil-dalil yang tersamarkan.

Tidaklah akan datang kiamat sehingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya. Apa bila matahari terbit dari barat, maka orang orang pun melihatnya, lantas mereka beriman seluruhnya. Maka itulah saat ketika iman seseorang tidak lagi bermanfaatkan bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya. HR. Bukhori dan Muslim

Hadis ini menjelaskan bahwa apa bila matahari terbit dari barat, maka orang yang baru beriman tidak akan diterima dan bahkan seandainya sudah beriman sebelum terbit matahari dari barat tetapi belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya pun tidak akan diterima. Karena hadis inilah mereka menolak terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat besar yang pertama kali keluar atau terjadi, hal ini dikarenakan dikemudian harinya nabi isa akan turun kebumi dan setelah membunuh dajjal maka beliau akan mengajak orang-orang kafir untuk masuk Islam. untuk itulah terbitnya matahari dari barat harus di tempatkan urutanya setelah turunya nabi isa. bagaimana mungkin nabi isa akan mengajak orang orang kafir bila pintu taubat sudah di tutup ketika terbitnya matahari dari barat.

Pendapat yang kedua adalah terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat besar yang pertama kali keluar atau terjadi seperti yang di jelaskan sendiri oleh Rosululah dalam hadis yang shahih yang diriwayatkan oleh imam muslim dan imam ahmad. secara tekstual tentu saja saling bertabrakan yang tak mungkin dapat di satukan. tetapi perlu diyakini bahwa apa yang dikatakan Rosulullah adalah wahyu dari Allah yang tak mungkin saling bertentangan, kalaupun apa yang kita lihat seperti itu, maka itu tidak berarti tidak ada yang bisa menjelaskanya, hal ini karena pada dasarnya Allah yang mengatakanya, maka Allah pula yang dapat menjelaskanya dan pada dasarnya Allah telah memberikan ilmunya hanya saja tinggal manusianya apakah bisa mengambil pelajaran dari apa yang Allah sampaikan dalam al qur`an dan apa yang diwahyukan pada Rosulnya. Kalaupun saya bisa menjelaskan maka pada dasarnya orang lainpun bisa, karena agama Islam agama sunatullah. siapa yang benar benar mencari, tentu insya Allah akan mendapatkanya.

Sebelum menguraikan pendapat yang saya nyakini, saya ingin bertanya, sekedar intronisasi. jika kalian meyakini munculnya dajjal adalah tanda kiamat yang pertama kali keluar, maka sesungguhnya Rosulullah telah membantah keyakinan seperti itu dan hadisnya shahih. inilah hadisnya:

Dari Abu Hurairoh, ia berkata, Rosulullah bersabda: `ada tiga perkara yang apabila terjadi, maka tidaklah bermanfaat iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya; yaitu terbitnya matahari dari barat, dajjal, dan keluarnya binatang dari dalam bumi`. HR. imam Muslim

dalam hadis itu Rosulullah telah membantah keyakinan kalian, karena dalam hadis ini Rosulullah telah mengatakan bahwa bila dajjal keluarpun, maka sama saja hukumnya ketika terbit matahari dari barat. silahkan periksa shahih muslim bila tak percaya keberadaan hadis itu. saya yakin kalian berpikir tentang turunya nabi isa yang akan mengajak orang orang kafir untuk masuk Islam, padahal hadis itu telah menutup pintu taubat, kalian pusing? dulupun aku begitu sebelum Allah membuka pikiranku.

Sekarang akan saya jelaskan pendapat yang di dasarkan atas dalil yang shahih dan sarih dan tentu saja pendapat yang memiliki kepastian dalil adalah terbitnya matahari dari barat. lalu bagaimana nantinya ajakan nabi isa pada orang orang kafir? sabar dulu, insya Allah akan saya jelaskan pendapat yang saya pegangi ataupun pendapat yang anda pegangi pasti akan berhadapan dengan dalil turunya isa bin maryam. Uraian yang akan saya jelaskan disini, mungkin andapun akan menerapkan pada dalil yang anda pegangi tetapi perlu disadari bahwa Rosulullah telah menentapkan bahwa terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, adalah tanda kiamat yang pertama kali keluar. Sekarang kita perhatikan hadis berikut ini:

malam dan siang tidak akan lenyap sehingga laataa dan uzza disembah. kemudian Aisyah berkata: wahai Rosulullah, sesungguhnya aku sebelumnya menduga ketika Allah menurunkan ayat: `dialah yang mengutus rosulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkanya di atas segala agama meskipun orang orang musyrik benci [Ash-Shaff: 9] bahwa kemenangan agama ini sudah sempurna. maka beliau bersabda: sesungguhnya hal itu akan berlangsung selama yang Allah kehendaki. kemudian Allah mengirimkan angin yang baik lalu mencabut nyawa siapa saja yang didalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi, dan yang tersisa tinggal orang-orang yang tidak memiliki iman sekali, sehingga mereka kembali kepada agama nenek moyang mereka. HR.Imam muslim dan lainya

Sebelum membahas hadis ini, sebaiknya buang jauh-jauh dari pikiran anda bahwa hadis-hadis Rosulullah saling bertentangan. dan hadis ini bisa menjadi i`tibar bagi orang yang benar-benar mencari kejelasan. Dalam hadis ini Rosulullah mengabarkan bahwa laataa dan uzza akan disembah kembali kemudian Aisyah terkejut atas dasar perkataan Rosulullah tersebut. Aisyah beralasan dengan surat ash shaff ayat 9 yang menjelaskan bahwa agama Islam akan dimenangkan diatas segala agama. Mendengar perkataan Aisyah, Rosulullah pun tidak menyalahkan apa yang dikatakan Aisyah, dan Beliau bersabda bahwa hal itu akan berlangsung selama yang Allah kehendaki. sekarang coba anda pikirkan dalam dalam alasan Aisyah yang menyangkal perkataan Rosulullah bahwa laataa dan uzza akan disembah kembali, dan Rosulullah tidak menyalahkan Aisyah karena memang ayatnya bersifat mutlak. tetapi Rosulullah pun menjelaskan bahwa kemutlakan itu bukan tanpa batas dengan sabdanya; hal itu akan berlangsung selama yang Allah kehendaki. dan pada dasarnya perkataan Rosululah yang mengatakan bahwa laataa dan uzza akan disembah kembali, itu bertentangan dengan surat Ash shaff. dan jawaban Beliau telah menguraikan perkataan Aisyah. artinya laataa dan uzza yang akan disembah kembali, itu tidak bertentangan dengan surat ash shaff, karena sifat ayat itu akan berlaku selama yang Allah kehendaki.

Kaitanya kisah Aisyah dengan permasalahan kita adalah, bahwasanya tidak diterimanya lagi taubat setelah terbitnya matahari dari barat akan berlangsung selama yang Allah kehendaki, dan hal itu berlangsung sampai turunya nabi Isa. maka setelah beliau turun kebumi ini, maka pintu taubat di buka kembali, dan hadis hadisnya sudah jelas, tertutupnya pintu taubat ketika matahari terbit dari barat hadisnya shahih dan jelas, begitu juga masuknya orang orang kafir kedalam Islam yang diajak nabi isa juga hadisnya shahih dan jelas. itulah misteri permasalahan kita. apakah anda bisa mengambil pelajaran dari kisah aisyah?

Walaupun dimasa nabi Isa nantinya keimanan bisa diterima kembali, maka jangan dikira hal itu bisa dengan mudahnya orang kafir akan mau beriman, apakah kafir asli atau kafir karena terbitnya matahari dari barat. hal ini didasarkan adanya hadis shahih yang menjelaskan bahwa orang kafir, baik kafir asli atau bukan yang menolak untuk beriman, maka akan dibunuh sebagai orang kafir. Kedua kalau dia belum sempat berjumpa dengan nabi Isa, dia sudah lebih dulu berbaring diatas bantal tanah perlu disadari bahwa nabi Isa rasanya tak mungkin untuk berhadap hadapan dengan setiap orang kafir, lalu mengajaknya. maka kemungkinan lebih banyak orang kafir yang diajak untuk masuk Islam atau diajak untuk beriman kembali melalui orang kedua dan seterusnya. jika orang yang berjumpa dengan nabi Isa saja belum tentu mau beriman, apa lagi dengan orang kedua dan seterusnya. dan jika dilihat dari sisi lain maka akan jauh lebih sulit, khususnya untuk orang-orang tertentu, yang saya maksudkan adalah, bahwasanya Allah maha mengetahui siapa-siapa orang yang terjerumus kedalam kekafiran dikarenakan kebodohanya atau orang-orang yang pada dasarnya bisa mencari ilmu atau menutup diri dari ilmu hanya karena yang menyampaikan kebenaran bukan dari kelompoknya, apa lagi orang orang yang menentang kebenaran setelah telah sampai hujah padanya. Jadi sebaiknya waspada, mungkin anda orang yang tak terjerumus pada kekafiran, tetapi bagaimana dengan keluarga Anda.

kalaupun anda meyakini kaluarnya dajal sebagai tanda kiamat besar yang pertama terjadi, maka dalam shahih muslim tersebut, tentang ada tiga perkara, maka hadis tersebut telah membantah keyakinan anda. karena rosulullah telah mengatakan bahwa keluarnya dajjal juga telah menutup pintu tobat. maka ambilah pelajaran dari kisah Aisyah dan apa yang di dengar Abdullah bin Amr dari Rosulluah, bahwa tanda kiamat yang pertama keluar adalah terbitnya matahari dari barat. insya Allah.

kapankah terbitnya matahari dari barat
Sudah menjadi keyakinan bersama, bahwa Isa ibnu Maryam akan turun ke bumi dan sempat sholat di belakang Imam Mahdi, jika anda sudah memahami apa yang telah saya jelaskan, insya Allah terbitnya matahari dari barat adalah yang sesungguhnya yang kita tunggu. Jika tiba saatnya Imam Mahdi keluar (insya Allah sudah dekat) maka dalam hitungan tahun matahari akan terbit dari barat. sudah banyak para peneliti menulis buku yang menjelaskan tentang dekatnya masa Imam Mahdi, baik penulis di timur tengah atau pun di dalam negeri. walau pun tentunya dengan kekurangan dan kelebihanya masing masing. tetapi semuanya sepakat bahwa kita akan memasuki masa Imam Mahdi walau pun tidak sedikit yang mengingkarinya.

Dari abu said al kudri bahwa rosulullah bersabda, pada masa akhir umatku akan muncul al mahdi. pada waktu itu allah menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh tumbuhan, memberikan banyak harta, umat menjadi mulia dan ia hidup selama tujuh tahun atau delapan tahun. mustradrak hakim dan ia berkata, ini adalah hadis shahih isnadnya tetapi bukhari dan muslim tidak meriwayatkanya dan imam adz dzahabi menyetujui pendapat tersebut.

dalam riwayat yang lain beliau akan berkuasa selama tujuh tahun tanpa ada keraguan. tetapi tak mengapa saya menghitungnya dari masa beliau yang akan berkuasa selama delapan tahun. seperti yang kita dapati dari hadis hadis yang shahih bahwa nabi Isa nanti akan sholat shubuh di belakang Imam Mahdi yang ketika itu terjadi di Damaskus. dalam riwayat yang lain nabi Isa akan menjadi imam sholat subuh di Palestina. kedua riwayat ini tidak bertentangan, alasanya, pada waktu nabi Isa sholat subuh di Damaskus, beliau baru turun dari langit dan sholat tersebut beliau menjadi makmum. sedangkan sholat di Palestina yang ketika itu menjadi imam, maka pada saat itu menjelang di bunuhnya dajal di tanganya. kedua kejadian tersebut dimasa akhir kehidupan dajjal, yang pada saat itu dajjal sedang memerangi kaum mukminin. Setelah beliau sholat subuh di Damaskus [yang pada saat itu menjadi makmum di belakang Imam Mahdi] kemudian beliau pergi mencari dajjal yang akhirnya bertemu di Palestina. di sinilah Isa ibnu Maryam membunuh dajjal dan hal ini terjadi sesudah beliau sholat subuh menjadi imam. ini tersirat bahwa Imam Mahdi tidak di bersama beliau, seandainya bersama beliau, insya Allah Imam Mahdi lah yang menjadi imam sholat subuh seperti di Damaskus. apakah Imam Mahdi pada waktu itu sudah meninggal dunia ataukah Beliau masih memerangi di sisi lain. ketika nabi Isa yang sholat subuh di Damaskus yang menjadi makmum dengan beliau yang sholat subuh menjadi imam di Palestina, tentunya memakan waktu. apakah dalam hitungan hari atau minggu. tetapi sepertinya tidak ada hadis yang menyebutkan hal itu. tetapi kita anggap dulu selama setengah bulan dan kita anggap dulu Imam Mahdi akan wafat di Damaskus.

Setelah nabi isa sholat subuh di Palestina, lalu beliau dan kaum mukminin memerangi pasukan dajjal yang sedang mengepungnya. [Pada saat Isa dan kaum mukminin solat subuh dalam keadaan terkepung] dan akhirnya Isa menjumpai dajjal dan kemudian membunuhnya, jika di hitung mundur dari nabi Isa yang sholat subuh di Palestina dan kemudian membunuh dajjal, dengan nabi Isa yang sholat di Damaskus menjadi makmum di belakang Imam Mahdi, maka dajjal sudah menjalani hidup selama satu tahun dua bulan. maksudnya, masa dajjal yang satu tahun dua bulan setengah, sudah menjalani hidup selama satu tahun dua bulan ketika Isa di damaskus.

masa hidup Imam Mahdi yang delapan tahun [yang kita anggap dulu Imam Mahdi akan wafat di Damaskus] di kurangi masa hidup dajjal, satu tahun dua bulan, maka dajjal akan muncul di masa al mahdi ketika beliau melewati masa enam tahun delapan bulan dari delapan tahun masa kekuasaan dan kehidupanya. sedangkan terbitnya matahari dari barat terjadi lebih dahulu dari munculnya dajjal. maka terbitnya matahari dari barat, akan terjadi setelah setelah al mahdi memasuki masa enam tahun delapan bulan. itu pun jika munculnya dajjal terjadi di hari terbitnya matahari dari barat, apa lagi jika yang benar bahwa Imam Mahdi hanya hidup dan berkuasa selama tujuh tahun. maka artinya matahari terbit dari barat akan terjadi setelah lima tahun delapan bulan sejak di baiatnya al mahdi.

PERHATIAN
Hadis-hadis tentang terbitnya matahari dari barat yang mengancam manusia, yang apabila manusia menyaksikan matahari terbit dari barat maka orang yang baru beriman tidak akan di terima, bahkan seandainya seseorang sudah beriman tetapi belum sempat berbuat amal solih maka keimananya tidak akan berguna lagi, maka ancaman tersebut di tujukan untuk umat Islam saja. karena zahir ancaman tersebut sudah sedemikian jelasnya di tujukan untuk umat Islam. memaknai secara umum untuk semua manusia, baik Islam, kristen, yahudi, budha, hindu dan agama agama yang lain, dan bahkan ateis, maka hal itu menyelisihi sunatullah. tidak ada hadis yang shahih yang dengan jelas mengabarkan bahwa ancaman itu di tujukan kepada semua manusia, baik Islam ataupun kafir. apa yang kita pahami selama ini hanya interprestasi dari hadis-hadis tersebut.

ketika terbitnya matahari dari barat, mungkin yahudi dan nasrani bisa beriman walaupun sudah terlambat. tetapi apakah agama agama lain semisal hindu, budha dan yang lainya, apakah akan beriman atau masuk Islam walaupun sudah terlambat. bagi yahudi dan nasrani yang mungkin beriman, maka itu wajar saja. karena dua agama tersebut dulunya agama samawi.

Tetapi selain mereka, bagaimana mereka menilai bahwa agama Islamlah yang benar. apakah tidak terpikirkan pada yang lain. agama Islam adalah agama sunatullah, tidak mungkin tiba tiba mereka akan beriman walaupun terlambat. saya tidak berbicara bahwa Allah mampu atau tidak, karena itu sudah jelas Allah mampu merubah apa yang ada dalam hati setiap manusia. tetapi saya berbicara tentang dalil, apakah ada dalil shahih yang menyebutkan semua orang kafir akan beriman ketika matahari terbit dari barat.

Satu dalil yang pasti mengenai hal ini adalah hadis-hadis tentang nabi isa yang akan mengajak orang kafir untuk masuk Islam. padahal pada saat itu telah terbit matahari dari barat, ini membuktikan bahwa ancaman tersebut tidak berlaku bagi kaum kafirin. mengenai terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat yang pertama kali terjadi, maka hal itu sudah saya jelaskan dan insya allah sifatnya pasti.

jika anda termasuk orang orang yang terbiasa mengkaji masalah ini dan percaya bahwa kita tengah menunggu kedatangan al mahid, maka anda akan sadar bahwa sesungguhnya yang kita tunggu adalah terbitnya matahari dari barat.

perlu saya ingatkan disini, bahwa agama Islam di bangun diatas sunatullah. jadi terbitnya matahari dari barat insya Allah tidak akan keluar dari sunatullah. semoga anda mau merenungkanya. ----------------------------------------------------------------------------------------------

Analisa penulis :
Banyak Peneliti masalah akhir jaman menempatkan “terbitnya matahari dari barat” dan “Dābbat al-ard (binatang melata)” sesudah keluarnya Dajjal dan nabi Isa as turun. Dan ini menjadikan persoalan perbedaan pendapat tentang tanda yang pertama kali keluar. Pada dasarnya benar ada hadis shahih yang menjelaskan bahwa tanda kiamat besar yang pertama kali keluar adalah “terbitnya matahari dari barat”. Hanya saja seakan-akan secara tekstual bertentangan dengan hadis yang shahih lainya. Pada umumnya sebagian besar ulama berpendapat bahwa munculnya Dajjal adalah tanda kiamat besar yang pertama kalí keluar. Dan hal ini benar pula bertentangan dengan kabar dari hadis dibawah ini :

Jumhur ahli tafsir telah menyepakati bahwa sebagian tanda-tanda di dalam ayat itu adalah terbit matahari dari arah barat.

Hadits riwayat Muslim nomor 2942 dan Abu Dawud nomor 4310 dari Abdulah bin Amru bin Ash berkata, Saya menghafal dari Rasulullah saw sebuah hadits yang tidak pernah aku lupakan, saya mendengarnya bersabda, “Sesungguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang bumi kepada manusia di waktu dhuha. Apa pun yang muncul terlebih dahulu maka yang lain akan segera menyusul di belakangnya.”

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Bersegeralah beramal sebelum datangnya enam perkara: terbitnya matahari dari barat, dukhan, Dajjal, binatang bumi, teman khusus kalian dan urusan umum.” (HR. Muslim nomor 2947). Hisyam bin Amir berkata, “Teman khusus adalah kematian.”‌ Qatadah berkata, “Urusan umum adalah Kiamat.”

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak datang sehingga matahari terbit dari barat. Jika manusia melihatnya maka mereka semua beriman.”

Dari Abu Zur`ah, ia berkata, ``ada tiga kelompok orang muslim yang mendatangi marwan bin hakam di madinah dan mereka duduk di sampingnya, lalu mereka mendengarkan dia yang sedang membicarakan tanda tanda hari kiamat yang di antaranya ia mengatakan bahwa yang pertama kali keluar ialah dajjal``, lalu abdullah bin amr berkata, ``marwan tidak mengatakan sesuatu[marwan tidak tau apa apa ], sesungguhnya saya hafal suatu hadis dari rosulullah yang tidak saya lupakan lagi sesudah itu, yaitu saya mendengar beliau bersabda: ``sesungguhnya tanda tanda hari kiamat yang pertama kali keluar ialah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang dari perut bumi kepada manusia pada waktu duha. entah mana yang belakangan keluarnya, tetapi keluarnya secara beruntun, yang satu mengikuti yang satunya dalam jangka waktu yang dekat.`` HR. Imam muslim dan Ahmad

Mengapa pada umumnya peneliti menganggap “matahari terbit dari barat” haruslah belakang dari munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa as, karena bila terjadi “matahari terbit dari barat” saat itu pula tidak bermanfaat iman seorang yang belum pernah beriman sebelum “terbitnya matahari dari barat” tersebut bahkan dapat diartikan pula bahwa tidak diterimanya lagi syahadat baru untuk masuk Islam atau kembali lagi ke Islam (muallaf/tobat) . Bila ia belum pernah mengusahakan kebaikan dalam masa imannya sebelum “terbitnya matahari dari barat”, seperti hadis dibawah ini :

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga terbitnya matahari dari barat. Ketika itu terjadi dan manusia menyaksikannya, maka akan berimanlah banyak orang, padahal saat itu, 'tidaklah bermanfa'at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (Qs. AlAn'aam[6]: 158) Shahih: Muttafaq Alaih.

Hadis ini menjelaskan bahwa apa bila “matahari terbit dari barat”, maka orang yang baru beriman tidak akan diterima dan bahkan seandainya sudah beriman sebelum “terbit matahari dari barat” tetapi belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya pun tidak akan diterima. Karena seluruh manusia pada waktu terjadinya “matahari terbit dari barat” merasa ketakutan akan kebenaran adanya hari akhir, hingga mereka segera beriman semuanya dan mau memperbaiki syahadatnya atau baru mau bersyahadat namun semua itu tidak bermanfaat alias ditolak.

Termaksud umat agama dan kepercayaan lain bisa-bisa ada yang akan ikut-ikutan beriman dengan agama Islam karena ketakutannya melihat kebenaran tersebut yang selama ini mereka perolok-olok bahwa umat Islam tidak benar mempercayai hal tersebut yang tidak masuk diakal. karena hadis inilah banyak peneliti menolak “terbitnya matahari dari barat” sebagai tanda kiamat besar yang pertama kali keluar atau terjadi. Hal ini dikarenakan dikemudian harinya nabi Isa as akan turun kebumi dan setelah membunuh Dajjal maka beliau akan mengajak orang orang kafir untuk masuk Islam dan bersyahadat baru untuk itu. untuk itulah “terbitnya matahari dari barat” harus di tempatkan urutanya setelah turunya nabi Isa as. bagaimana mungkin nabi Isa as akan mengajak orang orang kafir bila pintu taubat sudah di tutup ketika “terbitnya matahari dari barat”. Apalagi hal-ihwal akan berimannya seluruh ahli kitab ada di dalam Quran pula :

…. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingk atan mereka di syurga. HR. Muslim

-Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

-Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. QS. An Nisaa': 158-159

Sama halnya bila “binatang melata” bila sebagai tanda besar kiamat yang dahuluan muncul, seakan-akan tidak bersesuaian dengan berimannya ahli kitab atau orang kafir setelah nabi Isa as turun. Karena apabila binatang Dābbat al-ard ini muncul maka ia menandai semua orang sebagai Muslim atau kafir dengan cara memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

Rasulullah bersabda: “Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang Mu’min dengan cincin, sehingga dengan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang-orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: “Makanlah ini wahai orang Mu’min” dan “makanlah ini wahai orang kafir.” (Riwayat Abu Dawud Ath Thayalisi, Ahmad dan Ibn Majah, semua riwayat tersebut berasal dari Hammad bin Salamah dari Abi Hurairah)

Jadi bilakah harusnya urutan tanda besar kiamat bisa dikatakan “matahari dari barat” dan “binatang melata” haruslah keluar salah satunya dari sebelum munculnya Dajjal dan sesudah munculnya Dajjal, karena “Dan salah satu dari keduaya akan turun sebelum turunnya si empu (Dajjal), dan satu lagi mengikuti kedatangan si empunya." seperti hadis dibawah ini, seakan-akan bertentangan dengan dalil diatas bawa nabi Isa as akan mengimankan orang-orang yang tadinya kafir atau sesat termaksud diantaranya anak dan istri dari bangsa yang teridentifikasi sebagai Yakjuj dan Makjuj, bagaimana mereka beriman bila pintu tobat atau pintu syahadat telah ditutup. Sebenarnya tidak demikian, kesemuaan dalil ini bersesuaian namun penulis berbeda pula dalam penafsirannya asbabnya.

Sesuai hadis salah satu dari tanda “terbitnya matahari dari barat” atau “binatang melata” akan keluar sebelum dan sesudah munculnya Dajjal, maka penulis meyakini “Terbitnya matahari dari barat” akan terjadi dahuluan sebagaimana ada pemastiannya di dalam hadis juga dan sebab “waktu terjadinya itu Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak lagi menerima iman orang kafir (syahadat) dan tidak menerima taubat dari orang yang berdosa” yang dengannya Allah SWT telah mengclearkan dahuluan, pemisahan yang sangat jelas antara orang yang mana yang akan dapat disesatkan oleh Dajjal kelak dan orang yang tidak dapat disesatkan oleh Dajjal, ini pula seakan-akan adalah penanda agar Dajjal dapat menunaikan tugasnya/takdir nya dengan baik dan setelahnya pun orang yang telah tersesat karena Dajjal namun berhubung dengan telah adanya penegasan diawal karena “terbitnya matahari dari barat” maka orang tersebut tidak lagi dapat kembali kekeimanannya setelah penambahan kesesatannya karena Dajjal karena seakan-akan dalam sebuah hadis lain, keluarnya Dajjal juga adalah sebagai hal yang sama dengan keadaan “terbitnya matahari dari barat” dimana pintu tobat telah ditutup, hingga yang disesatkan Dajjal tidak dapat 'tidaklah bermanfa'at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." Pula bila ia ingin kembali beriman dan memperbaiki syahadatnya setelah Dajjal menyesatkannya namun dalam hal ini ada pengkhususan kepada umat Islam saja (Islam KTP). Pengclearan antara Muslim dan tidak beriman ini hanya dikhususkan untuk umat yang mengaku Islam (Islam KTP) dan terjadi setelah Imam Mahdi telah ada dan menjadi khalifah umat Muslim dan sedang melakukan perangnya yang kemungkinan terjadi sesudah perang dengan bangsa Rum karena pada perang dengan Rum ini ada alasan bahwa ada muallaf (syahadat baru masuk Islam) sebelumnya yang diminta oleh bangsa Rum namun ditolak oleh umat Islam hingga terjadi peperangan.

Karena walau telah di jamin akan masuk Surga dengan tidak kekal berada di Neraka tapi ada pula diantara umat Islam KTP yang benar-benar tidak mau masuk Surga hingga bisa jadi akan benar-benar kekal di Neraka karena menyekutukan Allah SWT.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Allah berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksaannya: Seandainya kamu mempunyai dunia serta isinya, apakah kamu akan menebus dengan semua itu? Orang itu menjawab: Ya. Allah berfirman: Aku telah meminta darimu yang lebih ringan daripada ini ketika kamu masih berada di tulang punggung Adam, yaitu agar kamu tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu (aku kira beliau juga bersabda) dan Aku tidak akan memasukkanmu ke neraka. Tetapi kemudian kamu enggan dan tetap menyekutukan-Ku . Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5018

Dari jabir ra. ia berkata ; seorang badui datang kepada nabi saw dan bertanya ; Apakah dua hal yang sudah pasti itu ?? beliau menjawab; siapa saja meninggal dunia sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk surga dan siapa saja yang meninggal dunia sedangkan ia menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka (HR Muslim)

Akan tiba suatu masa pada umatku, tatkala tak ada yang tersisa dari al-Qur'an kecuali bentuk lahirnya, dan tak ada yang tersisa dari Islam kecuali namanya dan mereka akan menyebut diri mereka dengan nama ini walaupun mereka adalah orang-orang yang paling jauh darinya. (Ibnu Babuya, Tsawab al-A'mal)

Akan tiba suatu masa pada umat ini tatkala orang­-orang akan membaca al-Qur'an, namun al-Qur'an itu tidak akan jauh - menuju kalbu mereka, melainkan – sebatas (dari tenggorokan mereka). (H.r. Bukhari)

(Ziyad) bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana ilmu akan lenyap padahal kami masih membaca al-Qur'an dan mengajarkan bacaannya kepada anak-anak kami, dan anak-anak kami pun akan mengajarkan­nya kepada anak-anak mereka hingga Hari Kebang­kitan?" Rasulullah bersabda: "Ziyad, tidakkah orang-orang Yahudi dan Nasrani membaca Taurat dan Injil namun tidak berbuat sesuai dengan apa yang terkandung didalamnya?" (H.r. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmizi)

Akan datang suatu masa di mana orang-orang munafik akan hidup secara diam-diam di tengah-­tengah kalian, dan orang-orang yang beriman akan berusaha menjalankan agama mereka secara rahasia di tengah-tengah orang-orang lainnya. (H.r. Bukhari dan MusIim)

Adapun “binatang melata” akan keluar setelah Dajjal, ini mungkin disebabkan setelah Dajjal dapat menyesatkan seseorang dan tidak dapat menyesatkan seseorang maka tidak lama kemudian diikuti pula oleh “binatang melata” yang menandai orang tersebut agar terlebih kentara/jelas perbedaannya antara munafik, fasik, dsb dengan umat Islam yang kaffah itu sendiri, jadi dalam hal ini “terbitnya matahari dari barat” kemudian “munculnya Dajjal” dan dilanjutkan oleh “binatang melata” adalah sangat-sangat berdekatan waktu terjadinya.

Dan namun sesuai pendapat umum tidak tertutup pula kemungkinan bisa pula adanya “binatang melata” setelah masa damai (masa kekhalifahan Islam, setelah hadirnya nabi Isa as dan Yakjuj dan Makjuj) karena adanya gambaran hadis dimana orang kafir dan muslim sedang makan bersama dan bercengkrama dan tidak saling berperang dan saling berkata : “Makanlah ini wahai orang Mu’min” dan “makanlah ini wahai orang kafir.”, (pen : bisa pula yang dimaksud tidak berperang ini karena yang dimaksud adalah orang kafir yang telah dilindungi atau yang hidup damai dengan islam, bukan seluruh kafir secara umum) dan selain itu karena bisa pula penandaan dari “binatang melata” ini bukan hanya khusus teruntuk umat Islam KTP saja namun juga termaksud penandaan pada umat agama bumi lain, Nasrani dan Yahudi yang telah beriman dan tidaknya kepada nabi Isa as secara batin bukan secara zahir karena telah dikatakan mereka semua akan beriman kepada nabi Isa as secara zahirnya dan agama-agama dan kepercayaan lainnya akan dihancurkan pula pada masa itu kecuali Islam.

Dari Abu Zur'ah, ia berkata, "Seseorang pernah datang menemui Marwan di Madinah, lalu aku mendengar Marwan menuturkan tentang beberapa tanda-tanda kedatangan Hari Kiamat yang salah satu awalnya adalah kedatangan Dajjal, kemudian aku pergi menemui Abdullah bin Amr dan aku ceritakan hal itu kepadanya. Lalu Abdullah bin Amr berkata, '(Aku belum mendengar) Rasulullah mengatakan seperti demikian. Aku bahkan telah mendengar beliau bersabda, "Sesunguhnya tanda-tanda awal terjadinya Hari Kiamat adalah terbitnya matahari dari barat, atau datangnya binatang melata kepada manusia di pagi hari. Dan salah satu dari keduaya akan turun sebelum turunnya si empu (Dajjal), dan satu lagi mengikuti kedatangan si empunya." Abdullah kembali berkata sambil membaca buku, 'Aku rasa tanda awal terjadinya Hari Kiamat adalah terbitnya matahari dari barat'." Shahih: Muslim.

Dari Abu Hurairoh, ia berkata, Rosulullah bersabda: `ada tiga perkara yang apabila terjadi, maka tidaklah bermanfaat iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya; yaitu terbitnya matahari dari barat, dajjal, dan keluarnya binatang dari dalam bumi`. HR. imam Muslim

Hadis diatas lebih menjelaskan lagi bahwa bila tiga tanda kiamat yaitu : terbitnya matahari dari barat, Dajjal dan binatang melata telah muncul salah satunya maka orang yang baru mulai beriman tidak akan diterima dan bahkan seandainya sudah beriman sebelumnya tetapi belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya pun tidak akan diterima, orang yang tersesat dan disesatkan sebelumnya (karena Dajjal) tidak dapat kembali keimanannya yang telah tertolak dan yang mau memperbaiki syahadatnya atau baru mau bersyahadat namun semua itu tidak bermanfaat pula alias ditolak.

Penulis beranggapan bahwa dalil tentang “matahari terbit dari barat” adalah benar sebagai tanda kiamat besar yang lebih awal dari munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa as, yang kemudian dilanjutkan oleh “makhluk melata” diantara munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa as atau malahan sesudah kedua tanda besar tersebut telah ada. Namun mungkin bisa jadi pula setelah Dajjal berhasil atau tidak menyesatkan seseorang, “makhluk melata” telah hadir pula setelah Dajjal dan kemudian menstempel orang-orang yang telah ditemui Dajjal tersebut.

Adapun “matahari dari barat” adalah penutupan pintu tobat hanya khusus buat umat yang mengaku Islamnya nabi Muhammad SAW saja atau istilahnya yang mengaku dirinya/mengisy aratkan diri sebagai Islam ID/KTP, sedangkan sisa-sisa dari orang Yahudi, Nasrani dan pengikut agama bumi lainnya yang tersisa setelah periode Yakjuj dan Makjuj kelak belakangan bila ia mau dan telah dan dapat beriman kepada nabi Isa as menjadi bagian pengikut/umat nabi Isa as. Tidak ada lagi muallaf versi Islam, tidak ada lagi syahadat versi Islam dan tidak ada lagi tobat dari mereka (munafik, fasik, Murtad, dsb) yang belum mengusahakan keimanannya sebelumnya namun akan ada versi Islam ala nabi Isa as. Itulah yang dikatakan “di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka”, kenapa bukan dikatakan nabi Muhammad SAW yang menjadi saksi mereka di kiamat nanti bila berimannya mereka adalah bagian dari umat nabi Muhammad SAW, inilah yang penulis pikirkan tentang keanehan dalil ini. Dengan kata lain pintu masuk pada umat Islam telah tertutup seperti tertuang dalam hadis dibawah ini pula. Kelak sisa-sisa dari mereka akan beriman kepada nabi Isa as sampai Beliau meninggal dan sesuai kecondongan hati masing-masing kelak akan ada umatnya yang kembali kekafiran setelah Beliau meninggal yang hidup bersama dengan umat Islam ID/KTP yang tidak memiliki iman, yang kembali kafir memuja kepercayaan nenek moyang mereka kembali, inilah cikal bakal umat periode Kiamat kelak.

malam dan siang tidak akan lenyap sehingga laataa dan uzza disembah. kemudian Aisyah berkata: wahai Rosulullah, sesungguhnya aku sebelumnya menduga ketika Allah menurunkan ayat: `dialah yang mengutus rosulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkanya di atas segala agama meskipun orang orang musyrik benci [Ash-Shaff: 9] bahwa kemenangan agama ini sudah sempurna. maka beliau bersabda: sesungguhnya hal itu akan berlangsung selama yang Allah kehendaki. kemudian Allah mengirimkan angin yang baik lalu mencabut nyawa siapa saja yang didalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi, dan yang tersisa tinggal orang-orang yang tidak memiliki iman sekali, sehingga mereka kembali kepada agama nenek moyang mereka. HR.Imam muslim dan lainya

Mengapa demikian, gambaran ini seakan-akan tertuang pada ayat-ayat Quran dibawah ini :

-Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

-Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

-Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

-dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

-Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar. QS. An Nisaa': 158-162.

Gambaran ayat-ayat ini bisa gambaran buat Nasrani dahulu bisa pula buat yang ada di akhir jaman (Islam ala nabi Isa as), namun lebih condong kepada umat akhir jaman karena ada perkataan “Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya” karena kematian nabi Isa as jelas akan terjadi pada saat kekhalifahan Islam akhir jaman dan perkataan “Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka” dan “orang-orang mukmin” mereka “beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran)”, …..dan seterusnya” terlihat adanya pemisahan jelas antara (orang mukmin) umat Islam dan umat lain ini (karena ayat sebelumnya membahas ahli kitab). Bila dikontekskan kemasa lalu yaitu umat nabi Isa as dimasa lalu, dimana Islam dan Al-Quran belum turun/ada, maka akan tidak ada kesesuaian dengan “mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran)” yang nyata Al-Quran dan Islam baru ada 600 tahun kemudian. Kelak Mereka pun akan mendirikan sholat dan membayar zakat. Dan bila Anda menyusuri sejarah riba yang mengenai segala-gala bidang pada zaman sekarang, Anda bisa terkaget-kaget karena ada hubungannya yang banyak dengan kegiatan-kegiat an Yahudi (Zionis) masa kini.

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa’: 157)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya) . Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Al Maa’idah: 116-117)

“Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya) .”

Gambaran ayat ini pula adalah gambaran umat Nasrani akhir jaman, karena pentuhanan nabi Isa as dan Ibunya baru terjadi setelah Beliau diangkat hingga sekarang.

Bila halnya demikian maka umat Islam akan damai dengan umat nabi Isa as (baca: Islam juga) Islam ala nabi Isa as pada masa itu. Nabi Isa as meneruskan tugas kerasulannya yang terputus dahulu sebagaimana Beliau pada masa itu belum wafat (diangkat), yang disambung diakhir jaman semenjak Beliau turun hingga wafatnya, jadi dalam hal ini tidak pula menyalahi bahwa tidak ada nabi baru sesudah nabi Muhammad SAW, namun hanya adanya nabi yang telah awal/lama lahir dan telah diangkat jauh hari menjadi nabi dari sebelum periode nabi Muhammad SAW diangkat sebagai nabi terakhir. Sebagaimana setelah diangkat menjadi nabi/rasul maka tugas kenabian/kerasu lan mestinya barulah akan berakhir pada saat kewafatan nabi/rasul tersebut.

Sebelum wafatnya dan setelah periode Yakjuj dan Makjuj, sisa-sisa seluruh ahli kitab yang masih hidup akan beriman padanya dan Allah SWT menghancurkan agama dan kepercayaan lain menjadi Islam satu-satunya agama. Di Akhirat kelak, umat hasil dakwah nabi Isa as ini akan berkumpul bersama dengan umat nabi Isa as yang lainnya yang telah 2000 tahun dahuluan dan nabi Isa as menjadi saksi pula buat mereka. Bukan berkumpul dengan umat Islam nabi Muhammad SAW dan nabi Muhammad SAW bukan saksi mereka pula. Artinya kesaksian syahadat mereka kepada rasulNya ada pada kesaksian kepada nabi Isa as sebagai rasul utusan Allah SWT. Jadi bagi yang ingin bersama nabi Muhammad SAW dan ingin Beliau menjadi saksi mu, maka cepat-cepatlah bersyahadat sebelum tanda besar kiamat ini muncul tak terduga.

Yang penulis tidak tahu apakah nanti umat Islam nabi Muhammad SAW yang khususnya yang telah beriman sebelum “matahari terbit dari barat” dahuluan wafat seluruhnya, dan ataukah umat Islam dan umat yang tersisa yang diteruskan kekeIslaman cara nabi Isa as sampai setelah Beliau meninggal akan wafat semua secara keseluruhan umat Islam dan umat-umat ini (Islam ala nabi Isa as) karena ada hadis yang menggambarkan saat nabi Isa as telah diwafatkan lalu umat Islam juga ada yang akan mensholatkannya . Karena hadis adalah berasal dari nabi Muhammad SAW berarti yang dimaksud adalah umat Islamnya. Setelah wafatnya nabi Isa as barulah dengan cara angin lembut yang mewafatkan seluruh umat Islam dan mungkin juga mewafatkan pula umat Islam ala nabi Isa as yang beriman kepada nabi Isa as, dan menyisahkan yang tidak beriman keseluruhan.

Nabi Muhammad SAW berkata sesungguhnya umat Islam akan berlangsung selama yang Allah kehendaki kemudian Allah SWT membatasi selama Allah SWT kehendaki yaitu sampai pada waktu dikirimkanNya angin yang baik lalu mencabut nyawa siapa saja yang didalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada antara aku dan dia (nabi Isa AS) seorang nabi pun. Nabi Isa kelak akan turun, dan jika kalian melihatnya maka kenalilah (akuilah) dia. Dia adalah lelaki dengan tubuh sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), berkulit merah keputih-putihan , mengenakan pakaian berwarna kekuning-kuning an dan tidak terlalu besar. (wajahnya) bersih dan cerah. Dia akan memerangi manusia untuk menegakkan kembali Islam, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi dan memberlakukan jizyah. Ketika itu (jaman kedatangan nabi Isa) Allah akan menghancurkan semua agama selain Islam, ia juga akan menghancurkan Dajjal. Ia akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun, kemudian ia meninggal dunia lagi dan kaum muslimin pun menyalatinya." Shahih: Qishshah Ad-Dajjal, Ash-Shahihah (2182).

"Aku orang yang paling dekat dengan 'Isa bin Maryam' alaihis salam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeza, sedangkan agama mereka satu" HR. Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah r.a

Pendapat penulis tidak bertentangan dengan kedua hadis diatas pula “bahwa kemenangan agama ini sudah sempurna. maka beliau bersabda: sesungguhnya hal itu akan berlangsung selama yang Allah kehendaki”. Ada batas terakhir dari generasi umat terakhir Islam yang puncaknya ditandai dengan kemenangan besar orang-orangnya terhadap dunia dan berdiri menjadi kekhalifahan seluruh dunia dan sesudah kemenangan besar dan kekhalifahan ini maka tidak ada babak baru dari generasi baru orang-orang Islam ini. Ada perbedaan cara berIslamnya umat nabi Isa as ini yang termaktup dalam ayat diatas dimana bertambah banyak lagi makanan halal diharamkan ke mereka. Namun jangan membedakan, karena Islam dari nabi Adam as sampai nabi Muhammad SAW adalah sama. Ada sih cara pembuktiannya kelak, coba saja tampar pipi kanannya umat itu dan lihat apa mereka memberi pipi kirinya buat ditampar juga.J

Kenapa umat Islam nabi Muhammad SAW ini seakan-akan dibedakan, karena “Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi): “Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak , sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad). Seakan ada Makna lainnya pula bahwa seakan-akan pemimpin dan dipimpin adalah berdasarkan satu golongan (berdasarkan risalah nabi siapa yang ditunjuk sebagai rasul utusan Allah kepada umat itu), nabi Isa as seakan-akan memposisikan Beliau mempunyai umat pula yang lain (tetap bernama Islam, keislaman ala nabi Isa as), dan umat Islam nabi Muhammad SAW adalah memiliki kemulian yang lebih dibandingkan umat-umat nabi lainnya.

Tidak ada kontradiksi antara fakta bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan nabi Isa as akan kembali ke bumi. Tatkala nabi Isa as datang untuk yang kedua kalinya, Beliau tidak akan membawa agama baru (karena Islam adalah satu “sedangkan agama mereka satu") jadi Beliau akan tunduk pula pada risalah agama yang haq yang terakhir disampaikan sebagai kesempurnaan agama dari awal manusia pertama hingga umat terakhir dan kelak Beliau akan beriman juga kepada al-Qur'an selain kitab-kitab yang lain. Karena Quran sebagai risalah wahyu Allah SWT yang terakhir, berarti derajat Quran lebih tinggi dari alkitab maka berarti juga sebagai penyempurna atau pelengkap alkitab yang Beliau pernah bawa pula, hingga asbab ini sebagai kitab yang terakhir otomatis Quran akan menjadi acuan utama risalah Beliau pula, Jadi nabi Isa as akan turun dari langit, namun dia akan mengikuti jalan risalah nabi Muhammad SAW, nabi Isa as akan memerintah dengan hukum Islam ala hukum Islam yang terakhir (Quran) dan telah sempurna ini dan akan memperbaiki dan menghidupkan kembali sunnah-­sunnah yang telah diabaikan oleh umatnya tersebut, hanya disini selain berbeda terhadap syahadat kepada siapa menjadi rasul utusanNya juga ada perbedaannya dalam hal derajat kemuliaan umat Islam nabi Muhammad SAW berbeda dengan umat Islam hasil dakwahan Beliau dalam derajatnya di sisi Allah SWT. Sebagaimana kandungan firman Allah SWT di dalam QS. An Nisaa' 162 yang bisa berarti “tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka (ahli kitab yang Islam setelah dakwah nabi Isa as) dan orang-orang mukmin (umat Islam nabi Muhammad SAW), mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu (pengertian “mu” disini karena penyampaiannya wahyu ini aslinya kepada Rasulullah (atau bila dalam konteks kekinian maka dapat diartikan pula ditujukan pula kepada umat Islam Beliau)) dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar. (mereka, kedua umat ini sama-sama menegakkan sholat dan membayar zakat, dsb dengan pengertian semua mengikuti hukum-hukum Islam).”

Maka bisa jadi urutan tanda besar yang benar dari sepuluh tanda-tanda: terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dajjal, Isa bin Maryam, kepulan asap, Yajuj dan Majuj, keluarnya binatang melata serta terjadinya tiga gerhana atau tiga gempa???, gerhana/gempa di barat dan timur serta di belahan Jazirah Arab dan akhir dari tanda-tanda itu adalah keluarnya api dari Yaman dari daerah Qa'ra adn yang menandai akan digiringnya manusia menuju padang Mahsyar', atau binatang melata ada diurutan sesudah keluarnya Dajjal dan sebelum turunnya nabi Isa as.

sesuai halnya bahwa bangsa-bangsa yang memerangi umat Islam sebelum dan kala nabi Isa as turun adalah bisa dikatakan sebagai bangsa Yakjuj dan Makjuj juga seperti uraian penulis sebelumnya, namun yang femokusan penamaan condong pada serangan gelombang terakhir setelah nabi Isa as turun. Maka kalangan Yakjuj dan Makjuj yang masih tersisa/tidak ikut dalam peperangan terakhir sebagai Yakjuj dan Makjuj/tertingg al di wilayah-wilayah nya masing-masing, yaitu : anak, istri, manula, pejabat pemerintahan, pengusaha, dsb yang tidak ikut dalam peperangan ini (baca: umat bumi, karena tidak ikut menjadi Yakjuj dan Makjuj, kalaulah mereka ikut berperang sebagai gerombolan terakhir barulah jadi Yakjuj dan Makjuj dan akan mati semua, yaitu yang berada disekitar puncak wilayah perang di negeri-negeri Syam khususnya di seluruh penjuru seputar gunung Thursina) kelak akan beriman kepada nabi Isa as dan menjadi pengikutnya pula dan Beliau menjadi saksi bagi mereka pada hari akhirat kelak.

Mungkin para sahabat yang membaca buku ini, telah sedikit mengerti uraian penulis dan punya gambarannya, penulis berharap para sahabat untuk meneliti hal ini berdasarkan pemahaman sahabat yang dalam pada sastra Arab dan hafalan sanad Quran dan hadis, dan ilmu lainnya untuk pemahaman ini. Yang mana penulis pun menunggu referensi baru hal ihwal tentang ini sebagai acuan penambah pemahaman buat penulis dengan artian penulis juga belum meyakini kemutlakan pendapat penulis sendiri.

Hal yang kedua yang perlu diteliti kembali oleh Anda :

Sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya satu hari sama dengan setahun, satu hari sama dengan sebulan dan satu hari sama dengan seminggu :

Dengan izinNya, Dajjal diberi kemampuan di luar kebiasaan, yaitu dapat memerintahkan bumi untuk menahan perputarannya dari 24 jam seperti biasa menjadi sesuka Dajjal. Namun dalam hal ini, bila dijelaskan secara saint cara terjadinya, maka yang terjadi harusnya adalah separuh bagian bumi siang terus dan separuh bagian lagi malam terus hingga sampai pada waktu yang dikehendaki Dajjal. Kasus ini seperti : ‘Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan tidak terbenam hanya karena seorang manusia kecuali untuk Yusya’. Yakni pada malam-malam dia berjalan ke Baitul Maqdis (untuk jihad).” (HR. Ahmad dan sanad-nya sesuai dengan syarat Al-Bukhari). Di dalam Injil juga ada tercatat kejadian penahanan waktu ini, sebab bila tidak diperpanjang waktu sore tersebut, maka mereka saat berperang kondisi yang ditakutkan adalah waktu itu telah mendekati waktu malam sabtu sebagai hari suci kaum Yahudi (Kaumnya Yusya). Namun perlu difahami pula gambaran hadis ini, bahwa ini terjadi hanya dikhususkan buat satu orang saja, tidak yang lainnya.
Lewatnya benda luar angkasa/astroid besar yang sangat dekat jaraknya dengan bumi yang memiliki cahaya sendiri atau kelak dapat memantulkan dengan sempurna cahaya matahari, dimana astroid ini memiliki medan gravitasi sendiri, hingga dengan perbandingan jaraknya yang dekat dengan bumi mampu saling tarik menarik gravitasi dengan bumi, hingga saling tarik menarik bumi dengan matahari pula. Diandaikan saat tarik menarik bumi dengan matahari menyebabkan bumi terdiam atau bergerak lambat pada sumbu putarnya karena pengaruh kedua tarikan antara gravitasi matahari dan gravitasi astroid tersebut, maka waktu pun akan bergerak lambat pula, maka di angkasa juga akan terlihat dua buah matahari yang berlawanan arah disebagian bumi. Disebagian bumi akan siang karena matahari dan disebagian bumi lainnya akan siang karena astroid tersebut. Walaupun teriknya pada bagian masing-masing tersebut akan berbeda. Bisa jadi astroid ini memantulkan cahaya matahari atau memiliki cahaya sendiri dan juga karena penerimaan cahaya atau besaran pancaran cahaya ke bumi yang berbeda karena faktor jarak, kekuatan cahaya dan besar kecilnya benda angkasa tersebut yang terlihat di bumi, kemudian saat terjadi pergeseran lagi lewatnya/lintas an astroid tersebut, maka waktu berubah lagi sesuai dengan kecepatan gerakan putar bumi yang tertahan oleh daya tarik menarik dari astroid, bumi dan matahari tersebut. Hal ini akan stabil kembali pada waktu astroid tersebut telah menjauh dari titik untuk tetap dapat saling tarik menarik gravitasinya dengan bumi. Kejadian ini yang dimanfaatkan oleh Dajjal. Konsep serupa ini pernah beredar di dunia maya tentang planet X atau planet Nabiru, bedanya tidak ada tabrakan dengan bumi.
Seperti yang penulis yakini bahwa “terbitnya matahari dari barat” adalah tanda kiamat yang akan muncul dahuluan dari Dajjal. Diasumsikan bahwa “terbitnya matahari dari barat” adalah kejadian permanen, tidak hanya sekali (sehari) yang kembali normal lagi. Disini mungkin saja ternyata kejadian “terbitnya matahari dari barat” karena bulan merekah/terbela h dengan sendirinya hingga membuat magnet kutub bumi ikut menjadi tertonggeng pula hingga membalik kutub magnetnya (salah satu versi teori “terbitnya matahari dari barat”), membawa efek lain pula, yaitu ketika awal-awal proses perputaran balik magnet ini, bumi mengalami kelambatan proses perputaran pada porosnya pula yang ternyata alhasil sehari terjadi selama setahun, kemudian bumi mengalami peningkatan berputar pada porosnya yang menyebabkan sehari selama sebulan, hingga akhirnya kelak perputaran bumi pada porosnya kembali normal namun matahari telah tetap terbit dari barat. Bila hal ini terjadi berarti tetap terlihat sebagaian bumi siang dan sebagaian malam, masing-masing selama 6 bulan berturut-turut bergantian. Kejadian ini bagai mesin yang lambat panas dan butuh waktu untuk adaptasi baru agar berjalan normal kembali. Tanda ini pula yang dimanfaatkan oleh Dajjal.
Penggabungan teori kedua dan ketiga, namun tarik menarik gravitasi astroid hanya kepada gravitasi bulan, dimana menyebabkan bulan merekah/terbela h karena pengaruh tarikan astroid dan bumi hingga membuat magnet kutub bumi ikut menjadi tertonggeng pula hingga membalik kutub magnetnya (salah satu versi teori “terbitnya matahari dari barat”). Point 3 dan 4, Kedua hal ini berkaitan antara kejadian “terbitnya matahari dari barat” yang langsung dilanjutkan dengan kejadian hari yang panjang setahun dan munculnya Dajjal.


Disini penulis tidak terlalu memusingkan bagaimana teori yang benar “terbitnya matahari dari barat” dan bagaimana teori yang benar dari “sehari sama dengan setahun” karena penulis lebih condong kepada keyakinan “terbitnya matahari dari barat” adalah benar namun mengenai bagaimana peristiwanya biarlah sambil jalan saat terjadinya.

Penulis hanya mengasumsikan kemungkinan-kem ungkinan tiap peristiwa-peris tiwanya saja dan sebab mungkin untuk menelitinya, bidang Anda lah yang lebih cocok dalam hal ini, sebab biasanya mukjijat yang terjadi di alam akan bisa dijelaskan oleh saint pula karena masih dalam rana “Kursi” yang berarti adalah rana “saint” pula (baca pembahasan takdir, dibagian atas buku ini).

Penulis akan membawa Anda ke teori lanjutan yang mungkin ada kaitan pula dari kedua hal tersebut diatas, dan penulis berharap Anda lah yang membuat simulasinya dan kelak penulis akan menunggu hasil tersebut di internet.

Satu hal yang terlupa dari para peneliti adalah lanjutan kejadian “terbitnya matahari dari barat” ini bilakah ia adalah hal yang permanen, dimana seperti Kita sadari bahwa panjang waktu terbitnya matahari hingga kembali terbit esoknya di bumi adalah 24 jam (12 jam siang dan 12 jam malam). Asumsinya bila terjadi “matahari terbit dari barat” maka matahari yang tadinya mengarah ke barat pastinya akan tiba-tiba langsung berbalik arah ke timur kembali. Bila Kita berpatokan pada gerak matahari yang tadinya kearah barat tiba-tiba berubah arah berbalik kembali ke timur tersebut, maka apa yang terjadi disaat pada jam 8 pagi, di jam 12 siang, di jam 4 sore, dan sesaat setelah sholat maghrib (seluruh waktu 24 jam keliling bumi dan imbasnya). Maka ada beberapa hal disini yang perlu disimulasikan oleh teknologi astronomi dan program komputer untuk itu, dan hal ini berkaitan dari dua teori kejadian diatas pula :

Bila berpatokan pada keadaan bumi yang tetap wilayah utara dan wilayah selatannya tidak berubah, hanya perputaran poros bumi saja yang terbalik, maka pada waktu disebuah daerah di bumi dimana posisi bujurnya tepat pada waktu kejadian “terbitnya matahari dari barat” itu adalah sesudah maghrib (sesaat tenggelamnya matahari) tiba-tiba saat orang selesai sholat maghrib maka saat ia keluar Masjid lalu melihat suasana dimana matahari yang barusan tenggelam muncul kembali maka suasana tak lama kemudian menjadi fajar atau shubuh telah masuk, maka waktu Isya terlewatkan. Begitupun pada garis bujur yang tepat pada waktu 8 jam pagi, tiba-tiba terbalik kembali arah ke timur berarti waktu itu langsung menjadi sekitar jam 4 sore, maka waktu dzuhur terlewat. Bila bujur pas di jam 12, mungkin tidak terasa karena putaran waktu pas ditengah jadi sore tetap jalan kemudian hanya matahari terlihat berbalik arah, bila daerah di garis bujur jam 4 sore tiba-tiba terjadi “matahari terbitnya dari barat” yang tadinya sudah mendekati waktu malam, tidak tahunya waktu siang berjalan kembali, menjadi sekitar jam 8 pagi, maka siangnya menjadi lebih panjang dan mereka akan mengulang dzuhur dan ashar padahal maghrib, isya, dan shubuh belum sempat terlewati. Yang tadinya sudah mendekati fajar tiba-tiba mendapat malam kembali maka malam akan panjang buat mereka karena kembali ke waktu seputar maghrib. Demikianlah keunikan tiap daerah lingkaran bumi yang bervariasi pengalamannya, ini terjadi hanya khusus 1x hari pada saat hari kejadian itu saja. Hal lainnya mungkin Anda harus menjamak sholat buat hari tersebut menggenapkan waktu sholat yang hilang.
Bila tertonggengnya kutub hingga menyebabkan pula menjadikan bumi terbalik pula dimana kutub utara berbalik menjadi kutub selatan dan kebalikkannya, entah disebabkan bulan yang merekah saja atau ditambah sebab astroid yang tarik menarik atau hal lainnya atau apapun asbab peristiwa “matahari terbit dari barat” namun dengan cara mengakibatkan bumi terbalik agar arah matahari terbalik, namun Allah SWT juga berkehendak agar kejadian ini tidak menimbulkan hal ribet karena perpanjangan dari waktu siang dan malamnya dan serta agar waktu-waktu sholat tetap normal berkelanjutan terjadinya maka selain berbaliknya putaran poros magnet bumi (kutub) tentu saja akan terjadi juga pembalikkan wilayah utara menjadi selatan atau sebaliknya dalam sekejap pula yang mana wilayah lintang selatan menjadi lintang utara dan sebaliknya atau bila tadinya Australia di bawah (selatan) kelak akan menjadi wilayah atas (utara) mengikuti proses terjadinya “terbitnya matahari dari barat”. Pertanyaan lainnya adalah apakah Kabah yang Kita tahu adalah pusat bumi akan tetap menjadi pusat bumi karena terbaliknya pula posisinya di bumi (lihat gambar dibawah), sepertinya tidak mengefek akan hal tersebut, namun pertanyaan tambahannya apakah tetap akan menjadi pusat dunia? Bila Anda berkata akan mempengaruhi pusat bumi dan tentu saja bila demikian maka akan mempengaruhi pusat dunia pula, maka seharusnya pembalikkan bumi akan menyebabkan pembalikkan 7 langit beserta isinya, bintang-bintang , galaksi-galaksi dan benda-benda langit lainnya pula.

Bila “terbitnya matahari dari barat” adalah kejadian yang berkaitan pula dengan “sehari selama setahun (munculnya Dajjal) dengan kata lain sedetik berlalunya kejadian “terbitnya matahari dari barat” langsung disusul dengan “sehari selama setahun” agar dimana saat kejadian ini umat muslim tidak bingung akan hal ribet karena perpanjangan dari waktu siang dan malam sebab “matahari dari barat” ini pada hari terjadinya dan serta agar waktu-waktu sholat tetap normal berkelanjutan terjadinya pada hari kejadian tersebut maka dibuatlah waktu Dajjal di bumi sebagai kelanjutan hingga otomatis pergerakan matahari sangat lambat hingga masih terlihat tetap di posisi matahari pada hari kejadian “terbitnya matahari dari barat” tersebut, jadi orang-orang akan mengikuti waktu di dalam arloji/jam saja. Barulah beberapa minggu kemudian umat muslim baru tahu bahwa matahari telah terbit dari barat juga atau baru tahu kelak setelah waktu berjalan normal kembali, disinilah seakan-akan kelihatannya kejadian ini belakangan setelah tanda kiamat “Dajjal” muncul. Masalahnya apakah waktu Dajjal yang selama “1 tahun 2 bulan 2 minggu” atau “1 tahun 1 bulan 1 minggu 1 hari” kelak perputarannya akan sama pada saat keadaan di point seperti teori kesatu tadi, yang tadi berhenti misalnya di garis bujur jam 8 pagi, di jam 12 siang, di jam 4 sore, dan sesaat setelah sholat maghrib (seluruh waktu 24 jam keliling bumi dan imbasnya) ternyata saat setelah waktu berjalan normal lagi, keadaan matahari kembali ke posisi garis bujur jam 8 pagi, di jam 12 siang, di jam 4 sore, dan sesaat setelah sholat maghrib (seluruh waktu 24 jam keliling bumi dan imbasnya) dengan bedanya bahwa awalnya perjalanan dari “matahari terbit dari timur” dalam waktu awal itu kelak akhir Dajjal tersambung namun dengan sambungan perjalanan gerak matahari dari “matahari terbit dari barat” artinya orang-orang tidak merasa efek samping dari perpanjangan waktu dan keanehan waktu-waktu sholat yang sebenarnya terubah disatu hari “terbitnya matahari dari barat” itu.

Apa Anda mengerti uraian penulis ini, bila mengerti, terserah Anda mau mencoba mensimulasikann ya dalam sebuah program atau tidak, karena bisa jadi ini akan mengaitkan kedua teori kejadian diatas pula. Bila mau mencoba kelak penulis ingin membaca referensi hal ini sebagai tambahan-tambahan.

Satu hal lagi, janganlah kalian bila bertemu tanda kutip “seseorang” lalu berkata: “Hai, Yakjuj!” atau “Alo, Makjuj!”
Quote
 
0
Ini sih bukan Sunni tapi Wahabi nih, webnya orang wahabi yang mau bikin ummat ISlam indonesia tambah bingung. Ada wahabi dan Syiah weleh-weleh. Memang 100% NGUAWURR
Quote
 
0
Quoting bangtyo:
@jancok_ ngawur gimana mas? disini itu pake fakta....njenengan kan tahu sendiri tanda2 kiamat. njenengan ngomong gtu krna takut kan? gak prlu takut kalo kita masih ada di jalan Allah,bukanx harusnya kita bangga bisa mati di jalanNYA?

ya jelas ngawur lah,di dalam al quran memang g ada di sebutin,imam mahdi itu sebagai gelar,baca surat Surah al-Qashash (28) : 5 dan Surah an-Nûr (24) : 56 dan hadist2,disebut kan akan ada org yg memimpin umat islam,nah digelarin imam mahdi artinya Seseorang yang memandu atau memimpin..
si penulis sepertinya belum tahu banyak,cari tahu dulu baru posting ya mas..
Quote
 
0
Saya kira penulis cukup fair , dan berimbang
Quote
 
+1
nabi Isa as diwafatkan, bkn berarti dimautkan (mati)...
karena jasadnya terangkat...
An Nisa 157-158..!!!
Quote
 
0
@jancok_ ngawur gimana mas? disini itu pake fakta....njenen gan kan tahu sendiri tanda2 kiamat. njenengan ngomong gtu krna takut kan? gak prlu takut kalo kita masih ada di jalan Allah,bukanx harusnya kita bangga bisa mati di jalanNYA?
Quote
 
-1
Just wait and see...!
Quote
 
0
gak ada yg bisa memastikan kapan hari kiamat akan datang!
Quote
 
+2
kalian yang beragama islam,tentu tau tanda2 hari kiamat,itu sudah di terangkan di beberapa hadits dan surat surat dalam al -qur'an,kapan hari kiamat,yang tau hanya allah SWT (waullohua'lam)
walaupun agama islam di benci oleh agama lain,dan selalu di hina hina,tapi kbanyakan dari kita hanya bisa diam sambil berfikir "mereka hanyalah orang bodoh ,mereka berbicara seenak mereka tapi mereka tidak pernah mempertimbangka n omongan mereka dan balasannya "
ya allah ya tuhanku,lindung ilah palestina,myanm ar,rohingya,dan seluruh saudara saudara kami dimana pun mereka berada
amin ya robbal alamin :lol: :D
Quote
 
0
dari beberapa artikel yang gua banca di sini banyak yang ngawur, apa loe bermaksud menjerumuskan orang dengan tulisan loe ini..


Kode keamanan
Segarkan