larger smaller reset

 

Anti-Semitisme Merupakan Mata Pencaharian Mereka

(Anti-Semitism is Zionism's Bread and Butter)

henry-makow-ph.d

Oleh: Henry Makow Ph.D

 

Catatan editor: " Are Israeli Policies Entrenching Anti-Semitism Worldwide?" " Ini adalah subjudul dari sebuah artikel baru-baru ini di sebuah Majalah Yahudi . Dalam artikel tersebut, diungkapkan kesalahpahaman Yahudi yang naif tentang anti-Semitisme dan Zionisme. Orang Yahudi percaya bahwa Zionisme ada untuk melindungi mereka dari anti-Semitisme. Bahkan, Zionisme ada untuk menciptakan anti-Semitisme untuk memaksa orang Yahudi melaksanakan agenda Illuminati, yaitu bankir pusat pemerintahan dunia berbasis di Yerusalem. Israel merupakan fiefdom pribadi Rothschild; tentara pribadi, dinas rahasia, dan senjata nuklir mereka. Semua ini digunakan untuk memajukan agenda pemerintahan dunia Rothschild. Yahudi Zionis akan memiliki banyak melalukan perencanaan.

Serangan Israel brutual yang tidak beralasan di Lebanon pada Agustus 2006 dan Gaza pada Desember 2008 menyebabkan perluasan anti-Semitisme, sebagaimana yang sudah direncanakan. Untuk mengatakan bahwa orang Yahudi yang merasa tersinggung akan kekejaman ini adalah "orang-orang Yahudi yang membenci diri sendiri" adalah remaja dan orang tidak jujur, sifat-sifat yang sekarang kita harapkan dari kepemimpinan Zionist. Beraninya mereka bertindak atas nama orang-orang Yahudi tanpa mandat yang jelas. Dalam rangka ini, saya memperbarui dan saya post ulang artikel saya pada Desember 2005: " The Zionist Protection Racket" )

Sebuah "perlindungan rencana kejahatan" adalah sebuah scam dimana agresor menghasut sebuah serangan, menyalahkan kambing hitam, dan kemudian menawarkan untuk melindungi korban dari kambing hitam ini dengan imbalan uang dan kekuasaan.

"War on Terror" adalah sebuah perlindungan rencana kejahatan. Agresor adalah finansial elit dunia yang dikenal sebagai "Crown" based in the City of London.  Alat mereka adalah proyek Zionis, khususnya Israel, Mossad dan sekutu Neo-Con.

Korbannya adalah orang-orang Amerika Serikat dan masyarakat Barat pada umumnya. Tujuannya adalah penggulingan Peradaban Barat, dan pembentukan sebuah negara polisi dunia Lucifer yang disebut dengan "Tata Dunia Baru/"New World Order."

"Zionisme hanyalah sebuah insiden dari rencana jauh ke depan," kata seorang Zionis Amerika terkemuka Louis Marshall, pengacara bankir Kuhn Loeb pada tahun 1917. "Ini hanyalah pasak nyaman untuk menggantung senjata yang ampuh."

"Anti-Semitisme" Perlindungan Rencana Jahat yang Asli

Kepemimpinan Yahudi Zionis menganggap orang yang berpengaruh Yahudi sebagai pion yang harus dimanipulasi. "Anti-Semitisme sangat diperlukan bagi kita untuk pengelolaan saudara-saudara kita yang lebih rendah," kata penulis Protocols of the Elders of Zion (9-2) sebuah "pemalsuan" yang dibaca seperti cetak biru  dari New World Order.

Pembasmian terjadi dalam rangka menciptakan Israel. Orang Yahudi harus diteror sehingga Israel dijadikan sebagai "rumah nasional" yaitu dengan menjajah Timur Tengah. Dunia Keuangan didanai oleh Nazi. Zionis secara aktif berkolaborasi dengan mereka. Lihat "The Holocaust as Mental Paradigm.". Lihat juga "Zionism: A Conspiracy Against Jews"

Pengkhianatan Zionis adalah alasan orang Yahudi pergi secara pasif untuk kematian mereka, kata Rabi Moshe Shonfeld dalam bukunya "Holocaust Victims Accuse". Yahudi Non-Zionis yang bernilai lebih baik mati daripada hidup mengabdi kepada pimpinan Zionis yang menuai moral dan modal keuangan dari "pengorbanan" mereka yang dipaksa, Shonfeld berkataka. Lihat "Zionism: Compulsory Suicide for Jews."

Para elit Yahudi memiliki sejarah yang panjang dalam memanipulasi orang Yahudi. Sebagai contoh, pada tahun 1950 gelombang anti Semitisme dan terorisme di Irak membuat Naeim Giladi, 21, bergabung dengan Zionis bawah tanah. Giladi dipenjarakan, disiksa dan dihukum mati oleh pemerintah Irak.

Dia lolos dan melarikan diri ke Israel hanya untuk menemukan bahwa pemboman telah dirancang oleh sesama Zionis untuk menipu Yahudi Irak untuk pergi ke Israel. Sebuah komunitas kuno diambil harta kekayaannya dan menjadi status warga negara kelas dua di Israel, menggantikan tenaga kerja Palestina. Lihat ""Zionists Double Crossed Iraqi Jews"

Israel memprovokasi serangan dari negara tetangga dalam rangka "mempertahankan ketegangan moralnya" menurut buku harian rahasia Perdana Menteri Moshe Sharett. Negara harus "menciptakan bahaya" untuk memulai perang dan dengan demikian "mendapatkan ruang kita," ia menulis: Lihat ""The Zionist Roots of the War on Terror."

"ANTI-SEMITISME" MENJADI "ANTI-AMERIKANISME"

Pembunuhan berencana pada tanggal 11 September 2001 dirancang untuk mendesak Amerika untuk mengorbankan hak-hak sipil mereka dan menyerang Timur Tengah, seperti Zionis.

Ada genderang di media untuk meyakinkan orang Amerika bahwa mereka adalah korban dari Muslim fanatik. Kampanye propaganda ini dilakukan oleh Neo-Cons (alias Zionis). Dalam bukunya., "The New Jerusalem: Zionist Power in America," Michael Collins Piper menulis:

"Dalam memperkuat terhadap perang Irak, propagandis Zionis dan media mulai semakin menggembar-gemborkan pesan ke Amerika bahwa "seluruh dunia melawan kita" ... dan orang Israel adalah sekutu kita yang secara utuh dapat diandalkan... Tema anti Amerikanisme yang telah merajalela itu ditanamkan pada orang-orang Amerika dengan tujuan untuk membuat mereka "anti" kepada semua orang yang menolak untuk mendukung perang Irak dan agenda yang lebih luas Zionis yang akan dimulai. " (157)

Anda pernah dengar sebelumnya? Ini adalah taktik yang mereka gunakan pada orang Yahudi. Lihat "How Jews are Brainwashed and Manipulated."

Piper mengatakan bahwa Zionisme disamakan dengan Amerikanisme. Para agen Zionis seperti Nathan Sharansky membuat retorika berlebihan dan hiprokit dari kedua pidato perdana Bush bahwa komitmen Amerika Serikat untuk memajukan agenda Zionis menggunakan kekerasan.

Sejarah memberikan peringatan serius ke mana ini bisa berarah. Dalam esainya, The Nature of Zionism,, penulis Rusia Vladimir Stepin menulis,

"Selama perang sipil di Rusia, Zionis juga melakukan tugas lain yang menggunakan beberapa unit Tentara Merah - Trotsky adalah ketua negara Dewan Militer Revolusioner - mereka mengatur pogrom Yahudi di Seversk.

Hasil dari perang ini adalah "Law on Those Involved in Pogroms" pada 27 Juli 1918. Sesuai dengan hukum ini, sebuah teror Zionis yang mengerikan terjadi di Rusia selama sepuluh tahun: orang yang dituduh anti-Semitisme adalah, tanpa boleh dipertanyakan lagi, dinyatakan terlibat dalam pembunuhan berencana dan ditempatkan di dinding untuk ditembak.

Bukan hanya anti-Zionis, tapi wakil terbaik dari intelijen Rusia, bisa dituduh sebagai anti-Semit, dan demikian juga siapapun dapat dituduh. Orang-orang melihat siapa yang berkuasa di Rusia dan menyatakan ketidakpuasan mereka dengan itu. 90% dari anggota Cheka - organ keamanan Soviet, 1918-1922 - adalah Zionis.

Selain dari hukuman kepada mereka yang terlibat dalam rencana pembunuhan, Zionis mempraktekkan genosida terhadap kelompok-kelompok etnis yang tinggal di Rusia, dan mereka melakukannya dengan menuduh orang-orang melakukan aktivitas kontra-revolusioner, sabotase, dan sebagainya, terlepas dari apakah orang tersebut benar-benar telah melakukan kegiatan tersebut. Itu adalah praktek standar hanya untuk menempatkan mereka di dinding untuk ditembak. "

Meramalkan kemungkinan dari ini, dan kita bisa melihat tanda-tanda palsu yang digunakan untuk menghilangkan kebebasan orang Amerika.

Kesimpulan

Dugaan saya adalah bahwa elit bank sentral, dengan menggunakan perkumpulan Masonik rahasia dalam lembaga militer dan intelijen, bertanggung jawab atas 90% terorisme. Tujuannya adalah memanipulasi orang-orang untuk memajukan tujuan Tata Dunia Baru, yang mencakup menghancurkan agama yang benar, bangsa negara, demokrasi, ras dan keluarga.

Dalam pikiran mereka, mereka harus merusuhi dan memperbudak kita untuk melindungi monopoli mereka pada pinjaman/kredit pemerintah dengan kata lain pembuatan uang.

Mereka menjalankan perlindungan rencana jahat untuk melindungi kita dari "teror" palsu mereka. Dengan cara yang sama, Zionisme adalah tanggapan terhadap "anti-Semitisme" yang mereka buat. Dalam proses ini, orang-orang Yahudi telah dicuci otak dan dimanipulasi, sedangkan orang Barat kehilangan hak-hak sipil dan kebiasaan kebebasan mereka.

Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

Sumber: http://www.henrymakow.com/

Comments (2)add comment

admin said:

Yahudi bukan bangsa tetapi agama untuk Bani Israil,
Mereka para Kabal yang bersembunyi di belakang agama Yahudi, agama Nashrani (Kristen) dan agama Islam. Maling Teriak Maling. Merusak dan menstigma ketiga agama samawi tersebut dan memanfaatkan untuk tujuan kepentingannya.

Tujuan utamanya sama dengan Iblis karena mereka merupakan penyembah setan, metodanya yang paling pokok memutar balikkan kebenaran menjadi kesesatan dan sebaliknya:

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (QS al-Hijr 15:39)

Realitas tahun 1935:

Seorang Orientalis, Samuel Zwimmer mengatakan sbb: "Tugas kita adalah mengeluarkan kaum muslimin dari Islam. Membuat mereka mengekor pada pengajaran, kekuasaan, dan pemikiran kita. Dalam masalah ini kita telah berhasil dengan gemilang. Kita melihat bahwa setiap orang yang lulus dari lembaga-lembaga pendidikan - bukan saja lembaga-lembaga pendidikan missionaris, tetapi lembaga-lembaga pendidikan umum baik negeri maupun swasta - yang menganut kurikulum yang telah kita susun dan telah kita tatarkan kepada ahli-ahli pendidikan, mereka telah keluar dari Islam dalam perilakunya, walaupun namanya tetap muslim. Mereka kemudian masuk dalam orbit politik kita tanpa terasa atau menjadi orang yang tidak membahayakan bagi eksistensi kita. Sungguh, ini keberhasilan kita yang tidak ada bandingnya.

Realitas hari ini:

Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. (QS Saba’ 34:20)

Umat manusia merupakan korban jangka panjang Konspirasi Para Pengikut Setan (Kabalis, Masonik) yang tujuannya untuk memperbudak dan merampas kemerdekaannya. Masonik beserta kartel bank sentral menggunakan retorika Komunisme (kesejahteraan kelas dan kepemilikan publik) untuk menaklukan Rusia dan Cina. Hal ini semata-mata secara mendasar merupakan invasi asing (Kabalis, Masonik) tersembunyi yang disebut dengan "revolusi". Berbicara mengenai reformasi merupakan penipuan. Tata Dunia Baru merupakan sebuah perpanjangan tangan kekuatan yang sama dalam rangka menguasai keseluruhan dunia ini.
 
May 09, 2010
Votes: +0

bocahe said:

yahudi apakah sebuah dalih saja?
menggunakan agama yahudi
berjuang dengan dalih cara Yahudi
mengatasnamakan cita2 kaum Yahudi

pada kenyataannya :

menggunakan niat antiagama
berjuang dengan cara2 pengucilan agama
dengan tujuan membasmi agama bahkan 'tuhan'
 
May 09, 2010
Votes: +0

Write comment

busy