larger smaller reset

Pengalaman Nyata Kehidupan Seorang Yahudi Amerika di Negara Rasialis-Marxis Israel

oleh: Jack Bernstein


jack-bernstein
Penulis Jack Bernstein, seorang Yahudi Jujur dan berani, beberapa tahu lalu dibunuh oleh MOSSAD Israel

 

Pernyataan paling keras tanpa bukti Gould's berisi menyalahkan alat uji IQ untuk memperbesar jumlah mereka yang hilang dalam kejadian Holocaust (p. 263). Di sini dia mengiukuti jejak Leon Kamin's (1974) IQ dalam Politik dan Sains. Pernyataan Kamin-Gould bahwa alat uji IQ awal yang diklaim dalam penelitiannya TELAH membuktikan bahwa Yahudi sebagai sebuah kelompok nilainya rendah dalam TEST dan bahwa penemuan ini kemudian conveniently digunakan untuk mendukung bagian yang bersifat membatasi dalam Immigration Act of 1924 yang kemudian diterapkan sebagai kebijaksanaan untuk menolak masuknya pengungsi Yahudi yang malang ke wilayah Israel dalam tahun 1930-an. Gould seterusnya mengklaim (1996, pp. 195-198; 255-258) bahwa Henry H. Goddard tahun 1917) dan Carl C. Brigham (tahun 1923) memberikan label kepada 4/5 orang-orang imigran Yahudi sebagai "lemah pikiran - feeble-minded ... pandir - morons".

Jack menuliskan penuturan ini pada tahun 1989. Mungkin sekarang ini kita cukup ketakutan untuk memperhatikan dan mengalami kesulitan untuk membedakan yang diperlukan untuk meletakkan peradaban dalam timbangan.--DE

Sebelum Israel menjadi sebuah negara pada tahun 1948, benak orang-orang Yahudi di seluruh dunia dipenuhi dengan propaganda Zionis bahwa Israel akan menjadi sebuah tanah tumpah darah untuk semua orang Yahudi, sebuah tempat pengungsian bagi orang-orang Yahudi yang teraniaya, dan sebuah negara yang benar-benar demokratis, serta dalam rangka pemenuhan nubuwatan Bibel.

Saya seorang Yahudi Ashkenazi yang menghabiskan waktu selama 25 tahun di Amerika Serikat, negeri yang memberikan kebebasan kepada semua orang Yahudi dan kesempatan untuk makmur – dan orang-orang Yahudi berhasil peroleh kemakmuran, ke tujuan tersebut sebuah segmen penduduk dari orang-orang Yahudi (Zionis) telah mencapai sebuah posisi yang mendominasi politik dan ekonomi Amerika Serikat.

Untuk memahami sepenuhnya ceritera yang akan saya paparkan, adalah penting untuk memahami apa sebenarnya Zionisme itu. Propaganda Zionis telah mengarahkan orang-orang Amerika untuk meyakini bahwa Zionisme dan Judaisme adalah satu dan sama dan keduanya bersifat religius secara alami. INI MERUPAKAN KEBOHONGAN YANG MENCOLOK. Judaisme adalah agama; tapi Zionisme adalah sebuah pergerakan politik yang dimulai terutama oleh orang Yahudi Eropa Timur (Ashkenazi) yang selama beberapa abad telah menjadi kekuatan utama di belakang komunismedan sosialisme . Tujuan akhir dari Zionis adalah Sebuah Pemerintahan Dunia di bawah kontrol Zionis dan bankir Yahudi Internasional yang berorientasi Zionis. Komunisme dan sosialisme semata-mata hanyalah alat dalam membantu pencapaian tujuan-tujuan mereka.

SAYA SALAH SEORANG KORBAN PROPAGANDA ZIONIS

Setelah Perang tahun 1967, kami, Yahudi dipenuhi dengan rasa bangga bahwa "tanah air kami" telah menjadi sangat kuat dan berhasil. Kemudian, kami juga dipenuhi dengan propaganda salah bahwa orang-orang Yahudi di Amerika dianiaya. Jadi antara tahun 1967 dan 1970, kira-kira 50,000 orang Yahudi Amerika terjatuh ke dalam propaganda Zionis ini dan berimigrasi ke Israel. Saya merupakan salah seorang dari mereka yang tolol itu.

Setelah dipenuhi dengan semua propaganda palsu Zionis ini, Saya merasa akan mempunyai kesempatan lebih baik untuk berhasil di negara baru Yahudi. Disana ada juga bujukan tambahan – semangat dan tantangan sebagai pelopor serta membantu orang-orang Yahudi sejawat.

DUA KEWARGANEGARAAN

Dengan meninggalkan Amerika Serikat, dalam diri Saya tidak terjadi konflik emosional, karena Saya masih dapat mempertahankan kewarganegaraan Amerika Serikat dan dapat kembali ke Amerika Serikat setiap saat. Anda lihat, orang-orang Yahudi diizinkan untuk memegang dua kewarganegaraan Israel dengan beberapa negara – salah satunya adalah Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan orang Yahudi untuk memegang dua kewarganegaraan Amerika Serikat dan Israel.

Orang Jerman dan Amerika tidak dapat menjadi warganegara dari kedua negara sekaligus. Orang-Italia dan Amerika tidak dapat menjadi warganegara dari kedua negara sekaligus Orang Mesir Amerika tidak dapat menjadi warganegara dari kedua negara sekaligus ... Tetapi, seorang Yahudi Amerika dapat menjadi warganegara dari kedua negara Israel dan Amerika Serikat. Hal ini merupakan contoh penting dari bentuk kekuasaan Yahudi Zionis yang menguasai pemerintahan Amerika Serikat.

SAYA TIBA DI ‘SURGA YAHUDI'

Sebelum meninggalkan Amerika Serikat menuju Israel, seorang teman Yahudi Saya telah mengatur untuk tinggal beberapa hari dengan saudara perempuannya, Fawzia Daboul dan bibinya yang masih bujangan.

Setelah tiba di Lord Airport di luar kota Tel Aviv, Saya naik bus ke rumahnya Miss Daboul dan bibinya. Ketika Saya melihat Fawzia, Saya jatuh cinta dalam pandangan pertama. Saya mulai memanggilnya dengan nama "Ziva," nama Yahudi.

Ziva adalah seorang Yahudi Sephardic dari Iraq , yang senasib dengan Saya telah jatuh ke dalam propaganda Zionis dan berimigrasi ke Israel . Dia bekerja sebagai penata rambut.

KIBBUTZ

Setelah mengunjungi Ziva dan bibinya selama dua hari, Saya pergi ke Kibbutz "Ein Hashofet," selama enam bulan, salah satu dari 150 komunal terbaik yang beroperasi di Israel. Sejak saat itu banyak hal yang gtelah saya mulai lakukan – terutama di wilayah yang diambil alih dari bangsa Arab Palestina. K ibbutz adalah sebuah komunal pertanian dan bisa juga usaha industri.

Adalah penting untuk dipahami bahwa sistem Kibbutz Israel adalah sebuah gagasan Marxis yang di bawa ke Israel oleh orang-orang Yahudi Ashkenazi yang berimigrasi ke Israel terutama yang datang dari Polandia dan Rusia. Orang-orang Yahudi ini merupakan bagian dari kelompok yahudi yang dikenal sebagai Bolshewik. Sebelum tahun 1917, mereka merupakan kekuatan yang meletakkan dasar-dasar Revolusi Bolshewik tahun 1917 di Rusia yang mengawali era komunisme. (Rusia dikenal sebagai USSR - the Union of Soviet Socialist Republics).

Sekali lagi Saya ingin menunjukkan, bahkan menegaskan bahwa kelompok Yahudi (Ashkenazi) komunis/sosialis (Bolshewik) yang berimigrasi ke Israel, memperoleh kontrol atas pergerakan Zionis dan telah menguasai pemerintahan Israel sejak awal tahun 1948.

Sekarang Mari Kita Kembali ke Kibbutz.

Sebelum tahun l967, umumnya aktivitas pekerjaan dalam Kibbutzim dikerjakan oleh orang-orang Yahudi. Tetapi setelah Perang tahun l967, dikerjakan oleh orang-orang Arab yang dibayar dengan upah sangat rendah sekali, dan oleh pekerja sukarela dari luar negeri. Anggota-anggota Kibbutz (semuanya orang Yahudi) berbagi apa saja sama rata. Mereka menerima pembagian pakaian, makanan dan sedikit upah. Semua keuntungan perusahaan disimpan di rekening Kibbutz untuk dipergunakan di kemudian hari. Setiap Kibbutz berafiliasi dengan salah satu partai berhaluan Marxis Israel yang bertingkat dari yang berfaham sosialis sampai kepada faham komunis garis keras.

Kibbutz dimana Saya pernah bergabung bukan berfahamkan komunis garis keras. Namun Saya merasa bahagia ke luar setelah empat bulan bekerja di dalamnya. – dua bulan lebih awal daripada yang direncanakan semula.

Selama masa Saya bekerja di Kibbutz, Saya meminang Ziva. Dia merupakan salah satu alasan Saya meninggalkan Kibbutz setelah empat bulan – kemudian kami menikah .

PERNIKAHAN KAMI MENCIPTAKAN MASALAH

Upacara pernikahan diselenggarakan di Sinagog Sephardic. Upacara sederhana tapi indah. Ziva dan Saya sangat berbahagia, akan tetapi pernikahan kami menciptakan masalah yang serius. Coba Anda perhatikan, Ziva adalah seorang Yahudi Sephardic dan Saya seorang Yahudi Ashkenazi. Untuk mengerti mengapa kami menghadapii kesulitan, Anda harus mengerti perbedaan antara Yahudi Sephardic dengan Yahudi Ashkenazi.

Mesin propaganda Zionis yang sangat kuat mendorong rakyat Amerika untuk mempercayai bahwa seorang Yahudi adalah Seorang Yahudi – sebuah suku bangsa sebagai “manusia pilihan Tuhan" Saya nanti akan menguraikan kebohongan "Manusia Pilihan Tuhan" ini. Pertama, adalah penting untuk Anda untuk memahami bahwa bangsa Yahudi bukan merupakan satu suku bangsa.

Di dunia ini terdapat dua kelompok Yahudi yang berbeda dan mereka berasal dari dua wilayah dunia yang berbeda pula. – Yahudi SEPHARDIC berasal dari Timur Tengah, Afrika Utara dan Yahudi ASHKENAZI berasal dari Eropa Timur.

Yahudi SEPHARDIC merupakan kelompok tertua dan mereka ini bila masih ada, yaitu orang Yahudi yang digambarkan di dalam kitab Bibel. Mereka mempunyai hubungan darah dengan bangsa Arab – yang membedakan mereka hanyalah agamanya

Yahudi ASHKENAZI , yang sekarang meliputi jumlah 90% dari Yahudi di seluruh dunia, awal kemunculannya agak aneh. Menurut para ahli sejarah, banyak diantara mereka Yahudi Ashkenazi, keberadaan